Full Transcript
https://www.youtube.com/watch?v=js_NCr3yr4c
[00:10] Bagi sebagian orang, dolar Amerika.
[00:13] Bagi sebagian orang, dolar Amerika Serikat mungkin tidak lebih dari sekedar alat tukar.
[00:19] Padahal lebih dari itu, ia adalah alat kontrol serta simbol kekuasaan.
[00:23] Harga minyak bumi, komoditas hingga transaksi perdagangan internasional kerap dinyatakan dalam dolar Amerika Serikat.
[00:32] Sehingga sebuah negara yang berjarak ribuan kilometer dari Washington masih membutuhkan dolar untuk membeli minyak, membayar utang, atau menjaga kestabilan ekonominya.
[00:42] Dengan kata lain, dolar dengan cara yang sangat halus tapi kuat telah menjerat perekonomian global dalam jaring pengaruh Amerika Serikat.
[00:55] Tentu saja kekuatan dolar Amerika Serikat tidak datang begitu saja.
[01:01] Serikat tidak datang begitu saja.
[01:04] Akar sejarahnya dimulai pada tahun-tahun yang sangat gelap ketika dunia tengah terpuruk dalam kehancuran perang dunia 2.
[01:10] Tahun 1945, Eropa dan Asia sedang hancur dengan kota-kota yang menyisakan puing-puing, industri yang porak-poranda, serta perekonomian yang sekarat.
[01:23] Sebaliknya, Amerika Serikat muncul dari perang sebagai kekuatan ekonomi yang masih utuh.
[01:30] Berbeda dari kekuatan-kekuatan lama seperti Inggris, Perancis, Jerman, atau Jepang yang wilayahnya porak-poranda, daratan Amerika Serikat nyaris tidak tersentuh pertempuran.
[01:41] Kapasitas industri Amerika Serikat bahkan meningkat pesat selama perang untuk mendukung upaya sekutu.
[01:49] Secara finansial, Amerika Serikat juga menguat.
[01:53] Negara ini menguasai sekitar 2/3 cadangan emas moneter dunia pada pertengahan tahun 1940-an.
[02:03] Padahal sebelum perang, Pon Sterling Britannia dikenal sebagai mata uang internasional utama yang didukung oleh luasnya imperium Britannia.
[02:11] Namun usai perang, Inggris bangkrut dan kehilangan banyak cadangan emasnya sehingga tidak lagi mampu mempertahankan posisinya.
[02:22] di mana kemudian kondisi ini menempatkan Amerika Serikat pada posisi istimewa untuk memimpin pemulihan ekonomi global pasca peram.
[02:32] Menyadari bahwa tatanan ekonomi dunia perlu dibangun ulang, para pemimpin dunia khususnya dari pihak sekutu berkumpul.
[02:41] Mereka belajar dari pengalaman pahit periode antar perang, yaitu antara tahun 1918 hingga 1939.
[02:51] Usai perang dunia 1, dunia mengalami kekacauan ekonomi.
[02:57] Banyak negara menerapkan proteksionisme, perang mata uang, dan blok-blok perdagangan tertutup demi menyelamatkan ekonomi domestik masing-masing.
[03:06] ekonomi domestik masing-masing.
[03:10] Akibatnya, depresi besar tahun 1930-an semakin parah dan ketegangan politik semakin meningkat yang kemudian berkontribusi pada pecahnya perang dunia 2.
[03:19] Pelajaran ini mendorong para perumus kebijakan pada awal 1940-an, terutama di Amerika Serikat untuk merancang sistem ekonomi global yang terbuka dan stabil demi mencegah terulangnya krisis.
[03:35] Pada bulan Juli 1944, delegasi dari 44 negara sekutu berkumpul di Brittenwood, Amerika Serikat.
[03:45] Pertemuan yang kemudian dikenal sebagai konferensi Britawood ini bertujuan merancang ulang sistem moneter internasional yang stabil dan tangguh untuk menghindari kekacauan ekonomi pasca perang.
[03:56] Selama 3 minggu, sebanyak 730 delegasi berdiskusi intensif dan tawar-menawar detail mengenai aturan baru.
[04:05] Konferensi tersebut melahirkan dua lembaga global,
[04:08] tersebut melahirkan dua lembaga global, yaitu International Monetary Fund atau IMF dan Bank Internasional untuk rekonstruksi dan Pembangunan atau IBRD yang menjadi cikal bakal bagi Bank Dunia.
[04:20] IMF diberi mandat mengawasi sistem nilai tukar dan menyediakan bantuan keuangan jangka pendek bagi negara yang mengalami defisit neraca pembayaran agar negara tersebut tidak terpaksa mengambil kebijakan devaluasi atau proteksionisme ekstrem.
[04:37] Sementara itu, IBRD bertugas menyalurkan dana untuk rekonstruksi negara-negara yang porak-poranda akibat perang serta membantu pembangunan ekonomi negara berkembang.
[04:50] Inti dari sistem Brittenwood adalah kesepakatan nilai tukar tetap yang berpusat pada mata uang dolar Amerika Serikat dan emas.
[04:59] Para peserta sepakat bahwa setiap negara akan menjaga kurs mata uangnya terhadap dolar.
[05:05] Di sisi lain, Amerika Serikat berkomitmen mempertahankan harga emas
[05:09] berkomitmen mempertahankan harga emas senilai 35 dolar per on emas dan
[05:12] senilai 35 dolar per on emas dan bersedia menukar dolar dengan emas pada
[05:14] bersedia menukar dolar dengan emas pada kurs tersebut bagi bank sentral negara
[05:16] kurs tersebut bagi bank sentral negara lain.
