# Persediaan Alam Melayu Menghadapi Perubahan Dunia - Tuan Khalid Yahya

https://www.youtube.com/watch?v=sqJ1pguCiDs
Translation: en

[00:04] Bismillahirrahmanirrahim.
  In the name of Allah, the Most Gracious, the Most Merciful.

[00:08] Alhamdulillah.
  Praise be to Allah.

[00:10] Alhamdulillahilladzi nahmaduhu wastainuhu wastaghfiruh
  All praise is due to Allah, whom we praise, seek help from, and ask forgiveness from.

[00:14] W nauzubillahi min syururi anfusina wamin sayiatialina.
  And we seek refuge in Allah from the evils of our souls and from our bad deeds.

[00:19] Yahdihillahu fala mudillalah wam yudlil fala hadialah.
  Whomever Allah guides, none can misguide, and whomever He misguides, none can guide.

[00:24] Ashadu alla ilahaillallah wahdahu la syarikalah muhammadan abduhu wa rasuluh.
  I bear witness that there is no god but Allah alone, with no partner, and that Muhammad is His servant and messenger.

[00:30] Allahumma salli ala sayyidina Muhammad wa ala ali sayyidina Muhammad.
  O Allah, send blessings upon our master Muhammad and upon the family of our master Muhammad.

[00:36] La haula wala quwwata illa billahil aliyil azim.
  There is no power and no strength except with Allah, the Most High, the Almighty.

[00:41] Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh.
  Peace be upon you and the mercy of Allah and His blessings.

[00:44] Saudara pengerusi majlis, barisan panel yang dihormati dan dikasihi, tetamu-tetamu yang dirahmati Allah sekalian, para tuan-tuan guru, datuk dan mereka yang bersama pada seminar ini.
  Respected chairman of the session, esteemed and beloved panel members, honored guests blessed by Allah, all teachers, dignitaries, and those present at this seminar.

[01:02] Alhamdulillah syukur ke hadrat Allah Subhanahuwataala dan terutama kepada
  All praise and gratitude to Allah, the Glorified and Exalted, and especially to

[01:06] Pihak penganjurlah gabungan nasionalis yang hari ini berjaya meletakkan satu tema yang besar iaitu peradaban alam Melayu dunia Melayu ini untuk sama-sama kita memahami dan melihat jauh ke hadapan bagaimana potensi kita bangsa ini dan juga seluruhnya untuk memacu sebuah perubahan.
  It is the organizing party, the nationalist coalition, that today has succeeded in placing a great theme, namely the civilization of the Malay world, this Malay world, for us to together understand and look far ahead at how our potential as this nation and as a whole can drive a change.

[01:33] Dan terima kasih juga kepada Jabatan Muzium dan Kementerian yang sudi bersama kita pada hari ini.
  And thank you also to the Museum Department and the Ministry who are willing to be with us today.

[01:39] Hadirin dan hadirat yang dikasihi Allah sekalian.
  Dear attendees, both male and female, beloved by Allah, all of you.

[01:43] Saya biasanya lazimnya kalau pembentangan dan ceramah ni memang tajuknya akhir zamanlah, eskatologi geopolitik dan merungkai teori konspirasi dunia.
  I usually, typically, if it's a presentation and lecture, the title is indeed about the end times, geopolitical eschatology and unraveling world conspiracy theories.

[01:58] Itu generate sayalah ataupun my turf.
  That is my specialty or my turf.

[02:03] Tapi bila masuk tema alam Melayu ni dia
  But when it comes to the theme of the Malay world, this is it.

[02:06] Punya vibes dia lain macam.
  His vibes are different.

[02:09] Kata orang Kelantan dia ra dia mari ra ra tu mari.
  People say in Kelantan, he comes and goes.

[02:15] Antara lain yang kita kena faham bahawa walaupun sebelum ni kita bercakap tentang perang, krisis, konflik, yang itu yang saya bawa tetapi bila kita bercakap tentang perubahan dan juga peralihan dunia yang sedang berlaku, maka tema alam Melayu ni menyempurnakan lagi kefahaman dan gambaran kita.
  Among other things, we need to understand that although before this we talked about war, crisis, conflict, that is what I brought, but when we talk about change and also the transition of the world that is happening, then the theme of the Malay world completes our understanding and picture.

[02:39] Oleh kerana itu kalau kita tengok next slide, peperangan yang sedang terjadi hari ini, krisis yang sedang terjadi, kita tidak mahu sekadar memahami satu snapshot, satu babak, satu chapter sahaja ataupun satu muka surat daripada keseluruhan buku.
  Therefore, if we look at the next slide, the wars happening today, the crises happening, we do not want to merely understand one snapshot, one scene, one chapter, or one page from the entire book.

[03:03] Jadi apa yang saya cuba sampaikan pada ini pada kali ini dengan izin Allah.
  So what I am trying to convey this time, with God's permission.

[03:07] Subhanahu Waala adalah untuk memberi satu gambaran kepada semua sebenarnya apa yang sedang terjadi,
  Subhanahu Waala is to give a picture to everyone of what is actually happening,

[03:17] kenapa dia terjadi dan di manakah destinasi konflik dan perang yang dihadapkan dan ditalakan kepada kita pada hari ini.
  why it is happening and where is the destination of the conflict and war that is being faced and thrown at us today.

[03:28] Kerana apa yang kita faham, apa yang kita tanggapi, how we perceive the reality tu akan menentukan destinasi sebuah realiti yang sebenar.
  Because what we understand, what we perceive, how we perceive that reality will determine the destination of a true reality.

[03:41] Oleh kerana itu penting bagi kita nak memahami apa yang sedang terjadi sekarang ini di dunia ini.
  Therefore it is important for us to understand what is happening now in this world.

[03:46] Kita bukan jadi sekadar penonton, penggemar sepertimana kita melihat World Cup pada hari ini.
  We are not just spectators, fans like we watch the World Cup today.

[03:54] Tengok-tengok ah.
  Just watching, huh.

[03:57] Tapi di sebalik World Cup tu sendiri pun ada agenda soal konspirasilah.
  But behind the World Cup itself there is also an agenda of conspiracy.

[04:03] Apa lagi perang hari ini, apa lagi krisis dan konflik yang berlaku ini dia
  What more with today's war, what more with the crises and conflicts that are happening now

[04:09] bukan terjadi secara kebetulan.
  It does not happen by coincidence.

[04:12] Nothing is coincident.
  Nothing is coincident.

[04:14] Allah sebut kulli saiin sabab.
  Allah says everything has a cause.

[04:17] setiap sesuatu tu ada sebab dia terjadi.
  Everything has a reason for its occurrence.

[04:20] Tetapi malanglah kalau kita tak memahami krisis konflik dan perang yang bukan pada hari ini, yang kebetulan peperangan yang terjadi pada hari ini adalah konflik Iran, Amerika dan Israel ini.
  But it is unfortunate if we do not understand the crisis, conflict, and war that are not just today; the coincidental war happening today is this conflict between Iran, America, and Israel.

[04:37] Sebelum ni kita ada perang tapi mungkin kita sekadar nampak jauh.
  Before this, we had wars, but perhaps we only saw them from afar.

[04:43] Ukrain dengan Rusia jauh sangatlah.
  Ukraine and Russia are very far away.

[04:46] Nung jauh di sana.
  Just far over there.

[04:48] Bila berlaku di Asia Tengah ataupun di Teluk ni kita mula dah trigger.
  When it happens in Central Asia or in this Gulf, we start to get triggered.

[04:52] Tambah lagi bila krisis tenaga terkena kepada kita, mula kita terkesan implikasinya.
  Even more so when the energy crisis affects us, we begin to feel its implications.

[04:59] Oleh kerana itu kita kena keluar daripada kepompong sekadar pemerhati.
  Therefore, we must come out of the cocoon of being mere observers.

[05:05] Jadi kita kena faham sebenarnya berdasarkan ilmu bukan sekadar sangkaan.
  So we must understand based on knowledge, not just assumptions.

[05:12] Semata-mata, bukan sekadar emosi.
  It is purely, not just emotion.

[05:15] Ha ini kenapa pentingnya kita berada di dalam seminar ini, wacana ini.
  Ah, this is why it is important for us to be in this seminar, this discourse.

[05:22] Bahkan kalau bukan dalam wacana ini pun kita menjadi seorang yang aktif untuk memahami realiti yang sedang terjadi di dunia ini.
  Even if not in this discourse, we become active individuals to understand the reality that is happening in this world.

[05:31] Dan kita kena faham dengan ilmu iaitu fakta kata Prof naqib Al-Attas pengasas IST disebut seorang tokoh ilmuwan yang tersohor almarhum.
  And we must understand with knowledge, that is facts, as Prof. Naqib Al-Attas, the founder of IST, a renowned scholar, the late, said.

[05:45] Ilmu tu maknanya adalah ketibaan makna kepada kita.
  Knowledge means the arrival of meaning to us.

[05:48] Ketibaan makna.
  The arrival of meaning.

[05:51] Kita ada fakta, kita ada maklumat, kita ada informasi, kita ada statistik, kita ada segala macam.
  We have facts, we have data, we have information, we have statistics, we have all sorts.

[05:57] Tetapi kalau ia tidak memberi makna kepada kita, dia tidak menjadi ilmu yang dapat mengubah diri insan itu.
  But if it does not give meaning to us, it does not become knowledge that can change the human self.

[06:04] Oleh kerana itu, pada hari ini saya menyeru kepada semua dan diri saya sendiri, kita melihat realiti perang yang sedang terjadi.
  Therefore, today I call upon everyone and myself, we see the reality of war that is happening.

[06:11] A very serious perkara yang
  A very serious matter that

[06:14] Sangat serius berlaku di hadapan kita ni dengan kaca mata, dengan lensa ilmu.
  It is very serious happening before us with glasses, with the lens of knowledge.

[06:22] Kita jadikan dia satu apa yang sedang terjadi, kenapa ia terjadi dan ke mana arahnya.
  We make it one what is happening, why it is happening and where it is heading.

[06:32] Sebab ia sangat penting untuk membentuk realiti.
  Because it is very important to shape reality.

[06:35] Realiti ni sebenarnya apa yang kita tanggap, apa yang kita faham, how we perceive sangkaan kita.
  Reality is actually what we perceive, what we understand, how we perceive our assumptions.

