youtube-transcript.ai

DM Tech-Skill 6: Data-Driven Social Media Engagement: Advanced Strategies For Digital Success

Watch with subtitles, summary & AI chat
Add the free Subkun extension — works directly on YouTube.
  • Watch
  • Subtitles
  • Summary
  • Ask AI
Try free →

This video discusses advanced strategies for data-driven social media engagement, emphasizing the importance of understanding audience demographics and behaviors to create effective content. It highlights how analyzing metrics like watch time, engagement rate, and skip rate can inform content strategy, moving beyond vanity metrics to focus on genuine audience connection and retention.

Full Transcript (Bilingual)

https://www.youtube.com/watch?v=AGnFaJANOV8
Translation: en

[14:31] Baik, selamat siang anak-anak.
Okay, good afternoon children.

[14:35] Baik, selamat siang anak-anak.
Okay, good afternoon children.

[14:39] ketemu lagi ee pada siang hari ini di kelas digital marketing yang ee pada siang hari ini ee akan di ee diisi oleh ee oleh salah satu pembicara yang yang sudah hadir dengan ee Mbak Mbak Endiva, Mbak Endiva atau Mbak Putri ini ee Mbak Endiva.
We meet again on this afternoon in the digital marketing class which will be filled by one of the speakers who has been present, Mbak Endiva, Mbak Endiva or Mbak Putri, Mbak Endiva.

[15:06] ee Mbak Endiva. Endiva.
Uh Mbak Endiva. Endiva.

[15:07] Ah, Mbak Endiva ya. Oke.
Ah, Mbak Endiva, right. Okay.

[15:11] Endiva lah ya. Oke.
Endiva, right. Okay.

[15:14] J. Jadi pada siang hari ini Kak Indifa akan ee sharing tentunya ee tentang terkait materi hari ini dan ee terkait pengalaman e beliau ya yang sudah malah melintang di konteks
J. So this afternoon Kak Indifa will be sharing, of course, regarding today's material and related to her experience who has already excelled in the context.

[15:32] melintang di konteks digital marketing ya.
navigating in the context of digital marketing.

[15:35] Mudah-mudahan pada digital marketing ya.
Hopefully in digital marketing.

[15:39] Mudah-mudahan pada siang hari ini kita akan mendapatkan satu hal yang baru gitu ya dan bisa membantu kita untuk ee mengimplementasikannya.
Hopefully this afternoon we will get something new and it can help us to implement it.

[15:47] Ee contohnya kalau kalian nanti sudah mulai rencana buat bisnis atau nanti waktu kalian nanti di dunia ee profesional di industri suatu bisnis.
For example, if you later plan to start a business or later when you are in the professional world in a business industry.

[15:57] Nah, kalian ee ini bisa menjadi bagian dari ee strategi yang bisa kalian coba untuk kalian ee kembangkan.
Well, this can be part of the strategies you can try to develop.

[16:07] Oke, tanpa berlama-lama lagi ee Kak Endiva kami persilakan.
Okay, without further ado, we invite Kak Endiva.

[16:12] Oke, terima kasih sebelumnya.
Okay, thank you in advance.

[16:15] Ini panggilnya Pak Martinus ya berarti.
So your name is Pak Martinus.

[16:17] Oh, saya Pak Martin aja boleh.
Oh, Pak Martin is fine.

[16:19] Oke, Pak Martin.
Okay, Pak Martin.

[16:22] Oke, terima kasih banyak biasanya anak-anak panggil saya Pak Martin.
Okay, thank you very much, usually the kids call me Pak Martin.

[16:27] Oke, oke, oke.
Okay, okay, okay.

[16:29] Terima kasih banyak atas waktunya, Pak Martin dan terima kasih untuk teman-teman ee dari BINUS yang sudah mengundang Edif
Thank you very much for your time, Pak Martin, and thank you to the friends from BINUS who invited Edif.

[16:33] ee dari BINUS yang sudah mengundang Edif ya.
Thank you to BINUS who has invited Edif.

[16:33] Ini aku coba ee share screen dulu.
Let me try to share my screen first.

[16:43] Apakah sudah kelihatan share screen-nya?
Can you see my screen share?

[16:46] Apakah sudah kelihatan share screen-nya?
Can you see my screen share?

[16:48] Iya, terlihat.
Yes, it is visible.

[16:49] Oke, sudah terlihat.
Okay, it is visible.

[16:50] sudah terlihat.
It is visible.

[16:50] Oke, siap.
Okay, ready.

[16:53] Oke, siap. Oke, ee selamat siang teman-teman, salam kenal ya semuanya.
Okay, ready. Okay, good afternoon everyone, nice to meet you all.

[16:56] Ee selamat siang
Good afternoon

[16:57] selamat siang banyak untuk mengundang aku di kesempatan belajar bareng kita hari ini
Good afternoon, thank you for inviting me to our learning session today.

[17:00] kesempatan belajar bareng kita hari ini gitu ya.
our learning session today.

[17:02] Jadi temanya siang ini eh data driven social media engagement.
So the theme this afternoon is data-driven social media engagement.

[17:05] Cuma aku mau kasih heads up dulu buat teman-teman santai aja karena kita akan lebih ke ngobrol discussia.
I just want to give a heads-up to everyone to keep it casual because we will be more into a discussion.

[17:07] Jadi, feel free untuk participate karena aku akan ada beberapa pertanyaan juga buat teman-teman.
So, feel free to participate because I will have some questions for you all.

[17:09] Jadi, jangan ragu-ragu kalau misalnya pengin komen atau berpendapat ya silakan diketik-ketik aja di kolom komentar.
So, don't hesitate if you want to comment or give an opinion, please just type it in the comment section.

[17:11] Eh, ngomongin soal sosial media mungkin sekarang kita enggak hanya posting ya,
Speaking of social media, perhaps now we don't just post,

[17:13] jadi kita akan juga ngebahas soal advance strategies for digital success.
so we will also discuss advanced strategies for digital success.

[17:34] advance strategies for digital success.
Advance strategies for digital success.

[17:36] Cuma di sini aku enggak akan ngebahas yang lebih ke teori ya.
Here I won't discuss the theoretical aspects.

[17:38] Jadi ini praktikal aja dan ee beberapa dan dari pengalaman aku ini juga beberapa data atau beberapa matriks yang seringkiali eh ngebantu kita untuk jalanin digital marketing strategies atau campaign.
So this is practical, and from my experience, these are also some data or metrics that often help us run digital marketing strategies or campaigns.

[17:52] Anyway, salam kenal ya semuanya.
Anyway, nice to meet you all.

[17:54] Aku Endiva, tapi seringkiali dipanggil Endif jadi A-nya dihilangin.
I'm Endiva, but often called Endif, so the 'a' is dropped.

[17:59] Ada yang sempat bingung kayak katanya kayak code name ya apa naming coding gitu ya.
Some were confused, thinking it was like a codename or naming coding.

[18:04] Jadi sekarang lagi kerja digital bareng partner dan juga tim aku dan masih 6 tahun di digital marketing industry.
So now I'm working in digital with partners and my team, and I've been in the digital marketing industry for 6 years.

[18:12] Awalnya sih sebagai copywriter ya, cuma karena sekarang udah banyak tim yang bantu, partners juga jadi sekarang bisa lebih bantu brand di live stream, advertising, dan content creation.
Initially, I was a copywriter, but because now there are many teams and partners helping, I can now better assist brands in live stream, advertising, and content creation.

[18:23] Ini ada beberapa brand juga yang udah percayain sama Endes dan Tim Spill.
There are also some brands that have trusted Endes and Tim Spill.

[18:27] Jadi mungkin teman-teman ada yang notice brandnya, ada juga yang enggak.
So maybe some of you noticed the brands, and some didn't.

[18:32] Jadi mulai dari sport gitu ya, skinc, terus eh FnB, make
So starting from sports, skincare, then F&B, make

[18:37] sport gitu ya, skinc, terus eh FnB, make up juga, FMCG juga ya, sama eh produk-produk yang lain gitu.
Sports, skincare, then FnB, makeup too, FMCG too, and other products.

[18:44] Ini tag eh BOS ini lebih ke home appliances kayaknya.
This tag, uh, BOS is more into home appliances, it seems.

[18:46] Home appliances electronic.
Home appliances, electronics.

[18:49] Oke. Eh, so far sih sekarang aku lagi banyak handle di advertiser ya, advertising ya.
Okay. Uh, so far, right now I'm handling a lot of advertisers, advertising.

[18:58] Jadi ads di TikTok sebenarnya cuma untuk content creation live stream juga tetap jalan dan mostly aku dibantu sama advertisers aku gitu.
So ads on TikTok are actually just for content creation, live streams are also still running and mostly I'm helped by my advertisers.

[19:05] Anyway eh selesai kenalannya kita akan ngebahas dua platform sosial media yang paling sering paling umum kita jumpai di Indonesia ya especially yaitu Instagram dan juga eh TikTok gitu.
Anyway, uh, after the introductions, we will discuss two social media platforms that are most often, most common we encounter in Indonesia, especially Instagram and also, uh, TikTok.

[19:19] Sebelum ngomongin dua hal ini, aku mau kasih satu fakta yang ee aku juga waktu riset riset materin ini juga lumayan kaget ya.
Before talking about these two things, I want to give one fact that, uh, I was also quite surprised when researching this material.

[19:26] Ternyata ada 1,3 miliar fotos yang di-upload setiap harinya dan ada 400 juta active daily users di Instagram.
It turns out there are 1.3 billion photos uploaded every day and there are 400 million active daily users on Instagram.

[19:35] Dan kalau ngomongin
And when talking about

[19:37] users di Instagram.
users on Instagram.

[19:37] Dan kalau ngomongin soal TikTok ya, ini aku dapat datanya soal TikTok ya, ini aku dapat datanya waktu aku waktu aku main ke kantornya TikTok di open house tahun lalu.
And when talking about TikTok, I got this data when I visited the TikTok office during the open house last year.

[19:44] Eh, ini datanya enggak publ ya, jadi mereka datanya enggak publ ya, jadi mereka enggak publish publish datanya.
Uh, this data isn't public, so they, they didn't publish the data.

[19:49] sekitar 60 65% Indonesian orang Indonesia itu main eh yang namanya TikTok gitu.
around 60-65% of Indonesians use TikTok.

[19:54] Ini aku tidak expect ya.
I didn't expect this.

[19:57] Rupanya sih kalau misalnya kita punya brand zaman sekarang ya atau kita pengin bangun personal branding atau kita mau mulai networking rasanya agak mustahil kalau kita eh especially kalau target kita Indonesia ya kalau kita enggak mulai TikTok gitu.
Apparently, if we have a brand nowadays or want to build a personal brand or want to start networking, it feels almost impossible if we, especially if our target is Indonesia, if we don't start with TikTok.

[20:09] Jadi ini angka yang sangat luar biasa.
So this is an extraordinary number.

[20:10] Aku juga lumayan terkejut sehingga menjadikan Mbak Diva, Mbak Endifa.
I was also quite surprised, making Ms. Diva, Ms. Endifa.

[20:15] Hm. Sori Mbak Indifa.
Hm. Sorry Ms. Indifa.

[20:17] Iya. I ee 65% main TikTok maksudnya ee dia nonton atau dia ikutan-ikutan bikin konten TikTok?
Yes. I, uh, 65% use TikTok, do you mean they watch or they participate in creating TikTok content?

[20:26] 65% orang Indonesia menggunakan TikTok.
65% of Indonesians use TikTok.

[20:30] Jadi baik itu untuk ngonten ataupun untuk sekedar konsumsi kontennya.
So whether it's for creating content or just consuming content.

[20:36] Oh ya. Oke.
Oh yeah. Okay.

[20:36] Oke. Ya,
Okay. Yeah,

[20:37] Oke.
Okay.

[20:40] Ya, ini angka yang cukup menjadikan Indonesia sebagai target market terbesar TikTok, especially di Asia gitu ya.
Yes, this is a number that makes Indonesia the largest target market for TikTok, especially in Asia.

[20:45] Nah, dari angka sebanyak ini, orang yang main TikTok, orang yang ngupload konten daily di Instagram, siapa yang akan notice eh kita gitu ya sebagai creator gitu ya.
Now, from this many numbers, people who play TikTok, people who upload daily content on Instagram, who will notice us as creators?

[20:57] Nah, that's why kita harus mulai sama demography audience.
That's why we have to start with audience demographics.

[21:02] ini ak ada munculin satu gambar, satu gambar yang lumayan cukup viral ya.
I'm showing a picture, a picture that went quite viral.

[21:07] Ee beberapa tahun yang lalu di Istana Negara ditemukan sebuah ee relief apa?
A few years ago, a relief was found at the State Palace, what was it?

[21:10] Relik ee gayung love ya, gayung love warna pink.
A relic, a pink love-shaped ladle.

[21:17] Mungkin buat sebagian dari kita jokes-nya kerasa lucu ya.
Maybe for some of us, the joke feels funny.

[21:19] Di Istana Negara kok ada gayung gitu ya.
Why is there a ladle at the State Palace?

[21:23] Cuma ternyata enggak semua orang bisa relate dengan jokes terkait ini gitu ya.
But it turns out not everyone can relate to this joke.

