# Ep46 : Hafizul Faiz on Betulkan Solat, Hidup Kita Akan Jadi Betul

https://www.youtube.com/watch?v=Y93EmqFPMEo
Translation: en

[00:00] Okey, bismillahirrahmanirrahim.
  Okay, in the name of Allah, the Most Gracious, the Most Merciful.

[00:01] Selamat datang ke Rinal Akademi untuk episod yang seterusnya.
  Welcome to Rinal Akademi for the next episode.

[00:03] Dan alhamdulillah dengan izin Allah kita dapat menjemput kita punya guest yang sebelum ni saya kira fenomena.
  And praise be to Allah, with His permission, we are able to invite our guest who I previously considered a phenomenon.

[00:11] Episod yang pertama saya ucapkan terima kasih.
  For the first episode, I say thank you.

[00:14] Saya raikan menghargai semua engagement yang semua yang terlibat yang dapat manfaat yang komen sangat banyak er positif feedback yang kami terima dan aa kita pun rasa sangat-sangat terharu dan sangat-sangat gembira daripada team Akademy.
  I celebrate and appreciate all the engagement, everyone involved who benefited, the many comments, the positive feedback we received, and we also feel very touched and very happy from the Akademi team.

[00:32] Jadi untuk tujuan tu kami dapat sangat banyak request untuk episod yang kedua.
  So for that purpose, we received a lot of requests for the second episode.

[00:38] Dan untuk fokus perbicaraan lebih mendalam tentang solat, tentang amalan dan juga tentang rutin harian yang kita boleh untuk kita tambah baik di sudut kita punya amalan-amalan kitalah.
  And to focus the discussion more deeply on prayer, on practices, and also on daily routines that we can improve in terms of our own practices.

[00:53] So untuk tujuan tu, welcome sekali lagi Tuan Hafizul Faiz ke kita punya studio.
  So for that purpose, welcome once again Tuan Hafizul Faiz to our studio.

[01:01] Assalamualaikum.
  Peace be upon you.

[01:02] Waalaikumussalam warahmatullah.
  And peace be upon you too, and the mercy of Allah.

[01:06] So hari ini kita nak saya nak berdiskusi nak bertanya dengan lebih mendalam berkenaan dengan macam mana sebenarnya tuan Faiz boleh terlibat dalam apa dalam bidang penulisan dan secara spesifik tentang al-Quran kan.
  So today we want, I want to discuss and ask more deeply about how exactly Mr. Faiz got involved in the field of writing, and specifically about the Quran, right?

[01:31] Hmm macam mana cerita dia tu?
  Hmm, how does that story go?

[01:33] Dia ada overlap sikit eh cerita eh.
  The story has a bit of an overlap, eh?

[01:36] Okey.
  Okay.

[01:37] Pertamanya saya nak ucapkan terima kasih kepada team RD Akademy Doktor sendiri sebab bagi ruang.
  Firstly, I want to say thank you to the RD Academy team and the Doctor himself for giving me the space.

[01:40] Saya pun tak sangka sebenarnya saya tengok hari tu ada orang nak dengar pasal apa bulanlah, pasal pokok getahlah kan.
  I didn't expect it, actually; I saw the other day that people wanted to hear about things like the moon, or rubber trees, right?

[01:49] Ramai betul orang tanya saya betullah ni kami sekarang ni tengah menoresh.
  So many people asked me, 'Is it true that we are currently tapping rubber?'

[01:52] Ada orang duk bagi gambar tengah menoresh apa semua kan.
  There were people sending pictures of them tapping rubber and everything, right?

[01:54] Dia kata, "Ya Allah, siap owner kota Tengalnya dia komen ah ada owner kota Teng kongsikan cakap."
  He said, 'Oh my God, even the owner of the rubber plantation commented, there was an owner who shared and spoke.'

[02:02] Terima kasih promosikan.
  Thank you for promoting it.

[02:04] Saya kata ya Allah, saya pun tak sangka.
  I said, oh my God, I didn't expect it either.

[02:06] Kak saya sampai pergi kenduri balik sebab tak larat nak menjawab soalan.
  My sister even went home from the feast because she was tired of answering questions.

[02:10] Dia kata, "Ini adik ke?"
  She said, "Is this your younger sibling?"

[02:12] "Ini adik ni kita tenang aje dekat sini tapi dekat Jeneri tu macam-macam dah benda terjadi kan."
  "This sibling of ours, we are calm here, but in Jeneri, all sorts of things have happened, right."

[02:19] Saya pun tak sangka sejauh itulah dia capai.
  I also didn't expect it to reach that far.

[02:23] Dan Menteri Besar repost video tu, YB Sanusi, itulah adi.
  And the Chief Minister reposted the video, YB Sanusi, that's it.

[02:28] Masya-Allah, sampai macam tulah.
  Oh my God, it reached that point.

[02:29] Saya pun tak sangka dia capai sejauh itu.
  I also didn't expect it to reach that far.

[02:31] Saya cakap terima kasih dan kalau saya harap sangat-sangatlah dia bukanlah sekadar numbers of repost, share, komen tapi dia juga adalah numbers of manfaat.
  I said thank you, and I really hope it's not just about the numbers of reposts, shares, and comments, but also about the number of benefits.

[02:44] Sebabnya bila kita dapat cerita tu, paling-paling tidak pun dia mengetuk sedikit fikiran kita kata ni benda yang kita kena belajar untuk buat menghargai, memaknai benda-benda proses yang kita lalui.
  Because when we get that story, at the very least, it nudges our minds to say this is something we must learn to appreciate and find meaning in the processes we go through.

[02:57] Dan dia berbalik juga cerita tentang buku saya ni doktor sebab kebanyakan orang dia akan bertanya macam.
  And it also goes back to the story about my book, doctor, because most people will ask like...

[03:03] Mana buku ni boleh dihasilkan.
  How can this book be produced?

[03:05] Ya.
  Yes.

[03:05] Jarang sangat orang tanya kat saya apa proses yang dilalui untuk hasilkan sebuah buku.
  Very rarely do people ask me what process is gone through to produce a book.

[03:10] Hmm.
  Hmm.

[03:10] Untuk akhirnya satu idea tu dibukukan dalam satu er kertas yang telah terkumpul.
  For an idea to finally be turned into a book, in a collection of papers that have been gathered.

[03:16] Ya.
  Yes.

[03:16] Apa proses yang kita lalui sebab dia bukan spontan kan?
  What process do we go through because it's not spontaneous, right?

[03:21] Bukan semestinya bukan spontan.
  It's not necessarily not spontaneous.

[03:21] Kalau saya boleh refer balik podcast sebelum ni ya ada satu part tu saya cakap tentang ramai orang tanya kat mana ilham tu muncul kan.
  If I can refer back to the previous podcast, yes, there was a part where I talked about many people asking where that inspiration comes from, right.

[03:30] Ya.
  Yes.

[03:31] Dan jawapan yang saya bagi adalah Ilham tak pernah datang dan muncul tiba-tiba kita nak buat tu kan.
  And the answer I gave is that inspiration never just comes and appears suddenly when we want to do something, right.

[03:37] Hmm.
  Hmm.

[03:37] Dia mestilah datang dengan satu tekad dan juga satu keazaman.
  It must come with determination and also resolve.

[03:39] Saya selalu cakap yang saya menulis hampir setiap hari doktor.
  I always say that I write almost every day, doctor.

[03:43] Oh hampir setiap hari saya akan peruntukkan my prime time waktu menulis dalam pagi sampai ofis pukul 8:00 macam tu pukul 7:30 pukul 8:00 sampai ofis saya akan usahakan dahulu mula-mula saya buat adalah menulis.
  Oh, almost every day I will allocate my prime time for writing in the morning until I get to the office around 8:00, like 7:30 or 8:00 when I arrive at the office, I will make an effort first, the first thing I do is write.

[03:56] Masya-Allah.
  Masya-Allah.

[03:56] Saya takkan buat benda-benda apalah.
  I won't do just any things.

[03:58] Hampir setiap hari.
  Almost every day.

[03:59] Dan siapa yang saya tulis dia bukanlah saya kena tunggu idea apa tahu.
  And what I write, it's not that I have to wait for ideas, you know.

[04:03] Saya menulis apa yang saya.
  I write what I.

[04:05] Fikir dan apa yang saya rasai.
  Thoughts and what I feel.

[04:07] Ada dua benda yang saya tekankan dalam tulisan saya.
  There are two things that I emphasize in my writing.

[04:08] Kalau pada hari tu contoh macam kita punya sesi sembang tu kan, esoknya tu saya akan tulis apa yang saya belajar daripada sesi itu.
  If on that day, for example, like our chat session, the next day I will write down what I learned from that session.

[04:18] Dia adalah proses untuk retrospektif ataupun refleksi semula apa yang telah kita lalui semalam.
  It is a process for retrospective or reflecting back on what we went through yesterday.

[04:24] Kalau pagi tu saya sembang dengan wife saya cerita pasal itu ni.
  If that morning I chat with my wife, talking about this and that.

[04:25] Wife saya ni memang orang cerdik dia cerita perspektif dia tu menarik.
  My wife is a very intelligent person; her perspective is interesting.

[04:29] Saya pun baru belajar.
  I also just learned.

[04:31] Saya akan tulis.
  I will write it down.

[04:33] Dan kalau kalau hari tu contoh saya tengah macam tengah sedih, tengah ada down ke apa benda ke, saya akan tulis apa yang saya tengah lalui tu.
  And if on that day, for example, I am feeling sad, or feeling down or whatever, I will write down what I am going through.

[04:41] So sentiasa ada dua mixture of perspektif dalam tulisan saya.
  So there is always a mixture of two perspectives in my writing.

[04:46] Dia macam jurnal bukan?
  It's like a journal, isn't it?

[04:47] Ya.
  Yes.

[04:47] Dia macam jurnal.
  It's like a journal.

[04:48] Macam jurnal tapi dia panggil istilah yang tepatnya adalah free writing.
  Like a journal, but the precise term is free writing.

[04:52] A tulisan bebas.
  A free writing.

[04:54] Makudnya kita mengumpahkan dia emotional dumping punya style writing lah.
  Meaning we pour it out in an emotional dumping style of writing.

[04:58] Kita dumping yang kita rasai dalam bentuk tulisan.
  We dump what we feel in the form of writing.

[05:02] Kalau tulis diari kadang-kadang kita tulis dengan tanpa format sikit kita.
  If writing a diary, sometimes we write without much format.

[05:06] Tulis kadang-kadang bahasa pun short form.
  Sometimes when writing, the language is also in short form.

[05:07] Dulu masa dekat sekolah dulu saya tulis juga hari tapi bahasa Kedah tak tahu bahasa S kan hang ni aku tak aku aku tak bolehlah dengan hang ni kan hang sanggup langgar air aku kita tulis macam tu.
  Back when I was in school, I used to write daily, but in Kedah dialect—I don't know, the 'S' language, like 'you this, I don't, I can't deal with you, you're willing to cross the water for me'—we wrote like that.

[05:19] Tapi the art is simple, kita belajar untuk memuntahkan.
  But the art is simple; we learn to vomit it out.

[05:24] There must be some outlet dekat kita punya feeling.
  There must be some outlet for our feelings.

[05:27] Ya.
  Yes.

[05:27] So setengah orang dia ada cara-cara lain.
  So some people have other ways.

[05:29] Setengah orang dia membaca, setengah orang dia sebab tu ada istilah biblio-fail.
  Some people read; that's why there is the term bibliotherapy.

[05:34] Maksudnya membaca untuk menguruskan emosi, healing lah kita katakan.
  It means reading to manage emotions, let's call it healing.

[05:39] Ada orang dia pergi ride, ada orang dia sembang dengan orang, ada orang dia buat macam-macam untuk jadikan sebagai ruang outlet dia punya emotional burden yang dia sedang rasai.
  Some people go for a ride, some people talk to others, some people do all sorts of things to make it an outlet space for the emotional burden they are feeling.

[05:51] Saya bukan orang itu dan saya menulis.
  I am not that person, and I write.

[05:53] Hmm.
  Hmm.

[05:53] Dan saya sangat berharap kepada semua penulis juga melakukan hal yang sama.
  And I really hope all writers also do the same thing.

[05:58] Jadikan ruang penulisan tu adalah tempat kita memuntahkan perasaan terbeban dan juga segala saya panggil.
  Make the writing space the place where we vomit out our burdened feelings and everything else I call it.

[06:06] Dia kemendapan emosi.
  It is emotional sediment.

[06:09] Mendap emosi tu kena luahkan.
  That emotional sediment needs to be expressed.

[06:11] Kalau kita cakap dengan orang barangkali kita salah cakap dan orang tu mungkin tersakiti.
  If we talk to people, we might say the wrong thing and that person might get hurt.

[06:16] Kalau kita lepaskan pada waktu yang belum lagi kita regulate benda tu mungkin jadi salah faham.
  If we release it at a time when we haven't regulated the matter yet, it might lead to a misunderstanding.

[06:21] Mungkin kita lebih reaktif pada waktu itu.
  Perhaps we are more reactive at that time.

[06:24] Hmm.
  Hmm.

[06:24] Mungkin kita meletup pada waktu itu.
  Perhaps we explode at that time.

[06:26] Mungkin letusan itu letusan yang tidak matang.
  Perhaps that explosion is an immature explosion.

[06:28] Ah kita akan dilabel sebagai orang yang koyak ya.
  Ah, we will be labeled as someone who is emotionally unstable, yes.

[06:33] Emosi emo sebab tak masak lagi.
  Emotional, emo, because it's not 'cooked' yet.

[06:36] Tak masak.
  Not 'cooked'.

[06:36] Kenapa hang tiba-tiba nak naik angin kan?
  Why are you suddenly getting angry, right?

[06:40] Kita akan dilabel dengan macam tu kerana kita terus direct.
  We will be labeled like that because we are too direct.

[06:43] Kita tak ada satu filtering proses tahu.
  We don't have a filtering process, you know.

[06:46] Dan setiap orang harus ada lalui fasa tu.
  And everyone must go through that phase.

[06:48] Dan pada saya menulis adalah tempat untuk saya lalui tempat untuk saya filter benda-benda macam tu.
  And for me, writing is a place for me to go through, a place for me to filter things like that.

[06:54] Hmm.
  Hmm.

[06:54] Hmm.
  Hmm.

[06:55] Tempat untuk saya menguruskan dahulu emosi itu melihat dia A ke B ke okey ke tak okey.
  A place for me to manage that emotion first, to see if it's A or B, if it's okay or not okay.

[07:00] Yang ni macam mana sebenarnya salah kat mana sebenarnya okey kat mana tempat saya menulis itu.
  How is this actually, where is the mistake actually, where is it okay, that is the place where I write.

[07:05] Jadi tulisan-tulisan saya nanti kita
  So my writings later, we

[07:06] Akan explain dekat dalam buku ni kebanyakannya adalah satu mixture satu resepi yang saya gabungkan di antara fikir idea dan juga perasaan dan juga kejujuran saya menulisnya.
  What I explain in this book is mostly a mixture, a recipe that I combined between thoughts, ideas, feelings, and the honesty with which I wrote it.

[07:17] Aa saya tak saya jarang menulis sebagai dalam konteks yang formal ataupun tak ada watak.
  I rarely write in a formal context or without a character.

[07:26] Doktor kan selalunya kita katakan ada pihak ke pihak pertama ke POV kan.
  Doctor, usually we say there is a party, or a first-person POV, right?

[07:32] Saya saya tak pernah menulis tanpa POV tu.
  I have never written without that POV.

[07:34] Oh kadang-kadang saya menulis mewakili saya dan most of the time saya akan cakap saya kita.
  Oh, sometimes I write representing myself, and most of the time I will say 'I' or 'we'.

[07:40] Sebab saya mesti ada POV sebab saya rasa benda yang paling er saya suka dalam melihat satu-satu benda tu dengan POV sebagai manusia.
  Because I must have a POV, as I feel the thing I like most is looking at things with a human POV.

[07:48] Tu kalau dalam buku saya most of the time saya akan cerita saya lepas tu kita semua.
  So, in my book, most of the time I will tell my story, and then 'we' all.

[07:52] Saya jaranglah tulis macam akademik punya writing sikit kan macam tak ada POV macam tu kan.
  I rarely write like academic writing, you know, like without a POV like that.

[07:58] Hmm yang betul-betul informasi bukan bukan saya tak saya tak saya tak saya bukan tak boleh saya tidak diasuh dengan.
  Hmm, the ones that are purely informational, it's not that I can't, it's just that I wasn't trained that way.

[08:06] Menulis sebegitu dan saya selesa menulis sebagai POV lah.
  Writing like that, and I am comfortable writing from a POV.

[08:10] Hmm.
  Hmm.

[08:10] Sebab tu orang yang baca tu dia rasa mudah nak relate eh.
  That's why the people who read it find it easy to relate, right?

[08:13] Ya betul.
  Yes, that's right.

[08:14] Sebab maybe maybe sebab itu saya tak pasti setakat mana dia relate lah.
  Because maybe, maybe that's why I'm not sure to what extent they relate.

[08:19] Tapi saya rasa bila kita tulis dengan POV kita, banyak benda yang kita rasa macam kena dengan diri kita.
  But I feel that when we write from our own POV, many things feel like they resonate with us.

[08:25] The thing about POV ni dia seni dia untuk orang-orang yang mungkin nak menulis ke apa seni dia adalah satu sahaja.
  The thing about this POV is that its art, for people who might want to write or whatever, the art is only one thing.

[08:33] Seni dia adalah kejujuran tu.
  The art is honesty.

[08:37] Kejujuran eh.
  Honesty, right?

[08:38] Ha kalau kita menulis apa yang kita tak rasa, orang membaca pun takkan rasa.
  Yes, if we write what we don't feel, the people reading won't feel it either.

[08:43] So kalau kita menulis apa yang kita tak lalui, orang pun takkan rasa experience macam mana macam mana kita lalui benda tu.
  So if we write what we haven't experienced, people won't feel the experience of how we went through that thing.

[08:53] Dia selalunya macam tu.
  It's usually like that.

[08:55] Dan selalu saya kata untuk menulis kita kena mulakan dengan kejujuran perasaan tu.
  And I always say that to write, we must start with the honesty of those feelings.

[08:59] Kejujuran tu adalah paksi dalam tulisan.
  That honesty is the axis of writing.

[09:02] Dan kalau saya boleh kembangkan sikit daripada tulisan tu doktor, apa saja yang kita.
  And if I may expand a little from that writing, doctor, whatever it is that we...

[09:08] Buat kalau kita mulakan dengan satu baseline dia adalah kejujuran.
  If we start with a baseline, it is honesty.

[09:11] Ya.
  Yes.

[09:13] Insya-Allah benda tu berjaya.
  God willing, that thing will succeed.

[09:15] Insya-Allah.
  God willing.

[09:15] Apa saja definisi kejujuran maksud tuan Faiz ni?
  What is the definition of honesty that you mean, Mr. Faiz?

[09:20] Kita tidak membuat sesuatu yang kita belum bancuh dia punya keinginan.
  We do not do something for which we have not yet prepared the desire.

[09:23] Contoh macam kita nak buat tapi half.
  For example, like we want to do it but only halfway.

[09:26] Kita nak buat tapi kita rasa macam eh betulkah?
  We want to do it, but we feel like, 'Eh, is this right?'

[09:33] Jangan buat benda yang kita masih lagi dalam keadaan halfed, masih lagi dalam keadaan mencari-cari.
  Do not do things while we are still in a half-hearted state, still in a state of searching.

[09:38] It's to study, to analyze, untuk gather input.
  It's to study, to analyze, to gather input.

[09:41] Faham.
  I understand.

[09:43] Hm.
  Hm.

[09:43] Tapi nak mula tu jangan lagi pada sayalah, nak mula tu harus ada satu tekad yang kita rasa okey aku nak benda ni.
  But to start, in my opinion, to start there must be a determination where we feel, 'Okay, I want this thing.'

[09:51] So nak tu penting dan nak tu tak boleh dipura-purakan walaupun pada diri sendiri.
  So that 'want' is important, and that 'want' cannot be faked, even to oneself.

[09:55] Walaupun orang tanya kita kata nak tapi bila kita tanya balik diri kita betulkah aku nak ni?
  Even if people ask and we say we want it, but when we ask ourselves back, 'Do I really want this?'

[10:01] Kan the moment kita ada soalan tu balik kita kena bagi masa sikit ah.
  The moment we have that question back, we have to give it a little time.

[10:05] Betul-betul dalam hati kita tu.
  Really deep in our hearts.

[10:06] Ha betul-betul dalam tu.
  Yes, really deep in there.

[10:06] Sebab tu jujur.
  That is why it is honest.

[10:08] Itu bukan dengan orang lain sebenarnya.
  It is not actually with other people.

[10:10] Hmm.
  Hmm.

[10:10] Hmm.
  Hmm.

[10:10] Kejujuran yang paling payah, doktor, adalah kejujuran dengan diri sendiri.
  The hardest honesty, doctor, is honesty with oneself.

[10:14] Sangat payah.
  Very hard.

[10:15] Ya.
  Yes.

[10:17] Kita ni pertempuran dengan diri kita ni adalah pertempuran yang takkan pernah habislah.
  Our battle with ourselves is a battle that will never end.

[10:22] Kita akan banyak bergaduh dengan diri sendiri.
  We will fight a lot with ourselves.

[10:24] Sebab pada akhirnya yang kita cari tu bukanlah apa kita nak selesai dengan satu benda saja.
  Because in the end, what we are looking for is not just what we want to finish with one thing.

[10:30] Ya.
  Yes.

[10:33] Apa yang sebenarnya kita sedang nak?
  What is it that we actually want?

[10:35] Apa yang sebenarnya kita sedang rasa, apa yang sebenarnya kita sedang fikirkan.
  What we are actually feeling, what we are actually thinking.

[10:39] Itu kita nak tahu apa sebenarnya yang paling jujur dalam diri kita tu.
  That is what we want to know, what is actually the most honest thing within ourselves.

[10:41] Kau nak apa sebenarnya macam tu?
  What do you actually want like that?

[10:43] Kita duk tanya orang duk itu ini kan.
  We keep asking people this and that, right.

[10:45] Kadang-kadang kita nak cari jawapan mencari diri sendiri.
  Sometimes we want to find answers to find ourselves.

[10:48] Ya.
  Yes.

[10:50] Ya.
  Yes.

[10:51] Sebab kita mungkin kita tengok orang buat ni, kita tengok orang buat ni.
  Because we might see people doing this, we see people doing that.

[10:55] Hmm.
  Hmm.

[10:57] Kita terinspirasi, kita nak.
  We are inspired, we want it.

[10:58] Tapi bila kita tengok cermin tu, kita tanya soalan.
  But when we look in the mirror, we ask a question.

[11:03] Kau nak apa sebenarnya?
  What do you actually want?

[11:04] Soalan tu payah nak dijawab, doktor.
  That question is hard to answer, doctor.

[11:06] Hmm.
  Hmm.

[11:07] Soalan tu memerlukan menungan yang.
  That question requires contemplation that...

[11:09] Panjang, renungan yang dalam, deep processing thinking yang sangat-sangat dalam untuk kita lalui.
  Long, deep reflection, very, very deep processing thinking for us to go through.

[11:14] Dan di zaman yang kita kalut dengan sosial media ni, sukarlah untuk kita lalui proses tu untuk kita dapat jawab soalan tu.
  And in this era where we are busy with social media, it is difficult for us to go through that process to be able to answer that question.

[11:23] Sebab terlalu banyak diseption.
  Because there is too much deception.

[11:25] Ya.
  Yes.

[11:25] Kita masa kita terhad kan.
  Our time is limited, right.

[11:27] Nak kena scroll lagi, nak kena jawab komen lagi apa semua.
  Need to scroll more, need to answer comments and everything else.

[11:29] Jadi masa untuk deep thinking tu dah terganggu ah.
  So the time for deep thinking has been disturbed.

[11:36] Saya percaya satu benda tapi saya tak pasti benda ni betul ke tak.
  I believe one thing, but I'm not sure if this is correct or not.

[11:41] Orang yang menulis dia ada satu kata-kata Arab eh faqidusai la yuti kan.
  People who write have an Arabic saying, 'faqidusai la yuti', right.

[11:47] Hmm.
  Hmm.

[11:48] Maksudnya maksudnya saya percaya orang yang menulis ni adalah orang yang sentiasa continuously dia akan ada input.
  Meaning, I believe that people who write are people who always continuously have input.

[11:54] Ya.
  Yes.

[11:57] Faham.
  Understand.

[11:59] Satu benda yang saya yakin dengan penulisan ni doktor adalah satu benda yang saya yakin kan.
  One thing that I am sure of regarding writing, doctor, is one thing that I am convinced of.

[12:04] Ya.
  Yes.

[12:05] Tulisan ni akan always jadi jambatan tau.
  Writing will always be a bridge, you know.

[12:07] Jadi bridge jadi jambatan yang.
  So it becomes a bridge, a bridge that.

[12:12] Menghubungkan daripada satu orang kepada apa yang dia perlukan.
  Connecting from one person to what they need.

[12:17] Doktor, saya tanya doktor, ya.
  Doctor, I am asking you, doctor, yes.

[12:20] Yang terkenal mazhab dalam agama kita ni, apa yang terkenal?
  Regarding the famous schools of thought (mazhab) in our religion, what is famous?

[12:23] Yang terkenal mazhab empat tulah.
  What is famous are those four schools of thought.

[12:25] Empat.
  Four.

[12:25] Mazhab Malik, Maliki.
  The Malik school, Maliki.

[12:27] Mazhab Maliki, mazhab Syafie ataupun kita ambil daripada awal mazhab Hanafi, Maliki, Syafie dengan Hambali.
  The Maliki school, the Shafi'i school, or we take from the beginning the Hanafi, Maliki, Shafi'i, and Hanbali schools.

[12:32] Hambali.
  Hanbali.

[12:33] Tapi kalau kita tengok sejarah tu sebenarnya banyak mazhab lain.
  But if we look at the history, actually there are many other schools of thought.

[12:37] Sangat banyak lagi, sangat banyak.
  Very many more, very many.

[12:38] Majsauri kemudian mazhab itu, mazhab ini.
  Majsauri, then that school, this school.

[12:40] Bahkan tak terkira banyaknya.
  In fact, they are countless.

[12:42] Tapi kenapa doktor?
  But why, doctor?

[12:42] Kenapa dalam banyak-banyak tu hanya empat ni saja yang betul-betul diikuti, diamalkan, dibahaskan dan juga pada hari ini merupakan empat mazhab dominan umat Islam?
  Why, out of so many, are only these four truly followed, practiced, debated, and also today are the four dominant schools of thought for the Muslim community?

[12:54] Kenapa empat tu?
  Why those four?

[12:57] Sebab apa eh?
  Why is that?

[12:57] Sebab paling ramai pengikut.
  Because they have the most followers.

[12:59] Sebab empat mazhab itu saja yang ditulis tentangnya, yang ditulis perbahasannya, yang dirakamkan dalam bentuk tulisan.
  Because only those four schools of thought were written about, their debates were written down, and they were recorded in written form.

[13:09] Mazhab lain semua kecut, pecah, habis.
  The other schools of thought all withered, broke apart, and ended.

[13:13] Sebab dia tak ditulis.
  Because it was not written down.

[13:14] Oh, ini ramai orang tak nampak benda ni.
  Oh, many people do not see this.

[13:19] Satunya sebab kenapa mazhab ini masih diikuti adalah kerana ada teksnya.
  One reason why this school of thought is still followed is because there are texts for it.

[13:24] Imam Malik tulis Muwataknya, Imam Syafie tulis dia punya kitabnya.
  Imam Malik wrote his Muwatta, Imam Syafi'i wrote his books.

[13:30] Imam Ahmad tulis buku-bukunya, kitab-kitabnya kerana ia ditulis dan disambungkan pula tulisan itu disyarahkan pula.
  Imam Ahmad wrote his books, his treatises, because they were written and the writings were continued and also explained.

[13:38] Kalau ia tidak ditulis, takkan sampai kepada kita.
  If it were not written, it would not have reached us.

[13:41] Dan semua mazhab yang tidak diikuti sebab dia tak lengkap tu sebab dia tidak ditulis.
  And all the schools of thought that are not followed because they are incomplete is because they were not written down.

[13:46] Hmm.
  Hmm.

[13:47] Perbahasan itu tidak disambungkan.
  The discussion was not continued.

[13:48] Disambungkan sampai ke hari ini.
  It is continued until today.

[13:50] Oh faham.
  Oh, I understand.

[13:52] Walaupun mungkin ketika menulis tu dia bukan menjadi satu mazhab lagi kan.
  Even though perhaps when writing it, it had not yet become a school of thought, right?

[13:57] Belum.
  Not yet.

[13:57] Belum lagi.
  Not yet.

[13:57] Dia masih lagi dalam proses perbahasan.
  It was still in the process of discussion.

[13:59] Masa Imam Ahmad tulis tu pun dia masih lagi nak bahas tentang hadis kan.
  Even when Imam Ahmad wrote it, he was still wanting to discuss hadith, right?

[14:03] Dia masih lagi nak syarah hadis.
  He was still wanting to explain hadith.

[14:05] H.
  H.

[14:06] Tapi selepas itu apabila ditulis lagi, dikarang lagi, anak-anak murid dia pun tolong lagi.
  But after that, when it was written again, composed again, his students also helped.

[14:10] Akhirnya ia menjadi satu mazhab kerana ia mempunyai warisan yang.
  Finally, it became a school of thought because it had a legacy that...

[14:14] Lengkap dan warisan itu datang bentuk tulisan.
  Complete, and that heritage comes in the form of writing.

[14:16] Datang dalam bentuk tulisan.
  It comes in the form of writing.

[14:18] Hmm.
  Hmm.

[14:19] Ini yang kalau orang tanya saya, "Kenapa aku kena menulis?"
  This is what, if people ask me, "Why do I have to write?"

[14:21] Dia tanya soalan kat saya, "Fai, kenapa aku kena menulis?"
  They ask me the question, "Fai, why do I have to write?"

[14:24] Jawapannya adalah itu.
  The answer is that.

[14:24] Saya akan cerita pasal mazhab ni.
  I will tell you about these schools of thought.

[14:25] Kena ingat eh.
  You have to remember, okay.

[14:28] Kalau tidak ada tulisan, kita tidak akan tahu mazhab-mazhab ni macam mana.
  If there were no writing, we would not know what these schools of thought are like.

[14:30] Macam mana kita nak ikut kalau tidak ia ditulis, dicatat, ditulis dan akhirnya benda tu menjadi kekal.
  How would we follow them if they were not written down, recorded, written, and finally, that thing becomes permanent.

[14:40] Hmm.
  Hmm.

[14:42] So macam mana tuan Faiz susun dari sudut sebab eh kalau ni termasuk saya sendiri lah kan maksudnya di zaman yang fast and di zaman yang kita tak boleh nak fokus satu-satu benda dalam masa yang lama.
  So how do you, Tuan Faiz, arrange it from the perspective of the reason, because this includes myself, meaning in this fast-paced era and in an era where we cannot focus on one thing for a long time.

[15:01] Jadi saya rasa ramai orang yang dia ada niat dia ada keinginan untuk membaiki diri dengan membaca dengan maksudnya membaca benda-benda yang.
  So I feel many people have the intention, they have the desire to improve themselves by reading, by meaning reading things that...

[15:16] Bukanlah saya istilahkan berat, tapi yang fokus.
  I wouldn't term it heavy, but rather focused.

[15:18] Maybe satu buku, maybe untuk mendengar satu lecture instead of podcast yang bersifat lebih santai tu, maybe senanglah untuk kita consume kan.
  Maybe one book, maybe listening to one lecture instead of a podcast that is more casual, maybe it's easier for us to consume.

[15:27] Hmm.
  Hmm.

[15:27] Tapi nak menguruskan distraction, macam mana tuan Faiz susun eh benda tu eh?
  But to manage distractions, how do you arrange that, Mr. Faiz?

[15:32] Memang ada disiplin dia.
  There is indeed a discipline to it.

[15:32] Macam mana disiplin dia tu di sebalik semua buku-buku yang terhasil ni?
  What is the discipline behind all these books that have been produced?

[15:39] Kalau tanya saya doktor, jawapan saya adalah disiplin itu berbalik kepada rutin dan juga tabiat.
  If you ask me, Doctor, my answer is that discipline goes back to routine and also habits.

[15:45] Rutin dan juga tabiat, dia start dengan rutin dan rutin ni dia mesti istilah yang saya pakailah dia mesti analog.
  Routine and also habits, it starts with routine, and this routine must be—the term I use is—it must be analog.

[15:53] Dia mesti bukan digital.
  It must not be digital.

[15:55] Dia mesti manusiawi.
  It must be human.

[15:57] Dia bukan, dia bukan bersifat macam kita perlukan teknologi.
  It is not, it is not of a nature where we need technology.

[16:00] Contoh macam kalau saya kan, saya bagi contoh yang mudah.
  For example, like if it were me, I'll give a simple example.

[16:05] Macam mana satu-satu idea tu saya compose dan saya susun?
  How do I compose and organize an idea?

[16:06] Saya akan tulis dalam buku nota dengan pen.
  I will write it in a notebook with a pen.

[16:11] Oh, bukan saya taip.
  Oh, I don't type it.

[16:13] Bukan saya pakai phone.
  I don't use a phone.

[16:15] Tik, bukan, bukan di notes.
  Click, no, not in notes.

[16:15] Apa yang tercatat.
  What is recorded.

[16:19] Di notes, apa yang saya catat dekat MacBook saya ke ataupun apa yang saya tulis dengan teknologi, ia tidak benar-benar menjadi idea yang saya akan ingat.
  In notes, whatever I record on my MacBook or whatever I write using technology, it doesn't really become an idea that I will remember.

[16:29] Hmm.
  Hmm.

[16:30] Semua structure idea saya akan conteng dekat atas kertas yang kosong yang saya ada buku khas yang saya akan tulis idea tu.
  I will scribble all my idea structures on blank paper; I have a special book where I will write those ideas.

[16:37] Even hadis yang saya nak pakai, dalil yang saya nak pakai, kalau ada ayat Quran yang saya nak explain, nak tadabur, saya akan tulis a Quran tu atas kertas, atas kertas buku.
  Even the hadith I want to use, the evidence I want to use, if there are Quranic verses I want to explain or reflect upon, I will write those Quranic verses on paper, on the paper of the book.

[16:46] Oh dan ni pun saya sangat suggest kalau doktor ke siapa-siapa pun kalau nak tulis jurnal jangan pakai Mac, jangan pakai laptop, tulis dengan pen.
  Oh, and I strongly suggest this too, whether you are a doctor or anyone else, if you want to write a journal, don't use a Mac, don't use a laptop, write with a pen.

[16:55] Oh ya.
  Oh yes.

[16:55] Tulis dengan pen di atas kertas.
  Write with a pen on paper.

[16:57] Tulislah dengan cara yang betul iaitu itu taip itu semua tu hanyalah menekan butang yang memilih huruf.
  Write in the correct way, because typing is all just pressing buttons to select letters.

[17:02] Kita tidak melakarkan huruf itu dengan betul.
  We are not sketching those letters properly.

[17:07] Dengan bentuknya yang kita tulis bila kita tulisan beza doktor sebab deep processing tu tak berlaku kalau kita tulis taip.
  With the shapes that we write, when we write, it's different, doctor, because deep processing doesn't happen if we type.

[17:16] Deep processing kepala otak kita hanya akan berlaku kalau kita tulis dengan tangan.
  Deep processing in our brains will only happen if we write by hand.

[17:20] A konvensional itu dengan manusiawi yang betul tu.
  That conventional way is the human one, that's right.

[17:24] Dengan analog punya proses, kita ambil buku, kita rasa teksture kertas tu, kita tulis huruf a b a tu.
  With an analog process, we take a book, we feel the texture of the paper, we write the letters a b a.

[17:32] Rengkil macam mana kalau kita tulis hadis pula doktor nak cepat ingat hadis ni, tulis.
  How about if we write hadith instead, doctor, to quickly remember this hadith, write it down.

[17:37] Hmm.
  Hmm.

