# Kisah nyata penyerangan Hotel Mumbai - Alur Film Hotel Mumbai

https://www.youtube.com/watch?v=cXLosURbqjw
Translation: en

[00:03] Muslim mus
  Muslim mus

[00:16] Film ini akan memperlihatkan pada kita
  This film will show us

[00:18] Film ini akan memperlihatkan pada kita bagaimana ajaran sesat menghancurkan seseorang.
  This film will show us how heretical teachings destroy a person.

[00:23] Doktrin yang kuat membuat pengikutnya mengikuti apapun, literally apapun yang diperintahkan.
  Strong doctrine makes its followers follow anything, literally anything that is commanded.

[00:28] Dan di saat mereka tersadar, udah enggak ada lagi jalan kembali.
  And by the time they realize it, there is no turning back.

[00:33] Cerita ini diangkat dari kisah nyata penyerangan teroris yang terjadi di Mumbai 2008 silang.
  This story is lifted from the true story of a terrorist attack that occurred in Mumbai in 2008.

[00:38] Well, ini adalah sebuah film yang berjudul.
  Well, this is a film titled.

[00:52] Di awal film kita diperlihatkan pada sekelompok pemuda yang tengah berlayar di lautan lepas.
  At the beginning of the film, we are shown a group of young men sailing on the open sea.

[00:56] Mereka berlayar menuju sebuah kota di India yang bernama Mumbai.
  They are sailing towards a city in India called Mumbai.

[00:59] Selama di perjalanan, suara
  During the journey, the sound

[01:03] Mumbai. Selama di perjalanan, suara bisikan terus terdengar nih, bisikan terus terdengar nih, Teman-teman.
  Mumbai. During the journey, the sound of whispers kept being heard, the whispers kept being heard, friends.

[01:07] Ini terdengar seperti doktrin dari seseorang yang mengirim mereka.
  This sounds like a doctrine from someone who sent them.

[01:14] Allahu Akbar.
  Allahu Akbar.

[01:18] Jal hotel malum.
  Go to the hotel, it's known.

[01:22] Jal hotel malum.
  Go to the hotel, it's known.

[01:24] Berdasarkan perintah, mereka dibagi menjadi tiga kelompok dengan tiga tujuan berbeda.
  Based on orders, they were divided into three groups with three different objectives.

[01:29] Kelompok pertama dipimpin oleh Acmal menuju stasiun kereta.
  The first group was led by Acmal towards the train station.

[01:32] Kelompok kedua dipimpin oleh Imran menuju ke tengah kota.
  The second group was led by Imran towards the city center.

[01:37] Dan kelompok terakhir dipimpin oleh Abdullah menuju langsung ke hotel termegah di Mumbai yaitu Touch Mahal.
  And the last group was led by Abdullah directly to the grandest hotel in Mumbai, namely the Taj Mahal.

[01:50] Belum diketahui pasti dari mana orang-orang ini berasal.
  It is not yet known for sure where these people came from.

[01:54] Tapi satu hal yang pasti, sekelompok pemuda ini adalah orang-orang terlatih dan mereka telah didoktrin untuk percaya bahwa semua orang yang ada di kota adalah pendosa
  But one thing is certain, this group of young people are trained individuals and they have been indoctrinated to believe that everyone in the city is a sinner.

[02:04] orang yang ada di kota adalah pendosa yang lebih hina dari binatang.
  People in the city are sinners more despicable than animals.

[02:11] More hot water 48.
  More hot water 48.

[02:16] Sementara itu kita di bawah sedikit.
  Meanwhile, we below a little.

[02:19] Sementara itu kita di bawah sedikit mengenal tentang hotel Touch Mahal,
  Meanwhile, we below a little learn about the Touch Mahal hotel,

[02:21] mengenal tentang hotel Touch Mahal, salah satu hotel termegah yang ada di India.
  learning about the Touch Mahal hotel, one of the most magnificent hotels in India.

[02:23] Kebanyakan tamunya adalah orang-orang penting bahkan negarawan.
  Most of its guests are important people, even statesmen.

[02:25] orang-orang penting bahkan negarawan.
  important people, even statesmen.

[02:28] Dan kebetulan salah satu dari tamu VIP mereka di hari itu adalah Zara Kashani,
  And coincidentally, one of their VIP guests that day was Zara Kashani,

[02:31] anak dari seorang figur penting.
  the daughter of an important figure.

[02:34] Dilihat dari cara mereka menyambutnya, bisa dipastikan bahwa hotel ini memiliki standar yang sangat tinggi.
  Judging by the way they welcomed her, it can be confirmed that this hotel has a very high standard.

[02:36] dipastikan bahwa hotel ini memiliki standar yang sangat tinggi.
  confirmed that this hotel has a very high standard.

[02:39] Welcome back to the W.
  Welcome back to the W.

[02:41] Standar yang sama juga berlaku di ruang dapur.
  The same standard also applies in the kitchen area.

[02:43] Sebelum memasuki kitchen, kebersihan setiap karyawan dicek secara detail dan aktivitas ini dilakukan langsung oleh kepala divisi yang bernama Chef Ham.
  Before entering the kitchen, the cleanliness of each employee is checked in detail, and this activity is carried out directly by the division head named Chef Ham.

[02:47] Good.
  Good.

[02:49] Di momen ini, seorang karyawan yang terlambat mengalihkan
  At this moment, an employee who was late diverted

[03:05] karyawan yang terlambat mengalihkan perhatian.
  The late employee was a distraction.

[03:08] Dia bernama Arjun, aktor utama kita.
  His name was Arjun, our main actor.

[03:10] Kektikan di pagi itu membuatnya kehilangan salah satu dari sepatunya.
  The commotion that morning caused him to lose one of his shoes.

[03:15] Bagaimanapun, Arjun sangat membutuhkan Shive ini.
  However, Arjun desperately needed this Shive.

[03:17] Dia sedang membutuhkan banyak biaya karena ternyata Arjun meninggalkan istrinya yang tengah hamil tua.
  He needed a lot of money because it turned out Arjun had left his wife who was heavily pregnant.

[03:32] Berselang beberapa jam, kelompok satu kini telah sampai di stasiun Mumbai Selatan.
  A few hours later, group one had now arrived at the South Mumbai station.

[03:39] Layaknya sebuah stasiun kereta, tempat itu dipenuhi banyak sekali manusia.
  Like a train station, the place was filled with many people.

[03:44] Di dalam sebuah toilet tanpa disadari siapapun, Acal dan rekannya akan segera beraksi.
  Inside a toilet, unnoticed by anyone, Acal and his colleague were about to act.

[03:50] Senapan laras panjang kini telah ditangan dan yang terjadi
  The rifle was now in hand and what happened

[04:05] dalam hitungan menit seluruh media TV
  Within minutes, all TV media

[04:08] dalam hitungan menit seluruh media TV segera memberitakan penembakan yang terjadi.
  Within minutes, all TV media immediately reported the shooting that occurred.

[04:10] Penembakan dilakukan secara random dan membabi buta.
  The shooting was carried out randomly and indiscriminately.

