youtube-transcript.ai

Salah Satu Kerajaan TERBESAR di Nusantara, MAJAPAHIT (Sejarah Indonesia)

Watch with subtitles, summary & AI chat
Add the free Subkun extension — works directly on YouTube.
  • Watch
  • Subtitles
  • Summary
  • Ask AI
Try free →

Majapahit was one of the last and largest Hindu-Buddhist empires in the Nusantara archipelago, existing from the 13th to 16th centuries and at its peak, encompassing nearly the entire region. Its history is marked by dramatic events, from its origins in the Singasari kingdom, through the reign of Hayam Wuruk and the strategic brilliance of Gajah Mada, to its eventual decline due to internal conflict and the rise of Islamic sultanates.

Full Transcript (Bilingual)

https://www.youtube.com/watch?v=4x799nHXM60
Translation: en

[00:00] Majapahit merupakan salah satu kerajaan.
Majapahit was one of the kingdoms.

[00:03] Majapahit merupakan salah satu kerajaan Hindu Budha yang terakhir yang berada di nusantara dan eksis pada abad sekitar 13-16.
Majapahit was one of the last Hindu-Buddhist kingdoms that was in the archipelago and existed around the 13th-16th centuries.

[00:08] Dalam sejarahnya Majapahit dianggap sebagai salah satu dari kerajaan terbesar dengan wilayah yang mencakup hampir seluruh Nusantara.
In its history, Majapahit is considered one of the largest kingdoms with a territory that covered almost the entire archipelago.

[00:19] Kisah kerajaan ini bisa dibilang diwarnai banyak drama yang mungkin lebih seru daripada series Game of Thrones atau House of Dragons.
The story of this kingdom can be said to be colored by many dramas that might be more exciting than the series Game of Thrones or House of Dragons.

[00:26] Kali ini akan dibahas sejarah panjang alasan Majapahit bisa berdiri jadi kerajaan besar di masa Hayam Wuruk sampai jatuhnya kerajaan terbesar ini.
This time, the long history and reasons why Majapahit could stand as a great kingdom during the time of Hayam Wuruk until the fall of this great kingdom will be discussed.

[00:39] Alasan kenapa Kerajaan Majapahit berdiri.
The reason why the Majapahit Kingdom stood.

[00:55] Sebenarnya kalau bicara soal Majapahitnya kita harus balik jauh ke.
Actually, if we talk about Majapahit, we have to go back a long way.

[01:02] majapahitnya kita harus balik jauh ke belakang yaitu pada zaman kekuasaan
Majapahit, we have to go far back, which is to the era of the power

[01:03] belakang yaitu pada zaman kekuasaan Kerajaan Singasari atau Singosari
back, which is to the era of the power of the Singasari or Singosari Kingdom

[01:06] Kerajaan Singasari atau Singosari Singasari didirikan oleh Ken Arok yang
The Singasari or Singosari Kingdom, Singasari was founded by Ken Arok who

[01:09] Singasari didirikan oleh Ken Arok yang dalam berbagai catatan yaitu tuh aslinya
Singasari was founded by Ken Arok who, according to various records, was originally

[01:11] dalam berbagai catatan yaitu tuh aslinya rakyat jelata kasar rendah sampai
according to various records, was originally a commoner, rough, low-class until

[01:14] rakyat jelata kasar rendah sampai akhirnya berhasil mendirikan kerajaan
a commoner, rough, low-class until finally succeeded in establishing a kingdom

[01:16] akhirnya berhasil mendirikan kerajaan besar seperti Singasari soal Apakah Ken
finally succeeded in establishing a great kingdom like Singasari. Regarding whether Ken

[01:19] besar seperti Singasari soal Apakah Ken Arok beneran dari kalangan rakyat bawah
great like Singasari. Regarding whether Ken Arok was truly from the common people

[01:21] Arok beneran dari kalangan rakyat bawah itu tuh masih diperdebatkan sih ada yang
Arok was truly from the common people, that is still debated. There are those who

[01:24] itu tuh masih diperdebatkan sih ada yang berpendapat kalau nggak mungkin lah
that is still debated. There are those who argue that it's impossible

[01:26] berpendapat kalau nggak mungkin lah seorang dari kasta bahwa bisa jadi
argue that it's impossible for someone from a lower caste to become

[01:28] seorang dari kasta bahwa bisa jadi pemimpin dalam masyarakat yang saat itu
someone from a lower caste to become a leader in a society that at that time

[01:30] pemimpin dalam masyarakat yang saat itu menganut kasta sosial tapi kita nggak
a leader in a society that at that time adhered to social castes, but we won't

[01:33] menganut kasta sosial tapi kita nggak bakalan bahas itu sekarang sih Oke
adhered to social castes, but we won't discuss that now. Okay,

[01:35] bakalan bahas itu sekarang sih Oke lanjut nah Ken Arok ini tuh kemudian
we won't discuss that now. Okay, moving on. Ken Arok then

[01:37] lanjut nah Ken Arok ini tuh kemudian mendirikan kerajaan Tumapel tahun 1222
moving on. Ken Arok then founded the Tumapel kingdom in the year 1222.

[01:41] mendirikan kerajaan Tumapel tahun 1222 kalau versi Kitab Negarakertagama yang
founded the Tumapel kingdom in the year 1222. According to the version in the Kitab Negarakertagama, which

[01:44] kalau versi Kitab Negarakertagama yang ditulis sama Mpu Prapanca di abad ke-14
according to the version in the Kitab Negarakertagama, written by Mpu Prapanca in the 14th century,

[01:46] ditulis sama Mpu Prapanca di abad ke-14 yang memberikan kerajaan Tumapel itu Sri
written by Mpu Prapanca in the 14th century, the founder of the Tumapel kingdom was Sri

[01:49] yang memberikan kerajaan Tumapel itu Sri Rangga Rajasa Batara sang amurwabhumi
the founder of the Tumapel kingdom was Sri Rangga Rajasa Batara sang amurwabhumi

[01:52] Rangga Rajasa Batara sang amurwabhumi yang dijuluki Batara Siwa dalam kitab
Rangga Rajasa Batara sang amurwabhumi, who was nicknamed Batara Siwa in the book

[01:56] yang dijuluki Batara Siwa dalam kitab pararaton peninggalan Kerajaan Majapahit
who was nicknamed Batara Siwa in the Pararaton book, a relic of the Majapahit Kingdom.

[01:58] pararaton peninggalan Kerajaan Majapahit ada dijelasin Kalau Ken Arok itu tuh
The Pararaton book, a relic of the Majapahit Kingdom, explains that Ken Arok

[02:00] ada dijelasin Kalau Ken Arok itu tuh punya julukan bahterasiwa kerajaan
explains that Ken Arok had the nickname Bahterasiwa, the kingdom

[02:02] punya julukan bahterasiwa kerajaan Tumapel saat itu masih kecil dan
had the nickname Bahterasiwa, the Tumapel kingdom was still small then and

[02:05] Tumapel saat itu masih kecil dan merupakan bagian kekuasaan dari Kerajaan
Tumapel was still small then and was part of the power of the Kingdom

[02:07] merupakan bagian kekuasaan dari Kerajaan Kediri Ken Arok kemudian ngelawan
was part of the power of the Kediri Kingdom. Ken Arok then fought

[02:10] Kediri Ken Arok kemudian ngelawan Kerajaan Kediri yang saat itu dipimpin
Kediri. Ken Arok then fought the Kediri Kingdom, which at that time was led

[02:12] Kerajaan Kediri yang saat itu dipimpin sama Raja Kertajaya pertempuran itu
the Kediri Kingdom, which at that time was led by King Kertajaya. That battle

[02:14] sama Raja Kertajaya pertempuran itu dikenal dengan pertempuran Gantar yang
by King Kertajaya was known as the Battle of Gantar, which

[02:17] dikenal dengan pertempuran Gantar yang terjadi tahun 1222 kerajaan Tumapel yang
occurred in the year 1222. The Tumapel kingdom, which

[02:21] terjadi tahun 1222 kerajaan Tumapel yang dipimpin sama Ken Arok menang melawan
occurred in the year 1222, led by Ken Arok, won against

[02:23] dipimpin sama Ken Arok menang melawan Kediri dan dari situ dimulailah kisah
led by Ken Arok, won against Kediri, and from there began the story

[02:26] Kediri dan dari situ dimulailah kisah kerajaan Tumapel yang kemudian dikenal
Kediri, and from there began the story of the Tumapel kingdom, which later became known

[02:28] kerajaan Tumapel yang kemudian dikenal sebagai kerajaan Singasari Kerajaan
of the Tumapel kingdom, which later became known as the Singasari kingdom. The Singasari

[02:30] sebagai kerajaan Singasari Kerajaan Singasari ini mencapai puncak kejayaan
kingdom reached its peak of glory

[02:32] Singasari ini mencapai puncak kejayaan pada masa pemerintahan raja Kertanegara
during the reign of King Kertanegara,

[02:34] pada masa pemerintahan raja Kertanegara yang berkuasa tahun
who ruled in the year

[02:36] yang berkuasa tahun 1268 setelah kematian ayahnya Raja
1268, after the death of his father, King

[02:39] 1268 setelah kematian ayahnya Raja Wisnuwardhana pas Kertanegara diangkat
1268. After the death of his father, King Wisnuwardhana, when Kertanegara was appointed

[02:42] Wisnuwardhana pas Kertanegara diangkat menjadi jiwa raja atau putra mahkota
Wisnuwardhana, Kertanegara was appointed as Jiwaraja or crown prince

[02:45] menjadi jiwa raja atau putra mahkota tahun 1253
as Jiwaraja or crown prince in the year 1253.

