# SERDOS PDD UKTPT KARTIWI

https://www.youtube.com/watch?v=LOzYeDx75Qo

[00:00] [Musik]
[00:47] Bismillahirrahmanirrahim.
[00:49] Asalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh.
[00:53] Selamat pagi.
[00:53] Salam sejahtera untuk kita semua.
[00:56] Perkenalkan saya Kartiwi Esos, M.Si.,
[01:01] Dosen tetap pada Prodi Pembangunan Ekonomi dan Pemberdayaan Masyarakat Fakultas Politik Pemerintahan Institut Pemerintahan Dalam Negeri.
[01:12] Institut Pemerintahan Dalam Negeri merupakan perguruan tinggi kedinasan di bawah Kementerian Dalam Negeri yang peserta didiknya disebut dengan praja.
[01:23] Saat ini saya tengah menjalani proses sertifikasi dosen yang diselenggarakan oleh Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi tahun 2025.
[01:37] Dalam rangkaian kegiatan ini, saya akan menyusun dokumen pernyataan diri dosen sebagai bagian dari unjuk kerja tridarma perguruan tinggi bidang pengajaran.
[01:51] Pada kesempatan ini saya akan menjelaskan salah satu mata kuliah yaitu pengantar ilmu administrasi publik yang.
[02:02] Diberikan pada semester 2 dengan bobot 2 SKS.
[02:07] Adapun deskripsi mata kuliah pengantar ilmu administrasi publik membahas tentang dasar-dasar administrasi publik secara komprehensif.
[02:19] Perkembangan ilmu administrasi dan manajemen.
[02:21] Menguraikan fungsi-fungsi dan prinsip-prinsip administrasi membahas isu-isu kontemporer administrasi publik, serta kemajuan teknologi informasi dan revolusi industri 4.0.
[02:38] Untuk capaian pembelajaran yaitu CPL2 menguasai konsep teoritis ilmu, administrasi publik, manajemen pemerintahan, pelayanan publik, tata kelola pemerintahan yang baik atau good governance, organisasi pemerintahan, koordinasi pemerintahan dan kepimpinan pemerintahan.
[03:01] CPL 3 menguasai konsep berbagai.
[03:05] Peraturan perundang-undangan terkait politik dalam negeri.
[03:07] CPL6 menguasai prinsip pengambilan keputusan.
[03:16] CPL 7 menguasai penyelenggaraan kewenangan pemerintahan dan pemerintahan daerah.
[03:21] Isu-isu administrasi publik kontemporer yang berkaitan dengan pelayanan masyarakat serta kemajuan teknologi informasi.
[03:33] Selanjutnya kemampuan yang diharapkan mata kuliah ini tertuang dalam capaian pembelajaran mata kuliah yaitu CPMK 1 mampu menjelaskan prinsip-prinsip administrasi publik, manajemen, dan organisasi.
[03:53] CPMK2 mampu memahami proses pengambilan keputusan.
[04:00] CPMK3 mampu mengumpulkan, mengolah, menggunakan data potensi dan data.
[04:07] Informasi organisasi pemerintahan.
[04:11] CPMK4 mampu memahami isu-isu kontemporer administrasi publik.
[04:18] Yang terakhir, CPMK5 mampu memahami teknologi informasi dan revolusi industri 4.0.
[04:28] Adapun materi pembelajaran meliputi satu pengertian administrasi publik, organisasi dan manajemen.
[04:39] Dua, perkembangan ilmu administrasi dan manajemen.
[04:41] Tiga, fungsi-fungsi administrasi dan manajemen.
[04:44] Empat pengambilan keputusan.
[04:48] Lima, pengelompokan dan prinsip-prinsip administrasi publik.
[04:57] Enam, perkembangan administrasi publik.
[05:01] Tujuh, isu-isu kontemporer administrasi publik.
[05:04] 8. Teknologi informasi dan.
[05:09] Revolusi industri 4.0.
[05:13] Sistem pembelajaran pada perkuliahan pengantar ilmu administratif publik diselenggarakan menggunakan pendekatan blended trainning, yakni kombinasi antara pembelajaran tatap muka secara langsung dan pembelajaran daring melalui platform e-learning resmi IPDM, yaitu sistem informasi akademik dan pelayanan IPDM atau yang lebih dikenal dengan siap.