[06:42] Kita faham ayat yang sebut hadis qudsi, Allah mengikut sangkaan hambanya.
  We understand the verse that mentions the hadith qudsi, Allah follows the assumption of His servant.

[06:47] Antara lain itulah dia apa yang kita sangkakan.
  Among other things, that is what we assume.

[06:50] Kalau perang ini sekadar perang tak terkena dengan kita, maka kita tak terasa.
  If this war is just a war that does not affect us, then we do not feel it.

[06:56] Kita tak ada rasa nak melakukan persediaan.
  We have no desire to make preparations.

[06:59] Tetapi kalau kita go dalam lagi, kita mengkaji dan melihat lebih jauh lagi, ia bukan sekadar perang, ia bukan sekadar krisis, ia bukan sekadar konflik.
  But if we go deeper, we study and look further, it is not just a war, it is not just a crisis, it is not just a conflict.

[07:13] Ia adalah
  It is

[07:15] Next slide ni.
  Next slide.

[07:19] Dunia sedang menuju sebuah perubahan.
  The world is heading towards a change.

[07:24] Kita tak ada apa-apa tapi sebenarnya ada orang yang memahami, ada kelompok yang memahami bahawa sebenarnya dunia sedang berubah sebenarnya.
  We have nothing, but actually there are people who understand, there are groups who understand that actually the world is changing.

[07:34] Bukan sekadar berubah, peralihan sedang berlaku ni.
  Not just changing, a transition is happening.

[07:36] Dan pentas dramanya adalah perang.
  And the stage of the drama is war.

[07:40] Perang demi perang demi perang.
  War after war after war.

[07:45] Jadi pada hari ini kita sebagai selaku seorang muslim mukmin bangsa Melayu yang menjadi teras kepada watan ini sepatutnya telah mula cerdik dan juga melihat segala yang berlaku ini dengan naratif dan kaca mata terasnya ilmu.
  So today, we as a Muslim believer of the Malay race who are the core of this homeland should have started to be smart and also see everything that is happening with the narrative and lens of the core of knowledge.

[08:06] Jadi kita tengok hari ini ini saya punya aa aa saya punya apa sebut poin sayalah.
  So we see today, this is my uh uh my what is it called, my point.

[08:16] atau kalau pergi mana memang saya cerita
  Or if I go somewhere, I do tell stories.

[08:18] orang cerita teori konspirasi.
  People tell conspiracy theories.

[08:20] Buku pertama saya memang cerita membongkar mesti dajal.
  My first book indeed tells about exposing the Dajjal.

[08:25] So tema new world order ni memang makanan sayalah dululah.
  So the theme of the new world order was really my cup of tea back then.

[08:28] Once upon a time 2008.
  Once upon a time in 2008.

[08:31] New world order.
  New world order.

[08:34] Tapi perkataan ini memang dia duduk dalam kategori teori konspirasi.
  But this term indeed falls under the category of conspiracy theory.

[08:40] Teori konspirasi yang difaham sebagai tidak berpijak kepada realiti.
  Conspiracy theory understood as not grounded in reality.

[08:46] Tak ada sumber fakta yang disokong.
  There is no factual source that is supported.

[08:49] Jadi dia jadi macam satu yang tidak boleh digunakan pakai.
  So it becomes something that cannot be used.

[08:54] Okey.
  Okay.

[08:57] Dan dia menjadi satu label momokan.
  And it becomes a label of ridicule.

[09:00] Pada asalnya teori konspirasi ni bukan satu yang aneh dan janggal.
  Originally, this conspiracy theory was not something strange or odd.

[09:05] Dia dimasuk dalam naratif geopolitik pun.
  It was even included in geopolitical narratives.

[09:08] Pada ketika bila teori konspirasi ni mula satu momokan, satu label.
  At the time when this conspiracy theory began to be a ridicule, a label.

[09:14] Tuan-tuan agak bila?
  Ladies and gentlemen, when do you think?

[09:17] Pada ketika JF Kennedy ditembak mati.
  When JF Kennedy was shot dead.

[09:25] Pada ketika itu mula the kelompok the elit ni dia mula mengolah konspirasi ni sebagai satu tabu, satu istilah yang orang tak boleh.
  At that time, the elite group began to craft this conspiracy as a taboo, a term that people cannot.

[09:34] Dan sampailah hari ini kalau kita bawa cerita pun ni teori konspirasi habis kena kena momok dah kena label.
  And until today, if we bring up the story, this conspiracy theory is completely demonized and labeled.

[09:44] Habis tak ada poin kita tahu 9 misalnya kita ada fakta ada cerita konspirasi.
  So there is no point; we know, for example, 9/11, we have facts and conspiracy stories.

[09:52] Bahkan cerita COVID-19 yang berperang dulu pun dia akan di akan dimomok di label ini teori konspirasi ni.
  Even the story of COVID-19 that was fought before will be demonized and labeled as this conspiracy theory.

[10:04] Habis so dia pecah dua.
  So it splits into two.

[10:06] Demikianlah saya nak sebut bahawa ha bagaimana kita telah di di minda kita ini cara kita melihat ni telah dipetak-petakkan, disegmen-segmenkan.
  Thus I want to say that how our minds have been, the way we see this has been compartmentalized, segmented.

[10:15] Itu sangat penting.
  That is very important.

[10:17] Jadi kita ni kena
  So we must

[10:17] Faham bagaimana kita melihat realiti.
  Understand how we see reality.

[10:20] Dan new world order bukanlah sebenarnya istilah konspirasi sebab dia trigger word dia, perkataan kalimat tu daripada world order sendiri.
  And the new world order is not actually a conspiracy term because it triggers its word, the phrase from world order itself.

[10:29] So world order a new world order.
  So world order a new world order.

[10:32] Dan world order ni bukanlah istilah a konspirasi.
  And this world order is not a conspiracy term.

[10:38] Dia memang trigger by seorang diplomat statesman lagi, Dr. Henry Kissinger.
  It was indeed triggered by a diplomat statesman, Dr. Henry Kissinger.

[10:44] Nanti saya tunjuk buku dia.
  Later I will show his book.

[10:46] Tapi apa yang nak saya sebut bahawa hari ini kita ditalakan dengan satu gambaran bahawa sekarang ini peperangan ini adalah perpindahan daripada world order kepada new world order dan new world order tu digambarkan satu masing-masing.
  But what I want to say is that today we are presented with a picture that this war is a transition from world order to new world order, and that new world order is depicted differently for each.

[11:00] Bila saya tanya apa gambaran world order mesti akan ada nampaklah dia akan melalui nuclear war, World War I.
  When I ask what the picture of world order is, it must be seen that it will go through nuclear war, World War I.

[11:07] So realiti itu telah dipancarkan kepada minda kita.
  So that reality has been projected into our minds.

[11:13] Dan ini yang yang kita kena faham bahawa apakah itu sebenarnya yang sedang
  And this is what we need to understand, what it actually is that is being

[11:18] Terjadi?
  Happened?

[11:19] Next.
  Next.

[11:23] Dan kita boleh mengubah situasi ini saya sebut world order sebenarnya adalah triggered by kalimat ini sebagai seorang yang memang dihormati statesman seorang Dr. Fiz Kisingja.
  And we can change this situation I call world order actually is triggered by this sentence as a respected statesman, a Dr. Fiz Kisingja.

[11:32] Dia dah arwah dah pun mendiang.
  He has passed away, already deceased.

[11:36] Ya.
  Yes.

[11:39] Dan dia banyak sebenarnya aa terlibat dalam apa ni geopolitik penentuan dan dia pernah jadi US Secretary of States kalau tak silap saya.
  And he was actually heavily involved in what is this geopolitical determination and he once became US Secretary of States if I'm not mistaken.

[11:48] Maka dia menulis buku tentang world order.
  So he wrote a book about world order.

[11:53] World order dan buku ni telah diterjemahkan a ada di pasaran dalam bahasa Melayu pun.
  World order and this book has been translated and is available in the market in Malay as well.

[11:58] Dan memang disyarahkan dijual buku ni oleh ikon terkenal kitalah ZRA Tuan Haji Zainal.
  And indeed this book was explained and sold by our famous icon, ZRA Tuan Haji Zainal.

[12:06] Kalau tengok dia, dia antara yang mempromosikan untuk kita memahami geopolitik dunia baru ini.
  If you look at him, he is among those who promote for us to understand the geopolitics of this new world.

[12:15] Jadi istilah sebenarnya adalah world order adalah benda yang realiti sebenarnya.
  So the term actually is world order is a real thing actually.

[12:19] benda yang memang berpijak pada situasi yang sedang berlaku.
  Something that is indeed based on the current situation.

[12:24] Apa kata Dr. Hisinger ini?
  What does Dr. Hisinger say?

[12:27] Diabut world order cannot be achieved by any one country acting alone to achieve a genuine world order.
  A genuine world order cannot be achieved by any one country acting alone to achieve a genuine world order.

[12:34] Daripada world order kepada genuine world order.
  From world order to genuine world order.

[12:38] components while maintaining their own values need to acquire second culture that is global structure dan seterusnya.
  Components while maintaining their own values need to acquire a second culture that is a global structure and so on.

[12:48] Maknanya memang disebut secara tersirat bahawa akan ada perubahan daripada world order dunia lama.
  It means it is indeed implied that there will be a change from the old world order.

[12:58] Tata dunia lama ni akan berpindah kepada genuine world order.
  This old world order will shift to a genuine world order.

[13:05] satu dunia baru dan inilah istilah yang masuk di dalam pemikiran kita generasi ini hari ini yang dulu tak ada pun hari in dah mula pemain-pemain global hari ini geopolitiks ataupun ekonomis dia sekarang memang memetakan
  A new world, and this is the term that has entered the thinking of our generation today, which didn't exist before; today, global players in geopolitics or economics are indeed mapping it out.

[13:20] Naratif dunia ni dengan ni the world order and genuine new order the world order the elit akan panggil the new world ada.
  The narrative of this world with this the world order and genuine new order the world order the elite will call the new world exists.

[13:32] So kita tahu perubahan ini sedang berlaku real.
  So we know this change is happening real.

[13:34] Cuma kita sedar tak sedar our currency reset is coming sedang berlaku.
  But we are aware or unaware our currency reset is coming is happening.

[13:39] The new currency digital dan kita tengok struktur ekonomi berlaku pada ketika krisis ini.
  The new currency digital and we see the economic structure happening at the time of this crisis.