[17:38] Saya ingat ada orang bagi tahu kat saya salah satu copy paste ni untuk layout lah untuk buat buku.
  I remember someone told me that one of these copy-paste methods is for layout, for making books.

[17:42] Tapi untuk kita ni untuk kita proses idea ni tulis.
  But for us, for us to process this idea, we write.

[17:46] Saya ingat ada orang bagi tahu kat saya kata salah satu cara nak ingat Quran juga boleh guna yang sama.
  I remember someone told me that one of the ways to remember the Quran is to use the same method.

[17:49] Sebab tu ada orang jual Quran yang kabur tu untuk kita tulis supaya kita boleh ingat sebenarnya.
  That's why there are people selling those blurred Qurans for us to write over so that we can actually remember.

[17:54] Betul.
  True.

[17:56] Saya setuju dengan benda tu.
  I agree with that.

[17:56] Bahkan ia dibuktikan dan di apa nama? Er dikuatkan dengan penemuan daripada perspektif neural sains bahawa otak kita ya er apa yang berlaku dalam otak kita adalah istilahnya dopamin desensitization.
  In fact, it is proven and, what's it called? Er, strengthened by findings from a neuroscience perspective that our brain, yes, er, what happens in our brain is the term dopamine desensitization.

[18:10] Maksudnya otak kita ni dah dia sangat-sangat dahagakan satu proses yang deep.
  It means our brain is very, very thirsty for a deep process.

[18:16] Oh deep processing tu dah tak berlaku dalam otak kita sebab kita mudahkan.
  Oh, that deep processing is no longer happening in our brain because we make things too easy.

[18:18] Contoh.
  For example.

[18:21] Macam bila kita mengaji kan, oh kita cari jawapan, kita cari tanya Google ke tanya Chat GPT kita dapat.
  Like when we study, oh we look for answers, we look by asking Google or asking Chat GPT and we get them.

[18:27] So dia terlalu cepat tau antara soalan jawapan.
  So it is too fast, you know, between the question and the answer.

[18:29] Soalan jawapan proses tu tak ada, kesabaran tak ada.
  The question-answer process isn't there, the patience isn't there.

[18:34] Proses mencari jawapan tu kadang kita tak lalui.
  Sometimes we don't go through the process of finding the answer.

[18:36] Dahulu macam contoh kita nak cari satu-satu takhrij hadis kan.
  In the past, for example, we wanted to find each takhrij of a hadith, right.

[18:40] Kita nak cari hadis kan eh betul ke tak hadis doktor?
  We want to find the hadith, right, is this hadith correct or not, doctor?

[18:43] Kita akan buka kitab ni kena telaah.
  We will open this book and have to study it.

[18:45] Ha kita alamak ni ada satu ni.
  Ha, we say, oh no, here is one.

[18:47] Lepas tu oh rupanya riwayat ni cakap macam ni ada huruf ni.
  After that, oh it turns out this narration says it like this, there is this letter.

[18:49] Ada perkataan ni tergugur dalam riwayat ni.
  There is this word missing in this narration.

[18:53] Hmm.
  Hmm.

[18:53] Kita kita lalu tu akhirnya orang tanya kita, kita jawab, "Ah, hadis ni boleh pakai."
  We go through that, and finally when people ask us, we answer, "Ah, this hadith can be used."

[18:59] Jawapan dia yang hujung tu kan.
  The answer is the one at the end, right.

[19:00] Tapi otak kita telah pun telah pun berlatih melalui satu proses yang orang tak lalui.
  But our brain has already been trained through a process that people don't go through.

[19:06] Hmm.
  Hmm.

[19:06] Proses untuk okey.
  The process to, okay.

[19:08] Oh, riwayat ni cakap macam ni, perkataan ni digugurkan sebab dia tak ada riwayat tu.
  Oh, this narration says it like this, this word is omitted because it's not in that narration.

[19:11] Riwayat tak ada perkataan ni.
  The narration doesn't have this word.

[19:12] Cakap macam ni perkataan ni.
  It says it like this, this word.

[19:14] So kita otak kita nampak tak otak kita beranalisis dengan deep proses yang sangat sangat sangat tinggi yang orang dapat jawapan tak dapat benda tu.
  So, do you see our brain analyzing with a very, very, very high deep process that people who just get the answer don't get?

[19:22] Hmm.
  Hmm.

[19:23] So dia pengalaman ini dia melahirkan seorang kita yang berbeza dengan orang yang tahu sama macam kita.
  So this experience gives birth to a version of us that is different from people who just know the same things as us.

[19:29] Faham kan dia?
  You understand, right?

[19:30] Okey jawapan dia sama hasan ataupun sahih.
  Okay, the answer is the same, good or correct.

[19:33] Tapi kita lalu jaw lalu proses ni dia tak lalu dia dapat terus jawapan tu.
  But we go through the process, while they don't go through it and just get the answer directly.

[19:37] Ha jauh beza tu.
  Ha, that's a big difference.

[19:40] Kesan kepada karakter kita berbeza doktor.
  The effect on our character is different, doctor.

[19:42] Itu pada pandangan saya.
  That is my view.

[19:44] So kalau tanya saya lalui sesuatu itu dengan analog dengan tanpa teknologi dulu.
  So if you ask me, I go through things analog-style, without technology first.

[19:50] Kalau nak tulis buku, campakkan idea tu dalam kertas.
  If you want to write a book, throw the ideas onto paper.

[19:54] Hmm.
  Hmm.

[19:56] Gunalah ball tu.
  Just use the ballpoint pen.

[19:56] Tak kisahlah belilah pen macam mana pun.
  It doesn't matter what kind of pen you buy.

[20:00] Tak kisahlah.
  It doesn't matter.

[20:00] Kertas pun boleh.
  Paper is fine too.

[20:02] Apa nama?
  What's it called?

[20:03] Apa nama?
  What's it called?

[20:04] Pen biasa pun boleh.
  A regular pen is fine too.

[20:05] Pen yang penting ada pergerakan tangan kita.
  The important thing is that there is movement of our hands.

[20:07] Bila kita tulis tu ada pergerakan tangan.
  When we write, there is hand movement.

[20:09] Otak kita berfungsi bila tangan kita bergerak.
  Our brain functions when our hands move.

[20:10] Hm.
  Hm.

[20:11] Bila kita tulis tu, kita tahu okey dia kita nak kaitkan idea ni dengan ini, kita tarik, nak guna mind kita tarik.
  When we write, we know, okay, we want to connect this idea with that, we pull, we want to use our mind to pull.

[20:18] Tangan kita tu menarik, tangan kita menghubungkan satu idea ke satu idea, memberitahu kepada otak kita.
  Our hands are pulling, our hands are connecting one idea to another, telling our brain.

[20:22] Jadi saya dah jadi macam duk
  So I have become like...

[20:25] explain pula pasal tangan gerak dan

[20:26] sebagainya tu. Tapi tangan kita tu

[20:27] penting untuk digerakkan dengan sebegitu

[20:29] rupa.

[20:29] Maksud setiap hari yang tu tulis setiap

[20:30] pagi tu tulis di atas kertas.

[20:32] Eh tak, yang tu saya taip ah.

[20:33] Tu yang tu taip ah.

[20:34] Tapi idea asas tu

[20:35] oh nak rangka tu

[20:36] nak rangka tu saya akan tulis kat atas

[20:37] kertas. Oh okey.

[20:39] Bila saya akan letak dekat saya punya

[20:41] apa PC, saya akan letak saya akan tengok

[20:44] even apa sekalipun saya tak, saya takan

[20:46] terus tulislah. Saya akan terus

[20:47] rangkakan dia dulu kat atas kertas. Saya

[20:48] akan termenung lama. Contoh macam saya

[20:51] cerita saya sambung cerita pasal buku

[20:53] sikit doktor ya.

[20:55] Dalam ni saya cerita dalam buku solat.

[20:57] Okey.

[20:58] Perkataan yang kita akan baca dalam

[21:00] surah al-Fatihah

[21:02] iaitu perkataan alhamdulillahi

[21:05] rabbil alamin. So perkataan rab.

[21:08] Perkataan rab saja saya nak explain.

[21:10] Selalunya kalau kita terjemah, kita

[21:12] tengok terjemahan tu kita akan tahu kata

[21:14] maksud Rabb adalah Tuhanlah.

[21:16] Ya.

[21:16] Segala puji bagi Allah Tuhan sekalian

[21:18] alam. So Tuhanlah kan.

[21:20] Tuhan aelah Rabb. Betul.

[21:21] So okey kita pun selesai kita pun baca

[21:24] terjemahan Tuhan. Tapi bila kita selak

[21:26] sekejap, selak apa? Selak dekat maksud R

[21:30] tu sebenarnya apa? Dalam konteks bahasa

[21:32] kita kita study jaap. Kita pun bukalah

[21:35] kamus. Apa kamus kita buka? Lisanul

[21:37] Arab. Apa kamus kita buka? Kitajul urus.

[21:39] Kita buka banyak kamus kan.

[21:40] Ya.

[21:41] Semua benda tu sekarang ni dah ada

[21:42] sistem pun kalau kita nak mudahkan. Tapi

[21:44] saya masih lagi suka merujuk kamus yang

[21:47] fizikal tulah. Sebab sebenarnya kamu

[21:49] fizikal dia ada riwayat dia, dia ada dia

[21:51] punya ayat yang digunakan konteks dia.

[21:53] So dia lagi nampak saya lagi ingat

[21:55] dengan dengan merujuk kamus fizikal.

[21:57] Okey tak apa. Kita pun buka kamus.

[21:59] Rupa-rupanya kita dapati rab ini bukan

[22:01] hanya bermaksud tuhan

[22:04] perkataan sebelum rock lillah itu sudah

[22:07] pun Tuhan.

[22:08] Hmm.

[22:09] Kenapa diulang balik?

[22:11] Faham

[22:12] kan? Kenapa ada lagi perkataan yang juga

[22:14] bermaksud Tuhan? Takkan sama saja.

[22:16] So dua-dua pun Tuhan. Dua-dua pun Tuhan.

[22:18] So bila kita tengok ada dua konteks yang

[22:20] berbeza.

[22:21] Ilah di situ adalah uluhiyah

[22:24] pada menyaksikan bahawa kita ada Tuhan

[22:26] untuk kita sembah. Maka kita memberi

[22:28] penyembahan kita kepada Tuhan. Rabb itu

[22:31] adalah Tuhan yang memberi sesuatu kepada

[22:33] kita. Maka bila kita dapati Rabb itu ada

[22:36] maksud Tuhan yang memelihara,

[22:38] Tuhan yang menjaga, Tuhan yang mendidik,

[22:41] Tuhan yang menguruskan.

[22:43] Sebab itu dalam bahasa Arab mat orang

[22:45] sebut rabbatul bait.

[22:47] Rabbatul bait.

[22:49] Sebab apa? Sebab dia jaga rumah kita.

[22:51] Ya. Dia bersihkan rumah kita. Kalau

[22:53] rumah kita tengah kotor, dia jaga makan

[22:56] minum kita,

[22:57] menguruskan semua

[22:58] menguruskan semua hal-hal yang tak mampu

[23:00] kita uruskan, yang tak sempat kita

[23:01] uruskan.

[23:02] Hmm.

[23:02] Kalau kita orang yang kita orang yang

[23:05] didik kita, kita panggil dia murabbi.

[23:07] Murabbi. Oh ya. Murabbi.

[23:09] Kenapa? Kerana dia mendidik kita,

[23:11] membimbing kita. Dia tak hanya mengajar

[23:13] kita, mengajar kita mualim. Tapi yang

[23:15] betul-betul pegang tangan kita, bawa

[23:17] kita, tunjuk jalan dekat kita. Nak buat

[23:19] macam ni, nak buat macam ni, kita

[23:20] panggil dia murabbi.

[23:22] Datang daripada kata yang sama roh.

[23:24] Kerana ada di situ unsur-unsur didikan

[23:28] dan asuhan yang lagi detail yang

[23:30] terbimbing dengan memegang tangan. Maka

[23:33] dekat situ rock

[23:34] macam seorang ayah bimbing tangan

[23:36] seorang anak bimbing sampai

[23:38] bimbing sampai ke tempat dia. Maka di

[23:40] situ itu disebut sebagai murab murabbi.

[23:43] Sebab tu kita sebut tarbiatul aulad.

[23:45] Tarbiah.

[23:46] Tarbiah

[23:46] dia bukan hanya latihan yang kita buat

[23:48] exam. Exam kita panggil perkataan lain

[23:50] imtihan.

[23:51] Ya.

[23:52] Tapi kalau tarbiah dia ertinya satu

[23:55] latihan yang memang betul-betul fokus

[23:57] untuk melihat growth seseorang itu. Maka

[24:00] sebab tu kita sebut tarbiatul aulad.

[24:02] Hmm. Dia bukan touch and go.

[24:04] Faham?

[24:05] Maka dekat situ bila kita faham konteks

[24:07] ini doktor, kita faham bahawa Rab dekat

[24:10] situ bukan hanya Tuhan yang disembah

[24:13] tapi Tuhan yang Tuhan nak bagi tahu

[24:15] dekat kita ni. Tuhan yang jaga. Ni Tuhan

[24:17] yang uruskan.

[24:18] Ini Tuhan yang bimbing. Ini Tuhan yang

[24:19] asuh kita. Ini Tuhan yang akan pegang

[24:22] tangan kita, bawa kita keluar daripada

[24:24] kegelapan-kegelapan dan juga masalah.

[24:26] Masya-Allah. Ini Tuhan yang involve

[24:27] dengan kita

[24:29] ketika lillah tadi Tuhan yang sembah

[24:31] uluhiyah. Maka masuk kepada raj tauhid

[24:35] rububiyah. Tuhan yang akhirnya kita tahu

[24:38] bahawa ni akan involve dengan hidup

[24:40] kita.

[24:41] Hmm.

[24:41] Sudah dua. Faham doktor?

[24:43] Dua side yang jauh beza.

[24:44] Dua side yang jauh beza.

[24:45] Masya-Allah. Okey dah doktor dah faham

[24:47] sikit saya ceritalah.

[24:50] Bayangkan doktor sebelum ni kita baca

[24:52] surah Fatihah dengan pemahaman yang

[24:54] alhamdulillahi rabbil alamin Tuhan

[24:55] sekalian alam.

[24:56] Ya.

[24:57] Selepas dalam 5 minit perbincangan kita

[24:59] ni

[25:00] ya

[25:00] tentulah bila kita menyebut Rabb alamin

[25:02] itu tak sama.

[25:05] Rabbil alamin

[25:06] tak sama. Sebab kita dah sebut Rab

[25:08] dengan ada satu konteks jawam

[25:11] faham komprehensif understanding yang

[25:14] berbeza. Kita dah faham. Oh ni R ini ini

[25:17] ini.

[25:18] Maksudnya bila kita celik mata semua

[25:21] yang berlaku

[25:23] setiap saat hidup kita ni itu semua

[25:25] dalam rock. Masya-Allah.

[25:28] Jadi kita baca rock tu selepas ini

[25:29] doktor dengan satu tanggapan yang

[25:31] berbeza.

[25:32] Kepala kita proses berbeza doktor dengan

[25:34] kalau sebelum kita faham

[25:35] nafas kita, jantung kita

[25:37] dia jadi berbeza dah sebab dia kita dah

[25:39] faham rock tu.

[25:39] Hmm.

[25:40] Kan.

[25:41] So nampak satu perkataan a. Oh satu

[25:43] perkataan

[25:44] saya ada ceritalah dalam buku solat

[25:46] dalam bab surah Fatihah tu saya cerita

[25:47] panjanglah sebab surah tu penting kan

[25:49] surah tu surah yang akan

[25:50] yang kita baca dalam solat kita bakal

[25:52] wajib maka saya akan explain satu ayat

[25:54] satu ayat satu ayat

[25:55] dalam buku tu saya cerita kalau doktor

[25:57] nak tengok dekat

[25:58] di perkataan-perkataan tu

[26:00] perkataan-perkataan tu saya surah

[26:01] al-fatihah

[26:01] surah al-Fatihah

[26:02] muka surat 81

[26:04] so saya akan ceritalah dekat situ sebab

[26:05] nak bagi dia nak bagi penekanan yang

[26:08] pentinglah kepada kita kalau kita baca

[26:10] surah Fatihah tu sebab saya percaya

[26:12] bahawa

[26:13] Dengan memahami lapis-lapis makna

[26:15] perkataan tu doktor,

[26:17] insya-Allahlah kita akan jadi lebih

[26:21] dalam cara kita faham dan juga bila kita

[26:24] ungkap benda tu.

[26:24] Masya-Allah. Saya tak pernah terfikir

[26:27] buku tentang solat boleh jadi seestetik

[26:29] ini. Eh

[26:32] masya-Allah. Dia dia nak kata novel

[26:35] macam novel. nak kata macam buku healing

[26:38] pun buku healing

[26:41] dari sudut dari sudut a design feeling

[26:46] dan

[26:48] apa vibe

[26:51] tentang kita ni semua memang tu faiz

[26:53] sendiriah

[26:53] ah memang

[26:54] saya punya taste lah basically saya

[26:56] punya taste ni kalau doktor perasan tend

[26:59] col tak boleh lebih darada dua

[27:01] ah

[27:01] saya jenis manusia yang tak suka lebih

[27:03] daripada tiga warna

[27:04] dua warna utama satu warna alternatif

[27:06] kalau perlu. Kalau tak perlu dua warna

[27:08] saya sedikit minimal. Saya percaya

[27:10] tentang konsep tu doktor. Hidup lebih

[27:12] mudah, minimal dan analog sikit supaya

[27:14] kita lebih kita jadi manusia yang lebih

[27:17] tersusun. Saya saya suka benda macam tu.

[27:20] Sebab tu kalau kalau buku saya ke dia

[27:22] tak lebih daripada dua warna.

[27:24] Satu warna lagi tambahan tu alternatif

[27:26] tak lebih daripada 10% ke 20% daripada

[27:28] keseluruhan visual yang kita tengok.

[27:31] Kalau dia perasan hitam putih

[27:33] eh. Hitam putih. Lepas tu adalah warna

[27:36] sedikit. Warna

[27:36] less is more. Eh ha

[27:38] less is more.

[27:39] Nama pun kecil kat sini

[27:40] nama.

[27:42] Tapi kalau tengok dekat-dekat kalau

[27:43] siapa-siapa yang beli dia ada satu efek.

[27:46] Okey. Ha

[27:47] kalau tengok ada

[27:48] yang timbul ni

[27:48] yang timbul tu

[27:49] ya.

[27:50] Yang dia macam timbul dan juga ada macam

[27:51] ada satu khad kat belah dalam sebagai

[27:53] latal dia.

[27:55] A hot tu sebenarnya dia tulis apa nama

[27:57] inasola tha tu.

[27:59] Oh.

[28:00] So sebenarnya hak ni adalah efek dia

[28:02] tanpa kita perlu bercakap tentangnya

[28:04] maka dia adalah memberikan efek

[28:05] keseluruhan tu.

[28:07] Dan kalau perasan saya letak kat sini

[28:09] sejadah

[28:10] ah separuh sejadah a

[28:11] sejadah lama kat sini ni kan

[28:13] ya. A sebab a represent kepada kalau

[28:16] kita nak solat kita selalunya akan cari

[28:17] sejadah

[28:18] sejadahbut untuk jadikan bahawa itu

[28:19] tempat solat kita.

[28:21] So saya letak sebagai salah satu

[28:23] experience lah kata kalau kita baca buku

[28:25] ni aa anggaplah yang kita nak improve

[28:27] solat kita.

[28:28] Masya-Allah. Jadi bila kita tengok, bila

[28:30] kita tengok sejadah tu, saya sangat

[28:31] berharap buku ni di bagi kesan bila kita

[28:33] tengok sejadah kita sembahyang tu. Ada

[28:35] bahagian-bahagian dalam buku ni yang

[28:36] bagi kita kesan kepada cara kita fikir

[28:39] dan bagi kita kesan kepada bila kita

[28:40] sembahyang. Dan cara saya orang tanya

[28:43] macam mana kami nak ukur, kami terkesan

[28:44] kan? Kami dah

[28:47] okey sikit sembahyang improve sikit kan?

[28:49] Tengok kepanjangan kita solat.

[28:51] Hmm.

[28:52] Selalunya bila kita start improve

[28:54] sembahyang kita ni doktor kita akan rasa

[28:56] lama sikit solat kita. Kita start rasa

[28:58] nikmat ah. Rasa dia. Paling tidak pun

[29:00] saya selalu bagi benda ni. Paling tidak

[29:02] kan mula ni tak baca lagi buku ni tapi

[29:05] mula dengan benda ni. Tok Makninah tu

[29:06] lama sikit.

[29:07] Hmm.

[29:08] Selalunya kita tok makninah berapa? Lima

[29:09] saat

[29:10] ataupun 10. 10 saat kan.

[29:12] Cukup syarat.

[29:12] Cukup syarat kan. Kita kata subhanallah.

[29:14] Ha dah cukup syarat. Lama sikit. At

[29:16] least panjangkan lima saat. Setiap kali

[29:18] rukun tu pergerakan tu kan panjangkan 5

[29:20] saat.

[29:21] Panjangkan 10 saat. Saya bagi ni

[29:22] bukanlah ada dalil kursus tapi saya nak

[29:23] bagi contoh.

[29:24] Faham?

[29:25] Panjangkan sikit. Tomadinah aje panjang.

[29:27] Tak faham lagi ni.

[29:28] Tak faham lagi kita baca tu macam mana

[29:30] kan. Tapi makninah tu kita panjangkan.

[29:32] Sebagi kita panjangkan Tninah, automatik

[29:35] pergerakan kita pun akan sedikit

[29:36] panjang, perlahan. Lama sikit kita

[29:38] sembahyang tu. Kalau 5 second kita

[29:41] tambah dekat rukuk, kita tambah pula 5

[29:43] second dekat iktidal, tambah pula 5

[29:44] second dekat sujud, kita akan nampak

[29:47] lebih tenang sikit kita solat tu.

[29:49] Kita boleh rasa

[29:51] boleh rasalah yang kita dah mula

[29:52] memperlahankan dan dia balik pada

[29:54] nervous sistem kita tu. Doktor, bila

[29:56] badan kita sedang berusaha

[29:58] memperlahankan pergerakan, dia

[29:59] memberitahu kepada seluruh body sistem

[30:01] kita bahawa kau tengah bertenang ni, duk

[30:04] kalut nak per mana kan?

[30:05] Ya.

[30:06] So bila kita dah push diri kita untuk

[30:08] bertenang, untuk perlahan, automatik

[30:10] kita ada ruang untuk berfikir secara

[30:12] mendalam tentang apa yang kita baca.

[30:14] Hmm.

[30:15] So dia dia ada kesan yang tidak akan

[30:17] pernah tak tidak terkait satu sama lain.

[30:19] Tu baru bab tumakninahlah yang kita baru

[30:22] tumakninah. Ya.

[30:23] Kita kita nak ubah sikit satu-satu benda

[30:25] a kita ubah tu yang yang saya sebut

[30:27] sebagai atomic change dalam solat kita.

[30:31] Perubahan yang sifatnya atomik. Sifatnya

[30:33] sikit tapi kesannya subhanallah luar

[30:36] biasa.

[30:38] Saya sebut pasal rab tadi doktor sebab

[30:39] dalam a dalam solat kita banyak kali

[30:42] sebut perkataan rab ni yang bacaan

[30:45] sunnah dan juga yang wajibnya. Ya.

[30:47] Satunya kita akan sebut dalam surah

[30:48] Fatihah. Alhamdulillahi rabbil alamin.

[30:51] Satu lagi kita akan sebut dalam rukuk.

[30:52] Subhana rabbiyalazim. Subhana rabbiyal.

[30:54] Subhana rabbiyal a'la. Rabbana wakal

[30:57] ruk dan sujud

[30:58] dan iktidal.

[30:59] Dan iktidal. Rabbana wakal.

[31:01] Rabbana. Oh ya. Banyak

[31:03] kita akan sebut banyak kali perkataan

[31:05] rabb ni.

[31:05] Oh di rukun-rukun solat kita tu eh.

[31:07] Betul. Dia dia bacaan sunnah kita tu

[31:09] kita akan sebut banyak kali. Dan saya

[31:11] nak bahawa at least lah kan bila kita

[31:13] sebut tu kita faham dengan bukan lagi

[31:17] sebatas Tuhan tu saja. Kita faham ada

[31:20] features dan ada sifat-sifat Tuhan yang

[31:21] terkait dalam perkataan tu.

[31:23] Hmm.

[31:24] Bila kita sebut Rab tu kita tahu kata

[31:26] ini Tuhan yang akan bantu kita, yang

[31:27] akan urus kita.

[31:28] Subhana rabbiyalazimi.

[31:30] Haah. Kan dia bukan subhanallah kan.

[31:32] Subhana rabbiyal a'la.

[31:34] Ha.

[31:35] Rabbana wakalhamd kan.

[31:36] Rabbana wakal hamd. So itu penting.

[31:40] Bahkan dalam Quran pun er selain

[31:42] daripada Allah, Rabb adalah er nama

[31:45] Tuhan yang paling kerap disebut dan

[31:46] selepas daripada tu adalah ar-Rahman dan

[31:48] juga ar-Rahim. So kita tengok daripada

[31:52] lambakan dan juga orang kata apa a a apa

[31:55] nama taburan

[31:57] ya

[31:57] nama-nama Allah ni pun kita tahu yang

[31:59] lebih banyak disebut itu lebih penting.

[32:02] Maksudnya Allah nak sampaikan kepada

[32:04] kita bahawa kenalah aku dengan begini.

[32:07] dengan Tuhan. Aku sebagai Tuhan yang

[32:09] menguruskan. Aku sebagai Tuhan yang

[32:10] begini begini begini. Dan kita sebutnya

[32:12] banyak kali dalam solat kita. So dia nak

[32:14] bagi mesej secara sedar ataupun tak

[32:16] sedar kepada kita bahawa

[32:19] Tuhan tu menguruskan kita.

[32:21] Dia yang atur semua eh.

[32:22] Yang atur semua. So kalau kita border

[32:25] sangat nak atur banyak-banyak sampaikan

[32:28] benda yang kita buat tu kena jadi

[32:29] sepertimana yang kita expect. Ya.

[32:31] Kita macam rasa tak bergantung dengan

[32:35] Tuhan tu sepertima Tuhan nak tu. Hmm.

[32:37] Tuhan kata kita usaha.

[32:39] Tapi bila kita usaha dan tak berjaya,

[32:41] kita kena yakin bahawa Tuhan tu adalah

[32:43] roh yang akan cari, yang akan kaitkan,

[32:46] yang akan usaha, yang akan bantu kita.

[32:48] Kan? Faham tak? Tu maksudnya macam mana

[32:50] benda tu bagi kesan kepada cara fikir

[32:52] kita. Dan kita sebut benda tu banyak

[32:54] kali dalam solat kita.

[32:57] Se mungkin Allah susun eh saya bila saya

[33:01] podcast dengan beberapa gas kan tuan

[33:03] Faiz kan

[33:05] saya start tersentuh apabila ada

[33:08] manusia-manusia yang saya kita faham

[33:10] ayat apa eh fastainu bisabri wasolah kan

[33:14] minta tolonglah dengan sabar dan solat

[33:16] kan tapi saya tak tak pernah beramal

[33:18] dengan ayat tu beramal tu maksudnya bila

[33:19] ada masalah pergi solat dua rakaat saya

[33:22] tak tak pernahlah boleh relate yang saya

[33:26] rasa rasa kita mungkin

[33:29] er doa panjang sikit ataupun mungkin

[33:31] secara specifically solat hajat kalau

[33:35] ada hajat kan. Tapi bila ada masalah nak

[33:38] pergi solat sunat mutlak dua rakaat tu

[33:40] benda tu tak menjadi saya punya

[33:43] behavior.

[33:44] Behavior lah. Maksudnya dia tidak spark.

[33:46] Bila ada masalah mungkin kita doa ya

[33:47] Allah tolong aku. Macam tulah kan. Tapi

[33:49] tak adalah pergi solat. Sampailah ada

[33:51] beberapa ges yang bila dia ada masalah

[33:52] dia masuk bilik dia solat dua rakaat dia

[33:54] doa semacam is oh memang ada eh orang

[33:57] yang macam tu eh.

[33:58] Ya.

[33:59] So maksudnya bila saya faham perkataan R

[34:02] tu yang susun semua benda sebenarnya

[34:05] tulah tujuan dia kan tu.

[34:08] Hmm. Cuma tak faham dengan lebih

[34:11] mendalam.

[34:11] Ya.

[34:12] Satu word baru eh. Seb tu kalau saya

[34:14] cerita semua ni

[34:17] tu saya kalau saya cerita setiap word tu

[34:19] saya sebenarnya buku ni saya buat dengan

[34:22] saya punya expectation saya ni saya nak

[34:24] perfect ah

[34:25] saya nak perfect habislah doktor saya

[34:27] memang saya buat pasal wuduk saya ter

[34:28] tulis dah apa wuduk kenapa kita kena

[34:31] wuduk kan

[34:32] ya kenapa doa selepas wuduk yang Nabi

[34:34] ajar kita adalah Allahum jaalni min

[34:36] tawwabin wani minal mutatahirin kenapa

[34:38] dua benda berbeza kenapa kita kena doa

[34:40] supaya Allah masukkan kita daripada

[34:42] orang yang taubat dan juga orang yang

[34:44] berusaha menyucikan dirinya,

[34:45] membersihkan dirinya. Saya cerita habis

[34:47] dah bila saya tengok kan, saya kata,

[34:50] "Saya ni nak jual kitab ke apa

[34:54] tebang sangat."

[34:54] Bukan version ni,

[34:55] bukan version ni. Ini tak ada wuduk.

[34:57] Faham?

[34:58] Tak ada wuduk ni. Ini saya remove wuduk

[35:00] kemudian saya cerita bab surah Fatihah

[35:01] saja satu buku jadi macam alamak kan.

[35:04] Saya pula yang rasa macam benda tu

[35:06] keterlaluan. Bila saya bincang dengan

[35:08] editor, bincang dengan kawan-kawan apa

[35:09] semua,

[35:11] sebenarnya kita kena balik patah balik

[35:13] niatnya apa. Kan saya pun bukanlah niat

[35:15] nak buat buku yang sampai tebal-tebal.

[35:17] Saya kata kan

[35:18] buku ni saya tak target untuk

[35:19] orang-orang yang macam

[35:21] er saya bukan target-target macam

[35:22] golongan asatizah, ustaz-ustaz yang dah

[35:24] pandai. Kalau mereka baca dan

[35:26] mereka dapat manfaat, alhamdulillahlah.

[35:28] Saya sangat-sangat bersyukur. Bahkan er

[35:31] kalau nak bagi maklum balas, kritik saya

[35:32] sangat alu-alukan sebab memang saya

[35:34] perlukan pun nak belajar. Ya.

[35:35] Saya memang sebab tapi saya kenapa saya

[35:37] kata saya tak tulis untuk golongan

[35:39] ustaz-ustaz ataupun latar belakang agama

[35:40] ni sebab dia orang dah boleh baca kitab.

[35:42] Hmm.

[35:43] Kan? Dia orang dia orang dah boleh baca

[35:44] kitab, dia orang dah boleh baca, dia

[35:46] orang boleh study. Sebenarnya

[35:47] faham?

[35:48] Tapi saya nak tulis kepada orang yang

[35:49] bukan latar belakang sekolah agama,

[35:51] bukanlah orang yang boleh baca kitab

[35:53] Arab. Bukanlah orang yang

[35:55] memang dah diasuh dengan solat khusyuk

[35:57] dan sebagainya. Bukanlah orang yang

[35:58] memang membesar dan juga mendewasa

[36:00] dengan kalangan orang-orang yang ajar

[36:02] kita tentang-tentang agama. Kita mungkin

[36:04] tengok agama ni, dengar agama ni mungkin

[36:05] sepitas lalu a dekat TV3,

[36:08] dekat TV1 kadang-kadang kadang-kadang

[36:10] kita kita tak kita tak biasa dengan

[36:11] usrah, kita tak biasa dengan ceramah,

[36:13] kita tak biasa dengan kuliah, kita tak

[36:15] biasa dengan kelas-kelas agama.

[36:16] Pondok pun dia duk faham pondok tu depan

[36:18] rumah dia hak pondok tu

[36:20] parking tu.

[36:21] Ha kan kita kata duk pondok dia ingat

[36:23] duk pondok macam tu kan. Setengah orang

[36:25] pun macam tu.

[36:26] Ada setengah orang aku faham duk pondok

[36:27] tu maksudnya masuk madrasah tak semua

[36:29] orang macam tu. Ya. Ah

[36:30] jadi saya tulis buku ni memang untuk

[36:33] kebanyakan orang yang tidak tidak

[36:35] membesar macam tu.

[36:36] Oh faham maksud ustaz tu ada orang

[36:38] assume yang pondok ni sebenarnya adalah

[36:39] sekolah yang daif kan.

[36:40] Ha ada orang

[36:41] sedangkan pondok ada yang sama macam

[36:42] universiti pun eh.

[36:43] Betul. Ada sampai kalau kat Indonesia tu

[36:45] lagilah kan. Dah ada satu level boleh

[36:48] bagi sijil apa semua kan. So kita faham

[36:51] kerana kita membesar dengan beberapa

[36:54] cara kita membesar ataupun jalan kita

[36:56] membesar tu macam mana saya tak tulis

[36:59] untuk orang macam tu. Sebab tu saya kata

[37:00] kalau ustaz tak payahlah beli. Saya kata

[37:02] malulah saya kan sebab buku ni bukan

[37:04] untuk ustaz-ustaz sebab ustaz-ustaz dah

[37:06] pandai. Saya sendiri yang kena belajar

[37:07] daripada depa. Bukannya saya depa pula

[37:09] kena baca buku saya kan. Ya.

[37:11] Saya tulis untuk orang-orang yang memang

[37:13] pertamanya orang yang orang Islam solat

[37:17] tapi dia rasa macam flat a solat dia.

[37:19] Hmm.

[37:19] Solat tu hanya sekadar dia isi sebab dia

[37:21] nak hilang rasa bersalah.

[37:23] Hmm.

[37:25] Menunaikan kewajipan. A

[37:26] ya. Dia dia tak rasa macam mana solat tu

[37:28] bagi impact pada rutin dia, pada cara

[37:31] dia buat keputusan pada hidup dia,

[37:34] pada hari-hari dia. Dia tak rasa benda

[37:35] tu. Tu satu. Yang kedua adalah orang

[37:38] yang tak solat lagi. Solat pun on off

[37:40] not off. Kadang-kadang dia solat dia

[37:42] kata dia solatlah sekali hari ini,

[37:44] esok dua kali. Dia baru baru nak belajar

[37:47] solat kan. Dan dia tanya dia sebab apa

[37:50] tak mahu solat lagi? Sebab dia rasa

[37:51] macam dia tak tahu sebab apa kena solat.

[37:53] Ha ni

[37:54] faham.

[37:55] Saya sangat berharap buku ni membantu

[37:56] dia.

[37:57] Hmm.

[37:57] Yang ketiga adalah orang yang baru masuk

[37:59] Islam tapi tak tak belajar solat lagi.

[38:02] Hmm.

[38:03] Dia baru nak belajar solat. Saya banyak

[38:05] orang macam ni yang mai kat saya.

[38:07] Dia kata sebenarnya dia payah ni nak

[38:08] hafal-hafal ni. Saya kata kan tak apa.

[38:10] Saya kata hafal dulu setakat mana yang

[38:12] wajib.

[38:13] Ya.

[38:13] Tapi baca buku ni sebab hafal dengan

[38:15] faham itu lebih ingat.

[38:17] Ah

[38:17] ha saya kata hafal dengan faham tu lebih

[38:19] kita akan ingat. Kita akan ingat. Kalau

[38:20] kita hafal kita faham sebab apa?

[38:22] Sebab orang yang baru masuk Islam

[38:25] pencarian dia tentang agama itu bukan

[38:27] hanya kerangka dia bukan dia bukan orang

[38:30] kata apa? Aku nak kena sembahyang sebab

[38:32] wajib ni. Dia mesti faham

[38:34] kenapa aku kena sembahyang.

[38:36] Ya.