[21:28] Ada yang dari kecil mungkin bahkan sampai sekarang masih menggunakan gayung love seperti saya.
Some people, from childhood perhaps, are still using a love-shaped ladle like me.

[21:31] Contohnya ada yang dari kecil ee pakai shower gitu ya mandinya.
For example, some people from childhood use a shower to bathe.

[21:37] Jadi ee intinya yang mau aku sampaikan adalah kita tidak bisa relate
So, the point I want to convey is that we cannot relate

[21:39] sampaikan adalah kita tidak bisa relate dengan semua orang gitu ya.
What we convey is that we cannot relate to everyone.

[21:41] Kita enggak dengan semua orang gitu ya.
We don't relate to everyone.

[21:43] Kita enggak bisa menggunakan jokes Genzy untuk bisa menggunakan jokes Genzy untuk ngobrol sama millennials dan sebaliknya.
We cannot use Gen Z jokes to talk to millennials and vice versa.

[21:46] ngobrol sama millennials dan sebaliknya.
talk to millennials and vice versa.

[21:48] Jokes Genzy untuk Gen Alpha gitu.
Gen Z jokes for Gen Alpha.

[21:51] Kita juga enggak paham jokes Gen Alpha 67 12 13 itu aku enggak paham juga tapi
We also don't understand Gen Alpha jokes 67 12 13, I don't understand them either, but

[21:53] somehow buat mereka tuh lucu.
somehow they are funny to them.

[21:55] Buat kita enggak lucu dan kita kayak bingung gitu ya.
To us, it's not funny and we are confused.

[21:58] That's why kita mulai sama pemetaan atau memetakan audience secara demografis.
That's why we start with mapping or mapping the audience demographically.

[22:03] Ini fungsinya untuk eh mapping ya, Teman-teman.
This is for, uh, mapping, friends.

[22:06] Mapping terus habis gitu mengerucutkan lagi sehingga outputnya itu finally kita pengin tahu
Continue mapping, then narrow it down so that the output is, finally, we want to know

[22:10] pakai konten mana yang works untuk demografi tertentu.
which content works for a specific demographic.

[22:13] Karena tadi ya kita enggak bisa relate dengan semua orang.
Because as mentioned, we cannot relate to everyone.

[22:17] Jadi kita harus memilih kita mau relate dengan siapa.
So we have to choose who we want to relate to.

[22:19] Nah, ini ada contoh satu data eh Insight, Viewer Insights ya atau demography.
Now, here is an example of data, uh, Insight, Viewer Insights, or demographics.

[22:24] Dari data ini teman-teman bisa ee ini enggak menebak enggak ini kira-kira produknya apa?
From this data, friends, can you guess what the product is?

[22:27] Boleh silakan ada yang mau di kolom chat, ada yang mau on mic juga boleh.
Please feel free to type in the chat, or you can unmute and speak.

[22:41] on mic juga boleh.
Can also be on mic.

[22:43] Ada yang bisa nebak enggak ini kira-kira eh produknya produk apa?
Can anyone guess what product this is?

[22:47] Eh fashion kah, skinc kah?
Is it fashion, skincare?

[22:50] Ini cara ngelihat lipstik lipstik.
This is how to look at lipstick, lipstick.

[22:52] lipstik ya.
Lipstick, right.

[22:56] Oke, ada lagi, ada lagi mungkin dari teman-teman yang lain boleh.
Okay, is there anything else, anything else perhaps from other friends, please.

[23:01] Enggak apa-apa ini tidak ada yang salah.
It's okay, there's nothing wrong here.

[23:02] Oke, skinc.
Okay, skincare.

[23:06] Skinc jawabannya adalah kategorinya.
Skincare, the answer is the category.

[23:07] Kategorinya atau produknya?
The category or the product?

[23:09] Ee boleh kategori boleh.
Uh, category is fine.

[23:12] Produk boleh sih.
Product is also fine.

[23:13] Kalau saya kalau produk tipstick kalau kategori ee beauty ya.
If I, if the product is lipstick, if the category is uh beauty, right.

[23:15] Beauty.
Beauty.

[23:18] Beauty sama skincare beda kan ya.
Beauty and skincare are different, aren't they.

[23:21] Eh, biasanya jadi satu kategori itu, Pak.
Uh, usually it's one category, sir.

[23:22] Beauty and skinc biasanya.
Beauty and skincare usually.

[23:25] Oh, oke.
Oh, okay.

[23:27] Kalau kalau kalau kategori mungkin saya lebih ke beauty, kalau produk eh lipstik.
If, if, if the category, maybe I lean more towards beauty, if the product is uh lipstick.

[23:30] Oke.
Okay.

[23:32] Lipstik ya, bukan chipstick ya.
Lipstick, right, not chipstick, right.

[23:33] Oke.
Okay.

[23:36] Oke. Oke.
Okay. Okay.

[23:39] Kita kunci jawabannya ya, skinc sama lipstik.
Let's lock in the answer, skincare and lipstick.

[23:39] Jawabannya adalah
The answer is

[23:42] skinc sama lipstik.
Skincare and lipstick.

[23:45] Jawabannya adalah ternyata ini audi. Ini adalah data dari klien aku sebelum aku handle.
The answer is, it turns out this is the audience. This is data from my client before I handled it.

[23:47] Eh, aku sempat meeting sama ownernya dan dia mengeluh karena katanya kontennya belum winning atau segala macam.
Uh, I had a meeting with the owner and he complained because he said the content wasn't winning or anything like that.

[23:51] Dan ternyata setelah aku bongkar demografinya seperti ini dan produknya adalah skincare cowok.
And it turns out after I broke down the demographics like this, and the product is men's skincare.

[23:56] Kaget sekali karena di skincare produk skincare cowok tapi teman-teman bisa lihat ya yang makan atau yang konsumsi kontennya itu mostly cewek 80% I jadi mayoritas bahkan ya.
I was very surprised because in men's skincare products, but you can see, the ones who consume the content are mostly women, 80% I mean, the majority even.

[24:14] Dan dari data ini kita bisa menyimpulkan ada dua kesimpulan.
And from this data, we can conclude there are two conclusions.

[24:17] Jadi ee audiens ini tuh bisa tetap relevan dan bisa enggak.
So, this audience can be relevant and can not be.

[24:23] Jawabannya adalah kalau relev eh ee enggak relevan karena harusnya kita mayoritas cowok ya kalau skincare cowok.
The answer is, if it's relevant, uh, uh, not relevant because it should be mostly men for men's skincare.

[24:29] Dan enggak rel dan tetap relevannya karena berarti kita menarget ee orang-orang cewek-cewek yang suka nge-skincarein cowoknya atau cewek-cewek yang suka beliin cowoknya skincare gitu ya.
And not relevant, and it remains relevant because it means we are targeting women who like to skincare their boyfriends or women who like to buy skincare for their boyfriends.

[24:40] ini yang suka beliin lakinya skincare misalnya.
This is for those who like to buy skincare for their men, for example.

[24:44] beliin lakinya skincare misalnya.
Buy skincare for her man, for example.

[24:47] Nah, itu juga bisa tetap relevan.
Well, that can also remain relevant.

[24:50] Kita mau narget yang mana itu tergantung ee dari kitanya sih ya.
Who we want to target depends on us.

[24:52] Kalau misalnya kita mau tetap stick dengan audiens yang sekarang gitu ya, mau tetap stay dengan audiens yang sekarang, berarti konten-konten kita ke depannya harus ada unsur eh makeupin atau skincarein my boyfriend gitu, my husband misalnya, atau belanja skincare buat ee buat suami misalnya.
If we want to stick with the current audience, then our future content must have elements of, uh, doing makeup or skincare for my boyfriend, my husband for example, or buying skincare for, uh, for the husband, for example.

[25:09] Nah, kalau misalnya kita mau geser audiens-nya itu perlu agak effort karena biasanya kalau kontennya sudah ee algoritmanya sudah organik terbentuk seperti ini ya ee itu kita perlu ada sedikit traffic yang paid atau ads gitu ya di iklan.
Now, if we want to shift the audience, it requires some effort because usually, if the content has already, uh, the algorithm has already organically formed like this, uh, we need some paid traffic or ads, you know, in advertising.

[25:23] Nah, itu kita di iklan fokus aja ke 100% mail audience untuk ngegeser.
Well, in advertising, we just focus on a 100% male audience to shift.

[25:28] Harapannya sih untuk ngegeser demografi organiknya gitu.
The hope is to shift the organic demographic.

[25:33] Cuma kalau misalnya kita ee bentar kalau misalnya kita simpulkan ee yang paling tricky adalah enggak semua orang female atau male ini dan usia 1824 itu punya
It's just that if we, uh, wait, if we conclude, uh, the trickiest thing is that not everyone, female or male, and aged 18-24, has

[25:45] atau male ini dan usia 1824 itu punya interest yang sama gitu.
Or this male and the 18-24 age group have the same interests.

[25:48] Kita mungkin interest yang sama gitu.
We might have the same interests.

[25:50] Kita mungkin sama-sama pakai skinc tapi ternyata jenis kulitnya beda.
We might both use skincare but it turns out our skin types are different.

[25:52] Sama-sama pakai skinc tapi ternyata activity-nya beda.
We both use skincare but it turns out our activities are different.

[25:54] Nah, itu kan juga bisa menentukan skinc-nya beda, konten modelnya juga akan beda gitu ya.
Well, that can also determine that the skincare is different, the content model will also be different.

[25:59] konten modelnya.
The content model.

[26:01] Kalau misalnya kita mau narget ibu-ibu, kita enggak bisa ngomongin soal sport gitu ya.
For example, if we want to target mothers, we can't talk about sports.

[26:05] Maksudnya kurang bisa, kurang relate gitu ya.
Meaning it's less possible, less relatable.

[26:07] Eh, habis gitu kita enggak enggak enggak bisa ngomongin soal jokes-jokes Genzi juga gitu.
Uh, after that, we can't talk about Gen Z jokes either.

[26:15] Karena ee kita kalau misalnya ngelihat audiens seperti ini ya, kita berarti akan lebih ee ngonten ke sisi yang ngomongin soal relationship atau ngomongin soal ee gimana sih caranya cewek itu bisa beliin skincare buat cowoknya gitu.
Because, uh, if we look at an audience like this, we will then create more content on the side that talks about relationships or talks about, uh, how can a girl buy skincare for her boyfriend.

[26:27] Atau mungkin bahkan ngomongin soal obral ya.
Or maybe even talk about sales.

[26:29] Karena kalau audiens di audiens cewek kan biasanya lebih demen diskon ya.
Because if the audience is female, they usually prefer discounts.

[26:33] Jadi bisa kita ngomongin juga soal pricing dan sebagainya gitu.
So we can also talk about pricing and so on.

[26:38] Nah, karena dari usia 18 sampai 24 tahun ini mostly tidak tidak akan selalu punya interest yang
Well, because the 18 to 24 age group mostly does not, does not always have the interest that

[26:46] tidak akan selalu punya interest yang sama.
will not always have the same interests.

[26:49] Makanya kalau ngomongin demografi aja tuh tidak cukup.
That's why talking about demographics alone is not enough.

[26:52] Kita butuh ee yang lebih dari ngomongin demografi gitu.
We need something more than just talking about demographics.

[26:55] Ini ada satu video dari klien aku.
There is a video from one of my clients.

[26:58] Enggak ada yang percaya bahwa ada suaranya enggak ya?
No one believes that, does it have a voice?

[27:01] Udah hampir 70 tahun selalu ditanya.
For almost 70 years, I've always been asked.

[27:03] Ada ada.
Yes, yes.

[27:07] Oke.
Okay.

[27:09] Oke. Coba kita ee mulai.
Okay. Let's try to start.

[27:13] Dan setiap gua bilang hampir 7 percaya bok up gua udah hampir 70 tahun.
And every time I say I'm almost 70, my dad has been almost 70 for years.

[27:15] Gue selalu ditanya sebenarnya berapa sih umur bokap gue?
I'm always asked, how old is my dad, really?

[27:17] Dan setiap gua bilang hampir 70 enggak ada yang percaya.
And every time I say almost 70, no one believes it.

[27:19] Gua sendiri aja kadang enggak percaya karena masih kelihatan segar dan enggak bisa diam di rumah.
I myself sometimes don't believe it because he still looks fresh and can't stay at home.

[27:22] Minggu masih rajin ngajak anak-anaknya olahraga bareng dan masih aktif banget ngelakuin kegiatan-kegi dan di rumah.
On Sundays, he still diligently takes the children to exercise together and is very active doing activities at home.

[27:24] Kalau biasanya kita yang bawel ngingetin kesehatan orang tua kita, bokap gue dari dulu sampai sekarang paling bawel masalah kesehatan apalagi makanan-makanan sehat.
If usually we are the ones nagging to remind our parents about their health, my dad has been the most nagging about health issues, especially healthy food, from the past until now.

[27:26] Dari kecil gue sekeluarga dibiasain buat makan makanan yang sehat.
Since I was little, my whole family has been accustomed to eating healthy food.

[27:29] Udah gedean aja nih gue suka nyolong-nyolong beli pizza.
Now that I'm older, I like to sneakily buy pizza.

[27:31] Dan kebiasaan keluarga gue setiap pagi makan roti ini.
And my family's habit is to eat this bread every morning.

