Full Transcript
https://www.youtube.com/watch?v=cXLosURbqjw
[00:03] Muslim mus
[00:16] Film ini akan memperlihatkan pada kita
[00:18] Film ini akan memperlihatkan pada kita bagaimana ajaran sesat menghancurkan seseorang.
[00:23] Doktrin yang kuat membuat pengikutnya mengikuti apapun, literally apapun yang diperintahkan.
[00:28] Dan di saat mereka tersadar, udah enggak ada lagi jalan kembali.
[00:33] Cerita ini diangkat dari kisah nyata penyerangan teroris yang terjadi di Mumbai 2008 silang.
[00:38] Well, ini adalah sebuah film yang berjudul.
[00:52] Di awal film kita diperlihatkan pada sekelompok pemuda yang tengah berlayar di lautan lepas.
[00:56] Mereka berlayar menuju sebuah kota di India yang bernama Mumbai.
[00:59] Selama di perjalanan, suara
[01:03] Mumbai. Selama di perjalanan, suara bisikan terus terdengar nih, bisikan terus terdengar nih, Teman-teman.
[01:07] Ini terdengar seperti doktrin dari seseorang yang mengirim mereka.
[01:14] Allahu Akbar.
[01:18] Jal hotel malum.
[01:22] Jal hotel malum.
[01:24] Berdasarkan perintah, mereka dibagi menjadi tiga kelompok dengan tiga tujuan berbeda.
[01:29] Kelompok pertama dipimpin oleh Acmal menuju stasiun kereta.
[01:32] Kelompok kedua dipimpin oleh Imran menuju ke tengah kota.
[01:37] Dan kelompok terakhir dipimpin oleh Abdullah menuju langsung ke hotel termegah di Mumbai yaitu Touch Mahal.
[01:50] Belum diketahui pasti dari mana orang-orang ini berasal.
[01:54] Tapi satu hal yang pasti, sekelompok pemuda ini adalah orang-orang terlatih dan mereka telah didoktrin untuk percaya bahwa semua orang yang ada di kota adalah pendosa
[02:04] orang yang ada di kota adalah pendosa yang lebih hina dari binatang.
[02:11] More hot water 48.
[02:16] Sementara itu kita di bawah sedikit.
[02:19] Sementara itu kita di bawah sedikit mengenal tentang hotel Touch Mahal,
[02:21] mengenal tentang hotel Touch Mahal, salah satu hotel termegah yang ada di India.
[02:23] Kebanyakan tamunya adalah orang-orang penting bahkan negarawan.
[02:25] orang-orang penting bahkan negarawan.
[02:28] Dan kebetulan salah satu dari tamu VIP mereka di hari itu adalah Zara Kashani,
[02:31] anak dari seorang figur penting.
[02:34] Dilihat dari cara mereka menyambutnya, bisa dipastikan bahwa hotel ini memiliki standar yang sangat tinggi.
[02:36] dipastikan bahwa hotel ini memiliki standar yang sangat tinggi.
[02:39] Welcome back to the W.
[02:41] Standar yang sama juga berlaku di ruang dapur.
[02:43] Sebelum memasuki kitchen, kebersihan setiap karyawan dicek secara detail dan aktivitas ini dilakukan langsung oleh kepala divisi yang bernama Chef Ham.
[02:47] Good.
[02:49] Di momen ini, seorang karyawan yang terlambat mengalihkan
[03:05] karyawan yang terlambat mengalihkan perhatian.
[03:08] Dia bernama Arjun, aktor utama kita.
[03:10] Kektikan di pagi itu membuatnya kehilangan salah satu dari sepatunya.
[03:15] Bagaimanapun, Arjun sangat membutuhkan Shive ini.
[03:17] Dia sedang membutuhkan banyak biaya karena ternyata Arjun meninggalkan istrinya yang tengah hamil tua.
[03:32] Berselang beberapa jam, kelompok satu kini telah sampai di stasiun Mumbai Selatan.
[03:39] Layaknya sebuah stasiun kereta, tempat itu dipenuhi banyak sekali manusia.
[03:44] Di dalam sebuah toilet tanpa disadari siapapun, Acal dan rekannya akan segera beraksi.
[03:50] Senapan laras panjang kini telah ditangan dan yang terjadi
[04:05] dalam hitungan menit seluruh media TV
[04:08] dalam hitungan menit seluruh media TV segera memberitakan penembakan yang terjadi.
[04:10] Penembakan dilakukan secara random dan membabi buta.
[04:12] Sekalipun polisi enggak masuk ke dalam daftar pengecualian.
[04:14] menggunakan mobil polisi yang mereka bajak, teror dilanjutkan.
[04:17] Kali ini lebih brutal karena target mereka adalah kerumunan massa.
[04:25] Sementara itu kita dibawa kembali ke dalam hotel.
[04:27] Ini adalah briefing kedua sebelum penyajian makan malam.
[04:30] Briefing kali ini hanya untuk membahas seorang tamu yang bernama Vasili Dordetki.
[04:33] Seorang tamu VIP asal Rusia yang dikenal keras dan arogan.
[04:43] Dia akan mengadakan pesta tertutup bersama beberapa wanita di kamarnya.
[04:45] Ini akan melibatkan beberapa staff.
[04:47] Penghormatan adalah
[05:06] beberapa staff. Penghormatan adalah kewajiban bagi setiap pelayan karena moto mereka adalah always guest is kita kembali ke dunia luar.