[05:41] IPDM yang dapat diakses melalui laman siap.n.ac.id.
[05:51] Metode yang kami terapkan yaitu satu ceramah, dua tanya jawab, tiga diskusi kelompok, empat studi kasus, lima praktikum melalui penyusunan laporan digital berbentuk ibu.
[06:10] Media pembelajaran untuk mata kuliah ini meliputi satu RPS dan modul.
[06:17] Dua PowerPoint, artikel ilmiah, dan studi kasus, serta yang ketiga adalah melalui media interaktif berupa aplikasi pembelajaran, game edukasi, simulasi, dan lain-lain.
[06:32] Format penilaian sesuai dengan pedoman akademik sebagai berikut.
[06:35] Satu, ujian tengah semester sebesar 30%.
[06:40] Dua, ujian akhir semester sebesar 40%.
[06:46] Tugas terstruktur sebesar 15%.
[06:50] Empat, aktivitas di kelas sebesar 10%.
[06:55] Lima, kehadiran sebesar 5%.
[06:59] Penilaian dilakukan secara objektif dengan mempertimbangkan ketepatan dalam menjelaskan dan penguasaan materi, partisipasi aktif, serta kemampuan.
[07:11] Menganalisis studi kasus.
[07:15] Kemudian menerapkan rubrik penilaian yang terstruktur dan terukur serta menyampaikan hasil evaluasi kepada pelajar sebagai bagian dari mekanisme umpam balik untuk mendukung peningkatan mutu pembelajaran.
[07:31] [Musik]
[07:33] Selanjutnya, mari kita menyimak video pembelajaran pengantar ilmu administrasi publik sebagai berikut.
[07:43] Bismillahirrahmanirrahim.
[07:45] Asalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh.
[07:47] Waalaikumsalam warahmatullahi wabarakatuh.
[07:50] Selamat siang.
[07:53] Salam sejahtera untuk kita semua ya.
[07:55] Halam.
[07:57] Eh, bagaimana?
[07:57] Sehat semua ini?
[07:59] Sehat, sehat.
[08:01] Eh, apa siang ini Ibu akan memberi materi mengenai perkuliahan pengantar Ibu administrasi publik ya, mengenai paradigma administrasi atau good.
[08:13] Governance hingga transport.
[08:15] Tapi sebelumnya Ibu mau review dulu yang pertemuan kemarin, minggu kemarin.
[08:21] Ada yang tahu apa?
[08:24] Siap.
[08:24] Teori X dan Y.
[08:27] Kemudian teori Z.
[08:28] Dori Z kira-kira seperti apa teori X?
[08:32] Ada yang bisa?
[08:33] Siap.
[08:34] Siap.
[08:34] Ya.
[08:34] Siapa ini?
[08:34] Kristin.
[08:36] Kristin.
[08:36] Iya.
[08:36] Silakan Kristin.
[08:36] Buasikan bahwa karyawan secara alami tidak menyukai pekerjaan.
[08:42] Jadi apa yang itu bermasalah kontrol dalam kerjaan.
[08:48] Kira-kira siapa nih yang teori X?
[08:50] Ada enggak di sini?
[08:53] Kalian masa teori X-nya.
[08:53] Kemudian teori Y siap ya sini siap teori Y itu kembalikan teori X dia teori Y ini mengasumsikan bahwa karyawan motivasi secara internal mengai pekerjaan dan mengontrol kira-kira seperti apa teori Y itu kalau di dalam pekerjaan tadi kemarin kalian.
[09:13] Kan sudah praktik ya proyek lapangan.
[09:15] Seperti apa contohnya teori X dulu?
[09:19] Kalau di pemerintahan desa kalian, praktik paparannya pemerintahan desa ya?
[09:23] Dari X seperti apa contohnya?
[09:25] Misalnya seperti desa itu masa ingin dan dalam menyelesaikan pekerjanya itu terkadang bermasuk.
[09:33] Ya harus disuruh jadi apa kira-kira itu yang seperti apa e pegawainya yang sudah tua atau masih muda atau bagaimana?