[27:32] Roti gandum.
Whole wheat bread.

[27:34] Bukan gue selalu bilang ini kayaknya akan serat lebih
It's not that I always say this seems to have more fiber

[27:48] bilang ini kayaknya akan serat lebih ngenyangin dan bisa mikin kalorian kita.
This one seems like it will be more filling and can reduce our calories.

[27:50] ngenyangin dan bisa mikin kalorian kita.
filling and can reduce our calories.

[27:52] Ngerti tuh dia kayak gituan enggak ada yang percaya.
Understand that, he's like that, no one believes it.

[27:55] Oke.
Okay.

[27:55] Oke.
Okay.

[27:55] Ini adalah salah satu konten dari ee brand yang pernah aku handle ya, Teman-teman.
This is one of the content from a brand that I have handled, friends.

[27:58] Jadi, brandnya itu dia jual bakery, bakery sehat.
So, the brand sells bakery, healthy bakery.

[28:01] Klaimnya sih dia adalah bakeri sehat eh bakery gandum pertama di Indonesia, gitu.
Its claim is that it is the first healthy bakery, uh, whole wheat bakery in Indonesia, like that.

[28:08] Nah, kalau dengan konten ini kalau kita cuma ngebahas soal demografi aja, kira-kira target demografi yang cocok buat brand ini tuh apa gitu menurut teman-teman?
Now, with this content, if we only discuss demographics, what do you think is the suitable target demographic for this brand?

[28:23] Silakan kalau ada yang mau on mic, kalau ada yang mau berkomentar di kolom chat boleh ya.
Please, if anyone wants to turn on their mic, if anyone wants to comment in the chat column, you may.

[28:33] Menurut teman-teman ini tuh ee target demografinya brand ini tuh apa gitu.
According to you friends, what is the target demographic for this brand?

[28:38] Aku kasih waktu 5 detik.
I'll give you 5 seconds.

[28:43] Kalau ini aku bilang ee ini aku sampaiin pendapat aku dulu ya.
If this, I'll say, uh, I'll convey my opinion first.

[28:45] Kalau misalnya
If, for example

[28:48] pendapat aku dulu ya.
Let me give my opinion first.

[28:52] Kalau misalnya kita nargetnya cuma dari sekedar usia atau ee jenis kelamin ya, cowok-cewek atau ee apa usia 18 sampai 24.
If for example, we are targeting just based on age or gender, male-female, or age 18 to 24.

[28:58] Kalau misalnya kita mau narget Gen sekarang kayaknya Gen enggak banyak juga yang berapa banyak sih Gen yang aware sama hidup sehat dan olahraga dan pola makan gitu ya.
If for example, we want to target Gen Z, it seems like not many Gen Z are aware of healthy living, exercise, and diet patterns.

[29:10] Terus kalau misalnya kita narget millenials juga ada millenials yang baru mulai berkeluarga yang fokusnya lebih ke home appliances gitu ya, yang lebih ke bangun rumah dan lain sebagainya atau yang lagi menikmati masa-masa di mana mereka akhirnya panen ya hasil kerja keras selama umur 20-an.
Then if we target millennials, there are also millennials who are just starting a family, whose focus is more on home appliances, building a house, and so on, or who are enjoying the period where they are finally reaping the results of hard work during their 20s.

[29:27] Jadi kayak boro-boro hidup sehat, gua mau happy gitu kan.
So forget about healthy living, I want to be happy.

[29:30] Kalau misalnya ngomongin target target usianya eh target marketnya adalah boomer gitu ya.
If we talk about the target age, the target market is boomers.

[29:36] Boomer ini jujur menurut pengalaman aku adalah ee tipe-tipe orang yang punya standar yang luar biasa gitu ya.
Honestly, based on my experience, boomers are the type of people who have extraordinary standards.

[29:45] Jadi kalau misalnya brand ini tidak exist eh tidak hadir di masa kecil mereka, bisa
So if this brand does not exist, does not appear in their childhood, it can

[29:50] tidak hadir di masa kecil mereka, bisa jadi ini brandnya dirasa abal-abal gitu.
not present in their childhood, it's possible this brand is perceived as flimsy.

[29:53] jadi ini brandnya dirasa abal-abal gitu. Tapi enggak semuanya ya, Teman-teman ya.
so this brand is perceived as flimsy. But not all of them, friends.

[29:55] Tapi enggak semuanya ya, Teman-teman ya. Nah, sehingga di sinilah demografi itu enggak cukup gitu.
But not all of them, friends. So, this is where demographics are not enough.

[29:58] demograsi aja enggak cukup. Kalau menurut aku secara demografis gitu ya dari brand First Wish Bakery ini dari bisa dari umur 18 sampai 60 tahun bahkan.
demographics alone are not enough. In my opinion, demographically speaking, from the brand First Wish Bakery, it can be from ages 18 to even 60 years old.

[30:09] Dan ini caranya mereka nge-capture kontennya ini menurut aku sudah pas banget karena ngomongin kesehatan itu berarti kita jual masa depan, kita jual kebahagiaan, kita jual wellness gitu.
And the way they capture content, in my opinion, is very fitting because talking about health means we are selling the future, we are selling happiness, we are selling wellness.

[30:22] Eh, kita butuh yang lebih spesifik selain demografi.
Uh, we need something more specific than demographics.

[30:25] Yang pertama memang kita tentuin dulu profiling layer pertama untuk target audience kita siapa.
The first thing is we need to determine the first profiling layer for who our target audience is.

[30:29] Terus yang kedua kita butuh behavior sama interest.
Then, the second is we need behavior and interests.

[30:33] Nah, ini teman-teman kalau misalnya udah pernah jalanin Facebook Ads ya pasti sudah lumayan familiar dengan behavior dan interest yang terdeteksi di Instagram itu apa aja gitu ya.
Now, friends, if you have ever run Facebook Ads, you are probably quite familiar with the behaviors and interests detected on Instagram.

[30:44] Nah, mapping area of interest-nya di mana?
So, where is the mapping of areas of interest?

[30:47] Jadi selain dari demografi, kita mesti tahu behavior
So, besides demographics, we must know the behavior

[30:51] Dari demografi, kita mesti tahu behavior atau ketertarikan mereka, interest.
From demographics, we must know their behavior or interests, interest.

[30:53] Atau ketertarikan mereka, interest mereka.
Or their interests, their interests.

[30:58] Karena eh dari umur dari umur 18 sampai 60 tahun kita enggak mencari secara usianya, tapi kita mencari siapa yang pengin hidup sehat, siapa yang pengin makan roti gandum di sehari-harinya, dan siapa yang pengin mulai ngubah lifestyle.
Because uh from the age of 18 to 60 years old, we are not looking by age, but we are looking for who wants to live healthy, who wants to eat whole wheat bread in their daily lives, and who wants to start changing their lifestyle.

[31:10] Jadi siapapun itu ee enggak peduli usianya, yang penting intensinya dan interest-nya, gitu.
So whoever it is, uh, regardless of age, what's important is their intention and interest, like that.

[31:15] Nah, ini kalau ngomongin soal Facebook Ads.
Now, this is when talking about Facebook Ads.

[31:17] Setelah teman-teman bisa mapping area of interest-nya di mana gitu ya, teman-teman bisa membuat yang namanya custom audience.
After you can map where their area of interest is, you can create what's called a custom audience.

[31:26] Tapi ini kita enggak lagi ngomongin Facebook Ads ya.
But we are not talking about Facebook Ads anymore.

[31:28] Kalau dalam konteks konten content creation gitu ya, artinya eh custom audience ini artinya kita bisa menarik beberapa orang yang punya interest yang beda.
If in the context of content creation, it means uh this custom audience means we can attract several people who have different interests.

[31:37] Jadi misalnya eh sport gitu ya, orang-orang yang pengin makan rating gandum ini yang interestnya lebih ke sport gitu atau ke family and relationship atau ada juga yang ke beauty karena kalau beauty inside itu kan lebih menjaganya lebih baik di
So for example, uh sport, people who want to eat whole wheat rating, their interest is more towards sports, or towards family and relationships, or there are also those towards beauty because if it's beauty inside, it's more about taking care of it better.

[31:52] kan lebih menjaganya lebih baik di inside daripada outside misalnya ada yang percaya seperti itu.
can maintain it better inside than outside, for example, there are those who believe that.

[31:56] Nah, jadi beberapa kompilasi interest ini itu bisa kita jadikan sebagai landasan kalau misalnya kita mau bikin konten gitu dan juga branding gitu ya secara audiens-nya.
Well, so some of these interest compilations can be used as a basis if we want to create content and also branding in terms of the audience.

[32:09] baru yang terakhir adalah duplikasi audience dengan profile serupa atau kita kalau dalam konteks konten ya berarti kita menduplikasi konten yang sudah winning untuk audience tertentu.
the last one is duplicating audiences with similar profiles, or if we are in the context of content, it means we are duplicating content that is already winning for a specific audience.

[32:18] Bahkan enggak jarang dalam satu account gitu ya, dalam satu account brand itu ada beberapa eh target interest ya.
It's not uncommon in one account, in one brand account, there are several target interests.

[32:26] Jadi ada yang mungkin ada yang untuk new followers atau ada untuk yang followers yang udah lama gitu ya.
So there might be some for new followers or for old followers.

[32:32] Nah, followers yang udah lama itu interest-nya lebih kepengin ngelihat update atau eh story dari secara personal ya.
Now, old followers are more interested in seeing updates or stories from a personal perspective.

[32:38] Tapi kalau new followers tuh pengin lebih ngelihat ke apa misalnya lebih pengin ngelihat ke experience baru atau lebih pengin ngelihat ke portofolio dan lain sebagainya.
But new followers want to see more of what, for example, more of new experiences or more of the portfolio and so on.

[32:49] Nah, itu kita bisa bacanya dari eh data dan juga dari EB testing.
Now, we can read that from the data and also from A/B testing.

[32:56] dari eh data dan juga dari EB testing.
From the data and also from EB testing.

[32:58] Nah, ini contoh behavior yang biasanya kita temukan di Facebook Ads ya.
Now, this is an example of behavior that we usually find on Facebook Ads.

[33:02] Ada beberapa nih kalau misalnya panahnya diop lagi diketik diklik lagi ada beberapa dropdown.
There are several, if for example the arrow is clicked again, typed again, clicked again, there are several dropdowns.

[33:08] Jadi kalau misalnya ngomongin ngomong ke audiens yang interestnya ke bisnis dan industri kita mesti straight forward eh to the point dan kasih result.
So if for example we are talking to an audience whose interest is in our business and industry, it must be straightforward, uh, to the point and give results.

[33:18] Nah itu memang mereka eh tipe-tipe audiens-nya itu adalah yang result oriented.
Well, they are indeed the type of audience that is result-oriented.

[33:19] Terus kalau yang ngomongin entertainment itu mesti menghibur.
Then if we are talking about entertainment, it must be entertaining.

[33:23] Menghibur ini enggak harus yang bikin ngakak ya, tapi juga bikin emotional.
Entertaining doesn't have to be something that makes you laugh out loud, but also something that makes you emotional.

[33:27] emosional bisa kayak sedih, terus terharu dan lain sebagainya.
Emotional can be like sad, then touched, and so on.

[33:30] Kalau ngomongin family and relationship mesti ngomong tentang kesehatan dan ngomong dengan tone yang warm.
If talking about family and relationships, it must be about health and spoken in a warm tone.

[33:38] Biasanya orang-orang yang eh produknya lebih ke home appliances itu tone ngomongnya tuh tahun ngobrolnya tuh lebih ke warm, santai gitu ya di ruang tamu gitu.
Usually people whose products are more towards home appliances, the tone of their conversation is warmer, more relaxed, like in a living room.

[33:49] Kayak ngomong sama kayak ngobrol sama tamu gitu.
Like talking to, like chatting with a guest.

[33:52] Nah, sementara kalau yang fit fitness dan wellness bentar.
Now, meanwhile, if it's for fitness and wellness, hold on.

[33:58] fitness dan wellness bentar.
Fitness and wellness for a moment.

[34:00] Oke, fitness dan mals itu mostly audience yang suka dengan body transformation dan juga showcasing lifestyle.
Okay, fitness and wellness mostly targets an audience that likes body transformation and also showcasing lifestyle.

[34:04] Jadi, kita nunjukin nih, oh pagi kita ngapain, siang dikit ngapain, sore dikit ngapain gitu ya.
So, we show, oh what we do in the morning, what we do a little in the afternoon, what we do a little in the evening, right?

[34:10] Terus habis gitu body transformation.
Then after that, body transformation.

[34:12] Dengan melakukan 10 step ini setiap hari eh gua bisa berubah dari ini jadi ini dalam waktu setahun misalnya.
By doing these 10 steps every day, I can change from this to this within a year, for example.

[34:18] Itu ee tipe-tipe konten yang disukain sama interest berikut gitu.
Those are the types of content that are liked by the following interests.

[34:23] Interest.
Interest.

[34:24] Terus ada food and drink.
Then there's food and drink.

[34:26] Food and FnB ini biasanya eh main value-nya atau eh pesan utamanya yang harus disampaikan di setiap konten itu adalah cara gimana caranya bikin audiens-nya harus ikutan lapar gitu.
Food and FnB usually, the main value or the main message that must be conveyed in every content is how to make the audience feel hungry.