[13:48] Ha kalau kita tengok perang tu macam senyap slow yang berlaku di Iran di Teluk.
  Ha if we look at that war it's like a quiet slow one happening in Iran in the Gulf.

[13:54] Tetapi sebenarnya di balik tu Trump sedang reset the goal standard.
  But actually behind that Trump is resetting the gold standard.

[13:59] Tanpa kita sedar, kita tak tahu pun.
  Without us realizing, we don't even know.

[14:02] Jadi jangan kita lap alpa dan leka.
  So let's not be negligent and complacent.

[14:06] Dan sebab tu saya kata kita kena memahami ini dalam bentuk ilmu, dalam yang memberi makna apakah tanggapan kita pada perubahan perang krisis yang sedang terjadi dan kita boleh sahaja menggambarkan sebuah perubahan baru mengikut acuan dan versi kita, wajah.
  And that's why I say we need to understand this in the form of knowledge, in a way that gives meaning what is our perception of the change of war crisis that is happening and we can simply depict a new change according to our mold and version, face.

[14:23] kita.
  We.

[14:23] Next.
  Next.

[14:23] Contoh seterusnya kita melihat bahawa perubahan world order itu boleh saja kita gambarkan pada satu dunia yang damai, yang aman, yang berkasih sayang, yang menyatukan antara kita.
  The next example we see that the change in world order can be described as a peaceful, safe, loving world that unites us.

[14:40] Boleh.
  It can.

[14:40] Sebab imaginasi itu boleh dibayangkan, boleh dilihat dan benda itu kalau ikut realitinya sains quantum diaebut based on reality.
  Because that imagination can be imagined, can be seen, and that thing, if according to its reality, quantum science is said to be based on reality.

[14:53] Sorry.
  Sorry.

[14:53] Based on apa our perception ni quantum sains lah.
  Based on what our perception is, this is quantum science.

[14:58] Kalau ada saya berguru dengan ramai guru-guru yang dia berdasarkan apa yang kita lihat.
  If I have studied with many teachers who are based on what we see.

[15:03] Saya teringat kisah Walt Disney.
  I remember the story of Walt Disney.

[15:06] Kenal Walt Disney?
  Do you know Walt Disney?

[15:09] Ramai tengok cerita kartun Mickey Mouse ini.
  Many watch the cartoon story of Mickey Mouse.

[15:11] Ni muka-muka kartun.
  These are cartoon faces.

[15:13] Sayalah minat kartun.
  I am the one interested in cartoons.

[15:17] Pada ketika Walt Disney ni dia dah bayang dia dah dia tahu buat kartun ni dan antara projek yang terbesar adalah buat tu
  At that time, Walt Disney had already envisioned, he already knew how to make this cartoon, and among the biggest projects was to make that

[15:25] Disneyland taman tema.
  Disneyland is a theme park.

[15:29] Dia buat taman tema tapi dia tak sempat merasmikan dan berada pada upacara itu.
  He built the theme park but he didn't get to officiate and be at the ceremony.

[15:37] Dia telah meninggal dunia pada ketika taman tema tu belum siap lagi.
  He passed away when the theme park was not yet finished.

[15:45] Maka pada ketika tema-tema tu siap dan nak dirasmikan isterinya Mrs.
  So when the themes were completed and about to be inaugurated, his wife Mrs.

[15:50] So reporter tanya pada Walt Disney eh pada isteri dia.
  So the reporter asked Walt Disney, uh, asked his wife.

[15:55] Mesti kata puan, agak-agak puan kalaulah Disney Mr. Disney ni ada di sini, apa dia akan cakap?
  Surely he said, ma'am, if Mr. Disney were here, what would he say?

[16:03] Agak-agak apa kata Mrs Puan Disney?
  What do you think Mrs. Disney said?

[16:10] Dia kata dekat reporter, "He dia sudah melihat benda."
  She said to the reporter, "He has already seen the thing."

[16:17] Sebab tulah bagaimana kita melihat dunia yang akan terjadi tu adalah apa yang kita gambarkan pada dan demikianlah Rasulullah
  That is why how we see the world that will happen is what we envision, and thus the Prophet Muhammad

[16:26] Sallallahualaihiwasallam pada ketika dia berpindah daripada Mekah ke Madinah,
  Sallallahualaihiwasallam at the time he moved from Mecca to Medina,

[16:31] Rasulullah telah membayangkan, mencintakan merindukan suatu masyarakat penduduk yang berkasih sayang, ahlul Madinah itu.
  The Messenger of Allah envisioned, loved, and longed for a community of people who were affectionate, the people of Medina.

[16:42] Dan itulah yang terjadi pada ketika Nabi Sallallahualaihiwasallam belum sampai lagi di Madinah.
  And that is what happened when the Prophet Sallallahualaihiwasallam had not yet arrived in Medina.

[16:48] Orang dah tunggu dah Aus dan Hazarj.
  The people, Aus and Khazraj, were already waiting.

[16:52] Para Aus Ansar ni menunggu Nabi dengan cinta.
  These Aus Ansar were waiting for the Prophet with love.

[16:54] Nabi dah hantar cinta tu dan rindu tu kepada penduduk Madinah dan para penduduk Madin dah menanti-nanti baginda Nabi Sallallahualaihiwasallam.
  The Prophet had sent that love and longing to the people of Medina, and the people of Medina were eagerly awaiting the Prophet Sallallahualaihiwasallam.

[17:03] Dari kejauhan mereka menanti Nabi dan pada ketika nampak kelibat Nabi, mereka dah melaungkan kegembiraan dan Talab al-Badrun menyanyikan melagukan nasyid itu.
  From afar they waited for the Prophet, and when they saw the Prophet's silhouette, they shouted with joy and Talab al-Badrun sang that nasheed.

[17:16] Kerana gambaran bagaimana akan berlakunya perubahan daripada era Mekah kepada era Madinah itu terjadi sebelum Madinah itu muncul.
  Because the depiction of how the transition from the Mecca era to the Medina era would occur happened before Medina emerged.

[17:25] Maka di sinilah saya mengajak
  So here I invite

[17:28] kita untuk membentuk satu kefahaman dan gambaran sebenar sebenarnya apa yang sedang terjadi.
  we to form an understanding and a true picture of what is actually happening.

[17:36] Next.
  Next.

[17:40] Perubahan dunia adalah satu yang real.
  The change in the world is a real one.

[17:42] Bukan saya bercakap ni teori konspirasi, mitos perubetak.
  I am not speaking about conspiracy theories, myths of correction.

[17:44] ini memang dicakap oleh ramai tokoh-tokoh geopolitik ekonomi.
  this is indeed spoken by many geopolitical and economic figures.

[17:50] antaranya Profesor Jeffrey Sex yang sebut tentang ni bahawa tentang bagaimana Barat sekarang ni sedang bukan tenatlah memang dah runtuh cuma tak di tak ditunjukkan keruntuhan Amerika dan Eropah itu bagaimana dolar sudah melemah sebab kekuatan Amerika ni tunggaknya antara lain adalah di samping military adalah kewangan US dolar sebagai reserve currency.
  among them Professor Jeffrey Sachs who mentioned about this that about how the West now is not just in dire straits, indeed it has collapsed, just not shown, the collapse of America and Europe, how the dollar has weakened because the strength of America is based, among other things, besides the military, on US dollar finance as a reserve currency.

[18:08] sudah melemah.
  has weakened.

[18:19] Rasanya dalam dua tiga minggu lepas baru aje perjanjian di antara Putin dengan China untuk menggunakan mata wang mereka sendiri dalam dagang sudah berlaku.
  I think just in the last two or three weeks, the agreement between Putin and China to use their own currencies in trade has already taken place.

[18:31] Dia dah bypass the dollar, memberi isyarat buy dolar.
  They have bypassed the dollar, giving a buy signal for the dollar.

[18:38] So the currency reset itu yang disebut tu betul.
  So the currency reset, that's what is called, right.

[18:41] Kalau itu terjadi sekali lagi apa yang kita faham, apa yang kita jangka bahawa sebenarnya ini bukan sekadar krisis ekonomi, dia bukan sekadar sebuah keruntuhan tetapi sebuah peralihan dunia sedang terjadi.
  If that happens again, what we understand, what we expect, is that actually this is not just an economic crisis, it is not just a collapse but a global transition is happening.

[18:58] America obsession with globalomy dengan meneruskan military expansionnya yang kita lihat pada hari ini membenarkan negara rejim Israel mengebum Lubnan Gaza tu tak payah cerita dah adalah satu isyarat tersurat dan tersirat the decline is coming pada mereka dan ini bukanlah satu hukuman karma tapi memang Allah telah takdirkan.
  America's obsession with global hegemony by continuing its military expansion that we see today, allowing the Israeli regime to bomb Lebanon and Gaza, that goes without saying, is an explicit and implicit signal that the decline is coming for them, and this is not a karmic punishment but indeed Allah has decreed it.

[19:28] Bagaimana Namrud dan Firaun jatuh di atas kezalimannya, keangkuhannya.
  How Nimrod and Pharaoh fell due to their tyranny and arrogance.

[19:33] jatuh.
  Falls.

[19:35] Dia jatuh atas tu.
  He falls on that.

[19:35] Angkuh dan zalim.
  Arrogant and tyrannical.

[19:37] Tunggu memang jatuh.
  Wait, indeed he falls.

[19:37] Maka jika Amerika tu duduk pada tonggak keangkuhan dan kezaliman sepertima Namrud yang lebih teruk daripada Amerika sekarang.
  So if America sits on the pillar of arrogance and tyranny like Nimrod, which is worse than America now.

[19:50] Kalau sebutkan marah pula Mr. Tulah.
  If mentioned, Mr. Tulah gets angry.

[19:53] Mr. T dia boleh runtuh.
  Mr. T, he can collapse.

[19:57] Sebab Allah yang mengetahui segalanya.
  Because Allah knows everything.

[20:00] Seterusnya ini Jeffre Sex memang pernah datang Malaysia pun.
  Next, this Jeffre Sex has indeed come to Malaysia.

[20:07] Seterusnya seorang lagi tokoh.
  Next, another figure.

[20:09] Next adalah seorang yang tak jauh daripada negara kita di Singapore.
  Next is someone not far from our country in Singapore.

[20:15] Next.
  Next.

