# Nasihat Dokter Tirta Buat Umur 20-an

https://www.youtube.com/watch?v=LCWsCEqAU8s
Translation: en

[00:00] Dokter Tirta enggak ngapa-ngapain.
  Doctor Tirta wasn't doing anything.

[00:01] Ah, gini aja itu viral tuh 2 juta visuh.
  Ah, this just went viral with 2 million views.

[00:07] Ngapain? Saya tuh enggak perlu apapun sekarang.
  Doing what? I don't need anything right now.

[00:08] Saya bisa nyombong di situ.
  I can brag about it there.

[00:10] Ini ngerekam aja 10 detik.
  This is just recording for 10 seconds.

[00:11] Dokter Tuta enggak ngapa-ngapain di Malaka.
  Doctor Tuta wasn't doing anything in Malaka.

[00:17] Dahah.
  Dahah.

[00:19] Tu sendiri kamu orang ngapain gua nonton pas itu gitu tapi viral.
  You yourself, what were people doing that I was watching that, it went viral.

[00:27] Rik bahas ini aja deh.
  Rik, let's just discuss this.

[00:30] Apa? Ee, Dok, sebagai unta orang yang sudah kepala sekarang umur 35 tahun dan secara finansial dianggap fine, belum sukses tapi fine.
  What? Uh, Doc, as a camel, a person who is already head, now 35 years old and financially considered fine, not yet successful but fine.

[00:37] Apa saranmu buat anak muda yang sekarang lagi menghadapi quarter life crisis?
  What is your advice for young people who are currently facing a quarter-life crisis?

[00:41] Ah, gitu-gitu dong aku loh.
  Ah, that's the kind of thing I like.

[00:43] Pecat kamu jadi kreatif kali kau.
  Fire you, you're probably too creative.

[00:48] Oke, asalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh.
  Okay, peace and blessings of Allah be upon you.

[00:49] Masih dengan saya cerita cita di konten kelas pakar kali ini.
  Still with me, Cita, in this expert class content.

[00:53] Dan kali ini saya akan membuat sebuah demotivasi alias motivasu.
  And this time I will create a demotivation, or rather, motivation.

[01:13] Karena tadi ada salah satu timnya Malaka berkata,
  Because earlier one of Malaka's team members said,

[01:15] "Tips apa yang bisa diberikan dokter sebagai pemuda yang sudah usia 35 tahunan kepada kami?
  "What tips can you give us, doctor, as a young person who is already 35 years old?

[01:19] Kami masih usia 20 sampai 25?
  We are still in our 20s to 25?

[01:23] Jawaban pertama adalah kalian harus tahu apa yang saya alami di usia 35 tahun."
  The first answer is you have to know what I experienced at 35 years old."

[01:28] Jadi di usia 35 tahun ini hidup saya sangat membosankan dan yang kedua kehidupan saya di medsos dengan dunia realita itu sangat berbeda.
  So at 35 years old, my life was very boring, and secondly, my life on social media was very different from reality.

[01:37] Itu dua hal itu dulu.
  Those are the two things first.

[01:40] Jadi mungkin teman-teman sempat dengar istilah be yourself.
  So maybe you've heard the term 'be yourself'.

[01:42] Be yourself itu di dunia kerja itu enggak ada gunanya.
  'Be yourself' is useless in the workplace.

[01:47] Jadi, kamu harus memiliki topeng yang kamu buat sesuaikan dengan tempat kerja atau tempat lingkunganmu.
  So, you must have a mask that you create and adjust to your workplace or your environment.

[01:54] Namanya positioning.
  It's called positioning.

[01:56] Jadi, semakin saya tua ketika saya sudah segini, saya tuh punya positioning kapan harus memajang topeng A, kapan harus memajang topeng B, kapan harus memajang topeng C.
  So, the older I get, when I'm like this, I have positioning on when to wear mask A, when to wear mask B, when to wear mask C.

[02:03] Dan di medsos itu kan saya hanya delivering message.
  And on social media, I'm just delivering a message.

[02:07] Branding saya di situ adalah sebagai pengusaha dan pebisnis, konsultan bisnis sama health edukator.
  My branding there is as an entrepreneur and businessman, a business consultant, and a health educator.

[02:12] Ya, jadi ya
  Yes, so yes

[02:15] sebatas itu aja.
  That's just about it.

[02:17] Sementara hidup saya membosankan tuh karena ini rutina saya ya.
  Meanwhile, my life is boring because this is my routine.

[02:21] Jadi saya tuh bangun pagi selalu olahraga, subuhan olahraga, latihan, habis itu sarapan, breakfast, habis itu kelarin meeting.
  So I wake up in the morning, always exercise, Fajr prayer, exercise, train, after that have breakfast, breakfast, after that finish meetings.

[02:28] Entah itu lewat delegasi, meeting digital, lalu siang kalau gabut olahraga lagi.
  Whether it's through delegation, digital meetings, then in the afternoon if I'm bored, I exercise again.

[02:32] Loh, kok bisa? karena sudah ada timnya framework-nya.
  Oh, how is that possible? Because there is already a team and a framework.

[02:34] Jadi di balik dokter TT yang bisa lari-lari itu ada framework yang sudah diteruskan oleh timnya dengan baik.
  So behind Dr. TT who can run around, there is a framework that has been well passed on by his team.

[02:40] Dan tenang, tim kantor saya tuh jam kerjanya mulai jam 11.00 siang sampai jam 10.00, bukan pagi-pagi.
  And relax, my office team's working hours start at 11:00 AM until 10:00 PM, not early in the morning.

[02:45] Jadi saya bisa memberikan kesempatan mereka untuk tidur lebih siang atau buat latihan juga.
  So I can give them the opportunity to sleep in later or to train as well.

[02:52] Terus sore sampai itu pulang rapat rapat rapat magrib sudah pulang family time tidur dan repeat seperti itu aja.
  Then in the afternoon until evening, it's going home, meetings, meetings, meetings, after Maghrib prayer, going home, family time, sleep, and repeat like that.

[02:56] Sementara kalau kehidupan medsos itu kan medsos saya publik ya.
  Meanwhile, if it's social media life, my social media is public.

[03:01] Kalau kalian medsosnya privat enak karena kalian bisa be yourself di situ.
  If your social media is private, it's nice because you can be yourself there.

[03:04] Tapi kalau publik itu saya harus filter apa yang bisa saya sampaikan kepada publik, apa yang tidak.
  But if it's public, I have to filter what I can convey to the public and what I cannot.