[34:41] Jadi itu adalah kendala dari bukan kendala ya challenge kali ya challenge dari FnB gimana caranya kita bikin makanan tuh warnanya vibrant terus eh sampai apa ya sampai luber-luber gitu ya.
So that's the constraint, or rather not a constraint, a challenge, a challenge for FnB, how do we make the food's color vibrant, then until what, until it's overflowing, right?

[34:51] sampai bikin audiensnya itu ikutan ikutan lapar ikutan pengin makan gitu misal ee minimal lapar mata gitu ya.
until it makes the audience feel hungry, feel like eating, for example, at least visually hungry, right?

[34:58] misal ee minimal lapar mata gitu ya. Kalau ngomongin hobies dan activities

[35:00] Kalau ngomongin hobies dan activities interest-nya eh kita ngebawa kontennya

[35:03] interest-nya eh kita ngebawa kontennya ke exploration, journey, adventure, new

[35:06] ke exploration, journey, adventure, new experiences

[35:07] experiences gitu. Dan kalau shopping nih eh new

[35:10] gitu. Dan kalau shopping nih eh new collections gitu-gitu ya, produk diskon.

[35:13] collections gitu-gitu ya, produk diskon. Dan sebenarnya aku pernah handle satu

[35:15] Dan sebenarnya aku pernah handle satu klien namanya kelas cinta ya kalau

[35:18] klien namanya kelas cinta ya kalau teman-teman tahu. Jadi ini lumayan ini

[35:21] teman-teman tahu. Jadi ini lumayan ini menurut aku termasuk salah satu klien

[35:22] menurut aku termasuk salah satu klien aku yang paling random jualan ebook soal

[35:25] aku yang paling random jualan ebook soal percintaan. Jadi ada salah satu bukunya

[35:28] percintaan. Jadi ada salah satu bukunya tuh yang judulnya adalah cara ee cara

[35:32] tuh yang judulnya adalah cara ee cara agar outstanding gitu ya. agar agar

[35:34] agar outstanding gitu ya. agar agar mencolok di Tinder atau di aplikasi

[35:38] mencolok di Tinder atau di aplikasi Coffee and Bagle atau setiap aplikasi

[35:39] Coffee and Bagle atau setiap aplikasi tuh mereka ada bukunya sendiri-sendiri.

[35:41] tuh mereka ada bukunya sendiri-sendiri. Jadi kalau Tinder itu tipsnya apa? Kalau

[35:43] Jadi kalau Tinder itu tipsnya apa? Kalau coffee and bagless tuh eh coffee meats

[35:44] coffee and bagless tuh eh coffee meats bag sorry ya itu seperti apa? Terus

[35:48] bag sorry ya itu seperti apa? Terus apalagi ya yang kuning itu ya lupa

[35:51] apalagi ya yang kuning itu ya lupa enggak ingat gitu. itu setiap dating

[35:53] enggak ingat gitu. itu setiap dating apps mereka ada tipsnya sendiri-sendiri

[35:56] apps mereka ada tipsnya sendiri-sendiri dan mereka jual ebook, jual konseling

[35:59] dan mereka jual ebook, jual konseling juga, jual kelas juga yang ternyata ada

[36:02] juga, jual kelas juga yang ternyata ada yang minat loh, ternyata ada yang kelas

[36:04] yang minat loh, ternyata ada yang kelas buat cowok, kelas buat cewek ya.

[36:05] buat cowok, kelas buat cewek ya. Misalnya kalau cewek itu gimana sih

[36:07] Misalnya kalau cewek itu gimana sih caranya kita menyatakan perasaan pertama

[36:10] caranya kita menyatakan perasaan pertama gitu misalnya dan lumayan lumayan oke

[36:14] gitu misalnya dan lumayan lumayan oke sih sekitar 200 sampai 500 juta dari ads

[36:17] sih sekitar 200 sampai 500 juta dari ads aja per bulan dan ternyata interest yang

[36:21] aja per bulan dan ternyata interest yang kita setting itu bisa sespik Disney sama

[36:25] kita setting itu bisa sespik Disney sama Netflix gitu. Jadi ada kolom jenis

[36:28] Netflix gitu. Jadi ada kolom jenis interest yang ada Disney ada Netflix

[36:30] interest yang ada Disney ada Netflix gitu. itu aku juga kaget sih waktu itu.

[36:32] gitu. itu aku juga kaget sih waktu itu. Cuma enggak tahu sekarang apakah masih

[36:35] Cuma enggak tahu sekarang apakah masih available se sedetail itu atau enggak.

[36:37] available se sedetail itu atau enggak. Harusnya sih masih ya gitu. Jadi

[36:39] Harusnya sih masih ya gitu. Jadi interest itu semakin spesifik semakin

[36:41] interest itu semakin spesifik semakin bagus. Kalau bisa kita harus ngebayangin

[36:44] bagus. Kalau bisa kita harus ngebayangin produk kita itu kalau menjadi manusia

[36:47] produk kita itu kalau menjadi manusia itu wujudnya akan seperti apa gitu.

[36:49] itu wujudnya akan seperti apa gitu. Kalau misalnya aku bayangin skincare

[36:52] Kalau misalnya aku bayangin skincare cowok yang aku handle ya, brand skincare

[36:54] cowok yang aku handle ya, brand skincare cowok yang aku handle tuh dia adalah

[36:55] cowok yang aku handle tuh dia adalah mas-mas softby boy yang selalu pakai

[36:58] mas-mas softby boy yang selalu pakai kemeja atau kaos 10 yang selalu bajunya

[37:00] kemeja atau kaos 10 yang selalu bajunya dimasukin terus dia selalu pakai celana

[37:02] dimasukin terus dia selalu pakai celana kain dan agak bawa e sling bag gitu atau

[37:06] kain dan agak bawa e sling bag gitu atau wastebag eh wastebag apa sih yang di

[37:08] wastebag eh wastebag apa sih yang di sini tasnya ya itu. Terus dia tuh

[37:11] sini tasnya ya itu. Terus dia tuh rambutnya yang ee manis ya, yang enggak

[37:14] rambutnya yang ee manis ya, yang enggak terlalu kelimis, yang enggak terlalu

[37:15] terlalu kelimis, yang enggak terlalu gimana terus pakai kacamata. Nah, kita

[37:18] gimana terus pakai kacamata. Nah, kita kalau bisa harus bisa memvisual

[37:20] kalau bisa harus bisa memvisual memvisualkan sespesifik itu. Kira-kira

[37:23] memvisualkan sespesifik itu. Kira-kira kalau kita punya produk atau ya kita mau

[37:26] kalau kita punya produk atau ya kita mau handle satu brand gitu ya, kalau dia

[37:28] handle satu brand gitu ya, kalau dia jadi manusia itu manusia yang

[37:30] jadi manusia itu manusia yang kelihatannya seperti apa? Karena kalau

[37:32] kelihatannya seperti apa? Karena kalau sama-sama pakai kemeja tapi ee

[37:35] sama-sama pakai kemeja tapi ee bawahannya beda gitu ya, misalnya dia

[37:38] bawahannya beda gitu ya, misalnya dia suka pakai celana kain tapi jadi celana

[37:39] suka pakai celana kain tapi jadi celana jeans gitu. Nah, itu karakternya bisa

[37:41] jeans gitu. Nah, itu karakternya bisa beda juga gitu. Kalau misalnya sukanya

[37:44] beda juga gitu. Kalau misalnya sukanya pakai e mas-mas yang berkacamata dengan

[37:46] pakai e mas-mas yang berkacamata dengan mas-mas yang enggak berkacamata itu

[37:47] mas-mas yang enggak berkacamata itu vibes-nya juga beda. Jadi itu menentukan

[37:50] vibes-nya juga beda. Jadi itu menentukan ini. Terdengarnya seperti sepeleh ya,

[37:53] ini. Terdengarnya seperti sepeleh ya, Teman-teman ya. Tapi in a way itu bisa

[37:54] Teman-teman ya. Tapi in a way itu bisa ngebantu kita untuk menentukan kita mau

[37:56] ngebantu kita untuk menentukan kita mau pakai tone mana dan mau tampil seperti

[37:59] pakai tone mana dan mau tampil seperti apa gitu ya. Di sosial media berlaku

[38:02] apa gitu ya. Di sosial media berlaku juga untuk personal branding ya,

[38:03] juga untuk personal branding ya, terutama personal branding sih gitu.

[38:06] terutama personal branding sih gitu. Oke, ini ada satu matriks yang kita

[38:09] Oke, ini ada satu matriks yang kita sudah sangat lihat setiap hari gitu ya.

[38:11] sudah sangat lihat setiap hari gitu ya. kita coba break down em artinya artinya

[38:15] kita coba break down em artinya artinya dari setiap matriks ini apa gitu. Kalau

[38:18] dari setiap matriks ini apa gitu. Kalau untuk likes ya, likes itu adalah low

[38:21] untuk likes ya, likes itu adalah low effort validation. Jadi eh validasi yang

[38:24] effort validation. Jadi eh validasi yang paling-paling low effort yang bisa

[38:26] paling-paling low effort yang bisa dikasih oleh audiens ke konten kita.

[38:28] dikasih oleh audiens ke konten kita. Jadi kayak cuma oh oke gitu. Oke

[38:30] Jadi kayak cuma oh oke gitu. Oke kontennya oke gitu. Jadi konten kita

[38:32] kontennya oke gitu. Jadi konten kita cuma sekedar oke aja gitu ya. Menarik ya

[38:35] cuma sekedar oke aja gitu ya. Menarik ya ya okelah gitu. Jadi kalau misalnya

[38:37] ya okelah gitu. Jadi kalau misalnya antara mereka antara mereka enggak nyari

[38:39] antara mereka antara mereka enggak nyari akun kita atau cuma lewat di FP mereka,

[38:42] akun kita atau cuma lewat di FP mereka, ketika mereka nge-likes itu tandanya

[38:44] ketika mereka nge-likes itu tandanya mereka menunjukkan effort yang

[38:46] mereka menunjukkan effort yang sangat-sangat low untuk engage dengan

[38:49] sangat-sangat low untuk engage dengan konten kita. Nah, tapi begitu mereka

[38:51] konten kita. Nah, tapi begitu mereka udah komen, artinya mereka secara

[38:53] udah komen, artinya mereka secara emosional udah ketrigger sama konten

[38:55] emosional udah ketrigger sama konten kita. ketrigger sehingga mereka

[38:57] kita. ketrigger sehingga mereka berinisiatif untuk buka papan ketik

[39:01] berinisiatif untuk buka papan ketik mengetikkan beberapa huruf dan send itu.

[39:04] mengetikkan beberapa huruf dan send itu. Artinya eh in a way konten kita sudah

[39:06] Artinya eh in a way konten kita sudah bisa menggerakkan mereka punya interest

[39:09] bisa menggerakkan mereka punya interest untuk ee menaruh pendapat atau opini di

[39:12] untuk ee menaruh pendapat atau opini di konten kita atau berinteraksi. Nah,

[39:15] konten kita atau berinteraksi. Nah, kalau sampai di-share itu artinya konten

[39:18] kalau sampai di-share itu artinya konten kita sudah berpotensi punya eh high

[39:20] kita sudah berpotensi punya eh high value. Kita memahami high value ini

[39:23] value. Kita memahami high value ini bukan bukan yang fancy ya, Teman-teman

[39:25] bukan bukan yang fancy ya, Teman-teman ya. Bukan yang harus oh harus videonya

[39:28] ya. Bukan yang harus oh harus videonya harus daging, harus berupa tips yang

[39:30] harus daging, harus berupa tips yang luar biasa mindblowing gitu. Tidak

[39:32] luar biasa mindblowing gitu. Tidak harus. Karena high value content itu

[39:35] harus. Karena high value content itu sesimpel kita nge-share video kucing ya.

[39:37] sesimpel kita nge-share video kucing ya. kita nge-share video kucing ke dm-dm

[39:40] kita nge-share video kucing ke dm-dm teman-teman atau video jokes-jokes agak

[39:42] teman-teman atau video jokes-jokes agak gelap gitu ya ke DM teman-teman itu

[39:45] gelap gitu ya ke DM teman-teman itu value yang dimaksud value itu high value

[39:48] value yang dimaksud value itu high value itu bukan high value yang harus pakai

[39:50] itu bukan high value yang harus pakai videonya harus pakai kamera profesional

[39:52] videonya harus pakai kamera profesional harus writing gimana enggak tapi sekedar

[39:56] harus writing gimana enggak tapi sekedar ketika kita ngerasa ketika audiens tuh

[39:58] ketika kita ngerasa ketika audiens tuh ngerasa terhibur ketika mereka

[40:00] ngerasa terhibur ketika mereka benar-benar secara genuin atau secara

[40:03] benar-benar secara genuin atau secara apa ya genuin itu bahasa secara ikhlas

[40:05] apa ya genuin itu bahasa secara ikhlas gitu ya ketawa atau sedih apa ikutan

[40:08] gitu ya ketawa atau sedih apa ikutan ikutan apa ya ikutan terbawa gitu ya

[40:10] ikutan apa ya ikutan terbawa gitu ya secara emosional dan pengin temannya

[40:13] secara emosional dan pengin temannya atau pengin orang-orang sekitarnya tuh

[40:14] atau pengin orang-orang sekitarnya tuh juga merasakan apa yang mereka rasakan

[40:16] juga merasakan apa yang mereka rasakan gitu ya. High value content tuh eh

[40:18] gitu ya. High value content tuh eh ketika audience ngerasa genuinely mereka

[40:21] ketika audience ngerasa genuinely mereka ada ada sesuatu yang mereka rasakan gitu

[40:24] ada ada sesuatu yang mereka rasakan gitu dari melihat konten kita. Dan kalau

[40:27] dari melihat konten kita. Dan kalau repost itu artinya relate. Nah, relate

[40:30] repost itu artinya relate. Nah, relate itu yang kayak tadi ya, yang kayak si

[40:31] itu yang kayak tadi ya, yang kayak si rel gayung love tadi ya. Jadi gak semua

[40:34] rel gayung love tadi ya. Jadi gak semua orang bisa relate dengan dengan kita.