[20:19] Seterusnya kau habis kat sini seorang lagi tokoh next slide kest Kisaro Kisarro Mahbubani mungkin ada sini kenal yang sebut bagaimana.
  Next, you finish here, another figure, next slide, Kisaro Kisarro Mahbubani, maybe here, who knows how to say.

[20:34] it's not about change semata-mata it's

[20:37] about a shift from the west to the east

[20:42] ni disebut oleh

[20:45] Kishore Mahbubani

[20:47] Kish Hore Mah betul eh. Seorang

[20:50] diplomat, seorang yang memang hari ini

[20:52] memang tokoh terkenal di Singapura.

[20:54] Bercakap tentang bagaimana The Rising

[20:57] East itu yang memang dirujuk kepada

[21:00] dirujuk kepada negara China itu sendiri

[21:03] dan ASEAN itu as a whole. Yang

[21:06] sebenarnya memang pada ketika Barat

[21:08] sedang melemah dan runtuh termasuk

[21:10] Eropah yang kini tertekan dengan

[21:13] inflasi, hutang yang makin tinggi

[21:16] dan mereka tak boleh survive sebenarnya

[21:19] kecuali dia reset balik the structure.

[21:24] Dan pada ketika itu the east is rising.

[21:28] China, ASEAN, Vietnam

[21:32] semua tengah naik.

[21:34] Bermakna era itu sudah tamat. The

[21:38] aspired date itu sudah berlaku,

[21:41] sedang berlaku. Dan ini ditekankan,

[21:44] dinyatakan berkali-kali. Kalau dengar

[21:48] K Mahabani sebut sampai dia kritik

[21:51] orang-orang Amerika dan West macam mana

[21:53] dia memandang rendah terhadap East dan

[21:57] dia tak percaya

[21:59] bahawa Timur ini sedang bangkit.

[22:04] Jadi jangan kita pula berfikir macam

[22:06] orang barat. Tak mungkin itu barat punya

[22:09] pemikiran. Sedangkan orang di Timur

[22:11] sendiri menyaksikan kebangkitan itu

[22:13] sedang berlaku.

[22:15] Next.

[22:18] Ya. Kebangkitan Timur. Cuma dalam sesi

[22:22] ini dan jelajah kami ni memang saya

[22:23] sebut tepat dengan tema hari peradaban

[22:26] bangsa. kebangkitan yang kita maksudkan

[22:29] itu di timur itu, di sini, di wilayah

[22:33] ini, bukan sekadar di alam Melayu bah di

[22:37] timur itu. Kebangkitan itu bukan sekadar

[22:41] ekonomi, bukan sekadar teknologi AI

[22:44] digital, data center, bukan.

[22:48] Sebenarnya yang sedang terjadi

[22:51] perubahan, peralihan dan kebangkitan

[22:54] adalah sebuah peradaban sedang muncul.

[22:58] Peradaban sedang terjadi.

[23:01] It's not about new world order, world

[23:03] order kepada new world order. It's about

[23:06] the civilization.

[23:08] Dan istilah ini telah dipadamkan pada

[23:10] naratif pemikiran orang.

[23:14] Sebab peradaban tu adalah satu yang

[23:16] bersifat alami, kitaran saik. Dan itu

[23:19] yang terjadi dulu dan dia sedang terjadi

[23:22] sekarang berulang. Tetapi Barat dia tahu

[23:27] maka dia hijack, dia silang supaya yang

[23:32] perubahan bukanlah peradaban tetapi the

[23:36] new world order.

[23:39] Jadi siapa sebenarnya akan menjadi teras

[23:42] yang saya kata teraju kepada peradaban

[23:45] ni yang akan muncul adalah

[23:48] watan itu dan juga insan itu yang kita

[23:51] akan bincang sekejap lagi dan kita

[23:53] dengar daripada tokoh-tokoh pembicara

[23:55] panel kita yang akan bercakap inti

[23:58] kepada kemunculan dan hadirnya peradaban

[24:02] itu sangat bergantung kepada insan itu.

[24:07] Sebab tu kita nak kaji dan gali balik

[24:09] akar sejarah dan juga kita melihat usul

[24:11] kepada sebuah pembangunan.

[24:16] Dan soal peradaban ni benda yang memang

[24:18] kita kena bercakaplah. Kita kena

[24:20] sama-sama bincang wacana, kupaskan,

[24:22] sebarkan,

[24:24] baca balik buku, wujudkan dalam suasana

[24:26] budaya ilmu supaya kita tak bincang dan

[24:30] tenggelam dalam polemik yang remeh-remeh

[24:32] ni, yang tak selesai-selesai ni. Sebab

[24:35] kita bicara benda yang kecil-kecil, kita

[24:37] bicara tentang peradaban. Maka tak

[24:40] sempat kita nak tengok benda-benda

[24:41] pergaduhan sesama kita. Sebab kita dah

[24:43] mula melihat benda yang besar yang

[24:46] bercakap bukan kerana kita nak

[24:48] menonjolkan kehebatan tapi inilah amanah

[24:51] kepada bangsa ini untuk menyelamatkan

[24:53] seluruh dunia. Sebab kuncinya ada kepada

[24:56] kita.

[24:58] Ha okey.

[25:00] Seterusnya

[25:02] ha ini saya bercakap

[25:04] sebab kita bercakap perubahan peralihan

[25:07] itu dia berlaku secara alami kitaran

[25:10] cycle.

[25:12] Bila cyle tu dah sampai, kitaran tu dah

[25:14] sampai expired date itu dah sampai habis

[25:17] berubahlah tuan-tuan. Ada pakar ekonomi

[25:20] kat sini kita belajar dulu kelok

[25:21] marginal bila sampai titik kepuasan dia

[25:24] akan jatuh balik. So itu kitaran it's a

[25:27] natural cycle

[25:30] dan benda tu dah sampai kitaran. Tetapi

[25:34] kebangkitan peralihan kebangkitan

[25:36] peradaban tu dia tidak bergantung pada

[25:38] cyle. Dia bukan pada cikle. Dia

[25:40] bergantung kepada insan itu. Kalau insan

[25:43] tu sedar dan berubah kebangkitan

[25:45] peradaban berlaku. Tetapi perubahan is a

[25:48] time frame.

[25:50] Peradaban dia kena diisi, kena

[25:52] digemburkan,

[25:54] kena digali. kena dipupuk baru peradaban

[25:57] itu akan muncul.

[25:59] Dan peradaban ini telah disebut oleh

[26:01] ramai tokoh barat, timur bahkan antara

[26:05] tokoh utama dalam sejarah tradisi, ilmu

[26:09] Islam kita kenal Ibnu Khaldun, penulis

[26:12] kitab mukadimah

[26:14] bapa sosiologi. Ramai tokoh-tokoh Barat

[26:17] hari ini memang nilah yang dirujuk Ibnu

[26:19] Khaldun.

[26:21] Dan dia bahkan dia tak tak mention pun

[26:23] Ibnu Khaldun pun ada juga.

[26:26] Kalau kita tengok maka Ibnu Khaldun dia

[26:28] mengasaskan

[26:30] dan menceritakan teori peradaban ini

[26:34] ataupun tunggak kepada sebuah peradaban

[26:36] itu. Cumanyalah Ibnu Khaldun ni jauh

[26:39] sangat

[26:41] sebab dia menulis kitabnya berdasarkan

[26:44] latar

[26:46] pada tahun zaman 1300 itu. 1400.

[26:50] lama tu. Dan dia tulis pada zaman Mulkan

[26:52] Addan. Mulkan Addan tu pada zaman

[26:56] raja-raja khalifah Uthmaniah dan juga

[27:00] yang Uthmaniyah belum lagi maknanya

[27:02] Abbasiyah dan seterusnya. Dia mengambil

[27:03] latar itu bagi menulis kitabnya. Jadi

[27:07] relevance tu agak jauhlah tapi asas tu

[27:09] ada. 1300 tu maknanya zaman Tok Baghdadi

[27:13] tu yang menulis batu bersurat tu. Zaman

[27:16] itu kitab Ibnu Khaldun ni dia tulis jauh

[27:19] tu. Tapi itulah asal puncanya

[27:22] dan dia menekankan soal dalam tu content

[27:25] dia akan sebut tentang asabiah

[27:28] dan asabiah bukan yang kita faham hari

[27:30] ini tentang rasis tentang cinta melampau

[27:34] taksub kepada bangsa tak asas kepada

[27:36] nilai watan itu mencintai tanah air

[27:40] bangsanya dan agamanya untuk membina

[27:42] sebuah tamadun peradaban yang maju itu

[27:45] adalah kunci dan disebut oleh Ibnu

[27:47] Khaldun dan hari ini dibawa oleh

[27:50] tokoh-tokoh kalau dalam dunia

[27:52] universiti, kolej sebut tentang Samuel

[27:54] Hatinton,

[27:56] the clash of civilization ini antara dan

[28:00] content juga pun sama. Content yang

[28:02] disebut oleh Sam Huntington dia kata,

[28:05] "It's about cultural." The civilization

[28:08] tu akan flourish, akan berkembang, akan

[28:11] subur jika cultural itu dipupuk dan di

[28:17] disebar luaskan. dan ada pada setiap

[28:20] masyarakat itu cultural yang dimaksudkan

[28:22] kalau baca dalam buku Clash of

[28:23] Civilization is about tradisi, budaya,

[28:28] nilai yang ada pada masyarakat itu tak

[28:30] lari pun.

[28:32] Dan ini baru lagi tahun 1991.

[28:35] Begitulah agaknya eh kalau tengok dan

[28:38] kalau kita tengok kita ni kena rujuk

[28:39] yang terkini ataupun paling kontemporari

[28:42] terkini tu taklah. Malik bin Nabi.

[28:45] Seorang tokoh ilmuwan Islam yang memang

[28:48] terkenal. Malik bin Nabi, Algeria. Dia

[28:51] warga Algeria.

[28:53] Dia menulis tentang peradaban ini dan

[28:56] dia dikenal sebagai Malik bin Nabi ni.

[28:58] Dia sebagai terkenal Ibnu Khaldun moden

[29:00] Malik bin Nabi ni. dan dia sezaman

[29:03] dengan

[29:05] er Za'B,

[29:08] Hamka, Pak Nasir Indonesia zaman itu.

[29:12] Makna zaman-zaman itulah sebenarnya

[29:15] Malik bin Nabi menulis tentang

[29:16] peradaban.

