# EKSPEDISI SIHIR TANAH KUBUR FT. GHOST RANGER INDONESIA & AINI - PART 2

https://www.youtube.com/watch?v=Y1V-O3OSdlc

[00:00] Praktiknya masih sering ada oknum yang mencuri dalam tandok kutipnya tanah kubur untuk media sihir sampai sekarang masih terjadi yaitu di tempat ini.
[00:09] Tapi kalau kita bisa dapat empat kali lima kali kebetulan berarti ada sesuatu yang mereka coba untuk sampaikan ya.
[00:15] Dan kita datang ke sini untuk menebus menembus apa yang sudah mereka bangun dan mereka enggak suka.
[00:24] Ini ada sosok besar ini enggak tahu apa ya lihat.
[00:29] Wah, dan itu di mana-mana.
[00:29] Siapapun kalian, kalian boleh berbicara lewat alat yang ada di depan kami.
[00:37] Saat ini kami membuka portal.
[00:37] Ada yang ngalangin soalnya dukunnya udah tahu.
[00:46] Ada apa dengan sana ini?
[00:53] Terus, terus nih kayak sakit.
[00:56] Iya.
[00:57] Kadang-kadang ada beberapa kata-kata yang kita susah untuk dengar.
[01:00] Saat ini.
[01:40] Jadi sebentar lagi kita akan ee telusurin bagian atas sama ada Angga di sini.
[01:47] Mari kita cari tahu ada apa aja di sini.
[01:47] Asik.
[01:49] Itu dia.
[01:49] Supaya alat-alatnya hidup semua.
[01:52] Nah, itu dia.
[01:52] Pokoknya entar kita ee telusurin bagian atas.
[01:58] Angga ee
[02:00] running through aja.
[02:01] Oke.
[02:02] Ke titik tujuan yang Aga mau.
[02:04] Tapi sepanjang jalan nanti dika akan bantu untuk foto dan kita deteksi pakai alat-alat yang ada juga.
[02:10] Oke, kita coba.
[02:14] Ya. Kita sekarang lagi break dan kita akan split tim.
[02:19] Green sama Alangga akan mencari titik lain.
[02:22] Kita sama ini akan menuju ke titik mencari lokasi makam yang sering digunakan untuk sihir tanah kobek.
[02:30] Ikutin terus penduduk Theit.
[02:37] Kita kembali lagi dengan pecah tim ya.
[02:39] I kita sudah pecah tim.
[02:40] Tim tim Aga dan juga Ghost Ranger sudah pergi ke sisi barat.
[02:44] Kita akan ke sisi timur.
[02:45] Apa yang kamu rasain di sini ini kalau ke arah sini?
[02:47] Kenapa kamu lebih memilih arah sini?
[02:53] Jadi dari awal pas aku ke sini tuh.
[02:57] Bukan dari awal.
[02:59] Karena aku udah beberapa kali.
[03:00] Pernah ke sini.
[03:01] Heeh.
[03:05] Entar something ya.
[03:07] Oh, karena aku benar-benar kaget untuk kali ini niatnya berbeda.
[03:13] Boleh enggak opening dulu enggak?
[03:14] Aku harus masuk ke portal, ke dimensi yang di mana portal tersebut dikuasai oleh praktisi ilmu hitam, dukun-dukun.
[03:30] Jadi di tempat ini tuh ada satu makam yang cukup disakralkan.
[03:37] He eh konon beliau adalah orang yang cukup berkuasa waktu itu.
[03:42] Oke.
[03:42] Terus ya saya pengin kita ke arah sana.
[03:47] Supaya tahu energinya.
[03:49] Karena kalau dulu waktu tahun 50 60-an heeh, ketika orang enggak sengaja aja nginjakin.
[04:00] kaki di di tanah makam makam itu.
[04:03] Apalagi berkata kasar dan nantang.
[04:07] Heeh.
[04:08] Konon orang bisa tiba-tiba langsung lemas di situ.
[04:11] Oh gitu.
[04:11] Iya. Tadi saya ngobrol sama penjaga di sini.
[04:14] Oke.
[04:14] Makanya penasaran sebelah mana sih makamnya?
[04:15] Kita cari situ.
[04:17] Oke.
[04:17] Itu itu sempat sempat orang sangat sangat takut datang ke situ.
[04:23] Oke.
[04:23] Salah satunya itu. Tapi ada memungkinkan enggak sih engak kalau misalnya kayak tempat-tempat seperti itu yang disakralkan mungkinnya untuk warga-warga mereka datang ke sana untuk ee ya mungkin praktik-praktik ya.
[04:33] Maksud saya gitu.
[04:36] Jadi biasanya ee mereka kan cari makam yang tidak sembarang makam.
[04:42] Iya. Saya pengin tahu apakah mungkin makam ini digunakan untuk hal tersebut?
[04:47] Oh.
[04:48] Kenapa jadi punya kekuatan berbeda?
[04:50] Biasanya kan ee untuk sesuatu yang dibikin jadi orang jahat tuh biasanya harus punya kekuatan sendiri kan.
[04:57] Oke.
[04:58] Nah, konon tempat ini punya kekuatan seperti itu.
[05:00] Makanya kita cari tahu dulu
[05:01] Ke situ coba.
[05:02] Oke.
[05:02] Baik.
[05:04] Kalau gitu ini teman-teman kita masih ee di jalan utama.
[05:08] Bentar lagi kita akan masuk ke kompleknya.
[05:09] Berarti ya?
[05:10] Heeh.
[05:10] Masuk ke area-area kompleknya.
[05:13] Yah, seputaran sini.
[05:13] Saya penasaran ya enggak?
[05:15] Mungkin untuk teman-teman yang ada di rumah juga penasaran kalau dari ee penglihatan Aangga sendiri saat ini nih pada saat kita menelusuri tempat ini atau tadi pada saat kita lagi open portal kayak gitu yang enggak lihat apa sih segerombolan makhluk yang kepok.
[05:35] He.
[05:36] Sudah pasti kepo karena saya ini mencoba membuka diri untuk ayo kalian mau berkomunikasi apapun silakan datang supaya kami bisa mendengarkan apa yang kalian mau.
[05:46] Akhirnya ya itu mungkin jadi salah satu ketertarikan mereka karena enggak enggak gampang juga bisa ngobrol kan.
[05:53] Iya.
[05:54] Jadi ya udah pasti jadi gerombolan yang ngumpul terus makanya di awal tadi suara ramai banget ya.
[06:01] Hampir semuanya pengin pengin
[06:02] ngomong gitu.
[06:04] Di sana.
[06:04] di sana.
[06:05] Enggak di sini.
[06:16] Kalau tadi kita perhatiin juga ada beberapa kata-kata yang lumayan mengintimidasi.
[06:21] Iya.
[06:21] Nah, itu dari sosok-sosok yang seperti apa itu yang mengintimidasi.
[06:25] Oke.
[06:25] Ee kayak sebenarnya mereka lemah, tapi mereka kayak biasanya kan kayak gitu ya, kayak agresif gitu loh.
[06:31] Iya, benar banget.
[06:34] Itu sosok sosok yang biasanya sok-soan merasa punya power.
[06:39] Oke.
[06:40] Terus menggeretak.
[06:42] he.
[06:42] Supaya kita cepat pergi dan tidak mengganggu keberadaan mereka.
[06:45] Ya, caranya mereka gitu.
[06:46] Oke.
[06:46] Dengan suara-suara yang menyeramkan terus ee seolah menindi ee nindas kita supaya cepat pergi.
[06:54] Kalau enggak kalian akan apa itu sering banget.
[06:57] Oke.
[06:57] Kalau aku nangkapnya kayak kita hampir mendapatkan sesuatu jawaban
[07:05] tapi kayak mereka tuh eh bentar lagi ini dapat jawaban udah langsung.
[07:10] Iya agresif aja kayak gitu loh.
[07:11] Sikat sikat sikat sikat tahan tahan itu.
[07:13] Kita belok sini ya.
[07:14] Kita masuk sini.
[07:18] Oke.
[07:19] K dengar.
[07:21] Iya.
