# [KHUTBAH JUM'AT] Ayah Dalam Perspektif Islam || Ustadz Mahmudin, S.Pd.I., S.Th.I., MA

https://www.youtube.com/watch?v=oSj2ToxqrSg

[00:02] Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh.
[00:07] Alhamdulillah Alhamdulillahiabbil alamin.
[00:09] Wasalatu wasalamu ala asrofiliya wal mursalin waa alihi wasohbihi ajmain.
[00:15] Amma ba.
[00:18] Sebelum kita masuk ke salat Jumat, mohon izin kami menyampaikan beberapa pengumuman untuk Jumat, 25 Muharram 1448 Hijriah atau 10 Juli 2026.
[00:27] Laporan yang pertama adalah laporan kas Masjid Alhakumu bin Sunter periode 3 sampai 9 Juli 2026.
[00:41] Kas masjid sampai tanggal 2 Juli 2026 sebesar Rp7.40.000.
[00:47] Yang kedua, infak Jumat 3 Juli 2026 sebesar Rp4.882.000.
[00:55] Subsidi dari dewan masjid R7 juta sehingga total pemasukan adalah Rp28.922.000.
[01:05] Untuk pengeluaran sampai dengan tanggal 9 Juli 2026 adalah operasional Jumat 3 Juli sebesar Rp1.641.000.
[01:14] Operasional kas bulanan R.505.
[01:16] Rp550.000.
[01:19] Takjil Senin dan Kamis sebesar Rp800.000 operasional kami kajian Kamis sebesar Rp1.500.000 operasional pesantren Rahmatanil alamin sebesar Rp4.882.000.
[01:35] Sehingga total pengeluaran adalah Rp13.373.000 dan saldo akhir adalah Rp15.549.000.
[01:48] Pengumuman yang kedua adalah kajian rutin di Kamis sore.
[01:50] Di mana untuk tema pekan pertama adalah fikih ibadah perspektif empat imam mazhab oleh Dr. Rahmah Puan Oktavianto, LC, MA.
[02:02] Kemudian pekan kedua sirah nabawiyah oleh Prof. Dr. Andi Andriansyah.
[02:05] Pekan ketiga kitab.
[02:08] Riyadus Shihin oleh Ustaz Ali Junifar, Lc, MA.
[02:11] Dan pekan keempat adalah kajian tafsir surat-surat pilihan oleh Ustaz Faisal Abdul Aziz RBLC, MA.
[02:21] Untuk khatib dan imam yang bertugas pada hari ini adalah Ustaz Mahmudin, SPDI, SPDI, STH. MA dengan tema Ayah dalam Perspektif Islam dengan muazin Bapak Ismail.
[02:35] Waktu zuhur adalah 12.01.
[02:38] Pengumuman selanjutnya adalah dewan masjid insyaallah kembali mengadakan daurah manajemen masjid yang insyaallah akan dilaksanakan pada hari Sabtu sampai dengan Ahad tanggal 8 dan 9 Agustus 2026 yang berlokasi di Bandung lebih tepatnya di Hotel Puri Setiabudi Residence dengan kuota yang terbatas hanya 25 peserta.
[03:00] Untuk itu waktu pendaftaran dibuka sampai dengan tanggal 15 Juli.
[03:05] Jadi bagi para peserta yang akan mengikuti kegiatan akan dikenakan infak sebesar.
[03:10] Rp300.000.
[03:11] Dan bagi para peserta yang ingin mendaftar bisa langsung menghubungi pengurus masjid.
[03:18] Selanjutnya kami mengajak kepada seluruh jemaah AHM yang belum terdaftar sebagai Muzaki untuk bergabung menjadi Muzaki di AHM.
[03:26] Adapun beberapa manfaat yang akan diperoleh di antaranya yang pertama mendapat pahala amal jariah dari Allah Subhanahu wa taala.
[03:33] Kemudian mendapatkan layanan ambulans gratis, mendapatkan santunan kematian, mendapatkan beasiswa bagi anak yang ditinggalkan, mendapatkan THR untuk istri yang ditinggalkan, mendapatkan kalender tahunan.
[03:51] Karena setiap penghasilan yang kita terima adalah hak saudara kita yang membutuhkan di dalamnya.
[03:54] Bagi jemaah yang ingin bergabung menjadi muzaki dapat menghubungi pengurus masjid.