[03:11] Dan yang tahu realitanya aslinya Tirta seperti apa itu ada inner circle.
  And those who know the reality of what the real Tirta is like are in the inner circle.

[03:13] Jadi inner circle saya adalah teman-teman
  So my inner circle is friends

[03:16] terdekat saya di area Jogja yang sama
  My closest people in the same Jogja area

[03:19] Solo yang mengenal saya dari awal saya
  Solo who knew me from my early days

[03:21] SMA kuliah sampai sekarang dan keluarga
  high school, college until now and family

[03:23] terdekat saya sama pegawai sus care.
  my closest people at Sus Care employees.

[03:25] Jadi empat ccle ini yang akan tahu
  So these four circles will know

[03:27] aslinya saya kayak apa.
  what I'm really like.

[03:29] Nah, jadi buat teman-teman anak muda, apa yang bisa
  So, for you young people, what can

[03:31] kalian petik dari dua hal ini?
  you learn from these two things?

[03:33] Yang pertama membosankan.
  The first is boring.

[03:35] Jadi membosankan itu artinya stable.
  So boring means stable.

[03:38] Boring itu artinya stable.
  Boring means stable.

[03:39] Kecuali kalian pengangguran.
  Unless you are unemployed.

[03:41] Ya itu stable.
  Yes, that's stable.

[03:43] stabel nganggur.
  unemployed stability.

[03:43] Kalau saya tuh stabelnya memang settle
  If for me, the stability is indeed settled

[03:45] karena kita sudah dapat fixed income,
  because we already have a fixed income,

[03:48] bahkan pengeluarannya sudah tahu.
  even the expenses are known.

[03:50] Jadi fixed income dan fixed cost itu sudah
  So fixed income and fixed costs are already

[03:51] ketahuan.
  known.

[03:51] Jadi kita ya tahu bahwa bayar pajak bakal segini,
  So we know that paying taxes will be this much,

[03:54] nabung juga bakal segini,
  saving will also be this much,

[03:56] pengeluaran daruratnya bakal segini.
  emergency expenses will be this much.

[03:57] Itu boring.
  That's boring.

[03:57] Tapi kalian harus tahu bahwa kehidupan membosankan inilah
  But you must know that this boring life

[04:00] yang diinginkan sebagian banyak orang.
  is what many people want.

[04:02] Ya, stability namanya.
  Yes, it's called stability.

[04:04] Stability itu memang cenderung membosankan.
  Stability indeed tends to be boring.

[04:06] Jadi kalian akan mencari itu di masa yang
  So you will look for that in the future

[04:08] akan datang dan jangan kaget.
  and don't be surprised.

[04:14] Yang nomor dua di medsos itu enggak boleh put your heart.
  The second thing on social media is you shouldn't put your heart into it.

[04:16] Dulu kan aku
  Before, I

[04:18] cerita rambut pink itu salah.
  The pink hair story was wrong.

[04:20] Tapi setelah aku di kepala tiga ini ya aku tidak menaruh hati di matchos.
  But after I turned thirty, I didn't put my heart into matches.

[04:24] Aku anggap bahwa tuh ya sarana networking dan berteman.
  I considered it a means of networking and making friends.

[04:29] Itu alasan ketika aku dibully sama fans MU 1 Indonesia aku enggak baper loh.
  That's why when I was bullied by MU fans in Indonesia, I wasn't offended.

[04:31] Terus kenapa kok blok lah annoying?
  So why block them, they're annoying?

[04:33] Masa komennya GGMU semua kan ngeselin ya.
  All the comments were GGMU, which is annoying, right?

[04:35] blok tuh notif muncul sejuta isinya GG semua kan noing kali makanya saya blok orang-orang kayak gitu cuman santai.
  Blocking those notifications, a million of them were all GG, it's really annoying, that's why I block people like that, just relax.

[04:45] dan ada dari hal ini tuh kalian jangan kaget nanti kalian jangan kaget kalau kalian bertemu hal ini.
  And from this, don't be surprised later, don't be surprised if you encounter this.

[04:51] Nah itu itu fase pertama ya.
  Now, that was the first phase.

[04:54] Jadi fase kedua adalah kalau kalian sekarang masih usia 20 sampai 25 ada beberapa hal yang harus kalian lakukan agar usia 30-an itu stabel.
  So the second phase is, if you are still between 20 and 25 years old, there are several things you must do so that your thirties are stable.

[05:06] agar membosankan kayak saya.
  To be boring like me.

[05:08] Yang pertama cari ilmu sebanyak-banyaknya.
  First, seek knowledge as much as possible.

[05:11] Ya, itu yang pertama tuh.
  Yes, that's the first thing.

[05:12] Kalau kalian masih 20 sampai 25 tahun, kalian tuh energinya berlebih.
  If you are still 20 to 25 years old, you have excess energy.

[05:14] Kalian bisa begadang.
  You can stay up late.

[05:16] Betul.
  Correct.

[05:16] Begadang.
  Stay up late.

[05:16] Meskipun
  Even though

[05:18] timnya enggak jago.
  You're not good at it.

[05:21] Jadi, kalian boleh begadang karena kalian tubuhnya juga masih kuat.
  So, you can stay up late because your bodies are still strong.

[05:24] Kalian gunakan itu buat cari ilmu sebanyak-banyaknya.
  Use that to find as much knowledge as possible.

[05:28] Dan ilmu itu bukan terbatas di lingkungan akademis.
  And knowledge is not limited to the academic environment.

[05:31] Ilmu tuh banyak dari orang yang lebih ahli, mentoring, dari lingkungan, dari teman tongkrongan, dari buku, artikel atau bahkan dari video seperti ini.
  Knowledge comes from more expert people, mentoring, from the environment, from friends, from books, articles, or even from videos like this.

[05:39] Jadi cari ilmu.
  So seek knowledge.

[05:44] Karena nanti di usia 30-an ilmu yang kamu baca selama usia 20 sampai 25 itu akan berguna nolong kamu di usia 30 ke atas.
  Because later in your 30s, the knowledge you read during your 20s to 25s will be useful to help you in your 30s and beyond.

[05:51] Oke.
  Okay.

[05:51] Terus nomor dua, jangan takut buat pivot.
  Next, number two, don't be afraid to pivot.

[05:54] Di usia 20 sampai 25 itu adalah mekanisme terbaik buat pivot.
  In your 20s to 25s is the best mechanism to pivot.

[05:58] Entah itu pivot karir, pivot pendidikan, pivot prinsip.
  Whether it's a career pivot, education pivot, principle pivot.