[40:37] orang bisa relate dengan dengan kita. gitu ya. Biasanya kalau misalnya ada

[40:38] gitu ya. Biasanya kalau misalnya ada konten-konten yang relate itu biasanya

[40:40] konten-konten yang relate itu biasanya akan direpost gitu ya. Biasanya kita

[40:43] akan direpost gitu ya. Biasanya kita repost itu tujuannya untuk apa ya secara

[40:46] repost itu tujuannya untuk apa ya secara enggak langsung menjelaskan diri kita ya

[40:48] enggak langsung menjelaskan diri kita ya konten-konten yang merefleksikan

[40:50] konten-konten yang merefleksikan personality kita atau jangan-jangan

[40:52] personality kita atau jangan-jangan konten-konten yang menyindir gitu ya.

[40:53] konten-konten yang menyindir gitu ya. Menyindir menyindir orang-orang sekitar

[40:55] Menyindir menyindir orang-orang sekitar gitu ya. Ya kita repost aja lah

[40:57] gitu ya. Ya kita repost aja lah barangkali tuh si Diana tuh ngelihat

[40:59] barangkali tuh si Diana tuh ngelihat konten gue gitu misalnya misalnya

[41:01] konten gue gitu misalnya misalnya ngelihat reposan gue gitu kan. Nah, eh

[41:04] ngelihat reposan gue gitu kan. Nah, eh jadi kalau audiens ngerasa relate dengan

[41:07] jadi kalau audiens ngerasa relate dengan konten kita, mereka akan eh repost gitu.

[41:10] konten kita, mereka akan eh repost gitu. Nah, kalau save ini artinya konten kita

[41:13] Nah, kalau save ini artinya konten kita punya longterm relevance. Biasanya apa?

[41:16] punya longterm relevance. Biasanya apa? Tips, ya, edukasi, terus habis gitu eh

[41:19] Tips, ya, edukasi, terus habis gitu eh resep masak gitu ya, resep masak ala

[41:21] resep masak gitu ya, resep masak ala anak kos gitu. Terus habis gitu cara

[41:23] anak kos gitu. Terus habis gitu cara menjadi eh lima cara parenting orang tua

[41:26] menjadi eh lima cara parenting orang tua yang low effort misalnya. Ini kan kita

[41:29] yang low effort misalnya. Ini kan kita genzi habis ini mungkin 5 10 tahun lagi

[41:31] genzi habis ini mungkin 5 10 tahun lagi udah jadi orang tua lah ya. Jadi kita

[41:33] udah jadi orang tua lah ya. Jadi kita kayak harapannya nih dengan sekarang

[41:35] kayak harapannya nih dengan sekarang kita mengedukasi diri sendiri, meng-save

[41:38] kita mengedukasi diri sendiri, meng-save konten-konten edukasi soal parenting.

[41:41] konten-konten edukasi soal parenting. Nanti kita 10 tahun lagi jadi orang tua

[41:43] Nanti kita 10 tahun lagi jadi orang tua eh better gitu, lebih teredukasi

[41:46] eh better gitu, lebih teredukasi misalnya. Padahal kita juga jarang sih

[41:48] misalnya. Padahal kita juga jarang sih kapan sih terakhir kita nge-save ee

[41:51] kapan sih terakhir kita nge-save ee ngelihat kolom sosian kita gitu ya kan

[41:53] ngelihat kolom sosian kita gitu ya kan jarang banget sebenarnya. Cuma ketika

[41:56] jarang banget sebenarnya. Cuma ketika konten kita tuh berarti daging, daging

[41:59] konten kita tuh berarti daging, daging itu artinya kayak relevan ya di masa

[42:01] itu artinya kayak relevan ya di masa depan nanti eh secara long term itu

[42:04] depan nanti eh secara long term itu audiens akan cenderung untuk nge-save

[42:07] audiens akan cenderung untuk nge-save konten kita gitu ya. Nah, ini ada satu

[42:09] konten kita gitu ya. Nah, ini ada satu matriks yang eh seringkiali dipusingin

[42:12] matriks yang eh seringkiali dipusingin padahal menurut aku enggak enggak

[42:14] padahal menurut aku enggak enggak terlalu gimana-gimana sih sebenarnya

[42:17] terlalu gimana-gimana sih sebenarnya yaitu top source of views. Jadi ini

[42:19] yaitu top source of views. Jadi ini kayak resource-nya jadi kayak video kita

[42:22] kayak resource-nya jadi kayak video kita itu trafficnya dari mana sih gitu ya.

[42:24] itu trafficnya dari mana sih gitu ya. trafficnya ternyata dari real tabs sama

[42:26] trafficnya ternyata dari real tabs sama explore gitu. Jadi enggak ada yang ee

[42:30] explore gitu. Jadi enggak ada yang ee nyari benar-benar nyari nama kita terus

[42:33] nyari benar-benar nyari nama kita terus kayak nyari endif gitu ya. Terus

[42:34] kayak nyari endif gitu ya. Terus ngelihat nih video mana nih yang viral.

[42:36] ngelihat nih video mana nih yang viral. Mostly kan memang lewat di FYP ya. Lewat

[42:38] Mostly kan memang lewat di FYP ya. Lewat di FYP, lewat di explore. Jadi yang

[42:41] di FYP, lewat di explore. Jadi yang harus kita lakukan sebenarnya bukan

[42:42] harus kita lakukan sebenarnya bukan memusingkan sumber trafficnya di mana,

[42:44] memusingkan sumber trafficnya di mana, tapi lebih ke ini retention

[42:48] tapi lebih ke ini retention gitu. Jadi kalau ngomongin cuma soal

[42:51] gitu. Jadi kalau ngomongin cuma soal views, views itu vanity. Retention

[42:53] views, views itu vanity. Retention adalah reality. Retention ini artinya

[42:56] adalah reality. Retention ini artinya seberapa lama audience tuh betah

[42:58] seberapa lama audience tuh betah nontonin kita. Apalagi di era sekarang

[43:02] nontonin kita. Apalagi di era sekarang itu watch time adalah mata uang yang

[43:05] itu watch time adalah mata uang yang sangat-sangat berharga ya untuk

[43:07] sangat-sangat berharga ya untuk persosmetan duniawi. Watchtime. Jadi

[43:10] persosmetan duniawi. Watchtime. Jadi tujuan kita ngonten itu sebenarnya layer

[43:13] tujuan kita ngonten itu sebenarnya layer pertama. Tujuan ng konten di layar

[43:14] pertama. Tujuan ng konten di layar pertama adalah harus mengejar watch

[43:17] pertama adalah harus mengejar watch time. Semakin banyak dan semakin panjang

[43:20] time. Semakin banyak dan semakin panjang audiens nonton konten kita. Nah, di

[43:23] audiens nonton konten kita. Nah, di retention ini kita bisa tahu konten kita

[43:25] retention ini kita bisa tahu konten kita tuh sebenarnya semenarik apa gitu. Ini

[43:29] tuh sebenarnya semenarik apa gitu. Ini juga menunjukkan ini juga salah satu

[43:30] juga menunjukkan ini juga salah satu indikator yang menunjukkan ee seberapa

[43:32] indikator yang menunjukkan ee seberapa menarik konten kita. Karena kalau watch

[43:35] menarik konten kita. Karena kalau watch time e kalau watch time-nya ini kureng

[43:37] time e kalau watch time-nya ini kureng gitu ya, kalau misalnya watch time-nya

[43:39] gitu ya, kalau misalnya watch time-nya itu tidak lebih lama, maka konten kita

[43:41] itu tidak lebih lama, maka konten kita juga enggak akan diangkat sama sama

[43:43] juga enggak akan diangkat sama sama Instagram, sama algoritma gitu ya. Nah,

[43:46] Instagram, sama algoritma gitu ya. Nah, ini kita bisa lihat juga ada average

[43:48] ini kita bisa lihat juga ada average watch time gitu ya, 12 second kalau

[43:50] watch time gitu ya, 12 second kalau enggak salah tadi videonya 18 detik

[43:53] enggak salah tadi videonya 18 detik gitu. Dari 18 detik rata-rata orang cuma

[43:55] gitu. Dari 18 detik rata-rata orang cuma berhenti di detik ke-12. Nah, di situ

[43:58] berhenti di detik ke-12. Nah, di situ kita bisa analisa apa yang terjadi di

[43:59] kita bisa analisa apa yang terjadi di detik ke-12 ke atas. Kenapa kok audiens

[44:01] detik ke-12 ke atas. Kenapa kok audiens enggak mau nonton sampai akhir atau ee

[44:05] enggak mau nonton sampai akhir atau ee langsung skip, langsung langsung scroll,

[44:06] langsung skip, langsung langsung scroll, ya? Nah, bisa jadi antara mungkin kita

[44:10] ya? Nah, bisa jadi antara mungkin kita lupa naruh hook kedua gitu ya, kita cuma

[44:12] lupa naruh hook kedua gitu ya, kita cuma fokus ke hook kesatu atau kita terlalu

[44:16] fokus ke hook kesatu atau kita terlalu menaruh bagian-bagian yang menarik tuh

[44:17] menaruh bagian-bagian yang menarik tuh di depan di 10 detik pertama. Habis gitu

[44:20] di depan di 10 detik pertama. Habis gitu di 10 detik terakhir atau di 8 detik

[44:22] di 10 detik terakhir atau di 8 detik terakhir kita udah kayak audiens ngerasa

[44:24] terakhir kita udah kayak audiens ngerasa enggak cukup ee kepancing untuk nonton

[44:27] enggak cukup ee kepancing untuk nonton sampai akhir. Cuma tapi jarang ya,

[44:28] sampai akhir. Cuma tapi jarang ya, Teman-teman ya, aku menemukan eh data

[44:31] Teman-teman ya, aku menemukan eh data yang menunjukkan average was time-nya

[44:33] yang menunjukkan average was time-nya dari 18 detik, average was time-nya cuma

[44:35] dari 18 detik, average was time-nya cuma 17 detik gitu. Jadi kayak cuma

[44:37] 17 detik gitu. Jadi kayak cuma ketinggalan 1 detik. Nah, itu kayak aku

[44:39] ketinggalan 1 detik. Nah, itu kayak aku jarang sekali menemukan ya. Paling

[44:40] jarang sekali menemukan ya. Paling enggak paling enggak sih ee 5 detik

[44:44] enggak paling enggak sih ee 5 detik pertama orang nonton itu yang secara

[44:47] pertama orang nonton itu yang secara umum terjadi gitu. Apalagi kalau

[44:48] umum terjadi gitu. Apalagi kalau misalnya brand baru itu 2 detik, 3

[44:50] misalnya brand baru itu 2 detik, 3 detik. Kalau misalnya memang hook-nya

[44:52] detik. Kalau misalnya memang hook-nya kureng, kureng banget itu ee enggak akan

[44:55] kureng, kureng banget itu ee enggak akan sampai 5 detik. Mereka akan langsung

[44:57] sampai 5 detik. Mereka akan langsung skip. Nah, ini kayaknya eh matrix baru

[45:01] skip. Nah, ini kayaknya eh matrix baru ya, Skip Rate ini karena beberapa bulan

[45:04] ya, Skip Rate ini karena beberapa bulan yang lalu aku belum sempat lihat ini.

[45:05] yang lalu aku belum sempat lihat ini. Cuma correct me from wrong. Jadi, skip

[45:08] Cuma correct me from wrong. Jadi, skip rate ini adalah eh rate atau ya rate

[45:12] rate ini adalah eh rate atau ya rate berapa berapa banyak orang yang ng-skip

[45:15] berapa berapa banyak orang yang ng-skip video kita. Jadi, dari sekian orang

[45:18] video kita. Jadi, dari sekian orang misalnya ya ini ya account reach dari

[45:20] misalnya ya ini ya account reach dari 115.000 R000 orang yang nonton konten

[45:23] 115.000 R000 orang yang nonton konten kita, 26%-nya itu nge-skip ng-skip

[45:27] kita, 26%-nya itu nge-skip ng-skip konten kita. Nah, kalau your typical

[45:29] konten kita. Nah, kalau your typical skip rate ini adalah benchmark ya.

[45:32] skip rate ini adalah benchmark ya. Biasanya dengan video-video yang serupa

[45:34] Biasanya dengan video-video yang serupa dengan konten kita, skip rate-nya tuh

[45:36] dengan konten kita, skip rate-nya tuh 513 51,3%

[45:38] 513 51,3% tapi di res itu skip rate-nya cuma 26%.