[05:18] lain. Dengan kata lain, dolar Amerika Serikat
[05:21] Dengan kata lain, dolar Amerika Serikat dipatok pada emas dengan nilai resmi 35
[05:24] dipatok pada emas dengan nilai resmi 35 dolar per on emas resmi dan semua mata
[05:26] dolar per on emas resmi dan semua mata uang lain dipatok pada dolar Amerika
[05:29] uang lain dipatok pada dolar Amerika Serikat.
[05:31] Serikat. Sistem ini menjadikan dolar Amerika
[05:33] Sistem ini menjadikan dolar Amerika Serikat sebaik emas di mata dunia.
[05:37] Serikat sebaik emas di mata dunia. Dan selama Amerika Serikat menjaga
[05:39] Dan selama Amerika Serikat menjaga kepercayaannya dengan menjamin
[05:40] kepercayaannya dengan menjamin konvertibilitas dolar pada emas,
[05:42] konvertibilitas dolar pada emas, negara-negara lain bersedia memegang
[05:45] negara-negara lain bersedia memegang dolar sebagai cadangan devisanya.
[05:50] Kesepakatan Brittenwood ditandatangani
[05:53] Kesepakatan Brittenwood ditandatangani pada 22 Juli tahun 1944.
[05:57] pada 22 Juli tahun 1944. Meski Soviet juga hadir kala itu,
[06:00] Meski Soviet juga hadir kala itu, akhirnya Soviet menolak meratifikasinya
[06:03] akhirnya Soviet menolak meratifikasinya karena mencurigai lembaga Brittenwood
[06:05] karena mencurigai lembaga Brittenwood sebagai cabang dari Wall Street. Kendati
[06:08] sebagai cabang dari Wall Street. Kendati demikian, sebagian besar negara sekutu
[06:11] demikian, sebagian besar negara sekutu meratifikasi perjanjian ini dan IMF
[06:14] meratifikasi perjanjian ini dan IMF serta Bank Dunia resmi beroperasi pada
[06:16] serta Bank Dunia resmi beroperasi pada akhir 1945.
[06:21] Pada akhir 1940-an hingga 1950-an.
[06:26] Pada akhir 1940-an hingga 1950-an. Sistem Brittenwood mulai mengakar dan
[06:28] Sistem Brittenwood mulai mengakar dan menciptakan stabilitas keuangan
[06:30] menciptakan stabilitas keuangan internasional seperti yang diidamkan.
[06:34] internasional seperti yang diidamkan. Nilai tukar tetap dolar Amerika Serikat
[06:36] Nilai tukar tetap dolar Amerika Serikat memberikan kepastian bagi para pelaku
[06:38] memberikan kepastian bagi para pelaku usaha karena mereka tahu kurs mata uang
[06:41] usaha karena mereka tahu kurs mata uang akan stabil.
[06:43] akan stabil. Hal ini mendorong investasi dan
[06:45] Hal ini mendorong investasi dan perdagangan lintas negara tumbuh dengan
[06:47] perdagangan lintas negara tumbuh dengan pesat.
[06:48] pesat. Pada era 1950-an dan 1960-an,
[06:53] Pada era 1950-an dan 1960-an, dunia Barat sering disebut sebagai
[06:55] dunia Barat sering disebut sebagai Golden Age Ekonomi. Ditandai pertumbuhan
[06:58] Golden Age Ekonomi. Ditandai pertumbuhan tinggi dan inflasi rendah sebagai berkat
[07:00] tinggi dan inflasi rendah sebagai berkat fondasi sistem keuangan yang stabil.
[07:03] fondasi sistem keuangan yang stabil. Mulai tahun 1958,
[07:07] Mulai tahun 1958, sistem Brittenwood beroperasi penuh
[07:08] sistem Brittenwood beroperasi penuh ketika mata uang Eropa Barat dan Jepang
[07:11] ketika mata uang Eropa Barat dan Jepang akhirnya menjadi konvertibel secara
[07:13] akhirnya menjadi konvertibel secara bebas terhadap dolar.
[07:15] bebas terhadap dolar. Artinya individu dan perusahaan bisa
[07:18] Artinya individu dan perusahaan bisa menukar mata uang seperti Pon Sterling,
[07:20] menukar mata uang seperti Pon Sterling, Frank, Mark, atau Yan ke dolar Amerika
[07:22] Frank, Mark, atau Yan ke dolar Amerika Serikat tanpa pembatasan. Di mana hal
[07:25] Serikat tanpa pembatasan. Di mana hal ini memuluskan transaksi internasional.
[07:29] ini memuluskan transaksi internasional. Negara-negara menyelesaikan pembayaran
[07:32] Negara-negara menyelesaikan pembayaran internasional mereka dalam dolar dan
[07:34] internasional mereka dalam dolar dan Amerika Serikat berjanji menukar setiap
[07:37] Amerika Serikat berjanji menukar setiap kelebihan saldo dolar yang dimiliki bank
[07:39] kelebihan saldo dolar yang dimiliki bank sentral asing dengan emas pada kurs
[07:41] sentral asing dengan emas pada kurs tetap.
[07:45] Manfaat sistem Britainwood dirasakan
[07:47] Manfaat sistem Britainwood dirasakan secara luas. Perdagangan global
[07:50] secara luas. Perdagangan global melonjak, investasi lintas negara
[07:53] melonjak, investasi lintas negara meningkat, dan cadangan devisa
[07:55] meningkat, dan cadangan devisa negara-negara menjadi lebih stabil.
[07:58] negara-negara menjadi lebih stabil. Namun demikian, sistem ini juga
[08:00] Namun demikian, sistem ini juga menempatkan tanggung jawab besar di
[08:02] menempatkan tanggung jawab besar di pundak Amerika Serikat.
