# KHW NUSANTARA PERTAMA! TERROR MESS

https://www.youtube.com/watch?v=jpy4LgkBxqg
Translation: en

[00:00] Terus salah satu Ustadz di sana bilang.
  Then one of the Ustadz there said.

[00:01] Aduh yang anak ini agak susah makhluk ini nggak mau keluar dari badannya Mita.
  Oh dear, this child is a bit difficult, this creature doesn't want to leave her body, Mita.

[00:07] Kata si ustad, Hai assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh.
  The ustad said, Hi, assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh.

[00:10] Terima kasih sudah klik video ini.
  Thank you for clicking on this video.

[00:12] Oke jadi di malam Jumat ini seperti biasa aku akan kembali lagi menceritakan kisah horor Wawa yang sudah masuk ke part 123 ya kan.
  Okay, so on this Friday night, as usual, I will again tell Wawa's horror story that has reached part 123, right.

[00:19] Dan seperti yang sudah kalian tunggu-tunggu ke Hawai hari ini adalah KHW Nusantara yang pertama, senang kalian kan.
  And as you've been waiting for, to Hawaii today is the first KHW Nusantara, you're happy, right.

[00:26] Dan buat kalian yang belum tahu, Kawin Nusantara itu adalah segmen di mana nanti Nadia akan membawakan ke Hawaii sanusantara dari mulai Banda Aceh sampai Papua Barat, ya.
  And for those of you who don't know, Kawin Nusantara is a segment where later Nadia will bring to Hawaii sanusantara from Banda Aceh to West Papua, yes.

[00:36] Dan malam ini aku akan mulai dari provinsi paling ujung barat di Indonesia, yaitu Provinsi Aceh.
  And tonight I will start from the westernmost province in Indonesia, namely Aceh Province.

[00:41] Nanti minggu depan baru Provinsi Sumatera Utara, turun lagi minggu depan ke Sumatera Barat dan seterusnya, ya.
  Next week, then North Sumatra Province, then down again next week to West Sumatra and so on, yes.

[00:47] Pokoknya aku akan ngebawain ke HW secara urut sesuai daftar 38 provinsi di Indonesia, tapi kami baru dapatnya 37 provinsi.
  Basically, I will present it to HW in order according to the list of 38 provinces in Indonesia, but we only got 37 provinces.

[00:54] Wah Papua pegunungan belum.
  Wow, Highland Papua not yet.

[00:57] Nah jadi 37 aja lah dulu, ya kan.
  Well, so just 37 for now, right.

[00:58] Dan Insya Allah kalau enggak ada halangan berarti ini selesai.
  And God willing, if there are no obstacles, this will be finished.

[01:00] 100 123 + 37 berapa 160 gitu ya dan
  100 123 + 37 is how much? 160, right? And

[01:04] khuwai Nusantara ini nggak semua kami ambil dari best of the best KW gitu ya
  This Nusantara event, we don't take all of them from the best of the best KW, right?

[01:09] Jadi bukan berarti KW yang kalian kirim lainnya juga nggak kepilih bisa jadi nanti next setelah kawin Nusantara gitu ya
  So it doesn't mean the KW you sent that weren't selected might be chosen next after the Nusantara event, right?

[01:14] dan sekali lagi terima kasih banyak buat kalian yang sudah bersedia ini berbagi kisah horor kalian kepada kami
  And once again, thank you very much to those of you who were willing to share your horror stories with us.

[01:17] semua kita nikmatin ke hawin nusantara ini sama-sama Wak ya KW ini dari kalian untuk kalian juga nih ujung-ujungnya
  We all enjoy this Nusantara event together, Wak, yes; this KW is from you all for you all in the end.

[01:25] dan kalau yang akan aku bawakan malam ini adalah kisah tentang teror makhluk gaib di salah satu Mesh perusahaan yang berada di Provinsi Aceh
  And what I will present tonight is a story about the terror of supernatural beings at one of the Mesh companies located in Aceh Province.

[01:35] nah epic-nya awak teror ini tuh bukan teror biasa gitu loh bervariasi gitu loh
  Now, the epicness of this terror is not an ordinary terror, you know; it's varied, you know.

[01:39] dan di akhir cerita nanti ada plot Twist yang tidak tertebak dan betul-betul bikin sedih
  And at the end of the story, there will be an unpredictable plot twist that truly makes you sad.

[01:43] Wah penasaran kalian sama kisah selengkapnya ya kan
  Wow, you're curious about the full story, right?

[01:46] jadi tanpa berlama-lama kita langsung masuk aja ke ceritanya
  So without further ado, let's just jump into the story.

[01:53] [Musik]
  [Music]

[01:55] Oke Pak jadi kisah yang bakal Aku bawakan malam ini adalah cerita yang dikirim sama Wawa aku namanya Nilam dari
  Okay, Sir, so the story I will present tonight is a story sent by Wawa; my name is Nilam from

[02:01] Hajj dari Aceh Halo Nilam Nah jadi bagi saya Ini betul-betul dialami sama Nilam pada tahun 2012 lalu tepatnya pada saat dia mengikuti suatu program magang gitu ya nah jadi buat ceritanya pada tahun itu Nilam ini merupakan mahasiswa semester akhir di salah satu perguruan tinggi yang ada di Aceh nah sekedar informasi aja jurusan kuliahnya si Nilam ini merupakan jurusan yang lumayan penting gitu lah yang biasanya memang dibutuhkan oleh perusahaan-perusahaan besar makanya pihak kampusnya si Nilam ini mewajibkan mahasiswa di jurusan tersebut untuk menjalani praktek kerja atau magang dan karena peraturan magang ini wajib diikuti mau tidak mau cemilan ini tetap harus mendaftarkan dirinya ke berbagai perusahaan ini supaya dia diterima magang di perusahaan itu dan setelah melewati proses seleksi Wah akhirnya si Nilam ini diterima magang di sebuah perusahaan yang kita sebut aja lah nama pt-nya ini PT Jaya ya Nah gambaran Sedikit nih loh yang menurut informasi dari Nilam PT Jaya ini merupakan perusahaan milik negara yang bergerak di bidang pertambangan PT Jaya.
  Hajj from Aceh Hello Nilam So for me This is really experienced by Nilam in 2012 precisely when she was participating in an internship program yes so for the story in that year Nilam was a final semester student at one of the universities in Aceh just for information Nilam's major was a fairly important major that is usually needed by large companies therefore Nilam's campus required students in that major to undergo work practice or internship and because this internship regulation must be followed whether she likes it or not this snack still had to register herself at various companies so that she would be accepted for an internship at that company and after going through the selection process Wow finally Nilam was accepted for an internship at a company let's just call the company name PT Jaya yes So a little description according to information from Nilam PT Jaya is a state-owned company engaged in mining PT Jaya.

[03:02] Ini pada saat itu terkenal Makmur Kalila.
  At that time, it was famous as Makmur Kalila.

[03:04] Karyawan yang kerja di sana kok bisa dibilang hidupnya langsung terjamin.
  Employees who worked there could be said to have their lives immediately guaranteed.

[03:07] Dikasih tahu sama si Nilam biasanya karyawan PT Jaya itu mendapatkan rumah dinas di satu komplek yang memiliki fasilitas lengkap.
  Nilam was told that usually PT Jaya employees get official housing in a complex with complete facilities.

[03:14] Ada lapangan golfnya, ada foodcourtnya, ada minimarket, ada kolam renang, ada rumah sakit, bahkan sekolah untuk anak-anak karyawan aja ada.
  There was a golf course, a food court, a minimarket, a swimming pool, a hospital, and even a school for employees' children.

[03:22] Wa makanya pasti di dalam tahu bahwa dia diterima magang di PT Jayanti senang kali.
  So of course, deep down she knew that she was accepted for an internship at PT Jaya, she was very happy.

[03:27] Ya kan dan kesenangan si Nilam ini juga semakin bertambah pada saat dia tahu bahwa yang diterima di PT Jaya itu enggak cuma dia sendiri, Pak.
  Right, and Nilam's happiness also increased when she found out that she wasn't the only one accepted at PT Jaya, sir.

[03:32] Dia juga bersamaan dengan 15 mahasiswi lainnya dari jurusan yang sama.
  She was also accepted together with 15 other female students from the same department.

[03:36] Nah, 15 orang itu terdiri dari empat orang teman seangkatan sini lam, terus 11 orangnya ini sisanya itu apa adik tingkatnya sini lam.
  Well, those 15 people consisted of four friends from her batch, and the remaining 11 were her juniors.

[03:45] Jadi secara total ada 16 orang termasuk sini ya yang magang di PT Jaya ini.
  So in total, there were 16 people including her who interned at PT Jaya.