[02:47] tahun 1253 yang merupakan ayah Kertanegara
In 1253, who was Kertanegara's father,

[02:50] yang merupakan ayah Kertanegara sekaligus Raja surapel saat itu
who was Kertanegara's father, as well as the King of Surapel at that time,

[02:52] sekaligus Raja surapel saat itu mengganti nama ibukota Tumapel jadi
as well as the King of Surapel at that time, changed the capital of Tumapel to

[02:54] mengganti nama ibukota Tumapel jadi kutaraja menjadi Singasari lama-kelamaan
changed the capital of Tumapel to Kutaraja, becoming Singasari. Over time,

[02:58] kutaraja menjadi Singasari lama-kelamaan nama ibukotanya ini tuh lebih terkenal
Kutaraja became Singasari. Over time, the capital's name became more famous

[02:59] nama ibukotanya ini tuh lebih terkenal daripada nama kerajaannya makanya
than the kingdom's name, which is why

[03:02] daripada nama kerajaannya makanya orang-orang tuh menyebut kerajaan itu
than the kingdom's name, which is why people referred to the kingdom

[03:04] orang-orang tuh menyebut kerajaan itu Kerajaan Singasari daripada kerajaan Tumapel.
People called that kingdom the Singasari Kingdom rather than the Tumapel Kingdom.

[03:09] Kerajaan Singasari di bawah pemerintahan raja Kertanegara berkembang menjadi kerajaan besar dengan daerah kekuasaan meliputi setengah pulau Jawa, sebagian Sumatera, sebagian daerah Kalimantan, sebagian daerah Sulawesi Selatan sampai ke Maluku hingga ke kawasan Selat Malaka.
The Singasari Kingdom, under the rule of King Kertanegara, developed into a great kingdom with a territory covering half of Java, part of Sumatra, parts of Kalimantan, parts of South Sulawesi, reaching Maluku, and extending to the Strait of Malacca area.

[03:27] yang saat itu merupakan jalur yang sangat penting dalam perdagangan dunia.
which at that time was a very important route in world trade.

[03:31] Bisa dibilang Singasari ini berkembang jadi kerajaan Hindu Budha terbesar di nusantara pada saat itu.
It can be said that Singasari developed into the largest Hindu-Buddhist kingdom in the archipelago at that time.

[03:36] Di sisi lain ada juga bangsa Mongol pada masa Dinasti Yudha yang pengen ngelebarin kekuasaan mereka di kawasan Asia.
On the other hand, there were also the Mongols during the Yudha Dynasty who wanted to expand their power in the Asian region.

[03:43] dan akhirnya Kerajaan Singasari waktu itu menguasai Selat Malaka.
and finally, the Singasari Kingdom at that time controlled the Strait of Malacca.

[03:47] Nggak luput dari incaran bangsa Mongol yang saat itu dipimpin oleh Kubilai Khan.
It was not spared from the target of the Mongols, who at that time were led by Kublai Khan.

[03:54] Perlu diketahui kalau Selat Malaka itu jalur penting perdagangan dari Barat ke Timur dan begitu pula sebaliknya.
It should be known that the Strait of Malacca was an important trade route from West to East and vice versa.

[03:58] Singkat cerita diutuslah delegasi dari dinasti.
In short, a delegation was sent from the dynasty.

[04:05] cerita diutuslah delegasi dari dinasti Yuan ke Kerajaan Singasari buat ngasih tahu kalau Kubilai ikan tuh pengen jadiin Singasari negara bawahan dari dinasti Yuan.
The story is that a delegation was sent from the Yuan dynasty to the Kingdom of Singasari to inform them that Kublai Khan wanted to make Singasari a vassal state of the Yuan dynasty.

[04:14] Dan Gak cuma itu kalau Singasari setuju maka Singasari juga harus membayar upeti ke Kublai Khan.
And not only that, if Singasari agreed, then Singasari would also have to pay tribute to Kublai Khan.

[04:18] Utusan Kublai Khan datang ke Singasari beberapa kali diantaranya tahun 1280, 81, 86, dan 89.
Kublai Khan's envoys came to Singasari several times, including in the years 1280, 81, 86, and 89.

[04:25] Bayangin kalian tuh capek-capek ya mendirikan kerajaan terus tiba-tiba ada orang asing dateng dan suruh kalian tunduk dan bayar upeti.
Imagine you've worked so hard to establish a kingdom, then suddenly foreigners come and tell you to submit and pay tribute.

[04:35] Kesel kan? Makanya Raja Kertanegara ngelakuin hal yang anti melempem.
It's annoying, right? That's why King Kertanegara did something that wasn't weak.

[04:42] Jadi sewaktu utusan dari Tiongkok datang tahun 1289, disebutin kalau Raja Kertanegara tuh menolak tunduk sama kekaisaran Mongol.
So when the envoys from China came in 1289, it was stated that King Kertanegara refused to submit to the Mongol empire.

[04:54] Dan gak cuman itu, saking keselnya Raja Kertanegara tuh motong telinga utusan itu dan suruh dia balik ke Tiongkok buat sampaiin pesan itu ke Kublai Khan.
And not only that, out of anger, King Kertanegara cut off the envoy's ear and told him to return to China to deliver that message to Kublai Khan.

[05:04] Kublai Khan marah dong dan akhirnya...
Kublai Khan was angry, of course, and eventually...

[05:06] Kubilakan marah dong dan akhirnya menyiapkan pasukan untuk menyerang.
Kubilakan was angry and finally prepared troops to attack.

[05:08] Menyiapkan pasukan untuk menyerang Kerajaan Singasari.
Preparing troops to attack the Kingdom of Singasari.

[05:11] Tapi saat itu raja Kerajaan Singasari.
But at that time, the king of the Kingdom of Singasari.

[05:13] Tapi saat itu raja Kertanegara tuh punya hal yang lebih mendesak dibandingkan mengkhawatirkan.
But at that time, King Kertanegara had something more urgent than worrying.

[05:15] Mendesak dibandingkan mengkhawatirkan serangan dari bangsa Mongol.
Urgent compared to worrying about an attack from the Mongols.

[05:19] Jayakatwang seorang Bupati geleng-gelang ingin balas dendam ke Kertanegara.
Jayakatwang, a regent of Geleng-gelang, wanted revenge on Kertanegara.

[05:21] Gara-gara Luhur Kertanegara yaitu Ken Arok yang diceritain tadi tuh ngancurin Kerajaan Kediri.
Because of the ancestor Kertanegara, namely Ken Arok, who was told earlier, destroyed the Kingdom of Kediri.

[05:27] Nah sekedar info nih jayakatwang ini adalah keturunan dari Raja Kertajaya dari Kerajaan Kediri.
Now, just for your information, Jayakatwang is a descendant of King Kertajaya from the Kingdom of Kediri.

[05:33] Yang dulu dikalahin sama Ken Arok.
Who was previously defeated by Ken Arok.

[05:36] Dan sebenarnya sejarah kerajaan zaman dulu tuh gak lepas dari yang namanya balas membalas dendam.
And actually, the history of kingdoms in the past was inseparable from the concept of revenge.

[05:41] Si ah ngalahin si B kemudian keturunan dendam ke keturunan si A.
A defeats B, then the descendant seeks revenge on A's descendant.

[05:48] Kalau keturunan si Abel senam lagi ke si B gitu aja terus.
If A's descendant seeks revenge again on B, it continues like that.

[05:53] Balik ke tadi jadi si jaikat uang ini tuh pengen pesen dendam ke Raja Kertanegara.
Back to the story, so this Jayakatwang wanted to take revenge on King Kertanegara.

[05:57] Tapi jayakatwang cari strategi buat ngalahin Kertanegara.
But Jayakatwang looked for a strategy to defeat Kertanegara.

[06:01] Soalnya saat itu tuh Kerajaan Singasari kuat banget dan besar gede.
Because at that time, the Kingdom of Singasari was very strong and large.

[06:04] Jayakatwang.
Jayakatwang.

[06:07] Kuat banget dan besar gede Jayakatwang akhirnya pengen nyerang Singasari dari arah utara.
Jayakatwang, very strong and large, finally wanted to attack Singasari from the north.

[06:09] Rencananya bocor dan raja Kertanegara tahu.
The plan was leaked and King Kertanegara knew.

[06:12] Dia pun merintahin menantunya yaitu Raden Wijaya buat ngelawan pasukan pemberontak Jaka tulang.
He then ordered his son-in-law, Raden Wijaya, to fight the rebel troops of Jaka Tulang.

[06:17] Kalian tau Raden Wijaya kan buat yang belum tahu Raden Wijaya ini tuh yang merupakan founding father atau pendiri dari kerajaan Majapahit.
You know Raden Wijaya, right? For those who don't know, Raden Wijaya is the founding father or founder of the Majapahit kingdom.

[06:26] Ayah Raden Wijaya bernama Raikan Jayadarma yang merupakan Pangeran kerajaan Sunda Galuh.
Raden Wijaya's father was named Raikan Jayadarma, who was a Prince of the Sunda Galuh kingdom.

[06:31] Dan ibunya adalah Dyah Lembu Tal yang merupakan keturunan Ken Arok pendiri Singasari.
And his mother was Dyah Lembu Tal, who was a descendant of Ken Arok, the founder of Singasari.

[06:38] Nah menurut Prasasti Balawi dan Kakawihan Negarakertagama Raden Wijaya ini menikahi Putri Raja Kertanegara gak satu tapi empat Putri Kertanegara dinikahin sekaligus.
Now, according to the Balawi Inscription and the Negarakertagama poem, Raden Wijaya married not one, but four daughters of King Kertanegara, all at once.

[06:51] Sedangkan menurut naskah Pararaton Raden Wijaya tuh cuma menikahi Dua Putri Kertanegara aja dan seorang putri dari Kerajaan Melayu yang bernama Dara Pethak.
Whereas according to the Pararaton manuscript, Raden Wijaya only married two daughters of Kertanegara and one princess from the Malay kingdom named Dara Pethak.

[07:00] Nah kita balik ke rencana penyerangan Jayakatwang tadi.
Now, let's go back to Jayakatwang's attack plan.

[07:02] Akhirnya sebagai menantu yang baik berangkatlah Raden Wijaya buat menghalau pasukan Jaekatual.
Finally, as a good son-in-law, Raden Wijaya set off to repel Jaekatual's troops.

[07:09] Wijaya buat menghalau pasukan jaekatual kekuatan pasukan Singasari pada saat itu.
Wijaya to repel the Jayanegara forces, the strength of the Singasari forces at that time.

[07:12] Kekuatan pasukan Singasari pada saat itu nggak usah ditanya lagi deh sebagai kerajaan besar tentu aja pasukan mereka.
The strength of the Singasari forces at that time, no need to ask again, as a great kingdom, of course their forces.