[08:04] pundak Amerika Serikat. Sebagai penerbit mata uang cadangan
[08:06] Sebagai penerbit mata uang cadangan dunia, Amerika Serikat harus mengelola
[08:09] dunia, Amerika Serikat harus mengelola pasokan dolar sedemikian rupa sehingga
[08:11] pasokan dolar sedemikian rupa sehingga dunia terjamin likuiditasnya. Namun pada
[08:14] dunia terjamin likuiditasnya.
[08:17] Namun pada saat yang bersamaan, mereka percaya bahwa setiap dolar benar-benar sepadan dengan emas yang dijanjikan.
[08:22] Selain itu, seiring menguatnya peran dolar sebagai mata uang cadangan global, Amerika Serikat memperoleh berbagai keuntungan luar biasa.
[08:32] Sesuatu yang oleh Menteri Keuangan Prancis pada tahun 1960-an disebut sebagai hak istimewa yang berlebihan.
[08:39] Beberapa keuntungan utama bagi Amerika Serikat dari status dolar tersebut antara lain dapat mencetak uang untuk defisit.
[08:48] Amerika Serikat dapat membiayai defisit perdagangan dan anggarannya dengan jauh lebih mudah dibandingkan negara lain.
[08:56] Jika negara lain mengalami defisit neraca pembayaran, biasanya mereka harus khawatir akan kehabisan devisa asing.
[09:04] Namun Amerika Serikat tidak mengalami krisis semacam itu karena impornya dibayar dengan dolar yang dicetaknya sendiri.
[09:12] Dunia bersedia menerima lembaran dolar
[09:15] Dunia bersedia menerima lembaran dolar sebagai pembayaran sehingga Amerika Serikat bisa berbelanja global tanpa khawatir akan kehabisan mata uang asing.
[09:23] Di samping itu, dunia menimbun dolar dalam jumlah besar sebagai cadangan baik berupa uang tunai maupun obligasi pemerintah Amerika.
[09:33] Hal ini berarti Amerika Serikat mendapatkan semacam pinjaman murah dari negara lain.
[09:41] Biaya produksi selembar 100 dolar hanya beberapa sen. Tetapi untuk mendapatkannya negara lain harus menyerahkan barang atau jasa senilai 100.
[09:51] Dominasi dolar juga memberikan pengaruh politik besar bagi Amerika Serikat.
[09:58] Transaksi minyak dan komoditas dalam dolar berarti negara lain sangat bergantung pada akses ke sistem finansial berbasis dolar.
[10:05] Amerika Serikat dapat menggunakan mata uangnya sebagai alat tekanan terhadap musuh.
[10:11] Misalnya melalui sanksi finansial dengan membatasi akses lembaga atau negara
[10:15] membatasi akses lembaga atau negara tertentu ke transaksi dolar di tingkat tertentu ke transaksi dolar di tingkat global.
[10:19] global.
[10:21] Meskipun aspek ini baru menonjol di dekade kemudian, namun fondasi pengaruhnya sudah ada sejak dolar mengglobal.
[10:26] pengaruhnya sudah ada sejak dolar mengglobal.
[10:29] Beragam keuntungan itu memberikan stimulasi besar bagi perekonomian Amerika Serikat selama bertahun-tahun.
[10:33] stimulasi besar bagi perekonomian Amerika Serikat selama bertahun-tahun.
[10:37] Amerika Serikat bisa terus menjalankan peran pemimpin ekonomi global tanpa takut kekurangan finansial.
[10:39] peran pemimpin ekonomi global tanpa takut kekurangan finansial.
[10:44] Namun hak istimewa ini datang bersama tanggung jawab menjaga kepercayaan.
[10:47] tanggung jawab menjaga kepercayaan.
[10:50] Jika dunia mulai meragukan nilai dolar, maka status istimewa itu bisa terancam.
[10:53] maka status istimewa itu bisa terancam.
[10:56] Dan benar saja, menjelang akhir 1950-an mulai muncul tanda tanya semacam itu.
[11:00] mulai muncul tanda tanya semacam itu.
[11:03] Bahwa seberapa lama Amerika Serikat mampu mempertahankan integritas dolar terhadap emas di tengah perubahan ekonomi global.
[11:05] mampu mempertahankan integritas dolar terhadap emas di tengah perubahan ekonomi global.
[11:13] Memasuki akhir tahun 1950-an dan
[11:16] Memasuki akhir tahun 1950-an dan sepanjang 1960-an,
[11:19] sepanjang 1960-an, ketegangan dalam sistem Brittenwood
[11:21] ketegangan dalam sistem Brittenwood meningkat dengan perlahan.
[11:24] meningkat dengan perlahan. Amerika Serikat mulai mengalami defisit
[11:26] Amerika Serikat mulai mengalami defisit neraca pembayaran yang kronis disebabkan
[11:29] neraca pembayaran yang kronis disebabkan oleh beberapa faktor.
[11:31] oleh beberapa faktor. Pertama, ekonomi Eropa Barat dan Jepang
[11:34] Pertama, ekonomi Eropa Barat dan Jepang yang pulih justru berkompetisi dengan
[11:36] yang pulih justru berkompetisi dengan produk-produk Amerika Serikat.
[11:39] produk-produk Amerika Serikat. Kedua, pengeluaran luar negeri Amerika
[11:41] Kedua, pengeluaran luar negeri Amerika Serikat membengkak.
