# Dosa-Dosa Besar #219 : Mengganggu Ketentraman Orang Lain & Masyarakat #1 | Khalid Basalamah

https://www.youtube.com/watch?v=OXKcGbOqDzg

[00:00] Yuk, jadi bagian dari dakwah kami.
[00:02] Dukung operasional dakwah dan sosial kami.
[00:04] Raih pahala amal jariah yang terus mengalir sampai hari kiamat.
[00:10] Bismillah.
[00:13] Asalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh.
[00:16] Alhamdulillah tidak henti-hentinya kita bersyukur, berterima kasih kepada Allah subhanahu wa taala.
[00:20] Satu hari lagi Allah berikan kita umur yang harusnya kita maksimalkan di atas ketaatan kepadanya sesuai dengan memang tujuan kita diciptakan, yaitu beribadah, tunduk, dan patuh kepada syariat Allah Subhanahu wa taala, mengerjakan perintah dan meninggalkan semua larangan.
[00:37] Kalaupun di masa lalu ada amal-amal saleh yang sudah kita kerjakan, hari ini kita maksimalkan untuk diulangi supaya menambah catatan amal di buku amal kita.
[00:46] Kalaupun di masa lalu ada ibadah yang kita kurang sempurnakan, maka hari ini kita kesempatan menyempurnakannya.
[00:52] Kalau di masa lalu kita memiliki ibadah yang belum kita kerjakan, mungkin karena kita menganggapnya hukum sunah misalnya atau belum terlintas ilmunya kepada kita.
[01:01] Maka hari ini kesempatan kita mengerjakan.
[01:03] Dan kalau di masa lalu kita masih mengisi dengan dosa-dosa dan maksiat, maka hari ini kesempatan kita taubat kepada Allah agar selamat dari semua hukumannya.
[01:13] Ingatlah saudaraku, sebenarnya umur kita adalah umur yang sudah berlalu dan bukan umur yang akan datang.
[01:19] Seseorang di antara kita kalau memiliki umur yang hadir di sini misalnya 10, 20, 30 tahun, 40 tahun, 50, mungkin ada yang sepuh lagi sudah 60, 70 tahun, itulah umur kita yang sebenarnya.
[01:27] Ke depan kita tidak pernah tahu sisa berapa lagi umur kita.
[01:31] Oleh karena itu, sadarilah kalau umur itu sangat mahal, waktu sangat mahal, maksimalkan kepada tujuan kita diciptakan dan insyaallah saya yakin saya pun meninggalkan aktivitas dalam keseharian dan juga keluarga, teman-teman juga begitu.
[01:45] Saya yakin mungkin tadi penat ada yang dari kantor kemudian mampir ke sini, mungkin akhwat kita juga begitu ada yang meninggalkan aktivitasnya, semuanya saya yakin karena kita ingin mendalami syariat Allah Subhanahu wa taala.
[01:56] Kita berkumpul sama-sama di sini di salah satu rumah Allah untuk menghadiri salat magrib dan isya berjamaah yang kita tahu.
[02:02] Keutamaannya sangat besar.
[02:04] Ada sebuah hadis Nabi sallallahu alaihi wasallam yang berbunyi, "Tidak ada seseorang yang bersuci dari rumahnya kemudian keluar menuju ke salat lima waktu kecuali akan dicatatkan baginya pahala haji lengkap."
[02:14] Dan itu hadis disahihkan oleh Syekh Albani.
[02:17] Maka kita akan mendapatkan pahala haji hanya dengan berkumpul seperti ini.
[02:22] Magrib juga isya sebentar.
[02:23] Terlebih lagi kita juga duduk dalam majelis ilmu yang ini adalah majelis termulia di muka bumi.
[02:27] Bukan karena saya menyampaikan, tapi semua majelis ilmu mulia di sisi Allah Subhanahu wa taala.
[02:31] Karena mempelajari ayat-ayat Allah, mempelajari syariat Allah, menyampaikan penyampaian Rasul-Nya Muhammad sallallahu alaihi wasallam.
[02:38] Semuanya adalah hal-hal yang paling mulia di muka bumi dan tidak ada yang mengalahkan majelis seperti ini.
[02:44] Dan alhamdulillah kita bisa melakukannya dan semoga Allah buat kita istikamah sampai wafat.
[02:48] Ingat firman Allah Subhanahu wa taala.
[02:49] Waudahud rbaka hatta yatiakal yakin.
[02:52] Sembah Tuhanmu, tunduk padanya, sibuk dengan syariatnya sampai datang kepadamu kematian.
[02:59] Selanjutnya kita panjatkan salam hormat kita kepada manusia yang paling pantas dihormati, dijadikan
[03:02] Sebagai suri tauladan, penutup para nabi dan rasul.
[03:05] Dialah Nabi Besar Muhammad sallallahu alaihi wa ala alihi wasahbihi wasallam.
[03:09] Dan tentu dengan harapan besar bahwasanya Allah subhanahu wa taala akan memberikan balasan sesuai dengan dijanjikan.
[03:15] Mengucapkan salam hormat kepada beliau dijadikan ibadah di sisi Allah dan satu kali salam hormat dibalas 10 salam dari Allah subhanahu wa taala.
[03:24] Dan salam Allah ini mengandung banyak sekali makna, bisa melipatgandakan pahala, pengampunan dosa, solusi dari permasalahan-permasalahan hidup dan banyak hal-hal yang lainnya.
[03:34] Baik, seperti biasa teman-teman sekalian, pekan pertama di Rabu dan pekan kedua kita akan lanjutkan bahasan dosa-dosa besar.
[03:39] Dan pada malam ini dosa besar ke-219.
[03:43] Masalah mengganggu ketentraman individu dan masyarakat.
[03:48] Semua ayat Al-Qur'an yang menyebutkan kata ifsad.
[03:52] Ifsad ini kerusakan di muka bumi.
[03:56] Dan itu kurang lebih jumlahnya kalau menggunakan kosakata perasa fasad.
[04:03] Fil ard.
[04:05] Potongan kata ini kerusakan di muka bumi.
[04:06] Maka kurang lebih ada 20 ayat dalam Al-Qur'an terulang-ulang dengan berbagai macam termnya.
[04:13] Kalau kita bicara tentang ayat Al-Qur'an, bicara tentang kerusakan di muka bumi dan larangannya dan hukumannya itu lebih kepada ee atau lebih dari 30 ayat kurang lebih bahasannya.
[04:27] Artinya bahasan ini bukan bahasan yang ringan, bahasan yang sangat berat di sisi Allah Subhanahu wa taala.
[04:32] Apapun yang mengganggu ketentraman individu ataupun masyarakat dihitung sebagai ibsat sebagaimana nanti akan kita lihat pendapat-pendapat ulama berhubungan dengan masalah ini.
[04:41] Dan nanti kita juga baca dari tafsir ayat-ayat Al-Qur'an sebagiannya.
[04:45] Karena kalau kita mau bahas semuanya 30 ayat akan sangat panjang.