[09:40] Kadang itu yang tua bu, karena mereka kurang mengerti teknologi jadi dalam menyelesaikan kekerjaan itu kadang lambat dalam pekerjaan.
[09:47] Iya baik bagus ya.
[09:50] Sekarang kami ya contohnya ya contohnya dari paraan dan Baru ataupun kepala desa itu ee dalam menjaga juga disiplin dan kasi ya.
[09:59] Contohnya kalian kerja e mengerjakan apa waktu di pemerintah desa?
[10:03] Siap.
[10:03] Ee seperti ee membantu pelayanan pembikinan surat-surat.
[10:08] Selanjutnya yang terakhir kali apa?
[10:11] Siapa yang bisa menjelaskan?
[10:14] Siapa?
[10:14] Siapa ya?
[10:15] Yang gimana secara keluran yang menawarkan manajemen yang berfokus pada manusia yang dapat membantu organisasi menciptakan lingkungan kerja yang lebih baik dan mencapai hasil yang baik seperti apa contohnya, Bu ya?
[10:30] Jadi di praktik dari Zen ini antara pemimpin, anggota, dan realisasi itu mendapat hubungan yang kuat.
[10:35] Jadi setiap keputusan itu diambil berdasarkan keputusan bersama, Bu, karena pada teori Z ini mementingkan hubungan antara anggota dan organisasi-organisasi.
[10:43] Kalian pernah terlibat enggak waktu di pemerintahan desa waktu berangkat lapangan dengan teori ini, seperti apa kegiatannya?
[10:53] Musrembang, ikut pernah ikut, ada Musrembang?
[10:57] Ada keterlibatan belum?
[11:00] Siap.
[11:00] Pernah ada?
[11:00] Pernah ada di saya itu di apa, U segal su sama gura-dura yang di luran di bagian satu yang lur satu dan bagian satu juga ber melaporkan apa saya sudah kepada perkembangannya ya perkembangan yang.
[11:14] Dilaksanakan pembangunan bagi desa X atau Y, bagaimana sejauh mana ya?
[11:20] Baik, berarti kalian sudah paham semua ya?
[11:23] Baik.
[11:31] Kita lanjut ke materi selanjutnya ya, mengenai materi perkembangan paradigma administrasi publik.
[11:38] Ini ada good governance, reinventing governance, new public service trust, five principle of public service.
[11:46] Kemudian ada dynamic governance, yang terakhir child organization.
[11:51] Sebelumnya ada yang tahu enggak, sudah baca belum?
[11:56] Baik ya, belum ya.
[12:00] Nah, kita masuk ke sebelum masuk ke konsep good governance, kita masuk dulu ke konsep good government ya.
[12:07] Good government berdasarkan praktik pemerintahan di berbagai negara ditengarai adanya good government yang ditandai dengan banyaknya korupsi, kolusi, nepotisme yang...
[12:15] Membuat mengarah ke kebangkrutan.
[12:18] Oleh karena itu diperlukan konsep baru mengenai cabaran pemerintahan yang baik atau good government ya.
[12:21] Tadinya dari government ke good government ya.
[12:24] Ciri-cirinya seperti apa?
[12:32] Ciri-ciri good government dan bad government.
[12:36] Siap.
[12:37] Iya.
[12:38] Cuba izin eh ciri-ciri dari good government itu sendiri itu contohnya pemerintahan yang transparah, komfortabel, adil, dan responsif terhadap eh masyarakat.
[12:47] Iya.
[12:47] Kemudian yang ciri-ciri bad government lamban dan bersifat reaktif.
[12:53] Lambat maksudnya nunggu diperintah ya.
[12:58] Kalau ada tugas baru dikerjakan ya tidak proaktif tapi reaktif, menunggu sifatnya ya.
[13:03] Kemudian yang kedua arogan.
[13:07] Arogan maksudnya minta dilayani ya bukan melayani tapi minta dilayani.
[13:12] Arogan berarti ya dia enggak mau duduk manis aja ya.
[13:13] Sementara yang good government.
[13:17] Lamah dan persuasi ya.
[13:20] Lamah ya belum apa-apa sapah dulu jangan dibiarin ya.
