# Pembukaan Pembekalan Mahasiswa KKN UINSA 2026

https://www.youtube.com/watch?v=2ob7H1Y7Dq0
Translation: en

[00:00] pendamping ASI yang terbuat dari bahan

[00:03] utama jagung.

[00:06] Kami berinovasi membuat dua varian

[00:08] olahan, yakni nugget jagung dan bubur

[00:12] hati ayam jagung.

[00:17] Pengedukasian pernikahan dini.

[00:21] Kami melakukan pengedukasian di Yayasan

[00:24] Pendidikan Islam Raden Fatah dan Yayasan

[00:27] Pondok Pesantren Nurid Dahlan.

[00:31] Kegiatan ini dilakukan untuk memberikan

[00:33] materi tentang dampak negatif pernikahan

[00:36] dini dalam upaya pencegahan stunting.

[00:42] Dengan diadakannya program ini akan

[00:44] meningkatkan kesadaran para remaja

[00:47] tentang risiko pernikahan dini terhadap

[00:50] kesehatan anak.

[00:53] Selain permasalahan stunting, Desa

[00:56] Tarokan juga memiliki masalah kesehatan

[00:59] lingkungan.

[01:01] Yang saya ketahui untuk sementara ini

[01:04] untuk pengelolaan sampahnya masih belum

[01:07] ada bank sampah di sana ya. Ya, Mbak

[01:10] belum ada. Terus cuman masyarakat sudah

[01:13] mungkin membedakan yang organik sama

[01:16] anorganik seperti itu. Cuman untuk daur

[01:19] ulang mungkin masyarakat di sana masih

[01:22] belum tahu.

[01:24] Untuk mengatasi permasalahan ini, kami

[01:27] membuat program kerja yaitu Ecobrick.

[01:31] Kami memperkenalkan pengolahan sampah

[01:33] menjadi sebuah ecobrick sebagai edukasi

[01:37] cara mengolah sampah plastik.

[01:42] Selain melaksanakan program kerja, kami

[01:45] juga turut aktif dalam kegiatan warga

[01:48] yang di antaranya

[01:50] kegiatan karnaval intihan.

[01:54] Lalu kami juga turut aktif dalam

[01:56] berbagai kegiatan pengajian seperti CMT,

[02:01] Jihad,

[02:03] Sarwohan,

[02:05] pengajian malam Rabu Manis,

[02:08] dan perayaan 10 Muharam.

[02:13] Kami tim KKN 88 WINSA telah berupaya

[02:18] dengan sepenuh hati menjalankan program

[02:20] kerja kami sebagai bentuk pengabdian

[02:23] kepada masyarakat.

[03:30] Desa Gunung Geni merupakan salah satu

[03:32] dari 14 desa yang ada di Kecamatan Banyu

[03:36] Kabupaten Probolinggo, Provinsi Jawa

[03:39] Timur. Desa Gunung Geni memiliki luas

[03:42] wilayah 7,9 km²

[03:45] yang terbagi menjadi 10 dusun dengan

[03:48] total penduduk sebanyak 7.283

[03:51] jiwa.

[03:53] Mayoritas masyarakat Gunung Geni bermata

[03:56] pencaharian sebagai petani dan pekebun.

[03:59] Desa Gunung Geni terdapat berbagai macam

[04:01] potensi sumber daya alam mulai dari kayu

[04:04] sengon, kelapa, tebu, pisang, dan bambu.

[04:10] Di sisi lain masih terdapat beberapa

[04:13] permasalahan yang masih belum

[04:15] terselesaikan.

[04:16] Dengan adanya beberapa masalah di Desa

[04:19] Gunung Geni, kelompok kami memutuskan

[04:22] untuk menggunakan model penelitian yang

[04:25] sesuai dengan pemberdayaan masyarakat,

[04:27] yakni participatory action research atau

[04:30] disebut dengan PAR.

[04:33] Berdasarkan hasil survei dan observasi

[04:36] lapangan, terdapat beberapa masalah yang

[04:39] ada di Desa Gunung Geni, yakni stunting,

[04:42] pernikahan dini, air kotor, dan

[04:45] sebagainya.

[04:46] Sehingga fokus kami pada permasalahan

[04:49] stunting dan desa ramah perlindungan

[04:52] perempuan dan anak dengan hasil yang

[04:54] ditemukan melalui analisis pohon masalah

[04:57] terdapat penyebab terjadinya stunting

[05:00] yang berawal dari rendahnya pendidikan

[05:03] yang berakibat pada kasus pernikahan

[05:05] dini serta kurangnya kesadaran akan pola

[05:08] hidup bersih dan sehat yang nantinya

[05:11] berdampak pada kesehatan ibu dan anak

[05:13] serta pemenuhan gizi yang buruk.

[05:17] Sehingga kami dari mahasiswa KKN 83

[05:21] WINSA mengusung tema best mind belajar

[05:24] antisipasi stunting dengan edukasi media

[05:27] bermain yang terbagi menjadi tiga

[05:30] program unggulan yakni

[05:33] SPERDI edukasi pernikahan dini merupakan

[05:37] program kerja berupa edukasi pernikahan

[05:39] dini terkait penjelasan pernikahan dini

[05:42] baik segi agama pemerintah dan kesehatan

[05:46] serta serta dampak dari pernikahan dini

[05:49] yang bertempatkan di SMPI Rudatul Ulu.

[05:52] Kemudian desaksi demo masak dan edukasi

[05:56] gizi merupakan program kerja berupa

[05:59] edukasi mengenai gizi yang baik dan

[06:01] pentingnya protein hewani untuk bayi dan

[06:04] balita serta melakukan demonstrasi masak

[06:07] berupa nugget berbahan ikan cakalang dan

[06:09] tempe yang baik untuk pemenuhan gizi

[06:13] yang dilaksanakan di Bosyandu Runggeng.

[06:16] dan ember. Edukasi media belajar dan

[06:19] bermain merupakan program kerja berupa

[06:23] edukasi media belajar dan bermain

[06:25] terhadap siswa-siswi RA Al Khadijah yang

[06:28] bertujuan untuk menunjang dan melihat

[06:30] perkembangan anak secara kognitif dan

[06:33] motorik anak. Setelah melakukan

[06:35] penyuluhan, setiap tim melakukan

[06:38] peninjauan berlanjut terkait respon

[06:40] peserta setelah mengikuti kegiatan

[06:42] tersebut. Berikut hasilnya.

[07:01] Selain itu, terdapat program kerja lain

[07:04] yang berjalan seperti mengikuti yasinan

[07:07] rutin malam Senin, andil dalam kegiatan

[07:10] posiandu, mengajar di TPQ, ibaan hotil,

[07:14] Quran dan kegiatan lainnya terkait

[07:18] pengabdian masyarakat.

[07:20] Kami juga melakukan interview terkait

[07:22] program kerja yang kami lakukan kepada

[07:25] perwakilan desa untuk menyampaikan pesan

[07:28] dan kesannya. Berikut cuplikannya.

[07:32] Kalau dari saya, pesan dari saya, saya

[07:36] sangat terkesan dengan hadirnya

[07:38] kakak-kakak Winsa Surabaya. Kenapa?

[07:42] karena keadaan jenengan semua bisa

[07:44] membantu kami.

[07:45] Kami segenap keluarga besar KKN83 UIN

[07:48] Sunan Ampel Surabaya mengucapkan banyak

[07:49] terima kasih kepada seluruh warga Gunung

[07:52] Geni yang sudah menerima kedatangan kami

[07:54] di sini. Harapan kami di sini dari

[07:56] seluruh program kerja yang sudah kami

[07:58] usung usung kepada desa ini ee dapat

[08:00] diimplementasikan maupun dapat

[08:02] direalisasikan kepada seluruh masyarakat

[08:05] Gunung Geni sendiri.

[14:46] Desa Ngetos merupakan salah satu desa

[14:48] yang ada di Kecamatan Ngetos, Kabupaten

[14:50] Nganjung dengan luas wilayah 782.000 m².

[14:54] Desa Ngetos terdiri dari 5 dusun, 34 RT,

[14:57] 10 RW, serta jumlah KK sebanyak 2.728.

[15:02] Adapun hal ini meliputi kurang lebihnya

[15:04] 4.250 penduduk laki-laki dan kurang

[15:07] lebihnya 4.000 perempuan.

[15:09] Mayoritas pencaharian warga Ngetos yaitu

[15:12] bekerja sebagai petani dan peternak

[15:14] dengan hasil pertanian yang melimpah

[15:15] yakni berupa jagung, padi, ketela, dan

[15:18] umbi-umbian.

[15:25] Dengan membawa tema mitigasi bencana,

[15:28] terdapat salah satu bencana yang rawan

[15:30] terjadi di Desa Disantetos, yaitu Tanah

[15:32] Longsor. Di mana pada tanggal 13

[15:36] Februari tahun 2021 telah terjadi

[15:39] bencana tanah longsor di Dusun Sopuro.

[15:42] Peristiwa tersebut melanda sejumlah

[15:43] rumah warga dan merewaskan beberapa

[15:45] korban jiwa pada saat itu. Selain itu,

[15:49] peristiwa tersebut juga memutuskan salah

[15:51] satu akses jalan dari Dusun Sulopuro

[15:53] menuju Dusun Kepel sehingga membuat

[15:56] warga harus putar balik untuk menuju ke

[15:58] daerah tersebut.

[16:04] Dengan upaya pencegahan akan mitigasi

[16:06] bencana ini, kami melakukan beberapa

[16:09] survei terkait problem apa yang dialami

[16:11] warga pada prakejadian saat kejadian

[16:14] hingga keadaan saat ini. Banyak warga

[16:16] yang masih mengalami trauma akan

[16:18] kejadian ini serta kurangnya kesadaran

[16:21] pemahaman hingga fasilitator.

[16:26] Dengan ini kami membuat beberapa proker

[16:28] terkait mitigasi bencana tanah longsor

[16:31] di antaranya pembuatan pelang informasi

[16:34] waspada bencana yang diletakkan di titik

[16:36] lokasi rawan longsor guna mencegah

[16:38] adanya korban serta mengadakan

[16:40] sosialisasi dengan BPBD ke beberapa

[16:43] instansi terkait seperti SD, MTs, TPQ,

[16:48] serta Posyandu lansia dan balita dengan

[16:50] sasaran anak-anak di bawah umur dan

[16:53] warga yang sudah lanjut usia yang rentan

[16:55] menjadi korban bencana.

[16:58] Sebagai upaya inkulturasi, kami juga

[17:01] melakukan pendekatan kepada masyarakat

[17:03] mulai dari sowan ke perangkat desa,

[17:06] bersih-bersih persiapan kegiatan desa,

[17:09] pengambilan bambu hingga pemasangan

[17:10] banner, serta mengikuti kegiatan desa

[17:13] yang biasa dilakukan seperti baritan,

[17:16] khataman, pawai obor satria ngatas

[17:20] angin, jamasan pusaka, kirap pusaka,

[17:24] kirap budaya gibaan,

[17:26] iring-iringan seni reok dan jarana. Di

[17:30] mana kegiatan ini dilakukan untuk

[17:32] menjaga kelestarian budaya yang sudah

[17:34] turun-temurun dilaksanakan di Desa

[17:36] Ngetos.

[17:38] Dengan selesainya program kerja ini,

[17:40] kami harap warga Desa Ngetos mendapatkan

[17:43] manfaat akan pentingnya pemitigasian

[17:45] bencana serta menjadi desa yang lebih

[17:47] baik lagi untuk ke depannya.

[21:25] Oleh karena itu, kami mahasiswa kuliah

[21:29] kerja nyata kelompok 14

[21:33] Universitas Islam Negeri Sunan Ampel

[21:36] Surabaya hadir dengan mengusung tema

[21:40] Desa Ramah Perempuan dan Peduli Anak

[21:44] siap membawa perubahan.

[21:50] Selamat datang di Desa Loceret, salah

[21:54] satu desa yang terletak di Kecamatan

[21:57] Loceret, Kabupaten Nganjuk.

[22:00] Desa dengan luas 85,4

[22:04] hektar ini memiliki jumlah 2.526

[22:09] warga dengan total 1259

[22:15] laki-laki dan 1267

[22:19] perempuan.

[22:28] Nama saya Witri Januarista. Di sini

[22:31] jabatan saya sebagai Kepala Desa Loceret

[22:34] periode

[22:35] 2019-202.

[22:37] Desa Leret memiliki wilayah yang

[22:39] sebenarnya tidak begitu luas, tapi

[22:41] berada di letak yang sangat geografis,

[22:45] letaknya strategis ee yaitu di

[22:47] tengah-tengah ee wilayah Kecamatan

[22:49] Loceret. Desa Loceret. Alhamdulillah di

[22:52] tahun 2022 terpilih sebagai desa di

[22:55] RPPA. Pastinya dengan adanya program di

[22:57] RPPA dari pemerintah ini sangatlah

[23:01] memberikan manfaat yang luar biasa.

[23:05] Pada tahun 2022,

[23:08] Desa Loceret resmi terpilih menjadi Desa

[23:12] Ramah Perempuan dan Peduli Anak. Sama

[23:16] seperti DRPPA lainnya, Desa Loceret juga

[23:19] memiliki kelompok sosial yakni sapa mama

[23:22] atau sekolah perempuan, anak, dan

[23:25] masyarakat marginal serta forum anak.

[23:55] Mahasiswa kuliah kerja nyata Winsa

[23:59] kelompok 14 menghadirkan sebuah program

[24:03] kerja di mana program ini dibuat untuk

[24:06] menyejahterakan perempuan yang ada di

[24:09] Desa Loceret.

[24:11] Proses pembuatan program kerja dimulai

[24:14] dari pemetaan wilayah Desa Loceret,

[24:17] focus group discussion, atau diskusi

[24:19] terarah dengan berbagai lapisan

[24:22] masyarakat hingga mampu kami ambil

[24:25] benang potensi dan kebutuhan yang

[24:27] dibutuhkan masyarakat terkait tema

[24:30] pengabdian yakni DRPPA.

[24:36] Workshop dengan judul Pemberdayaan

[24:38] Perempuan Melalui Pelatihan Digitalisasi

[24:42] UMKM merupakan program yang kami bawa

[24:46] kepada perempuan Desa Locere. Dalam

[24:49] program ini, kami memberikan pandangan

[24:52] baru tentang dunia wirausaha kepada

[24:57] Bagaimana cara mereka memasarkan produk

[25:00] mereka pada zaman yang sudah maju saat

[25:03] ini? Betapa pentingnya sertifikat

[25:06] industri rumah tangga bagi produk mereka

[25:09] dan juga bagaimana cara membuat sebuah

[25:13] produk kekinian yang digemari oleh

[25:15] anak-anak muda.

[25:18] Hal-hal tersebut kami lakukan demi

[25:20] membantu perempuan di Desa Loceret

[25:24] supaya menjadi perempuan yang produktif

[25:27] di usia mereka yang sudah memasuki usia

[25:29] kerja.

[25:42] Tak hanya itu, kami dengan Forum Anak

[25:45] Kabupaten Nganjuk bekerja sama

[25:47] memberikan edukasi terkait bullying

[25:50] serta kenakalan remaja kepada anak-anak

[25:53] usia peralihan dan kegiatan lainnya

[25:56] bersama warga Desa Loceret seperti

[25:59] kegiatan 17 Agustus. bersih desa serta

[26:03] lainnya.

[26:12] Kami mahasiswa kuliah kerja nyata UINSA

[26:16] kelompok 14 mengucapkan terima kasih

[26:19] kepada Desa Loceret atas kerja.

[26:23] Semoga apa yang kita lakukan bersama

[26:25] selama ini dapat membuatkan hasil yang

[26:28] bermanfaat serta dapat membawa perubahan

[26:32] baik kepada Desa Locere. Terima kasih

[26:35] dan sampai jumpa.

[29:08] ini sudah lama

[29:11] dan khusus satu RT itu mayoritas lebih

[29:14] dalam karena bantuan mereka seperti itu.

[29:17] Adapun program yang nantinya dilakukan

[29:19] oleh mahasiswa itu bisa berdampak bagi

[29:22] masyarakat dan berkelanjutan nantinya.

[29:24] Jadi masyarakat merasa memiliki karena

[29:26] bukan kita yang mendiktain.

[29:29] Mungkin itu di minggu pertama nanti kita

[29:31] izin untuk belajar belajar bareng bagian

[29:33] belum bawa ini kan ee ada apanya ya ada

[29:37] apa ada apa

[29:39] ya. Oke, alhamdulillah tadi kita sudah

[29:41] bertemu dengan kepala desa. Eh,

[29:44] silaturahmi tentunya yang pertama.

[29:46] Kemudian tadi juga ada beberapa hal yang

[29:49] dibicarakan bersama dengan kepala desa

[29:50] terkait dengan ee apa yang akan kita

[29:53] lakukan ke depan selama 45 hari ini. Dan

[29:56] alhamdulillah ee Kepala Lembang ya kalau

[29:59] di sini disebutnya Lembang itu antusias

[30:01] menerima kita dan juga siap menemani

[30:04] sampai e kegiatan-kegiatan ini selesai.

[30:06] Mungkin itu aja. Oke,

[30:14] di tengah keberagaman budaya dan agama,

[30:17] sebuah nilai luhur terjalin dalam

[30:19] semangat kebangsaan Indonesia. Moderasi

[30:21] beragama. Moderasi beragama adalah

[30:24] pondasi yang kokoh bagi keberagaman

[30:26] Indonesia. Ketika kita menghormati dan

[30:28] mengakui nilai-nilai agama dan Buddhis

[30:30] setiap kelompok, kita dapat hidup

[30:32] berdampingan dengan damai dan membangun

[30:34] negeri ini bersama-sama.

[30:43] semua

[30:46] orang.

[30:47] Selaras dengan semangat moderasi

[30:48] beragama, masyarakat Indonesia juga

[30:51] menjunjung tinggi akomodasi terhadap

[30:52] budaya lokal. Por festival dan upacara

[30:55] adat masih dihormati dan dijaga dengan

[30:57] cermat. Agama diintegrasikan dengan

[30:59] budaya lokal menciptakan harmoni yang

[31:01] indah.

[31:06] Moderasi beragama menolak kekerasan.

[31:09] Kita menyaksikan bagaimana berbagai

[31:10] agama bersatu mencekam tindakan

[31:12] kekerasan dan ekstremisme. Dalam

[31:14] persatuan kita memperkuat kebangsaan dan

[31:17] menunjukkan bahwa cinta adalah jalan

[31:19] untuk mencapai tujuan kita.

[32:05] tangan untuk kita Wow.

[32:43] allzi

[32:52] Moderasi beragama membuka pintu bagi

[32:54] interaksi positif antara kelompok

[32:56] beragama. Seperti dalam budaya kita,

[32:58] berbagai hidangan perayan agama adalah

[33:00] contoh bagaimana kita memperkuat ikatan

[33:02] persaudaraan.

[33:10] Semangat akomodasi dan toleransi

[33:12] mendorong akses sosial lintas agama.

[33:15] Dalam berbagai kaitan amal, kita

[33:16] bersama-sama membantu sesama tanpa

[33:18] banyak perbedaan.

[33:24] Harmoni dalam keagamaan.

[33:28] Kebersamaan dan kerukunan dapat dilihat

[33:31] dalam keindahan tempat-tempat ibadah

[33:33] yang berdampingan dengan damai. Ini

[33:35] adalah bukti nyata dari moderasi

[33:37] beragama yang menjadi contoh bagi dunia.

[38:28] jam 09.00 ya. Mohon maaf nanti jam 09.00

[39:20] Desa Segaran merupakan desa yang

[39:23] terletak pada Kecamatan Tiris, Kabupaten

[39:25] Probolinggo, Jawa Timur.

[39:28] Desa Segaran memiliki empat dusun, yaitu

[39:32] Dusun Kerajan,

[39:34] Dusun Paras, Dusun Gudang, dan Dusun

[39:37] Andung Minian.

[39:40] Dasa ini berjarak 124 km dari Surabaya

[39:45] dan dengan memiliki luas 713 hektar.

[39:49] Penduduk Desa Segaran memiliki mata

[39:51] pencaharian sebagai petani kopi,

[39:59] penghasil kayu sengon dan lain-lain.

[40:06] Dasa Segaran memiliki dua wisata andalan

[40:10] mereka, yaitu Danau Ranu Segaran.

[40:25] dan juga wisata air panas segaran.

[40:44] Pada kegiatan KKN kami, kami memiliki

[40:47] beberapa program kerja yaitu yang

[41:11] pertama pembinaan kepada UMKM. Pada

[41:14] program kerja kami ini, kami mendampingi

[41:17] pemilik UMKM dalam mendapatkan

[41:19] sertifikasi halal serta pendaftaran NIB.

[41:22] Dalam hal ini kami membina UMKM dengan

[41:24] merek Kipik Du Putra.

[41:50] perubahan semenjak adik-adik KKM berada

[41:53] di sini. Yang pertama dari prosesnya itu

[41:57] kami merasakan ada yang bantu-bantu

[42:22] mengucapkan Terima kasih banyak. Selama

[42:25] kalian ada di sini itu sudah banyak

[42:27] banget ada perubahan terutama masalah

[42:30] dari packaging.

[42:32] Paging ya.

[42:33] Iya. Yang kedua itu penjidan.

[42:36] Oh, pas itu mesin presia.

[42:38] dan semoga kalian nanti jadi orang-orang

[42:42] yang sukses.

[42:48] Program kerja kami selanjutnya adalah

[42:50] sosialisasi kepada siswa-siswi MTs

[42:53] Pondok Pesantren Miftahul Ulum Segaran.

[42:56] Sosialisasi kami memiliki tema yaitu

[42:58] pentingnya kebersihan dan kesehatan

[42:59] lingkungan yang kami adakan pada tanggal

[43:02] 10 Agustus 2023.

[43:11] Sebagai perwujudan sosialisasi kami,

[43:14] keesokan harinya kami mengajak

[43:15] siswa-siswi MTs Muftahul Ulum untuk

[43:18] melakukan kerja bakti di lingkungan

[43:20] sekitar pondok.

[43:29] Tidak hanya kerja bakti, kami juga

[43:32] melakukan kegiatan daur ulang botol yang

[43:34] diubah menjadi eck serta fas bunga.

[43:46] Program kerja terakhir kami yaitu kami

[43:48] menyelenggarakan sosialisasi kepada

[43:51] pelaku UMKM di Desa Segaran dengan tema

[43:54] pengembangan potensi dan aset Desa

[43:56] Segaran Probolinggo ke dalam produk UMKM

[43:58] unggulan di era digitalisasi yang kami

[44:01] adakan pada tanggal 22 Agustus 2023.

[44:06] Sedaran

[44:07] jaya. Jaya jaya.

[45:24] Kami KKN 160 UNSA mengucapkan

[45:28] sami undur diri.

[45:41] bersenang-senanglah

[45:44] karena hari ini akan kita rindukan

[45:48] di hari nanti.

[45:55] Sampai jumpa kawanku.

[45:59] Semoga kita

[46:34] Desa Ranu Gedang, desa yang bermukim di

[46:36] kaki Gunung Lemongan, Probolinggo. Desa

[46:39] ini layak dikatakan hidden jam

[46:40] dikarenakan kekayaan alam yang melimpah

[46:42] mulai dari wilayah yang terbentang luas,

[46:45] keindahan alam hingga tanah yang subur,

[46:47] serta memiliki sumber daya alam melimpah

[46:49] berupa kayu sengon, kopi, serta alpukat.

[46:59] Kami KKN 158 UINSA memiliki misi untuk

[47:02] membantu UMKM di Desa Ranu Gedang untuk

[47:05] melangkah maju.

[47:21] Langkah pertama yang kami lakukan adalah

[47:24] melakukan riset ke seluruh wilayah untuk

[47:26] menemukan plak UMKM di Desa Randu

[47:28] Gedang.

[47:30] Pada akhirnya kami menemukan beberapa

[47:32] UMKM yang masih aktif hingga sekarang.

[47:34] yang pertama kami temukan berada dekat

[47:36] dengan posco kami bertepat di dusun

[47:38] kerajaan 1. Beliau adalah Bu Nesa

[47:40] menjalankan usaha keripik hampir 15

[47:43] tahun dengan label Nova Jaya dan hanya

[47:45] dikelola oleh dua orang saja. Namun

[47:47] Bonesa mampu menghasilkan 50 bungkus per

[47:50] harinya. Selanjutnya kami menemukan

[47:52] pelaku UMKM lain yang bertepat di Dusun

[47:54] Angin-angin Timur. Beliau adalah Pak

[47:56] Jumai. Usahanya dimulai pada tahun 2022.

[48:00] Seperti halnya Bu Nesa, Pak Jumai juga

[48:02] menjalankan usahanya hanya dengan dua

[48:04] orang saja. Tidak hanya itu, kami juga

[48:06] bertemu dengan para pelaku UMKM lainnya.

[48:20] Setelah menemukan data yang dibutuhkan

[48:22] dan melakukan riset, kami memutuskan

[48:24] untuk membantu para pelaku UMKM di Desa

[48:26] Randu Gedang mendaftarkan NIB serta

[48:29] sertifikasi halal untuk usaha mereka.

[48:32] Kami juga mengadakan penyuluhan bagi

[48:34] pelaku UMKM Desa Ranu Gedang untuk

[48:36] menjelaskan betapa pentingnya NIB dan

[48:38] sertifikasi halal. Kami juga menambahkan

[48:41] materi strategi pemasaran untuk menebus

[48:43] pasar lebih luas lagi dibantu oleh Pak

[48:45] Yadi yaitu tokoh yang berpengaruh di

[48:47] Desa Randu Gedang.

[48:59] Shing

[49:01] call trumatic

[49:05] now do

[49:18] see

[49:31] Selain berfokus pada proker utama berupa

[49:33] UMKM, ada beberapa bentuk pengabdian

[49:36] masyarakat yang kami lakukan. Mulai dari

[49:38] pengajaran di sekolah, mengajar TPQ,

[49:41] hingga kegiatan desa lainnya. Hal itu

[49:43] dilakukan guna memberikan kesan pada

[49:45] masyarakat selama proses KKN

[49:46] berlangsung.

