Full Transcript
https://www.youtube.com/watch?v=ThERy1WZPFc
[00:00] Atau kita convince audience towards our content.
[00:03] Karena itu adalah dua hal yang berbeda.
[00:05] Kalau kita cuma produksi konten, ya udah kita semua bisa.
[00:07] Bahkan sekarang lebih canggih pakai capcut segala macam gitu.
[00:09] Tapi apakah itu impactful dan bisa men-trigger orang untuk interact sama kita?
[00:13] Itu adalah something yang beda yang harus kita jelaskan juga di sini.
[00:17] Oke, tak kenal maka tak sayang.
[00:19] Sebelumnya aku mau kenalin diri dulu.
[00:22] Aku Ina.
[00:24] Aku udah di industri sekitar 15 tahun.
[00:26] Selama ini kerja di agency, tapi kalau ditanya secara praktikal aku udah lumayan 360.
[00:31] Pernah kerja di agency bikin iklan di ee apa di TVC gitu ya, ATL atau bikin event di BTL.
[00:40] Dan di 12 10 tahun terakhir lah ya itu fokus ke digital karena kita tahu digital tuh perkembangannya sangat cepat dan setiap hari pasti ada yang baru.
[00:47] Nah, sekarang aku kerja di Fosvoyer itu di grupnya Ibu Grair atau Everest Media sebagai VP
[01:01] Grair atau Everest Media sebagai VP Strategy and Data.
[01:03] Sebelumnya aku 10 tahun di Hakodo.
[01:07] Jadi memang eh agency multinasional yang memang rounded.
[01:09] Enggak cuma sekedar bikin konten sebagai apa yang teman-teman tahu, tapi kita beneran harus tahu esensinya apa.
[01:17] Dan aku juga dosen di UMN sampai saat ini eh di jurusan strategic communication aku udah 67 tahun lah ngajar di UMN dan
[01:26] kerjaan weekend biasanya speaker juga di remarketing atau di woman Works atau di Girls Intech.
[01:31] something yang sifatnya adalah volunering atau giving back gitu ya, di mana ngebantu kita juga untuk bisa membuat industri ini menjadi lebih baik.
[01:39] Jadi benar-benar energi dari apa yang nanti aku sampaiin mudah-mudahan bisa nge-spark teman-teman untuk bertanya gitu ya.
[01:48] Jadi jangan ragu mm kalau misalnya ada yang kepikiran langsung tulis aja di kolom chat.
[01:51] Nanti di akhir kita coba bahas bareng-bareng gitu ya.
[01:53] Oke, feel free aja santai aja.
[01:56] Kalau ada yang mau ditanya silakan.
[01:59] Oke, jadi hari ini agendanya adalah kenapa
[02:01] jadi hari ini agendanya adalah kenapa konten itu matters.
[02:03] Kalau kita bicara konten itu matters.
[02:05] Kalau kita bicara konten spektrumnya banyak banget,
[02:07] formatnya banyak sekali, bukan cuman lagi sekedar JPEG atau steel image gitu ya.
[02:10] Bahkan video aja turunannya banyak sekali.
[02:13] Jadi kita akan belajar dulu tentang e content matters.
[02:14] Habis itu apa sih yang ngebuat trends itu berubah?
[02:17] terutama di 2 tahun terakhir di 2025 dan awal 2026 ini.
[02:20] Habis itu kita punya framework yang mungkin teman-teman akan lebih mudah untuk mengikuti atau di ee dipelajari.
[02:25] Lalu kita ada case study yang teman-teman juga bisa pelajari.
[02:26] Dan yang terakhir adalah mungkin building the content plan with KPI itu akan lebih eh praktikal lagi ya perhitungannya gitu ya.
[02:32] Tapi itu juga nanti kita coba akan bahas lightly.
[02:33] Alright.
[02:35] Nah, kita mulai dari something yang sifatnya basic.
[02:37] Kalau mungkin aku S1, S2Uku adalah satu advertising, S2Uku komunikasi massa.
[02:41] Jadi, aku tuh anak industri komunikasi banget di mana kita percaya bahwa eh message itu penting, tapi the way we
[03:02] message itu penting, tapi the way we deliver the message itu yang super important.
[03:06] Jadi, begitu pun juga dengan konten.
[03:08] Gimana caranya compelling content itu adalah the social media marketing.
[03:13] Balik lagi kita pelajari jerninya.
[03:16] pertama adalah giving the attention, value, emotion and action.
[03:18] Jadi, compelling the content itu bukan cuman lihat bagus-bagusan mana ya, eh aku enggak bisa bikin konten, Kak.
[03:24] Aku enggak kreatif gitu.
[03:26] Aku enggak ngerti nih pakai Kanva gimana gitu.
[03:28] It's not about the tools itself.
[03:31] Tapi yang paling penting adalah communication design-nya.
[03:34] Who are we talking to?
[03:35] Kita mau bicaranya ke siapa?
[03:38] Konten ini dibuat untuk bikin orang nengok yang mana gitu dan gimana caranya bikin orang itu nengok.
[03:45] Jadi yang pertama adalah win the attention.
[03:47] Kenapa itu penting?
[03:49] Karena teman-teman tahu saat ini tuh abundance of the content di sosial media dalam satu waktu once kita scrolling itu banyak banget.
[03:57] Pertanyaannya kan adalah gimana caranya gua bisa stop di certain content yang menurut gua menarik gitu.
[04:01] Nah, itu adalah windtion.
[04:01] Yang kedua,
[04:04] Nah, itu adalah windtion.
[04:06] Yang kedua, deliver the values.
[04:06] Kita udah bikin stop deliver the values.
[04:07] Kita udah bikin stop tapi jangan cuman prank dong.
[04:07] Harus ada value-nya.
[04:09] Karena kalau cuma stop doang tapi enggak ada value juga akhirnya dia
[04:11] akan skip.
[04:12] Habis itu giving the emotional connection.
[04:16] Baru yang terakhir adalah drive action.
[04:18] Jadi poinnya adalah attention, value, emotion, action.
[04:21] Itu sebagai rangkaian yang terhubung satu dengan yang lain yang tidak boleh
[04:25] terputus satu atau dua.
[04:27] Jadi itu memang harus menjadi satu kesatuan.
[04:29] Maksudnya gimana?
[04:31] Kita mulai dari attention tadi.
[04:34] Stop scroll, kita win the early focus.
[04:36] Kalau bahasa sekarang mungkin di kampus sudah banyak ya teorinya.
[04:38] Eh, for the first 3 second harus ada sesuatu yang sifatnya nge-hook atau bikin orang
[04:43] berhenti atau merasa pengin tahu apa sih konten selanjutnya setelah 3 second
[04:48] pertama.
[04:50] Nah, tapi yang tadi aku bilang jangan cuman bikin stop tapi diprank.
[04:52] Harus ada value yang kita deliver.
[04:55] bikin sesuatu yang useful, bikin sesuatu yang relevan, bikin sesuatu yang entertaining
[05:00] atau yang orang-orang tuh bisa nikmatin
[05:02] baru habis itu make the message lebih
[05:04] baru habis itu make the message lebih human, lebih memorable, something yang
[05:07] human, lebih memorable, something yang enggak mudah dilupain.
[05:09] enggak mudah dilupain.
[05:11] Dan yang terakhir adalah action.
[05:11] Action itu bagian dari call to action.
[05:14] Udah nih kita nonton sampai habis dan what
[05:16] ujungnya tuh lu pengen ngapain nih orang
[05:18] gitu.
[05:21] Apakah dia harus respon?
[05:21] Apakah dia harus click the link, apakah dia
[05:22] harus belanja di keranjang kuning atau
[05:24] apa?
[05:27] Nah, itu harus clear.
[05:27] Jadi, jangan sampai orang cuman entertain, nikmatin,
[05:29] tapi kita enggak tahu ujungnya tuh what
[05:31] do you expect for the audience untuk
[05:33] bisa interact to our contents gitu ya.
[05:36] Nah, kenapa ini penting nih cerita dikit
[05:39] mungkin teman-teman juga relate kalau
[05:41] misalnya kita suka sama konten dan
[05:42] tiba-tiba kita menghilangkan kesempatan
[05:44] untuk kita tandain bahwa kita love this
[05:46] content, konten itu enggak akan ketemu
[05:48] lagi sama kita.
[05:48] Kita susah nyarinya.
[05:50] Pertama, kita enggak ingat namanya.
[05:52] Kedua, kalaupun diingat juga bingung mau
[05:54] cari keyword-nya apa.
[05:56] Dan yang ketiga
[05:56] adalah kita cuma berharap algoritm
[05:58] mempertemukan kita lagi.
[05:59] Karena
[05:59] kadang-kadang once konten itu lewat
[06:02] untuk mencari lagi itu akan sulit ya.
[06:04] Again, belum tentu kita follow, belum
[06:06] Again, belum tentu kita follow, belum tentu yang cuma sekali lewat gitu ya.
[06:09] tentu yang cuma sekali lewat gitu ya.
[06:09] Jadi attention value emotion
[06:13] Jadi attention value emotion itu adalah sesuatu yang sangat penting
[06:15] itu adalah sesuatu yang sangat penting untuk kita bisa perhatikan.
[06:17] untuk kita bisa perhatikan.
[06:17] Oke, lanjut ya.
[06:17] Nah, ini menarik.
[06:17] Kedua
[06:21] Oke, lanjut ya.
[06:21] Nah, ini menarik.
[06:21] Kedua adalah apa sih yang berubah?
[06:24] Ternyata sosial media itu bukan cuma sekedar no
[06:26] sosial media itu bukan cuma sekedar no longer only posting channel.
[06:26] Betul.
[06:29] Karena sekarang ada banyak sekali trends
[06:31] yang menjadikan sosial media lebih dari
[06:33] cuma sekedar platform.
[06:33] Dia bisa jadi
[06:36] discovery engine, bisa jadi search
[06:38] behavior, bisa community space ataupun
[06:40] eh commerce touch point.
[06:40] Nah, ini yang
[06:43] kita lihat ya.
[06:43] Pertama adalah dari fit
[06:45] kita bisa tahu algoritm discovery.
[06:45] Kalau
[06:48] kalian lagi nge-scroll Instagram, ada
[06:50] yang tiba-tiba di dalam scrollan itu
[06:51] iklan kan.
[06:51] Itu sebenarnya jebakan in a
[06:54] way tanda kutip gitu ya untuk melihat
[06:56] apakah kita interest atau enggak.
[06:56] Dan di
[06:58] beberapa konten ada pilihan kan interest
[07:00] or not.
[07:00] Kalau interest kita klik berarti
[07:02] kita akan disuguhkan konten yang mirip
[07:05] gitu.
[07:05] Tapi kalau not ya berarti memang
[07:06] gitu. Tapi kalau not ya berarti memang tidak relate.
[07:10] Nah, setiap postingan tidak relate.
[07:10] Nah, setiap postingan harus bisa win attention fast while eh meskipun itu bukan nonfollower.
[07:16] Berangkat dari manakah aku bisa track nonfollower?
[07:19] Misalnya dari explore.
[07:22] Semakin Instagram atau metagroup ngerti el siapa, semakin besar konten yang relevan gitu.
[07:27] Bahkan dari orang yang tidak follow.
[07:28] Balik ke konteks yang tadi aku bilang, once kita suka tapi ternyata kita skip atau kita lupa nge-save atau kita enggak repost gitu ya, hilang tuh kontennya.
[07:38] Waduh, nyarinya lagi gimana ya?
[07:40] Pertama lupa, yang kedua bingung mau nge-search siapa, yang ada kita jadi lost gitu.
[07:44] Terus yang kedua adalah dari socializing jadi social search.
[07:49] Content must answer question dan itu menggunakan bahasa sehari-hari yang mudah dissearch.
[07:54] Balik lagi ke tension tadi.
[07:55] Kalau terlalu complicated atau terlalu pintar in a way, orang susah gitu nge-search-nya.
[08:00] Jadi semakin roh, semakin organik, semakin sehari-hari pakai bahasa yang
[08:07] semakin sehari-hari pakai bahasa yang mudah semakin kita ingat dan mudah
[08:09] mudah semakin kita ingat dan mudah dicari.
[08:11] Jadi kalau misalnya ditanya, kalau aku pribadi ya, aku tuh selalu
[08:13] menggunakan hook dengan kayak tiga kata
[08:15] kunci itu aja yang diulang terus tiga
[08:18] kata kunci itu aja terus yang diulang.
[08:20] Tapi tiga kata kuncinya kalian harus
[08:21] define ya. Apa? Semakin sering itu
[08:24] diulang, semakin algoritm paham bahwa
[08:26] konten kamu tuh tentang tiga kata kunci
[08:29] itu misalnya.
[08:31] Terus sekarang udah enggak model lagi
[08:33] yang polish atau terlalu crafted atau
[08:35] terlalu cakep layout-nya gitu ya.
[08:37] Audience tuh respon konten yang lebih
[08:39] human atau native. Makin row, makin
[08:42] organik, makin apa adanya, makin
[08:45] utentik, makin relatable buat mereka
[08:47] gitu. Jadi ee ya cakep boleh tapi jangan
[08:50] terlalu kelihatan bahwa itu ternyata
[08:52] diedit too much gitu ya. Karena sesuatu
[08:55] yang fake kadang-kadang kurang relate
[08:57] atau kena di audience gitu. Baru yang
[09:00] terakhir adalah dari tempat broadcasting
[09:02] jadi interactive. Reach itu sekarang
[09:06] akan lebih luas ketika orang ada yang
[09:08] akan lebih luas ketika orang ada yang reply, share dan participain.
[09:10] Eh reply, share dan participain.
[09:13] Eh participation ya.
[09:13] Artinya percuma kita bikin konten kalau enggak ada yang balas.
[09:16] Enggak percuma kita bikin konten kalau ternyata engagement atau kolom chat-nya sepi.
[09:20] Berarti kan tugas kita gimana caranya bikin hook yang bikin orang mau komen atau paling enggak meninggalkan jejak.
[09:26] Karena kalau aku selalu di kelas ya bilangnya adalah kita enggak boleh bikin konten sia-sia dan kita harus make sure bahwa apa yang kita bikin itu bisa attractive enough at least meninggalkan jejak footprint di dalam setiap konten yang kita punya.
[09:39] Karena itulah yang akhirnya menjadi matriks perhitungan performance konten kita kan gitu.
[09:45] Jadi, good content today itu bukan cuma sekedar cakep-cakepan visual atau nge-posting lebih sering,
[09:50] tapi lu harus ceklist beberapa poin ini.
[09:52] Satu, discoverable enggak?
[09:55] Kalau terlalu complicated agak susah tuh orang untuk recall.
[09:57] Kedua, mudah dicari enggak?
[09:59] Jangan-jangan kita terlalu complicated pengin nunjukin kita sekeren apa.
[10:04] Eh, at the end enggak ada yang dekat sama kita sama sekali gitu.
[10:06] Terus relable enggak
[10:09] sama sekali gitu.
[10:09] Terus relable enggak sama sehari-hari?
[10:10] Jangan-jangan kita sama sehari-hari?
[10:12] Jangan-jangan kita selalu mikirin estetika, tapi ternyata itu enggak segitu relate-nya.
[10:14] Dan yang paling penting harus nge-bring interactive atau sesuatu yang memang
[10:16] interactive atau sesuatu yang memang diajak ngobrol.
[10:19] Nah, haram hukumnya kalau kita bikin konten cuman one way
[10:21] communications, tapi kita harus cukup
[10:23] apa ya?
[10:26] Cukup interaktif untuk tanya jawab.
[10:28] At least ada pancingan untuk mereka berinteraksi sama kita gitu ya.
[10:32] Nah, dari situ kita lihat nih ada beberapa current content trends yang el
[10:35] semua harus paham.
[10:38] Pertama, social itu sebagai search.
[10:40] Sekarang search-nya udah bukan di Mbah Google.
[10:43] Mungkin zaman aku Mbah Google gitu ya.
[10:45] Tapi sekarang teman-teman nge-search di TikTok,
[10:48] nge-search di explor-nya Instagram gitu.
[10:50] Jadi ee semakin mudah el didapetin,
[10:51] diketemuin, semakin mudah kita akhirnya
[10:54] keterpa gitu.
[10:57] banyak konten tentang kita atau short form video itu still
[11:00] dominates.
[11:03] Ya, sekarang tuh semua serba cepat.
[11:05] Kalau misalnya panjangan dikit
[11:09] Cepat. Kalau misalnya panjangan dikit aja orang enggak sabaran pengen nonton aja orang enggak sabaran pengen nonton sampai habis.
[11:13] Yang dilakukan apa? Dikip sampai habis. Yang dilakukan apa? Dikip skip skip atau misalnya ditap tap tap sampai 5 detik fard 5 detik maju maju maju gitu kan.
[11:19] Pokoknya dia pengin tahu ujungnya apa.
[11:22] Terus ada lagi authentic low production content yang tadi aku bilang makin autentik makin organik makin bagus atau community led growth dan AI sekarang udah bisa mengedit apapun bahkan kalau di story kita pun ada button AI untuk bisa mengedit untuk menghapus atau menambahkan elemen di dalam foto kita di story sebelum kita posting gitu kan.
[11:43] Baru yang terakhir adalah cultural. Kita akan bahas satu-satu.
[11:48] Sorry, mungkin agak wory, kalian bisa dengerin aku aja. Yang penting adalah kalau social itu adalah tadi people no longer use social media only to scroll.
[11:58] Jadi, sosial media tuh enggak cuman dipakai buat nge-scrolling. Dia menggunakan semua platform ini untuk mencari beberapa informasi terkait dengan review, tutorial, eh spot dan lain sebagainya.
[12:09] Meaningnya apa sih? Meaningnya adalah kalau eksplorasi brand
[12:13] Meaningnya adalah kalau eksplorasi brand kita kurang mendapat engagement di sosial media, otomatis pengetahuan orang lain terhadap brand kita jadi kecil.
[12:21] Sehingga kita harus mudah di apa ya masuk ke dalam audiens supaya reference terhadap produk kita itu semakin besar.
[12:29] Seperti contohnya misalnya ya, aku beli tumblr ini anggapnya tumblernya unik gitu.
[12:36] Enggak ngerti cara buka tutupnya gimana, tapi ternyata orang enggak pernah makai, enggak ada tutorial, enggak ada review, enggak ada ee gimana sih life hack cara buka tutup botol tumbler yang bagus gitu misalnya karena dia ternyata bentuknya unik gitu ya.
[12:51] Otomatis orang jadi enggak dekat sama kita.
[12:53] Cuman gara-gara si tumbler itu dianggap aneh karena bentuknya yang susah sehingga orang jadi enggak mau pakai misalnya gitu.
[13:01] Nah, itu tuh kan harus sesuatu yang kita bisa bisa jelasin gitu ya melalui sosial.
[13:06] Nah, di Indonesia sendiri sosial media tuh udah sangat massive.
[13:08] Kita tahu data dari data portal we are social tuh udah sangat besar ya secara statistik.
[13:15] sangat besar ya secara statistik.
[13:18] Dan di Indonesia contex adalah eh kalau misalnya kita mau cari sesuatu ya
[13:20] kadang-kadang kita selalu menggunakan keyword-keyword yang mudah dipahami dan
[13:23] ini sebenarnya masuk ke SEO atau search engine optimation.
[13:25] Nah, yang di bagian merah bawah itu adalah conclusion-nya.
[13:28] A brand implication itu adalah simple.
[13:31] Simpelnya gimana sih? konten tuh harus mudah menggunakan kata-kata, ada hook yang kechy dan bisa menjawab masalah atau problem atau practical answer.
[13:37] Bukan cuman sekedar visual yang cakep gitu.
[13:40] Kenapa? Karena balik lagi di sinilah produk kita mendapatkan enggak didiscover ya atau didiscover atau ditemukan sama orang.
[13:46] Jadi jangan lupa itu adalah tren yang pertama.
[13:51] Untuk yang kedua kita ngomong short format.
[13:53] Yes, short format kita sama-sama paham bahwa ternyata semua udah serba cepat.
[13:55] Jadi di Indonesia itu TikTok Videos, IG, Reels, YouTube, short itu menjadi tiga ee platform yang paling ee digemari ya.
[13:59] Bukan platform sorry, format yang paling digemari karena hasilnya juga paling bagus.
[14:04] Dan di sini
[14:18] hasilnya juga paling bagus.
[14:19] Dan di sini bilang simple example-nya apa sih?
[14:21] Kalau misalnya kita ngomong before after, quick taste atau tiga reason why,
[14:26] something yang memang catchy sebagai headline supaya orang bisa baca.
[14:28] Nah, lesson-nya apa sih buat marketer?
[14:30] berikan 2 sampai 3 second di depan eh karena itu yang akan menentukan eh first impression.
[14:38] Kalau ternyata ah boring dia skip, ah gua udah tahu nih lagu-lagu filternya dia skip.
[14:44] Ah ini mah basi gua udah ngerti skip gitu.
[14:47] Jadi harus selalu terbarui dengan something yang newess ya atau yang yang provoking atau di depan.
[14:51] Tapi in a good way ya.
[14:54] At least itu bisa jadi hook kita untuk akhirnya menonton sampai habis.
[14:59] Oke, ketiga masalah authentic law production ya.
[15:01] Tadi aku juga udah bilang e contohnya ada Suki Indonesia.
[15:03] Nanti di belakang aku akan kasih tahu.
[15:07] Dia cukup sederhana apalagi kalau skinc skincare gitu ya.
[15:10] Dia harus ngasih tahu texture-nya lah, warnanya lah, diapply-nya kayak gimana lah segala macam.
[15:14] That is strong reminder for Indonesia bahwa creator style itu proof
[15:21] Indonesia bahwa creator style itu proof eh kata ketika itu di dibuat sama eh apa namanya?
[15:25] Eh agency.
[15:27] Maksudnya gimana?
[15:27] Biasanya kalau agency itu kan menganut etika ee apa ya?
[15:34] Desain visual grafis yang cakep karena dia menggunakan Photoshop, dia tahu ee teori-teori visual, grafis, dan lain-lain gitu kan.
[15:39] Nah, ternyata hasil yang kita rasa itu ideal kalau kita buat itu ke konten itu justru performance-nya kurang baik karena terkesan dibuat-buat.
[15:51] Beda sama kreator style yang apa adanya yang dia bangun, dia masih kucel, dia langsung bikin konten gitu.
[15:59] Nah, ternyata itu yang akhirnya terbukti lebih efektif.
[16:06] Lalu yang nomor empat adalah community LED.
[16:07] Nah, ini menarik.
[16:07] Kenapa?
[16:10] Karena sekarang kalau kita konteks di 2025 gitu ya, banyak banget community atau geng yang apa-apa dihashtagin as if kita berangkat dari satu eh kesukaan yang sama.
[16:17] Jajanan TikTok lah, kuliner lah,
[16:22] Jajanan TikTok lah, kuliner lah, atau misalnya komunitas film Indonesia.
[16:24] Atau misalnya komunitas film Indonesia lah, penyuka kartun lah, belum olahraga.
[16:27] Lah, penyuka kartun lah, belum olahraga, ada padel klub lah, macam-macamlah.
[16:29] Ada padel klub lah, macam-macamlah segala macam.