[04:12] Sekalipun polisi enggak masuk ke dalam daftar pengecualian.
  Even though the police were not on the list of exceptions.

[04:14] menggunakan mobil polisi yang mereka bajak, teror dilanjutkan.
  using a police car they hijacked, the terror continued.

[04:17] Kali ini lebih brutal karena target mereka adalah kerumunan massa.
  This time it was more brutal because their target was a crowd of people.

[04:25] Sementara itu kita dibawa kembali ke dalam hotel.
  Meanwhile, we are taken back to the hotel.

[04:27] Ini adalah briefing kedua sebelum penyajian makan malam.
  This is the second briefing before dinner is served.

[04:30] Briefing kali ini hanya untuk membahas seorang tamu yang bernama Vasili Dordetki.
  This briefing is only to discuss a guest named Vasili Dordetki.

[04:33] Seorang tamu VIP asal Rusia yang dikenal keras dan arogan.
  A VIP guest from Russia who is known to be tough and arrogant.

[04:43] Dia akan mengadakan pesta tertutup bersama beberapa wanita di kamarnya.
  He will be having a private party with some women in his room.

[04:45] Ini akan melibatkan beberapa staff.
  This will involve some staff.

[04:47] Penghormatan adalah
  Respect is

[05:06] beberapa staff. Penghormatan adalah kewajiban bagi setiap pelayan karena moto mereka adalah always guest is kita kembali ke dunia luar.
  Several staff. Respect is an obligation for every servant because their motto is 'always guest is' we return to the outside world.

[05:19] Berselang 30 menit dari penembakan stasi, kelompok dua sampai di tengah kota.
  30 minutes after the station shooting, group two arrived in the city center.

[05:24] Pemberhentian mereka disebabkan oleh sedikit konflik antara sopir taksi dan pejalan kaki yang adalah pelayan hotel Touch sebelumnya.
  Their stop was caused by a small conflict between a taxi driver and a pedestrian who was a former Touch hotel servant.

[05:30] Namun Imran gak mengurusi hal semacam ini karena mereka punya kejutan yang lebih besar.
  However, Imran didn't bother with such things because they had a bigger surprise.

[05:51] Yes. Aksi mereka diawali dengan tembakan dan sebuah bom tanpa satu patah kata mereka membantai semua orang yang ada di sana.
  Yes. Their action began with a gunshot and a bomb; without a word, they slaughtered everyone there.

[06:01] Enggak ada alasan yang jelas mengapa mereka menyerang kaafe itu.
  There was no clear reason why they attacked that cafe.

[06:04] Tapi jika tujuannya menyebar ketakutan, mereka berhasil.
  But if the goal was to spread fear, they succeeded.

[06:14] Puluhan orang termasuk sepasang bull yang kita lihat sebelumnya panik histeris.
  Dozens of people, including the pair of bulls we saw earlier, panicked hysterically.

[06:20] Berbeda dengan stasiun kereta, lokasi penyerangan ini berada di jantung kota dan hanya berjarak beberapa blok dari Hotel Touchmahal.
  Unlike the train station, the location of this attack was in the heart of the city and only a few blocks from the Touchmahal Hotel.

[06:28] Uniknya, atmosfer kekacauan sama sekali gak terasa dari dalam hotel.
  Uniquely, the atmosphere of chaos was not felt at all from inside the hotel.

[06:31] Susana cenderung hening dan romantik di dalam sini.
  The atmosphere inside here tended to be quiet and romantic.

[06:40] Namun keamanan hotel ini menarik perhatian orang-orang di luar.
  However, the security of this hotel attracted the attention of people outside.

[06:42] Mereka semua mengerumuni pintu hotel.
  They all crowded the hotel entrance.

[06:45] Kepanikan mulai terasa di sini.
  Panic began to be felt here.

[06:48] Situasi yang serba membingungkan membuat sang manajer gegabah membuka pintu karena hotel gak boleh menolak tamu.
  The confusing situation made the manager rashly open the door because the hotel was not allowed to refuse guests.

[06:55] Tapi sialnya para teroris ikut masuk di antara kerumunan itu.
  But unfortunately, the terrorists also entered among the crowd.

[07:05] Jan ternyata Abdullah bersama rekannya telah terlebih dahulu berada di dalam sana.
  It turned out Jan, Abdullah, and his colleague had already been inside there.

[07:09] Sedikit detail di sini.
  A small detail here.

[07:11] Teror ini tampaknya diformat untuk
  This terror seems to be formatted for

[07:15] Teror ini tampaknya diformat untuk dilakukan secara terang-terangan.
  This terror seems to be formatted to be carried out openly.

[07:17] Mereka dilakukan secara terang-terangan.
  They were carried out openly.

[07:19] Mereka bahkan menyiapkan senjata di bahkan menyiapkan senjata di tengah-tengah keramaian itu.
  They even prepared weapons in the middle of the crowd.

[07:21] Dan yang lebih mengerikan, mereka melakukan ini tanpa kepentingan yang artinya enggak ada negosiasi.
  And more terrifyingly, they did this without any vested interest, meaning there was no negotiation.

[07:30] ada negosiasi.
  there was negotiation.

[07:37] Tembakan kini telah dilepas.
  Shots have now been fired.

[07:39] Arjun yang menyadari situasi ini segera melakukan backup.
  Arjun, realizing the situation, immediately provided backup.

[07:41] Zahra dan David sangat panik di sini karena bayi mereka berada di kamar bersama Sally, adik iparnya.
  Zahra and David were very panicked here because their baby was in the room with Sally, his sister-in-law.

[07:50] Ini buruk karena kelompok teroris akan segera menyisir ke setiap kamar.
  This is bad because the terrorist group will soon sweep through every room.

[08:08] Melalui komunikasi para teroris, kita bisa memahami kalau orang-orang ini lebih seperti mesin daripada manusia tanpa hati nurani.
  Through the terrorists' communication, we can understand that these people are more like machines than humans without a conscience.

[08:15] Satu-satunya perintah
  The only command

[08:18] tanpa hati nurani.
  without conscience.

[08:19] Satu-satunya perintah yang mereka dengarkan hanyalah suara misterius yang berasal dari headset yang mereka kenakan.
  The only command they listened to was the mysterious sound coming from the headset they were wearing.

[08:32] Tengah kegentingan situasi ini, resepsionis masih berusaha menghubungi setiap kamar.
  In the midst of this tense situation, the receptionist was still trying to contact every room.

[08:36] Dia meminta setiap tamu untuk enggak membukakan pintu dengan alasan apapun.
  She asked every guest not to open the door for any reason.

[08:43] Tapi Sally enggak mendapatkan informasi ini.
  But Sally didn't get this information.

[08:45] Tangisan bayi membuatnya kehilangan kepekaan akan situasi.
  The baby's cry made her lose sensitivity to the situation.

[08:49] Sally sempat mengangkat telepon itu, tapi semua berlangsung dengan begitu cepat.
  Sally managed to pick up the phone, but everything happened so quickly.

[08:57] Dan yang terjadi itu adalah wanita parubaya korban penembakan.
  And what happened was an middle-aged woman, a victim of a shooting.