[05:19] Berselang 30 menit dari penembakan stasi, kelompok dua sampai di tengah kota.
[05:24] Pemberhentian mereka disebabkan oleh sedikit konflik antara sopir taksi dan pejalan kaki yang adalah pelayan hotel Touch sebelumnya.
[05:30] Namun Imran gak mengurusi hal semacam ini karena mereka punya kejutan yang lebih besar.
[05:51] Yes. Aksi mereka diawali dengan tembakan dan sebuah bom tanpa satu patah kata mereka membantai semua orang yang ada di sana.
[06:01] Enggak ada alasan yang jelas mengapa mereka menyerang kaafe itu.
[06:04] Tapi jika tujuannya menyebar ketakutan, mereka berhasil.
[06:14] Puluhan orang termasuk sepasang bull yang kita lihat sebelumnya panik histeris.
[06:20] Berbeda dengan stasiun kereta, lokasi penyerangan ini berada di jantung kota dan hanya berjarak beberapa blok dari Hotel Touchmahal.
[06:28] Uniknya, atmosfer kekacauan sama sekali gak terasa dari dalam hotel.
[06:31] Susana cenderung hening dan romantik di dalam sini.
[06:40] Namun keamanan hotel ini menarik perhatian orang-orang di luar.
[06:42] Mereka semua mengerumuni pintu hotel.
[06:45] Kepanikan mulai terasa di sini.
[06:48] Situasi yang serba membingungkan membuat sang manajer gegabah membuka pintu karena hotel gak boleh menolak tamu.
[06:55] Tapi sialnya para teroris ikut masuk di antara kerumunan itu.
[07:05] Jan ternyata Abdullah bersama rekannya telah terlebih dahulu berada di dalam sana.
[07:09] Sedikit detail di sini.
[07:11] Teror ini tampaknya diformat untuk
[07:15] Teror ini tampaknya diformat untuk dilakukan secara terang-terangan.
[07:17] Mereka dilakukan secara terang-terangan.
[07:19] Mereka bahkan menyiapkan senjata di bahkan menyiapkan senjata di tengah-tengah keramaian itu.
[07:21] Dan yang lebih mengerikan, mereka melakukan ini tanpa kepentingan yang artinya enggak ada negosiasi.
[07:30] ada negosiasi.
[07:37] Tembakan kini telah dilepas.
[07:39] Arjun yang menyadari situasi ini segera melakukan backup.
[07:41] Zahra dan David sangat panik di sini karena bayi mereka berada di kamar bersama Sally, adik iparnya.
[07:50] Ini buruk karena kelompok teroris akan segera menyisir ke setiap kamar.
[08:08] Melalui komunikasi para teroris, kita bisa memahami kalau orang-orang ini lebih seperti mesin daripada manusia tanpa hati nurani.
[08:15] Satu-satunya perintah
[08:18] tanpa hati nurani.
[08:19] Satu-satunya perintah yang mereka dengarkan hanyalah suara misterius yang berasal dari headset yang mereka kenakan.
[08:32] Tengah kegentingan situasi ini, resepsionis masih berusaha menghubungi setiap kamar.
[08:36] Dia meminta setiap tamu untuk enggak membukakan pintu dengan alasan apapun.
[08:43] Tapi Sally enggak mendapatkan informasi ini.
[08:45] Tangisan bayi membuatnya kehilangan kepekaan akan situasi.
[08:49] Sally sempat mengangkat telepon itu, tapi semua berlangsung dengan begitu cepat.
[08:57] Dan yang terjadi itu adalah wanita parubaya korban penembakan.
[09:03] Menyadari situasi ini, Sally segera bersembunyi di lemari.
[09:13] Pintu yang terbuka memancing perhatian teroris.
[09:15] Imran dan rekannya kini masuk ke kamar itu.
[09:18] kini masuk ke kamar itu.
[09:18] Intens di sini benar-benar luar biasa.
[09:21] Satu suara benar-benar luar biasa.
[09:21] Satu suara tangisan bayi akan membuat mereka semua terbunuh.
[09:27] Sedikit detail kecil di sini.
[09:30] terbunuh.
[09:30] Sedikit detail kecil di sini.
[09:32] Imran sempat-sempatnya mencuri jam tangan di tengah aksinya.
[09:34] Ini mempertegas kalau orang-orang ini sangat jauh dari agama.
[09:36] mempertegas kalau orang-orang ini sangat jauh dari agama.
[09:45] Sialnya suara tembakan membuat bayi kembali menangis.
[09:48] Suara ini menarik perhatian salah satu dari mereka dan inilah akhirnya.
[09:50] menarik perhatian salah satu dari mereka dan inilah akhirnya.
[09:53] Hah.
[10:00] Untungnya Imran mengalihkan perhatian rekannya.
[10:02] mengalihkan perhatian rekannya.
[10:04] Sesaat setelah kepergian orang-orang ini, Sally segera pindah ke ruangan shower.
[10:07] kepergian orang-orang ini, Sally segera pindah ke ruangan shower.
[10:08] Dia menghubungi David untuk mengabarkan situasi mereka.
[10:10] menghubungi David untuk mengabarkan situasi mereka.
[10:13] Gak bisa disembunyikan, Sally benar-benar histeris setelah semua yang dia lihat.