[13:23] Kalau data masyarakat minta dilayani kita harus bersikap lama jangan merasa tarubah.
[13:27] Kemudian korup banyak yang korup ya me apa menambah nama anggaran.
[13:37] Anggarannya diperbesar diperbesar padahal bisa di lebih kecil lagi ya.
[13:42] Yang ini transparan kalau yang eh government lebih transparan.
[13:47] Setiap kegiatan dia tampilkan ya di desa kemarin kalian ada ada apa kegiatan ini ada enggak waktu itu waktu praktik lapangan transparan kegiatan di desa itu apa anggarannya berapa ada di apa namanya anggaran terus ada di apa biasanya ada di flyer apa ya ada ya ada di apa di pengumuman desa itu bahwa tahun anggaran ini akan dilaksanakan ini ya anggarannya apa berapa terus pelaksanaan nanya kapan itu yang.
[14:17] Transparan ya sekarang harus begitu.
[14:19] Kemudian kalau yang jangan boros, kalau yang good proposional dan profesional.
[14:25] Boros, boros, boros artinya banyak anggaran-anggaran yang tidak penting.
[14:29] Tidak penting ya dibesar-besarkan terus apa gitu yang tidak perlu tapi dimasukkan.
[14:34] Bekerja secara laulia, bekerja secara net sistemik, ah itu mah nes ahorinya ya.
[14:40] Itu mah apa ee terserah sendiri.
[14:43] Terserah, iya terserah milih-milih gitu.
[14:46] Iya.
[14:47] Kemudian dan berubah yang tadi yang tua-tua tadi ya bisa.
[14:51] Tapi kalau sekarang juga malah yang muda-muda magel ya.
[14:54] Bisa ya bisa mag ya.
[14:56] Tapi kalian tidak ya bisa jangan berubah.
[14:56] Jangan nyalahin yang tua aja, yang muda juga bisa berubah ya.
[15:03] Asik dengan jajeknya ya.
[15:05] Padahal sudah jam kerja duduk manis masih ah enggak ada kerjaan ya itu juga enggak berubah.
[15:11] Kemudian kurang berorientasi pada kepentingan publik.
[15:13] Dan ini menempatkan masyarakat di tempat utama ya.
[15:15] Jadi ee.
[15:19] Pelaksanaan kegiatan-kegiatan yang tidak berorientasi pada publik ya, untuk kepentingan masyarakat, tapi untuk kepentingan diri sendiri atau perorangannya.
[15:28] Oh ini masyarakat lebih utama.
[15:31] Itu ciri-ciri bad government dan good government.
[15:33] Kemudian selanjutnya konsep good governance.
[15:39] Siapa yang bisa baca?
[15:42] Coba baca sebagai economy and social resources for development society.
[15:51] Dengan demikian governance adalah cara, yaitu cara bagaimana kekuasaan negara digunakan untuk mengelola sumber daya-sumber daya ekonomi dan sosial guna pembangunan masyarakat.
[16:01] Governance maksudnya bagaimana tadi sama dengan government ya, tapi mengarah ke cara bagaimana kekuasaan ini.
[16:11] Yang lebih jelasnya good governance mengacu good governance adalah suatu konsep yang mengacu pada.
[16:19] Cara pemerintah yang baik dalam mengelola sumber daya dan memberikan layanan kepada masyarakat.
[16:23] Jadi cara bagaimana pemerintah mengelola anggaran dengan baik.
[16:30] Prinsip-prinsipnya apa?
[16:30] Transparansi, akuntabilitas, partisipasi, responsif, efisiensi, dan keadilan.
[16:37] Itu prinsip-prinsipnya gurn ya.
[16:37] Tadi tadi kalau gurn kan apa bukan itu?
[16:44] Terus gurnan bertujuan untuk menciptakan pemerintahan yang efektif, efisien, dan orientasi pada kepentikan publik ya, bukan hanya untuk diri sendiri.
[16:54] Ini perbedaannya.
[16:58] Nah, ini perbedaan government dengan governance ya.
[17:00] Mur perbandingannya dari pengertian, sifat tubuh, komponen yang terlibat, kemudian pengegan perang dunia dan efek yang diharapkan.