[09:03] Menyadari situasi ini, Sally segera bersembunyi di lemari.
  Realizing this situation, Sally immediately hid in the closet.

[09:13] Pintu yang terbuka memancing perhatian teroris.
  The open door attracted the terrorists' attention.

[09:15] Imran dan rekannya kini masuk ke kamar itu.
  Imran and his colleague now entered the room.

[09:18] kini masuk ke kamar itu.
  Now enter that room.

[09:18] Intens di sini benar-benar luar biasa.
  The intensity here is truly incredible.

[09:21] Satu suara benar-benar luar biasa.
  One sound is truly incredible.

[09:21] Satu suara tangisan bayi akan membuat mereka semua terbunuh.
  One sound of a baby crying will get them all killed.

[09:27] Sedikit detail kecil di sini.
  A small detail here.

[09:30] terbunuh.
  killed.

[09:30] Sedikit detail kecil di sini.
  A small detail here.

[09:32] Imran sempat-sempatnya mencuri jam tangan di tengah aksinya.
  Imran managed to steal a watch in the middle of his actions.

[09:34] Ini mempertegas kalau orang-orang ini sangat jauh dari agama.
  This reinforces that these people are very far from religion.

[09:36] mempertegas kalau orang-orang ini sangat jauh dari agama.
  reinforces that these people are very far from religion.

[09:45] Sialnya suara tembakan membuat bayi kembali menangis.
  Unfortunately, the sound of gunshots made the baby cry again.

[09:48] Suara ini menarik perhatian salah satu dari mereka dan inilah akhirnya.
  This sound attracted the attention of one of them, and this was the end.

[09:50] menarik perhatian salah satu dari mereka dan inilah akhirnya.
  attracted the attention of one of them, and this was the end.

[09:53] Hah.
  Hah.

[10:00] Untungnya Imran mengalihkan perhatian rekannya.
  Fortunately, Imran distracted his colleague.

[10:02] mengalihkan perhatian rekannya.
  distracted his colleague.

[10:04] Sesaat setelah kepergian orang-orang ini, Sally segera pindah ke ruangan shower.
  Shortly after these people left, Sally immediately moved to the shower room.

[10:07] kepergian orang-orang ini, Sally segera pindah ke ruangan shower.
  after these people left, Sally immediately moved to the shower room.

[10:08] Dia menghubungi David untuk mengabarkan situasi mereka.
  She contacted David to inform him of their situation.

[10:10] menghubungi David untuk mengabarkan situasi mereka.
  contacted David to inform him of their situation.

[10:13] Gak bisa disembunyikan, Sally benar-benar histeris setelah semua yang dia lihat.
  It couldn't be hidden, Sally was truly hysterical after all she saw.

[10:15] Sally benar-benar histeris setelah semua yang dia lihat.
  Sally was truly hysterical after all she saw.

[10:22] David tentu gak bisa membiarkan anak dan saudarinya terperangkap di kamar itu.
  David certainly couldn't let his child and sister be trapped in that room.

[10:27] Oleh karena itu, dia berniat menjemput mereka.
  Therefore, he intended to pick them up.

[10:30] Tapi Arjun enggak mungkin membiarkan tamunya pergi.
  But Arjun couldn't possibly let his guest leave.

[10:34] Keselamatan tamu adalah tanggung jawabnya.
  The safety of the guest was his responsibility.

[10:38] Sialnya, Arjun kecolongan di sini.
  Unfortunately, Arjun was caught off guard here.

[10:41] Kemunculan David membuat beberapa orang termasuk petugas hotel juga memunculkan diri.
  David's appearance caused several people, including hotel staff, to show up.

[10:47] Namun sayangnya Abdullah mendapati langkah petugas hotel itu.
  But unfortunately, Abdullah noticed the hotel staff's move.

[10:55] Abdullah yang teralihkan membuat David bisa leluarsa keluar dari pintu utama.
  Abdullah being distracted allowed David to freely exit through the main door.

[11:00] Tapi dia enggak mengambil pilihan itu.
  But he didn't take that option.

[11:03] Alih-alih kabur, David segera berlari menuju lift.
  Instead of running away, David immediately ran towards the elevator.

[11:06] Tapi siapa sangka Imran juga menekan lift yang sama yang artinya lift itu akan berhenti sebelum David sampai ke kamarnya.
  But who would have thought that Imran also pressed the same elevator, meaning the elevator would stop before David reached his room.

[11:23] Untungnya David masih sempat bersembunyi di balik troli makanan.
  Fortunately, David still managed to hide behind the food trolley.

[11:27] Ali-ali melewatkan lift itu, Imran malah penasaran dengan makanannya.
  Instead of missing the elevator, Imran was curious about the food.

[11:32] Ini membuat David terjebak karena pintu lift tertahan oleh trolly.
  This trapped David because the elevator door was held by the trolley.

[11:37] Di saat mereka menikmati sisa makanan itu, David sepertinya ingin mencoba peruntungannya.
  As they enjoyed the rest of the food, David seemed to want to try his luck.

[11:56] Yes, David berhasil mengecoh mereka.
  Yes, David managed to trick them.

[11:59] Sesampainya di kamar, David segera meminta Sally untuk mengabarkan Syarat tentang situasi mereka.
  Upon arriving in the room, David immediately asked Sally to inform Syarat about their situation.

[12:11] Mumbai und di luar hotel, berita penyerangan memenuhi saluran TV.
  Mumbai and outside the hotel, news of the attack filled the TV channels.

[12:17] Mumbai dikepung dari berbagai titik.
  Mumbai was surrounded from various points.

[12:19] Ini membuat ketakutan yang luar biasa di masyarakat.
  This caused extraordinary fear in the community.

[12:22] Enggak terkecuali wanita
  Not excluding women

[12:24] masyarakat.
  The public.

[12:24] Enggak terkecuali wanita satu anak ini.
  Not excluding this woman with one child.

[12:26] Betapa sosoknya dia satu anak ini.
  How her figure, this one child.

[12:26] Betapa sosoknya dia mengetahui bahwa Touch Hotel juga terdampak dalam penyerangan.
  How her figure knew that Touch Hotel was also affected in the attack.

[12:31] 1000 tamu terdampak dalam penyerangan.
  1000 guests were affected in the attack.

[12:31] 1000 tamu ditambah 500 staf terperangkap di dalamnya yang salah satunya adalah Arjun suaminya.
  1000 guests plus 500 staff were trapped inside, one of whom was Arjun, her husband.

[12:40] Perlu diketahui Mumbai enggak memiliki pasukan khusus untuk kejahatan semacam ini.
  It should be known that Mumbai does not have special forces for this kind of crime.

[12:44] Sehingga pasukan taktikal harus dikirim langsung dari New Delhi yang berjarak ribon kilo jauhnya.
  Therefore, tactical forces had to be sent directly from New Delhi, which is thousands of kilometers away.

[12:51] Seorang komandan polisi merasa bahwa mereka gak bisa menunggu.
  A police commander felt that they could not wait.