[38:36] Sebab dia punya manusia ni ada logik

[38:39] dia, ada rasional dia. Yang dia kena dia

[38:40] kena faham benda tu. Sebab dia bukan

[38:42] lalu macam kita. Kita buat tu sebab kita

[38:44] dah dibiasakan dengan ketaatan.

[38:46] Sebab dia dah jadi rutin.

[38:47] Ha dia jadi rutin.

[38:49] Dia baru saja nak faham kenapa aku kena

[38:50] taat benda-benda macam ni kan.

[38:52] H.

[38:52] So kita kena bagi masa dan kita kena

[38:53] fahamkan dia tentang solat tu. Kenapa

[38:56] kan? So dia bukanlah satu benda yang

[38:58] mudah untuk dia fahamlah. So tu

[39:00] golongan-golongan saya target

[39:01] sebenarnya.

[39:01] Hm.

[39:02] Saya tak target golongan-golongan yang

[39:03] ni. Saya target golongan-golongan yang

[39:05] dia dan saya tak nak bagi tahu kat semua

[39:07] orang bahawa improve solat ni bukan

[39:10] tugas orang agama tapi tugas kita semua.

[39:13] Setiap setiap orang dia bercakap pasal

[39:16] solat, menulis pasal solat barangkali

[39:19] kemudian aa improve solat kita nak faham

[39:21] pasal solat bukan tugas orang-orang yang

[39:23] belajar agama tapi tugas kita semua yang

[39:25] orang Islam. Macam mana sekalipun kita

[39:29] memang kita kena improve solat macam

[39:31] mana sekalipun kita. Maksudnya kita ni

[39:33] orang kata apa? Orang Kedah kata apa

[39:35] memang Allahuakbar kita kata eh kita

[39:39] kata kalau apa ada satu kawan-kawan saya

[39:42] geng Kedah kata kita kata kalaulah hang

[39:44] ni a tukar jadi pasir pun pasir tukar

[39:48] jadi hang balik pun tak berubah juga.

[39:51] Tak ada orang kata orang orang buat buat

[39:54] ceritalah kita nak kata hang ni memang

[39:56] memang habislah kata kanan. Memang

[39:59] habislah kata apa

[40:00] tak ada harapanlah kita kata kan.

[40:03] Dia pun kena fikir pasal solat dia.

[40:06] Hmm.

[40:07] Kena selalu fikir pasal solat ni. Kena

[40:08] selalu ada rasa macam eh aku ni takkan

[40:10] macam ni. Kena ada rasa macam tu.

[40:12] Sebenarnya solat kedudukan solat dalam

[40:14] hidup kita ni kat mana tempat dia

[40:15] sebenarnya ustaz? Paling tinggi kalau

[40:17] tanya saya. Okey doktor, kalau kita

[40:21] sakit pada bulan puasa, kita boleh buka

[40:24] puasa

[40:25] ah boleh. Ada rusah dia

[40:26] kan?

[40:27] Ya.

[40:27] Kalau kita tak tak ada duit nak bayar

[40:29] zakat,

[40:30] kita kena bayar. Tak

[40:32] kalau kita tak cukup duit nak pergi

[40:33] haji. Ha dengan eh ni ah pun tak tak

[40:36] apa.

[40:37] Jika mampu

[40:37] jika mampu.

[40:38] Ya.

[40:40] Kalau kita tak ada duit, kita kena

[40:41] solat.

[40:43] Kena solat.

[40:43] Kena solat.

[40:44] Kalau kita sakit kita kena solat.

[40:46] Kena solat.

[40:46] Kena solat. Apa saja keadaan sekalipun,

[40:49] satu-satunya rukun yang mesti kita kena

[40:52] buat.

[40:52] Oh daripada lima rukun tu

[40:54] ya ada selepas syahadah.

[40:56] Syahadah ada dalam semua ada rusah kan?

[40:58] Ha lain semua ada ruksah.

[41:00] Hmm

[41:01] lain semua ada ruksah.

[41:03] Solat tak ada

[41:05] walaupun dah terlentang.

[41:07] Ya. Kena solat dengan mata.

[41:09] Kena solat dengan mata kan. macam mana

[41:12] keadaan sekalipun ruksah dia bukanlah

[41:14] pada menghilangkan kewajipan solat tu

[41:18] kecuali dengan syarat tertentulah gila

[41:20] ke apa keah tapi kalau kita masih ada

[41:22] dalam syarat sah sakit bukanlah

[41:24] penghilang

[41:25] kewajipan solat macam mana sekalipun

[41:27] keadaan

[41:28] h kan

[41:29] solat

[41:31] selagi mana kita ada consciousness

[41:32] selagi mana kita sedar

[41:33] dan tak ada rosah lima waktu sehari tu

[41:35] pun tak ada rosah kan kutlah sehari

[41:38] sekali tak ada juga kan Hmm. Kau jadi

[41:41] perempuanlah kan dia cuti. Cuti. Tapi

[41:43] maksudnya

[41:44] dengan kesedaran kita, solat adalah

[41:46] satu-satunya ibadah yang Allah tetapkan

[41:50] kepada kita dalam keadaan apa sekalipun.

[41:53] No kompromis.

[41:56] Tak ada kompromisi. You kena buat juga.

[41:59] So dalam tingkatan ibadah yang paling

[42:02] tinggi, nombor satu adalah solat.

[42:06] Faham tak?

[42:09] Saya

[42:11] saya yalah semasa kita membesarkan mak

[42:14] ayah kita mendidik tentang solat.

[42:17] Kemudian sekarang ni adalah fasa saya

[42:18] mendidik anak saya dah nak masuk sekolah

[42:21] menengahlah kan next year kan.

[42:24] Jadi saya baru semakin faham yang

[42:26] struggle nak mendidik anak solat ni

[42:28] sebab kita sendiri pun masih bertarung

[42:32] nak menjaga solat tu kan.

[42:34] Dan saya cuba nak cuba macam mana eh nak

[42:37] ubah saya punya cara fikir which is

[42:38] macam macam mana nak buat benda ni.

[42:39] Maksudnya kita rasa kalau anak kita ni

[42:41] dapat a kita rasa dia berjaya.

[42:43] Hm.

[42:43] Dia skor kita nak bagi hadiah semua kan.

[42:45] Tapi saya masih belum mampu nak

[42:48] mendefinisikan ataupun nak tukar cara

[42:49] fikir yang sebenarnya dia dapat a ke tak

[42:52] a ke itu nombor dua. Nombor satu tu

[42:55] apabila dia dapat menunaikan solat di

[42:57] awal waktu tu sepatutnya boleh bagi

[43:00] reward sebagai dia berjaya kan. Tapi

[43:03] sebab dia harian kan, dia sangat benda

[43:05] yang walaupun kita faham tapi nak is

[43:09] susah eh. Itulah sebenarnya kejayaan

[43:11] yang sebenar.

[43:11] Itu itu sebenarnya kejayaan sebenar. A

[43:14] dia tanpa menafikan bahawa manusia ni

[43:16] memerlukan reward sistem,

[43:18] kita perlu rasa dihargai setelah kita

[43:20] memenangi sesuatu.

[43:22] Tu biasa kita bercakap pasal rasa menang

[43:23] ni kan dalam podcastum ni.

[43:25] Manusia perlu rasa

[43:27] menang dan perlu diberikan trofi

[43:29] kemenangan untuk dia rasa bahawa eh aku

[43:31] boleh buat ni kan. H

[43:32] manusia macam tu, makhluk yang macam tu.

[43:35] Tapi ada titik yang kita katakan pada

[43:36] kadarnya. Kalau manusia yang sering

[43:38] diberikan trofi pada setiap kemenangan,

[43:41] dia akan expect bahawa dia adalah orang

[43:42] yang menang selalu. Dia tak akan faham

[43:44] apa itu kekalahan.

[43:45] Hmm. Dia tak boleh terimaah. Maka kita

[43:47] perlu belajar bahawa untuk hidup dengan

[43:50] lebih manusiawi dan juga lebih matang,

[43:52] kita perlu belajar untuk mendepani

[43:53] kekalahan.

[43:55] Dan sebenarnya bila kita fikir balik,

[43:56] kekalahan dan juga kemenangan ni adalah

[43:58] sil ganti dalam hidup kita.

[44:00] Hmm. kedua-duanya define kita sebagai

[44:02] manusia dan define kita sebagai hamba.

[44:05] Bila solat, adakah solat tu kita nak

[44:07] letakkan dia sebagai satu kejayaan

[44:10] ataupun kita nak letakkan dia sebagai

[44:11] satu kewajipan semata-mata bila kita

[44:13] boleh solat. So kat sini kita tengok

[44:16] balik doktor pada pangkal ayat pertama.

[44:20] Kalau kita ambil pandangan yang

[44:21] mengatakan bahawa bismillah tu bukan

[44:22] ayat pertama surah Fatihah.

[44:24] Okey.

[44:24] Pada pangkal ayat pertama surah Fatihah

[44:26] tu adalah alhamdu iaitu segala puji bagi

[44:28] Allah. Dan kalau kita perhatikan dengan

[44:31] lebih mendalam maksud alhamdu ni

[44:32] serampang dua mata. Satunya adalah

[44:35] al-madhu, kita memuji Allah. Satu lagi

[44:38] adalah as-syukru, kita berterima kasih

[44:40] kepada Allah.

[44:42] Puji dan syukur berterima kasih.

[44:44] Dua benda berbeza. Ada orang kita puji

[44:46] sebab dia handsome tapi kita tak ucap

[44:47] thank you kat dia sebab dia tak bagi kat

[44:49] kita apa-apa. Doktor.

[44:50] O

[44:52] alhamdu kalau kita translate

[44:54] dalam terjemahan tu segala puji bagi

[44:56] Allah aje kan. Dia tak ada word dekat

[44:58] situ. Terima kasih. Dia buat terima

[44:59] kasih.

[44:59] Oh tu maksud sebenar dia dua ni.

[45:01] Maksud sebenar dia dua ni

[45:02] puji dan terima kasih.

[45:03] Puji dan terima kasih.

[45:04] Okey

[45:05] macam saya kata doktor ada orang dia

[45:06] handsome kita pujilah dia handsome. Dia

[45:08] cantik kita pujilah dia cantik. Tapi

[45:09] kita tak terima kasih dekat dia. Dia

[45:11] bukan tak ada sebab nak terima kasih

[45:12] kan.

[45:13] Dia bukan bagi kita durian. Kontect tadi

[45:15] saya bawa durian

[45:17] banyak.

[45:19] Berapa lima beg kan. So maksudnya kita

[45:22] tak terima kasih kepada orang yang kita

[45:24] nak puji.

[45:24] Betul.

[45:25] Dan kita pula tak memuji pada

[45:27] orang-orang yang kita kata, "Oh, dia ni

[45:29] tolong kita. Dia ni tolong kita hari

[45:31] ini. Esok takkan tak kita nak puji

[45:32] lagi?" Dah cukuplah kita terima kasih

[45:34] hari ini.

[45:34] Terima kasih.

[45:35] Kita tahu kata kita takkan puji dia

[45:36] sentiasa.

[45:37] Hmm.

[45:38] Kan? Betul tak? So, dua ini kita

[45:41] gabungkan dia dalam satu perkataan yang

[45:44] disebut sebagai alhamdu.

[45:46] Alhamdu.

[45:46] Segala puji bagi Allah.

[45:49] So bila kita sebut segala puji bagi

[45:50] Allah tu, kita sebut dengan dua konotasi

[45:53] sekaligus. Satunya kita memuji Allah dan

[45:55] dalam pujian kita kepada Allah tu kita

[45:57] berterima kasih kepada Allah.

[45:59] Hmm.

[46:00] Secara automatik bila kita baca

[46:02] kita menjadi orang yang

[46:04] mula melihat bahawa setiap benda kecil

[46:06] itu, setiap benda yang berlaku itu

[46:08] sebagai satu ruang untuk kita kata

[46:10] terima kasih kepada Allah.

[46:11] Terima kasih ya Allah.

[46:12] Secara tak langsung dia mendidik kita

[46:14] untuk jadi grateful hamba. Hamba yang

[46:18] selalu berfikir terima kasih sebab bagi

[46:20] benda ni.

[46:21] Hmm. Hm.

[46:22] Secara tak langsung dia menjadikan kita

[46:24] orang yang sangat sukar untuk dwell in

[46:26] the negative thinking.

[46:28] Hm.

[46:28] Sebab negative thinking ni dia akan

[46:30] datang anxious kita pada benda yang tak

[46:32] cukup. Risau kita pada benda yang tak

[46:34] jadi.

[46:35] Sat lagi kalau dia buat aku maini macam

[46:36] mana. Sat lagi kalau aku jalan jamm

[46:37] macam mana. Sat lagi kalau kereta tak

[46:39] jalan macam mana.

[46:39] Benda yang belum jadi dan belum dapat.

[46:41] Benda yang kan a benda yang belum jadi

[46:43] belum dapat dan benda yang dah jadi tapi

[46:44] takut tak berhasil. Macam-macam tu semua

[46:47] negative thinking proses kita. Dan

[46:48] manusia ni macam biasa dia akan

[46:50] automatik ada negatif tu.

[46:52] Ya.

[46:52] Cara kita balance kan dia balik,

[46:54] neutralkan dia balik adalah dengan

[46:55] gratitude.

[46:57] Hmm.

[46:58] Okey. Kita tengok jam. Tengok jam tapi

[47:01] tengoklah matahari.

[47:03] Kalaulah Allah cipta tu matahari macam

[47:05] kita ada mood nak naik ke tak hari ni?

[47:07] Ya.

[47:09] Jenuh kita kan?

[47:10] Ya.

[47:11] Jenuh kita. Saya ingat dulu masa dekat

[47:13] Edim kan hari di mana matahari tu nampak

[47:16] orang keluar penuh dekat padang sebab

[47:19] matahari dekat Ediman ni payah nak

[47:20] keluar.

[47:21] Oh

[47:21] sebab dia adalah satu kota yang sentiasa

[47:25] teduh dan sejuk setiap masa.

[47:26] Oh kalau matahari keluar semua orang

[47:27] semua orang pakat nak piik.

[47:29] Oh Edm macam tu.

[47:30] Edim macam tu doktor.

[47:31] Oh ya

[47:31] dia adalah kota sugul.

[47:33] So dia satu nikmatlah eh. Satu nikmat

[47:35] matahari tu. Oh saya kata wah masa tu

[47:38] first time saya rasa macam wah matahari

[47:40] cahaya matahari adalah satu benda yang

[47:41] sangat besar untuk orang duduk kat situ.

[47:44] Oh patutlah sebab saya ada seorang

[47:47] kenalan yang dia di Kanada

[47:50] dia sebut dia kata dalam setahun ada

[47:53] beberapa masa aje yang ada matahari.

[47:56] Betul.

[47:56] Dan itu menyumbang kepada banyak mental

[47:58] illness. Yes. Saya doktor sampaikan saya

[48:01] pergi jumpa pergi klinik. Er doktor bagi

[48:05] kat saya ubat sebab saya rasa macam saya

[48:08] rasa saya tak tahu hidup saya macam mana

[48:10] sebab saya tak nampak matahari. Bila 20

[48:13] tahun lebih kita hidup dekat Malaysia,

[48:15] kita define hidup kita dengan mula hari

[48:17] tu dengan matahari naik

[48:18] tiba-tiba matahari tak nak naik. Doktor

[48:20] maksudnya dia memang ada masa yang

[48:22] memang doktor sampaikan kami kena check

[48:24] ni dalam seminggu ni apa ramalan cuaca

[48:26] mengatakan matahari naik. Ha time tu

[48:28] kita plan kita nak kena pergi mana-mana

[48:29] sebab kita nak tengok matahari tu

[48:31] macam tu

[48:31] sampai macam tu doktor betapa nikmatnya

[48:33] matahari yang keluar dan dan menyebarkan

[48:37] cahayanya betapa nikmat

[48:38] masyaallah kita tak pernah

[48:39] doktor kata doktor bagi saya ni makan

[48:41] ubat ni ubatlah ubat antidepression

[48:43] sikit tu nak bagi

[48:44] bagi kita

[48:45] nak bagi saya rasa macam segar sikit

[48:47] kalau tidak saya akan ada depressing

[48:49] mode saya duk tengok dan cuaca pun dah

[48:51] depress

[48:51] bagi eh yes cuaca pun soro kan cuaca

[48:54] berkesankan kata saya kata saya tak

[48:56] tahulah macam Macam mana saya jadi macam

[48:58] tu doktor masa tu

[48:59] bagi makan ubat tu saya patut doktor

[49:00] kata ini kena rutin

[49:02] you kena paksa hari you bermula bila dia

[49:04] kata you need to decide yourself kata

[49:08] don't wait for the sun

[49:09] oh ya

[49:10] don't wait for the sun dia kata so saya

[49:11] kata okey pukul 8:00 aku kena bangun aku

[49:13] kena pergi kerja kita kena paksa diri

[49:15] kita

[49:15] walaupun dia tak ada beza sangat malam

[49:16] dan pagi tu

[49:17] ha tak ada beza tak ada beza tu kita

[49:19] kena alert dengan time bila masuk sebab

[49:22] kita tak tak nampak kan matahari

[49:24] kanallah

[49:25] so saya kata eh itu menyebabkan Saya

[49:27] sangat grateful dengan mata

[49:28] dan suhu pun tak berbeza sangatlah sebab

[49:29] matahari tak ada.

[49:30] Memang sejuk setiap masa.

[49:32] Okey.

[49:32] Dia adalah satu kota yang sejuk setiap

[49:35] masa. A dia memang kota yang saya fikir

[49:38] kota yang reduplah. Sangat redup kan.

[49:41] Kalau nanti satu hari kalau doktor

[49:43] sampai doktor akan rasalah kesejukan tu

[49:44] takkan ada penghujung ni. Adalah

[49:47] hari-hari yang tertentu kita rasa panas

[49:49] kan. Kalau panas tu semua orang akan

[49:50] pakai baju yang

[49:51] travel sat-sat a kan. Kita taklah duduk

[49:53] sebulan dua bulan kan. tu tak tahulah

[49:55] macam mana perasaan dia eh

[49:58] maksudnya yalah kita tak pernah rasa

[50:01] yang setiap pagi dapat melihat matahari

[50:03] tu satu nikmat besar. Ah

[50:05] tu saya kata kita tengok jamm kita marah

[50:06] jamm kita lupa bahawa depan jamm tu ada

[50:08] matahari.

[50:09] Masya-Allah

[50:10] sikit aje dia. It's a flip of a a flip

[50:13] of coin aje.

[50:15] Flip aje.

[50:16] Dan itu yang sebenarnya alhamdulillah

[50:17] ajar kita.

[50:18] Hmm.

[50:19] Kita ada pilihan A dan pilihan B.

[50:21] pilihan A kita jadi orang yang always

[50:22] whining complain tentang apa yang

[50:24] berlaku. Kenapa jam? Kenapa jalan tak

[50:26] macam ni? Kenapa jalan ni tak besar?

[50:28] Kenapa tol macam ni? Kenapa macam ni?

[50:29] Kenapa macam ni? Ataupun B.

[50:31] Jap cari jaap benda yang aku boleh rasa

[50:32] happy.

[50:33] Cari jaap benda yang aku boleh rasa

[50:34] grateful untuk hari ni. Oh aku bangun

[50:36] tadi.

[50:37] Ada orang tak bangun dah.

[50:38] Hmm. Kan?

[50:39] Ha ha. Tadi at least stff light tu tak

[50:42] rosak. Matahari naik lagi. Kalau

[50:43] matahari ikut mood kita, matahari

[50:45] tiba-tiba Tuhan bagi mood kat dia. Kalau

[50:48] hang rasa malas tak payah naik.

[50:51] Bayangkan doktor kalau matahari tu Tuhan

[50:52] bagi macam Tuhan bagi dekat makhluk

[50:54] manusia kan ikut emosi dia.

[50:57] Habis

[50:57] J tu kita tak tahu emosi dia macam mana.

[51:00] Ya

[51:00] kan. Tapi Tuhan bagi tetap matahari dia

[51:03] tak ada tu. Dia tetap dia dapat aturan

[51:05] dia.

[51:05] Hmm.

[51:06] Kulun fi falakin yasbahun. Tu maksud

[51:07] yasbahun tu bergerak pada falaknya

[51:10] pada tempatnya kan. Calculatively

[51:13] perfect kita katakan macam tu. Itu

[51:16] adalah cara untuk kita latih diri kita.

[51:18] within a frame, within frame, time and

[51:20] space satu second tu kita sama ada boleh

[51:24] jadi orang yang whining ataupun sama ada

[51:26] boleh jadi orang yang grateful. We need

[51:28] to choose which one. Alhamdulillah ajar

[51:31] kita untuk always be someone yang

[51:33] grateful first. Ada masalah of course

[51:36] tapi jangan latih diri kita untuk always

[51:38] complain.

[51:39] Hmm.

[51:39] Sebab mafhum mukhalafah daripada lain

[51:41] syakartum lazidanakum. Ya. Kalau kamu

[51:44] bersyukur aku akan tambahkan lagi mafhum

[51:46] mukhalafah dia, the reverse of

[51:47] understanding dia adalah the moment you

[51:49] jadi orang yang tak bersyukur whatever

[51:51] form whining complain. Banyaklah benda

[51:54] yang kamu akan complain lagi.

[51:57] Oh

[51:58] tu nama dia mafhum mukhalafah.

[51:59] Dia akan semakin banyak lagi

[52:00] akan makin kalau kita start complain

[52:02] benda satu benda akan banyak lagi benda

[52:04] yang kita akan complain dalam hidup

[52:06] kita. Akan banyak lagi benda datang ni

[52:08] benda ni benda ni benda ni. Buuse kita

[52:09] dah train kita nak tengok benda tu

[52:11] dengan komain kan. Hmm. Tapi kalau kita

[52:14] bersyukur,

[52:14] bersyukur akan banyak benda yang kita

[52:16] akan bersyukur,

[52:16] akan banyak lagi benda best.

[52:17] Benda best akan datanglah. Azidanakum.

[52:19] Nun dekat situ dalam bahasa Arab disebut

[52:21] sebagai nun taukid.

[52:23] Nun taukid.

[52:24] Nun taukid ni ertinya infiniti.

[52:28] Infiniti

[52:28] tak habis.

[52:30] Oh ya.

[52:30] La azidanakum. Allah akan menambahkan

[52:32] lagi lam tu. Lam confirmation. Lam

[52:34] syartiah. La azidanakum. Lam confirm

[52:36] la. Yes.

[52:37] Azida tambahida.

[52:39] Nun tu sebenarnya tambahan dia bukannya

[52:41] ada dia ziadah perkataan tu tak perlu

[52:43] ada nun.

[52:44] Bila tak ada nun dia menambahkan lagi

[52:46] limpahannya itu spill overnya itu takkan

[52:49] ada takkan ada penamatnya. So syukur

[52:52] sekali a Tuhan kata lain syakartum.

[52:53] Syukur sekali aje.

[52:56] Syukur tak perlu buat banyak-banyak

[52:57] benda. Syukur tak ada nun tak ada

[52:58] penekanan apa. Syukurlah syakartum.

[53:01] Tapi Tuhan punya

[53:02] respon pada lain syakartum tu

[53:05] laazidannakum.

[53:07] confirm dan bertambah-tambah pillover

[53:09] yang tak ada penamatnya

[53:11] sebab word asal dia zid a kan

[53:13] word asal dia zada zadalah ya zidu kan

[53:15] oh

[53:17] ha doktor belajar bahasa Arab dah faham

[53:19] kan dia punya konteks tu kan azidanakum

[53:21] oh dia taukid

[53:22] maksudnya taukid ni dia bukan sahaja

[53:23] penguat dia infiniti

[53:25] dia infinitif

[53:26] oh masya-allah

[53:26] maksudnya kalau kamu bersyukur sekali

[53:28] tuhan akan tambah pada benda tu sangat

[53:31] banyak dan bahkan kita tak terkira

[53:33] hmm

[53:34] so itu first word dalam al-Fatihah kan

[53:37] itu first alhamdulillah. So gratitude tu

[53:40] adalah first mindset yang Allah nak ajar

[53:42] kita untuk jadi hamba yang grateful

[53:46] dengan menyebut alhamdulillah itu

[53:48] maksudnya bila kita solat kita baca

[53:51] alhamdulillah.

[53:54] So maksudnya kita ucap terima kasih ya

[53:56] Allah eh. Ha sekarang persoalannya

[53:58] doktor terima kasih sebab apa?

[54:00] Hmm. Maka datanglah perkataan

[54:02] selepas-selepas itu yang bagi jawapan

[54:04] kepada soalan. Kenapa kita kena terima

[54:06] kasih dekat Allah? Rab tadi yang

[54:08] menguruskan kita. Menguruskan apa? Susun

[54:11] atur hidup kita ni alamin.

[54:14] Semua benda. Tapi tak cukuplah dengan

[54:16] benda tu. Takkanlah Tuhan yang susun

[54:17] atur saja. Kan? Tuhan kata apa bendanya?

[54:20] Takkan matahari naik dan matahari turun

[54:21] saja. Apa benda yang kita rasa?

[54:23] Ar-Rahman ar-Rahim. Masya-Allah. Faham

[54:27] tak tu? And then what? Kalau kita mati,

[54:31] takkan kita akan hidup kita

[54:32] berulang-ulang macam tu. A matahari

[54:33] naik, kita pun rasa happy. Matahari

[54:35] naik, kita pun rasa dicintai, mencintai,

[54:37] buat kerja apa semua semua okey. Lepas

[54:39] tu apa? Tuhan bagi hujung dekat kita

[54:42] Maliki Yaumiddin sampai habisnya.

[54:45] Hmm.

[54:46] Bayangkan doktor, kalau kita tak ada

[54:48] hujung,

[54:50] saya sendiri pun walaupun dalam keadaan

[54:51] okey pun, saya tak naklah okey tu sampai

[54:53] tak ada hujung. Ya

[54:56] kan saya rasa macam tu tak boleh hidup

[54:58] kita makhluk yang tak boleh membayangkan

[54:59] yang kita tak ada hujung.

[55:01] Ya.

[55:01] Tiga soalan yang sering kali menjadi

[55:05] belenggu kepada manusia. Siapa aku?

[55:08] Kenapa aku kat sini? Dan ke mana aku nak

[55:10] pergi? Ni tiga soalan yang akan

[55:12] membelenggu manusia. Tiga soalan yang

[55:14] menjadi perbahasan falsafah sepanjang

[55:16] zaman.

[55:16] Hmm.

[55:17] Bahkan masa falsafah awal dibincangkan

[55:19] oleh golongan filsuf zaman dahulu.

[55:21] Aristotel, Sokrates, Plato apa semua

[55:24] menjawab kepada soalan-soalan ini.

[55:25] Hmm.

[55:26] Siapa aku? Kenapa aku kat sini? Dan ke

[55:29] mana aku nak pergi?

[55:31] Hmm.

[55:32] Tiga falsaf, tiga soalan yang

[55:33] membelenggu manusia ni yang menyebabkan

[55:35] manusia bertarung, bertempur untuk

[55:37] mencari jawapan. Allah jawab dalam tiga

[55:39] ayat pertama surah al-Fatihah ni.

[55:41] Masya-Allah.

[55:43] Siapa aku?

[55:43] Masyaallah.

[55:44] Aku adalah makhluk alamin.

[55:46] Kata Hamka, alamin itu adalah jamak

[55:48] ataupun plural kepada alam. Satu alam.

[55:51] Dan tak tak dapatlah kita nak bayangkan

[55:54] rupanya banyak lagi alam lain yang kita

[55:56] tak tahu. Maka alamin itu adalah segala

[55:59] benda yang boleh di dilihat dan

[56:01] dibincangkan oleh akal yang dilihat oleh

[56:02] mata kepala. Maka itu adalah satu alam

[56:04] saja.

[56:07] Kita kalau kita bayang dekat emas ada

[56:10] kereta ada kereta MYV masih lagi dalam

[56:14] kerangka satu alam. Definition of satu

[56:16] alam.

[56:18] Oh

[56:19] Tuhan kata Tuhan adalah Tuhan yang

[56:21] mentadbir banyak alam

[56:22] seluruh alam. Semua banyak alam.

[56:24] Banyak alam. Kemudian Hamka kata yang

[56:27] paling er tepat kata nak sebut alam

[56:30] alamin ni yang paling tepat juga merujuk

[56:33] kepada manusia. Sebab dalam surah

[56:35] al-Hijr ayat 70

[56:38] a disebutkan tentang er Nabi Luth bila

[56:42] ada tetamu tu, tetamu tu malaikat

[56:44] datang. Ya.

[56:45] Lepas tu orang kawasan tu macam ni

[56:48] siapa? Kenapa hang terima tetamu?

[56:50] Bukankah kami telah menegah engkau

[56:52] daripada menerima tetamu?

[56:54] Hmm.

[56:54] Nanhakail alamin. Alamin tu merujuk

[56:56] kepada orang.

[56:58] Oh.

[56:58] Jadi bila Quran ada satu konteks yang

[56:59] menceritakan bahawa alamin itu adalah

[57:01] orang, maksudnya kita define kalau kita

[57:03] tafsir Quran bil Quran lah kita kata kan

[57:05] kita define alamin dekat al-Fatihah tu

[57:06] pun orang juga,

[57:08] insan juga. Dan itu pun dah besar kan.

[57:11] Kalau kita nak define alamin sebagai

[57:12] manusia tu pun dah besar. Tuhan

[57:14] mengaturkan urusan hidup.

[57:15] Ya.

[57:16] Hari-hari kita tak suka kat seseorang

[57:17] tapi Tuhan tak atur pun kita bersapa

[57:19] dengan dia, berjumpa dengan dia.

[57:21] Hmm.

[57:22] Hari ini macam mana orang ni boleh cari

[57:23] rezeki dekat sini? Macam mana orang ni

[57:25] boleh jumpa kat sini? Macam mana orang

[57:26] ni boleh susah atak main? Cuma kita

[57:28] takkan pernah boleh bayanglah kalau kita

[57:30] diberikan satu tablet. Hang tolong atak

[57:32] sat. Kita tak boleh buat.

[57:35] Kita tak boleh buat.

[57:37] Berapa bilion manusia ni nak kena atur

[57:39] setiap minit dia punya perjalanan tu.

[57:41] Macam mana

[57:42] kita nak setup satu live TikTok pun dah

[57:44] itu baru satu?

[57:45] Itu baru satu tu. Tak kira lagi hak

[57:47] gagal awal-awal tu ya.

[57:49] Hak suara tak naiklah apalah.

[57:50] Ha ya.

[57:52] Saya fikir saya ni nak susun staf pun

[57:54] pening kan. Imagine nak susun berapa

[57:56] orang hidup ni kan. Tu baru kita kata

[57:59] rabbil alamin tu kita. So menjawab siapa

[58:02] aku? Aku adalah makhluk Tuhan. Ada dalam

[58:04] alamin.

[58:05] Sebab tu Tuhan kata rabbil alamin.

[58:07] Dalam bahasa Arab rabbil alamin tu

[58:09] idafah.

[58:10] Mudhaf mudhafu ilaif terkait antara satu

[58:13] sama lain. Terfinisikan satu sama lain.

[58:16] Tidak ada tuhan,

[58:18] tidak ada kita.

[58:19] Hmm.

[58:21] Oh rabbal alamin. Okey faham.

[58:22] Faham tu? Kan

[58:23] Idafah. Idfah tu maksudnya saling

[58:25] berkaitan. Saling sandar menyandar.

[58:28] Dia jadi kelaslah doktor kita punya bkas

[58:29] ni. Sorry noh.

[58:32] Sebab nak faham kan?

[58:33] Nak faham. Saya saya benda yang paling

[58:36] saya takut adalah bila saya cerita tu

[58:37] orang tak faham. Bukanlah pasal salah

[58:39] orang yang tak faham, pasal salah saya

[58:41] tak pandai tak pandai menyampaikan,

[58:43] menceritakan.

[58:45] Tu baru part tu. Dan soalan kedua,

[58:47] kenapa aku kat sini? Ar-Rahman ar-Rahim.

[58:50] Kita berusaha untuk menyebarkan kasih

[58:52] sayang. Kita berusaha untuk buat apa-apa

[58:54] pun yang menyampaikan kepada manfaat

[58:56] pada orang. Kerana kita sayang

[58:58] orang tu. Kita tak buat apa-apa untuk

[59:01] orang yang kita tak sayang. Dok tu

[59:02] hmm.

[59:04] Kalau kita tak ada perasaan kat orang

[59:05] tu, kita tak buat apa-apa. Kalau kita

[59:06] benci kat orang tu, kita tak buat

[59:07] apa-apa. Paling tidak pun kita tak buat

[59:08] apa-apa. Itu adalah level of sayang kita

[59:10] kat dialah.

[59:11] Ya.

[59:12] Betul tak? Kalau kita buat juga

[59:13] maksudnya ah kita nak kita jahatlah kita

[59:16] punya marah kita tu kan. Tapi kita tak

[59:18] buat apa-apa. Maksudnya kita kita masih

[59:20] lagi dalam level of mercy lah.

[59:22] Hmm.

[59:23] Kita buat semua benda dalam hidup kita

[59:24] ni sebab kita suka, kita sayang benda

[59:25] tu. Tuhan bagi perasaan sayang tu dua

[59:27] benda. Sayang kita buat tu untuk kita

[59:30] bagi dan sayang tu untuk kita dapat.

[59:31] Ar-Rahman kita dapat. Ar-Rahim pun kita

[59:33] dapat. Dan apa kita dapat tu kita bagi

[59:35] dekat orang. Hmm. Hmm. Masya-Allah.

[59:38] Dan Tuhan bagi dua benda kat situ. Satu

[59:39] ar-Rahman, Tuhan bagi sayang yang

[59:41] sifatnya sementara.

[59:43] Tuhan bagi ar-Rahim, sayang sifatnya

[59:45] selama-lamanya. Sementara dekat mana?

[59:47] Dunia, selama-lamanya dekat mana? Dekat

[59:51] akhirat nanti.

[59:52] Akhirat.

[59:52] Macam mana kita tahu konteks perkataan

[59:55] dalam bahasa Arab? Bila perkataan tu

[59:56] datang dengan satu bentuk rahman,

[59:58] fa'lan. Jauan,

[01:00:01] atisan. Jauan, ana jauhan saya lapar.

[01:00:04] Ana atisan saya dahaga. Oh atas wazan

[01:00:06] fa'lan.

[01:00:07] Atas wazan fa'lan. Maksudnya benda tu

[01:00:08] sat a saya lapar lepas saya makan

[01:00:10] kenyang.

[01:00:10] Temporary. A faham.

[01:00:12] Saya dahaga lepas saya minum air

[01:00:14] kenyang.

[01:00:14] Kenyang. Okey.

[01:00:15] So dia ada temporariness pada wazan itu.

[01:00:18] Okey.

[01:00:19] Maka ar-Rahman adalah Tuhan yang

[01:00:20] menciptakan sesuatu itu dengan

[01:00:21] sementara.

[01:00:23] Hmm.

[01:00:25] Sebab tu dalam surah Ar-Rahman kita akan

[01:00:26] kenal Tuhan cerita tentang dunia.

[01:00:30] Dalam surah Arrahman banyak benda. Kullu

[01:00:31] man alaiha fan dalam surah Ar-Rahman

[01:00:33] semua benda tu akan fan akan hilang.

[01:00:35] Hmm.

[01:00:36] Kerana mesej dia adalah kesementaraan.

[01:00:40] Ar-Rahim pula kata sifat yang sifatnya

[01:00:41] selama-lamanya.

[01:00:43] Oh, maka Tuhan adalah Tuhan yang bagi

[01:00:47] ciptakan satu-satu benda yang sifatnya

[01:00:49] sementara kerana dia sayang kat kita.

[01:00:52] Dan Tuhan juga ciptakan satu benda yang

[01:00:53] sifatnya abadi kerana sayangkan kat

[01:00:55] kita.

[01:00:55] Masya-Allah.

[01:00:57] Sebab tu dia tak boleh datang dengan

[01:00:58] satu wazannya. A dia mesti datang dengan

[01:01:00] ar-Rahman dan juga Ar-Rahim. Ar-Rahman

[01:01:01] dan juga Ar-Rahim. Hmm. Hmm.