[11:43] Serikat membengkak. Amerika Serikat mendanai pangkalan
[11:45] Amerika Serikat mendanai pangkalan militer di berbagai belahan dunia dalam
[11:48] militer di berbagai belahan dunia dalam rangka perang dingin, memberikan bantuan
[11:50] rangka perang dingin, memberikan bantuan ekonomi ke sekutu, dan terlibat dalam
[11:53] ekonomi ke sekutu, dan terlibat dalam perang Vietnam di pertengahan hingga
[11:55] perang Vietnam di pertengahan hingga akhir 1960-an.
[11:57] akhir 1960-an. Dan semua ini mengalirkan dolar ke luar
[12:00] Dan semua ini mengalirkan dolar ke luar negeri.
[12:01] negeri. Dan ketiga, di dalam negeri program
[12:04] Dan ketiga, di dalam negeri program sosial dan belanja publik meningkatkan
[12:06] sosial dan belanja publik meningkatkan sirkulasi dolar yang sebagian lari ke
[12:09] sirkulasi dolar yang sebagian lari ke impor. Kombinasi faktor-faktor ini
[12:12] impor. Kombinasi faktor-faktor ini membuat neraca pembayaran Amerika
[12:14] membuat neraca pembayaran Amerika Serikat mengalami defisit dan jumlah
[12:17] Serikat mengalami defisit dan jumlah dolar yang beredar di luar negeri terus meningkat.
[12:22] Pada tahun 1959, stok emas moneter Amerika Serikat setara dengan total kewajiban dolar Amerika Serikat kepada luar negeri saat itu.
[12:33] Serikat kepada luar negeri saat itu.
[12:33] Artinya titik impas mulai tercapai.
[12:37] Artinya titik impas mulai tercapai.
[12:39] Semua dolar di luar negeri sebenarnya sudah bisa menguras habis emas Amerika Serikat jika ditukarkan secara serentak.
[12:45] Dan hanya 5 tahun kemudian, tepatnya di tahun 1964, utang dolar resmi Amerika Serikat yang dipegang oleh bank-bank sentral asing melampaui nilai cadangan emas Amerika Serikat.
[12:57] Dengan kata lain, sejak pertengahan 1960-an, Amerika Serikat secara de facto tidak lagi memiliki cukup emas untuk menjamin semua dolar yang beredar secara internasional.
[13:10] Kesenjangan ini semakin melebar menjelang akhir dekade 1960-an saat dolar di luar negeri jauh melampaui
[13:18] saat dolar di luar negeri jauh melampaui nilai emas di berangkas Amerika Serikat.
[13:22] nilai emas di berangkas Amerika Serikat.
[13:24] Dan hal ini segera merubah kepercayaan para pemimpin dunia terhadap dolar.
[13:29] Pada November 1967, tanda keretakan sistem makin nyata ketika Inggris terpaksa mendevaluasi Pon sterling sebesar 14%. akibat tekanan pasar.
[13:35] tanda keretakan sistem makin nyata ketika Inggris terpaksa mendevaluasi Pon sterling sebesar 14%. akibat tekanan pasar.
[13:37] ketika Inggris terpaksa mendevaluasi Pon sterling sebesar 14%. akibat tekanan pasar.
[13:40] sterling sebesar 14%. akibat tekanan pasar.
[13:42] pasar. Devaluasi mata uang utama seperti PON yang juga merupakan salah satu mata uang cadangan terbesar selain dolar mengguncang kepercayaan global dan mendorong banyak negara serta investor beralih memegang dolar dan emas.
[13:45] Devaluasi mata uang utama seperti PON yang juga merupakan salah satu mata uang cadangan terbesar selain dolar mengguncang kepercayaan global dan mendorong banyak negara serta investor beralih memegang dolar dan emas.
[13:47] yang juga merupakan salah satu mata uang cadangan terbesar selain dolar mengguncang kepercayaan global dan mendorong banyak negara serta investor beralih memegang dolar dan emas.
[13:49] cadangan terbesar selain dolar mengguncang kepercayaan global dan mendorong banyak negara serta investor beralih memegang dolar dan emas.
[13:51] mengguncang kepercayaan global dan mendorong banyak negara serta investor beralih memegang dolar dan emas.
[13:53] mendorong banyak negara serta investor beralih memegang dolar dan emas.
[13:56] beralih memegang dolar dan emas. Permintaan penukaran dolar ke emas di Amerika Serikat meningkat setelah peristiwa tersebut.
[13:58] Permintaan penukaran dolar ke emas di Amerika Serikat meningkat setelah peristiwa tersebut.
[14:00] Amerika Serikat meningkat setelah peristiwa tersebut.
[14:02] peristiwa tersebut. Prancis yang sejak pertengahan 1960-an memang skeptis terhadap dolar semakin gencar menukar cadangan dolarnya dengan emas.
[14:06] Prancis yang sejak pertengahan 1960-an memang skeptis terhadap dolar semakin gencar menukar cadangan dolarnya dengan emas.
[14:08] memang skeptis terhadap dolar semakin gencar menukar cadangan dolarnya dengan emas.
[14:10] gencar menukar cadangan dolarnya dengan emas.
[14:12] emas. Presiden Prancis Charles de Gaule secara terang-terangan mengecam sistem Brittenwood yang dianggapnya memberi keistimewaan berlebihan terhadap Amerika
[14:14] Presiden Prancis Charles de Gaule secara terang-terangan mengecam sistem Brittenwood yang dianggapnya memberi keistimewaan berlebihan terhadap Amerika
[14:16] terang-terangan mengecam sistem Brittenwood yang dianggapnya memberi keistimewaan berlebihan terhadap Amerika
[14:18] Brittenwood yang dianggapnya memberi keistimewaan berlebihan terhadap Amerika
[14:20] keistimewaan berlebihan terhadap Amerika Serikat.