[10:15] Sally benar-benar histeris setelah semua yang dia lihat.
[10:22] David tentu gak bisa membiarkan anak dan saudarinya terperangkap di kamar itu.
[10:27] Oleh karena itu, dia berniat menjemput mereka.
[10:30] Tapi Arjun enggak mungkin membiarkan tamunya pergi.
[10:34] Keselamatan tamu adalah tanggung jawabnya.
[10:38] Sialnya, Arjun kecolongan di sini.
[10:41] Kemunculan David membuat beberapa orang termasuk petugas hotel juga memunculkan diri.
[10:47] Namun sayangnya Abdullah mendapati langkah petugas hotel itu.
[10:55] Abdullah yang teralihkan membuat David bisa leluarsa keluar dari pintu utama.
[11:00] Tapi dia enggak mengambil pilihan itu.
[11:03] Alih-alih kabur, David segera berlari menuju lift.
[11:06] Tapi siapa sangka Imran juga menekan lift yang sama yang artinya lift itu akan berhenti sebelum David sampai ke kamarnya.
[11:23] Untungnya David masih sempat bersembunyi di balik troli makanan.
[11:27] Ali-ali melewatkan lift itu, Imran malah penasaran dengan makanannya.
[11:32] Ini membuat David terjebak karena pintu lift tertahan oleh trolly.
[11:37] Di saat mereka menikmati sisa makanan itu, David sepertinya ingin mencoba peruntungannya.
[11:56] Yes, David berhasil mengecoh mereka.
[11:59] Sesampainya di kamar, David segera meminta Sally untuk mengabarkan Syarat tentang situasi mereka.
[12:11] Mumbai und di luar hotel, berita penyerangan memenuhi saluran TV.
[12:17] Mumbai dikepung dari berbagai titik.
[12:19] Ini membuat ketakutan yang luar biasa di masyarakat.
[12:22] Enggak terkecuali wanita
[12:24] masyarakat.
[12:24] Enggak terkecuali wanita satu anak ini.
[12:26] Betapa sosoknya dia satu anak ini.
[12:26] Betapa sosoknya dia mengetahui bahwa Touch Hotel juga terdampak dalam penyerangan.
[12:31] 1000 tamu terdampak dalam penyerangan.
[12:31] 1000 tamu ditambah 500 staf terperangkap di dalamnya yang salah satunya adalah Arjun suaminya.
[12:40] Perlu diketahui Mumbai enggak memiliki pasukan khusus untuk kejahatan semacam ini.
[12:44] Sehingga pasukan taktikal harus dikirim langsung dari New Delhi yang berjarak ribon kilo jauhnya.
[12:51] Seorang komandan polisi merasa bahwa mereka gak bisa menunggu.
[12:55] Mereka harus masuk meskipun kejahatan menggunakan bom semacam ini bukanlah kalian mereka.
[13:04] Oke.
[13:04] Oke.
[13:04] Sihurung salah.
[13:04] Salah.
[13:09] Oke.
[13:09] Oke.
[13:09] Sihurung salah.
[13:09] Salah.
[13:11] Kembali ke ruang dapur.
[13:11] Setelah menganalisa pergerakan, Chef Hemen memerintahkan Arjun untuk membawa semua orang ke ruang chamber.
[13:17] Chamber club berada di lantai teratas dengan akses terbatas dan dianggap menjadi ruang paling aman saat ini.
[13:21] Sementara staf yang tersisa diberikan pilihan,
[13:25] yang tersisa diberikan pilihan, meninggalkan hotel atau stay karena
[13:29] mereka yang berada di dapur masih memiliki akses keluar dari pintu
[13:31] memiliki akses keluar dari pintu belakang.
[13:32] belakang. Sorry, sir.
[13:37] Dan ternyata satu-satunya staf yang
[13:39] Dan ternyata satu-satunya staf yang pergi adalah dia yang membukakan pintu.
[13:42] pergi adalah dia yang membukakan pintu. Sementara staf lainnya memilih untuk
[13:44] Sementara staf lainnya memilih untuk tinggal dan mengabdi pada keselamatan
[13:46] tinggal dan mengabdi pada keselamatan tamu.
[13:51] Gu sir follow me.
[13:55] Gu sir follow me. Sementara itu, berita kembali menyiarkan
[13:57] Sementara itu, berita kembali menyiarkan tentang titik penyerangan yang terus
[13:59] tentang titik penyerangan yang terus bertambah. Kali ini bukan hanya hotel
[14:02] bertambah. Kali ini bukan hanya hotel dan ruang publik, tapi juga beberapa
[14:04] dan ruang publik, tapi juga beberapa rumah ibadah.
[14:10] Kita kembali ke restoran. Setelah
[14:12] Kita kembali ke restoran. Setelah memberikan pengertian kepada setiap
[14:14] memberikan pengertian kepada setiap tamu, Arjun memandu mereka untuk menuju
[14:16] tamu, Arjun memandu mereka untuk menuju ruang chamber. Ini yang tersulit karena
[14:19] ruang chamber. Ini yang tersulit karena Arjun membawa puluhan nyawa bersamanya
[14:22] Arjun membawa puluhan nyawa bersamanya dan setiap orang harus tenang saat
[14:23] dan setiap orang harus tenang saat melintasi pintu rahasia menuju tangga
[14:25] melintasi pintu rahasia menuju tangga darurat.