[01:01:06] So akhirat akan kekal selama-lamanya

[01:01:08] kan?

[01:01:08] Hmm.

[01:01:09] Tidak ada penghujung.

[01:01:11] Hmm.

[01:01:12] Dan a untuk

[01:01:15] untuk memastikan bahawa perjalanan kita

[01:01:16] ke mana aku nak pergi

[01:01:18] ya.

[01:01:18] Maka jawapannya daripada ayat

[01:01:20] seterusnya. Maliki yaumiddin.

[01:01:22] Kita akan sampai dekat satu hari yang

[01:01:24] namanya yaumiddin.

[01:01:26] Dulu orang jahiliah dulu tu depa percaya

[01:01:29] bahawa mati tu adalah satu bentuk

[01:01:32] penghujung yang sia-sia.

[01:01:35] Habbaan mansura. Penghujung sia-sia.

[01:01:38] Lepas mati habislah terhapuslah engkau.

[01:01:41] Jadi apa yang kau buat? Tak ada

[01:01:42] akauntabiliti.

[01:01:43] Sebab tu orang jahiliah, orang Quraisy

[01:01:46] jahiliah dia buat jahat.

[01:01:49] Dia ada satu

[01:01:50] aggressiveness yang kita kalau kita

[01:01:52] study pasiliah doktor dia are very

[01:01:54] aggressif.

[01:01:56] Very aggressif.

[01:01:57] Boleh bunuh baby semua kan?

[01:01:58] Bunuh baby. Lepas tu ada part nak jadi

[01:02:01] jantan tu ada satu cerita dalam karangan

[01:02:03] kabilah ni kalau you nak define you

[01:02:05] sebagai maskulin pure you kena ada satu

[01:02:08] title nama dia muruah. Muruah ini cara

[01:02:11] dia adalah bila kita ada gaduh dengan

[01:02:13] kabilah lain kau kena pergi bunuh orang

[01:02:15] tu.

[01:02:16] Oh

[01:02:17] you can kill people you reach to that

[01:02:20] level

[01:02:20] tu real man ah

[01:02:21] real man barulah you diterima sebagai

[01:02:23] this is the man Rjul dalam kita punya

[01:02:26] kabilah

[01:02:26] very aggressive

[01:02:28] sangat saya boleh bayangkan doktor

[01:02:30] sebelum masuk Islam Umar tu macam mana

[01:02:35] Abu Ubadah tu macam mana

[01:02:37] saya boleh bayangkan sebelum mereka

[01:02:39] masuk Islam tu keganasan,

[01:02:43] keagresifan Hmm.

[01:02:46] Karakter yang sangat sangat sangat orang

[01:02:48] kata apa? Garang.

[01:02:50] Keras

[01:02:50] keras dia masuk Islam. Saya tak tahu

[01:02:53] macam mana Nabi deal dengan benda tu.

[01:02:56] Luar biasa.

[01:02:59] Bayangkan sebab kabilah punya stail

[01:03:01] macam tu. Jahiliah punya stil macam tu.

[01:03:03] Sebab tu dia orang tak ada masalah nak

[01:03:04] bunuh orang sebelum Islam datang apa

[01:03:06] semua. Dia orang tak ada masalah sebab

[01:03:07] dia percaya bahawa there is no

[01:03:08] accountability.

[01:03:10] Bila kita mati habislah kita hanyalah

[01:03:11] debu yang berterbangan.

[01:03:13] Tiba-tiba first surah dalam al-Quran

[01:03:16] yang turun, first surah bukan first

[01:03:18] ayat.

[01:03:19] Wahyu yang lengkap dalam satu surah

[01:03:21] turun adalah surah Fatihah. Wahyu awal

[01:03:23] turun adalah surah al-Alaq. Tujuh

[01:03:25] ataupun lima ayat pertama tapi tak

[01:03:26] lengkap.

[01:03:27] Hmm.

[01:03:28] Wahyu lengkap satu surah yang turun

[01:03:29] adalah surah Fatihah.

[01:03:30] Surah Fatihah. Okey.

[01:03:31] Tiba-tiba surah pertama yang turun ini

[01:03:34] Maliki Yaumiddin. Aik.

[01:03:37] Tuhan yang Muhammad nak bawa, Tuhan yang

[01:03:40] akan

[01:03:42] balas balik apa yang kita buat.

[01:03:45] Banyaknya aku nak kena buat ni.

[01:03:49] So, first thing yang dipelajari adalah

[01:03:51] accountability.

[01:03:54] Kata Hamka,

[01:03:56] kalau Tuhan hanya letakkan Rabbil alamin

[01:04:00] ar-Rahman ar-Rahim, tanpa Malikamiddin,

[01:04:03] manusia akan salah faham.

[01:04:05] Hmm. Hmm. Tidak ada keadilan yang

[01:04:08] manusia rasa macam dia kena timbang

[01:04:10] balik. Timbang balik. Aku buat jahat pun

[01:04:13] aku taubat. Tuhan terima. Ya.

[01:04:16] Tapi akauntabiliti tak ada kat situ.

[01:04:19] Oh.

[01:04:20] Ha. Kita boleh buat macam-macam. Yes.

[01:04:23] Kita patah balik Tuhan. Tuhan terima.

[01:04:24] Yes. But be accountable

[01:04:27] sebelum buat. fikir

[01:04:29] tu malaikatin ajar kita

[01:04:31] hmm

[01:04:32] be accountable

[01:04:34] dengan apa saja yang kita buat

[01:04:37] ni accountability ni the first criteria

[01:04:41] of kawam laki-laki nak jadi kawam ah

[01:04:45] first benda adalah accountability

[01:04:48] be accountable dengan decision making

[01:04:50] dengan apa saja yang kita buat semuanya

[01:04:52] ada dalam malikiin ni sebab tu Allah

[01:04:56] tetapkan tuhan yang menguasai hari

[01:04:58] pembalasan. So why you need to know hari

[01:05:01] pembalasan? So you be accountable dengan

[01:05:02] what you did.

[01:05:05] Masya-Allah.

[01:05:06] Nah surah Fatihah a ni doktor

[01:05:09] tak habis tak masuk lagi ni. Baru rukun

[01:05:11] Fatihah. Aduhi macam mana ni kita ni?

[01:05:18] Allahuakbar.

[01:05:19] Masya-Allah. Ya. Saya

[01:05:22] semakin faham. Sebab tulah kena faham

[01:05:25] ustaz eh. Sebab tulah kena faham maksud

[01:05:26] eh. Sebab bila saya mendengar tentang

[01:05:30] antara tujuan kita solat adalah untuk

[01:05:32] mengelakkan kita daripada membuat

[01:05:34] keburukan, kejahatan ataupun maksiat

[01:05:36] kan. Jadi masa tu dia timbulkan satu

[01:05:39] persoalan dia kata contoh kalau macam

[01:05:42] kita mandi

[01:05:43] tapi tak bersih.

[01:05:44] Hmm.

[01:05:45] So kalau kita mandi sehari dua kali, dua

[01:05:47] kali tu pun tak bersih.

[01:05:49] Esok kita mandi lagi mestilah kita akan

[01:05:51] fikir kenapa kita mandi tak bersih?

[01:05:52] Tak pakai sabun keah

[01:05:53] hmm

[01:05:54] air slow keah kan.

[01:05:56] Tapi kalau kita solat lima kali sehari,

[01:06:00] setiap kali kita solat tu tidak

[01:06:02] menghalang kita daripada membuat

[01:06:04] keburukan dan kejahatan.

[01:06:06] Hmm.

[01:06:07] Tapi kita tak fikir kenapa solat aku ni

[01:06:11] kenapa kan

[01:06:12] tak menjadikan aku meninggalkan

[01:06:14] kejahatan dan keburukan kan.

[01:06:15] Hmm.

[01:06:17] So

[01:06:19] Maliki Yaumiddinap antara jawapan dia ya

[01:06:22] tu dia tu baru surah Fatihah. Kalau

[01:06:25] explain jadi panjang kan tapi

[01:06:27] itu baru sebab sebab tu

[01:06:30] hadis Nabi menyebut tidak ada solat yang

[01:06:32] tidak ada surah Fatihah.

[01:06:34] Dia menjadikan satu dalil bahawa surah

[01:06:35] Fatihah adalah rukun wajib dalam solat.

[01:06:38] Apa sekalipun solat ni baca surah

[01:06:39] Fatihah. Kamu boleh meninggalkan bacaan

[01:06:42] bismillah ataupun surah yang lain tapi

[01:06:43] tidak surah Fatihah.

[01:06:45] Hmm.

[01:06:46] Allahuakbar pertama wajib. Seterusnya

[01:06:48] kamu boleh tinggalkan kerana ia sunnah.

[01:06:50] Tapi takbiratul ihram dan surah Fatihah

[01:06:52] tu wajib kamu buat. Kamu boleh

[01:06:54] meninggalkan surah iftitah. Tidak

[01:06:56] menjadikan solat kamu terbatal.

[01:06:58] Tapi meninggalkan surah Fatihah tak

[01:06:59] boleh.

[01:07:01] Hmm.

[01:07:01] Tidak ada solat yang tidak ada surah

[01:07:03] Fatihah.

[01:07:04] Jadi menjadi dalil kepada wajib. Jadi

[01:07:06] maksudnya surah Fatihah ni penting untuk

[01:07:09] kita faham. Paling-paling tidak saya

[01:07:10] kata paling tidak kita nak tadabur

[01:07:12] betul-betul mulakan dengan surah

[01:07:13] Fatihah. Surah Fatihah ni dia bukan

[01:07:15] cerita. So kadang-kadang dia tak rasa

[01:07:17] syok. Dia tak macam surah Yusuf cerita

[01:07:20] macam Nabi Musa cerita.

[01:07:22] Tapi kalau kita betul-betul faham dia,

[01:07:25] dia punya deep, dia punya makna, dia

[01:07:27] punya kesan kepada kita luar biasa. Dia

[01:07:29] tu

[01:07:29] masya-Allah.

[01:07:30] Tiga ayat pertama tidak ada watak dan

[01:07:32] juga tidak ada pihak yang bercakap

[01:07:34] melainkan ayat statement.

[01:07:37] Tidak ada kata kerja pada tiga ayat

[01:07:40] pertama.

[01:07:40] Hmm. Tak ada kata kerja.

[01:07:42] Tak ada kata kerja. Semuanya jumlah

[01:07:44] ismiah ataupun ayat yang dimulakan

[01:07:45] dengan kata nama. Satu. Sebab apa? Sebab

[01:07:48] dalam bahasa Arab kata nama ataupun isim

[01:07:51] tak terikat dengan waktu.

[01:07:55] Oh.

[01:07:56] Kata kerja ataupun fi'il terikat dengan

[01:07:57] waktu. Sebab tu kita kena tanya madi ke

[01:08:00] mudarik, past tense ke present tense.

[01:08:02] Oh faham.

[01:08:03] Oh tu maksud dia. Faham. tu maksud dia.

[01:08:06] So kata nama tak terikat dengan waktu

[01:08:08] air. Air semalam pun air, hari ni pun

[01:08:10] air. Esok pun air.

[01:08:12] Hmm. Faham?

[01:08:13] Tapi kalau minum, minum bila? Semalam ke

[01:08:15] hari inah esok?

[01:08:17] Sebab kalau ataupun tiap-tiap hari sebab

[01:08:19] kalau semalam syarab tu aku telah minum.

[01:08:22] Kalau sekarang asrobu aku sedang minum.

[01:08:24] Ya.

[01:08:25] Kalau esok sat asrabu aku akan minum

[01:08:27] esok.

[01:08:28] Hmm. Hmm.

[01:08:28] Nampak? Masa perlu didefinisikan

[01:08:32] barulah kita boleh guna perkataan tu

[01:08:34] macam mana. So setiap kata kerja dalam

[01:08:36] bahasa Arab kena define innasolata

[01:08:39] tanha.

[01:08:41] Sesungguhnya solat itu menegah.

[01:08:42] Menengegah bila? Semalam ke akan datang?

[01:08:44] Yang akan datang dan sekarang guna fi'il

[01:08:47] mudarik dan continuous. Oh

[01:08:51] yang semalam kafarah bersihkan. Tapi

[01:08:54] yang akan tegah tu bila yang akan datang

[01:08:56] dan yang sekarang.

[01:08:58] Usur solat tu menegah kemungkaran yang

[01:09:00] sekarang dan akan datang.

[01:09:02] Ya. Sebab tu guna tatanha. Tanha itu

[01:09:04] fi'il mudarik.

[01:09:06] Contoh contohlah kan kita katakan.

[01:09:08] Ya.

[01:09:09] So tiga ayat pertama surah Fatihah

[01:09:11] doktor tidak ada kata kerja.

[01:09:14] Kenapa? Kerana semua sifat Tuhan ini

[01:09:16] tidak terikat dengan semalam ataupun

[01:09:18] sekarang ataupun akan datang.

[01:09:19] Hmm.

[01:09:22] Manusia boleh semuanya tidak beriman

[01:09:24] kepada Allah. Tapi Allah tetap Tuhan

[01:09:26] yang Rabbil Alamin, Tuhan yang ar-Rahman

[01:09:28] ar-Rahim, Tuhan yang Maliki yaumiddin.

[01:09:30] Tak ada permulaan dan tak ada ending. Ah

[01:09:31] tak ada permulaan dan tak ada ending.

[01:09:33] Manusia boleh tak ada langsung yang

[01:09:34] beriman kepada Allah. Tapi Allah Tuhan

[01:09:36] yang layak dengan semua sifat ni.

[01:09:38] Masya-Allah.

[01:09:40] Betul tak? Faham tak tu? Tapi the moment

[01:09:42] ayat keempat

[01:09:44] dia mai kat kita. Ayat keempat dia mai

[01:09:47] kita kena buat apa?

[01:09:48] Ya. Maka the moment masuk ke ayat empat

[01:09:50] ada kata kerja iyaka na'bud wa iyaka

[01:09:54] nastain.

[01:09:55] Nak'bud dan kata kerja. Hm.

[01:09:58] Sebab apa kata kerja? Sebab kita.

[01:10:00] Sebab kita faham.

[01:10:01] Kita terikat dengan semalam ataupun hari

[01:10:03] ini ataupun esok. Kita boleh jadi buat,

[01:10:05] boleh jadi tak buat.

[01:10:09] Boleh jadi buat, boleh jadi boleh buat

[01:10:10] kan.

[01:10:12] Dan kita boleh jadi orang yang faham

[01:10:13] tapi kita tak buat. Faham Tuhan tu tapi

[01:10:16] tak mahu nak tak mahu nak solat.

[01:10:19] Ya.

[01:10:19] Dia tak boleh. Dia kena ada teori. Dia

[01:10:21] kena praktikal. Dia kena faham, dia kena

[01:10:22] buat. Maka ayat keempat memaksa kita

[01:10:24] untuk menjadi orang yang buat.

[01:10:28] Hmm. Dan solat adalah perbuatan. Bukan

[01:10:30] hanya ul, bukan hanya rukun fi'li. Bukan

[01:10:33] hanya rukun kauli tapi rukun fi'li.

[01:10:35] Rukun solat tu mostly adalah perbuatan.

[01:10:40] 13 tu betullah kan movement dia kan?

[01:10:42] Movement

[01:10:42] ya

[01:10:44] semua mostly adalah perbuatan.

[01:10:47] Maksudnya maksudnya apa? Dalam solat

[01:10:49] Allah nak ajar kita untuk move. Jangan

[01:10:51] hanya berpada dengan apa yang kamu tahu.

[01:10:54] Mesti kamu melakukannya.

[01:10:56] Dan inilah sebab kenapa ilmu dan juga

[01:10:58] amal itu perkataannya dekat-dekat dengan

[01:11:01] flip satu huruf ilmu lam dengan min ain

[01:11:05] lam dengan mim. Flip mim ke tengah lam

[01:11:08] ke belakang jadi amal.

[01:11:09] Hmm.

[01:11:10] Kerana kamu tidak akan ada apa-apa

[01:11:13] maksud pada ilmu kalau kamu tidak

[01:11:14] beramal dengannya.

[01:11:16] Sekali lagi saya tak dapat.

[01:11:17] Kamu tidak akan ada ilmu itu tidak akan

[01:11:19] ada apa mak. Yang lam tadi macam mana

[01:11:20] kan? Ilmu ain lam dengan mim.

[01:11:22] Ilmu. Okey.

[01:11:23] Ain lam dengan mim.

[01:11:25] Ya.

[01:11:25] Kalaulah kita terbalikkan doktor, doktor

[01:11:28] pindahkan mim dekat tengah, lam dekat

[01:11:30] hujung. Satu huruf aje

[01:11:32] amal.

[01:11:33] Jadi amal.

[01:11:34] Okey.

[01:11:35] Dalam bahasa Arab bila huruf tu

[01:11:36] dekat-dekat pun ada keterkaitan maksud.

[01:11:40] Hanya orang yang sabar akan basar.

[01:11:43] Maksudnya apa? Hanya orang yang

[01:11:45] benar-benar sabar akan dapat memerhati

[01:11:47] satu-satu perkara. Oh basar. Pemerhatian

[01:11:51] memerhati

[01:11:52] kan.

[01:11:52] Okey.

[01:11:53] Dekat-dekat dekat-dekat.

[01:11:55] Man la yataalam. Man la yataalam. La

[01:11:58] yata.

[01:12:00] La yata alif. Siapa-siapa yang tidak

[01:12:04] melalui la yata'alam. Tidak akan pernah

[01:12:06] memahami.

[01:12:08] Hmm.

[01:12:09] Tu antara kehebatan bahasa Arab. Dia ada

[01:12:12] maksud yang dekat-dekat yang yang

[01:12:13] berkait antara satu sama lain.

[01:12:16] Sikit a perubahan satu huruf.

[01:12:18] huruf dia switch

[01:12:19] dia dia ada kaitan. Sama juga ilmu dan

[01:12:22] amal kan. Bila ilmu dan amal dia

[01:12:24] kat-dekat walaupun amal itu amal action

[01:12:27] ilmu itu adalah pengetahuan

[01:12:29] knowledge tapi kita nampak macam dalam

[01:12:32] konteks ni dia panggil a apa nama

[01:12:35] linguistik punya perspektif dalam bahasa

[01:12:39] dia mesti disekalikan sebab dia

[01:12:40] dekat-dekat. Tanpa amal ilmu tu tak

[01:12:44] guna.

[01:12:46] Tanpa ilmu, amal sia-sia. Hmm.

[01:12:50] Maka kita tengok bahawa mesti ada ilmu

[01:12:52] dan amal

[01:12:53] dalam solat. Takah faham

[01:12:56] ya.

[01:12:56] Dalam masa yang sama kena buat. Buat

[01:12:59] penting dalam solat. Saya nampak hari ni

[01:13:01] benda yang paling menjadi a cabaran

[01:13:04] kitalah zaman hari ini dan juga zaman

[01:13:06] anak muda, Jenzi ke apa adalah pada

[01:13:08] buat.

[01:13:09] Hmm.

[01:13:09] Nak buat benda tu payah.

[01:13:12] Dia jadi malas.

[01:13:14] Ya.

[01:13:14] Kadang-kadang saya tengok kan kata oh

[01:13:16] banyak kita sendiri pun kan

[01:13:18] dengar macam-macam kan

[01:13:20] malas nak buat. nak buat tuah pada nak

[01:13:22] buat tu pada nak buat tu yang orang

[01:13:23] malas pada nak fikir bagi idea tu mudah

[01:13:26] pada nak nak bagi macam ni buat macam ni

[01:13:29] fikir berangan berimaginasi itu mudah

[01:13:32] tapi pada yang menguji kita tuah pada

[01:13:34] yang nak buat tu

[01:13:35] nak execute tu nak execute tu boleh ke

[01:13:38] tak buat mahu ke tak buat ke tak nak

[01:13:41] buat ni nak ke tak buat ni ha tu yang

[01:13:43] akan menguji kita ni solat datang

[01:13:46] mengajar kita untuk buat

[01:13:48] hmm

[01:13:48] bangkit daripada tempat duduk tu jangan

[01:13:50] malas buat. Bangkit daripada apa saja

[01:13:53] keadaan kita, jangan malas buat. Solat

[01:13:55] mengajar kita untuk move. Tidak steal

[01:13:58] terlalu lama, tidak stay terlalu lama,

[01:14:00] tidak malas terlalu lama.

[01:14:02] Tidak hanya duduk dalam duel dalam

[01:14:04] berangan-rangan terlalu lama. Move buat.

[01:14:07] Angkat takbir buat.

[01:14:09] Badan kita bergerak. Maksudnya solat

[01:14:11] mengajar untuk kita buat ni dia tidak se

[01:14:16] kadar

[01:14:18] contoh bila kita ada something dia boleh

[01:14:22] jadi kita buat tu adalah kita dengan

[01:14:25] duduk dan

[01:14:28] kita rasa kita jadi better hanya dengan

[01:14:31] kita consume a good content. Ah dia tak

[01:14:35] macam tu

[01:14:36] kan? Dia tak macam tu. Dia tak cukup

[01:14:38] dengan dengan podcast lah. Dengarlah

[01:14:39] podcast tu bagus juga tapi dia tak

[01:14:41] cukuplah.

[01:14:41] Yes. Kan

[01:14:42] dia tak cukup

[01:14:43] sebab dia cukup untuk

[01:14:46] me kita rasa fulfilling hanya dengan

[01:14:48] consume.

[01:14:49] Ya.

[01:14:50] Tapi sebenarnya kita kena buat. Kita

[01:14:52] kena buat. Sebab tu input dengan output

[01:14:54] penting.

[01:14:55] Orang yang banyak gather input tapi dia

[01:14:57] tak ada output. Input dia tak guna. Hmm.

[01:15:00] Sebab tu the real knowledgeable

[01:15:03] adalah the one who actually apply.

[01:15:07] Orang yang paling berilmu yang sebenar

[01:15:09] adalah orang yang betul-betul

[01:15:11] mengaplikasikannya, mengamalkannya.

[01:15:13] Hmm.

[01:15:14] That's the most that's the the most

[01:15:16] knowledgeable people lah kita katakan.

[01:15:18] Dan solat mengajar kita itu pada qiam.

[01:15:20] Sebab tu saya sebut dalam buku ni saya

[01:15:22] sebut dalam bahagian qiam. Qiam tu saja

[01:15:25] saya sebut satu bab 53.

[01:15:28] Qiam. Muka surat 53. Ah satu bab tentang

[01:15:30] qiam. Qiam. Kita kata er kalau bab solat

[01:15:35] satu soalan yang kita kena tanya diri

[01:15:36] kita supaya kita lebih merenung dan

[01:15:38] lebih mendalam. Kenapa solat ni Allah

[01:15:41] akan sebut dirikanlah solat faqimus

[01:15:44] solah boleh aje sebut fasallu ke

[01:15:47] solatlah kamu

[01:15:48] word solat terus kan ya.

[01:15:49] Tapi kenapa Allah sebut faqimusah

[01:15:52] kenapa ada diri tu

[01:15:54] sebab

[01:15:55] Allah nak ajar kita untuk bergerak tu

[01:15:59] berdiri tu. Dan qiam ni pula mesti ada

[01:16:02] tatacaranya. Nabi ajar kita berdiri tu

[01:16:05] mesti straight menegak dan berhadapan

[01:16:08] dengan kiblat.

[01:16:09] Kiblat ke arah kiblat dan straight.

[01:16:12] Straight tu maksudnya jangan

[01:16:13] pendek-pendek. Jangan

[01:16:15] jangan tiba-tiba nak nak main-main

[01:16:17] berdiri noh. Berdiri kena straight.

[01:16:18] Kalau nak straight berdiri kena buat apa

[01:16:20] doktor? Mesti kena kaki tu kena

[01:16:23] tapak pasak betul-betul kaki kita.

[01:16:25] Ya.

[01:16:26] Kaki tapak pasak betul-betul.

[01:16:28] Salah satu benda yang membatalkan solat

[01:16:30] adalah dada kita terpisah ataupun

[01:16:32] teralih daripada kiblat secara sengaja.

[01:16:35] Maka ertinya kita kena steal.

[01:16:38] So apa yang sebenarnya solat ajar kita?

[01:16:41] Be forward,

[01:16:43] be facing. Berdepanilah dengan apa saya

[01:16:47] cakap dalam hidup ni. Jadi orang yang

[01:16:50] apa-apa jadi kau hadap. Solat mengajar

[01:16:51] kita untuk hadap. Qiam tu mengajar kita

[01:16:54] untuk hadap.

[01:16:55] Tak boleh melencong.

[01:16:56] Tak boleh tak boleh nak melencong. Bila

[01:16:58] ada masalah lari ap.

[01:17:00] Hmm.

[01:17:00] Tak bolehlah.

[01:17:03] Deal lah dengan benda tu.

[01:17:04] Orang kata hari ni hadaplah.

[01:17:06] Ya.

[01:17:06] Betul tak? Jangan jadi pengecut.

[01:17:09] Hmm.

[01:17:09] Jangan jadi orang yang melarikan diri.

[01:17:12] Jangan jadi orang yang menyembunyikan

[01:17:13] diri.

[01:17:16] Tu solat ajar kita daripada qiam. S tak

[01:17:18] baca apa lagi. Qiam dulu.

[01:17:20] Ni baru berdiri kan?

[01:17:21] Baru berdiri tak baca apa. Berdiri pun

[01:17:22] dah dah mengajar kita macam-macam.

[01:17:25] Seni berdiri itu macam mana? Seni untuk

[01:17:28] kita berhadapan dengan keadaan tu apa?

[01:17:30] Ya.

[01:17:30] Kita jadi orang yang okey kita mengajar,

[01:17:33] kita melatih tubuh kita untuk deal, stay

[01:17:35] dengan benda tu. Betul. Jangan sesekali

[01:17:39] ke sana ke sini.

[01:17:40] Nak firm tu pun dah satu

[01:17:42] satu benda yang mengajar kita. So badan

[01:17:44] kita diajar untuk firm untuk stay kat

[01:17:46] tempat tu.

[01:17:48] Dan benda yang paling penting dalam

[01:17:50] solat adalah rule dia. Sebab tu nama dia

[01:17:53] rukun. Ya.

[01:17:54] Rukun tu sebenarnya adalah rule dia yang

[01:17:56] wajib kita buat. Maksudnya kita kena

[01:17:58] follow rule tu. Dan this is penting.

[01:18:01] Manusia pada hari ini, doktor pandangan

[01:18:03] saya, kita sendiri, saya pun rasa benda

[01:18:05] macam ni.

[01:18:06] Kita always want to cheat the rule. Kita

[01:18:09] always want to trick the rule.

[01:18:10] Shortcut.

[01:18:11] Kalau boleh kita macam mana aku nak The

[01:18:13] thing about AI adalah kita always get

[01:18:17] the shortcut way

[01:18:19] hmm

[01:18:20] of things.

[01:18:22] Hmm. Hmm.

[01:18:23] So kita jadi orang yang sangat bosan

[01:18:25] dengan proses.

[01:18:25] Nak skip proses kan?

[01:18:27] Ha. Kita jadi orang yang sangat bosan

[01:18:28] dengan proses. Bosan belajar,

[01:18:31] bosan menulis, bosan buat benda-benda

[01:18:33] yang kan sepatutnya kalau kita buat

[01:18:35] macam ni lagi cepat.

[01:18:37] Faham?

[01:18:37] Kita nak cepat hasil itu.

[01:18:40] Dulu doktor zaman kita dulu kita throw

[01:18:43] back sikit.

[01:18:45] Kalau kita suka satu-satu band,

[01:18:47] satu-satu lagu tu

[01:18:48] ya

[01:18:49] band tu dia keluarkan lagu baru doktor.

[01:18:52] Fuh

[01:18:53] kita tak boleh cari. Kita kena tunggu

[01:18:55] doktor sampaikan dia punya CD tu keluar

[01:18:58] ataupun gaset tu keluar.

[01:19:00] Betul.

[01:19:00] Tunggu tunggu

[01:19:01] lepas tu ambil dia punya kertas dia tu

[01:19:03] belek. Oh

[01:19:03] oh belek.

[01:19:04] Oh

[01:19:05] nak mai tu dengar doktor first time kita

[01:19:07] dengar lagu yang first time kita tahu

[01:19:09] kata ni first time kita dengar lama dah

[01:19:11] keluar lagu ni. Kita tahu ni album

[01:19:12] terbaru dia.

[01:19:13] Hmm. attention kita waktu tu doktor

[01:19:16] berapa level tinggi dia

[01:19:19] ya

[01:19:20] kristal

[01:19:22] kristal

[01:19:22] dah sebut dah kristal kan dia keluarkan

[01:19:24] lagu baru

[01:19:25] ya

[01:19:26] dengar Allah kita dengar pakai gaset

[01:19:29] nikmat ah feeling dia sekarang dengar

[01:19:32] lagu baru sat lagiah dengar yalah

[01:19:34] accessible

[01:19:35] faham

[01:19:36] so that feeling of waiting the art of

[01:19:39] waiting tu dah tak ada sekarang

[01:19:41] so sebab tu orang jadi bosan kan

[01:19:44] kita dah tak ada

[01:19:45] difficulty dalam proses tu sebab kita

[01:19:47] nak cari aje

[01:19:48] kita dah tak ada dah kemampuan untuk

[01:19:50] melalui proses yang payah.

[01:19:52] Hmm.

[01:19:52] Sebab kita nak always

[01:19:54] shortcut.

[01:19:55] Faham?

[01:19:56] Try to cheat the way lah. Try macam mana

[01:19:57] kita nak dapat benda ni cepat ah.

[01:19:59] Faham

[01:20:00] kan?

[01:20:01] Lagu pun hmm tak ada tak ada tak ada

[01:20:02] nikmat dulu nak tulis surat cinta

[01:20:04] doktor.

[01:20:05] Oh

[01:20:06] oh

[01:20:07] dahlah kena satu kertas

[01:20:09] nak kena paling putih. Ya.

[01:20:10] Berapa lama kita kena fikir nak tulis

[01:20:12] satu kertas tu?

[01:20:13] Ambil kertas baru pula. Ha kertas tak

[01:20:14] bolehlah. Tak boleh tebal sangat kan?

[01:20:16] Ya.

[01:20:16] Nak tunggu pula reply.

[01:20:18] Hmm.

[01:20:20] Kalau penantian itu tidak mengajarkan

[01:20:22] kesabaran apa lagi?

[01:20:23] Betul.

[01:20:24] Sabar. Kita tunggu reply pula. Sorry

[01:20:27] saya dah ada yang punya. Hmm.

[01:20:30] Sebab tu boleh baca berkali-kali eh.

[01:20:31] Berkali-kali

[01:20:32] surat tu kan.

[01:20:33] Sebab kita memahami proses tu mengajar

[01:20:35] kita tentang makna yang dalam

[01:20:37] proses tu. Masa kita tulis tu, dia

[01:20:38] mengajar kita tentang how to compose a

[01:20:40] better words to express the feeling.

[01:20:43] Hm.

[01:20:44] Dia mengajar kita untuk tahu kata this

[01:20:46] is the only chance untuk kau communicate

[01:20:48] dan kau cerita benda-benda. Kita buat

[01:20:51] dengan terbaik walaupun gagal

[01:20:54] tapi kita melatih diri kita untuk give

[01:20:56] the best at the moment.

[01:20:58] Hmm. Masyaallah.

[01:21:01] WhatsApp

[01:21:03] blue tip

[01:21:06] kata, "Sorry, kita pun okey."

[01:21:09] Ya.

[01:21:10] The feeling is not there.

[01:21:11] Tak ada.

[01:21:12] Dia tak ada theapointment

[01:21:15] ya

[01:21:16] yang akan mengajar kita apa itu erti

[01:21:18] jatuh cinta tu macam mana.

[01:21:21] Pos kad raya

[01:21:23] kat raya kan dulu beli ikat tu boleh

[01:21:25] kan? Dapat kat raya. Padahal dia cakap

[01:21:27] selamat raya. AJ.

[01:21:28] Hmm.

[01:21:29] Tapi the art of getting receive, oh

[01:21:31] dekat dia orang bagi kat aku ni kan.

[01:21:33] Terlupa kat raya. Nah. Yalah kan.

[01:21:35] Kan benda-benda macam tu mengajar kita

[01:21:37] proses bahawa pada setiap proses dia

[01:21:40] mungkin tidak menghasilkan sesuatu yang

[01:21:41] baik, sesatu yang kita nak. Tapi pada

[01:21:43] setiap proses dia memaknakan kita.

[01:21:46] Hmm.

[01:21:46] Kita follow proses ni walaupun lambat,

[01:21:49] walaupun bosan kita follow. Dia melatih

[01:21:51] kita tentang sabar. Dia melatih kita

[01:21:52] tentang manusia yang ada elastik, ada

[01:21:56] endurance. Dia panggil dalam konteks

[01:21:58] bahasa bahasa Inggeris kan endurance dia

[01:22:01] dia lama daya tahan dia.

[01:22:03] Hmm.

[01:22:03] Dia lama dia boleh sabar

[01:22:06] kita punya kapasiti untuk bersabar tu

[01:22:08] kan.

[01:22:08] Betul.

[01:22:08] Dan dia boleh follow rule of things dia.

[01:22:12] Benda ni solat ajar kita.

[01:22:15] Mana boleh tiba-tiba solat empat rakaat

[01:22:17] tiba-tiba nak sembahyang dua. Tak boleh.

[01:22:18] Tak boleh skip kan?

[01:22:19] Tak boleh skip. Kena follow. Kena tertib

[01:22:22] tu. Tu yang tertib tu.

[01:22:25] Okey. Solat tu ajar kita proses tu kan.

[01:22:28] Best tarataba maksudnya mengatur susunan

[01:22:31] dia pada proses flow dia.

[01:22:34] Okey saya semakin faham kenapa anak saya

[01:22:36] sebab saya pun kadang-kadang pelik

[01:22:37] kenapa anak saya kan empat orang boy. So

[01:22:40] bila nak solat tu yang kecil tu akan

[01:22:42] tanya saya berapa rakaat abi. Kalau saya

[01:22:44] sebut dua dia happy. Saya sebut tiga

[01:22:46] happy. Kalau empat lamanya habi.

[01:22:49] Dan rupanya bila yang kecil ni cakap

[01:22:51] macam tu yang abang-abang macam kata,

[01:22:53] "Ah betullah empat ni lamalah rasa

[01:22:54] lamalah."

[01:22:56] Sebab dia di zaman yang fast kan.

[01:22:59] Jadi solat empat rakaat ni dia rasa

[01:23:00] sangat

[01:23:03] ah itu bagus untuk kita faham.

[01:23:05] Hmm.

[01:23:06] Kita kenalah solat empat.

[01:23:08] Sedangkan berapa minit a beza tu

[01:23:10] kan. Dia orang main game lagi lama kan?

[01:23:12] Lagi lama.

[01:23:13] Ya.

[01:23:13] Tapi nak kata kenapa

[01:23:14] tak boleh bergerak bagus.

[01:23:17] Sampai saya ingat masa saya dekat saya

[01:23:19] ada seorang kenalan masa tu saya dekat

[01:23:21] Darul Quran kan dia dia macam ni cakap

[01:23:23] apa dia kata dia malas nak solat.

[01:23:27] Ada fasa-fasa yang dia tu malas nak

[01:23:29] solat dah kan.

[01:23:31] So dia sebut apa especially solat isyak

[01:23:32] ah empat rakaat kan

[01:23:34] lagi payah ah

[01:23:35] lagi payah ah kan. Dia kata macam ni,

[01:23:37] dia akan buat apa tahu? Dia akan teks

[01:23:39] orang. Zaman tu belum ada WhatsApp.

[01:23:41] Pasal apa? Dia akan teks orang. Lepas tu

[01:23:44] dia solat dalam keadaan dia tak sabar

[01:23:46] nak menanti reply tu. Tu dia. Ha. So

[01:23:50] bila dia pi solat dia terus buka dia

[01:23:52] rasa macam solat tu sekejap. A

[01:23:54] saya macam is macam tu eh. Dia trick dia

[01:23:57] punya mind sebab dia dia rasa solat

[01:23:59] empat rakaat tu lama sangat.