[07:21] Ada suara di sana.
[07:28] Aku langsung ke arah pohon ketika pembukaan portal.
[07:34] Karena ada makhluk yang diperintahkan oleh dukun itu untuk mengacaukan apa yang kita lakukan.
[07:43] Makhluk itu bilang,
[07:47] "Boleh kalian datang ke sini, tapi tidak untuk mengganggu apa yang sudah mereka tanam."
[07:56] Dia turun ke bawah.
[08:02] Ketika portal itu mulai terbuka,
[08:06] dia ada di sini.
[08:06] Ini pasti ini.
[08:09] Ini kencang di sini kan.
[08:15] Suara-suara tangisan, suara-suara terikan, kepedihan, kemarahan, kekecewaan.
[08:23] Ah, kayaknya ini sudah mulai dekat dengan frekuensi makam biasa ya.
[08:35] Ini pohon sih ya beringin.
[08:39] Jangan dienter di atas.
[08:45] Apa yang ingin disampaikan ki?
[08:53] Dia entitas.
[08:56] Dia baik.
[08:57] Oh dia baik.
[08:58] Dia cuman bilang jangan.
[09:04] Aku punya satu pertanyaan.
[09:05] Kenapa residunya si
[09:09] Dia nangis, Jack.
[09:11] Dia nangis.
[09:12] Dia nangis cuman bilang untuk jangan jangan jangan untuk ngelakuin hal yang ingin kita lakukan.
[09:20] Boleh enggak aku coba nanyakan sesuatu, Teh?
[09:24] Boleh.
[09:25] Apa yang terjadi sama kamu?
[09:26] Apa kamu terpenjara?
[09:26] Apa kamu terperangkap?
[09:29] Siapa yang menjerat kamu?
[09:30] Dan kenapa kamu di sini?
[09:31] Pada saat itu aku langsung menangis.
[09:33] Aku mendengar teriakan-teriakan yang di mana roh-roh itu terjebak oleh sihir tanah kubur.
[09:45] Kenapa, Ki?
[09:45] Kenapa?
[09:47] Wi ini manusiawi.
[09:48] Kenapa Ki?
[09:50] Pembantaian bayi.
[09:55] Bukan pembantaian bayi, tapi orang meninggal.
[10:01] Heeh. meninggal yang masih ada janinnya seri janinnya janinnya diambil dia masuk ke kuburan cuman mau ngambil janin mencuri janinnya untuk praktik
[10:11] Dan termasuk anaknya di anaknya dia.
[10:16] Oh Dan dia bilang,
[10:19] Eh,
[10:23] hah,
[10:28] karena kalau kalian datang ke sini untuk mengungkap apa yang mereka lakukan,
[10:37] mereka akan melakukan sesuatu kepada kita.
[10:48] Di mana?
[10:53] Bisa kamu enggak aman?
[10:55] Aman.
[10:56] Percaya sama aku?
[10:58] Percaya sama Om.
[11:07] Ah, dia bilang, "He
[11:13] Jangan bicara, jangan ngobrol.
[11:17] Kena pasti mereka dengar caranya adalah kalau toh pengin ke situ dengan cara tidak berbicara tapi membuat sebuah tanda.
[11:28] Hm.
[11:28] Bingung ya?
[11:34] Oke, kamu dengerin aku.
[11:37] Aku enggak akan ngomong.
[11:45] Itu maju.
[11:49] Itu maju itu.
[11:54] Kamu mundur itu kanan dua kanan.
[12:06] Empat kiri i tiga maju.
[12:10] Satu mundur, dua kanan, empat
[12:13] kiri.
[12:16] Terlambat.
[12:18] Oke.
[12:18] Ketahuan ya.
[12:20] Datang.
[12:24] Kita harus
[12:32] bentar bentar ya sor
[12:36] makhluk itu
[12:38] wujudnya perempuan
[12:41] memakai baju merah tapi di belakangnya
[12:45] ada
[12:46] dua
[12:49] raksaka tinggi besar.
[12:56] Bang, apa yang lu bawa alat yang bisa dipakai sekarang?
[13:00] Oke, ee pertama aku penasaran karena kita masuk ke mulai masuk ke dalam kompleknya.
[13:05] He.
[13:07] Aku akan coba untuk membuktikan bahwa pada saat kita di opening di awal tadi, oke,
[13:12] kita pakai SLS kamera
[13:14] dan kita dapat beberapa entitas.
[13:14] Oke.
[13:16] Nah, saat ini nih.
[13:17] Heeh.
[13:18] supaya teman-teman di rumah juga lihat.
[13:19] mungkin.
[13:21] enggak boleh panduh ke arah mana.
[13:24] Aku harus melemparkan kamera ini dan kita cek lagi pakai SLS kayak tadi.
[13:29] Oke.
[13:29] Oke.
[13:29] Oke.
[13:29] Oke.
[13:29] Oke.
[13:31] Agak maju aja dulu ya.
[13:31] Oke.
[13:35] Permisi.
[13:38] W.
[13:41] Oke, kamera standby di situ kayaknya ya.
[13:51] Kita coba lempar kamera ke arah sini.
[13:54] Coba ke arah sini.
[13:55] Heeh.
[13:55] Coba ya kamera coba di sini.
[13:59] Oke.
[13:59] Kamera recording.
[14:02] SLS recording.
[14:06] Oke, ini lihat teman-teman.
[14:06] Ah, persis di bawah kita.
[14:19] Ih, di situ dong.
[14:25] Oke.
[14:28] Kamera kelihatan ya.
[14:30] Sebentar ya.
[14:34] A yes.
[14:34] Ada satu yang berdiri di sini.
[14:37] Iya.
[14:37] Sebelah kanan juga ada ininya.
[14:40] Nah, dia geser lagi entar.
[14:40] Nah.
[14:49] Wow.
[14:49] Wow.
[14:52] Sebelah kanan.
[14:52] Dan bentuknya itu enggak simetri ya.
[14:55] Iya.
[14:57] Kita tahu kan kalau tadi kalau manusia bentuknya sendi-sendinya ada.
[15:00] Heeh.
[15:02] Ini apa ini?
[15:02] Ini enggak jelas ini badannya ada, kakinya.
[15:06] Dia hampir mau maju tapi takut kita suruh maju.
[15:07] Ya, boleh maju sini pelan-pelan.
[15:09] Boleh maju.
[15:09] Nah, boleh boleh.
[15:17] Ini di sini, Teman-teman, nih.
[15:20] Boleh, boleh.
[15:20] Enggak apa-apa.
[15:21] Enggak apa-apa kita ngobrol.
[15:25] What?
[15:29] Jadi seram.
[15:31] Jadi suruh maju malah maju semua.
[15:31] Rame.
[15:34] Ramai banget dia tuh di sana.
[15:36] Dan yang ini konsisten ya?
[15:38] Iya.
[15:38] Dia masih di situ.
[15:40] Di sini konsisten dia.
[15:44] Oke, ya.
[15:44] Jadi, ya mungkin ini salah satu cara ngejelasin keberadaan mereka dengan cara teknologi itu ya dengan mudah, dengan cara kayak gitu ya.
[15:55] Iya.
[15:55] Dan ya itu tadi kita punya beberapa alat lagi ya yang contohnya hal-hal seperti ini.
[16:11] Oke, lihat belum enggak kuat, Man.
[16:18] Loh, ini lu baru ganti baterai kan?
[16:20] Baru banget ganter itu baterai baru banget maksudnya.
[16:22] Sori, enggak ngerti.
[16:25] Enggak kuat gimana?
[16:27] Enggak tahu energinya terlalu kencang atau gimana.
[16:30] Ini baterai baru ganti ya A dia harusnya hidup.
[16:33] Nah, harusnya seperti itu.
[16:41] He aneh sih.
[16:42] Mati. Aneh. Enggak kuat.
[16:46] Energi mereka kalau dibilang kuat ya kuat banget karena ya banyak sosok yang nyamperin ke kita coba pengin berkomunikasi, pengin nyampein sesuatu mati men enggak kuat.
[16:59] Oke.
[17:03] Kan terlalu banyak energi mereka itu.