[12:55] Mereka harus masuk meskipun kejahatan menggunakan bom semacam ini bukanlah kalian mereka.
  They had to enter even though the crime using bombs like this was not their forte.

[13:04] Oke.
  Okay.

[13:04] Oke.
  Okay.

[13:04] Sihurung salah.
  Sihurung is wrong.

[13:04] Salah.
  Wrong.

[13:09] Oke.
  Okay.

[13:09] Oke.
  Okay.

[13:09] Sihurung salah.
  Sihurung is wrong.

[13:09] Salah.
  Wrong.

[13:11] Kembali ke ruang dapur.
  Back to the kitchen.

[13:11] Setelah menganalisa pergerakan, Chef Hemen memerintahkan Arjun untuk membawa semua orang ke ruang chamber.
  After analyzing the movements, Chef Hemen ordered Arjun to take everyone to the chamber room.

[13:17] Chamber club berada di lantai teratas dengan akses terbatas dan dianggap menjadi ruang paling aman saat ini.
  The chamber club is on the top floor with limited access and is considered the safest room right now.

[13:21] Sementara staf yang tersisa diberikan pilihan,
  Meanwhile, the remaining staff were given a choice,

[13:25] yang tersisa diberikan pilihan, meninggalkan hotel atau stay karena
  those remaining were given a choice, to leave the hotel or stay because

[13:29] mereka yang berada di dapur masih memiliki akses keluar dari pintu
  those in the kitchen still had access out the door

[13:31] memiliki akses keluar dari pintu belakang.
  had access out the back door.

[13:32] belakang. Sorry, sir.
  back. Sorry, sir.

[13:37] Dan ternyata satu-satunya staf yang
  And it turned out the only staff who

[13:39] Dan ternyata satu-satunya staf yang pergi adalah dia yang membukakan pintu.
  And it turned out the only staff who left was the one who opened the door.

[13:42] pergi adalah dia yang membukakan pintu. Sementara staf lainnya memilih untuk
  left was the one who opened the door. Meanwhile, the other staff chose to

[13:44] Sementara staf lainnya memilih untuk tinggal dan mengabdi pada keselamatan
  Meanwhile, the other staff chose to stay and serve the safety

[13:46] tinggal dan mengabdi pada keselamatan tamu.
  stay and serve the safety of the guests.

[13:51] Gu sir follow me.
  Go sir, follow me.

[13:55] Gu sir follow me. Sementara itu, berita kembali menyiarkan
  Go sir, follow me. Meanwhile, the news reported again

[13:57] Sementara itu, berita kembali menyiarkan tentang titik penyerangan yang terus
  Meanwhile, the news reported again about the attack points that continued

[13:59] tentang titik penyerangan yang terus bertambah. Kali ini bukan hanya hotel
  about the attack points that kept increasing. This time it was not just hotels

[14:02] bertambah. Kali ini bukan hanya hotel dan ruang publik, tapi juga beberapa
  increasing. This time it was not just hotels and public spaces, but also several

[14:04] dan ruang publik, tapi juga beberapa rumah ibadah.
  and public spaces, but also several houses of worship.

[14:10] Kita kembali ke restoran. Setelah
  We return to the restaurant. After

[14:12] Kita kembali ke restoran. Setelah memberikan pengertian kepada setiap
  We return to the restaurant. After giving understanding to each

[14:14] memberikan pengertian kepada setiap tamu, Arjun memandu mereka untuk menuju
  giving understanding to each guest, Arjun guided them to head towards

[14:16] tamu, Arjun memandu mereka untuk menuju ruang chamber. Ini yang tersulit karena
  guest, Arjun guided them to head towards the chamber room. This was the hardest because

[14:19] ruang chamber. Ini yang tersulit karena Arjun membawa puluhan nyawa bersamanya
  chamber room. This was the hardest because Arjun carried dozens of lives with him

[14:22] Arjun membawa puluhan nyawa bersamanya dan setiap orang harus tenang saat
  Arjun carried dozens of lives with him and everyone had to be calm when

[14:23] dan setiap orang harus tenang saat melintasi pintu rahasia menuju tangga
  and everyone had to be calm when crossing the secret door to the stairs

[14:25] melintasi pintu rahasia menuju tangga darurat.
  cross the secret door to the emergency stairs.

[14:31] Come, come?
  Come, come?

[14:40] Kini mereka hanya perlu menaiki tangga dan berdoa.
  Now they just need to climb the stairs and pray.

[14:43] Semoga teroris enggak menggunakan tangga darurat.
  Hopefully the terrorists don't use the emergency stairs.

[14:48] Dan hanya berselang beberapa detik, polisi berhasil masuk melewati pintu restoran.
  And just a few seconds later, the police managed to enter through the restaurant door.

[14:52] Ini benar-benar sial banget.
  This is really very unlucky.

[14:55] Telatnya hanya sepekian detik nih, Teman-teman.
  It's only a fraction of a second late, friends.

[15:01] Untungnya Arjun berhasil membawa semua tamu menuju Chamber.
  Fortunately, Arjun managed to bring all the guests to the Chamber.

[15:04] Ini bisa menjadi titik terang pertama karena Chamber terisolasi dari ruangan luar.
  This could be the first glimmer of hope because the Chamber is isolated from the outside rooms.

[15:16] Di waktu bersamaan, polisi telah sampai di lantai du.
  At the same time, the police had arrived on the second floor.

[15:19] Tapi jalan mereka enggak semudah itu karena kedatangan mereka disadari oleh seorang teroris.
  But their path wasn't that easy because their arrival was noticed by a terrorist.

[15:34] 5 jam sudah berlalu sejak awal penyerangan.
  5 hours have passed since the beginning of the attack.

[15:37] 5 jam sudah berlalu sejak awal penyerangan.
  5 hours have passed since the beginning of the attack.

[15:39] 78 orang dinyatakan tewas sejauh ini dan lebih dari 200 orang mengalami luka-luka.
  78 people have been declared dead so far and more than 200 people have been injured.

[15:42] sejauh ini dan lebih dari 200 orang mengalami luka-luka.
  so far and more than 200 people have been injured.

[15:45] Dan semua ini belum berakhir nih, Teman-teman.
  And all of this is not over yet, friends.

[15:54] Kita kembali ke ruangan chamber.
  We return to the chamber room.

[15:57] Meski kepanikan mulai mereda, tapi ketakutan masih menghantui para tamu.
  Although the panic began to subside, the fear still haunted the guests.

[15:59] tapi ketakutan masih menghantui para tamu.
  but the fear still haunted the guests.

[16:01] Ini diperburuk saat seorang wanita parubaya mendapati Zahra yang menelepon menggunakan bahasa Persia.
  This was worsened when a middle-aged woman found Zahra, who was speaking in Persian.

[16:03] mendapati Zahra yang menelepon menggunakan bahasa Persia.
  found Zahra, who was speaking in Persian.

[16:05] Kepanikan membuat wanita tua itu menuduh Zara adalah salah satu dari teroris.
  The panic caused the old woman to accuse Zara of being one of the terrorists.

[16:07] membuat wanita tua itu menuduh Zara adalah salah satu dari teroris.
  caused the old woman to accuse Zara of being one of the terrorists.