[14:22] Serikat. Bagi Prancis, Britainwood telah
[14:24] Bagi Prancis, Britainwood telah menciptakan ketimpangan
[14:26] menciptakan ketimpangan bahwa Amerika Serikat bisa berbelanja
[14:29] bahwa Amerika Serikat bisa berbelanja besar di luar negeri dan membayar dengan
[14:31] besar di luar negeri dan membayar dengan dolar yang mereka cetak sendiri.
[14:33] dolar yang mereka cetak sendiri. Sementara negara lain yang memegang
[14:34] Sementara negara lain yang memegang dolar pada hakikatnya membiayai defisit
[14:38] dolar pada hakikatnya membiayai defisit Amerika Serikat.
[14:39] Amerika Serikat. De Gaule secara provokatif menyatakan
[14:42] De Gaule secara provokatif menyatakan tidak ada mata uang yang pantas menjadi
[14:44] tidak ada mata uang yang pantas menjadi standar dunia selain emas itu sendiri
[14:47] standar dunia selain emas itu sendiri dan mendesak pengembalian peran utama
[14:49] dan mendesak pengembalian peran utama emas dalam sistem moneter internasional.
[14:53] emas dalam sistem moneter internasional. Itulah mengapa ia menyerukan agar dunia
[14:56] Itulah mengapa ia menyerukan agar dunia kembali ke standar moneter berbasis emas
[14:58] kembali ke standar moneter berbasis emas murni tanpa didominasi satu mata uang
[15:00] murni tanpa didominasi satu mata uang nasional.
[15:04] Upaya Prancis menukar dolar menjadi emas
[15:06] Upaya Prancis menukar dolar menjadi emas berlangsung agresif sepanjang paruh
[15:08] berlangsung agresif sepanjang paruh kedua tahun 1960-an.
[15:12] kedua tahun 1960-an. Akibatnya cadangan emas Amerika Serikat
[15:15] Akibatnya cadangan emas Amerika Serikat terus tergerus.
[15:16] terus tergerus. Selain Prancis, beberapa negara Eropa
[15:19] Selain Prancis, beberapa negara Eropa lain seperti Jerman Barat juga mulai
[15:21] lain seperti Jerman Barat juga mulai enggan menampung limpahan dolar yang berlebih.
[15:26] Mereka lebih suka kelebihan dolar dipakai membeli emas atau dalam kasus Jerman memilih membiarkan mata uangnya sendiri menguat daripada terus mencetak uang untuk membeli dolar.
[15:38] Sementara itu, ketegangan antar pemerintah soal beban penyesuaian juga muncul.
[15:42] Amerika Serikat menekan Jerman dan Jepang agar mau menaikkan nilai tukar mata uang mereka guna mengurangi surplus.
[15:48] Tetapi langkah ini ditolak karena akan melemahkan daya saing ekspor kedua negara tersebut.
[15:58] Puncak dari krisis ini mulai tampak di tahun 1968.
[16:04] Pada bulan Maret 1968, tekanan spekulatif terhadap emas memuncak di pasar London.
[16:11] Para spekulan yang khawatir Amerika Serikat akan kehabisan emas membeli emas besar-besaran sehingga harganya melonjak.
[16:18] Dan untuk menghindari habisnya cadangan, Amerika Serikat dan sekutu
[16:24] cadangan, Amerika Serikat dan sekutu akhirnya memutuskan menyerah pada akhirnya memutuskan menyerah pada mekanisme pasar.
[16:27] mekanisme pasar.
[16:31] Sejak saat itu muncullah dua harga emas, yaitu harga resmi sebesar 35 per ons emas untuk transaksi antar bank sentral
[16:36] emas untuk transaksi antar bank sentral dan harga pasar bebas yang dibiarkan naik turun sesuai permintaan.
[16:39] dan harga pasar bebas yang dibiarkan naik turun sesuai permintaan.
[16:42] Keputusan ini diambil setelah Otoritas Monetar Barat menutup sementara pasar Emas London dan mengadakan pertemuan darurat setelah menyadari bahwa mereka tidak lagi mampu mempertahankan harga emas secara artifisial.
[16:45] Keputusan ini diambil setelah Otoritas Monetar Barat menutup sementara pasar
[16:47] Monetar Barat menutup sementara pasar Emas London dan mengadakan pertemuan
[16:49] Emas London dan mengadakan pertemuan darurat setelah menyadari bahwa mereka
[16:52] darurat setelah menyadari bahwa mereka tidak lagi mampu mempertahankan harga
[16:54] tidak lagi mampu mempertahankan harga emas secara artifisial.
[16:59] Kendati demikian, secara resmi mekanisme Brittenwood masih bertahan 3 tahun lagi.
[17:02] Kendati demikian, secara resmi mekanisme Brittenwood masih bertahan 3 tahun lagi.
[17:06] Bank-bank sentral non AS masih bisa menukarkan dolar mereka ke emas via defet.
[17:08] Bank-bank sentral non AS masih bisa menukarkan dolar mereka ke emas via
[17:10] menukarkan dolar mereka ke emas via defet.
[17:11] Prancis misalnya terus menambah cadangan emasnya dengan menguras emas Amerika Serikat.