[49:54] Berbagai cerita tertulis dalam ingatan

[49:57] selama menuntaskan misi kami untuk

[49:59] pengabdian masyarakat di Desa Randu

[50:00] Gedang. Terima kasih atas segala

[50:02] pengalaman yang berharga serta kebaikan

[50:04] masyarakat Desa Randu Gedang. Tidak

[50:06] banyak yang kami berikan, namun kami

[50:08] berharap aksi kami mampu menjadikan

[50:11] pemantik perubahan lebih baik dan terus

[50:13] melangkah maju.

[52:13] Iya.

[56:42] Oke,

[57:01] kita mulai. Bismillahirrahmanirrahim.

[57:02] Asalamualaikum warahmatullahi

[57:03] wabarakatuh.

[57:05] Waalaikumsalam warahmatullahi

[57:07] wabarakatuh.

[57:07] Waalaikumsalam warahmatullahi

[57:09] wabarakatuh.

[57:12] Bismillahirrahmanirrahim.

[57:15] Allah wasallik

[57:17] sayidina Muhammadin waa alihibi wasallim

[57:22] billahi w islamina muhammadin nabiidina

[57:27] il fahm

[57:30] allahin

[57:34] shallallahu ala sayidina muhammadin wa

[57:40] yang kami hormati bapak Pak Ketua LPPM,

[57:44] Bapak Dr. H. Saiful Bahar,

[57:49] M.Si.

[57:51] Yang kami hormati Bapak Ibu pimpinan

[57:54] fakultas atau yang mewakili.

[57:57] Ada

[57:59] Pak Wadek 3 ini kelihatannya

[58:05] ganti lagi ganti lagi.

[58:09] Ada juga para

[58:14] hormati

[58:16] para dosen DPL, Bapak Ibu dosen DPL yang

[58:20] gabung,

[58:22] dan

[58:24] para mahasiswa yang berbahagia.

[58:28] Alhamdulillah pada pagi ini kita

[58:31] mulai menapak untuk

[58:35] kegiatan KKN tahun 2026.

[58:39] Mudah-mudahan kegiatan KKN kita lancar,

[58:42] sukses, aman. Amin ya rabbal alamin.

[58:45] Selawat serta salam semoga tetap

[58:47] terlimpah kepada

[58:49] junjungan kita Nabi Besar Muhammad

[58:50] sallallahu alaihi wasallam.

[58:53] Mudah-mudahan kita selalu mendapat

[58:54] syafaat beliau.

[58:57] di dunia maupun di akhirat nanti.

[59:00] Dan kami sampaikan terima kasih kepada

[59:02] semua pihak yang telah mendukung dan

[59:04] akan mendukung program KKN ini.

[59:07] Mudah-mudahan KKN kita lancar. Amin.

[59:11] Marilah acara

[59:15] kita pada pagi ini kita buka dengan

[59:17] bacaan suratul fatihah. Mudah-mudahan

[59:19] berkah. Alhahillah

[59:24] sallallahu alaihi wasallam. Alfatihah.

[59:26] Auzubillahimasyaitanirjim. Bismillah.

[59:29] Alhamdulillahabbilahin.

[59:32] Iyaka nain.

[59:34] Ihdiniratal mustaqim.

[59:41] Selanjutnya marilah kita bersama

[59:45] ee memperhatikan dan mendengarkan

[59:49] amanat dari Ketua LPPM

[59:53] kepada beliau Bapak

[59:55] Dr. Muhammad H. Muhammad Saiful Bahar.

[59:58] MSI. Kami persilakan.

[01:00:03] Terima kasih, Pak Agus. Asalamualaikum

[01:00:04] warahmatullahi wabarakatuh.

[01:00:05] Bismillahirrahmanirrahim.

[01:00:06] Walhamdulillahiabbil alamin wasalatu

[01:00:08] wasalamu ala asrofili iya wal mursalin

[01:00:11] sayyidina muhammadin wa ala alihi

[01:00:13] wasahbihi ajmain. Amma ba'du.

[01:00:17] Teman-teman sekalian, Bapak, Ibu

[01:00:18] sekalian

[01:00:20] ee ada beberapa orang pejabat di

[01:00:24] fakultas yang hadir. Terima kasih atas

[01:00:26] kehadirannya, terima kasih atas ee

[01:00:29] perhatian Bapak Ibu sekalian. Semoga

[01:00:32] perhatian dan kebedan Bapak Ibu ini

[01:00:35] dicatat sebagai amal ibadah oleh Allah

[01:00:36] subhanahu wa taala.

[01:00:39] Pertama, izinkan saya atas nama ee LP2M

[01:00:44] untuk menyampaikan permohonan maaf

[01:00:46] karena

[01:00:48] kami tidak melaksanakan

[01:00:52] ee pembukaan pembekalan ini seperti

[01:00:55] tahun kemarin yang kita laksanakan

[01:00:57] secara ee luring. Kami sengaja memilih

[01:01:01] daring dengan berbagai alasan. Tapi

[01:01:04] insyaallah dengan ee teknologi yang ada

[01:01:08] kita bisa tetap melaksanakan pembekalan

[01:01:11] ini dengan sempurna dengan baik dan

[01:01:14] insyaallah nanti hasilnya akan maksimal.

[01:01:18] Ee yang kedua kami juga harus minta maaf

[01:01:21] karena ada beberapa skema yang ada

[01:01:24] sedikit perbaikan terutama terkait

[01:01:26] dengan tanggung jawab DPL yang

[01:01:29] tahun-tahun sebelumnya 1 DPL hanya satu

[01:01:32] desa, tapi untuk tahun sekarang 1 DPL

[01:01:35] langsung harus mendampingi tiga desa

[01:01:38] dampingan. Saya kira ini bukan pekerjaan

[01:01:41] mudah, tapi kita harus realistis, kita

[01:01:43] harus ee melihat ee realitas yang hari

[01:01:47] ini kita sama-sama tahu bahwa ada

[01:01:49] efisiensi yang tidak mungkin kita

[01:01:52] menolak kebijakan dari pusat tersebut.

[01:01:54] Sehingga kami mohon nanti mahasiswa juga

[01:01:57] menyadari halh ini bahwa DPL-nya mungkin

[01:02:02] harus bekerja lebih ekstra dibandingkan

[01:02:04] tahun-tahun kemarin karena harus

[01:02:05] mendampingi tiga desa sekaligus atau

[01:02:07] tiga kelompok. ee KKID sekaligus. Karena

[01:02:10] itu ee mohon nanti teman-teman mahasiswa

[01:02:14] ee dapat membantu

[01:02:17] lebih baik komunikasi dan kerja

[01:02:20] samamanya dengan ee Bapak Ibu DPL yang

[01:02:22] akan mendampingi teman-teman ketika ada

[01:02:24] di lapangan.

[01:02:26] Ee berikutnya khusus untuk teman-teman

[01:02:29] sekalian mahasiswa WINsa yang akan

[01:02:31] menjadi peserta KKM. Ee pertama saya

[01:02:34] ingin menyampaikan ini kesempatan Mas ee

[01:02:38] ini sekaligus juga hanya akan terjadi

[01:02:41] dalam satu kali kesempatan selama masa

[01:02:44] hidup Anda. Anda tidak akan pernah

[01:02:48] merasakan KKN ketika S2 ataupun S3 ya.

[01:02:51] KKN hanya ketika S1 saja. Pengalaman ini

[01:02:55] menjadi sangat berharga. Karena itu

[01:02:58] teman-teman harus bisa menjadi duta

[01:03:00] terbaik juga untuk Wiins

[01:03:03] saya dengan Pak Agus ini sudah seringki

[01:03:06] turun ke lapangan mendampingi,

[01:03:08] mengevaluasi, bahkan juga mencari

[01:03:10] informasi lebih lanjut tentang tindak

[01:03:13] lanjut KK yang kita lakukan. Salah satu

[01:03:16] yang menjadi catatan terbaik dari semua

[01:03:19] pihak yang ditempati oleh mahasiswa ee

[01:03:23] KKN dari UIN Surabaya adalah akhlaknya.

[01:03:27] Perilaku mahasiswa Winsa selalu

[01:03:30] mendapatkan apresiasi.

[01:03:33] Dan karena itu saya mohon dengan sangat

[01:03:35] teman-teman sekalian untuk menjaga nama

[01:03:38] baik Wiinsa, menjaga nama baik akhlak

[01:03:41] yang sudah ditorihkan oleh kakak-kakak

[01:03:43] kelas kalian sehingga kalian juga tetap

[01:03:47] memperhatikan akhlak ini. Dan bagaimana

[01:03:51] menjaga akhlak itu? Yang paling penting

[01:03:54] adalah teman-teman harus bisa menjaga

[01:03:56] hubungan dengan pihak-pihak ketika ada

[01:03:57] di lokasi KKN.

[01:04:00] Ini memang ee

[01:04:03] hal yang tidak mudah. Tapi teman-teman

[01:04:05] selama punya komitmen untuk menjaga nama

[01:04:07] baik Buenan Ampel, saya kira ini akan

[01:04:10] bisa mudah dilakukan. Apalagi nanti satu

[01:04:14] kelompok itu bukan hanya dua tiga orang

[01:04:17] tapi ada belasan mahasiswa yang bisa

[01:04:18] saling mengingatkan dan saling

[01:04:20] menguatkan. Tolong ee semua bisa saling

[01:04:23] menguatkan, saling mengingatkan bahwa

[01:04:26] menjaga nama baik Wiinsun Ampel itu

[01:04:28] adalah sesuatu yang mulia dan harus kita

[01:04:30] lakukan.

[01:04:32] Berikutnya, Teman-teman sekalian, niati

[01:04:35] juga KKN ini menjadi ajang pembelajaran

[01:04:39] karena selama ini teman-teman hanya bisa

[01:04:43] ee banyak mendapatkan informasi terkait

[01:04:47] teori. Tapi sekarang teman-teman akan

[01:04:49] berhadapan langsung dengan masyarakat.

[01:04:51] langsung belajar kepada masyarakat juga

[01:04:53] berkontribusi untuk memberikan solusi

[01:04:56] atas problematika yang ada di

[01:04:57] tengah-tengah masyarakat. Karena itu

[01:04:59] nanti di proses pembekalan teman-teman

[01:05:02] mohon dengan sangat untuk memperhatikan

[01:05:04] dengan serius karena materi yang akan

[01:05:06] disampaikan sangat penting untuk ee

[01:05:09] bekal ketika teman-teman ada di lokasi

[01:05:11] KKN.

[01:05:13] Yang terakhir saya ingin menyampaikan

[01:05:16] pesan yang juga ini tidak kalah

[01:05:18] pentingnya. Mohon teman-teman juga nanti

[01:05:21] hati-hati selama ada di lokasi KK

[01:05:23] terutama ketika keluar dari ee kos atau

[01:05:29] keluar dari rumah ee tempat tinggal

[01:05:31] teman-teman ketika ada di KKN.

[01:05:35] beberapa kejadian tahun-tahun

[01:05:36] sebelumnya. Misalnya ingin saya

[01:05:38] sampaikan ee

[01:05:41] wafatnya salah seorang peserta

[01:05:44] mahasiswa, peserta KKN di Lumajang itu

[01:05:47] menjadi pelajaran bagi kita semua bahwa

[01:05:50] ketika ada di daerah yang bukan daerah

[01:05:53] kita, teman-teman harus banyak belajar.

[01:05:57] Salah satu kejadian yang masih

[01:05:59] menyisakan pedih dan sedih bagi kita itu

[01:06:02] adalah karena teman-teman yang KKN di

[01:06:06] Lumajang pada tahun 2024 kalau tidak

[01:06:09] salah itu di hari terakhir ee pengabdian

[01:06:15] mereka di desa di Lumajang. mereka

[01:06:17] memilih untuk datang ke sebuah destinasi

[01:06:19] wisata di daerah Jember pada waktu itu

[01:06:22] tanpa informasi yang lengkap ee tempas

[01:06:27] tempat destinasi yang akan didatangi

[01:06:30] juga tidak didampangi didampingi oleh

[01:06:32] warga lokal juga tidak diimbangi

[01:06:35] keterampilan ee berenang yang baik

[01:06:38] sehingga ee musibah itu terjadi. Karena

[01:06:41] itu, Teman-teman sekalian mohon dengan

[01:06:43] sangat nanti koordinasi dengan DPL-nya.

[01:06:47] Bahkan kalau bisa minta izin jangan

[01:06:50] langsung nyelonong ke luar kota, jangan

[01:06:52] langsung nyelonong datang ke

[01:06:54] tempat-tempat wisata, izin dulu ke ee

[01:06:58] apa ke DPL-nya. Jika dapat izin

[01:07:01] koordinasikan dengan kepala desanya

[01:07:03] sehingga kepala desanya nanti bisa

[01:07:05] membantu mencarikan informasi kira-kira

[01:07:08] daerah mana yang aman dan daerah mana

[01:07:10] yang kurang aman. ini kita berharap ee

[01:07:13] KKN tahun sekarang kita tidak

[01:07:16] mendapatkan musibah. Semua berjalan

[01:07:17] dengan baik. Teman-teman juga dilindungi

[01:07:20] oleh Allah Subhanahu wa taala sehingga

[01:07:23] KKN-nya aman, nyaman, dan mendapatkan

[01:07:25] nilai terbaik dari teman-teman. Mungkin

[01:07:27] itu saja yang bisa kami sampaikan.

[01:07:29] Terima kasih. Wallahuq thq.

[01:07:31] Asalamualaikum warahmatullahi

[01:07:32] wabarakatuh.

[01:07:34] Waalaikumsalam warahmatullahi

[01:07:36] wabarakatuh. Terima kasih, Pak Ketua

[01:07:40] atas sambutannya

[01:07:42] dan mudah-mudahan ke kita

[01:07:46] aman, lancar

[01:07:49] dan tidak ada kendala suatu apapun.

[01:07:53] Teman-teman semua, selanjutnya akan kami

[01:07:55] berikan penjelasan tentang

[01:07:59] bagaimana sebennya KKM kita ini dan

[01:08:01] bagaimana

[01:08:03] jadwal dan sebagin sebagainya akan saya

[01:08:05] berikan penjelasan secara detail.

[01:08:08] Ee

[01:08:11] sebentar akan saya

[01:08:14] tayangkan.

[01:08:19] Tadi sudah saya tayangkan di

[01:08:22] video

[01:08:24] ee

[01:08:27] beberapa tampilan

[01:08:30] yang

[01:08:32] menjelaskan tentang

[01:08:35] proses KKN dan

[01:08:39] secara mikro ya masing-masing di desa.

[01:08:41] Sekarang akan saya jelaskan secara

[01:08:42] makruh dulu

[01:08:45] kakai kita tahun 2026 ini

[01:08:49] seperti apa.

[01:08:51] Jenis KKN yang kita

[01:08:54] adakan tahun ini ada

[01:09:00] tujuh model atau tujuh jenis ya. Yang

[01:09:03] kita lakukan hari ini adalah pembekalan

[01:09:05] untuk semuanya. Pembukaan untuk semuanya

[01:09:07] ya.

[01:09:09] KKN reguler itu menempati

[01:09:14] enam kabupaten dan kota ya mulai

[01:09:18] Bondowoso, Probolinggo, Pasuruan, Ngawi,

[01:09:21] Lamongan, dan Surabaya. Ini yang

[01:09:23] terbanyak.

[01:09:25] Pesertanya setiap kabupaten hampir 800

[01:09:29] mahasiswa

[01:09:31] dan

[01:09:33] khusus Surabaya jumlahnya hampir 400

[01:09:36] separuh.

[01:09:38] Tapi kelompoknya juga paling banyak. Ada

[01:09:40] 74 kelompok Surabaya ini, tapi

[01:09:43] kelompoknya kecil-kecil di masing-masing

[01:09:45] RW.

[01:09:47] Jadi kalau di luar kota Surabaya itu

[01:09:50] desa basisnya.

[01:09:53] Tapi kalau di Surabaya RW.

[01:09:56] Pesertanya karena RW maka maksimal

[01:09:58] anggotanya hanya 5 orang atau 6 orang.

[01:10:01] Sedangkan yang di luar Surabaya karena

[01:10:02] desa

[01:10:04] pesertanya 18 orang ya desa atau 17

[01:10:07] orang ada yang 17 atau 18.

[01:10:13] Khusus untuk peserta yang jumlahnya

[01:10:15] kurang merata, saya mohon izin kepada

[01:10:17] Bapak DPL dan teman-teman mahasiswa.

[01:10:21] Contoh

[01:10:23] satu desa itu lakinya cuma satu atau

[01:10:25] dua. Nah, itu mohon kebijakan ditata

[01:10:28] ulang modelnya begini.

[01:10:31] Kalau DPL itu kan membawai tiga desa.

[01:10:35] Tiga desa itu masing-masing desa

[01:10:38] ternyata lakinya itu tidak merata. Ada

[01:10:40] yang

[01:10:42] cuma dua, ada yang enam, ada yang delan

[01:10:46] barangkali. Nah, mohon bisa ditata ulang

[01:10:50] khusus laki-lakinya ya supaya merata.

[01:10:53] Paling tidak kalau umpama laki-lakinya

[01:10:55] jumlah tiga desa itu total ada ee

[01:10:59] sembilan. umpama. Nah, dium telu-telu

[01:11:02] dibagi 33-tiga boleh atau ada 15 dibagi

[01:11:06] 55 juga boleh. Jadi silakan ditata ulang

[01:11:09] oleh DPL-nya dengan cara adat tetapi

[01:11:13] mohon dilaporkan ke kami sehingga kami

[01:11:16] bisa memberikan atau merubah daftarnya

[01:11:19] dan kami bisa lampirkan tadi itu laporan

[01:11:24] persuratnya ke lurah. Jadi teman-teman

[01:11:26] saya mohon juga tidak merubah lagi

[01:11:29] struktur kelompoknya supaya apa tetap

[01:11:33] sudah fix sehingga nanti hari Jumat

[01:11:36] tanggal 12 Juni kami akan bersurat

[01:11:39] kepada kepala desa masing-masing

[01:11:42] yang dibawa oleh ee DPL dan mahasiswa

[01:11:46] ketika observasi surat itu berisi

[01:11:49] peserta KKN-nya gitu. sehingga ee

[01:11:53] peserta KKN itu dikenal oleh lurah dan

[01:11:55] tahu bahwa anggota satu desa itu

[01:11:58] jumlahnya sekian-sekian.

[01:12:00] Mohon itu saya ingat tolong tolong

[01:12:01] dibagi untuk lakinya itu untuk

[01:12:04] mensiasati problem di mana pembagiannya

[01:12:07] memang rumit kalau karena secara sistem

[01:12:09] baginya itu ya diacak tidak dengan cara

[01:12:12] satu-satu begitu. Nah, yang Surabaya

[01:12:16] jumlahnya lima

[01:12:18] ya karena terasinya

[01:12:20] hanya 1 RW. Kalau di desa-desa 15 18 ya.

[01:12:25] Kemudian KKN kolaborasi Nusantara ini

[01:12:28] nanti pesertanya

[01:12:30] sudah kita seleksi

[01:12:32] yang Lebak Banten kita ngutus lima

[01:12:35] orang. Ini adalah pertemuan PTKIN

[01:12:37] seluruh Indonesia

[01:12:40] dari 58 PTKIN se-Indonesia ditambah

[01:12:43] dengan beberapa swasta nanti yang akan

[01:12:46] KKN di Kabupaten Lebak Banten

[01:12:51] dengan host-nya UIN

[01:12:53] Sultan Maulana Hasanuddin ee Serang,

[01:12:56] Banten.

[01:12:58] Dan peserta yang dibuka

[01:13:02] untuk kita hanya lima orang. Sudah kita

[01:13:05] pilih yang terbaik, sudah kita umumkan.

[01:13:07] Selamat untuk peserta yang ke Banten.

[01:13:10] Kemudian ke Majene Sulawesi Barat

[01:13:15] ini adalah KKN kolaborasi

[01:13:18] Sister University ya.

[01:13:21] Jadi kita punya program ee pendampingan

[01:13:24] kepada ukuran tinggi

[01:13:28] muda yang baru berdiri tahun 2016 yang

[01:13:30] ada di Sulawesi Barat ee Provinsi Baru

[01:13:35] yaitu kemudian kita berkewajiban

[01:13:38] melakukan kerja sama dan ee mendampingi

[01:13:42] mereka agar mereka semakin baik. Maka

[01:13:45] kita utus sejumlah 15 mahasiswa

[01:13:49] untuk berkaborasi

[01:13:51] dengan

[01:13:53] Stein Majene, Sekolah Tinggi Agama Islam

[01:13:56] Majene

[01:13:57] yang masih baru berdiri tahun 2016 dan

[01:14:01] jumlah

[01:14:03] ee fakultasnya baru empat dan

[01:14:05] mahasiswanya juga baru sedikit.

[01:14:07] Tetapi nanti akan juga diback up oleh

[01:14:10] teman-teman dari Sulawesi Selatan. Ada

[01:14:15] Palopo,

[01:14:16] Wiin Palopo, ada IAIN Bone, ada IAIN

[01:14:20] Paripare, ada UIN ee Makassar

[01:14:25] dan nanti akan bergabung sehingga nanti

[01:14:27] akan lebih semar. Insyaallah yang di

[01:14:30] Stein Magin ini akan dihadiri oleh

[01:14:32] banyak beban tinggi yang ada di Sulawesi

[01:14:34] Barat maupun Sulawesi Selatan.

[01:14:38] Kemudian KK kolaborasi persemakampuran

[01:14:40] Xunampel Ponorogo ini adalah kerja sama

[01:14:44] perguruan tinggi dulu cabangnya IAIN

[01:14:47] Sunan Ampel yang sekarang sudah menjadi

[01:14:49] UIN-UIN itu yang ada di Jawa Timur

[01:14:52] maupun e Kalimah e apa namanya Nusa

[01:14:56] Tenggara Barat dan Kalimantan Timur.

[01:14:59] yaitu UIN Mataram, UIN ee Sultan Aji

[01:15:05] ee Samarinda, kemudian UIN Madura, UIN

[01:15:11] KHJ Ahmad Siddiq Jember, UIN Malang, UIN

[01:15:14] Ponorogo, UIN ee Kediri

[01:15:18] dan UIN Surabaya. Nah, nanti host-nya

[01:15:21] adalah Wiin

[01:15:23] K Muhammad Besari Ponorogo yang akan

[01:15:27] ditempatkan di wilayah

[01:15:30] Ponorogo di Kecamatan Ngebel di mana

[01:15:33] wilayahnya adalah wilayah kampung ee

[01:15:36] pekerja Migran Indonesia.

[01:15:39] Kemudian KKN yang di Surabaya adalah KKN

[01:15:42] Kampung Pancasila. KKN kerja sama dengan

[01:15:45] ee Pemerintah Kota Surabaya sebagai

[01:15:48] program yang menjadi unggulannya Kota

[01:15:50] Surabaya.

[01:15:53] Kemudian KKN kolaborasi Kepluuan Wi UIN

[01:15:56] Madura ini KKN dilaksanakan di Pulau

[01:16:01] Talang Madura.

[01:16:03] Jadi Pulau Talanggung ini pulau yang

[01:16:05] terletak di ujung Pulau Madura sebelah

[01:16:07] timur tetapi tidak terlalu jauh.

[01:16:10] Menyeberangnya barangkali hanya 5 menit

[01:16:14] karena ya salatnya pendek.

[01:16:17] ini adalah kampung

[01:16:20] atau komunitas masyarakat yang memiliki

[01:16:24] ee

[01:16:27] keahlian

[01:16:29] toko Madura di semua tempat di Indonesia

[01:16:33] itu namanya Madura Mar itu ee Madura Mar

[01:16:36] ini adalah karya orang-orang Talango

[01:16:39] salah satunya yang rumahnya juga

[01:16:41] mewah-mewah di sana. Jadi insyaallah

[01:16:43] Kakn di sini juga menarik. Karena itu

[01:16:46] teman-teman yang merasa keberatan ya

[01:16:48] saya kira ee

[01:16:51] ikuti dululah. Nanti insyaallah di

[01:16:53] lokasi akan menyenangkan

[01:16:55] karena teman-teman akan banyak belajar

[01:16:57] tentang bagaimana wirausaha

[01:17:00] orang-orang Madura yang memiliki ee

[01:17:04] mentalitas bisnis yang luar biasa.

[01:17:07] Bahkan ada satu orang itu memiliki gerai

[01:17:11] ee toko Madura atau Madura Maret di

[01:17:13] Jakarta itu 50 tempat 40 tempat gitu.

[01:17:17] Banyak sekali orang-orang kaya.

[01:17:20] Selanjutnya KKN internasional yang ada

[01:17:23] di Thailand, Malaysia dan Korea ini juga

[01:17:25] sudah kita konversi namun kita belum

[01:17:28] umumkan pesertanya karena harus

[01:17:30] didiskusikan dulu dengan ee kapasitas ee

[01:17:35] keuangan kita. sekaligus juga kapasitas

[01:17:38] ee lokasi yang akan kita tuju yaitu

[01:17:40] Thailand, Malaysia, dan Korea.

[01:17:43] Nah, selanjutnya untuk KKN reguler

[01:17:46] lokasi jumlah kelompok dan waktu

[01:17:48] pelaksanaan. Coba tolong diperhatikan

[01:17:51] ini teman-teman

[01:17:53] untuk Ngawi

[01:17:55] jumlah pesertanya insyaallah sekitar 810

[01:17:58] mahasiswa

[01:18:00] total desanya 40 desa.

[01:18:04] Yang ini ada di lima kecamatan

[01:18:07] Mantingan, Karang Anyar, Widerdaren,

[01:18:09] Kedunggala, dan Ngawiota. Ngawi kota ini

[01:18:12] kecamatan tapi ya karena Ngawi itu

[01:18:15] wilayah masih desa. Jadi meskipun Ngawi

[01:18:17] kota tapi ya masyarakatnya masih desa.