[03:50] BTW, memang di sini aku enggak akan sebutin semua nama kawan-kawan yang 16 ini, tapi setidaknya ada 7 perempuan Nilam yang mengalami hal mistis di cerita ini, jadi aku sebutin yang 7 aja.
  By the way, I won't mention all 16 friends' names here, but at least there are 7 women, including Nilam, who experienced mystical things in this story, so I'll just mention those 7.

[03:59] Pertama ada Simala, terus Luna, Arum, Restu.
  First, there is Simala, then Luna, Arum, Restu.

[04:02] Dinda Gusti sama Mita ya semoga kalian
  Dinda Gusti and Mita, I hope you all

[04:06] Ingatlah 77 ini termasuk sini lam juga
  Remember, 77 is also included here, it's been a long time too.

[04:08] satu ini berarti yang juga turun
  This one means that it also goes down.

[04:09] mengalami kejadian mistis
  Experiencing a mystical event.

[04:12] Jadi mereka ini direncanakan akan ditempatkan di salah satu mess dari PT Jaya ini yang juga terletak di wilayah Aceh bukan di pusat kota
  So they were planned to be placed in one of the messes of PT Jaya, which is also located in the Aceh region, not in the city center.

[04:20] ada lah macam itu maksudnya apa ya kalau ya aku enggak akan sebutin daerah di sini tapi kemungkinan itu adalah kabupatennya ya
  It's like that, what does it mean? Well, I won't mention the area here, but it's probably the district, yes.

[04:25] dengan didampingi oleh seorang mentor bernama Bu Risma
  Accompanied by a mentor named Bu Risma.

[04:29] tapi ya Bu Risma ini enggak tiap hari ada di mess enggak tiap hari dia itu stay Dimas beliau ini bakal pulang pergi dari Mess ke rumahnya dan hanya menengok sesekali ajalah ketika dia ini dibutuhkan di mess
  But Bu Risma is not at the mess every day; she doesn't stay there every day. She will commute from the mess to her house and only visit occasionally when she is needed at the mess.

[04:41] nah sampailah di hari yang sudah ditentukan
  So the appointed day arrived.

[04:42] Mereka pun berangkatlah ke mess menggunakan bus
  They then departed to the mess by bus.

[04:45] Dan setelah menempuh kurang lebih 5 jam perjalanan sampailah mereka di lokasi ini kan di mess nih ya
  And after traveling for about 5 hours, they arrived at this location, which is the mess, right?

[04:51] Sesampainya di sana nilamnya agak ngerasa terkejut gitu Waktu nyampe Kenapa karena mewah yang ada dalam pikiran senilai ini ternyata berbeda dengan kenyataan
  Upon arriving there, Nilam felt a bit surprised. When she arrived, why? Because the luxury she had imagined was worth this much, but it turned out to be different from reality.

[05:01] Mesh yang ditempatin sama Nilam beserta teman-temannya ini terletak di dataran
  The mess that Nilam and her friends occupied is located on a plateau.

[05:04] Tinggi dimana halaman belakangnya masih dipenuhi perkebunan sawit di kanan kiri.
  It was high where the backyard was still filled with oil palm plantations on the left and right.

[05:09] Mess itu ada beberapa rumah dinas karyawan memang, tapi hampir semuanya tidak berpenghuni alias kosong melompong.
  That mess had several employee official houses, but almost all of them were uninhabited, completely empty.

[05:15] Dan barulah diketahui ternyata mess itu sudah tidak ditempati selama kurang lebih 1 tahun.
  And it was then discovered that the mess had not been occupied for approximately 1 year.

[05:20] Makanya begitu melihat bangunan mess dari luarnya, Nilam sama teman-temannya langsung hawanya enggak enak, Wak.
  That's why as soon as they saw the mess building from the outside, Nilam and her friends immediately felt a bad vibe, Wak.

[05:26] Ya gitu, meskipun sedikit was-was, ya udah Nilam pun mencoba untuk positive thinking dan meyakinkan dirinya kalau magang di sini akan berjalan lancar jaya macam nama PT-nya gitulah, ya.
  Yeah, even though a bit worried, Nilam tried to think positively and convince herself that the internship here would go smoothly, just like the company's name, you know.

[05:40] Nah, terus juga kedatangan rombongan Nilam ini langsung disambut sama kakek-kakek yang merupakan penjaga mess.
  Well, then the arrival of Nilam's group was immediately greeted by an old man who was the mess guard.

[05:44] Mereka langsunglah dipersilakan masuk dan langsung memilih kamar untuk ditempati.
  They were immediately invited in and directly chose rooms to occupy.

[05:48] FYI, tersebut bentuknya tuh kayak memanjang dan luas sekali, katanya ada sekitar 16 kamar tidur dan 6 kamar mandi yang tersusun secara berderet.
  FYI, the shape was long and very spacious, they said there were about 16 bedrooms and 6 bathrooms arranged in a row.

[06:01] Nah, meskipun jumlah kamarnya cukup untuk mereka tempati sendirian, kan satu orang satu.
  Well, even though the number of rooms was enough for them to occupy alone, right, one person each.

[06:04] Kamar kan mereka berenam belas sejak awal tuh mereka udah sepakat kalau udah lawak satu kamar diisi dua orang aja lah nggak usah sendiri-sendiri takut kami gitu.
  Since the beginning, the sixteen of them had agreed that it would be funny if each room was only filled with two people, no need to be alone, they were afraid like that.

[06:14] Jadi udah dari total 16 eh kamar yang terpakai cuman 8 kamar aja, sedangkan 8 kamar sisanya memang sengaja dibiarin kosong gitu sama mereka kan.
  So out of a total of 16 rooms, only 8 rooms were used, while the remaining 8 rooms were intentionally left empty by them.

[06:21] Nah di area belakang dekat dapur, wah ada tuh satu ruangan tertutup horden yang merupakan kamar tidur si Kakek tadi yang kakek nyambut mereka itu loh si penjaga Mess.
  Well, in the back area near the kitchen, there was a room closed with a curtain which was the bedroom of the old man who welcomed them, the guard of the mess.

[06:30] Nah kakek nyambut mereka dikasih tahu kamarnya ini ini ini ini sudah selesai kan.
  Well, the old man welcomed them and told them that these rooms were ready.

[06:34] Nah sebelum pergi, Kakek ini pun sempat berpesan sama eee si kawan-kawan ini, "Kalian kalau butuh apa-apa panggil saya di belakang ya," kata Kakek tuh.
  Well, before leaving, this old man took the time to advise these friends, "If you need anything, call me in the back, okay," said the old man.

[06:42] "Oh iya kek, Makasih ya atas bantuannya dah."
  "Oh yes, sir, thank you for your help."

[06:44] Pergilah kasih kakek nih kan.
  So the old man left.

[06:46] Nah singkat cerita, Wak Nilam sama kawan-kawan pun lanjut lah beberes, mereka bersantai lagi dan menikmatilah itu suasana mess yang ala kadarnya kan.
  Well, long story short, Wak Nilam and friends continued tidying up, they relaxed again and enjoyed the simple atmosphere of the mess.

[06:53] Tapi tidak lama kemudian mereka dikejutkan dengan suara Mala teman mereka yang berteriak heboh nih sambil keluar dari kamar mandi dengan nafas yang terengah-engah, malah berteriak, "Woi, ada yang ngintipin aku di kamar mandi!"
  But not long after, they were startled by the voice of their friend Mala who was shouting excitedly while coming out of the bathroom gasping for breath, even shouting, "Hey, someone was peeping at me in the bathroom!"

[07:05] Katanya, "Eh, siapa yang ngintipin kau?"
  He said, "Hey, who was peeping at you?"

[07:07] Aku nggak tahu siapa barusan pas aku mandi.
  I don't know who it was just now when I was bathing.

[07:09] Aku dengar ada suara kamera HP motret aku dari ventilasi.
  I heard the sound of a phone camera taking pictures of me from the ventilation.

[07:12] Katanya, "Salah dengar."
  He said, "You misheard."

[07:15] Gua mungkin kami dari tadi di luar sini, enggak ada apa-apa kok, enggak ada orang masuk ke sana.
  I mean, we've been out here all along, there's nothing, no one went in there.

[07:17] Kami nampak, tapi pada saat itu malah ini tetap kalau betulan loh.
  We saw, but at that time he still insisted it was real, you know.

[07:22] Aku dengar ada suara kamera HP cekrek gitu.
  I heard the sound of a phone camera clicking like that.

[07:24] Pokoknya sempat lah kok terjadi perdebatan sengit nih antara malah sama kawan-kawannya, sama-sama mempertahankan diri gitu loh.
  Anyway, there was a heated argument between him and his friends, both defending themselves like that.

[07:28] Tapi akhirnya malah lah yang mengalah karena dia enggak mau memperpanjang urusan nih.
  But in the end, he was the one who gave in because he didn't want to prolong the matter.

[07:32] Dah, nah, sebenarnya di malam pertama mereka itu, sebenarnya mereka udah ngerasain ada sesuatu yang enggak beres di mess-nya.
  Well, actually on their first night, they already felt something was wrong in the dorm.