[29:18] Bagaimana sebuah peradaban itu muncul,

[29:20] bertahan dan runtuh.

[29:23] Dan dalam tu sekali lagi Malik bin Nabi

[29:25] sebut inti kepada sebuah peradaban tu

[29:28] adalah nilai yang diteraskan kepada ilmu

[29:32] dan adab. Kalau kita baca, jika

[29:35] masyarakat bangsa itu

[29:39] ada dan kuat keilmuannya

[29:42] dan hidup adab di dalam dirinya, maka

[29:46] Allah akan bukakan. Ha itu istilah

[29:48] sayalah. peradaban itu akan berlaku. Dan

[29:51] kalau kita tengok di dalam al-Quran pun

[29:53] sebut, bila satu kaum itu, satu

[29:55] masyarakat itu ada

[29:58] takwanya, Allah sebut lafatahna alaihim

[30:02] bil barakat. Allah akan bukakan pintu

[30:05] langit pada bila insan yang ada di dalam

[30:08] masyarakat itu berpegang kepada nilai

[30:11] adab.

[30:16] Next. Oh, satu lagi 250 tahun. Kenapa

[30:18] saya tulis

[30:20] pada 4 Julai 4 Julai yang baru lalu ada

[30:25] apa? Ada apa dengan 4 Julai tu?

[30:29] Independence Day Amerika.

[30:32] Hari kemerdekaan. Dia tak panggil hari

[30:34] kemerdekaanlah. Dia panggil independence

[30:36] Day. Mereka merayakan United States of

[30:40] America merayakan independent day pada 4

[30:42] Julai. Barulah 4 Julai. Tuan-tuan tahu

[30:45] tarikhnya adalah 250 tahun sudah pada

[30:49] tahun 1776

[30:52] sampai 226

[30:54] adalah 250 tahun. Dan tokoh-tokoh

[30:59] ilmuwan yang mengkaji tentang peradaban,

[31:01] the cycle is about 250 tahun. Yang kita

[31:05] cakap tadi the expired date itu jangka

[31:08] hayat sebuah peradaban lazimnya pada 250

[31:10] tahun.

[31:12] Maka dia membenarkan, kalau tak

[31:14] membenarkan, dia mengukuhkan kenyataan

[31:16] kita tadi bahawa keruntuhan itu di Barat

[31:21] sudah berlaku, sedang berlaku dan akan

[31:24] berlaku. Dan peralihan itu sedang berada

[31:28] di timur ni bukan sana, sini, di sini.

[31:33] Next.

[31:36] Ha sekarang ni baru kita bercakap

[31:38] tentang potensi alam Melayu yang saya

[31:41] juga sebut ASEAN lah. Kang kita sebutkan

[31:44] overclaim. Sebab sayalah kan saya takut

[31:45] bab ni saya macam reserve sikitlah. K

[31:48] takut overclaim terlajak hurai sebab

[31:52] yang bagusnya kita melihat apa

[31:53] kekurangan kita.

[31:55] Kalau kita nak kata kelebihan yang ada

[31:57] di Malaysia, tanah Melayu ini, alam

[31:59] Melayu ini, ASEAN ini banyak. Tuan-tuan

[32:02] boleh buat lebih daripada lima poin kaji

[32:06] semua. Sumber daya watan itu satu dan

[32:10] sumber daya insan. Ini yang saya sebut

[32:12] tadi. Kalau kita nak peradaban itu

[32:15] muncul dan terjadi, maka dua formula ini

[32:19] kena di rangkumkan dan disuburkan.

[32:23] sumber daya watan dan sumber daya insan

[32:25] itu dan watan tanah air inilah yang

[32:30] kalimat hubbul watan minal iman itu. Itu

[32:34] bukan hadis Nabi ya. Kalimat yang

[32:36] mengatakan bahawa mencintai tanah air

[32:39] dan segala yang adanya dalam tu dia akan

[32:41] menyuburkan sebuah keamanan, kedamaian,

[32:45] kemajuan

[32:47] dan kuncinya itu adalah hub cinta sesama

[32:50] kita bukan kebencian.

[32:53] Sebab tanah ini sudah bertuah sudah

[32:57] hasil bumi ni dia bukan cerita gas

[33:01] petrol lagi dah. Kita dah bercakap

[33:03] tentang nadir mobi dah. Ree the critical

[33:07] element ada dah dekat sini. Bukan sikit

[33:11] banyak. Baru ni kita tengok wakil

[33:14] delegasi daripada Eropah pun datang

[33:17] jumpa pergi kat Terengganu. Dah ada

[33:19] sains pun. Perancis dah mula, sains dah

[33:22] buat. usah sama di Perak, ree yang

[33:26] banyak sekarang ni di negara pantai

[33:28] timur, Terengganu, Pahang memang dengan

[33:31] liners lah. Terengganu, Kelantan, Perak,

[33:35] Kedah, ree nilai dia value tu lebih

[33:40] kurang 800 bilion

[33:44] RM deposit dalam en

[33:47] ke 17 juta tan metrik lebihitu. Cuba

[33:50] cuba tengok baliklah. Tapi banyaknya

[33:52] Allah kurniakan. Dan inilah sumber daya

[33:56] yang baru yang memang dicari. Bukan lagi

[33:59] petrol, bukan lagi gas. Pada ketika kita

[34:03] mengalami krisis hari ini, tenaga

[34:07] selat hormos. Kejap buka, kejap tutup,

[34:09] kejap tutup, kejap buka. Macam coklat,

[34:12] macam biskut pula.

[34:14] Tapi yang ke hadapan ni adalah critical

[34:16] element mineral ree. Sebab dia yang akan

[34:20] menjadi elemen yang akan mengisi yang

[34:23] akan komponen pada missiles, pada EV

[34:27] kenderaan turbine

[34:30] dia daripada nadir bumi ni dia akan

[34:33] diproses akan dijadikan sebagai magnet

[34:36] yang ada dalam komponen-komponen itu.

[34:41] Betapa pentingnya yang ke hadapan ini.

[34:43] So bercakap tentang semikonductor cip tu

[34:46] dia bergantung pada ni nadir bumi dan

[34:49] antara yang ada tanah Malaysia ini. Saya

[34:53] tak dengar Indonesia ada lagi setakat

[34:54] ni. Adalah mungkin tapi tak menjadi

[34:57] tumpuan. Saya tak tahu kenapa tapi

[34:59] Indonesia memang nikel lah kan. Dan dia

[35:02] sebagai

[35:04] pembekal bagi bateri dan litium. Tapi

[35:08] Malaysia potensi ree

[35:12] yang tempat lain ada tapi tanah kita.

[35:15] Ekonomi strategik

[35:18] limpahan warga asing. Ha limpahan warga

[35:21] asing.

[35:24] Kita bukan bercakap tentang apa orang

[35:27] yang suka dah datang dan suka

[35:28] pelancong-pelancong asing ni.

[35:30] Peningkatan pelancong asing dekat

[35:31] Malaysia ni makin dan menyatakan bahawa

[35:34] Malaysia ni adalah tempat yang rare

[35:37] jugalah.

[35:38] Ha macam tadi rare Earth kan ni rare

[35:40] selama dia kata dia kata ni germs tempat

[35:42] yang disenyapkan, disembunyikan tapi

[35:46] sebab tu pelancong peningkatan pelancong

[35:49] asing kita ni makin meningkat

[35:52] dan bukan sekadar pelancong asing,

[35:54] pelabur asing,

[35:57] investors datang kat sini,

[36:01] pelarian asing pun ramai juga.

[36:04] Dan mereka hidup senang dan kaya pun

[36:06] ada.

[36:07] Ha is Rohya. Minta maaf kalau ada Rohia

[36:10] kat sini datang kat sini sebab melimpah

[36:13] ruah di sini. Ini jangan cerita imigran

[36:16] lagi-lagilah dulu kan. Maka orang kaya

[36:18] kita yang tak nampak dan tak menghargai.

[36:22] Bukan salah mereka. Jangan salahkan

[36:23] orang asing. Dia memilih takdir yang

[36:25] betul. Kita yang banyak tidak melihat

[36:29] takdir yang benar. Kita tahu tapi kita

[36:31] tak banyak.

[36:34] Kang terlajak cerita kan.

[36:37] Sebab tu saya tak suka slaide ni.

[36:40] Kemudian zon Aman dan kecuali inilah

[36:43] tempat dia ASEAN ini kita ada Zofan.

[36:46] Jadi alhamdulillah kalau kita tengok

[36:48] baru-baru ni pun pada ketika di

[36:51] Singapore

[36:53] apa dia panggil e semua menteri-menteri

[36:54] pertahanan datang berkumpul di Shangrila

[36:57] dialog kalau tak silap saya. Amerika

[37:00] insist dan minta negara ASAN

[37:03] meningkatkan

[37:05] perbelanjaan pada military. Tingkatkan

[37:08] 3% naikkan supaya spend untuk banyakkan

[37:10] lagi kat tank, misal. Kita pun tak faham

[37:14] kenapa

[37:16] ini tak ada konflik. Dia pula suruh

[37:17] naikkan lagi.

[37:19] Tapi yang bercakap tentang jangan bagi

[37:22] kami memilih sama ada east or west.

[37:26] Jangan pilih kami China Amerika yang

[37:28] bercakap tu menteri luar dan Menteri

[37:31] Pertahanan Singapura.

[37:34] Bukan Malaysia, bukan Indonesia. yang

[37:36] cakap don't make us choose.

[37:40] Jadi sikap berkecuali tu alhamdulillah

[37:43] Allah kekalkan di rantau ini supaya kita

[37:47] tak menjadikan ini sebagai medan perang

[37:50] proksi yang hampir-hampir terjadi ketika

[37:54] Thailand dan Kamboja perang tu.

[37:56] Sebenarnya di sebaliknya adalah

[37:57] mewujudkan perangsi. Kalaulah Cina

[38:00] berpihak kepada Kamboja, confirm

[38:03] Amerikan masuk dengan Thailand.

[38:07] Tapi takdirnya alhamdulillah. Dan kita

[38:10] terletak di luar lingkaran api Pasifik.