[01:18:20] Sawah-sawah dan sebagainya masih ee

[01:18:22] menjadi dominan karena di sana adalah ee

[01:18:26] gudangnya apa e produsen

[01:18:29] produsen padi terbaik salah satu di Jawa

[01:18:32] Timur. Ngawi e

[01:18:37] akan berangkat tanggal 17

[01:18:40] Juni hari apa itu? Hari Rabu,

[01:18:47] 17 Juni hari Rabu. Ya, jangan lupa.

[01:18:51] Karena Ngawi itu adalah jauh, maka ini

[01:18:55] gelombang pertama yang pagi teman-teman

[01:18:58] harus berangkat sudah di lokasi di apa?

[01:19:01] di kampus jam .00 pagi

[01:19:05] ya. Kita berangkat jam 0.00 pagi. Karena

[01:19:07] itu teman-teman habis subuh jam .00

[01:19:09] sudah segera masuk di kampus.

[01:19:13] Dan kemudian

[01:19:15] yang perlu diperhatikan teman-teman,

[01:19:16] pemberangkatan ini teman-teman harus

[01:19:20] datang

[01:19:22] membawa barang secukupnya, jangan

[01:19:24] berlebihan.

[01:19:26] Kemudian

[01:19:28] kalau pas mau barang bawa macam-macamnya

[01:19:31] terkait dengan kebutuhan memasak dan

[01:19:33] sebagainya boleh asalkan dibawa dengan

[01:19:36] kendaraan sendiri ya.

[01:19:39] Kampus hanya menyediakan bus yang itu

[01:19:41] terbatas. Satu bus isinya tiga desa yang

[01:19:46] DPL-nya satu.

[01:19:48] Jadi tiga desa DPR-nya satu dan tolong

[01:19:53] karena insyaallah bis-nya cukup kalau

[01:19:55] jumlah peserta 18 * 352

[01:19:59] maka akan cukup longgar karena jumlah

[01:20:03] isinya paling gak 55 atau 60 satu pie

[01:20:07] itu. Nah, Teman-teman syaratnya tetap

[01:20:09] saja tidak boleh membawa barang lebih

[01:20:11] banyak karena nanti tidak cukup

[01:20:15] tempatnya gitu. Jadi yang perlu

[01:20:18] diperhatikan adalah masuk diantar oleh

[01:20:20] keluarga atau diantar oleh Grab atau

[01:20:22] Bojek tidak boleh ditunggu di kampus.

[01:20:27] Masuk diturunkan. Setelah nurunkan ya

[01:20:29] pengantarnya harus segela keluar

[01:20:33] tidak boleh nunggu berangkat. Jadi

[01:20:35] diturunkan plek di depan masjid atau di

[01:20:39] depan e tower. Kemudian

[01:20:44] pengantarnya harus langsung keluar.

[01:20:45] tidak boleh nunggu di kampus.

[01:20:48] Perhatikan ini ya, tolong jadi masuk jam

[01:20:52] 5. Kemudian pengantarnya menurunkan

[01:20:57] mahasiswa dan barangnya. Setelah itu

[01:20:59] pengantar harus segera keluar dan

[01:21:02] kemudian mahasiswa segera masuk ke base

[01:21:04] yang sudah disediakan.

[01:21:06] Jangan di luar masuk ke base. Nah, nanti

[01:21:10] mahasiswa yang lain juga begitu masuk ke

[01:21:11] base yang sudah kita beri nomor

[01:21:14] kemudian perlu diperhatikan

[01:21:16] yang berangkat tanggal 17 ini

[01:21:20] ee akan pulang tanggal 24 Juli

[01:21:24] lebih cepat 1 hari karena berangkat 17

[01:21:26] pulangnya 24. Sedangkan yang berangkat

[01:21:28] tanggal 18, besoknya pulangnya 25 Juli.

[01:21:33] Baru saya umumkan teman-teman jangan

[01:21:36] nambah waktu nanti merepotkan.

[01:21:40] Jadi barangkali saking bagusnya dengan

[01:21:41] masyarakat terus kemudian Pak saya boleh

[01:21:44] pulang Pak tanggal 26 atau tanggal

[01:21:46] 30-nya

[01:21:47] tidak boleh

[01:21:49] karena izinnya sampai tanggal itu. Kalau

[01:21:52] teman-teman maksa tidak tidak mau pulang

[01:21:54] setelahnya boleh, tapi tidak

[01:21:58] difasilitasi kampus pulang sendiri.

[01:22:02] Sedangkan yang kita jemput tetap sesuai

[01:22:05] dengan jadwal itu. Berangkat 17 pulang

[01:22:07] 24. Ini khusus untuk Ngawi, Lamongan,

[01:22:14] Surabaya, dan Probolinggo.

[01:22:19] Teman-teman untuk Lamongan

[01:22:21] sama

[01:22:23] ya, tanggal pesertanya ada 810-an untuk

[01:22:28] 45 desa. Hanya tersebar di empat eh di

[01:22:31] tiga kecamatan sama-sama 15 desa

[01:22:35] masing-masing itu. Karanggeneng, Kali

[01:22:38] Tengah, dan Laren.

[01:22:40] Ya, Karanggen Geneng, Kaliengah, dan

[01:22:43] Laren. Ini nanti gelombang 2 tanggal 17

[01:22:46] itu berangkatnya kira-kira mulai pukul

[01:22:50] .00.

[01:22:51] Karena itu, Teman-teman, jangan

[01:22:53] berangkat pagi,

[01:22:55] berangkatlah pukul .00.

[01:22:59] Ya, tolong teman-teman yang

[01:23:02] dari Lamongan ini jangan berangkat

[01:23:04] subuh, tapi berangkatnya jam 7 dari

[01:23:07] rumah sampai ini jam 0.00 maksimal jam

[01:23:10] 09.00 sudah kita berangkatkan

[01:23:12] sampai di sana 2 jam di lokasi jam 11.00

[01:23:17] sudah ada di Kecamatan Karanggeneng,

[01:23:19] Kali Tengah, dan Laren.

[01:23:23] Sama kegiatannya ee nanti datangnya

[01:23:25] tanggal 17 itu di lokasi

[01:23:29] ee kecamatan nanti diterima Pak Camat.

[01:23:32] Setelah ditembak Pak Camat kemudian

[01:23:35] masing-masing ke desanya dijemput atau

[01:23:38] ee koordinasi dengan Pak Kepala Desa

[01:23:41] dulu nanti ya hari Jumat ee wakil dari

[01:23:44] masing-masing kelompok dengan DPL.

[01:23:48] Bagaimana cara dari kecamatan ke

[01:23:50] desainnya itu tergantung negosiasinya

[01:23:53] nanti. Apa disebut Pak Camat apa

[01:23:54] perangkat sendiri apa nyewa mobil atau

[01:23:56] apa terserah.

[01:23:59] Kemudian yang Pasuruan

[01:24:03] itu

[01:24:04] menempati empat kecamatan

[01:24:08] Rembang, Sukorejo, Wonorejo, dan Paspan.

[01:24:12] Semua desa ini desa baru.

[01:24:15] Karanggeneng juga sama. Ini semua desa

[01:24:17] desa baru ya. Ngawi, Lamongan, Pasuruan.

[01:24:21] Ini desa baru yang belum pernah ditemati

[01:24:22] KKN.

[01:24:24] kecuali n Probolinggo sebagian ada yang

[01:24:26] desa lama dan Bondowoso juga begitu.

[01:24:28] Sedangkan yang Pasuruan desa baru

[01:24:31] berangkatnya tanggal 18

[01:24:34] sesi siang sesi jam .00

[01:24:39] yang Pasuruan. Kenapa? Karena sesi pagi

[01:24:43] yang subuh atau jam .00 itu Bondowoso

[01:24:48] pukul

[01:24:50] 6.00 diberangkatkan dari kampus. itu

[01:24:53] yang Bondowoso, sedangkan yang Pasuruan

[01:24:56] itu yang pukul .00.

[01:25:00] Teman-teman berangkatnya jangan pagi ya

[01:25:02] supaya tidak rodit di kampus. Jadi

[01:25:05] berangkatnya tetap jam 0.00.

[01:25:07] Dan kemudian teman-teman juga sama

[01:25:11] berangkatnya tanggal 18, pulangnya

[01:25:13] tanggal 25.

[01:25:15] Nanti semuanya sebelum pulang

[01:25:19] teman-teman tanggal 20

[01:25:22] 4-nya yang ini presentasi di kecamatan

[01:25:25] sedangkan yang 24-nya pulang

[01:25:27] presentasinya tanggal 23

[01:25:30] nanti sekali lagi jujuknya di Kecamatan

[01:25:33] Rembang, Sukorejo, Wonorejo, dan

[01:25:34] Pasarpan ini

[01:25:37] tidak terlalu jauh tempatnya. Rembang

[01:25:39] ini dekat dari sini kira-kira 1 jam gitu

[01:25:42] dari se kampus Sukorejo begitu cuma

[01:25:45] kecuali Pasarpan yang agak jauh ke atas

[01:25:47] sedikit

[01:25:49] sedangkan Probolinggo menempati lima

[01:25:52] kecamatan

[01:25:54] Banyuanyar,

[01:25:56] Maron, Kerejengan, Pakuniran, dan

[01:25:58] Gading.

[01:26:00] berangkatnya sama dengan gelombang

[01:26:01] pertama

[01:26:03] ee Ngawi ya hari

[01:26:07] Rabu tanggal 17 Juni pukul pagi ini

[01:26:11] pukul pagi jam

[01:26:13] .00

[01:26:14] berangkatnya makanya teman-teman jam .00

[01:26:16] sudah datang

[01:26:18] nanti masuk ke bus langsung berangkat.

[01:26:22] Kemudian Bondowoso

[01:26:25] tanggal

[01:26:28] 18 Juni

[01:26:30] pukul 6.00 pagi perangkatnya

[01:26:34] di lima Kecamatan Wingin, Telogosari,

[01:26:36] Pujur, Sukosari, Taman.

[01:26:39] Perkirakan sampai sana kalau jam .

[01:26:41] sampai sana jam 12 diterima di

[01:26:44] kecamatan. Kemudian

[01:26:47] setelah dari kecamatan ada semacam

[01:26:50] pengarahan sedikit sebentar lanjut ke

[01:26:53] desa masing-masing.

[01:26:56] Khusus Surabaya

[01:26:58] yaitu tanggal

[01:27:01] 17 Juni

[01:27:03] ada 370 mahasiswa menempati empat

[01:27:10] kecamatan 10 kelurahan.

[01:27:15] menempati empat kecamatan 10 kelurahan.

[01:27:15] 74 RW.

[01:27:17] Insyaallah nanti teman-teman

[01:27:19] berangkatnya tidak kecamatan dulu, tapi

[01:27:22] ke Brida.

[01:27:25] Ke Brida di

[01:27:28] wilayah

[01:27:30] di jalan apa namanya? Brida itu nanti

[01:27:32] kita tunjukkan alamatnya. Di wilayah

[01:27:36] kompleks kantor Walikota Surabaya itu di

[01:27:40] belakangnya.

[01:27:41] Nah, di sana akan diterima oleh Kepala

[01:27:43] BIDA dan diberikan penjelasan tentang

[01:27:46] Kampung Pancasila ini. Setelah dari

[01:27:48] sana, Teman-teman menuju ke

[01:27:51] kecamatan masing-masing dan kelurahan

[01:27:54] masing-masing.

[01:27:56] Dan teman-teman untuk Surabaya tidak

[01:27:58] diantar oleh kampus berangkat sendiri ya

[01:28:02] karena dekat maka tidak diantar dari

[01:28:04] kampus. Saya tidak difasilitasi

[01:28:06] kendaraan kampus tapi berangkat sendiri

[01:28:08] monggo. Pakai apa? Pakai Gojek boleh,

[01:28:10] sepeda motor boleh, ee pakai bus boleh,

[01:28:14] ee tapi sendiri semua nanti DPL akan

[01:28:18] mendampinginya.

[01:28:19] Sama berangkat 17 pulangnya 24 Juli.

[01:28:25] Nah, kemudian KKN reguler ini sudah saya

[01:28:28] jelaskan tadi

[01:28:30] ee jumlah pesertanya dan tanggalnya.

[01:28:32] Saya beritahukan ya teman-teman yang

[01:28:34] kolaborasi Nusantara ekoteologi di UIN

[01:28:36] Banten

[01:28:38] itu tanggal pelaksanaannya 14 Juli

[01:28:41] sampai 25 Agustus.

[01:28:44] 14 Juli sampai 25 Agustus ya. Jadi

[01:28:47] perangkat dari kampus ke lokasi ini 14

[01:28:49] Juli. Nanti ada pembekalan di sana baru

[01:28:53] tanggal 16 Julinya berangkat ke lokasi.

[01:28:58] Kemudian KKN kolaborasi Sisters

[01:29:01] University.

[01:29:02] Stein Majene itu tanggal 27 Juli

[01:29:06] insyaallah.

[01:29:08] Jadi KKN ini teman-teman pulang kelompok

[01:29:11] ini baru berangkat

[01:29:13] teman-teman kan berangkatnya tanggal 25

[01:29:14] eh pulangnya kan 25 Juli nggih yang

[01:29:17] reguler. Sedangkan yang majeni ini

[01:29:18] berangkatnya 27 Juli. Insyaallah

[01:29:22] berangkat dari sini 26 Juli tapi

[01:29:24] kegiatan di lapangan 27 Juli pembekalan

[01:29:27] di sana bersama dengan peserta yang dari

[01:29:30] L sana.

[01:29:32] Pelaksanaan di lapangannya insyaallah

[01:29:33] tanggal 20 ee 8 29 ke lapangan.

[01:29:40] Kemudian kolaborasi persemakmuran Xunan

[01:29:43] Ampel di UIN Kiai Muhammadari Ponorogo

[01:29:47] di 10 orang nanti akan berangkat tanggal

[01:29:50] 8 Juli.

[01:29:52] 8 Juli

[01:29:54] mungkin berangkat dari sini 7 Juli dulu.

[01:29:56] Kemudian di sana tanggal 8 Juli sampai

[01:29:59] 14 Agustus.

[01:30:01] di

[01:30:02] UIN Kiai Muhammad Usari Ponorogo tempat

[01:30:06] kegiatannya dan nanti akan ke lokasi

[01:30:09] insyaallah tanggal 9 Julinya

[01:30:13] di Kecamatan Ngebel ya. Kemudian

[01:30:17] teman-teman kolaborasi Kepulauan Madura

[01:30:20] tetap berangkat 15 orang insyaallah ke

[01:30:23] lokasi 11 Juli

[01:30:26] di UIN Madura Pamekasan ya.

[01:30:30] Nanti ke lokasi insyaallah tanggal

[01:30:33] 12

[01:30:35] tanggal 23-nya

[01:30:37] pulangnya atau kasus pulang

[01:30:41] yang ke mensos kita masih menunggu

[01:30:43] koordinasi dengan pihak kementerian yang

[01:30:46] nanti akan ditempatkan insyaallah di

[01:30:48] Jawa Timur di panti-panti

[01:30:52] yang ada yang milik yang dimiliki oleh

[01:30:54] Kementerian Sosial. Panti-panti

[01:30:55] Kementerian Sosial ini bukan menjadi

[01:30:59] tenaga pendamping ee orang bermasalah

[01:31:03] itu bukan ya, tetapi menjadi tim

[01:31:07] pendukung peningkatan kualitas layanan

[01:31:11] baik secara administratif

[01:31:13] maupun secara birokratisnya. Nah,

[01:31:15] Teman-teman jangan khawatir ini nanti

[01:31:17] ada pembekalan khusus terkait dengan ee

[01:31:19] Teman-teman yang lima sebagai peserta

[01:31:24] KKN Kemensos. Jumlah pesertanya ada 54

[01:31:27] orang yang kita buat menjadi empat

[01:31:29] kelompok.

[01:31:33] Nah, KK internasional insyaallah ini

[01:31:35] akan dilaksanakan bulan Juli Agustus

[01:31:37] akan kita laksanakan di Thailand

[01:31:40] itu kita kolaborasi dengan Alhidaya

[01:31:42] Foundation kemudian Malaysia dengan PJIN

[01:31:45] Malaysia dan Kore Selatan dengan Korean

[01:31:48] Muslim Federation.

[01:31:51] Nah, Teman-teman ini secara detail ke

[01:31:54] jadwal kita ya

[01:31:57] keberangkatan

[01:32:00] ee

[01:32:02] tanggal 9 hari ini kita buka tanggal 9

[01:32:04] sampai 11 besok untuk secara luring atau

[01:32:07] daring. Monggo peserta bisa diskusi

[01:32:09] dengan

[01:32:11] ee DPL masing-masing dilaksanakan secara

[01:32:14] daring atau secara luring. Kemudian

[01:32:17] pemberangkatan

[01:32:19] tanggal 17 Juni hari Rabu,

[01:32:23] dari UINsa pukul. Bagi yang pagi pukul

[01:32:27] 10.00 bagi yang jauh yang yang dekat ee

[01:32:33] pukul 10.00 ya yang pagi pukul 7.00 ya.

[01:32:36] Kita tulis pukul 7.00 ini berangkatnya

[01:32:37] sudah di enggak ada anu ini yang Ngawi

[01:32:41] Probolinggo pagi, yang Lamongan

[01:32:45] ee Surabaya enggak siang. Sedangkan yang

[01:32:50] Ngawi eh yang tanggal 17 Juni, maaf ini

[01:32:54] salah ini. Untuk yang tanggal 18 yang

[01:32:58] berangkat adalah kabupaten.

[01:33:02] Maaf ini salah ini.

[01:33:05] Untuk yang keberangkatan tanggal 18 ini

[01:33:08] Bondowoso

[01:33:11] sama

[01:33:17] dan

[01:33:20] Pasuruan.

[01:33:22] Jadi yang pagi Bondowoso, yang Pasuruan

[01:33:25] agak siang.

[01:33:28] Kukulnya saya buka pukul 6.00 ya biar

[01:33:30] jelas.

[01:33:50] lokasi penerimaan di balik kecamatan

[01:33:53] ya. Kemudian

[01:33:55] teman-teman kunjungan DPL nanti akan

[01:33:58] dilaksanakan

[01:34:01] ee

[01:34:02] tanggal 7 sampai 8 Juli

[01:34:05] dan DPL juga diperkenankan untuk selalu

[01:34:09] memantau mahasiswa melalui

[01:34:11] ee daring.

[01:34:15] Boleh Gimit boleh Zoom gitu. Kemudian

[01:34:18] monitoring pimpinan tanggal 14 sampai 15

[01:34:20] Juli

[01:34:22] dan tanggal 23

[01:34:25] Juli

[01:34:28] itu mahasiswa presentasi yang pulang

[01:34:29] tanggal 24. Sedangkan 24 Juli mahasiswa

[01:34:31] presentasi bagi yang pulang tanggal 25.

[01:34:35] Tanggal 24 dan 25 Juli mahasiswa kembali

[01:34:37] ke Surabaya.

[01:34:40] Ini nyaris kegiatan kakek kita 39 hari

[01:34:42] atau 38 hari teman-teman ya. Jadi tidak

[01:34:46] 40 hari karena memang waktunya enggak

[01:34:48] bisa kita bikin 40 hari.

[01:34:51] Nah, tema-tema KKN kita, Teman-teman,

[01:34:54] ini sudah kita diskusikan dengan

[01:34:59] pihak desa masing-masing melalui rapat

[01:35:03] koordinasi perencanaan persiapan KKN

[01:35:07] yang kami lakukan 1 bulan yang lalu.

[01:35:11] Yang ini dihadiri oleh BA Perdida,

[01:35:15] kemudian dinas terkait, kemudian Camat

[01:35:19] dan Wakil dari Kepala Desa atau wakil

[01:35:21] dari desa. Ada satu dua desa yang tidak

[01:35:24] hadir. Memang iya, tapi hampir 90 sen ee

[01:35:28] desa-desa itu hadir. Dan kemudian

[01:35:31] disepakati tema-tema adalah tema ini.

[01:35:35] Tema penanganan dan pencegahan stunting.

[01:35:39] Tema pendampingan desa n perempuan dan

[01:35:41] peduli anak. Pendampingan UMKM dan

[01:35:43] produk halal. Penanganan kemiskinan

[01:35:45] ekstrem. Penanganan kesehatan

[01:35:46] lingkungan, desa wisata, mitigasi

[01:35:49] bencana, pendampingan BUDES, band

[01:35:51] koperasi desain merah putih miken

[01:35:53] berbasis masjid atau mikrovinence

[01:35:57] berbasis syariah ya ini ya. Kemudian

[01:35:59] pendampingan ATS anak tidak sekolah.

[01:36:02] Teman-teman yang saya hormati,

[01:36:06] di tulisan pembagian

[01:36:09] atau daftar peserta itu ada penempatan

[01:36:13] kalian bersama dengan temanya, DPL-nya.

[01:36:18] Nah, tolong nanti dinegosiasikan ulang

[01:36:23] tema-tema itu. Karena setiap hampir

[01:36:26] setiap desa mintanya lebih dari satu

[01:36:28] tema.

[01:36:30] ada yang dua, ada yang tiga, bahkan ada

[01:36:32] yang empat.

[01:36:34] Nah, nanti negosiasi teman-teman fokus

[01:36:36] pada dua saja jangan lebih. Karena apa?

[01:36:40] Terlalu berat nangani semuanya kan gak

[01:36:42] mungkin kita dalam waktu 40 hari itu

[01:36:45] menyelesaikan semuanya gitu. Fokus pada

[01:36:48] dua tema khusus.

[01:36:52] Kabupaten Bondowoso temanya harus dua

[01:36:55] minimal. Kenapa? Karena ada tema utama

[01:36:59] yang diinginkan oleh bupati yaitu

[01:37:02] pengelolaan sampah. Ini tema yang kelima

[01:37:06] itu penanganan kesehatan lingkungan. Itu

[01:37:10] tema ini yang paling utama bagi

[01:37:14] desa-desa di kawasan Bondowoso. Karena

[01:37:17] Bondowoso mendapat teguran dari pusat

[01:37:19] terkait bisanya

[01:37:21] belum rawat atau belum bersih gitu,

[01:37:25] Teman-teman. Karena itu tema kesehatan

[01:37:28] lingkungan atau persoalan pengelolan

[01:37:31] sampah itu

[01:37:33] menjadi tema utama di seluruh desa di

[01:37:36] Kabupaten Bondowoso

[01:37:39] dan ditambah lagi dengan tema yang

[01:37:42] diinginkan oleh kepala desa. Waktu rapat

[01:37:45] itu ada Boomdes, ada desa wisata, ada

[01:37:48] pendampingan UMKM, ada stunting juga

[01:37:52] ada. Nah, Teman-teman bisa

[01:37:55] menambahkan itu di sesuai dengan daftar

[01:37:57] yang sudah kita tulis di situ.

[01:38:01] Apa sih tema-tema ini sebenarnya? Nah,

[01:38:03] nanti akan diperdalam oleh DPR

[01:38:05] masing-masing.

[01:38:06] Dan teman-teman jangan lupa tema ini

[01:38:10] adalah sebagai fokus.

[01:38:12] Sedangkan langkah-langkah yang dilakukan

[01:38:14] di lapangan itu tetap menggunakan yang

[01:38:17] namanya metodologi. Metodologi

[01:38:20] pemberdayaan masyarakat.

[01:38:22] Ah, di sini akan saya kenalkan

[01:38:24] metodologinya dan nanti akan diperdalam

[01:38:25] oleh para DPR. Metodologi ada dua yang

[01:38:28] digunakan, bisa menggunakan parcipat

[01:38:33] exend atau ABCD aset based community

[01:38:36] development.

[01:38:41] terserah yang dipilih enggak apa-apa.

[01:38:43] Boleh PAR, boleh ABCD tergantung pada

[01:38:46] kemauan teman-teman dan juga keahlian

[01:38:48] para DPR-nya

[01:38:51] ya. Nah, teman-teman bisa belajar hari

[01:38:53] ini menggunakan apa? Menggunakan buku

[01:38:55] yang sudah kita sediakan di

[01:38:58] mana? Di materi-materi yang sedia kamu

[01:39:00] sediakan. Nanti akan di-share oleh DPR

[01:39:02] masing-masing materi-materinya

[01:39:04] dan teman-teman bisa diskusi dengan para

[01:39:06] DPR.

[01:39:11] Kalau tema non reguler ini ada

[01:39:14] ekoteologi,

[01:39:16] ada penguatan komunitas kampung pekerja

[01:39:17] migran, ada penguatan kampung Pancasila,

[01:39:21] ada pemberdayaan kawasan ekstra migrasi

[01:39:23] di Jenis Sulawesi Barat nanti. Kemudian

[01:39:26] tema-tema yang lain di luar negeri.

[01:39:30] Ini tentang teknis KKN besok ini, Pak.

[01:39:34] Nah, Teman-teman sebelum saya masuk ke

[01:39:37] metodologi, kira-kira ada yang tanya ee

[01:39:40] terkait dengan ini ee secara teknis ya,

[01:39:45] barangkali ada yang belum paham tentang

[01:39:48] teknis ee pemberangkatan dan kegiatan di

[01:39:53] lokasi. Saya persilakan ada satu dua

[01:39:56] mahasiswa yang tanya barangkali.

[01:40:05] Halo.

[01:40:06] Gak ada

[01:40:11] saya. Bapak mohon izin bertanya.

[01:40:14] Silakan.

[01:40:16] Terkait Posco. Apakah nanti disediakan

[01:40:19] oleh desa atau cari sendiri? Bapak

[01:40:22] siapa ini yang tanya? Itu siapa?