[04:49] Akan ada beberapa ayat yang akan kita bahas dan coba kita ambil ayat-ayat [berdehem] ini ya secara ee hukum dan juga pendapat ulama berhubungan dengan masalah apa yang sedang kita bahas.
[05:01] Kita misalnya contoh bermula dari firman Allah Subhanahu wa taala.
[05:04] Taala di dalam surah Al-A'raf.
[05:11] Ya, A'raf ini tentunya sekitar sudah masyhur surah nomor 7 dalam Al-Qur'an dan dia berada di ayat 56.
[05:19] Allah Subhanahu wa taala mengatakan, "Wala tufsidu fil ardhi ba'da islahiha waduhu khauf inahmatullahi qorib minal muhsinin."
[05:30] Kata Allah, "Janganlah kamu membuat kerusakan di muka bumi sesudah Allah memperbaikinya."
[05:37] Maknanya kata ulama tafsir, setelah Allah makmurkan tanahnya subur, tumbuh-tumbuhan tumbuh, manusia bisa hidup di atasnya, bisa membangun di atasnya, manusia bisa hidup bermasyarakat, air disiapkan, oksigen disiapkan, segala macam hal.
[05:54] Bahkan Allah memberikan kita ilmu untuk bisa membuat pakaian, bisa berinteraksi bisnis, sosial, dan segala macam hal.
[06:01] Itu semua adalah kebaikan di muka bumi.
[06:03] Allah mengatakan, "Jangan kalian membuat
[06:05] Jangan sampai engkau punya masalah sama individu atau bahkan umumnya masyarakat menyebarkan kerusakan di muka bumi.
[06:07] Jangan kacaukan itu.
[06:17] Dan Allah mengatakan, "Berdoalah kalian kepada Allah dalam kondisi takut dan juga berharap."
[06:22] Maksudnya, apapun yang kalian butuhkan kembali kepada Allah subhanahu wa taala.
[06:27] Sejalan dengan makna hadis Nabi sallallahu alaihi wasallam.
[06:30] Kalau ada pemimpin yang zalim dan tidak memberikan hak, maka kata Nabi sallallahu alaihi wasallam, "Ambillah apa yang kalian diberikan dan sisanya mintalah kepada Allah.
[06:38] Karena sesungguhnya orang itu akan bertanggung jawab di sisi Allah Subhanahu wa taala."
[06:42] K. Allah mengatakan, "Sesungguhnya rahmat Allah sangat dekat dengan orang-orang yang berbuat kebaikan."
[06:50] Kita garis bawahi dulu kata-kata ifsatnya ya.
[06:55] Jangan kalian buka buat kerusakan di muka bumi ya setelah Allah memperbaikinya.
[07:00] Tentu kerusakan di muka bumi punya level-level ya punya level-level.
[07:03] Tapi yang paling sederhana sekali adalah bermula dari seseorang.
[07:06] Mengerecoki dan mengganggu individu.
[07:08] Sengaja iseng ganggu orang itu sudah kerusakan yang paling sederhana.
[07:13] Kalau lebih banyak orang yang diganggu, dua orang, tiga orang, satu keluarga, satu suku, apalagi kalau satu negara, lebih besar lagi ifsatnya, kerusakannya.
[07:21] Kalau dia merusak benda, harta benda, kerusakan.
[07:24] Kalau dia menyakiti fisik, kerusakan.
[07:26] Merusak nama baik, kerusakan.
[07:29] Merebut yang bukan haknya kerusakan.
[07:30] Terlalu banyak bahasan yang kalau kita rincikan di sini nanti kita akan dengarkan bagaimana pendapat ulama tafsir dalam memaknakan ayat-ayat yang akan kita bacakan atau sudah kita bacakan tadi dan akan kita bacakan tambahannya berhubungkan dengan tafsir makna ifsat itu sendiri.
[07:47] Selanjutnya ada juga disebutkan dalam surah Albaqarah surah nomor 2 ayat 11 sama ayat 13.
[07:53] Ini sebenarnya tentang orang-orang munafik dan ini subhanallah hampir semua jawabannya sama.
[07:59] Allah azza waalla pencipta sudah tahu ini.
[08:02] Allah bilang di ayat 11 Albaqarah waq lahum lafsidu ardhi qu innama nahnu muslihun.
[08:09] Dinasihati, diberikan saran kepada mereka, jangan buat kerusakan di muka bumi.
[08:13] Jangan sebarin hoaks, jangan sengaja nuduh orang, jangan adu domba, jangan ini dan itu.
[08:21] Mereka bilang apa?
[08:23] Kami hanya atau kami adalah orang-orang yang mengadakan perbaikan.
[08:26] Tujuan kami untuk memperbaiki.
[08:28] Padahal dia salah.
[08:30] Itu sifat-sifat orang munafik.
[08:32] Terus saja dia sebarkan berita-berita mengadu domba kaum muslimin.
[08:34] Membuat kerusakan tatanan-tatanan masyarakat supaya jadi kacau semuanya.
[08:38] Ribut satu sama yang lain.
[08:41] Lalu Allah mengatakan di ayat 12, "Ala innahum humulsiruna wakin la yasurun."
[08:46] Ingatlah kata Allah, "Hai orang-orang beriman, pahami baik-baik.
[08:48] Orang-orang munafik itu sesungguhnya mereka itulah orang-orang yang membuat kerusakan, tapi mereka tidak menyadarinya."
[08:55] Begitu juga Allah subhanahu wa taala mengingatkan di dalam kisah Nabi Saleh dan kaumnya.
[09:03] Ini disebutkan oleh Allah Subhanahu wa taala di dalam Al-Qur'an.
[09:10] Di dalam surah Hud di ayat 85, Allah Subhanahu wa taala menceritakan tentang Nabi Saleh.
[09:16] Beliau mengatakan, wifiala walizana bilqist wum ardidin.
[09:25] Akhir ayat mubsidin kata Allah.
[09:28] Maaf, ini kisah Nabi Syuaib bukan Nabi Saleh.
[09:31] Syuaib alaihi salam berkata, "Hai kaumku, cukupkanlah takaran dan timbangan dengan adil.
[09:37] Jangan sampai kalian curang hanya mau mendapatkan keuntungan dari urusan dunia.
[09:42] Dan jangan kamu merugikan manusia terhadap hak-hak mereka.
[09:49] Jangan sampai lintas hidup seakan-akan masuk ke rana kehidupan orang, ke nama baik orang, ke pakaian orang, ke makanan orang, ke rumah orang, ke istri atau pasangan hidup atau suami orang, ke kendaraan orang dan segala macam.
[10:00] Jangan masuk ke sana.
[10:00] Walaupun melalui lisan Nabi Syuaib, ini adalah syariat Allah Subhanahu wa taala.
[10:04] Dan janganlah kamu merugikan manusia terhadap hak-hak mereka, dan jangan kamu membuat kejahatan di muka bumi dan atau
[10:11] Dengan membuat kerusakan.