[38:13] Maknanya gunung berapi tu ini saya tak

[38:14] payah ceritalah tuan-tuan lebih hebat

[38:16] pengkajian. Cuba saya nak tunjukkan biar

[38:18] dia kita merasakan Allah berikan kita

[38:22] anugerahkan kepada kita sebuah anugerah

[38:26] di bumi bertuah ini supaya kita

[38:28] mensyukuri. Lain syakartum laidannakum

[38:32] lain kafartum inabiadid.

[38:35] Kita bersyukur supaya nanti Allah

[38:37] kurniakan lebih banyak. Janganlah kita

[38:39] bersengketa, bergaduh, membenci

[38:41] sesama-sama kita.

[38:43] Ini saya bercakap tentang watan yang

[38:45] memang dah ada. Tetapi kalau daya sumber

[38:49] watan ini, kalau daya insan ini tidak

[38:52] dibangunkan

[38:54] iaitu akalnya, jiwanya, rohaninya, kita

[38:57] takkan nampak ini akan flourish, takkan

[39:00] terjadi.

[39:01] Sepertimana ree itu kena digali,

[39:05] dikeluarkan, difine, demikianlah insan.

[39:09] Kena digali balik sejarah akarnya

[39:13] dan kena dibina keinsanan usul dirinya.

[39:17] baru dia akan yang saya sebut tadi

[39:20] lafatahna alaihim bil barakat Allah akan

[39:23] lihat

[39:25] ini yang I leave it to penceramah dan

[39:29] panel kita seterusnyalah yang akan

[39:30] membahaskan bab in cuma saya nak bagi

[39:34] tahu apabila kita gagal untuk fokus dan

[39:37] bagi tumpuan kepada pembinaan akal jiwa

[39:40] dan rohani

[39:42] kita bimbang kita akan ditipu

[39:44] dimanipulasi

[39:46] sepertimana terjadi kepada minta maaf

[39:48] bangsa saudara kita di negara Arab. Dua

[39:52] kali dah bahkan lain bahkan lebih lagi

[39:54] kena tipu. Pada ketika 1917

[39:58] terlepasnya Palestin ke tangan

[40:01] Zionis

[40:03] pada ketika Syx and Peot.

[40:06] Tandaan, Perancis. Pada ketika itu Arab

[40:11] berperang sesama. Islamlah saya sebut.

[40:14] marah pula orang Arab sendiri kang.

[40:18] Saud bergaduh dengan Bani Hashim,

[40:22] tiga penjuru dan Uthmaniyah perang

[40:24] sama-sama. Di belakang dia adalah

[40:26] Lawrence of Arabia. Tahu cerita tu kan?

[40:30] Bergaduh punya, bergaduh punya,

[40:31] bergaduh. Dunia Arab dipeta dan

[40:33] dibahagikan oleh seks and

[40:37] ha balik sejarah tu.

[40:40] Orang mukmin tidak akan dipatuk oleh

[40:43] ular di tempat yang sama. Kita jangan

[40:45] ditipu dua kali oleh orang musuh yang

[40:47] sama. Dan berlaku sekali lagi 1974

[40:52] apabila Saud al-Faisal kalau tak silap

[40:55] Henry Kissinger datang dia memang

[40:57] cerdiklah

[40:59] buat deal menggantikan fi currency itu.

[41:04] Currency Amerika dengan petrol. Jadilah

[41:08] petrol dolar pertandingan 1974.

[41:11] Hasil bumi minyak yang Allah kurniakan

[41:14] kepada orang Islam di Arab Saudi itu.

[41:17] Kemudian Hi Kinger kata, "You bagi

[41:20] kepada kami jual beli trade dagang

[41:23] petrol dengan US. Kami akan jamin

[41:25] keselamatan, kekuatan bagi tank, bagi

[41:28] peluru semuanya kepada Saud.

[41:32] Tipah tertipu lagi. Akhirnya hari ini

[41:35] kita terperangkap dalam kalau istilahkan

[41:38] dunia ekonomi riba ini hari ini. Sakit

[41:42] dah.

[41:43] Jadi mudah-mudahan ini yang Allah kurnia

[41:46] dan ananugerahkan pada bangsa ini.

[41:49] Janganlah kita tertipu untuk kedua

[41:52] kalinya

[41:53] oleh musuh yang sama. Next.

[41:59] Dan apa yang kita saksikan adalah

[42:02] peralihan

[42:04] dunia daripada barat ke timur. Dan hari

[42:09] ini kita tengok krisis yang berlaku di

[42:11] Timur Tengah itu tidak mustahil akan

[42:15] beralih ke Asia Pasifik ini kalau kita

[42:18] tidak berhati-hati.

[42:22] ada pun gerak-gerak untuk memanaskan dan

[42:26] mencucurkan api pada titik-titik panas

[42:29] yang ada di Asia ini. Kat sini ada

[42:32] hotspot ya. Di Thailand, Kemboja, di

[42:36] selatan Filipina, Mindanao, Sulu,

[42:40] di nine Dashland, Laut Cina Selatan

[42:44] titik panas. Kalau silap perkiraan p

[42:49] Timur Tengah dan Asia ini akan menjadi

[42:55] peperangan.

[42:56] Kat situlah baru kita terbuka mata kita.

[42:59] Sebab tulah kalau kita tengok peralihan

[43:03] timur ni

[43:06] seperti tidak mahu dia terjadi.

[43:09] Golongan-golongan

[43:11] so call elit the deep state ini mereka

[43:15] memang berencana supaya mereka berkekal

[43:18] kekal berkuasa untuk the next 500 years.

[43:24] Seterusnya

[43:26] next ha ni yang saya sebut tadi. How

[43:29] many wars are burning

[43:32] right now? Titik panas yang ada dekat

[43:34] sini.

[43:36] The hot spot yang ada.

[43:40] Sebab tulah kita berdoa mudah-mudahan

[43:42] Allah kurniakan

[43:44] jiwa dan hati sanubari kita ni duduk

[43:46] dalam rumpun alam Melayu ni. berpegang

[43:49] sungguh kepada cinta kasih sayang yang

[43:53] hubul wapan itu. Sayang sesama saudara

[43:56] kita. Walaupun dia di Indonesia,

[43:58] walaupun di selatan Thailand, Filipina,

[44:01] kita cinta sesama kita sepertimana

[44:04] penduduk Madinah mencintai sesama

[44:07] mereka. Bukan nak menjadikan mereka ni

[44:09] superior. Tak. Sebab mereka mencintai

[44:13] dan menjaga adab Madinah. Akhirnya satu

[44:15] dunia dua pertiga aman dan damai.

[44:19] itu je.

[44:21] Dan kita tengok kalau kita gagal maka

[44:24] tak mustahil perang. Tak larat perang

[44:27] lain tuan-tuan. Kita tak menghadapilah.

[44:29] Mungkin saya tok saya pernah. Ha tok

[44:32] kita tuan-tuan ramai lagi zaman perang

[44:34] Jepun attack Malaya dulu.

[44:37] Cukup-cukuplah.

[44:39] Ha kitalah kita doalah dan kita bimbang

[44:42] bukan kita bimbang. Saya tak nak hantar

[44:44] gelombang bimbang tapi kita doa Pak

[44:47] Purbowo tu bersama rumpun Melayu ini

[44:51] bersama kecintaan dia. Ha sebab dia pun

[44:54] banyak melakukan

[44:56] glitch juga tergelincir juga membenarkan

[44:59] ruang udaranya digunakan untuk Amerika.

[45:03] Jadi dia menyinggung perasaan

[45:04] orang-orang sini. Cina pun dah rasa

[45:08] macam tak sedap hati. Dan apabila

[45:11] mengisytiharkan selat laut apa panggil

[45:14] Selat Melaka tu kena tol pula lagi. Oh

[45:17] kita pun

[45:19] nasib baik Indonesia ni ramai dia punya

[45:21] karyawan dan tokoh-tokoh. Saya teringat

[45:24] Pak Nasir sebut dulu masa dululah

[45:25] zaman-zaman saya disebut antara kalimat

[45:29] dia walau kita bergaduh macam mana panas

[45:31] pun hujah kita panas sekalipun otak kita

[45:34] panas sekalipun Pak biar hatinya dingin.

[45:39] kita tenang-tenang aje. Jadi

[45:41] mudah-mudahan ini semangat kekitaan dan

[45:44] juga kebersamaan kasih sayang dan rindu

[45:47] sesama kita alam Melayu ini akan menjadi

[45:50] terust kepada sebuah kebangkitan

[45:52] peradaban insya-Allah. Amin.

[45:55] Next.

[45:59] Dan peperangan ni bukan satu yang

[46:00] disengaja. Bukan satu kebetulan. Kalau

[46:03] kita tengok sebenarnya perang ni dia

[46:05] bersiri tu. Sebab saya kata tadi saya

[46:07] straight to the point dia, kita kena

[46:08] hijack,

[46:10] kita kena silang supaya kita tak nampak

[46:12] perubahan ini sebuah kemunculan

[46:14] peradaban. Dia nak tunjuk bahawa

[46:16] kemunculan is about new world order.

[46:18] Sebab tu perang pertama, perang kedua,

[46:21] perang dunia pertama, World War I, World

[46:23] War IC coming World War 3 ada agenda

[46:26] besar, ada makna di sebaliknya. Mungkin

[46:30] kita tak tahu

[46:32] termasuk perang Israel, US dan Iran ini

[46:35] yang berlaku pada 28 Februari, the first

[46:37] attack. Saya ingat lagi pada bulan

[46:40] Ramadan, 10 Ramadan p yang telah

[46:43] mengorbankan kembalinya ke rahmatullah

[46:45] Ali Khamid.

[46:47] Dan hari ini masih lagi masih panas dan

[46:51] kemungkinan peperangan ini akan

[46:53] berlanjutan dan dia bukan satu yang

[46:56] kebetulan. Next.

[47:01] Ha

[47:03] tuan-tuan kenal ke pak cik ni?

[47:06] Sir Albert Pip. Saya

[47:09] masukkan nama dia ni pasal dia yang

[47:11] tulis cerita pasal World War One ni,

[47:14] World War I dan World War I dia. Tapi

[47:18] kalau tanya orang-orang Barat dia kata

[47:19] ni teori konspirasilah. Bahkan dia kata

[47:21] ini

[47:23] a dokumen yang dikatakan ada dekat

[47:25] muzium British tu dah tak ada. Tak ada.