[01:24:00] Allahuakbar.

[01:24:01] Allah rasa macam oh macam tu eh.

[01:24:05] So nak ceritanya solat memang akan

[01:24:07] melatih kita untuk follow rule of thing.

[01:24:10] Kena hadap kena jangan jangan tiba-tiba

[01:24:12] nak shortcut.

[01:24:13] Maksudnya solat ajar kita untuk apa saja

[01:24:15] kau buat dalam hidup ni.

[01:24:16] Kalau proses dia lalu, lalulah proses

[01:24:19] tu. Maknai proses tu pada kedalaman

[01:24:21] proses tu bukan pada hasil dia.

[01:24:24] Hmm.

[01:24:25] Menikmati proses tu.

[01:24:26] Tu ha melalui tu proses tu biar dia

[01:24:28] memaknakan. Jangan lalu proses hanya

[01:24:30] kerana nak hasil di hujung. Tapi lalu

[01:24:32] proses kerana proses tu memaknakan kamu.

[01:24:34] Solat ni mana ada hujung. Solat ni empat

[01:24:36] rakaat, esok empat rakaat juga sama.

[01:24:38] Tapi kamu lalui kerana kamu nak makna

[01:24:40] daripada proses itu. Dia mengajar kamu

[01:24:41] untuk sabar dengan proses dan memaknai

[01:24:43] proses tu. Hmm.

[01:24:47] Tu daripada tertib saja.

[01:24:50] Bila kita nak habis kita punya bedah

[01:24:51] buku ni doktor?

[01:24:52] Tak apa. Kita

[01:24:53] kalau dah

[01:24:56] Okey.

[01:24:56] Allahuakbar.

[01:24:59] Istiqamah

[01:25:01] bermaksud berterusan.

[01:25:04] Istiqamah dalam agama bukan cuma kerap

[01:25:07] dan berterusan tapi juga berada atas

[01:25:08] ketetapan jalan.

[01:25:10] Yang tu saya cerita daripada ayat ihdin

[01:25:11] siratal mustaqim.

[01:25:12] Disuruh kita berdoa dalam surah

[01:25:13] al-Fatihah nanti. Tunjukkanlah aku jalan

[01:25:15] yang lurus mustaqim.

[01:25:22] Ni baru tentang qiam eh.

[01:25:23] Tentang qiam. Tentang qiam. Bahkan saya

[01:25:25] cerita dekat dalam bab qiam ni doktor

[01:25:26] tentang

[01:25:28] mila

[01:25:30] kita berdiri sebenarnya apa yang sedang

[01:25:32] berlaku dalam kita punya tubuh badan

[01:25:34] kita kan doktor lagi pandai dalam bab ni

[01:25:37] sebenarnya bila kita berdiri kita sedang

[01:25:39] berada dalam keadaan yang

[01:25:42] badan kita ni flow darah kita ni dalam

[01:25:44] keadaan yang

[01:25:46] flownya cantik maksudnya dalam bahasa

[01:25:48] yang mudahnya kita tidak

[01:25:50] kita belum lagi sebab tu ni hikmah

[01:25:52] kenapa kita diri dulu sebelum rukuk

[01:25:55] Maksudnya kita betulkan dulu badan kita.

[01:25:57] So dalam bab psikologi ataupun dalam bab

[01:26:00] tubuh badan ni fitness ni maksudnya kita

[01:26:01] betulkan posture kita.

[01:26:03] Hmm.

[01:26:04] So it's is important to fix your

[01:26:06] posture.

[01:26:07] Saya baru ni saya jumpa dengan apa nama

[01:26:10] apa nama therapist kan geng ni sebab

[01:26:12] saya rasa sakit kan. Dia kata saya punya

[01:26:14] posture ni sebab saya menulis banyak

[01:26:15] doktor

[01:26:16] kadang saya tak sedar yang saya fokus

[01:26:18] bongkok.

[01:26:19] Jadi bongkok tu sebenarnya kena fix kan.

[01:26:21] Dia kata kena selalu tu saya kena letak

[01:26:23] satu nota tepi dekat saya punya skrin

[01:26:25] tu. Weh posture tu tengok saya kena

[01:26:28] selalu jaga posture

[01:26:30] tu saya apa dia mintalah saya kalau

[01:26:33] boleh carilah ergonomic chair yang lagi

[01:26:35] better supaya dia boleh betulkan balik

[01:26:37] kena cari meja yang tuulah

[01:26:38] ah saya sebenarnya dah ada dah meja

[01:26:40] tinggi tu

[01:26:40] tak yang dia bukan yang tu yang macam tu

[01:26:42] masalahnya saya punya skrin tu dah pacak

[01:26:44] kat situ kan dia jadi macam payah sikit

[01:26:47] saya punya sebenarnya saya punya masalah

[01:26:48] adalah saya kena ingatkan diri saya

[01:26:51] supaya saya kena

[01:26:52] jaga postur

[01:26:53] jaga postur

[01:26:54] so bila saya tanya dia kenapa kenapa

[01:26:56] benda ni kan saya kata kalau kita tak

[01:26:58] jaga posture tulang belakang kita ni

[01:27:00] tulang kita ni tidak akan kalau posture

[01:27:02] kita badan kita tak jaga dia akan bagi

[01:27:04] kesan kepada banyak benda darah kita,

[01:27:06] aliran darah kita,

[01:27:08] tulang kita, kesihatan tulang kita

[01:27:11] ya

[01:27:11] dia pos a doktor kan saya kata, "Ya

[01:27:13] Allah, biar betul

[01:27:15] benda ni saya tak terfikir bila saya

[01:27:17] fikir lah qiam kita tu sebenarnya itu

[01:27:20] tegak kan

[01:27:21] sebab tu nama dia qiam berdiri tegak

[01:27:25] Masya-Allah.

[01:27:25] Dalam kitab Babul Asrarus Solat er kitab

[01:27:28] Ihya Ilumuddin daripada al-Ghazali.

[01:27:30] Ya.

[01:27:30] Dia cerita er salah satu benda yang dia

[01:27:33] kritik pada golongan sufi pada waktu tu

[01:27:35] adalah mereka sengaja

[01:27:36] membongkok-bongkokkan diri mereka kerana

[01:27:38] mahu menunjukkan kezuhudan mereka.

[01:27:40] Oh.

[01:27:41] Kata Imam Ghazali kata tak boleh sebab

[01:27:43] benda tu salah daripada sudut agama.

[01:27:45] Kamu harus menjadi orang yang pegang

[01:27:47] agama yang solat tapi kamu kena jadi

[01:27:50] orang yang qiam. Kata Imam Ghazali.

[01:27:51] Nampak tekak.

[01:27:53] Nampak bukan nak tunjuk kata kita ni

[01:27:56] zuhud. Kita kena jadi orang yang ada fit

[01:27:59] nabi perang gila-gila.

[01:28:02] Hmm.

[01:28:02] Ni satu benda yang kita kena belajar

[01:28:04] benda-benda macam ni. Kita kena tahu

[01:28:06] kata agama ni bukan memaksa kita untuk

[01:28:07] jadi orang yang very reserve, very

[01:28:09] withdraw. We need to be facing. We need

[01:28:11] to be forward. We need to ke depan. Kita

[01:28:14] kena jadi orang yang jaga diri kita

[01:28:16] firm. Kemudian jaga fitness kita, jaga

[01:28:19] kesihatan kita.

[01:28:20] Pak agama ajar kita. Solat ajak kita

[01:28:22] untuk betulkan postur badan kita.

[01:28:24] Maksudnya kita kena selalu fikir pasal

[01:28:25] kita punya keadaan postur kita dan

[01:28:27] postur yang betul akan

[01:28:29] memberi kesan kepada aliran darah yang

[01:28:30] betul.

[01:28:32] Sebab kalau subconsciously kita tak

[01:28:34] solat, kita taklah pernah terfikir untuk

[01:28:36] berdiri tegak. E

[01:28:38] kita akan faham.

[01:28:39] Saya tengok barat banyak buat apa device

[01:28:42] untuk bagi sedikit macam renjatan

[01:28:45] elektrik pun ada untuk kita sedar juga.

[01:28:47] Macam-macam dia orang kena always

[01:28:49] praktis untuk ingatkan kepada oh kena

[01:28:52] betulkan posture.

[01:28:53] Hm.

[01:28:54] Kita solat

[01:28:55] kita lima kali sehari.

[01:28:56] Lima kali dah sehari. Paling-paling

[01:28:58] tidak pun

[01:28:58] tu berapa rakaat dah tu?

[01:28:59] Bar 17.

[01:29:00] 17 tak ingat dah.

[01:29:03] Ah lebih kurang 17

[01:29:05] dua du 4 3 12

[01:29:08] 6 10

[01:29:09] betullah. 17 kan?

[01:29:11] 17 kali kita ni.

[01:29:12] Hmm. Masya-Allah. kan dia tak adalah

[01:29:16] orang kata apa orang kata sat lagi orang

[01:29:18] kata ah kita macam qiam bukan maksud

[01:29:21] macam tu memanglah bukanlah kita kata

[01:29:23] qiam tu mestinya maksud betulkan posture

[01:29:25] tapi kita nak belajar apa yang kesan

[01:29:28] kepada kita punya tubuh badan kan

[01:29:29] hmm

[01:29:30] tu saya cerita sebab kadang-kadang kita

[01:29:32] kita tak kita tak nampak kita take team

[01:29:34] for grunted

[01:29:35] hmm

[01:29:36] kan padan bila kita tengok betul-betu

[01:29:40] kat kita, nak bagi hadiah kat kita

[01:29:41] melalui solat tu a untuk berkiam. Lepas

[01:29:45] tu tak bolehlah diri lama-lama. Kita

[01:29:47] akan diajar untuk rukuk.

[01:29:49] Rukuk adalah apa? Yang kita akan belajar

[01:29:51] daripada rukuk adalah kepatuhan. Rukuk

[01:29:54] mengajar kita obedience.

[01:29:57] Sujud mengajar kita tawakal.

[01:30:00] Masa kita rukuk, kalau kita duduk depan

[01:30:02] raja, kita punya deria mata kita ni

[01:30:05] masih boleh rasa ni apa yang berlaku

[01:30:06] dekat keliling kita ni. Orang nak mai

[01:30:08] tikam kita daripada belakang kita boleh.

[01:30:09] Sempat lagi orang mai kat kita nak buat

[01:30:12] kita daripada tepi kita boleh nampak

[01:30:13] pergerakan tu datang.

[01:30:14] Ya.

[01:30:15] So kita patuh tapi dalam masa yang sama

[01:30:17] berhati-hati.

[01:30:18] Kita patuh tapi dalam masa yang sama

[01:30:20] masih menjaga diri kita.

[01:30:22] Hmm.

[01:30:22] Tapi ada satu part dalam hidup kita ni

[01:30:24] kita tak mampu dah nak jaga diri kita.

[01:30:27] Kita tak mampu dah nak fikir hati-hati.

[01:30:29] Kita terus menyerah saja. Maka kita

[01:30:30] sujud.

[01:30:31] Masya-Allah.

[01:30:32] Sujud. Orang buat apa-apa pun kat

[01:30:33] belakang kita, kita tak boleh buat apa

[01:30:34] dah doktor.

[01:30:35] Betul tak? Dia tak ada

[01:30:36] nampak dah

[01:30:37] the sense of surrounding tu dah tak ada

[01:30:39] dah.

[01:30:39] Hmm. Tak alah kita tak boleh nak alate

[01:30:41] lah. Faham tak?

[01:30:42] Sebab tu the level of surrender pada

[01:30:44] sujud tu tinggi. Sebab tu Nabi kata

[01:30:48] apa? A saat yang paling dekat antara

[01:30:50] hamba dengan Tuhan dia adalah sujud.

[01:30:52] Masya-Allah.

[01:30:53] Imagine kan? Nampak tak tu?

[01:30:55] So bila kita rukuk kita belajar tentang

[01:30:57] obedient.

[01:31:00] Kemudian bila kita sujud, kita belajar

[01:31:02] tentang tawakal. Cuma sebelum sujud tak

[01:31:04] boleh. Daripada rukuk terus sujud tak

[01:31:05] boleh. Nanti kita jatuh. Dia tak dia tak

[01:31:08] dia tak seimbang.

[01:31:10] Ah reset dulu.

[01:31:11] Kita kena iktidal.

[01:31:13] Iktidal dulu.

[01:31:14] Maka sebut iktidal itu datang daripada

[01:31:15] kata adil

[01:31:18] yang bermaksud seimbang.

[01:31:19] Oh iktidal tu daripada adil. Oh

[01:31:21] ertinya berusaha untuk seimbangkan. So

[01:31:24] kita iktidal tu tak sama macam kita qiam

[01:31:26] first masa kita nak solat. Dia sama

[01:31:28] kedudukan berdiri. Tapi iktidal dia

[01:31:30] punya mesej dia adalah tentang

[01:31:31] menyeimbangkan.

[01:31:33] Hmm.

[01:31:33] Kita kena seimbang dulu sebelum kita

[01:31:35] tawak, sebelum kita tawakal, sebelum

[01:31:36] kita sujud, kita kena seimbangkan dulu

[01:31:38] badan kita.

[01:31:39] Hmm.

[01:31:40] Penting untuk badan kita seimbang

[01:31:42] sekejap. Maka disebut tentang iktidal.

[01:31:44] Apa benda yang paling payah dalam hidup

[01:31:46] kita sekarang? Mencari titik tengah

[01:31:48] antara banyak benda.

[01:31:50] Keseimbangan tu eh.

[01:31:51] Huh. Susah doktor nak cari titik tengah

[01:31:53] dalam banyak benda. Doktor sebutlah apa

[01:31:54] politik.

[01:31:58] keluarga

[01:31:59] masa keluarga nak buat keputusan apa pun

[01:32:02] doktor nak cari titik tengah dalam

[01:32:05] banyak benda tu susah betul ke ni titik

[01:32:08] yang paling tengah mesti ada yang sakit

[01:32:10] hati mesti ada yang tak terima

[01:32:12] buat yang ni orang ni malang

[01:32:14] ikut yang ni orang ni tak setuju

[01:32:16] hmm

[01:32:18] tak boleh nak perhatikan semua orang

[01:32:20] tak boleh nak perhatikan semua orang

[01:32:21] tapi pada harinya apa titik tengah tu

[01:32:23] nak cari yang betul-betul keseimbangan

[01:32:25] di antara dua kemelampauan di antara dua

[01:32:28] hal ciri titik tengah.

[01:32:30] Hmm.

[01:32:31] Itu yang sebenarnya iktidal ajar kita.

[01:32:33] Always try to balance thing.

[01:32:36] Jangan extrem.

[01:32:40] Always try to balance thing.

[01:32:41] Itulah adil kan.

[01:32:43] Sebab adil adalah keseimbangan ataupun

[01:32:45] meletakkan satu pada tempat yang satu

[01:32:46] pada tempat dia kan.

[01:32:48] Iktida tu adalah dia datang dengan wazan

[01:32:50] iftial. maksudnya proses or effort

[01:32:54] to be

[01:32:56] orang kata apa justice

[01:32:59] effort untuk jadi adil proses tu sebab

[01:33:01] tu iktidal kan effort tu so sebab pada

[01:33:05] akhirnya memang takkan ada titik tu yang

[01:33:06] tepat pada pandangan semua orang kan

[01:33:09] kita rasa kita tapi kita berusahalah ke

[01:33:11] arah itu kan

[01:33:11] kita faham

[01:33:13] sebab tu sebenarnya iktidal nabi lama

[01:33:15] iktidal nabi lebih kurang sama dengan

[01:33:17] rukuk dan juga sujud Oh

[01:33:20] kita kebanyakan kita iktidal kita macam

[01:33:22] cepat

[01:33:22] sangat

[01:33:23] sebenarnya tak sebenarnya nabi punya er

[01:33:25] sembahyang dia ajar kita semuanya sama

[01:33:27] lebih kurang average. Kalau rukuk lama

[01:33:31] banyak tu, iktidal pun lama macam tu,

[01:33:32] sujud pun lama macam tu, duduk antara

[01:33:34] dua sujud pun lama macam tu. Dia mesti

[01:33:37] er

[01:33:38] sama sama banyak.

[01:33:39] Oh sebab sebab kita baca bacaan iktidal

[01:33:41] tu pendek. Jadi kita pun cepat aelah

[01:33:43] kan.

[01:33:43] Cepat kan? Ha kalau ikutkan nabi nabi

[01:33:46] sahabat tanya sahabat macam mana nabi

[01:33:48] sembahyang? Sahabat kata nabi sembahyang

[01:33:49] semuanya sama banyak.

[01:33:50] Hmm.

[01:33:51] Kalau dapat nabi sembahyang rukuk tu

[01:33:52] lama maka iktidal pun lama.

[01:33:54] Hmm.

[01:33:55] Maka sebab itulah iktidar pun ada banyak

[01:33:56] doa-doanya yang Nabi ajar.

[01:33:59] Hm. So

[01:34:00] kena faham dia punya orang kata apa

[01:34:02] bahagi tu sampai banyak. Oh

[01:34:04] tulah yang Tuan Faiz sebut tadi tentang

[01:34:08] benda pertama untuk refleks

[01:34:11] kita nak improve solat adalah kita

[01:34:14] panjangkan sikit eh.

[01:34:15] Ya.

[01:34:16] Tambah kurang-kurang lima saat eh.

[01:34:17] Lima saat daripada Tad Ninah

[01:34:19] kita akan rasa berbeza eh.

[01:34:20] Kita akan rasa berbeza lima saat aje.

[01:34:22] Saya saya tak kalau nak lebih

[01:34:23] alhamdulillahlah kan. Sebab macam ni

[01:34:25] tahu baru-baru ni barulah ni baru-baru

[01:34:27] ni Ramadan baru-baru ni kan sebab saya

[01:34:29] adalah orang yang tak pandai solat

[01:34:32] tasbih tak pandai tu maksudnya saya

[01:34:35] hanya pernah solat tasbih sewaktu

[01:34:36] program kiam mulai di sekolah dulu

[01:34:38] hmm oh lama

[01:34:39] saya ingatkan seumur hidup ni

[01:34:42] mungkin kalau ada program tu aelah

[01:34:45] saya sendiri tak pernah

[01:34:47] sampai ada satu hamba Allah yang dia

[01:34:50] cerita dekat saya yang

[01:34:53] dia punya punya guru dia akan solat

[01:34:55] tasbih setiap hari Jumaat. Dia akan

[01:34:57] datang awal sebelum Jumaat.

[01:35:00] So dia akan tengok kenapa tak

[01:35:01] habis-habis sembahyang kan? Dia pun duk

[01:35:03] duk duk relaks. Dia tengok eh tak habis

[01:35:05] lagi. Tengok eh tak habis lagi. Rupanya

[01:35:06] dia tanya dia kata dia akan solat tasbih

[01:35:09] setiap hari Jumaat.

[01:35:12] Wah dan saya pun tak tahu kenapa Allah

[01:35:16] hadirkan orang tu cerita kat saya. Dan

[01:35:18] ada lagi seorang hamba Allah adalah

[01:35:21] dia solat tasbih setiap hari.

[01:35:23] setiap hari.

[01:35:24] Setiap hari dan saya memang kenal dia.

[01:35:27] Dia adalah kita punya close kan.

[01:35:31] Baru baru mengenali dia dan saya melihat

[01:35:34] hidup dia banyak benda yang secara logik

[01:35:37] bila saya tengok

[01:35:39] dia luar biasalah.

[01:35:40] Wah.

[01:35:41] Dengan apa yang dia dapat, dengan apa

[01:35:42] yang dia capai kan. Walaupun dia orang

[01:35:45] yang sangat introvert dan tak suka

[01:35:47] bergaul publik kan. Setiap hari sudah

[01:35:51] setiap hari.

[01:35:52] Luar biasa.

[01:35:53] Jadi bila saya dengar yang cerita

[01:35:55] tentang seminggu sekali ni pun saya pun

[01:35:56] macam okeylah seminggu sekali kan saya

[01:35:58] pun test.

[01:36:00] Bila saya test hari Jumaat solat tasbih

[01:36:02] tu tak boleh nak istiqamah lagi. Tapi

[01:36:04] saya test beberapa kali saya baru start

[01:36:06] merasai yang satu dua nikmat yang sat

[01:36:09] saya rasa adalah satu solat ni best

[01:36:11] rupanya. Ah bila kita lama kan, bila

[01:36:14] kita lama kita pun bertasbih subhanallah

[01:36:17] walhamdulillah kita start akan rasa

[01:36:20] oh sebenarnya solat tasbih ni tak

[01:36:21] raksasa pun.

[01:36:22] Ya.

[01:36:23] So pertama saya akan saya saya start

[01:36:24] rasa yang bila iktidar lama, bila sujud

[01:36:26] lama sebelum ni kita

[01:36:28] astagfirullahalazim.

[01:36:30] Yang kedua adalah saya start rasa yang

[01:36:34] sebelum ni saya berzikir tu di

[01:36:36] sambil-sambil buat kerjalah selawat ke

[01:36:38] apa kan kita taklah ada satu masa yang

[01:36:39] okey duduk untuk berzikir. Tak ada. Saya

[01:36:41] tak ada.

[01:36:42] Tapi bila berzikir dalam solat kita

[01:36:44] terpaksa jadi saya pun rasa oh rupanya

[01:36:47] nikmatlah bila ada satu masa yang dia

[01:36:48] tak boleh nak bergerak kita hanya

[01:36:49] berzikir.

[01:36:50] Ya.

[01:36:51] Saya kata oh masya-Allah.

[01:36:52] Hmm.

[01:36:53] Rupanya kan

[01:36:53] rupanya kita tak

[01:36:54] solat tu nikmat sebenarnya.

[01:36:56] Lazat zu er rasa lazat lazat solat tu

[01:37:00] hmm

[01:37:01] semua orang berbeza dan dia tak

[01:37:03] terkecuali. Maksudnya kalau kita

[01:37:04] bukanlah orang yang belajar agama pun

[01:37:06] kita akan boleh rasa lazat solat tu

[01:37:08] macam mana.

[01:37:08] Lazat eh?

[01:37:09] Lazat tu bahasa Arablah. Lazat tu bahasa

[01:37:11] Arab daripada bahasa Arab lazat jadi

[01:37:13] lazah. Lazah tu maksudnya kemanisanlah.

[01:37:15] Kemanisan dalam solat. E

[01:37:16] saya lebih suka perkataan zuk. Zuk

[01:37:19] maksudnya rasa solat tu.

[01:37:21] Zuk.

[01:37:21] Zuk kan? Zukusah maksudnya rasa solat tu

[01:37:24] kan.

[01:37:25] Saya lebih ni. Tapi nak katanya semua

[01:37:27] orang boleh rasa benda tu. M tak ada

[01:37:29] siapa pun terkecuali. Dalam satu kitab

[01:37:31] yang ditulis oleh Imam Nawawi nama dia

[01:37:33] Al-Azkar.

[01:37:34] Ya. Al-Azkar. Dia cerita dia kata aa

[01:37:38] kalau kita nak zikir lebih baik kita

[01:37:40] memperuntukkan waktu untuk zikir.

[01:37:42] Oh

[01:37:43] dia kata ketika mana boleh aje zikir.

[01:37:45] Faham?

[01:37:45] Bahkan tapi lebih baik kita

[01:37:47] memperuntukkan waktu untuk zikir.

[01:37:48] Waktu khusus.

[01:37:48] Waktu khusus.

[01:37:50] Oh

[01:37:50] sebab dia kata waktu khusus untuk zikir

[01:37:52] tu lebih

[01:37:53] a lebih orang kata apa? Lebih baik pada

[01:37:55] pandangan dia. So dan dia kata ada orang

[01:37:58] kata berzikir tu dengan mulut dengan

[01:38:00] hatia keh ataupun hati saja ke mulut

[01:38:01] saja keah. Dia kata lebih baik dua-dua.

[01:38:03] Hmm. Tapi kalau searnya kamu tak boleh

[01:38:05] buat dengan mulut, buatlah dengan hati.

[01:38:06] Tapi lebih baik menyebutnya dengan mulut

[01:38:08] kerana ia lebih hadir. Kata Imam Nawawi.

[01:38:12] Oh, kena sebut.

[01:38:12] Ha Imam Nawawi ni adalah ulama yang

[01:38:14] detail tu. Sangat detail. Dia suka

[01:38:17] menjawab persoalan-persoalan yang sangat

[01:38:18] detail. Kalau kalau peruntuk waktu

[01:38:20] solat, waktu zikir tu nak mengadap mana?

[01:38:23] Kiblat.

[01:38:24] Hmm.

[01:38:24] Dia dia sangat detail, dia sangat

[01:38:26] spesifik. Orangnya

[01:38:27] spesifik

[01:38:27] sangat luar biasa kan. Imam Nawawi tu.

[01:38:30] Tu antara satu contohlah yang dalam

[01:38:32] kitab al-Azkar tu pun dia banyak bagi

[01:38:34] doa-doa pun yang kita kena baca dalam

[01:38:35] solat, luar solat dan banyak benda yang

[01:38:39] kita rasa macam eh kita tak pernah jumpa

[01:38:41] kan.

[01:38:42] Dan benda tu sangat bagus kalau kita

[01:38:43] amalkan.

[01:38:44] Kalau kita tengok kan contoh macam a

[01:38:47] yang saya cerita sebelum ni kan iktidal

[01:38:49] tu kita baca rabbana wakalhamd

[01:38:51] ya.

[01:38:51] Tapi ada bacaan lain kan. Rabbana

[01:38:53] wakalham hamdan katiran thayiban

[01:38:55] mubarakan fih. Bahkan ada bacaan-bacaan

[01:38:57] lain lagi. Bahkan ada doa lagi Nabi baca

[01:38:59] dekat situ. Sampai banyak doa-doa yang

[01:39:02] dibaca pada certain-cukun, certain

[01:39:05] pergerakan hanya untuk

[01:39:07] yang Nabi sendiri baca.

[01:39:08] Nabi sendiri baca

[01:39:08] yang kita tak belajar

[01:39:10] secara rasmya, yang kita belum lagi tahu

[01:39:12] kan tu pun dah banyak dah.

[01:39:14] Tapi kalau belum nak belum nak hafal

[01:39:17] lagi kan mungkin satu dua a hafal

[01:39:19] lamakan saja dulu pun okey dah.

[01:39:21] Yang tu F dia tulis kat mana-mana

[01:39:22] ada kat sini kat sini pun. Oh dalam ni

[01:39:23] ada dalam ni doktor ada tiga benda

[01:39:26] penting untuk orang yang mungkin tak

[01:39:27] pernah nampak buku ni. Ada tiga benda

[01:39:29] penting. Pertama refleksi pada semua

[01:39:30] rukun dan semua bacaan sunnah.

[01:39:32] Oh refleks pada semua rukun dan semua

[01:39:34] bacaan sunnah.

[01:39:34] Tadi qiam al-Fatihah.

[01:39:37] Hmm. Masya-Allah.

[01:39:39] Kemudian saya juga cerita pasal iftitah.

[01:39:42] Ada lima doa iftitah yang kita boleh

[01:39:43] baca. Yang paling familiar, yang paling

[01:39:45] popular adalah doa yang kita baca selalu

[01:39:47] tu. Tapi versi yang panjang kalau ikut

[01:39:48] hadis.

[01:39:49] Okey.

[01:39:50] Allahuakbar. Kabira. Alhamdulillah. kat

[01:39:51] sirah tu kan ada versi yang panjang dia

[01:39:53] itu yang paling popular

[01:39:55] dan familiate bahkan menurut Imam Nawawi

[01:39:57] itu yang paling diutamakan kalau kamu

[01:39:58] bertanya apakah soal apakah bacaan yang

[01:40:00] paling utama jawapan aku adalah yang

[01:40:02] ini.

[01:40:02] Hmm.

[01:40:03] Tanpa menafikan bahawa bacaan lain juga

[01:40:04] adalah sahih dan boleh dibaca.

[01:40:07] Maka saya letakkan dekat sini supaya

[01:40:08] kita boleh pilih nak baca yang mana. Dan

[01:40:10] bila kita pilih tu kita akan tahu macam

[01:40:12] mana nak adjust waktu solat. Waktu kita

[01:40:15] solat Zohor Zohor dengan Asar kita

[01:40:17] sembahyang jemaah. Kita jangan baca had

[01:40:18] panjang. Ah tak sempat

[01:40:20] faham

[01:40:20] baca pendek. Allahum bawa

[01:40:24] ba maghrib Allah

[01:40:28] versi yang lebih pendek.

[01:40:29] Allah maksud khyaallah.

[01:40:32] Oh

[01:40:33] Allahuakbar kabira walhamdulillah kira

[01:40:34] pun boleh. Ada persi pendek dia. So kita

[01:40:37] kena pandai pilih tu mengikut pada

[01:40:39] konteks.

[01:40:40] Hmm.

[01:40:40] So kita boleh refleksi berbeza.

[01:40:42] Tadi doa tentang kesalahan. Oh bila saya

[01:40:45] tahu benda ni dia bagus untuk supaya

[01:40:47] kita tak solat dalam keadaan

[01:40:48] subconscious kan?

[01:40:49] Yes. Kita akan always present hadir

[01:40:52] dalam solan always conscious kan?

[01:40:54] Oh kita akan always conscious.

[01:40:55] Allahuakbar.

[01:40:56] Tu dalam bab iftitah juga. Yang yang

[01:40:58] kedua a saya juga refleksikan pada rukun

[01:41:02] solat bukan hanya pada bacaan tapi pada

[01:41:04] rukun qiamuk solat

[01:41:06] rukunnya rokoknya apa macam mana saya

[01:41:08] cara saya refleksikan.

[01:41:09] Saya memang

[01:41:11] er saya memang minat saya dalam bahasa.

[01:41:13] Okey.

[01:41:14] So first thing yang saya akan buat, saya

[01:41:15] akan cerita apa maksud perkataan tu.

[01:41:17] Rukuk masuk apa? Hmm.

[01:41:18] Sujud masuk apa?

[01:41:20] Iftitah masuk apa?

[01:41:22] Hmm.

[01:41:22] Qiam masuk apa? Perkataan koma masuk

[01:41:24] apa? Apa akal dia, apa root word dia.

[01:41:26] Saya akan always macam tu. So pada orang

[01:41:29] yang mungkin first time nak baca buku

[01:41:31] saya, minta maaf. Dia memang bermula

[01:41:33] dengan sebegitu. A bear with me lah.

[01:41:35] Maksudnya terpaksa untuk saya mengakui

[01:41:37] bahawa dia sedikit berat untuk orang

[01:41:39] yang bukan latar belakang bahasa. Ya.

[01:41:41] Tapi itu adalah satu kenikmatan yang

[01:41:43] saya nak kongsikan. Saya suka dengan

[01:41:45] perbahasan yang dia bermula dengan

[01:41:47] bahasa. Tak ramai orang tahu maksud asal

[01:41:49] perkataan rukuk ni. Perkataan sujud,

[01:41:51] perkataan iktidal, perkataan qiam,

[01:41:54] perkataan tahiyat.

[01:41:55] Tapi kefahaman kita kalau tak bermula

[01:41:57] dengan definisi

[01:41:59] kita akan jadi ha tak lengkap.

[01:42:01] Lepas tu a saya akan hurai pula dari

[01:42:04] sudut bahasa bacaan tu. Subhanallah. Apa

[01:42:06] maksud subha? Apa maksud sabhun?

[01:42:10] A apa maksud apa nama al-Azim? Apa

[01:42:12] maksud al-A'la? Semua benda tu saya akan

[01:42:14] huraikan dalam ni. Dalam ni insya-Allah

[01:42:16] dia huraikan. Tu satu refleksi pada

[01:42:18] rukun dan juga pada bacaan.

[01:42:20] Yang kedua adalah kaifiah. Saya masukkan

[01:42:22] juga.

[01:42:23] Oh

[01:42:23] kaifiah masukkan juga kalau kalau ada

[01:42:25] dekat sini a macam contoh ni kan.

[01:42:27] Kafiah tu maksudnya tatacara kan?

[01:42:29] Mungkin tak faham

[01:42:30] tatacaraa. So er rukun berdiri berdiri

[01:42:32] dalil dia apa? Macam mana cara berdiri

[01:42:34] semua disertakan dekat sini. Dia ada

[01:42:36] macam satu infografik sikit kat sini

[01:42:38] yang simple ni. Muka surat 61 ni kan

[01:42:40] tentang rukun fi'li.

[01:42:42] Rukun fi'li

[01:42:42] berdiri.

[01:42:45] Okey.

[01:42:46] So dia ada dia ada dalil dia macam mana.

[01:42:48] Kemudian yang ketiga, yang ni yang ni

[01:42:50] pun penting. Yang ketiga adalah

[01:42:52] bacaan-bacaan sunnah tambahan.

[01:42:55] Saya masukkan sebab saya tahu tak ramai

[01:42:57] orang tahu dan saya nak kongsikan sebab

[01:42:59] saya pun baru tahu.

[01:43:00] Hmm. Hm.

[01:43:01] Saya nak kongsikan supaya saya pun

[01:43:02] seronok bila ada bila kita doktor macam

[01:43:05] kita first time belajar solat.

[01:43:07] Hmm.

[01:43:09] Aku dah hafal yang baru ni.

[01:43:11] Ha nikmat kan masa tu kan kita rasa

[01:43:13] happy

[01:43:13] nikmat. Kita rasa hudur tu hadir tu.

[01:43:16] Kita tak rasa kita rasa macam kita buat

[01:43:17] benda tu main-main ataupun buat benda tu

[01:43:19] dalam keadaan autopilot. Kita rasa we

[01:43:21] are consciously doing this sebab kita

[01:43:23] baru hafal ni.

[01:43:24] Hmm.

[01:43:26] seronok. So kita always can refresh dan

[01:43:28] renew kita punya solat tu dengan

[01:43:30] bacaan-bacaan sunah yang yang lain yang

[01:43:32] kita boleh amalkan dekat sini.

[01:43:33] Contohnya

[01:43:34] contoh macam er antara bacaan rukuk dan

[01:43:37] juga sujud dan juga duduk antara dua

[01:43:38] sujud yang dibaca oleh Nabi.

[01:43:40] Selain daripada subhana rabbiyalazim

[01:43:42] untuk rukuk, selain daripada doa subhana

[01:43:44] rabbiyalazim a'la untuk sujud selain

[01:43:47] daripada Allah mafili tu untuk duduk

[01:43:49] antara dua sujud.

[01:43:50] Nabi juga membaca subuh qudus rabbuna

[01:43:53] warabbul malaikat war

[01:43:54] oh sekali.

[01:43:59] Jadi kita boleh kita boleh amalkan subuh

[01:44:02] qudus rabbuna rabbul malaikat waruh.

[01:44:04] Oh masya-Allah.

[01:44:05] Tambah-tambah waktu di mana kita rasa

[01:44:07] nak cepat sikit sebab tiba-tiba imam ni

[01:44:09] cepat ke kita sembahyang makmum ke apa.

[01:44:10] Kita boleh baca bacaan yang itu

[01:44:12] sekali a

[01:44:12] sekali saja.

[01:44:13] Ha

[01:44:14] tu bacaan-bacaan lain.

[01:44:17] Jadi yang yang kita boleh tambah kita

[01:44:18] boleh baca cuma dia tak familiar. Tapi

[01:44:21] it's dia bukan tak boleh. Dia boleh

[01:44:24] faham. dia memang ada kita letak kat kat

[01:44:26] sini dalil dia apa.

[01:44:27] So kita akan semakin nikmatlah kan

[01:44:30] bila kita boleh

[01:44:31] kita boleh variasikan sikit.

[01:44:32] Faham?

[01:44:33] A maksudnya kita boleh always oh kat

[01:44:34] sini ada renew aku nak seronoklah sebab

[01:44:36] kita apa lagi yang kita nak sibukkan

[01:44:38] diri kita selain daripada sibuk

[01:44:40] menghafal bacaan-bacaan dalam solat kan

[01:44:42] doktor kan seronoklah kita ada benda

[01:44:43] yang kita boleh nak kita ada mission

[01:44:45] tau. Saya suka ada mission ni

[01:44:47] aku nak hafal ni aku boleh amal solat

[01:44:49] kejap lagi.