[17:05] Kenapa kalau di Ghost Ranger Indonesia kita punya alat lebih dari 26 saat ini.
[17:14] Oke.
[17:15] Dengan ghost detector yang seperti tadi itu ada lebih dari delapan.
[17:17] He.
[17:21] Nah, jadi kalau misalnya kejadian yang seperti ini ya kita masih punya backup.
[17:26] Asik. Dan kita masih punya punya dia kita masih punya backup dan kita masih punya backup.
[17:34] Oke, gitu.
[17:34] Jadi kalau satu dua alat diserang, kita masih punya dua atau tiga alat lagi untuk terus dicoba.
[17:42] Coba alat yang lain berarti ya.
[17:44] Okeob.
[17:46] kita sekarang masih mau ke dalam arahnya ke sini ya.
[17:50] Oke, kita ke dalam.
[17:51] Kita masuk lagi ya. Oke, let's go.
[17:54] Karena eh bisa gitu ya enggak khawatir dengan tempat ini ya.
[17:59] Ya. Wahualam.
[17:59] Ketika datang ke satu pemakaman teh enggak sulit untuk bisa berkomunikasi dengan mereka.
[18:05] Iya.
[18:05] Betul.
[18:06] Dan ya terbukti barusan. Jadi kita coba geser dengan kondisi lain apakah punya energi yang sama atau enggak ya digeser situ.
[18:15] Karena gini kayak SLS kamera tadi ya.
[18:18] Kalau memang kita bilanglah glitch.
[18:21] Siap.
[18:24] Ah, kenapa di satu makam H terdeteksi ada yang lagi tidur seperti tadi?
[18:29] Kalau misalnya itu glitch, seharusnya pada saat kita kembali lagi ke situ berubah, berubah posisinya sama.
[18:37] Atau kalau misalnya itu glitch, kita ke makam-makam lain harusnya sama dong.
[18:42] Iya.
[18:43] Kenapa di makam lain tidak seperti itu?
[18:45] penjelasannya seperti apa gitu loh.
[18:47] Jadi kayak ya itulah kita susahnya di penggiat teknologi ini kita ee keterbatasan informasi untuk dijelaskan ke teman-teman yang nonton.
[18:57] Oke gitu.
[18:57] Karena kalau kita dia bilang, "Ah, itu mah kalau lu sorot ke makam mana aja juga pasti ada.
[19:02] Itu mah glitch."
[19:04] Kenapa makam yang lain tidak?
[19:07] tadi tidak terbukti kan itu dia ya artinya beberapa energi memang ada yang stay dan ada yang terpisah.
[19:15] Iya betul.
[19:17] Kadang di antara mereka kenapa ada yang tidak bergerak sama sekali.
[19:21] He bisa jadi yang nakal udah ada yang
[19:24] ngikat orang.
[19:25] Oh oke.
[19:27] Terkadang begitu.
[19:27] Ada yang nakal terus ee ya udah biar kamu tidak mengganggu biasanya diikat di satu tempat gitu.
[19:35] Oke, makes sense.
[19:35] Kamu pengin coba ke arah situ.
[19:37] Coba mau ke arah sini aja.
[19:40] Oh, sini.
[19:42] Itu ada yang stay kah atau ada yang stay di situ?
[19:47] Iya.
[19:47] Paling gampang itu adalah kita menggunakan gua detektor.
[19:52] Kadang-kadang yang paling gampang itu kamera boleh di belakang sini.
[20:04] Oke, kita ke mana?
[20:04] Ke sini.
[20:04] Arahin ke sini.
[20:08] Ke arah sini.
[20:19] Hmm.
[20:24] Penjelasannya seperti apa ini,
[20:27] Teman-teman di daerah sini?
[20:30] Harusnya tidak ada listrik. Kita enggak
[20:32] usah ngomongin elektromagnetik. Kita
[20:33] ngomongin listrik aja.
[20:34] Oke.
[20:35] Enggak ada listrik di sini.
[20:40] Lihat.
[20:46] Kalau misalnya gua mundur
[20:53] tu ya.
[20:56] Nih kamera lihat nih.
[21:06] Oh,
[21:10] iya.
[21:15] Dia kayak mancing malah ke sana-sana
[21:17] lagi.
[21:24] Tambah bawah tambah kencang.
[21:27] Tambah bawah tambah kencang.
[21:32] Oh.
[21:36] Terus dia nanya,
[21:37] "Oke ya,
[21:39] sosoknya nanya, ini w diperiksa apa
[21:43] katanya gitu?"
[21:46] Ini periksa apa? Emang W sakit.
[21:50] Wow, menarik ini.
[21:52] Menarik ini.
[21:54] Oh, lu ada ini
[21:57] rempot.
[21:57] Iya, sosoknya ya cukup cukup baik.
[22:00] Makanya saya menghargai beliau ee karena
[22:04] enggak ngusir. Cuman tadi coba ke arah
[22:06] sini karena dia senyum.
[22:08] Iya.
[22:09] Oh, gitu.
[22:09] Iya.
[22:10] Memungkinkan enggak kita punya satu alat
[22:13] ee kita bilang rempot. Jadi temperatur
[22:16] dia mendeteksi temperatur bi harusnya.
[22:19] Oke.
[22:20] Jadi untuk men-trigger atau memicu alat
[22:23] ini berfungsi He.
[22:24] Itu manusia atau orang yang punya heat
[22:27] Heeh.
[22:28] mendekat ke sensornya
[22:29] baru dia berubah. warna.
[22:31] Kita coba.
[22:32] Nah, kalau tanpa manusia
[22:34] apakah berubah apa enggak?
[22:35] Iya. Oke.
[22:38] Karena dia kan baik.
[22:39] Boleh, boleh. Kita bisa coba ini.
[22:41] Boleh, boleh enggak apa-apa.
[22:43] Benar-benar kayak gini nih. Kita tuh
[22:44] eksperimen
[22:46] dan apa ya ngilangin penasaran
[22:48] sebenarnya.
[22:49] Boleh, boleh kita coba. Karena kebetulan
[22:51] baik sosoknya enggak, enggak galak terus
[22:54] ngusir ya.
[22:55] Tadi juga senyum ya. Makanya saya ee
[22:58] cukup hormat karena dia tidak langsung
[23:00] mengusir terus nanya doang
[23:04] kamu mau apa? Wah diperiksa apa? Ih
[23:08] dipikir sebagai diperiksa ya.
[23:10] Taruh di mana? Silakan di situ juga
[23:13] boleh.
[23:13] Di sini?
[23:14] Iya.
[23:19] Oke. Jadi kita menjauh ya. Kita menjauh
[23:21] semua karena
[23:25] Wow.
[23:26] Iya. ya.
[23:28] Oke.
[23:28] Cara kerjanya teman-teman ee kita harus
[23:32] itu kan ada antenanya ya, ada besinya
[23:35] ya.
[23:35] Heeh.
[23:36] Jadi cara kerjanya itu memang harus
[23:38] didekatin seperti ini.
[23:42] Itu akan hidup.
[23:43] Iya. Jadi dia harus dekat.
[23:46] Biasanya yang kita pakai itu kalau
[23:47] misalnya ee
[23:50] aku akan nanya kayak kalau perempuan
[23:52] hidupkan lampu berwarna hijau, kalau
[23:54] laki-laki hidupkan lampu berwarna kuning
[23:55] seperti itu.
[23:57] Ini.
[23:58] Oke.
[23:58] Cara kerjanya seperti ini. Kalian boleh
[24:00] mendekat
[24:02] setelah kami jauh ya.
[24:09] Dan ini
[24:12] untuk sekedar
[24:17] kalau benda-benda padat seperti ini,
[24:20] ini enggak akan ngaruh
[24:23] itu ya.
[24:33] Ayo,
[24:35] kalian boleh mendekat ke alat itu
[24:37] seperti tadi.
[24:42] Kamu hanya perlu untuk mendekat
[24:45] dan merubah warna-warna yang ada di alat
[24:48] tersebut.
[24:49] Hanya cukup mendekat.
[24:57] Ini laki-laki atau perempuan?