[10:14] Demikian pula Allah Subhanahu wa taala menyebutkan di dalam Al-Qur'an juga ini.
[10:19] Ini sampel-sampelnya saja karena ada 30 ayat ya.
[10:24] Allah Subhanahu wa taala berfirman di dalam surah Asyuara di ayat 151 sampai 152.
[10:37] Bunyinya w amral musrifin.
[10:41] Jangan pernah kamu mentaati perintah orang-orang yang melampaui batas.
[10:46] Siapa yang Allah sebutkan s melampaui batas?
[10:47] Di ayat 152-nya Allah sebutkan alladina yubsun ardi wuslihun.
[10:50] Yang membuat kerusakan di muka bumi dan tidak mau mengadakan perbaikan.
[10:55] Dia senang kalau tersebar hoaks, kebohongan, adu domba, peperangan, kekacauan.
[11:03] Dia paling senang dengan begitu.
[11:05] Itu semua adalah orang-orang yang melakukan ifsad di muka bumi.
[11:09] Kemudian juga surah Al-Qasas, surah nomor 28 ayat 77.
[11:12] Ayat yang masyhur di mana Allah Subhanahu wa taala mengatakan, "Wtagqah akhirah waka minun ahsin ahsanallahu wada inallahidin."
[11:27] Kata Allah, "Dan carilah apa yang Allah telah anugerahkan kepada kepadamu dari kebahagiaan negeri akhirat."
[11:34] Allah sudah sebutkan dalam syaratnya bagaimana surga, bagaimana bidadari, dayang-dayang, istana, makanan, pakaiannya, permadaninya, segala macam sudah disebutkan dalam Al-Qur'an dan juga hadis-hadis Nabi sallallahu alaihi wasallam.
[11:44] Kejar itu di akhirat.
[11:46] Taat saja selamat dunia, salat, puasa, zikir, berdoa, meninggal bisa masuk surga.
[11:50] Kejar apa yang dinyanyikan di akhirat sana.
[11:51] Allah mengatakan, "Dan jangan lupakan bagianmu dari dunia."
[11:55] Silakan pakai baju yang bagus, makan yang enak, ya, punya pekerjaan yang bagus, bahagia, silakan, tidak dilarang.
[12:02] Tapi jangan masuk ke ranah yang tidak boleh.
[12:05] Nanti disebutkan di akhir ayat apa rana yang tidak boleh.
[12:08] Lalu Allah mengatakan, "Dan berbuat baiklah engkau kepada orang lain, kepada manusia."
[12:11] Jangan ganggu.
[12:13] Mereka.
[12:15] Jangan masuk ke kehidupan mereka.
[12:17] Ya, sehingga membuat mereka terganggu individu apalagi masyarakat.
[12:19] Ya, karena Allah, kata Allah Subhanahu wa taala, sebagaimana Allah telah berbuat baik padamu, gak usah lihat orang-orang gitu, tapi lihat bagaimana Allah pencipta telah berbuat baik kepadamu.
[12:30] Lalu Allah bilang, "Dan jangan engkau membuat kerusakan di muka bumi.
[12:33] Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang membuat kerusakan."
[12:38] Nah, ini sebagai sampel saja ya, bahwasanya memang ayat-ayat Al-Qur'an cukup banyak berbicara tentang masalah-masalah ini dan tegas sekali Allah Subhanahu wa taala memberikan ancaman.
[12:51] Kenapa kita bilang mengganggu ketentraman individu dan masyarakat ini bisa masuk dalam kategori dosa besar?
[12:55] Kita sudah jelaskan di awal kajian dosa besar dari dosa besar yang pertama dulu ya, pertemuan pertama kita sudah 219 bahasan dengan malam ini.
[13:04] Alhamdulillah.
[13:07] Maka kita sudah jelaskan kategori dosa besar kalau mau dibandingkan dosa kecil.
[13:09] Salah satunya adalah kata Ibnu Umar dan Umar kalau ada ancaman, ada ancaman laknat, murka Allah, siksa kubur, siksa.
[13:16] Neraka, itu berarti dia dosa besar.
[13:18] Dan ifs ini masuk dalam kategori itu bisa dilihat dalam surah Al-Maidah ayat 33.
[13:25] Disebutkan di situ bagaimana Allah Subhanahu wa taala menggambarkan ee hukuman bagi orang yang membuat kerusakan di muka bumi.
[13:35] Saya bacakan ayatnya.
[13:37] Allah bilang di Almaidah surah nomor 5 ayat 33.
[13:40] Inama jaina ybunallahasulah fasika wumabunim.
[13:57] Terjemahannya ini tegas sekali ya.
[14:00] Allah mengatakan, "Sesungguhnya pembalasan terhadap orang-orang yang memerangi Allah dan Rasul-Nya dan membuat kerusakan di muka bumi hanyalah mereka tuh dihukum mati, dibunuh atau disalib atau dipotong tangan dan kaki mereka dengan bertimbal balik.
[14:16] Tangan kanan dengan kaki kiri atau tangan kiri dengan
[14:18] Kaki kanan.
[14:20] Hukumannya seperti itu.
[14:20] Dipotong ya dan atau dibuang dari negeri tempat kediamannya.
[14:26] Yang demikian itu sebagai suatu penghinaan untuk mereka di dunia dan di akhirat.
[14:32] Mereka beroleh siksaan yang berat.
[14:35] Namun ayat ini tentunya masih dikuatkan dengan ayat 34.
[14:41] Allah masih kasih satu kata kunci rahasia di sini.
[14:43] Orang kalau pernah buat kerusakan tapi dia berpegang pada ayat sesudahnya, betul-betul dia ikutin, maka dia akan aman dunia dan akhirat.
[14:49] Allah mengatakan, "Illalladina tabu minqobli taqdiru alaihim faamuallah gfururah rahim."
[14:58] Dan kecuali orang-orang yang sempat tobat di antara mereka sebelum kamu dapat menguasai atau menangkap mereka, maka ketahuilah bahwasanya Allah maha pengampun lagi maha penyayang.
[15:08] Kalau ada orang yang tidak kepergok berbuat satu kesalahan lalu kemudian dia tobat maka dibebaskan.
[15:12] Tapi kalau ada orang kepergok dengan kejahatannya maka ini ada hukumannya.
[15:17] Nah, ini ketegasan dari Allah Subhanahu.
[15:19] Wa taala.
[15:21] Tentu ayat ini tidak semua orang berbuat kerusakan langsung dihukum seperti ini.
[15:24] Tapi ada level-levelnya ya.
[15:26] Kalau level yang paling besar misalnya premanisme, perampokan.
[15:31] Selalu kalau lewat di wilayah itu dirampok, diambil hartanya orang ditakut-takutin.
[15:36] Maka ini hukumannya seperti tadi dihukum mati karena sudah menjadi melakukan kerusakan, perampokan ya, kejahatan-kejahatan yang besar, kriminal-kriminal yang besar itu.