[01:40:25] Oh iya, mohon izin. Sebelumnya saya Siti

[01:40:27] Hurin Injazilah dari Prodi Tasawuf dan

[01:40:30] Psikoterapi

[01:40:31] Fakultas Ushuluddin dan Filsafat. Bapak

[01:40:34] I

[01:40:37] mohon izin bertanya terkait Posco.

[01:40:40] Apakah nanti POSCya sudah disediakan

[01:40:43] oleh desa atau akan mencari sendiri

[01:40:46] setiap kelompoknya, Bapak?

[01:40:47] Terima kasih.

[01:40:49] Teman-teman yang pertama

[01:40:53] ee tanggal 1213

[01:40:55] nanti

[01:40:58] DPL dan wakil kelompok

[01:41:01] dipersilakan untuk ke lokasi

[01:41:08] melakukan koordinasi dengan kepala desa

[01:41:11] atau aparat desa.

[01:41:14] DPL harus membawa surat tugas dari

[01:41:16] kampus dan membawa surat pemberitahuan

[01:41:21] dan surat izin dari Kesbang Pool yang

[01:41:24] kami sudah sediakan.

[01:41:26] Jadi, DPL tidak boleh datang tanpa ada

[01:41:29] surat gitu ya. Teman-teman yang

[01:41:32] berangkat tanyakan P DPL-nya apakah

[01:41:34] sudah bawa surat? Surat yang terkait

[01:41:36] dengan pemberitahuan kepada kepala desa.

[01:41:39] Surat itu isinya apa? surat

[01:41:41] pemberitahuan,

[01:41:43] daftar peserta KKN,

[01:41:46] nomor

[01:41:48] DPL, nomor HP-nya, dan teman-teman

[01:41:51] membahas surat itu untuk ee membawa

[01:41:54] bukti bahwa Anda sah secara hukum karena

[01:41:58] sudah dapat izin dari masing-masing

[01:42:02] ee kabupaten. Satu. Yang kedua,

[01:42:04] teman-teman ke sana itu membicarakan

[01:42:08] teknis banget. Satu,

[01:42:10] bagaimana

[01:42:12] penjemputan teman-teman dari kecamatan

[01:42:15] ke lokasi?

[01:42:18] Mohon difasilitasi kepala desa.

[01:42:22] Biasanya kepala desa menjadikan

[01:42:23] kendaraan.

[01:42:25] Kendaraan itu boleh

[01:42:27] mobil, boleh pikep, bahkan mungkin ee

[01:42:30] truk dan sebagainya tidak masalah karena

[01:42:32] sudah siap hidup di desa ya. Tapi gak

[01:42:35] semua disaamat kok ya. Ada juga yang

[01:42:39] bisa itu kelewat base nanti bisa juga

[01:42:41] turun di depan langsung base-nya

[01:42:44] teman-teman. Adapun yang di kecamatan

[01:42:47] boleh diwakili saja diwakili oleh teman.

[01:42:50] Tidak harus semuanya karena kalau semua

[01:42:52] ke kecamatan juga enggak muat

[01:42:53] masalahnya.

[01:42:55] Contoh umpama ee Kabupaten Lamongan itu

[01:42:59] kan satu kecamatan isinya 15 desa.

[01:43:03] 15 desa itu kalau masing-masing desa ada

[01:43:06] 100 ee 18 orang. Perhatikan ada hampir e

[01:43:10] hampir 250 mahasiswa kan. Lah kalau

[01:43:14] semua turun ke situ 15 itu kan

[01:43:16] kelihatannya

[01:43:18] enggak muat nanti karena itu ya diwakili

[01:43:20] boleh.

[01:43:22] Nah, yang kelewatan base boleh turun

[01:43:24] langsung di desa masing-masing.

[01:43:26] Sedangkan yang tidak kelewatan base

[01:43:28] nanti diminta dijemput.

[01:43:30] Apakah nyewa atau apa? Negosiasi ya.

[01:43:34] Tolong negosiasi.

[01:43:36] Yang kedua, bicarakan tentang tempat

[01:43:40] costnya.

[01:43:42] Beda ya, Posco dan tempat kos itu beda.

[01:43:44] Kalau POSCO itu poskomando kegiatannya

[01:43:47] biasanya kepala desa menyediakan di

[01:43:53] perkantoran

[01:43:55] balai desanya itu ada posco kegiatan

[01:43:58] untuk khusus untuk mahasiswa.

[01:44:00] Ada yang menyediakan juga di rumah

[01:44:03] kepala desa,

[01:44:05] ada juga disediakan di rumah aparat desa

[01:44:08] yang lain. Silakan negosiasi.

[01:44:12] Tentu teman-teman ada juga desa yang

[01:44:15] tidak mampu menyediakan karena

[01:44:16] teman-teman

[01:44:18] berbayar.

[01:44:20] Saya sudah nibu kepada kepala deskala

[01:44:22] desa akan teman-teman bantu semurah

[01:44:25] mungkin teman ini gitu. Ada kalanya

[01:44:28] memang tempat kos itu ee mahal, ada

[01:44:31] kalanya murah. Biasanya daerah-daerah

[01:44:34] yang ee miskin atau daerah-daerah yang

[01:44:37] lebih jauh, lebih dalam itu murah sekali

[01:44:42] ya. R1 juta selama 1 bulan itu untuk

[01:44:45] satu tempat gitu ya. Dan saya minta

[01:44:48] teman-teman laki dan perempuan harus

[01:44:50] pisah. Laki dan perempuan harus pisah.

[01:44:54] Karena lakinya sedikit, mungkin lakinya

[01:44:56] bisa ee cari tempat yang lebih murah

[01:45:00] atau dengan cara kos gitu.

[01:45:03] Selanjutnya,

[01:45:05] kalau bisa upayakan tempat teman-teman

[01:45:08] tuh dekat masjid,

[01:45:11] bila perlu yang laki-laki menjadi marbot

[01:45:14] di masjid, cari kamar masjid bila perlu,

[01:45:18] terus menjadi ya marbot. Marbot itu

[01:45:21] pekerjaannya apa ya? menjadi muadin,

[01:45:24] menjadi apa? Membersihkan masjid,

[01:45:27] kemudian

[01:45:29] ikut kegiatan masjid, ikut ngajar TPQ

[01:45:31] dan sebagainya, gitu. Jadi wajib bagi

[01:45:34] teman-teman karena Anda adalah aktivis,

[01:45:38] Anda adalah ee apa? Mahasiswa UIN yang

[01:45:42] berbasik agama, Anda tidak boleh lepas

[01:45:45] dari kegiatan kemasitan, gabung dengan

[01:45:48] kegiatan masyarakat, nyambung dengan

[01:45:50] kegiatan masyarakat.

[01:45:52] terserah masjid itu NU, Muhammadiyah

[01:45:54] atau LDI terserah. Yang penting

[01:45:56] teman-teman tetap menghargai perbedaan.

[01:45:59] Teman-teman bisa gabung di masjid. Sudah

[01:46:02] saya diskusikan dengan kepala desa, Pak.

[01:46:03] Pak Kepala Desa bila perlu anak-anak ini

[01:46:05] harus gabung di masjid di sana gitu.

[01:46:09] Bahkan ya ada kegiat-kegiatan yang

[01:46:13] sifatnya rutin mendorong munculnya

[01:46:15] kebersihan masjid. Tapi jangan kamu

[01:46:18] sendiri ya ajak masyarakat jemahnya.

[01:46:20] Umpama bikin Jumat bersih. Nah, ngomong

[01:46:23] takmirnya, ngomong RT-nya, mengajak

[01:46:26] jemahnya Jumat pagi, tanggal sekian kita

[01:46:30] adakan bebersih masjid.

[01:46:32] Tapi itu gerakan yang sifatnya harus

[01:46:35] kolaboratif. Jangan kamu tok yang

[01:46:38] membersihkan. Masyarakat enggak diajak,

[01:46:39] akhirnya akan masyarakat jadi manja.

[01:46:41] Dorong masyarakat bersama Anda untuk

[01:46:43] berkegiatan.

[01:46:46] Ya. Ya. Jadi negosiasikan dan tentu

[01:46:50] berbayar. Kampus hanya menyediakan

[01:46:53] anggaran untuk transport saja dari

[01:46:57] Surabaya ke kecamatan. selebihnya tidak.

[01:47:00] Karena apa? Ya, karena itu biaya yang

[01:47:02] dibebankan APBN hanya itu. Jadi dari

[01:47:05] kampus

[01:47:07] naik bus itu bus itu yang ee apa

[01:47:09] namanya? yang disediakan oleh kampus.

[01:47:12] Sedangkan teman-teman dari

[01:47:14] ee kecamatan ke desanya itu sudah bukan

[01:47:19] ee apa namanya? Sudah tidak dijamin oleh

[01:47:20] kampus. Yang selanjutnya teman-teman

[01:47:23] juga menegosiasikan

[01:47:26] tema bila perlu yang sudah saya

[01:47:28] sampaikan tadi karena masing-masing

[01:47:29] temanya lebih dari

[01:47:32] satu ya

[01:47:35] bisa minimal ya du lah gitu maksimal du

[01:47:37] lah kalau bisa ya yang fokus yang paling

[01:47:40] dibutuhkan aja. ada pendampingan

[01:47:42] Boomdes. Nah, Boomdesnya

[01:47:45] itu seperti apa? Nah, mungkin

[01:47:46] teman-teman ada yang juga teman-teman

[01:47:48] khusus untuk Bondowoso diminta membantu

[01:47:51] memvalidasi

[01:47:53] data terkait dengan data pendidikan

[01:47:57] ya dibantu enggak apa-apa teman-teman

[01:48:00] mendata ke rumah-rumah terkait dengan

[01:48:02] itu sambil melakukan proses ee

[01:48:07] inkulturasi istilah kami yaitu masuk ke

[01:48:09] masyarakat.

[01:48:12] Kemudian juga yang patut dibicarakan

[01:48:15] adalah terkait dengan pertanyalah

[01:48:17] tentang keamanan

[01:48:19] di desa itu tentu harus berpikir

[01:48:21] keamanan ya karena beberapa desa apalagi

[01:48:25] di wilayah tertentu katanya ada begal ya

[01:48:29] hati-hati dengan keamanan itu. Khususnya

[01:48:31] perempuan

[01:48:32] jangan keluar malam sendirian atau tidak

[01:48:35] keluar malam ya kalau bisa.

[01:48:37] E kemudian e kalau siang jangan keluar

[01:48:41] sepi gitu. Usupayakan keluar itu

[01:48:43] bersama-sama dengan banyak tempat. Bagi

[01:48:46] teman-teman yang mampu dalam arti mau

[01:48:48] juga bisa membawa sepeda motor dari

[01:48:50] Surabaya.

[01:48:53] Tapi yang dekat ini yang Pasuruan

[01:48:54] barangkali atau Probolinggo ya. Ee yang

[01:48:57] Bondowoso barangkali ya jangan bawa

[01:49:00] sepeda dari Surabaya lah nanti kasihan

[01:49:01] itu jauh. Ngawi juga begitu ya. Kalau

[01:49:05] Lamongan, Pasuruan, Probolinggo bisa

[01:49:08] membawa sepeda dari Surabaya. Sebagian

[01:49:10] sebagai kebutuhan ee kegiatan ee

[01:49:13] mobilitas kegiatan di lapangan itu juga

[01:49:15] harus burus dan motor.

[01:49:18] Itu yang penting ya yang terkait dengan

[01:49:21] ee waktu Anda bertanya tentang POSPO itu

[01:49:25] kalau mungkin sulit. Posco juga begitu.

[01:49:27] Tadi hubunganlah hubungilah

[01:49:30] ee mana apa namanya? hubungilah

[01:49:34] tokoh agama di situ. Datang ke masjid,

[01:49:37] siapa pengurus masjidnya, tokoh

[01:49:39] agamanya, minta tolong kira-kira kami

[01:49:42] bisa mencari tempat yang aman dan cocok

[01:49:45] di wilayah ee sekitar masjid itu mana

[01:49:48] saja gitu. Upayakan kalian tetap dekat

[01:49:51] dengan masjid yang paling aman.

[01:49:54] Kemudian

[01:49:56] hindari

[01:49:58] juga ee tempat-tempat yang mungkin ee

[01:50:02] dekat dengan tempat maksiat. Contoh

[01:50:04] umpama di situ ada tempat karaoke atau

[01:50:07] di situ tempat ee bil dan sebagainya itu

[01:50:10] mungkin ya teman-teman bisa jauhi karena

[01:50:13] kadang-kadang itu ada tempat

[01:50:15] minum-minuman macam-macam. Tapi

[01:50:17] insyaallah kalau teman-teman dekat

[01:50:18] dengan masjid insyaallah.

[01:50:21] Oke, saya kira itu jadi yang perlu

[01:50:23] dibicarakan

[01:50:25] tentang nanti apakah di sana masak

[01:50:27] sepedanya yang paling murah ya masak.

[01:50:30] Ee kan gampang kalau hanya bawa magicom

[01:50:32] satu aja cukup gitu. Kalau urusan-urusan

[01:50:35] panci dan sebagainya biasanya masyarakat

[01:50:37] sudah banyak yang menyediakan.

[01:50:40] Bisa juga pinjam miliknya

[01:50:43] apa Bu Lurah atau apa ya sudah silakan

[01:50:46] Daafa kalau tanya.

[01:50:50] Dafa danil Nur.

[01:50:53] Bapak saya izin bertanya.

[01:50:56] Dava dulu Mbak. Halo. Mana Davatanya?

[01:50:59] Sudah angkat tangan.

[01:51:02] Enggak. Enggak ada. Lila. Silakan. Lila

[01:51:08] ada, Pak.

[01:51:11] Ya, silakan. Apa

[01:51:15] sebelumnya?

[01:51:17] Ee mungkin saya tidak mengikuti dari

[01:51:19] awal atau kekukuran info. Ee saya mau

[01:51:23] mempertanyakan, Pak, ini ee keluk kesa

[01:51:26] kebanyakan mahasiswa-mahasiswi.

[01:51:28] Apakah ada anggaran untuk ee setidaknya

[01:51:33] untuk Pusco nantinya? kan bilamana POSCO

[01:51:36] itu kan kebijakan dari pihak desa ya,

[01:51:39] Pak ya, itu bisa gratis atau kita yang

[01:51:43] Iran sendiri. Nah, mungkin itu ada

[01:51:45] anggaran setidaknya itu satu Bosco yang

[01:51:48] kedua dari program unggulan dari setiap

[01:51:51] desa itu, Pak, yang sudah dibagikan

[01:51:54] kayak UMKM dan lain-lain gitu, Pak. Ee

[01:51:56] mungkin itu keresahan dari kita sebagai

[01:51:59] mahasiswa itu setidaknya ee dua dua

[01:52:03] pokok aja, Pak, yang setidaknya untuk

[01:52:06] meminimalisir pengeluaran dari

[01:52:07] mahasiswa-mahasiswi gitu, Pak. Soalnya

[01:52:10] pengeluarannya itu

[01:52:12] ee apalagi kita di semester akhir ini

[01:52:15] kan ada KKN yang program wajib dan ee

[01:52:19] magang ya, Pak ya. di prodinya

[01:52:21] masing-masing itu kurang lebih hampir

[01:52:24] pengeluarannya R juta lebih, Pak. Jadi

[01:52:27] dan di situ ee di nodin yang tertera itu

[01:52:31] mahasiswa tidak boleh cuti. Nah, maka

[01:52:34] output yang diberikan seharusnya

[01:52:35] selaras, Pak. Begitu. Setidaknya kita

[01:52:37] menuntut untuk dua pokok itu tadi, Pak.

[01:52:40] Mungkin bisa dipenuhi. Kurang lebihnya

[01:52:42] begitu, Pak.

[01:52:43] Terima kasih.

[01:52:47] Oke, terima kasih.

[01:52:50] Yang pertama baru saya sampaikan, sudah

[01:52:53] saya sampaikan tadi juga bahwa negara

[01:52:56] atau lembaga hanya menyediakan anggaran

[01:53:00] untuk

[01:53:03] transportasi bus saja.

[01:53:07] Jadi kuliah itu kan ya kuliah kuliah itu

[01:53:10] ya biaya sendiri. Mahasiswa di kelas

[01:53:12] kebutuhan apapun kan juga biaya sendiri

[01:53:14] gitu.

[01:53:15] Sedangkan untuk kebutuhan dosen,

[01:53:18] transpor dan sebagainya

[01:53:20] itu yang

[01:53:22] menganggarkan dekat negara. J mahasiswa

[01:53:27] tidak dibebani untuk membayar dosen

[01:53:29] maupun

[01:53:30] ee ini bukan anggaran dari SPP

[01:53:34] mahasiswa, bukan. Ini dari PNB, ini

[01:53:38] anggaran dari pusat.

[01:53:40] Teman-teman perlu tahu bahwa jadi memang

[01:53:43] ee saya lihat di beberapa kampus itu

[01:53:46] mahasiswa mendapatkan uang tetapi untuk

[01:53:48] uangnya sendiri. Karena apa? Karena

[01:53:49] sejak semester 1 itu ada tambahan

[01:53:53] pembayaran SPV plus untuk nyimpan KKN.

[01:53:56] Itu di UNER contohnya ya saya tahu itu

[01:54:00] masing-masing mahasiswa sejak semester 1

[01:54:02] di samping UKT itu ditambah plus tambah

[01:54:06] untuk KKN. Sehingga ketika pas KKN

[01:54:09] berangkat, mahasiswa itu mengunduh uang

[01:54:12] KKN-nya.

[01:54:13] Nah, di sini tidak

[01:54:16] tidak mendapatkan biaya itu. Kenapa?

[01:54:19] Karena mahasiswa tidak menabung untuk

[01:54:21] KKN.

[01:54:22] Jadi tetap saja mohon maaf karena itu

[01:54:25] negosiasi dengan desa itu penting.

[01:54:28] Teman-teman

[01:54:30] mendapatkan tugas

[01:54:32] untuk

[01:54:34] membuat program yang sesuai dengan

[01:54:36] kepentingan desa. Nah, dari situ bahasa

[01:54:40] gampangnya nikola.

[01:54:43] Kami bantu, Pak. Tapi juga kami tolong

[01:54:45] dibantu. Ahah. Gitu bahasanya. kami

[01:54:47] bantu berkegiatan sesuai dengan

[01:54:49] pengembangan pembangunan desa. Tapi

[01:54:51] tolong kami dibantu carikan

[01:54:54] tempat yang gratis lah kalau bisa gitu.

[01:54:56] Contoh umama ruang kosong atau rumah

[01:54:58] kosong atau apa gitu atau nonut di

[01:55:01] rumahnya kepala desa yang gratisan. Nah,

[01:55:03] teman-teman bisa berkegiatan di sana

[01:55:06] tanpa harus dibebani bayar.

[01:55:08] Kadang-kadang memang, maaf kadang-kadang

[01:55:10] memang gratis gitu. Memang banyak itu

[01:55:13] banyak gratis. Bahkan beberapa desa yang

[01:55:15] saya temui itu ada yang diberi fasilitas

[01:55:18] kendaraan sepeda motor, maupun mobil.

[01:55:21] Mobil desa itu di ee serahkan mahasiswa.

[01:55:25] K mahasiswa berkegiatan itu menggunakan

[01:55:28] fasilitas desain. Tempatnya juga gratis.

[01:55:31] Bahkan ada juga yang diwasok dengan

[01:55:32] dengan

[01:55:34] apa? Sembako, diberi beras, diberikan

[01:55:38] minyak, goreng, berikan mie gitu. Itu

[01:55:40] ada desa yang begitu. Tapi mahasiswa

[01:55:42] dituntut untuk membuat kegiatan yang

[01:55:44] yang

[01:55:45] apa ya kebutuhan desa. Contoh yang

[01:55:47] kemarin itu di kawasan perbatasan Ngawi

[01:55:52] dan Karanganyar, Jawa Tengah

[01:55:55] paling ujung selatan barat atau desa

[01:55:59] yang ada di pegunungan punya

[01:56:04] aset

[01:56:06] tempat wisata,

[01:56:08] tapi mati pes. gitu karena kena COVID

[01:56:12] itu dan belum bangkit sampai kemarin.

[01:56:15] Mahasiswa datang ke sana ditantang untuk

[01:56:17] bisa mengaktif kembali wisata itu.

[01:56:20] Tetapi ya di sisi yang lain mahasiswa

[01:56:22] diberi fasilitas

[01:56:25] tempat gratis

[01:56:27] diberikan mobil dan sepeda motor untuk

[01:56:31] digunakan kegiatan itu.

[01:56:34] kegiatan juga jalan dengan baik. Bahkan

[01:56:36] ee

[01:56:40] tempat wisata itu kemudian bisa dibuka

[01:56:41] kembali dan ramai sekali pengunjungnya

[01:56:44] datang dan sukses. Jadi ada timbal balik

[01:56:48] antara

[01:56:50] ee kepentingan

[01:56:52] desa

[01:56:54] dan fasilitas yang diperoleh mahasiswa.

[01:56:57] Makanya begini, negosiasi sejak awal itu

[01:57:00] penting secara persuasif, Teman-teman.

[01:57:03] Datang pada tanggal 12 besok itu hari

[01:57:05] Jumat itu bersama DPL untuk membicarakan

[01:57:09] ee hal-hal seperti teknis tadi. Sekali

[01:57:12] lagi kampus tidak menyediakan anggaran

[01:57:15] kegiatan di lapangan termasuk juga pos

[01:57:18] dan sebagainya.

[01:57:20] Makanya saya tadi bilang yang paling

[01:57:22] murah teman-teman bisa aja bertempat di

[01:57:23] masjid untuk laki-laki ya menjadi marbot

[01:57:26] dan itu dan itu gratis biasanya bahkan

[01:57:29] senang. Bahkan belum perlu teman-teman

[01:57:31] berkegiatan pagi umpama habis subuh itu

[01:57:35] ngaji Quran dengan speaker bila perlu.

[01:57:38] Oh, itu nanti akan datang sarapan pagi

[01:57:40] itu datang dari masyarakat dianggap

[01:57:43] seperti puasa itu. Tapi kalau puasa kan

[01:57:45] enggak boleh sarapan pagi lah. Itu

[01:57:46] sarapan pagi. Nah, adakan adakan ngaji

[01:57:49] begitu minimal sat du juz. Setelah itu

[01:57:52] teman beraktivitas yang lain.

[01:57:55] Silakan Sofia.

[01:58:00] Baik Bapak izin bertanya. E saya dari

[01:58:03] prodi Psikologi. E ini Bapak untuk

[01:58:07] pemberangkatan. Apakah boleh jika ee

[01:58:10] diantar oleh orang tua begitu, Bapak,

[01:58:12] tetapi tetap mengikuti ee bis kampus

[01:58:16] begitu? Apakah diperkenankan?

[01:58:19] Boleh. Asalkan ee teman-teman

[01:58:24] masuk kemudian

[01:58:27] ee tidak membebani parkir kampus

[01:58:31] sehingga menjadi kodit gitu. Gimana

[01:58:34] caranya? Karena juga parkir di luar

[01:58:36] tidak boleh, parkir di jalan raya juga

[01:58:38] tidak boleh.

[01:58:40] Ee bagaimana diupayakan masuk mencari

[01:58:44] lokasi yang tidak apa namanya tidak

[01:58:47] karena nanti akan datang di hari pertama

[01:58:50] itu minimal itu 50 bus. 50 bus harus

[01:58:55] masuk jadi satu. Itu kan juga perkara di

[01:58:57] kampus kita yang sempit ini gitu.

[01:58:59] Nah, karena itu teman-teman boleh kalau

[01:59:02] ingin mengiringi

[01:59:04] apa berangkatnya bus itu. Ee orang tua

[01:59:08] juga boleh mengiringi tapi parkirnya

[01:59:10] tolong diatur sehingga teman-teman waktu

[01:59:13] ee mengiringi bus itu ee parkir Bapak

[01:59:18] Ibu yang sedang mengatakan nanti tidak

[01:59:20] membebani parkir kampus. Kalau mamanya

[01:59:22] ngantar itu jumlahnya ada

[01:59:25] 100 mahasiswa berarti 100 orang tua ya

[01:59:29] iku repotan dewe ya sak kampus iku 100

[01:59:32] mobil parkir itu ditambah dengan tadi 50

[01:59:34] plus iku ya piye nggone mbak monggo.

[01:59:38] Jadi kalau mau anu, tapi caranya gimana?

[01:59:40] Parkirnya mungkin di luar dulu. Di luar

[01:59:42] yang dimasi bukan luar di sini, luar

[01:59:44] yang lain. Kemudian baru ee bisa masuk

[01:59:48] atau bisa beriringan.

[01:59:50] Makasih.

[01:59:52] Enggih, Bapak. Terima kasih,

[01:59:53] Bapak. Saya izin bertanya.

[01:59:55] Silakan.

[01:59:57] Ee ada tiga pertanyaan. Yang pertama,

[02:00:00] apakah dana transportasi anak KKN

[02:00:03] Nusantara di bagian Sulawesi Barat itu

[02:00:05] ditanggung oleh kampus? Kalau misalkan

[02:00:08] ditanggung oleh kampus, apakah pesan

[02:00:10] tiket kendaraannya itu dihandel sama

[02:00:13] kampus atau kita pesan secara mandiri?

[02:00:16] Terus yang kedua, apakah ada pembagian

[02:00:18] kelompok lagi dari 15 orang yang sudah

[02:00:20] diterima?

[02:00:22] Dan yang terakhir untuk proker, apakah

[02:00:25] nanti proker kita itu proker gabungan

[02:00:27] dari teman-teman yang kolaborasi sama

[02:00:30] kita? Apakah prokernya itu kita bisa?

[02:00:33] Ya, Bapak.

[02:00:35] Jadi kita beda broker dengan orang yang

[02:00:37] akan kolaborasi dengan kita. Terima

[02:00:39] kasih.

[02:00:40] Khusus untuk KKN kolaborasi ya. Sama

[02:00:43] dengan KKN reguler

[02:00:45] pemberangkatan ke lokasi sampai pulangan

[02:00:49] itu juga disediakan kampus. Tiga dan

[02:00:52] sebagainya dibelikan kampus.