[07:35] Apalagi beberapa teman nilem juga sempat mendengar desas-desus dari kakak tinggal mereka yang memang sebelumnya tinggal juga di mess itu tahun lalu.
  Moreover, some of the female students also heard rumors from their senior who had also lived in that dorm last year.

[07:44] Di mana kata-kata ini, "Wak, di mess itu sering terjadi kesurupan massal."
  Where he said, "Bro, in that dorm, mass possessions often happen."

[07:48] Dan untuk menghindari hal itu, adik-adik kalian harus jaga sikap ya, dilarang untuk menimbulkan kehebohan atau juga bersuara keras.
  And to avoid that, you younger ones must behave, you are forbidden from causing a commotion or speaking loudly.

[07:57] Dan yang harus kalian ingat, kalian dilarang berada di luar mess pada saat Maghrib.
  And what you must remember, you are forbidden from being outside the dorm at Maghrib time.

[08:01] Itu kata cuttingnya, dah akhirnya.
  That's what the cut said, and that's the end.

[08:07] Mereka pun berusaha sebisa mungkin untuk menuruti aturan-aturan itu udahlah.
  They also tried their best to follow those rules, that's it.

[08:10] Gampang kok nggak gimana-gimana kali.
  It's easy, not that difficult.

[08:12] Bisa lah.
  It can be done.

[08:13] Ya kita sepakat ya jangan langgar peraturan itu ya kata mereka kan.
  Yes, we agreed, don't break that rule, they said.

[08:16] Oke kata mereka eh kata mereka banyak kali kata merekanya kayak gitu lah.
  Okay, they said, uh, they said it many times, their words were like that.

[08:19] Pokoknya dan Betul lah alhamdulillahnya semenjak kejadian si malah diintip atau dicekrek tadi itu enggak mereka sudah tidak pernah lagi mengalami gangguan yang aneh-aneh.
  Anyway, and indeed, thankfully, since that incident where they were peeked at or caught earlier, no, they have never again experienced any strange disturbances.

[08:30] Sampailah Pada suatu hari mereka melakukan kesalahan yang cukup fatal yaitu mereka melanggar peraturan mens ya.
  Until one day they made a quite fatal mistake, that is, they violated the mess rules.

[08:35] Nah jadi ceritanya waktu itu hari Minggu tuh mereka memutuskan untuk Yaudahlah jalan-jalan sebentar di area foodcourt kan yang memang masih berada di satu Kompleks sama mess itu.
  So the story was, that time on Sunday, they decided to just take a short walk in the food court area, which was indeed still in the same complex as the mess.

[08:42] Mereka ke sana dengan berjalan kaki meskipun jaraknya cukup jauh lah dari mens mereka.
  They went there on foot even though the distance was quite far from their mess.

[08:47] Saking asiknya main tidak terasa waktu menunjukkan hampir magrib ah mereka Langsung lah balik ke me skan dengan berlari kencang meskipun udah lari-larian wa mereka tetap terlambat.
  Because they were so engrossed in playing, they didn't realize the time was almost Maghrib, ah, they immediately rushed back to the mess running fast, even though they had been running, they were still late.

[08:59] Ternyata pas adzan maghrib berkumandang mereka belum sampai di mess.
  It turned out that when the Maghrib call to prayer sounded, they hadn't arrived at the mess yet.

[09:02] Di sini lah di sinilah asal mula semuanya itu.
  Here, right here is where it all began.

[09:08] Terjadi sejak saat itu, sejak saat mereka telat pulang itu mulai ada teror-teror mengerikan yang menghantui Nilam dan kawan-kawannya.
  It happened from that moment, from the time they came home late, there began to be terrifying terrors that haunted Nilam and her friends.

[09:23] Ini masuk sekarang aku akan menceritakan satu persatu gangguan apa saja yang dialami sama mereka.
  Now I will tell one by one what disturbances they experienced.

[09:29] Ya kita mulai dari yang pertama nih.
  Yes, let's start with the first one.

[09:31] Jadi ceritanya waktu itu Luna sama Arum yang memang tinggal sekamar ini lagi berada di toilet mess ya.
  So the story is that at that time Luna and Arum, who indeed shared a room, were in the mess toilet.

[09:37] Ke toilet soalnya dia takut ke toilet ini sendirian.
  They went to the toilet because she was afraid to go to this toilet alone.

[09:40] By the way itu mereka punya satu kebiasaan khusus ya Pak yaitu setiap kali keluar kamar mereka pasti mengunci kamar mereka masing-masing.
  By the way, they have a special habit, sir, which is that every time they leave the room they always lock their respective rooms.

[09:49] Nah hal tersebut mereka lakukan agar terhindar dari kejadian-kejadian yang tidak diinginkan misalnya aja kayak kehilangan barang atau apalah kayak gitu kan.
  Well, they do that to avoid unwanted incidents, for example like losing items or something like that, right.

[09:56] Nah berarti si Luna sama Arum pada saat ke toilet kamar ini pasti dikunci.
  So that means Luna and Arum, when going to the toilet, this room must be locked.

[10:00] Nah sekembalinya mereka dari kamar mandi bawa mereka berdua pun balik lagi ke kamar ya kan.
  Well, upon their return from the bathroom, the two of them went back to the room, right.

[10:04] Nah pas mereka mau masukin kunci nih pak ya tiba-tiba terdengar.
  Well, when they were about to insert the key, sir, suddenly there was a sound.

[10:09] Suara kunci dibuka dari arah dalam kamar.
  The sound of a key being unlocked came from inside the room.

[10:13] Sebanyak dua kali cekrek cekrek, tapi dari dalam kamar kayak ada orang yang mau ngebuka kunci itu dari dalam.
  Twice, click click, but from inside the room it seemed like someone was trying to unlock it from inside.

[10:20] Tuhan, siapa yang ada di dalam nih?
  God, who is inside here?

[10:22] Kan di kamar ada orang-orang, mereka berdua ke toilet, kok ditambah lagi kunci itu?
  There were people in the room, the two of them went to the toilet, why is the lock being added again?

[10:26] Ah, kunci kamar itu masih ada di tangan Luna, Luna baru mau masuk kan atur.
  Ah, the room key is still in Luna's hand, Luna was about to enter, right?

[10:30] Siapa yang ngebuka pintu tuh dari dalam?
  Who opened the door from inside?

[10:32] Ya kan, karena takut mereka berdua pun langsung berlari ke teras dan mengadu ke teman-teman lain yang memang kebetulan lagi nongkrong pula di sana.
  Right, because they were scared, the two of them immediately ran to the terrace and complained to other friends who happened to be hanging out there.

[10:38] Nah, setelah mendengar cerita dari Arum dan Luna, mereka semua juga ikut deg-degan wa melihat teman-teman yang diliputi ketakutan.
  Well, after hearing the story from Arum and Luna, they all also felt anxious seeing their friends overcome with fear.

[10:46] Akhirnya Nilam pun bilang wa, gimana kalau kita bilang aja ke Kakek?
  Finally, Nilam said, how about we just tell Grandpa?

[10:47] Hmm, katanya kan kalau ada apa-apa suruh nyari beliau, ya kan?
  Hmm, he said if anything happens, we should look for him, right?

[10:51] Mendengar saran dari sinilah mereka semua pun setuju dan pada saat itu mereka jalan nih wak rame-ramai menuju ke ruangan belakang tadi yang ketutup horden tuh.
  Hearing this suggestion, they all agreed and at that moment they walked together towards the back room that was covered by the curtain.

[10:59] Ingat kalian kan, dan mereka panggilnya dari luar kan, kakek, kek, kek, tolong kami, kek, kek, gitu kan, tapi enggak direspon sama dia wa.
  Remember, right, and they called from outside, 'Grandpa, kek, kek, help us, kek, kek,' like that, but he didn't respond.

[11:06] Enggak nyerang mereka nih, mereka terus panggil-panggil kakek sambil menunggu dari luar, dipanggil terus-terusan enggak.
  He didn't attack them, they kept calling Grandpa while waiting from outside, calling continuously but no response.

[11:11] Ada nyonyok si Kakek ini Pak Nah setelah
  There was a grumpy old man, Mr. Nah, after

[11:13] sekian lama tidak kunjung mendapatkan
  a long time without getting

[11:15] jawaban dari si Kakek mereka semua ini
  an answer from the old man, all of them

[11:17] akhirnya nekat membuka horden kamar
  finally dared to open the bedroom curtain

[11:20] tidur sikat Oke dan kalian tahu
  to sleep, okay, and you know

[11:22] ternyata ruangan yang katanya itu adalah
  it turned out the room that was said to be

[11:25] tempat tinggal Si kakek tua kalian tahu
  the old man's residence, you know

[11:27] itu apa isinya gudang gudang
  what was inside? A warehouse, a warehouse

[11:29] terbengkalai tahu kalian bener-bener
  abandoned, you know, really

[11:31] kayak gudang kosong enggak berpenghuni
  like an empty warehouse, uninhabited

[11:33] gitu loh barang-barang yang ada di sana
  like that, the items there

[11:34] juga ya itu semua itu berantakan udah
  also, yes, everything was messy, already

[11:37] berantakan debu pula Macam mana ya
  messy and dusty too, what is it like?