[47:27] Memang ini memang created lah. Ah kita

[47:29] tahulah permainan drama dia. Tetapi

[47:32] memang

[47:34] teori konspirasi ni bukan benda yang

[47:36] mitos. Bukan. Ini yang dikatakan oleh aa

[47:40] Henry Ford. Henry Ford tulis the intern.

[47:43] Dia tulis international Jews. Dia tulis

[47:45] dia kata benda ni tengok macam

[47:47] konspirasi tapi yet benda tu berlaku

[47:50] depan mata. Kata Henry Ford.

[47:53] So ini yang berlaku. World War One

[47:54] bertujuan menjatuhkan kerajaan monarki

[47:58] the SAR di Rusia dan mendirikan negara

[48:00] komunis. Pada zaman ni peperangan ni

[48:02] bukan monarki di Rusia. Bahkan kerajaan

[48:06] dan kesultanan alam Melayu pun

[48:08] dimata-matai semua. Semua kerajaan

[48:10] kesultanan nak dihapuskan.

[48:14] World War One. Kalau tengok tuan-tuan,

[48:15] World War One bermula dan jatuhnya

[48:18] bermula 1917 misalnya itu pada era tahun

[48:22] peperangan dunia pertama.

[48:24] Kejatuhan itu dan terlepasnya Palestin

[48:28] dan

[48:30] Perang Dunia Kedua baru kerajaan

[48:32] Uthmaniah runtuh 1974.

[48:35] Dan World War I bertujuan memanipulasi

[48:39] sengketa di antara fasis zionis sehingga

[48:43] terjadi holocaust. Kita tengok kekejaman

[48:46] yang sangat-sangat kita tak boleh

[48:48] fikirkan. Bagaimana Nazi Jerman yang

[48:52] sebenarnya membunuh orang-orang Yahudi

[48:54] tapi dia membawa aliran

[48:56] benih syaitanik

[48:58] membunuh orang

[49:01] dan pembunuhan itu

[49:04] sesuatu yang di luar jangka.

[49:07] Holocaust. Saya tak payah ceritalah.

[49:08] Tuan-tuan tengoklah macam mana Nazi

[49:10] Jerman ni. Jadi ceritanya bukan tema tu,

[49:13] bukan nama kumpulan itu tetapi aliran

[49:18] yang dia bawa. Aliran syaitaniah,

[49:22] aliran dajal itu yang dibawa.

[49:26] Dan mereka ini yang mengubah landskap

[49:28] dunia geopolitik.

[49:31] Dan World War I kata Albert Pike

[49:34] diolah sehingga terbentuk konflik di

[49:38] antara politikal zionis hari ini rejim

[49:41] Israel dengan dunia Islam, dunia Arab

[49:45] hari ini yang akan mengakibatkan

[49:48] keruntuhan ekonomi global dan huruhara

[49:51] dunia. ini ditulis pada tahun 1871

[49:58] dan benda ini terjadi pada hari ini yang

[50:01] saya sebut tadi bagaimana dia

[50:02] menggambarkan

[50:05] realiti yang akan terjadi ke hadapan dan

[50:08] sungguh-sungguh realiti itu terzahir

[50:09] depan mata kita. Peperangan yang kita

[50:12] tengok antara Iran, Amerika, Israel

[50:16] sebenarnya telah menghampiri skrip yang

[50:20] ditulis oleh Albert P.

[50:22] iaitu political zionis dengan dunia

[50:25] Islam sedang bertembung. Dan kalau ini

[50:28] terjadi

[50:29] kata Albert P that is the beginning of

[50:32] the World War 3.

[50:37] Next.

[50:41] seterusnya.

[50:43] Ha ni yang saya katakan tadi the

[50:46] syaitanic

[50:48] syaitan itu dia bukan kumpulan itu.

[50:51] Tuan-tuan boleh bagi namalah

[50:54] deep states, Global Elites, Freemason,

[50:58] Illuminati itu boleh tukar branding

[51:00] boleh tukar. Tetapi intinya itu adalah

[51:04] inti ni kabalah. Kabalah tu ada aliran.

[51:08] Yang dalam tu kalau kita tengok memang

[51:10] semua ritual

[51:12] kepercayaan

[51:14] yang dilakukan oleh syaitan iblis. Dan

[51:18] ini adalah peperangan dulu lagi di

[51:21] antara datuk kita Nabi Adam

[51:24] kemanusiaan sampai ke hari ini. Dan

[51:26] inilah dia punya prsi-proksi dia.

[51:29] Kabalah.

[51:30] Betapa besarnya. Dan Allah sebut di

[51:32] dalam al-Quran surah al-Baqarah ayat

[51:34] 102.

[51:36] Watin

[51:38] al mulk Sulaiman wama kafara Sulaimanu

[51:42] wakinatina.

[51:46] Mereka ini beramal dengan sihir ilmu

[51:50] syaitan tapi dia claim ini Nabi Sulaiman

[51:54] punya. Kalau tuan-tuan tengok manuskrip

[51:57] kab memang dia akan attributes dan

[52:00] nisbahkan kepada the Solomon. Solomon

[52:04] Solomon.

[52:06] Ini disebut dalam al-Quran. Sihir-sihir

[52:09] mereka ni dia katakan ini kami ambil

[52:11] daripada

[52:13] Nabi Sulaiman. Bahkan Allah menafikan

[52:16] padahal Sulaiman itu tidak kafir.

[52:19] Dan yang mengerjakan tu adalah

[52:21] syaitan-syaitan. Dan hari ini yang kita

[52:23] berdepan konspirasinya, gerak kerjanya,

[52:27] peperangannya di balik itu adalah

[52:29] permainan syaitan. Sebab tu pentingnya

[52:32] tadi kita balik bina kekuatan rohaniah

[52:35] kita, ketauhidan kita.

[52:39] Dan ini bukan teori konspirasi. Dan hari

[52:42] ini muktamad bukan teori konspirasi.

[52:44] Sejak bila? Sejak fail abstin

[52:47] dibongkarkan.

[52:49] Pada ketika fail abstin dibongkarkan

[52:51] dengan dokumen, dengan e-mel, dengan

[52:54] foto, semua tahu dah ini memang kerja

[52:57] yang dulu the socall teori konspirasilah

[53:00] sahih.

[53:02] Okey, seterusnya tak boleh cerita

[53:04] lama-lama bab syaitan ni panas.

[53:09] Ha kita tengok ni. Ini tokoh yang memang

[53:11] viral lah. Profesor Jiang.

[53:14] Dia warga Kanada tapi lahir di China.

[53:18] Dia ni memang saya antara ikuti dialah.

[53:21] Saya die hard fan kata putera

[53:25] dia memang saya bukan dihad saya

[53:27] mengikuti dia sebab dia antara tokoh

[53:28] yang boleh menceritakan orang yang bukan

[53:31] non-muslim bukan Islam tapi dia boleh

[53:33] ceritakan tentang geopolitik teori

[53:36] konspirasi bahkan eskatologi kalau

[53:38] tengok antara saya sangatsangat sangat

[53:41] kagum dengan kebolehan dia. dia dia

[53:44] boleh menghuraikan ni dan dia sebut

[53:47] tentang the global conflict is

[53:49] fundamentally a struggle for control

[53:52] over energy, technology and supply chain

[53:56] heavily driven by the domestic

[53:59] elites. Ha kelompok-kelompok elits ni

[54:03] pemain-pemain global yang belakangnya

[54:05] itu adalah the deep state elite yang

[54:08] mereka berfaham dan beraliran kabalah

[54:11] ini. Mereka menguasai ekonomi, business,

[54:14] pasaran, saham, sumber daya dunia mereka

[54:17] kuasai dan mereka mahu meneruskan legasi

[54:20] ini for the next 200 500 years.

[54:26] Nauzubillah. Seterusnya

[54:31] ni sudah antara pengakhiran.

[54:34] Jadi marilah kita tengok sama-sama.

[54:36] Walaupun kita berada di dalam krisis,

[54:39] peperangan, konflik, tapi kita melihat

[54:42] dengan pandangan rahmat dan kasih sayang

[54:44] Allah, Allah hadirkan kepada kita ni

[54:47] semua.

[54:49] Kata tuan guru saya, bagaimana seorang

[54:52] ibu untuk melahirkan anaknya,

[54:55] dia kena tumpah darah dulu

[54:58] melalui kesakitan dulu. Barulah akan

[55:01] kita lihat kegembiraan itu hadir.

[55:05] Barangkali inilah takdir yang diberikan

[55:07] Allah hadirkan kepada kita. kesakitan

[55:09] kita, kepayahan kita, penderitaan yang

[55:12] kita alapi. Sebenarnya Allah nak

[55:14] hadirkan anugerahkan kegembiraan kepada

[55:17] bukan umat Islam bah seluruh dunia.

[55:20] Marilah sama-sama kita melihat ini

[55:21] sebagaimana seekor helang yang melihat

[55:23] daripada atas. Bukan seekor belalang

[55:26] yang melihat apa yang sedang terjadi

[55:28] seperti drama. Tetapi dia meyakini

[55:31] inilah Allah telah aturkan kepada kita.

[55:36] Seterusnya

[55:40] antara

[55:42] kita kena faham akhirnya adalah tentang

[55:45] eskatologilah. Islamic eskatologi akhir

[55:48] zaman. Ilmu akhir zaman ni penting pada

[55:50] kita sebenarnya. Ilmu akhir zaman ni ada

[55:53] dua. Kita bicara tentang fitnah dan kita

[55:55] bicara tentang kebangkitan.

[55:58] Ulama-ulama kita, Ibnu Kathir tulis

[56:00] dalam kitab An-Nihayah Fil Fitan

[56:01] Walmalahim tentang tanda-tanda akan

[56:04] berlakunya perubahan akhir zaman

[56:06] sehingga kiamat. Ditulis dalam kitab.

[56:09] Dan benda ini kita kena faham ilmu ni

[56:11] sebab ilmu ni untuk kita akhir zaman.

[56:15] Dan kebangkitan ini adalah satu benda

[56:17] yang bukan mitos,

[56:19] bukan yang tidak berpijak di bumi mata.

[56:22] Bahkan disebut di dalam hadis Nabi

[56:24] Sallallahualaihiwasallam.

[56:26] Seterusnya satu hadis yang menceritakan

[56:30] tentang lima fasa yang akan berlaku pada

[56:32] umat manusia di akhir zaman. Ini hadis

[56:36] yang siqah

[56:38] yang boleh dipegang dan inilah yang akan

[56:40] berlaku. Dia keluar daripada kalam Nabi

[56:42] yang Allah ilhamkan kepada Nabi Muhammad

[56:44] Sallallahualaihiwasallam. Fasa yang

[56:46] pertama kata Nabi adalah fasa nubuwah.