[45:43] tapi di res itu skip rate-nya cuma 26%. Nah, jadi bisa kita simpulkan kalau oke

[45:45] Nah, jadi bisa kita simpulkan kalau oke videonya udah cukup menarik eh next-nya

[45:47] videonya udah cukup menarik eh next-nya apa gitu. berarti kita bisa

[45:49] apa gitu. berarti kita bisa menyimpulkan, oke ini video videonya

[45:51] menyimpulkan, oke ini video videonya kita coba lagi dengan format yang sama

[45:54] kita coba lagi dengan format yang sama tapi konten isinya beda gitu ya. Apakah

[45:57] tapi konten isinya beda gitu ya. Apakah akan sewinning ini gitu ya? Apakah kalau

[45:59] akan sewinning ini gitu ya? Apakah kalau misalnya ternyata format sama konten isi

[46:02] misalnya ternyata format sama konten isi isinya beda tapi ee tidak winning

[46:06] isinya beda tapi ee tidak winning berarti yang kita coba lagi konten yang

[46:08] berarti yang kita coba lagi konten yang lain gitu. Apakah yang winning itu

[46:10] lain gitu. Apakah yang winning itu formatnya atau isinya? Ternyata kalau

[46:12] formatnya atau isinya? Ternyata kalau yang lebih naik konten yang kita coba

[46:15] yang lebih naik konten yang kita coba dengan format eh format sama isi beda

[46:17] dengan format eh format sama isi beda dan ternyata lebih winning berarti

[46:19] dan ternyata lebih winning berarti audiens sudah mulai kebentuk ya berarti

[46:21] audiens sudah mulai kebentuk ya berarti oke berarti kita akan lebih ngebahas ke

[46:23] oke berarti kita akan lebih ngebahas ke ee konten-konten yang berkaitan dengan

[46:26] ee konten-konten yang berkaitan dengan ee yang baru ini gitu ya compare to yang

[46:28] ee yang baru ini gitu ya compare to yang lama gitu teman-teman. Jadi kalau

[46:30] lama gitu teman-teman. Jadi kalau ngomongin soal konten eh there is no

[46:33] ngomongin soal konten eh there is no exact rumus tidak ada rumus pastinya ya.

[46:37] exact rumus tidak ada rumus pastinya ya. Jadi memang semuanya harus AB testing

[46:39] Jadi memang semuanya harus AB testing dan semuanya harus ada comparison. kita

[46:41] dan semuanya harus ada comparison. kita enggak bisa ngomong konten A itu lebih

[46:43] enggak bisa ngomong konten A itu lebih ee bagus atau enggak kalau kita tidak

[46:45] ee bagus atau enggak kalau kita tidak punya pembanding konten B, konten C,

[46:48] punya pembanding konten B, konten C, konten D, dan konten E seterusnya gitu.

[46:52] konten D, dan konten E seterusnya gitu. Apalagi kalau sekarang zaman GMV Max ya,

[46:54] Apalagi kalau sekarang zaman GMV Max ya, zaman TikTok sekarang. Kalau ee ini agak

[46:57] zaman TikTok sekarang. Kalau ee ini agak ini sedikit aja teman-teman tapi TikTok

[46:59] ini sedikit aja teman-teman tapi TikTok Ad sekarang itu semakin hari semakin

[47:02] Ad sekarang itu semakin hari semakin kejam ya karena budget minimalnya itu

[47:05] kejam ya karena budget minimalnya itu ditinggiin. Dan sekarang itu kalau

[47:08] ditinggiin. Dan sekarang itu kalau teman-teman perhatikan banyak brand di

[47:11] teman-teman perhatikan banyak brand di TikTok yang nge-spam konten. Jadi

[47:14] TikTok yang nge-spam konten. Jadi kontennya tuh dibuat ee kuantitas.

[47:16] kontennya tuh dibuat ee kuantitas. Pokoknya pokoknya ada konten kontennya

[47:19] Pokoknya pokoknya ada konten kontennya ee terserah ngapain, mau ngapain, pendek

[47:22] ee terserah ngapain, mau ngapain, pendek durasinya tapi pokoknya ada gitu. Nah,

[47:26] durasinya tapi pokoknya ada gitu. Nah, beda kalau kita misalnya kita ngomong di

[47:28] beda kalau kita misalnya kita ngomong di TikTok ya ee kalau misalnya kontennya

[47:30] TikTok ya ee kalau misalnya kontennya keperluannya untuk paid ads gitu ya

[47:32] keperluannya untuk paid ads gitu ya daripada ee dengan konten yang memang

[47:34] daripada ee dengan konten yang memang keperluannya untuk organik itu kita

[47:36] keperluannya untuk organik itu kita bahasanya beda lagi. Kalau ngomongin ads

[47:38] bahasanya beda lagi. Kalau ngomongin ads kita cuma butuh main quantity dan kita

[47:41] kita cuma butuh main quantity dan kita kalau di TikTok ya butuh main quantity

[47:43] kalau di TikTok ya butuh main quantity sama keranjang kuning. Udah. Tapi kalau

[47:45] sama keranjang kuning. Udah. Tapi kalau misalnya kita mau organik, nah itu kita

[47:48] misalnya kita mau organik, nah itu kita mesti ngerti dan mesti paham beberapa

[47:50] mesti ngerti dan mesti paham beberapa matriks yang matriks seperti ini, gitu.

[47:55] matriks yang matriks seperti ini, gitu. Oke. Nah, ini udah mulai ada

[47:57] Oke. Nah, ini udah mulai ada angka-angkanya ini ya. Engagement rate

[47:59] angka-angkanya ini ya. Engagement rate calculator. Ngomongin engagement rate

[48:02] calculator. Ngomongin engagement rate itu eh aku keingat banget sama partner

[48:06] itu eh aku keingat banget sama partner agency, agencypartnernya Spill Digital.

[48:08] agency, agencypartnernya Spill Digital. Jadi ada QOL agency gitu. biasanya untuk

[48:11] Jadi ada QOL agency gitu. biasanya untuk menghitung eh ini ya engagement rate

[48:14] menghitung eh ini ya engagement rate contentnya KL. Jadi ini nih ada satu

[48:17] contentnya KL. Jadi ini nih ada satu misalnya ada tiga akun nih sama-sama

[48:19] misalnya ada tiga akun nih sama-sama 100.000 followers. Kelihatannya sih

[48:21] 100.000 followers. Kelihatannya sih 100.000 followers tapi apakah itu cuma

[48:23] 100.000 followers tapi apakah itu cuma angka doang atau sebenarnya itu beneran

[48:26] angka doang atau sebenarnya itu beneran organik gitu. Karena kalau ngomongin

[48:28] organik gitu. Karena kalau ngomongin followers kan sekarang followers bisa

[48:29] followers kan sekarang followers bisa beli ya. Sementara kalau real engagement

[48:33] beli ya. Sementara kalau real engagement atau real interaction itu yang enggak

[48:36] atau real interaction itu yang enggak akan pernah bisa dibeli pakai ads gitu

[48:38] akan pernah bisa dibeli pakai ads gitu ya. Jadi kalau ngomongin soal sincere

[48:41] ya. Jadi kalau ngomongin soal sincere atau interaksi yang tulus dari audience

[48:44] atau interaksi yang tulus dari audience itu memang harus dari konten organiknya.

[48:46] itu memang harus dari konten organiknya. Jadi mau kita mau kita ngiklan

[48:48] Jadi mau kita mau kita ngiklan seberapapun supaya orang komen, kalau

[48:50] seberapapun supaya orang komen, kalau memang kontennya tidak menggerakkan

[48:52] memang kontennya tidak menggerakkan orang untuk komen juga iklannya juga

[48:54] orang untuk komen juga iklannya juga bakalan boncos anyway gitu. Nah,

[48:57] bakalan boncos anyway gitu. Nah, engagement rating ini ada ada dua

[48:59] engagement rating ini ada ada dua teman-teman yang paling sering aku

[49:00] teman-teman yang paling sering aku jumpai ya. Jadi ada buat konten ada buat

[49:03] jumpai ya. Jadi ada buat konten ada buat account. Biasanya yang dicari sama QL

[49:05] account. Biasanya yang dicari sama QL specialist itu buat account ya, buat

[49:07] specialist itu buat account ya, buat account atau buat kontennya. Sementara

[49:09] account atau buat kontennya. Sementara yang biasanya dipakai di reporting brand

[49:11] yang biasanya dipakai di reporting brand itu AR eh AR kontennya gitu per konten.

[49:16] itu AR eh AR kontennya gitu per konten. Jadi engagement rate ini eh rumusnya

[49:18] Jadi engagement rate ini eh rumusnya seperti ini dan benchmarknya itu adalah

[49:22] seperti ini dan benchmarknya itu adalah 1 sampai 3,5%.

[49:24] 1 sampai 3,5%. Nah, 1% itu artinya apa sih gitu ya? 1%

[49:27] Nah, 1% itu artinya apa sih gitu ya? 1% engagement rate eh di engagement rate

[49:29] engagement rate eh di engagement rate itu sama dengan satu dari 100 orang yang

[49:33] itu sama dengan satu dari 100 orang yang memberikan like, comment, atau share

[49:34] memberikan like, comment, atau share atau yang berinteraksi. Misalnya kalau

[49:37] atau yang berinteraksi. Misalnya kalau kalau konteksnya itu untuk menghitung

[49:39] kalau konteksnya itu untuk menghitung akun gitu ya, engagement rate akun, maka

[49:42] akun gitu ya, engagement rate akun, maka satu dari 100 orang followers yang

[49:46] satu dari 100 orang followers yang berinteraksi dengan kontennya atau eh

[49:48] berinteraksi dengan kontennya atau eh creatornya. Tapi kalau konteksnya adalah

[49:51] creatornya. Tapi kalau konteksnya adalah konten eh 1% itu sama dengan 1 dari 100

[49:54] konten eh 1% itu sama dengan 1 dari 100 orang viewers ya yang melihat yang

[49:57] orang viewers ya yang melihat yang memberikan interaksi gitu. Contoh contoh

[50:01] memberikan interaksi gitu. Contoh contoh ya konten ada 10.000 views mendapatkan

[50:06] ya konten ada 10.000 views mendapatkan 100 total interaksi. 100 total interaksi

[50:08] 100 total interaksi. 100 total interaksi ini bisa berupa like, comment, share, eh

[50:11] ini bisa berupa like, comment, share, eh repost sama apa tadi? Save gitu ya. maka

[50:15] repost sama apa tadi? Save gitu ya. maka IR-nya adalah 1% per konten. Jadi,

[50:18] IR-nya adalah 1% per konten. Jadi, engagement rate untuk menghitung eh

[50:20] engagement rate untuk menghitung eh total interaksinya atau eh ya

[50:24] total interaksinya atau eh ya perbandingan antara engagement aslinya

[50:27] perbandingan antara engagement aslinya dengan angka followers atau angka

[50:29] dengan angka followers atau angka viewers. Jadi, ada kan orang yang cuma

[50:31] viewers. Jadi, ada kan orang yang cuma nonton doang, ada yang berinteraksi.

[50:32] nonton doang, ada yang berinteraksi. Nah, engagement itu tuh untuk menghitung

[50:33] Nah, engagement itu tuh untuk menghitung berapa banyak sih yang sebenarnya

[50:35] berapa banyak sih yang sebenarnya tertarik sama untuk berinteraksi sama

[50:38] tertarik sama untuk berinteraksi sama creator ini, gitu.

[50:41] creator ini, gitu. Nah, eh sekarang udah banyak ya,

[50:44] Nah, eh sekarang udah banyak ya, Teman-teman ya, kayak website atau

[50:46] Teman-teman ya, kayak website atau aplikasi untuk ngitung engagement rate.

[50:49] aplikasi untuk ngitung engagement rate. Jadi, Teman-teman enggak perlu ngitung

[50:50] Jadi, Teman-teman enggak perlu ngitung manual sebenarnya. Dan Instagram pun

[50:52] manual sebenarnya. Dan Instagram pun juga udah ngasih fitur interaction nih,

[50:54] juga udah ngasih fitur interaction nih, ya. Jadi, kita enggak perlu yang ngitung

[50:56] ya. Jadi, kita enggak perlu yang ngitung manual, oh likes-nya 1.000 ditambah

[50:59] manual, oh likes-nya 1.000 ditambah komen 2.000 gitu ya. Atau bahkan kayak

[51:01] komen 2.000 gitu ya. Atau bahkan kayak sekarang sesimpel di website, kita

[51:03] sekarang sesimpel di website, kita tinggal copy linknya aja udah keluar

[51:05] tinggal copy linknya aja udah keluar engagement rate-nya. Nah, cuma kalau

[51:08] engagement rate-nya. Nah, cuma kalau engagement rate itu memang untuk

[51:09] engagement rate itu memang untuk menghitung seberapa aktif kita punya

[51:12] menghitung seberapa aktif kita punya audiens dan apa namanya dan untuk

[51:16] audiens dan apa namanya dan untuk menghitung seberapa real angka followers

[51:18] menghitung seberapa real angka followers kita atau angka viewers kita gitu. Nah,

[51:21] kita atau angka viewers kita gitu. Nah, ini kita hitung deh berapa IR-nya. Ini

[51:24] ini kita hitung deh berapa IR-nya. Ini dari konten yang tadi ya. Dari konten

[51:26] dari konten yang tadi ya. Dari konten yang tadi kita bedah matriks-nya. Kalau

[51:29] yang tadi kita bedah matriks-nya. Kalau total impression-nya Rp200.000,

[51:31] total impression-nya Rp200.000, total engagement-nya 14.000.