[02:00:55] Karena ini uang negara maka harus ada

[02:00:56] tanggung jawab pembelian

[02:01:00] itu harus ada SPJ-nya kan. Itu sudah ada

[02:01:03] mekanisme kita.

[02:01:04] yang ke Majeni umpama berangkat dari

[02:01:07] Surabaya ke Makassar terus turun naik

[02:01:10] kendaraan bawah ke Majeni itu sekitar ya

[02:01:13] 5 sampai 6 jam itu kendaraan bawah semua

[02:01:17] itu juga ditanggung oleh apa namanya

[02:01:19] oleh kampus

[02:01:22] satu yang kedua di sana nanti akan

[02:01:25] kolaborasi akan namanya kolaborasi pasti

[02:01:27] bergabung dengan buang beliau lain maka

[02:01:31] atas namanya siapa atas nama kebersamaan

[02:01:33] dengan kampus lain tentunya ya di sana

[02:01:37] berkolaborasi melakukan riset bersama,

[02:01:40] merencanakan program bersama,

[02:01:42] berkegiatan bersama dan hasilnya adalah

[02:01:44] hasil kolaborasi

[02:01:46] dalam bentuk hasil kegiatan nanti baik

[02:01:48] itu nanti bukunya, videonya maupun apa

[02:01:52] namanya jurnalnya itu kolaborasi dan

[02:01:54] nilainya lebih tinggi daripada kak

[02:01:56] reguler. maksudnya nilai akreditasi ya

[02:01:59] ini kepentingan kampus kami kampus

[02:02:01] manaun ya agar ada kolaborasi-kolaborasi

[02:02:04] itu. Jadi yang di Banten juga demikian,

[02:02:08] yang di Majen juga demikian, yang di

[02:02:10] Madura akan diantar semuanya. Yang di

[02:02:14] Ponorogo juga akan diantar, yang Kemen

[02:02:17] Kos eh Kemen SOS juga akan diantar ke

[02:02:20] lembaga yang akan menjadi tempatk

[02:02:23] gitu.

[02:02:26] Terus

[02:02:28] jangan khawatir ini secara teknis akan

[02:02:30] ada rapat sendiri khusus untuk

[02:02:32] teman-teman yang kolaboratif ya. Ini

[02:02:34] yang reguler yang paling banyak kita

[02:02:36] bahas. Nanti ada pemberdayaan pembekalan

[02:02:38] sendiri baik pembekalan secara luring di

[02:02:41] sini ee secara daring di sini maupun

[02:02:44] pembekalan secara luring di lokasi. Jadi

[02:02:48] yang ee apa namanya? yang kolaborasi

[02:02:51] teman-teman. Nanti ada pembekalan dari

[02:02:54] kampus juga ada pembekalan di lokasi. Di

[02:02:57] lokasi adalah secara

[02:02:59] luring dan daring juga.

[02:03:02] Mbak Jazilah silakan.

[02:03:05] Mohon izin bertanya, Bapak. Mengingat

[02:03:09] fasilitas dari kampus itu hanya

[02:03:11] diantarkan dari kampus ke kantor

[02:03:13] kecamatan, Bapak. Apabila kami dari

[02:03:16] kelompok KKN nanti itu memiliki ee

[02:03:19] inisiatif untuk mengajukan proposal

[02:03:22] sponsor kepada instansi sekitar untuk

[02:03:24] men-support proker, apakah diizinkan

[02:03:26] oleh kampus, Bapak? Terima kasih.

[02:03:29] Oke, Teman-teman sekalian, di dalam

[02:03:32] metodologi kita tidak boleh menciptakan

[02:03:34] sebuah ketergantungan

[02:03:36] di mana tidak boleh kita berkegiatan

[02:03:39] yang membebani lembaga lain atau

[02:03:42] masyarakat. Karena apa? lembaga-lembaga

[02:03:43] lain juga punya program sendiri-sendiri.

[02:03:47] Upayakan berkegiatan itu merupakan

[02:03:49] kegiatan kolaborasi dengan masyarakat di

[02:03:51] mana kebutuhan

[02:03:54] akomodasi, konsumsi atau apapun itu

[02:03:57] kalau bisa adalah bersama dengan

[02:03:59] masyarakat.

[02:04:01] Jadi kami sudah berkoordinasi dengan

[02:04:04] dinas-dinas terkait dengan umpama Anda

[02:04:07] melakukan kegiatan ee pendampingan

[02:04:10] membuat edukasi tentang ee kesehatan ibu

[02:04:16] hamil atau edukasi tentang kesehatan

[02:04:18] balita dan seterusnya seterusnya ya itu

[02:04:21] narasumbernya Anda bisa mengundang

[02:04:24] dari dinas terkait tanpa harus

[02:04:27] memberikan uang transport maupun uang

[02:04:29] saku.

[02:04:30] sudah dibicarakan di tingkat dinas ini.

[02:04:33] Saya sampaikan juga mereka juga

[02:04:35] menyediakan bahwa ketika Anda butuh

[02:04:37] kegiatan

[02:04:39] yang narasumbernya dari dinas, kalau

[02:04:41] umpama dinas kesehatan karena Anda

[02:04:43] bicara tentang kesehatan balita, maka

[02:04:46] Anda mengundang mereka

[02:04:48] bisa menggunakan atas nama kepala desa,

[02:04:52] bisa juga suratnya kepala desa saja.

[02:04:55] Dan itu pihak dinas sudah tahu bahwa

[02:04:58] mereka ada gkn dan mereka support banget

[02:05:02] dan mereka akan datang dan tidak boleh

[02:05:05] atau tanpa harus memberikan uang tas

[02:05:08] atau uang sau. Jadi berkegiatan di

[02:05:10] lapangan narasumber-narasumber itu tidak

[02:05:13] perlu diberikan

[02:05:16] anggaran

[02:05:18] kalau Anda mengundang dari dinas gitu

[02:05:20] loh ya. Dan mereka t terbantu sekali

[02:05:22] kegiatan kita ini gitu.

[02:05:25] Dan biasanya mereka membawa surat tugas

[02:05:26] dari masing-masing dinas.

[02:05:29] Jadi, Teman-teman

[02:05:32] jangan menciptakan sebuah hal

[02:05:35] ketergantungan baru dengan cara bikin

[02:05:37] proposal terus minta ke mana-mana. Itu

[02:05:39] tidak boleh oleh kampus, dilarang. Jadi,

[02:05:42] Anda pulang ke sini bawa proposal. Saya

[02:05:44] mau kegiatan ini, Pak. Dosen-dosen

[02:05:49] tolong.

[02:05:51] Jadi jangan menjadi pengemis intelektual

[02:05:54] ya.

[02:05:56] Perkenankan Bapak proposal ke mana-mana

[02:05:58] cari anggaran tidak boleh. Berarti

[02:06:00] gimana Pak? Upayakan dari masyarakat

[02:06:03] sendiri. Upayakan sesederhana mungkin

[02:06:06] tapi kegiatan ini bermutu. Contoh Mama

[02:06:08] bikin pelatihan

[02:06:10] pembuatan makanan tambahan ASI gitu.

[02:06:13] Kita cari bahan-bahan yang ada di

[02:06:15] sekitar situ. Ada daun kelor, ada bayam,

[02:06:19] ada kangkung, ada labu dan sebagainya.

[02:06:22] Itu yang dijadikan sebagai dasar bahan.

[02:06:24] Kegiatannya di balai desa. Di sana sudah

[02:06:26] ada LCD, sudah ada tempat, sudah ada

[02:06:30] sound system, apalagi gitu. Tinggal

[02:06:32] kalau mau kita bikin kegiatan itu,

[02:06:33] kemudian kita suhu dengan apa namanya

[02:06:37] makan-makanan sederhana, silakan. umpama

[02:06:39] ya dengan ketela, dengan ubi, dengan apa

[02:06:43] air dan sebagainya gitu aja. Tidak perlu

[02:06:46] Anda. Bahkan kalau yang bagus karena

[02:06:48] kita ramah lingkungan tidak usah beli

[02:06:51] air mineral kayak gini teman-teman.

[02:06:53] Bikin teh dengan ee pakai apa kendi atau

[02:06:58] apa gitu terus pakai gelas gitu. Itu

[02:07:00] lebih ee apa namanya namanya ramah

[02:07:03] lingkungan atau punya keperbakan dengan

[02:07:05] lingkungan. Jadi tidak perlu teman-teman

[02:07:07] mengada-ada dengan cara biaya mahal.

[02:07:09] Jangan sampai berkegiatan itu sifatnya

[02:07:12] la yamutu wala yahya. Tidak bermutu

[02:07:14] banyak biaya gitu.

[02:07:17] Silakan dia

[02:07:30] mohon maaf. Izin bertanya, Bapak ee

[02:07:32] untuk KKN yang di luar Surabaya itu

[02:07:35] apakah boleh jika kita tidak tidur di

[02:07:38] sana jadi kita PP gitu? Apakah boleh Pak

[02:07:40] dari Surabaya ke KKN yang bukan di

[02:07:44] Surabaya itu? Bapak

[02:07:46] tidak boleh, Mbak. Harus live inin,

[02:07:48] Mbak. Harus menyatu dengan masyarakat

[02:07:50] karena itu harus hinap di sana

[02:07:53] ya.

[02:07:54] ee kami sudah memberi kesempatan kepada

[02:07:56] Anda yang ingin di Surabaya untuk pindah

[02:07:59] atau tukar tempat itu sudah saya berikan

[02:08:00] waktu dan sudah tutup terakhir kemarin.

[02:08:04] Dan teman-teman kalau bisa ya mengapa

[02:08:07] sih harus live in di masyarakat ya

[02:08:10] supaya Anda tahu bagaimana kehidupan

[02:08:12] masyarakat itu

[02:08:14] Anda bermasyarakat

[02:08:16] ya mohon maaf Gen ini kan gen sifatnya

[02:08:21] lebih cenderung kepada private. tidak

[02:08:23] mau berkomunikasi. Komunikasinya lewat

[02:08:25] media sosial.

[02:08:27] Nah, ini kurang menurut saya. Nah,

[02:08:29] makanya dengan cara KKN ini kita

[02:08:30] membelajarkan diri agar teman-teman bisa

[02:08:35] berdut masyarakat. Ada pertanyaan dari

[02:08:40] Syarif ini.

[02:08:42] Artikel jurnal apakah dibiayai oleh

[02:08:44] kampus? Tidak. Artikel jurnal itu cari

[02:08:49] artikel jurnal yang tidak berbiaya.

[02:08:53] open source ya banyak banyakbanyak saya

[02:08:56] tidak menuntut cinta Mas yang penting

[02:08:58] terbit ya yang penting terbit dan tidak

[02:09:01] berbihaya banyak itu banyak

[02:09:04] apa jurnal-jurnal yang butuh artikel

[02:09:06] karena itu Anda bisa mencari browsing

[02:09:09] dan tidak berbayar

[02:09:11] ya dan

[02:09:14] tidak dituntut Sinta yang penting bisa

[02:09:16] terbit kalau Sinta lebih bagus tentunya

[02:09:20] Sinta du Sinta 3 Sinta Pak ya. Kalau

[02:09:23] tidak cinta juga enggak apa-apa. Yang

[02:09:25] penting terbit. Oke, Teman-teman. Saya

[02:09:27] lanjut di bagaimanakah sebenarnya metode

[02:09:30] yang akan kita ee kita gunakan untuk

[02:09:34] pendekatan ini. Yang pertama kita

[02:09:36] menggunakan metodologi namanya

[02:09:38] participatory exition.

[02:09:41] Apa sih benarnya metode ini? nanti akan

[02:09:43] diperdalam oleh DBL ya, tetapi ini akan

[02:09:45] saya jelaskan supaya paling gak

[02:09:47] teman-teman bisa memulai dari sini dan

[02:09:50] nanti kita akan

[02:09:52] ee apa namanya

[02:09:57] kanu

[02:09:59] metode ini disebut juga dengan metode

[02:10:02] emansipatory

[02:10:07] yaitu metode riset tetapi ada

[02:10:11] keberbihakan Kan emancipatori itu

[02:10:13] keberbihakan. Keberbihakan kepada siapa?

[02:10:16] Keberbiakan mereka yang mengalami

[02:10:18] penindasan. Mereka yang lemah, mereka

[02:10:21] yang terpinggirkan, mereka yang tidak

[02:10:23] mendapatkan keadilan dan seterusnya.

[02:10:26] Nah, metode ini ee tepat digunakan

[02:10:29] sebagai cara untuk mengadvokasi

[02:10:32] masyarakat, membela masyarakat. Jadi,

[02:10:34] yang menarik ini riset tapi arahnya

[02:10:37] adalah pembelaan kepada komunitas.

[02:10:42] Nah, ini dimulai dari mana? Di

[02:10:44] metodologi dimulai dari apa yang

[02:10:47] disampaikan oleh La Cina. Dia mengatakan

[02:10:49] bahwa perhatikan sungguh-sungguh gagasan

[02:10:52] yang datang dari rakyat yang masih

[02:10:54] terpenggal dan belum sistematis.

[02:10:56] Pelajari gagasan tersebut bersama mereka

[02:10:58] sehingga menjadi gagasan yang lebih

[02:11:00] sistematis. Jadi intinya adalah kita

[02:11:02] harus memahami situasi kehidupan

[02:11:04] masyarakat yang masih

[02:11:06] terpenggal-penggal, yang masih

[02:11:09] terpisah-pisah. Jadi mereka punya

[02:11:12] masalah, mereka punya keinginan, mereka

[02:11:14] punya pikiran, mereka punya gagasan,

[02:11:16] tetapi tidak tersedur. Nah, kalian

[02:11:19] melakukan riset ini. Nah, di dalam PAR

[02:11:21] ada riset yang digunakan dengan cara

[02:11:25] namanya participatif rural apprisal yang

[02:11:28] disebut dengan teknik-tekniknya, tool

[02:11:31] untuk melakukan eh riset nanti saya

[02:11:33] sampaikan. Karena itu menyatulah dengan

[02:11:36] rakyat.

[02:11:37] Makanya kalau ada tadi bilang, "Pak,

[02:11:39] saya bagaimana kalau KKN saya saya dari

[02:11:43] jauh dari Surabaya saja gak bisa. Anda

[02:11:45] harus menyatu dengan masyarakat. Menyatu

[02:11:48] itu bagaimana?" Ya, Anda gabung dengan

[02:11:50] kehidupan mereka. Awal-awal datang

[02:11:52] gabunglah dengan masjid, gabunglah

[02:11:55] dengan jamiah, gabunglah dengan kegiatan

[02:11:57] yasinan, tahlilan, gabunglah dengan

[02:11:59] pengajian dan sebagainya.

[02:12:00] Kalau umpama tidak ada itu, gabunglah

[02:12:03] dengan aktivitas-aktivitas masyarakat

[02:12:04] sehari-hari ke sawah, ke ladang, ke

[02:12:07] pasar, ke peracangan dan sebagainya.

[02:12:10] Masuklah ke mereka dan kamu sambil masuk

[02:12:13] sambil mengkaji maka ada catat-catatan

[02:12:16] lapangan. Nanti kaji dan jelaskan

[02:12:17] kembali gagasan yang datang dari mereka

[02:12:19] itu sehingga mereka benar-benar paham

[02:12:21] bahwa gagasan itu milik mereka. Artinya

[02:12:22] bahwa kali ketika kalian melakukan riset

[02:12:26] bersama, kemudian hasil riset itu adalah

[02:12:28] bukan hasil riset Anda, tetapi hasil

[02:12:30] riset bersama.

[02:12:32] Bahasa gampangnya begini, ini pemikiran

[02:12:35] Anda, ini hasil Anda, maka Andalah yang

[02:12:37] punya gitu. Kita kan hanya

[02:12:40] mensisimatisir saja. Nah, kemudian

[02:12:42] terjemahkan gagasan tersebut menjadi

[02:12:44] aksi dan uji kepada gagasan tersebut

[02:12:46] menjadi melalui aksi. Jadi ee

[02:12:49] gagasan-gagasan mereka, pikiran-pikiran

[02:12:51] mereka, harapan-harapan mereka,

[02:12:53] impian-impian mereka itu kita desain,

[02:12:56] kita jadikan sebuah perencanaan dan

[02:12:58] kemudian kita laksanakan aksi bersama.

[02:13:01] Hasil aksi itulah kemudian menjadi yang

[02:13:04] disebut dengan ilmu pengetahuan rakyat.

[02:13:07] Jadi secara terus-menerus, secara ajek

[02:13:10] kita lakukan analisis itu, kita

[02:13:13] rencanakan, kita bikin ASI bersama dan

[02:13:16] hasilnya adalah pengetahuan bersama.

[02:13:20] Contoh apa? Contoh gini, masyarakat

[02:13:22] punya problem kesehatan.

[02:13:25] Banyak yang kena

[02:13:27] dem berdarah denium, Pak. Maka caranya

[02:13:29] bagaimana kita memahami agar kita bisa

[02:13:32] menyelesaikan problem deman berdarah

[02:13:34] itu? Karena kita analisis

[02:13:37] melalui teknik namanya trend and ching,

[02:13:39] trend dan perubahan. Kita analisis

[02:13:41] melalui e historical timeline ee sejarah

[02:13:44] munculnya penyakit itu kita analisis

[02:13:47] penyebab-penyebabnya apa. Kita bikin

[02:13:49] pohon masalah, pohon harapan sampai

[02:13:51] akhirnya ketemu masalahnya. Oh, ternyata

[02:13:53] demam perdara itu karena lingkungan

[02:13:54] kotor karena nyamuk yang bersarang di

[02:13:57] banyak tempat dan sebag dan sebagainya.

[02:13:59] Maka kita lakukan perencanaan program.

[02:14:03] Setelah kita renyalakan program bersama

[02:14:04] mereka, kita lakukan aksi bersama.

[02:14:07] Contoh aksi yang paling mudah itu apa?

[02:14:09] Memanen nyamuk.

[02:14:13] Selama ini kan orang kena demarah

[02:14:14] langsung semprot di fogging gitu kan.

[02:14:17] Itu justru tidak menyelesaikan masalah.

[02:14:18] Itu memperparah. Kenapa? Karena semakin

[02:14:21] disemprot semakin ee kebal namanya

[02:14:25] nyamuk itu. Kenapa? Karena telurnya kan

[02:14:28] tidak mati. Telurnya kan netas lagi dan

[02:14:30] telurnya mesti lebih kebal daripada

[02:14:32] induknya. Nah, di sinilah ada proses

[02:14:34] yang namanya ada temuan terbaru hasil

[02:14:37] riset teman-teman yaitu memanen nyamuk.

[02:14:39] Apa manen nyamuk itu? Aksi bersama

[02:14:42] memelihara nyamuk dengan wadah yang

[02:14:44] disediakan. Tapi sambil dianalisis terus

[02:14:47] ketika nyamuk itu bertelur, menetas

[02:14:49] kemudian dia tumbuh langsung dipanen,

[02:14:52] diunduh apa? Disaring, dimatikan,

[02:14:54] dibuang. Sampai akhirnya berkali-kali

[02:14:57] sampai nyamuk itu habis. telurnya habis

[02:14:59] maka insyaallah nyamuk tidak begitu

[02:15:02] banyak dulu. Aksi ini menjadi

[02:15:05] kebersamaan dan itulah namanya

[02:15:07] pengetahuan bersama yang dibangun dari

[02:15:09] masyarakat

[02:15:12] ya.

[02:15:16] Nah, ini yang di produk memproduksi

[02:15:19] pengetahuan. Jadi hasil proses riset

[02:15:23] membangun awal sampai akhirnya ini

[02:15:25] dibikin e polanya seperti ini.

[02:15:28] Teman-teman langkah langkahnya riset

[02:15:30] kemudian rencana kegiatannya apa sampai

[02:15:31] akhirnya berkegiatan.

[02:15:34] Ah filosofinya begini. Ini bahasa

[02:15:37] Inggrisnya go to the people live among

[02:15:40] them. Pergilah kepada masyarakat

[02:15:42] hiduplah bersama mereka.

[02:15:45] Learn from them. Belajarlah dari mereka.

[02:15:47] Plan with them. Rencanakan dengan

[02:15:50] mereka. Walk with them. Bekerjalah

[02:15:52] dengan bahkan ada kata-kata yang hilang

[02:15:54] ini namanya love them. Cintai mereka.

[02:15:58] Jadi teman-teman tidak boleh jijik

[02:15:59] bersama masyarakat gabung mereka. Karena

[02:16:02] itu ya tadi sudah ditanyakan apakah kita

[02:16:06] boleh Pak dari Surabaya pulang pergi?

[02:16:08] Jangan. Kamu juga sakit nanti. Apa ya

[02:16:11] tidur diama di di dalam kehidupan mereka

[02:16:14] gabung dalam mereka bisa ke sawah

[02:16:15] bersama mereka.

[02:16:18] Ya, Teman-teman. Ada ada pertanyaan

[02:16:19] begini, "Pak, kalau saya datang ke rumah

[02:16:21] itu masyarakat sudah tutup rumahnya?

[02:16:25] Pagi hari mereka enggak ada. Siang hari

[02:16:28] mereka sudah lelah, mereka istirahat,

[02:16:29] malam hari sudah tutup rumahnya. Kapan

[02:16:31] ketemu dengan mereka? Yang ini yang jadi

[02:16:35] begini, menemui masyarakat itu temuilah

[02:16:38] pada aktivitasnya.

[02:16:41] Kalau mereka sibuk di sawah, ya datang

[02:16:43] ke sawah."

[02:16:45] Hitam, Pak. Wong hitam. Sebentar ya. Kak

[02:16:48] R pakai

[02:16:51] tabir surya,

[02:16:53] sunblok

[02:16:54] ya.

[02:16:56] Datang ke sawah bantu mereka ketika dia

[02:16:59] bekerja. Umpama ketika mereka sedang ee

[02:17:03] memanen, bantu manen. Ketika sedang

[02:17:05] menanam. Nah, dari situ kemudian Anda

[02:17:07] akan berbicara banyak dari apa yang

[02:17:09] disampaikan. Itulah jadi data.

[02:17:12] Kalau mereka mengeluh problemnya berarti

[02:17:14] ketemu masalahnya apa. Kalau mereka

[02:17:16] bergembira atas apa yang diperolehnya

[02:17:18] maka kita melihat sukses kehidupan

[02:17:20] mereka atau sukses storynya.

[02:17:23] Jadi

[02:17:25] datanglah kepada masyarakat, hiduplah

[02:17:26] bersama mereka, pelajari atau belajarlah

[02:17:30] dari mereka maka rencanakan dengan

[02:17:32] mereka, bekerja dengan mereka. Start

[02:17:34] with what they know, put on what they

[02:17:37] have, teach by showing, learn by doing.

[02:17:40] Mulailah dengan apa yang mereka tahu,

[02:17:42] bangunlah dengan apa yang mereka punya.

[02:17:45] Ajari mereka dengan contoh, belajarlah

[02:17:48] dengan mengerjakan.

[02:17:50] Jadi, masyarakat jangan diceramahi

[02:17:53] karena ini pendekatannya adalah

[02:17:55] pendekatan

[02:17:56] humanistis, humanitis atau bersifat

[02:17:59] manusiawi. Karena itu jangan Anda

[02:18:01] menjadi penceramah di masyarakat. Loh,

[02:18:05] Pak, enggak boleh khotbah boleh, tapi di

[02:18:07] ruang-ruang tertentu. Jadi, umpama Anda

[02:18:09] juru khotbah ya boleh, beber pengajian

[02:18:11] boleh. Cuma ketika Anda diskusi di

[02:18:13] masyarakat jangan ceramahi mereka, tapi

[02:18:15] tanyalah, wawancarailah.

[02:18:19] Karena itu ketika kita berkegiatan kita

[02:18:20] janganlah mengada-ada, tapi mulailah

[02:18:24] dari apa yang mereka tahu. Kalau mereka

[02:18:26] tahu pertanian, ya pertanian. Mereka

[02:18:28] tahu pedagangan, perdagangan, mereka

[02:18:29] tahu tentang kerajinan-kerajinan. Itu

[02:18:32] yang kita diskusikan itu bangun dengan

[02:18:34] mereka yang punya apa yang mereka punya.

[02:18:36] Kalau mereka punyanya beras ya dengan

[02:18:37] beras itu. Kalau mereka punyanya padi ya

[02:18:39] dengan padi itu. Kalau mereka punya

[02:18:40] sayur itu. Jadi jangan mengada-ada

[02:18:44] mencari e mencari bahan-bahan dari luar

[02:18:46] yang kemudian membebani masyarakat.

[02:18:47] Tidak upayakan

[02:18:50] mengeksplorasi

[02:18:52] dari potensi-potensi yang ada di

[02:18:55] masyarakat. Karena itu mengajarin dengan

[02:18:58] siapa? mengajarnya dengan contoh, jangan

[02:19:00] diceramahi. Teach by showing, learn by

[02:19:02] doing. Maka belajarlah dengan

[02:19:04] mengerjakan.

[02:19:07] Ketika Anda mau melatih masyarakat

[02:19:08] membikin briket,

[02:19:11] ya Anda belajar dulu bagaimana bikin

[02:19:13] briket nanti baru belajar bersama.

[02:19:16] Kemudian not a show but a pattern not

[02:19:23] and syem not but integrated.

[02:19:29] Intinya janganlah sepotong-potong.

[02:19:32] Bangunlah sistemnya janganlah

[02:19:34] pendekatannya itu serbihan-serbihan

[02:19:37] tetapi tersistem. Seperti apa? Seperti

[02:19:40] begini.

[02:19:41] Kalau kalian membangun

[02:19:44] masyarakat

[02:19:46] ee bersih, ini problem yang ada di

[02:19:48] banyak tempat yaitu persoalan sampah,

[02:19:52] maka tidak cukup Anda berkegiatan

[02:19:54] menyediakan tempat sampah,

[02:19:56] tidak cukup membikin kegiatan ee Jumat

[02:20:00] bersih,

[02:20:02] tetapi dibangunlah yang namanya sistem.