[07:16] Tuh nggak kaleng-kaleng noken pasukan jayakatwang dengan mudahnya dikalahin.
They were not to be underestimated, the Jayakatwang forces were easily defeated.

[07:22] Jayakatwang dengan mudahnya dikalahin sama pasukan Singasari yang dipimpin sama Raden Wijaya.
Jayakatwang was easily defeated by the Singasari forces led by Raden Wijaya.

[07:24] Tapi sayangnya itu cuma siasat dari jayakatwang pasukan yang dikalahin sama Raden Wijaya.
But unfortunately, it was just a ploy by Jayakatwang, the forces defeated by Raden Wijaya.

[07:30] Yang dikalahin sama Raden Wijaya ternyata hanyalah umpan umpan umpan.
The ones defeated by Raden Wijaya turned out to be just bait, bait, bait.

[07:36] Oke sorry penyerangan yang sesungguhnya baru aja akan dimulai.
Okay, sorry, the real attack was just about to begin.

[07:39] Aja akan dimulai jika tulang yang tahu kalau sekarang Singasari itu kekurangan pasukan.
It was about to begin if the bones knew that Singasari was currently short of troops.

[07:43] Singasari itu kekurangan pasukan akhirnya mulai ibukota Tumapel tersebut.
Singasari was short of troops, finally the capital of Tumapel began.

[07:45] Dan bener aja Singasari kewalahan melawan pasukan dari jayakatwang yang udah menduduki istana kerajaan Singasari.
And indeed, Singasari was overwhelmed fighting the forces of Jayakatwang who had occupied the Singasari royal palace.

[07:51] Melawan pasukan dari jayakatwang yang udah menduduki istana kerajaan Singasari dalam pertempuran itu raja Kertanegara tewas.
Fighting the forces of Jayakatwang who had occupied the Singasari royal palace, King Kertanegara died in that battle.

[07:56] Dan balas dendam jayakatwang pun Akhirnya terbalaskan.
And Jayakatwang's revenge was finally avenged.

[08:01] Kerajaan Singasari resmi berakhir dari Catatan sejarah nusantara pada tahun 1292.
The Singasari Kingdom officially ended according to the history of Nusantara in the year 1292.

[08:06] Raden Wijaya yang tahu.
Raden Wijaya knew.

[08:12] pada tahun 1292 Raden Wijaya yang tahu kalau Singasari Udah kalah melarikan diri bersama dengan pasukan yang tersisa ke dalam hutan di sekitar Sungai Brantas.
In the year 1292, Raden Wijaya, knowing that Singasari had already lost, fled with the remaining troops into the forest around the Brantas River.

[08:19] dalam catatan lain disebutin kalau Raden Wijaya tuh kabur ke Madura.
In other records, it is mentioned that Raden Wijaya fled to Madura.

[08:22] di sana Raden Wijaya ketemu dengan Arya wiraraja Bupati Madura saat itu yang dulu juga pernah menjadi penasehat raja di Kerajaan Singasari.
There, Raden Wijaya met Arya Wiraraja, the Regent of Madura at that time, who had also previously been an advisor to the king in the Singasari Kingdom.

[08:29] Arya wiraraja ini nyaranin ke Raden Wijaya buat pura-pura tunduk deh lu ke jayakatwang dan ngakuin Kerajaan Kediri.
Arya Wiraraja suggested to Raden Wijaya to pretend to submit to Jayakatwang and acknowledge the Kediri Kingdom.

[08:38] singkat cerita Jaya Kampung pun menerima Raden Wijaya dan Kemudian Raden Wijaya dikasih hadiah sebuah wilayah di hutan tarik.
In short, Jayakatwang accepted Raden Wijaya and then Raden Wijaya was given a gift of a territory in the Hutan Tarik forest.

[08:45] di hutan itu ternyata ada banyak tumbuh buah maja.
In that forest, it turned out there were many maja fruit trees.

[08:51] ketika salah satu bawahan Raden Wijaya makan buah itu ternyata rasanya pahit.
When one of Raden Wijaya's subordinates ate the fruit, it turned out to be bitter.

[08:56] akhirnya Raden Wijaya namain daerah tersebut dengan nama Majapahit.
Finally, Raden Wijaya named the area Majapahit.

[08:59] sesimpel itulah penamaan Majapahit.
That's how simple the naming of Majapahit was.

[09:05] lama-kelamaan daerah itu berkembang sedikit demi sedikit tapi Raden Wijaya itu masih kepikiran Gimana caranya buat balas dendam ke Jakarta kalau misalnya.
Over time, the area developed little by little, but Raden Wijaya was still thinking about how to get revenge on Jayakatwang, if for example.

[09:13] balas dendam ke Jakarta kalau misalnya kalian ingat tadi kan bangsa Mongol
revenge on Jakarta if you remember earlier the Mongol nation

[09:15] kalian ingat tadi kan bangsa Mongol pengen balas dendam ya Ke Raja
you remember earlier the Mongol nation wanted revenge on King

[09:16] pengen balas dendam ya Ke Raja Kertanegara yang udah permaluin utusan
wanted revenge on King Kertanegara who had humiliated the envoy

[09:18] Kertanegara yang udah permaluin utusan kubilaikan bangsa Mongol pun tiba di
Kertanegara who had humiliated the envoy, the Mongol nation arrived at

[09:22] kubilaikan bangsa Mongol pun tiba di Pulau Jawa tepatnya di Surabaya sekitar
the Mongol nation arrived at the island of Java, precisely in Surabaya around

[09:24] Pulau Jawa tepatnya di Surabaya sekitar tahun 1293 mereka datang dengan sekitar
the island of Java, precisely in Surabaya around the year 1293 they came with about

[09:27] tahun 1293 mereka datang dengan sekitar 20 ribu pasukan dan belasan kapal perang
the year 1293 they came with about 20 thousand troops and a dozen warships

[09:30] 20 ribu pasukan dan belasan kapal perang besar tapi masalahnya Kertanegara udah
20 thousand troops and a dozen large warships, but the problem is Kertanegara had already

[09:33] besar tapi masalahnya Kertanegara udah wafat setahun Sebelumnya kan udah
large, but the problem is Kertanegara had died a year earlier, right

[09:36] wafat setahun Sebelumnya kan udah jauh-jauh dari Tiongkok buat balas
died a year earlier, right, they had come all the way from China for revenge

[09:38] jauh-jauh dari Tiongkok buat balas dendam ke Kertanegara eh ternyata
all the way from China for revenge on Kertanegara, oh it turns out

[09:40] dendam ke Kertanegara eh ternyata kertanegaranya udah meninggal kedatangan
revenge on Kertanegara, oh it turns out Kertanegara had already died. The arrival of

[09:43] kertanegaranya udah meninggal kedatangan bangsa Mongol ini dimanfaatkan sama
Kertanegara had already died. The arrival of the Mongol nation was exploited by

[09:45] bangsa Mongol ini dimanfaatkan sama Raden Wijaya buat bales dalam ke
the Mongol nation was exploited by Raden Wijaya to take revenge on

[09:47] Raden Wijaya buat bales dalam ke jayakatwang lalu dikirimlah utusan ke
Raden Wijaya to take revenge on Jayakatwang. Then an envoy was sent to

[09:50] jayakatwang lalu dikirimlah utusan ke bangsa Mongol yang udah tiba untuk
Jayakatwang. Then an envoy was sent to the Mongol nation that had arrived to

[09:52] bangsa Mongol yang udah tiba untuk mengajak mereka kerjasama dengan Raden
the Mongol nation that had arrived to invite them to cooperate with Raden

[09:55] mengajak mereka kerjasama dengan Raden Wijaya Raden Wijaya bilang ke pemimpin
invite them to cooperate with Raden Wijaya. Raden Wijaya told the leader of

[09:57] Wijaya Raden Wijaya bilang ke pemimpin pasukan Mongol ini bahwa Raden Wijaya
Wijaya. Raden Wijaya told the leader of the Mongol troops that Raden Wijaya

[10:00] pasukan Mongol ini bahwa Raden Wijaya ini adalah calon raja yang sah dari
Mongol troops that Raden Wijaya is the rightful heir to the throne of

[10:02] ini adalah calon raja yang sah dari Kerajaan Singasari dan apabila pasukan
this is the rightful heir to the throne of the Singasari Kingdom, and if the troops

[10:04] Kerajaan Singasari dan apabila pasukan Mongol bersedia buat membantu Raden
Singasari Kingdom, and if the Mongol troops are willing to help Raden

[10:07] Mongol bersedia buat membantu Raden Wijaya buat mengalahkan Kerajaan Kediri
Mongol are willing to help Raden Wijaya defeat the Kediri Kingdom

[10:10] Wijaya buat mengalahkan Kerajaan Kediri maka Raden Wijaya menjadi raja dia akan
Wijaya to defeat the Kediri Kingdom, then Raden Wijaya will become king, he will

[10:13] maka Raden Wijaya menjadi raja dia akan tunduk kepada dinasti Yuan dan bersedia
So Raden Wijaya became king, he would submit to the Yuan dynasty and be willing

[10:15] tunduk kepada dinasti Yuan dan bersedia membayar upeti pasukan Mongol pun setuju
to submit to the Yuan dynasty and be willing to pay tribute, the Mongol troops agreed

[10:18] membayar upeti pasukan Mongol pun setuju buat ngebantu Raden Wijaya udah
to pay tribute, the Mongol troops agreed to help Raden Wijaya already

[10:20] buat ngebantu Raden Wijaya udah jauh-jauh kan dari Tiongkok hingga
to help Raden Wijaya had come all the way from China until

[10:23] jauh-jauh kan dari Tiongkok hingga mungkin dong football tangan kosong ya
all the way from China until perhaps, you know, bare-handed football, right?