[06:00] Karena di usia kayak sekarang saya sulit banget untuk pivot.
  Because at an age like now, it's very difficult for me to pivot.

[06:02] Kalau saya pivot itu high risk.
  If I pivot, it's high risk.

[06:05] Jadi ketika kita usia 20 sampai 25 kita cenderung akan mengambil keputusan high risk.
  So when we are 20 to 25, we tend to make high-risk decisions.

[06:09] Tapi ketika usia 35 ke atas kamu akan cenderung mengambil keputusan yang low risk.
  But when you are 35 and above, you will tend to make low-risk decisions.

[06:14] Yang penting kita longevity bisa bertahan lama.
  The important thing is that we have longevity, can last a long time.

[06:18] Nah, usia 20 sampai 25 kamu boleh mengambil jangan
  Now, in your 20s to 25s, you can take, don't

[06:20] takut pivot karena 2025 ini kamu mungkin punya backup atau resikonya sangat kecil untuk pivot.
  Don't be afraid to pivot because in 2025 you might have a backup or the risk is very small to pivot.

[06:26] Jadi jangan takut untuk pivot karena kalau dosa-osia sekarang, kalian mungkin akan nyesal enggak bisa pivot.
  So don't be afraid to pivot because if you hesitate now, you might regret not being able to pivot.

[06:31] Tips ketiga, jangan lupa latihan fisik itu sangat proper banget.
  Third tip, don't forget physical exercise, it's very proper.

[06:37] Jadi kalau kalian dikasih anugerah umur panjang, karena kematian itu adalah hal yang pasti, tapi kita enggak bisa nebak.
  So if you are given the gift of long life, because death is a certainty, but we cannot guess when.

[06:43] Jadi, cara bentuk kalian mensyukuri hidup adalah olahragalah dari seusia muda mungkin.
  So, the way for you to be grateful for life is to exercise from as young an age as possible.

[06:47] Kalau kalian olahraga fisik dari seusia muda mungkin, itu akan membuat usia 3035 kamu terhindar dari penyakit-penyakit pegal-pegelu dan akan produktif.
  If you exercise physically from as young an age as possible, it will make your 30s and 35s avoid aches and pains and be productive.

[06:56] Ini benar-benar curhatan teman saya.
  This is truly a confession from my friend.

[06:59] Saya menghadapi teman-teman saya yang gaya hidupnya jelek pas 25 dan enggak mau berubah sampai 305.
  I faced my friends whose lifestyles were bad at 25 and didn't want to change until 305.

[07:06] Mereka jadi pasien sindrom metabolik.
  They became patients with metabolic syndrome.

[07:08] Sudah jadi HNP, masih konsul, penyakit kolesterol, penyakit jantung.
  Already have HNP, still consulting, cholesterol disease, heart disease.

[07:11] Nah, itu kan terkait lifestyle itu mengganggu produktivitas.
  Well, that's related to lifestyle, it interferes with productivity.

[07:15] akibatnya income yang dihasilkan buat keluarga itu akan cenderung jelek.
  As a result, the income generated for the family will tend to be poor.

[07:17] Nomor empat.
  Number four.

[07:19] Nah, ini
  Well, this

[07:22] khusus buat ee bisa di-cut di TikTok
  specifically for, uh, can be cut on TikTok

[07:25] karena ini potensi viral.
  because this has viral potential.

[07:27] Ee ini pendapat saya pribadi ya.
  Uh, this is my personal opinion.

[07:30] Ini bukan dari pengalaman ini pendapat saya pribadi bahwa terserah kalian mau ngikutin apa enggak kalian bisa double cek.
  This is not from experience, this is my personal opinion that it's up to you whether you want to follow it or not, you can double check.

[07:35] Kan banyak orang yang mengatakan kemarin bertanya nomor empat nih.
  Many people said yesterday asking about number four.

[07:38] Usia 20 sampai 35 itu kan cenderung dia akan mencari pasangan buat menikah.
  The age of 20 to 35 tends to look for a partner to marry.

[07:42] Tapi saya kan enggak akan bahas pasangan itu karena subjektif.
  But I won't discuss partners because it's subjective.

[07:45] Tapi saya akan bahas mengenai ada sebuah statement yang saya terganggu.
  But I will discuss a statement that bothered me.

[07:48] Jangan menikahi cowok dari nol.
  Don't marry a guy from zero.

[07:50] Setahuku kalau orang mau nikah itu enggak mungkin nol.
  As far as I know, if someone wants to get married, it's impossible to be at zero.

[07:52] Setahuku, setahuku ya dia akan tetap usaha cari uang.
  As far as I know, as far as I know, they will still try to earn money.

[07:57] Akan berusaha menabung, akan berusaha untuk menyisihkan uangnya, akan melihat masa depannya.
  Will try to save, will try to set aside their money, will look at their future.

[08:00] Jadi kita harus garis bawahi dulu cowok nol tuh kayak apa.
  So we have to underline first what a guy from zero is like.

[08:07] Paham ya?
  Understand?

[08:09] Paham dulu nih.
  Understand first.

[08:11] Ini yang menurutku nomor empat ini khusus buat kalian yang mau nikah bahwa cowok dari nol tuh seperti apa harus diluruskan dulu.
  This is what I think number four is specifically for those of you who want to get married, what a guy from zero is like must be straightened out first.

[08:19] Karena di usia 30-an setelah itu aku berpikir cowok dari nol itu adalah
  Because in your 30s, after that, I think a guy from zero is

[08:24] cowok nekad kalau nikah.
  A guy is reckless if he gets married.

[08:27] Cuk nol itu berarti enggak punya apa-apa loh.
  Zero means you have nothing.

[08:28] Berarti enggak punya otak, enggak punya uang.
  It means you have no brains, no money.

[08:33] Maodal masa nikah gede ya?
  Is the capital for marriage large?

[08:36] Nikah enggak?
  Will you get married?

[08:39] Itu pikiranku.
  That's my thought.

[08:42] Kalau cowok tersebut sudah punya pekerjaan tetap atau sudah bisa menghasilkan uang tapi belum kaya itu belut nol tapi cowok perintis.
  If that guy already has a permanent job or can earn money but isn't rich yet, he's not zero but a pioneer.

[08:50] Nah, sebenarnya enggak apa-apa nikah asal cowok tersebut sudah punya planning yang jelas.
  Well, it's actually okay to get married as long as the guy has a clear plan.