[11:38] gudang lah bahkan enggak ada kasur Wak
  It's a warehouse, there wasn't even a mattress, Wak

[11:40] di dalam itu Udang bukan tempat tidur
  inside that, it's not a bed

[11:42] bukan tempat tinggal pokoknya enggak
  not a residence, basically not

[11:44] layak lah itu jadi tempat tinggal masa
  decent as a place to live, come on

[11:45] iya si Kakek ini tinggal di tempat kayak
  yes, this old man lives in a place like

[11:46] gini kata mereka ditambah lagi malam itu
  this, they said, plus that night

[11:48] mereka tidak menemukan keberadaan kakek
  they did not find the old man's presence

[11:50] yang ada di sana ya kan Wa dia momen
  who was there, right, Wa, that moment

[11:52] tersebut mereka semua pun dilanda rasa
  they were all struck by a feeling

[11:54] takut panik ngeri semua bercampur jadi
  fear, panic, terror, all mixed into

[11:56] satu darah cewek-cewek Ya kan bergetar
  one, the girls, right, were trembling

[11:58] ya histeristik sembari berlari masuk ke
  yes, hysterically while running into

[12:00] dalam kamarnya Nilam yang memang paling
  Nilam's room, which was indeed the closest

[12:01] dekat dari dapur tuh nah waktu itu si
  from the kitchen, well, at that time,

[12:04] Luna bilang Wah Malam ini kita tidur
  Luna said, 'Wow, tonight we sleep

[12:05] ramean di sini aja kalian takut aku
  together here, you are scared, I

[12:07] balik lagi ke kamarku eh Janganlah yakin
  go back to my room, eh, don't, I'm sure

[12:10] gue ngomong semua di sini bahkan
  I'm talking, everyone here, even

[12:12] Sesempet apa pengap lah kamarnya nanti.
  How stuffy the room will be later.

[12:14] Awak benang 16 masuk satu kamar ruangan.
  We, thread 16, entered one room.

[12:16] Ini ndak besar-besarkan lipat kain empat.
  This is not to exaggerate, fold the cloth into four.

[12:17] Ya, Iya juga yang lainnya kan nah.
  Yes, that's right, the others too, right.

[12:20] Di tengah kepanikan ini, Arum pun langsung nelpon Bu pengawas mereka pada saat itu.
  In the midst of this panic, Arum immediately called their supervisor at that time.

[12:25] Arung ceritakanlah hitungan semua keanehan yang mereka alami.
  Arum told all the strange things they experienced.

[12:29] Nah untungnya Wak Bu Risma ini berhasil menenangkan mereka dan meminta mereka untuk udara.
  Luckily, Mrs. Risma managed to calm them down and asked them to go out for air.

[12:33] Anak-anakku, udah kalian balik aja ke kamar masing-masing, nggak ada apa-apa.
  My children, just go back to your respective rooms, there's nothing.

[12:37] Kalian banyakin Dzikir aja, Insya Allah tidak akan terjadi apa-apa, ya Nak ya.
  Just increase your dhikr, God willing, nothing will happen, okay dear.

[12:40] Kata Ibu tuh, dan setelah ditenangkan sama Bu Risma, mereka pun akhirnya berani kembali lagi ke kamar masing-masing untuk tidur.
  That's what the mother said, and after being calmed down by Mrs. Risma, they finally dared to go back to their respective rooms to sleep.

[12:48] Dan alhamdulillahnya malam itu enggak ada gangguan apa-apa lagi nih, Wak, selain yang tadi kunci terbuka dari dalam tuh, sehingga mereka pun bisa beristirahat dengan nyenyak.
  And thankfully that night there were no more disturbances, sir, other than the key being opened from inside earlier, so they could sleep soundly.

[12:56] Ya belum selesai, tapi nah terus keesokan paginya mereka pun berkumpul di ruang tamu untuk sarapan.
  It's not over yet, but then the next morning they gathered in the living room for breakfast.

[13:01] Nah pagi itu mereka melihat nih keberadaan si Kakek.
  That morning they saw the old man.

[13:03] Ada dia Nilam yang penasaran, dia pun langsung nanya ke kakek, "Kakek, kemarin malam kakek ke mana? Kami cari-cari kakek kok enggak ada."
  There was Nilam who was curious, she immediately asked the old man, "Grandfather, where were you last night? We were looking for you but you weren't there."

[13:09] Oh, kalau malam saya selalu ada di ladang.
  Oh, at night I am always in the field.

[13:14] Belakang rumah Mbak saya enggak tidur di sini kata si Kakek.
  Behind my sister's house, I don't sleep here, said the old man.

[13:18] Nah mendengar jawaban si Kakek, Nilam sama kawan-kawan cuman dia mau komen mereka.
  Well, hearing the old man's answer, Nilam and her friends only wanted to comment on them.

[13:23] Mereka sekali tidak menanyakan soal gudang terbengkalai yang katanya tempat tinggal si Kakek itu.
  They didn't ask at all about the abandoned warehouse that was said to be the old man's residence.

[13:27] Nggak ada yang berani nanya.
  No one dared to ask.

[13:28] Udahlah tuh selesai sarapan.
  Anyway, breakfast was finished.

[13:29] Mereka pun langsung pergi lagi ke kantor PT Jaya untuk menjalani magang seperti biasa.
  They then immediately went back to PT Jaya's office to carry out their internship as usual.

[13:34] Ketika waktu menunjukkan pukul 05.00 sore, mereka baliklah.
  When the clock showed 5:00 PM, they returned.

[13:40] Akan tetapi malam harinya muncul lagi gangguan yang menghantui mereka.
  However, that night another disturbance appeared that haunted them.

[13:45] Jadi ceritanya nih, wa yang malam itu mereka kan tidur di kamar masing-masing ya kan.
  So the story is, that night they were sleeping in their own rooms, right.

[13:49] Nah sekitar jam setengah dua malam, mereka dikejutkan oleh suara Arum yang tiba-tiba menangis.
  Well, around half past one in the morning, they were startled by the sound of Arum suddenly crying.

[13:55] Wah gitu nangis, saya sedih kali lah.
  Oh, crying like that, I'm so sad.

[13:58] Nah baru aja nangis histerius, enggak lama kemudian suara tangisan itu berubah menjadi suara ketawa melengking.
  Well, just as she was crying hysterically, not long after, the crying sound turned into a shrill laughing sound.

[14:04] Mereka semua yang pada kaget pun langsung pergilah ke kamarnya si Arum dan mendapati kalau Arum ternyata apa betul kesurupan Pandeglang.
  All of them, startled, immediately went to Arum's room and found that Arum was indeed possessed, Pandeglang style.

[14:12] Mereka semua akhirnya Nilam pun langsung berinisiatif pergi ke pos satpam dan melaporkan apa.
  Finally, Nilam took the initiative to go to the security post and report what happened.

[14:17] Yang terjadi sama si Arum bapak-bapak.
  What happened to Arum, gentlemen.

[14:18] Tolong ada teman kami kesurupan enggak?
  Please, is one of our friends possessed or not?

[14:20] Pakai lama Pak Dwi ini, Pak sa pun langsung lawak bergegas ke Mesh untuk mengecek kondisi Arum di kamarnya, Pak.
  Without delay, Mr. Dwi, I immediately rushed to Mesh to check Arum's condition in her room, sir.

[14:27] Dwi pun langsunglah membacakan doa-doa untuk mengeluarkan host Hok yang merasuki tubuhnya si Arum.
  Mr. Dwi then immediately recited prayers to expel the host Hok that had possessed Arum's body.

[14:32] Dan alhamdulillahnya Arum pun langsung tersadar dan kembali tenanglah.
  And thankfully, Arum immediately regained consciousness and became calm again.

[14:37] Setelah situasi dirasa cukup aman, Pak Dwi pamitan baliklah ke pos satpam lagi.
  After the situation was deemed safe enough, Mr. Dwi said goodbye and returned to the security post.

[14:41] Sedangkan anak-anak yang lain kembali tidur meskipun dengan perasaan yang was-was.
  Meanwhile, the other children went back to sleep, albeit with a feeling of anxiety.

[14:47] Pokoknya nih, Wayah semenjak kejadian itu pada malam-malam berikutnya hampir semua dari mereka mengalami kesurupan secara bergantian.
  Anyway, Wayah, since that incident on the following nights, almost all of them experienced possession in turns.

[14:56] Betul, di malam kedua gantian Dinda kesurupan.
  Indeed, on the second night, it was Dinda's turn to be possessed.