[10:26] mungkin dong football tangan kosong ya udah dari Surabaya pasukan Mongol
perhaps, you know, bare-handed football, right? Already from Surabaya, the Mongol troops

[10:29] udah dari Surabaya pasukan Mongol kemudian menuju ke Majapahit dan lanjut
already from Surabaya, the Mongol troops then headed to Majapahit and continued

[10:31] kemudian menuju ke Majapahit dan lanjut ke Daha yang kemudian sekarang dikenal
then headed to Majapahit and continued to Daha, which was then known

[10:34] ke Daha yang kemudian sekarang dikenal sebagai Kediri kerjasama itu pun
to Daha, which was then known as Kediri. That cooperation was

[10:36] sebagai Kediri kerjasama itu pun berhasil dan Raden Wijaya Akhirnya bisa
as Kediri. That cooperation was successful, and Raden Wijaya could finally

[10:38] berhasil dan Raden Wijaya Akhirnya bisa mengalahkan jayakatwang karena udah
be successful and Raden Wijaya could finally defeat Jayakatwang because he had

[10:40] mengalahkan jayakatwang karena udah berhasil bantuin Raden Wijaya dalam
defeated Jayakatwang because he had successfully helped Raden Wijaya in

[10:42] berhasil bantuin Raden Wijaya dalam mengalahkan jayakatwang Akhirnya pasukan
successfully helping Raden Wijaya in defeating Jayakatwang. Finally, the troops

[10:45] mengalahkan jayakatwang Akhirnya pasukan Mongol pun menagih berjanji Raden Wijaya
defeating Jayakatwang. Finally, the Mongol troops demanded the promised tribute from Raden Wijaya.

[10:48] Mongol pun menagih berjanji Raden Wijaya Air Raden Wijaya tuh punya rencana lain
The Mongol troops demanded the promised tribute. Raden Wijaya, well, Raden Wijaya had another plan.

[10:50] Air Raden Wijaya tuh punya rencana lain ternyata dia nggak mau dong Jadi Raja
Raden Wijaya had another plan. It turned out he didn't want to be a king

[10:53] ternyata dia nggak mau dong Jadi Raja boneka dari kubelekan Raden Wijaya
it turned out he didn't want to be a puppet king of Kublai Khan. Raden Wijaya

[10:56] boneka dari kubelekan Raden Wijaya pengen ngikutin jejak mertuanya Raja
a puppet king of Kublai Khan. Raden Wijaya wanted to follow in the footsteps of his father-in-law, King

[10:58] pengen ngikutin jejak mertuanya Raja Kertanegara yang dulu tuh nggak mau
wanted to follow in the footsteps of his father-in-law, King Kertanegara, who previously did not want

[11:00] Kertanegara yang dulu tuh nggak mau tunduk sama Kerajaan luar Raden Wijaya
Kertanegara, who previously did not want to submit to foreign kingdoms. Raden Wijaya

[11:03] tunduk sama Kerajaan luar Raden Wijaya pun bilang ke pasukan Mongol bahwa upeti
submit to foreign kingdoms. Raden Wijaya told the Mongol troops that the tribute

[11:05] pun bilang ke pasukan Mongol bahwa upeti tersebut tuh ada di Majapahit Akhirnya
told the Mongol troops that the tribute was in Majapahit. Finally,

[11:07] tersebut tuh ada di Majapahit Akhirnya pasukan Mongol tersebut mengawal Raden
the tribute was in Majapahit. Finally, those Mongol troops escorted Raden

[11:10] pasukan Mongol tersebut mengawal Raden Wijaya ke Majapahit yang gak diketahui
the Mongol troops escorted Raden Wijaya to Majapahit, which was not known

[11:12] Wijaya ke Majapahit yang gak diketahui sama pasukan Mongol ternyata Raden
to the Mongol troops. It turned out Raden

[11:15] sama pasukan Mongol ternyata Raden Wijaya Berencana untuk membunuh mereka
It turned out that the Mongol troops, Raden Wijaya planned to kill them.

[11:18] Wijaya Berencana untuk membunuh mereka
Wijaya planned to kill them.

[11:20] Sesampai di Majapahit tiba-tiba pasukan
Upon arriving at Majapahit, suddenly the troops

[11:22] Sesampai di Majapahit tiba-tiba pasukan Mongol ini di surga dan dibunuh sisa
Upon arriving at Majapahit, suddenly these Mongol troops were in heaven and the remaining were killed.

[11:25] Mongol ini di surga dan dibunuh sisa pasukan Mongol yang gak ikut ke
These Mongols were in heaven and the remaining Mongol troops who did not go to

[11:26] pasukan Mongol yang gak ikut ke Majapahit akhirnya milih pergi daripada
The Mongol troops who did not go to Majapahit finally chose to leave rather than

[11:28] Majapahit akhirnya milih pergi daripada harus melawan pasukan Raden Wijaya
Majapahit finally chose to leave rather than having to fight Raden Wijaya's troops.

[11:30] harus melawan pasukan Raden Wijaya soalnya kan pasukan Mongol ini tuh udah
Having to fight Raden Wijaya's troops because these Mongol troops were already

[11:33] soalnya kan pasukan Mongol ini tuh udah capek karena perang melawan si tuang
Because these Mongol troops were already tired from fighting the king,

[11:37] capek karena perang melawan si tuang yang tadi kan mereka pun balik ke
Tired from fighting the king, earlier they returned to

[11:39] yang tadi kan mereka pun balik ke Tiongkok dan gak balik-balik lagi Lagian
Earlier they returned to China and never came back. Besides,

[11:41] Tiongkok dan gak balik-balik lagi Lagian pada saat itu dinasti Yuan tuh juga
China and never came back. Besides, at that time the Yuan dynasty was also

[11:43] pada saat itu dinasti Yuan tuh juga sibuk dengan
At that time the Yuan dynasty was also busy with

[11:44] sibuk dengan pemberontakan-pemberontakan yang ada di
Busy with rebellions that existed in

[11:46] pemberontakan-pemberontakan yang ada di daerah kekuasaannya
Rebellions that existed in their territories.

[11:48] daerah kekuasaannya dan akhirnya setelah berhasil ngalahin
Their territories, and finally after successfully defeating

[11:51] dan akhirnya setelah berhasil ngalahin jackatwang dan mengusir pasukan Mongol
And finally after successfully defeating Jackatwang and expelling the Mongol troops,

[11:54] jackatwang dan mengusir pasukan Mongol Raden Wijaya secara resmi
Jackatwang and expelling the Mongol troops, Raden Wijaya officially

[11:56] Raden Wijaya secara resmi mendeklarasikan pendirian Kerajaan
Raden Wijaya officially declared the establishment of the Kingdom

[11:58] mendeklarasikan pendirian Kerajaan Majapahit
Declared the establishment of the Majapahit Kingdom.

[12:01] masa kejayaan Majapahit Raden Wijaya
The golden age of Majapahit, Raden Wijaya

[12:05] masa kejayaan Majapahit Raden Wijaya resmi menjadikan Majapahit sebagai
The golden age of Majapahit, Raden Wijaya officially made Majapahit as

[12:07] resmi menjadikan Majapahit sebagai kerajaan pada 10 November 1992 dia pun
Officially made Majapahit a kingdom on November 10, 1992. He then

[12:11] kerajaan pada 10 November 1992 dia pun menjadi raja pertama Majapahit dengan
Kingdom on November 10, 1992. He then became the first king of Majapahit with

[12:13] menjadi raja pertama Majapahit dengan gelar kertajasa jayawardhana pada masa
became the first king of Majapahit with the title Kertajasa Jayawardhana during the era

[12:16] gelar kertajasa jayawardhana pada masa awal Majapahit berdiri ada banyak banget.
Gelar Kertajasa Jayawardhana, in the early days of Majapahit's establishment, there were many.

[12:19] awal Majapahit berdiri ada banyak banget pemberontakan yang terjadi di lingkungan.
In the early days of Majapahit's establishment, there were many rebellions that occurred in the environment.

[12:20] pemberontakan yang terjadi di lingkungan kerajaan dan istana yang namanya juga.
Rebellions that occurred in the kingdom and palace environment, which was also called.

[12:23] kerajaan dan istana yang namanya juga Kerajaan baru kan pada masa pemerintahan.
A kingdom and palace, which was also called a new kingdom, during the reign.

[12:25] Kerajaan baru kan pada masa pemerintahan kertarajasa Majapahit itu tumbuh dan.
A new kingdom, during the reign of Kertajasa, Majapahit grew and.

[12:27] kertarajasa Majapahit itu tumbuh dan berhasil menguasai Jawa timur sebagian.
Kertajasa, Majapahit grew and succeeded in controlling East Java, a part of.

[12:29] berhasil menguasai Jawa timur sebagian Sumatra Selat Malaka dan sebagai wilayah.
Succeeded in controlling East Java, a part of Sumatra, the Strait of Malacca, and as a region.

[12:32] Sumatra Selat Malaka dan sebagai wilayah Malaysia ketika Raja kertarajasa.
Sumatra, the Strait of Malacca, and as the region of Malaysia when King Kertajasa.

[12:35] Malaysia ketika Raja kertarajasa meninggal tahun 139 kekuasaan pun.
Malaysia, when King Kertajasa died in the year 139, power was.

[12:38] meninggal tahun 139 kekuasaan pun diturunkan ke putranya yang bernama.
Died in the year 139, power was passed down to his son named.

[12:40] diturunkan ke putranya yang bernama Jayanegara yang berasal dari istrinya.
Passed down to his son named Jayanegara, who came from his wife.

[12:42] Jayanegara yang berasal dari istrinya yang bernama Dara petak selain mewarisi.
Jayanegara, who came from his wife named Dara Petak, besides inheriting.

[12:46] yang bernama Dara petak selain mewarisi kerajaan Jayanegara tuh juga mewarisi.
Named Dara Petak, besides inheriting the kingdom, Jayanegara also inherited.

[12:48] kerajaan Jayanegara tuh juga mewarisi masalah-masalah pemberontakan yang itu.
The kingdom, Jayanegara also inherited problems of rebellion that were.

[12:51] masalah-masalah pemberontakan yang itu tadi ada beberapa pemberontakan yang.
Problems of rebellion that were, earlier there were several rebellions that.

[12:54] tadi ada beberapa pemberontakan yang cukup besar yang terjadi di masa.
Earlier there were several quite large rebellions that occurred during the time.

[12:56] cukup besar yang terjadi di masa pemerintahan Jayanegara diantaranya.
Quite large, that occurred during the reign of Jayanegara, among them.

[12:58] pemerintahan Jayanegara diantaranya adalah pemberontakan Gajah Biru pada.
The reign of Jayanegara, among them was the Gajah Biru rebellion in.