[08:54] Ya, jadi kamu boleh menikah kalau preparation-mu itu jelas.
  Yes, so you can get married if your preparation is clear.

[09:05] Ya, jadi tolong agak direvisi itu statement-nya buat anak muda itu ya yang mengatakan bahwa aku mau nikah kalau suamiku tuh enggak dari nol kan dia harus menghidupi skincareku.
  Yes, so please revise that statement for young people who say I want to get married if my husband isn't starting from zero, right? He has to support my skincare.

[09:13] Ee kamu kalau pengin suami proper atau istri yang proper itu sulit kalau nemu usia 20 sampai 28 40-an tuh stable pasti ya.
  Uh, if you want a proper husband or a proper wife, it's difficult to find one between the ages of 20 to 28; by your 40s, they're definitely stable.

[09:24] Karena cowok-cewek stabel tuh pasti sudah kepala tiga ke atas.
  Because stable guys and girls are definitely already in their thirties and up.

[09:28] Tapi kalau kamu di sebelum usia 30 pengin nikah, ya saranku adalah financial stable itu nomor dua, tapi yang dicari adalah effort dan preparation.
  But if you want to get married before the age of 30, my advice is that financial stability is secondary, but what you're looking for is effort and preparation.

[09:38] Maksudnya preparation adalah persiapan.
  Preparation means preparation.

[09:41] Contoh pasangan yang sudah siap menikah itu sudah bersiap nanti mau tinggal di mana, ngontrak atau beli rumah, nabungnya gimana, rekeningnya gimana, yang cari uang gimana, perkara istrinya cari uang lebih banyak atau suaminya nanti lebih banyak enggak apa-apa.
  For example, a couple who is ready to get married has already prepared where they will live, whether they will rent or buy a house, how they will save, how their accounts will be, how they will earn money, it doesn't matter if the wife earns more or the husband earns more later.

[09:55] Yang penting kan tag team tim ya.
  The important thing is teamwork, right?

[09:56] Ketika sudah nikah, ya keuangan tuh jadi satu gitu.
  When you're married, finances become one.

[09:58] Bukan sendiri-sendiri.
  Not separate.

[10:00] Kalau aku kayak gitu, bukan sendiri-sendiri gitu.
  If it were me, it wouldn't be separate.

[10:04] Terus nomor empat ya sudah ada target mau punya anak tuh gimana, punya anak tuh berapa, sudah diplanning semuanya dengan baik.
  Then number four, you already have a target on how you want to have children, how many children you want, everything is planned well.

[10:11] Jadi ora waton gelundung.
  So don't just stumble along.

[10:11] Ayo kita nikah bermodalkan dan cinta.
  Let's get married with capital and love.

[10:13] Setelah itu kita gelundung.
  After that, we'll stumble along.

[10:16] Enggak.
  No.

[10:16] Enggak gitu.
  Not like that.

[10:16] Enggak.
  No.

[10:18] Rezeki itu memang sudah diatur tapi jangan nekad.
  Sustenance is indeed arranged, but don't be reckless.

[10:20] Bersiap itu terbaik.
  Being prepared is the best.

[10:22] Nah, ini saranku
  Now, this is my advice

[10:25] buat usia 2025 bahwa keuangan itu jadi satu dan kita harus tahu keuangan meskipun jadi satu itu ada hobi.
  for the year 2025 that finances become one and we must know finances even if it becomes one there are hobbies.

[10:30] Nah, ini harus dipisahkan.
  Now, this must be separated.

[10:33] Misal uangnya jadi satu, cowok tuh punya hobi.
  For example, if the money becomes one, men have hobbies.

[10:35] Hobinya cowok tuh inner chart yang tidak tertutup.
  Men's hobbies are inner charts that are not closed.

[10:39] Jadi, misalkan saya dulu hobinya cash sampai sekarang saya masih koleksi yaitu cowok.
  So, for example, my hobby used to be cash, and until now I still collect, which is men.

[10:43] Cowok itu adalah anak kecil jadi gede.
  Men are like children who grow up.

[10:45] Jadi hobinya pas kecil ya akan ditebus pada waktu dia punya uang.
  So, the hobbies from when they were little will be redeemed when they have money.

[10:47] Cewek juga butuh ee perawatan, butuh skincare, butuh baju.
  Girls also need, uh, care, need skincare, need clothes.

[10:54] Ya, harus adil.
  Yes, it must be fair.

[10:54] Kalau mau adil adalah uang jadi satu, tapi keperluan pribadi juga harus ada.
  If you want it to be fair, the money becomes one, but personal needs must also exist.

[10:59] Nah, itu harus dipersiapkan.
  Now, that must be prepared.

[11:00] Nek enggak siap jangan dulu, Mas.
  If you're not ready, don't do it yet, Mas.

[11:02] Ya, itu prinsipku pribadi.
  Yes, that's my personal principle.

[11:06] Nek gor kentak kentu kentakentu kan sing diutur otake.
  If it's just a random thought, the brain dictates it.

[11:08] Mas, ini tak garis bawahi ya.
  Mas, I'll underline this.

[11:10] Kalau kamu nikah cuman dengan alasan aku pengin mas tak nikah yo sor itu aliranmu.
  If you get married just for the reason I want to get married, that's your path.

[11:16] Oke, enggak apa-apa.
  Okay, that's fine.

[11:19] Cuman kan namanya nafsu buat berubah seksual tuh bisa dikontrol dengan otak ya kan ada namanya tuh otak lobus frontal ini di
  It's just that the desire for sexual change can be controlled by the brain, right? There's something called the frontal lobe of the brain here.

[11:26] depan ini gede banget kecuali kamu.
  This front is huge unless you.

[11:27] dijotos deng hilang lobus frontal lobus.
  punched and lost the frontal lobe, the lobe.

[11:30] frontal ini kan diberi tugas untuk berpikir logika.
  This frontal lobe is given the task of logical thinking.

[11:31] jadi ini akan mengantuk logika bahwa ini kapan harus atau tidak.
  So this will make you sleepy, the logic that this is when it should or shouldn't.

[11:37] kamu terus kamu mengontrol nafsumu.
  you continue to control your desires.

[11:40] artinya kan kamu tidak harus kan ya kan.
  meaning you don't have to, right?

[11:43] jadi jangan sampai karena kamu saking penginnya oke padahal kamu enggak punya punya finansial dan preparation terus kamu nikah gitu.
  So don't let it be because you want it so badly, even though you don't have the finances and preparation, then you get married.