[25:00] Laki-laki.
[25:01] Laki-laki.
[25:01] Laki-laki. Terus dikasih apa kalau
[25:03] dekat-dekat itu? Oh, dia bilang itu saya
[25:06] kasih rokok.
[25:08] Bisa benerin ya.
[25:11] Kasih rokok.
[25:17] Oh ya,
[25:23] Angga. Lagi bakar rokok,
[25:37] Men.
[25:42] Silakan boleh tanya. Pegangin.
[25:45] Silakan boleh tanya. Ayo,
[25:49] kamu boleh menghidupkan alat-alat ee
[25:52] lampu di alat lagi itu lagi.
[26:00] It works.
[26:04] Oke. Kalau kamu laki-laki, kamu bisa
[26:06] menghidupkan lampu yang berwarna kuning
[26:08] mungkin.
[26:10] Atau kalau perempuan boleh menghidupkan
[26:12] lampu yang berwarna hijau.
[26:19] Ayo. Wow. Wow.
[26:22] W. Hijau.
[26:23] Kuning.
[26:26] Penuh, Men.
[26:27] Penuh. Penuh. Penuh.
[26:28] Ini ada perempuan yang mendekat juga
[26:30] ya.
[26:33] Oh, itu untuk dia menghidupkan seperti
[26:35] itu, A. yang di ee lampu yang di tengah
[26:38] itu dia harus dia harus memencet, harus
[26:40] harus pegang ininya.
[26:41] Iya, dia posisinya di situ mau nyalakan.
[26:42] Iya. Ini yang perempuan nih.
[26:45] Wow.
[26:48] Laki-laki.
[26:48] Laki-laki
[26:50] perempuan
[26:50] ini kayak mereka ada
[26:54] ini enggak ada urusan sama angin ya?
[26:55] Memang angin kencang tapi
[26:59] ya. Dari tadi juga angin kencang sebelum
[27:01] nyalain rokok.
[27:04] Dan sebelum nyalain rokok tadi juga dia
[27:06] enggak enggak enggak ada interaksi sama
[27:07] sekali.
[27:12] tanya lagi.
[27:18] Ayo hidupin lagi lampunya. Kalau kalian
[27:22] ee
[27:24] apa?
[27:27] Berkenan dengan kehadiran kami.
[27:32] Kalau iya, hidupkan lagi lampu yang ada
[27:34] di alat kami.
[27:37] Enggak masalah sih. Aman.
[27:40] Aman. Iya, mereka cukup interaktif dan
[27:43] enggak ngambek.
[27:44] Iya.
[27:45] Cuma tadi gua pegang itu apa dikasih
[27:48] apa?
[27:49] Oh.
[27:49] Oh, minta
[27:50] terus nyala terus. Iya. I
[27:52] nyala terus dia sekarang.
[27:52] Iya. I iya iya iya. Terima kasih.
[27:56] Okean ya.
[27:59] Makanya saya coba nyalain rokok terus
[28:00] dia mau main itu
[28:02] beritungan dia
[28:03] ini yang laki-laki men. Dan dia terus
[28:06] ini yang laki-laki tuh
[28:08] terus dia terus dia terus dia terus
[28:10] senang
[28:11] senang dia dia rasa mainan baru
[28:15] jadi sosoknya laki-laki ee
[28:19] cukup tua sih sebenarnya.
[28:21] Oke.
[28:21] Ee Yonghoa.
[28:24] Iya.
[28:27] Sudah lama saya tidak ini suka sekali
[28:31] dia ini enggak ngomong dia ngikutin
[28:33] terus lagi.
[28:34] Suka dia.
[28:36] Oke,
[28:37] makasih makasih.
[28:38] Oke, terima kasih
[28:39] ya. Ya, cukup cukup cukup
[28:43] bagus ya.
[28:46] Halus.
[28:50] Iya iya
[28:51] mainin terus bi dikasih rokok lagi.
[28:54] Sudah cukup. Sudah ya,
[28:56] sudah cukup. Makasih. Saya mau pindah.
[28:59] W itu penjelasannya gimana coba nih?
[29:03] Kita ngidupinnya harus seperti ini,
[29:04] Teman-teman. Ee ini deh ya.
[29:12] Hm.
[29:14] Enggak ngaruh ini. Enggak ngaruh.
[29:17] Jadi emang harus
[29:19] ini.
[29:20] Nah. Oke.
[29:22] Kalau misalnya itu percuma dia enggak
[29:27] bisa
[29:29] tah dia bilang gitu.
[29:31] Oke.
[29:32] Tuh.
[29:33] Ya udah
[29:35] udah
[29:37] cukup om cukup om.
[29:38] Mau dipegang sama dia.
[29:39] Cukup om. Udah mau bilah Om.
[29:40] Oke.
[29:42] Senang
[29:43] itu dipegang Min.
[29:44] Iya dipegang.
[29:45] Cukup Om. Saya mau pindah ya. Oke.
[29:55] Pantesan.
[29:57] Pantesan
[29:58] kenapa
[29:59] ini ditumpuk beberapa
[30:03] ada yang perempuan, ada yang laki-laki.
[30:05] Iya.
[30:05] Ya.
[30:07] Tu namanya yang enggak usah
[30:09] enggak usah di itu.
[30:10] Jangan itu.
[30:12] Jangan tuh. tuh
[30:14] perempuan laki-laki di slash.
[30:17] Tapi kalau menurut saya sih kalau dari
[30:19] makam ini belum menemukan energi yang
[30:22] kita cari.
[30:23] Oke.
[30:23] Yang
[30:25] yang kita cari kan makam yang biasanya
[30:27] dipakai tanahnya untuk melakukan
[30:29] sesuatu.
[30:30] Iya. I
[30:30] biasanya yang punya energi seperti itu
[30:33] galak.
[30:34] Oke.
[30:34] Galak. Enggak seinteraktif ini. Kalau
[30:37] mereka kan cukup cukup mau diajak
[30:40] ngobrol terus.
[30:42] Iya.
[30:43] Ya, mereka senang juga kita datang tidak
[30:44] merasa terganggu gitu.
[30:46] I
[30:48] kita harus geser lagi deh. Kita cari
[30:51] cari yang
[30:52] punya energi
[30:54] yang kita cari. Oke, let's go.
[31:05] Jadi lagi-lagi teman-teman, kenapa ee ya
[31:08] kita masuk ke air daerah pemakaman, ya
[31:13] kan? Jadi, ya namanya juga pemakaman
[31:16] kita bisa bilang kayak tempat yang
[31:18] sebenarnya netral ya, Angga ya.
[31:20] Maksudnya kita enggak tahu apakah sosok
[31:22] ini positif atau negatif di masa
[31:24] hidupnya. Tapi kalau misalnya udah di
[31:26] sini itu ingat kata-kata di portal tadi
[31:29] bahwa batasan yang ada di tanah ini tuh
[31:31] tipis banget gitu loh. Jadi ya ini kayak
[31:36] kalau kita mau kembali lagi ngomongin
[31:38] tentang ritual-ritual sihir-sihir tanah
[31:41] kubur seperti itu
[31:43] ya emang benar untuk dapatin jawabannya
[31:47] memang harus langsung
[31:49] terjut ke lokasinya. cari lokasinya.
[31:51] Itu dia.
[31:52] Tapi dengan dengan kita pakai alat ini,
[31:56] saya pernah baca satu artikel ya di mana
[31:59] dalam Islam itu
[32:01] He
[32:01] ketika kita akan berkunjung ke sebuah
[32:05] makam,
[32:06] ada penjelasan bahwa roh ini akan diberi
[32:10] waktu untuk nunggu dan datang.
[32:12] Heem.
[32:14] Oke.
[32:15] Ketika tadi ada beberapa makam yang
[32:18] benar-benar kita singgahi bukan hanya
[32:20] dilewati. He.
[32:21] Wallahualam. Tapi mereka stay in.
[32:25] Oke. Iya. I ada ada ada bacaan yang
[32:29] pernah saya baca kalau tidak salah
[32:30] seperti itu. Jadi ya mereka mungkin
[32:34] oke itu ya.