[16:09] Enggak sampai di sana, wanita tua itu juga ketakutan melihat Arjun karena sorban dan jenggotnya.
  Not only that, the old woman was also scared seeing Arjun because of his turban and beard.

[16:12] Enggak sampai di sana, wanita tua itu juga ketakutan melihat Arjun karena sorban dan jenggotnya.
  Not only that, the old woman was also scared seeing Arjun because of his turban and beard.

[16:14] ketakutan melihat Arjun karena sorban dan jenggotnya.
  scared seeing Arjun because of his turban and beard.

[16:16] dan jenggotnya.
  and his beard.

[16:17] She's worried about beard.
  She's worried about beard.

[16:27] Di sinilah Arjun menghampirinya.
  This is where Arjun approached her.

[16:30] Di sinilah Arjun menghampirinya.
  This is where Arjun approached her.

[16:32] Dengan nada yang sangat humble, Arjun menjelaskan sorban yang dia kenakan adalah mahkota di dalam kepercayaannya.
  In a very humble tone, Arjun explained that the turban he wore was a crown within his beliefs.

[16:34] menjelaskan sorban yang dia kenakan adalah mahkota di dalam kepercayaannya.
  explained that the turban he wore was a crown within his beliefs.

[16:37] adalah mahkota di dalam kepercayaannya.
  is the crown of his belief.

[16:38] Simbol dari sebuah kehormatan dan keberanian yang suci.
  A symbol of sacred honor and courage.

[16:42] Tapi akan dia lakukan selama itu membuat tamunya merasa lebih baik.
  But he will do it as long as it makes his guest feel better.

[16:49] must stick together. Okay.
  must stick together. Okay.

[17:03] Okay. Sementara itu di chamber, semua orang dikagetkan dengan suara teriakan yang berasal dari luar pintu.
  Okay. Meanwhile, in the chamber, everyone was startled by a scream coming from outside the door.

[17:07] Ternyata itu hanyalah staff. Dia membawa seorang wanita sekarat yang sempat kita lihat di awal film yang di mana kekasihnya juga sempat kita lihat meloncat dari jendela hotel.
  It turned out to be just staff. He was carrying a dying woman whom we saw earlier in the film, whose lover we also saw jump from the hotel window.

[17:21] Seorang dokter yang ada di sana melihat bahwa wanita tuh telah tertembak di rongga dadanya dan satu-satunya pilihan hanyalah membawanya ke rumah sakit.
  A doctor there saw that the woman had been shot in the chest, and the only option was to take her to the hospital.

[17:27] Tentu ini mustahil untuk dilakukan.
  Of course, this is impossible to do.

[17:33] Di momen ini, Arjun kembali mengambil resiko.
  At this moment, Arjun took a risk again.

[17:36] Dia bersedia membawa wanita itu
  He was willing to carry the woman

[17:38] Resiko. Dia bersedia membawa wanita itu meski harus mengorbankan hidupnya.
  Risk. She was willing to take the woman even if it meant sacrificing her life.

[17:41] Meski harus mengorbankan hidupnya. Resiko yang sama juga diambil oleh David.
  Even if it meant sacrificing her life. The same risk was also taken by David.

[17:43] Resiko yang sama juga diambil oleh David dan Sally. Mereka akhirnya memutuskan.
  The same risk was also taken by David and Sally. They finally decided.

[17:45] Mereka akhirnya memutuskan untuk mencoba peruntungan menuju Chambers.
  They finally decided to try their luck towards Chambers.

[17:57] Kita kembali ke Arjun. Di tengah perjalanan menuju kitchen, Arjun mendengar sekelompok orang datang ke arahnya.
  We return to Arjun. In the middle of the journey to the kitchen, Arjun heard a group of people coming towards him.

[17:59] Di tengah perjalanan menuju kitchen, Arjun mendengar sekelompok orang datang ke arahnya.
  In the middle of the journey to the kitchen, Arjun heard a group of people coming towards him.

[18:01] Arjun mendengar sekelompok orang datang ke arahnya dan untungnya mereka adalah polisi.
  Arjun heard a group of people coming towards him and luckily they were the police.

[18:03] Dan untungnya mereka adalah polisi. Namun kesalahpahaman terjadi di sini.
  And luckily they were the police. However, a misunderstanding occurred here.

[18:06] Namun kesalahpahaman terjadi di sini. Arjun dengan baju penuh darah ditodong bak teroris ini membuat wanita itu ketakutan hingga.
  However, a misunderstanding occurred here. Arjun, with his blood-covered clothes, being held at gunpoint like a terrorist, made the woman so scared that.

[18:08] Arjun dengan baju penuh darah ditodong bak teroris ini membuat wanita itu ketakutan hingga.
  Arjun, with his blood-covered clothes, being held at gunpoint like a terrorist, made the woman so scared that.

[18:10] Ditodong bak teroris ini membuat wanita itu ketakutan hingga sinilah di melalui headset Imran, kita kembali mendengar suara misterius di sini.
  Being held at gunpoint like a terrorist made the woman so scared that here, through Imran's headset, we hear a mysterious voice again here.

[18:13] Wanita itu ketakutan hingga sinilah di melalui headset Imran, kita kembali mendengar suara misterius di sini.
  The woman was so scared that here, through Imran's headset, we hear a mysterious voice again here.

[18:21] Sinilah di melalui headset Imran, kita kembali mendengar suara misterius di sini.
  Here, through Imran's headset, we hear a mysterious voice again here.

[18:24] Kita kembali mendengar suara misterius di sini. Kali ini suara itu memerintahkan Imran untuk mencari Sandra dan prioritasnya adalah orang Amerika.
  We hear a mysterious voice again here. This time the voice ordered Imran to find Sandra and his priority was the American.

[18:26] Kali ini suara itu memerintahkan Imran untuk mencari Sandra dan prioritasnya adalah orang Amerika.
  This time the voice ordered Imran to find Sandra and his priority was the American.

[18:29] Suara itu memerintahkan Imran untuk mencari Sandra dan prioritasnya adalah orang Amerika.
  The voice ordered Imran to find Sandra and his priority was the American.

[18:31] Imran untuk mencari Sandra dan prioritasnya adalah orang Amerika.
  Imran to find Sandra and his priority was the American.

[18:35] Prioritasnya adalah orang Amerika.
  His priority was the American.

[18:43] Chef, kemunculan David mengalihkan perhatian Imran.
  Chef, David's appearance distracted Imran.

[18:48] David gak punya banyak pilihan di sini.
  David doesn't have many options here.

[18:50] Dia benar-benar terpojok dan pilihan terbaiknya dia mengorbankan dirinya demi S dan bayinya tetap aman.
  He is truly cornered and his best option is to sacrifice himself for S and her baby to remain safe.

[19:01] Tampaknya Devi dijadikan Sandra di sini.
  It seems Devi is being made into Sandra here.

[19:04] Belum diketahui jelas apa yang akan mereka lakukan sementara Sally terkunci di kamar.
  It is not yet clear what they will do while Sally is locked in the room.