[15:44] Misalnya dia memerkosa, membunuh, ya terus sealian mencuri di rumah orang.
[15:49] Nah, ini ifsad semuanya.
[15:50] Ini sudah levelnya sudah sampai pada tadi tingkatan hukuman-hukuman fisik.
[15:54] Tapi kalau seseorang lebih ringan daripada itu, maka lebih ringan lagi hukumannya.
[15:58] Ya, lebih ringan hukumannya sampai yang paling ringan nanti adalah orang-orang yang memang mengganggu secara individual gitu ya.
[16:06] Tapi kesimpulannya sebenarnya kita dianjurkan untuk sama sekali tidak boleh membuat kerusakan di muka bumi.
[16:13] Kita bisa lihat teman-teman sekalian bagaimana Allah Subhanahu wa taala ee
[16:19] Menyebutkan dalam ayat-ayat tadi dan disebutkan tafsirnya.
[16:25] Di antaranya contoh sekarang kita masuk ke pendapat ulama dengan tafsir ayat-ayat ini.
[16:29] Sebagai contoh misalnya Albaqarah tadi ayat 11 dan ayat 12 tentang orang-orang munafik.
[16:34] Imam Ibnu Jarir at-Thabari rahimahullah berkata, "Yang dimaksud dengan ayat ini ya, bahwasanya kalau dikatakan kepada mereka, jangan buat kerusakan di muka bumi, mereka mengatakan, 'Kami termasuk orang-orang yang berbuat kebaikan.'
[16:48] Ketahuilah," kata Allah, merekalah orang-orang yang membuat kerusakan tapi mereka tidak menyadarinya.
[16:54] Kata beliau ya, bahwasanya setiap bentuk durhaka kepada Allah, apapun sifatnya, maksiat sekecil apapun adalah bentuk merusak tatanan bumi termasuk fitnah, dusta, kezaliman, dan mengganggu orang lain.
[17:11] Ini berarti selain menafsirkan ayat tadi seperti menjelaskan definisi ifsat itu.
[17:17] Apa sebenarnya ifsad itu?
[17:17] Berarti salah.
[17:19] Satunya orang pernah sebarin fitnah itu berarti sudah buat kerusakan.
[17:21] Dia dusta, kerusakan ya untuk dirinya dan untuk orang yang didustai.
[17:24] Orang berbuat zalim mengambil yang bukan haknya atau tidak memberikan hak orang lain ataupun mengganggu ketentraman orang lain.
[17:35] Nah, itu enggak boleh sama sekali.
[17:37] Ya.
[17:37] Kemudian juga Ibnu Katsir rahimahullah berkata, "Orang munafik itu kalau dilarang berbuat kerusakan maka mereka menjawab, kami hanya mengadakan perbaikan."
[17:48] Padahal perbuatan mereka itu mendustakan Nabi, mengolok-olok agama, bersekongkol dengan orang-orang kafir, itu semua adalah kerusakan yang nyata.
[17:56] Ini perkataan Ibnu Katsir rahimahullah.
[17:59] Jadi kalau ada orang sengaja olok-olok agama, kalau sekarang itu orang buat konten ya ada yang pernah dapat informasi, dapat informasi sengaja makan babi, baca bismillah maksudnya untuk apa ini?
[18:10] Apa manfaatnya?
[18:12] Udah kau makan babi makan aja sendiri.
[18:14] Ngapain bawa bismillahnya?
[18:16] Dia tahu Islam melarang babi misalnya, itu kan ibadat namanya.
[18:19] Mengganggu orang lain.
[18:20] Umat Islam jadi marah, kan gitu.
[18:23] Ini contoh-contohnya.
[18:24] Dan banyak hal-hal yang seperti ini ya.
[18:26] Banyak hal seperti ini.
[18:30] Imam Qurtubi rahimahullah berkata di tafsir surah Al-A'raf ayat 56.
[18:32] Tadi sudah kita baca juga Al-A'raf itu ya.
[18:34] Beliau mengatakan, "Janganlah kalian membuat kerusakan di muka bumi dengan kemusyrikan."
[18:40] Semua bentuk kesyirikan, dukun-dukun, jimat-jimat, menyembah selain Allah.
[18:46] Ya mengkultuskan kuburan, pakai apalah batu-batu keramat dan segala macam.
[18:51] Ini kesyirikan, ini kerusakan.
[18:53] Karena Allah pemilik alam semesta ini akan marah dengan itu.
[18:57] Allah tidak suka dan benci sekali dengan orang berbuat kesyirikan sampai kekal.
[19:02] Dalam Al-Qur'an dua ayat mirip, Allah mengatakan, "Innallaha lafirus wakfirika liman yasya."
[19:07] Nanti kalau orang berbuat syirik besar itu meninggal di akhirat, Allah tidak akan ampuni orang berbuat syirik dan Allah mengampuni dosa selain daripada itu.
[19:15] Makanya ulama ahli sunah wal jamaah berkata, "Semua pelaku dosa besar selain kesyirikan, ya misalnya orang berzina."
[19:22] Orang berbohong, dia meninggal belum sempat tobat.
[19:25] Ini tidak dikatakan dia masuk neraka dulu.
[19:28] Tetapi mereka dikatakan tahta masyiatillah di bawah keinginan Allah.
[19:30] Kalau Allah mau Allah siksa.
[19:32] Kalau Allah mau Allah maafkan.
[19:34] Kecuali syirik.
[19:35] Syirik sudah enggak bisa negosiasi.
[19:39] Karena dia rusak di muka bumi ya.
[19:41] Dianggap ini dosa paling besar.
[19:41] Sama dengan kalau antum ke rumah orang bertamu kemudian antum rusak-rusakin barang orang ya misalnya tuan rumahnya menata hiasan di sini, bunga di sana misalnya taruh sofa dengan bentuk seperti ini.
[19:54] Antum bertamu lalu antum ubah semua itu.
[19:56] Syirik itu berarti kan partner ya.
[19:59] Kita seakan-akan menganggap diri kita partner pemilik rumah itu kita punya hak mengubah-ngubahnya.
[20:03] Tentu saja pemilik rumah akan marah.
[20:05] Tidak disamakan Allah Subhanahu wa taala dengan makhluknya.
[20:08] Tapi Allah sangat marah dengan orang yang menyekutukannya dengan sesuatu.
[20:11] Dan termasuk itu minta tolong sama setan, jin, dan segala macam.
[20:15] Ini sayang sekali di negara kita masih sangat subur dukun-dukun.
[20:17] Padahal ini kerusakan di muka bumi gitu ya.
[20:19] Dan berapa banyak hukuman Allah Subhanahu wa taala datang merata ke satu masyarakat.
[20:24] karena kemungkaran dan ifsad ini
[20:25] dibiarkan tidak di tidak tidak
[20:28] diluruskan gitu ya. tidak diluruskan.