[16:32] Segala macam. Tujuannya apa sih? Supaya lebih mudah mencari geng.
[16:34] Lebih mudah mencari geng. Bahkan geng itu tuh bisa dibagi berdasarkan lokasi tempat tinggal.
[16:36] Tempat tinggal. Aku Jaksel proud gitu ya.
[16:39] Ya. Aku anak Jakbar banget nih gitu.
[16:41] Nah, itu tuh semua ada community-nya.
[16:44] Jadi, the practical lesson-nya adalah brand itu akan grow faster ketika mereka build ongoing participation karena dia yang membuat napas buat si community itu.
[16:47] Brand itu akan grow faster ketika mereka build ongoing participation karena dia yang membuat napas buat si community itu.
[16:50] Build ongoing participation karena dia yang membuat napas buat si community itu.
[16:53] Yang membuat napas buat si community itu.
[16:55] Kalau community tapi membernya enggak active, it's not community.
[16:57] Kalau community ada tapi ternyata member yang aktif cuma 10, it's not community gitu.
[16:59] Kalau community ada tapi ternyata member yang aktif cuma 10, it's not community gitu.
[17:02] Aktif cuma 10, it's not community gitu.
[17:05] Jadi untuk bikin community itu go bigar, of course kita butuh keaktifan mereka dalam membuat konten atau membuat komunity ini hidup gitu.
[17:08] Of course kita butuh keaktifan mereka dalam membuat konten atau membuat komunity ini hidup gitu.
[17:11] Dalam membuat konten atau membuat komunity ini hidup gitu.
[17:12] Komunity ini hidup gitu. Dan itu semua bisa terjadi di sosial.
[17:15] Dan itu semua bisa terjadi di sosial.
[17:18] Oke. Atau bahkan kalau misalnya kita punya member yang banyak, masing-masing member itu bisa bikin konten untuk.
[17:20] Punya member yang banyak, masing-masing member itu bisa bikin konten untuk.
[17:22] Masing-masing member itu bisa bikin konten untuk.
[17:24] member itu bisa bikin konten untuk komunity kita.
[17:27] Jadi makin diverse, makin beda roots, makin angle-nya macam-macam, kita makin kaya secara diversity content-nya gitu.
[17:35] Nah, itu sangat potensial tuh kalau kita mau garap ya, terutama untuk community-nya.
[17:40] Terus AI, nah yang tadi aku bilang sekarang ada Meta AI Studio yang ada bahasa Indonesianya juga.
[17:46] Bahkan sekarang kalau semua video bahasa sleng aja tuh transkripnya udah lebih menyesuaikan dan AI sudah bisa membaca gesture badan atau tubuh dan mimik muka juga gitu ya.
[17:59] Jadi memang udah lebih advance. Jadi untuk bisa winning formula kita tetap bisa menggunakan AI untuk efisiensi.
[18:08] Tapi yang punya konsep dan konteks dan taste itu tetap human.
[18:13] Karena dia cuma bisa mentranslasi ide apa yang kita mau.
[18:15] Tapi feelingnya mereka enggak bisa deliver itu dengan baik.
[18:19] Jadi tetap butuh sentuhan teman-teman semua nih ya, kita nih semua as a human untuk bisa menambahkan konteks, meaning, dan taste atau rasa
[18:25] konteks, meaning, dan taste atau rasa atau feeling itu menjadi lebih hidup
[18:28] atau feeling itu menjadi lebih hidup gitu supaya kita enggak robot-robot
[18:30] gitu supaya kita enggak robot-robot bangetlah gitu. Walaupun kalau dilihat
[18:32] bangetlah gitu. Walaupun kalau dilihat jadi sih jadi ya, tapi pasti kering
[18:34] jadi sih jadi ya, tapi pasti kering gitunya.
[18:37] gitunya.
[18:39] Next, kita ngomong terakhir ya ke culture aware brand behavior.
[18:41] culture aware brand behavior. Nah, kalau misalnya kita ngomong enggak semua tren
[18:43] misalnya kita ngomong enggak semua tren itu bisa di-copy cat. Kadang-kadang tren
[18:46] itu bisa di-copy cat. Kadang-kadang tren itu pertama cepat banget berubahnya dan
[18:49] itu pertama cepat banget berubahnya dan yang kedua tidak tidak selalu relevan
[18:51] yang kedua tidak tidak selalu relevan untuk semua brand. Ada yang cocok, ada
[18:53] untuk semua brand. Ada yang cocok, ada yang enggak. Dan tugas kita jangan
[18:55] yang enggak. Dan tugas kita jangan maksain. Kalau ternyata maksain dan
[18:57] maksain. Kalau ternyata maksain dan ternyata impactnya kurang baik, akhirnya
[18:59] ternyata impactnya kurang baik, akhirnya akan jadi backfire buat brand kita,
[19:01] akan jadi backfire buat brand kita, gitu.
[19:03] gitu. Nah, contoh kalau di konteks Indonesia yang paling common misalnya
[19:05] Indonesia yang paling common misalnya Ramadan, mudik, local food, fandoms,
[19:08] Ramadan, mudik, local food, fandoms, regional humor atau national moments
[19:10] regional humor atau national moments gitu yang kayaknya eh dirayakan oleh
[19:14] gitu yang kayaknya eh dirayakan oleh semuanya. Mungkin kalau Ramadan bukan
[19:16] semuanya. Mungkin kalau Ramadan bukan dirayakan dalam arti dirayakan ya, tapi
[19:18] dirayakan dalam arti dirayakan ya, tapi culture-nya tuh feelingnya kita bisa
[19:20] culture-nya tuh feelingnya kita bisa bareng-bareng gitu kan. Nah, dari situ
[19:23] kita bilang bahwa a smarter approach itu bisa adapt the trend yang benar-benar
[19:27] bisa adapt the trend yang benar-benar truthful atau relate dengan DNA atau visi misi dari brand tersebut.
[19:34] Semakin dia connect value-nya, semakin besar kemungkinan tren itu akan viral.
[19:40] Semakin lo nice try untuk maksain, semakin dia bilangnya alnya cuma ngeramin-ngeramin konten doang gitu.
[19:48] Jadi enggak beneran sinsir atau tulus dari dari hati atau DNA brand tersebut gitu.
[19:53] gitu ya. Nah, itu adalah beberapa hal yang teman-teman harus paham.
[19:57] Nah, saat ini social konten di Indonesia tuh harus dibuild berdasarkan tadi kita sudah bilang ya, searchable udah pasti harus cepat karena kalau misalnya telat dikit trennya udah lewat atau bahkan em virality-nya udah enggak kelihatan lagi.
[20:09] Athentic in the way kita harus jadi diri sendiri.
[20:14] makin diverse, makin row, makin apa adanya, makin natif, makin organik itu makin besar kemungkinannya untuk dapat exposure.
[20:23] Dan jangan lupa harus meng-engage orang dengan participate.
[20:25] Participate di sini bukan berarti join
[20:27] Participate di sini bukan berarti join my movement, bukan ya, atau ikutan lomba
[20:29] my movement, bukan ya, atau ikutan lomba lari, bukan juga. Yang penting ada call
[20:32] lari, bukan juga. Yang penting ada call to action yang bisa maksa in a way
[20:35] to action yang bisa maksa in a way audience yang lihat untuk melakukan
[20:36] audience yang lihat untuk melakukan sesuatu. Apapun itu misalnya itu komen
[20:40] sesuatu. Apapun itu misalnya itu komen komen aku ya. Kalau komen kamu gimana
[20:42] komen aku ya. Kalau komen kamu gimana gitu, kamu bisa tulis di bawahnya gitu.
[20:44] gitu, kamu bisa tulis di bawahnya gitu. Jadi harus tetap ada reason why gua
[20:47] Jadi harus tetap ada reason why gua harus engage sama konten lo gitu. Terus
[20:49] harus engage sama konten lo gitu. Terus AI enggak bisa dilupakan atau bahkan
[20:52] AI enggak bisa dilupakan atau bahkan udah masuk ke dalam kehidupan kita
[20:53] udah masuk ke dalam kehidupan kita sehari-hari. Kita enggak bisa avoid
[20:55] sehari-hari. Kita enggak bisa avoid kehadiran AI. Bahkan di WhatsApp kita
[20:57] kehadiran AI. Bahkan di WhatsApp kita aja udah ada Gemini. Jadi ya udah
[21:01] aja udah ada Gemini. Jadi ya udah manfaatkan dia dengan baik dan
[21:02] manfaatkan dia dengan baik dan responsibel karena in a way dia juga
[21:04] responsibel karena in a way dia juga akan ngebantu tugas kita gitu kan. Dan
[21:07] akan ngebantu tugas kita gitu kan. Dan yang terakhir adalah cultural away. Oke,
[21:10] yang terakhir adalah cultural away. Oke, dari situ, nah kita masuk ke kenapa sih
[21:13] dari situ, nah kita masuk ke kenapa sih kita harus paham trend tersebut? Karena
[21:16] kita harus paham trend tersebut? Karena audience behavior kita, terutama di 2
[21:19] audience behavior kita, terutama di 2 tahun terakhir di tempat kalian sekarang
[21:21] tahun terakhir di tempat kalian sekarang berada nih di di kampus itu banyak
[21:23] berada nih di di kampus itu banyak banget yang berubah. Audience
[21:25] banget yang berubah. Audience behavior-nya adalah they scan before dia
[21:28] behavior-nya adalah they scan before dia commit. Contohnya apa sih? ketika eh dia
[21:31] commit. Contohnya apa sih? ketika eh dia pengin decide untuk memilih atau membeli
[21:34] pengin decide untuk memilih atau membeli sebuah brand eh dia menggunakan filter
[21:36] sebuah brand eh dia menggunakan filter dulu atau decide quickly whether
[21:38] dulu atau decide quickly whether something itu worthed their attention
[21:40] something itu worthed their attention atau enggak. Hidden tr-nya apa? Content
[21:43] atau enggak. Hidden tr-nya apa? Content compes dengan detraction before dia
[21:45] compes dengan detraction before dia compit dengan competitor. Oke maksudnya
[21:47] compit dengan competitor. Oke maksudnya gimana? Aku jelasin yang poin satu ya.
[21:50] gimana? Aku jelasin yang poin satu ya. Satu, konten itu sangat banyak.
[21:53] Satu, konten itu sangat banyak. abundance of the content happen dalam
[21:55] abundance of the content happen dalam satu waktu kalian scroll antar konten
[21:58] satu waktu kalian scroll antar konten saling berkompetisi untuk mendapatkan
[22:00] saling berkompetisi untuk mendapatkan perhatian kalian. Ketiga, perhatian itu
[22:03] perhatian kalian. Ketiga, perhatian itu bisa didapatkan kalau kita punya sesuatu
[22:05] bisa didapatkan kalau kita punya sesuatu yang beda sehingga bisa jadi stopping
[22:07] yang beda sehingga bisa jadi stopping power audience untuk ee berhenti dan
[22:10] power audience untuk ee berhenti dan mengikuti. Terus yang terakhir adalah ee
[22:14] mengikuti. Terus yang terakhir adalah ee apakah itu bisa membuat kita akhirnya ee
[22:18] apakah itu bisa membuat kita akhirnya ee ketrigger untuk komit. komit dalam arti
[22:20] ketrigger untuk komit. komit dalam arti di sini adalah either itu mencoba
[22:22] di sini adalah either itu mencoba ataupun membeli gitu ya. D scan tuh
[22:25] ataupun membeli gitu ya. D scan tuh maksudnya dia scanning dulu. Scanning
[22:26] maksudnya dia scanning dulu. Scanning itu bukan scanning QR ya, tapi dia
[22:27] itu bukan scanning QR ya, tapi dia scanning dulu. Biasa kalau kita kan
[22:29] scanning dulu. Biasa kalau kita kan selalu nge-scan dulu nih nih oke ada A,
[22:31] selalu nge-scan dulu nih nih oke ada A, ada B, ada C. Oke, ini bagus. Oke, ini
[22:33] ada B, ada C. Oke, ini bagus. Oke, ini enggak. Wah, ini harganya mahal, ini
[22:35] enggak. Wah, ini harganya mahal, ini harganya murah. Oh, ini modelnya bagus.
[22:36] harganya murah. Oh, ini modelnya bagus. Oh, ini warna di scanning dulu nih set.
[22:40] Oh, ini warna di scanning dulu nih set. Oke, gua baru komit sama yang B ya,
[22:42] Oke, gua baru komit sama yang B ya, karena B itu cakep banget contoh. Nah,
[22:45] karena B itu cakep banget contoh. Nah, kalau kita enggak ada di penerawangan
[22:46] kalau kita enggak ada di penerawangan scanning dia, apakah kita mungkin jadi
[22:48] scanning dia, apakah kita mungkin jadi choices? Enggak ya, karena boro-boro
[22:51] choices? Enggak ya, karena boro-boro dipilih orang masuk ke scanningnya
[22:53] dipilih orang masuk ke scanningnya mereka aja enggak gitu. Jadi, the first
[22:55] mereka aja enggak gitu. Jadi, the first thing adalah kita mesti compete their
[22:58] thing adalah kita mesti compete their distraction first daripada kita compete
[23:01] distraction first daripada kita compete to competitor. Artinya,
[23:03] to competitor. Artinya, ya tadi gimana caranya diabundance and
[23:06] ya tadi gimana caranya diabundance and heboh konten yang ada di handphone
[23:08] heboh konten yang ada di handphone kalian harus ada satu yang di akhirnya
[23:10] kalian harus ada satu yang di akhirnya diperhatiin dan itu adalah apa yang kita
[23:12] diperhatiin dan itu adalah apa yang kita lakukan contohnya.
[23:14] lakukan contohnya. Paham ya? Oke, lanjut. Nomor dua adalah
[23:18] Paham ya? Oke, lanjut. Nomor dua adalah dia save useful content. Nah, ini
[23:20] dia save useful content. Nah, ini menarik karena aku bagian praktisi juga
[23:23] menarik karena aku bagian praktisi juga kalau ngomong ke engagement matrics.
[23:25] kalau ngomong ke engagement matrics. Save itu punya parameter dan porsi
[23:27] Save itu punya parameter dan porsi paling besar untuk berkontribusi dalam
[23:30] paling besar untuk berkontribusi dalam mengangkat nilai impress eh angkat nilai
[23:33] mengangkat nilai impress eh angkat nilai engagement. Artinya kalau konten itu
[23:36] engagement. Artinya kalau konten itu cuma lalu-lalang doang, enggak ada
[23:38] cuma lalu-lalang doang, enggak ada intention kenapa harus nge-kip, ya
[23:39] intention kenapa harus nge-kip, ya akhirnya dia jadi cuman ya udah jadi
[23:42] akhirnya dia jadi cuman ya udah jadi konten aja gitu. Nah, biasanya itu
[23:45] konten aja gitu. Nah, biasanya itu adalah something yang beneficial,
[23:47] adalah something yang beneficial, something yang kayaknya bisa kita
[23:49] something yang kayaknya bisa kita utilize, something yang menjadi contekan
[23:51] utilize, something yang menjadi contekan hidup kita. Once kita lupa, kita bisa
[23:53] hidup kita. Once kita lupa, kita bisa baca lagi gitu. Dan balik lagi ke
[23:56] baca lagi gitu. Dan balik lagi ke konteks tadi. Kalau misalnya kontennya
[23:57] konteks tadi. Kalau misalnya kontennya udah kelewat, kita enggak akan pernah
[23:59] udah kelewat, kita enggak akan pernah bisa nerka kapan kita bakal keterpas
[24:01] bisa nerka kapan kita bakal keterpas sama konten yang sama atau bahkan enggak
[24:03] sama konten yang sama atau bahkan enggak akan sama sekali gitu. Nah, save itu
[24:07] akan sama sekali gitu. Nah, save itu often show stronger value dan likes.
[24:09] often show stronger value dan likes. Betul. Seperti yang tadi aku bilang,
[24:11] Betul. Seperti yang tadi aku bilang, karena kalau di dalam teeringnya
[24:13] karena kalau di dalam teeringnya engagement yang paling besar
[24:14] engagement yang paling besar kontribusinya itu adalah safe. Oke, aku
[24:17] kontribusinya itu adalah safe. Oke, aku ulang ya. Pertama, likes itu paling
[24:19] ulang ya. Pertama, likes itu paling mudah. Cuman modal jempol kalian
[24:21] mudah. Cuman modal jempol kalian love-lovin tuh. Itu paling gampang love
[24:23] love-lovin tuh. Itu paling gampang love gitu ya. Likes itu bobotnya paling kecil
[24:25] gitu ya. Likes itu bobotnya paling kecil secara portion. Dua, comments. Kenapa?
[24:28] secara portion. Dua, comments. Kenapa? Karena coms tuh agak mikir effort-nya.
[24:30] Karena coms tuh agak mikir effort-nya. Kayak misalnya, "Aduh, gua mesti komen
[24:32] Kayak misalnya, "Aduh, gua mesti komen apa ya?" Ada sesuatu yang lebih effort.
[24:34] apa ya?" Ada sesuatu yang lebih effort. Itu komen nomor dua. Nomor tiga itu
[24:37] Itu komen nomor dua. Nomor tiga itu adalah share. share itu ada pilihan
[24:38] adalah share. share itu ada pilihan lagi. Oke, gua share-nya ke story apa
[24:40] lagi. Oke, gua share-nya ke story apa gua share-nya ke mana ya. Kalau iya pun
[24:42] gua share-nya ke mana ya. Kalau iya pun ke teman gua mesti ngetag teman yang
[24:44] ke teman gua mesti ngetag teman yang mana ya. Effort-nya tiga kali lebih
[24:46] mana ya. Effort-nya tiga kali lebih besar karena eh share itu eh apa namanya
[24:50] besar karena eh share itu eh apa namanya ya? Tadi banyak effort yang harus
[24:51] ya? Tadi banyak effort yang harus dilakukan. Yang terakhir save. Kenapa
[24:54] dilakukan. Yang terakhir save. Kenapa save itu terkesan gampang tapi besar?
[24:57] save itu terkesan gampang tapi besar? Karena save itu menunjukkan intentional
[24:59] Karena save itu menunjukkan intentional law pengin nge-save the specific
[25:02] law pengin nge-save the specific content. Beda sama konten tadi. Eh, sama
[25:04] content. Beda sama konten tadi. Eh, sama komen. Kalau komen gimana? Contoh, e
[25:07] komen. Kalau komen gimana? Contoh, e guys, aku mau bikin trivia kuis ya. Ada
[25:09] guys, aku mau bikin trivia kuis ya. Ada pertanyaan simpel, jawab di komen.
[25:10] pertanyaan simpel, jawab di komen. Intentional enggak? Ya enggak. For the
[25:12] Intentional enggak? Ya enggak. For the sake of untuk ngeramin aja. Tapi apakah
[25:14] sake of untuk ngeramin aja. Tapi apakah lo beneran suka sama itu? Enggak juga.
[25:16] lo beneran suka sama itu? Enggak juga. Karena kan cuman komen dan itu ada
[25:18] Karena kan cuman komen dan itu ada iming-iming hadiah. Tapi kalau lo
[25:21] iming-iming hadiah. Tapi kalau lo intentionally love this content dan
[25:24] intentionally love this content dan menggerakkan jempol untuk nge-save, itu
[25:27] menggerakkan jempol untuk nge-save, itu bobotnya paling besar. Karena you truly
[25:30] bobotnya paling besar. Karena you truly meet this content. Lu benar-benar butuh
[25:32] meet this content. Lu benar-benar butuh gitu nih konten. Makanya kita mau
[25:34] gitu nih konten. Makanya kita mau nge-save. Jadi, algoritm tuh ngebacanya
[25:37] nge-save. Jadi, algoritm tuh ngebacanya kayak gitu. Terus yang ketiga adalah
[25:40] kayak gitu. Terus yang ketiga adalah they reward familiarity plus surprise.
[25:42] they reward familiarity plus surprise. Audience itu suka dengan e format yang
[25:45] Audience itu suka dengan e format yang familiar, tapi dia butuh angle atau
[25:47] familiar, tapi dia butuh angle atau payof yang menarik gitu. Dan dia tuh
[25:49] payof yang menarik gitu. Dan dia tuh enggak suka something yang fully new
[25:51] enggak suka something yang fully new atau newly interesting. Artinya mungkin
[25:55] atau newly interesting. Artinya mungkin kalau kita bahasa komunikasi ya, enggak
[25:57] kalau kita bahasa komunikasi ya, enggak sesuatu di dunia ini yang baru,
[25:58] sesuatu di dunia ini yang baru, benar-benar baru gitu yang ada kita
[26:01] benar-benar baru gitu yang ada kita perbarui bungkusnya. things-nya boleh
[26:03] perbarui bungkusnya. things-nya boleh aja sama skinc kita mau overcome the
[26:07] aja sama skinc kita mau overcome the texture tapi kalau kita punya angle yang
[26:09] texture tapi kalau kita punya angle yang lain untuk mengeluarkan texturnya dan
[26:11] lain untuk mengeluarkan texturnya dan doa kalau yang new banget juga kayaknya
[26:14] doa kalau yang new banget juga kayaknya kita sama-sama paham ya mungkin agak
[26:16] kita sama-sama paham ya mungkin agak susah tapi ketika bungkusnya yang kita
[26:19] susah tapi ketika bungkusnya yang kita ubah as if itu adalah sesuatu yang baru
[26:22] ubah as if itu adalah sesuatu yang baru itu akan jadi cerita yang baru juga gitu
[26:25] itu akan jadi cerita yang baru juga gitu terus yang terakhir adalah tray eh they
[26:27] terus yang terakhir adalah tray eh they trust people more than logus betul
[26:29] trust people more than logus betul makanya sekarang influencer laku banget
[26:32] makanya sekarang influencer laku banget Kalau dilihat itu brand apa kontennya
[26:34] Kalau dilihat itu brand apa kontennya dari brand biasanya mereka em bukan
[26:38] dari brand biasanya mereka em bukan antipati gitu loh kayak yang ah udahlah
[26:40] antipati gitu loh kayak yang ah udahlah ini jualan gitu tapi kalau itu berangkat
[26:42] ini jualan gitu tapi kalau itu berangkat dari eh influencer kol as if itu
[26:45] dari eh influencer kol as if itu dianggap organik walaupun endorse juga
[26:47] dianggap organik walaupun endorse juga ya tapi bahasanya bisa lebih human gitu.
[26:51] ya tapi bahasanya bisa lebih human gitu. Nah ini kita lihat ya. Jadi yang pertama
[26:54] Nah ini kita lihat ya. Jadi yang pertama adalah make sure you can win the
[26:57] adalah make sure you can win the audience attention dengan memasukkan
[27:00] audience attention dengan memasukkan brand di bagian scan atau di opsi dari
[27:03] brand di bagian scan atau di opsi dari matanya audien sebelum dia akhirnya
[27:05] matanya audien sebelum dia akhirnya komit apa yang yang akan dia pilih.
[27:09] komit apa yang yang akan dia pilih. Kedua, ee gimana caranya konten tuh
[27:13] Kedua, ee gimana caranya konten tuh punya strata atau kasta tertinggi ketika
[27:16] punya strata atau kasta tertinggi ketika konten lo di-save karena dia akan
[27:17] konten lo di-save karena dia akan mendongkrak total matrix engagement.