[14:31] Come, come?
[14:40] Kini mereka hanya perlu menaiki tangga dan berdoa.
[14:43] Semoga teroris enggak menggunakan tangga darurat.
[14:48] Dan hanya berselang beberapa detik, polisi berhasil masuk melewati pintu restoran.
[14:52] Ini benar-benar sial banget.
[14:55] Telatnya hanya sepekian detik nih, Teman-teman.
[15:01] Untungnya Arjun berhasil membawa semua tamu menuju Chamber.
[15:04] Ini bisa menjadi titik terang pertama karena Chamber terisolasi dari ruangan luar.
[15:16] Di waktu bersamaan, polisi telah sampai di lantai du.
[15:19] Tapi jalan mereka enggak semudah itu karena kedatangan mereka disadari oleh seorang teroris.
[15:34] 5 jam sudah berlalu sejak awal penyerangan.
[15:37] 5 jam sudah berlalu sejak awal penyerangan.
[15:39] 78 orang dinyatakan tewas sejauh ini dan lebih dari 200 orang mengalami luka-luka.
[15:42] sejauh ini dan lebih dari 200 orang mengalami luka-luka.
[15:45] Dan semua ini belum berakhir nih, Teman-teman.
[15:54] Kita kembali ke ruangan chamber.
[15:57] Meski kepanikan mulai mereda, tapi ketakutan masih menghantui para tamu.
[15:59] tapi ketakutan masih menghantui para tamu.
[16:01] Ini diperburuk saat seorang wanita parubaya mendapati Zahra yang menelepon menggunakan bahasa Persia.
[16:03] mendapati Zahra yang menelepon menggunakan bahasa Persia.
[16:05] Kepanikan membuat wanita tua itu menuduh Zara adalah salah satu dari teroris.
[16:07] membuat wanita tua itu menuduh Zara adalah salah satu dari teroris.
[16:09] Enggak sampai di sana, wanita tua itu juga ketakutan melihat Arjun karena sorban dan jenggotnya.
[16:12] Enggak sampai di sana, wanita tua itu juga ketakutan melihat Arjun karena sorban dan jenggotnya.
[16:14] ketakutan melihat Arjun karena sorban dan jenggotnya.
[16:16] dan jenggotnya.
[16:17] She's worried about beard.
[16:27] Di sinilah Arjun menghampirinya.
[16:30] Di sinilah Arjun menghampirinya.
[16:32] Dengan nada yang sangat humble, Arjun menjelaskan sorban yang dia kenakan adalah mahkota di dalam kepercayaannya.
[16:34] menjelaskan sorban yang dia kenakan adalah mahkota di dalam kepercayaannya.
[16:37] adalah mahkota di dalam kepercayaannya.
[16:38] Simbol dari sebuah kehormatan dan keberanian yang suci.
[16:42] Tapi akan dia lakukan selama itu membuat tamunya merasa lebih baik.
[16:49] must stick together. Okay.
[17:03] Okay. Sementara itu di chamber, semua orang dikagetkan dengan suara teriakan yang berasal dari luar pintu.
[17:07] Ternyata itu hanyalah staff. Dia membawa seorang wanita sekarat yang sempat kita lihat di awal film yang di mana kekasihnya juga sempat kita lihat meloncat dari jendela hotel.
[17:21] Seorang dokter yang ada di sana melihat bahwa wanita tuh telah tertembak di rongga dadanya dan satu-satunya pilihan hanyalah membawanya ke rumah sakit.
[17:27] Tentu ini mustahil untuk dilakukan.
[17:33] Di momen ini, Arjun kembali mengambil resiko.
[17:36] Dia bersedia membawa wanita itu
[17:38] Resiko. Dia bersedia membawa wanita itu meski harus mengorbankan hidupnya.
[17:41] Meski harus mengorbankan hidupnya. Resiko yang sama juga diambil oleh David.
[17:43] Resiko yang sama juga diambil oleh David dan Sally. Mereka akhirnya memutuskan.
[17:45] Mereka akhirnya memutuskan untuk mencoba peruntungan menuju Chambers.
[17:57] Kita kembali ke Arjun. Di tengah perjalanan menuju kitchen, Arjun mendengar sekelompok orang datang ke arahnya.
[17:59] Di tengah perjalanan menuju kitchen, Arjun mendengar sekelompok orang datang ke arahnya.
[18:01] Arjun mendengar sekelompok orang datang ke arahnya dan untungnya mereka adalah polisi.
[18:03] Dan untungnya mereka adalah polisi. Namun kesalahpahaman terjadi di sini.
[18:06] Namun kesalahpahaman terjadi di sini. Arjun dengan baju penuh darah ditodong bak teroris ini membuat wanita itu ketakutan hingga.
[18:08] Arjun dengan baju penuh darah ditodong bak teroris ini membuat wanita itu ketakutan hingga.
[18:10] Ditodong bak teroris ini membuat wanita itu ketakutan hingga sinilah di melalui headset Imran, kita kembali mendengar suara misterius di sini.
[18:13] Wanita itu ketakutan hingga sinilah di melalui headset Imran, kita kembali mendengar suara misterius di sini.
[18:21] Sinilah di melalui headset Imran, kita kembali mendengar suara misterius di sini.