[17:10] Untuk pengertian kalau government itu berarti badan atau lembaga ya government tadi kan sebelum government itu ke government dulu ya.
[17:19] Government itu pengertiannya itu hanya badan atau.
[17:20] Lembaga.
[17:23] Sementara kalau Bapak Nasma proses pelaksanaan cara proses ya oleh komponen yang menyeluruh pemerintah, swasta dan masyarakat keterlibatan langsung semuanya.
[17:29] Kemudian sifat hubungannya bersifat hierarkis.
[17:35] Kalau dari atas ke bawah harus ya apa ee aturan-aturan itu harus dilaksanakan kalau sekarang sentralistik lah ya semua berada di apaan-pusahan ada di atas.
[17:45] Kemudian yang ini heter heteraltis dalam arti ada kesetaraan, kedudukan dan hanya berbeda dalam fungsi.
[17:51] Jadi sama setara ya antara pemerintah, swasta, dan masyarakat itu sama.
[17:56] Jadi tidak kayak atasan dan bawahan apa hubungannya bersifat sama, melekat, melekat ya.
[18:02] Kemudian yang ketiga, komponen yang terlibat.
[18:04] Kalau government sebagai subjek hanya ada satu yaitu institut institusi institusi pemerintah.
[18:12] Ya, kalau komponen yang terlibat hanya pemerintah aja yang melibatkan pemerintah itu ya melibatkan.
[18:18] Kalau di governance ada sektor publik, sektor.
[18:20] Swasta, dan sektor masyarakat.
[18:23] Semua terlibat ya.
[18:25] Kemudian yang keempat pemegang peran dominan.
[18:28] Dominannya pemerintah ya, pemerintah pusat.
[18:30] Kemudian kalau yang gak pernah semua merupakan peran sesuai dengan fungsinya masing-masing ya berperan semua enggak ini apa enggak leading sektor tapi semua berperan.
[18:40] Kemudian yang kelima efek yang diharapkan pematuhan warga negara yang ke apa kalau governance ada partisipasi dari warga negara ya.
[18:47] Ini perbedaan istilah jadi jangan salah ya antara government dengan governance ya ini kemudian nah.
[19:00] Prinsip-prinsipnya nih seperti apa?
[19:03] Partisi e yang pertama prinsip-prinsip governance menurut UNDP.
[19:09] Satu, adanya partisipasi.
[19:11] Semua pengaku kepentingan termasuk masyarakat harus memiliki kesempatan untuk terlibat dalam proses pengambilan keputusan.
[19:15] Ya, jadi jangan masyarakat apa pemerintah aja yang mau misalnya mau bikin apartemen ah bikin aja ee apa.
[19:24] Melibatkan masyarakat, ya.
[19:27] Salah pertama warga negara dengan berpartisipasi seperti apa?
[19:28] Ada rasa sukarela tanpa paksaan, ya.
[19:35] Sukarela, ya, tanpa paksaan.
[19:37] Kemudian ada keterlibatan secara emosional dari paksa emosional dan merasa kepaksa, ya.
[19:42] Jadi kalian kalau praktik lapangan antara teori dan praktik dilihat, oh iya ini, ya, bagaimana ini transparansi.
[19:53] Lanjut, ya.
[19:53] Terus ada yang keempat, ada daya tanggap responsive.
[19:58] Responsiveness pemerintah harus mampu merespon kebutuhan dan aspirasi masyarakat dengan cepat dan efektif.
[20:06] Contohnya pemerintah lokal yang cepat tanggap dalam menangani keluhan warga tentang infrastruktur yang rusak dengan melakukan perbaikan dalam waktu singkat.
[20:14] Ya, saya tanggapnya responsif, cepat tanggap, ya.
[20:17] Selain infrastruktur jalan yang rusak, apa lagi, Deknya?
[20:23] Apa, ya?
[20:24] Kebetulan waktu dian saya untuk saya.