[27:20] mendongkrak total matrix engagement. Yang ketiga harus ada fresh angle.
[27:23] Yang ketiga harus ada fresh angle. Enggak usah yang too much baru yang
[27:25] Enggak usah yang too much baru yang akhirnya mengada-ngada akhirnya jadi
[27:26] akhirnya mengada-ngada akhirnya jadi aneh. Yang sederhana aja enggak apa-apa,
[27:29] aneh. Yang sederhana aja enggak apa-apa, tapi toppingnya bisa diperbarui gitu.
[27:31] tapi toppingnya bisa diperbarui gitu. Dan yang terakhir adalah ya using the
[27:33] Dan yang terakhir adalah ya using the human talk gitu. Something yang lebih
[27:34] human talk gitu. Something yang lebih trustable.
[27:36] trustable. Nah, framework setelah tadi aku cerita
[27:40] Nah, framework setelah tadi aku cerita framework-nya apa sih untuk bisa bikin
[27:42] framework-nya apa sih untuk bisa bikin konten strategi pyamid? Pertama, lu
[27:45] konten strategi pyamid? Pertama, lu harus mulai dari yang paling dasar.
[27:47] harus mulai dari yang paling dasar. Bisnis objektif.
[27:49] Bisnis objektif. Bikin konten itu bukan cuman
[27:51] Bikin konten itu bukan cuman menu-menuhin fit, tapi harus tahu konten
[27:54] menu-menuhin fit, tapi harus tahu konten itu mau ngomong apa dan untuk apa. Jadi,
[27:57] itu mau ngomong apa dan untuk apa. Jadi, kita harus berangkat dari objektifnya
[27:58] kita harus berangkat dari objektifnya dulu. Kenapa konten itu dibuat?
[28:01] dulu. Kenapa konten itu dibuat? Kadang-kadang kita tuh suka lupa untuk
[28:03] Kadang-kadang kita tuh suka lupa untuk langsung mikirin formatnya apa. Eh,
[28:06] langsung mikirin formatnya apa. Eh, kayaknya gua mau bikin res deh. Eh,
[28:07] kayaknya gua mau bikin res deh. Eh, kayaknya gua mau bikin video 15 second
[28:09] kayaknya gua mau bikin video 15 second deh. Itu cuman format. Tapi what do you
[28:12] deh. Itu cuman format. Tapi what do you want to say dan kenapa lu harus bikin
[28:15] want to say dan kenapa lu harus bikin itu? Itu jauh lebih matters gitu. Jadi
[28:19] itu? Itu jauh lebih matters gitu. Jadi ya udah kita berangkat dari yang paling
[28:21] ya udah kita berangkat dari yang paling basic yaitu bisnis objektif-nya apa.
[28:23] basic yaitu bisnis objektif-nya apa. Habis itu audience insight. Translate eh
[28:26] Habis itu audience insight. Translate eh bisnis goal itu menjadi human problem.
[28:29] bisnis goal itu menjadi human problem. Jangan problem dari kacamata brandnya.
[28:32] Jangan problem dari kacamata brandnya. Contoh, aduh produk gua enggak laku nih.
[28:34] Contoh, aduh produk gua enggak laku nih. Buat gue konsumen enggak peduli produk
[28:36] Buat gue konsumen enggak peduli produk lu enggak laku. Yang gua peduli adalah
[28:38] lu enggak laku. Yang gua peduli adalah masalah gua apa, gitu kan. Jadi harus
[28:41] masalah gua apa, gitu kan. Jadi harus disch menjadi ee problem. Habis itu
[28:44] disch menjadi ee problem. Habis itu masukin ke konten pilar. konten pilar
[28:47] masukin ke konten pilar. konten pilar itu akan ng-define 3 sampai 5.
[28:49] itu akan ng-define 3 sampai 5. Repeatable. Artinya itu adalah tema atau
[28:51] Repeatable. Artinya itu adalah tema atau topik yang bisa kita ulang-ulang karena
[28:53] topik yang bisa kita ulang-ulang karena itulah yang akan menjadi DNA konten
[28:56] itulah yang akan menjadi DNA konten kita. Pilar itu enggak bisa
[28:58] kita. Pilar itu enggak bisa banyak-banyak. Biasanya sih tiga ya,
[29:00] banyak-banyak. Biasanya sih tiga ya, lima kalau dibutuhkan dan itu akan
[29:02] lima kalau dibutuhkan dan itu akan menjadi pegangan kita ke depannya. Jadi
[29:04] menjadi pegangan kita ke depannya. Jadi kita enggak bisa ganti-ganti. Jadi bisa
[29:06] kita enggak bisa ganti-ganti. Jadi bisa dibilang nuansnya tuh kita apa nih A B C
[29:09] dibilang nuansnya tuh kita apa nih A B C D gitu. Nah, itu pilars. Terus formatnya
[29:12] D gitu. Nah, itu pilars. Terus formatnya bisa di-adjust sesuai dengan platform
[29:14] bisa di-adjust sesuai dengan platform yang kita punya. Dan yang tadi aku
[29:16] yang kita punya. Dan yang tadi aku bilang, call to action sebagai penutup
[29:18] bilang, call to action sebagai penutup di akhir konten itu super important.
[29:21] di akhir konten itu super important. Karena kalau kita enggak tahu apa yang
[29:23] Karena kalau kita enggak tahu apa yang harus dilakukan, then konten itu akan
[29:24] harus dilakukan, then konten itu akan terbuang sia-sia. Dan desired orang
[29:27] terbuang sia-sia. Dan desired orang ketika nonton itu akhirnya jadi bias.
[29:30] ketika nonton itu akhirnya jadi bias. Ada yang A, ada yang B, enggak jelas
[29:31] Ada yang A, ada yang B, enggak jelas karena gua enggak tahu ditutup dengan
[29:33] karena gua enggak tahu ditutup dengan apa.
[29:35] apa. Oke, jadi good content itu bukan lagi
[29:37] Oke, jadi good content itu bukan lagi build-nya mau apa, terus mau bikin
[29:39] build-nya mau apa, terus mau bikin gimana, tapi lebih ke objective first.
[29:42] gimana, tapi lebih ke objective first. Kalau objektifnya udah benar, the rest
[29:44] Kalau objektifnya udah benar, the rest akan benar, gitu. Jadi, ketika nanti ke
[29:46] akan benar, gitu. Jadi, ketika nanti ke klien atau ditanya dosen gitu ya, kita
[29:48] klien atau ditanya dosen gitu ya, kita enggak bisa cuma sekedar, "Iya, Kak, ini
[29:50] enggak bisa cuma sekedar, "Iya, Kak, ini soalnya lucu." Iya, nih, soalnya kita
[29:51] soalnya lucu." Iya, nih, soalnya kita mau jualan kopi. Iya, gua ngerti jualan
[29:54] mau jualan kopi. Iya, gua ngerti jualan kopi bagus, tapi kenapa? Nah, itu yang
[29:56] kopi bagus, tapi kenapa? Nah, itu yang harus di-find out dulu. Kenapanya ya?
[29:59] harus di-find out dulu. Kenapanya ya? Jadi the why behind
[30:03] Jadi the why behind gitu.
[30:05] gitu. Lanjut. Nah, dari situ social kita juga
[30:08] Lanjut. Nah, dari situ social kita juga tadi aku sudah singgung sedikit masalah
[30:10] tadi aku sudah singgung sedikit masalah social search optimation ya. Jadi kalau
[30:13] social search optimation ya. Jadi kalau ngomongnya SEO tapi ini bisa jadi eh
[30:15] ngomongnya SEO tapi ini bisa jadi eh harus disearch. Jadi harus findable.
[30:18] harus disearch. Jadi harus findable. Kadang-kadang kita tuh terlalu terlena
[30:20] Kadang-kadang kita tuh terlalu terlena dengan sesuatu yang makin makin tinggi
[30:24] dengan sesuatu yang makin makin tinggi makin keren. Enggak juga sih
[30:26] makin keren. Enggak juga sih kadang-kadang. Karena ingat sosial media
[30:28] kadang-kadang. Karena ingat sosial media tuh buat tempatnya kita senang-senang.
[30:30] tuh buat tempatnya kita senang-senang. Kalau mau kelihatan tinggi dan keren ya
[30:32] Kalau mau kelihatan tinggi dan keren ya mungkin enggak di sosmet di Linkin
[30:33] mungkin enggak di sosmet di Linkin mungkin lebih tepat atau di YouTube yang
[30:35] mungkin lebih tepat atau di YouTube yang memang tempatnya video panjang atau
[30:38] memang tempatnya video panjang atau bahkan kalian speaker aja di webinar
[30:39] bahkan kalian speaker aja di webinar mana gitu ya. Wow kalian kelihatan tuh
[30:42] mana gitu ya. Wow kalian kelihatan tuh keren gitu. Jadi ingat kalau search itu
[30:45] keren gitu. Jadi ingat kalau search itu adalah makin lu mudah dekat dan
[30:47] adalah makin lu mudah dekat dan diketemuin makin valuable role kita.
[30:50] diketemuin makin valuable role kita. Oke, logiknya ya kalau yang dulu adalah
[30:53] Oke, logiknya ya kalau yang dulu adalah kita posting yang banyak supaya
[30:55] kita posting yang banyak supaya followernya nambah. Itu enggak salah.
[30:57] followernya nambah. Itu enggak salah. Tapi itu zaman dulu ada yang benar juga
[31:00] Tapi itu zaman dulu ada yang benar juga orang ngposting banyak supaya nambah
[31:01] orang ngposting banyak supaya nambah follower. It's true. Tapi sekarang
[31:03] follower. It's true. Tapi sekarang logiknya adalah create konten yang
[31:06] logiknya adalah create konten yang enggak cuman relevan buat follower loh,
[31:08] enggak cuman relevan buat follower loh, tapi juga nonfollower. Karena balik
[31:10] tapi juga nonfollower. Karena balik lagi, kebanyakan dari kita ng-scroll-nya
[31:13] lagi, kebanyakan dari kita ng-scroll-nya apa sih? Bukan fit ya. Kadang-kadang
[31:14] apa sih? Bukan fit ya. Kadang-kadang kita nge-scroll-nya adalah explore. Nah,
[31:17] kita nge-scroll-nya adalah explore. Nah, explore itu isinya nonfollower kita
[31:18] explore itu isinya nonfollower kita semua. Bahkan akun-akun yang kita enggak
[31:21] semua. Bahkan akun-akun yang kita enggak kenal aja semua ada di situ, gitu. Dan
[31:23] kenal aja semua ada di situ, gitu. Dan kita cuma berharap semoga konten kita
[31:25] kita cuma berharap semoga konten kita ada di bagian explor-nya nonfollower
[31:28] ada di bagian explor-nya nonfollower kita, gitu.
[31:30] kita, gitu. Nah, gimana caranya kita bisa tahu?
[31:32] Nah, gimana caranya kita bisa tahu? Balik ke algoritm. Kita semua punya
[31:34] Balik ke algoritm. Kita semua punya Instagram dan TikTok, tapi apakah
[31:36] Instagram dan TikTok, tapi apakah kontennya sama? Pasti beda. Kenapa?
[31:39] kontennya sama? Pasti beda. Kenapa? karena interest kita beda gitu. Makin
[31:42] karena interest kita beda gitu. Makin kita punya spesifik, makin algoritm
[31:44] kita punya spesifik, makin algoritm kenal El, makin mudah eh konten-konten
[31:48] kenal El, makin mudah eh konten-konten kita masuk ke dalam explore orang si
[31:50] kita masuk ke dalam explore orang si nonfollower tadi, gitu.
[31:53] nonfollower tadi, gitu. Habis itu kita bisa use clever copy
[31:56] Habis itu kita bisa use clever copy only. Jadi use-nya ada searchable
[31:58] only. Jadi use-nya ada searchable content, ada creativity juga bikin one
[32:00] content, ada creativity juga bikin one asset kita tahu dan fokus ke impression
[32:03] asset kita tahu dan fokus ke impression misalnya eh sesuatu yang lebih useful
[32:06] misalnya eh sesuatu yang lebih useful dan lebih actionable gitu ya. tadi
[32:08] dan lebih actionable gitu ya. tadi ngomongnya adalah ee lebih ke search
[32:10] ngomongnya adalah ee lebih ke search gitu.
[32:12] gitu. Nah,
[32:14] Nah, oke. Nah, habis itu kita kita sudah tahu
[32:17] oke. Nah, habis itu kita kita sudah tahu ya kenapa konten itu penting.
[32:19] ya kenapa konten itu penting. Yang paling menarik adalah step-step ini
[32:23] Yang paling menarik adalah step-step ini nih yang mungkin nanti akan aku
[32:24] nih yang mungkin nanti akan aku breakdown ke bawah. Jadi, terlepas dari
[32:26] breakdown ke bawah. Jadi, terlepas dari formula tadi, ini adalah the story
[32:28] formula tadi, ini adalah the story telling behind. Kenapa social content
[32:30] telling behind. Kenapa social content itu menarik? Kita udah tahu bahwa pay to
[32:33] itu menarik? Kita udah tahu bahwa pay to action itu wajib, ya. Jadi, yang pertama
[32:36] action itu wajib, ya. Jadi, yang pertama adalah konteksnya dulu. Kenapa kita mau
[32:39] adalah konteksnya dulu. Kenapa kita mau bikin ini? Why it matters? Langsung aja
[32:41] bikin ini? Why it matters? Langsung aja ya ke contoh. Contohnya adalah masalah
[32:43] ya ke contoh. Contohnya adalah masalah productivity tips buat student. Dalam
[32:46] productivity tips buat student. Dalam hal ini adalah teman-teman studen gitu
[32:48] hal ini adalah teman-teman studen gitu ya, mahasiswa. Tiba-tiba konteksnya
[32:51] ya, mahasiswa. Tiba-tiba konteksnya adalah aduh ee mahasiswa ini tuh
[32:53] adalah aduh ee mahasiswa ini tuh kelihatannya sibuk banget ya, tapi kok
[32:55] kelihatannya sibuk banget ya, tapi kok enggak produktif. Dia cuman ee ikut
[32:57] enggak produktif. Dia cuman ee ikut kemitraan banyak banget gitu ya, UKM
[32:59] kemitraan banyak banget gitu ya, UKM segala macam, tapi kok enggak jelas ya
[33:01] segala macam, tapi kok enggak jelas ya mereka ngapain. Contoh tension-nya
[33:03] mereka ngapain. Contoh tension-nya adalah dead, deadline dan distraction.
[33:07] adalah dead, deadline dan distraction. yang bikin mereka jadi kesannya tidak
[33:09] yang bikin mereka jadi kesannya tidak produktif. Turn. Turn itu adalah
[33:11] produktif. Turn. Turn itu adalah something yang kita mau introduce the
[33:13] something yang kita mau introduce the shift. Oh, mungkin karena ini tuh
[33:16] shift. Oh, mungkin karena ini tuh dikerjain terus ya secara rutin. Bukan
[33:18] dikerjain terus ya secara rutin. Bukan berarti mereka enggak bukan berarti
[33:20] berarti mereka enggak bukan berarti mereka malas gitu. Artinya dengan
[33:22] mereka malas gitu. Artinya dengan kesibukan tadi tuh karena terlalu banyak
[33:24] kesibukan tadi tuh karena terlalu banyak banget kegiatan, banyak banget
[33:26] banget kegiatan, banyak banget distraksi, kesannya kok jadi enggak
[33:28] distraksi, kesannya kok jadi enggak produktif gitu. Tapi bukan karena dia
[33:30] produktif gitu. Tapi bukan karena dia malas ya, tapi karena ini adalah bagian
[33:32] malas ya, tapi karena ini adalah bagian dari rutinitas mereka. misalnya
[33:35] dari rutinitas mereka. misalnya baru kita masuk ke solution. Jadi, payof
[33:38] baru kita masuk ke solution. Jadi, payof itu something yang kita bisa
[33:41] itu something yang kita bisa share untuk ngasih tahu value kita apa.
[33:43] share untuk ngasih tahu value kita apa. Yuk, gua kasih tahu ya gimana caranya
[33:45] Yuk, gua kasih tahu ya gimana caranya tiga step metode supaya belajar lo
[33:47] tiga step metode supaya belajar lo menjadi lebih mudah dan lo enggak cuma
[33:49] menjadi lebih mudah dan lo enggak cuma sibuk doang tapi enggak produktif. Ini
[33:51] sibuk doang tapi enggak produktif. Ini ya stepnya 1 2 3 dikasih tahu baru
[33:54] ya stepnya 1 2 3 dikasih tahu baru terakhir call to action. Simpan ya.
[33:56] terakhir call to action. Simpan ya. Nanti kalau lu lupa lu bisa lihat lagi
[33:58] Nanti kalau lu lupa lu bisa lihat lagi contohnya gitu. Jadi ini adalah
[34:01] contohnya gitu. Jadi ini adalah storytelling yang basic banget kalau
[34:03] storytelling yang basic banget kalau kita mau menjual sebuah produk gitu ya
[34:06] kita mau menjual sebuah produk gitu ya atau solusi. Pertama konteksnya dulu
[34:08] atau solusi. Pertama konteksnya dulu kenapa ini matters? Kedua, apa
[34:11] kenapa ini matters? Kedua, apa problemnya, ketiga yang mau diubah tuh
[34:14] problemnya, ketiga yang mau diubah tuh dari apa ke apa, solusinya apa dalam
[34:16] dari apa ke apa, solusinya apa dalam bentuk value baru yang terakhir adalah
[34:18] bentuk value baru yang terakhir adalah action-nya. Den suruh ngapain nih gue
[34:21] action-nya. Den suruh ngapain nih gue gitu ya. Oke, habis itu kita masuk ke
[34:26] gitu ya. Oke, habis itu kita masuk ke example. Nah, ini ada contoh nih. Coba
[34:29] example. Nah, ini ada contoh nih. Coba ya. Aku udah nyalain ini belum ya? Share
[34:33] ya. Aku udah nyalain ini belum ya? Share sound.
[34:35] sound. Oke. Suki Indonesia. Aku enggak tahu,
[34:38] Oke. Suki Indonesia. Aku enggak tahu, mungkin cewek-cewek di sini tahu ya
[34:39] mungkin cewek-cewek di sini tahu ya skincare ini gitu. Dia e dapat reward di
[34:43] skincare ini gitu. Dia e dapat reward di TikTok dan masuk ke dalam case study
[34:45] TikTok dan masuk ke dalam case study juga. Kita coba lihat dulu.
[34:51] Enggak
[34:57] ada isinya. Beneran cuma cewek putih
[34:59] ada isinya. Beneran cuma cewek putih banget dengan kontras yang tinggi terus
[35:01] banget dengan kontras yang tinggi terus dia ngosek-ngosek mukanya.
[35:03] dia ngosek-ngosek mukanya. Basic banget. Nah, kita lihat konteksnya
[35:07] Basic banget. Nah, kita lihat konteksnya apa sih? Beauty itu crowded dan gimana
[35:11] apa sih? Beauty itu crowded dan gimana caranya kita sulit banget menang di
[35:13] caranya kita sulit banget menang di kategori lokal brand gitu. Jadi dia
[35:16] kategori lokal brand gitu. Jadi dia makin aneh kadang-kadang kalau kita
[35:17] makin aneh kadang-kadang kalau kita absurd banget sih. Nah, jangan-jangan
[35:19] absurd banget sih. Nah, jangan-jangan justru absurd itulah yang bikin dia
[35:21] justru absurd itulah yang bikin dia akhirnya dilihat. Tension-nya adalah
[35:23] akhirnya dilihat. Tension-nya adalah people enggak mudah untuk trust the soap
[35:25] people enggak mudah untuk trust the soap atau skincare claims tanpa tahu
[35:27] atau skincare claims tanpa tahu brandnya. Nah, yang diurn adalah suki
[35:31] brandnya. Nah, yang diurn adalah suki menggunakan authentic personal product
[35:33] menggunakan authentic personal product melalui video and review style creative
[35:36] melalui video and review style creative TikTok yang eh tidak terlalu polish gitu
[35:39] TikTok yang eh tidak terlalu polish gitu ya, yang benar-benar apa adanya. Nah,
[35:41] ya, yang benar-benar apa adanya. Nah, payof-nya baru the content felt
[35:43] payof-nya baru the content felt believable dan native. helping eh
[35:46] believable dan native. helping eh ng-drive achievement seperti ini. Call
[35:48] ng-drive achievement seperti ini. Call to action-nya adalah try it, click it.
[35:51] to action-nya adalah try it, click it. Nah, mungkin teman-teman bisa lihat di
[35:52] Nah, mungkin teman-teman bisa lihat di video tersebut, tapi di bagian
[35:54] video tersebut, tapi di bagian caption-nya ya itu lebih jelas. Dan
[35:56] caption-nya ya itu lebih jelas. Dan success learning-nya adalah di context
[35:59] success learning-nya adalah di context beauty
[36:01] beauty proof bith,
[36:03] proof bith, local brand lebih cepat gitu ya daripada
[36:05] local brand lebih cepat gitu ya daripada kita eh lebih cepat ketika kita
[36:08] kita eh lebih cepat ketika kita menggunakan user experience, bukan dari
[36:10] menggunakan user experience, bukan dari kacamata brand. Kalau pakai kacamata
[36:12] kacamata brand. Kalau pakai kacamata brand balik yang tadi aku bilang, ah
[36:14] brand balik yang tadi aku bilang, ah iyalah brandnya udah pasti bilang udah
[36:16] iyalah brandnya udah pasti bilang udah pasti paling bagus gitu. Tapi kalau yang
[36:18] pasti paling bagus gitu. Tapi kalau yang tadi itu cuman osek-osek osek-osek
[36:19] tadi itu cuman osek-osek osek-osek enggak jelas apaan gitu. Dan ternyata
[36:21] enggak jelas apaan gitu. Dan ternyata tuh sabunnya bukan sabun cahaya tapi
[36:22] tuh sabunnya bukan sabun cahaya tapi sabun batang. Kita akan melihat
[36:24] sabun batang. Kita akan melihat konteksnya adalah wih sabun batang aja
[36:26] konteksnya adalah wih sabun batang aja tuh si suki bisa ngebuat kita lihat lagi
[36:29] tuh si suki bisa ngebuat kita lihat lagi ya ee si perempuan ini putih bangetih
[36:32] ya ee si perempuan ini putih bangetih itu. Padahal putihnya lighting banget
[36:34] itu. Padahal putihnya lighting banget sih.
[36:44] Udah sesederana.
[36:47] Udah sesederana. Nah, berikutnya kalau teman-teman tahu
[36:49] Nah, berikutnya kalau teman-teman tahu juga di apa namanya di TikTok ada yang
[36:52] juga di apa namanya di TikTok ada yang namanya IT Sambble. Nah, ini juga
[36:54] namanya IT Sambble. Nah, ini juga menarik karena dia UKM. Dia itu e bisnis
[36:57] menarik karena dia UKM. Dia itu e bisnis kuliner kecil gitu ya, tapi kontennya
[36:59] kuliner kecil gitu ya, tapi kontennya lucu.