[17:14] Prancis misalnya terus menambah cadangan emasnya dengan menguras emas Amerika
[17:16] emasnya dengan menguras emas Amerika Serikat. Dan untuk mengeksekusi hal ini, De Gaule bahkan mengirim sebuah kapal perang angkatan laut Prancis melintasi
[17:20] Serikat. Dan untuk mengeksekusi hal ini, De Gaule bahkan mengirim sebuah kapal
[17:22] De Gaule bahkan mengirim sebuah kapal perang angkatan laut Prancis melintasi
[17:24] perang angkatan laut Prancis melintasi samudra Atlantik menuju New York untuk
[17:26] samudra Atlantik menuju New York untuk secara harfiah membawa pulang cadangan
[17:29] secara harfiah membawa pulang cadangan emas Prancis dalam peti-peti dari
[17:31] emas Prancis dalam peti-peti dari berangkas Amerika Serikat.
[17:33] berangkas Amerika Serikat. Negara seperti Jerman juga menimbun emas
[17:36] Negara seperti Jerman juga menimbun emas dan dolar sekaligus sambil bersiap jika
[17:39] dan dolar sekaligus sambil bersiap jika sistem ini runtuh.
[17:41] sistem ini runtuh. Amerika Serikat sendiri makin terpojok.
[17:44] Amerika Serikat sendiri makin terpojok. Cadangan emas mereka turun dari sekitar
[17:47] Cadangan emas mereka turun dari sekitar 20.000 ton di tahun 1945,
[17:50] 20.000 ton di tahun 1945, menjadi tinggal sekitar 10.000 ton pada
[17:52] menjadi tinggal sekitar 10.000 ton pada tahun 1970
[17:54] tahun 1970 dan merosot lagi mendekati 8.000 ton
[17:57] dan merosot lagi mendekati 8.000 ton pada tahun 1971.
[18:01] pada tahun 1971. Sehingga angka 35 per ons emas semakin
[18:04] Sehingga angka 35 per ons emas semakin tidak realistis.
[18:08] Pada awal tahun 1971,
[18:11] Pada awal tahun 1971, tekanan terakhir datang menerjang
[18:13] tekanan terakhir datang menerjang Amerika Serikat. Investor internasional
[18:17] Amerika Serikat. Investor internasional serta beberapa bank sentral semakin
[18:19] serta beberapa bank sentral semakin mempercepat konversi dolar ke emas
[18:21] mempercepat konversi dolar ke emas karena melihat kebijakan ekonomi Amerika
[18:23] karena melihat kebijakan ekonomi Amerika Serikat yang inflasioner.
[18:26] Serikat yang inflasioner.
[18:29] Pada tahun 1971, Inggris mengajukan permintaan penukaran dolar ke emas dalam jumlah yang sangat besar sekitar 3 miliar dolar sebuah jumlah yang akan menghabiskan sisa emas moneter Amerika Serikat.
[18:41] Dalam kondisi itu, Amerika Serikat berada di ujung tanduk dan hanya ada satu langkah tersisa yang dapat diambil untuk mencegah keruntuhan total cadangan emas.
[18:54] Pada 15 Agustus 1971, Presiden Richard Nixon menyampaikan pidato mengejutkan yang kelak dikenal sebagai Nixon Shock.
[19:05] Dalam kebijakan darurat tersebut, ia menutup jendela emas, yakni menghentikan kesediaan Amerika Serikat untuk menukar dolar dengan emas.
[19:15] Secara sepihak, Amerika Serikat menangguhkan konvertibilitas dolar terhadap emas.
[19:23] Nixon menyebut langkah ini sangat perlu untuk melindungi dolar dari penyalahgunaan spekulan serta
[19:27] dari penyalahgunaan spekulan serta menstabilkan ekonomi domestik.
[19:30] menstabilkan ekonomi domestik. Selain itu, ia juga mengumumkan
[19:32] Selain itu, ia juga mengumumkan pembekuan harga dan upah selama 90 hari
[19:35] pembekuan harga dan upah selama 90 hari serta pengenaan tarif impor 10% sebagai
[19:38] serta pengenaan tarif impor 10% sebagai bagian dari paket darurat.
[19:40] bagian dari paket darurat. Dan kini sistem yang menopang
[19:42] Dan kini sistem yang menopang perdagangan internasional selama kurang
[19:44] perdagangan internasional selama kurang lebih dari 25 tahun itu runtuh seketika.
[19:51] Meski awalnya diumumkan sebagai
[19:53] Meski awalnya diumumkan sebagai sementara, penutupan jendela emas oleh
[19:55] sementara, penutupan jendela emas oleh Nixon nyatanya menjadi permanen.
[19:59] Nixon nyatanya menjadi permanen. Dalam beberapa bulan berikutnya,
[20:01] Dalam beberapa bulan berikutnya, negara-negara maju mencoba
[20:03] negara-negara maju mencoba menegosiasikan tatanan baru yang
[20:05] menegosiasikan tatanan baru yang mendevaluasi dolar terhadap emas menjadi
[20:07] mendevaluasi dolar terhadap emas menjadi 38 per ons dan memperlebar band
[20:10] 38 per ons dan memperlebar band fluktuasi kurs. Namun sayangnya
[20:12] fluktuasi kurs. Namun sayangnya kesepakatan itu gagal untuk menahan
[20:15] kesepakatan itu gagal untuk menahan gejolak.
[20:16] gejolak. Pada Februari 1973,
[20:20] Pada Februari 1973, pasar Valas diguncang kembali dan
[20:22] pasar Valas diguncang kembali dan beberapa mata uang utama mengalami
[20:24] beberapa mata uang utama mengalami tekanan hebat. Akhirnya Maret 1973
[20:29] tekanan hebat. Akhirnya Maret 1973 menandai berakhirnya rezim kurs tetap.