[11:49] Nikah itu betul sarana sarana bagus untuk ee menghindari zina.
  Marriage is indeed a good means, a good means to avoid adultery.

[11:55] Tapi kalau dilakukan dengan persiapan yang proper, kalau kamu tanpa persiapan yang proper itu dangerous.
  But if done with proper preparation, if you do it without proper preparation, it's dangerous.

[12:00] Ya, itu yang menurutku buat anak muda ini jangan menjadikannya alasan pengin sebagai alasan utama menikah.
  Yes, that's what I think for young people, don't make wanting it the main reason to get married.

[12:09] Alasan utama ya kamu harus siap.
  The main reason is you have to be ready.

[12:10] Paham ya maksudnya ya?
  Understand what I mean?

[12:14] Jadi betul nikah itu solusi bagus.
  So yes, marriage is a good solution.

[12:15] Betul.
  Correct.

[12:15] Betul banget.
  Absolutely correct.

[12:15] Nanti rezeki akan Nah, pasangan yang kompak itu rezekinya ngalir terus.
  Later, sustenance will flow. Now, a compatible couple's sustenance flows continuously.

[12:20] Itu beneran.
  That's true.

[12:20] Pasangannya kompak nih, TET team, tidak saling menghujat.
  The couple is compatible, a TET team, not badmouthing each other.

[12:22] Istrinya penghasilan lebih
  The wife's income is higher

[12:26] gede, suaminya nge-backup.
  The husband is backing up.

[12:27] Nanti suaminya lebih gede, istrinya nge-back up.
  Later, the husband will be bigger, the wife will back up.

[12:29] Tidak saling merendahkan dan sudah saling backup, itu rezekinya akan jalan terus tuh.
  Not belittling each other and already backing each other up, their sustenance will keep flowing.

[12:33] Karena apa?
  Because why?

[12:33] Ibaratnya itu kapal.
  It's like a ship.

[12:35] Kapal.
  A ship.

[12:39] Nah, nanti beres.
  Well, that's settled.

[12:39] Nah, itu saya tidak akan bahas mengenai perceraian ya.
  Well, I will not discuss divorce.

[12:40] perceraian,
  Divorce,

[12:42] perselingkuhan, itu urusan lain belakangan.
  infidelity, that's another matter for later.

[12:44] Itu bukan urusan saya, itu urusan konsulen rumah tangga.
  That's not my business, that's the business of a marriage counselor.

[12:45] Cuman saya akan bahas 2025 bahwa kamu kalau mau nyari cowok from zero itu enggak ada lagi.
  I will just discuss 2025, that if you want to find a guy from zero, that's no longer possible.

[12:49] Sekarang ganti istilahnya carilah cowok yang sudah bersiap.
  Now change the term, look for a guy who is prepared.

[12:52] Nah, itu beda.
  Well, that's different.

[12:55] Meskipun dia gajinya UMR, tapi kalau dia sudah bersiap memiliki plan jangka panjang, itu bagus.
  Even if his salary is minimum wage, but if he is prepared to have a long-term plan, that's good.

[12:59] Berarti cowok ini sudah tahu di masa akan datang dia mau ngapain.
  It means this guy already knows what he wants to do in the future.

[13:01] Tapi kalau cowoknya itu kaya raya tapi asal gelundung itu dangerous.
  But if the guy is rich but just goes with the flow, that's dangerous.

[13:04] Dia sugih, penuh warisan.
  He is rich, full of inheritance.

[13:06] Kamu kalau sudah nikah mau ngapain?
  What will you do when you get married?

[13:08] Ya gelundung aja.
  Just go with the flow.

[13:10] Oh, jangan let it flow kayak angin berlalu.
  Oh, don't let it flow like the passing wind.

[13:12] Lah nek warisanmu entek piye?
  What if your inheritance runs out?

[13:15] Ya cuman kalau kalian tentang kesetiaan, loyality, cara memilih pasangan yang
  Well, it's just if you are about loyalty, loyalty, how to choose a partner who

[13:26] proper ee apa namanya konsulen rumah tangga itu di luar rana saya jelek itu.
  Proper, uh, what do you call it, household consultant, that's outside my scope, it's bad.

[13:31] Saya hanya soal keuangannya.
  I'm just talking about finances.

[13:33] bahwa saya merevisi bahwa cowok dari nol itu enggak ada lagi.
  That I revise that a guy starting from scratch doesn't exist anymore.

[13:36] Cowok yang ni nikah itu pasti sudah bersiap.
  A guy who gets married is definitely prepared.

[13:39] Tapi finansial orang tuh beda-beda.
  But people's finances are different.

[13:42] Bisa jadi dia kaya raya tapi dia enggak punya persiapan.
  He could be rich but have no preparation.

[13:45] Nah, ini bahaya juga.
  Now, this is also dangerous.

[13:48] Nanti bisa gelundung kalau keuanganmu ke rumah tanggamu hancur.
  Later it can collapse if your finances and household are destroyed.

[13:50] Nah, cowok yang mungkin dia sekarang masih ngerintis ee masih kos-kosan ngontrak tapi dia sudah bersiap, sudah bisa nabung.
  Now, a guy who maybe is still starting out, uh, still renting a room, but he's already prepared, can already save.

[13:57] Ah, itu proper.
  Ah, that's proper.

[14:00] Berarti dokter memandang seseorang dari manajemen keuangan.
  So the doctor views someone by their financial management.

[14:02] Tepat.
  Exactly.

[14:04] Cowok yang proper adalah cowok yang bisa me-manage keuangannya dengan baik.
  A proper guy is a guy who can manage his finances well.

[14:06] Peh.
  Peh.

[14:08] Terbaik, Mas.
  The best, Mas.

[14:12] Statement. Statement itu ya.
  Statement. That's a statement.

[14:16] Kalau misalkan cowoknya masih ee saya masih nge-cost tapi dia sudah bisa memanage keuangan dengan baik.
  If, for example, the guy is still, uh, I'm still renting, but he can already manage finances well.

[14:19] Oke.
  Okay.

[14:22] Nah, yang berikutnya pertemanan di dunia kerja itu transaksional.
  Now, the next thing, friendships in the workplace are transactional.

[14:25] Itu tips kelima.
  That's the fifth tip.

[14:25] Ini agak kontroversial.
  This is a bit controversial.

[14:25] Jadi tidak ada teman
  So there are no friends

[14:28] abadi di dunia kerja.
  eternal in the world of work.

[14:30] Teman abadi sejati bagi saya di kepala 3 itu adalah teman di skena tongkrongan ketika saya kuliah dan SMA.
  True eternal friends for me in my 30s are friends from the hangout scene when I was in college and high school.