[37:04] Hah. Hah. Huh. Huh. Huh. Wah. Sambal
[37:08] Hah. Hah. Huh. Huh. Huh. Wah. Sambal ayam pasih bikin. Cuma enggak sekarang
[37:11] ayam pasih bikin. Cuma enggak sekarang enggak enggak sekarang.
[37:16] enggak enggak sekarang. Awal-awal mantap. Banyak banget yang
[37:18] Awal-awal mantap. Banyak banget yang request buat bikin sambal ayam suit.
[37:20] request buat bikin sambal ayam suit. Katanya mau nanti, tapi kok masih
[37:22] Katanya mau nanti, tapi kok masih dibikin, Mas?
[37:25] dibikin, Mas? Alah, masa sekarang. Enggak, enggak,
[37:27] Alah, masa sekarang. Enggak, enggak, enggak, enggak, enggak. Eh, bukan ayam.
[37:29] enggak, enggak, enggak. Eh, bukan ayam. Beda, beda, beda, beda. Makasih
[37:32] Beda, beda, beda, beda. Makasih matianku. Ini cabainya merah menggoda
[37:35] matianku. Ini cabainya merah menggoda merona gini, Mas.
[37:36] merona gini, Mas. Nah, itu ayam, Mas.
[37:38] Nah, itu ayam, Mas. Enggak, enggak, enggak. Masa masak
[37:39] Enggak, enggak, enggak. Masa masak sekarang sih? Ah,
[37:41] sekarang sih? Ah, emang enggak bisa dipungkiri kalau masak
[37:44] emang enggak bisa dipungkiri kalau masak ayam kiwir jadi panggilan jiwa dari
[37:46] ayam kiwir jadi panggilan jiwa dari Maskun. Karena banyak banget yang
[37:49] Maskun. Karena banyak banget yang request untuk bikin ayam suir di
[37:50] request untuk bikin ayam suir di cikilwir. Akhirnya jadi juga nih ayam
[37:53] cikilwir. Akhirnya jadi juga nih ayam suir ngiler banget enggak sih?
[37:55] suir ngiler banget enggak sih? Nah, ini dia ayam suir di Cikiwir udah
[37:57] Nah, ini dia ayam suir di Cikiwir udah ada di keranjang kuning. Cepat-cepat,
[37:59] ada di keranjang kuning. Cepat-cepat, Mas, Mas.
[38:01] Mas, Mas. Halo.
[38:03] Halo. Iya.
[38:04] Iya. Nah, dari situ kita sudah tahu ya,
[38:06] Nah, dari situ kita sudah tahu ya, sambal itu familiar buat orang Indonesia
[38:08] sambal itu familiar buat orang Indonesia dan banyak orang yang struggle. Gimana
[38:10] dan banyak orang yang struggle. Gimana caranya bisa em pick the content tuh
[38:14] caranya bisa em pick the content tuh ditonton. Nah, tension-nya mereka enggak
[38:17] ditonton. Nah, tension-nya mereka enggak beli food. Kadang-kadang tahu enggak sih
[38:18] beli food. Kadang-kadang tahu enggak sih mereka tuh membeli makanan terutama
[38:20] mereka tuh membeli makanan terutama ketika kriuknya bunyi krauk. Nah, itu
[38:22] ketika kriuknya bunyi krauk. Nah, itu tuh ASMR-nya tuh cukup menarik. Tapi
[38:25] tuh ASMR-nya tuh cukup menarik. Tapi dalam hal ini tuh dia ngebayangin
[38:27] dalam hal ini tuh dia ngebayangin dimasak dengan e kamera yang zoom,
[38:31] dimasak dengan e kamera yang zoom, sambal pedasnya benar-benar satu
[38:33] sambal pedasnya benar-benar satu penggorengan gitu ya, terus dimasukin
[38:35] penggorengan gitu ya, terus dimasukin ayamnya yang banyak banget gitu. Jadi ee
[38:39] ayamnya yang banyak banget gitu. Jadi ee itu yang akhirnya menjadi ee apa ya?
[38:42] itu yang akhirnya menjadi ee apa ya? Hook-nya mereka. Jadi, gimana caranya
[38:44] Hook-nya mereka. Jadi, gimana caranya brand itu use the recipe style appetite
[38:46] brand itu use the recipe style appetite l enggak cuma sekedar entertaining, tapi
[38:49] l enggak cuma sekedar entertaining, tapi beneran bisa nge-trigger orang untuk
[38:52] beneran bisa nge-trigger orang untuk pengen coba gitu. Ya udah, terus
[38:54] pengen coba gitu. Ya udah, terus payf-nya adalah the content made the
[38:56] payf-nya adalah the content made the product feel eh cravable. Cravable tuh
[38:59] product feel eh cravable. Cravable tuh kayak aduh enggak tahan nih kayaknya
[39:00] kayak aduh enggak tahan nih kayaknya ngiler banget pengen coba gitu. Baru
[39:02] ngiler banget pengen coba gitu. Baru yang terakhir adalah shop now. Nah,
[39:04] yang terakhir adalah shop now. Nah, suksesnya apa sih kalau di ngomong eh
[39:06] suksesnya apa sih kalau di ngomong eh FnB? content works ketika meng-create
[39:09] FnB? content works ketika meng-create craving. Craving itu adalah sesuatu yang
[39:11] craving. Craving itu adalah sesuatu yang kayaknya lu emang harus pengin check out
[39:13] kayaknya lu emang harus pengin check out atau beli saat itu gitu ya. Bukan cuma
[39:16] atau beli saat itu gitu ya. Bukan cuma sekedar dibayangin, tapi beneran. Aduh
[39:18] sekedar dibayangin, tapi beneran. Aduh enak lagi cemilannya, pengin coba dong.
[39:19] enak lagi cemilannya, pengin coba dong. Nah, itu tuh racunnya tuh racunnya FnB
[39:22] Nah, itu tuh racunnya tuh racunnya FnB kalau dalam konten tuh kepengin banget
[39:24] kalau dalam konten tuh kepengin banget untuk pengen cobain.
[39:26] untuk pengen cobain. Nah, ini yang terakhir kalau kita bicara
[39:29] Nah, ini yang terakhir kalau kita bicara ice, ice itu ice cream gitu ya. Nah, ini
[39:31] ice, ice itu ice cream gitu ya. Nah, ini konteksnya mungkin udah agak lama 2021
[39:34] konteksnya mungkin udah agak lama 2021 tapi yang ini adalah filter ya. contoh
[39:40] sori.
[39:56] Oke, jadi itu sebenarnya semacam UGC
[40:00] Oke, jadi itu sebenarnya semacam UGC atau challenge gitu. dia punya sebuah
[40:03] atau challenge gitu. dia punya sebuah filter dengan beberapa jenis dan kita
[40:06] filter dengan beberapa jenis dan kita ngajakin orang untuk ikutan ya udah
[40:08] ngajakin orang untuk ikutan ya udah semisal itu terus langsung dapat
[40:09] semisal itu terus langsung dapat hadiahnya diundi.
[40:12] hadiahnya diundi. Nah, IC itu adalah M product
[40:13] Nah, IC itu adalah M product challenge-nya bukan cuman selling tapi
[40:15] challenge-nya bukan cuman selling tapi gimana dia memorable. Nah, simple
[40:17] gimana dia memorable. Nah, simple product message itu lebih mudah
[40:19] product message itu lebih mudah di-ignore atau dicuekin sehingga gimana
[40:21] di-ignore atau dicuekin sehingga gimana itu bisa membantu orang untuk ingat.
[40:23] itu bisa membantu orang untuk ingat. Ingatnya message yang mana? Yang ini.
[40:25] Ingatnya message yang mana? Yang ini. Yang pertama pas kenyalnya. Kenapa
[40:27] Yang pertama pas kenyalnya. Kenapa kenyal? Karena kalian tahu ya ice ice
[40:30] kenyal? Karena kalian tahu ya ice ice cream yang bentuknya mochi gini itu kan
[40:31] cream yang bentuknya mochi gini itu kan kenyal ya, di dalamnya ada rasa-rasanya
[40:34] kenyal ya, di dalamnya ada rasa-rasanya gitu. Terus dia pengen turn the
[40:37] gitu. Terus dia pengen turn the communication into participation melalui
[40:39] communication into participation melalui social first content. Dalam bahasa
[40:41] social first content. Dalam bahasa ininya sih UGC ya, bikin submission
[40:43] ininya sih UGC ya, bikin submission terus kasih tahu kreativitas kalian
[40:46] terus kasih tahu kreativitas kalian dalam makan ice ya. Terutama ketika kita
[40:49] dalam makan ice ya. Terutama ketika kita apa ya tarik-tarik si kenyalnya tadi itu
[40:51] apa ya tarik-tarik si kenyalnya tadi itu supaya kita tahu oh ini beneran kenyal
[40:53] supaya kita tahu oh ini beneran kenyal ya gitu. Terus campaign ini akan jadi
[40:56] ya gitu. Terus campaign ini akan jadi bigger dan akan ngebantu orang untuk
[40:58] bigger dan akan ngebantu orang untuk nge-spread it. E cult action-nya
[41:00] nge-spread it. E cult action-nya participate. Success learning-nya adalah
[41:02] participate. Success learning-nya adalah untuk FNCG. Content itu akan wins ketika
[41:05] untuk FNCG. Content itu akan wins ketika banyak orang yang ikutan tanpa banyak
[41:08] banyak orang yang ikutan tanpa banyak penjelasan karena kita beneran tahu
[41:10] penjelasan karena kita beneran tahu dikasih filter, kasih tahu produk terus
[41:12] dikasih filter, kasih tahu produk terus kita sudah ngerti suruh ngapain gitu.
[41:15] kita sudah ngerti suruh ngapain gitu. Nah, kenapa ini menarik? Karena
[41:18] Nah, kenapa ini menarik? Karena hadiahnya tuh ada sepeda motor, ada
[41:20] hadiahnya tuh ada sepeda motor, ada handphone, ada TV gitu ya. Mungkin itu
[41:21] handphone, ada TV gitu ya. Mungkin itu yang akhirnya bikin orang akhirnya
[41:23] yang akhirnya bikin orang akhirnya pengin ikutan. Karena kalau hadiahnya
[41:24] pengin ikutan. Karena kalau hadiahnya cuman e-wallet ya pasti enggak mau gitu.
[41:27] cuman e-wallet ya pasti enggak mau gitu. Tapi kalau hadiahnya motor ya siapa yang
[41:29] Tapi kalau hadiahnya motor ya siapa yang enggak mau kali-kali menang gitu kan.
[41:32] enggak mau kali-kali menang gitu kan. Nah, oke ini udah terakhir final punch
[41:35] Nah, oke ini udah terakhir final punch dari aku adalah gimana caranya
[41:38] dari aku adalah gimana caranya compelling content itu bukan cuma
[41:39] compelling content itu bukan cuma sekedar creative output tapi kita harus
[41:41] sekedar creative output tapi kita harus bikin strategic communication design
[41:44] bikin strategic communication design untuk earn attention, build relevancy,
[41:46] untuk earn attention, build relevancy, dan drive action. Karena kita harus tahu
[41:49] dan drive action. Karena kita harus tahu audiens itu secara exact siapa dia
[41:51] audiens itu secara exact siapa dia profile-nya. Enggak cuman demografi,
[41:53] profile-nya. Enggak cuman demografi, usia berapa laki, perempuan, tinggal di
[41:56] usia berapa laki, perempuan, tinggal di mana, bukan. Tapi personality-nya kayak
[41:58] mana, bukan. Tapi personality-nya kayak gimana, karakternya apa, how to get
[42:02] gimana, karakternya apa, how to get attention dari audience-nya itu gitu ya.
[42:05] attention dari audience-nya itu gitu ya. Habis itu create in platform native
[42:07] Habis itu create in platform native format. Artinya kalau emang kita fully
[42:10] format. Artinya kalau emang kita fully ke anak Genzy ya berarti kita harus
[42:12] ke anak Genzy ya berarti kita harus TikTok sentric banget. Tapi kalau
[42:15] TikTok sentric banget. Tapi kalau misalnya lebih mass ya mungkin kita bisa
[42:17] misalnya lebih mass ya mungkin kita bisa combining. Pokoknya eh portion dari
[42:20] combining. Pokoknya eh portion dari format konten itu yang bisa akhirnya
[42:23] format konten itu yang bisa akhirnya membagi siapa audiens kita dengan bentuk
[42:25] membagi siapa audiens kita dengan bentuk konten yang bagaimana. Dan yang terakhir
[42:27] konten yang bagaimana. Dan yang terakhir adalah measurable. Nah, measurable di
[42:29] adalah measurable. Nah, measurable di sini adalah ya kita beneran harus tahu
[42:31] sini adalah ya kita beneran harus tahu bahwa ini konten tuh ada tujuannya dan
[42:35] bahwa ini konten tuh ada tujuannya dan punya efek yang besar. Bukan cuma
[42:37] punya efek yang besar. Bukan cuma sekedar menuh-menuhin jumlah konten aja
[42:41] sekedar menuh-menuhin jumlah konten aja gitu. Karena konten yang dibuat dengan
[42:44] gitu. Karena konten yang dibuat dengan objektif yang jelas itu pasti kelihatan
[42:46] objektif yang jelas itu pasti kelihatan beda banget daripada cuman konten yang
[42:48] beda banget daripada cuman konten yang dibentuk cuman by the way ya udahlah
[42:50] dibentuk cuman by the way ya udahlah yang penting buat ngisi udah gitu pasti
[42:52] yang penting buat ngisi udah gitu pasti akan kelihatan banget. Oke, I think
[42:55] akan kelihatan banget. Oke, I think that's all. Semoga memberikan sedikit
[42:56] that's all. Semoga memberikan sedikit gambaran ee terhadap konten marketing.
[43:00] gambaran ee terhadap konten marketing. Kalau sekian dari aku ya, maksudnya
[43:03] Kalau sekian dari aku ya, maksudnya kalau ada ee pertanyaan silakan
[43:06] kalau ada ee pertanyaan silakan dipertanyakan.
[43:11] Eh, sor.
[43:11] Eh, sor. Baik. Eh, terima kasih untuk
[43:15] Baik. Eh, terima kasih untuk pemaparannya Kak Inayati.
[43:18] pemaparannya Kak Inayati. Pak
[43:20] Pak anak-anak. Wow,
[43:23] anak-anak. Wow, materinya
[43:24] materinya kayaknya daging ya ini ya.
[43:28] kayaknya daging ya ini ya. Up to date banget ya kayaknya. Saya
[43:30] Up to date banget ya kayaknya. Saya merasa kayaknya
[43:31] merasa kayaknya gitu
[43:33] gitu 10 tahun lalu saya baru baru bers
[43:36] 10 tahun lalu saya baru baru bers bermedia sosial ya. Oke,
[43:38] bermedia sosial ya. Oke, buat anak-anak ada pertanyaan enggak?
[43:41] buat anak-anak ada pertanyaan enggak? Silakan.
[43:42] Silakan. Aku lagi lihat ya, Om di chat kosong sih
[43:45] Aku lagi lihat ya, Om di chat kosong sih enggak ada yang mau nanya.
[43:47] enggak ada yang mau nanya. I sambil
[43:49] I sambil ya mungkin sambil boleh. Karena gini ee
[43:52] ya mungkin sambil boleh. Karena gini ee saya yakin anak-anak di sini
[43:55] saya yakin anak-anak di sini ee mungkin ada beberapa yang sedang
[43:58] ee mungkin ada beberapa yang sedang mencoba ya mencoba untuk apa mengcreate
[44:01] mencoba ya mencoba untuk apa mengcreate atau mevelop eh sosial medianya mereka
[44:04] atau mevelop eh sosial medianya mereka ya. baik itu mungkin secara pribadi atau
[44:07] ya. baik itu mungkin secara pribadi atau bersama teman-teman punya bisnis
[44:09] bersama teman-teman punya bisnis kecil-kecilan. Nah, silakan ya kalau mau
[44:12] kecil-kecilan. Nah, silakan ya kalau mau ditanyakan karena
[44:15] ditanyakan karena ee
[44:16] ee beberapa data kemarin setiap bulan tuh
[44:19] beberapa data kemarin setiap bulan tuh ada aja ribuan ya, ribuan sosial media
[44:23] ada aja ribuan ya, ribuan sosial media bisnis yang lahir
[44:25] bisnis yang lahir di Indonesia. Ribuan
[44:27] di Indonesia. Ribuan ya
[44:27] ya ya kan pasti credit banget ya. Pasti
[44:30] ya kan pasti credit banget ya. Pasti credit banget. Nah, ee tadi memang ada
[44:34] credit banget. Nah, ee tadi memang ada beberapa ee apa namanya yang sudah
[44:37] beberapa ee apa namanya yang sudah dipaparkan oleh Kak Inayati tentang
[44:39] dipaparkan oleh Kak Inayati tentang bagaimana eh how to make our eh social
[44:42] bagaimana eh how to make our eh social media itu more apa ya bisa terlihat ya.
[44:46] media itu more apa ya bisa terlihat ya. Nah, mungkin kita mau coba ini ee Kak
[44:50] Nah, mungkin kita mau coba ini ee Kak Yatim ee anggaplah karena anak-anak di
[44:52] Yatim ee anggaplah karena anak-anak di sini pasti ada banyak yang mencoba-coba.
[44:57] sini pasti ada banyak yang mencoba-coba. Artinya mereka mungkin masih dalam tahap
[45:00] Artinya mereka mungkin masih dalam tahap e level UMKM lah.
[45:03] e level UMKM lah. Nah, UMKM. Nah, UMKM itu sendiri itu kan
[45:08] Nah, UMKM. Nah, UMKM itu sendiri itu kan banyak banget
[45:10] banyak banget true
[45:10] true dan sekarang sudah mulai
[45:13] dan sekarang sudah mulai keren-keren. Nah, itu ya sudah mulai
[45:16] keren-keren. Nah, itu ya sudah mulai keren-keren. Nah, ee untuk
[45:21] keren-keren. Nah, ee untuk teman-teman anak-anak di sini yang lagi
[45:23] teman-teman anak-anak di sini yang lagi mau coba ke level UMKM lah istilahnya
[45:27] mau coba ke level UMKM lah istilahnya dan ingin ee terlihat
[45:30] dan ingin ee terlihat agak sedikit terlihatlah ya di kedua ee
[45:34] agak sedikit terlihatlah ya di kedua ee ada tips dan tr enggak?
[45:38] ada tips dan tr enggak? Oke, siap. Makasih, Pak Martin. Jadi,
[45:41] Oke, siap. Makasih, Pak Martin. Jadi, tips and trik untuk teman-teman yang
[45:44] tips and trik untuk teman-teman yang lagi buka bisnis kecil-kecilan sama
[45:46] lagi buka bisnis kecil-kecilan sama teman-temannya gitu ya.
[45:48] teman-temannya gitu ya. Oke, yang paling pertama mungkin kalau
[45:51] Oke, yang paling pertama mungkin kalau ditanya formula ini tuh masih tetap
[45:53] ditanya formula ini tuh masih tetap berlaku terlepas scale-nya mau kecil
[45:55] berlaku terlepas scale-nya mau kecil atau besar karena ini kan adalah basic
[45:57] atau besar karena ini kan adalah basic komunikasi yang tertransfer dalam bentuk
[46:00] komunikasi yang tertransfer dalam bentuk konten. Jadi kita kalau mau ditanya
[46:03] konten. Jadi kita kalau mau ditanya formula ya, ini juga udah pasti bisa
[46:05] formula ya, ini juga udah pasti bisa dipakai sama yang ini. Tipsnya adalah
[46:09] dipakai sama yang ini. Tipsnya adalah satu, kalian bikin bisnis itu bukan
[46:11] satu, kalian bikin bisnis itu bukan cuman sekedar iseng atau ngisi waktu
[46:13] cuman sekedar iseng atau ngisi waktu luang atau gabut atau kelebihan duit.
[46:16] luang atau gabut atau kelebihan duit. Pasti tidak. Pasti kalian punya
[46:18] Pasti tidak. Pasti kalian punya cita-cita kenapa bikin bisnis A dan B.
[46:21] cita-cita kenapa bikin bisnis A dan B. Dan itu harus kalian tanya lagi dan
[46:23] Dan itu harus kalian tanya lagi dan yakini bahwa itu adalah tujuannya.
[46:26] yakini bahwa itu adalah tujuannya. Setelah itu udah clear, kita harus punya
[46:29] Setelah itu udah clear, kita harus punya USP kalau bahasa komunikasi unique
[46:31] USP kalau bahasa komunikasi unique selling proposition. Kenapa? Karena tadi
[46:34] selling proposition. Kenapa? Karena tadi kita dihadapi oleh banyak sekali konten
[46:36] kita dihadapi oleh banyak sekali konten yang the end of the day gue harus
[46:38] yang the end of the day gue harus memilih kenapa harus A daripada B. Kalau
[46:40] memilih kenapa harus A daripada B. Kalau El terlihat semua generik dan sama aja
[46:43] El terlihat semua generik dan sama aja antar semua brand, enggak ada reason
[46:45] antar semua brand, enggak ada reason atau motivasi kenapa gua harus milih
[46:46] atau motivasi kenapa gua harus milih Elo. Jadi, tipsnya adalah satu, cari ee
[46:51] Elo. Jadi, tipsnya adalah satu, cari ee diversifikasi yang paling kuat yang
[46:54] diversifikasi yang paling kuat yang pengin ditonjolkan dalam konten, ya. Ee
[46:58] pengin ditonjolkan dalam konten, ya. Ee diversifikasi itu bisa macam-macam. Bisa
[47:00] diversifikasi itu bisa macam-macam. Bisa dari kualitas barangnya, bisa dari rasa
[47:03] dari kualitas barangnya, bisa dari rasa makanannya misalnya, bisa dari kehebatan
[47:06] makanannya misalnya, bisa dari kehebatan apa yang lo punya dan proud of ternyata
[47:08] apa yang lo punya dan proud of ternyata punya bisnis ini, gitu.
[47:10] punya bisnis ini, gitu. Nah, itu tuh harus dikuatkan dulu dan
[47:12] Nah, itu tuh harus dikuatkan dulu dan disepakati bersama bahwa ini yang akan
[47:14] disepakati bersama bahwa ini yang akan menjadi pembeda kita. Kalau sudah
[47:16] menjadi pembeda kita. Kalau sudah setuju, pembeda itulah yang akan
[47:18] setuju, pembeda itulah yang akan di-convert dalam highlight content.