[01:44:50] Ya.

[01:44:51] Cuma saya bagi tahu terus teranglah

[01:44:53] ujian dia pun berat juga. Duk berasa nak

[01:44:55] amalam pi sebut benda hak selalu kita

[01:44:57] sebut. Kadang-kadang macam saya nak

[01:44:58] tambah bab iktidal tu kan. Rabbana

[01:45:00] wakalham. Oh lupa. Hmm. Oh subconscious

[01:45:03] kita lagi laju.

[01:45:04] Diganggu syaitan.

[01:45:05] Faham

[01:45:06] saya kata aduh dah terlepas satu satu

[01:45:09] rakaat.

[01:45:10] Faham.

[01:45:10] Ya Allah. Saya kata wah lagi kuat kau

[01:45:13] ganggu kan saya kan. Kata wah saya macam

[01:45:15] tulah. Saya sembang saya sembang syaitan

[01:45:16] pun kadang-kadang bahasa Kedah juga. Tak

[01:45:18] ada saya.

[01:45:20] Hang lagi hang lagi ni.

[01:45:23] Tak kita dah target kan kita nak baca

[01:45:26] rabbana wakalhamd kita nak baca hamdan

[01:45:28] kairan tiiban mubarakan fih

[01:45:30] dia mai duk fikir benda lain tu apa

[01:45:32] geram betul kan saya kata oi macam ni ah

[01:45:36] kan sebab nak kata saya nak kata bahawa

[01:45:38] kalau kita mula amalkan

[01:45:40] maksudnya syaitan pun akan mula upgrade

[01:45:42] sikitlah skill dia untuk ganggu kita kan

[01:45:44] kat part-part tertentu tu

[01:45:45] tapi itulah bagus kita soalan kita

[01:45:47] conscious untuk tambah baik solat kita

[01:45:48] kan susah nak dapat feeling tu kan susah

[01:45:51] Oh nikmat dah benda tu ah.

[01:45:54] Sebab baru-baru ni saya ada podcast

[01:45:55] dengan seorang hamba Allah yang dia nak

[01:45:58] murtad tau. Dia benci Islam. Oh dia duuk

[01:46:00] di Terengganu dia benci Islam. Dia dah

[01:46:02] trauma dengan ustaz. Bila dia tanya

[01:46:04] soalan dia dimarahi, dimalukan di

[01:46:06] publik. Lali dia benci dia free hair.

[01:46:07] Mak dia suruh solat tak solat. Beberapa

[01:46:09] tahun tak solat.

[01:46:12] Jadi cerita dia ni bermula macam mana

[01:46:14] Hidayah dapat ni lepas dia SPM.

[01:46:17] Saya boleh a cerita sebab dia akan

[01:46:18] publikkan pun video tu kan.

[01:46:21] So dia dengar azan.

[01:46:22] Dia benci azan. Benci azan dia rasa

[01:46:24] macam anjing menyalak

[01:46:26] sebab dia mengganggu tidur. Sebab dia

[01:46:28] tidur siang.

[01:46:30] So satu masa tu dia dengar azan tuz. Dia

[01:46:33] dengar azan dalam bilik dia. Dengar

[01:46:34] sayup-sayu tak berhenti setiap hari.

[01:46:38] Setiap waktu dia keluar bilik tak dengar

[01:46:40] dia masuk bilik dengar. Hm.

[01:46:43] Jadi masa tu benda yang hadir dalam diri

[01:46:45] dia sebab tu sebab tu

[01:46:48] dia dia kata apa tahu? Dia kata dia

[01:46:50] takut mati. Jadi dia kata kalau dia mati

[01:46:52] dalam keadaan sekarang ni dia kata of

[01:46:54] course lah masuk neraka. Kan? Jadi masa

[01:46:56] tu benda pertama yang dia terfikir

[01:46:58] adalah dia nak start solat sebab dia

[01:46:59] takut.

[01:47:00] Dia panggil orang lain semua masuk bilik

[01:47:02] dia tak dengar pun azan tu. Dia seorang

[01:47:03] a dengar.

[01:47:04] Wallahuaklam kan. Allah nak bagi hidayah

[01:47:06] kan macam-macam kan.

[01:47:07] Sungguh.

[01:47:07] Jadi masa tu dia seorang-seorang dia nak

[01:47:10] ambil wuduk.

[01:47:11] Dia tak ingat nak ambil wuduk. Allah.

[01:47:13] Dia boleh baca Quran, dia boleh solat

[01:47:15] semua. Tapi bila dia dah tinggal lama,

[01:47:16] dia tak ingat nak ambil wuduk. Lepas tu

[01:47:18] dia ambil a suka hati dia nak solat. Dia

[01:47:19] tak ingat bacaan dalam solat. Dia nak

[01:47:21] tanya orang malu. Sebab masa tu dia dah

[01:47:23] umur 17 tahun lepas SPM.

[01:47:25] Menunggu result SPM.

[01:47:27] Malu. So apa yang dia buat?

[01:47:29] Dia pergi kedai buku, dia beli buku

[01:47:31] solat, dia belajar balik. Jadi tu

[01:47:34] nikmat.

[01:47:35] Wah. Macam orang pertama kali solat kan?

[01:47:37] Hmm.

[01:47:38] Oh. Masya-Allah. Tapi bila saya dengar

[01:47:41] cerita dia tu kan sebab masa tu dia niat

[01:47:42] dia nak pergi oversea, dia nak murtad,

[01:47:44] dia tak nak balik Malaysia dah kan.

[01:47:45] Kemudian dia dapat hidayah. Tapi

[01:47:47] maksudnya benda pertama yang bila kita

[01:47:50] takut mati tu kita takut solat eh.

[01:47:52] Solat

[01:47:53] takut solat eh. Benda pertama yang akan

[01:47:56] apa benda yang bila kita rasa macam eh

[01:47:59] aku takut ah aku takut lepas tu kita

[01:48:01] rasa macam kita nak balik kat Tuhan. Apa

[01:48:02] benda yang kita akan buat? Solat.

[01:48:04] Solat kan?

[01:48:06] Allahuakbar. semua kita akan balik

[01:48:09] kepada solat.

[01:48:10] Hmm.

[01:48:10] Dia macam mana pun solat adalah tempat

[01:48:12] pulang. Tempat di mana kita akan patah

[01:48:14] balik. I orang nak bertaubat. Saya

[01:48:16] dengar cerita orang buat macam-macamlah

[01:48:17] nak bunuh diri ke apa benda kan. Macam

[01:48:19] mana detik yang dia rasa macam dia boleh

[01:48:21] kuat balik dia dia solat.

[01:48:25] Dia tak tahu. Dia kata aku tak tahu

[01:48:26] sunat apa. Dia kata kat hang. Aku kata

[01:48:28] aku tak peduliah. Aku ambil sembahyang.

[01:48:29] Aku sembahyang. Dia kata

[01:48:30] oh

[01:48:32] sebab tu cara dia untuk connect balik

[01:48:33] dengan Tuhan

[01:48:35] tempat kembali. Ya. Ni benda yang solat

[01:48:37] dibuat bukan kerana kita manusia yang

[01:48:39] tak perlukan solat. Solat dibuat kerana

[01:48:41] Tuhan yang menciptakan kita dengan

[01:48:43] certain certain nature, dengan certain

[01:48:45] certain sistem di mana Tuhan menciptakan

[01:48:48] solat tu kerana kita adalah manusia yang

[01:48:50] Tuhan juga cipta perlukan Tuhan.

[01:48:53] Jadi Tuhan tahu kata untuk manusia ini

[01:48:55] yang perlukan Tuhan fitrahnya, aku perlu

[01:48:58] cipta juga satu connection dan caranya

[01:49:01] adalah solat.

[01:49:02] Masya-Allah. Ah sebab tu kalau kita

[01:49:05] balik sejarah ketika mana ibadah-ibadah

[01:49:09] lain turun dalam bentuk wahyu ertinya

[01:49:11] ayat Quran

[01:49:12] ya

[01:49:12] solat Nabi pergi ambil dia tak turun.

[01:49:16] Oh naik atas ah

[01:49:18] Israk Mikraj.

[01:49:19] Masya-Allah. Oh ya kan?

[01:49:22] Hm.

[01:49:24] Solat kena pergi ambil

[01:49:26] tu level

[01:49:28] of solat tu.

[01:49:30] Masya-Allah. Kena pergi terima.

[01:49:31] Kena pergi terima.

[01:49:33] ketika mana ibadah-ibadah lain turun

[01:49:36] dengan konteks yang pelbagai. Tapi solat

[01:49:38] turun pada waktu yang Nabi sangat-sangat

[01:49:40] sedih, sangat sangat sangat teruji.

[01:49:43] Iaitu pada ketika mana berlakunya

[01:49:45] kematian dua orang yang Nabi sayang.

[01:49:47] Siti Khadijah isteri baginda dan juga

[01:49:49] pak cik baginda

[01:49:50] Abu Talib. Tidak ada protection, support

[01:49:53] daripada isteri, tidak ada protection

[01:49:55] daripada pak cik, tak ada siapa pergi

[01:49:57] taif takif halau.

[01:49:59] Cara untuk

[01:50:01] nak start balik, nak cari kekuatan balik

[01:50:04] ni Israk Mikraj.

[01:50:05] Momen yang paling broken

[01:50:06] momen yang paling broken. Dan hujung

[01:50:08] kepada Israk Mikraj adalah solat.

[01:50:11] Rupanya perjalanan tu untuk ambil solat.

[01:50:13] Allahuakbar.

[01:50:15] Nabi gunakan solat tu, bawa balik solat

[01:50:17] tu. Semua orang pakai solat untuk

[01:50:19] memberi kekuatan kepada kita. Barulah

[01:50:21] kita pergi lepas ni baru kita hijrah.

[01:50:23] Hijrah tak boleh berlaku kalau kita tak

[01:50:25] ada solat sebagai pasak kita.

[01:50:29] Hijrah boleh berlaku selepas kita solat.

[01:50:31] Sebab semua orang Islam dah ada. Ni dia

[01:50:33] ni pegangan dia. Ini benda yang kita

[01:50:35] boleh guna untuk connect dengan Allah.

[01:50:38] Masya-Allah.

[01:50:39] Dia lain. Kalau kita tengok konteks tu

[01:50:40] sejarah luar biasa. Luar biasa. Sebab tu

[01:50:44] saya sangat tersentuh. Saya dengar hadis

[01:50:45] yang Tuan Faiz sebut tu.

[01:50:48] Saya tengok satu content dekat TikTok

[01:50:50] Faiz cerita tentang satu hadis yang

[01:50:54] ahdun

[01:50:56] perjanjian antara orang yang

[01:50:58] dalam buku ni ada doktor.

[01:50:59] Oh ada dalam ni.

[01:51:00] Oh kena baca kena baca. Saya saya macam

[01:51:04] apa istilah dia dia macam

[01:51:05] dia macam perjanjian tu kan saya cerita

[01:51:07] kan

[01:51:07] ya. Dia

[01:51:09] tersentuh dia dia deep dekat saya punya

[01:51:13] hati. Bila saya dengar hadis tu, saya

[01:51:14] kata, "Ya Allah,

[01:51:17] saya saya cari balik hadis tu supaya

[01:51:19] orang tahu kata kat mana tu kan. Jap."

[01:51:21] Hmm.

[01:51:22] Sebab dia pertarungan kita setiap hari

[01:51:24] kan.

[01:51:25] Kalau kita nak definisikan good day

[01:51:27] ataupun bad day

[01:51:29] itu

[01:51:29] solatlah kan.

[01:51:30] Ha dia ada dekat satu hadis. Kalau

[01:51:32] siapa-siapa ada buku dia nanti boleh

[01:51:33] buka dekat bahagian belakang 241.

[01:51:36] Muka surat 241.

[01:51:37] 241. Hadis ni riwayat Sunan Nabi Daud

[01:51:40] 241.

[01:51:43] Ha belakang sekali kat belakang belakang

[01:51:45] ni saya kumpulkan hadis-hadis tentang

[01:51:47] kelebihan solat.

[01:51:48] Oh

[01:51:48] yang rare yang pada saya rare lah macam

[01:51:50] yang doktor dengar tu kan.

[01:51:51] Antaranya adalah hadis tulah

[01:51:53] sebab saya memang tak biasa dengar hadis

[01:51:54] tu selama ni.

[01:51:54] Ah sebab dia kata a

[01:51:58] ada satu part tu di bawah solat part tu

[01:52:00] kata kata kata Nabi

[01:52:01] Sallallahualaihiwasallam khuswatin

[01:52:03] lima solat

[01:52:06] khamsu selawatin iftardahunallah yang

[01:52:09] telah difardukan oleh Allah Taala. Man

[01:52:11] ahsana wuduahunna. Siapa-siapa yang

[01:52:13] menyempurnakan wuduknya wasallahunna dan

[01:52:16] siapa-siapa yang menyempurnakan solatnya

[01:52:18] di waktiin pada waktunya merukahunna dan

[01:52:22] juga menyempurnakan rukuknya wuahunna

[01:52:24] dan juga berusaha untuk khusyuk.

[01:52:26] Ya lahu alallahi ahdun.

[01:52:29] Dia dengan Allah ni ada satu perjanjian.

[01:52:31] Apa perjanjian tu? Allah jamin Allah

[01:52:33] janji anagfiralah

[01:52:36] akan mengampunkannya.

[01:52:38] Maksudnya kalau kamu buat solat, kamu

[01:52:40] buat lima waktu, kamu berusaha untuk

[01:52:41] lengkapkan solat tu, kamu berusaha untuk

[01:52:43] khusyuk, automatik kita ada agreement

[01:52:46] dengan Allah. Dalam agreement tu, klausa

[01:52:48] cakap apa? Klausa dia cakap, "Allah akan

[01:52:50] ampunkan dosa-dosa engkau." Lepas tu

[01:52:53] siapa-siapa yang tak solat macam mana?

[01:52:54] Waman lam yaf'al falaisalahu alallahi

[01:52:57] ahad. Kalau tak solat dia tak ada

[01:52:59] perjanjian tu. Dia tak ada dia tak ada

[01:53:01] stand perjanjian tu. Insya gfaralahu wa

[01:53:04] insyazabahu. Boleh jadi Allah ampunkan

[01:53:06] dia. Boleh jadi Allah tak ampunkan dia.

[01:53:08] Sebab tu saya punya ayat tu

[01:53:09] kurang-kurang kita solat.

[01:53:11] Hm.

[01:53:12] Sebab ahdun ni at least ahdun Tuhan dah

[01:53:15] janji. The moment kau solat kau berusaha

[01:53:17] untuk solat at least klausa perjanjian

[01:53:20] tu cakap kau diampunkan.

[01:53:21] Dah ada agreement dah.

[01:53:22] Dah ada agreement. Sinal.

[01:53:23] Allahuakbar.

[01:53:26] At least kita solat. Kita katakan

[01:53:28] walaupun kita ni teruk macam mana pun at

[01:53:29] least kita solat supaya kita masih dalam

[01:53:31] terikat dalam perjanjian ni

[01:53:33] Allah akan ampunkan kita.

[01:53:34] Allah akan ampunkan kita.

[01:53:35] Kalau kita tak ada tak solat dia tak ada

[01:53:37] perjanjian.

[01:53:38] Tapi ada beberapa syarat. Pertama adalah

[01:53:40] pertamanya mestilah dia solat

[01:53:41] dia menyempurna dia menyempurnakan

[01:53:44] wuduknya. As

[01:53:46] mengelokkan wuduknya wasallahuna dan

[01:53:47] juga mengelakkan solat pada waktunya.

[01:53:50] Sebab tu solat tu penting leakti hina

[01:53:52] tu.

[01:53:53] Dan juga sempurnakan rukuknya,

[01:53:55] sempurnakan khusyuknya. Maksudnya

[01:53:56] berusaha a

[01:53:57] berusaha

[01:53:58] sebab dia punya ayat dia hunna tu

[01:54:00] maksudnya berusaha.

[01:54:02] Oh sebab dia takkan dapat 100%.

[01:54:03] Dia takkan dapat dia tak ada parameter

[01:54:06] yang kita kata solid ah sampai sini tak

[01:54:08] ada. Kita berusaha

[01:54:09] insya-Allah kita akan dapat.

[01:54:11] Kalau ikutkan okey a doktor.

[01:54:13] Allahuakbar.

[01:54:13] Tak adalah kita rasa macam payah. Tak

[01:54:15] ada janganlah anggap payah sangat. So

[01:54:18] buat ajelah kan.

[01:54:19] At least kita masuk dalam kita masih

[01:54:21] terikat dengan perjanjian tu.

[01:54:25] Waman lam yaf'al falaisalahu ala

[01:54:28] alallahi ahdun. Oh itu yang takutlah.

[01:54:31] Siapa-siapa yang tak buat dia tak ada

[01:54:32] perjanjian tu. Boleh jadi Tuhan ampunkan

[01:54:34] dia.

[01:54:35] Boleh jadi Tuhan hapkan dia.

[01:54:37] So antara dua benda buat masuk dalam

[01:54:39] perjanjian diampun ke ataupun tak payah

[01:54:41] buat.

[01:54:42] Boleh jadi diampun ke boleh jadi baik.

[01:54:43] Kita pilih yang

[01:54:44] selamat eh.

[01:54:45] Yang tu saya kata kurang-kurang kita

[01:54:46] solat.

[01:54:47] Masya-Allah. Kurang-kurang kita solat.

[01:54:49] Aduh. Saya kumpulkan dekat bahagian

[01:54:51] belakang ni hadis-hadis yang

[01:54:54] menceritakan tentang kehebatan solat,

[01:54:57] keajaiban solat, perjanjian. Kemudian

[01:55:00] hadis yang lima kali dia mandi. Nabi

[01:55:02] umpamakan orang yang solat ni macam dia

[01:55:04] pergi buruh yang pergi bekerja balik

[01:55:07] lima batang sungai dia jumpa dia mandi.

[01:55:09] Oh.

[01:55:10] So kalau lepas hari lepas sungai kelima

[01:55:13] tu dia mandi tu adakah dia tak bersih

[01:55:14] lagi?

[01:55:15] Tak bersih.

[01:55:16] So dia bersih. So macam tulah solat tu

[01:55:18] cerita.

[01:55:23] Masya-Allah. Lepas tu Nabi cerita kalau

[01:55:25] sahabat tanya Nabi, "Kalau orang tu curi

[01:55:28] solat, kalau orang tu curi lagi solat."

[01:55:31] Hmm.

[01:55:32] Sahabat nak provoke tu dengan bertanya

[01:55:34] soalan-soalan yang apa

[01:55:35] kemungkinan-kemungkinan yang orang tu

[01:55:36] tak payah solat walaupun dia buat jahat

[01:55:38] mencuri macam mana sekalipun

[01:55:40] solat juga.

[01:55:40] Solat.

[01:55:42] Oh

[01:55:43] nak katanya tak ada tak ada pengecualian

[01:55:46] solat

[01:55:48] tu. Kalau kita rasa kita jahat macam

[01:55:49] mana pun, balik solat. Jangan rasa macam

[01:55:52] kita tak payah solat sebab kita jahat.

[01:55:54] Jangan rasa macam tu.

[01:55:55] Hmm. Walaupun kita tak mampu nak buat

[01:55:56] benda lain lagi.

[01:55:57] Walaupun kita ni memang kita kata jahat,

[01:55:59] level-level kita tak tahu macam mana.

[01:56:00] Kita tak buat benda lain lagi. Benda

[01:56:02] baik tak buat lagi. Kita tak sampai ke

[01:56:03] level boleh pergi masjid ke apa lagi.

[01:56:05] First thing solat dulu.

[01:56:06] Solat dulu.

[01:56:08] Sebab jangan tinggal solat tu.

[01:56:11] Sebab tu saya kata kurang-kurang solat

[01:56:14] kena ada agreement asas ni. Kena ada

[01:56:16] dulu. At least ada agreement tu.

[01:56:18] solat maksiat tak boleh tinggal ke

[01:56:20] buatlah apa-apa jahat pun

[01:56:21] solat

[01:56:22] solat juga eh

[01:56:24] jangan tinggal solat tu

[01:56:29] masya-Allah

[01:56:30] okey doktor boleh eh

[01:56:31] alhamdulillah

[01:56:32] seronok juga sembang buku macam ni

[01:56:34] doktor

[01:56:34] ya betul

[01:56:36] sebab saya always niat

[01:56:40] a podcast ni adalah majlis ilmu one

[01:56:44] toone one untuk saya

[01:56:45] wah tu saya ingat a ada Satu part tu

[01:56:48] doktor cerita kenapa buat podcast.

[01:56:49] Doktor kata ada tiga benda saya nak

[01:56:50] daripada podcast

[01:56:51] ya.

[01:56:52] Knowledge.

[01:56:53] Knowledge.

[01:56:53] Networking.

[01:56:54] Networking.

[01:56:54] Apa lagi satu? Tak ingat dah. Saya ingat

[01:56:57] dua benda ke tiga benda saya tak ingat

[01:56:58] dah. Kenapa orang tak orang tanya doktor

[01:57:00] kenapa buat podcast tu?

[01:57:01] Ah dua tuulah. Dua tu

[01:57:02] dua tu kan? Oh dua ingat kata tiga dua

[01:57:04] tu. Pertamanya ilmu. Yang keduanya

[01:57:05] networking. So podcast ni dah ada ada

[01:57:07] dua-dua.

[01:57:08] Sebab sebelum ni bila saya belajar

[01:57:10] tentang benda tu adalah saya always akan

[01:57:12] masuk ke kelas.

[01:57:14] Ah

[01:57:14] setiap minggu ataupun setiap bulan saya

[01:57:16] akan masuk kelas. Jadi masuk kelas tu

[01:57:18] saya akan dapat ilmu dan saya akan dapat

[01:57:20] er kenalan baru yang baik

[01:57:22] sebab sama-sama menuntut ilmu kan.

[01:57:24] Ah jadi niat saya tu bila saya buat

[01:57:26] podcast saya boleh belajar dan masa sama

[01:57:29] dapat juga kenalan baru yang baik. Ah

[01:57:31] samalah. Ah masya-Allah.

[01:57:36] Okey.

[01:57:37] Jadi dalam banyak-banyak

[01:57:39] feedback ataupun

[01:57:42] respon yang ustaz dapat, orang-orang

[01:57:44] yang baca buku ni ada tak benda-benda

[01:57:45] yang ustaz tak boleh lupa respon tu,

[01:57:48] feedback tu?

[01:57:49] Pertamanya yang saya balik tak boleh

[01:57:50] lupa adalah orang yang tak solat dan dia

[01:57:53] mula solat balik bila dia baca buku ni.

[01:57:55] Yang tu saya rasa macam

[01:57:56] Allah

[01:57:57] saya tak boleh.

[01:57:59] Saya cakap alhamdulillahlah. Sebab masa

[01:58:02] saya tulis buku ni, er doktor, saya

[01:58:04] sebenarnya dilema tau.

[01:58:06] Buku ni buku yang lama saya tulis macam

[01:58:08] buku biru ni, buku jemaah aku ni.

[01:58:10] Buku ni sebenarnya saya tulis agak cepat

[01:58:13] sikitlah sebab dia adalah nota yang saya

[01:58:15] dah tulis lama, saya tinggal nak susun

[01:58:17] balik. A

[01:58:17] faham?

[01:58:18] Setiap juzuk kan 30 juzuk.

[01:58:19] Faham?

[01:58:20] So saya ingat kata ni saya memang nak

[01:58:21] ada satu buku yang cerita 30 juzuk

[01:58:23] Quran. Saya nak bagi adalah kan dalam

[01:58:25] hidup saya.

[01:58:26] Lepas tu buku solat ni saya tulis lama

[01:58:29] dah doktor tapi saya jadi malas nak saya

[01:58:32] jadi dilema nak terbit.

[01:58:34] Saya takut saya takut sangat. Eh betul

[01:58:36] ke aku nak terbit buku ni? Saya takut

[01:58:38] selepas buku ni laku,

[01:58:40] saya takut saya punya niat tu saya tulis

[01:58:42] buku ni sebab nak bagi orang beli juga.

[01:58:44] Faham?

[01:58:45] Masa saya tulis buku ni saya tak ada

[01:58:46] niat sebab saya tak tahu kata buku ni

[01:58:48] laku ke dak. Saya tulis a saya ingat

[01:58:49] kata buku tak ada benchmark. Bash.

[01:58:51] Faham. Faham. Faham.

[01:58:52] Patutnya solat dulu. Saya tulis buku.

[01:58:54] Bila saya tulis saya rasa alamak aku ni.

[01:58:56] So bila saya rasa macam saya buat tu

[01:58:58] saya rasa sat lagi orang nak beli ke

[01:58:59] tak. Saya tak buat. Saya tak tulis.

[01:59:02] Oh

[01:59:02] saya jenis gitu saya punya strugle. Saya

[01:59:04] melawan. Saya melawan.

[01:59:05] So bila saya rasa macam

[01:59:07] hmm

[01:59:08] kenapa aku takut-takut benda-benda macam

[01:59:09] ni kan? Kau tulis ajelah akhirnya kau

[01:59:11] nak bagi manfaat saya tulis balik.

[01:59:13] Allah.

[01:59:14] Saya jadi macam tu.

[01:59:15] Oh dia ada internal.

[01:59:16] Dia ada internal struggle. Sampailah

[01:59:18] satu masa saya baca kitab al-Azkar Imam

[01:59:20] Nawawi, dia nukilkan daripada satu

[01:59:22] syeikh, satu imam al-Fudhail. Al-Fudai

[01:59:25] cakap, dia kata, "Siapa-siapa yang

[01:59:27] meninggalkan amalan

[01:59:29] sebab dia tak nak

[01:59:33] orang cakap dia baik, maka itu sendiri

[01:59:35] adalah riak."

[01:59:36] Allah.

[01:59:39] Hah.

[01:59:41] Siapa-siapa yang meninggalkan amalan

[01:59:43] sebab takut riak eh. Sebab takut orang

[01:59:46] cakap kau baik

[01:59:47] tu sendiri adalah riak. Meninggalkan tu

[01:59:49] sendiri adalah riak. Banyak kali saya

[01:59:51] baca saya takut saya salah faham. Tapi

[01:59:53] itulah yang telah diukirkan oleh Imam

[01:59:55] Nawawi dalam Al-Azkar.

[01:59:56] Oh maksudnya kita meninggalkan amalan tu

[01:59:58] kerana manusia.

[01:59:59] Ya.

[02:00:00] Oh tu adalah riak.

[02:00:02] Itu sendiri adalah riak. Ini Nawawi

[02:00:04] sebut dalam Al-Azkar dinukilkan daripada

[02:00:07] al-Fudhail. Jadi bila saya baca tu saya

[02:00:10] ni terduduk baca tu. Saya kata, "Selama

[02:00:13] ni aku tak mahu tulis sebab aku duk

[02:00:16] takut orang beli, orang beli buku aku.

[02:00:18] Aku sendiri telah pun menyalahfahamkan

[02:00:20] diri aku dan juga telah menyebabkan

[02:00:22] semua tu, mainan syaitan semua tu untuk

[02:00:25] berhentikan aku daripada buat manfaat."

[02:00:26] Pasal apa?

[02:00:27] Allah.

[02:00:28] Saya duk fikir kan, "Oh, masa tu saya

[02:00:30] kata okey ya memang saya akui kita akan

[02:00:33] bergelut dengan benda tu. Kita rasa

[02:00:35] macam kita nak buat benda ni bagi laku,

[02:00:37] kita nak buat ada selling selling point

[02:00:38] dia apa semua." Ya.

[02:00:39] Lepas daripada saya fikir kata setiap

[02:00:42] kali saya fikir tu saya akan istighfar

[02:00:44] dan saya akan kata tak niat dia apa?

[02:00:46] Sebab dia dilema doktor. Dia dilema

[02:00:48] sangat masa tu kan. Sebab saya takut

[02:00:50] tulis ni satunya saya takutlah kata

[02:00:53] benda ni. Saya akan biar apa saya tulis

[02:00:55] saya akan tanya diri saya. Ish manfaat

[02:00:57] ke tak benda ni? Kan? Saya akan tanyalah

[02:00:58] diri tu. Saya akan ru lama.

[02:01:01] Bila saya rasa ada manfaat saya akan

[02:01:02] saya akan teruskan. Kalau saya baca saya

[02:01:05] rasa macam ehh tak ada lagi saya akan

[02:01:07] simpan dulu.

[02:01:08] Hmm. fikir macam tuulah kan manfaat tu

[02:01:10] yang saya define lah

[02:01:11] macam solat ni manfaat yang saya nak

[02:01:13] satu a bila orang baca

[02:01:15] dia rasa nak solat bila orang baca dia

[02:01:18] rasa nak improve solat dia.

[02:01:20] Bila orang baca dia rasa tak boleh nak

[02:01:23] ambil solat tu macam tulis a

[02:01:25] hmm

[02:01:25] dia nak bagi perhatian lebih sikit kat

[02:01:27] solat dia.

[02:01:28] Dia macam tak habis lagi.

[02:01:29] Hmm.

[02:01:30] Tapi dia dah mula nak bagi patan lebih.

[02:01:31] Ha tu tu saya punya tahap-tahap yang

[02:01:33] saya harap dan saya sangat nekad supaya

[02:01:36] orang dapat benda tu.

[02:01:37] Hmm. Bila dia dengar, is aku terfikir

[02:01:39] pasal solat aku eh. Ha itu

[02:01:41] masya-Allah.

[02:01:42] Dia panggil thinking proses tu kita dah

[02:01:43] mula rewire untuk fikir pasal solat.

[02:01:46] Faham?

[02:01:46] Sebab the moment dia mula dengan benda

[02:01:47] tu doktor, saya yakin dia akan find out

[02:01:50] apa cara terbaik untuk dia improve solat

[02:01:51] dia. Dan tak semestinya buku ni dia

[02:01:54] boleh cari banyak lagi buku. Kitab

[02:01:56] al-Azkar tadi ke, buku fake ke apaakah

[02:01:59] untuk dia improve balik solat dia.

[02:02:01] Untuk dia fikir aku jadi ada satu ruang

[02:02:03] di mana dia dah peruntukkan aku nak

[02:02:05] improve solat aku ni.

[02:02:07] Dia ada ruang tu. Walaupun dia bukan

[02:02:08] lagi dah amalkan semua dah. Tapi itu

[02:02:10] yang saya nak sangat-sangat. Kalau orang

[02:02:13] tu belum solat dia solat. Kalau orang tu

[02:02:15] solat tapi dia rasa flat, dia mula nak

[02:02:17] fikir pasal improve solat dia.

[02:02:19] Masya-Allah.

[02:02:19] Dia mula ada fikir pasal solat dia.

[02:02:21] Masya-Allah.

[02:02:21] Dia mula tengok solat dia. Bukan lagi

[02:02:23] tertulislah. Itu aje niat saya.

[02:02:25] Dan sebenarnya orang yang start nak

[02:02:28] improve solat sebenarnya dia memperbaiki

[02:02:30] memperbaiki seluruh hidup dia eh.

[02:02:32] Ya. Sebab saya percaya

[02:02:33] dunia dan akhirat kan. Saya percaya

[02:02:35] benda ni dan prove me wrong, kalau kita

[02:02:37] betulkan solat kita, banyak benda dalam

[02:02:39] hidup kita akan betul. At least cara

[02:02:42] kita lihat hidup, at least pada decision

[02:02:44] making, pada thinking proses kita akan

[02:02:46] betul.

[02:02:48] At least benda-benda yang kita rasa

[02:02:49] macam

[02:02:51] tak tahu lost sikit. Benda tu akan at

[02:02:53] least ada fix dia, ada perbaiki dia

[02:02:56] dekat situ. Ada baik dia dekat situ. Ada

[02:02:58] macam mana kita akan betulkan dekat

[02:02:59] situ. Solat betulkan rutin kita macam

[02:03:01] kita cerita sebelum ni. Solat betulkan

[02:03:03] kita punya behavior. Solat betulkan kita

[02:03:05] punya behavior. Behavior kita tidak akan

[02:03:08] cepat react. Sebab dalam solat dia

[02:03:09] mengajar kita untuk membaca dengan

[02:03:11] makhraj yang betul. Tak boleh laju-laju

[02:03:13] baca. Sebab tu tok makninah penting.

[02:03:15] Dia mengajar kita untuk

[02:03:17] relaks.

[02:03:19] Jangan kalut. Sebab the problem orang

[02:03:22] pada hari ini adalah reaktif. Nampak

[02:03:25] satu posting, aku komen selalu,

[02:03:27] aku share selalu, aku bagi pandangan

[02:03:29] selalu.

[02:03:30] Tak ada pause ah.

[02:03:30] Ha kita tak ada filtering pause tu.

[02:03:32] Hmm.

[02:03:33] Solat ajar kita untuk pause, taking

[02:03:35] pause, position tu. Tumakninah tu banyak

[02:03:37] kali kita buat dalam solat. Bahkan

[02:03:40] antara rukun yang banyak kita buat dalam

[02:03:41] solat adalah tumakninah. Iaitu rukun

[02:03:43] tidak berbuat apa-apa.

[02:03:45] Rukun tidak berbuat apa-apa. Eh

[02:03:46] tamakninah kan? Tninah. Rukun tidak

[02:03:48] berbuat apa-apa.

[02:03:49] Setiap pula tu setiap

[02:03:51] setiap kali rakaat kita kena buat

[02:03:52] tamadninah tu. Setiap kali perbezaan

[02:03:54] rukun fi'li kita kena buat tamadninah

[02:03:56] tu. So dia mengajar kita untuk eh jangan

[02:03:58] kelut. So dia mengajar kita untuk tak

[02:04:00] time. Jangan respon lagi, jangan react

[02:04:02] lagi. Dia regulate thinking proses kita.

[02:04:05] Never engage secara react. Relak aj.

[02:04:09] Take time.

[02:04:10] Hmm. H benda tu kita belajar daripada

[02:04:12] solat. So imagine

[02:04:13] dalam proses solat tu imagin benda tu

[02:04:15] bagi kesan kepada cara hidup kita

[02:04:17] setiap hari kan

[02:04:18] kita sembang dengan orang kita buka

[02:04:20] sosial media kita akan jadi orang yang

[02:04:22] payahlah nak komen. Solat akan ajar kita

[02:04:25] bawa kejap habaq sat dia gul dulu filter

[02:04:27] dulu benda ni betul ke tidak.

[02:04:28] Hmm

[02:04:29] kita akan tahu benda yang eh ni tak

[02:04:31] boleh react sebab solat sepatutnya ajar

[02:04:34] kita itu.

[02:04:35] Hmm.

[02:04:36] Solat kena sebab tu saya kata lamakan

[02:04:38] sikit. Sebab bila kita lamakan,

[02:04:39] automatik the whole things dalam badan

[02:04:41] kita akan lama doktor. Breeding system

[02:04:42] kita akan terus perlahan-lahan.

[02:04:45] Kita punya proses kita berfikir duk dak

[02:04:48] duk dak tu dia punya tu akan

[02:04:50] perlahan-lahan. Pergerakan badan kita

[02:04:52] akan perlahan-lahan. Kita akan rasa the

[02:04:54] whole things mula slowing down hanya

[02:04:56] dengan kita menambahkan

[02:04:58] duration of tamadinah kita.

[02:05:00] Few second a. Few second a flip of thing

[02:05:04] yang kita ubah dalam solat tu sa dia

[02:05:05] akan bagi kesan the whole things. Sebab

[02:05:08] tu antara salah susunan Nabi lepas pada

[02:05:09] solat tak terus bangun kan baca zikir

[02:05:12] sebab nak

[02:05:13] betul-betul

[02:05:15] orang kata apa soft ending tu janganlah

[02:05:18] kalut sangat jangan jangan disrup sangat

[02:05:20] ya

[02:05:21] betul-betul pelan sebab tu sebelum solat

[02:05:23] wajib wuduk

[02:05:25] wuduk tu adalah a preparation untuk

[02:05:27] masuk ke dalam ruang kudus kita dengan

[02:05:29] Tuhan tu preparation

[02:05:31] kena air salah satu saya kenal seorang

[02:05:35] psikiatris Dr. hidayah. Ah dia kata one

[02:05:38] of the tips yang dia bagi pada

[02:05:40] pesakit-pesakit dia yang ada masalah

[02:05:42] addiction.