[14:34] Tapi kalau teman di dunia kerja saya anggap transaksional.
  But if it's friends in the world of work, I consider them transactional.

[14:37] Jadi jangan nge-share hal pribadi ke teman kerja.
  So don't share personal things with work friends.

[14:39] Jangan hindari.
  Don't avoid it.

[14:42] Kenapa?
  Why?

[14:46] Karena ya itu rekan kerja.
  Because yes, they are colleagues.

[14:49] Jangan dianggap sebagai teman baik banget.
  Don't consider them very good friends.

[14:51] Karena namanya teman kerja itu kan kompetitor Mas.
  Because a work friend is a competitor, Mas.

[14:54] Kan kamu dinilai dari QPI.
  You are judged by your QPI.

[14:57] Semakin ada kompetisi di situ, KPI jalan, ya gajimu akan lebih tinggi dari temanmu.
  The more competition there is, the more KPIs are met, your salary will be higher than your friend's.

[15:01] Pertemanan di dunia kerja itu bisa kacau kalau kamu dapat bonus, temanmu enggak atau temanmu dapat bonus, kamu enggak.
  Friendships in the world of work can get messy if you get a bonus and your friend doesn't, or your friend gets a bonus and you don't.

[15:04] Rek, keos tuh.
  Bro, that's chaos.

[15:07] Nanti kamu ngerasa enggak adil.
  Later you will feel it's unfair.

[15:09] Ya kan kita berdua sudah sama-sama kerja keras.
  We both worked hard, right?

[15:11] Kok kamu yang dapat bonus, aku enggak.
  Why did you get the bonus, and I didn't?

[15:13] Jangan.
  Don't.

[15:15] Jadi pertemanan di dunia kerja itu semua profesional dan transaksional.
  So friendships in the world of work are all professional and transactional.

[15:17] Jadi jangan tersinggung kalau kamu dinilai dari seberapa value dirimu.
  So don't be offended if you are judged by how much value you bring.

[15:19] Tips berikutnya, jangan gampang tersinggungan.
  Next tip, don't be easily offended.

[15:25] Ini benar kan dokter hobi ngegas.
  This is true, the doctor likes to push it.

[15:27] Betul.
  Correct.

[15:27] Kalau Liverpool kalah itu
  If Liverpool loses,

[15:30] toh atau kalau ketemu pasien lah itu to sisanya saya enggak ngegas lagi.
  Or if you meet a patient, that's it, I won't push anymore.

[15:35] Enggak ada tuh tirta rambut pink. Jadi jangan gampang tersinggungan.
  There's no pink-haired Tirta. So don't be easily offended.

[15:37] Kalau kamu gampang gampang tersinggungan, gampang kemakan emosimu, itu bahaya.
  If you are easily offended, easily consumed by your emotions, that's dangerous.

[15:41] Dan saya sudah mempraktikkan itu di tahun 2020 kayak orang.
  And I have practiced that in 2020, like people.

[15:45] Jadi saya sudah mengalami hal itu. Maka saya sharing kalau kamu termakan sama emosionalmu, wah nyesal kamu nanti.
  So I have experienced that. So I'm sharing, if you are consumed by your emotions, wow, you will regret it later.

[15:51] Karena banyak kebijakan yang dibuat saat kita emosi. Tips berikutnya, gak tahu saya nomor berapa ini.
  Because many policies are made when we are emotional. Next tip, I don't know what number this is.

[15:57] Jangan pernah membuat keputusan saat kamu terlalu sedih, terlalu senang, atau terlalu marah.
  Never make a decision when you are too sad, too happy, or too angry.

[16:02] Karena ketika kamu membuat keputusan saat kamu dikuasai kesedihan, kesenangan, dan kemarahan, itu bias.
  Because when you make a decision when you are dominated by sadness, happiness, and anger, it is biased.

[16:09] Keputusannya enggak akan logis. Contoh, impulsif lagi senang Liverpool menang.
  The decision will not be logical. For example, impulsively when happy Liverpool won.

[16:14] Oke, kita traktir semua. Nyesel itu masih saldoku hilang.
  Okay, let's treat everyone. Regrettably, my balance is gone.

[16:19] Nah, lagi sedih traeler runan 100 kilo lagi km ngopo toh kay ngene.
  Well, when sad, a 100 kilo trailer run, what are you doing like this.

[16:26] Nah, lagi marah mukul temunya beng penganiayaan.
  Well, when angry, hitting a friend is assault.

[16:29] Jangan jangan pernah
  Never ever

[16:31] membuat keputusan ketika saat tiga ini.
  Making decisions when these three are present.

[16:33] Lah terus ngopo kuilah gunane wudu coy atau cuci muka.
  So what's the use of wudu or washing your face?

[16:39] Kalau kamu muslim wudu salat Katolik cuci muka, Kristen cuci muka.
  If you are Muslim, perform wudu and pray; Catholic, wash your face; Christian, wash your face.

[16:42] Jadi kalau kamu lagi dikuasai emosi berlebihan, selalu kamu cuci muka beres.
  So if you are overcome by excessive emotion, always wash your face and it's done.

[16:46] Kalau lagi kesedihan, tidur.
  If you are sad, sleep.

[16:49] Lah kan enggak bisa tidur.
  But you can't sleep.

[16:51] Lari enggak apa-apa.
  Running is fine.

[16:53] Ngejym enggak apa-apa.
  Exercising is fine.

[16:54] Tapi jangan pernah ngebuat keputusan penting dalam hidupmu kalau dikuasai tiga hal ini.
  But never make important decisions in your life when controlled by these three things.

[16:56] Contoh resign ketika dibentak bos.
  For example, resigning when your boss yells at you.

[16:59] Boleh resign kalau memang kamu sudah enggak betah.
  You can resign if you really can't stand it anymore.

[17:02] Tapi kalau hanya satu keputusan penting, resign itu perlu persiapan.
  But if it's just one important decision, resigning requires preparation.

[17:06] Cowok sejati itu punya persiapan resign sesok radung mangan opo munget saya resign karena tersinggung sama kamu resign sesok mangan opo ini terjadi di tim saya itu lagi di sana Pak Deni itu kepala lima marah dia sama teman kerjanya Pak saya mau resign datang dia ke tempat saya
  A real man has preparation for resigning. What will I eat tomorrow? I'm resigning because I was offended by you. What will I eat tomorrow? This happened in my team. Pak Deni, the head of the five, was angry with his colleague. Sir, I want to resign. He came to my place.