[04:00] Semoga dengan kita menjadi muzaki insyaallah mendapat pahala yang terus mengalir, semakin berkah dan di lapangan rezekinya.
[04:07] Amin.
[04:10] Selanjutnya pengumuman untuk kegiatan tahsin rutin DKM Alhukum Mubin bekerja sama dengan Lembaga Al-Qur'an Al-Uttmani membuka kembali pendaftaran tahfsin Al-Qur'an untuk periode 2026 dengan target membaca Al-Qur'an dengan benar dan ataupun tartil.
[04:29] Waktu pendaftaran dari 10 Juli sampai 31 Agustus 2026 dengan infak pendaftaran Rp50.000 dan infak kegiatan per bulan Rp50.000.
[04:42] Bagi yang ingin mendaftar bisa menghubungi pengurus masjid dengan Bapak Sutrisno.
[04:48] Yang terakhir himbauan bagi jemaah sebelum salat Jumat dimulai.
[04:50] Bagi jemaah yang sudah di dalam masjid mohon untuk dapat mengisi saf ya terdepan terlebih dahulu yang masih kosong dan merapatkan safnya.
[05:00] Bagi jemaah yang ingin masuk ke saf, mohon tidak melangkahi pundak jemaah-jamaah yang lain.
[05:07] Bagi jemaah yang membawa alat komunikasi, mohon dapat dipastikan kembali seluruh.
[05:11] Handphone-nya sudah tersilent atau dapat dinonaktifkan untuk sementara.
[05:16] Ketika khatib sudah naik ke mimbar, mohon kepada para jemaah untuk tidak melakukan kegiatan lain selain mendengarkan khotbah yang sedang disampaikan.
[05:24] Demikian pengumuman yang kami sampaikan.
[05:26] Wasalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh.
[05:28] Lailahaillallah.
[05:57] Innalhamdalillah.
[06:00] Nahmadufubillahina yahdihillahu fala mudillalah wudilhu.
[06:12] Fala hadalah.
[06:14] Ashadu alla ilahaillallah.
[06:18] Wahdahu la syarikalah.
[06:21] Wa ashadu anna muhammadan abduhu wa rasuluh alladzi la nabiya ba'dah.
[06:28] Allahumma shi wasallim wabarik ala nabina wa rasulina Muhammadin sallallahu alaihi wasallam waa alihi wa ashabihi wahi wa junih waman jahada fillahi haqq jihadi yaumilqiamah.
[06:44] Fay ahal hadirun.
[06:47] Ittaqulah.
[06:49] Ittaqulah haqq tuqati faq fazal muttaquun kama q Allahu taala fil quranil karim.
[07:04] Wunna illa wa antum muslimun.
[07:10] Amma baad hadirin ikhwatu iman jemaah.
[07:15] Salat Jumat rahimani warahimakumullah.
[07:18] Imam Ibnu Qayyim Aljauzi dalam kitabnya Tuhfatul Maud biahkamil Maulud.
[07:27] Ada satu kata kalimat nasihat dari beliau buat kita semua dan ini sekaligus kritik bagi kita yang berperan berposisi sebagai seorang ayah.
[07:37] Apa kata beliau?
[07:51] Ab.
[07:53] Ketika kau perhatikan kerusakan yang terjadi pada anak-anak, maka sesungguhnya secara umum itu berasal dari kesalahan ayah-ayah mereka.
[08:15] Hadirin hamba Allah yang sama-sama harap.
[08:17] Rida fir Allah subhanahu wa taala.
[08:20] Kenapa demikian?
[08:22] Karena banyak ayah yang tidak memahami, tidak memiliki ilmu tentang peran dan tugasnya sebagai seorang ayah.
[08:33] Karena banyak ayah karena tidak memiliki ilmu.
[08:35] Sehingga dia tidak bisa menjalankan peran dan tugasnya sebagai seorang ayah.
[08:42] Sehingga apa yang terjadi kata beliau, kerusakan yang terjadi di tengah-tengah masyarakat itu sebenarnya ada peran besar secara umum dari seorang ayah, dari para ayah.
[08:58] Oleh karena itu, kita harus memiliki ilmu agar kita tidak punya peran dalam membuat kerusakan bagi anak-anak kita.