[20:31] Itu perkataan Imam Qurtubi rahimahullah
[20:33] dalam tafsir Alla'raf 56. Beliau
[20:35] mengatakan, "Janganlah kalian membuat
[20:37] kerusakan di muka bumi dengan
[20:39] kemusyrikan, pembunuhan, kezaliman, dan
[20:42] menyimpang dari ketaatan kepada Allah.
[20:44] Setelah Allah perbaiki dengan diutusnya
[20:46] para rasul dan diturunkannya syariat."
[20:49] Jadi dengan datangnya para nabi-nabi
[20:50] termasuk Nabi Muhammad sallallahu alaihi
[20:51] wasallam bawa Al-Qur'an, bawa syariat,
[20:53] ini boleh, ini enggak boleh, itu Allah
[20:55] sudah perbaikin tuh. Jangan sampai kita
[20:57] bentrok dengan itu. Tidak mau terima
[20:59] syariat Allah Subhanahu wa taala.
[21:00] Berarti kita dianggap pembangkang ya,
[21:02] pembuat kerusakan itu. Ass'di berkata,
[21:07] kita pindah ke surah Al-Qasas ayat 77
[21:09] tadi ya. Jadi kita coba ambil
[21:12] sampel-sampelnya saja karena ini cukup
[21:14] banyak bahasannya.
[21:16] Di dalam tafsir beliau, beliau
[21:17] mengatakan, "Jangan berbuat kerusakan
[21:20] dengan berbuat maksiat. menzalimi
[21:22] hamba-hamba Allah dan menghalangi mereka
[21:25] dari jalan Allah. Ya, jadi di sini
[21:29] secara khusus Assa'di rahimahullah yang
[21:32] pemilik kitab tafsir ee tafsirnya
[21:35] Taisirul Karim Rahman itu beliau
[21:38] mengatakan memang mengganggu hamba Allah
[21:42] ya menzalimi mereka itu termasuk ibadat.
[21:45] Jadi enggak boleh. Dan ini sejalan
[21:46] dengan hadis Nabi sallallahu alaihi
[21:48] wasallam tentunya ya. di mana Nabi
[21:49] sallallahu alaihi wasallam mengatakan,
[21:50] "Al muslimu salim muslimisani
[21:53] orang muslim yang sejati adalah orang
[21:54] muslim yang menyelamatkan muslim yang
[21:56] lain dari bahaya lisan dan tangannya.
[21:59] Dan salah satu ibadah yang besar di sisi
[22:00] Allah Subhanahu wa taala adalah kalau
[22:01] kita lagi tidak ada keperluan di luar
[22:03] rumah, tinggal di rumah." Apa kata Nabi
[22:05] sallallahu alaihi wasallam? Sehingga
[22:06] engkau selamat dari bahayanya orang
[22:09] lain, ganggu orang lain dan engkau juga
[22:10] ee orang lain pun selamat dari
[22:12] gangguanmu. Jadi saking tidak bolehnya
[22:14] orang saling ganggu-mengganggu. Apa yang
[22:17] kita tidak tahu tentang seseorang gak
[22:19] perlu sengaja kita cari tahu ya. Kecuali
[22:21] memang ada hubungannya sama kita, ada
[22:22] hak kita. Makanya pernah saya jelaskan
[22:24] itu ya. Beda antara orang yang fudul
[22:27] hanya mau cari tahu tentang seseorang
[22:29] dengan orang mau tabayun. Sering
[22:31] kadang-kadang ada ikhwah yang mungkin
[22:32] antum dengar di pengajian ya, akhi saya
[22:34] mau tabayun. Nah, pertanyaan sekarang
[22:36] tabayun ini cross check nih ya. Karena
[22:38] Allah mengatakan in jaakum fasabayu.
[22:41] Orang kepada kalian orang fasik maka
[22:42] tabayunlah ya. Cross check lah sini.
[22:45] cross check batasannya ada hubungannya
[22:48] enggak sama Anda. Tidak semua hal kita
[22:51] cross check. Apa punya kita cross check
[22:53] orang ini datang ke masjid untuk apa?
[22:55] Apa hubungannya misalnya atau kenapa dia
[22:57] nikah sama si fulan atau kenapa ini dan
[22:59] ini tidak ada hubungan sama. Kalau ada
[22:59] hubungan sama kita oke ya misalnya ada
[23:02] hubungan kita investasi dia, lalu kita
[23:04] cross check kita saya tabayun ya kata
[23:06] informasi engkau ada salah gunakan uang.
[23:07] Nah oke tapi kalau tidak dukungan sama
[23:09] kita untuk apa kita tabayun? Ya,
[23:11] sesungguhnya orang yang paling banyak
[23:13] hisabnya hari kiamat terlalu banyak
[23:15] membuka cross check ke orang-orang.
[23:17] Terlalu banyak mencari tahu tentang apa
[23:19] yang orang lakukan. Cerita sembarangan
[23:22] sana sini semaunya. Apalagi
[23:24] kadang-kadang ada orang subhanallah
[23:25] egonya besar sekali dianggap dirinya
[23:26] paling benar. Ya, semua orang salah bagi
[23:29] dia. Diingatkan tidak mau dengar. Ada
[23:32] juga orang yang manu kembali sudah salah
[23:34] nih. Bukan dia katakan, "Iya saya salah,
[23:36] saya minta maaf ya." Gak. Dia manuver
[23:37] keadaan, mencari pembenaran supaya orang
[23:39] lain juga kena salahnya atau mungkin
[23:41] salah dia dari kecil, orang lain yang
[23:42] kena jadi kambing hitamnya. Ini semua
[23:44] ifsad yang luar biasa. Ini kerusakan
[23:46] yang luar biasa.
[23:49] [mendengus] Syekh Muhammad Amin
[23:50] Asyinkiti ya juga seorang ulama tafsir
[23:53] dalam adwaul bayan beliau mengatakan
[23:55] dalam surah Al-Maidah ayat 33 tadi
[23:57] tentang hukuman hukumannya orang-orang
[23:59] yang membuat kerusakan. Beliau
[24:00] mengatakan,
[24:02] "Sesungguhnya ya
[24:05] merampok, membunuh, memeras, menebar
[24:07] teror,
[24:09] dan mengganggu keamanan jalan ini semua
[24:13] masuk harabah dan ee fasad fil ard."
[24:17] Orang buat teror-teror di jalanan, ya.