[56:49] Fasa aku. Fasa Nabi Muhammad wafat

[56:53] dan akan diangkat. Fasa tu akan

[56:55] berakhir. Datang fasa kedua. Khalifah

[56:57] rasyidin.

[56:59] Sahabat-sahabat Nabi sebagai khalifah

[57:01] Abu Bakar, Umar, Uthman, Ali.

[57:05] Habis zaman tu kata Nabi, zaman kedua

[57:08] akan diangkat, akan datang satu fasa

[57:10] yang lain. Mulkan abdan. Zaman raja-raja

[57:15] yang menggigit.

[57:17] Raja-raja yang masih lagi dalam

[57:19] kekhalifahan, masih dalam pemerintahan

[57:21] Islam. Tapi dah mula ada kekejaman.

[57:24] zaman Muawiyah, zaman Abbasiah, zaman

[57:27] Fatimiyah, akhirnya zaman Muawi,

[57:31] Umayyah. Habis zaman tu 1924 tamat.

[57:36] Dan akan datang zaman mulkan jabarian,

[57:40] zaman mencengkam, zaman fitnah, zaman

[57:43] dajal, zaman kabalah ni. Kita hidup

[57:46] zaman ni panas,

[57:48] panas, gaduh, balah.

[57:53] Inilah zaman dia. Dan zaman ni pun Nabi

[57:55] kata akan berakhir, akan diangkat, akan

[57:58] tamat dan akan datang zaman yang sama

[58:03] dengan zaman

[58:05] Khalifah Minhaj Ala Nubuwah. Zaman

[58:08] kekhalifahan itu akan datang. Cuma bila

[58:11] kita tak tahu. Wallahuaklam. Kita

[58:14] berdoa, kita berharap dan kita bersedia

[58:16] daripada sekarang. persiapkanlah

[58:18] generasi anak-anak kita, diri kita ini

[58:21] supaya kita dapat menyambut dan

[58:23] peradaban itulah sebenarnya

[58:25] mudah-mudahan yang dijadikan dijanjikan

[58:27] oleh Nabi Sallallahualaihiwasallam.

[58:29] Wallahuaklam. Tapi kalau kita berharap,

[58:32] jadilah kita seperti Abu Ayyub al-Ansari

[58:35] yang mengharapkan dialah yang menjadi

[58:37] pemimpin tentera atau jadi tentera yang

[58:40] berada di dalam tentera yang dapat

[58:42] membebaskan kota Constantinople.

[58:45] Tapi tak terjadi 700 tahun baru lepas.

[58:47] Tetapi cita-cita itu, doa itu, harapan

[58:51] itu ada pada sahabat Nabi Abu Ayub

[58:53] al-Ansari. Kita jadi begitu, kita

[58:55] bersiap begitu, kita berniat begitu,

[58:57] kita berdoa begitu. Mudah-mudahan kita

[58:59] yang berada di dalam zaman khalifah ala

[59:03] Minhaj Nubuwah.

[59:06] Dan ada satu hadis yang menarik yang

[59:08] saya letakkan kat sebelah ni adalah

[59:09] hadis asqalani.

[59:12] Hadis asqalan ni yang sahih. Matan

[59:15] asalnya sama bercakap tentang fasa yang

[59:18] akan berlaku, perubahan era yang akan

[59:20] berlaku.

[59:22] Tapi di hujungnya diceritakan tentang

[59:25] askalan.

[59:28] Pada ketika berlaku perubahan-perubahan

[59:30] dan pada ketika perubahan mulkan

[59:32] jabarian, maka akan tiba zaman dipanggil

[59:36] ribat,

[59:38] jihad

[59:40] orang-orang di Askalan.

[59:43] Dipanggil jihad ribat

[59:45] iaitu kesabaran yang paling tinggi pada

[59:47] ketika itu. Di mana? Di Askalan.

[59:51] Kat mana askalan tu?

[59:54] Tuan-tuan tengok peta

[59:56] pada sumut yang pertama tu pergi tu.

[59:59] Kapal yang ditarik tu yang dirampas tu

[01:00:02] dia parking dekat Askalan.

[01:00:07] Askalan yang Nabi sebut 1400 tahun dulu

[01:00:12] adalah Ghaz

[01:00:15] Nabi membayangkan orang-orang di Askalan

[01:00:18] Gaza akan mengalami jihad yang tinggi.

[01:00:21] Ribat disebut istilahnya sabar yang

[01:00:24] tinggi. Pada ketika itu tak terjadi

[01:00:26] lagi. Zaman Umar tak terjadi zaman

[01:00:29] Khalifah Uthmaniah tak terjadi. Dia

[01:00:31] terjadi pada zaman ni.

[01:00:34] Kalau itu isyaratnya, kalau hadis ni

[01:00:37] sama, kalau askalan terjadi, maka titik

[01:00:41] peralihan itu insya-Allah sudah dekat.

[01:00:44] Amin ya rabbal alamin.

[01:00:47] Akhirnya saya dah habiskan ke tak habis

[01:00:50] lagi? Kerana ada time keepeper tu. Saya

[01:00:52] kalau tak tak ada time keeper saya akan

[01:00:54] lajak ni

[01:00:56] bonda Tun.

[01:00:59] Dan inilah supaya kita berada di dalam

[01:01:02] ini. Akhirnya kita tengok apa yang

[01:01:05] berlaku pada hari ini. Dunia kita

[01:01:07] dihadapkan bukan kita, anak-anak kita.

[01:01:10] Kalau betul-betul kita tak menyedari dan

[01:01:12] hakikat ini, maka kita akan menghadapi

[01:01:15] kelompok-kelompok yang kerjanya membunuh

[01:01:17] orang.

[01:01:19] dia ada train elite team komando dia,

[01:01:22] pasukan dia. Kalau kita tengoklah dekat

[01:01:24] drama-drama movie hari Netflix cerita

[01:01:26] pasal elite team dia. Dia punya sniper

[01:01:28] dia paling hebatlah, bom lah, macam

[01:01:31] semua dia ada team dia. Kepakaran dia

[01:01:34] membunuh jiwa orang. Itulah yang Barat

[01:01:37] Kabalah tengah buat. Membunuh, membunuh.

[01:01:39] Dan dia menunjukkan pembunuhan tu adalah

[01:01:41] kemahiran paling tinggi dan paling

[01:01:43] hebat. Kita pun kagum. Oh kumpulannya.

[01:01:48] Tapi pada hakikatnya kita ini yang ada

[01:01:50] di timur ni kerja kita adalah

[01:01:52] menghidupkan jiwa-jiwa.

[01:02:00] Mari sama-sama kita bina jiwa bukan

[01:02:03] membunuh jiwa. Kita bina balik insan ini

[01:02:08] dengan peralihan yang sedang berlaku.

[01:02:11] Dengan ilmu, dengan kasih sayang, dengan

[01:02:13] kecintaan.

[01:02:15] Saya teringat untuk menutup pembentangan

[01:02:19] saya kisah Nabi Ibrahim Alaihissalam

[01:02:23] ketika berdepan dengan Namrud.

[01:02:27] Depan dengan Namrud, Namrud panggil

[01:02:30] ini ada dirakamkan dalam surah

[01:02:32] al-Baqarah ayat 258.

[01:02:35] Nabi Ibrahim kata, "Tuhanku ini dia

[01:02:38] menghidupkan orang yang mati dan dia

[01:02:42] dapat mematikan.

[01:02:44] Namrud kata, "Aku pun boleh buat macam

[01:02:46] tu."

[01:02:47] Dia keluarkan orang dalam penjara

[01:02:50] dua orang. Seorang dia bunuh, seorang

[01:02:52] dia hidup. Tengok aku buat. Aku matikan

[01:02:55] ni, aku hidupkan. Akulah Tuhan.

[01:02:59] Tapi Nabi Ibrahim menyebut, "Tuhanku

[01:03:02] boleh menerbitkan matahari daripada

[01:03:05] timur dan menenggelamkan di barat."

[01:03:09] Silent. Dia tak boleh kata apa

[01:03:13] yang kita berhadapan. Pada hari ini

[01:03:14] tuan-tuan

[01:03:16] is sebab bukan krisis kemanusiaan tetapi

[01:03:19] krisis ketauhidan. Kita hilang Tuhan di

[01:03:22] dalam diri kita.

[01:03:24] Jadi mudah-mudahan dengan wacana begini,

[01:03:27] seminar begini, dia dapat membangkitkan

[01:03:30] jiwa-jiwa kita. Bukan untuk diri kita

[01:03:33] yang kita akan jawab di hadapan Allah

[01:03:34] Subhanahuwataala tetapi untuk generasi

[01:03:37] anak-anak cucu kita ini yang akan

[01:03:39] menyaksikan tanda-tanda kiamat besar itu

[01:03:42] pada mereka. Mudah-mudahan mereka

[01:03:44] bersedia, mereka bersiap

[01:03:47] yang Jen Z, Jen Milenial, Jen mereka

[01:03:50] nilah yang akan melihat

[01:03:53] dan berhadapan dengan situasi realiti

[01:03:56] yang akan terjadi. Demikian saya ampun

[01:03:59] maaf di atas pembentangan dan

[01:04:02] a perkataan saya kalau ada salah silap.

[01:04:04] Wallahuaklam. Mudah-mudahan Allah beri

[01:04:06] kebaikan dan rahmat dan menjadi ilmu

[01:04:08] kepada kita dan mengubah diri kita

[01:04:10] bersama-sama berada di dalam zon dan

[01:04:13] juga fight kebangkitan peradaban timur

[01:04:16] ini. Wallahuaklam. Assalamualaikum

[01:04:18] warahmatullahi wabarakatuh.

[01:04:25] Waalaikumussalam warahmatullahi

[01:04:27] wabarakatuh.

[01:04:28] Majlis merakamkan ucapan ribuan terima

[01:04:31] kasih kepada Tuan Khalid Yahya atas

[01:04:35] kupasan yang amat membuka media mengenai

[01:04:39] persediaan yang perlu kita siapkan dalam

[01:04:42] menepani arus perubahan global.

[01:04:46] Yeah.