[32:37] Menarik sih. Menarik sih. Oke kita
[32:40] lanjut ke geser ya.
[32:46] Kikok boleh
[32:51] kuat lihat.
[32:54] Terkadang aku tidak kontrol bahwa aku
[32:57] langsung dibawa ditarik ke mas ke masa
[32:59] lalu si perempuan tersebut dan makam
[33:04] perempuan tersebut. Ini roh yang
[33:06] gentayangan
[33:08] dia ketemu atuh kalau kayak gitu mah.
[33:10] Kamu siapa?
[33:16] maksud
[33:19] udah kamu keluar aja kalau enggak mau
[33:20] ngasih tahu sesuatu maksudnya yang
[33:24] kita sedang
[33:29] apa sebenarnya terjadi di tempat ini
[33:31] nganggu orang cekel
[33:35] binguk
[33:37] tapi kan kamu yang memenjarakan mereka
[33:39] orang enggak ganggu
[33:40] Balin bisa dijin anjing.
[33:43] Dijadiin apa? Kok dijadiin anjing?
[33:46] Bayinya dijadiin anjing.
[33:48] Buat ngelacak.
[33:50] Buat ngelacak.
[33:51] Buat ngelacak. Makan.
[33:53] Heeh.
[33:55] Yang bisa dijadiinakan
[33:58] sehat. Tapi kubur.
[34:00] Bayinya dijadiin anjing.
[34:04] Yang kenapa dia bisa menjadi roh
[34:06] gentayangan?
[34:09] Karena kuburannya
[34:12] dibongkar,
[34:13] digali
[34:15] oleh oknum untuk membawa
[34:19] bayi yang ada di perut perempuan
[34:22] tersebut. Anjing itu digunakan oleh
[34:25] dukun tersebut. Dimasukkan jin
[34:31] untuk melacak.
[34:40] bisa
[34:42] bantu aku.
[34:44] Mereka harus pulang.
[34:50] Oke, gua bingung
[34:52] entar. Ini yang masuk yang tadi yang
[34:54] disuruh dukun.
[34:55] Disuruh dukun.
[34:57] Ini yang anak kecil yang eh bukan anak
[34:58] kecil. Enggak tahu gua ini bentuknya
[34:59] apa.
[35:02] Aduh. Oke, jadi eh teman-teman yang a
[35:07] lihat itu adalah em
[35:13] ada perempuan yang ternyata
[35:16] janinnya itu dijadikan alat pakai
[35:18] perdukunan. Dia meninggal dalam keadaan
[35:20] hamil. Lalu ee janinnya itu dijadikan
[35:23] praktik perdukunan dan dijadikan
[35:25] dimasukkan energi jahat untuk menyerupai
[35:27] anjing untuk melacak. Jadi kalian bisa
[35:29] bayangkan bagaimana rupa anjing dalam
[35:32] wujud janin itu digunakan untuk melacak
[35:35] makam mana yang dapat jadikan praktik
[35:37] sehir tanah kubur
[35:39] tapi yang ngebuat ibunya tidak terima
[35:41] adalah bukan rohnya tapi fisiknya yang
[35:44] digunakan untuk ritual
[35:46] mereka tuh cuman butuh fisiknya doang
[35:50] tapi aku enggak tahu karena
[35:53] karena
[35:59] Karena aku aduh
[36:01] kenapa
[36:04] mereka tuh cuman butuh fisiknya doang
[36:08] tapi roh aku yakin seorang bayi rohnya
[36:11] tuh
[36:11] masih suci betul
[36:13] suci tapi yang tidak ikhlasnya tuh
[36:14] adalah orang tuanya jadi fisiknya itu
[36:18] aduh dibakar
[36:20] dan nanti dia akan dibentuk sesuatu yang
[36:23] menyerupai anjing. Akhirnya jin
[36:25] dimasukkan ke dalam tubuh bayi tersebut
[36:28] dan itu bangkit.
[36:31] Ini siapa? Nah, ini
[36:33] ini tuh adalah rekaman energinya yang
[36:36] masih tersimpan dari tubuh
[36:37] sifisik-fisik.
[36:39] Se fisik-fisik ya.
[36:43] Ketika roh masuk tuh
[36:44] Heeh.
[36:45] energi tuh masih ada di fisiknya. Jadi
[36:47] yang bicara tuh energinya, fisik,
[36:49] kesediaannya, dan ibunya yang
[36:51] gentayangan. Ibunya yang gentan karena
[36:54] enggak terima anaknya diambil
[36:56] dijadiin pelajar.
[36:57] Ini ibunya
[37:01] kayaknya ini ibu ya.
[37:03] Iya. Kita coba bantu suampu
[37:07] kita ya.
[37:08] Enggak bisa apa-apa.
[37:11] Gak bisa apa-apa.
[37:17] Sakit.
[37:22] Tarikan
[37:24] sakit
[37:26] gimana? A
[37:27] oke.
[37:28] Em boleh ceritakan sedikit penggambaran
[37:30] perempuan yang tadi di pohon. K
[37:33] dia pakai kayak pakai dter zaman dulu.
[37:37] Tapi kayaknya itu adalah
[37:39] korban zaman dulu, Jack.
[37:40] Heeh.
[37:41] Kayak daster zaman dulu aja. Kayak
[37:43] ibu-ibu dasteran aja.
[37:45] Kenapa dia terpengerangkap di situ?
[37:47] Apakah karena dia juga dipenjari
[37:48] janinnya diambil dan dianya dijadikan
[37:50] alat dukun apanya bolong banget
[37:52] badannya.
[37:54] Si dukun ini. Dia terserah maupun si ibu
[37:58] ini pada saat dulu dia bahagia ketika
[38:00] meninggalnya. Tapi dia emang yang
[38:02] penting dia dapat janin
[38:05] ya kamu. Dia tuh adalah sosok yang
[38:07] bahagia Jack zaman dulunya. Dan dia di
[38:10] sini mencari anaknya.
[38:11] Dan dia di sini dikubur karena
[38:15] dia punya kayaknya meninggal yang secara
[38:18] takdir aja gitu.
[38:19] He udah waktunya.
[38:20] Udah waktunya. Tapi tiba-tiba manusia
[38:23] mengambil.
[38:25] Hmm.
[38:25] Udah udah mau tenang.
[38:27] Tapi ini enggak cuman satu korbannya
[38:29] banyak. Jadi dia tuh kayak hamil apa dia
[38:31] meninggal tapi karena masih ada janin di
[38:34] dalamnya.
[38:34] Ada diambil fisiknya dipaksa. dipaksa
[38:38] gitu
[38:38] pas jadi mayat.
[38:40] Iya dibongkar aja. Anjrit.
[38:45] Dan yang bikin sekarang aku ngeri yang
[38:47] ada di belakang aku
[38:49] Heeh.
[38:49] si dukunnya tuh udah enggak ada. Tapi
[38:51] dia masih gentayangan untuk ngurusin
[38:53] roh-roh ini.
[38:55] Dan si dukun ini tuh
[38:56] yang tadi masuk kan?
[38:56] Heeh. Yang si dukun ini tuh masih ada
[38:59] keturunannya.
[39:00] Heeh.
[39:01] Jadi anaknya tuh sama bapaknya ngerti
[39:03] enggak sih?
[39:04] Tahu. Tandeman.
[39:04] Tandeman gitu. Bapaknya astral, anaknya
[39:07] masih manusia. Terusin manusia
[39:09] goblok.
[39:11] Sekarang dia mau nyerang kita
[39:13] apa gimana?
[39:14] Iya, karena dia enggak mau. Tapi
[39:18] aku tuh bingung yang harus kita
[39:19] selamatin tuh ternyata banyak. Tapi
[39:21] caranya gimana?
[39:24] Oke, pakai strategi awal aja kita
[39:26] pancing semua
[39:28] dan kita harus
[39:30] ini tuh pasti ada
[39:31] h
[39:34] sosok yang mungkin bisa tapi ini tuh
[39:38] bakal ini bukan ini harus jadi diskusi
[39:41] ya.
[39:41] Heeh.
[39:43] kayaknya kita harus ngejebak
[39:48] makhluk itu.