[20:27] itu harusnya buka belakang
[20:29] tapi karena saatnya masih jadi
[20:32] masyarakat kira masih sudah masyarakat
[20:35] langsung melaparkan ke kota
[20:36] oh ada siap
[20:37] ada aplikasinya
[20:38] ada aplikasinya
[20:38] apa
[20:39] ya langsung dari kotanya langsung dari
[20:42] langsung langsung melakukan
[20:45] itu pakai aplikasi atau apa nih pada
[20:47] website
[20:47] pada website-nya Iya. Jadi di ini
[20:49] langsung itu lapor langsung langsung
[20:50] lapor ya itu kan bagus ya transparan
[20:52] terus responsif ya itu berarti bagus Ibu
[20:55] Walikotanya ya. Iya. Kelurahan
[20:57] kadang-kadang kalian kalau kerja di
[20:58] kelurahan nanti ditempatkannya
[20:59] kelurahannya kan kadang-kadang rapat
[21:01] atau apa kegiatan stafnya enggak ada
[21:03] masyarakat nyari-nyari ya kira-kira
[21:06] solusinya seperti apa tuh
[21:09] pakai aplikasi itu
[21:10] siap absensi Bu
[21:11] I absensi absensi di kantor dan
[21:13] pengawasan juga jadi kepala desa atau
[21:15] lurah itu bisa mengal CCTV di
[21:19] terus kalau untuk yang kepelayanan
[21:21] seperti apa responsifnya seperti apa
[21:22] kepelayanan mulai transisi dari Teman
[21:26] juga teknologi
[21:27] ke teknologi
[21:28] untuk memudahkan masyarakat juga.
[21:30] Iya. Contohnya aplikasi apa untuk
[21:32] pelayanan bikin KTP?
[21:33] Siap. Ee bikin KTP.
[21:35] Iya. Ada enggak pernah enggak pernah kan
[21:37] bikin KTP? Tinggal isi-ngisi. Nanti
[21:39] tinggal bawa aja kadang-kadang langsung
[21:40] diprint ya. Siap. Siap
[21:41] ya. Jadi enggak e ini apa enggak
[21:43] ngandelin petugas di kelurahan tapi
[21:45] sudah langsung ya seperti itu. Itu
[21:47] responsif sudah pernah. Kemudian yang
[21:50] kelima, berorientasi pada konsensus.
[21:52] Menekankan pentingnya mencapai
[21:54] kesepakatan di antara berbagai pemangkuk
[21:56] kepentingan dalam proses pengambilan
[21:57] keputusan. Prinsip ini mengedepankan
[22:00] dialog dan kolaborasi antara pemerintah,
[22:03] masyarakat, dan sektor swasta untuk
[22:05] mencapai tujuan persamaan. dalam
[22:07] pengambilan keputusan lebih menitik
[22:08] beratkan konsensus di mana musyawarah
[22:10] dan merupakan tujuan akhir konsensus ya
[22:14] kesepakatan ya dengan main ini sendiri
[22:17] apa menatkannya mencapai kesepakatan
[22:20] contohnya apa ya
[22:22] siap
[22:23] ya pada saat e membari saya itu ada
[22:26] pendapat permasalahan
[22:29] keluarga nanti salah satu nah maka yang
[22:31] diambil dari ee kepala saya itu adalah
[22:34] bertanggung jawab antara kedua belah
[22:35] pihak dan untuk mencapai kesepakatan
[22:37] bersama juga dan juga ee untuk tidak
[22:40] membawa hal tersebut ke ranah
[22:42] diselesaikan secara kekeluargaan dengan
[22:44] jalan
[22:45] bagus ya berarti e apa implementasinya
[22:47] langsung di dilaksanakan ya jangan
[22:49] mentang-mentang saudaranya Pak Lurah
[22:51] atau kepala desa ya jadi kita apa
[22:54] mementingkan saudara sendiri keluarga
[22:57] tapi harus konsensus kesepakatan ya ada
[23:00] lagi
[23:02] contoh realnya di desa di kelurahan di
[23:05] daerah saya Bu di desa saya khususnya
[23:07] Desa Laha Bu di Kota Amang Ambon itu tuh
[23:09] Desa Laha itu bermasalah sean sama ee
[23:11] tentara TIU.