[20:32] menandai berakhirnya rezim kurs tetap. Runtuhnya Britaenwood secara formal
[20:34] Runtuhnya Britaenwood secara formal dilakukan melalui persetujuan Jamaika
[20:37] dilakukan melalui persetujuan Jamaika tahun 1976
[20:39] tahun 1976 yang disepakati oleh negara-negara IMF.
[20:42] yang disepakati oleh negara-negara IMF. Dengan demikian, era standar emas resmi
[20:45] Dengan demikian, era standar emas resmi telah berakhir dan emas tidak lagi
[20:48] telah berakhir dan emas tidak lagi menjadi patokan moneter internasional.
[20:51] menjadi patokan moneter internasional. Banyak negara kemudian melepas
[20:53] Banyak negara kemudian melepas keterkaitan mata uangnya dari dolar dan
[20:56] keterkaitan mata uangnya dari dolar dan beralih ke rezim kurs yang mengambang.
[21:01] Meski dolar tidak lagi dipercaya, pada
[21:03] Meski dolar tidak lagi dipercaya, pada tahun 1973 hingga 1974,
[21:08] tahun 1973 hingga 1974, pemerintahan Nixon mencapai pemahaman
[21:10] pemerintahan Nixon mencapai pemahaman rahasia dengan Arab Saudi yang menjadi
[21:12] rahasia dengan Arab Saudi yang menjadi dasar terciptanya petrol Dolar.
[21:16] dasar terciptanya petrol Dolar. Inti perjanjiannya, Arab Saudi di bawah
[21:18] Inti perjanjiannya, Arab Saudi di bawah pemerintahan Raja Faisal sepakat hanya
[21:21] pemerintahan Raja Faisal sepakat hanya akan menjual minyaknya dalam dolar
[21:23] akan menjual minyaknya dalam dolar Amerika Serikat.
[21:25] Amerika Serikat. Lalu sebagai imbal balik, Amerika
[21:28] Lalu sebagai imbal balik, Amerika Serikat memberikan jaminan keamanan bagi
[21:30] Serikat memberikan jaminan keamanan bagi rezim Saudi, termasuk perlindungan
[21:32] rezim Saudi, termasuk perlindungan militer, penjualan persenjataan canggih,
[21:35] militer, penjualan persenjataan canggih, serta dukungan politik.
[21:38] serta dukungan politik. Amerika Serikat juga berjanji akan
[21:40] Amerika Serikat juga berjanji akan membeli minyak Saudi serta mengizinkan
[21:42] membeli minyak Saudi serta mengizinkan Saudi berinvestasi besar-besaran dalam
[21:44] Saudi berinvestasi besar-besaran dalam surat utang pemerintah Amerika Serikat.
[21:48] surat utang pemerintah Amerika Serikat. Kesepakatan ini pada dasarnya adalah
[21:50] Kesepakatan ini pada dasarnya adalah barter antara minyak dan keamanan atau
[21:53] barter antara minyak dan keamanan atau dukungan politik.
[21:57] Proposal Petro Dolar akhirnya disetujui.
[22:01] Proposal Petro Dolar akhirnya disetujui. Pada tahun 1974,
[22:03] Pada tahun 1974, mekanisme Petrodolar mulai berlaku penuh
[22:06] mekanisme Petrodolar mulai berlaku penuh di Saudi. Dan pada tahun 1975,
[22:10] di Saudi. Dan pada tahun 1975, negara-negara OPEC lainnya mulai
[22:12] negara-negara OPEC lainnya mulai mengikuti.
[22:14] mengikuti. Sejak saat itu, OPEC menetapkan bahwa
[22:17] Sejak saat itu, OPEC menetapkan bahwa minyak dunia hanya akan diperdagangkan
[22:20] minyak dunia hanya akan diperdagangkan dalam dolar Amerika Serikat.
[22:22] dalam dolar Amerika Serikat. di mana kemudian sistem petrol ini
[22:25] di mana kemudian sistem petrol ini memiliki dampak yang sangat besar bagi
[22:27] memiliki dampak yang sangat besar bagi Amerika Serikat.
[22:29] Amerika Serikat. Negara pengimpor minyak di seluruh dunia
[22:32] Negara pengimpor minyak di seluruh dunia kini harus memiliki cadangan dolar yang
[22:34] kini harus memiliki cadangan dolar yang cukup untuk membeli minyak. Karena
[22:36] cukup untuk membeli minyak. Karena minyak adalah kebutuhan vital bagi
[22:38] minyak adalah kebutuhan vital bagi perekonomian, permintaan global akan
[22:41] perekonomian, permintaan global akan dolar otomatis terjaga tinggi.
[22:44] dolar otomatis terjaga tinggi. Ibaratnya, dolar mendapat backing baru
[22:47] Ibaratnya, dolar mendapat backing baru berupa emas hitam, yakni minyak bumi.
[22:50] berupa emas hitam, yakni minyak bumi. Setiap barel minyak di pasar
[22:52] Setiap barel minyak di pasar internasional memiliki harga dalam USD
[22:55] internasional memiliki harga dalam USD sehingga memaksa semua negara terus
[22:57] sehingga memaksa semua negara terus memegang dolar.
[22:59] memegang dolar. Negara-negara pengekspor minyak
[23:01] Negara-negara pengekspor minyak mengumpulkan limpahan dolar dari hasil
[23:03] mengumpulkan limpahan dolar dari hasil ekspor. Dolar-dolar ini kemudian
[23:06] ekspor. Dolar-dolar ini kemudian sebagian besar didaur ulang kembali ke
[23:08] sebagian besar didaur ulang kembali ke sistem finansial Amerika Serikat dalam
[23:10] sistem finansial Amerika Serikat dalam bentuk investasi. Misalnya deposito di
[23:13] bentuk investasi. Misalnya deposito di bank-bank Amerika Serikat atau pembelian
[23:16] bank-bank Amerika Serikat atau pembelian obligasi pemerintah Amerika.