[09:08] Maka kita tahu ilmunya.
[09:08] Bagaimana Islam memandang sesungguhnya ayah itu memiliki banyak peran.
[09:18] Banyak tugas yang harus dia jalani.
[09:21] Yang pertama adalah jelas tugas seorang ayah, peran seorang ayah.
[09:27] Dia sebagai seorang kewam, seorang pemimpin, maka dialah yang seharusnya punya tugas utama di dalam rumah tangga.
[09:39] Karena dia pemimpin.
[09:41] Dan kepemimpinan seorang ayah akan terlihat ketika dia mampu memberikan nafkah tidak hanya kepada istrinya tapi juga kepada anak-anaknya.
[09:56] Dan itulah yang Allah sebutkan dalam Al-Qur'an.
[10:06] Laki-laki itu pemimpinnya kaum wanita.
[10:10] Oleh sebab karena Allah melebihkan laki-laki itu dibanding dengan wanita dan oleh sebab karena merekalah yang menafkahi.
[10:19] Maka ini tugas, ini peran seorang ayah bagaimana dia mampu memberikan nafkah kepada anak-anaknya.
[10:28] Yang kedua adalah peran ayah di dalam Islam.
[10:32] Sesungguhnya dia adalah seorang pendidik.
[10:39] Dan ini yang terjadi kerusakan ini.
[10:41] Karena banyak ayah tidak paham bahwasanya dia seorang pendidik bagi anak-anaknya.
[10:46] Banyak serahkan pendidikan itu hanya kepada istrinya, kepada ibunya.
[10:51] Banyak orang yang sudah merasa cukup mendidik anak itu ketika memasukkan kepada sekolah-sekolah di dalam sekolah, baik sekolah Islam ataupun yang lainnya.
[11:00] Ini salah.
[11:03] Pendidikan utama anak itu adalah dari ayahnya.
[11:08] Oleh karena itu kita melihat dalam Al-Qur'an bagaimana dialog pendidikan itu tidak ada Allah sebutkan dialog itu antara anak dengan ibunya.
[11:17] Tidak ada.
[11:17] Dialog.
[11:21] Pendidikan itu Allah abadikan dalam Quran.
[11:23] Hanya ada dari seorang ayah kepada anaknya.
[11:29] Baik itu kisah Nabi Allah Ibrahim.
[11:32] Bagaimana dia memberi nasihat kepada anaknya Nabi Ismail.
[11:36] Padahal durasi pertemuan keduanya itu jarang.
[11:40] Syekh Sofia Rahman Almubarakpuri dalam kitabnya Ar-Rahiq Al-Makhtum beliau mengatakan hanya empat kali durasi pertemuan antara Nabi Ibrahim dengan Nabi Ismail.
[11:52] Tapi durasi pertemuan yang singkat ini, yang jarang ini, setiap bertemu berkualitas.
[11:59] Karena mampu Ibrahim memerankan sosok seorang ayah sebagai seorang pendidik.
[12:04] Begitu juga bagaimana Nabi Yakub memainkan perannya kepada anaknya Nabi Yusuf.
[12:09] Begitu juga Luqman memainkan perannya sebagai seorang pendidik kepada anaknya.
[12:18] Maka jelas tugas mendidik adalah kita.
[12:21] Sesibuk apapun kita dalam mencari.
[12:24] Nafkah, maka jangan pernah lupakan tugas utama kita mendidik anak kita.
[12:30] Dekatnya seorang anak dengan ibu itu biasa karena ikatannya kuat.
[12:35] Tapi dekatnya seorang anak dengan ayah itu luar biasa.
[12:40] Kenapa?
[12:42] Karena di tengah kesibukannya bagaimana mampu anak-anak kita dekat dengan kita sendiri.
[12:50] Dan itu tidak akan terjadi ketika tidak ada dialog pendidikan antara seorang ayah dengan anaknya.
[12:58] Dan terakhir dari sekian banyak peran dan tugas seorang ayah dalam Al-Qur'an, dalam Islam, bagaimana seorang ayah harus menjadi qudwah, suri tauladan.
[13:08] Dan itu ada dalam Al-Qur'an di surah Alfurqan ayat 74.
[13:15] Ketika Allah berfirman, "Walladina yaquunana hablana min azwajina."