[02:20:04] Sistem kebersihan itu mesti ada empat

[02:20:06] aspek. Semua kegiatan pasti harus

[02:20:09] menyentuh empat aspek ini. Apa? Aspek

[02:20:10] SDM,

[02:20:12] aspek

[02:20:14] kelembagaan, aspek infrastruktur, dan

[02:20:16] aspek kebijakan. Empat ini harus ters

[02:20:19] SDM itu artinya bahwa Anda di sana

[02:20:22] menangani

[02:20:23] kemampuan, kesadaran, keahlian, bahkan

[02:20:28] ee apa namanya? Kesediaan masyarakat

[02:20:30] untuk berubah.

[02:20:32] Apa itu kegiatannya? Sampai edukasi.

[02:20:35] edukasi pengolahan sampah, edukasi

[02:20:38] memilah sampah, edukasi kesadaran agar

[02:20:40] mereka

[02:20:42] mengelolakan sampahnya dengan baik

[02:20:44] sampai akhirnya mereka punya kesadaran

[02:20:48] dan kemampuan untuk mengolah sampahnya.

[02:20:51] Yang kedua, jadi molah sampah itu bisa

[02:20:53] dari bisa jadi kompos, bisa jadi

[02:20:57] bahan-bahan yang lain yang di rejus itu

[02:21:03] ada reus recel

[02:21:05] 3R itu ya. Kemudian yang kedua aspek

[02:21:10] kelembagaan.

[02:21:12] Nah, harus dibangun lembaga yang namanya

[02:21:16] ee kelompok atau kalau di kota kan dinas

[02:21:19] kebersihan. Kalau di desa ya peduli

[02:21:22] sehat, peduli lingkungannya itu kelompok

[02:21:25] ini yang mengorganisir bagaimana

[02:21:28] mengolah sampah itu.

[02:21:30] Karena harus ada yang namanya memungkut

[02:21:32] sampah, ada yang memilah sampah, ada

[02:21:34] yang kemudian menjadikan sampah itu bisa

[02:21:36] jadi pupuk, bisa jadi alat-alat yang

[02:21:37] lain dan sebagain sebagainya, bahkan

[02:21:39] bisa dijual. Maka dibangunlah semacam

[02:21:41] dinas kebersihannya

[02:21:43] atau kelompok peduli sampah atau bank

[02:21:46] sampah terserah. Yang penting ada

[02:21:48] struktur lembaganya, ada penanggung

[02:21:50] jawabnya, ada ketuanya, ada bendaranya,

[02:21:54] ada tim pengambil sampah, ada tim

[02:21:56] pengolah sampah dan sebagainya. Yang

[02:21:58] ketiga, infrastrukturnya. Jadi sampah

[02:22:00] itu tidak bisa dikelola kecuali juga

[02:22:02] dibangun. Infrastrukturnya berupa apa?

[02:22:04] Ya, tong sampah, pak sampah, gerobak

[02:22:07] pengambilan sampah, tempat pembuangan

[02:22:10] arti sampah dan sebagain dan sebagainya.

[02:22:11] ini bisa dinegosiasi dengan program desa

[02:22:15] yang punya anggaran desa itu.

[02:22:18] Jadi, teman-teman tidak perlu

[02:22:19] membelikan. Mungkin saja ada cari tong

[02:22:22] sampah, cari barang-barang bekas seperti

[02:22:24] drum atau timba atau apa yang jadikan

[02:22:26] tong sampahnya.

[02:22:28] Atau teman-teman bikin dari apa namanya?

[02:22:31] Dari bambu dibikin keranjang sampahnya

[02:22:34] kemudian dicat. Pokoknya kreatiflah

[02:22:37] insyaallah bisa teman-teman tanpa harus

[02:22:38] berbiaya.

[02:22:40] tanpa mahal maksud saya. Kemudian

[02:22:45] teman-teman juga harus membangun yang

[02:22:47] namanya

[02:22:49] ee Sus sudah ya. Yang yang keempat yang

[02:22:51] penting ini membangun ekosistemnya dalam

[02:22:53] bentuk kebijakan.

[02:22:55] Advokasi kepada desa agar desa membuat

[02:22:58] namanya aturan

[02:23:00] di mana setiap individu harus dapat

[02:23:03] berkontribusi umpama mereka urunan 1

[02:23:05] bulan Rp10.000. untuk biaya yang

[02:23:09] melakukan pengolahan ini. Kemudian ada

[02:23:13] aturan orang diharapkan membuang sampah

[02:23:16] pada tempatnya dan memilahnya bila

[02:23:17] perlu. Ada hukuman tertentu bagi mereka

[02:23:20] yang membuang sampah sembarangan seperti

[02:23:21] jenda berapa ribu bagi yang melanggar

[02:23:24] dan seterusnya dan seterusnya. Itu

[02:23:25] namanya ee kebijakan. Jadi di SDM,

[02:23:29] kelembagaan, infrastruktur kebijakan ini

[02:23:31] harus ada di dalam sebuah sistem

[02:23:34] program. Jika ini Anda lakukan

[02:23:36] empat-empat ini kena, maka Anda keluar

[02:23:39] dari KKN akan berjaya di mana ini akan

[02:23:44] berlanjut tanpa harus kita terus

[02:23:47] waspadai. J kalau kita pulang kemudian

[02:23:49] kegiatan ini jalan, SDM-SDM ini e luar

[02:23:53] biasa telah diedukasi.

[02:23:55] Pengurus-pengurus kelembagaan sampah ini

[02:23:57] jalan,

[02:23:59] infrasturnya sudah ada, peraturan sudah

[02:24:01] ada urannya jalan. Insyaallah jal itu

[02:24:05] namanya sistem k pendekatannya jangan

[02:24:07] selebihan hanya ngajari orang untuk bisa

[02:24:10] milah sampah tapi setelah itu sudah ya

[02:24:12] enggak akan lanjut tapi kalau dibangun

[02:24:14] empat aspek ini akan kena baru kita

[02:24:18] namanya not to confirm but to transform

[02:24:21] itulah perubahan sosial

[02:24:23] not relief but release. Itulah membuat

[02:24:26] rilis merilis

[02:24:29] mendeklarasikan keberhasilan jadi bukan

[02:24:31] bikin relief. Rel itu anda bikin nama

[02:24:34] jalan KKN UINSA 2026. Nama jalan, jalan

[02:24:40] Merpati, jalan ee apa namanya? Perkutut,

[02:24:43] jalan Muri, jalan Oh, itu apakah perlu

[02:24:47] nama jalan? Ya perlu tapi gak penting

[02:24:49] penting amat karena gak punya implikasi

[02:24:51] penting. Tapi yang penting adalah Anda

[02:24:53] sesuai dengan tema tadi bisa bersih

[02:24:57] umpama temanya ya sampah bagaimana

[02:24:59] lingkungan bersih dan sebagain dan

[02:25:00] sebagainya Anda bisa melakukan itu.

[02:25:04] Lanjut.

[02:25:06] Nah berkegiatan mengundang pendekan

[02:25:08] empar itu langkahnya seperti ini.

[02:25:12] Minggu pertama Anda to know

[02:25:15] bagaimana mengetahui kehidupan

[02:25:16] masyarakat. Minggu kedua to understand

[02:25:19] Anda melakukan analisis masalah yang

[02:25:22] muncul di sana. Minggu ketiga, Anda

[02:25:24] merencanakan program masyarakat. Dari

[02:25:27] hasil analisis itu. Minggu kelima Anda

[02:25:30] eh minggu keempat Anda bertindak

[02:25:32] berkegiatan.

[02:25:34] Minggu kelima Anda sudah melakukan

[02:25:35] perubahan-perubahan. Jadi kegiatannya

[02:25:37] bisa minggu kelima, minggu ke4, minggu

[02:25:39] kelima, minggu keenam. Kemudian Anda

[02:25:41] sudah membuat ee apa namanya? Laporan

[02:25:43] dan sudah selesai. Jadi langkah proses

[02:25:47] riset secara tahapan ini jelas. Anda

[02:25:51] hari pertama, hari kedua mungkin masih

[02:25:53] ee melakukan inkulturasi, masih keliling

[02:25:56] desa dan sebagainya. Tapi Anda lupa,

[02:25:58] jangan lupa bahwa ini langkahnya harus

[02:26:00] mengerjut pada program dan mengerucut

[02:26:03] pada hasil perubahan. Nah, secara

[02:26:06] struktur kayak gini modelnya.

[02:26:09] Langkah pertama to know. Maka Anda

[02:26:11] bagaimana menemukan menemukan eh fake

[02:26:14] finding ini menemukan fakta di lapangan

[02:26:16] dengan melakukan mapping, melakukan

[02:26:18] riset tematik.

[02:26:20] Teknik-tekniknya nanti disampaikan oleh

[02:26:22] dosen.

[02:26:23] Anda menganalisis masalah understand.

[02:26:27] Anda merencanakan program, Anda aksi

[02:26:29] program, Anda merubah masyarakat,

[02:26:31] merefleksikan dan kembali lagi ke itu.

[02:26:34] Nah, ini dapat kita struktur kayak gini.

[02:26:37] Ketika langkah-langkah Riset menggunakan

[02:26:39] PAR itu tekniknya adalah namanya

[02:26:42] Risal

[02:26:44] Retunitas

[02:26:46] dengan cara. Langkah pertama general

[02:26:49] mapping. Teknik mapping-nya nanti

[02:26:51] diajarkan dosen PL-nya. Kemudian

[02:26:53] melakukan transasi

[02:26:56] di mana mengelilingi desa dengan cara

[02:26:58] jalan dan membuat laporan hasil dari

[02:27:03] lapangan. Kemudian pilih fokus tema

[02:27:05] problemnya dengan ranking prioritas ini

[02:27:08] atau matic ranking. Kemudian baru

[02:27:10] diperdalam. Setelah ketemu fokusnya

[02:27:11] memfokus Anda di sampah. Umpama Anda

[02:27:14] melihat sejarah persampahan di situ

[02:27:16] bagaimana, kapan muncul sampah yang

[02:27:18] banyak sekali, yang perlu Anda sadari

[02:27:21] bahwa ee cara hidup masyarakat itu

[02:27:24] mempengaruhi kehidupan yang lain. Jadi,

[02:27:27] gaya hidup konsumsi masyarakat sekarang

[02:27:28] kan hampir semua makanan yang dimakan

[02:27:31] itu produksinya dari kemasan ya. Mieya

[02:27:34] dikemas, minuman yang dikemas, apalagi

[02:27:37] semua dikemas dengan plastik gitu.

[02:27:40] Bahkan beli cabe saja wadahnya bukan ee

[02:27:46] daun tetapi plastik. Sekarang semua

[02:27:48] dikemas. Dengan itu maka menghasilkan

[02:27:50] sampah. Nah, itu dilihat dari

[02:27:52] sejarahnya. Kemudian analisis trend and

[02:27:54] change-nya ada diagram falurnya, ada

[02:27:56] kalender musimnya, ada kalendariannya

[02:27:59] yang baru kemudian merumuskan masalah.

[02:28:00] Jadi rumusan masalah ini kemudian ditemu

[02:28:03] ee menggunakan teknik namanya analis

[02:28:04] respon masalah. Kemudian kita rumuskan

[02:28:07] menj respon harapan kita harapan inilah

[02:28:10] kemudian bikin perencanaan program

[02:28:13] ini kemudian kita mobilisasi sampai

[02:28:15] bikin aksi perubahan hasil dari aksi

[02:28:17] perubahan ini kemudian menjadi aksi

[02:28:19] refleksi kita nah bisa kita analisa

[02:28:22] kembali. Nah KKN itu hanya satu satu

[02:28:24] sing saja belum yang dua ya. Jadi minggu

[02:28:26] pertama to know, minggu kedua to

[02:28:29] understand minggu ketiga eh to minggu

[02:28:32] keempat sudah to action.

[02:28:35] Minggu kelima

[02:28:38] minggu keenam bikin lapor.

[02:28:41] Nah, ini model pendekatan par ya secara

[02:28:45] nah ini sudah saya siapkan ee manualnya

[02:28:48] untuk par ini.

[02:28:54] Seperti ini manualnya,

[02:28:56] langkah-langkahnya.

[02:29:11] Nanti akan didapatkan DPL masing-masing

[02:29:13] ya. DPL yang akan memberikan ini kalau

[02:29:16] ini kalau par ABCD beda lagi ya. Di sini

[02:29:18] ABCD.

[02:29:20] Nah, ini manual prosesnya teman-teman di

[02:29:23] lapangan jangan takut ini ada manualnya.

[02:29:25] Saya minggu pertama ngapain Pak ini

[02:29:27] langkah minggu pertama apa saja?

[02:29:28] Kegiatan pertama PRA ikulturasi.

[02:29:32] Tujuannya apa?

[02:29:34] Membangun komunikasi kemanusiaan.

[02:29:35] Indikator capaiannya apa? Ini sudah saya

[02:29:37] sampaikan. Bahkan bukti capainya apa.

[02:29:39] Jadi dosen-dosen nanti akan membimbing

[02:29:41] Anda bagaimana melaksanakan ini dan

[02:29:43] nanti seperti apa caranya dan sebagainya

[02:29:45] akan dibimbing oleh dosennya

[02:29:46] masing-masing.

[02:29:48] Kemudian yang kedua, general mapping.

[02:29:50] Bagaimana cara general mapping-nya itu?

[02:29:53] Tujuannya apa?

[02:29:56] Kemudian indikatornya apa? Terus

[02:29:58] hasilnya apa? Nah, Teman-teman yang akan

[02:30:00] diperiksa para dosen nanti hasilnya ini.

[02:30:02] Karena itu teman-teman kalau gak kerja

[02:30:04] enggak bisa nanti ketemu pasti ya apa

[02:30:06] namanya indikatornya harus memunculkan.

[02:30:11] Minggu ketiga transektoral eh minggu

[02:30:14] pertama ya. Langkah ketiga transektoral.

[02:30:16] Tujuannya apa? Kemudian dilaksanakan apa

[02:30:19] saja? Terus kemudian hasilnya apa? ini

[02:30:21] ada ada sketsa hasil, ada foto, ada note

[02:30:25] dan sebagainya

[02:30:27] ada magic ranking.

[02:30:30] Ya,

[02:30:32] Teman-teman yang perlu diperhatikan

[02:30:33] begini. Dalam minggu pertama

[02:30:36] teman-teman harus sudah menemukan apa

[02:30:39] yang namanya

[02:30:41] kelompok penggerak,

[02:30:44] apa yang namanya orang-orang yang

[02:30:47] menjadi penggerak masyarakat bisa

[02:30:50] anak-anak Ansor, bisa anak-anak pemuda

[02:30:54] Muhammadiyah,

[02:30:55] bisa orang-orang Kart bisa Karang

[02:30:57] Taruna, bisa ibu-ibu Muslimat, bisa

[02:31:00] Ibu-ibu Fatayat, bisa Ibu-ibu Aisiah.

[02:31:04] Naisatul Aisiah dan sebagainya. Silakan

[02:31:07] teman-teman berteman itu sudah saya wink

[02:31:09] kepada kepala desa. Kepala Desa sudah

[02:31:10] mengarahkan kepada cari atau dampingkan

[02:31:13] mahasiswa itu dengan para penggerak di

[02:31:17] komunitas. Kenapa demikian? Karena

[02:31:19] dengan para penggerak itu teman-teman

[02:31:20] bisa punya

[02:31:22] ee kemampuan untuk kolaborasinya. Tanpa

[02:31:25] kolaborasi dengan penggerak enggak

[02:31:26] jalan.

[02:31:28] Minggu kedua kegiatan ini mapping

[02:31:30] tematik sudah mapping yang fokus pada

[02:31:33] temanya.

[02:31:35] Ee buktinya apa? Minggu ketiga, kedua

[02:31:38] ini analisis-analisis sudah ada

[02:31:40] trending, ada tematik history analisis,

[02:31:43] diagram fan, diagram alur ini kalau ini

[02:31:45] kalau par ya terus bikin analis pohon

[02:31:47] masalah pohon harapah minggu kedua ini

[02:31:49] kalau enggak cukup gimana, Pak? Em geser

[02:31:52] sedikit boleh? Boleh enggak apa-apa.

[02:31:54] Minggu ketiga barangkali mesti

[02:31:55] pendalaman materi risetnya juga boleh.

[02:31:59] Minggu ketiga baru membikin perencanaan

[02:32:01] program namanya logical frame approach.

[02:32:04] Perencanaan kerja logis. Nah, ada kertas

[02:32:07] kerjanya sudah dapat dibuktikan. Nanti

[02:32:09] rencananya kegiatan itu apa? Ee hasilnya

[02:32:12] dicapai pajaknya apa? Biaya biayanya apa

[02:32:15] saja dari mana dan sebagainya di sini.

[02:32:19] Kemudian minggu keempat ini proses

[02:32:22] mengorganisir masyarakatnya.

[02:32:24] Gimana caranya agar program dapat

[02:32:26] dilaksanakan, disusun

[02:32:28] pengurusnya dan sebagainya tadi sampai

[02:32:31] akhirnya pada minggu kelima kegiatan

[02:32:36] kegiatan bisa dilakukan sesuai dengan

[02:32:38] sasaran tadi empat itu tadi SDM,

[02:32:41] kelembagaan, infrastruktur, kebijakan.

[02:32:46] Kenapa demikian? Karena empat aspek

[02:32:49] itulah yang memungkinkan

[02:32:51] dapat berlanjutnya program

[02:32:55] dan akhirnya proses terminasi keenam

[02:32:58] teman-teman bikin ee monitoring dan

[02:33:00] evaluasi, bikin refleksi, persiapan,

[02:33:04] bikin laporan-laporan. Nah,

[02:33:05] laporan-laporan tidak cukup disusun di

[02:33:07] sini, tetapi harus sejak awal setiap

[02:33:09] kegiatan dicatat, difoto, difilm, itu

[02:33:12] menjadi laporan nanti ketika di akhir

[02:33:14] kegiatan semua ini ee di

[02:33:19] laksanakan.

[02:33:22] Oke,

[02:33:24] ini manual-manualnya,

[02:33:27] Teman-teman bisa minta ke DPR-nya sudah

[02:33:30] saya siapkan.

[02:33:34] Oke, ini adalah pendekatan par ya,

[02:33:35] pendekatan di mana yang paling ee

[02:33:39] menjadi unggulan kampus kita di seluruh

[02:33:41] kampus Indonesia, baik kampus

[02:33:45] ee apa namanya PTKIN maupun PTO ya.

[02:33:47] Karena PAR itu ciri khas dari UIN Sunan

[02:33:50] Ampel Surabaya. Yang kedua juga ABCD

[02:33:52] menjadi ciri khas kita.

[02:33:54] Ada pertanyaan? Silakan.

[02:33:58] Izin bertanya, Pak.

[02:34:01] Tanyanya urusan metodologi ya, tidak

[02:34:03] urusan yang lain.

[02:34:10] Silakan.

[02:34:13] Gak ada. Saya lanjut.

[02:34:19] Yang pertama tadi dengan par, sekarang

[02:34:21] dengan ABCD.

[02:34:33] Oh iya. Bagaimana dengan KKN Surabaya?

[02:34:35] Sama Mbak.

[02:34:38] Eh, Mas apa Mbak ini? Jadi kalau

[02:34:40] pertanyaannya ada gini, bagaimana dengan

[02:34:42] KKN di Surabaya? Apakah menginap? Oh,

[02:34:45] menginap. Saya secara teknis kalau di

[02:34:47] Surabaya tidak menginap ya, karena di

[02:34:49] Surabaya tidak tidak perlu POSCO. Puscya

[02:34:52] eh tidak perlu nginap di Surabaya.

[02:34:53] nginapnya di kos masing-masing, tapi

[02:34:56] poskoncnya ada di RW masing-masing. Ada

[02:34:59] balai RW di Surabaya itu banyak balai RW

[02:35:01] dibangun oleh pemerintah kota,

[02:35:03] teman-teman. Nanti poscoya di Balai RW,

[02:35:04] per kegiatan juga di Balai RW. Nah,

[02:35:07] tekniknya apakah sama? Tetap sama

[02:35:09] melakukan proses riset kalau menggunakan

[02:35:11] pendekatan PAR, ya posisinya kayak tadi

[02:35:13] itu mulai dari analisis masalahnya

[02:35:17] sampai membuat rencana programnya itu

[02:35:19] langkah-langkahnya sama. Nah, kalau ABCD

[02:35:21] beda lagi, Saudara. Makanya teman-teman

[02:35:24] bisa nanti memilih apakah pakai ABCD,

[02:35:26] apakah sesuai dengan itu silakan.

[02:35:35] Nah, teman-teman yang berangkat dari

[02:35:37] rumah langsung ke lokasi boleh-boleh.

[02:35:40] Tidak harus dari kampus. Jadi, begini,

[02:35:41] Teman-teman. Yang dari kampus itu kita

[02:35:45] fasilitasi, tapi dari rumah tidak kita

[02:35:47] fasilitasi loh ya. Yang kedua,

[02:35:50] pemberangkatan itu pun tidak menggunakan

[02:35:52] upacara-upacara ya. Tidak kita tidak

[02:35:54] menyediakan kegiatan upacara

[02:35:56] pemberangkat sebagainya, tetek bengek

[02:35:57] itu yang rumit itu gak usah. Tapi

[02:35:59] teman-teman juga harus tepat waktu.

[02:36:01] Karena apa? Karena nanti di lokasi harus

[02:36:03] datang di kecamatan itu sesuai dengan

[02:36:06] waktu yang kita sediakan. Nanti kami

[02:36:08] bersurat kepada kecamatan untuk menerima

[02:36:10] mahasiswa dan teman-teman di lokasi itu

[02:36:13] sudah sang dari sana. Jadi umpama

[02:36:16] teman-teman

[02:36:17] ee berangkat dari rumahnya, rumahnya

[02:36:20] Pasuruan barangkali ya ee kesepakatan

[02:36:23] dengan kecamatan di Pasuruan itu tanggal

[02:36:25] jam 11.00 siang, maka teman-teman juga

[02:36:27] sudah siap di kecamatan jam 11.00 siang.

[02:36:29] Kalau teman-teman dari rumah sendiri

[02:36:31] monggo silakan yang Madura juga begitu

[02:36:34] rumahnya sudah di Sumenep ya datang ke

[02:36:36] kampus ee UIN Madura ee silakan sesuai

[02:36:39] dengan jam yang kita sediakan.

[02:37:42] Oke,

[02:37:49] ini

[02:38:08] kalau kemukan metode ABCD, Teman-teman,

[02:38:11] ini

[02:38:14] sama tapi berbeda. Samanya juga sama

[02:38:16] masyarakat sebagai sasaran. Berbedanya

[02:38:18] kalau ABCD itu fokusnya tidak

[02:38:23] pada masalah yang terjadi di masyarakat,

[02:38:24] tetapi fokusnya pada potensi yang ada di

[02:38:28] masyarakat.

[02:38:31] Sejak awal bertanya kepada masyarakat

[02:38:33] itu tidak dalam rangka menguak

[02:38:35] masalahnya, tetapi justru melihat

[02:38:37] potensinya.

[02:38:51] Jadi, ABCD itu adalah pendekatan

[02:38:54] pemberdayaan yang fokusnya pada aset

[02:38:57] yang dimiliki masyarakat.

[02:39:01] Karena itu teman-teman kalau di di

[02:39:03] lapangan tidak boleh bertanya apa

[02:39:06] masalahnya, tetapi justru bertanya apa

[02:39:10] kehebatan masyarakat sini, apa potensi

[02:39:13] masyarakat sini, apa sukses hidupnya

[02:39:15] masyarakat sini. Nah, gitu.

[02:39:19] Jadi kalau kita di lapangan ini

[02:39:22] filosofinya

[02:39:24] filosofi

[02:39:26] gelas kosong sama gelas berisi.

[02:39:28] Coba yang kita lihat kalau kita cari

[02:39:30] minum yang kita ambil itu gelas yang

[02:39:33] kosong apa gelas yang ada isinya

[02:39:35] meskipun separuh. Tentu gelas yang ada

[02:39:38] isinya.

[02:39:40] Maka fokuskan pada gelas ada isinya. Ini

[02:39:42] saya ingin minum. Maka ya jangan cari

[02:39:45] gelas kosong. saya akan cari gelaj

[02:39:48] berisi. Itu artinya apa? Artinya bahwa

[02:39:51] kebutuhan seseorang jika dilihat dari

[02:39:53] potensi yang sudah ada itu, maka potensi

[02:39:55] itulah menjadi

[02:39:57] basis

[02:39:59] yang kita jadikan sebagai dasar.

[02:40:03] Nah, jangan melihat pada

[02:40:07] kekurangannya, tapi lihatlah pada

[02:40:09] kebelebihannya.

[02:40:10] MBKM.

[02:40:11] Masyarakat itu memiliki potensi. Karena

[02:40:14] itu ketika ada masalah jangan fokus pada

[02:40:17] masalahnya, tapi potensinya.

[02:40:23] Perhatikan yang ini. Jika kita melihat

[02:40:25] gelas berarti

[02:40:27] masih ada minum. Nah, berarti itulah

[02:40:28] yang jadikan cara untuk menyelesaikan.

[02:40:32] Jangan melihat yang tidak ada. Yang

[02:40:35] adanya itu ya kita bersyukur begitu.

[02:40:39] Jadi sebenarnya begini dalam bahasa yang

[02:40:40] lebih islami begini.

[02:40:43] Usia Allah itu melahirkan manusia itu

[02:40:45] sudahiakan segalanya.