[19:12] Di waktu bersamaan, polisi dengan bantuan Arjun berhasil sampai ke ruangan kamera.
  At the same time, the police, with Arjun's help, managed to reach the camera room.

[19:17] Betapa kagetnya mereka melihat teroris ini hanya berjumlah dua orang.
  How surprised they were to see that these terrorists only numbered two people.

[19:25] Sementara itu di chamber, suara ketukan pintu kembali merusak heningnya suasana.
  Meanwhile, in the chamber, the sound of knocking on the door once again broke the silence of the atmosphere.

[19:31] Suara itu mengaku sebagai polisi lokal.
  The voice claimed to be local police.

[19:33] Dan sialnya, Abdullah menggunakan identitas polisi yang telah terbunuh.
  And unfortunately, Abdullah used the identity of a police officer who had been killed.

[19:39] Arjun yang tengah memantau ruang CCTV baru menyadari kehadiran
  Arjun, who was monitoring the CCTV room, just realized the presence

[19:43] Ruang CCTV baru menyadari kehadiran Abdullah.
  The CCTV room just realized Abdullah's presence.

[19:46] Dengan cepat dia segera menghubungi Chef.
  Quickly, he immediately contacted the Chef.

[19:48] Namun kunci telah berada di pintu dan yang terjadi.
  However, the key was already at the door and what happened.

[20:00] Untungnya Arjun belum terlambat.
  Fortunately, Arjun was not too late.

[20:03] Dengan cepat Chef meminta semua orang meninggalkan chamber melalui pintu belakang.
  Quickly, the Chef asked everyone to leave the chamber through the back door.

[20:06] Ketegangan suasana kembali terbangun di sini.
  The tension in the atmosphere built up again here.

[20:09] Namun kali ini super super intens.
  But this time it was super super intense.

[20:20] Sedikit detail di sini.
  A little detail here.

[20:23] Meski pria Rusia ini terlihat sombong dan angkuh, tapi dia benar-benar melindungi Zara.
  Although this Russian man looked arrogant and haughty, he was truly protecting Zara.

[20:27] Ini seakan menegaskan kalau tampilan gak bisa dijadikan acuan dalam menilai seseorang.
  This seemed to confirm that appearances cannot be used as a reference in judging someone.

[20:37] Di momen ini, polisi yang telah mendapatkan posisi Abdullah segera melakukan penyergapan.
  At this moment, the police, having located Abdullah, immediately launched a raid.

[20:40] Ini langkah yang sangat berani karena yang tidak mereka.
  This was a very brave step because what they didn't.

[20:45] sangat berani karena yang tidak mereka ketahui kelompok teroris ini bukanlah

[20:47] ketahui kelompok teroris ini bukanlah dua orang.

[20:53] Polisi berhasil menembak salah satu dari

[20:56] Polisi berhasil menembak salah satu dari mereka. Tapi dengan hanya menggunakan

[20:58] mereka. Tapi dengan hanya menggunakan pistol, mustahil mereka bisa menang.

[21:00] pistol, mustahil mereka bisa menang. Penyerangan ini membuat seorang dari

[21:02] Penyerangan ini membuat seorang dari polisi terluka parah dan mau gak mau

[21:04] polisi terluka parah dan mau gak mau mereka harus mundur.

[21:12] Beberapa saat setelah itu keraguan Imran

[21:14] Beberapa saat setelah itu keraguan Imran mulai terasa nyata. Dia meragukan

[21:17] mulai terasa nyata. Dia meragukan semuanya. Dia meragukan Bull, orang yang

[21:20] semuanya. Dia meragukan Bull, orang yang mengirim mereka. Ternyata selain surga,

[21:22] mengirim mereka. Ternyata selain surga, Bull juga menjanjikan uang untuk

[21:24] Bull juga menjanjikan uang untuk keluarga para teroris

[21:30] ini. Rasa penasaran hebat membuat Imran

[21:33] ini. Rasa penasaran hebat membuat Imran segera menghubungi keluarganya. Isak

[21:35] segera menghubungi keluarganya. Isak tangis penyesalan kini enggak lagi bisa

[21:38] tangis penyesalan kini enggak lagi bisa ditahan. Ternyata penyimpangan dengan

[21:40] ditahan. Ternyata penyimpangan dengan dal jihad ini juga didukung oleh

[21:42] dal jihad ini juga didukung oleh keluarga dan ayahnya. Tapi tentu sang

[21:45] keluarga dan ayahnya. Tapi tentu sang ayah enggak mengetahui jelas jihad macam

[21:47] ayah enggak mengetahui jelas jihad macam apa yang tengah dijalani oleh anaknya.

[21:49] apa yang tengah dijalani oleh anaknya. Satu hal yang pasti ayahnya menegaskan

[21:52] Satu hal yang pasti ayahnya menegaskan bahwa mereka gak menerima uang

[21:57] apun.

[21:59] apun. Quran ke

[22:05] singkat cerita 9 jam sudah Mumbai

[22:07] singkat cerita 9 jam sudah Mumbai berdarah. Kondisi psikis yang lelah

[22:09] berdarah. Kondisi psikis yang lelah membuat Zara mulai kehilangan kontrol.

[22:12] membuat Zara mulai kehilangan kontrol. Dia memaksa Chef Hammen untuk membukakan

[22:14] Dia memaksa Chef Hammen untuk membukakan pintu untuknya. Karena apapun yang

[22:16] pintu untuknya. Karena apapun yang terjadi, dia harus segera menemui

[22:21] bayinya. Open the

[22:28] Vasili memimpin upaya pelarian ini. Tapi

[22:31] Vasili memimpin upaya pelarian ini. Tapi Zara bukan ingin melarikan diri. Dia

[22:34] Zara bukan ingin melarikan diri. Dia ingin menemui bayinya. Kecerobon ini

[22:36] ingin menemui bayinya. Kecerobon ini membuat Vasilis segera mencekat Zara.

[22:39] membuat Vasilis segera mencekat Zara. Dan gak butuh waktu lama, teroris segera

[22:42] Dan gak butuh waktu lama, teroris segera mendapati mereka.

[22:46] Apa sih lu?

[22:50] Apa sih lu? Mereka ditodong dan diarahkan untuk

[22:51] Mereka ditodong dan diarahkan untuk berkumpul dengan Sandra lainnya. Di

[22:54] berkumpul dengan Sandra lainnya. Di momen inilah Zara akhirnya kembali

[22:56] momen inilah Zara akhirnya kembali bertemu dengan kekasihnya. David tampak

[22:58] bertemu dengan kekasihnya. David tampak sengaja menghindari obrolan di sini

[23:01] sengaja menghindari obrolan di sini karena tentu teroris gak boleh tahu

[23:03] karena tentu teroris gak boleh tahu identitas mereka.

[23:07] Indian. Hah.

[23:12] Singkat cerita, beberapa jam pun

[23:14] Singkat cerita, beberapa jam pun berlalu. Di jam . pagi, Acal dan

[23:17] berlalu. Di jam . pagi, Acal dan rekannya tertangkap. Mereka mengalami

[23:19] rekannya tertangkap. Mereka mengalami banyak luka tembak, termasuk

[23:21] banyak luka tembak, termasuk pengeroyokan oleh warga yang geram.