[13:24] Ada tiga doa yang kita minta dalam doa ini.
[13:26] Pertama, kita minta pasangan yang salehah.
[13:30] Yang kedua, kita minta anak-anak yang saleh dan salehah.
[13:32] Yang ketiga, kita minta kepada Allah agar kita menjadi pemimpin bagi orang-orang yang bertakwa.
[13:41] Dalam kitab tafsir Tanwirul Miqbas min tafsir Abbas disebutkan ketika kita berdoa walna lil muttaqina imama itu sama dengan kita mengatakan ijalna.
[13:53] Ya Allah jadikan kami sebagai seorang suami suami yang saleh.
[13:56] Jadikan kami sebagai seorang ayah ayah yang saleh agar kesalehan kami bisa dikedua, bisa diikuti oleh istri dan anak-anak kami.
[14:07] Barakallahu li wakum fil Quran karim.
[14:13] Inahu gurahim.
[14:27] Alhamdulillah hamdan katir thyiban mubarokan fik.
[14:28] Asyhadu alla ilahaillallah wahdahu la syarikalah wa ashadu anna muhammadan abduhu wa rasuluh alladzi la nabiya ba'dah.
[14:36] Allahumma shi wasallim wabarik ala nabina wa rasulina Muhammadin sallallahu alaihi wasallam wa ala alihi wasohbihi ajmain.
[14:43] Ya ayyuhalladzina amanutaqulaha haqqa tuqati wala tamutunna illa wa antum muslimun.
[14:50] Amma ba'd masa Umar bin Khattab datang seorang ayah mengadukan kedurhakaan anaknya.
[14:55] Lalu dengan marahnya kemudian Khalifah Umar meminta sang ayah untuk menghadirkan anaknya di hadapannya.
[15:01] Maka begitu sang anak hadir di hadapan Khalifah Umar.
[15:03] Sebelum Khalifah Umar mengatakan sesuatu kepada anak itu, kemudian se anak mengatakan, "Ya Amirul Mukminin, sebelum engkau memonis aku sebagai anak yang durhaka sebagaimana aduan ayahku kepadamu, maka katakan kepadaku apa hak seorang anak terhadap ayahnya?"
[15:19] Maka kemudian Khalifah Amirul Mukminin menyebutkan tentang tiga hak anak dari ayahnya.
[15:23] Yang pertama adalah memberikan nama yang.
[15:28] Baik.
[15:28] Yang kedua menghadirkan di dalam rumah tangganya ibu yang salehah.
[15:32] Yang ketiga mengajarkannya Al-Qur'an.
[15:35] Maka ketika khalifah menyampaikan tentang tiga hak anak dari ayahnya ini, maka sang anak mengatakan, "Wahai Amirul Mukminin, tidak ada satuun dari tiga hal itu yang diberikan oleh ayahku kepadaku."
[15:46] Maka kemudian Amirul Mukminin pun memandang kepada sang ayah dan mengatakan kepada sang ayah, "Wahai ayah, sebelum anakmu durhaka, sesungguhnya engkau telah menjadi orang tua yang durhaka kepada anakmu."
[15:59] Oleh karena itu, jangan sampai kita menjadi orang tua, menjadi ayah yang durhaka kepada anak-anak kita.
[16:05] Auzubillahiminasyaitanirjim.
[16:07] Innallahaikatahu al nabi.
[16:09] Ya ayyuhalladina amanu shu alaihi wasallimu taslima.
[16:14] Allahumma shi ala Muhammad wa ali Muhammad kama shaita ala Ibrahim waa ali Ibrahim wabarik ala Muhammad waa ali Muhammad.
[16:21] Ibrahim waa ali Ibrahimam innaka hamidum majid.
[16:25] Bismillahirrahmanirrahim.
[16:26] Astagfirullahalazim.
[16:31] Alhamdulillahiabbil alamin.
[16:31] Hamdan naimin hamdan syakirin.
[16:34] Hamdan yuwafi naamuki mazidah.
[16:36] Ya rabbana lakal hamdu kama yambagiali wajhika wa sultanik.
[16:39] Allah shi ala Muhammad.
[16:44] Allahumlimatmininaahwaj akai mailanair.
[17:30] Mautan.
[17:33] Fid dunya hasanah wail akhirati hasanah.
[17:36] Waqinaabanar.