[47:20] di-convert dalam highlight content. Apapun yang diomongin pokoknya ujungnya
[47:22] Apapun yang diomongin pokoknya ujungnya itu. Karena itu yang akhirnya membedakan
[47:24] itu. Karena itu yang akhirnya membedakan aku dengan yang lain. Ujungnya akan
[47:27] aku dengan yang lain. Ujungnya akan menjadi motivasi orang, "Iya deh, gua
[47:28] menjadi motivasi orang, "Iya deh, gua mau sama dia aja karena ternyata dia
[47:30] mau sama dia aja karena ternyata dia punya USP yang oke gitu ya." Nah, habis
[47:33] punya USP yang oke gitu ya." Nah, habis itu baru ngomong konten pilar. Oke, gua
[47:36] itu baru ngomong konten pilar. Oke, gua udah tahu nih USP-nya apa. Kira-kira
[47:38] udah tahu nih USP-nya apa. Kira-kira pilarnya apa aja ya? Karena kalau cuman
[47:40] pilarnya apa aja ya? Karena kalau cuman itu doang yang diomongin kan habis dong
[47:42] itu doang yang diomongin kan habis dong ee apa namanya idenya karena semuanya
[47:45] ee apa namanya idenya karena semuanya jadinya cuman A doang. Kita mulai bikin
[47:47] jadinya cuman A doang. Kita mulai bikin turunannya. A tetap jadi nomor satu tapi
[47:50] turunannya. A tetap jadi nomor satu tapi turunan B C D-nya itu bisa sesuatu yang
[47:53] turunan B C D-nya itu bisa sesuatu yang mungkin lebih light tapi berhubungan
[47:55] mungkin lebih light tapi berhubungan tetap dengan highlight yang kita mau
[47:56] tetap dengan highlight yang kita mau gitu. Jadi bikinlah 3 EMP supaya ada ada
[48:00] gitu. Jadi bikinlah 3 EMP supaya ada ada perbedaan, ada variasi gitu. Enggak
[48:03] perbedaan, ada variasi gitu. Enggak monoton, enggak cuman itu aja, tapi
[48:06] monoton, enggak cuman itu aja, tapi ujungnya tetap sama.
[48:08] ujungnya tetap sama. Baru deh setelah kita tahu masuk ke
[48:11] Baru deh setelah kita tahu masuk ke format. You name it. Format sekarang
[48:13] format. You name it. Format sekarang macam-macam. Mau yang panjang boleh, mau
[48:15] macam-macam. Mau yang panjang boleh, mau yang pendek boleh, mau yang cuman
[48:16] yang pendek boleh, mau yang cuman tiktokan ngomong, mau bikin kuis
[48:18] tiktokan ngomong, mau bikin kuis terserah. Tapi poinku adalah apapun
[48:20] terserah. Tapi poinku adalah apapun formatnya harus tahu tujuannya. Contoh,
[48:24] formatnya harus tahu tujuannya. Contoh, kalau mau dapetin follower ya bikin UGC
[48:26] kalau mau dapetin follower ya bikin UGC atau kuis. Kenapa? Karena syarat untuk
[48:28] atau kuis. Kenapa? Karena syarat untuk ikutan lu harus follow. Jelas bahwa
[48:32] ikutan lu harus follow. Jelas bahwa follow itu bukan cuma sekedar ya udah
[48:34] follow itu bukan cuma sekedar ya udah yang penting rame, tapi ada tujuan yang
[48:36] yang penting rame, tapi ada tujuan yang kita pengin yaitu ningkatin follower
[48:37] kita pengin yaitu ningkatin follower misalnya. Terus tadi kita pengin kalau
[48:40] misalnya. Terus tadi kita pengin kalau ningkatin engagement berarti matrik
[48:42] ningkatin engagement berarti matrik save-nya harus lebih banyak. Bikin deh
[48:44] save-nya harus lebih banyak. Bikin deh konten apa yang cocok untuk orang bisa
[48:47] konten apa yang cocok untuk orang bisa nge-save. Enggak cuma sekedar
[48:48] nge-save. Enggak cuma sekedar entertaining, tapi ada sesuatu yang bisa
[48:50] entertaining, tapi ada sesuatu yang bisa dia simpan. E kalau misalnya zaman dulu
[48:53] dia simpan. E kalau misalnya zaman dulu nih pas kita awal-awal perang ada nomor
[48:56] nih pas kita awal-awal perang ada nomor darurat ya. Nomor darurat polisi berapa,
[48:58] darurat ya. Nomor darurat polisi berapa, pemadam berapa, segala macam.
[49:00] pemadam berapa, segala macam. itu kan mau enggak mau kita save semua
[49:01] itu kan mau enggak mau kita save semua kan. Aduh amit-amit amit-amit urgen gitu
[49:04] kan. Aduh amit-amit amit-amit urgen gitu ya. Walaupun mudah-mudahan enggak
[49:05] ya. Walaupun mudah-mudahan enggak kejadian tapi kalaupun ada nih nomor
[49:08] kejadian tapi kalaupun ada nih nomor darurat yang di-save. Nah, ada enggak
[49:11] darurat yang di-save. Nah, ada enggak things kayak gitu tuh yang benar-benar
[49:13] things kayak gitu tuh yang benar-benar kita kayaknya kalau enggak nge-save tuh
[49:14] kita kayaknya kalau enggak nge-save tuh sayang banget gitu kalau kelewatan.
[49:17] sayang banget gitu kalau kelewatan. Terus yang terakhir baru call to
[49:19] Terus yang terakhir baru call to action-nya apa gitu. Jadi tipsnya sangat
[49:22] action-nya apa gitu. Jadi tipsnya sangat sederhana. Balik lagi ke why, habis itu
[49:26] sederhana. Balik lagi ke why, habis itu audiens kita siapa. Enggak cuma sekedar
[49:28] audiens kita siapa. Enggak cuma sekedar audiens-nya doang, tapi USP-nya sih. Apa
[49:31] audiens-nya doang, tapi USP-nya sih. Apa yang mau kita highlight itu akan menjadi
[49:33] yang mau kita highlight itu akan menjadi pegangan baru kita turunkan ke pilar.
[49:36] pegangan baru kita turunkan ke pilar. Begitu, Pak. Aku rasa cukup sederhana
[49:39] Begitu, Pak. Aku rasa cukup sederhana dan bisa diikut ini. Terima kasih.
[49:40] dan bisa diikut ini. Terima kasih. Iya. Nah, nah sambil yang nunggu mungkin
[49:44] Iya. Nah, nah sambil yang nunggu mungkin ada anak-anak yang mau tanya juga. Heeh.
[49:46] ada anak-anak yang mau tanya juga. Heeh. Ee
[49:48] Ee sejauh mana? Heeh.
[49:49] sejauh mana? Heeh. Anggaplah ee kan kita lagi coba-coba ya.
[49:53] Anggaplah ee kan kita lagi coba-coba ya. Dan dan tadi juga kan ada istilahnya ee
[49:55] Dan dan tadi juga kan ada istilahnya ee untuk supaya tetap ee apa namanya
[49:58] untuk supaya tetap ee apa namanya relevan atau tetap relevan di atas gitu
[50:01] relevan atau tetap relevan di atas gitu ya. Biasanya kan ada keyword-keywords
[50:03] ya. Biasanya kan ada keyword-keywords itu yang sedang lagi marak-maraknya di
[50:07] itu yang sedang lagi marak-maraknya di permukaan.
[50:08] permukaan. Heeh.
[50:09] Heeh. Gitu ya. Nah, sejauh mana kita mau ee ee
[50:13] Gitu ya. Nah, sejauh mana kita mau ee ee apa namanya
[50:14] apa namanya menggunakan keywords itu dan satu itu
[50:17] menggunakan keywords itu dan satu itu ya. He.
[50:18] ya. He. Lalu apakah bisa enggak? Contohnya kayak
[50:19] Lalu apakah bisa enggak? Contohnya kayak gini. Ee taruhlah saya gitu yang yang
[50:22] gini. Ee taruhlah saya gitu yang yang kayak tadi itu ee produk saya itu ee
[50:26] kayak tadi itu ee produk saya itu ee sambal sambal ayam tadi ya.
[50:28] sambal sambal ayam tadi ya. Ya.
[50:29] Ya. Nah, anggaplah yang lagi yang lagi di
[50:32] Nah, anggaplah yang lagi yang lagi di atas permukaan itu salah satu
[50:34] atas permukaan itu salah satu keyword-nya itu adalah ee taruhlah
[50:38] keyword-nya itu adalah ee taruhlah minuman.
[50:39] minuman. Nah, minuman. Nah, ee bisa enggak kita
[50:44] Nah, minuman. Nah, ee bisa enggak kita pakai itu atau kalau kita mau pakai itu
[50:48] pakai itu atau kalau kita mau pakai itu ada enggak? Atau atau gini,
[50:50] ada enggak? Atau atau gini, jangan, jangan, jangan pakai itu karena
[50:52] jangan, jangan, jangan pakai itu karena nanti takutnya kita nanti yang kena jadi
[50:53] nanti takutnya kita nanti yang kena jadi enggak relevan orang jadi apa sih ini
[50:55] enggak relevan orang jadi apa sih ini kok ee apa sih namanya? Kelihatan banget
[50:58] kok ee apa sih namanya? Kelihatan banget sih iklan. Nah, kayak itu gitu. Ada ada
[51:01] sih iklan. Nah, kayak itu gitu. Ada ada tips
[51:02] tips ada. Oke, Pak. Jadi sebenarnya kalau
[51:04] ada. Oke, Pak. Jadi sebenarnya kalau kita jualan kita harus membuat keyword
[51:07] kita jualan kita harus membuat keyword yang spesifik dengan minuman kita apa
[51:09] yang spesifik dengan minuman kita apa dan rasanya gimana. Jadi semakin
[51:12] dan rasanya gimana. Jadi semakin spesifik keyword yang bisa merepresent
[51:14] spesifik keyword yang bisa merepresent diri kita, semakin bagus performance
[51:16] diri kita, semakin bagus performance dari search engine kita. Semakin
[51:19] dari search engine kita. Semakin generik, semakin banyak populate minuman
[51:22] generik, semakin banyak populate minuman lain yang bisa masuk ke sana, gitu. Jadi
[51:25] lain yang bisa masuk ke sana, gitu. Jadi kalau misalnya minumannya adalah soda
[51:27] kalau misalnya minumannya adalah soda gembira, ya udah apapun yang hubungannya
[51:29] gembira, ya udah apapun yang hubungannya adalah soda gembira rasa coklat. contoh
[51:33] adalah soda gembira rasa coklat. contoh itu aja yang kita ambil gitu. Jadi
[51:35] itu aja yang kita ambil gitu. Jadi minumannya tuh bukan segenerik minuman.
[51:36] minumannya tuh bukan segenerik minuman. Karena once kita cuman pakai minuman
[51:38] Karena once kita cuman pakai minuman gitu ya, wah dari mulai teh ada, kopi
[51:40] gitu ya, wah dari mulai teh ada, kopi ada, jus ada, semua minuman gitu. Jadi
[51:43] ada, jus ada, semua minuman gitu. Jadi kalau misalnya dalam istilah SEO tuh ada
[51:45] kalau misalnya dalam istilah SEO tuh ada longtail-nya. Nah, si long tail-nya itu
[51:48] longtail-nya. Nah, si long tail-nya itu yang harus kita coba break down untuk
[51:50] yang harus kita coba break down untuk kita yakini bahwa itu adalah kata yang
[51:52] kita yakini bahwa itu adalah kata yang secara spesifik mewakili brand kita.
[51:55] secara spesifik mewakili brand kita. Ya, jadi ee makanya kalau misalnya tadi
[51:57] Ya, jadi ee makanya kalau misalnya tadi dibilang USP itu penting. Mungkin di
[51:59] dibilang USP itu penting. Mungkin di sini lagi enggak dalam konteks kita
[52:00] sini lagi enggak dalam konteks kita bahas brand ya, tapi itu yang akan
[52:03] bahas brand ya, tapi itu yang akan menjadi reason why dia pilih kita atau
[52:06] menjadi reason why dia pilih kita atau yang lain. Kalau kita cuman dianggap
[52:08] yang lain. Kalau kita cuman dianggap sama aja dan ini cuman jadi eh option
[52:12] sama aja dan ini cuman jadi eh option atau pilihan atau jadi choices gitu ya,
[52:16] atau pilihan atau jadi choices gitu ya, mereka enggak punya intention kenapa
[52:17] mereka enggak punya intention kenapa harus pilih. Makanya banyak nih brand
[52:20] harus pilih. Makanya banyak nih brand yang ah gua replace sebelah kayak contoh
[52:22] yang ah gua replace sebelah kayak contoh enggak ada sunsil gua beli pentin deh.
[52:24] enggak ada sunsil gua beli pentin deh. Enggak ada pentin, gua beli clear. Nah,
[52:26] Enggak ada pentin, gua beli clear. Nah, itu gampang. Tapi kalau misalnya ada
[52:28] itu gampang. Tapi kalau misalnya ada brand yang gua pengin Apple gitu, dia
[52:31] brand yang gua pengin Apple gitu, dia enggak replaceable. Pokoknya mau sampai
[52:33] enggak replaceable. Pokoknya mau sampai mati agama gua Apple. Lu mau bilang
[52:36] mati agama gua Apple. Lu mau bilang Android udah secanggih apa enggak, gua
[52:38] Android udah secanggih apa enggak, gua tutup mata agama gua Apple. Nah, itu
[52:41] tutup mata agama gua Apple. Nah, itu adalah sesuatu yang nonreplable
[52:45] adalah sesuatu yang nonreplable dan kita punya intention secara brand
[52:47] dan kita punya intention secara brand building yang emang udah kawin sama itu
[52:49] building yang emang udah kawin sama itu brand. Nah, semuanya cita-cita brand di
[52:51] brand. Nah, semuanya cita-cita brand di dunia itu pengin kayak gitu gitu. supaya
[52:55] dunia itu pengin kayak gitu gitu. supaya dia lebih ya enggak apa-apa deh gua
[52:56] dia lebih ya enggak apa-apa deh gua worth it nunggu dulu sampai ada daripada
[52:58] worth it nunggu dulu sampai ada daripada me-replace dengan sesuatu yang lain.
[53:00] me-replace dengan sesuatu yang lain. Contoh gitu sih, Pak. Menarik.
[53:04] Contoh gitu sih, Pak. Menarik. Oke. Baikbaik. Thank you. I thank you ya
[53:07] Oke. Baikbaik. Thank you. I thank you ya K. Ada pertanyaan anak-anak? Ayo dong.
[53:09] K. Ada pertanyaan anak-anak? Ayo dong. Aduh kebetulan nih ini langsung
[53:11] Aduh kebetulan nih ini langsung praktisinya nih.
[53:13] praktisinya nih. Iya kan langsung praktisinya. Kalau
[53:16] Iya kan langsung praktisinya. Kalau kalau kalian mau mau mau mau ini mau
[53:19] kalau kalian mau mau mau mau ini mau tanya-tanya di luar. Wah, mahal nih.
[53:22] tanya-tanya di luar. Wah, mahal nih. Aku tunggu diundang lagi aja.
[53:23] Aku tunggu diundang lagi aja. Mau tanya langsung ke Kak Ina di luar
[53:25] Mau tanya langsung ke Kak Ina di luar tuh mahal tuh. Gitu ya.
[53:28] tuh mahal tuh. Gitu ya. Satu lagi nih, Kak Enak. Kalau anak-anak
[53:31] Satu lagi nih, Kak Enak. Kalau anak-anak kalau mau
[53:32] kalau mau ee susah untuk apa namanya ee mic kalian
[53:36] ee susah untuk apa namanya ee mic kalian bisa langsung di chat ya. Bisa langsung
[53:38] bisa langsung di chat ya. Bisa langsung di chat ya. Apa aja ya anak-anak? Apa
[53:40] di chat ya. Apa aja ya anak-anak? Apa aja boleh kalian tanya nih. Kita masih
[53:42] aja boleh kalian tanya nih. Kita masih punya waktu sampai jam 0.00 malam nih.
[53:45] punya waktu sampai jam 0.00 malam nih. Lama banget.
[53:49] Iya.
[53:51] Iya. Oke, Sat sambil nunggu lagi nih ya. Saya
[53:54] Oke, Sat sambil nunggu lagi nih ya. Saya soalnya saya curious banget anak-anak di
[53:56] soalnya saya curious banget anak-anak di di di kelas itu juga banyak banget yang
[53:59] di di kelas itu juga banyak banget yang apa namanya ee buat-buat konten dan tapi
[54:03] apa namanya ee buat-buat konten dan tapi banyak juga yang nyerah gitu loh kayak
[54:04] banyak juga yang nyerah gitu loh kayak nah gitu
[54:07] nah gitu nyerahnya juga yang nyerah gitu. Nah ee
[54:09] nyerahnya juga yang nyerah gitu. Nah ee kenapa nyerahnya Pak? Satu lagi nih
[54:12] kenapa nyerahnya Pak? Satu lagi nih ya. Ee mungkin salah satu gini sih ee
[54:16] ya. Ee mungkin salah satu gini sih ee apa namanya ini juga terkait dengan
[54:18] apa namanya ini juga terkait dengan pertanyaan berikutnya.
[54:20] pertanyaan berikutnya. Jadi kayak mereka ex aduh ide apa lagi
[54:22] Jadi kayak mereka ex aduh ide apa lagi ya gitu
[54:24] ya gitu ya. Ide apa lagi nih ya? Nah itu tuh.
[54:27] ya. Ide apa lagi nih ya? Nah itu tuh. Nah terkait dengan itu
[54:30] Nah terkait dengan itu ee
[54:32] ee bisa enggak sih kalau kita kayak
[54:35] bisa enggak sih kalau kita kayak niru pesaing gitu? Niru orang gituah.
[54:37] niru pesaing gitu? Niru orang gituah. Nah, sejauh mana sejauh mana sih ee dan
[54:40] Nah, sejauh mana sejauh mana sih ee dan apa sih caranya supaya kita enggak
[54:41] apa sih caranya supaya kita enggak kelihatan kayak niru-niru banget gitu
[54:42] kelihatan kayak niru-niru banget gitu loh?
[54:43] loh? Oke. Oke. Pertama adalah
[54:46] Oke. Oke. Pertama adalah maksudnya niru Oh, niru yang lagi lagi
[54:49] maksudnya niru Oh, niru yang lagi lagi booming nih kah ah pengin ikutan deh
[54:51] booming nih kah ah pengin ikutan deh gitu. Nah, kayak gitu gimana?
[54:53] gitu. Nah, kayak gitu gimana? Oke. Oke, pahampaham. Jadi yang pertama
[54:56] Oke. Oke, pahampaham. Jadi yang pertama adalah kalau kita kehabisan ide
[54:58] adalah kalau kita kehabisan ide sebenarnya kita mesti introspeksi.
[54:59] sebenarnya kita mesti introspeksi. Jangan-jangan kita masih belum tahu dulu
[55:01] Jangan-jangan kita masih belum tahu dulu kita tuh kenapa ada itu dulu. Karena
[55:04] kita tuh kenapa ada itu dulu. Karena kalau emang kita cuman bikin bisnis
[55:05] kalau emang kita cuman bikin bisnis ikut-ikutan dan karena ada opportunity
[55:08] ikut-ikutan dan karena ada opportunity tapi kita enggak intentionally kepengen
[55:10] tapi kita enggak intentionally kepengen akhirnya jadi kehabisan ide. Tapi kalau
[55:13] akhirnya jadi kehabisan ide. Tapi kalau lu mikirinnya tuh udah dalam dan yakin
[55:16] lu mikirinnya tuh udah dalam dan yakin dan emang ini yang mau ditempuh secara
[55:19] dan emang ini yang mau ditempuh secara experience gitu ya, ya mungkin kita akan
[55:22] experience gitu ya, ya mungkin kita akan jadi punya banyak e spektrum karena kita
[55:24] jadi punya banyak e spektrum karena kita tahu dulu nih cikal bakal Y-nya tuh kuat
[55:26] tahu dulu nih cikal bakal Y-nya tuh kuat gitu. Itu yang pertama. Kedua, cara
[55:29] gitu. Itu yang pertama. Kedua, cara untuk mendapatkan angle. Mm kita bisa
[55:33] untuk mendapatkan angle. Mm kita bisa testing atau bertanya kepada orang lain
[55:36] testing atau bertanya kepada orang lain selain kita sebagai owner. Karena
[55:38] selain kita sebagai owner. Karena kadang-kadang owner itu terbatas karena
[55:40] kadang-kadang owner itu terbatas karena kita yang punya uang, kita yang punya
[55:41] kita yang punya uang, kita yang punya bisnis, kita yang pengin produk kita
[55:43] bisnis, kita yang pengin produk kita laku segala macam. Nah, itu yang
[55:45] laku segala macam. Nah, itu yang akhirnya membatasi kreativitas kita.
[55:48] akhirnya membatasi kreativitas kita. Jadi, kita bisa coba tanya kepada orang
[55:50] Jadi, kita bisa coba tanya kepada orang lain yang mungkin tidak ada hubungannya
[55:51] lain yang mungkin tidak ada hubungannya sama bisnis ini. Bagaimana lu melihat si
[55:53] sama bisnis ini. Bagaimana lu melihat si perkembangan produk ini? Nah, mungkin
[55:56] perkembangan produk ini? Nah, mungkin itu bisa menambah eh point of view lain
[55:59] itu bisa menambah eh point of view lain dari sosok kita sebagai owner. Kenapa?
[56:02] dari sosok kita sebagai owner. Kenapa? Karena tuh jadi bias kan kita selalu
[56:04] Karena tuh jadi bias kan kita selalu pengin dari point of view kita sendiri
[56:06] pengin dari point of view kita sendiri gitu, tapi kita enggak pernah tahu point
[56:08] gitu, tapi kita enggak pernah tahu point of view orang lain seperti apa. Terus
[56:10] of view orang lain seperti apa. Terus yang ketiga tadi terkait dengan eh copy
[56:13] yang ketiga tadi terkait dengan eh copy cat competitor boleh apa enggak? Aku
[56:15] cat competitor boleh apa enggak? Aku merasa gimana ya tergantung bisa boleh
[56:20] merasa gimana ya tergantung bisa boleh bisa enggak. Karena kalaupun kita
[56:21] bisa enggak. Karena kalaupun kita benar-benar plek ketiplek nyontek,
[56:23] benar-benar plek ketiplek nyontek, takutnya asosiasi orang ke kompetitor
[56:26] takutnya asosiasi orang ke kompetitor bukan ke kita. Karena kompetitor udah
[56:28] bukan ke kita. Karena kompetitor udah menjalaninya duluan. Kalau asosiasinya
[56:31] menjalaninya duluan. Kalau asosiasinya enggak ke kita, what's the point? Kita
[56:32] enggak ke kita, what's the point? Kita ngikutin yang ada kita jadi makin buruk
[56:35] ngikutin yang ada kita jadi makin buruk performance-nya gitu. Kalau di bahasa
[56:37] performance-nya gitu. Kalau di bahasa komunikasi adalah kita harus punya
[56:39] komunikasi adalah kita harus punya semacam icon atau logo yang dari jauh
[56:41] semacam icon atau logo yang dari jauh pun orang sudah tahu itu kita. Kayak
[56:43] pun orang sudah tahu itu kita. Kayak misalnya totemnya McDonald's, merah
[56:45] misalnya totemnya McDonald's, merah kuningnya tuh kan otentik banget ya.
[56:47] kuningnya tuh kan otentik banget ya. Enggak usah ditulis huruf M-nya aja.
[56:49] Enggak usah ditulis huruf M-nya aja. Semua orang sudah tahu bahwa merah
[56:50] Semua orang sudah tahu bahwa merah kuning itu adalah punyanya MCD gitu.