[18:24] Kita kembali mendengar suara misterius di sini. Kali ini suara itu memerintahkan Imran untuk mencari Sandra dan prioritasnya adalah orang Amerika.
[18:26] Kali ini suara itu memerintahkan Imran untuk mencari Sandra dan prioritasnya adalah orang Amerika.
[18:29] Suara itu memerintahkan Imran untuk mencari Sandra dan prioritasnya adalah orang Amerika.
[18:31] Imran untuk mencari Sandra dan prioritasnya adalah orang Amerika.
[18:35] Prioritasnya adalah orang Amerika.
[18:43] Chef, kemunculan David mengalihkan perhatian Imran.
[18:48] David gak punya banyak pilihan di sini.
[18:50] Dia benar-benar terpojok dan pilihan terbaiknya dia mengorbankan dirinya demi S dan bayinya tetap aman.
[19:01] Tampaknya Devi dijadikan Sandra di sini.
[19:04] Belum diketahui jelas apa yang akan mereka lakukan sementara Sally terkunci di kamar.
[19:12] Di waktu bersamaan, polisi dengan bantuan Arjun berhasil sampai ke ruangan kamera.
[19:17] Betapa kagetnya mereka melihat teroris ini hanya berjumlah dua orang.
[19:25] Sementara itu di chamber, suara ketukan pintu kembali merusak heningnya suasana.
[19:31] Suara itu mengaku sebagai polisi lokal.
[19:33] Dan sialnya, Abdullah menggunakan identitas polisi yang telah terbunuh.
[19:39] Arjun yang tengah memantau ruang CCTV baru menyadari kehadiran
[19:43] Ruang CCTV baru menyadari kehadiran Abdullah.
[19:46] Dengan cepat dia segera menghubungi Chef.
[19:48] Namun kunci telah berada di pintu dan yang terjadi.
[20:00] Untungnya Arjun belum terlambat.
[20:03] Dengan cepat Chef meminta semua orang meninggalkan chamber melalui pintu belakang.
[20:06] Ketegangan suasana kembali terbangun di sini.
[20:09] Namun kali ini super super intens.
[20:20] Sedikit detail di sini.
[20:23] Meski pria Rusia ini terlihat sombong dan angkuh, tapi dia benar-benar melindungi Zara.
[20:27] Ini seakan menegaskan kalau tampilan gak bisa dijadikan acuan dalam menilai seseorang.
[20:37] Di momen ini, polisi yang telah mendapatkan posisi Abdullah segera melakukan penyergapan.
[20:40] Ini langkah yang sangat berani karena yang tidak mereka.
[20:45] sangat berani karena yang tidak mereka ketahui kelompok teroris ini bukanlah
[20:47] ketahui kelompok teroris ini bukanlah dua orang.
[20:53] Polisi berhasil menembak salah satu dari
[20:56] Polisi berhasil menembak salah satu dari mereka. Tapi dengan hanya menggunakan
[20:58] mereka. Tapi dengan hanya menggunakan pistol, mustahil mereka bisa menang.
[21:00] pistol, mustahil mereka bisa menang. Penyerangan ini membuat seorang dari
[21:02] Penyerangan ini membuat seorang dari polisi terluka parah dan mau gak mau
[21:04] polisi terluka parah dan mau gak mau mereka harus mundur.
[21:12] Beberapa saat setelah itu keraguan Imran
[21:14] Beberapa saat setelah itu keraguan Imran mulai terasa nyata. Dia meragukan
[21:17] mulai terasa nyata. Dia meragukan semuanya. Dia meragukan Bull, orang yang
[21:20] semuanya. Dia meragukan Bull, orang yang mengirim mereka. Ternyata selain surga,
[21:22] mengirim mereka. Ternyata selain surga, Bull juga menjanjikan uang untuk
[21:24] Bull juga menjanjikan uang untuk keluarga para teroris
[21:30] ini. Rasa penasaran hebat membuat Imran
[21:33] ini. Rasa penasaran hebat membuat Imran segera menghubungi keluarganya. Isak
[21:35] segera menghubungi keluarganya. Isak tangis penyesalan kini enggak lagi bisa
[21:38] tangis penyesalan kini enggak lagi bisa ditahan. Ternyata penyimpangan dengan
[21:40] ditahan. Ternyata penyimpangan dengan dal jihad ini juga didukung oleh
[21:42] dal jihad ini juga didukung oleh keluarga dan ayahnya. Tapi tentu sang
[21:45] keluarga dan ayahnya. Tapi tentu sang ayah enggak mengetahui jelas jihad macam
[21:47] ayah enggak mengetahui jelas jihad macam apa yang tengah dijalani oleh anaknya.
[21:49] apa yang tengah dijalani oleh anaknya. Satu hal yang pasti ayahnya menegaskan
[21:52] Satu hal yang pasti ayahnya menegaskan bahwa mereka gak menerima uang
[21:57] apun.
[21:59] apun. Quran ke
[22:05] singkat cerita 9 jam sudah Mumbai
[22:07] singkat cerita 9 jam sudah Mumbai berdarah. Kondisi psikis yang lelah
[22:09] berdarah. Kondisi psikis yang lelah membuat Zara mulai kehilangan kontrol.