[17:33] udah siap
  Already ready.

[17:35] kamu sebelum resign punya kasbon loh iya
  You had an advance before resigning, you know.

[17:38] juga ya Pak terus gimana Pak ya berarti
  Me too, sir. So how, sir? So it means

[17:41] Nanti jatah uang nanti gajimu saya
  Later, the money allocation, later your salary I will

[17:43] potong biar kas lunas.
  deduct so the advance is paid off.

[17:46] Waduh berarti saya risan pegangannya cuma separuh,
  Oh dear, so I'll only have half to hold onto,

[17:48] Pak. Waduh terus saya makan pakai apa?
  sir. Oh dear, then what will I eat with?

[17:50] Ya enggak tahu kan sudah resign
  Well, I don't know, you've already resigned.

[17:53] bingung tuh dia. Ini kejadian fakta.
  He was confused. This is a true story.

[17:56] Kamu bisa tanya Pak Deni?
  You can ask Pak Deni?

[17:57] Itu orangnya
  That's the person

[17:59] di sana ya. Terus gimana Pak?
  over there. So how, sir?

[18:01] Bisa, Pak dibatalin
  Can it be, sir, canceled

[18:04] resign. Woh kok enak kali. Jadi resign
  resignation. Wow, how convenient. So, resign

[18:06] apa enggak? Saya pikir kalau resign ya
  or not? I thought if I resign, then

[18:08] juga ya, Pak. Kamu sudah tahu mau kerja
  me too, sir. Do you already know where you want to work

[18:10] di mana? Enggak tahu, Pak. Terus kenapa
  anymore? I don't know, sir. Then why

[18:12] resign? marah saya, Pak, sama teman
  resign? I was angry, sir, with my friend

[18:14] kerja saya. Goblok soalnya daripada saya
  at work. Because I'm stupid, rather than me

[18:16] nyusahin saya risan aja ya. Kasbmu kan
  bothering them, I'll just resign. Your advance isn't

[18:18] belum lunas. Wah, iya benar. Berarti
  paid off yet. Oh, yes, that's right. So

[18:20] gaji saya enggak utuh, Pak. Ya. Iya.
  my salary won't be whole, sir. Yes. Yes.

[18:22] Dibuat lunasin kasbon. Kasbonmu cukup
  It will be used to pay off the advance. Your advance is quite

[18:24] gede, berarti gajimu sisanya cuma 20%
  large, so your remaining salary is only 20%

[18:27] ini. Waduh, enggak jadi resign. Nah,
  this. Oh dear, I won't resign then. Now,

[18:29] inilah yang teman-teman harus tahu.
  this is what friends need to know.

[18:31] Ketika kamu lagi marah, jangan pernah
  When you are angry, never

[18:33] buat keputusan penting. Apalagi kalau
  make important decisions. Especially if

[18:33] itu soal periukmu.
  It's about your livelihood.

[18:36] Kalau kamu resign, persiapan.
  If you resign, preparation.

[18:38] Jangan asal resign kerja.
  Don't just resign from your job.

[18:40] saya tapi besok enggak tahu makan pakai apa.
  I do, but tomorrow I don't know what I'll eat.

[18:43] Haah kan mumet nase malah kejebak pinjol ra iso bayar utang.
  Haah, it's confusing, instead you get trapped in online loans and can't pay the debt.

[18:47] Nah itu itu preparation jangan pernah buat keputusan.
  So that's preparation, never make a decision.

[18:48] tiga tips terakhir.
  Three final tips.

[18:51] Tips terakhir selalu salam senyum sapa.
  The last tip is always greet, smile, and say hello.

[18:54] Oke.
  Okay.

[18:57] Kamu enggak tahu mungkin temanmu yang kamu injek-injek dulu itu bisa jadi bosmu.
  You don't know, maybe your friend whom you used to step on can become your boss.

[18:59] Hmm.
  Hmm.

[19:02] Ini kejadian di saya ini.
  This happened to me.

[19:04] Dulu saya tuh ketika di Jakarta usia 20 sampai 25 tahun itu saya dibully karena style saya itu kayak kampung.
  Back then, when I was in Jakarta, aged 20 to 25, I was bullied because my style was like a villager's.

[19:07] Jadi saya pakai baju di Jakarta tuh dianggap kampung enggak dianggap culture lah.
  So when I wore clothes in Jakarta, I was considered a villager, not cultured.

[19:12] Saya ingat banget itu sampai sekarang masih kampung.
  I remember it very well, I'm still considered a villager.

[19:13] Benerbenan benar ini fakta per saya itu kan pertama kali ke Jakarta tahun 2000 141 kerintis sig care.
  This is truly a fact, the first time I came to Jakarta in 2000, 141 Kerintis, Sig Care.

[19:21] Saya itu dianggap jamet kampung lah.
  I was considered a 'jamet' (a derogatory term for someone perceived as tacky or uncultured), a villager.

[19:24] Kampung benar dibully-bully kampung bla bla bla bla.
  Truly a villager, bullied, bullied, villager, blah blah blah blah.

[19:26] sekarang kampung tapi lebih kaya aja.
  Now I'm still a villager, but just richer.

[19:29] Ini ini benaran terjadi.
  This, this really happened.

[19:33] Ini beneran
  This is really

[19:35] terjadi.
  It happened.

[19:38] Jadi di 2014 saya masih ingat banget wahin salam sapa dan saya tuh kan.
  So in 2014 I still really remember greetings and I was like.

[19:42] saya tuh memaafkan tapi saya enggak pernah lupa kejadiannya adalah saya tuh.
  I forgive but I never forget what happened was I was.

[19:44] dijudge kampung dicatas kampungan ke Jakarta stele jamet eleklah.
  judged as country bumpkin, called a country bumpkin to Jakarta, a jamet.

[19:47] Dan yang ngejek saya itu memang anak mentok.
  And the ones who mocked me were indeed the mentok kids.

[19:50] Saat 2014 tuh tongkrongan itu di Kemang Bangka sama Panglima Polim.
  In 2014, the hangout spots were in Kemang Bangka and Panglima Polim.

[19:55] Saya dicap kampung di diejek-ejek gitu.
  I was labeled a country bumpkin and mocked like that.

[20:00] Long story shot.
  Long story short.

[20:02] barangnya saya wholesale sekarang dagangannya.
  His goods, I wholesale them now, his merchandise.

[20:06] Mobilnya dia sama kayak mobil manajer saya.
  His car is the same as my manager's car.