[56:53] kuning itu adalah punyanya MCD gitu. Nah, itu adalah strong brand identity
[56:56] Nah, itu adalah strong brand identity yang punya asosiasi kuat terhadap
[56:58] yang punya asosiasi kuat terhadap konsumen. Jadi tanpa dia ada kata
[57:00] konsumen. Jadi tanpa dia ada kata apapun, tanpa dia ngomong gimanapun,
[57:04] apapun, tanpa dia ngomong gimanapun, orang udah tahu, "Oh, di depan nih ada
[57:07] orang udah tahu, "Oh, di depan nih ada totem ini McD ya, lapar nih, belok
[57:09] totem ini McD ya, lapar nih, belok kiri." Contoh gitu. Jadi yang pertama
[57:12] kiri." Contoh gitu. Jadi yang pertama mungkin boleh nyontek kalau kita pengin
[57:14] mungkin boleh nyontek kalau kita pengin riding tapi jangan terlalu sering karena
[57:17] riding tapi jangan terlalu sering karena takutnya asosiasi bukan ke kita malah ke
[57:20] takutnya asosiasi bukan ke kita malah ke sebelah gitu sih Pak.
[57:23] sebelah gitu sih Pak. Semoga menjawab ya.
[57:25] Semoga menjawab ya. Ya. Ya. Oke. Oke. I ya. Jadi perlu
[57:27] Ya. Ya. Oke. Oke. I ya. Jadi perlu hati-hati juga ya.
[57:29] hati-hati juga ya. Ya. Janganjangan karena kadang-kadang
[57:30] Ya. Janganjangan karena kadang-kadang kan tergiur ya. Aduh, itu tiba-tiba
[57:33] kan tergiur ya. Aduh, itu tiba-tiba apalagi pesaing kan waktu kita taruhlah
[57:36] apalagi pesaing kan waktu kita taruhlah rata-rata yang ng-eview kita
[57:38] rata-rata yang ng-eview kita 500
[57:40] 500 ribu lumayan tiba-tiba si si dia pesaing
[57:44] ribu lumayan tiba-tiba si si dia pesaing wih Rp500.000
[57:46] wih Rp500.000 enggak
[57:47] enggak ih itu lagi dia pakai yang kayak selupa
[57:50] ih itu lagi dia pakai yang kayak selupa Rp600.000 aduh kayaknya menggoda nih
[57:54] Rp600.000 aduh kayaknya menggoda nih I ya I ya
[57:56] I ya I ya iya iya oke. Baik. Ee
[57:59] iya iya oke. Baik. Ee Kak Ina ada pertanyaan anak-anak
[58:02] Kak Ina ada pertanyaan anak-anak sor ya Kak Ina ya Kak saya yang banyak
[58:05] sor ya Kak Ina ya Kak saya yang banyak tanya nih ya
[58:06] tanya nih ya karena kayaknya juga
[58:09] karena kayaknya juga Heeh. berapa kelas ini, Pak?
[58:11] Heeh. berapa kelas ini, Pak? Ee ini jadi ee
[58:15] Ee ini jadi ee ini kita ada program namanya program ee
[58:19] ini kita ada program namanya program ee sertifikasi
[58:21] sertifikasi ee kelas sertifikasi. Jadi ada
[58:24] ee kelas sertifikasi. Jadi ada engagement kita 1 tahun program. Jadi
[58:27] engagement kita 1 tahun program. Jadi mahasiswa mengikuti ee mengikuti satu
[58:29] mahasiswa mengikuti ee mengikuti satu program di sini di mana mereka setiap ee
[58:33] program di sini di mana mereka setiap ee hampir setiap hari akan ee dengan para
[58:37] hampir setiap hari akan ee dengan para praktisi.
[58:38] praktisi. Heeh.
[58:38] Heeh. Nanti kemudian di di tengah jalannya
[58:41] Nanti kemudian di di tengah jalannya nanti akan banyak materi. Terakhir nanti
[58:45] nanti akan banyak materi. Terakhir nanti mereka akan kita colollab sama LSM,
[58:48] mereka akan kita colollab sama LSM, digital marketing LSM dan mereka akan
[58:52] digital marketing LSM dan mereka akan ee
[58:53] ee ujian ujian digital marketing ya. Oh,
[58:56] ujian ujian digital marketing ya. Oh, gitu.
[58:57] gitu. Ujian marketing berbasis AI. Nah, itu
[59:01] Ujian marketing berbasis AI. Nah, itu bentuknya juga sampai
[59:03] bentuknya juga sampai ee nanti mereka akan dapat sertifikat
[59:05] ee nanti mereka akan dapat sertifikat juga. Sertifikat ee
[59:07] juga. Sertifikat ee Oke. Ini angkatan berapa, Pak? 200. Ini
[59:10] Oke. Ini angkatan berapa, Pak? 200. Ini kan depannya tahun ya, 27, 29, 28 gitu
[59:14] kan depannya tahun ya, 27, 29, 28 gitu ya.
[59:14] ya. Iya. Itu kalau 27 itu maksudnya ee nanti
[59:18] Iya. Itu kalau 27 itu maksudnya ee nanti dia lulus 29.
[59:20] dia lulus 29. Oh, oke.
[59:21] Oh, oke. Gitu. Yang 27 nanti dia lulus 227.
[59:23] Gitu. Yang 27 nanti dia lulus 227. Hm. gitu. Jadi memang rata-rata setahun
[59:27] Hm. gitu. Jadi memang rata-rata setahun 1 2 tahun lagi mereka lupa. I
[59:30] 1 2 tahun lagi mereka lupa. I see. Oke.
[59:31] see. Oke. Heeh.
[59:32] Heeh. Heeh.
[59:32] Heeh. Iya. Soalnya soalnya ee maaf ya Kak Ina
[59:35] Iya. Soalnya soalnya ee maaf ya Kak Ina ya. Kita ee saya banyak tanya karena
[59:37] ya. Kita ee saya banyak tanya karena saya ada pikir-pikir.
[59:39] saya ada pikir-pikir. Iya. Ada pikir-pikir juga bikin bikin
[59:41] Iya. Ada pikir-pikir juga bikin bikin sosial media nih.
[59:43] sosial media nih. K.
[59:44] K. Oh iya boleh boleh. Kalau mau ngobrol
[59:45] Oh iya boleh boleh. Kalau mau ngobrol lebih lanjut atau misalnya ada follow up
[59:48] lebih lanjut atau misalnya ada follow up question
[59:49] question itu boleh banget loh e dikabarin aja.
[59:52] itu boleh banget loh e dikabarin aja. Mungkin nanti kita bisa ngobrol sesi
[59:55] Mungkin nanti kita bisa ngobrol sesi yang lebih casual gitu kali ya.
[59:57] yang lebih casual gitu kali ya. Iya. Iya. Nah, ini ada pertanyaan dari
[59:59] Iya. Iya. Nah, ini ada pertanyaan dari Kila. Oke,
[01:00:01] Kila. Oke, eh terima kasih Bu atas penamp
[01:00:04] eh terima kasih Bu atas penamp untuk bisnis desert yang baru mulai
[01:00:08] untuk bisnis desert yang baru mulai konten seperti apa yang se
[01:00:10] konten seperti apa yang se diprioritaskan terlebih dahulu agar
[01:00:11] diprioritaskan terlebih dahulu agar brand awareness bisa terbentuk secara
[01:00:13] brand awareness bisa terbentuk secara efektif dan bagaimana cara membuat
[01:00:15] efektif dan bagaimana cara membuat konten yang tidak hanya menarik
[01:00:17] konten yang tidak hanya menarik perhatian tetapi juga mendorong audiens
[01:00:19] perhatian tetapi juga mendorong audiens untuk membeli. Oh,
[01:00:21] untuk membeli. Oh, oke. Kilat thank you pertanyaan
[01:00:24] oke. Kilat thank you pertanyaan ini. Kayaknya langsung to the point ini.
[01:00:26] ini. Kayaknya langsung to the point ini. Ini ini mahal ini. Gila, ini mahal
[01:00:29] Ini ini mahal ini. Gila, ini mahal langsung soknya langsung ke theak
[01:00:31] langsung soknya langsung ke theak harus bayar nih. Alah enggak pak ya kan
[01:00:35] harus bayar nih. Alah enggak pak ya kan saya dosen juga ya. Aduh saya udah bawel
[01:00:37] saya dosen juga ya. Aduh saya udah bawel banget kalau di kelas tuh. Udah sama
[01:00:40] banget kalau di kelas tuh. Udah sama sama aku ya. Oke. Jadi tadi
[01:00:43] sama aku ya. Oke. Jadi tadi pertanyaannya adalah thank you Kila eh
[01:00:45] pertanyaannya adalah thank you Kila eh saya pengin bisnis desert dan baru
[01:00:47] saya pengin bisnis desert dan baru mulai. Konten seperti apa yang sebaiknya
[01:00:48] mulai. Konten seperti apa yang sebaiknya diprioritaskan. Eh kamu boleh enggak
[01:00:50] diprioritaskan. Eh kamu boleh enggak lanjutin ee Instagram-nya apa biar
[01:00:53] lanjutin ee Instagram-nya apa biar sekalian aku cek ya. Nah, kamu masukin
[01:00:55] sekalian aku cek ya. Nah, kamu masukin aja Instagramnya, nanti aku cek dan aku
[01:00:56] aja Instagramnya, nanti aku cek dan aku akan review mana yang bagus, mana yang
[01:00:58] akan review mana yang bagus, mana yang enggak. Nah, emm konten seperti apa yang
[01:01:01] enggak. Nah, emm konten seperti apa yang prioritaskan? Oke, pertama balik lagi ke
[01:01:04] prioritaskan? Oke, pertama balik lagi ke yang tadi why Desert? Karena ide bisnis
[01:01:07] yang tadi why Desert? Karena ide bisnis tuh banyak banget gitu ya, sejuta milian
[01:01:09] tuh banyak banget gitu ya, sejuta milian tahun gitu. Tapi kenapa desert? Jadi
[01:01:12] tahun gitu. Tapi kenapa desert? Jadi kalian harus recalling back, tanya
[01:01:15] kalian harus recalling back, tanya honest in your heart gitu ya. Kenapa?
[01:01:18] honest in your heart gitu ya. Kenapa? Kenapa gitu? Kalau itunya jelas pasti
[01:01:22] Kenapa gitu? Kalau itunya jelas pasti turunan konten dan idenya pasti banyak
[01:01:25] turunan konten dan idenya pasti banyak gitu. Atau jangan misalnya, "Iya, Kak,
[01:01:27] gitu. Atau jangan misalnya, "Iya, Kak, soalnya aku diajak teman aja." Nah, itu
[01:01:29] soalnya aku diajak teman aja." Nah, itu Y-nya enggak kuat tuh. Karena kalau
[01:01:30] Y-nya enggak kuat tuh. Karena kalau diajak teman, once kamu diajak yang
[01:01:32] diajak teman, once kamu diajak yang lain, kamu bisa pindah ke mana aja gitu
[01:01:34] lain, kamu bisa pindah ke mana aja gitu kan. Jadi, ee nah habis itu balik yang
[01:01:38] kan. Jadi, ee nah habis itu balik yang tadi USP-nya apa? Apakah rasanya? Apakah
[01:01:41] tadi USP-nya apa? Apakah rasanya? Apakah bahan bakunya, apakah ternyata ee beli
[01:01:45] bahan bakunya, apakah ternyata ee beli ini dapat bonus apa atau packaging-nya
[01:01:47] ini dapat bonus apa atau packaging-nya gimana? Nah, itunya harus kalian rasa.
[01:01:50] gimana? Nah, itunya harus kalian rasa. Jadi, enggak bisa cuman jual puding
[01:01:52] Jadi, enggak bisa cuman jual puding cokelat atau dessert apa ya, semua juga
[01:01:54] cokelat atau dessert apa ya, semua juga bisa. Cari satu distinctive yang mdefine
[01:01:58] bisa. Cari satu distinctive yang mdefine yourself. Kalau itu belum bisa berarti
[01:02:01] yourself. Kalau itu belum bisa berarti harus dicari. Karena kita enggak mau
[01:02:03] harus dicari. Karena kita enggak mau bilang pokoknya cuman opsi, ya udah
[01:02:05] bilang pokoknya cuman opsi, ya udah desert yang lain aja. Gua beli di sini
[01:02:06] desert yang lain aja. Gua beli di sini boleh, beli di sana boleh, sama aja
[01:02:08] boleh, beli di sana boleh, sama aja rasanya. It's not the business. Itu cuma
[01:02:10] rasanya. It's not the business. Itu cuma nambah-nambahin kue market aja gitu. Dan
[01:02:13] nambah-nambahin kue market aja gitu. Dan lu enggak cari uang anyway kalau kayak
[01:02:14] lu enggak cari uang anyway kalau kayak gitu. Karena tujuan di bawah kan tadi
[01:02:16] gitu. Karena tujuan di bawah kan tadi audience mau beli buat konsumen harus
[01:02:19] audience mau beli buat konsumen harus ada motivations atau reason why I have
[01:02:22] ada motivations atau reason why I have to choose your business, your brand,
[01:02:25] to choose your business, your brand, your desert. Apa kenapa? Apa kenapanya
[01:02:28] your desert. Apa kenapa? Apa kenapanya tuh dijawab dulu aja ya kan. Nah,
[01:02:31] tuh dijawab dulu aja ya kan. Nah, setelah kita tahu bahwa USP kita apa,
[01:02:34] setelah kita tahu bahwa USP kita apa, baru deh nanti turunannya kita bisa
[01:02:36] baru deh nanti turunannya kita bisa macam-macamin. Nah, itu akan keluar
[01:02:38] macam-macamin. Nah, itu akan keluar dengan content pilar. contenter tidak
[01:02:41] dengan content pilar. contenter tidak mungkin bisa dibuat kalau kita enggak
[01:02:43] mungkin bisa dibuat kalau kita enggak tahu-nya apa gitu dan apa kehebatan dari
[01:02:47] tahu-nya apa gitu dan apa kehebatan dari bisnis kamu itu. Dan jangan sekalipun
[01:02:50] bisnis kamu itu. Dan jangan sekalipun bilang, "Iya cuma diajak, iya cuman
[01:02:51] bilang, "Iya cuma diajak, iya cuman modalnya ada segini, iya em karena
[01:02:54] modalnya ada segini, iya em karena opportunity-nya ada di sini." It's not
[01:02:56] opportunity-nya ada di sini." It's not the answer, gitu. Karena bisnis itu
[01:02:58] the answer, gitu. Karena bisnis itu bukan cuman coba-coba ya, walaupun kita
[01:03:00] bukan cuman coba-coba ya, walaupun kita masih dalam konteks perkuliahan ya,
[01:03:02] masih dalam konteks perkuliahan ya, pasti butuh pengalaman tapi juga harus
[01:03:05] pasti butuh pengalaman tapi juga harus ada intention gitu. Karena kalau balik
[01:03:08] ada intention gitu. Karena kalau balik lagi yang tadi aku bilang ada sejuta
[01:03:10] lagi yang tadi aku bilang ada sejuta milion bisnis, tapi why do you have to
[01:03:13] milion bisnis, tapi why do you have to choose this? Itu yang harus jelas dulu
[01:03:17] choose this? Itu yang harus jelas dulu gitu ya. Ee
[01:03:19] gitu ya. Ee oke. Thank you Kak. Oke ya. Sangat
[01:03:22] oke. Thank you Kak. Oke ya. Sangat sangat itu ya apa namanya? Betul-betul.
[01:03:26] sangat itu ya apa namanya? Betul-betul. Heeh.
[01:03:26] Heeh. Iya. Iya. Tapi enggak apa-apa sih
[01:03:28] Iya. Iya. Tapi enggak apa-apa sih maksudnya supaya paham juga sih. Nah,
[01:03:30] maksudnya supaya paham juga sih. Nah, tadi saya sebelum ke sudah ada keluar
[01:03:33] tadi saya sebelum ke sudah ada keluar nih e si Nadya dan Agnes Niftah. Tapi
[01:03:36] nih e si Nadya dan Agnes Niftah. Tapi sebelum ke situ
[01:03:37] sebelum ke situ saya mau tanya nih.
[01:03:38] saya mau tanya nih. Heeh.
[01:03:41] Heeh. Saya rasa salah satu tantangan buat kita
[01:03:45] Saya rasa salah satu tantangan buat kita apalagi yang ee ee sedang membuat produk
[01:03:48] apalagi yang ee ee sedang membuat produk baru seperti ee tadi ya, si siapa
[01:03:52] baru seperti ee tadi ya, si siapa namanya nih? Si Kila ya, Kaila ya. dia
[01:03:54] namanya nih? Si Kila ya, Kaila ya. dia mungkin sudah tahu ee Kak Ina. Oke, aku
[01:03:58] mungkin sudah tahu ee Kak Ina. Oke, aku bikin produk ee apa desert gitu kan.
[01:04:01] bikin produk ee apa desert gitu kan. Heeh.
[01:04:01] Heeh. Nah,
[01:04:03] Nah, untuk menentukan unic selling tadi
[01:04:07] untuk menentukan unic selling tadi ya untuk kita itu saya rasa itu juga
[01:04:10] ya untuk kita itu saya rasa itu juga tantangan ya Kak ya.
[01:04:12] tantangan ya Kak ya. Oke, aku coba lagi punya tips and trips
[01:04:15] Oke, aku coba lagi punya tips and trips dah.
[01:04:16] dah. Heeh. Kayaknya kayaknya gini Kak saya
[01:04:19] Heeh. Kayaknya kayaknya gini Kak saya mau manis. Eh, kayaknya dia sudah deh
[01:04:22] mau manis. Eh, kayaknya dia sudah deh saya mau agak-agak besaran desert saya,
[01:04:25] saya mau agak-agak besaran desert saya, tapi dia kayaknya
[01:04:27] tapi dia kayaknya itu juga deh apa ya? Nah, itu bisa ada
[01:04:30] itu juga deh apa ya? Nah, itu bisa ada tips enggak? Kayak
[01:04:31] tips enggak? Kayak oke ya. Pertama untuk nentuin USP ada
[01:04:35] oke ya. Pertama untuk nentuin USP ada dua faktor dari internal dan eksternal.
[01:04:37] dua faktor dari internal dan eksternal. Internal tuh dari kita sendiri kita
[01:04:40] Internal tuh dari kita sendiri kita jagonya di bagian apa, ya? Apakah ini
[01:04:42] jagonya di bagian apa, ya? Apakah ini resep turunan legendaris dari oma
[01:04:44] resep turunan legendaris dari oma mungkin dan kalian bisa put itu sebagai
[01:04:47] mungkin dan kalian bisa put itu sebagai legend. Kedua adalah gua pewaris tunggal
[01:04:51] legend. Kedua adalah gua pewaris tunggal dari Coma misalnya. Sehingga ini adalah
[01:04:53] dari Coma misalnya. Sehingga ini adalah menurunkan warisan ke bawah supaya bisa
[01:04:55] menurunkan warisan ke bawah supaya bisa dikonsumsi anak muda misalnya. Jadi
[01:04:57] dikonsumsi anak muda misalnya. Jadi lihat dari sisi internal. Kedua, bahan
[01:05:00] lihat dari sisi internal. Kedua, bahan bakunya bukan cuman puding coklat
[01:05:02] bakunya bukan cuman puding coklat misalnya, tapi coklatnya adalah dark
[01:05:03] misalnya, tapi coklatnya adalah dark coklat dari Belgia misalnya gitu ya,
[01:05:06] coklat dari Belgia misalnya gitu ya, bisa dimasukin. Terus ketiga, misalnya
[01:05:08] bisa dimasukin. Terus ketiga, misalnya kalian udah agak besar punya chef atau
[01:05:11] kalian udah agak besar punya chef atau tukang masaknya, tapi bukan cuman
[01:05:12] tukang masaknya, tapi bukan cuman abal-abal ya, tapi tukang masak
[01:05:14] abal-abal ya, tapi tukang masak bersertifikat,
[01:05:16] bersertifikat, tulis sertifikat apa, apakah dia bekas
[01:05:18] tulis sertifikat apa, apakah dia bekas chef hotel misalnya atau dia pernah
[01:05:20] chef hotel misalnya atau dia pernah kerja di luar negeri misalnya. Itu dari
[01:05:23] kerja di luar negeri misalnya. Itu dari resource yang kita punya si tukang
[01:05:24] resource yang kita punya si tukang masaknya yang kita bisa jual. Ketiga,
[01:05:27] masaknya yang kita bisa jual. Ketiga, apakah organik? Sekarang kan semua udah
[01:05:29] apakah organik? Sekarang kan semua udah serba sehat ya, natural, organik, apa
[01:05:31] serba sehat ya, natural, organik, apa segala macam. Kalau ada masukin, oh ini
[01:05:34] segala macam. Kalau ada masukin, oh ini adalah ingredien tanpa gula, tanpa
[01:05:36] adalah ingredien tanpa gula, tanpa pengawet, ini organik apa segala macam.
[01:05:39] pengawet, ini organik apa segala macam. Kalau memang begitu itu ditulis. Nah,
[01:05:41] Kalau memang begitu itu ditulis. Nah, tadi aja dari empat things itu adalah
[01:05:43] tadi aja dari empat things itu adalah USP. Satu, apakah nih warisan resep OMA?
[01:05:46] USP. Satu, apakah nih warisan resep OMA? Di mana lo punya purpose bahwa pengin
[01:05:48] Di mana lo punya purpose bahwa pengin nurunin resep OMA yang untuk anak muda
[01:05:50] nurunin resep OMA yang untuk anak muda supaya bisa relate, supaya dia enggak
[01:05:52] supaya bisa relate, supaya dia enggak habis di atas, which kita punya misi
[01:05:54] habis di atas, which kita punya misi sosial untuk bisa meneruskan bisnis
[01:05:56] sosial untuk bisa meneruskan bisnis keluarga. Contoh kedua tadi, apakah dari
[01:06:00] keluarga. Contoh kedua tadi, apakah dari ingrediens-nya
[01:06:02] ingrediens-nya bukan cuman produk biasa, tapi kita
[01:06:04] bukan cuman produk biasa, tapi kita punya bahan premium yang bikin ini enak.
[01:06:07] punya bahan premium yang bikin ini enak. Ketiga, apakah tukang masaknya punya
[01:06:09] Ketiga, apakah tukang masaknya punya profile yang istimewa? Kalau emang ada,
[01:06:12] profile yang istimewa? Kalau emang ada, kita bisa kutip itu sebagai
[01:06:14] kita bisa kutip itu sebagai kredibilitas.
[01:06:15] kredibilitas. Yang ketiga adalah tadi masalah
[01:06:17] Yang ketiga adalah tadi masalah kesehatan. Apakah ada sesuatu yang bisa
[01:06:19] kesehatan. Apakah ada sesuatu yang bisa kita banggakan di masalah kesehatan?
[01:06:21] kita banggakan di masalah kesehatan? Karena lagi-lagi sekarang semua pengin
[01:06:22] Karena lagi-lagi sekarang semua pengin sehat, ya gitu. Kalau emang kita bisa
[01:06:24] sehat, ya gitu. Kalau emang kita bisa kontribusi di situ, then itu akan jadi
[01:06:26] kontribusi di situ, then itu akan jadi USP. Itu dari internal. Dari eksternal
[01:06:30] USP. Itu dari internal. Dari eksternal kalau kalian punya privilege eh bokup
[01:06:33] kalau kalian punya privilege eh bokup gua kaya raya bisa bikin di PIM
[01:06:35] gua kaya raya bisa bikin di PIM contohnya. Dan itu USP external karena
[01:06:39] contohnya. Dan itu USP external karena kaya bisa buka di PIM 5 seperti si
[01:06:41] kaya bisa buka di PIM 5 seperti si Little Amsterdam kalau teman-teman tahu
[01:06:43] Little Amsterdam kalau teman-teman tahu itu tadinya di Bintaro di dekat rumah
[01:06:45] itu tadinya di Bintaro di dekat rumah aku. Tiba-tiba dia bisa buka di PIM 5.