[23:13] Nah, pada saat itu tuh ee Piau tuh
[23:15] dengan seg pihak mematok tanah di apa
[23:18] dalam harapan. Tapi pada saat itu warga
[23:22] apa namanya memang dengan protes apa
[23:24] namanya memotong jalan Bu. Jadi akhirnya
[23:27] walikota turun bersama dengan Badan
[23:30] Pertanahan Nasional untuk menaik kasus
[23:32] itu. Jadi ada dialog dari pihak BPN sama
[23:34] dengan ee itu bekerja sama dengan
[23:36] walikota untuk menyelesaikan bas itu di
[23:38] saya.
[23:39] Oh ya seperti ini apa sudah melibatkan
[23:41] dengan pihak lain ya tapi tetap ada
[23:43] konsensusnya. Kalau tadi masih
[23:44] kekeluargaan ya diajak bicara
[23:46] kekeluargaan konsensus kalau ini terima
[23:48] dengan lembaga lain ya. Bagus ya.
[23:51] Kemudian teruskan.
[23:54] Nah, ini musyawarah desa nih bisa aja
[23:55] nih contohnya sudah ini tentang musulah
[23:57] desa program menentukan program
[24:00] pembangunan ini biasanya di pusang ya
[24:03] Bang ya kalian belum belum ini ya waktu
[24:04] itu kelas PL belum ada musembang ya
[24:07] belum ya dalam tersebut organisan dari
[24:09] berbagai latar belakang diundang untuk
[24:11] memberikan pendapat setelah diskusi
[24:13] panjang mereka mencari kesepakatan
[24:14] tentang prioritas bangunan yang akan
[24:16] dilakukan seperti pembangunan jalan,
[24:18] fasilitas kesehatan, pendidikan, ya ini
[24:21] konsensusnya. Jadi diajak rebuk ya,
[24:23] jangan ujuk-ujuk. Butuhnya jalan
[24:25] dibuatin pasar ya.
[24:28] Mutuhnya sekolah dibuatin jalan ya. Mana
[24:32] skala prioritas?
[24:34] Jalan
[24:35] jalan ya. Kita ini apa dalam ee proses
[24:37] administrasi itu ada lingkaran itu yang
[24:39] sudah Ibu ini ya. Ada administrasi,
[24:41] organisasi, kemudian ayo diulat yang
[24:44] bulat-bulat itu administrasi,
[24:46] organisasi, manajemen,
[24:49] kepemimpinan,
[24:50] pengambilan keputusan, harus human
[24:53] relation. Itu kaitannya, hubungannya itu
[24:55] ya kaitan. Ya, demikian materi
[24:58] perkuliahan mengenai Genance. Untuk
[25:00] mengetahui pemahaman kalian, Ibu minta
[25:03] kalian memberikan contoh dari
[25:04] masing-masing prinsip gernes ini yang
[25:08] ada sembilan. Coba sil silakan kalian
[25:11] boleh ee sambil diskusi
[25:15] ya. Silakan saya menyampaikan prinsipens
[25:18] di satu partisipasi. Jadi di daerah saya
[25:21] di Aceh ada yang namanya lembaga Tuhapet
[25:24] Bu. Tukapet itu adalah lembaga yang
[25:25] berperan sebagai badan musyawarah atau
[25:27] pengawasan dan juga sebagai penasihat
[25:30] untuk kepala desa yang disebut geci
[25:31] kalau di at sendiri. Jadi tu pakai itu
[25:33] terdiri dari tokoh-tokoh masyarakat desa
[25:35] itu sendiri. ada perempuan maupun
[25:37] laki-laki, ada orang yang diduakan,
[25:39] orang yang dianggap cerdas atau cerdik
[25:40] atau dianggap paham hukum. Jadi
[25:42] penghapatan itu berfungsi untuk
[25:44] mengawasi kepala desa, melaksanakan
[25:47] musyawarah sebagai perwakilan
[25:49] masyarakat, menasihati dan
[25:51] mempertimbangkan keputusan-keputusan
[25:53] yang diambil oleh kepala desa. Kemudian
[25:55] menyelesaikan sengketa,
[25:58] bisa juga menyelesaikan permasalahan
[25:59] antar masyarakat secara kekeluargaan,
[26:01] menampung aspirasi masyarakat sendiri
[26:03] dan juga membantu kepala desa dalam
[26:05] membentuk peraturan desa, Bu.