[39:49] Ini
[39:50] yang mereka cari itu kan media tanah.
[39:54] Yang mereka itu kan tanah
[39:56] tanahnya. Karena si tanah ini tu kan
[39:57] menyimpan energi dan rekaman-rekaman
[39:59] tersebut.
[40:00] I maka yang kita butuhkan adalah kalau
[40:02] kamu bilang kita harus menjebak mereka
[40:04] artinya kita harus membuat sebuah tanah
[40:07] yang mereka deteksi sebagai itu adalah
[40:09] energi yang mereka cari. Kita panggil
[40:11] mereka, habis kita jebak mereka.
[40:13] Kita harus nyiptain sebuah energi yang
[40:15] mereka butuhkan, Jack. Tapi energi yang
[40:19] mereka butuhkan itu harus
[40:22] energi
[40:23] manusia
[40:25] yang dimasukkan sesuatu. Jadi harus ada
[40:28] mediumisasi.
[40:29] Ya, gua tahu siapa orang kalau udah
[40:31] kayak gitu.
[40:32] Tapi mediumisasi ini bukan mediumisasi
[40:35] sembarangan. Yang mediumisasi dia harus
[40:38] bisa. Bukan dia, tapi kita harus bisa
[40:41] tidak membuat si makhluk itu keluar
[40:43] ketika dia masuk.
[40:45] Oke.
[40:45] Tapi gimana caranya dia mau masuk?
[40:47] Karena kalau udah dia gini dia enggak
[40:49] akan mau masuk.
[40:50] Ya, kita harus buat buat kamuflase.
[40:52] Iya,
[40:52] kita buat kamuflase. Artinya kita butuh
[40:54] menciptakan sebuah makam, tanah
[40:56] yang punya energi. Lalu orang tersebut
[40:58] masuk di dalamnya dan kita buat lampu
[41:00] flasa energi. Seolah-hit yang mereka
[41:01] cari. Ketika mereka datang, si orang
[41:04] yang jadi medium kita harus bisa
[41:05] menjebak itu. Day, lu bisa Day? Bisa.
[41:08] Bisa ya?
[41:08] Aman ya, Day?
[41:09] Aman.
[41:10] Enggak apa-apa.
[41:10] Enggak apa-apa.
[41:11] Tenang, Gua. Megang kamera kok.
[41:13] Aman, Day.
[41:13] Aman. Aman.
[41:15] Sebenarnya ini ada suatu hal yang
[41:17] harusnya enggak dilakukan, Teman-teman.
[41:20] Tapi
[41:23] kasihan banget.
[41:24] Tapi gua pengin tanya gini, A. Eh, si
[41:27] dukun tersebut memang sering memakai
[41:29] sihir tanah kubur?
[41:31] Sering banget.
[41:32] Sering. Karena yang mereka butuhkan tuh
[41:35] adalah energi.
[41:36] Ada apa sih energi dari sirtan aku?
[41:39] Heeh.
[41:40] Misalnya aku meninggal.
[41:42] Heeh.
[41:43] Aku tuh meninggal
[41:46] membawa kerasahan.
[41:47] Heeh.
[41:47] Membawa amarah
[41:49] yang ketika aku menal aku gentayangan.
[41:51] Hm.
[41:51] Nah, aku gentayangan nih.
[41:53] Heeh.
[41:57] Ketika aku gentayangan ini, energi ini
[42:00] yang akan mereka
[42:03] pakai
[42:05] untuk menyerang seseorang. Contoh, kamu
[42:08] punya dagangan
[42:09] eh di pasar,
[42:10] kamu pengin pasarnya laku,
[42:12] si roh ini yang gentayangan
[42:13] Heeh.
[42:14] akan dibuat menjadi penglaris misalnya
[42:17] diperbudak.
[42:18] Kenapa harus pakai energi tanah? Karena
[42:21] tanah itu merekam setiap energinya. Jadi
[42:24] tanah itu diambil nama dukunnya untuk
[42:26] mencari tahu gennya seperti apa.
[42:29] Karena ketika kita meninggal tubuh kita
[42:32] sudah melibur dengan tanah.
[42:33] Betul. Setuju.
[42:35] Itu yang mereka cari.
[42:36] Jadi sebenarnya ada ener kombinasi
[42:38] energi manusia dengan tanah.
[42:40] Karena manusia itu sendiri terbuat dari
[42:42] tanah. Jadi melebur energi itulah yang
[42:44] digunakan sebagai media sihir.
[42:45] Betul. Jadi bukan soal tentang kuburan,
[42:47] tapi soal energi yang tercipta di situ.
[42:52] Tapi kenapa harus kuburan? Karena ya
[42:54] orang-orang meninggal dan melebur di
[42:56] kuburan. Iya dipegang.
[42:59] Oke. Oke.
[43:01] Di situ.
[43:02] Dan yang tadi masuk.
[43:04] Heeh.
[43:04] Itu bukan sosok. Enggak tahu. Jadi
[43:08] rekaman itu rek rasa
[43:09] kayak gua ngelihatnya kayak apa ya
[43:11] yang ketback
[43:14] orang dari dia hidup sampai dia
[43:16] meninggal. Pas meninggal dia pengin
[43:17] tenang
[43:19] itu
[43:19] langsung yang gitu-gitu
[43:21] itu energi
[43:22] itu diambil semua.
[43:24] Oke,
[43:25] jadi teman-teman em kita akan coba
[43:29] men-scanning dulu melihat apa yang
[43:31] sering terjadi. Ikutin terus perjalanan
[43:33] kita
[43:34] dan kita masih belum tahu tanah di mana
[43:36] yang akan kita gunakan untuk lokasi
[43:38] kamuflase tersebut. Yang pasti nanti
[43:40] kita akan mencari sebuah tanah yang akan
[43:42] kita gali untuk menjadi serupa kuburan
[43:44] dan akan ada hidai yang akan masuk ke
[43:46] dalamnya.
[43:47] Ya, kita lihat dulu ya. Cari dulu.
[43:48] Kita lihat dulu untuk menjebak itu
[43:50] semua. Tapi aku mau ngasih catatan ke
[43:51] kalian bahwa sebenarnya kuburan tuh
[43:53] adalah tempat yang suci. Tempat yang
[43:56] emang berlabuhnya doa-doa. Tapi
[43:59] terkadang manusianya sendiri yang oknum
[44:02] ini yang membuat berbagai kayak ada
[44:05] beberapa tempat yang di kuburan tuh yang
[44:07] dijadikan praktik. Oke,
[44:10] kita coba kita coba telusuri lagi deh.
[44:16] Jadi, pemakaman ini tuh sebenarnya ada
[44:19] beberapa makam yang pergeseran juga.
[44:21] Oh, dipindahkan gitu.
[44:22] Jadi, jadi awalnya tidak di sini.
[44:25] Heeh.
[44:25] Cuma makam sebelumnya digunakan oleh
[44:28] pemerintahan. Akhirnya harus dipindahkan
[44:30] kan. Oke.
[44:31] Nah, ada banyak juga makam yang
[44:34] dipindahkan dari sana ke tempat ini.
[44:36] Jadi, secara tahun ee kematian bisa
[44:41] dimulai dari 1930-an kalau enggak salah.
[44:44] 1930-an.
[44:45] Kenapa tadi ini cerita memas dicari yang
[44:49] udah lama?
[44:50] Heeh.
[44:51] Kita sering dengarlah jin atau makhluk
[44:54] yang hidup sejak lama
[44:56] iya.
[44:56] Punya kekuatan
[44:58] lebih besar.
[44:59] Lebih besar berbeda ya. itu yang diambil
[45:02] ee sama praktisi-praktisi yang melakukan
[45:04] sihir tanah kubur itu.
[45:06] Oh,
[45:07] makanya kenapa ini jadi satu lokasi yang
[45:09] mereka tunjuk
[45:10] karena mereka mungkin percaya
[45:13] ya makamnya aja sudah
[45:14] iya
[45:15] sejak lampau itu pasti punya energi
[45:17] sendiri gitu
[45:19] ya. Makamnya yam.