[01:06:47] aku. Tiba-tiba dia bisa buka di PIM 5. Itu kan USP yang eksternal gitu. Nah,
[01:06:51] Itu kan USP yang eksternal gitu. Nah, ada lagi enggak yang lain? Atau misalnya
[01:06:53] ada lagi enggak yang lain? Atau misalnya aku kenal sama kerabatnya siapa sehingga
[01:06:55] aku kenal sama kerabatnya siapa sehingga dapat lapak di mana untuk berjualan itu
[01:06:58] dapat lapak di mana untuk berjualan itu USP dia dapat lokasi yang strategis yang
[01:07:02] USP dia dapat lokasi yang strategis yang akhirnya semua orang bisa jualan.
[01:07:04] akhirnya semua orang bisa jualan. Misalnya contoh di dekat MRT misalnya
[01:07:06] Misalnya contoh di dekat MRT misalnya atau di mana itu eksternal tapi itu USP.
[01:07:10] atau di mana itu eksternal tapi itu USP. Kenapa beda? Karena enggak semua orang
[01:07:12] Kenapa beda? Karena enggak semua orang punya chance untuk bisa jualan di tempat
[01:07:14] punya chance untuk bisa jualan di tempat yang mes itu gitu. Buat aku yang mungkin
[01:07:17] yang mes itu gitu. Buat aku yang mungkin sama-sama punya bisnis tapi ternyata
[01:07:18] sama-sama punya bisnis tapi ternyata cuman ada di pondok yang kecil gitu ya,
[01:07:21] cuman ada di pondok yang kecil gitu ya, rumah sederhana, otomatis exposur-nya
[01:07:24] rumah sederhana, otomatis exposur-nya tidak sebesar orang yang punya privilege
[01:07:26] tidak sebesar orang yang punya privilege untuk buka dagangan di stasiun MRT.
[01:07:28] untuk buka dagangan di stasiun MRT. Contoh. Nah, itu yang harus kalian tahu
[01:07:31] Contoh. Nah, itu yang harus kalian tahu secara USP. Pertama, our strength secara
[01:07:34] secara USP. Pertama, our strength secara inner internal side sama eh external
[01:07:38] inner internal side sama eh external side.
[01:07:40] side. Nah, kalau innernya kuat, external side
[01:07:42] Nah, kalau innernya kuat, external side amit-amit gitu ya, tiba-tiba eh udahan
[01:07:44] amit-amit gitu ya, tiba-tiba eh udahan ya kontrak eh kerja samanya di MRT
[01:07:47] ya kontrak eh kerja samanya di MRT tutup, kita masih tetap hidup karena
[01:07:49] tutup, kita masih tetap hidup karena internal kita kuat. Dark coklat tetap
[01:07:51] internal kita kuat. Dark coklat tetap kita pakai, natural ingredients tetap
[01:07:53] kita pakai, natural ingredients tetap kita ada. Terus tadi resep legendaris
[01:07:57] kita ada. Terus tadi resep legendaris dari oma masih tetap bisa kita copy cat
[01:07:59] dari oma masih tetap bisa kita copy cat terus yang jadi banyak gitu. Jadi
[01:08:01] terus yang jadi banyak gitu. Jadi internal harus dilakukan dulu karena
[01:08:04] internal harus dilakukan dulu karena kita harus harus tadi tanya why-nya
[01:08:07] kita harus harus tadi tanya why-nya eksternal akan menjadi add on kalau ada
[01:08:09] eksternal akan menjadi add on kalau ada syukur kalau enggak ya gua tetap hidup
[01:08:11] syukur kalau enggak ya gua tetap hidup karena internal gua kuat gitu. Itu sih
[01:08:15] karena internal gua kuat gitu. Itu sih semoga
[01:08:17] semoga jawab ya.
[01:08:18] jawab ya. Iya thank you thank you Kak Enak. Nah,
[01:08:19] Iya thank you thank you Kak Enak. Nah, ini kita mau ke salah satu pertanyaan
[01:08:22] ini kita mau ke salah satu pertanyaan Nadya. Kak, aku mau bertanya. Beberapa
[01:08:25] Nadya. Kak, aku mau bertanya. Beberapa waktu lalu ada brand yang membuat konten
[01:08:28] waktu lalu ada brand yang membuat konten dengan tujuan edukasi namun malah
[01:08:30] dengan tujuan edukasi namun malah memberikan kesan membandingkan produknya
[01:08:33] memberikan kesan membandingkan produknya dengan produk brand lain.
[01:08:34] dengan produk brand lain. Menurut Kak, bagaimana caranya agar
[01:08:37] Menurut Kak, bagaimana caranya agar dapat membuat konten yang tetap relate
[01:08:39] dapat membuat konten yang tetap relate bagi audiens, nam tetap beretika? ya.
[01:08:41] bagi audiens, nam tetap beretika? ya. Nah, mm membandingkan dengan produk lain
[01:08:45] Nah, mm membandingkan dengan produk lain ee itu boleh enggak sih sebenarnya Kak
[01:08:48] ee itu boleh enggak sih sebenarnya Kak Inat?
[01:08:49] Inat? Oke, membandingkan itu sebenarnya hal
[01:08:51] Oke, membandingkan itu sebenarnya hal yang lumrah seperti halnya Pepsi dengan
[01:08:53] yang lumrah seperti halnya Pepsi dengan Coca-Cola. Bahkan secara sejarah iklan
[01:08:56] Coca-Cola. Bahkan secara sejarah iklan tuh udah dibandingkan berpuluh-puluh
[01:08:57] tuh udah dibandingkan berpuluh-puluh tahun yang lalu.
[01:08:59] tahun yang lalu. Tapi kalau Pepsi sama Coca-Cola dia
[01:09:01] Tapi kalau Pepsi sama Coca-Cola dia perang secara terbuka karena dia
[01:09:03] perang secara terbuka karena dia produknya udah kuat. Nah, seperti halnya
[01:09:05] produknya udah kuat. Nah, seperti halnya kalau di lokal Aqua dengan Lee Minerale
[01:09:08] kalau di lokal Aqua dengan Lee Minerale dia juga saling hajar. mereka punya
[01:09:10] dia juga saling hajar. mereka punya konten yang saling menjawab satu dengan
[01:09:12] konten yang saling menjawab satu dengan yang lain gitu. Nah, em kalau ditanya
[01:09:15] yang lain gitu. Nah, em kalau ditanya masalah etika sebenarnya selama kita
[01:09:18] masalah etika sebenarnya selama kita tidak obviously menonjolkan logo
[01:09:20] tidak obviously menonjolkan logo harusnya enggak apa-apa. Karena kalau
[01:09:22] harusnya enggak apa-apa. Karena kalau misalnya Aqua sama Li Minerale mereka
[01:09:24] misalnya Aqua sama Li Minerale mereka perangnya adalah itu tuh air mineral
[01:09:27] perangnya adalah itu tuh air mineral yang ada manis-manisnya gitu misalnya
[01:09:29] yang ada manis-manisnya gitu misalnya tanpa dia mention literal bahwa itu
[01:09:31] tanpa dia mention literal bahwa itu adalah le minerale. Cuman konteksnya
[01:09:34] adalah le minerale. Cuman konteksnya pada saat itu kenapa heboh? Ya, orang
[01:09:35] pada saat itu kenapa heboh? Ya, orang enggak ada yang orang pasti tahu yang
[01:09:37] enggak ada yang orang pasti tahu yang ada manis-manisnya tuh cuman lead to one
[01:09:40] ada manis-manisnya tuh cuman lead to one product gitu kan. Nah, itu jadi kasus
[01:09:43] product gitu kan. Nah, itu jadi kasus gitu. Jadi kalau menurutku
[01:09:46] gitu. Jadi kalau menurutku better satu hindari ee hindari resiko
[01:09:50] better satu hindari ee hindari resiko untuk akhirnya disu atau malah backfire.
[01:09:53] untuk akhirnya disu atau malah backfire. Yang ada bukannya untung malah buntung
[01:09:55] Yang ada bukannya untung malah buntung gitu ya. Ee terus yang kedua, kalau kita
[01:09:58] gitu ya. Ee terus yang kedua, kalau kita belum sekuat itu, jangan sekalipun
[01:10:01] belum sekuat itu, jangan sekalipun menyenggol produk tetangga. Ee karena
[01:10:04] menyenggol produk tetangga. Ee karena kita enggak pernah bisa tahu produk
[01:10:06] kita enggak pernah bisa tahu produk tetangga itu masanya seberapa banyak.
[01:10:08] tetangga itu masanya seberapa banyak. Kalau memang ternyata itu akhirnya jadi
[01:10:10] Kalau memang ternyata itu akhirnya jadi heboh, yang ada bukan produk kita aja
[01:10:12] heboh, yang ada bukan produk kita aja yang akhirnya jelek, tapi comm netizen
[01:10:14] yang akhirnya jelek, tapi comm netizen yang enggak bisa kita hindari. Kalian
[01:10:17] yang enggak bisa kita hindari. Kalian tahu dong orang kita cacat dikit aja
[01:10:19] tahu dong orang kita cacat dikit aja komennya zet langsung banyak gitu kan.
[01:10:21] komennya zet langsung banyak gitu kan. Nah, itu tuh susah banget dikontrolnya.
[01:10:24] Nah, itu tuh susah banget dikontrolnya. Apalagi something yang jadi apa ya ee
[01:10:27] Apalagi something yang jadi apa ya ee bualan-bualan sosial di digital itu kan
[01:10:30] bualan-bualan sosial di digital itu kan rekam jejak itu sulit ya untuk kita bisa
[01:10:32] rekam jejak itu sulit ya untuk kita bisa trashback gitu. Jadi kalau ditanya tadi
[01:10:34] trashback gitu. Jadi kalau ditanya tadi pertanyaannya ee bagaimana caranya agar
[01:10:36] pertanyaannya ee bagaimana caranya agar dapat membuat konten yang tetap relate
[01:10:39] dapat membuat konten yang tetap relate tapi tetap beretika. Untuk bisa relate
[01:10:42] tapi tetap beretika. Untuk bisa relate enggak harus menyerang kompetitor. Ya
[01:10:44] enggak harus menyerang kompetitor. Ya udah relate aja sama audiens-nya.
[01:10:46] udah relate aja sama audiens-nya. Dan etika itu kan simply kita tinggal
[01:10:48] Dan etika itu kan simply kita tinggal melihat kalau konten itu merasa ada yang
[01:10:50] melihat kalau konten itu merasa ada yang ganjel berarti itu enggak beretika. Tapi
[01:10:52] ganjel berarti itu enggak beretika. Tapi kalau ngerasa ah gua fine toh gua cuman
[01:10:54] kalau ngerasa ah gua fine toh gua cuman bisa share apa yang gua punya ya udah
[01:10:56] bisa share apa yang gua punya ya udah gitu. Jadi relevansi tuh tidak ada
[01:10:58] gitu. Jadi relevansi tuh tidak ada hubungannya sama menyerang kompetitor
[01:11:01] hubungannya sama menyerang kompetitor dan kita bisa tetap terus beretika tanpa
[01:11:04] dan kita bisa tetap terus beretika tanpa harus melihat tetangga yang lain.
[01:11:07] harus melihat tetangga yang lain. Focus to your own strength gitu. yang
[01:11:10] Focus to your own strength gitu. yang ada jadi masalah kan sekarang lu enggak
[01:11:12] ada jadi masalah kan sekarang lu enggak tahu bagus lo apa. Makanya lu melihat
[01:11:14] tahu bagus lo apa. Makanya lu melihat kompetitor. Kalau lu udah cukup dan
[01:11:16] kompetitor. Kalau lu udah cukup dan penuh dengan kekuatan yang ada diri
[01:11:18] penuh dengan kekuatan yang ada diri kita, kita enggak sibuk ngelihat orang.
[01:11:21] kita, kita enggak sibuk ngelihat orang. Go ahead, gua tahu karena gua udah
[01:11:23] Go ahead, gua tahu karena gua udah penuh. I know my own strength gitu. Jadi
[01:11:26] penuh. I know my own strength gitu. Jadi enggak sibuk liihat yang lain. Yang lain
[01:11:28] enggak sibuk liihat yang lain. Yang lain mau jungkir balik ap gua tahu gua apa
[01:11:30] mau jungkir balik ap gua tahu gua apa gitu. Itu sih
[01:11:33] gitu. Itu sih semoga menjawab ya.
[01:11:35] semoga menjawab ya. Oke ya. Thank you eh Kak yang untuk
[01:11:38] Oke ya. Thank you eh Kak yang untuk jawabannya. Ini mungkin terakhir kali
[01:11:40] jawabannya. Ini mungkin terakhir kali ya.
[01:11:40] ya. Boleh.
[01:11:41] Boleh. Ini terakhir ee dari Agnes Olivia.
[01:11:45] Ini terakhir ee dari Agnes Olivia. Siap.
[01:11:46] Siap. Ee saya ingin bertanya cara
[01:11:48] Ee saya ingin bertanya cara menggabungkan tren dengan identitas
[01:11:50] menggabungkan tren dengan identitas brand.
[01:11:51] brand. Heeh.
[01:11:51] Heeh. Dan menurut kakak bagaimana mengukur
[01:11:53] Dan menurut kakak bagaimana mengukur keberhasilan dari konten yang dibuat dan
[01:11:55] keberhasilan dari konten yang dibuat dan juga apa kesalahan paling umum dalam
[01:11:57] juga apa kesalahan paling umum dalam marketing khususnya mungkin ee kesalahan
[01:12:01] marketing khususnya mungkin ee kesalahan dalam mengcreate konten ya konten untuk
[01:12:04] dalam mengcreate konten ya konten untuk marketing ya.
[01:12:05] marketing ya. Nah, boleh silakan Pak. Iya. eh
[01:12:08] Nah, boleh silakan Pak. Iya. eh menggabungkan tren dengan identitas.
[01:12:10] menggabungkan tren dengan identitas. Oke, pertama adalah tadi balik lagi ke
[01:12:12] Oke, pertama adalah tadi balik lagi ke brand, lu harus tahu DNA-nya apa, Y-nya
[01:12:15] brand, lu harus tahu DNA-nya apa, Y-nya apa, dan tidak semua tren harus cocok
[01:12:17] apa, dan tidak semua tren harus cocok dipaksaan masuk ke dalam konten kita
[01:12:20] dipaksaan masuk ke dalam konten kita atau brand kita. Kalau ternyata konten
[01:12:23] atau brand kita. Kalau ternyata konten itu viral, tapi ternyata enggak cocok
[01:12:25] itu viral, tapi ternyata enggak cocok sama brand kita, then kita enggak harus
[01:12:27] sama brand kita, then kita enggak harus riding on. Dan itu enggak apa-apa.
[01:12:29] riding on. Dan itu enggak apa-apa. Karena kalau misalnya trennya terlalu
[01:12:31] Karena kalau misalnya trennya terlalu viral dan semua orang ngikutin, akhirnya
[01:12:33] viral dan semua orang ngikutin, akhirnya enggak kelihatan anyway karena akhirnya
[01:12:34] enggak kelihatan anyway karena akhirnya jadi cuman follower. Nah, kalau menurut
[01:12:37] jadi cuman follower. Nah, kalau menurut aku ini bahasa klien ya, karena di kan
[01:12:40] aku ini bahasa klien ya, karena di kan aku ngobrol sama klien. Klien tuh udah
[01:12:43] aku ngobrol sama klien. Klien tuh udah lagi tidak jadi followers, tapi dia
[01:12:45] lagi tidak jadi followers, tapi dia pengin jadi inisiator trends atau
[01:12:47] pengin jadi inisiator trends atau inisiator virality content biar yang
[01:12:50] inisiator virality content biar yang lain mengikut. Karena yang dapat kredit
[01:12:52] lain mengikut. Karena yang dapat kredit adalah yang bikin. Nah, kalau misalnya
[01:12:55] adalah yang bikin. Nah, kalau misalnya kalian masih muda, kalian punya
[01:12:56] kalian masih muda, kalian punya kreativitas yang lebih luas, eh instead
[01:13:00] kreativitas yang lebih luas, eh instead of kita follow the trend, kenapa enggak
[01:13:02] of kita follow the trend, kenapa enggak coba kalian yang bikin tren? justru
[01:13:04] coba kalian yang bikin tren? justru kreditnya dan performance-nya itu akan
[01:13:06] kreditnya dan performance-nya itu akan jatuh ke dalam brand kita gitu ya. Saya
[01:13:11] jatuh ke dalam brand kita gitu ya. Saya ingin bertanya menggabungkan tren dan
[01:13:12] ingin bertanya menggabungkan tren dan identitas brand ya. Itu dia. Pertama
[01:13:14] identitas brand ya. Itu dia. Pertama tadi tren itu enggak harus semuanya
[01:13:16] tadi tren itu enggak harus semuanya diikutin. Kedua, tren yang bagus bisa
[01:13:18] diikutin. Kedua, tren yang bagus bisa kita ikutin selama sejalan dengan visi
[01:13:20] kita ikutin selama sejalan dengan visi misi dan reason kenapa brand itu ada.
[01:13:24] misi dan reason kenapa brand itu ada. Ketiga, em apa namanya? Kalau bisa ini
[01:13:28] Ketiga, em apa namanya? Kalau bisa ini juga demanding dari klien saat ini ya.
[01:13:30] juga demanding dari klien saat ini ya. Karena mungkin aku praktisi dan
[01:13:32] Karena mungkin aku praktisi dan akademisi. Jadi aku punya dua sisi dari
[01:13:34] akademisi. Jadi aku punya dua sisi dari sisi teori dan praktis. Praktiknya yaitu
[01:13:38] sisi teori dan praktis. Praktiknya yaitu tentang creating the new trends atau new
[01:13:41] tentang creating the new trends atau new wave yang bisa jadi eh jealous point
[01:13:44] wave yang bisa jadi eh jealous point buat yang lain supaya kita bisa riding
[01:13:46] buat yang lain supaya kita bisa riding gitu ya. Terus keberhasilan. Nah, kalau
[01:13:49] gitu ya. Terus keberhasilan. Nah, kalau keberhasilan balik lagi kalau ngomongnya
[01:13:51] keberhasilan balik lagi kalau ngomongnya konten kan pasti ada performance matric
[01:13:53] konten kan pasti ada performance matric dong. Ada ee engagement-nya berapa,
[01:13:57] dong. Ada ee engagement-nya berapa, followernya nambah berapa. Nah, itu bisa
[01:13:58] followernya nambah berapa. Nah, itu bisa menjadi indikasi apakah dengan konten
[01:14:00] menjadi indikasi apakah dengan konten itu cukup sukses atau tidak.
[01:14:03] itu cukup sukses atau tidak. Sip. Sebelumnya, Mas eh thank you ya,
[01:14:07] Sip. Sebelumnya, Mas eh thank you ya, Agnes Olivia, semoga menjawab.
[01:14:08] Agnes Olivia, semoga menjawab. Oke. Iya, iya. Wah,
[01:14:10] Oke. Iya, iya. Wah, luar biasa daging semua nih kayaknya
[01:14:12] luar biasa daging semua nih kayaknya siang hari ini
[01:14:15] siang hari ini ya. Baik ee Kak Inayati ee
[01:14:19] ya. Baik ee Kak Inayati ee terima kasih ee untuk ee siang hari ini.
[01:14:23] terima kasih ee untuk ee siang hari ini. Ee
[01:14:24] Ee mungkin sedikit ya buat teman-teman yang
[01:14:26] mungkin sedikit ya buat teman-teman yang kayaknya masih ada pertanyaan boleh DM
[01:14:28] kayaknya masih ada pertanyaan boleh DM aku nanti mungkin bisa jawab ya.
[01:14:31] aku nanti mungkin bisa jawab ya. Sebentar aku tulis di sebentar ini
[01:14:34] Sebentar aku tulis di sebentar ini gimana sihnya meeting group DM aku aja
[01:14:39] gimana sihnya meeting group DM aku aja inani
[01:14:40] inani di situ ada ya maksudnya kita bisa
[01:14:43] di situ ada ya maksudnya kita bisa temenan atau bisa DM nanti aku jawab
[01:14:45] temenan atau bisa DM nanti aku jawab pertanyaan beberapa yang mungkin kalau
[01:14:46] pertanyaan beberapa yang mungkin kalau kita enggak ketemu lagi di kelas kita
[01:14:48] kita enggak ketemu lagi di kelas kita bisa sambil ngobrol setelah ini ya
[01:14:50] bisa sambil ngobrol setelah ini ya boleh banget e ini di IG ya
[01:14:52] boleh banget e ini di IG ya IGI IG
[01:14:53] IGI IG oke ya ee thank you loh Kak Inayati
[01:14:56] oke ya ee thank you loh Kak Inayati untuk paparannya luar biasa I jadi ee ee
[01:15:01] untuk paparannya luar biasa I jadi ee ee teman-teman mahasiswa ya. Jadi poin
[01:15:04] teman-teman mahasiswa ya. Jadi poin utama hari ini ee tentang konten ya,
[01:15:06] utama hari ini ee tentang konten ya, konten marketing ya, how to how to craft
[01:15:10] konten marketing ya, how to how to craft ya, creativity ya. Jadi bukan sekedar ee
[01:15:13] ya, creativity ya. Jadi bukan sekedar ee bukan sekedar promosi gitu ya. Lalu
[01:15:17] bukan sekedar promosi gitu ya. Lalu tapi ada seni di situ. Tapi saya yakin
[01:15:20] tapi ada seni di situ. Tapi saya yakin itu yang belum tergali dari Kak Inayat
[01:15:23] itu yang belum tergali dari Kak Inayat itu
[01:15:24] itu how to create storytelling nih. Aduh,
[01:15:26] how to create storytelling nih. Aduh, saya pengin banget itu sebenarnya ya. Ee
[01:15:30] saya pengin banget itu sebenarnya ya. Ee nah lalu
[01:15:32] nah lalu iya jadi tadi juga sedikit saya kasih
[01:15:34] iya jadi tadi juga sedikit saya kasih kesimpulan materi hari ini tadi saya
[01:15:38] kesimpulan materi hari ini tadi saya tanggap menanggapinya Kak Inayati ee
[01:15:41] tanggap menanggapinya Kak Inayati ee menekankan ada beberapa hal ya tadi ee
[01:15:45] menekankan ada beberapa hal ya tadi ee salah satunya adalah ee tujuan itu
[01:15:49] salah satunya adalah ee tujuan itu penting banget betul ya Kat ya bikin
[01:15:51] penting banget betul ya Kat ya bikin tujuan dulu supaya kita
[01:15:53] tujuan dulu supaya kita benar dong
[01:15:53] benar dong nanti setelah itu kita kita akan drop
[01:15:55] nanti setelah itu kita kita akan drop down e akan
[01:15:56] down e akan akan lebih banyak ide-ide gitu ya. Lalu
[01:15:59] akan lebih banyak ide-ide gitu ya. Lalu ada jangan lupa tadi ee value yang yang
[01:16:04] ada jangan lupa tadi ee value yang yang yang real ya, yang nyata, konsistensi
[01:16:07] yang real ya, yang nyata, konsistensi itu juga penting juga. Dan kemudian
[01:16:10] itu juga penting juga. Dan kemudian sepertinya ini nih ada harus tetap ada
[01:16:13] sepertinya ini nih ada harus tetap ada sentuhan emosional
[01:16:15] sentuhan emosional ya itu ya tetap ada sentuhan emosional
[01:16:17] ya itu ya tetap ada sentuhan emosional walaupun ya sekarang zaman-zamannya AI
[01:16:20] walaupun ya sekarang zaman-zamannya AI gitu tetap harus ada humanize. Nah, itu
[01:16:23] gitu tetap harus ada humanize. Nah, itu tadi kata-kata dari Kak In harus harus
[01:16:25] tadi kata-kata dari Kak In harus harus humanize begitu ya. Nah, I dan konten
[01:16:30] humanize begitu ya. Nah, I dan konten yang memikat memang seperti kata Kak
[01:16:32] yang memikat memang seperti kata Kak Inayati itu ee konten yang mampu
[01:16:34] Inayati itu ee konten yang mampu menjawab kebutuhan audiens, baik itu
[01:16:37] menjawab kebutuhan audiens, baik itu secara kreatif maupun otentik. Itu
[01:16:39] secara kreatif maupun otentik. Itu penting sekali ya. Otentik ya
[01:16:41] penting sekali ya. Otentik ya enggak usah aneh-aneh tapi otentik ya.