[24:19] Orang buat teror di handphone sekarang
[24:21] ya macam-macam teror-teror melalui media
[24:24] dieror itu semua masuk ya memeras ya
[24:28] sengaja mengambil menahan anak orang
[24:30] atau apalah kemudian memeras misalnya
[24:32] kemudian menebarkan ee gangguan-gangguan
[24:35] keamanan di pinggir jalan banyak orang
[24:37] suka taruh paku sembarangan supaya orang
[24:39] lain bocor bannya atau apalah hal-hal
[24:42] yang serupa dengan itu. Semua itu masuk
[24:43] dalam masalah ini. Ya, kalau Syekh
[24:45] Muhammad Shkiti ini berarti lebih detail
[24:48] lagi sampai hal yang seperti saya sudah
[24:50] masuk dalam hukuman yang harus dianggap
[24:52] kerusakan di muka bumi yang hukuman
[24:54] fisik sudah harus kena pada mereka. Nah,
[24:56] ini sampai seperti itu. Jadi, para ulama
[24:59] mengatakan kerusakan ifsad dalam
[25:01] Al-Qur'an ini itu lawannya islah. Nah,
[25:03] kalau Isra berarti memperbaiki
[25:06] siapapun yang berbuat kebaikan seperti
[25:08] menyebarkan tauhid,
[25:10] mengajarkan agama Allah, ee menyebarkan
[25:13] keadilan, akhlak-akhlak yang baik,
[25:15] jujur, amanah, tanggung jawab gitu ya.
[25:17] Melarang orang dari kemungkaran semua
[25:19] itu berarti dia membuat kebaikan di muka
[25:21] bumi dan dapat pahala banyak. Ya,
[25:24] sebaliknya lawannya berarti ifsad,
[25:26] kerusakan. Ya, saya pernah lihat
[25:28] subhanallah ada orang saya ke masjid itu
[25:29] di Kota Makassar. Dia datang, dia pegang
[25:32] kayu, pohon-pohon itu dipukul-pukulin
[25:34] sama dia. Jatuh semua daunnya. Sudah
[25:36] ditata rapi di halaman masjid. L saya
[25:38] tegur, "Aki, kenapa? Kenapa harus buat
[25:41] ini? Untuk apa cabut daun pohon tidak
[25:43] ada gunanya? Kan tidak ada manfaatnya.
[25:46] Kalau dia ambil daunnya untuk dia masak
[25:48] sesuatu mungkin dan itu haknya dia
[25:50] silakan. Tapi kalau untuk dirusak saja
[25:52] dicopot, apa manfaatnya?" Ya, bakar ban
[25:55] misalnya ke mana-mana baunya atau ada
[25:58] orang putar musik di rumahnya ganggu
[26:00] orang tetangga di sebelah sana knalpot
[26:02] motor yang diganti sengaja ribut bangga
[26:05] padahal cuma 10 m ya habis itu selesai
[26:08] yang penting dia sudah bikin sakit
[26:09] kuping orang la haula wala quwwata illa
[26:11] billah ya jadi itu termasuk untuk apa
[26:14] ibadat ini untuk apa ganggu orang
[26:15] ketentraman orang untuk apa diganggu
[26:17] biarin orang nyaman sebagaimana kita
[26:19] nyaman kalau kita tenang begitu juga
[26:21] orang lain sama ya itu semua. Kemudian
[26:25] juga ulama mengatakan bahwasanya masuk
[26:27] dalamnya kalau kita simpulkan tadi
[26:28] adalah kekufuran, kesyirikan, ya.
[26:31] Perbuatan-perbuatan yang merusak moral
[26:33] ya. Kemudian fitnah, dusta, gibah, adu
[26:36] domba, korupsi. Kemudian juga merusak
[26:39] penyakit fisik. Penyakit fisik seperti
[26:41] memukul, membunuh, merampok, teror. Ya,
[26:44] kemudian merusak fasilitas umum. Biasa
[26:46] kadang-kadang kalau demo-demo itu ada
[26:47] yang merusakin fasilitas umum
[26:48] pemerintah. Enggak benar, enggak boleh
[26:50] semua dalam Islam ini ifsat ya. atau
[26:53] merampok menjara. Mumpung sekarang lagi
[26:55] demo orang lagi tidak tahu merampok
[26:57] segala macam hal ini enggak boleh sama
[26:59] sekali ya. Hukumnya dalam Islam tidak
[27:01] dibolehkan. Ibnu Qayyim rahimahullah
[27:03] berkata, "Syariat itu seluruhnya
[27:05] maslahat.
[27:07] Allah menurunkan syariat semuanya
[27:08] maslahat. Kalau ada sesuatu yang keluar
[27:10] dari maslahat menjadi mafsada,
[27:12] kerusakan, maka itu berarti bukan
[27:14] syariat." Maka itu berarti bukan
[27:18] syariat, gitu ya.
[27:20] Kemudian
[27:22] Imam Qurtubi juga masih memberikan satu
[27:25] definisi tentang fasad ini. Beliau
[27:27] mengatakan, "Keluar dari ketaatan kepada
[27:30] Allah dan setiap orang yang bermaksiat
[27:32] kepada Allah di muka bumi maka dia telah
[27:34] membuat kerusakan di dalamnya walaupun
[27:36] dia sifatnya individual." Misal contoh
[27:38] ada orang pengin berzina, dia pergi ke
[27:40] hotel sendiri atau dia pergi ke tempat
[27:41] belacur sendirian tidak ada yang tahu.
[27:43] Dia sebenarnya sudah buat kerusakan.
[27:44] Kenapa? Karena dia sedang melakukan
[27:47] maksiat di bumi Allah ini. Raja sang
[27:50] raja Allah enggak mau itu. Dia sudah
[27:52] buat kerusakan itu. Kalau ada orang yang
[27:55] melihatnya dan tidak mengingatkan, itu
[27:58] juga kena. Makin besar lagi. Makin besar
[27:59] lagi. Jadi makin banyak
[28:01] peringatan-peringatan yang akan datang
[28:02] dari Allah Subhanahu wa taala.
[28:06] Ass'di juga masih mengatakan bahwasanya
[28:09] ayat-ayat ini yang bicara masalah ibadat
[28:11] ya. Bahayanya orang yang menunjukkan
[28:13] tentang bahayanya orang yang membuat
[28:16] kerusakan tapi dia merasa dia berjasa.
[28:19] Ya,
[28:21] ciri mereka menolak nasihat, membela
[28:23] diri walaupun salah dengan alasan manis
[28:26] atau tidak mau terima koreksian dari
[28:28] orang lain. Nah, ini juga termasuk
[28:30] beliau mengatakan begitu ya. Dan Syekh
[28:32] Utsimin rahimahullah berkata, "Ayat-ayat
[28:35] tentang ifsad ini dalil jelas bahwasanya
[28:39] niat baik saja tidak cukup. Cara dan
[28:42] dampaknya juga harus dilihat. Kalau cara
[28:46] bisa membuat masyarakat resah, maka
[28:48] berarti dia fasad, dia kerusakan. Tapi
[28:51] kalau membuat orang lain nyaman, berarti
[28:53] dia adalah islah. Nah, seperti itulah.
[28:56] Dan Syekh Singkiti juga mengatakan
[28:58] kerusakan paling bahaya adalah kerusakan
[29:00] yang dibungkus dengan kata perbaikan.
[29:03] Karena orang susah menerima nasihat
[29:05] karena pelakuan yang dianggap suci
[29:07] darinya. Nah, ini semua poin-poin
[29:10] penting yang perlu kita garis bawahi.