[20:10] Jadi dari sini saya tahu bahwa dan saya enggak pernah harviling.
  So from here I know that and I never held a grudge.

[20:11] Saya cuma tahu terus saya ceng-cengin mangane lain kali dengan logat jowo saya medok.
  I just knew, then I teased him, maybe next time with my thick Javanese accent.

[20:16] Makanya lu enggak usah cangkeman dulu.
  That's why you shouldn't talk trash first.

[20:19] Kalau lu cangkeman, sulit kan ketemu saya?
  If you talk trash, isn't it hard to meet me?

[20:21] Ayo cium tangan.
  Come on, kiss my hand.

[20:27] Jadi buat kawan-kawan anak muda, ekonomi itu bisa terbalik-balik ya.
  So for my young friends, the economy can be reversed.

[20:29] Jadi kamu pas muda kaya raya naiknya mungkin Mercedes G Clas, bisa jadi nanti kamu
  So when you're young and rich, maybe you drive a Mercedes G-Class, it's possible that later you

[20:36] ekonomi gultik, gulung tikar ya di masa

[20:40] tua. Bisa jadi nanti orang yang kamu

[20:43] ejek, orang yang kamu bully, orang yang

[20:45] kamu jauhi di tongkrong itu nyelametin

[20:46] hidupmu. Bisa jadi. J makanya ketika

[20:50] kamu muda dan kamu punya tongkrongan,

[20:53] hindari banget ngebully orang. Karena

[20:56] orang yang kamu bully itu bisa mengalami

[20:58] fase vine ark. Hm. Gelar tuh. Tamat tuh

[21:02] kamu. Veline arak itu adalah dia

[21:04] menggunakan rasa dendam sebagai bahan

[21:07] bakar untuk menuju kesuksesan. Hmm.

[21:09] Habis tuh. Habis. Rata sih.

[21:13] Rata sih. Enggak usah pakai bab-baban.

[21:16] Oh, saya kalau ngomong bab buat anak

[21:19] 2025 itu bukan bab. Bukan. Nah,

[21:23] ini saya kasih contoh. Ini tips terakhir

[21:24] ya untuk anak muda 2025. Kalau ngomong

[21:27] zam bab sama bam fam ini Ricolobis

[21:30] karena dia teman saya

[21:32] FAM mu kalah nih guys. Hah? Bukan bab

[21:37] opo bab

[21:39] bukan dengan penekanan

[21:42] muah nih guys. Ham. Nah kalau zam misal

[21:46] ada keren zam mampus l guys. Kelar habis

[21:51] tuh rata tuh rata

[21:55] ngomong janggal.

[21:57] Janggal kali itu iya sih MRT tapi habis

[22:01] lari keringetan mambu janggal tuh si

[22:04] paling janggal

[22:06] gitu cara ngomongnya ngomong janggal

[22:09] sama ganjal kok janggal kali ituh enggak

[22:13] ada penekanan itu cuman tren kalau terus

[22:15] yang berikutnya jujur

[22:18] jujur sih

[22:20] jujur sih kok aku

[22:24] emang

[22:26] Emang sih jujur Fis sih top marco top

[22:31] cuman kalau lihat fitnya sih isinya

[22:32] berantem mulu sih sekarang. Nah itu

[22:35] contoh itu kalau ngomong jujur. Yang

[22:37] terakhir kalau yang paling terakhir itu

[22:39] F V H A Aam M. Misalkan

[22:43] ada ada biasanya farm itu kita akan

[22:46] balas ke orang yang lagi flexing dan

[22:47] kita enggak bisa balas. Misal Feri balas

[22:51] ya sor tapi kan gua punya gedung kampus

[22:53] sendiri Farm.

[22:56] Si paling kampus tuh

[22:59] gitu cara ngomongnya. Heh, kamu ngomong

[23:03] famak

[23:05] gitu. Biasanya nih ada balasan farm itu

[23:07] kita balas kalau orangnya itu mau

[23:09] flexing. Kok ngatur? Karena biar

[23:10] tongkronganmu itu ada jiwanya. lagi

[23:13] ngomong flexing-flexing

[23:15] kan kalau Mas Feri Irwandi kan kalau

[23:17] ngomong gini foto saya punya kampus

[23:20] terima kasih kamu jawab aja kalau pengin

[23:22] viral Flam sialin kampus tuh ses

[23:26] biasanya nongkrong di pinggiran trotol

[23:28] sekarang nongkrong di ruh top sendiri

[23:29] dengan pemandangan basway

[23:34] itu cara ngomongnya ya ngomong kok paham

[23:38] janggal paham ah kalau bejir bejir jang

[23:42] Jancok

[23:45] le ngomol jancok o

[23:48] bejir cuk. Haah itu

[23:53] jir

[23:55] ya itu adalah enak kalau didengar ya

[23:58] kan. Jangan ngomongnya itu termakan tren

[24:00] kata-kata aneh tapi tidak ada penekanan.

[24:03] Karena ingat dokter tuh SB tahu

[24:05] spesialis bunyi-bunyian.

[24:09] Itu kalau dari saya ya. Semoga tips-tips

[24:11] ini bisa berguna buat kalian. Dan ingat,

[24:15] bagi saya tidak ada anak muda yang

[24:17] salah. Pus.

[24:19] Karena kesalahan di waktu anak muda itu

[24:21] adalah sebuah pembelajaran di masa tua.

[24:24] W

[24:25] salah. Harusnya kalian jawab Bap. Wah,

[24:30] kita ulang. Kita ulang ya. Kita ulang.

[24:32] Ada trainingnya. Jadi kalau tiap orang

[24:33] ngeluarin quote pakainya bap top. Jujur

[24:37] k akui top sih quotnya. Nah, gitu.

[24:41] Oke, ya. Gitu. Jadi, kita ngomongnya

[24:43] gini.

[24:44] Dan ini tips terakhir buat anak muda.

[24:46] Kesalahan di waktu muda itu masih bisa

[24:49] diwajarkan. Karena setiap anak muda yang

[24:50] berbuat salah itu jangan

[24:52] disalah-salahin. Setiap anak muda yang

[24:54] berbuat salah itu adalah sebuah

[24:55] pembelajaran di masa tua.

[24:59] Wah, gitu. Kurang bap ku akui kok si top

[25:06] dengan logatnya Rico dengan naenak.

[25:08] Kok aku kokah

[25:11] itu aja kalau dari saya terima kasih

[25:13] Malaka.