[01:16:43] enggak usah aneh-aneh tapi otentik ya. Betul ya Kak Ina ya.
[01:16:44] Betul ya Kak Ina ya. Betul.
[01:16:46] Betul. Oke, sekali lagi
[01:16:48] Oke, sekali lagi Kak Ina eh thank you very much untuk
[01:16:50] Kak Ina eh thank you very much untuk siang hari ini anak-anak kita. Big
[01:16:53] siang hari ini anak-anak kita. Big applause untuk Kak Ina pada siang hari
[01:16:55] applause untuk Kak Ina pada siang hari ini.
[01:16:55] ini. Terima kasih banyak. Klaus.
[01:16:59] Terima kasih banyak. Klaus. Ya, thank you ya, thank you Kak Enak ya.
[01:17:01] Ya, thank you ya, thank you Kak Enak ya. Iya, sama-sama. Makasih banyak. Kita
[01:17:03] Iya, sama-sama. Makasih banyak. Kita foto dulu enggak? Open dong. Open
[01:17:05] foto dulu enggak? Open dong. Open foto foto foto ya. Ada yang
[01:17:09] foto foto foto ya. Ada yang silakan. Eh, yuk ee anak-anak kita foto
[01:17:11] silakan. Eh, yuk ee anak-anak kita foto dulu.
[01:17:12] dulu. Waduh banyaknya. Terima kasih
[01:17:13] Waduh banyaknya. Terima kasih teman-teman kalau ada yang bisa open cam
[01:17:15] teman-teman kalau ada yang bisa open cam kita foto dulu yuk.
[01:17:17] kita foto dulu yuk. Ya, kita open cam dulu yuk yuk.
[01:17:19] Ya, kita open cam dulu yuk yuk. Cuman 2 detik. 2 detik. Habis itu udah.
[01:17:26] Oke, open cam dulu. Iya.
[01:17:29] Oke, open cam dulu. Iya. Asik banyak. Boleh, boleh. Nih kalian di
[01:17:32] Asik banyak. Boleh, boleh. Nih kalian di kampus apa di rumah nih?
[01:17:35] kampus apa di rumah nih? Banyak ee kebanyakan ini programnya
[01:17:38] Banyak ee kebanyakan ini programnya online. Oh,
[01:17:39] online. Oh, dan kebanyakan ee programnya memang ee
[01:17:42] dan kebanyakan ee programnya memang ee BINUS online
[01:17:43] BINUS online anak-anak sebagian Iya. Sebagian besar
[01:17:45] anak-anak sebagian Iya. Sebagian besar ee mereka ee online di rumah
[01:17:47] ee mereka ee online di rumah ya.
[01:17:48] ya. Gul. Oke, kita cek ya.
[01:17:52] Gul. Oke, kita cek ya. Heeh.
[01:17:53] Heeh. Melviana lah. Kok Melviana ditutup lagi?
[01:17:57] Melviana lah. Kok Melviana ditutup lagi? Nih.
[01:17:59] Nih. Yuk semuanya.
[01:18:01] Yuk semuanya. Eh, ada Farid, ada Dinda, ada Ncolas.
[01:18:07] Nah, oke. Oke, kita ambil ya.
[01:18:11] Nah, oke. Oke, kita ambil ya. Wah,
[01:18:13] Wah, ini ada uh itu ada yang ramai-ramai tuh.
[01:18:16] ini ada uh itu ada yang ramai-ramai tuh. Muhammad siapa tuh? Muhammad
[01:18:18] Muhammad siapa tuh? Muhammad rameai-ramai mereka
[01:18:20] rameai-ramai mereka enggak apa-apa ya. Seru
[01:18:23] enggak apa-apa ya. Seru gitu ya. Oke.
[01:18:25] gitu ya. Oke. Nah, kita ambil ya. Satu, dua,
[01:18:29] Nah, kita ambil ya. Satu, dua, tiga.
[01:18:32] tiga. Oke.
[01:18:34] Oke. Lagi ada lagi enggak? Enggak ada. Udah
[01:18:35] Lagi ada lagi enggak? Enggak ada. Udah ya.
[01:18:36] ya. Satu lembar aja.
[01:18:37] Satu lembar aja. Oke.
[01:18:38] Oke. Satu lembar aja.
[01:18:39] Satu lembar aja. Oke. Thank you, Kak Ina untuk siang hari
[01:18:41] Oke. Thank you, Kak Ina untuk siang hari ini. Pak.
[01:18:43] ini. Pak. Oke.
[01:18:43] Oke. Iya. Thank you. Bye bye. Sehat-sehat ya
[01:18:46] Iya. Thank you. Bye bye. Sehat-sehat ya semuanya. Dah.
[01:18:47] semuanya. Dah. Oke. Dadah. Anak-anak jangan lupa untuk
[01:18:51] Oke. Dadah. Anak-anak jangan lupa untuk ee absensi ya. Untuk mengisi absensi
[01:18:57] ee absensi ya. Untuk mengisi absensi ya. Jangan sampai kelupaan itu.
[01:19:10] Oke, bagi yang sudah selesai mengisi
[01:19:12] Oke, bagi yang sudah selesai mengisi absensi ee boleh ya langsung ee langsung
[01:19:16] absensi ee boleh ya langsung ee langsung silakan.
[01:19:28] Start over some shoulders of you cried
[01:19:30] Start over some shoulders of you cried on before. How many promises be on this
[01:19:34] on before. How many promises be on this girl? How many tears you let hit the
[01:19:36] girl? How many tears you let hit the floor? How many bags you pack just to
[01:19:39] floor? How many bags you pack just to take them back? Tell me that how many
[01:19:42] take them back? Tell me that how many are no more if you let me
[01:19:47] are no more if you let me be one only girl
[01:19:51] be one only girl saw so many pretty faces you now all I
[01:19:56] saw so many pretty faces you now all I see is you I'm coming for you coming for
[01:20:00] see is you I'm coming for you coming for you
[01:20:01] you don't need these other pretty faces like
[01:20:05] don't need these other pretty faces like I need you and when you're mind in the
[01:20:08] I need you and when you're mind in the world there's going to be One lonely
[01:20:11] world there's going to be One lonely girl.
[01:20:12] girl. One l girl.
[01:20:15] One l girl. One l girl.
[01:20:22] I'm going to put you first. I'm coming
[01:20:26] I'm going to put you first. I'm coming for you. I'll show you what you
[01:20:28] for you. I'll show you what you do. Let me inside your world.
[01:20:32] do. Let me inside your world. Christmas wasn't Mary 14th of February.
[01:20:36] Christmas wasn't Mary 14th of February. Not one of them with you. How many
[01:20:39] Not one of them with you. How many dinner dates set dinner plates and it
[01:20:41] dinner dates set dinner plates and it didn't even touch. How many t
[01:20:44] didn't even touch. How many t photographs are you taping back? Tell me
[01:20:46] photographs are you taping back? Tell me that I couldn't see an open door but no
[01:20:49] that I couldn't see an open door but no more. Let me inside of your
[01:20:54] more. Let me inside of your one girl.
[01:20:57] one girl. So many pretty faces. You now all I see
[01:21:03] So many pretty faces. You now all I see is you. I'm coming for you. I'm coming
[01:21:05] is you. I'm coming for you. I'm coming for you.
[01:21:08] for you. Don't need these other pretty faces like
[01:21:11] Don't need these other pretty faces like I need to. And when you mind in this
[01:21:14] I need to. And when you mind in this world, there's going to be one less
[01:21:16] world, there's going to be one less lonely girl.
[01:21:18] lonely girl. One less lonely girl.
[01:21:21] One less lonely girl. One less lonely girl.
[01:21:41] Pak dan Mas Farhan saya duluan ya.
[01:21:45] Pak dan Mas Farhan saya duluan ya. Baik, Pak. Terima kasih ya, Pak.
[01:21:48] Baik, Pak. Terima kasih ya, Pak. Ya, makasih. Makasih juga.
[01:21:54] fall.
[01:22:21] Makasih, Pak.
[01:22:34] girl
[01:22:53] your
[01:23:34] Same, but it feels just a little bit
[01:23:37] Same, but it feels just a little bit bigger now.
[01:23:41] Song on the radio, but it don't sound
[01:23:44] Song on the radio, but it don't sound the same.
[01:23:47] When our friends talk about you, all it
[01:23:49] When our friends talk about you, all it does is just tear me down.
[01:23:53] does is just tear me down. Cuz my heart breaks a little when I hear
[01:23:57] Cuz my heart breaks a little when I hear your name. It all just sounds like
[01:24:07] too young, too dumb to realize
[01:24:11] too young, too dumb to realize that I should have bought you flowers
[01:24:15] that I should have bought you flowers and held your hand.
[01:24:18] and held your hand. Should have give you all my hours
[01:24:21] Should have give you all my hours when I had the chance. Take it to
[01:24:25] when I had the chance. Take it to everybody cuz all you wanted to do was
[01:24:29] everybody cuz all you wanted to do was dance.
[01:24:31] dance. Now my baby's dancing, but she's dancing
[01:24:35] Now my baby's dancing, but she's dancing with another man.
[01:24:43] My bri, my ego, my needs, and my selfish
[01:24:46] My bri, my ego, my needs, and my selfish ways.
[01:24:50] Cause the good strong woman like you to
[01:24:52] Cause the good strong woman like you to walk out my life.
[01:24:55] walk out my life. Now I'll never
[01:24:58] Now I'll never get to clean up the mess I made. Oh, and
[01:25:03] get to clean up the mess I made. Oh, and it hunts me every time I close my eyes.
[01:25:07] it hunts me every time I close my eyes. It all just sounds like
[01:25:16] too young, too dumb to realize
[01:25:20] too young, too dumb to realize that I should have bought you flowers
[01:25:24] that I should have bought you flowers and held your hand.
[01:25:27] and held your hand. Should have gave you all my hours
[01:25:30] Should have gave you all my hours when I had the chance. Take it to
[01:25:35] when I had the chance. Take it to everybody cuz all you wanted to do was
[01:25:38] everybody cuz all you wanted to do was dance.
[01:25:40] dance. Now my baby's dancing, but she's dancing
[01:25:44] Now my baby's dancing, but she's dancing with another man.
[01:25:47] with another man. Although it hurts,
[01:25:51] Although it hurts, I'll be the first to say that I was
[01:25:55] I'll be the first to say that I was wrong.
[01:26:00] Oh, I know I'm probably much too late to
[01:26:04] Oh, I know I'm probably much too late to try and apologize for my mistakes, but I
[01:26:08] try and apologize for my mistakes, but I just want you to know.
[01:26:13] I hope it buys you flowers.
[01:26:17] I hope it buys you flowers. I hope it holds your hand.
[01:26:20] I hope it holds your hand. Give you all his hours
[01:26:23] Give you all his hours when he has the chance.
[01:26:27] when he has the chance. Take it to every party cuz I remember
[01:26:30] Take it to every party cuz I remember how much you love to dance. Do all the
[01:26:34] how much you love to dance. Do all the things I should have done
[01:26:37] things I should have done when I was your man.
[01:26:40] when I was your man. Do all the things I should have done
[01:26:45] Do all the things I should have done when I was Amen.
[01:27:11] You got me drinking,
[01:27:15] spending my money.
[01:27:19] Got my lemon pepper step on. Ooh, girl,
[01:27:22] Got my lemon pepper step on. Ooh, girl, you're in trouble tonight.
[01:27:26] I feel like dancing. I feel like
[01:27:29] I feel like dancing. I feel like dancing. Little mama, you turn me on.
[01:27:32] dancing. Little mama, you turn me on. Little mama, you turn me on. Move your
[01:27:35] Little mama, you turn me on. Move your body right here. Just a little closer
[01:27:38] body right here. Just a little closer next to mine.
[01:27:42] Come on and ch with me
[01:27:46] Come on and ch with me and I'm ch with you tonight.
[01:27:50] and I'm ch with you tonight. I like it like that. She working back. I
[01:27:54] I like it like that. She working back. I don't know how to act.
[01:27:57] don't know how to act. Come on and ch with me
[01:28:01] Come on and ch with me and ch with you tonight.
[01:28:06] and ch with you tonight. I like it like that. She working back. I
[01:28:09] I like it like that. She working back. I don't know how to act.
[01:28:29] popping
[01:28:32] the club bouncing.
[01:28:36] There's a party at the ray. Ooh, the
[01:28:39] There's a party at the ray. Ooh, the hole gives me outside.
[01:28:43] The splight's on you now. The spil's on
[01:28:46] The splight's on you now. The spil's on you. Let me see what you came to do. Let
[01:28:49] you. Let me see what you came to do. Let me see what you came to do. Girl, the
[01:28:52] me see what you came to do. Girl, the dance is yours and you're looking ready
[01:28:54] dance is yours and you're looking ready to sh it on fire.
[01:28:59] Come on and ch with me
[01:29:03] Come on and ch with me and I'm ch with you tonight.
[01:29:07] and I'm ch with you tonight. I like it like that. She working back. I
[01:29:11] I like it like that. She working back. I don't know how to act.
[01:29:14] don't know how to act. Come on and ch with me
[01:29:18] Come on and ch with me and I'm ch with you tonight.
[01:29:22] and I'm ch with you tonight. I like it like that. She working back. I
[01:29:26] I like it like that. She working back. I don't know how to act
[01:29:31] if you're ready. I'm ready. Baby,
[01:29:34] if you're ready. I'm ready. Baby, we can do this all night.
[01:29:38] we can do this all night. Let's go to the moon. a little later.
[01:29:42] Let's go to the moon. a little later. Hope you get to fly.
[01:30:00] Come on and ch with me
[01:30:04] Come on and ch with me and I'm ch with you tonight.
[01:30:08] and I'm ch with you tonight. I like it like that. She working back. I
[01:30:12] I like it like that. She working back. I don't know how to act. Ooh, come on.
[01:30:17] don't know how to act. Ooh, come on. With me.
[01:30:19] With me. Yeah. And I'm with you tonight. Uh oh. I
[01:30:24] Yeah. And I'm with you tonight. Uh oh. I like it like that. She working back. I
[01:30:27] like it like that. She working back. I don't know how to act.
[01:31:04] I'm not really I never get that I'm not
[01:31:07] I'm not really I never get that I'm not so
[01:31:10] so that's really love to see you shine in
[01:31:13] that's really love to see you shine in the night like a di
[01:31:19] like
[01:31:21] like I'm good on the sh
[01:31:24] I'm good on the sh just hold me in the
[01:31:29] hold me no one's got
[01:31:34] me when you
[01:31:41] live down the street we
[01:31:44] live down the street we need and it's yours
[01:31:47] need and it's yours all I is nothing feels better than this
[01:31:51] all I is nothing feels better than this nothing feels better
[01:31:54] nothing feels better nothing feels better than this nothing
[01:31:56] nothing feels better than this nothing feels better
[01:32:00] we don't
[01:32:02] we don't H this is what you like
[01:32:10] say we just friends but I swear when
[01:32:13] say we just friends but I swear when nobody's
[01:32:19] keep my ne
[01:32:26] cuz I am
[01:32:29] cuz I am I got so
[01:32:31] I got so I swear to God from my feet lif the
[01:32:34] I swear to God from my feet lif the crown.
[01:32:37] Oh yeah.
[01:32:40] Oh yeah. Back against the wall. This is all
[01:32:43] Back against the wall. This is all you've been talking about.
[01:32:46] you've been talking about. My nothing feels better on this.
[01:32:50] My nothing feels better on this. Nothings better.
[01:32:52] Nothings better. Nothing feels better on this. Nothings
[01:32:56] Nothing feels better on this. Nothings better.
[01:32:59] We got
[01:33:02] We got this is what you like.
[01:33:11] I take you back from side
[01:33:20] left.
[01:33:22] left. Take it back.
[01:33:27] Nothing feels better thans
[01:33:30] Nothing feels better thans better
[01:33:32] better feels better than
[01:33:38] we don't
[01:33:47] feel better.
[01:34:07] nothing
[01:34:26] Ye. Yeah.
[01:34:50] Dirty looks from your mother.
[01:34:54] Dirty looks from your mother. Never seen you in a dress that color.
[01:34:58] Never seen you in a dress that color. It's a special occasion.
[01:35:01] It's a special occasion. Not invited but I'm glad I made it all.
[01:35:05] Not invited but I'm glad I made it all. Let me
[01:35:07] Let me apologize.
[01:35:08] apologize. I'll make up make up make up make up all
[01:35:11] I'll make up make up make up make up all those times.
[01:35:14] I don't want to lose. I'm begging
[01:35:17] I don't want to lose. I'm begging begging begging begging. I'm begging
[01:35:18] begging begging begging. I'm begging you.
[01:35:21] you. Can you turn around? Can you turn
[01:35:23] Can you turn around? Can you turn around? Just can we put this out? Can we
[01:35:26] around? Just can we put this out? Can we this? I'll just wait. Can you come here
[01:35:29] this? I'll just wait. Can you come here please? Cuz I want to be with you.
[01:35:36] Can you turn around? Can you turn
[01:35:38] Can you turn around? Can you turn around? Just wait. Can me focus? Can me
[01:35:41] around? Just wait. Can me focus? Can me focus up. Just wait. Could you come
[01:35:44] focus up. Just wait. Could you come please? Cuz I want to be with you.
[01:35:51] Can we talk for a moment?
[01:35:55] Can we talk for a moment? Got these feelings that I'm tired of
[01:35:57] Got these feelings that I'm tired of holding on. Wasn't trying to get wasted.
[01:36:02] holding on. Wasn't trying to get wasted. I needed more than three or four to say
[01:36:05] I needed more than three or four to say this all. Let me
[01:36:07] this all. Let me apologize.
[01:36:09] apologize. I'm big up big up big up big up all
[01:36:12] I'm big up big up big up big up all those times. All those times. Love I
[01:36:15] those times. All those times. Love I don't want to
[01:36:17] don't want to I'minging
[01:36:19] I'minging you.
[01:36:22] you. Can you turn around? Can you turn around
[01:36:24] Can you turn around? Can you turn around just wait? Can work this out. Can we
[01:36:27] just wait? Can work this out. Can we work this out? Just wait. Can you come
[01:36:30] work this out? Just wait. Can you come here please? Cuz I want to be with you.
[01:36:36] Wait. Can you turn around? Can you turn
[01:36:39] Wait. Can you turn around? Can you turn around? Just wait. Give me this up. Give
[01:36:42] around? Just wait. Give me this up. Give me this up. Just wait. You be as be with
[01:36:48] me this up. Just wait. You be as be with you.
[01:36:58] You say I'm just another bad guy.
[01:37:02] You say I'm just another bad guy. You say I've done a lot of things I
[01:37:04] You say I've done a lot of things I can't undo
[01:37:06] can't undo before you tell me for the last time.
[01:37:16] Wait. Can you turn around? Can you turn
[01:37:19] Wait. Can you turn around? Can you turn around? Just wait. Can me this out? Can
[01:37:22] around? Just wait. Can me this out? Can me this out? just with Oh.
[01:38:01] Can we just talk?
[01:38:04] Can we just talk? Can we just talk about we before we get
[01:38:09] Can we just talk about we before we get l
[01:38:12] can't wake with I've never felt like
[01:38:17] can't wake with I've never felt like this before. I charge if I'm moving too
[01:38:21] this before. I charge if I'm moving too far. Can we just talk?
[01:38:25] far. Can we just talk? Can we just talk fing
[01:38:32] started off right? I can see it in your
[01:38:35] started off right? I can see it in your eyes. I can tell that you want anymore.
[01:38:39] eyes. I can tell that you want anymore. What's been on your mind? There's no
[01:38:41] What's been on your mind? There's no reason we should hide. Tell me something
[01:38:43] reason we should hide. Tell me something I ain't hurt before.
[01:38:46] I ain't hurt before. I've been dreaming
[01:38:49] I've been dreaming about it. And it's you. I'm on.
[01:38:53] about it. And it's you. I'm on. So stop thinking
[01:38:56] So stop thinking about it. Can we just talk?
[01:39:00] about it. Can we just talk? Can't we trust talk about we before we
[01:39:05] Can't we trust talk about we before we get
[01:39:11] I've never fa like this before. I apolog
[01:39:17] I've never fa like this before. I apolog if I'm moving too far. Can we just talk?
[01:39:21] if I'm moving too far. Can we just talk? Can we just talk? F off
[01:39:30] some flowers in the room make sure I
[01:39:32] some flowers in the room make sure I leave the door unlock.
[01:39:35] leave the door unlock. Now I'm on the way swear I won't be late
[01:39:39] Now I'm on the way swear I won't be late I'll be there by 5 o
[01:39:43] I'll be there by 5 o youve been dreaming
[01:39:45] youve been dreaming about it and I'm what you want.
[01:39:50] about it and I'm what you want. So stop thinking
[01:39:52] So stop thinking about it. Can we just talk?
[01:39:57] about it. Can we just talk? Can we just talk about
[01:40:01] Can we just talk about before we get
[01:40:07] with
[01:40:08] with never like this before. I charge if I'm
[01:40:13] never like this before. I charge if I'm moving too far. Can we just talk?
[01:40:18] moving too far. Can we just talk? Can we just talk
[01:40:20] Can we just talk off
[01:40:52] Never say never.
[01:41:00] Yeah.
[01:41:05] See, I never thought that I could walk
[01:41:08] See, I never thought that I could walk through fire.
[01:41:10] through fire. I never thought that I could take the
[01:41:13] I never thought that I could take the barn.
[01:41:15] barn. I never had the strength to take it
[01:41:18] I never had the strength to take it higher.