[02:05:43] Addiction

[02:05:43] addiction ketagihan.

[02:05:45] Ya.

[02:05:46] Kalau mai fasa nak tak boleh tahan tu

[02:05:49] kan

[02:05:50] ya whatever ketagihan kan. One of the

[02:05:53] adalah ambil wuduk.

[02:05:55] Sebab dia ambil daripada barat. Barat

[02:05:56] kata one of the adalah kenakan air dekat

[02:05:58] badan mandi.

[02:05:59] Oh. Sebab bila air kena kat badan tu,

[02:06:01] pertama kali air sejuk ataupun air yang

[02:06:03] yang nilah yang sejuk air biasa dia akan

[02:06:07] dia akan disrup kita punya keinginan

[02:06:10] tau. Kita punya hormon, kita punya tu

[02:06:12] dia akan disrup. Dia akan ada gangguan

[02:06:14] sikit.

[02:06:16] A dia pecahkan benda tu.

[02:06:17] Dipe pecahkan. Dia ada gangguan. Sebab

[02:06:19] kita tak boleh ikut benda tu.

[02:06:20] Hmm.

[02:06:21] Kita tengah ada dopamin nak benda tu

[02:06:23] kan. Keinginan kita nak benda tu. So

[02:06:25] kita letakkan air, kenakan air.

[02:06:28] Sebab tu ada orang mandi sejuk.

[02:06:30] ais tu.

[02:06:31] Hmm.

[02:06:32] Ada orang buat sebab dia nak dia nak

[02:06:34] pecahkan benda tu. Dia nak disrup kacau

[02:06:35] benda tu.

[02:06:37] Hmm.

[02:06:37] So sebab tu running pun penting sebab

[02:06:39] kita nak kacaukan benda tu kan bila kita

[02:06:40] dalam

[02:06:41] tahap yang kita tak boleh tahan tu. So

[02:06:43] one of the three adalah itu. So dia kata

[02:06:45] dalam agama kita ambillah wuduk.

[02:06:47] Hmm. Masya-Allah.

[02:06:47] Bila kita tengok balik ambil wuduk

[02:06:49] memang Nabi kata ambil wuduk adalah

[02:06:51] gugurnya dosa-dosa.

[02:06:53] So bila kita ambil wuduk sebenarnya dia

[02:06:55] adalah proses kita disrup balik

[02:06:56] keinginan kita apa-apa pun. So dia

[02:06:58] sebenarnya kena air tu dekat muka tu

[02:07:01] penting, dekat tangan tu penting, dekat

[02:07:02] badan kita tu penting untuk disrup balik

[02:07:04] semua benda yang kita rasa kita nak yang

[02:07:07] keinginan-keinginan yang tak terkawal

[02:07:08] kita.

[02:07:09] Hmm.

[02:07:10] Bila kita ambil wuduk, oh dalam masa

[02:07:12] yang sama kita juga tahu kata wuduk ni

[02:07:14] adalah preparation kita untuk masuk ke

[02:07:15] solat. Dia tak boleh solat terus.

[02:07:18] Dia kena ambil wuduk dulu eh.

[02:07:19] Ambil wuduk dulu supaya kita ada

[02:07:20] preparation itu kan. Kita tahu kata aku

[02:07:23] ambil wuduk ni aku dalam keadaan yang

[02:07:25] nak masuk solat ni.

[02:07:26] So kita punya otak kita dah proses benda

[02:07:28] tu.

[02:07:29] Dia dah bagi tahu kat the whole body ada

[02:07:31] disruption sedang berlaku dan kita nak

[02:07:33] masuk ke solat.

[02:07:35] Sebab mungkin ada

[02:07:37] yalah mungkin ada struggle orang yang

[02:07:39] ambil wuduk tu adalah satu

[02:07:43] benda yang sangat susah untuk dia.

[02:07:45] Hmm. H

[02:07:46] dan saya pun baru tahu rupanya bila saya

[02:07:48] podcast tu dia cerita dia kata dulu

[02:07:51] zaman dia mekap tebal dia akan

[02:07:54] menghimpunkan zohor dan asar berhampiran

[02:07:58] supaya dia ambil wuduk sekali aje.

[02:07:59] Yes.

[02:08:00] Ha perempuanlah eh.

[02:08:01] Ha so dia kata bila dekat mall tu

[02:08:03] hujung-hujung zohor tu dia akan pergi.

[02:08:05] Jadi waktu tulah surau perempuan akan

[02:08:06] penuh. So dia akan tanggalkan mekap

[02:08:10] ambil wuduk solat zohor lepas tu tunggu

[02:08:12] 5 minit

[02:08:13] asar

[02:08:13] azan asar terus solat asar

[02:08:15] balik. Lepas tu mekap balik saya macam

[02:08:17] is macam tu eh ya Allah.

[02:08:20] Dan dia kata bertahun-tahunlah tu

[02:08:22] sampailah dia dia doa masa tu. Dia kata,

[02:08:24] "Ya Allah jadilah

[02:08:27] muka aku ni selesa dipandang dan aku

[02:08:30] macam yakin selesa macam tu tanpa meap

[02:08:32] yang tebal supaya mudah untuk solat."

[02:08:34] Doa dia macam tu. Sudah dah tinggalah

[02:08:37] meap. Saya kata, "Ish, macam-macamlah

[02:08:39] struggle manusia kan."

[02:08:40] Ya, struggle manusia. Sampaikan er bila

[02:08:42] kita duduk keadaan macam tu baru kita

[02:08:44] tahu nikmat ambil wuduk banyak tu apa

[02:08:46] kan? Nikmat ambil wuduk tu macam mana?

[02:08:48] Preparation dan dalam feed pun adalah

[02:08:51] cara nak mudahkan kan. Tak adalah sampai

[02:08:53] menyusahkan orang. Tapi saya nak cerita

[02:08:55] bahawa

[02:08:56] dia bukan nak menyusahkan kalau tidak

[02:08:58] membantu kita.

[02:08:59] Betul.

[02:08:59] Dia sebenarnya nak bantu kita. Dia nak

[02:09:01] bagi kita

[02:09:03] always rasa bersedia nak solat tu bila

[02:09:05] kita rasa kita nak menghadap Allah kan.

[02:09:07] Ah

[02:09:08] jadi manusia ni nombor duaah jauh lagiah

[02:09:10] kan

[02:09:11] keinginan kita semua tu pap kacau dengan

[02:09:13] wuduk kita solat. So tu benda-benda yang

[02:09:16] saya rasa macam pentinglah untuk kita

[02:09:18] faham dan itulah niat saya masa saya

[02:09:21] tulis buku ni pun doktor saya nak supaya

[02:09:22] orang bila baca tu at least itu aje.

[02:09:25] Kalau baca alhamdulillah dan saya sangat

[02:09:27] sangat sangat berterima kasih pertamanya

[02:09:30] kepada Allah yang mengizinkan

[02:09:31] kesempatan. Keduanya kepada orang yang

[02:09:32] bila dia bacakan dia kata solat saya dah

[02:09:36] dah ada macam ada kelazatan sikit.

[02:09:38] Alhamdulillah.

[02:09:38] Masya-Allah.

[02:09:39] Sebab

[02:09:40] kita ni saya selalu fikir macam ni tau.

[02:09:43] Saya bagi contohlah doktor.

[02:09:44] Ya.

[02:09:44] Hmm. Memang Tuhan dah tetapkan rezeki

[02:09:47] dekat staf kita

[02:09:48] ya.

[02:09:49] Tapi Tuhan tak diadakan kita sebagai

[02:09:50] jabatan dia.

[02:09:52] Ya.

[02:09:52] Masukkan akaun kita, kita pun pas

[02:09:54] transfer kat akaun depa.

[02:09:56] Lalu. Ya.

[02:09:56] Boleh tak jadi akaun orang lain yang

[02:09:59] jadi jambatan?

[02:09:59] Boleh. Ha

[02:10:00] boleh.

[02:10:01] Bukan kita kan Allah boleh aturkan dia

[02:10:03] kerja dengan orang lain. Orang lain yang

[02:10:04] dapat

[02:10:05] ya

[02:10:05] jadi jambatan. Tapi Allah aturkan kita

[02:10:08] rezeki dia. Tapi masuk akaun kita dulu.

[02:10:10] Ya.

[02:10:10] Sampai cukup bulan dia dapat rezeki dia

[02:10:13] sebenarnya.

[02:10:14] Ya.

[02:10:14] Tapi Tuhan nak bagi pahala kat kita.

[02:10:16] Tumpang

[02:10:16] dia parking kat kita. H.

[02:10:19] Boleh faham tak konsep tu doktor?

[02:10:21] So sebenarnya tu tu cara rahmatnya Tuhan

[02:10:23] kepada kita.

[02:10:24] Dia parkingkan kita dekat tempat-tempat

[02:10:26] yang

[02:10:27] kita ni sebenarnya hanya laluan saja.

[02:10:30] Ya. Bukan kita punya pun.

[02:10:31] Bukan kita punya pun kan. Kadang-kadang

[02:10:33] duit dalam akaun kita tu kita rasa kita

[02:10:34] punya. Esok-esok mak kita telefon.

[02:10:37] Sebenarnya rezeki mak kita.

[02:10:38] Hmm.

[02:10:39] Kan. Tapi Tuhan tak nak bagi direct kat

[02:10:41] mak kita. Tuhan nak bagi kita dapat

[02:10:42] pahala juga. Dia lalu kut kita.

[02:10:44] Masya-Allah.

[02:10:45] Faham tuan? Sama juga dengan buku ni.

[02:10:48] Kalaulah saya yakin banyak a buku dekat

[02:10:49] luar sana. Bahkan kitab-kitab pun yang

[02:10:51] tulis yang cerita kalau kita baca kita

[02:10:53] akan dapat rasa nikmat tu. Kita akan

[02:10:55] improve solat kita. Ya.

[02:10:56] Tapi antara ratusan, ribuan, jutaan buku

[02:10:58] tu tiba-tiba buku saya pula yang jadi

[02:11:00] jambatan.

[02:11:01] Hmm. Tumpang pahala.

[02:11:03] Tumpanglah pahala tu. Itu saja. Saya

[02:11:05] bukanlah nak jadi orang yang

[02:11:06] orang kata apa the ultimate orang yang

[02:11:10] cakap solat. Tak. Saya nak jadi

[02:11:11] jambatan. A

[02:11:12] orang bila lalu jambatan dia akan lupa

[02:11:14] jambatan tu dan tak apa

[02:11:15] tak tahu apa siapa buat kan.

[02:11:16] Tak tahu pun siapa buat jabatan tu. Yang

[02:11:18] penting dia lalu sampai dia dekat Pulau

[02:11:19] Pinang. Hmm.

[02:11:21] Sampai dia dekat tempat sana kan.

[02:11:23] Betul. So saya ingat tu s a saya dalam

[02:11:25] hidup saya fikir kata jadi jabatan pun

[02:11:26] dah okey. Dan jabatan yang saya boleh

[02:11:28] buat bukanlah dengan apa-apa melainkan

[02:11:30] apa yang saya suka buat iaitu penulisan.

[02:11:32] Hmm.

[02:11:32] Dan penulisan tu jadi jambatan untuk

[02:11:34] orang balik dekat Tuhan. Kalaupun

[02:11:36] tidaklah menjadikan dia tu orang yang

[02:11:37] dekat dengan Tuhan sampai tahap wali.

[02:11:39] Ya.

[02:11:39] Walaupun tidak menjadikan dia tu orang

[02:11:40] yang dekat dengan sampai tahap abid yang

[02:11:42] tinggi, yang kuat, yang hebat,

[02:11:44] tapi cukuplah dengan satu benda yang

[02:11:45] kecil yang dekatkan dia dengan Tuhan.

[02:11:47] Bila dia terfikir nak buat benda-benda

[02:11:49] yang tak okey, dia terfikir daripada

[02:11:52] jambatan-jabatan yang tersusun tadi

[02:11:53] sikit-sikit tu. Sebab tu saya bila orang

[02:11:56] share macam tu doktor share orang komen

[02:11:58] tu kan.

[02:11:59] Lepas pada dengar ni dia terus solat.

[02:12:00] Lepas pada dengar podcast kita tu dia

[02:12:02] terus solat. Ya.

[02:12:03] Benda-benda macam tu kan. Ya Allah. Kita

[02:12:05] tak tahu doktor. Kita tak tahu kata

[02:12:06] macam mana. Banyak a podcast lain.

[02:12:08] Betul.

[02:12:09] Banyak aje orang cakap pasal solat. Tapi

[02:12:10] Tuhan takdirkan dia nak dengar tu kita

[02:12:13] jadi jabatan tu rahmat Tuhan.

[02:12:14] Allah nak bagi kat kita sikit. Ha nak

[02:12:16] bagi kat kita sikit boleh a bagi kat

[02:12:17] orang kata kita ni kena ada parking a

[02:12:20] ya

[02:12:20] tapi nak Tuhan nak bagi kita rasa dapat

[02:12:23] rahmat dan pahala tu kita lalu tu itah

[02:12:25] tu buku ni adalah itu niat saya jadi

[02:12:28] jabatan pun dah okey buku ni banyak

[02:12:31] berbaloi lagilah nak beli kan dengan

[02:12:33] RM34 kadang-kadang dapat 50% dapatlah

[02:12:35] RM24 harga asalnya RM49 buku ni tapi

[02:12:38] normally saya akan bagi diskaun sampai

[02:12:40] RM34 RM35

[02:12:41] oh banyak diskaun

[02:12:42] banyak diskaun

[02:12:43] sebab saya takut orang rasa mahal di

[02:12:45] zaman ekonomi yang sangat mencabar ni

[02:12:47] kan.

[02:12:48] Ya.

[02:12:48] Saya sangat takut orang sama kan. Saya

[02:12:50] bagi banyak diskaun.

[02:12:51] Saya tahu kata benda tu kita boleh beli

[02:12:53] dengan macam-macam. Kita boleh belilah

[02:12:54] dengan duit RM34 tu orang kata apa beli

[02:12:58] a makanah apaakah mana-mana yang kita

[02:13:00] sukakan. Tapi kita peruntukkan RM34.

[02:13:03] Tuhan bagi rezeki beli buku ni. Saya

[02:13:04] rasa benda tu

[02:13:05] ish macam manalah Tuhan takdirkan macam

[02:13:07] tu kan. Saya rasa benda tu sangat a

[02:13:10] membuatkan saya rasa sangat humble dan

[02:13:12] sangat grateful dengan keadaan tu. Sebab

[02:13:14] ya banyak benda kut yang dia boleh buat

[02:13:16] keputusan dalam hidup dia untuk beli.

[02:13:18] Tiba-tiba dia nak beli buku ni.

[02:13:19] Ya. Dan mungkin

[02:13:22] kalau ada insan-insan yang spesal dalam

[02:13:24] hidup kita kan

[02:13:25] mungkin ni antara yang paling spesialah

[02:13:27] hadiah.

[02:13:28] Ya. Kak. Ah kalau tanya saya wah itulah

[02:13:31] untuk improve solat kan.

[02:13:33] Saya sebenarnya a buku solat ni saya

[02:13:35] terbit sekali dengan buku ni doktor.

[02:13:37] Buku ni sekadar

[02:13:38] saya memang kalau menulis saya akan

[02:13:39] tulis dua buku. Dua jenis buku doktor.

[02:13:42] Oh

[02:13:42] ya. Satu memang buku yang fokus pada

[02:13:44] spiritual iaitu solat Quran.

[02:13:47] Satu lagi memang yang saya duk tulis

[02:13:48] free rating pagi-pagi tu

[02:13:50] yang pasal live kadang-kal.

[02:13:53] Ah

[02:13:54] dia ada satu buku lain.

[02:13:55] Oh itu pun dibukukan.

[02:13:56] Itu pun dibukukan. Tapi yang yang sesuai

[02:13:59] untuk dibukukanlah.

[02:14:00] Faham?

[02:14:01] So ni sekadar pernah ni adalah yang

[02:14:03] terbaru juga. Dia terbit sekali dengan

[02:14:04] solat ni.

[02:14:06] Oh terbit sekali. Sekadar pernah.

[02:14:08] Terbali. Ah sekadar pernah ni.

[02:14:11] kumpulan tulisan saya pasal

[02:14:15] hidup. Saya banyak tulis pasal life,

[02:14:16] pasal hidup. Apa saja tentang pergelutan

[02:14:19] dan saya akan bawa perspektif tu kepada

[02:14:22] satu benda. Macam mana kita nak grow

[02:14:26] daripada situasi ni? Macam mana kita nak

[02:14:29] tumbuh daripada keadaan ni? Kalau

[02:14:31] terluka macam mana kita nak tumbuh

[02:14:33] daripada luka ni?

[02:14:35] Hmm.

[02:14:36] Saya macam tu stail saya. Saya akan

[02:14:37] cerita panjang tentang live. Banyak juga

[02:14:40] cerita-cerita yang saya masukkan dalam

[02:14:41] podcast pertama itu hari doktor yang

[02:14:43] cerita pasal live zaman kecil-kecil

[02:14:44] dulu. Ayah saya apa semua ada dalam ni.

[02:14:46] Oh dia banyak refleksi kehidupan.

[02:14:48] Banyak refleksi kehidupan.

[02:14:49] Cuma kadang-kadang saya temakan dia

[02:14:51] macam ni kan. Ni tema dia adalah sekadar

[02:14:53] pernah.

[02:14:54] Sekadar pernah.

[02:14:55] Sekadar pernah. Kenapa saya suka sangat

[02:14:57] dengan idea sekadar pernah ni? Sebab

[02:15:00] saya nak supaya kita semua faham bahawa

[02:15:02] dalam hidup ni semua benda akan menjadi

[02:15:04] pernah bila sampai waktu dia. Tak ada

[02:15:06] benda yang sebenarnya kekal.

[02:15:08] Dia sebenarnya berbalik pada satu cerita

[02:15:10] legenda, cerita bohong. Sapi seorang

[02:15:13] raja ni dia

[02:15:15] kata dia mencari siapa saja pendeta

[02:15:18] ataupun orang cerdik pandai yang boleh

[02:15:19] buat dia rasa bahagia.

[02:15:21] Hmm.

[02:15:22] Dia panggil satu orang

[02:15:24] bagi tahu aku satu nasihat yang boleh

[02:15:26] buat aku rasa bahagia. Satu orang

[02:15:28] datang, dia kata tak. Satu orang datang.

[02:15:32] Engkau kena selalu mengumpul kekayaan

[02:15:34] tak? Satu orang datang. Engkau kena

[02:15:37] selalu mempunyai wanita-wanita cantik di

[02:15:39] kelil engkau. Tak.

[02:15:40] Hmm.

[02:15:41] Semua tak. Dia cari cari cari cari.

[02:15:43] Tiba-tiba dia panggil seorang ni seorang

[02:15:45] pendeta yang besar. Seorang orang kata

[02:15:48] apa? Dalam cerita tu disebut sebagai

[02:15:50] seorang sufi.

[02:15:51] Ya. Sufi.

[02:15:52] So dia tanya, "Bagi aku satu nasihat

[02:15:55] yang buat aku yang boleh buat aku

[02:15:58] bahagia.

[02:16:00] Dia kata, "Aku akan bagi kau satu

[02:16:02] nasihat. Nasihat ni kalau kau pegang,

[02:16:05] kau akan bahagia." Apa nasihat tu? Dalam

[02:16:08] apa saja keadaan kau fikir ni, this two

[02:16:12] short pas

[02:16:14] ini pun akan berakhir.

[02:16:17] Kalau kau tengah happy itu pun akan

[02:16:20] berakhir. Kalau kau tengah tak happy,

[02:16:23] tengah sedih, itu pun akan berakhir.

[02:16:26] Bila kau pegang benda ni,

[02:16:28] kau akan bahagia.

[02:16:30] This two sh pass. Wow.

[02:16:35] Terkejut raja tu. Dia pegang benda tu.

[02:16:37] Dia bahagia.

[02:16:38] Masya-Allah.

[02:16:39] Dia rasa tenang kerana dia tahu kata apa

[02:16:41] benda pun

[02:16:42] akan berakhir.

[02:16:43] Tu yang saya namakan itulah inspirasi

[02:16:45] saya menamakan ini sebagai sekadar

[02:16:47] pernah. Kalau kita pegang kata keadaan

[02:16:49] kita ni pun hanya sekadar pernah. Kita

[02:16:52] takkan letakkan harapan yang tertinggi

[02:16:53] pada apa. Kalau kita bahagia, kita tahu

[02:16:55] kata bahagia ni berpada-padalah sikit.

[02:16:57] Hmm. Hmm. Sebab dia berlalu bahagia.

[02:16:59] Kita tak nak spoil the mood pun. Tapi

[02:17:01] kita tahu kata this tu pass.

[02:17:03] Hmm.

[02:17:06] Apa lagi bila kita dalam keadaan sedih.

[02:17:07] Sedih.

[02:17:09] Thisu short.

[02:17:09] Sedih pun akan berlalu.

[02:17:10] Ya. Tak payahlah orang kata apa? Sedih

[02:17:13] sangat kan? Sedih tapi jangan

[02:17:15] over sangat. Sebab this two short pass.

[02:17:19] Sama juga sakit eh.

[02:17:20] Sama juga sakit.

[02:17:21] Sama juga sihat.

[02:17:22] Sama juga sihat kan. Semua benda akan

[02:17:25] berada pada tahap sampai masanya ia akan

[02:17:27] menjadi pernah. Ni adalah idea buku ni.

[02:17:31] Sebab tu dekat prolog saya tulis pasal

[02:17:32] cerita tu. Saya tulis kenapa pernah ni

[02:17:35] mesti menjadi kita punya pegangan

[02:17:36] prinsip hidup kita. Dan dalam

[02:17:38] cerita-cerita macam ni saya selitkan

[02:17:40] banyak benda mesej yang sama. Mesej

[02:17:42] tentang pernah kita jumpa orang kita

[02:17:45] sakit hati dengan orang jangan risau.

[02:17:48] Sampai masa orang tu dengan kita, tarikh

[02:17:51] tamat dia akan ada.

[02:17:52] Mm. tak tahu tak tengok. Oh

[02:17:54] macam mana entah hidup kita dah lain,

[02:17:57] dia pun hidup dengan yang lain dan kita

[02:17:58] pun dah tak tahu apa keadaan dia macam

[02:18:00] mana sekarang.

[02:18:00] Ya. Ya.

[02:18:01] Sebab pernah tu sudah pun berlaku.

[02:18:04] Dia sudah pun menjadi bahagian daripada

[02:18:06] pernah dalam hidup kita.

[02:18:07] Hmm.

[02:18:09] Jumpa orang baru jangan invest sangat.

[02:18:11] Saat lagi kita kecewa sebab sampai masa

[02:18:13] dia pun akan jadi pernah dalam hidup

[02:18:14] kita.

[02:18:15] Hmm. H dia semua berada dalam kitaran

[02:18:19] itu bahawa semua akan menjadi perenah

[02:18:21] bila sampai waktunya. Cuma dalam ni saya

[02:18:24] banyak cerita tentang pengalaman saya

[02:18:26] membangunkan tentang kita.

[02:18:27] Oh.

[02:18:29] A saya cerita tentang

[02:18:30] Oh cerita tentang kita di sebalik

[02:18:32] tentang kita tu ada dalam ni.

[02:18:34] Tajuk yang mana satu ni?

[02:18:35] A

[02:18:37] your company your energy kan?

[02:18:38] Yang tu pun sama.

[02:18:39] Di sebalik tentang kita macam mana saya

[02:18:41] start dengan tentang kita

[02:18:43] apa yang saya buat. tentang kita ni

[02:18:45] sebab saya mula dengan seorang-seorang

[02:18:46] doktor.

[02:18:47] Oh seronok ah kalau baca ni rasa sehari

[02:18:48] boleh habis ni eh.

[02:18:49] Dia sehari a habis doktor. Kalau doktor

[02:18:51] betul-betul baca tu ya Allah tapi kena

[02:18:53] sembahyang dululah doktor. Tak

[02:18:55] lepas tu baru habis dia banyak saya

[02:18:57] cerita banyak dekat sini tentang

[02:18:59] leadership

[02:19:00] a tentang macam mana kita apa nama a

[02:19:03] define kita punya energy dalam company

[02:19:05] kita.

[02:19:06] Hmm.

[02:19:06] Your company your energy. Saya selalu

[02:19:07] pesan benda tu. Di antara salah satu

[02:19:09] tanda bahawa kita adalah seorang

[02:19:10] pemimpin yang baik adalah bila kita tahu

[02:19:13] cara untuk tidak menjangkiti

[02:19:16] pejabat kita, company kita, staf kita,

[02:19:18] kerisauan-kerisauan kita. Jangan

[02:19:20] jangkitkan kerisauan kita dengan mereka.

[02:19:23] Kita risau pasal revenue. Tak semua

[02:19:24] orang kena risau macam kita.

[02:19:26] Hmm. Faham?

[02:19:27] Bila kita jadi orang yang selalu always

[02:19:30] bawa kerisauan tu kepada semua orang

[02:19:32] kena rasa ni company semua orang kena

[02:19:33] rasalah kesusahan company kan. Ya.

[02:19:36] Kita tidak membina kebahagiaan dan juga

[02:19:38] pasen. Kita membina fear.

[02:19:40] Hmm.

[02:19:41] Dan benda tu tak sesuai.

[02:19:42] Yang patutnya kena risau adalah orang

[02:19:44] yang berakkauntabiliti lah. Siapa dia?

[02:19:45] Hate

[02:19:46] faham.

[02:19:47] Yang kita paksa semua sampai cleaner pun

[02:19:48] kena risau pasal revenue company ni.

[02:19:50] Pasal apa?

[02:19:50] Apa kaitan dia kan?

[02:19:51] So your company, your weather, you are

[02:19:53] the weather of the company. Cuaca

[02:19:55] company tu kita.

[02:19:56] Hmm.

[02:19:58] Salah satu tanda bawa orang kekal lama

[02:20:00] bekerja dekat satu-satu syarikat ni

[02:20:02] research adalah the weather of the

[02:20:04] company.

[02:20:05] Okey,

[02:20:06] mungkin company tu tak bagilah increment

[02:20:07] tinggi-tinggi tapi dia tahu kata company

[02:20:09] ni

[02:20:12] ada masalah. Tapi masalah tu dia tak

[02:20:14] paksa semua orang kena selesai masalah

[02:20:16] dia.

[02:20:17] Hmm.

[02:20:17] Ni ada setengah-setengah leader ni dia

[02:20:18] nak bagi semua orang rasa kerisauan dia.

[02:20:21] Dia cerita kerisauan tu dapat tengah

[02:20:24] cari-cari kan. Esok tu dia kata kita tak

[02:20:26] ada duit kita kena cari lagi duit lah.

[02:20:29] Faham?

[02:20:29] Bukan tak bagus. Faham. Saya faham kita

[02:20:31] nak bagi semua orang involve. Ya.

[02:20:33] Tapi you decide you nak company macam

[02:20:35] mana.

[02:20:35] Hmm.

[02:20:37] You nak company yang weathernya adalah

[02:20:38] fear,

[02:20:40] weathernya adalah worry, weathernya

[02:20:42] adalah concern, asyik concern setiap

[02:20:45] masa ataupun you nak company yang orang

[02:20:48] akan tanya aku payed aku banyak ni pasal

[02:20:50] apa aku kena fikir sampai tinggi macam

[02:20:51] ni. Tapi dah nak buat macam mana depa

[02:20:53] kena fikir kita pun.

[02:20:54] Ya.

[02:20:55] Lama-lama ada orang yang ambil benda tu

[02:20:56] sebagai cabaran tapi ada orang ambil

[02:20:58] benda tu sebagai

[02:21:00] asyik-asyik masuk kerja, masuk ofis.

[02:21:02] kerisauan weather of the company kita

[02:21:04] yang decide. Orang lain tak boleh

[02:21:05] decide. Penting benda tu saya tulis kat

[02:21:08] sini sebab benda tu jarang diceritakan.

[02:21:10] Saya tulis

[02:21:12] hmm tu pun saya tulis macam-macam saya

[02:21:13] tulis doktor.

[02:21:14] Oh banyak ah tajuk-tajuk dia pun

[02:21:15] tajuktajuk dia the same river twice.

[02:21:18] Ni saya ni saya terkesan ni doktor. Saya

[02:21:22] terkesan dengan satu puisi daripada

[02:21:26] A Samad Said. Pak Samad pesawan negara

[02:21:28] kita.

[02:21:29] Dia kata pantai yang kita pijak itu

[02:21:32] tidak lagi sama.

[02:21:34] Gini doktor doktor nampak macam macam tu

[02:21:36] kan? Nampak betapa pujnya ayat ni dan

[02:21:38] betapa ketuhanannya ayat ni. Bila kita

[02:21:41] duduk kat pantai doktor, kita letak kaki

[02:21:44] kita,

[02:21:46] ombak kena kat kaki kita.

[02:21:48] basah kaki kita

[02:21:49] ya

[02:21:50] ombak pi balik kita biar kaki kita ombak

[02:21:53] yang kedua tu doktor ombak yang sama ke

[02:21:57] yang sama ke tak

[02:21:58] ha tak tahu tak kut

[02:22:00] taklah doktor

[02:22:03] ombak yang pertama tadi kena kaki kita,

[02:22:05] dia patah balik ombak yang kedua bukan

[02:22:08] lagi air yang sama

[02:22:09] ya sebab dia Okey faham

[02:22:11] h dia nak cerita tentang

[02:22:15] sekecil-kecil itu pun dah berlalu.

[02:22:18] Sekecil-kecil itu pun berlalu.

[02:22:21] Masya-Allah.

[02:22:22] Dan tidak akan ada pengulangan.

[02:22:24] Kita pijak sungai tu yang kita pijak tu

[02:22:29] tak pernah sama. Kita pijak lepas tu

[02:22:30] kita angkat kaki. Kita pijak. Kita pijak

[02:22:32] air yang sama ke tak?

[02:22:33] Tak.

[02:22:35] Ni nak cerita pasal takdir dan juga

[02:22:36] ketetapan dalam hidup kita. Kita takkan

[02:22:39] pernah mengulang benda yang sama dalam

[02:22:41] hidup kita.

[02:22:42] Masya-Allah.

[02:22:43] dah.

[02:22:46] Sungai yang kita pijak, pantai yang kita

[02:22:48] pijak, ombak yang kena kat kaki kita,

[02:22:50] semuanya adalah ombak yang tidak sama.

[02:22:54] Betapa besarnya rahmat Tuhan menciptakan

[02:22:56] benda yang takkan mungkin boleh diulang

[02:22:58] ni. A

[02:22:59] hmm. You cannot step into the same river

[02:23:01] twice. Tu maksud dia. Tak, kau takkan

[02:23:04] boleh pijak sungai yang sama dua kali.

[02:23:06] Dengan kefahaman tu pun sebenarnya dah

[02:23:08] banyak menyembuhkan eh. dah banyak pasal

[02:23:10] takdir.

[02:23:11] Pasal bila kita tengok benda-benda ni

[02:23:13] bayangkan ni takkan berulang dah ni. Tu

[02:23:15] solat maukuah.

[02:23:18] Solat terikat dengan liwaktihinnah

[02:23:20] mauuta. Terikat dengan waktunya sebab

[02:23:22] solat pada waktu tu tak sama dengan

[02:23:24] solat yang sama. Zohor pada waktu zohor

[02:23:25] tu esok tak sama.

[02:23:26] Tak sama. Yes.

[02:23:28] Kita cerita itu hari kan. Ha ni yang

[02:23:30] daripada sini yang saya akhirnya I

[02:23:32] nampak kenapa solat tu jadi mau saya

[02:23:34] seorang-seorang duk macam tu duk fikir

[02:23:35] seorang-seorang.

[02:23:37] Eh ini kaitan dia kan.

[02:23:41] Boleh kat sini. Tapi hak refleksi solat

[02:23:43] waktu tu dekat buku solat.

[02:23:46] Oh faham.

[02:23:48] Jadi sebab tu dia kena ada lagi satu

[02:23:51] a sebab proses tu banyak benda yang

[02:23:53] Okey.

[02:23:53] Yang ni banyak mindset. Yang ni saya

[02:23:55] cerita banyak mindset.

[02:23:56] Step into the same river twice.

[02:23:58] Seb refleksi ni pasal solat. Yang ni

[02:23:59] banyak mindset, banyak live.

[02:24:01] Hmm.

[02:24:01] Saya saya selalu cadangkan kalau orang

[02:24:03] tanya nak baca buku saya yang mana saya

[02:24:05] cadangkan dua-dua.

[02:24:06] Hmm. Hm.

[02:24:07] Sebab yang ni untuk kita baca tambah

[02:24:09] baik horizon cara fikir kita. Yang ni

[02:24:12] untuk kita baca solat kita.

[02:24:13] Ni untuk solat. Dan ni untuk kita punya

[02:24:14] cara fikir eh.

[02:24:15] Cara fikir relate live kita macam mana

[02:24:17] tengok hikmah. Banyak benda yang cerita

[02:24:19] kat sini saya best. Ahah. Even partl

[02:24:21] saya cerita dekat sini pasal saya buat

[02:24:24] kerja saya dekat dim tu pun yang cleaner

[02:24:28] saya cerita kat

[02:24:28] oh ada dalam ni eh. Masya-Allah.

[02:24:31] Sebenarnya banyak saya cerita tu banyak

[02:24:32] yang dalam buku dah sebenarnya.

[02:24:34] Ha

[02:24:37] tapi bila saya baca tajuk T cerita pasal

[02:24:40] sungai dan

[02:24:42] pantai ombak tadi

[02:24:43] ombak dan tajuk buku ni sekadar pernah

[02:24:44] tu

[02:24:45] saya pernah ada fasa yang

[02:24:47] dalam syarikatlah kan yang kami discuss

[02:24:49] tak ada solusi, tak ada jalan keluar.

[02:24:52] Oh

[02:24:53] jadi last sekali entah macam mana

[02:24:56] a sebab saya pernah terbaca ke saya

[02:24:58] pernah mendengar saya tak pasti. Dia

[02:25:00] kata apabila kita tidak ada jalan

[02:25:01] keluar,

[02:25:03] masa adalah ubat dia.

[02:25:08] So

[02:25:09] kita nak buat A pun tak kena, buat B pun

[02:25:12] tak kena kan.

[02:25:12] Kita biar ajelah.

[02:25:13] So kita biar ajelah.

[02:25:14] Biar masa berlalulah.

[02:25:15] So dengan dengan izin Allah, dengan masa

[02:25:17] yang berlalu tu semua benda tu selesai

[02:25:19] dengan cantik. Masya-Allah.

[02:25:21] Kita takkan pernah tahu kan?

[02:25:22] Hmm. Sekadar pernah. Cantik ayat ni.

[02:25:25] Cantik kan? Masya-Allah.

[02:25:29] yang cerita pasal cerita pasal ayah

[02:25:31] seorang ayah mengajar kita erti kalah

[02:25:33] kat sini

[02:25:34] ah. Oh sini.

[02:25:36] Kenapa ayah makin diam?

[02:25:38] Semua buku-buku tfai semua kertas ni eh.

[02:25:40] Saya sangat sukalah kertas ni.

[02:25:41] Ha ni memang kita orang punya SOP lah.

[02:25:43] Kita orang memang pakai kertas yang

[02:25:44] mahal. Kertas ni dia beza dengan kertas

[02:25:46] putih. Kertas putih tu dia panggil

[02:25:48] kertas kertas biasa tu kan.

[02:25:49] Saya dulu ingat kertas ni kan kertas

[02:25:52] recycle

[02:25:53] bukan dia a

[02:25:54] rec. Saya ingatkan kertas ni murah

[02:25:56] daripada kertas putih. Rupanya kertas ni

[02:25:57] lagi mahalah.

[02:25:58] Kertas ni lagi mahal sebab kertas ni

[02:25:59] lagi ringan doktor. Hmm. So

[02:26:01] kalau kita

[02:26:01] dia ringan dah sedap mata memandang

[02:26:03] sedap a dan dia tidak dia ada experience

[02:26:05] reading kita, kita dia takkan silau

[02:26:07] sangat.