[22:12] membuat Zara mulai kehilangan kontrol. Dia memaksa Chef Hammen untuk membukakan
[22:14] Dia memaksa Chef Hammen untuk membukakan pintu untuknya. Karena apapun yang
[22:16] pintu untuknya. Karena apapun yang terjadi, dia harus segera menemui
[22:21] bayinya. Open the
[22:28] Vasili memimpin upaya pelarian ini. Tapi
[22:31] Vasili memimpin upaya pelarian ini. Tapi Zara bukan ingin melarikan diri. Dia
[22:34] Zara bukan ingin melarikan diri. Dia ingin menemui bayinya. Kecerobon ini
[22:36] ingin menemui bayinya. Kecerobon ini membuat Vasilis segera mencekat Zara.
[22:39] membuat Vasilis segera mencekat Zara. Dan gak butuh waktu lama, teroris segera
[22:42] Dan gak butuh waktu lama, teroris segera mendapati mereka.
[22:46] Apa sih lu?
[22:50] Apa sih lu? Mereka ditodong dan diarahkan untuk
[22:51] Mereka ditodong dan diarahkan untuk berkumpul dengan Sandra lainnya. Di
[22:54] berkumpul dengan Sandra lainnya. Di momen inilah Zara akhirnya kembali
[22:56] momen inilah Zara akhirnya kembali bertemu dengan kekasihnya. David tampak
[22:58] bertemu dengan kekasihnya. David tampak sengaja menghindari obrolan di sini
[23:01] sengaja menghindari obrolan di sini karena tentu teroris gak boleh tahu
[23:03] karena tentu teroris gak boleh tahu identitas mereka.
[23:07] Indian. Hah.
[23:12] Singkat cerita, beberapa jam pun
[23:14] Singkat cerita, beberapa jam pun berlalu. Di jam . pagi, Acal dan
[23:17] berlalu. Di jam . pagi, Acal dan rekannya tertangkap. Mereka mengalami
[23:19] rekannya tertangkap. Mereka mengalami banyak luka tembak, termasuk
[23:21] banyak luka tembak, termasuk pengeroyokan oleh warga yang geram.
[23:23] pengeroyokan oleh warga yang geram. Seorang dari mereka meninggal sedangkan
[23:25] Seorang dari mereka meninggal sedangkan Ajmal ditahan oleh kepolisian.
[23:30] [Musik]
[23:32] [Musik] Ajmal sempat diinterogasi. Dia menjawab
[23:34] Ajmal sempat diinterogasi. Dia menjawab apapun tapi tidak tentang Bull. Satu hal
[23:38] apapun tapi tidak tentang Bull. Satu hal yang dipahami Achmal, kafir telah
[23:40] yang dipahami Achmal, kafir telah menipunya. Kafir membuat kaumnya jatuh
[23:43] menipunya. Kafir membuat kaumnya jatuh dalam kemiskinan. Untuk itulah dia harus
[23:46] dalam kemiskinan. Untuk itulah dia harus melakukan jihad.
[23:54] [Musik]
[24:01] Berselang beberapa saat, seluruh
[24:03] Berselang beberapa saat, seluruh kelompok terus berkumpul dalam satu
[24:05] kelompok terus berkumpul dalam satu kamar. Bull meminta mereka untuk
[24:07] kamar. Bull meminta mereka untuk menginterogasi semua tawanan. Bodohnya
[24:10] menginterogasi semua tawanan. Bodohnya orang-orang ini bahkan gak tahu cara
[24:12] orang-orang ini bahkan gak tahu cara menanyakan nama dalam bahasa Inggris.
[24:24] Di sinilah kita menyadari bahwa Vesili
[24:26] Di sinilah kita menyadari bahwa Vesili bukanlah orang biasa. Dia adalah
[24:28] bukanlah orang biasa. Dia adalah pengusaha sekaligus mantan perwira
[24:30] pengusaha sekaligus mantan perwira pasukan khusus Uni Soviet.
[24:40] Vesili di sini sempat berbicara langsung
[24:42] Vesili di sini sempat berbicara langsung dengan Bull. Ternyata semua ini bukanlah
[24:46] dengan Bull. Ternyata semua ini bukanlah tentang uang. Tujuannya mengumpulkan
[24:48] tentang uang. Tujuannya mengumpulkan Sandra adalah untuk membuat shok seluruh
[24:50] Sandra adalah untuk membuat shok seluruh dunia. Karena Sandra ini akan diledakan
[24:52] dunia. Karena Sandra ini akan diledakan di depan jendela sehingga media barat
[24:54] di depan jendela sehingga media barat dapat melihat betapa kejamnya mereka.
[25:04] special mington.
[25:12] Sebelum pertunjukan dimulai, mereka
[25:14] Sebelum pertunjukan dimulai, mereka membakar dan meledakkan seluruh sudut
[25:17] membakar dan meledakkan seluruh sudut hotel. Getaran dari bom ini sontak
[25:19] hotel. Getaran dari bom ini sontak membuat sekelompok orang keluar dari
[25:21] membuat sekelompok orang keluar dari persembunyian. Yang jadi masalah,
[25:23] persembunyian. Yang jadi masalah, orang-orang ini menuju ke arah Abdullah.
[25:26] orang-orang ini menuju ke arah Abdullah. Arjun yang melihat semua ini enggak
[25:27] Arjun yang melihat semua ini enggak tinggal diam. Dia segera meninggalkan
[25:29] tinggal diam. Dia segera meninggalkan ruangan pemantauan untuk melakukan
[25:32] ruangan pemantauan untuk melakukan penyelamatan.