[13:00] adalah pemberontakan Gajah Biru pada tahun 1314 dan pemberontakan Kuti tahun.
Was the Gajah Biru rebellion in the year 1314 and the Kuti rebellion in the year.

[13:04] tahun 1314 dan pemberontakan Kuti tahun 1319 nah pemberontakan Kuti inilah yang.
The year 1314 and the Kuti rebellion in the year 1319. Now, this Kuti rebellion was the one.

[13:07] 1319 nah pemberontakan Kuti inilah yang paling berbahaya di dalam sejarah awal.
1319. Now, this Kuti rebellion was the most dangerous in the early history.

[13:10] paling berbahaya di dalam sejarah awal Kerajaan Majapahit seolah pasukan.
Most dangerous in the early history of the Majapahit Kingdom. It was as if the rebel forces.

[13:12] Kerajaan Majapahit seolah pasukan pemberontak tuh sampai bisa mengambil.
The Majapahit Kingdom, it was as if the rebel forces could even take.

[13:13] pemberontak tuh sampai bisa mengambil alih kekuasaan di ibukota Majapahit.
Rebel forces could even take over power in the capital of Majapahit.

[13:16] alih kekuasaan di ibukota Majapahit berkat bantuan Gajah Mada dan pengawal.
Take over power in the capital of Majapahit, thanks to the help of Gajah Mada and the guards.

[13:19] berkat bantuan Gajah Mada dan pengawal kerajaan Bhayangkara Jayanegara pun berhasil keluar dari ibukota yang dikuasai pemberontak dan bersembunyi di desa badander.
With the help of Gajah Mada and the Bhayangkara royal guards, Jayanegara successfully escaped the capital, which was controlled by rebels, and hid in the village of Badander.

[13:28] Setelah Jayanegara bersembunyi, Gajah Mada balik ke ibukota buat cari tahu situasi dan kondisi.
After Jayanegara hid, Gajah Mada returned to the capital to find out the situation and conditions.

[13:35] Setelah tanya sana sini, Gajah Mada jadi tahu kalau sebenarnya pemberontakan itu tuh nggak didukung sama Sebagian besar masyarakat Majapahit pada waktu itu.
After asking around, Gajah Mada learned that the rebellion was not actually supported by the majority of the Majapahit people at that time.

[13:41] Karena hal itu, Gajah Mada bertekad untuk melakukan serangan balik ke para pemberontak.
Because of this, Gajah Mada was determined to launch a counter-attack against the rebels.

[13:47] Ketika para pemberontak berhasil dikalahin, Jayanegara pun kembali ke ibukota buat memerintah.
When the rebels were successfully defeated, Jayanegara returned to the capital to rule.

[13:52] Atas jasa-jasanya, Gajah Mada kemudian dipromosikan buat jabatan yang lebih tinggi di lingkungan istana.
For his services, Gajah Mada was later promoted to a higher position in the palace.

[13:58] Kisah Gajah Mada ini udah pernah dibahas, bisa kalian cek videonya ya yang itu.
This story of Gajah Mada has been discussed before, you can check out that video.

[14:05] Nah, ada banyak banget kontroversi selama Jayanegara ini memerintah, terutama yang berhubungan dengan hobinya yang main cewek.
Now, there were many controversies during Jayanegara's reign, especially related to his hobby of pursuing women.

[14:13] Suka banget hobi banget main perempuan, bahkan dia tuh pengen jadiin.
He really liked, was very fond of, interacting with women, he even wanted to make them.

[14:19] perempuan Bahkan dia tuh pengen jadiin saudari dirinya sebagai istri bukan
Even women, he wanted to make his sister his wife, not

[14:21] saudari dirinya sebagai istri bukan cuman satu lagi dua saudari tirinya
his sister as his wife, not just one, but two of his stepsisters

[14:25] cuman satu lagi dua saudari tirinya gitarnya dan raja Dewi tapi karena pada
just one, but two of his stepsisters, Gitarnya and King Dewi, but because at that

[14:27] gitarnya dan raja Dewi tapi karena pada saat itu tradisi Jawa melarang
Gitarnya and King Dewi, but because at that time Javanese tradition prohibited

[14:29] saat itu tradisi Jawa melarang perkawinan dengan saudara tiri makanya
at that time Javanese tradition prohibited marriage with stepsiblings, that's why

[14:31] perkawinan dengan saudara tiri makanya keinginannya ditentang sama para ketua
marriage with stepsiblings, that's why his desire was opposed by the leaders

[14:34] keinginannya ditentang sama para ketua kerajaan dalam naskah babad dalam yang
his desire was opposed by the leaders of the kingdom in the Babad Dalam manuscript which

[14:38] kerajaan dalam naskah babad dalam yang berasal dari Bali diceritain kalau jadi
of the kingdom in the Babad Dalam manuscript originating from Bali tells that

[14:40] berasal dari Bali diceritain kalau jadi negara ini tuh sering menggoda perempuan
originating from Bali tells that this country often seduced women

[14:42] negara ini tuh sering menggoda perempuan dan bahkan bisa dibilang melecehkan
this country often seduced women and could even be said to harass

[14:44] dan bahkan bisa dibilang melecehkan mereka nggak terkecuali para istri
and could even be said to harass them, not excluding his own wives

[14:47] mereka nggak terkecuali para istri bawahannya sendiri
them, not excluding his own subordinates' wives

[14:49] bawahannya sendiri tapi yang mau gimana nggak ada yang
his own subordinates, but what could be done, no one

[14:51] tapi yang mau gimana nggak ada yang berani menentang Jayanegara karena dia
but what could be done, no one dared to oppose Jayanegara because he

[14:53] berani menentang Jayanegara karena dia kan seorang Raja
dared to oppose Jayanegara because he was a King

[14:55] kan seorang Raja Jayanegara pun dapat julukan kalagemet
was a King, Jayanegara also received the nickname Kalagemet

[14:58] Jayanegara pun dapat julukan kalagemet yang artinya penjahat lemah orang-orang
Jayanegara also received the nickname Kalagemet, which means a weak criminal. People

[15:01] yang artinya penjahat lemah orang-orang di istana Majapahit lama-lama kesel kan
who means a weak criminal. People in the Majapahit palace gradually got annoyed

[15:03] di istana Majapahit lama-lama kesel kan sama kelakuannya gitu sama tingkah
in the Majapahit palace gradually got annoyed by his behavior, by the actions

[15:05] sama kelakuannya gitu sama tingkah Jayanegara yang nggak mencerminkan
by his behavior, by the actions of Jayanegara which did not reflect

[15:07] Jayanegara yang nggak mencerminkan kebijaksanaan seorang raja sama sekali
Jayanegara which did not reflect the wisdom of a king at all

[15:09] kebijaksanaan seorang raja sama sekali akhirnya pada tahun 1328 Jayanegara
the wisdom of a king at all. Finally, in the year 1328, Jayanegara

[15:13] akhirnya pada tahun 1328 Jayanegara dibunuh sama tabibnya tanca sewaktu
Finally, in the year 1328, Jayanegara was killed by his physician Tanca while

[15:16] dibunuh sama tabibnya tanca sewaktu Jayanegara Lagi dioperasi bedah menurut
was killed by his physician Tanca while Jayanegara was undergoing surgery, according to

[15:19] Jayanegara Lagi dioperasi bedah menurut naskah pararaton tanca membunuh
Jayanegara was undergoing surgery, according to the Pararaton manuscript, Tanca killed

[15:21] naskah pararaton tanca membunuh Jayanegara karena dia tuh udah melecehkan istri tanca.
The Pararaton manuscript states Tanca killed Jayanegara because he had harassed Tanca's wife.

[15:26] Dalam catatan lain disebutin kalau otak pembunuhan Jayanegara ini itu adalah Gajah Mada sendiri.
In other records, it is mentioned that the mastermind behind Jayanegara's murder was Gajah Mada himself.

[15:30] Buat nyingkirin raja yang menurutnya nggak pantes buat memimpin majapahit juga buat melindungi dua putri kerajaan yang tadi gitu aja.
To eliminate the king who he thought was unfit to lead Majapahit, and also to protect the two princesses of the kingdom.

[15:40] Dan raja Dewi dari Nafsu Liar Jayanegara dengan meninggalnya Jayanegara maka mahkota pemimpinan Majapahit itu seharusnya jatuh ke Gayatri rajapat.
And King Dewi from Jayanegara's wild lust, with Jayanegara's death, the crown of Majapahit leadership should have fallen to Gayatri Rajapat.

[15:50] Ini yang merupakan salah satu orang yang sangat dihormati di lingkungan kerajaan ibu tiri Jayanegara.
She was one of the most respected people in the royal court, Jayanegara's stepmother.

[15:54] Tapi Gayatri ini lebih milih jadi biarawati Buddha dan udah lelah banget gitu dengan urusan duniawi.
But Gayatri chose to become a Buddhist nun and was very tired of worldly affairs.

[15:59] Dia pun kemudian ngangkat putrinya dia gitarnya sebagai Ratu Majapahit di bawah pengawasan Gayatri.
She then appointed her daughter, Gitarja, as Queen of Majapahit under Gayatri's supervision.

[16:11] Dia gitar Jae ini itu bergelar Sri Tribuana Tunggadewi maharajasa Jaya wisnuwardhani.
Gitarja bore the title Sri Tribuana Tunggadewi Maharajasa Jaya Wisnuwardhani.

[16:18] Mungkin lebih familiar dengan nama ratu Tribuana Wijaya Tunggadewi ya pada masa Ratu.
Perhaps more familiar by the name Queen Tribuana Wijaya Tunggadewi, during the reign of the Queen.

[16:23] Wijaya Tunggadewi ya pada masa Ratu Tribuana inilah Gajah Mada diangkat.
Wijaya Tunggadewi, yes, during the reign of Queen Tribuana, Gajah Mada was appointed.

[16:25] Tribuana inilah Gajah Mada diangkat menjadi perdana menteri pada tahun 1336.
Tribuana, this is when Gajah Mada was appointed prime minister in the year 1336.

[16:28] Menjadi perdana menteri pada tahun 1336 pada saat upacara pengangkatan Gajah.
Appointed prime minister in the year 1336, at the time of Gajah's appointment ceremony.