[14:59] Tapi bedanya riwayat Dinda ini dirasuki oleh sosok yang berbeda dengan sosok yang merasuki Arum kemarin.
  But the difference is that Dinda's case was possessed by a different entity from the one that possessed Arum yesterday.

[15:04] Tapi meskipun sosoknya beda, waktu kejadian kesurupan lagi-lagi terjadi di sekitar jam setengah dua malam kemarin, 01.30.
  But even though the entity was different, the time of the possession again occurred around half past one in the morning yesterday, 01:30.

[15:13] Waktu kesurupan tuh, Adinda tiba-tiba tertawa dengan suara yang besar.
  At the time of possession, Adinda suddenly laughed loudly.

[15:20] Yang sekamar sama si Dinda ini pun langsung lah dia keluar kamar untuk mencari bantuan.
  The one who shared a room with Dinda immediately went out of the room to seek help.

[15:25] Akhirnya mereka memanggil Pak Dwi lagi, pak satpam yang memang lagi kebetulan dia juga yang jaga di pusat pemalam tuh.
  Finally they called Mr. Dwi again, the security guard who happened to be on duty at the night center.

[15:32] Datanglah Wak Pak Dwi nggak sendirian, tapi dia bawa lima kawan ya yang bersama-sama satpam juga.
  Mr. Dwi's assistant came not alone, but he brought five friends who were also security guards.

[15:37] Pergi ke mess mereka di saat mereka berenang mau mengangkat tubuhnya Dinda untuk dibawa ke ruang tamu.
  They went to their mess while they were swimming, intending to lift Dinda's body to be taken to the living room.

[15:41] Pak mereka semua enggak kuat, berat kali badan Dinda katanya.
  All of them were not strong enough, Dinda's body was very heavy, they said.

[15:46] Tahu kalian, padahal di dunia ini diangkat sama 6 set pembalap dan pasti juga tegap ya kan, tetap saja enggak kuat.
  You know, even though in this world it is lifted by 6 sets of racers who are surely sturdy, right, still they were not strong enough.

[15:51] Mereka nyewa akhirnya apa dengan terpaksa Dinda pun langsung diobati di dalam kamar aja, nggak diobati ya kan.
  They rented, finally what, reluctantly Dinda was treated right in the room, not treated, right.

[15:55] Enggak lama kemudian Dinda pun sadar dan keadaan kembali normal.
  Not long after, Dinda regained consciousness and the situation returned to normal.

[16:01] Sampai sini pak, kalian sadar nggak kalau kesurupan itu selalu terjadi pada salah satu teman sekamar?
  Up to this point, sir, do you realize that possession always happens to one of the roommates?

[16:07] Harum kan sekamar sama Luna, nah di malam pertama si Arum yang kesurupan.
  Harum, right, shared a room with Luna, well on the first night it was Arum who got possessed.

[16:11] Terus Dinda segala marah sama si Restu, besok kan ya gantian pula Dinda yang kesurupan.
  Then Dinda got angry at Restu, the next day, right, it was Dinda's turn to get possessed.

[16:15] Ya kan polanya gitu terus, juga satu kamarnya pasti ada satu yang kesurupan.
  Right, the pattern is like that continuously, also in one room there is always one who gets possessed.

[16:19] Dan ini malam ketiga nanti di kamar.
  And this is the third night later in the room.

[16:21] Siapa di kamar ini kamar a sama kamar b?
  Who is in this room, room A and room B?

[16:23] Nanti a yang kesurupan besok ayah malam.
  Later, A will be possessed tomorrow, father, at night.

[16:25] Keempat kayak gitu, kayak gitu semuanya.
  The fourth one is like that, like that, all of them.

[16:26] Terus saking seringnya gangguan itu terjadi, akhirnya mereka pun sepakat ini.
  Then, because the disturbances happened so often, they finally agreed on this.

[16:31] Ya, mereka sepakat untuk membuat semacam password, ya password sebelum masuk ke dalam kamar.
  Yes, they agreed to create a kind of password, yes, a password before entering the room.

[16:39] Nah, password tersebut digunakan sebagai tanda kalau mereka betul-betul manusia nih, bukan sosok yang lagi nyamar-nyamar gitu, ya kan?
  Well, that password is used as a sign that they are really human, not a figure who is disguising themselves, right?

[16:45] Dan hal ini bertujuan untuk mencegah kesurupan bergilir tadi tuh.
  And this is intended to prevent the rotating possessions earlier.

[16:47] Dan password itu mereka sepakati dengan kata sate ayam.
  And they agreed on the password as the word 'sate ayam'.

[16:53] Sate ayam.
  Chicken satay.

[16:53] Jadi misalnya Si A sekamar sama si B, setiap kali si A ini habis dari luar, dia mau masuk ke dalam kamar, B yang ada di dalam kamar itu harus nanya dulu, 'Eh, aku mau masuk.'
  So for example, A is in the same room as B, every time A comes from outside and wants to enter the room, B who is inside the room must ask first, 'Hey, I want to come in.'

[17:02] Ya, apa dulu passwordnya?
  Yes, what's the password first?

[17:05] Nanti baru si A jawab, 'Sate ayam.'
  Then A will answer, 'Chicken satay.'

[17:07] Betul, si A ini kalau misalnya dijawab dengan benar, barulah kawan yang di dalam ini baru boleh ngebukain pintu dan memperboleh si kawannya ini masuk kayak gitu.
  Correct, if A answers correctly, then the friend inside is allowed to open the door and let the friend in like that.

[17:16] Waduh, sepakat kata mereka, betul pula, alhamdulillahnya hal ini.
  Wow, they agreed, it was correct too, and thankfully this happened.

[17:21] cukup efektif Pak udah nggak ada lagi
  It's quite effective, sir, there's no more.

[17:23] tuh ceritanya teman sekamar mereka
  That's the story of their roommate.

[17:24] tiba-tiba kesurupan kayak
  Suddenly possessed like

[17:25] kemarin-kemarin nggak ada
  There wasn't any like before.

[17:27] Oh tapi sayangnya suatu hari ada satu kejadian
  Oh, but unfortunately one day there was an incident

[17:29] yang betul-betul membuat mereka dilanda kengerian luar biasa lagi
  that truly made them struck by extraordinary terror again.

[17:31] Wa ini singkat tapi seram sini ya
  Wow, this is short but scary, here, okay.

[17:35] suatu hari Dinda nih ngetok lah pintu kamar
  One day, Dinda knocked on the bedroom door.

[17:37] Dia kan mau masuk kamar tok tok tok katanya
  She wanted to enter the room, knock knock knock, she said.

[17:40] nah di dalam kan si Restu nih
  Well, inside was Restu.

[17:42] Restu nanya lah kan Oh Dinda passwordnya apa Din kata si Restu
  Restu asked, 'Oh Dinda, what's the password, Din?' said Restu.

[17:47] dan kalian tahu Dinda jawab apa
  And do you know what Dinda answered?

[17:52] babi
  Pig.

[17:56] tuh pintu kata Si Dinda awak mohon maaf nih kalau memang itu katanya
  'That door,' said Dinda, 'I apologize if that's the case,' she said.

[17:58] dan suara ketawa Si Dinda itu pun seram kali kencang kali gitu loh Wak
  And Dinda's laughter was terrifyingly loud, like that, Uncle.

[18:02] nah Restu yang mendengar jawaban tersebut pun langsung nangislah ketawa
  Well, Restu who heard that answer immediately cried laughing.

[18:10] karena dia tahu yang ada di depan kamar itu bukan Dinda yang asli
  Because she knew that the one in front of the room was not the real Dinda.

[18:12] ini memutar ayat-ayat kursi dari laptopnya
  She played the Ayat Kursi from her laptop.

[18:14] dan mendekatkan laptop itu ke arah pintu
  And brought the laptop closer to the door.

[18:16] mendengar lantunan akhir-akhir kursi
  Hearing the recitation of Ayat Kursi.

[18:22] Dinda yang ada di luar itu justru berteriak marah, "Wah, kurang ajar kau ya! Cepat matikan suara itu, matikan, matikan!" katanya.
  Dinda, who was outside, instead shouted angrily, "Hey, you're so rude! Quickly turn off that sound, turn it off, turn it off!" she said.

[18:30] Restu jelas tidak memperdulikan permintaan Dinda, dia justru semakin memperbesar volume dari laptopnya itu.
  Restu clearly ignored Dinda's request; he instead turned up the volume on his laptop.

[18:36] Pak, kehebohan Dinda sama si Restu ini ternyata pas dia didengar sama teman-teman yang lainnya.
  Sir, the commotion between Dinda and Restu was actually heard by the other friends.

[18:40] Ya kan?
  Right?