[26:07] Jadi itu merupakan lembaga adat ya.
[26:09] Siap, Bu.
[26:09] Ini berarti masuk ke poin berapa?
[26:11] Siap. Po satu partisipasi
[26:12] partisipasi ya. Ada lembaga adat
[26:15] meskipun bukan LSM tapi ini Agat ada apa
[26:19] ee sebutan khusus ya namanya Tuhapet ya.
[26:21] Terima kasih bagus. Tepuk tangan dulu
[26:25] lagi contohnya. Ayo siapa
[26:33] ya? Siapa?
[26:34] Siap.
[26:34] Iya. Gila. Bagaimana? Gila. Siap. Saya
[26:36] suatu pengawalan kak lapangan.
[26:38] Iya. Kelurahan saya itu menerapkan
[26:40] prinsip transparansi peran saya memiliki
[26:45] sosial media yang digunakan untuk
[26:47] mempublikasikan seluruh
[26:48] kegiatan-kegiatan yang dilakukan di
[26:50] kelurahan. Jadi dampak positifnya
[26:52] seperti saya sendiri yang ingin
[26:53] melakukan praktik lapangan di kelurahan
[26:54] untuk mencari informasi-informasi
[26:56] mengenai kelurahan itu langsung bisa
[26:57] cepat. Jadi kami langsung mengetahui
[26:59] kelurahannya tuh melakukan kegiatan
[27:00] apa-apa saja selama beberapa hari ini.
[27:02] Dan juga di sosial media itu karena
[27:06] sosial medianya merupakan Instagram
[27:08] memiliki komentar. Jadi di
[27:09] komentar-komentar tersebut juga bisa
[27:11] jadi masak untuk masukan-masukan dari
[27:13] masyarakat.
[27:14] Ada website-nya enggak?
[27:15] Siap. Untuk website-nya juga ada.
[27:16] Website-nya di-update tidak?
[27:17] Siap. Masih diupdate?
[27:18] Masih di-update ya. Biasanya website-nya
[27:20] itu dibiarkan siap termasuk pegawai itu
[27:22] ada petugas khusus apaimana? Ini
[27:23] kebetulan ada satu petugas yang masih
[27:25] penuda Bu. Jadi dia memang digunakan
[27:27] untuk
[27:27] membantu website dan menghajar pihak
[27:30] swasta.
[27:30] Siap. Tidak jadi ada pegawainya si
[27:33] jadi bagus kan pegawainya ada yang IT
[27:35] ya. Jadi ada apa meng-update website,
[27:38] mengupdate Instagram ada masukan terus
[27:40] lapor ke langsung marahnya ya kalau ada
[27:42] apa-apa ya tentang transparansi ya.
[27:44] Alhamdulillah. Baik terima kasih
[27:46] adik-adik sekalian cukup aktif semua ya.
[27:48] Semoga dapat dipahami materi tentang
[27:50] good governance. Nanti untuk materi
[27:52] selanjutnya adalah materi eh reinventing
[27:55] government. Apa itu? Kita bahas ke
[27:58] pertemuan berikutnya. Kemudian kalau
[28:00] bisa kalian bisa baca-baca dulu ya biar
[28:02] lebih paham lagi ya.
[28:03] Siap.
[28:04] Terima kasih. Selamat beraktivitas
[28:06] kembali. Wasalamualaikum warahmatullahi
[28:09] wabarakatuh.
[28:10] Waalaikumsalam warahmatullahi
[28:11] wabarakatuh.
[28:13] Video ini disusun sebagai bagian dari
[28:17] persyaratan dalam penyusunan dokumen
[28:20] pernyataan diri dosen untuk unjuk kerja
[28:24] tridarma perguruan tinggi tahun 2025.
[28:28] Semoga dapat memberikan pertimbangan
[28:31] positif dalam proses pengajuan
[28:34] sertifikasi dosen. Terima kasih.
[28:37] Wasalamualaikum warahmatullahi
[28:39] wabarakatuh.
[28:43] [Musik]