[25:37] Untungnya Arjun datang tepat waktu dan
[25:40] Untungnya Arjun datang tepat waktu dan kebetulan rute penyelamatan melalui
[25:42] kebetulan rute penyelamatan melalui tempat S bersembunyi. Ini membuat S
[25:45] tempat S bersembunyi. Ini membuat S terselamatkan. Singkatnya Arjun berhasil
[25:48] terselamatkan. Singkatnya Arjun berhasil membawa mereka semua menuju chamber.
[26:00] Kini gedung akan segera terbakar. Meski
[26:04] Kini gedung akan segera terbakar. Meski terdengar berani, tapi satu-satunya
[26:06] terdengar berani, tapi satu-satunya pilihan yang mereka punya adalah keluar
[26:08] pilihan yang mereka punya adalah keluar dari hotel
[26:12] itu. Sementara itu di kamar, David
[26:15] itu. Sementara itu di kamar, David memanfaatkan kelengan Imran yang tengah
[26:17] memanfaatkan kelengan Imran yang tengah tertidur. Perlahan dia melepaskan ikatan
[26:20] tertidur. Perlahan dia melepaskan ikatan tangannya. Tapi sebelumnya David sempat
[26:23] tangannya. Tapi sebelumnya David sempat memberitahu lokasi Sally dan bayinya.
[26:25] memberitahu lokasi Sally dan bayinya. Gak ingin mengulur waktu, David pun
[26:28] Gak ingin mengulur waktu, David pun kembali mencoba
[26:34] peruntungan. J
[26:40] Di waktu bersamaan, seorang staf hotel
[26:42] Di waktu bersamaan, seorang staf hotel menelepon media untuk meminta bantuan.
[26:44] menelepon media untuk meminta bantuan. Dia menjelaskan situasi dan posisi
[26:46] Dia menjelaskan situasi dan posisi mereka pada reporter itu. Ini fatal
[26:49] mereka pada reporter itu. Ini fatal karena teroris bisa tahu rencana mereka.
[26:51] karena teroris bisa tahu rencana mereka. Dan benar aja, hanya berselang beberapa
[26:54] Dan benar aja, hanya berselang beberapa detik, Bull segera meminta Abdullah
[26:56] detik, Bull segera meminta Abdullah untuk memeriksa chamber.
[27:04] Selain Abdullah, Bull juga meminta Imran
[27:07] Selain Abdullah, Bull juga meminta Imran untuk ikut bergabung. Sandra kini gak
[27:09] untuk ikut bergabung. Sandra kini gak lagi dibutuhkan mengingat waktu mereka
[27:11] lagi dibutuhkan mengingat waktu mereka sangat terbatas. Untuk itu, Imran
[27:14] sangat terbatas. Untuk itu, Imran diminta untuk mengeksekusi mereka
[27:17] diminta untuk mengeksekusi mereka semua. Vesili sempat berusaha
[27:19] semua. Vesili sempat berusaha menggagalkan Imran saat dia hendak
[27:21] menggagalkan Imran saat dia hendak mengeksekusi Zahra. Meski pada akhirnya.
[27:37] Ya, ini adalah akhir dari perjalanan
[27:40] Ya, ini adalah akhir dari perjalanan David dan Vasili. Kini Zahra akan segera
[27:44] David dan Vasili. Kini Zahra akan segera dieksekusi. Sesaat sebelum Imran menarik
[27:46] dieksekusi. Sesaat sebelum Imran menarik pelatuk itu, siapa sangka Zara
[27:48] pelatuk itu, siapa sangka Zara mengucapkan kalimat syahadat.
[27:54] Pemuda itu bergetar mendengar kalimat
[27:56] Pemuda itu bergetar mendengar kalimat ini. Ayat-ayat Quran itu seperti membuat
[27:58] ini. Ayat-ayat Quran itu seperti membuat Imran enggak terima kalau dia telah
[28:00] Imran enggak terima kalau dia telah melakukan dosa sejauh ini. Bahkan
[28:03] melakukan dosa sejauh ini. Bahkan doktrin bull sekalipun enggak lagi mampu
[28:06] doktrin bull sekalipun enggak lagi mampu membuatnya untuk menarik pelatuk itu.
[28:08] membuatnya untuk menarik pelatuk itu. Hingga akhirnya
[28:16] yes. Imran frustasi dan memilih pergi
[28:19] yes. Imran frustasi dan memilih pergi meninggalkan Zara. Saat itu juga wanita
[28:22] meninggalkan Zara. Saat itu juga wanita itu segera melepas ikatannya dan berlari
[28:24] itu segera melepas ikatannya dan berlari menuju lokasi
[28:31] Sally. Di waktu bersamaan, Sally dan
[28:34] Sally. Di waktu bersamaan, Sally dan puluhan orang lainnya telah berhasil
[28:35] puluhan orang lainnya telah berhasil meninggalkan Chamber. Mereka hanya perlu
[28:38] meninggalkan Chamber. Mereka hanya perlu turun melalui tangga darurat dan keluar
[28:39] turun melalui tangga darurat dan keluar melalui pintu belakang. Yang jadi
[28:42] melalui pintu belakang. Yang jadi masalah, mereka ini berjumlah lebih dari
[28:45] masalah, mereka ini berjumlah lebih dari 50 orang. Dan di tengah keheningan itu
[28:52] tiba-tiba, yes, kelompok teroris
[28:55] tiba-tiba, yes, kelompok teroris meledakkan pintu chamber. Ledakan
[28:57] meledakkan pintu chamber. Ledakan dahsyat dari bom ini membuat semua orang
[28:59] dahsyat dari bom ini membuat semua orang panik dan ini sangat-sangat buruk.