[45:21] Yes. Ini.
[45:22] Oh ini
[45:22] yang mana?
[45:24] Ini salah satu makam yang
[45:28] saat ee saat itu orang takut untuk
[45:31] datang ke sini.
[45:31] He he.
[45:33] Jadi apakah energinya masih sama seperti
[45:37] dulu?
[45:37] Oke, itu ya punya alat apa? Kita coba di
[45:41] sini.
[45:41] Oke.
[45:48] Wow.
[45:50] Ini di satu sisi
[45:56] kalau kita lihat namanya seperti bukan
[45:58] orang kita.
[45:59] Yes.
[45:59] Gitu kan.
[46:00] Yes.
[46:03] Menarik. Kita coba
[46:05] apakah ada sesuatu di sini.
[46:15] Oke, titiknya di sini ya.
[46:18] Heeh. Kita coba. Kita coba untuk
[46:23] ya siapapun boleh berbicara lewat alat
[46:25] yang ada di tangan. Oh, ini kalau kita
[46:28] lihat di bawah ini ada magnetometer.
[46:32] He
[46:34] jadi magnetometer ini ee kalau energi
[46:37] elektromagnetiknya itu kencang.
[46:38] He
[46:39] tuh lihat tuh.
[46:40] Oke.
[46:44] Siapa yang ada di sini bersama kami?
[46:51] Ayo
[46:52] silakan bicara.
[46:57] Kami ingin tahu tentang tempat ini.
[47:01] Apa yang bisa kalian sampaikan?
[47:05] Ya, saya di sini ya.
[47:09] I
[47:09] tidak ada energi.
[47:12] Tidak ada energi.
[47:13] Oh ya. Saya bilang apakah di sini masih
[47:16] ada langsung jawabnya itu?
[47:17] Iya. Dan ee tadi Angga sempat bilang
[47:21] bahwa beberapa orang yang kalau
[47:22] menapakkan kakinya di sini itu kayak
[47:25] hilang keseimbangan
[47:27] kayak energi dari orang tersebut
[47:30] ya
[47:30] tersedot di situ. Itu sempat sempat
[47:33] kejadian seperti itu yang diceritakan
[47:35] sama orang lama tinggal di sini.
[47:37] Apa yang bisa kamu ceritakan di sini?
[47:42] Ayo, Men. Kalau biasanya magnetometer
[47:46] terus ee kita ngomong itu
[47:50] ada naik-naik
[47:51] audio feedback kita harusnya ada di
[47:53] situ.
[47:54] Tapi ini enggak ada.
[47:55] Makanya tadi dia bilang itu
[47:58] tidak ada energi.
[47:59] Oke, enggak apa-apa kita reset. Kita
[48:01] reset. Tunggu sebentar
[48:04] dulu ya. Kita reset.
[48:13] Oke,
[48:15] kita coba lagi ya.
[48:18] Nah, seharusnya seperti ini.
[48:22] Ayo, apa yang mau kalian sampaikan?
[48:25] Kalian bisa berbicara lewat alat yang
[48:27] ada di tangan saya saat ini.
[48:34] Ah, enggak boleh sambil dibantu tanya
[48:37] apapun.
[48:39] Wow.
[48:42] Boleh bicara dengan saya sedikit
[48:47] bicara dengan alat ini.
[48:49] Ayo.
[48:52] Mungkin ada pesan-pesan yang bisa kami
[48:54] dapatkan di tempat ini. Silakan.
[48:57] When did it happen?
[49:02] Kapan kejadiannya?
[49:05] When did it happen? Kapan kejadiannya?
[49:05] Tiba-tiba aja dia berbahasa Inggris.
[49:08] Ini gua enggak ngerti penjelasannya
[49:09] seperti apa.
[49:12] Silakan, silakan ngomong lagi.
[49:15] Apa yang mau kalian sampaikan?
[49:22] It's ok.
[49:25] Kalian boleh berbahasa Indonesia atau
[49:27] you can say it in English.
[49:30] Anything.
[49:35] Ayo,
[49:37] kami ingin mendengar ceritamu.
[49:42] Apakah benar
[49:45] banyak orang yang menyalahgunakan tempat
[49:47] ini
[49:50] untuk kepentingan-kepentingan yang tidak
[49:52] seharusnya?
[49:54] Ada yang bisa kalian sampaikan kepada
[49:57] kami malam hari ini?
[50:04] Yuk, kasih kami beberapa kata-kata yang
[50:09] mungkin
[50:12] bisa membantu kami untuk
[50:16] apa ee menyampaikan ke orang banyak
[50:19] tentang tempat ini.
[50:29] Attitude.
[50:31] Attitude. Iya.
[50:34] Eh, ya kami ke sini secara sopan.
[50:41] Ini aneh sih dia. Ini settingan
[50:44] bahasa yang kita ambil di sini adalah
[50:46] bahasa Indonesia.
[50:48] Tapi yang keluar
[50:52] berbahasa Inggris, Teman-teman.
[50:53] Kebetulannya sama ya. Kita enggak usah
[50:57] sorot nama yang ada di situ, ya. Tapi
[50:59] dari nama itu kan udah kelihatan bukan
[51:02] orang lokal.
[51:05] Oke,
[51:11] ayo.
[51:17] Sudah tidak mau
[51:21] cukup.
[51:22] Sudah cukup
[51:23] sebentar.
[51:27] Apalagi dia.
[51:32] Oke, kita coba lagi sekali lagi ya.
[51:39] I yuk
[51:48] ayo siapapun kalian, siapapun kamu,
[51:56] kami ingin bertanya tentang tanah kubur.
[52:01] Apa yang bisa kalian sampaikan kepada
[52:03] kami saat ini?
[52:09] Tid.
[52:16] Halo. Halo.
[52:25] Kagak.
[52:28] Mengapa kamu bertanya?
[52:32] Emm.
[52:34] Yah, kalau dengan mereka itu pasti
[52:36] ketus.
[52:37] Oke. Judus banget ya.
[52:39] Orang-orang
[52:42] Belanda
[52:43] itu
[52:44] masih menganggap
[52:46] apa? Saya harus bicara dengan Anda.
[52:48] Oh, oke.
[52:50] Perbedaan
[52:52] mereka selalu bilang gitu.
[52:54] Oh, wow.
[52:55] Apa saya bicara dengan Anda?
[52:57] Kita coba satu hal kalau misalnya.
[53:01] Oke, ayo kita menggunakan bahasa Belanda
[53:02] sekalian.
[53:03] Ah,
[53:06] kita coba bahasa yang mereka mengerti.
[53:08] Iya.
[53:12] Oke. Auto translate
[53:14] bisa kita auto translate juga ke bahasa
[53:16] Inggris.
[53:18] Ayo kita ulangin lagi.
[53:21] Ee kalian bisa menggunakan bahasa
[53:24] kalian.
[53:27] Apapun yang mau disampaikan
[53:30] kalian boleh menggunakan bahasa kalian.
[53:36] Siapa yang ada di sini bersama kami?
[53:43] Halo. Halo.
[53:44] Iya, Mbak
[53:47] Bard.
[53:50] Ayo,
[53:55] kami
[53:57] akan mengerti bahasa yang kalian
[53:59] sampaikan.
[54:01] Silakan.
[54:04] apapun itu
[54:07] kalian boleh berbicara lewat alat yang
[54:10] ada di tangan saya saat ini.
[54:16] Hamda boleh bilang apapun boleh sekali
[54:23] marah pun boleh.
[54:28] Saya ingin Anda bicara dengan
[54:31] menggunakan alat.
[54:35] Hm.
[54:39] Oke,
[54:41] sebentar. Satu lagi. Satu lagi. Satu
[54:43] lagi ya. Satu lagi ya. Sebentar.
[54:46] Kita enggak kehabisan akal untuk
[54:48] berbicara sama mereka. Sebentar.
[54:51] Kita pakai satu alat yang di dunia
[54:55] paranormal investigator di luar negeri.