[02:40:48] Bayi lahir itu sudah Allah berikan air

[02:40:50] susu yang disediakan. Manusia

[02:40:53] ditempatkan di di mana? Ditempatkan di

[02:40:56] satu tempat pasti disediakan kebutuhan

[02:40:59] hidup ini. Dikut sekalipun enggak ada

[02:41:02] padi, enggak tapi mereka sudah sediakan

[02:41:04] besi ikannya. Di daerah panas pasti

[02:41:09] disediakan oase-oase nih. Di daerah

[02:41:12] dingin pasti ada buah yang muncul untuk

[02:41:16] menghangatkan badannya. Jadi contoh

[02:41:18] kenapa durian itu kok hidup di

[02:41:22] hidup di daerah pegunungan? Ya, karena

[02:41:24] durian itu untuk menghangatkan badan.

[02:41:28] Makanya kalau orang Surabaya kok makan

[02:41:29] durian tidak masuk akal. Kenapa? Karena

[02:41:31] durian itu untuk kepentingan menghan

[02:41:33] badan orang-orang yang di atas gitu ya,

[02:41:35] di pegunungan

[02:41:37] lah. Mengapa

[02:41:41] semangka itu tumbuh justru di daerah

[02:41:43] panas? Ya, karena itu semangka itu

[02:41:45] adalah buah yang berair dan itu

[02:41:48] digunakan untuk orang-orang yang

[02:41:50] mengalami kondisi panas di mana

[02:41:53] lingkungan itu cocok untuk makan buah

[02:41:56] semangka. maka segar rasanya makan

[02:41:58] semangka karena memang kondisinya adalah

[02:42:00] kondisi yang serba haus.

[02:42:04] Jadi inilah

[02:42:06] pasti potensi itu ada pada setiap

[02:42:10] manusia hidup disediakan yang namanya

[02:42:14] aset untuk dirinya. Bahkan orang sakit

[02:42:16] sekalipun pasti ada tubuh yang

[02:42:19] disediakan oleh Allah untuk melawan

[02:42:21] sakit itu.

[02:42:23] Karena itu jangan tanya

[02:42:26] masalahnya. Tanyalah pada

[02:42:30] ee tanyalah pada

[02:42:33] potensi yang dimilikinya.

[02:42:36] Ini ada yang mengganggu ya. Kenapa

[02:42:38] dicoret-coret ini? Tolong dihentikan

[02:42:42] teman-teman yang ganggu.

[02:43:01] Nah,

[02:43:03] karena itu yang perlu kita lakukan

[02:43:05] adalah bagaimana memunculkan kesadaran

[02:43:07] dan pengakuan atas kekuatan dan aset

[02:43:10] yang dimiliki masyarakat itu.

[02:43:13] Jangan kalian justru terpengaruh pada

[02:43:17] masyarakat itu selalu mengeluh padahal

[02:43:20] mereka punya

[02:43:23] semuanya.

[02:43:26] Nanti Anda ke Bondowoso pasti akan

[02:43:29] mengeluh ini dan itu. Tetapi yang Anda

[02:43:30] lihat bahwa masyarakat Bondowoso itu

[02:43:32] masyarakat yang sangat

[02:43:35] dikaruniai alam yang luar biasa. Sawah

[02:43:38] yang subur,

[02:43:41] tanah yang subur,

[02:43:44] hutan yang menyediakan air,

[02:43:47] sumber air yang sangat jernih, udara

[02:43:50] yang bersih. Semuanya ada di sana.

[02:43:53] Ada yang di Pasuruan juga ada begitu.

[02:43:55] Nanti masyarakat akan mendapat di Ngawi

[02:43:59] juga begitu.

[02:44:01] Jadi luar biasa nanti menyediakan bahkan

[02:44:04] yang di Lamongan wilayah yang banjir itu

[02:44:08] pun banyak potensi-potensi yang luar

[02:44:09] biasa.

[02:44:11] Jadi air yang tersedia di Lamongan

[02:44:14] dengan banyaknya air itu maka ada

[02:44:16] tambak-tambak yang menjadi hidupnya

[02:44:20] untuk penghidupan mereka. Ada tambak

[02:44:23] bandeng, ada tambak udang.

[02:44:26] Wah, kaya-kaya orang rasa. Nah, karena

[02:44:28] itu lihatlah potensi yang dimilikinya

[02:44:30] itu. Jangan melihat masalahnya.

[02:44:34] Nah, cara membangun kesadaran seperti

[02:44:36] apa sekarang? Caranya dengan cara

[02:44:39] menumbuhkan yang disebut dengan

[02:44:42] appreciative inquiry.

[02:44:45] Menumbuhkan masyarakat melalui cara

[02:44:49] apresiatif.

[02:44:51] mengapresiasi

[02:44:53] kesuksesan hidup mereka. Ju

[02:44:59] meremehkan

[02:45:00] sekecil apapun aset yang dimiliki

[02:45:02] masyarakat itu pasti merupakan sesuatu

[02:45:06] yang berharga. Karena itu kita

[02:45:08] apresiasi.

[02:45:10] Datang ke sawah ketemu orang sedang

[02:45:12] memanen padi, maka jangan ditanya, "Pak,

[02:45:17] apakah ini terkena terkena hama dan

[02:45:19] sebagainya?" Jangan. Tapi berilah

[02:45:22] apresiasi dari hasil kerjanya mereka.

[02:45:25] Luar biasa Bapak hari ini panen.

[02:45:28] Alhamdulillah tanamnya bagus sekali

[02:45:30] nampaknya ini. Tentu ketika Anda

[02:45:32] apresiasi itu mereka akan merasa

[02:45:35] bersyukur. Alhamdulillah Mas panen ini.

[02:45:38] Apalagi sekarang harga sedang naik

[02:45:40] karena dolar naik gitu. Nah itu menarik

[02:45:44] munculkan aset. Karena itu

[02:45:47] ABCD ini fokusnya pada bagaimana

[02:45:50] mengatasi eh mengamati sukses di masa

[02:45:52] lampau. Namun sukses story. Jadi

[02:45:55] analisisnya ke sana. Setiap orang

[02:45:57] memutuskan apa yang diinginkan.

[02:46:00] Artinya apa? Orang itu punya pengalaman,

[02:46:03] punya keinginan dan bagaimana Anda

[02:46:06] menemukan menemukan aset yang tersedia

[02:46:09] secara komprehensif dan partisipatif.

[02:46:12] Gimana Anda menemukan aset-aset itu

[02:46:14] secara baik, secara lengkap. Nanti saya

[02:46:16] jelaskan bagaimana aset-aset apa saja.

[02:46:19] Mengapresiasi aset yang paling

[02:46:21] bermanfaat saat itu. Artinya apa? Ketika

[02:46:23] ada di masyarakat menemukan aset dan itu

[02:46:27] jangan diremehkan semua berdiri. Orang

[02:46:29] jual pecel berarti dia luar biasa dengan

[02:46:32] karya pecelnya. Orang jual kerupuk

[02:46:35] sambal kita apresiasi bagaimana orang

[02:46:38] bisa hidup dengan kerupuk dan sambal.

[02:46:40] orang jual es, keliling dan sebagain

[02:46:43] sebagainya kita apresiasi

[02:46:46] kecil apapun upaya yang dilakukan oleh

[02:46:47] masyarakat sebagai sebuah tindakan

[02:46:49] mengembangkan potensi asetnya kita apias

[02:46:55] rencana aksi di pada mobilisasi aset

[02:46:57] yang ada semaksimal mungkin. Jadi

[02:46:58] kegiatan kita fokusnya harus pada aset

[02:47:02] yang ada itu untuk dijadikan sebagai

[02:47:04] aksi program.

[02:47:06] Jangan mengada-ada mencari aset dari

[02:47:08] luar.

[02:47:10] Contoh umpama ini harus beri di Surabaya

[02:47:12] bahan ini enggak bisa di sini. Itu ada

[02:47:14] mengada-ada. Kalau bisa apa yang ada di

[02:47:17] situ cukup di situ aja.

[02:47:21] Membebaskan energi dan kewenangan setiap

[02:47:23] aktor untuk bertindak dengan ragam cara.

[02:47:25] Artinya apa? Masyarakat di dalam

[02:47:28] menyelesaikan atau mengembangkan asetnya

[02:47:30] itu kita dorong dengan berbagai macam

[02:47:32] cara. Dengan cara kreatif ya. Jangan

[02:47:35] cara-cara konvensional. Kalau kalau bisa

[02:47:38] cara-cara kreatif

[02:47:41] dan kalian dan masyarakat berkolaborasi

[02:47:43] untuk saling berkontribusi dan

[02:47:45] bertanggung jawab untuk mencapai sukses

[02:47:47] bersama. Ini filosofinya

[02:47:51] ee ABCD. Karena itu aset tidak peduli

[02:47:54] petapon sedikitnya adalah merupakan

[02:47:57] sumber daya yang bergerak dalam

[02:47:58] kehidupan, modal untuk memunculkan rasa

[02:48:00] keterlibatan dan keemanan dalam hidup

[02:48:03] kemampuan untuk bertindak. Motivasi

[02:48:04] untuk bertanggung jawab dan bermanfaat.

[02:48:07] Irunasuminas.

[02:48:09] Sebaik-baik manusia adalah bermanfaat

[02:48:10] untuk manusia yang lain. Di sinilah,

[02:48:12] Teman-teman, bahwa kita punya

[02:48:16] kemampuan untuk mendorong masyarakat

[02:48:19] agar mereka sadar mereka masih hidup,

[02:48:22] masih memiliki kapasitas, masih bisa

[02:48:24] bernaapas, masih bisa bergerak, masih

[02:48:26] bisa untuk mengembangkan asetnya. di

[02:48:28] masa sekarang yang dianggap sulit ini,

[02:48:31] kondisi apapun kita masih luar biasa

[02:48:33] dibanding kondisi teman-teman kita yang

[02:48:35] ada di Gaza, kondisi saudara kita yang

[02:48:38] ada di Suda, kondisi saudara-saudara

[02:48:40] kita yang mengalami kesulitan di

[02:48:42] tempat-tempat yang lain, tapi kita masih

[02:48:45] bisa bergerak dan sebagainya ini. Nah,

[02:48:48] karena itu aset adalah cerita sukses,

[02:48:52] kapasitas

[02:48:54] kehidupan apa bakat, keterampilan

[02:48:57] individu itu aset aset, asosiasi dan

[02:48:59] jaringan sosial, lembaga lokal,

[02:49:03] infrastruktur,

[02:49:04] sumber daya alam, sumber daya keuangan,

[02:49:07] aset sosial budaya itu semua aset.

[02:49:11] Jadi

[02:49:13] ada aset yang kelihatan, ada yang tidak

[02:49:15] kelihatan.

[02:49:17] yang kelihatan alam, infrastruktur,

[02:49:20] gedung dan sebagainya. Fisik itu adalah

[02:49:22] aset. Tapi masyarakat punya cerita,

[02:49:26] punya sejarah,

[02:49:28] masyarakat punya pengalaman, masyarakat

[02:49:30] punya keterampilan, semua enggak

[02:49:32] kelihatan itu. Masyarakat ada yang

[02:49:36] bersatu, bergotorong, bertoroyong, punya

[02:49:38] empati, punya ee tradisi dan sebagainya

[02:49:42] itu adalah asik yang tidak biarkan. Nah,

[02:49:44] itu harus dianalisis dan nanti menjadi

[02:49:47] sumber-sumber inspiratif untuk

[02:49:49] berkegiatan.

[02:49:52] Kapasitas dan bakat seperti ini.

[02:49:54] Kesehatan, nutrisi, pendidikan,

[02:49:55] pengetahuan, keterampilan, kapasitas

[02:49:56] bekerja, kapasitas berhabilitasi,

[02:49:58] penguasaan informasi itu aset semua

[02:50:02] ya. Aset manusia contohnya ada tiga.

[02:50:06] Head, hand, H.

[02:50:09] Kecerdasan,

[02:50:11] aktualitas,

[02:50:13] inovasi. Di sini ada contohnya Pak Guru,

[02:50:17] para kiai, para ustaz,

[02:50:21] para cendikiawan,

[02:50:23] kepala desa dan sebagainya yang punya

[02:50:25] mik pintar memimpin itu kan kecerdasan

[02:50:29] emosional, kedersan intelektual.

[02:50:33] Nah, para pekerja punya keterampilan

[02:50:35] keahlian. Tukang kayu, tukang batu,

[02:50:38] petani,

[02:50:40] ahli masak, bikin ee kerajinan-kerajinan

[02:50:43] pandai besi, kerajinan kayu, kerajinan

[02:50:46] bambu dan sebagainya.

[02:50:48] Kealian berjualan, keahlian menawarkan

[02:50:50] barang, itu kealihanalian hand maupun

[02:50:52] head maupun H. Ya, kalau dari asek hati,

[02:50:57] kasih sayang, empati, simpati, memiliki

[02:51:00] rasa memiliki, rasa tanggung jawab, rasa

[02:51:03] bersaudara dan sebagain dan sebagainya

[02:51:05] ini adalah aset manusia.

[02:51:08] Aset alam, tanah, air, sungai, pohon,

[02:51:11] hutan,

[02:51:13] warga satwa, tumbuhan liar,

[02:51:16] di dalam hayati, udara, panas, matahari,

[02:51:18] laut, dan sebagainya. Ini juga aset

[02:51:23] sosial, jaringan dan koneksi, sistem

[02:51:25] lindungan, kekerabatan, hubungan

[02:51:27] kepercayaan,

[02:51:28] kelompok formal nonformal itu sosial

[02:51:30] semua. Contoh begini,

[02:51:33] kalau ada orang meninggal tetangga sama

[02:51:35] datang, mereka guy rukun, merawat

[02:51:39] jenazah, mensalat, memandikan, mensalat,

[02:51:41] kafani, mensalati, menguburkannya. Nah,

[02:51:44] itu aset sosial luar biasa.

[02:51:48] Kalau ada orang meninggal, masakat

[02:51:49] enggak peduli, enggak ada yang ngurus

[02:51:51] jenazah, nah sudah enggak karu-karuan

[02:51:53] itu. Tetapi masyarakat sekarang tetap

[02:51:56] masih sangat

[02:51:59] ee bersifat sosial ya.

[02:52:04] Fisik, jalan, jembatan, rumah, bangunan,

[02:52:09] gedung dan sebagainya itu energi,

[02:52:12] listrik, komunikasi

[02:52:15] fisik.

[02:52:17] Agama, budaya kesenian apa fisik? Fisik

[02:52:19] juga agama itu apa? Masjid, musala,

[02:52:21] gereja,

[02:52:24] ada tempat-tempat pertunjukan, tempat

[02:52:26] persenian.

[02:52:28] Jangan kaget nanti banyak tempat di sana

[02:52:29] ada sonhek,

[02:52:31] wilayah Pasuruan, Probolinggo,

[02:52:33] Bondowoso, ada sonhek. Nah, khas

[02:52:35] masyarakat itu

[02:52:42] aset ekonomi atau finansial aset.

[02:52:46] income, tabungan,

[02:52:49] ee

[02:52:51] gaji,

[02:52:53] upah-upah.

[02:52:55] Kalau masyarakat barangkali ada

[02:52:59] ee ekonomi apa? ada warung, ada toko,

[02:53:03] ada

[02:53:06] tempat penjualan apapun yang jadi inti

[02:53:09] dari aset ekonomi itu adalah ada

[02:53:12] transaksi-transaksi masyarakat yang

[02:53:13] terkait dengan ekonomi

[02:53:15] dengan uang.

[02:53:19] Kalau di kampung itu ada ATM berarti

[02:53:22] sudah maju itu

[02:53:24] ATM tidak harus ATM seperti di kampus

[02:53:27] kita kan. ATM barangkali lewat berlink

[02:53:30] itu BRI link itu kan ada di toko-toko

[02:53:32] itu. Itu juga aset yang luar biasa

[02:53:34] ekonominya.

[02:53:36] Nah,

[02:53:39] ini yang menurut saya menjadi contoh di

[02:53:42] mana kita bisa

[02:53:45] ee

[02:53:49] Nah, bagaimanakah

[02:53:51] KKN ini dilaksanakan

[02:53:55] ee

[02:53:57] ABCD dilaksanakan di KKNnya seperti apa?

[02:54:02] seperti ini.

[02:54:15] langkahnya

[02:54:21] discovery dream design divine destiny

[02:54:28] itu

[02:54:31] aset

[02:54:33] ini bisa minggu pertama minggu ketiga.

[02:54:38] Nah, saya sambil riset itu bagaimana

[02:54:40] kita

[02:54:42] membangun dream, membangun mimpi-mimpi

[02:54:46] masyarakat, harapan masyarakat.

[02:54:49] Kemudian dari mimpi itu kita bikin

[02:54:50] desain perencanaan atau perumusan masa,

[02:54:52] perumusan program yang strategis

[02:54:56] pengembangan aset.

[02:54:59] Kemudian kita bikin informasi program

[02:55:03] define dan destiny tercapailah tujuan

[02:55:06] itu.

[02:55:07] Nah, minggu pertama kita lakukan

[02:55:10] inkulturasi

[02:55:13] teman-teman.

[02:55:14] Minggu pertama besok ke lapangan tanggal

[02:55:17] 17 18 sampai di lokasi. Silakan sowan

[02:55:22] kepada tokoh masyarakat,

[02:55:25] sowan ke kiai, sowan ke

[02:55:29] ustaz, sowan ke guru, sowan kepada

[02:55:33] pengurus-pengurus lembaga ormas di

[02:55:36] masyarakat. Contoh umpama ada NU, ada

[02:55:38] Muhammadiyah ya. Sowani itu

[02:55:41] ya. Ya, Sowan tahu waktunya dong kapan

[02:55:44] kira-kira yang pas. Tanyalah kepada

[02:55:47] masyarakat siapa tokoh-tokohnya.

[02:55:50] Mintalah saran bagaimana mahasiswa KKN

[02:55:53] bersikap atau berdilaku atau berprogram

[02:55:55] di situ.

[02:55:57] Di sini Anda melakukan

[02:56:00] ee komunikasi awal dengan kelompok

[02:56:02] masyarakat ya. kemudian memahami situasi

[02:56:04] umum

[02:56:06] bikin kesepakatan-kesepakatan dengan

[02:56:08] kelompok-kelompok penggeraknya tadi ada

[02:56:09] bisa Muslimat, ada Fatayat, ada Aisiah

[02:56:12] dan sebagainya ya. Kemudian

[02:56:15] Anda bagaimana menemukan corpak

[02:56:18] tadi sama ya kalau PAR juga begitu.

[02:56:21] Temukan kelompok penggerak. Kalau di bab

[02:56:24] namanya corrup kelompok inti masyarakat

[02:56:26] yang biasa ngurusi kegiatan masyarakat

[02:56:30] biasanya makanya ada ada

[02:56:31] pengurus-pengurus itu ada PKK, ada

[02:56:34] Fatayat, ada Aisiah, ada Muslimat ya.

[02:56:38] Kelompok-kelompok nelayan, kelompok

[02:56:40] peternak, pedagang, kelompok tani ya itu

[02:56:43] juga bisa.

[02:56:45] Minggu kedua dan ketiga ini lakukan

[02:56:48] analisis terhadap

[02:56:50] aset. Bahkan pilih aset yang menjadi

[02:56:53] keunggulan yang kemudian dari aset ini

[02:56:56] akan dijadikan sebagai sebuah

[02:56:59] fokus yang diarahkan untuk dikembangkan.

[02:57:04] Contoh ini

[02:57:06] wawancara

[02:57:08] pendekatannya wawancara dan FD. Nah,

[02:57:11] sekali lagi sudah sampaikan tadi

[02:57:12] wawancaranya harus appreciative inquiry.

[02:57:15] Wawancara kita tidak bertanya

[02:57:17] masalahnya, tetapi bertanya

[02:57:18] keunggulannya,

[02:57:19] kelebihannya.

[02:57:22] Kita minggu kedua ini mapping aset

[02:57:24] sektoral

[02:57:26] dan analis potensi yang paling

[02:57:28] memungkinkan dapat dijadikan sebagai

[02:57:30] unggulan produk merumuskan unggulan aset

[02:57:34] untuk menjadi landasan dalam merancang

[02:57:35] program namanya low hanging fruit

[02:57:39] ya.

[02:57:41] Kemudian minggu keempat merancang

[02:57:43] program,

[02:57:45] merumuskan

[02:57:47] ee program unggulan yang berbasis pada

[02:57:50] aset.

[02:57:53] Menyusun langkah-langkahnya nanti ke

[02:57:54] mana kita mobilisasi aset itu

[02:57:58] harus nyambung dengan aset tetap

[02:57:59] manusia, alam, prosil dan sosial budaya.

[02:58:04] kita susun pengurusnya,

[02:58:08] kita susun

[02:58:10] ee program yang akan dilaksanakan itu

[02:58:12] stakeholder yang memungkinkan untuk di

[02:58:16] jadikan sebagai mitra di mana saja gitu

[02:58:20] aja. Dan minggu kelima kita aksi ya

[02:58:25] akan kegiatan aksi

[02:58:27] bisa dengan pelatihan-pelatihan

[02:58:29] edukasi-edukasi kamp-kamp simulasi kalau

[02:58:32] SDM selalu begitu.

[02:58:34] Aspek manusia selalu menggunakan

[02:58:36] pelatihan, edukasi, kampanye,

[02:58:39] dan mohon tidak menggunakan istilah satu

[02:58:41] ini penting apa? Sosialisasi.

[02:58:46] Mohon tidak menggunakan istilah

[02:58:48] penyuluhan.

[02:58:49] Halo, mohon perhatian. Tidak menggunakan

[02:58:53] istilah solisialisasi dan penyuluhan

[02:58:56] karena itu hukun ranah kita.

[02:58:58] Orang kampus selalu menggunakan

[02:59:00] pendekatan pendampingan dengan cara

[02:59:03] pelatihan,

[02:59:04] edukasi, kampanye atau simulasi.

[02:59:08] Simulasi berpraktik.

[02:59:10] Contoh umpama kita praktik membuat

[02:59:13] makanan tambahan balita.

[02:59:16] Nah, ini namanya simulasi sebenarnya.

[02:59:20] praktik pembuatan

[02:59:23] ee kompos dari kotoran hewan atau dari

[02:59:27] sampah keluarga. Nah, itu ee

[02:59:32] juga bagian dari kegiatan yang sifatnya

[02:59:34] SDM.

[02:59:36] Yang kedua, kelembagaan sosial.

[02:59:39] kepengurusan-kepengurusan dari sebuah

[02:59:40] lembaga yang kita inginkan harus ada

[02:59:44] sama dengan par tadi ya terkait dengan

[02:59:45] ini tetap supaya berlanjut bikin susunan

[02:59:49] pengurus.

[02:59:51] Apakah urusan ekonomi ada pengurusnya?

[02:59:53] Iya sama. Jadi memang kita kalau bikin

[02:59:56] kelompok usaha UMKM masyarakat kita

[02:59:59] dorong bikin UM kita latih dan

[03:00:01] sebagainya. Nah nanti bikin pengurusnya

[03:00:02] namanya kelompok usaha bersama.

[03:00:09] untuk organisasi. Kenapa demikian ya?

[03:00:11] Supaya ini berlanjut

[03:00:13] infrastrukturnya pengadaan alat dan

[03:00:15] bahan-bahan kegiatan

[03:00:17] itu ini bagian dari setiap kegiatan

[03:00:19] pasti ada namanya infrastruktur yang

[03:00:22] dibutuhkan. Nah, pengajian eh kebijakan

[03:00:25] kebijakan ini juga ada pengajuan

[03:00:27] peraturan desa, pembuatan SOP, pengajuan

[03:00:29] rencana program dan sebagainya. Nah, ini

[03:00:32] minggu kelima dan kelen

[03:00:35] inilah yang paling penting. Jadi, minggu

[03:00:37] keenam ini juga harus melakukan refleksi

[03:00:39] bersama, menganalisis,

[03:00:41] menyusun rapor kegiatan, memastikan

[03:00:43] tindak lanjut, memastikan tanggung jawab

[03:00:46] kepada masyarakat dan mempersiapkan

[03:00:48] persentasi kepada pemerintah desa dan

[03:00:49] kabupaten. J teman-teman setelah Anda

[03:00:52] KKN

[03:00:53] pakaian ini tidak cukup hanya

[03:00:55] dilaksanakan setelah itu pulang gak,

[03:00:56] tetapi harus ada presentasi hasil

[03:00:59] dalam bentuk media.

[03:01:02] pada pihak kecamatan bedanya sebelum

[03:01:04] pulang. Jadi kalau pulangnya tanggal 25

[03:01:07] maka presentasinya tanggal 24 di

[03:01:10] kecamatan. Kalau peluangnya tanggal 24

[03:01:12] maka presentasinya tanggal 23 dikesan.

[03:01:17] Sehingga ketika Anda pulang tidak perlu

[03:01:19] pamit, cukup pamit waktu presentasi

[03:01:21] saja.

[03:01:24] Nah, indikator keberhasalan lokal

[03:01:27] keberhasilan program itu adalah

[03:01:29] munculnya kelembagaan baru,

[03:01:31] mukya lokal leader,

[03:01:34] munculnya kesadaran masyarakat dan

[03:01:36] munculnya kebijakan baru.

[03:01:40] ini kalau bisa

[03:01:44] dipahami betul supaya nanti keberhasilan

[03:01:47] itu apa, sudah dibangun lembaganya,

[03:01:50] sudah dilatih masyarakatnya,

[03:01:53] sudah diadakan infrastrukturnya, sudah

[03:01:56] ada kebijakannya, ya itu baru dikatakan

[03:01:59] berhasil.

[03:02:04] Kemudian

[03:02:07] teman-teman jangan lupa bikin laporannya

[03:02:09] ini.

[03:02:16] Arkel jurnal

[03:02:20] video populer. Ada tiga tagihannya ya.

[03:02:24] Ada empat sebenarnya berita ya.

[03:02:36] Nah, jadi laporan KKN itu menyangkut

[03:02:39] empat aspek. Laporan kegiatan hasil

[03:02:41] risetnya dalam bentuk buku yang berisbn

[03:02:43] atau QRJBN.