[51:34] total engagement-nya 14.000. Kalau misalnya kita masukin di rumus

[51:36] Kalau misalnya kita masukin di rumus engagement rate, maka berapa engagement

[51:39] engagement rate, maka berapa engagement rate-nya?

[51:41] rate-nya? Boleh, Teman-teman. Ee waktunya 10 detik

[51:45] Boleh, Teman-teman. Ee waktunya 10 detik buat menghitung.

[51:47] buat menghitung. Ada yang udah nemu jawabannya enggak?

[51:50] Ada yang udah nemu jawabannya enggak? Wih, cepat nih, Kak. Darili keren,

[51:54] Wih, cepat nih, Kak. Darili keren, keren. 7% benar benar benar jawabannya

[51:56] keren. 7% benar benar benar jawabannya 7% artinya apa nih? Berarti 7% K dari

[52:00] 7% artinya apa nih? Berarti 7% K dari Kak dari li on mic enggak? atau mau

[52:04] Kak dari li on mic enggak? atau mau di-type di chat juga enggak apa-apa.

[52:06] di-type di chat juga enggak apa-apa. Artinya apa nih? Berarti engagement rate

[52:08] Artinya apa nih? Berarti engagement rate 7%

[52:10] 7% di konten ini tuh artinya apa gitu?

[52:14] di konten ini tuh artinya apa gitu? Definisinya apa? Ini aku cuma pengin

[52:17] Definisinya apa? Ini aku cuma pengin ngetes ya, Teman-teman, apakah sudah eh

[52:19] ngetes ya, Teman-teman, apakah sudah eh paham atau enggak dengan konsep

[52:21] paham atau enggak dengan konsep engagement rate. Kak Darli mau mau on

[52:25] engagement rate. Kak Darli mau mau on mic atau mau typing? Oke,

[52:30] mic atau mau typing? Oke, cuma 7% 7% penonton yang menemukan

[52:33] cuma 7% 7% penonton yang menemukan konten ini minimal. Oke, eh hampir

[52:36] konten ini minimal. Oke, eh hampir benar, hampir benar. Tapi konsepnya

[52:39] benar, hampir benar. Tapi konsepnya lumayan udah ngerti ya. Jadi engagement

[52:41] lumayan udah ngerti ya. Jadi engagement dari 7% itu artinya tujuh dari 100

[52:44] dari 7% itu artinya tujuh dari 100 penonton dari setiap 100 penonton itu

[52:48] penonton dari setiap 100 penonton itu berinteraksi dengan kontennya, dengan

[52:50] berinteraksi dengan kontennya, dengan konten berikut gitu ya. Artinya ee tujuh

[52:53] konten berikut gitu ya. Artinya ee tujuh dari ee tujuh dari 100 orang gitu ya.

[52:56] dari ee tujuh dari 100 orang gitu ya. Kalau totalnya adalah 200 orang berarti

[52:59] Kalau totalnya adalah 200 orang berarti 7 dikali ya itu gitu ya matematika gitu

[53:03] 7 dikali ya itu gitu ya matematika gitu ya do the mat. Nah kalau berdasarkan eh

[53:06] ya do the mat. Nah kalau berdasarkan eh benchmark yang sebelumnya ya benchmark

[53:09] benchmark yang sebelumnya ya benchmark sebelumnya 1 sampai 3,5%

[53:11] sebelumnya 1 sampai 3,5% itu dengan engagement 7% udah dibilang

[53:14] itu dengan engagement 7% udah dibilang kuenya cukup winning gitu karena udah

[53:16] kuenya cukup winning gitu karena udah udah surpass the benchmark. Tapi kalau

[53:18] udah surpass the benchmark. Tapi kalau ngomongin benchmark ya sekali lagi

[53:20] ngomongin benchmark ya sekali lagi setiap industri ada beda-beda

[53:22] setiap industri ada beda-beda benchmarknya. Kita enggak bisa

[53:23] benchmarknya. Kita enggak bisa menggunakan benchmark untuk industry

[53:25] menggunakan benchmark untuk industry beauty, ke industry fashion, ke industri

[53:28] beauty, ke industry fashion, ke industri fashion cowok, ke industri fashion

[53:29] fashion cowok, ke industri fashion muslim, ke hijab itu send eh beda

[53:32] muslim, ke hijab itu send eh beda sendiri, beda lagi gitu ya kalau untuk

[53:34] sendiri, beda lagi gitu ya kalau untuk engagement rate. Tapi so far secara

[53:37] engagement rate. Tapi so far secara general, secara general ya secara

[53:39] general, secara general ya secara general mungkin 1 sampai 3,5% dari eh

[53:42] general mungkin 1 sampai 3,5% dari eh engagement rate itu udah cukup untuk

[53:45] engagement rate itu udah cukup untuk membuktikan kalau ya memang akun ini ada

[53:47] membuktikan kalau ya memang akun ini ada interaksinya gitu. dari someone yang

[53:50] interaksinya gitu. dari someone yang interact with this account with this

[53:51] interact with this account with this creator gitu ya. Jadi dari kalau

[53:54] creator gitu ya. Jadi dari kalau misalnya based on that benchmark e 7%

[53:57] misalnya based on that benchmark e 7% engagement itu berarti udah winning

[54:00] engagement itu berarti udah winning banget karena dua kali lipat dari 3,5 ya

[54:02] banget karena dua kali lipat dari 3,5 ya dua kali lipat dari standar gitu ya.

[54:05] dua kali lipat dari standar gitu ya. Oke.

[54:06] Oke. Nah, kalau misalnya kita nemuin

[54:08] Nah, kalau misalnya kita nemuin benchmark 1% terus kayak kliennya enggak

[54:10] benchmark 1% terus kayak kliennya enggak satisfied atau kita ngerasa tidak

[54:12] satisfied atau kita ngerasa tidak satisfied ya dengan ER-nya, ini kayaknya

[54:14] satisfied ya dengan ER-nya, ini kayaknya kurang nih. Nah, kalau cara ada enggak

[54:17] kurang nih. Nah, kalau cara ada enggak ya cara naikin IR gitu ya? Nah, ini aku

[54:20] ya cara naikin IR gitu ya? Nah, ini aku akan ee akan kasih tahu berdasarkan

[54:23] akan ee akan kasih tahu berdasarkan pengalaman aku juga dan juga dari

[54:25] pengalaman aku juga dan juga dari industri ya, dari industry insights.

[54:28] industri ya, dari industry insights. Yang pertama adalah eh salah. Yang

[54:30] Yang pertama adalah eh salah. Yang pertama adalah eh kita mesti tahu dulu

[54:32] pertama adalah eh kita mesti tahu dulu apa yang bikin orang engage gitu ya. Ada

[54:35] apa yang bikin orang engage gitu ya. Ada empat hal ini yaitu relate, useful,

[54:37] empat hal ini yaitu relate, useful, emotional, dan sharable. Empat ini

[54:40] emotional, dan sharable. Empat ini adalah hal yang paling umum yang membuat

[54:43] adalah hal yang paling umum yang membuat orang engage sama konten kita. Kalau

[54:46] orang engage sama konten kita. Kalau misalnya konten kita tuh relate,

[54:47] misalnya konten kita tuh relate, audiens-nya ngerasa, "Oh, ini gua banget

[54:49] audiens-nya ngerasa, "Oh, ini gua banget nih kontennya," maka mereka akan engage.

[54:52] nih kontennya," maka mereka akan engage. Kalau merasa useful kayak si resep masak

[54:55] Kalau merasa useful kayak si resep masak ee buat anak kosan tadi gitu ya, orang

[54:57] ee buat anak kosan tadi gitu ya, orang akan safe gitu ya. Kalau kontennya

[54:59] akan safe gitu ya. Kalau kontennya emotional, orang bisa share. Kalau share

[55:02] emotional, orang bisa share. Kalau share seperti video kucing atau video-video

[55:04] seperti video kucing atau video-video meme lucu atau video-video jokes gelap

[55:07] meme lucu atau video-video jokes gelap itu ee juga bisa bikin orang-orang

[55:11] itu ee juga bisa bikin orang-orang engage dengan konten kita. Terus yang

[55:14] engage dengan konten kita. Terus yang kedua, fokus ke empat driver utama

[55:17] kedua, fokus ke empat driver utama engagement. Artinya empat eh hal yang

[55:19] engagement. Artinya empat eh hal yang ngebuat audience itu bisa engage dari

[55:22] ngebuat audience itu bisa engage dari konten ngelihat dari konten kita itu

[55:23] konten ngelihat dari konten kita itu adalah yang pertama hook, yang kedua

[55:26] adalah yang pertama hook, yang kedua retention yang tadi kita bahas, yang

[55:28] retention yang tadi kita bahas, yang ketiga ada trigger interaction atau

[55:30] ketiga ada trigger interaction atau ketika audiens eh ketika creatornya itu

[55:32] ketika audiens eh ketika creatornya itu bisa ng-trigger eh interaksi dari

[55:35] bisa ng-trigger eh interaksi dari audiens, bisa memicu interaksi, ya. Jadi

[55:37] audiens, bisa memicu interaksi, ya. Jadi antara ngasih pertanyaan di awal di awal

[55:40] antara ngasih pertanyaan di awal di awal hook-nya gitu ya atau memberikan

[55:43] hook-nya gitu ya atau memberikan fakta-fakta yang mencengangkan gitu yang

[55:45] fakta-fakta yang mencengangkan gitu yang yang sampai bikin speechless, yang apa

[55:47] yang sampai bikin speechless, yang apa bikin penasaran sama yang terakhir

[55:49] bikin penasaran sama yang terakhir value. Yang value ini balik lagi ya

[55:50] value. Yang value ini balik lagi ya enggak harus ya gimana-gimana tapi value

[55:54] enggak harus ya gimana-gimana tapi value ini harus bisa dirasakan sama audience

[55:57] ini harus bisa dirasakan sama audience gitu ya. Ketika audience ngerasa secara

[55:59] gitu ya. Ketika audience ngerasa secara sincere, secara tulus merasakan ada

[56:02] sincere, secara tulus merasakan ada perasaan ke bawah emosional. Nah, di

[56:04] perasaan ke bawah emosional. Nah, di situ kita udah cukup merasa eh kita

[56:07] situ kita udah cukup merasa eh kita sudah cukup bilang untuk konten ini

[56:08] sudah cukup bilang untuk konten ini valuable gitu.

[56:11] valuable gitu. Oke, yang ketiga adalah read the matrix.

[56:13] Oke, yang ketiga adalah read the matrix. Kita harus selalu membaca datanya. Jadi,

[56:17] Kita harus selalu membaca datanya. Jadi, kita tidak boleh ee acuh ya,

[56:18] kita tidak boleh ee acuh ya, Teman-teman. Kayak ya udahlah ini konten

[56:20] Teman-teman. Kayak ya udahlah ini konten bias eh likes-nya 27 eh komennya satu

[56:23] bias eh likes-nya 27 eh komennya satu gitu ya. Tapi kita mesti membaca juga

[56:26] gitu ya. Tapi kita mesti membaca juga matriks-nya. Cuma memang kalau misalnya

[56:28] matriks-nya. Cuma memang kalau misalnya amountnya atau secara jumlah itu masih

[56:30] amountnya atau secara jumlah itu masih terlalu kecil, kadang-kadang memang

[56:32] terlalu kecil, kadang-kadang memang analisanya jadi kurang akurat ya,

[56:34] analisanya jadi kurang akurat ya, Teman-teman. Kalau misalnya angkanya tuh

[56:36] Teman-teman. Kalau misalnya angkanya tuh masih kecil atau artinya kontennya tuh

[56:38] masih kecil atau artinya kontennya tuh belum banyak yang mengonsumsi, maka yang

[56:41] belum banyak yang mengonsumsi, maka yang bisa kita lakukan adalah perbanyak lagi

[56:43] bisa kita lakukan adalah perbanyak lagi secara quantity kontennya, tapi

[56:45] secara quantity kontennya, tapi perbanyak EB testing-nya. Jadi bikin

[56:47] perbanyak EB testing-nya. Jadi bikin format beda, terus cobain hook yang

[56:49] format beda, terus cobain hook yang beda, mungkin cobain talent atau visual

[56:51] beda, mungkin cobain talent atau visual aspek yang beda. Nah, itu yang untuk

[56:54] aspek yang beda. Nah, itu yang untuk nge-trigger ada angka yang jauh lebih

[56:56] nge-trigger ada angka yang jauh lebih banyak supaya kita analisanya bisa jadi

[56:58] banyak supaya kita analisanya bisa jadi lebih akurat gitu ya. Terus ada cheat

[57:02] lebih akurat gitu ya. Terus ada cheat code-nya. Cheat code-nya adalah eh

[57:05] code-nya. Cheat code-nya adalah eh sebenarnya fungsinya kita untuk AB

[57:07] sebenarnya fungsinya kita untuk AB testing gitu ya. IB testing different

[57:09] testing gitu ya. IB testing different format itu adalah untuk bisa kita

[57:11] format itu adalah untuk bisa kita recreate. Kalau misalnya kita sudah

[57:14] recreate. Kalau misalnya kita sudah punya format konten yang winning atau

[57:16] punya format konten yang winning atau kita sudah punya topik konten yang

[57:17] kita sudah punya topik konten yang winning itu gampang aja sebenarnya.