[29:14] Kemudian tentu di masa kita sekarang
[29:15] cukup banyak ya tadi sempat kita
[29:17] singgung seperti misalnya menyebarkan
[29:18] fitnah hoaks ya di medsos ya. Seperti
[29:22] misalnya dia mengatakan ee ya supaya
[29:25] orang tahu tentang saya ya terserah dong
[29:28] bebas kita kan negara demokrasi terserah
[29:31] saya mau buat konten apa misalnya gitu
[29:33] ya. Ya, orang yang mau tersinggung,
[29:35] tersinggung saya sendiri. Karena
[29:36] sebenarnya dia tahu kontennya itu
[29:38] berbahaya. Mengganggu menyinggung
[29:40] individu atau menyinggung orang yang
[29:42] beragama misalnya ya. Seperti tadi ada
[29:44] orang makan babi dengan baca bismillah
[29:46] atau ada saya pernah dipanggil satu
[29:49] podcast diperlihatkan sec cuplikan. Ada
[29:51] orang sengaja pakai jilbab tapi
[29:53] memperlihatkan ee gerakan-gerakan
[29:55] senonoh gitu ya. Seakan-akan dia sedang
[29:57] melakukan ee hubungan biologis sampai
[29:59] semisal tapi diangkat di media. Ini
[30:01] menghina jilbab itu sendiri ya. untuk
[30:03] apa buat acara begini? Ya dia mau berzin
[30:06] dia berzin sendiri. Ngapain dia buat
[30:07] konten gitu ya. Ini jadi masalah semua
[30:10] ini ya. ini sama juga dengan
[30:13] ee perkataan misalnya contoh ee sengaja
[30:17] membuat tetangga resah dengan cara-cara
[30:19] dia tertentu misalnya karena dia tidak
[30:21] suka sama tetangganya, dia hasad
[30:23] misalnya, maka dia sengaja buat
[30:25] tetangganya tidak nyaman, parkir
[30:26] sembarangan, tutup pintunya atau sengaja
[30:29] dia membuat kalau tetangganya lewat
[30:31] singgung-singgung ya dengan kata-kata
[30:33] yang tidak nyaman. Padahal sebenarnya
[30:35] tetangganya tidak punya masalah dengan
[30:36] dia. Semua ini masuk dalam masalah
[30:38] ifsad. Jadi ras sekali bahasannya.
[30:41] Begitu juga dengan masalah adu domba,
[30:43] provokasi antara kelompok, suku, agama,
[30:46] ormas. Alasannya aku buka fakta
[30:49] misalnya, tujuannya agar masyarakat
[30:52] enggak ee kena agar masyarakat tenang
[30:54] mengetahui dan segala macam gitu ya. Dan
[30:57] ini ulama mengatakan hal-hal yang
[30:59] seperti ini masuk dalam dalam masalah
[31:01] namimah, mengadu domba. Dia pasti
[31:03] tujuannya tidak benar. Karena dalam
[31:05] Islam kalau ada orang berbuat kesalahan,
[31:07] tugas kita mengingatkannya. Dan kata
[31:09] Nabi sallallahu alaihi wasallam, "Siapa
[31:10] menasihati dengan dua mata, maksudnya
[31:12] empat mata antara dia sama orang
[31:13] tersebut, maka telah menyampaikan
[31:15] pesannya. Ya, diterima berarti dia sudah
[31:18] dapat pahalanya. Tujuannya juga
[31:19] tercapai. Kalau tidak diterima dia sudah
[31:21] lepas tanggung jawab di sisi Allah
[31:23] Subhanahu wa taala. Tugas kita berdakwah
[31:25] penyampaian bukan penerimaan. Kalau ada
[31:27] orang mau nerima, alhamdulillah tidak
[31:28] mau terima ya sudah jangan kita
[31:29] paksakan."
[31:31] Masuk dalam sinya adalah manipulasi
[31:33] data. mengambil uang masyarakat, proyek
[31:35] di markap, ya, kurangin timbangan ya.
[31:39] Alasannya ini adalah biaya operasional
[31:40] tapi sengaja diubah gitu ya. Ee dan
[31:43] banyak hal-hal yang lain ya yang memang
[31:45] masuk dalam makna ini juga. Kemudian
[31:47] gangguan keamanan ya seperti peralisme,
[31:50] seperti apa? Pungli, punggulan, ee umum
[31:52] di e liar. Pungli, pungkutan liar di
[31:54] luar sana harus stor sekian. Kalau tidak
[31:57] maka gak bisa jalan gitu ya. Saya pernah
[31:59] didatangi seorang ikhwah, dia bilang,
[32:00] "Ustaz, ada satu ee lembaga gitu kan
[32:04] menurunkan sumbangan kepada kami, tapi
[32:07] ee ditulis itu misalnya angka R juta."
[32:10] Ini contoh saja angka ya, angka R juta.
[32:13] Nanti ee kami diminta untuk
[32:15] menandatangani kalau kami terima segitu
[32:17] tapi nanti kami tidak terima gitu dengan
[32:19] alasan ada operasionalnya ya ormas itu
[32:21] misalnya. Jadi gimana, Ustaz? Saya
[32:23] bilang jangan terima karena seakan-akan
[32:25] kita dukung kecurangan mereka. Padahal
[32:28] mungkin pihak pemerintah tidak
[32:29] mengizinkan ormas itu untuk memotong
[32:32] uang itu harus sampai hanya melalui
[32:34] mereka sebagai amanah. Ini kan khianat
[32:35] terhadap amanah. Enggak boleh gitu ya.
[32:38] Ya. Kami juga pernah di Makassar begitu
[32:39] didatangi sama satu lembaga kemudian
[32:42] menawarkan sumbangan tapi angka yang
[32:44] ditandatangani dengan diterima beda.
[32:46] Mereka sudah potong dengan segala macam
[32:48] alasan administrasi dan seterusnya.
[32:50] Padahal sebenarnya tidak seperti itu.
[32:51] Ini contohnya. Jadi enggak boleh kita
[32:53] dukung ini ya. Ini seperti pungli tapi
[32:57] ya seakan-akan sopan tanda kutip tapi
[32:59] ini semua salah. Ini enggak boleh.
[33:02] Begitu juga sama dengan manipulasi data,
[33:04] manipulasi jam kerja ya. Ini masuk di
[33:07] dalamnya ifsat. Tidak boleh ya
[33:09] teman-teman sekalian. Kalau antum sudah
[33:10] punya akad 7.30 kerja keluar jam 0.30
[33:15] maka harus hati-hati nih ya. Akadnya
[33:17] sesuai dengan kata Nabi sallallahu
[33:18] alaihi wasallam al muslimun alurutim.