[18:41] Mereka pun langsung bergegas menuju ke kamarnya si Dinda dan mendapati Dinda sedang berdiri di depan pintu dalam kondisi kerasukan lagi, matanya melotot tajam, wajahnya merah.
  They immediately rushed to Dinda's room and found Dinda standing in front of the door in a possessed state again, her eyes wide and sharp, her face red.

[18:51] Dinda ini terlihat sangat marah dan bermaksud ingin mendobrak pintu kamarnya tua, dan rupanya sosok yang masuk ke dalam tubuhnya Dinda ini enggak terima gitu loh diputar air suci Alquran sama si Restu.
  Dinda looked very angry and intended to break down her old bedroom door, and apparently the entity that entered Dinda's body couldn't accept being played holy water and the Quran by Restu.

[19:01] Untungnya waktu itu Dinda langsung ditarik sama Bu Risma yang memang kebetulan malam berkunjung ke mezwa.
  Fortunately, at that time Dinda was immediately pulled away by Bu Risma, who happened to be visiting the mezwa that night.

[19:06] Bu Risma pun berusaha untuk menenangkan Dinda dan membacakan beberapa ayat suci.
  Bu Risma then tried to calm Dinda and recited some holy verses.

[19:11] Dah, tuh kan nggak lama kemudian Dinda pun kembali lagi waktu sadar.
  Well, see, not long after, Dinda regained consciousness again.

[19:15] Nah, sampai sini, apakah gangguannya berhenti?
  Now, up to this point, did the disturbance stop?

[19:17] Tidak, belum.
  No, not yet.

[19:19] WA, gangguan yang akan mereka alami selanjutnya ini justru semakin kayak...
  WA, the disturbance they will experience next is actually even more like...

[19:23] Nggak masuk akal gitu loh Pak parahnya.
  It doesn't make sense, sir, how severe it is.

[19:26] Lagi teror kali ini cukup membahayakan.
  This time the terror is quite dangerous.

[19:28] Nyawa salah satu temannya Nilam nah.
  The life of one of Nilam's friends, well.

[19:32] Seperti yang aku bilang tadi, hampir semua mahasiswi yang magang di mess itu selalu diteror makhluk gaib.
  As I said earlier, almost all the female students interning at that mess are always terrorized by supernatural beings.

[19:38] Nah tapi dari semua orang, hanya adik tingkat Nilam yang bernama Mithalah yang mengalami gangguan teror cukup serius.
  But among all of them, only Nilam's junior named Mithalah experienced quite serious terror disturbances.

[19:47] By the way, si Mita ini memang dikenal karakternya cukup pendiam.
  By the way, this Mita is known to have a rather quiet personality.

[19:51] Wah dia kalem kali lah gitu anaknya.
  Wow, she's very calm, that kid.

[19:52] Nanti misalnya di saat teman-teman lainnya heboh karena gangguan mistis, buat si Mita ini justru enggak banyak bereaksi.
  For example, when other friends are excited about mystical disturbances, Mita just doesn't react much.

[19:57] Jadi dia agak yang lebih kalem lah gitu, enggak terlalu heboh kalian ya.
  So she's a bit calmer, not too excited, you know.

[20:01] Nah pada suatu hari, wanita ini mendadak sakit dan meminta izin kepada Bu Risma untuk tidak masuk magang selama satu hari.
  Well, one day, this woman suddenly fell ill and asked Bu Risma for permission not to attend the internship for one day.

[20:05] Diizinin sama Bu Risma.
  She was allowed by Bu Risma.

[20:08] Mita di mana hari itu Mita pun beristirahatlah full di mess.
  Mita, on that day, rested fully at the mess.

[20:11] Tapi karena kondisinya enggak kunjung membaik, wah akhirnya dia diantarkanlah pergi ke rumah sakit untuk pemeriksaan lebih lanjut.
  But because her condition didn't improve, well, finally she was taken to the hospital for further examination.

[20:19] Nah ternyata setelah dicek nih, Mita ini mengalami suatu penyakit lambung yang mengharuskan dirinya menjalani rawat inap.
  Well, it turned out after being checked, Mita had a stomach illness that required her to be hospitalized.

[20:22] Ya setelah beberapa...
  Yes, after some...