[23:23] pengeroyokan oleh warga yang geram. Seorang dari mereka meninggal sedangkan

[23:25] Seorang dari mereka meninggal sedangkan Ajmal ditahan oleh kepolisian.

[23:30] [Musik]

[23:32] [Musik] Ajmal sempat diinterogasi. Dia menjawab

[23:34] Ajmal sempat diinterogasi. Dia menjawab apapun tapi tidak tentang Bull. Satu hal

[23:38] apapun tapi tidak tentang Bull. Satu hal yang dipahami Achmal, kafir telah

[23:40] yang dipahami Achmal, kafir telah menipunya. Kafir membuat kaumnya jatuh

[23:43] menipunya. Kafir membuat kaumnya jatuh dalam kemiskinan. Untuk itulah dia harus

[23:46] dalam kemiskinan. Untuk itulah dia harus melakukan jihad.

[23:54] [Musik]

[24:01] Berselang beberapa saat, seluruh

[24:03] Berselang beberapa saat, seluruh kelompok terus berkumpul dalam satu

[24:05] kelompok terus berkumpul dalam satu kamar. Bull meminta mereka untuk

[24:07] kamar. Bull meminta mereka untuk menginterogasi semua tawanan. Bodohnya

[24:10] menginterogasi semua tawanan. Bodohnya orang-orang ini bahkan gak tahu cara

[24:12] orang-orang ini bahkan gak tahu cara menanyakan nama dalam bahasa Inggris.

[24:24] Di sinilah kita menyadari bahwa Vesili

[24:26] Di sinilah kita menyadari bahwa Vesili bukanlah orang biasa. Dia adalah

[24:28] bukanlah orang biasa. Dia adalah pengusaha sekaligus mantan perwira

[24:30] pengusaha sekaligus mantan perwira pasukan khusus Uni Soviet.

[24:40] Vesili di sini sempat berbicara langsung

[24:42] Vesili di sini sempat berbicara langsung dengan Bull. Ternyata semua ini bukanlah

[24:46] dengan Bull. Ternyata semua ini bukanlah tentang uang. Tujuannya mengumpulkan

[24:48] tentang uang. Tujuannya mengumpulkan Sandra adalah untuk membuat shok seluruh

[24:50] Sandra adalah untuk membuat shok seluruh dunia. Karena Sandra ini akan diledakan

[24:52] dunia. Karena Sandra ini akan diledakan di depan jendela sehingga media barat

[24:54] di depan jendela sehingga media barat dapat melihat betapa kejamnya mereka.

[25:04] special mington.

[25:12] Sebelum pertunjukan dimulai, mereka

[25:14] Sebelum pertunjukan dimulai, mereka membakar dan meledakkan seluruh sudut

[25:17] membakar dan meledakkan seluruh sudut hotel. Getaran dari bom ini sontak

[25:19] hotel. Getaran dari bom ini sontak membuat sekelompok orang keluar dari

[25:21] membuat sekelompok orang keluar dari persembunyian. Yang jadi masalah,

[25:23] persembunyian. Yang jadi masalah, orang-orang ini menuju ke arah Abdullah.

[25:26] orang-orang ini menuju ke arah Abdullah. Arjun yang melihat semua ini enggak

[25:27] Arjun yang melihat semua ini enggak tinggal diam. Dia segera meninggalkan

[25:29] tinggal diam. Dia segera meninggalkan ruangan pemantauan untuk melakukan

[25:32] ruangan pemantauan untuk melakukan penyelamatan.

[25:37] Untungnya Arjun datang tepat waktu dan

[25:40] Untungnya Arjun datang tepat waktu dan kebetulan rute penyelamatan melalui

[25:42] kebetulan rute penyelamatan melalui tempat S bersembunyi. Ini membuat S

[25:45] tempat S bersembunyi. Ini membuat S terselamatkan. Singkatnya Arjun berhasil

[25:48] terselamatkan. Singkatnya Arjun berhasil membawa mereka semua menuju chamber.

[26:00] Kini gedung akan segera terbakar. Meski

[26:04] Kini gedung akan segera terbakar. Meski terdengar berani, tapi satu-satunya

[26:06] terdengar berani, tapi satu-satunya pilihan yang mereka punya adalah keluar

[26:08] pilihan yang mereka punya adalah keluar dari hotel

[26:12] itu. Sementara itu di kamar, David

[26:15] itu. Sementara itu di kamar, David memanfaatkan kelengan Imran yang tengah

[26:17] memanfaatkan kelengan Imran yang tengah tertidur. Perlahan dia melepaskan ikatan

[26:20] tertidur. Perlahan dia melepaskan ikatan tangannya. Tapi sebelumnya David sempat

[26:23] tangannya. Tapi sebelumnya David sempat memberitahu lokasi Sally dan bayinya.

[26:25] memberitahu lokasi Sally dan bayinya. Gak ingin mengulur waktu, David pun

[26:28] Gak ingin mengulur waktu, David pun kembali mencoba

[26:34] peruntungan. J

[26:40] Di waktu bersamaan, seorang staf hotel

[26:42] Di waktu bersamaan, seorang staf hotel menelepon media untuk meminta bantuan.

[26:44] menelepon media untuk meminta bantuan. Dia menjelaskan situasi dan posisi

[26:46] Dia menjelaskan situasi dan posisi mereka pada reporter itu. Ini fatal

[26:49] mereka pada reporter itu. Ini fatal karena teroris bisa tahu rencana mereka.

[26:51] karena teroris bisa tahu rencana mereka. Dan benar aja, hanya berselang beberapa

[26:54] Dan benar aja, hanya berselang beberapa detik, Bull segera meminta Abdullah

[26:56] detik, Bull segera meminta Abdullah untuk memeriksa chamber.

[27:04] Selain Abdullah, Bull juga meminta Imran

[27:07] Selain Abdullah, Bull juga meminta Imran untuk ikut bergabung. Sandra kini gak

[27:09] untuk ikut bergabung. Sandra kini gak lagi dibutuhkan mengingat waktu mereka

[27:11] lagi dibutuhkan mengingat waktu mereka sangat terbatas. Untuk itu, Imran

[27:14] sangat terbatas. Untuk itu, Imran diminta untuk mengeksekusi mereka

[27:17] diminta untuk mengeksekusi mereka semua. Vesili sempat berusaha

[27:19] semua. Vesili sempat berusaha menggagalkan Imran saat dia hendak

[27:21] menggagalkan Imran saat dia hendak mengeksekusi Zahra. Meski pada akhirnya.

[27:37] Ya, ini adalah akhir dari perjalanan

[27:40] Ya, ini adalah akhir dari perjalanan David dan Vasili. Kini Zahra akan segera

[27:44] David dan Vasili. Kini Zahra akan segera dieksekusi. Sesaat sebelum Imran menarik

[27:46] dieksekusi. Sesaat sebelum Imran menarik pelatuk itu, siapa sangka Zara

[27:48] pelatuk itu, siapa sangka Zara mengucapkan kalimat syahadat.