[54:59] Alat ini lagi dicari banget
[55:04] sama dan dia akan auto translate ke
[55:06] bahasa Inggris. Jadi kita enggak perlu
[55:08] khawatir apakah dia menggunakan bahasa
[55:11] Chinese, apakah bahasa Dutch ataupun
[55:13] bahasa apa. Tapi memang kelemahannya
[55:17] adalah alat yang satu ini hanya
[55:18] mentranslate menterjemahkan ke bahasa
[55:20] Inggris.
[55:21] Oke,
[55:21] gitu. Kalau yang versi sebelumnya kita
[55:24] bisa memasukkan modul berbahasa
[55:25] Indonesia, maka translate-nya
[55:28] terjemahannya akan ke bahasa Indonesia.
[55:31] Salah satu yang terbaru.
[55:34] Jadi dia bisa ngomong. Yes.
[55:36] Dan kita akan dengar suaranya suaranya
[55:38] bahasa Inggris.
[55:39] Iya, betul. Kita coba,
[55:46] kita coba ya.
[55:49] Choose
[55:52] dia memilih.
[55:55] Oke, kamu boleh menggunakan alat ini
[55:58] untuk berbicara ee kepada kami.
[56:04] Apapun yang mau kalian sampaikan,
[56:08] kalian boleh mengatakannya lewat alat
[56:10] tersebut.
[56:14] Halo. Halo,
[56:18] I.
[56:24] Bole
[56:27] mungkin.
[56:29] Permisi.
[56:43] British
[56:46] ada juga bisa.
[56:50] tanah
[56:52] remove dia dipindahkan.
[56:57] Tadi Aga sempat bilang ada beberapa
[56:59] makam yang sebenarnya dipindahkan
[57:03] ini. Dia bilang remove
[57:07] dari mana?
[57:09] Dari mana dari mana
[57:10] dipindahkan jauh?
[57:17] Silakan bicara lagi.
[57:21] Wow. Ini kebetulan-kebetulan yang kayak
[57:24] gini yang kita cari.
[57:29] Come on.
[57:30] Y tuan boleh bicara
[57:36] anything at all. If you got something to
[57:39] tell us,
[57:41] but you can talk to our device right
[57:43] there.
[57:47] Anything
[57:50] seentar
[57:55] was
[57:57] wolf
[57:58] serigala
[58:02] maksudnya.
[58:07] Maksudnya apa?
[58:10] Boleh lebih jelas.
[58:12] Aduh,
[58:13] usah hati-hati.
[58:19] Boleh lebih jelas lagi. Bicara lebih
[58:21] jelas lagi.
[58:23] Yo, kalian boleh berbicara lewat alat
[58:26] yang ada di bawah sana atau yang ada di
[58:29] tangan saya saat ini.
[58:33] Road berputar. Apa
[58:36] yang berputar?
[58:41] Berikan kamu informasi tentang tempat
[58:43] ini.
[58:45] Atau mungkin kalian ada yang mengerti
[58:47] tentang sihir di tanah kubur.
[58:52] Orang-orang lama ini gig di bilang
[58:55] polterist
[58:57] dari barat dipindahkan dari barat. Dari
[59:01] mana ya?
[59:05] Wheels.
[59:07] Apakah dia menggunakan
[59:09] ada urusan sama roda tempat duduk? Roda
[59:12] tempat duduk. Ini kayaknya dia ngasih
[59:15] tahu
[59:17] gimana dia proses dipindahkan.
[59:20] Proses pinggangnya.
[59:21] Betul. Proses dipindahin.
[59:26] Tidak jauh kan?
[59:28] Dari barat. Daerah barat dari mana ya?
[59:31] Apa
[59:34] yang mau kalian sampaikan di sini?
[59:37] Dan ini untuk pertama kalinya juga kita
[59:39] enggak ini clear banget yang dari sini
[59:41] untuk berbahasa Indonesianya malah clear
[59:43] banget.
[59:43] Oke, dia sana.
[59:49] Halo. Halo.
[59:51] Bilang sesuatu lagi boleh.
[59:56] You can talk from that device or kalian
[01:00:00] boleh berbicara lewat alat yang ada di
[01:00:01] tangan saya saat ini.
[01:00:04] Ayo, apapun apapun
[01:00:07] kasih kami informasi lebih tentang
[01:00:10] tempat ini.
[01:00:12] Susah-susahnya kayak gini ya kita ya.
[01:00:13] Makam karamat.
[01:00:15] Makam keramat.
[01:00:21] Dia tulisannya makam keramat.
[01:00:23] Son
[01:00:26] anak
[01:00:30] makam keramat.
[01:00:33] Gimana dia bisa tahu kita lagi ada di
[01:00:35] makam
[01:00:38] makam kerama tapi berbahasa
[01:00:41] Inggris.
[01:00:42] Iya. Dia ngomongnya dengan dialek bahasa
[01:00:44] Inggris.
[01:00:44] Dialog. Dialeknya dialek ini
[01:00:47] ya. Ayo silakan bicara lagi.
[01:00:52] Terus ketawa kan tadi?
[01:00:53] Iya.
[01:00:56] Ayo.
[01:00:58] Oh. Wow.
[01:01:01] Haras tuan-tuan ini.
[01:01:03] Wow.
[01:01:06] Oke. Apa yang bisa kami tahu tentang
[01:01:09] makam ini?
[01:01:11] Enggak ada. Dia bilang
[01:01:14] nothing. Dia gak mau ngomong. Nothing.
[01:01:18] Pas banget. Pas banget gua bilang apa
[01:01:20] yang bisa kalian sampaikan. Nothing.
[01:01:23] Enggak ada langsung dijawab.
[01:01:27] Ya sudah.
[01:01:28] Oke.
[01:01:28] Bukan. Ini yang kami cari ya.
[01:01:31] Oke. Kami akan pindah dari sini.
[01:01:36] Thank you. Terima kasih.
[01:01:38] Terima kasih.
[01:01:40] Boleh berikan kami satu kata lagi
[01:01:42] sebelum kami tinggalkan tempat ini?
[01:01:44] Kebanyakan pindah.
[01:01:46] Satu kata lagi dan kami akan pindah dari
[01:01:48] tempat ini. Apapun itu.
[01:01:56] Base itu jadi kayak
[01:02:00] gua bilang satu kenapa banyak banget
[01:02:02] screw itu kayak apa sih? Kayak kayak
[01:02:05] dirusak gitu loh.
[01:02:07] Iya. Dia malah kata mau pergi.
[01:02:09] Resent
[01:02:10] resent baru-baru ini
[01:02:13] dives
[01:02:15] menyelam di dalam.
[01:02:21] Tiba-tiba aja dia.
[01:02:22] Dia malah ngomong
[01:02:22] pas kita mau pulang dia dia
[01:02:24] itu masih ngomong tuh.
[01:02:25] Iya.
[01:02:27] Oke. Oke. Kami tinggalkan tempat ini ya.
[01:02:31] Terima kasih.
[01:02:32] Kami akan pindah. Terima kasih. Wow.
[01:02:37] press
[01:02:39] press maksudnya untuk apa namanya?
[01:02:44] Makam.
[01:02:47] Makam
[01:02:48] dia bisa
[01:02:48] langkah maksud dia. Ya udah
[01:02:50] ya udah pindahlah
[01:02:51] langkah ambil langkahmu. Udah deal tadi.
[01:02:56] Rahasia.
[01:03:00] Wow.
[01:03:00] Lintas.
[01:03:02] Melintas.
[01:03:03] I ya. Pindah.
[01:03:04] Oke. Disuruh pindah.
[01:03:07] disuruh pindah bisa kayak gini ya kan
[01:03:09] tadi udah deal satu kata dan pindah udah
[01:03:12] deal dia bilang
[01:03:13] deal udah dia bilang
[01:03:14] sudah sudah kalau
[01:03:32] siapapun kalian apapun cerita yang ingin
[01:03:35] kalian dan sampaikan
[01:03:37] kalian boleh mulai berbicara lewat alat
[01:03:39] yang ada di tangan kami.
[01:03:42] Iya.
[01:03:45] Jadi tanah kuburmu diambil lalu kamu
[01:03:47] terbawa energimu. Siapa yang akan
[01:03:49] datang?