[33:20] Orang muslim sesuai dengan syarat yang
[33:21] disepakati. Enggak boleh kita sengaja
[33:23] sudahlah atasan saya kan cuek-cuek aja
[33:25] gak apa-apa saya datang jam 08.30 1 jam
[33:28] selalu setiap hari kita korupsi waktu
[33:30] itu. Ini enggak boleh. Tidak halal antum
[33:32] terima 1 jam itu. Ya, jangan minta minta
[33:36] kehalalannya. Tadi saya telat gimana apa
[33:38] konsekuensinya? Saya harus lembur
[33:40] sejamkah misalnya. Nah, contoh. Karena
[33:43] ini semua akan dipertanggungjawabkan di
[33:44] sisi Allah Subhanahu wa taala. Berapa
[33:47] banyak orang yang sudah terima gaji ya
[33:49] di kantor kemudian dia sengaja buat
[33:51] keuntungan lagi tambahan. Berapa kali
[33:53] itu terjadi? Di kantor kami juga pernah
[33:55] terlintas beberapa orang begitu.
[33:57] Subhanallah ya. Semoga Allah kasih
[33:58] hidayah gitu ya. Sudah terima gaji tapi
[34:00] tetap masih mengambil keuntungan dari
[34:02] tempat-tempat yang lain. Pada saat
[34:03] ditanya bohong enggak? Nah memang
[34:05] begitu. Maksiat itu punya teman-teman
[34:07] maksiat yang lain. Bohong itu ee atau
[34:09] manipulasi pernah teman itu bersahabat
[34:11] tuh seperti saudara kembar. Sekali orang
[34:13] buat manipulasi data bohong pasti
[34:15] bersamanya. Sekala orang bohong masih
[34:16] manipulasinya juga ada. Itu sudah
[34:18] seperti itu. Atau paling tidak ada
[34:20] bohong-bohong yang lain harus dia bela
[34:22] seterusnya. Nah, seperti itulah masuk
[34:25] dalam masalah ini juga kata para ulama
[34:26] adalah menakut-nakuti ibu-ibu dan
[34:28] anak-anak sehingga mereka takut keluar
[34:30] rumah dengan segala macam hal lah ya.
[34:33] Kemudian juga masuk dalamnya contoh
[34:35] misalnya konten-konten cabul, judi, ya,
[34:39] mabuk-mabukan yang akhirnya dia
[34:41] mengatakan ini kan cuma konten hiburan
[34:43] ya, biar viral misalnya ya, akhirnya
[34:46] masyarakat jadi masalah ya. [musik]
[34:48] Jadi ulama mengatakan kalau diketahui
[34:51] satu perbuatan buruk di satu tempat itu
[34:54] jangan disebarkan.
[34:56] Cukup kita yang meluruskannya atau
[34:58] menggunakan lembaga pemerintah. Dilukil
[35:00] sebuah kisah oleh Syekh Muhammad
[35:02] Shinkiti. Beliau menyebutkan dalam satu
[35:04] ceramahnya dibilang terjadi di salah
[35:07] satu tempat seingat saya di Mesir waktu
[35:09] itu. Ada satu orang datang kepada Syekh
[35:11] dan berkata begini, "Syekh di wilayah
[35:13] ini ditunjuk di kota itu, di sekitar
[35:15] masjid itu ada rumah alamatnya itu lurus
[35:18] kanan kiri itu ada rumah pelacuran di
[35:20] sana. itu harus Anda luruskan kesalahan
[35:23] itu. Syekhnya bukan melapor kepada pihak
[35:27] pemerintah untuk meluruskan itu, tapi
[35:29] dia naik di atas mimbar. Dia bilang,
[35:30] "Wahai jemaah sekalian, di wilayah kita
[35:33] terjadi kemungkaran, ada pelacuran,
[35:35] alamatnya terus kanan kiri. Setelah
[35:37] bubar jumatan disampaikan, makin
[35:39] tersebar perzinaan." Karena orang jadi
[35:42] tahu tempatnya. Tidak semua jemaah itu
[35:44] imannya sama. Tiba di sana lihat
[35:46] perempuan beda lagi. Bukan amar makruf
[35:48] nahi mungkar. malah dia masuk dalam
[35:50] kesalahan itu ya dan seterusnya gitu ya.
[35:52] Jadi hati-hati kadang-kadang kita niat
[35:54] untuk membuat kebaikan tapi malah kita
[35:57] membuat kerusakan. Maka ini hati-hati
[35:59] ya. Jadi jangan selalu ego mengatakan
[36:01] saya kan bebas gak perlu atur saya dan
[36:04] segala macam ini tidak boleh ya. Jadi
[36:07] kita harus betul-betul perhatikan
[36:08] masalah ini. Jadi kesimpulan dari semua
[36:11] ini, Teman-teman sekalian adalah tidak
[36:12] cukup dengan niat baik dan kita tidak
[36:14] boleh juga membuat kerusakan di muka
[36:16] bumi dengan alasan apapun. Dan tentu
[36:19] level tingkatan daripada pelanggaran itu
[36:21] cukup banyak ya. Tapi yang paling
[36:23] sedikitnya saja sudah tidak perlu kita
[36:25] lakukan ya. Orang muslim itu kata Nabi
[36:28] sallallahu alaihi wasallam dalam sebuah
[36:28] riwayat seperti lebah. Kalau dia tinggal
[36:31] di datang ke sebuah tempat dia hinggap
[36:33] dia tidak akan merusaknya. Lebah itu ya
[36:36] kalau tinggal hhinggap di sebuah tempat
[36:39] dia buat sarang tidak akan mengganggu.
[36:40] Sarang lebah kadang-kadang itu tipis,
[36:42] ringan sekali bisa dibubongkar gitu ya.
[36:46] Padahal dia itu lebah itu sebenarnya
[36:47] termasuk hewan serangga yang kuat dan
[36:50] dia komunitasnya kuat. Tapi dia buat
[36:52] sarangnya itu tidak akan mengganggu ya.
[36:55] Kemudian dia kalau makan lebah itu cuma
[36:57] makan yang baik-baik saja. Sari bunga
[36:59] dia kalau memberi dia cuma memberi yang
[37:00] terbaik dia beri ya madu. Tapi kalau dia
[37:04] diganggu sengatannya akan mematikan.
[37:06] Memang Nabi sallallahu alaihi wasallam
[37:07] memberikan gambaran seperti itu ya.
[37:09] Harusnya orang-orang beriman seperti
[37:10] itu. Jadi makin kita tidak mengganggu
[37:12] orang lain, makin kita tidak membuat
[37:15] ketentraman terganggu, maka kita makin
[37:17] aman dan insyaallah itu ada pahalanya
[37:19] sendiri di sisi Allah subhanahu wa
[37:21] taala. Wallahuam. Baik, ini saja yang
[37:23] kita bahas teman-teman sekalian. Semoga
[37:24] bermanfaat kalau ada benar dari Allah
[37:25] subhanahu wa taala. Silakan diambil dan
[37:26] diamalkan. Kalau serrah dari kami mohon
[37:28] dimaafkan. Subhanakallahumma wabihamdika
[37:30] asadu alla ilaha illa anta astagfiruka
[37:31] wa atubu ilaik. Wasalamualaikum
[37:33] warahmatullahi wabarakatuh.