[16:30] Pada saat upacara pengangkatan Gajah Mada sebagai Perdana Menteri disitulah.
At the time of Gajah Mada's appointment ceremony as Prime Minister, there.

[16:32] Mada sebagai Perdana Menteri disitulah Gajah Mada mengucapkan sumpah yang.
Mada as Prime Minister, there Gajah Mada uttered the oath that.

[16:35] Gajah Mada mengucapkan sumpah yang terkenal yaitu Sumpah Palapa dimana.
Gajah Mada uttered the famous oath, the Palapa Oath, where.

[16:37] Terkenal yaitu Sumpah Palapa dimana Gajah Mada bersumpah nggak akan makan.
Famous, the Palapa Oath, where Gajah Mada swore he would not eat.

[16:39] Gajah Mada bersumpah nggak akan makan buah Palapa sebelum beberapa wilayah di.
Gajah Mada swore he would not eat the fruit of Palapa before several regions in.

[16:42] Buah Palapa sebelum beberapa wilayah di nusantara tunduk di bawah kekuasaan.
Fruit of Palapa before several regions in the archipelago were subject to the power.

[16:44] Nusantara tunduk di bawah kekuasaan Majapahit dan benar aja Gajah Mada.
Archipelago were subject to the power of Majapahit, and indeed, Gajah Mada.

[16:47] Majapahit dan benar aja Gajah Mada melaksanakan sumpahnya itu saat itu.
Majapahit, and indeed, Gajah Mada carried out his oath at that time.

[16:50] Melaksanakan sumpahnya itu saat itu Gajah Mada berhasil menaklukkan beli.
Carried out his oath at that time, Gajah Mada succeeded in conquering Bali.

[16:52] Gajah Mada berhasil menaklukkan beli tahun 1343 dan juga ngalahin Kerajaan.
Gajah Mada succeeded in conquering Bali in the year 1343 and also defeated the Kingdom.

[16:55] Tahun 1343 dan juga ngalahin Kerajaan Samudra Pasai di Sumatera tahun.
The year 1343, and also defeated the Kingdom of Samudra Pasai in Sumatra in the year.

[16:58] Samudra Pasai di Sumatera tahun 1349 Ratu Tribuana Wijaya Tunggadewi.
Samudra Pasai in Sumatra in the year 1349. Queen Tribuana Wijaya Tunggadewi.

[17:01] 1349 Ratu Tribuana Wijaya Tunggadewi berkuasa di Majapahit sampai ibunya.
1349, Queen Tribuana Wijaya Tunggadewi ruled Majapahit until her mother.

[17:04] Berkuasa di Majapahit sampai ibunya meninggal pada tahun 1350 habis itu sang.
Ruled Majapahit until her mother passed away in the year 1350. After that, the.

[17:07] meninggal pada tahun 1350 habis itu sang ratu turun tahta dan nyerahin Tahta.
Passed away in the year 1350. After that, the queen abdicated and handed over the throne.

[17:09] Ratu turun tahta dan nyerahin Tahta Majapahit ke putranya Hayam Wuruk yang.
Queen abdicated and handed over the throne of Majapahit to her son, Hayam Wuruk, who.

[17:12] Majapahit ke putranya Hayam Wuruk yang juga dikenal sebagai Maharaja Sri.
Majapahit to her son, Hayam Wuruk, who was also known as Maharaja Sri.

[17:14] Juga dikenal sebagai Maharaja Sri rajasanagara Majapahit di era Hayam.
Also known as Maharaja Sri Rajasanagara. Majapahit in the era of Hayam.

[17:17] Rajasanagara Majapahit di era Hayam Wuruk ini tuh bisa dibilang periode.
Rajasanagara, Majapahit in the era of Hayam Wuruk, this can be called the period.

[17:18] Wuruk ini tuh bisa dibilang periode Puncak kekuasaan Majapahit seluruh.
Wuruk, this can be called the period of Majapahit's peak power, all of.

[17:21] Puncak kekuasaan Majapahit seluruh Sumatera Malaysia Singapura pesisir.
Peak power of Majapahit, all of Sumatra, Malaysia, Singapore, coastal.

[17:24] Sumatera Malaysia Singapura pesisir Kalimantan dari Bali sampai Pulau Nusa
Sumatra, Malaysia, Singapore, the coast of Kalimantan, from Bali to Nusa Island.

[17:26] Kalimantan dari Bali sampai Pulau Nusa Tenggara sebagian besar Pulau Sulawesi
Kalimantan, from Bali to Nusa Tenggara, most of Sulawesi Island.

[17:28] Tenggara sebagian besar Pulau Sulawesi kepulauan Maluku sampai sebagian Papua
Tenggara, most of Sulawesi Island, the Maluku Islands up to parts of Papua.

[17:31] kepulauan Maluku sampai sebagian Papua bahkan sampai ke Filipina itu ada di
The Maluku Islands up to parts of Papua, even reaching the Philippines, were under

[17:35] bahkan sampai ke Filipina itu ada di bawah kekuasaan Majapahit Tapi tentu aja
Even reaching the Philippines, it was under Majapahit's rule. But of course,

[17:37] bawah kekuasaan Majapahit Tapi tentu aja selain Gajah Mada kita nggak boleh
Under Majapahit's rule. But of course, besides Gajah Mada, we must not

[17:39] selain Gajah Mada kita nggak boleh melupakan jasa punala yang merupakan
Besides Gajah Mada, we must not forget the services of Punala, who was

[17:42] melupakan jasa punala yang merupakan Panglima Majapahit karena Berkat dialah
Forget the services of Punala, who was a Majapahit Commander, because thanks to him,

[17:45] Panglima Majapahit karena Berkat dialah daerah Timur Nusantara itu bisa dikuasai
A Majapahit Commander, because thanks to him, the eastern regions of Nusantara could be conquered.

[17:47] daerah Timur Nusantara itu bisa dikuasai Majapahit dengan armada laut dan pada
The eastern regions of Nusantara could be conquered by Majapahit with its navy, and during

[17:50] Majapahit dengan armada laut dan pada masa Hayam Wuruk majapahit juga menjalin
Majapahit with its navy, and during the time of Hayam Wuruk, Majapahit also established

[17:53] masa Hayam Wuruk majapahit juga menjalin kerjasama dengan kerajaan luar negeri
The time of Hayam Wuruk, Majapahit also established cooperation with foreign kingdoms.

[17:55] kerjasama dengan kerajaan luar negeri kaya campak Kamboja siam Selatan Burma
Cooperation with foreign kingdoms like Champa, Cambodia, Southern Siam, Burma,

[17:59] kaya campak Kamboja siam Selatan Burma Vietnam dan China ini kayak kerjasama
Vietnam, and China. This was like a trade cooperation, but there were kingdoms

[18:01] Vietnam dan China ini kayak kerjasama perdagangan sih tapi ada kerajaan yang
Vietnam and China. This was like trade cooperation, but there were kingdoms

[18:03] perdagangan sih tapi ada kerajaan yang dari awal Majapahit berdiri sampai
Trade cooperation, but there were kingdoms that from the beginning of Majapahit's establishment until

[18:05] dari awal Majapahit berdiri sampai dengan runtuhnya Majapahit itu nggak
From the beginning of Majapahit's establishment until Majapahit's fall, they were not

[18:07] dengan runtuhnya Majapahit itu nggak pernah bisa ditaklukin Sebenarnya ada
Never conquered. Actually, there were

[18:11] pernah bisa ditaklukin Sebenarnya ada banyak sih tapi yang menarik adalah
Never conquered. Actually, there were many, but the interesting one is

[18:12] banyak sih tapi yang menarik adalah kerajaan Sunda kerajaan Sunda ini tuh
Many, but the interesting one is the Sunda Kingdom. This Sunda Kingdom

[18:16] kerajaan Sunda kerajaan Sunda ini tuh adalah Tetangga dari Majapahit Majapahit
The Sunda Kingdom, this Sunda Kingdom was a neighbor of Majapahit. Majapahit

[18:18] adalah Tetangga dari Majapahit Majapahit berkuasa di bagian timur pulau Jawa dan
Was a neighbor of Majapahit. Majapahit ruled the eastern part of Java island, and

[18:21] berkuasa di bagian timur pulau Jawa dan di bagian barat ada kerajaan Sunda dan
Ruled the eastern part of Java island, and in the western part, there was the Sunda Kingdom and

[18:23] di bagian barat ada kerajaan Sunda dan Galuh yang kemudian bergabung jadi
In the western part, there was the Sunda Kingdom and Galuh, which later merged into

[18:26] Galuh yang kemudian bergabung jadi kerajaan Sunda pas itu yang buruk pengen kerajaan Sunda pas itu yang buruk pengen jadiin kerajaan Sunda ini sebagai salah.
Galuh, which later joined the Sunda kingdom, at that time the bad one wanted the Sunda kingdom at that time, the bad one wanted to make this Sunda kingdom as one.

[18:29] jadiin kerajaan Sunda ini sebagai salah satu negara bawahan Majapahit caranya.
make this Sunda kingdom as one of Majapahit's vassal states, the way.

[18:32] satu negara bawahan Majapahit caranya dengan mengangkat Putri Citra rashmi di epitaloka yaitu putri kerajaan Sunda.
one of Majapahit's vassal states, the way is by appointing Putri Citra Rashmi in Epitaloka, who is the princess of the Sunda kingdom.

[18:36] dengan mengangkat Putri Citra rashmi di epitaloka yaitu putri kerajaan Sunda yang terkenal akan kecantikannya buat dijadiin sebagai Ratu sama Hayam Wuruk.
by appointing Putri Citra Rashmi in Epitaloka, who is the princess of the Sunda kingdom, famous for her beauty, to be made Queen by Hayam Wuruk.

[18:40] yang terkenal akan kecantikannya buat dijadiin sebagai Ratu sama Hayam Wuruk Lingga Buana yang merupakan raja kerajaan Sunda.
who is famous for her beauty, to be made Queen by Hayam Wuruk Lingga Buana, who is the king of the Sunda kingdom.

[18:42] Lingga Buana yang merupakan raja kerajaan Sunda senang dong bisa jadiin Hayam Wuruk sebagai teman tuh ini.
Lingga Buana, who is the king of the Sunda kingdom, was happy to be able to make Hayam Wuruk a friend, this is.