[03:02:45] Kemudian artikel jurnal ilmiah.

[03:02:47] Teman-teman bisa menerbitkan di jurnal

[03:02:49] manapun

[03:02:51] yang penting tidak berbayar.

[03:02:55] Dan yang penting ini

[03:02:58] jangan setelah diupload

[03:03:00] ditinggal.

[03:03:02] Ketika dapat ee email dari jurnal yang

[03:03:07] ada, Anda tidak lanjutkan gak boleh. Itu

[03:03:10] sempat tahun 2023 itu kita di blacklist

[03:03:13] dari banyak jurnal karena apa? Banyak

[03:03:15] mahasiswa ngirim submit

[03:03:18] tulisan setelah di apa diminta

[03:03:23] revisi hasil dari pemahaman review maka

[03:03:30] revisi itu tidak dijalankan. Jadinya

[03:03:32] apa? Jadinya ya kecewa pihak jurnal

[03:03:34] akhirnya kita di blacklist. Nah,

[03:03:36] Teman-teman kalau bisa jangan kejakan

[03:03:38] ini jurnalnya terus video populernya

[03:03:42] seperti yang saya tayangkan tadi atau

[03:03:43] saya tangkan habis ini ya. Kemudian

[03:03:45] berita di media lokal atau nasional

[03:03:47] berita apa? berita kegiatan Anda

[03:03:50] kolaborasi mahasiswa UIN6 dengan

[03:03:52] masyarakat dalam

[03:03:55] berkegiatan di KKN kelompok mana ini

[03:03:58] bisa Anda ee dapatkan nanti dari dosen.

[03:04:09] Oke, ini pendekatan ABCD

[03:04:11] sudah saya kira ada pertanyaan silakan.

[03:04:23] Mohon izin bertanya, Bapak.

[03:04:26] Silakan.

[03:04:28] Untuk laporannya itu kan membuat buku,

[03:04:31] jurnal, video, sama berita. Untuk

[03:04:35] bukunya apakah wajib ISBN atau hanya

[03:04:38] menyusun bentuk buku saja dan apakah

[03:04:41] jurnalnya nanti wajib sampai publish

[03:04:43] atau mendapatkan Lowa atau bagaimana,

[03:04:45] Bapak? Terima kasih

[03:04:47] ya. Semua harus sampai tuntas ya.

[03:04:51] Seperti buku ini. Ini laporan

[03:04:58] nanti akan saya beri link untuk

[03:05:00] buku-buku itu. Laporan 8 tahun yang

[03:05:03] lalu. Jangan sama persis laporan yang

[03:05:05] lalu lalu. Ya, tentu harus ada berbeda

[03:05:10] karena tentu buku ini hal yang penting

[03:05:13] bagi kita.

[03:05:15] kerja-kerja Anda di lapangan dengan data

[03:05:17] yang melimpah tidak Anda publikasikan

[03:05:20] dalam bentuk buku yang berisbn atau

[03:05:23] bercbn maka rugi juga ya. Harapan saya

[03:05:27] teman-teman juga menyusun buku itu

[03:05:29] tagihan sebagaimana semula seperti juga

[03:05:32] tahun-tahun sebelumnya

[03:05:34] buku ini upayakan berbn atau berkcbn ya

[03:05:38] supaya punya nilai. Yang kedua,

[03:05:41] artikel jurnal.

[03:05:43] jurnalis bukan hanya saya cukup submit

[03:05:46] saja, tapi sudah sampai ada loa-nya dan

[03:05:50] kalau mungkin waktunya enggak cukup,

[03:05:52] cukup. Kenapa? Ini satu semester. Jadi

[03:05:54] Anda KKN ini kan belum belum program kan

[03:05:58] KKN. Setelah KKN ini Anda harus masuk

[03:06:01] kelas kuliah semester 7 tidak boleh

[03:06:05] cuti.

[03:06:07] Kalau ada cuti enggak bisa dinilai.

[03:06:10] Nah, nanti Anda mengisi

[03:06:13] data KKN

[03:06:16] di Sinau

[03:06:18] kemudian akan dinilai bersamaan dengan

[03:06:20] UAS semester

[03:06:24] 7.

[03:06:26] Jadi, jadi KKN dilaksanakan di semester

[03:06:29] 6, programnya semester 7. Karena itu

[03:06:32] kalau teman-teman habis KKNI tidak

[03:06:35] kuliah atau cuti maka hilang nilainya.

[03:06:40] Nah, sekali lagi teman-teman tidak boleh

[03:06:41] judi, harus masuk semester 7 dan nanti

[03:06:44] memprogram masukkan KRS semester 7 itu

[03:06:47] program KKM nanti akan diai oleh

[03:06:50] dosennya pada waktu UAS.

[03:06:53] Yang kedua, pengalaman sebelumnya banyak

[03:06:56] mahasiswa yang nelewer

[03:06:59] tidak ngurusi nilai KKN.

[03:07:02] Jadi nilai KK gak keluar itu di KRS

[03:07:05] KHS-nya itu dia diam saja enggak diurus

[03:07:08] harus segera diurus

[03:07:10] kepada siapa? Kepada DPL-nya barangkali

[03:07:13] cara ngisinya salah sehingga gak keluar

[03:07:16] banyak itu banyak. Jadi mahasiswa ngisi

[03:07:19] data salah padahal sudah saya beri

[03:07:21] panduannya

[03:07:23] banyak ngisi data salah kemudian enggak

[03:07:25] keluar

[03:07:26] DPH juga enggak ngisi karena tidak

[03:07:28] muncul di sinaunya maka sama-sama

[03:07:32] nak gak nyambung DPL-nya enggak ngerti

[03:07:35] mahasiswanya enggak ngerek hari ini ada

[03:07:38] lagi satu mahasiswa yang mau mau ngurus

[03:07:43] nilai ujian eh nilai nililai KKN karena

[03:07:45] mau ujian skripsi

[03:07:47] ya sudah telat karena apa? Masa semester

[03:07:50] 7 itu sudah tutup, sudah masuk semester

[03:07:53] 8, maka sinau yang semester 7 juga sudah

[03:07:56] ditutup, dikunci, kita enggak bisa nilai

[03:07:59] lagi.

[03:08:00] Akhirnya enggak keluar nilainya, enggak

[03:08:02] bisa dinilai kacau kan gitu. Teman-teman

[03:08:06] sekali lagi untuk penilaian

[03:08:09] KKN itu dilaksanakan di semester 7

[03:08:14] berbarengan dengan UAS semester 7.

[03:08:19] Nah, adapun unsur apa saja yang dinilai

[03:08:22] KKN itu? Ya, satu mulai dari pembekalan.

[03:08:28] Jadi ikut pembekalan gak? Gimana absesi

[03:08:31] pembekalannya? Yang kedua

[03:08:34] adalah proses lapangan. Apakah kegiatan

[03:08:38] KKN di lapangan itu mahasiswa berproses

[03:08:40] dengan benar atau tidak? Nanti akan

[03:08:41] diawasi oleh Kepala desa. Kepala desa

[03:08:44] itu sebagai dosen pamo.

[03:08:46] Mahasiswa mana yang aktif, mahasiswa

[03:08:48] mana yang pasif kelihatan. Nanti para

[03:08:51] kepala desa akan mendapatkan memberikan

[03:08:52] data kepada dosen DPL-nya. Kemudian

[03:08:56] dosen DPL memberikan nilai atau dasar

[03:08:59] laporan dari ee kepala desa untuk

[03:09:02] terkait dengan proses aktivitas

[03:09:03] sehariannya. Kemudian dosen juga akan

[03:09:06] menilai hasil

[03:09:09] laporannya.

[03:09:10] Nah, sebelum dosen menilai hasil

[03:09:13] laporannya itu nanti kalian akan

[03:09:15] presentasi di depan saya LPM

[03:09:20] satu persatu tiap kelompok sebanyak 200

[03:09:24] atau 300 kelompok ini akan presentasi di

[03:09:26] depan saya selama ya masing-masing

[03:09:29] minimal 10 15 menit lah. Nanti akan

[03:09:32] diberi masukan terkait dengan videonya,

[03:09:36] bukunya, maupun jurnalnya.

[03:09:39] Setelah itu diperbaiki terus dicetak

[03:09:44] untuk bukunya.

[03:09:46] Kita mau sampaikan hasil buku itu kepada

[03:09:50] pihak kabupaten.

[03:09:52] Desa akan dapatkan, kecamatan dapatkan,

[03:09:55] dan kabupaten mendapatkan dan kampus.

[03:09:57] Jadi empat ya dicetak empat. satu dos,

[03:10:00] satu untuk kampus, satu untuk kabupaten,

[03:10:04] dua eh tiga untuk satu lagi untuk

[03:10:07] kecamatan dan yang terakhir untuk desa.

[03:10:09] Jadi desa nanti akan mendapatkan buku

[03:10:11] cetakan Anda itu dalam bentuk cetakan

[03:10:14] ya. Yang kedua kalau yang terkait dengan

[03:10:20] jurnal, nah nanti hasil jurnalnya

[03:10:22] setelah setelah ee terbit, setelah

[03:10:26] publish, nah kita dapatkan aksesnya

[03:10:31] nanti akan kita jadikan ee sebagai

[03:10:35] bagian dari akreditasi untuk tiap prodi,

[03:10:37] tiap fakultas, bahkan akreditasi

[03:10:39] perguruan tinggi.

[03:10:41] Semakin Anda publikasi di jurnal semakin

[03:10:44] baik untuk kepentingan perguruan tinggi

[03:10:46] keunggulan kita itu karena kita masih

[03:10:48] kalah jauh dengan UIN Jakarta, UIN

[03:10:52] Acehri

[03:10:54] maupun UN Bandung. Dari sisi

[03:10:57] publikasi ilmiahnya kita sangat. Makanya

[03:11:00] Pak Rektor berkepentingan atau kita

[03:11:02] semua berkepentingan agar kita menjadi

[03:11:05] buan tinggi setara dengan buan tinggi

[03:11:07] yang lain bahkan lebih tinggi dengan

[03:11:09] syarat konsekuensinya adalah publikasi

[03:11:13] harus banyak apalagi publikasi yang

[03:11:17] berreputasi ya Scopus atau Sintar.

[03:11:25] Apakah ada update terkait dengan

[03:11:27] perbindaan lokasi? Ada update ya.

[03:11:30] yang kemarin ngajukan tapi belum silakan

[03:11:32] hubungi Pak Danang ya.

[03:11:35] Ada pertanyaan lagi silakan kita masih

[03:11:37] banyak punya waktu sebentar ini.

[03:11:46] Oke, saya kira cukup. Silakan

[03:11:48] teman-teman

[03:11:50] bergabung dengan masing-masing

[03:11:53] kelompoknya

[03:11:55] dan yang penting ini nanti akan kita

[03:11:57] bikin grup.

[03:12:00] Tapi yang masuk grup hanya koordinator

[03:12:03] desa ya, Cordes.

[03:12:06] Nah, Cordes nanti bikin grup di

[03:12:07] masing-masing kabupaten.

[03:12:10] Jadi tidak satu grup semuanya gitu.

[03:12:11] Enggak. Di Kabupaten Bondowoso sendiri

[03:12:13] grupnya

[03:12:15] Proboling karena masalahnya beda-beda

[03:12:17] nanti. Sekarang beda-beda jadi bikin

[03:12:20] grup. Nah, kalian juga nanti akan bikin

[03:12:21] grup bersama dengan camat, lurah se

[03:12:26] kecamatan masing-masing.

[03:12:28] Nah, kalau dari kami kita bikin grup

[03:12:31] dari masing-masing kabupaten, tiap

[03:12:34] kabupaten ya, Surabaya, Ngawi dan

[03:12:37] sebagainya kita grup.

[03:12:39] Karena itu teman-teman tolong hubungi

[03:12:41] DPL-nya dan menyetorkan ee WA-nya. Nanti

[03:12:47] kita bikin grup sesuai dengan DPL

[03:12:50] masing-masing.

[03:12:51] Oke, saya kira cukup. Mari kita tutup

[03:12:53] kegiatan ini dengan doa mudah-mudahan

[03:12:56] Allah memberikan kemudahan dalam proses

[03:12:58] KKN. Bismillah. Mudah-mudahan Allah

[03:13:01] memberikan rida kegiatan kita untuk

[03:13:03] menganti masyarakat, teman-teman bisa

[03:13:06] banyak kemudahan di lapangan dan

[03:13:09] mendapatkan

[03:13:10] ee

[03:13:12] nilai yang terbaik untuk

[03:13:16] untuk KKM ini. Sudah saya jelaskan tadi

[03:13:18] poskunya. Silakan melihat video

[03:13:20] rekamannya di YouTube. Bagi teman-teman

[03:13:22] yang tidak tidak

[03:13:25] lengkap penjelasan saya diterima,

[03:13:27] silakan melihat ulang di YouTube ya. Ini

[03:13:30] posisinya di streaming YouTube.

[03:13:32] Allahumma sholli wasallim wabarik ala

[03:13:34] sayyidina Muhammad sayidil awalin

[03:13:36] akhirin wasallimallahu taala

[03:13:39] ashamdulillahabbilamin

[03:13:41] hamdakirin hamdimin

[03:13:46] yaakalam

[03:13:53] allahumma antabi ilahailla anta

[03:14:08] Allahumana

[03:14:14] Allahummaun

[03:14:17] ak Allahumana

[03:14:24] Allahiai

[03:14:29] Allah

[03:15:03] Muhammadambilamin.

[03:15:08] Alfatihah.

[03:15:16] Ee sebelum saya tutup, ada pesan yang

[03:15:18] penting, Teman-teman. Yang pertama,

[03:15:21] kalian ke lapangan itu adalah atas nama

[03:15:25] negara, atas nama kampus negeri, atas

[03:15:28] nama negara. Artinya berjuang, bekerja

[03:15:30] di lapangan untuk kepentingan bangsa.

[03:15:33] Karena itu teman-teman jangan takut.

[03:15:36] Jangan takut di lapangan nanti. Karena

[03:15:39] kamu berjalan di lapangan atas nama

[03:15:41] negara. Jangan takut, jangan khawatir.

[03:15:45] Nanti kita curigai gak? Anda bekerja di

[03:15:47] lapangan itu ada izinnya. Sudah melalui

[03:15:51] proses formal izin dan sebagainya.

[03:15:53] Karena itu teman-teman jangan takut

[03:15:55] menghadap kepala desa, Pak Camat dan

[03:15:57] sebagainya itu ada haknya untuk

[03:16:00] menghadap. Jangan takut. Yang kedua juga

[03:16:05] harus hati-hati. Tetap harus hati-hati

[03:16:08] di lapangan ee teman-teman juga harus

[03:16:10] menjaga

[03:16:12] hati-hati. Itu dalam arti ee tidak boleh

[03:16:16] sembarangan ngomong, tidak boleh

[03:16:18] sembarangan ngomong di media apalagi ya.

[03:16:22] Saya saya pesan sekali yang penting

[03:16:24] teman-teman jangan mengupload di media

[03:16:27] sosial aktivitas negatif apapun atau ee

[03:16:32] fakta-fakta negatif apapun. Umpama

[03:16:34] sampah kamu potret kemudian kamu upload

[03:16:36] gak boleh. Kalau itu masalah

[03:16:40] jangan di-upload,

[03:16:42] dianalisis, didiskusikan, bahkan cari

[03:16:45] jalan keluarnya ya. Jangan meng-upload

[03:16:48] hal-hal negatif di lapangan. Nanti kalau

[03:16:51] ada apa-apa kamu dituntut oleh

[03:16:52] masyarakat dan kepala desa, kamu bisa

[03:16:55] terusir dari desa itu. Kalau ada hal

[03:16:58] yang cipnya kamu melakukan tindakan

[03:17:00] tindakan mencemana baik masyarakat

[03:17:02] maupun baik kampus, kamu bisa ditarik

[03:17:05] dari lapangan dan tidak lulus kuliahnya

[03:17:09] ya. Tidak lulus KKN-nya maksud saya ya.

[03:17:12] Teman-teman harus jaga nama baik ini.

[03:17:14] Jaga ee perasaan masyarakat juga. Jangan

[03:17:18] bikin heboh di masyarakat dengan

[03:17:20] menyinggung persoalan-persoalan yang

[03:17:22] negatif. Ya, kamu datang ke lapangan

[03:17:24] tahu-tahu ah desa welek. Lah jangan,

[03:17:26] jangan, jangan bicara-bicara yang

[03:17:28] negatif. Apalagi itu di-upload di media

[03:17:31] sosial ya. Lakukan hal positif di

[03:17:34] lapangan. Sampaikan kepada masalah hal

[03:17:37] positif. Anda adalah duta UINsa. Karena

[03:17:41] itu bawa nama baik UINA. Duta-duta UINsa

[03:17:45] membawa nama baik UINsa.

[03:17:48] Ajak masyarakat bila perlu kuliah di Wi

[03:17:52] begini yang perlu saya tekankan juga

[03:17:54] masyarakat itu banyak yang berharap

[03:17:57] anak-anaknya bisa sekolah lanjut,

[03:17:59] anak-anaknya itu bisa punya cita-cita

[03:18:01] tinggi, bisa sekolah dan sebagainya dan

[03:18:03] sebagainya. bangun mereka punya impian

[03:18:07] besar ya mereka bisa

[03:18:12] kuliah lanjut itu itu juga salah satu

[03:18:15] titipan saya. Selanjutnya Anda tolong

[03:18:19] jaga nama baik Winsa itu menjaga juga

[03:18:22] pergaulan laki perempuannya dijaga.

[03:18:25] Jangan sampai terlihat bebas.

[03:18:28] Pakai kerudung yang perempuan laki-laki

[03:18:30] pakai menutup aurat yang serius. Jangan

[03:18:33] katok pendek kaos kotan ya. Ini

[03:18:37] teman-teman ya jangan pakai kaos anu

[03:18:40] kaos apa pakai pakaian pendek ya. Ya

[03:18:43] kenapa ya tidak sopan? Jangan pakai

[03:18:45] celana pendek kamu jangan kecuali mau

[03:18:48] olahraga di lapangan pakai celana

[03:18:51] olahraga gitu gak. Kalau di lapangan

[03:18:53] masyarakat ee teman-teman jangan pakai

[03:18:55] kantor pendek ya. Itu tutup auratnya

[03:18:57] harus dampak. Ini penting ya. Saya

[03:19:00] sarankan ini penting. Terus ini yang

[03:19:02] penting juga

[03:19:04] ada doa khusus. Kalau Anda ingin

[03:19:08] diterima masyarakat

[03:19:10] nanti doanya itu tanyalah kepada DPL-nya

[03:19:13] nanti tak kirim ke DPL masing-masing ya.

[03:19:16] Ada doa khusus bagaimana agar kalian

[03:19:19] bisa menaklukkan tanda petik masyarakat

[03:19:23] supaya Anda dapat kemudahan di

[03:19:25] masyarakat. Tanyalah DPL-nya nanti saya

[03:19:27] kirim doanya kepada DPL karena belum

[03:19:29] sempat saya tulis itu belum saya

[03:19:32] tuliskan nanti bisa teman-teman ee

[03:19:35] bertanya kepadanya. Itu saya kira ee

[03:19:38] permintaan saya. Terima kasih. Mari kita

[03:19:40] tutup ee acara kali ini dengan doa

[03:19:43] isigfar majelis.

[03:19:44] Bismillahirrahmanirrahim.

[03:19:46] Subhanakallahumma wabihamdika ashadu

[03:19:49] alla ilahailla

[03:19:51] astagfiruka wa atubu ilaik.

[03:19:53] Subhanakallahumma wabihamdika ashadu

[03:19:56] alla ilahailla anta astagfiruka waubik.

[03:19:59] Subhanakallahumma wabihamdika asadu alla

[03:20:02] ila an astagfirua

[03:20:05] inalina

[03:20:07] aman.

[03:20:11] Selamat bekerja, selamat belajar, semoga

[03:20:14] sukses, lancar, dan aman. Terima kasih.

[03:20:18] Wallahulik. Wasalamualaikum

[03:20:21] warahmatullahi wabarakatuh.

[03:20:24] Waalaikumsalam.

[03:20:25] Waalaikumsalam

[03:20:27] warahmatullahi

[03:20:29] wabarakatuh.

[03:20:29] Waalaikumsalam warahmatullahi

[03:20:30] wabarakatuh.

[03:20:32] Waalaikumsalam.

[03:20:34] Anda bisa lihat ee satu film video yang

[03:20:37] mungkin dapat jadi contoh KKN di

[03:20:42] yang kamu lakukan nanti.

[03:20:46] Ha,

[03:21:05] Gelagah merupakan salah satu desa yang

[03:21:07] berada di Kecamatan Pakuniran,

[03:21:09] Probolinggo, Jawa Timur. dengan luas

[03:21:12] wilayah sekitar 330 hektar dan penduduk

[03:21:15] sebanyak 4.373

[03:21:18] jiwa serta terbagi dalam tiga dusun

[03:21:21] yakni Dusun Kerajan, Nyato, dan Bukolan.

[03:21:25] Mayoritas mata pencarian utama

[03:21:27] masyarakatnya ialah pekerja penambang

[03:21:29] pasir dan batu, petani, pedagang, serta

[03:21:33] pegawai pemerintah dan swasta.

[03:21:36] Desa Gelagah berupaya keras mengatasi

[03:21:39] berbagai problem perempuan dan anak

[03:21:41] seperti stunting dengan menggalakkan

[03:21:43] kegiatan posyandu.

[03:21:46] Gelaga memiliki program ojek asmara yang

[03:21:48] menyediakan fasilitas antar jemput bagi

[03:21:51] anak balita dan ibu yang akan pergi ke

[03:21:53] posyandu.

[03:21:55] Dengan menggunakan metode par, terdapat

[03:21:57] beberapa problem yang masih ditemukan.

[03:22:00] Di antaranya masih kurangnya edukasi dan

[03:22:03] program terkait pola asuh berbasis anak.

[03:22:05] serta kurangnya pemahaman pola makan

[03:22:08] sehat. Kurangnya pemahaman orang tua

[03:22:10] terkait pola asuh berbasis anak seringki

[03:22:13] menyebabkan terjadinya bullying,

[03:22:15] kekerasan seksual, dan narkoba, terutama

[03:22:18] pada anak usia remaja.

[03:22:21] Setelah melaksanakan FCD dengan berbagai

[03:22:23] elemen masyarakat, ada empat hal yang

[03:22:25] kami jadikan visi utama, yaitu mencegah

[03:22:29] terjadinya stunting pada anak,

[03:22:32] meningkatkan pemahaman tentang pola

[03:22:34] makan sehat, memperkuat pola asuh

[03:22:36] berbasis anak, serta meningkatkan

[03:22:39] pemahaman dan pencegahan terhadap

[03:22:41] kekerasan seksual, bullying, dan

[03:22:43] penyalahgunaan narkoba.

[03:22:45] Maka dari itu, guna meningkatkan

[03:22:48] semangat para ibu-ibu dan anak-anak Desa

[03:22:50] Gelagah, kami membuat dua program kerja

[03:22:53] yang kami sebut dengan Abis, Anak

[03:22:56] Berani, Ibu Senang, dan Imas, Ibu Masak,

[03:22:59] Anak Sehat.

[03:23:09] Program ABIS diinisiasi untuk mengatasi

[03:23:12] kurangnya edukasi tentang pola asuh

[03:23:14] berbasis anak. dengan penekanan khusus

[03:23:16] pada kebutuhan dan perkembangan anak.

[03:23:19] Serangkaian kegiatan ABIS memanfaatkan

[03:23:21] modifikasi metode emotional

[03:23:23] demonstration, yaitu menyampaikan pesan

[03:23:26] melalui alat peraga yang dapat

[03:23:27] mempengaruhi emosi dan perasaan anak.

[03:23:31] Kegiatan abis terdiri dari balon memori

[03:23:34] untuk disiplin anak tanpa kekerasan,

[03:23:37] ular tangga uhlabu atau ukhua lawan

[03:23:39] bullying, bola ketangkasan untuk melatih

[03:23:42] kefokusan dan kepercayaan diri anak. dan

[03:23:45] seminar terkait pencegahan kekerasan

[03:23:47] seksual, bullying, dan dampak penggunaan

[03:23:50] narkoba.

[03:24:06] Program IMAS merupakan program yang

[03:24:08] dibuat dalam upaya mencegah stunting dan

[03:24:11] meningkatkan pola asuh berbasis anak

[03:24:13] pada masyarakat. Kegiatan ini terdiri

[03:24:16] dari beberapa tahapan yang dirancang

[03:24:18] untuk memberdayakan para ibu muda dalam

[03:24:21] menyiapkan makanan sehat bagi anak-anak

[03:24:23] mereka yang berbasis potensi lokal Desa

[03:24:26] Gelagah, yaitu ikan lele.

[03:24:29] Di antaranya sosialisasi mengenai

[03:24:31] pemberian makanan tambahan dan edukasi

[03:24:34] pemanfaatan bahan pangan lokal serta

[03:24:36] lomba memasak udapan bagi ibu-ibu hamil

[03:24:39] dan balita.

[03:24:41] Sehingga anak-anak tumbuh menjadi

[03:24:43] generasi yang sehat dengan pola makan

[03:24:45] yang baik, menerima pola asuh yang penuh

[03:24:48] kasih sayang dan bebas dari kekerasan.

[03:24:51] KKN 111

[03:24:54] Instagram.

[03:25:34] Ya, itu contoh ya yang menarik saya

[03:25:38] kira.

[03:26:00] Saya kira juga. Terima kasih.

[03:26:02] Asalamualaikum warahmatullahi

[03:26:03] wabarakatuh.

[03:26:07] Waalaikumsalam warahmatullahi

[03:26:09] wabarakatuh.

[03:26:09] Waalaikumsalam warahmatullahi

[03:26:10] wabarakatuh. Makasih

[03:26:40] ngopi Ngopi. Ngopi Guys,