[29:06] [Tepuk tangan]
[29:09] [Tepuk tangan] Beruntungnya pasukan khusus kini telah
[29:11] Beruntungnya pasukan khusus kini telah sampai di TKP. Tapi di dalam pembantaian
[29:15] sampai di TKP. Tapi di dalam pembantaian telah dimulai. Dedikasi para staf
[29:17] telah dimulai. Dedikasi para staf benar-benar terasa di momen ini. Mereka
[29:19] benar-benar terasa di momen ini. Mereka bahu membahu dan mereka menempatkan
[29:22] bahu membahu dan mereka menempatkan nyawanya di bawah keselamatan tamu.
[29:34] [Tepuk tangan]
[29:39] Seperti sebuah keajaiban, pasukan khusus
[29:42] Seperti sebuah keajaiban, pasukan khusus datang dan langsung memukul mundur
[29:44] datang dan langsung memukul mundur kelompok Abdullah sebelum pembantaian
[29:46] kelompok Abdullah sebelum pembantaian massal terjadi. Selain Arjun, kita juga
[29:49] massal terjadi. Selain Arjun, kita juga melihat Save Hammen yang selamat dalam
[29:51] melihat Save Hammen yang selamat dalam penembakan ini. Sejauh ini setidaknya
[29:54] penembakan ini. Sejauh ini setidaknya 100 orang merenggut
[29:59] [Musik]
[30:01] [Musik] nyawa. Mirisnya, enggak seorang pun yang
[30:03] nyawa. Mirisnya, enggak seorang pun yang menyambut Arjun begitu dia berhasil
[30:05] menyambut Arjun begitu dia berhasil keluar. Tapi dari gesturnya dia
[30:08] keluar. Tapi dari gesturnya dia melakukan semua ini tanpa pamri dan yang
[30:11] melakukan semua ini tanpa pamri dan yang terpenting dia masih bisa pulang ke
[30:14] terpenting dia masih bisa pulang ke [Musik]
[30:19] [Musik] rumah. Sementara itu di dalam Imran
[30:22] rumah. Sementara itu di dalam Imran enggak lagi memberikan perlawanan. Dia
[30:24] enggak lagi memberikan perlawanan. Dia ditembak mati di tempat. Sedangkan
[30:26] ditembak mati di tempat. Sedangkan Abdullah dan rekannya terpojok di balik
[30:29] Abdullah dan rekannya terpojok di balik meja resepsionis. Amunisi yang habis
[30:32] meja resepsionis. Amunisi yang habis ditambah fisik yang lelah enggak
[30:33] ditambah fisik yang lelah enggak memungkinkan lagi untuk mereka dapat
[30:35] memungkinkan lagi untuk mereka dapat bertahan. Wajah-wajah penyesalan pun
[30:37] bertahan. Wajah-wajah penyesalan pun mulai terlihat di sini. Tapi nasi udah
[30:41] mulai terlihat di sini. Tapi nasi udah jadi
[30:54] bubur. Allahu akbar.
[31:02] Yes, ini adalah akhir perjalanan
[31:05] Yes, ini adalah akhir perjalanan Abdullah dan seluruh rekan-rekannya.
[31:07] Abdullah dan seluruh rekan-rekannya. Sementara itu di luar, suasana
[31:09] Sementara itu di luar, suasana diselimuti oleh duka dan Haru. Zara
[31:12] diselimuti oleh duka dan Haru. Zara kembali dipertemukan dengan bayinya
[31:14] kembali dipertemukan dengan bayinya meskipun kejadian ini harus merenggut
[31:17] meskipun kejadian ini harus merenggut nyawa kekasihnya.
[31:22] [Musik]
[31:28] Kaharun ini juga dirasakan oleh Arjun
[31:30] Kaharun ini juga dirasakan oleh Arjun selama perjalanan menuju rumah dan semua
[31:33] selama perjalanan menuju rumah dan semua menjadi lebih emosional saat Arjun
[31:35] menjadi lebih emosional saat Arjun mengetahui bahwa anak dan istrinya
[31:38] mengetahui bahwa anak dan istrinya selamat dalam penyerangan
[31:47] ini. Film ini mengajarkan banyak tentang
[31:49] ini. Film ini mengajarkan banyak tentang dedikasi dan tanggung jawab. Bijaklah
[31:52] dedikasi dan tanggung jawab. Bijaklah memilih dan memilah sesuatu. Apapun
[31:54] memilih dan memilah sesuatu. Apapun pendapat teman-teman, silakan tulis di
[31:56] pendapat teman-teman, silakan tulis di kolom komentar. Jangan lupa di-like dan
[31:58] kolom komentar. Jangan lupa di-like dan di-subscribe juga. Gua Ref dan kita
[32:01] di-subscribe juga. Gua Ref dan kita bakal ketemu lagi di video selanjutnya.
[32:21] [Musik]
[32:41] [Musik] [Tepuk tangan]
[32:46] [Musik]