[18:46] kerajaan Sunda senang dong bisa jadiin Hayam Wuruk sebagai teman tuh ini kesempatan buat memperkuat kerajaan Sunda.
the Sunda kingdom was happy to be able to make Hayam Wuruk a friend, this is an opportunity to strengthen the Sunda kingdom.

[18:49] kesempatan buat memperkuat kerajaan Sunda akhirnya Sang Raja dan rombongan kerajaan Sunda pergi ke Trowulan ibukota Majapahit.
an opportunity to strengthen the Sunda kingdom, finally the King and the entourage of the Sunda kingdom went to Trowulan, the capital of Majapahit.

[18:54] kerajaan Sunda pergi ke Trowulan ibukota Majapahit mereka berkemah di alun-alun Bubat bagian utara Trowulan.
the Sunda kingdom went to Trowulan, the capital of Majapahit, they camped in the Bubat square in the northern part of Trowulan.

[18:57] Majapahit mereka berkemah di alun-alun Bubat bagian utara Trowulan Gajah Mada yang masih berambisi buat ngelebarin kekuasaan Majapahit.
Majapahit, they camped in the Bubat square in the northern part of Trowulan. Gajah Mada, who still had ambitions to expand Majapahit's power.

[19:02] yang masih berambisi buat ngelebarin kekuasaan Majapahit punya rencana Gajah Mada datangin perkemahan kerajaan Sunda.
who still had ambitions to expand Majapahit's power, had a plan. Gajah Mada came to the Sunda kingdom's camp.

[19:06] Gajah Mada datangin perkemahan kerajaan Sunda dan kemudian memaksa kerajaan Sunda buat tunduk ke Majapahit.
Gajah Mada came to the Sunda kingdom's camp and then forced the Sunda kingdom to submit to Majapahit.

[19:09] dan kemudian memaksa kerajaan Sunda buat tunduk ke Majapahit sedangkan dia Pitaloka yang rencananya dikawinin sama Hayam Wuruk.
and then forced the Sunda kingdom to submit to Majapahit, while she, Pitaloka, who was planned to be married to Hayam Wuruk.

[19:14] Pitaloka yang rencananya dikawinin sama Hayam Wuruk kemudian cuma dijadiin sebagai selir dan hadiah buat Hayam Wuruk.
Pitaloka, who was planned to be married to Hayam Wuruk, was then only made a concubine and a gift for Hayam Wuruk.

[19:18] Hayam Wuruk kemudian cuma dijadiin sebagai selir dan hadiah buat Hayam Wuruk sebagai seorang ayah Lingga Buana.
Hayam Wuruk was then only made a concubine and a gift for Hayam Wuruk. As a father, Lingga Buana.

[19:23] Wuruk sebagai seorang ayah Lingga Buana marah dong kalau putrinya yang cantik.
Wuruk, as a father, Lingga Buana was angry if his beautiful daughter.

[19:28] marah dong kalau putrinya yang cantik cuma dijadiin selir doang pertempuran
It's outrageous if the beautiful daughter is just made a concubine, the battle

[19:31] cuma dijadiin selir doang pertempuran pun tak terhindarkan pertempuran ini
just being made a concubine, the battle was unavoidable, this battle

[19:33] pun tak terhindarkan pertempuran ini dikenal dengan sebutan perang Bubat yang
was unavoidable, this battle is known as the Bubat War which

[19:36] dikenal dengan sebutan perang Bubat yang terjadi tahun 1357 karena kalau jumlah
known as the Bubat War which occurred in 1357 because if the number

[19:39] terjadi tahun 1357 karena kalau jumlah seluruh anggota kerajaan Sunda yang
occurred in 1357 because if the total number of members of the Sunda kingdom who

[19:41] seluruh anggota kerajaan Sunda yang datang ke Majapahit dibantai sama
all members of the Sunda kingdom who came to Majapahit were slaughtered by

[19:43] datang ke Majapahit dibantai sama pasukan Majapahit sang putri dia
came to Majapahit were slaughtered by the Majapahit troops, the princess, she

[19:46] pasukan Majapahit sang putri dia Pitaloka yang melihat keluarganya
Majapahit troops, Princess Pitaloka, who saw her family

[19:47] Pitaloka yang melihat keluarganya dibantai kemudian gak punya pilihan lain
Pitaloka, who saw her family slaughtered, then had no other choice

[19:49] dibantai kemudian gak punya pilihan lain Sang Putri lebih memilih untuk bunuh
slaughtered, then had no other choice. The Princess chose to commit suicide

[19:52] Sang Putri lebih memilih untuk bunuh diri untuk menjaga
The Princess chose to commit suicide to protect

[19:54] diri untuk menjaga kehormatan ayahnya dan kerajaan Sunda
herself to protect the honor of her father and the Sunda kingdom.

[19:57] kehormatan ayahnya dan kerajaan Sunda penyatuan kerajaan Sunda dengan kerajaan
the honor of her father and the Sunda kingdom. The unification of the Sunda kingdom with the kingdom

[20:00] penyatuan kerajaan Sunda dengan kerajaan Majapahit akhirnya gak bakalan bisa lagi
of Majapahit would finally not be possible anymore.

[20:03] Majapahit akhirnya gak bakalan bisa lagi bagi kerajaan Sunda ini adalah hal yang
Majapahit would finally not be possible anymore. For the Sunda kingdom, this was something

[20:05] bagi kerajaan Sunda ini adalah hal yang paling menyedihkan karena kehilangan
for the Sunda kingdom, this was the saddest thing because of the loss

[20:08] paling menyedihkan karena kehilangan Keluarga Kerajaan dengan cara licik
the saddest thing because of the loss of the Royal Family in such a cunning way.

[20:10] Keluarga Kerajaan dengan cara licik kayak gitu hal yang buruk pun berduka
the Royal Family in such a cunning way. Such a bad thing, even they mourned

[20:13] kayak gitu hal yang buruk pun berduka atas kejadian itu Gajah Mada yang nggak
like that. Such a bad thing, even they mourned over that incident. Gajah Mada, who did not

[20:16] atas kejadian itu Gajah Mada yang nggak ngira bakalan jadi begini akhirnya dapat
over that incident. Gajah Mada, who did not expect it to turn out like this, finally received

[20:18] ngira bakalan jadi begini akhirnya dapat tantangan dan cibiran di lingkungan
expect it to turn out like this, finally received challenges and ridicule in the environment

[20:20] tantangan dan cibiran di lingkungan istana Majapahit ambisinya Buat jadiin
challenges and ridicule in the Majapahit palace environment. His ambition to make

[20:23] istana Majapahit ambisinya Buat jadiin Majapahit berkuasa malah bikin nama baik
Majapahit palace, his ambition to make Majapahit powerful instead tarnished the good name

[20:25] Majapahit berkuasa malah bikin nama baik Hayam Wuruk dan Majapahit tercoreng
Majapahit powerful instead tarnished the good name of Hayam Wuruk and Majapahit.

[20:28] Hayam Wuruk dan Majapahit tercoreng Gajah Mada pun dia ingin dari lingkungan
Hayam Wuruk and Majapahit were tarnished. Gajah Mada also wanted from the environment

[20:30] Gajah Mada pun dia ingin dari lingkungan istana dan kemudian menghabiskan

[20:32] istana dan kemudian menghabiskan waktunya menjadi pertapa di Madakaripura

[20:36] waktunya menjadi pertapa di Madakaripura Probolinggo sebelum akhirnya meninggal

[20:38] Probolinggo sebelum akhirnya meninggal pada tahun 1364

[20:43] akhir kisah Majapahit kematian Gajah

[20:46] akhir kisah Majapahit kematian Gajah Mada bisa dibilang berdampak Secara

[20:48] Mada bisa dibilang berdampak Secara nggak langsung ke kekuasaan Majapahit

[20:50] nggak langsung ke kekuasaan Majapahit hilangnya sosok Mahapatih yang ambisius

[20:53] hilangnya sosok Mahapatih yang ambisius kayak gitu bikin negara bawahan

[20:55] kayak gitu bikin negara bawahan Majapahit bertanya-tanya soal gimana

[20:57] Majapahit bertanya-tanya soal gimana nasib mereka tapi untungnya Hayam Wuruk

[21:00] nasib mereka tapi untungnya Hayam Wuruk masih bisa mempertahankan wilayah

[21:03] masih bisa mempertahankan wilayah kekuasaannya dengan cara kerja sama

[21:07] kekuasaannya dengan cara kerja sama diplomasi dan kerja sama perdagangan dan

[21:11] diplomasi dan kerja sama perdagangan dan sebenarnya Majapahit itu berkuasa di

[21:13] sebenarnya Majapahit itu berkuasa di hampir seluruh wilayah nusantara waktu

[21:14] hampir seluruh wilayah nusantara waktu itu bukan karena saling perang tapi

[21:17] itu bukan karena saling perang tapi dengan diplomasi kerajaan-kerajaan kecil

[21:21] dengan diplomasi kerajaan-kerajaan kecil di berbagai wilayah tuh diajak buat

[21:22] di berbagai wilayah tuh diajak buat kerjasama dan bersatu di bawah kekuasaan

[21:25] kerjasama dan bersatu di bawah kekuasaan Majapahit apalagi dulu kan majapahit

[21:28] Majapahit apalagi dulu kan majapahit dikenal sebagai penguasa Laut Nusantara

[21:30] dikenal sebagai penguasa Laut Nusantara sampai ke Selat Malaka dan bisa

[21:32] sampai ke Selat Malaka dan bisa memonopoli perdagangan salah satunya

[21:35] memonopoli perdagangan salah satunya rempah-rempah ketika Hayam Wuruk tutup

[21:37] rempah-rempah ketika Hayam Wuruk tutup usia tahun

[21:39] usia tahun 1389 di sinilah awal mula Majapahit

[21:42] 1389 di sinilah awal mula Majapahit mengalami kemunduran Sebenarnya ada dua

[21:44] mengalami kemunduran Sebenarnya ada dua faktor utama Kenapa Majapahit bisa

[21:46] faktor utama Kenapa Majapahit bisa hancur yang pertama adalah adanya perang

[21:49] hancur yang pertama adalah adanya perang saudara yang kedua adalah bangkitnya