[23:19] obligasi pemerintah Amerika. Dan hasilnya defisit perdagangan Amerika
[23:21] Dan hasilnya defisit perdagangan Amerika Serikat dapat dibiayai oleh dana yang
[23:24] Serikat dapat dibiayai oleh dana yang kembali tersebut.
[23:26] kembali tersebut. Dan singkatnya Amerika Serikat membayar
[23:28] Dan singkatnya Amerika Serikat membayar impor minyak dengan dolar. Lalu negara
[23:31] impor minyak dengan dolar. Lalu negara pengekspor menaruh dolar itu kembali ke
[23:33] pengekspor menaruh dolar itu kembali ke aset aset keuangan Amerika Serikat
[23:35] aset aset keuangan Amerika Serikat sehingga dananya berputar kembali ke
[23:37] sehingga dananya berputar kembali ke Amerika Serikat.
[23:41] Permintaan global akan aset yang
[23:43] Permintaan global akan aset yang diperdagangkan dengan dolar terus
[23:45] diperdagangkan dengan dolar terus meningkat sehingga imbal hasil surat
[23:47] meningkat sehingga imbal hasil surat utang Amerika Serikat bisa ditekan lebih
[23:50] utang Amerika Serikat bisa ditekan lebih rendah.
[23:52] rendah. Ini membantu Amerika Serikat dapat
[23:54] Ini membantu Amerika Serikat dapat membiayai utang. dengan lebih murah.
[23:57] membiayai utang. dengan lebih murah. Investopedia mencatat bahwa sistem
[23:59] Investopedia mencatat bahwa sistem petrol menjaga permintaan tinggi
[24:01] petrol menjaga permintaan tinggi terhadap obligasi Amerika Serikat
[24:03] terhadap obligasi Amerika Serikat sehingga turut menekan suku bunga
[24:05] sehingga turut menekan suku bunga Amerika Serikat lebih rendah daripada
[24:07] Amerika Serikat lebih rendah daripada seandainya minyak tidak diperdagangkan
[24:09] seandainya minyak tidak diperdagangkan dengan dolar.
[24:11] dengan dolar. Dan yang tidak kalah penting, langkah
[24:14] Dan yang tidak kalah penting, langkah ini memulihkan posisi dolar pasca
[24:16] ini memulihkan posisi dolar pasca guncangan pada tahun 1970-an.
[24:20] guncangan pada tahun 1970-an. Ketika Nixon memutuskan untuk menutup
[24:22] Ketika Nixon memutuskan untuk menutup jendela emas, nilai dolar sempat merosot
[24:25] jendela emas, nilai dolar sempat merosot karena kehilangan salah satu
[24:26] karena kehilangan salah satu penyokongnya.
[24:28] penyokongnya. Namun, setelah minyak seluruhnya
[24:30] Namun, setelah minyak seluruhnya dihargakan dalam dolar, permintaan
[24:32] dihargakan dalam dolar, permintaan global terhadap dolar terus melonjak dan
[24:34] global terhadap dolar terus melonjak dan nilai tukarnya berangsur puli. Bahkan
[24:38] nilai tukarnya berangsur puli. Bahkan Petro Dolar memperpanjang dominasi dolar
[24:40] Petro Dolar memperpanjang dominasi dolar beberapa dekade ke depan dengan
[24:42] beberapa dekade ke depan dengan meningkatkan mata uang Amerika Serikat
[24:44] meningkatkan mata uang Amerika Serikat itu pada aliran minyak dunia.
[24:48] itu pada aliran minyak dunia. Pada akhirnya sistem petrol dolar
[24:50] Pada akhirnya sistem petrol dolar efektif memperpanjang umur hegomoni
[24:52] efektif memperpanjang umur hegomoni dolar Amerika Serikat hingga entah
[24:54] dolar Amerika Serikat hingga entah kapan.
[24:55] kapan. Bahkan ketika dunia telah beralih ke
[24:58] Bahkan ketika dunia telah beralih ke rezim kursus mengambang dan berbagai
[24:59] rezim kursus mengambang dan berbagai mata uang bersaing di pasaran, dolar
[25:02] mata uang bersaing di pasaran, dolar tetap berada di puncak karena satu
[25:04] tetap berada di puncak karena satu alasan fundamental yaitu perdagangan
[25:07] alasan fundamental yaitu perdagangan minyak yang tetap bergantung pada dolar.
[25:10] minyak yang tetap bergantung pada dolar. Hal ini membuat bank sentral di manapun
[25:13] Hal ini membuat bank sentral di manapun merasa wajib menyimpan dolar. Selain
[25:15] merasa wajib menyimpan dolar. Selain untuk keperluan investasi nilai tukar
[25:18] untuk keperluan investasi nilai tukar juga sebagai jaminan jika sewaktu-waktu
[25:21] juga sebagai jaminan jika sewaktu-waktu perlu membeli komoditas strategis.
[25:24] perlu membeli komoditas strategis. Petro Dolar mengaitkan permintaan dolar
[25:26] Petro Dolar mengaitkan permintaan dolar dengan ekonomi ril sehingga meski tanpa
[25:29] dengan ekonomi ril sehingga meski tanpa standar emas, dolar tetap memiliki
[25:31] standar emas, dolar tetap memiliki penopang nilai tersendiri melalui
[25:33] penopang nilai tersendiri melalui statusnya sebagai satu-satunya alat
[25:35] statusnya sebagai satu-satunya alat tukar minyak.
[25:39] Yeah.