[27:54] Pemuda itu bergetar mendengar kalimat

[27:56] Pemuda itu bergetar mendengar kalimat ini. Ayat-ayat Quran itu seperti membuat

[27:58] ini. Ayat-ayat Quran itu seperti membuat Imran enggak terima kalau dia telah

[28:00] Imran enggak terima kalau dia telah melakukan dosa sejauh ini. Bahkan

[28:03] melakukan dosa sejauh ini. Bahkan doktrin bull sekalipun enggak lagi mampu

[28:06] doktrin bull sekalipun enggak lagi mampu membuatnya untuk menarik pelatuk itu.

[28:08] membuatnya untuk menarik pelatuk itu. Hingga akhirnya

[28:16] yes. Imran frustasi dan memilih pergi

[28:19] yes. Imran frustasi dan memilih pergi meninggalkan Zara. Saat itu juga wanita

[28:22] meninggalkan Zara. Saat itu juga wanita itu segera melepas ikatannya dan berlari

[28:24] itu segera melepas ikatannya dan berlari menuju lokasi

[28:31] Sally. Di waktu bersamaan, Sally dan

[28:34] Sally. Di waktu bersamaan, Sally dan puluhan orang lainnya telah berhasil

[28:35] puluhan orang lainnya telah berhasil meninggalkan Chamber. Mereka hanya perlu

[28:38] meninggalkan Chamber. Mereka hanya perlu turun melalui tangga darurat dan keluar

[28:39] turun melalui tangga darurat dan keluar melalui pintu belakang. Yang jadi

[28:42] melalui pintu belakang. Yang jadi masalah, mereka ini berjumlah lebih dari

[28:45] masalah, mereka ini berjumlah lebih dari 50 orang. Dan di tengah keheningan itu

[28:52] tiba-tiba, yes, kelompok teroris

[28:55] tiba-tiba, yes, kelompok teroris meledakkan pintu chamber. Ledakan

[28:57] meledakkan pintu chamber. Ledakan dahsyat dari bom ini membuat semua orang

[28:59] dahsyat dari bom ini membuat semua orang panik dan ini sangat-sangat buruk.

[29:06] [Tepuk tangan]

[29:09] [Tepuk tangan] Beruntungnya pasukan khusus kini telah

[29:11] Beruntungnya pasukan khusus kini telah sampai di TKP. Tapi di dalam pembantaian

[29:15] sampai di TKP. Tapi di dalam pembantaian telah dimulai. Dedikasi para staf

[29:17] telah dimulai. Dedikasi para staf benar-benar terasa di momen ini. Mereka

[29:19] benar-benar terasa di momen ini. Mereka bahu membahu dan mereka menempatkan

[29:22] bahu membahu dan mereka menempatkan nyawanya di bawah keselamatan tamu.

[29:34] [Tepuk tangan]

[29:39] Seperti sebuah keajaiban, pasukan khusus

[29:42] Seperti sebuah keajaiban, pasukan khusus datang dan langsung memukul mundur

[29:44] datang dan langsung memukul mundur kelompok Abdullah sebelum pembantaian

[29:46] kelompok Abdullah sebelum pembantaian massal terjadi. Selain Arjun, kita juga

[29:49] massal terjadi. Selain Arjun, kita juga melihat Save Hammen yang selamat dalam

[29:51] melihat Save Hammen yang selamat dalam penembakan ini. Sejauh ini setidaknya

[29:54] penembakan ini. Sejauh ini setidaknya 100 orang merenggut

[29:59] [Musik]

[30:01] [Musik] nyawa. Mirisnya, enggak seorang pun yang

[30:03] nyawa. Mirisnya, enggak seorang pun yang menyambut Arjun begitu dia berhasil

[30:05] menyambut Arjun begitu dia berhasil keluar. Tapi dari gesturnya dia

[30:08] keluar. Tapi dari gesturnya dia melakukan semua ini tanpa pamri dan yang

[30:11] melakukan semua ini tanpa pamri dan yang terpenting dia masih bisa pulang ke

[30:14] terpenting dia masih bisa pulang ke [Musik]

[30:19] [Musik] rumah. Sementara itu di dalam Imran

[30:22] rumah. Sementara itu di dalam Imran enggak lagi memberikan perlawanan. Dia

[30:24] enggak lagi memberikan perlawanan. Dia ditembak mati di tempat. Sedangkan

[30:26] ditembak mati di tempat. Sedangkan Abdullah dan rekannya terpojok di balik

[30:29] Abdullah dan rekannya terpojok di balik meja resepsionis. Amunisi yang habis

[30:32] meja resepsionis. Amunisi yang habis ditambah fisik yang lelah enggak

[30:33] ditambah fisik yang lelah enggak memungkinkan lagi untuk mereka dapat

[30:35] memungkinkan lagi untuk mereka dapat bertahan. Wajah-wajah penyesalan pun

[30:37] bertahan. Wajah-wajah penyesalan pun mulai terlihat di sini. Tapi nasi udah

[30:41] mulai terlihat di sini. Tapi nasi udah jadi

[30:54] bubur. Allahu akbar.

[31:02] Yes, ini adalah akhir perjalanan

[31:05] Yes, ini adalah akhir perjalanan Abdullah dan seluruh rekan-rekannya.

[31:07] Abdullah dan seluruh rekan-rekannya. Sementara itu di luar, suasana

[31:09] Sementara itu di luar, suasana diselimuti oleh duka dan Haru. Zara

[31:12] diselimuti oleh duka dan Haru. Zara kembali dipertemukan dengan bayinya

[31:14] kembali dipertemukan dengan bayinya meskipun kejadian ini harus merenggut

[31:17] meskipun kejadian ini harus merenggut nyawa kekasihnya.

[31:22] [Musik]

[31:28] Kaharun ini juga dirasakan oleh Arjun

[31:30] Kaharun ini juga dirasakan oleh Arjun selama perjalanan menuju rumah dan semua

[31:33] selama perjalanan menuju rumah dan semua menjadi lebih emosional saat Arjun

[31:35] menjadi lebih emosional saat Arjun mengetahui bahwa anak dan istrinya

[31:38] mengetahui bahwa anak dan istrinya selamat dalam penyerangan

[31:47] ini. Film ini mengajarkan banyak tentang

[31:49] ini. Film ini mengajarkan banyak tentang dedikasi dan tanggung jawab. Bijaklah

[31:52] dedikasi dan tanggung jawab. Bijaklah memilih dan memilah sesuatu. Apapun

[31:54] memilih dan memilah sesuatu. Apapun pendapat teman-teman, silakan tulis di

[31:56] pendapat teman-teman, silakan tulis di kolom komentar. Jangan lupa di-like dan

[31:58] kolom komentar. Jangan lupa di-like dan di-subscribe juga. Gua Ref dan kita

[32:01] di-subscribe juga. Gua Ref dan kita bakal ketemu lagi di video selanjutnya.

[32:21] [Musik]

[32:41] [Musik] [Tepuk tangan]

[32:46] [Musik]