[21:52] saudara yang kedua adalah bangkitnya kerajaan-kerajaan Islam di nusantara

[21:54] kerajaan-kerajaan Islam di nusantara kita bahas yang pertama Dulu semasa

[21:57] kita bahas yang pertama Dulu semasa hidupnya Hayam Wuruk tuh dianugrahi 2

[21:59] hidupnya Hayam Wuruk tuh dianugrahi 2 orang anak dari pernikahannya sama ratu

[22:01] orang anak dari pernikahannya sama ratu Sri sudewi Hayam Wuruk punya anak

[22:03] Sri sudewi Hayam Wuruk punya anak perempuan yang bernama

[22:05] perempuan yang bernama Kusumawardhani lalu sebelumnya murup

[22:08] Kusumawardhani lalu sebelumnya murup juga punya anak lelaki hasil hubungannya

[22:10] juga punya anak lelaki hasil hubungannya dengan seorang selir yang tidak

[22:13] dengan seorang selir yang tidak diketahui namanya anak lelakinya itu

[22:15] diketahui namanya anak lelakinya itu bernama brey wirabumi waktu masih hidup

[22:18] bernama brey wirabumi waktu masih hidup Hayam Wuruk udah membagi kekuasaan di

[22:21] Hayam Wuruk udah membagi kekuasaan di antara anak-anaknya ini Kusuma Wardani

[22:24] antara anak-anaknya ini Kusuma Wardani nikah sama Wikrama Wardhana dan memimpin

[22:27] nikah sama Wikrama Wardhana dan memimpin istana barat Kerajaan Majapahit

[22:29] istana barat Kerajaan Majapahit sedangkan anak laki-lakinya bumi

[22:32] sedangkan anak laki-lakinya bumi memimpin istana Timur kerajaan Majapahit

[22:34] memimpin istana Timur kerajaan Majapahit ketika yang buruk meninggal kedua

[22:36] ketika yang buruk meninggal kedua anaknya ini tuh saling klaim soal Siapa

[22:39] anaknya ini tuh saling klaim soal Siapa yang berhak Jadi Raja tunggal Majapahit

[22:40] yang berhak Jadi Raja tunggal Majapahit kemudian mereka berdua akhirnya

[22:43] kemudian mereka berdua akhirnya kurang nih buat saling memperebutkan

[22:46] kurang nih buat saling memperebutkan Tahta perang ini dikenal dengan nama

[22:48] Tahta perang ini dikenal dengan nama perang regreg yang berlangsung tahun

[22:51] perang regreg yang berlangsung tahun 1405 sampai 1406 di perang saudara itu

[22:55] 1405 sampai 1406 di perang saudara itu pihak brawira bumi kalah dan kepalanya

[22:58] pihak brawira bumi kalah dan kepalanya dipenggal gara-gara sibuk perang saudara

[23:01] dipenggal gara-gara sibuk perang saudara ini kontrol Majapahit dengan

[23:03] ini kontrol Majapahit dengan negara-negara bawahannya pun jadi

[23:04] negara-negara bawahannya pun jadi berkurang wikra mawardana akhirnya yang

[23:08] berkurang wikra mawardana akhirnya yang menjadi raja Majapahit menggantikan

[23:10] menjadi raja Majapahit menggantikan Hayam Wuruk setelah itu sebagian besar

[23:13] Hayam Wuruk setelah itu sebagian besar dari sejarah Majapahit isinya tuh cuma

[23:16] dari sejarah Majapahit isinya tuh cuma perang saudara yang bikin

[23:18] perang saudara yang bikin kerajaan-kerajaan bawaannya itu tuh jadi

[23:20] kerajaan-kerajaan bawaannya itu tuh jadi mulai satu-satu tuh ngelepasin diri

[23:22] mulai satu-satu tuh ngelepasin diri selanjutnya faktor kedua adalah

[23:24] selanjutnya faktor kedua adalah bangkitnya kerajaan Islam bangkitnya

[23:27] bangkitnya kerajaan Islam bangkitnya kerajaan Islam ini nggak lepas dari

[23:28] kerajaan Islam ini nggak lepas dari peranan Kesultanan Malaka Kesultanan

[23:31] peranan Kesultanan Malaka Kesultanan Malaka didirikan oleh Parameswara yang

[23:34] Malaka didirikan oleh Parameswara yang merupakan raja terakhir kerajaan

[23:36] merupakan raja terakhir kerajaan Singapore yang runtuh akibat diserang

[23:38] Singapore yang runtuh akibat diserang Majapahit tahun 1398 Kesultanan Malaka

[23:42] Majapahit tahun 1398 Kesultanan Malaka kemudian tumbuh menjadi daerah

[23:44] kemudian tumbuh menjadi daerah perdagangan penting dan berkuasa di

[23:46] perdagangan penting dan berkuasa di Selat Malaka kerajaan Malaka lalu

[23:49] Selat Malaka kerajaan Malaka lalu menjadi pelabuhan perdagangan

[23:51] menjadi pelabuhan perdagangan internasional yang dikunjungi para

[23:54] internasional yang dikunjungi para pedagang dari Timur maupun barat

[23:56] pedagang dari Timur maupun barat kerajaan ini juga mendapat dukungan dari

[23:58] kerajaan ini juga mendapat dukungan dari Dinasti Ming Tiongkok yang berkuasa pada

[24:01] Dinasti Ming Tiongkok yang berkuasa pada saat itu Majapahit yang sibuk perang

[24:03] saat itu Majapahit yang sibuk perang saudara itu nggak bisa mengantisipasi

[24:05] saudara itu nggak bisa mengantisipasi munculnya Kerajaan baru ini Kerajaan

[24:07] munculnya Kerajaan baru ini Kerajaan Malaka adalah kerajaan Islam kedua di

[24:10] Malaka adalah kerajaan Islam kedua di daerah Asia Tenggara pengaruh kerajaan

[24:13] daerah Asia Tenggara pengaruh kerajaan ini kemudian meluas di Sumatera sampai

[24:16] ini kemudian meluas di Sumatera sampai ke jawa pedagang Islam dari India

[24:18] ke jawa pedagang Islam dari India kemudian jalin kerjasama dengan penduduk

[24:20] kemudian jalin kerjasama dengan penduduk pesisir Pulau Sumatera dan Jawa sehingga

[24:23] pesisir Pulau Sumatera dan Jawa sehingga Islam juga Mulai menyebar negara bawahan

[24:26] Islam juga Mulai menyebar negara bawahan Majapahit khususnya di Sumatera dan Jawa

[24:29] Majapahit khususnya di Sumatera dan Jawa kemudian ngeliat kalau berhubungan

[24:31] kemudian ngeliat kalau berhubungan dengan kerajaan Malaka itu kayaknya

[24:33] dengan kerajaan Malaka itu kayaknya lebih untung deh makanya banyak negara

[24:35] lebih untung deh makanya banyak negara bawahan Majapahit itu melepaskan diri

[24:37] bawahan Majapahit itu melepaskan diri Islam pun makin menyebar dan kerajaan

[24:40] Islam pun makin menyebar dan kerajaan kecil Islam mulai bermunculan salah satu

[24:43] kecil Islam mulai bermunculan salah satu ini adalah kerajaan Demak Kerajaan Demak

[24:45] ini adalah kerajaan Demak Kerajaan Demak didirikan oleh Raden Patah yang dalam

[24:47] didirikan oleh Raden Patah yang dalam sebuah catatan disebutin kalau dia

[24:49] sebuah catatan disebutin kalau dia adalah anak dari kertabumi yang bergelar

[24:52] adalah anak dari kertabumi yang bergelar Raja Brawijaya 5 Majapahit tahun 1468

[24:56] Raja Brawijaya 5 Majapahit tahun 1468 Majapahit terbagi dua yaitu pemerintahan

[24:59] Majapahit terbagi dua yaitu pemerintahan di Daha bekas ibukota Kerajaan Kediri

[25:01] di Daha bekas ibukota Kerajaan Kediri dan di Trowulan ketika kertabumi

[25:04] dan di Trowulan ketika kertabumi terbunuh dalam perang saudara tahun 1478

[25:07] terbunuh dalam perang saudara tahun 1478 Demak kemudian misahin diri dari

[25:09] Demak kemudian misahin diri dari Majapahit 3 tahun kemudian kerajaan

[25:11] Majapahit 3 tahun kemudian kerajaan Islam Demak berdiri tahun 1527 pasukan

[25:15] Islam Demak berdiri tahun 1527 pasukan kerajaan Demak kemudian menghancurkan

[25:17] kerajaan Demak kemudian menghancurkan Daha ibukota Majapahit parah bangsawan

[25:20] Daha ibukota Majapahit parah bangsawan Majapahit kemudian melarikan diri ke

[25:22] Majapahit kemudian melarikan diri ke Pulau Bali dan akhirnya kerajaan Demak

[25:25] Pulau Bali dan akhirnya kerajaan Demak berkuasa di sebagian besar pulau Jawa

[25:27] berkuasa di sebagian besar pulau Jawa dan itulah akhir dari kerajaan Majapahit

[25:32] dan itulah akhir dari kerajaan Majapahit dan selamat Majapahit

[25:34] dan selamat Majapahit seru ya kerajaan-kerajaan di nusantara

[25:37] seru ya kerajaan-kerajaan di nusantara ini kalau misalnya Kalian ada Mau

[25:40] ini kalau misalnya Kalian ada Mau request ada salah-salah kata mohon maaf

[25:42] request ada salah-salah kata mohon maaf ada yang mau dikoreksi ada yang kurang

[25:44] ada yang mau dikoreksi ada yang kurang berkenan mohon maaf as always thank you

[25:47] berkenan mohon maaf as always thank you so much for watching hobi guys video bye

[25:50] so much for watching hobi guys video bye bye

[25:52] bye dan belasan kabel-kabel menurut naskah

[25:58] [Musik]

[26:00] [Musik] dengan meninggalnya Jayanegara maka

Cite this page

If you're using ChatGPT, Claude, Gemini, or another AI assistant, paste this URL into the chat:

https://youtube-transcript.ai/docs/salah-satu-kerajaan-terbesar-di-nusantara-majapahit-sejarah-v6233bnjrk

The full transcript and summary on this page will be retrieved as context, so the assistant can answer questions about the video accurately.