[20:25] hari Di opname Mita pun akhirnya baikan

[20:27] nih dan dia balik lagi waktu ke Mesh

[20:29] Soalnya waktu itu tugas magangnya memang

[20:31] masih belum selesai dia Jadi enggak

[20:33] balik rumah balik lagi ke mess nih kan

[20:34] nah saya kembalinya minta di dalamnya

[20:36] Wah Entah kenapa sikapnya Mita ini jadi

[20:38] makin hari makin Aneh gimana anehnya

[20:41] jadi Si Mita ini Wain dulunya kan

[20:42] aman-aman aja nih dia enggak pernah

[20:44] kesurupan atau juga mengalami gangguan

[20:45] kan secara tiba-tiba dia ini Jadi sering

[20:48] jatuh pingsan gitu Pak dan ketika

[20:50] kembali tersadar minta ini selalu dalam

[20:52] keadaan matanya terpejam terus tangannya

[20:55] ini bengkok gitu loh mohon maaf ya macam

[20:58] orang kena Stroke bengkok gini tapi

[21:00] kayak gitu dia dan selain itu juga mite

[21:03] ini selalu mengunci mulutnya rapat-rapat

[21:06] dengan mata yang melotot ke atas

[21:09] nah kayak gitu dan yang kasihannya di

[21:11] saat Nita ini mencoba untuk membuka

[21:13] mulutnya seringkali keluar buih-buih

[21:17] warna kuning gitu lah dari mulutnya dan

[21:19] parahnya lagi di leher Mita ini

[21:21] ditemukan juga macam bekas luka kayak

[21:23] abis dicek kayak gitu loh mirip sekali

[21:25] lah pokoknya keadaannya Nadia saking

[21:27] parahnya

[21:29] minjam duit 100

[21:31] saking parahnya kondisi Mita ini

[21:33] teman-teman yang lain pun jadi kayak

[21:35] agak takut gitu loh mendekat

[21:36] satu-satunya orang yang berani mendekat

[21:38] sama siapa Nilam waktu itu aku nggak

[21:40] tega kali Nadia sama Si Mita cuman kalau

[21:42] nggak digituin nggak terurus dia kan

[21:44] akhirnya kebetulan saja yang bersedia

[21:46] menyuapin makanan dan juga ngebantuin Si

[21:48] Mita ini kalau tiap kali mau minum

[21:49] semakin hari bukannya membaik kondisi

[21:51] Mita ini justru semakin parah dan di

[21:54] saat Nilam berusaha menyuapkan nasi Uwa

[21:56] bibir Mita nih sama sekali enggak mau

[21:57] terbuka dan hal ini berakibat kondisi

[21:59] Mita yang melemah karena kurangnya

[22:01] asupan makanan nggak tega sama keadaan

[22:04] Mita yang terus-terusan memburuk

[22:05] akhirnya mereka pun mengabari pihak

[22:07] kampus perihal kondisinya Mita terus

[22:10] mendapat laporan dari dari keadaan Si

[22:13] Mita ini pihak kampus pun langsung

[22:14] meneruskannya ke keluarganya minta dan

[22:16] di hari itu juga pihak kampus memutuskan

[22:18] kalau Mita diperbolehkan tidak

[22:21] melanjutkan magang dengan kata lain Jadi

[22:24] kayak boleh pulang duluan gitu loh

[22:25] mendapatkan kabar tersebut mereka semua

[22:27] sembari

[22:29] ini dijemput sama keluarganya By the way

[22:31] rumahnya si Mita ini juga lumayan jauh

[22:32] kali Wa katanya paling tidak membutuhkan

[22:34] waktu 10 jam perjalanan dari rumahnya

[22:37] menuju ke mess sembari nunggu Keluarga

[22:39] Si Mita ini datang Wak mereka ngambil

[22:41] akan beraktivitas yang lain sedangkan Si

[22:43] Mita sendiri ini direbahkan di kursi

[22:45] ruang tamu agar kondisi nyamuk udah

[22:47] dipantau enggak di dalam kamar dia terus

[22:49] memasuki waktu Zuhur Wak Mereka pun

[22:51] bergegas melaksanakan salat Nah dari

[22:54] sekian banyak orang di sana wa Entah

[22:56] kenapa hanya Gusti temannya nih Gusti

[22:59] yang tiba-tiba pengin melaksanakan salat

[23:01] di ruang tamu padahal sebenarnya di

[23:03] mesua ada mushola kok dan biasanya

[23:05] mereka pun salat itu entah kenapa si

[23:07] Gusti ini mau salatnya di ruang tamu

[23:08] waktu ditanyain sama kawan-kawan yang

[23:10] lain kan eh Gusti apa Kondisi itu enggak

[23:13] salat di musala aja kau kata

[23:14] kawan-kawannya Enggak apa-apa kok Wa

[23:16] kata si Gusti Enggak apa-apa emang

[23:17] pengen eee di sini aku sambil nemenin

[23:19] Nita kata dia nah Sudahlah tuh salatlah

[23:21] si Gusti di sana sendirian kan pas depan

[23:23] ruang TV wah di ruang tamu tuh eh depan

[23:25] TV di ruang tamu nah salat ya kan kita

[23:28] tidur dia di sofa di saat yang bersamaan

[23:31] Nilam sama Mala lagi makan siang nih di

[23:34] ruang makan yang memang nggak jauh tuh

[23:35] dari ruang tamu dan Fai lokasi meja

[23:38] makannya si Nilam ini Wak sama-sama

[23:39] menghadap ke barat jadi posisinya kalau

[23:42] mereka duduk di meja ini ya mereka bisa

[23:43] ngelihat punggungnya si Gusti lagi

[23:45] sholat jadi si Gusti ini ngebelakangin

[23:47] mereka kebayang Ya udah mereka makan

[23:49] biasa-biasa saja mereka menikmatin gali

[23:51] lah makanannya tapi semakin lama nih OS

[23:54] semakin lama mereka berdua ngerasa ada

[23:55] sesuatu yang aneh ini tentu apa kok si

[23:59] Gusti salatnya enggak selesai-selesai

[24:01] Entah berapa kali dia ruku bangun sujud

[24:04] dari tadi sudah selesai bro si malah

[24:07] yang ngerasa ada yang janggal nanya lah

[24:08] itu Gusti salat Apa itu kok enggak

[24:11] selesai-selesai udah kayak salat tarawih

[24:13] dia weh lama kali emang lagi khusyuk dia

[24:15] tuh kata si Nilam udah dibiarin betulan

[24:17] enggak lama kemudian selesai ini

[24:18] salatnya terus terdengar suara si Gusti

[24:20] Lagi ngaji nah awalnya suaranya

[24:22] normal-normal aja

[24:24] audzubillahiminasyaitonirrajim

[24:25] Bismillahirrahmanirrahim

[24:25] Alhamdulillahirobbil

[24:28] pokoknya masih masih enak lah wak

[24:30] didengar Tapi kalian tahu beberapa menit

[24:32] kemudian suara Gusti ini tiba-tiba makin

[24:35] besar dan makin kencang kalian tahu

[24:38] suara Gusti ini mendadak berubah dengan

[24:41] intonasi yang jadi sangat cepat kalau

[24:43] gitu tanpa spasi waktu baca Alquran tuh

[24:45] Alhamdulillah

[24:48] kayak gitu ah padahal enggak biasanya

[24:50] Gus itu ngaji dengan intonasi semacam

[24:52] itu dan enggak boleh juga baca Quran

[24:54] kayak gitu Ya kan dia membaca apa dan

[24:55] dia momen tersebut pun teman-teman yang

[24:57] lain langsunglah nyamperin si gusi yang

[24:59] lain juga dengar Wak Gusti Kau kenapa

[25:01] Gusti bacain Betul lah dan kalian tahu

[25:03] bukannya menjawab si Gusti ini justru

[25:05] merespon dengan

[25:07] [Tepuk tangan]