[02:26:07] Dia tak penat kan.

[02:26:07] Ha dia tak penat sangat baca tu. Saya

[02:26:09] try tau. Dulu saya baca kertas putih tu

[02:26:11] kan, dia ada penat dia tahu mata kita

[02:26:12] nak tangkap tu kan.

[02:26:14] Bila baca kertas ni dia lebih relaks

[02:26:15] sikit.

[02:26:16] Ya.

[02:26:16] Dan semua buku-buku tentang kita akan

[02:26:18] saiz yang sama dengan guna kertas yang

[02:26:19] sama.

[02:26:21] Oh

[02:26:21] kertas yang sama sebab kertas ni

[02:26:22] Oh saiz pun sama.

[02:26:23] Saiz pun semua sama. Oh

[02:26:26] dan kertas ni dan kalau beli dua ni

[02:26:28] doktor saya nak cerita tambah sikit

[02:26:29] promot kita lupa nak promote buku ni ha

[02:26:31] ya

[02:26:31] kalau beli dua buku

[02:26:32] tak masuk lagi slot promote buku

[02:26:33] sebenarnya

[02:26:35] promote buku kalau beli dua selalunya

[02:26:38] saya akan bagi hadiah

[02:26:39] yang ni

[02:26:40] ni hadiah saya bagi tambahan

[02:26:42] yang ni ni saya nak bagi hadiah

[02:26:44] ya

[02:26:45] saya buat ni untuk diri saya untuk saya

[02:26:47] sendirilah improve saya nak kumpul zikir

[02:26:49] yang Nabi baca pagi dan petang

[02:26:52] oh saya nak kumpul Oi. Lepas tu

[02:26:55] tiba-tiba geng-geng kelas sayalah kan

[02:26:58] kata, "Encik Faiz, bukukanlah. Kami pun

[02:27:01] nak baca juga."

[02:27:04] Jadi saya pun bukukan. Tiba-tiba bila

[02:27:07] buku kan jadi orang I menariknya benda

[02:27:10] ni kan. Saya sebenarnya tak fikir pun

[02:27:12] kata benda ni apa. Saya cuma nak

[02:27:14] kumpulkan Nabi baca apa.

[02:27:15] Hmm.

[02:27:16] Supaya kita ada satu buku yang jenis.

[02:27:17] Saya memang ni buat untuk saya tahu

[02:27:19] sebenarnya doktor ni. Saya saya bawa

[02:27:20] dengan saya macam ni sebab saya nak

[02:27:22] pegang senang. Senang.

[02:27:25] Lepas tu tengok saya design pun hitam

[02:27:26] sebab saya tahu kata eh saya suka benda

[02:27:28] macam ni.

[02:27:29] Simple kan?

[02:27:29] Simple. Saya bubuh Faz Guru ni saya tak

[02:27:31] jual ni. Ramai orang nak beli. Saya kata

[02:27:33] saya tak jual sebab saya tak ada HBN apa

[02:27:35] lagi hak ni. Ni kata saya buat ni untuk

[02:27:38] saya kan. Tapi sebab orang kalau saya

[02:27:41] orang beli dua ni saya bagilah hadiah

[02:27:43] satu ni. Dapatlah hadiah Zikir Harian ni

[02:27:46] free.

[02:27:46] Hmm. Tapi saya suka sebab dia ada nas

[02:27:48] ah. Ya. Dia saya sebutkan ni kat sini

[02:27:52] dia ada dia punya senarai semak. So kita

[02:27:54] boleh gores bila kita dah baca. H

[02:27:57] dia ada dia ada 30

[02:27:59] 30 zikir. So kita boleh baca setiap hari

[02:28:02] sampai sebulan kita ulang ulang ulang.

[02:28:04] Oh bestnya. Dia ada hadis

[02:28:05] dan dia ada hadis dan dia cerita hadis

[02:28:07] tu cerita bila Nabi baca dan ada takhrij

[02:28:10] hadis tu.

[02:28:11] Hmm. rujukan dia dekat mana? Dekat sebut

[02:28:14] dekat mana?

[02:28:14] Sebab saya pernah ada satu fasa yang

[02:28:16] apabila saya menghafal zikir pagi petang

[02:28:19] tu mak surat tu kan. Kemudian saya

[02:28:21] terjumpa satu hadis ustaz tu baca

[02:28:23] tentang kelebihan membaca ayat ni. Saya

[02:28:25] kata is

[02:28:27] selama ni baca aje eh

[02:28:28] selama dan kita baca dalam keadaan kita

[02:28:30] tak ada satu motivasi kan.

[02:28:33] So saya pernah niat eh alangkah bestnya

[02:28:35] kalau boleh tahu di sebalik bacaan ni

[02:28:37] apa hadis dia kan.

[02:28:39] Adalah niat tu

[02:28:40] adalah.

[02:28:40] Masya-Allah. So inilah jawapan dia.

[02:28:42] Ni jawapan dia. So nombor satu macam

[02:28:43] biasalah favourite sayalah saya duk

[02:28:45] istighfar. Saya duduk istighfar.

[02:28:47] Yang ni saya selalu kata kat orang letak

[02:28:48] dalam kereta jangan letak dekat phone.

[02:28:52] Confirm kita akan tak baca sebab dia

[02:28:53] distraction.

[02:28:54] Tulis atas kertas dan atas atas not

[02:28:57] kertas tu pelekat dekat PC tu kat tempat

[02:28:59] kerja

[02:29:00] pelekat dekat kereta.

[02:29:01] Ini baca pagi dan petang.

[02:29:02] Masya-Allah.

[02:29:03] Ini semua adalah zikir-zikir yang dibaca

[02:29:04] oleh Nabi pagi dan petang.

[02:29:06] Masya-Allah. dan juga disediakan apa

[02:29:08] yang er apa dia punya nas dia. Nas dia

[02:29:10] apa dan juga kelebihan dia apa. Berapa

[02:29:13] kali baca semua ada kat sini.

[02:29:14] Insya-Allah. Ni saya bagi free. Saya tak

[02:29:16] jual ni.

[02:29:17] Oh ni tak jual.

[02:29:18] Ni tak jual.

[02:29:18] Dan kalau orang nak beli ni saja tak

[02:29:19] bolehlah. Tak boleh ah. Sebab ada depa

[02:29:21] duk kata tolonglah jual. Saya kata eh ya

[02:29:23] Allah sabarlah ustaz. Sebab dia tak

[02:29:24] boleh jual sebab saya memang tak minta

[02:29:26] ASBN ke apa.

[02:29:27] Faham?

[02:29:28] Ini saya tak daftar ke sebagai buku. Dia

[02:29:30] tak dia tak legall lah untuk dijual.

[02:29:32] Tapi saya akan bagi free sebab dia

[02:29:33] hadiah. Kalau membeli dua buku.

[02:29:36] Dapat satu yang ni.

[02:29:37] Dapat satu ni.

[02:29:38] Masya-Allah.

[02:29:39] Kalau beli satu tak dapatlah sebab ni

[02:29:41] tak banyak.

[02:29:44] Masya-Allah.

[02:29:45] Ni dua bukulah.

[02:29:49] Hmm. Cantik. Sebab dia pun satu page

[02:29:51] satu doa kan. Satu page satu doa. Dia

[02:29:53] tak adalah senget-senget.

[02:29:54] Satu doa. Ah simple. Dia sekali baca

[02:29:56] okey dah habis. Kalau tak boleh baca

[02:29:58] semua pun satu hari baca satu tak apa

[02:30:00] dah.

[02:30:00] Hmm.

[02:30:01] Cuma dia pagi dan petang.

[02:30:04] So maksudnya dia boleh dibaca pagi dan

[02:30:05] juga petang.

[02:30:07] So

[02:30:09] apa yang tuan Faiz buat ni sebenarnya

[02:30:10] dia adalah fardu kifayah tau. Fu kifayah

[02:30:13] tu adalah apa tahu adalah

[02:30:16] orang-orang yang

[02:30:18] sebab saya adalah orang yang sangat

[02:30:19] appreciate

[02:30:21] design estetik ni macam setting whatever

[02:30:25] kan.

[02:30:26] Ni duk kat mana ni duk kat mana

[02:30:29] itu memang

[02:30:30] 100% sayalah. Oh,

[02:30:31] saya punya manager memang dia akan minta

[02:30:33] saya punya approval lah daripada awal.

[02:30:34] Kalau yang ni contohnya delete balik

[02:30:36] video ni,

[02:30:37] oh

[02:30:37] sekecil-kecil tu kan. Tapi sekarang

[02:30:39] taklah 100% tapi saya sangat me

[02:30:43] menghargai ataupun appreciate lah benda

[02:30:44] tu kan.

[02:30:45] Hmm.

[02:30:46] Dan benda-benda tu jarang-jarang dapat

[02:30:48] dalam buku-buku yang bersifat keagamaan

[02:30:51] kan. Sebab kadang-kadang bila saya ada

[02:30:54] buku zikir pagi petang tu maksud tu

[02:30:55] kadang-kadang dia sini satii dia kena

[02:30:58] sambung merosak ni kan.

[02:31:00] Jadi kita ada satu perasaan yang ah

[02:31:02] alangkah cantiknya kalau dia tersusun.

[02:31:05] Faham tak? Makud maksud saya. Faham

[02:31:07] faham faham faham.

[02:31:09] Masya-Allah.

[02:31:09] Sebab saya macam tu doktor.

[02:31:11] Oh ya.

[02:31:11] Saya adalah orang yang a appreciate the

[02:31:14] beauty. Saya sangat appreciate the the

[02:31:16] seni art dia. Saya sangat suka.

[02:31:18] Saya adalah orang yang kalau saya buat

[02:31:20] tu saya rasa tak lawa. Saya tak ni.

[02:31:22] Hmm.

[02:31:23] Saya memang tak boleh cover. Semua saya

[02:31:24] buat sendiri.

[02:31:25] Hmm. Semua buat sendiri.

[02:31:26] Designer saya sakit hati dengan saya.

[02:31:28] dia Anis nama dia. Dia kata B Faiz ni

[02:31:31] semua saya tak boleh buat hak ni. Tak

[02:31:32] apa, His buat dalam sebab saya dah bagi

[02:31:34] dah. Macam mana saya nak yang dalam tu

[02:31:35] dah tahu. Tapi cover selalunya saya akan

[02:31:37] buat sendiri.

[02:31:38] Saya akan always ada something yang saya

[02:31:39] nak buat sendiriah. Saya akan a at least

[02:31:43] benda tu saya sendiri touch ah.

[02:31:44] Ya.

[02:31:45] So macam cover macam ni kan.

[02:31:46] Ha tak. So dia macam jadi satu identiti

[02:31:48] lah. Kalau cover t kita dia mesti sangat

[02:31:51] berbeza.

[02:31:52] Ya.

[02:31:53] Dia bukan orang kata apa cover kita ni

[02:31:54] memang lain ah. Memang memang saya

[02:31:57] memang macam tu. kan

[02:31:58] solat kat atas. Ha saya memang kalau

[02:31:59] macam ni duk tengok dulu tak pernah

[02:32:02] terfikir atas buku baca macam ni.

[02:32:05] Aha

[02:32:05] tapi cover macam ni.

[02:32:08] Oh haahlah senget eh.

[02:32:10] Ha cover dia kena baca macam tu.

[02:32:11] Oh sebab apa

[02:32:13] saja?

[02:32:14] Oh

[02:32:14] saya nak bagi lain. Saya nak bagi supaya

[02:32:17] a ada kelainan. Orang boleh ingat. Orang

[02:32:19] boleh capture benda ni lain dan

[02:32:22] berbeza.

[02:32:22] Dan baru saya tahu buku ni tentang

[02:32:24] refleksi 30 juzuk Quran. Ha

[02:32:26] selama ni dia lalu kat timeline tu saya

[02:32:28] kata ni buku

[02:32:30] buku apa saya buku tentang healing

[02:32:32] sahaja

[02:32:33] dan saya memang tak akan tulis tajuk

[02:32:34] direct macam contoh kecuali solatlah

[02:32:36] sebab solat saya memang target kan ni

[02:32:37] saya tak tulis refleksi 30 juzuk saya

[02:32:40] akan tulis satu tajuk yang saya pilih

[02:32:42] yang pada saya dia sangat emotionally

[02:32:44] relatable

[02:32:45] hm

[02:32:45] cuma aku luka aku dan tuhanku dan saya

[02:32:47] itulah mesej saya nak sampaikan dalam

[02:32:48] kita nak refleksi 30 juzuk Quran benda

[02:32:51] yang paling penting adalah macam mana

[02:32:52] kita nak cari kita dalam aa

[02:32:55] ratusan dan juga lambakan ayat Quran tu

[02:32:58] ya.

[02:32:58] Di mana kita?

[02:33:00] Itu yang saya nak nak tekankan kita ada.

[02:33:03] Allah tak pernah bercakap benda yang tak

[02:33:05] tak ada kaitan dengan kita.

[02:33:08] Oh

[02:33:08] tu yang saya nak tekankan dalam Quran.

[02:33:10] Bila kita faham Quran, kita tahu kata eh

[02:33:13] kita ada kat situ.

[02:33:15] Sebab selalu kita rasa dia nak ambil ni

[02:33:17] tentang

[02:33:19] cerita orang lain orang lain semua kan.

[02:33:21] No. Kalau kita zoom dalam-dalam macam

[02:33:22] saya kata tapi perspektifnya samalah

[02:33:24] doktor bahasa.

[02:33:26] Hmm.

[02:33:27] Saya punya pendekatan always bahasa,

[02:33:29] linguistik dan juga refleksi daripada

[02:33:31] bahasa tu.

[02:33:33] Hmm.

[02:33:34] Masya-Allah.

[02:33:35] Tak sempat kita nak sungguh

[02:33:37] ni.

[02:33:38] Tak apa tak apa. MasyaAllah. Nanti nanti

[02:33:39] nanti.

[02:33:40] So kita bersambung nanti di kemudian

[02:33:41] hari kalau ada rezeki dan ada keizinan

[02:33:44] Allah izinkan

[02:33:45] kita sambung kita punya

[02:33:47] a apa istilah dia eh

[02:33:49] sembang buku kuliah podcast buku

[02:33:51] coffee talk.

[02:33:52] Tapi saya suka minum coffee.

[02:33:54] Ha saya sukalah dengan saya

[02:33:55] jarang-jarang a podcast yang memang

[02:33:58] peruntukkan untuk sembang buku.

[02:33:59] Selalunya selit-selik ah. Ya.

[02:34:01] Saya ingat kata podcast yang jarang

[02:34:03] sembang buku ni yang memang peruntukkan

[02:34:05] buku bukannya produk-produk yang

[02:34:07] ya

[02:34:07] lain. Saya faham kata produk lain ni

[02:34:09] kadang-kadang keperluan dia tinggi.

[02:34:11] Buku ni dia bukan keperluan yang tinggi.

[02:34:13] Orang kalau ada duit better aku beli

[02:34:15] makanan dulu kan beli buku kan. Kan tapi

[02:34:17] saya sangat appreciate lah kalau ada

[02:34:18] macam podcast. Oh cerita pasal buku.

[02:34:20] Ya ustaz. Saya memang macam dengan apa

[02:34:22] beberapa penulis lain pun memang saya

[02:34:24] sangat appreciate sesi macam ni sebab

[02:34:26] sebab dia tak sama. Kita hanya membaca

[02:34:30] dan kita membaca dalam keadaan kita dah

[02:34:32] dapat

[02:34:34] feelings tu sebelum sebab dia kan buku

[02:34:36] kan. Kalau kita pi baca tajuk kita pun

[02:34:38] beli.

[02:34:40] Kadang-kadang kita tak sempat nak put

[02:34:41] effort pun untuk dapat feel buku tu.

[02:34:44] Benda tu pun dah berlalu.

[02:34:46] Sebab saya percaya satu benda dan benda

[02:34:48] ni pun baru saya

[02:34:50] dia sebut apa tahu kawan saya sebut ni.

[02:34:51] Dia kata salah satu ciri-ciri orang yang

[02:34:54] berjaya dan er apa satu leader yang

[02:34:57] kedua adalah orang yang berjaya adalah

[02:34:59] first keinginan membeli buku belum baca

[02:35:01] lagi.

[02:35:02] Oh

[02:35:03] bila kita ada perasaan nak beli kita

[02:35:04] tengok tu eh nak beli itu adalah

[02:35:06] ciri-ciri orang yang berjaya ataun

[02:35:07] ciri-ciri leader. Walaupun kita beli tak

[02:35:09] baca.

[02:35:09] Oh

[02:35:10] cukup sekadar kita

[02:35:11] nak beli tu

[02:35:11] nak beli tu

[02:35:13] sebab tak semua orang ada perasaan nak

[02:35:14] tambah baik hidup dia tu pun.

[02:35:15] Betul. Betul. W

[02:35:17] decision untuk buat keputusan nak

[02:35:18] membeli tu adalah orang yang berjaya

[02:35:21] dah. Oh maksudnya kalau dia ada nak beli

[02:35:24] tu maksudnya dia nak tambah baiklah

[02:35:25] hidup dia.

[02:35:26] Yes. Oh

[02:35:26] walaupun benda tu sekadar terduduk di

[02:35:28] rak dan tak pernah baca pun

[02:35:30] tapi kerana nak itu telah menjadikan

[02:35:31] kita adalah orang yang ada keinginan

[02:35:33] untuk tambah baik dalam hidup.

[02:35:34] Yes. Kita decide untuk beli, kita spend

[02:35:35] duit dan benda tu duuk kat situ.

[02:35:38] Bila-bila kita nak buka, kita boleh

[02:35:39] buka. Tapi decision nak membeli tu

[02:35:41] adalah decision orang yang berjaya. A

[02:35:43] sebut

[02:35:43] macam

[02:35:44] sebab saya sendiri pun kita beli banyak

[02:35:46] buku tapi yang kita baca sikit a

[02:35:48] kadang-kadang kita baca rujuk sikit kan.

[02:35:50] Taklah baca semua pun.

[02:35:51] Betul. Betul. Saya selalu rasa macam

[02:35:52] buku ni macam jodoh doktor.

[02:35:54] Kita akan beli tapi belum tentu kita

[02:35:56] akan lekat dengan jodoh tu. Buku macam

[02:35:58] jodoh.

[02:35:59] Hmm.

[02:35:59] Beli a semua tapi tak semua kita akan

[02:36:01] suka dan tak semua kita akan baca dan

[02:36:03] sampai hadam.

[02:36:03] Hmm. Faham?

[02:36:04] Dan saya sangat faham sebagai penulis

[02:36:06] kata kalau ada pembaca macam tak berapa

[02:36:07] nak ngam dengan tulisan saya. Saya kata

[02:36:09] kita tak berjodoh dan saya okey dengan

[02:36:10] benda tu.

[02:36:11] Hmm.

[02:36:12] Bahkan saya kata kalau buku tu nak patah

[02:36:13] balik pun boleh, nak bagi kat orang pun

[02:36:14] boleh. Tak ada masalah.

[02:36:16] Hmm. H

[02:36:17] sebab buku penulis dengan pembaca adalah

[02:36:19] jodoh. Setengah orang tak boleh faham

[02:36:20] flow of talk yang saya nak sampaikan

[02:36:21] dalam tulisan saya.

[02:36:23] Setengah orang rasa bahasa saya tinggi.

[02:36:24] Setengah orang rasa bahasa saya simple.

[02:36:26] Setengah-setengah ustaz kata bahasa saya

[02:36:27] tak sesuai untuk jadi buku agama.

[02:36:29] Setengah-setengah orang kata bahasa saya

[02:36:30] terlalu tinggi lah.

[02:36:33] Jadi macam kontra. So saya anggap bahawa

[02:36:34] dalam hidup ni itu adalah orang-orang

[02:36:36] yang tidak berjodoh dan tidak ngam

[02:36:37] dengan tulisan tu dan itu okey. Sebab

[02:36:38] takkan semua takkan ada penulis yang

[02:36:41] boleh menulis dan semua orang boleh

[02:36:42] membacanya kecuali Quran dan juga hadis.

[02:36:44] Masya-Allah.

[02:36:46] Quran tu adalah kalam Allah dan hadis tu

[02:36:48] adalah kalam Nabi. Jadi itu memang akan

[02:36:50] sentiasa relevan. Tapi kalau kita

[02:36:52] penulis biasa, maka tentu akan ada orang

[02:36:56] yang tak ngam dan tentu akan ada orang

[02:36:57] yang

[02:36:58] tak berapa okey dan itu okey. Saya faham

[02:37:00] benda tu. Cuma saya sangat berharap

[02:37:02] walaupun kita tidak berjodoh sebagai

[02:37:04] pembaca dan juga penulis,

[02:37:06] semoga tidak berjodoh itu juga

[02:37:07] memberikan manfaat untuk orang tu. Ya.

[02:37:10] Okey. Itu

[02:37:10] itu saya punya stail lah. Saya punya

[02:37:12] akhirnya dalam hidup saya ni saya fikir

[02:37:14] saya nak dua benda saja. Saya nak

[02:37:16] berkongsi dua benda. A makna dan juga

[02:37:19] manfaat. Kebaikan dan juga makna. Sorry.

[02:37:22] Manfaat dan juga makna. Maksudnya kalau

[02:37:24] orang tu dapat manfaat alhamdulillah.

[02:37:26] Tapi bila orang tu dapat makna

[02:37:28] masya-Allah. Makna tu bila? Makna tu

[02:37:30] bila orang tu dapat sesuatu daripada

[02:37:32] kita, dia dah ubah diri dia.

[02:37:33] Masya-Allah.

[02:37:34] Manfaat bila orang tu dapat dan dia

[02:37:35] merenung tentang benda tu cukup. Kadang

[02:37:37] dia tak ubah lagi macam saya kata tadi,

[02:37:39] solat dia tak ubah lagi. Dia terfikir ah

[02:37:42] ish aku kena improve solat aku. Cukup

[02:37:44] ah. Lepas tu dia cari buku lain. Dia

[02:37:46] dapat makna dekat buku lain. Tapi

[02:37:47] manfaat datang daripada buku kita.

[02:37:49] Oh

[02:37:49] tu pada sayalah saya defend macam tu.

[02:37:51] Makna bila benda tu jatuh dalam hati

[02:37:53] dia, dia nak ubah diri dia.

[02:37:54] Hmm.

[02:37:55] Ada orang mai kata kata kerana buku Cik

[02:37:57] Faiz ni saya setiap hari saya akan

[02:37:59] peruntukkan berapa minit untuk refleksi

[02:38:00] Quran. Okey. Itu makna yang saya

[02:38:02] alhamdulillah.

[02:38:03] Masya-Allah. dia dah mengubah diri dia.

[02:38:05] Makna adalah apa yang telah mengubah

[02:38:06] diri kita itah so kalau dapat makna saya

[02:38:10] akan kecewa. Sat lagi tak semua orang

[02:38:11] berubah kan.

[02:38:12] So saya kena ada dua benda saya mahu

[02:38:14] berkongsi manfaat dan juga makna.

[02:38:16] Dapat manfaat alhamdulillah. Makna

[02:38:18] masya-Allah

[02:38:19] masya-Allah.

[02:38:19] Dua-dua ni beri kekuatan untuk saya

[02:38:21] tulislah. Dan selalunya orang tanya apa

[02:38:23] yang saya boleh buat untuk bantu untuk a

[02:38:25] support ke apa benda ke selain darada

[02:38:27] beli buku. Saya kata doakan supaya

[02:38:29] saya selalu ada kesempatan nak menulis.

[02:38:32] Benda yang paling menguji kita sebagai

[02:38:34] manusia pada saya adalah dua benda.

[02:38:37] Kesihatan dan juga kesempatan.

[02:38:41] Ada orang sihat tapi tak sempat.

[02:38:42] Kesihatan dan kesempatan.

[02:38:43] Ada orang sihat tapi tak sempat.

[02:38:44] Betul.

[02:38:45] Ada orang tak sihat. Sempat tapi tak

[02:38:48] sihat.

[02:38:48] Ya.

[02:38:49] Doakan dua benda ni untuk saya supaya

[02:38:51] saya sendiri ada kesempatan dan juga

[02:38:52] kesihatan kemampuan untuk menulis.

[02:38:55] Selain daripada saya pun kenalah jaga

[02:38:56] diri saya kan. Ya.

[02:38:58] Tapi dalam masa yang sama kesempatan

[02:38:59] tulah benda-benda yang oh mencabar nak

[02:39:02] cari waktu menulis. Saya jujurnya ramai

[02:39:05] orang kecewa bila jemput saya event ke

[02:39:07] apa doktor saya tak dapat nak pergi

[02:39:10] sebab pagi memang saya dah tutup.

[02:39:12] Pagi memang saya kena kerja sebab tu

[02:39:14] disiplin saya kerja untuk company untuk

[02:39:16] syarikat business saya. Saya tak boleh

[02:39:17] nak abaikan pagi tu.

[02:39:18] Ya.

[02:39:19] Petang saya dah ada saya punya agenda.

[02:39:22] Meeting semua petang.

[02:39:24] Ya

[02:39:24] kan. Kadang-kadang bila orang jemput

[02:39:25] malam saya dah tak boleh weekend saya

[02:39:27] kena balik. Saya akan kena buang kena

[02:39:29] isi masa dengan keluarga. Kena

[02:39:30] peruntukkan masa.

[02:39:32] Saya kena luangkan banyak masa-masa yang

[02:39:34] saya rasa penting untuk saya dan juga

[02:39:35] tanggungjawab saya. So event tu

[02:39:38] menjadikan walaupun orang tu nak jemput

[02:39:40] ke apa, saya jadi sangat sukar untuk

[02:39:42] mencari masa kosong tu.

[02:39:43] Faham?

[02:39:43] Kerana kalau saya mula untuk kompromi

[02:39:47] masa menulis saya, saya dah mula

[02:39:51] tak adil dengan diri saya.

[02:39:52] Faham?

[02:39:52] Dia akan kacau saya. orang kata event tu

[02:39:55] cakap juga kan tuan-tuan sampai juga

[02:39:57] manfaat tak manfaat yang saya rasa

[02:39:58] paling saya nak adalah manfaat daripada

[02:40:00] tulisan bukan percakapan so dia jadi

[02:40:03] sangat sukar sebab tu saya kata saya

[02:40:05] pernah buat track saya kata saya sangat

[02:40:07] hargai a podcast sebab saya tak sempat

[02:40:10] nakcakap pada waktu yang saya nak buat

[02:40:12] sendiri tak sempat

[02:40:13] ya

[02:40:13] sebab saya tak nak kacau waktu menulis

[02:40:16] waktu menulis tu kan so bila ada podcast

[02:40:17] macam ni saya sempatlah explain pasal

[02:40:19] buku ni

[02:40:21] dan saya pun tak saya bukanlah saya edit

[02:40:23] kan ah team doktor yang edit macam saya

[02:40:24] kata alhamdulillah

[02:40:26] maksudnya Tuhan menghadirkan orang-orang

[02:40:27] yang mengusahakan proses tu sampai capai

[02:40:29] kepada audiens dia sampai kepada orang

[02:40:32] yang memukan

[02:40:33] kita tak kita tak sempat

[02:40:35] sebab saya dah peruntukkan menulis kalau

[02:40:37] saya tak menulis pagi tu

[02:40:39] saya sendiri tahu kata stabilize hidup

[02:40:40] saya ni hanya bila saya menulis pagi

[02:40:43] hmm

[02:40:44] saya tak boleh tak nak teruskan hidup

[02:40:45] kalau saya tak menulis saya tak boleh

[02:40:47] nak regulate feeling itulah dia macam

[02:40:50] benda yang kalau benda tu tak tak buat

[02:40:53] hari tu tak complete lah.

[02:40:54] Tak complete. Saya rasa eh tak bolehlah

[02:40:56] saya kena tulis

[02:40:57] walaupun

[02:40:58] se sebatas satu perenggan.

[02:41:00] Hmm

[02:41:00] sebab saya kena at least ada fasa di

[02:41:02] mana saya mengimbangi input dan juga

[02:41:04] output saya supaya saya akhirnya menjadi

[02:41:06] orang yang sedikit normal dan saya tidak

[02:41:09] memendam. Kalau tidak saya ada marah

[02:41:11] yang tak selesai, sedih yang tak sudah.

[02:41:13] Jadi benda-benda macam tu macam tak best

[02:41:15] lah.

[02:41:16] Faham?

[02:41:16] Tak seronok untuk seorang saya nak

[02:41:17] terugas hidup. menulis adalah untuk

[02:41:19] menjadikan saya manusia normal selain

[02:41:21] daripada selain daripada sekarang ni

[02:41:23] profesor utama saya profesor normal eh

[02:41:25] kan. So itu adalah apa yang saya selalu

[02:41:27] minta kalau doa itulah saya sendiri pun

[02:41:29] mendoakan yang sama. Maksudnya ada

[02:41:31] kesempatan dan juga kesihatan.

[02:41:33] Masya-Allah. Alhamdulillah. Dan saya

[02:41:36] mungkin nak share benda ni dekat Tuan

[02:41:37] Faiz.

[02:41:38] Mak saya ada doakan saya untuk menjadi

[02:41:42] dua

[02:41:43] profesion. Pertama adalah doktor. Kedua

[02:41:46] adalah seorang ustaz yang menyampaikan

[02:41:48] ilmu agama tau.

[02:41:49] Oh

[02:41:50] ya. Dia doa saya daripada saya sekolah

[02:41:52] dululah. Jadi saya pun tak tahu macam

[02:41:54] mana nak me apa memenuhi hajat mak saya

[02:41:58] tu. Tapi Allah susun saya menjadi

[02:41:59] doktor. Tapi saya rasalah mungkin

[02:42:01] sebahagiannya adalah doa mak saya adalah

[02:42:04] saya nak sediakan satu stage untuk

[02:42:06] orang-orang menyampaikan

[02:42:08] ilmu.

[02:42:09] Hmm.

[02:42:10] Walaupun bukan ilmu saya

[02:42:11] itulah kan.

[02:42:12] Hmm. Mungkinlah kan. Mungkinlah.

[02:42:13] Wallahuaklam.

[02:42:15] Saya selalu terbayang. Saya selalu fikir

[02:42:17] macam ni tahu. Banyak benda yang jadi

[02:42:19] dalam hidup kita ni tanpa kerja sedar

[02:42:21] adalah jawapan daripada doa mak kita.

[02:42:23] Hmm.

[02:42:23] Bukan doa kita.

[02:42:25] Mak saya pernah cakap kat saya, dia

[02:42:27] kata, "Hang makan banyak tapi badan hang

[02:42:29] tak naik. Makan hang ni jadi kata-kata."

[02:42:33] Ha.

[02:42:33] Oh. Yakah?

[02:42:34] Dia melawak dengan saya. Tapi saya rasa

[02:42:36] ada doa dekat dia

[02:42:38] mungkin kerana saya memang suka

[02:42:39] berkata-kata dan saya suka menulis. Dia

[02:42:40] dah tahulah saya suka menulis daripada

[02:42:42] oh sebab tu badan tak

[02:42:44] dia kata makanan tu kan dia melawak. Dia

[02:42:45] melawak. dia melawak aje. Tapi selalu

[02:42:48] benda yang dia selalu doakan saya adalah

[02:42:50] saya jadi orang yang er sampaikan

[02:42:53] manfaat pada orang.

[02:42:54] Masya-Allah.

[02:42:55] Mak saya adalah orang yang nak mengaji

[02:42:56] tapi tak ada kesempatan sebab miskin.

[02:42:58] Dia sukakan ilmu. Maka dia percaya

[02:43:00] bahawa dengan buat yang baik-baik, asuh

[02:43:02] buat anak baik-baik, anak dia akan

[02:43:03] menjadi penerus dan juga menyampai ilmu

[02:43:05] tu.

[02:43:06] Saya selalu fikir, saya tak pernah

[02:43:07] berdoa

[02:43:08] macam tu masa saya kecil-kecil ke apa

[02:43:10] kan. Saya tak pernah doa saya nak jadi

[02:43:11] penulis. Saya cuma sedar yang saya suka

[02:43:14] jadi menulis ni waktu saya sekolah

[02:43:15] menengah yang saya cerita tu. Lepas tu

[02:43:17] waktu universiti baru saya sedar aku

[02:43:18] suka menulis rupanya.

[02:43:20] Saya tak pernah rasa bahawa saya nak

[02:43:22] bina satu syarikat sendiri, nak tulis

[02:43:24] terbit buku sendiri. Tak pernah

[02:43:25] faham. Tu

[02:43:26] saya selalu terfikir sebenarnya ni doa

[02:43:29] mak yang

[02:43:30] hmm

[02:43:30] termakbul tanpa kita sedar

[02:43:33] kan. Sebab doa mak ni dia tak boleh dia

[02:43:35] tak payah jadi kita punya CEO. Coo tak

[02:43:37] payah

[02:43:37] dia tak payah dia tak perlu jadi semua

[02:43:39] tu kerana satu benda yang dia dah jadi

[02:43:41] dan benda tu sangat manfaat pada kita

[02:43:42] dalam doa dia

[02:43:44] tu lebih daripada semua

[02:43:45] lebih daripada semua tu yang memayungi

[02:43:47] pergerakan kita, berkat kita, rahmat

[02:43:49] kita

[02:43:50] yang menjadikan urusan kita di pemuda.

[02:43:52] Ada banyak benda-benda yang kita tak

[02:43:53] expect muncul dalam hidup kita adalah

[02:43:55] doa dia.

[02:43:55] Hmm.

[02:43:56] Jadi doa tu sendiri adalah payung kepada

[02:43:58] pergerakan kita tu kan. Jadi saya selalu

[02:43:59] fikir kata eh

[02:44:01] banyak benda yang jadi tu sebenarnya

[02:44:02] adalah jawapan daripada doa mak kita.

[02:44:04] Doa mak kita kan

[02:44:05] yang dulu tu.

[02:44:07] kan? Tahu-tahu yang masa kita kecil dulu

[02:44:08] kan kita tak tahu kan.

[02:44:11] So kita kena minta kalau kita masih ada

[02:44:15] mak, banyakkan minta mak kita doa untuk

[02:44:18] kita

[02:44:19] dan kalau kita dah menjadi mak ataupun

[02:44:21] ayah

[02:44:22] kena banyak doakan anak-anak. E

[02:44:23] ya betul. Banyak doakan.

[02:44:25] Hmm.

[02:44:25] Doa tu saya fikir sakral yang tak ter

[02:44:27] tak yang tak yang tak terbandingkanlah

[02:44:30] doa mak ayah ni kan.

[02:44:31] Hmm.

[02:44:33] Masya-Allah. Alhamdulillah.

[02:44:35] So alhamdulillah terima kasih banyak

[02:44:38] Faiz sekali lagi sampai di sini kita

[02:44:40] punya Oh sedar tak sedar jangan

[02:44:42] segan-segan panggil lagi doktor eh

[02:44:44] insya-Allah

[02:44:44] jamah Lailahaillallah

[02:44:47] doktor ni memang ada majlis

[02:44:48] sedar sedar tak sedar alhamdulillah

[02:44:50] masya-allah so kita tanggung dengan

[02:44:53] tasbih kifirah subhanakallah

[02:44:56] w

[02:44:58] terima kasih doktor dan juga team

[02:45:01] rashidin

[02:45:02] di atas ruang kesempatan usaha edit

[02:45:05] video sampai saya pun sampai orang tahu

[02:45:07] kata saya ni orang generi. Sampai orang

[02:45:09] kenal saya pun tak tahu saya punya tak

[02:45:10] expect pun sampai macam tu.

[02:45:11] Alhamdulillah terima kasih. Itu semua

[02:45:13] saya saham dan pahalanya tu berbalik

[02:45:15] kepada team doktor dan juga doktor

[02:45:17] sendirilah.

[02:45:17] Alhamdulillah kepada kita punya kita

[02:45:20] punya team

[02:45:20] kita kena makan durian pulalah lepas ni.

[02:45:22] Insyaallah.

[02:45:22] Oh itulah banyak tadi kan. Oh tu depa

[02:45:23] tengah duk makan dah.

[02:45:25] Okey okey terima kasih. Assalamualaikum

[02:45:26] warahmatullahum warahm.