[25:09] saat itulah mereka menyadari kalau Gusti

[25:12] ternyata kesurupan dan Nggak cuma Gusti

[25:15] aja wae tidak Mita yang terbaring di

[25:18] sofa itu juga dalam kondisi yang tidak

[25:19] kalah parahnya kesurupan juga minta

[25:22] pokoknya

[25:24] siang-siang itu masih siang ya dan lampu

[25:26] langsung menelpon Bu Risma lagi dan

[25:28] mengabarkan situasi mereka di sana Ibu

[25:30] Gusti sama Mita kesurupan lagi Bu Risma

[25:33] ikutan panik dan mereka udah kau tenang

[25:34] Ibu janji bakal datang ke masjid ibu

[25:36] bawa Ustaz kenalan Ibu katanya Iya Bu

[25:38] cepat Bu Ya udah Nak tenang tenang kan

[25:40] kawan-kawan di sana ya Nilam dan tuh

[25:42] mereka semua pun hanya bisa menunggu

[25:43] kedatangan Bu Risma sembari melantunkan

[25:45] doa-doa sebisanya sehingga cerita Bu

[25:49] Risma pun datang bersama tujuh orang

[25:51] Ustaz ya satu dua tujuh tanpa

[25:53] berlama-lama ke-7 Ustad tersebut pun

[25:55] langsung mengeluarkan sosok yang

[25:57] merasuki tubuhnya Gusti dan juga Mita

[25:59] badan Gusti ini dipegangin dan dibacakan

[26:02] juga beberapa ayat suci Alquran

[26:04] alhamdulillahnya tidak lama kemudian

[26:05] bersih itu sadar nih wa dalam Indonesia

[26:07] memang masih agak lemas nah meskipun si

[26:10] Gusti sudah sadar ternyata si Mita ini

[26:12] masih dalam kondisi yang memprihatinkan

[26:14] wa Belum sadar Si Mita para ustad

[26:16] kembali membacakan doa-doa untuk Mita

[26:18] tapi sayangnya dia semakin kehilangan

[26:20] kesadaran terus salah satu Ustad di sana

[26:22] bilang aduh yang anak ini agak susah

[26:25] makhluk ini nggak mau keluar dari

[26:27] badannya Mita kata si ustad di momen itu

[26:30] mereka semua udah ngerasa putus asa udah

[26:32] capek kali gitu loh dengan

[26:33] gangguan-gangguan yang menimpa mereka

[26:35] Sejak hari pertama datang ke mess itu

[26:37] akhirnya di depan bu rismawa Nilam

[26:40] didukung dengan teman-teman yang lain

[26:42] pun mengajukan ibu kami mau pindah mess

[26:44] kami betul-betul kapok tinggal di sini

[26:46] Bu dan untungnya permintaan tersebut

[26:48] langsung disetujui sama PT Jaya dan

[26:50] mereka pun mengupayakan agar anak-anak

[26:52] magang ini dipindahkan sementara ke mess

[26:55] yang lain tapi sayangnya wa permintaan

[26:58] itu bisa dibilang

[27:01] terlambat di mana dia hari itu hingga

[27:03] memasuki waktu maghrib pak ustad masih

[27:05] terus berupaya untuk menyadarkan Mita

[27:07] namun upaya tersebut harus dijeda

[27:10] sementara karena mereka kan harus

[27:11] melakukan salat magrib kan Wa secara

[27:13] berjamaah dan minta dibiarkan dulu

[27:15] ditinggalin sama teman yang lagi nggak

[27:16] salat nah selepas salat magrib Wah ada

[27:18] sesuatu yang seperti menggerakkan hati

[27:20] Nilam ini loh dimana Nilam ini ingin

[27:22] sekali bergegas langsung menghampiri

[27:23] Mita yang memang masih baring lemas di

[27:26] sofa pada saat itu Nila melihat mata Si

[27:28] Mita ini tampak kelelahan dan masih

[27:30] memejamkan matanya akan tetapi setelah

[27:34] diperhatikan lebih jeli bibir Mita ini

[27:38] udah berubah membiru di momen inilah

[27:41] Nilam Langsung menangis histeris dan

[27:43] membuat semua orang terkejut pas

[27:46] didatangin banyak orang Nilam tuh cuma

[27:48] bisa menunjuk ke arahnya Mita mereka

[27:51] semua pun langsung kaget mendapati

[27:53] kondisi Mita yang memang sudah agak kaku

[27:56] tanpa berlama-lama Mereka pun langsung

[27:58] menelpon ambulance dan membawa Mita ke

[28:00] rumah sakit terdekat Bu Risma yang

[28:02] melihat kepanikan murid-muridnya ini pun

[28:04] langsung berusaha menenangkan Udah nak

[28:06] udah nggak apa-apa Insya Allah semuanya

[28:08] bakal baik-baik aja kalian Istirahatlah

[28:10] dulu singkat cerita mereka pun berkumpul

[28:12] nih wak di ruang tamu sembari berdoa

[28:14] untuk kesembuhan Mita minta ada di bawah

[28:16] ini ke rumah sakit dan tidak lama

[28:18] kemudian ada satu kabar duka yang

[28:20] betul-betul membuat hati mereka semua

[28:22] nih hancur Pak ya jadi malam itu nih

[28:26] beberapa jam Setelah dibawa ke rumah

[28:27] sakit mereka mendapatkan kabar Kalau

[28:30] Mitha sudah meninggal dunia

[28:34] innalillahi wa inna ilaihi rojiun

[28:36] meninggal mendengar berita menjadikan

[28:39] itu mereka pun beramai-ramai pergi ke

[28:41] rumah sakit tempat minta ini dirawat dan

[28:43] Sesampainya di sana keadaan pun

[28:44] betul-betul jadi balik kayak lagi dimana

[28:46] keluarga Mita yang lagi OTW ini ya

[28:48] langsung berangkat ke rumah sakit dan

[28:49] mereka protes mereka marah besar Wah

[28:51] keluarga minta yang tidak terima melihat

[28:53] kondisi Mita seperti itu langsung

[28:55] menuntut penjelasan dari pihak kampus

[28:57] dan gak pihak kampus aja rumah sakit

[28:59] juga kok bisa aku meninggal tadi nih

[29:01] Kenapa kalian dapatkan dia macam mana

[29:03] nggak hancur perasaan orang tuanya wa

[29:04] kawan-kawan Nilam yang melihat

[29:05] pemandangan itu juga enggak kuasa

[29:07] menahan tangis mereka Ya gimana awak

[29:09] mereka sendiri enggak nyangka tuh kalau

[29:11] kondisi Mita ini bisa separah itu hingga

[29:13] harus kehilangan nyawa ya kan Wah

[29:15] pokoknya suasana malam rumit heboh keong

[29:18] sampai-sampai banyak loh wartawan

[29:20] berdatangan untuk Meliput tuh dan

[29:22] Sebenarnya ada masuk berita juga tapi

[29:23] enggak mau ku sebutin Eh kayak gitu lah

[29:25] dan betul aja pak di malam yang sama di

[29:27] malam kematian Mita ini pihak kampus

[29:29] langsung membubarkan program magang dan

[29:32] meminta ke-15 mahasiswi lainnya ini

[29:34] untuk pulang langsung ke rumah

[29:36] masing-masing pihak kampus enggak mau

[29:37] ambil Resiko yang lebih besar lagi gitu

[29:39] akhirnya dan malam itu mereka semua

[29:42] ber-15 orang ini pun meninggalkan mess

[29:45] PT Jaya tadi sekembalinya ke rumah nih

[29:48] Pak Yani Lampung menceritakan kejadian

[29:49] yang baru saja dialami ke keluarganya

[29:51] mereka semua terkejut nih enggak ada

[29:53] yang menyangka kalau ternyata program

[29:55] magang di mess PT Jaya itu memakan

[29:57] korban jiwa dan nih pak ya dan pada saat

[30:00] itu ketika inilah menceritakan keadaan

[30:01] itu ke keluarganya nih dengan hati-hati

[30:04] adiknya Nilam yang memang indihome sama

[30:07] halal gaib itu langsung bilang ke sini

[30:09] lam kak aku ada mau bilang sesuatu lah

[30:12] Kak Tapi Kakak simpan infonya

[30:14] rapat-rapat dulu ya soalnya aku cuma mau

[30:16] menyampaikan berdasarkan apa yang aku

[30:18] lihat katanya apa Dek Nilam ndak tahu

[30:21] nih Ini pasti Adikku mau ngomong sesuatu

[30:22] ini nah Barulah pada saat itu adiknya

[30:25] Nilam pun cerita nih ya kalau almarhum

[30:28] Mitha sebenarnya itu kayak sudah diincar

[30:30] oleh salah satu sosok penghuni mess nah

[30:33] sosok itu adalah nenek-nenek tua yang

[30:36] memang menjadi penghuni kamar yang

[30:38] ditempati sama Si Mita nah nenek tua ini

[30:41] dari awal memang sudah terobsesi

[30:43] menjadikan Si Mita ini sebagai cucunya

[30:46] gitu nenek ini pun berusaha untuk

[30:47] memasuki tubuhnya Si Mita tapi selalu

[30:49] gagal hingga akhirnya di moment mereka

[30:52] pulang telat pas azan maghrib itu masih

[30:55] ingat nah di situlah sini nenek tua Ini

[30:57] akhirnya punya kesempatan untuk merasuki

[30:59] Mita yang kondisi bumbunya juga sudah

[31:01] lemah dan kalian tahu sosok nenek ini

[31:04] ternyata dulunya meninggal dalam keadaan

[31:08] stroke mungkin itulah penyebabnya Kenapa

[31:11] setiap kali minta ini pingsan tangan dan

[31:14] selalu bengkok mulutnya suka itu kunci

[31:16] kayak gitu Astagfirullahaladzim pokoknya

[31:19] sejak merasuki itu jadi kayak enggak mau

[31:21] pergi gitu loh nempel terus Pokoknya

[31:23] sampai udah diusir sama Ustaz tadi kan

[31:25] enggak mau pergi dia tapi itu dari sisi

[31:27] penglihatan adiknya Nilam yang indihome

[31:29] ya dan Meskipun demikian Wah ada

[31:31] perdebatan cukup sengit dari beberapa

[31:33] pihak perihal penyebab kematiannya Mita

[31:35] kata silam ada pihak yang percaya kalau

[31:38] Si Mita ini meninggal karena unsur

[31:39] diganggu makhluk gaib sedangkan secara

[31:42] medis nih pak ya Secara medis nih dokter

[31:45] memastikan kalau Mita ini meninggal

[31:47] dunia ya karena sakit apapun itu

[31:49] penyebabnya riwayatku kembalikan

[31:50] keyakinan kalian masing-masing lah

[31:52] kalian di kubu yang percaya gaib atau

[31:54] yang percaya dengan medis tapi yang

[31:56] jelas di sini juga aku ingin mengucapkan

[31:57] Turut berduka cita atas meninggalnya

[31:59] Mita semoga almarhum ini ditempatkan di

[32:02] sisi terbaik Allah subhanahu wa ta'ala

[32:03] dan By the way nama Mita ini udah aku

[32:05] samarkan lah ya bukan nama asli dan

[32:07] untuk keluarga yang ditinggalkan oleh

[32:08] minta semoga diberikan keikhlasan dan

[32:10] ketabahan seluas-luasnya Amin ya robbal

[32:13] alamin

[32:16] Oke Pak jadi itu tadi cerita tentang

[32:18] Nilam dan kawan-kawannya yang

[32:20] mendapatkan serangkaian teror Waktu

[32:22] magang dari cerita ini kita semacam

[32:24] diingatkan kembali untuk tetap selalu

[32:26] menjaga sikap tutur kata serta perilaku

[32:29] di manapun kita berada ya sama jangan

[32:32] lupa juga untuk selalu bersenantiasa

[32:34] berdzikir agar terhindar dari gangguan

[32:36] makhluk yang menyesatkan itu dan voice

[32:39] semenjak Mita wafat pihak kampus kan

[32:41] langsung menggelar doa bersama kan untuk

[32:43] almarhum Mita ya Dan di saat proses doa

[32:45] ini berlangsung di aula Kampus wa

[32:47] menurut penuturan Nilam sempat terjadi

[32:50] kesurupan massal juga di sana yang

[32:52] menimpa beberapa mahasiswi entah ada

[32:55] hubungannya sama makhluk gaib dari PT

[32:57] Jaya atau enggak nih pak ya wallahualam

[33:00] Sekali lagi terima kasih buat Nilam yang

[33:01] sudah ingin menceritakan atau berbagi

[33:03] pengalaman eee kamu kepada kami semua

[33:05] semoga kami sama-sama bisa mengambil

[33:07] pelajaran dari cerita ini ya Oke Pak

[33:10] jadi Sekian dulu segmen KW Nusantara

[33:12] part pertama kita yaitu KW Banda Aceh

[33:15] aku yakin banyak sekali warga Banda Aceh

[33:17] yang lagi nonton di sini Terima kasih

[33:19] semua jangan lupa sapa aku di bawah ya

[33:21] Dan aku juga memohon sekali nih Bantuan

[33:23] teman-teman Aceh kalau misalnya ada yang

[33:25] tahu informasi soal tempat messnya di

[33:28] mana nama PT sebenarnya apa Dan

[33:31] lain-lainnya tolong jangan

[33:33] diinformasikan di bawah ya itu adalah

[33:35] permintaan dari Nilam Ayolah kita

[33:37] sama-sama menghargai atau menghormati

[33:39] juga keluarga almarhum sama juga tidak

[33:41] usah terlalu mengekspos mana pt-nya ini

[33:44] ya biar sama-sama enak lah gitu udah

[33:47] sekedar tahu Oh iya aku tahu kok Nadia

[33:49] udah itu aja enggak usah disebut-sebut

[33:51] di bawahnya Tolong bantuannya Oke Pak

[33:54] jadi Sekian dulu videonya Terima kasih

[33:55] banyak yang sudah menonton Berarti besok

[33:57] kita Eh Minggu depan kita bakal masuk ke

[33:59] kawin Nusantara part kedua yaitu khw

[34:01] Sumatera Utara Horas Bah kalau kalian

[34:05] suka video ini klik likenya eh jangan

[34:07] lupa kamu nih

[34:10] Jangan lupa nyalain notifikasinya supaya

[34:12] kalian tahu kalau aku upload video baru

[34:13] yang lupa untuk Klik tombol subscribe

[34:15] supaya Kalian sama-sama nonton informasi

[34:17] menarik dan menegangkan dari channel aku

[34:19] See you next video bye

[34:22] [Musik]