[57:20] winning itu gampang aja sebenarnya. Kalau misalnya teman-teman notice ada

[57:21] Kalau misalnya teman-teman notice ada beberapa influencer yang kalau di scroll

[57:24] beberapa influencer yang kalau di scroll kontennya tuh itu-itu mulu ya.

[57:26] kontennya tuh itu-itu mulu ya. Ngebahasnya begitu-begitu mulu ya. Jadi

[57:29] Ngebahasnya begitu-begitu mulu ya. Jadi kayak ngebahas soal investasi investasi

[57:31] kayak ngebahas soal investasi investasi mulu. Jadi investasi emas investasi emas

[57:33] mulu. Jadi investasi emas investasi emas ee banyak keyword-nya gitu. keyword-nya

[57:35] ee banyak keyword-nya gitu. keyword-nya di mana-mana gitu. Di sembilan konten

[57:37] di mana-mana gitu. Di sembilan konten grid itu semuanya ngebahas investasi

[57:39] grid itu semuanya ngebahas investasi emas. Bisa jadi karena itu adalah tipe e

[57:43] emas. Bisa jadi karena itu adalah tipe e tipe konten yang winning di akun mereka

[57:45] tipe konten yang winning di akun mereka gitu ya. Ada yang formatnya itu eh

[57:48] gitu ya. Ada yang formatnya itu eh konten yang dia cuma talking head gitu

[57:50] konten yang dia cuma talking head gitu ya, cuma kamera depan. Terus tulisannya

[57:53] ya, cuma kamera depan. Terus tulisannya banyak tuh tulisannya satu layar. Nah,

[57:55] banyak tuh tulisannya satu layar. Nah, yang bikin tulisan ee yang bikin menarik

[57:58] yang bikin tulisan ee yang bikin menarik itu adalah kontennya cuma 1 sampai 3

[58:00] itu adalah kontennya cuma 1 sampai 3 detik eh 1 sampai 5 detik gitu ya. Tapi

[58:03] detik eh 1 sampai 5 detik gitu ya. Tapi tulisannya itu ternyata meskipun satu

[58:06] tulisannya itu ternyata meskipun satu layar tapi cukup menyentuh gitu ya.

[58:08] layar tapi cukup menyentuh gitu ya. Cukup menyentuh audience untuk kayak

[58:10] Cukup menyentuh audience untuk kayak setidaknya e nge-like, komen,

[58:12] setidaknya e nge-like, komen, nge-trigger gitu ya, untuk nge-like,

[58:14] nge-trigger gitu ya, untuk nge-like, comen, share, atau save kayak gitu. Jadi

[58:19] comen, share, atau save kayak gitu. Jadi fungsinya kita mencoba beberapa format

[58:21] fungsinya kita mencoba beberapa format itu adalah supaya kita bisa ngerti e

[58:24] itu adalah supaya kita bisa ngerti e format yang winning yang mana.

[58:26] format yang winning yang mana. Jangan-jangan selama ini kita bikin

[58:27] Jangan-jangan selama ini kita bikin konten effort banget yang udah harus

[58:30] konten effort banget yang udah harus pakai lighting, kamera apa segala macam.

[58:32] pakai lighting, kamera apa segala macam. Ternyata konten yang konten yang lebih

[58:34] Ternyata konten yang konten yang lebih winning tuh justru konten-konten yang

[58:36] winning tuh justru konten-konten yang daily yang sifatnya e yang kita rekam

[58:38] daily yang sifatnya e yang kita rekam bisa pakai kamera HP yang cuma kita

[58:40] bisa pakai kamera HP yang cuma kita sharing experience, kita sharing kita

[58:42] sharing experience, kita sharing kita bangun tidur sampai tidur lagi ngapain

[58:44] bangun tidur sampai tidur lagi ngapain gitu ya. Jangan-jangan ternyata yang

[58:47] gitu ya. Jangan-jangan ternyata yang yang lebih winning tuh konten-konten

[58:48] yang lebih winning tuh konten-konten yang low effort daripada konten-konten

[58:51] yang low effort daripada konten-konten yang high effort gitu. Kecuali kalau

[58:53] yang high effort gitu. Kecuali kalau memang eh teman-teman pengin punya

[58:55] memang eh teman-teman pengin punya production house ya atau lebih ke dunia

[58:58] production house ya atau lebih ke dunia perfilman, nah itu kan beda lagi ya

[58:59] perfilman, nah itu kan beda lagi ya konteksnya. Tapi kan ini konteksnya

[59:01] konteksnya. Tapi kan ini konteksnya lebih ke content creation daily gitu.

[59:05] lebih ke content creation daily gitu. Sama yang kedua ada series content.

[59:08] Sama yang kedua ada series content. series konten ini kayak yang part 1,

[59:10] series konten ini kayak yang part 1, part 2, part 3. Nah, tapi ini

[59:12] part 2, part 3. Nah, tapi ini sangat-sangat tricky ya menurut aku

[59:13] sangat-sangat tricky ya menurut aku karena jujur aku belum sepanjang

[59:16] karena jujur aku belum sepanjang pengalaman aku, aku belum menemukan satu

[59:19] pengalaman aku, aku belum menemukan satu konten, satu akun brand yang aku handle

[59:22] konten, satu akun brand yang aku handle itu bisa winning pakai series series

[59:24] itu bisa winning pakai series series konten. Mostly series konten ini terjadi

[59:27] konten. Mostly series konten ini terjadi di akun-akun personal branding,

[59:29] di akun-akun personal branding, akun-akun coach, eh consultant. Nah, itu

[59:33] akun-akun coach, eh consultant. Nah, itu bisa naik soalnya ngomonginnya soal

[59:35] bisa naik soalnya ngomonginnya soal personal. Kalau akun akun brand sih

[59:40] personal. Kalau akun akun brand sih sejauh pengalaman aku belum ada sih yang

[59:42] sejauh pengalaman aku belum ada sih yang winning dengan series konten ini gitu.

[59:44] winning dengan series konten ini gitu. Nah, yang paling tricky dari series

[59:46] Nah, yang paling tricky dari series konten adalah ee dari part 1, part 2,

[59:49] konten adalah ee dari part 1, part 2, part 3 masing-masing itu adalah konten

[59:52] part 3 masing-masing itu adalah konten yang berdiri sendiri sebenarnya. Jadi

[59:54] yang berdiri sendiri sebenarnya. Jadi mesti punya struktur yang strong juga

[59:57] mesti punya struktur yang strong juga dan positioning yang strong juga gitu.

[01:00:00] dan positioning yang strong juga gitu. intinya kayak kenapa part 1 ini menarik,

[01:00:03] intinya kayak kenapa part 1 ini menarik, tapi part 2 ini juga enggak kalah

[01:00:05] tapi part 2 ini juga enggak kalah menarik dan part 3 ini juga enggak kalah

[01:00:06] menarik dan part 3 ini juga enggak kalah menarik gitu. Nah, itu trikynya di situ,

[01:00:09] menarik gitu. Nah, itu trikynya di situ, Teman-teman. Kalau sampai kita ee

[01:00:11] Teman-teman. Kalau sampai kita ee kehilangan maksudnya kalau kita sampai

[01:00:14] kehilangan maksudnya kalau kita sampai miss ya, ternyata part sat e part

[01:00:16] miss ya, ternyata part sat e part satunya menarik banget sehingga

[01:00:18] satunya menarik banget sehingga orang-orang minta bikin part 2, ternyata

[01:00:20] orang-orang minta bikin part 2, ternyata part 2-nya biasa aja gitu ya. Audiensnya

[01:00:21] part 2-nya biasa aja gitu ya. Audiensnya akhirnya kecewa gitu. Boro-boro part 3,

[01:00:23] akhirnya kecewa gitu. Boro-boro part 3, part 2 aja di 5 detik pertama dikip.

[01:00:26] part 2 aja di 5 detik pertama dikip. Nah, itu bisa terjadi gitu. Jadi, series

[01:00:30] Nah, itu bisa terjadi gitu. Jadi, series konten itu challenge-nya untuk

[01:00:32] konten itu challenge-nya untuk mempertahankan konsistensi ke

[01:00:35] mempertahankan konsistensi ke kemenarikan konten kita gitu ya, unsur

[01:00:37] kemenarikan konten kita gitu ya, unsur winning yang ada di konten kita.

[01:00:40] winning yang ada di konten kita. Oke. Nah, ini ada beberapa kesalahan

[01:00:43] Oke. Nah, ini ada beberapa kesalahan yang sering kali aku temukan dan sering

[01:00:45] yang sering kali aku temukan dan sering sering kali aku kritik ya di dalam

[01:00:48] sering kali aku kritik ya di dalam content creation industry yaitu yang

[01:00:51] content creation industry yaitu yang pertama adalah posting tanpa analisa.

[01:00:53] pertama adalah posting tanpa analisa. Jadi kayak posting yang penting posting

[01:00:55] Jadi kayak posting yang penting posting gitu ya. Yang penting posting yang

[01:00:56] gitu ya. Yang penting posting yang penting ada gitu ya. tapi enggak

[01:00:58] penting ada gitu ya. tapi enggak dianalisa. Jadinya kita enggak tahu kita

[01:01:01] dianalisa. Jadinya kita enggak tahu kita udah lari 100 km gitu ya, tapi kita

[01:01:04] udah lari 100 km gitu ya, tapi kita enggak tahu arahnya mau ke mana dan kita

[01:01:06] enggak tahu arahnya mau ke mana dan kita enggak tahu apakah kita sudah cukup

[01:01:07] enggak tahu apakah kita sudah cukup kencang. Jangan-jangan ada yang lari 200

[01:01:09] kencang. Jangan-jangan ada yang lari 200 km. Jangan-jangan ada yang enggak usah

[01:01:11] km. Jangan-jangan ada yang enggak usah lari tapi udah udah sampai finish gitu

[01:01:14] lari tapi udah udah sampai finish gitu ya, terbang misalnya. Nah, kalau

[01:01:16] ya, terbang misalnya. Nah, kalau postingan tanpak analisa itu rasanya

[01:01:18] postingan tanpak analisa itu rasanya kayak lari 100 km tapi enggak enggak

[01:01:20] kayak lari 100 km tapi enggak enggak melihat gitu ya. Tapi enggak enggak

[01:01:22] melihat gitu ya. Tapi enggak enggak pakai visi. Jadi enggak tahu tujuannya

[01:01:25] pakai visi. Jadi enggak tahu tujuannya ke mana. Terus kopi tren tanpa

[01:01:27] ke mana. Terus kopi tren tanpa relevansi. Nah, ini sering-sering sekali

[01:01:30] relevansi. Nah, ini sering-sering sekali aku temukan ee tren itu dimaknai sebagai

[01:01:33] aku temukan ee tren itu dimaknai sebagai audio tren atau ya audio tren sih

[01:01:37] audio tren atau ya audio tren sih kebanyakan kalau di TikTok ya. Nah,

[01:01:39] kebanyakan kalau di TikTok ya. Nah, kalau kalau kita cuma hanya sekedar

[01:01:42] kalau kalau kita cuma hanya sekedar ngopi tren tapi kita enggak memikirkan

[01:01:44] ngopi tren tapi kita enggak memikirkan soal relevansinya, kita enggak

[01:01:46] soal relevansinya, kita enggak memikirkan soal apa sih hubungannya tren

[01:01:49] memikirkan soal apa sih hubungannya tren ini dimasukin ke brand kayak terlalu

[01:01:50] ini dimasukin ke brand kayak terlalu maksa gitu ya. terutama konten

[01:01:52] maksa gitu ya. terutama konten jedak-jeduk atau konten JJ. Nah, itu

[01:01:56] jedak-jeduk atau konten JJ. Nah, itu biasanya sih secara impression dia

[01:01:58] biasanya sih secara impression dia enggak akan bagus gitu atau kayak enggak

[01:02:01] enggak akan bagus gitu atau kayak enggak akan terlalu ada dampak yang

[01:02:02] akan terlalu ada dampak yang gimana-gimana kecuali didukung sama

[01:02:05] gimana-gimana kecuali didukung sama unsur lain. Contohnya

[01:02:07] unsur lain. Contohnya talentnya talentnya sangat-sangat

[01:02:09] talentnya talentnya sangat-sangat menarik gitu ya. Jadi visual aspeknya

[01:02:11] menarik gitu ya. Jadi visual aspeknya menarik banget. Atau yang kedua ada

[01:02:14] menarik banget. Atau yang kedua ada aspek yang lain yaitu misalnya promo

[01:02:17] aspek yang lain yaitu misalnya promo atau diskon. Nah, promo atau diskon itu

[01:02:19] atau diskon. Nah, promo atau diskon itu kan memang suatu message yang harus

[01:02:20] kan memang suatu message yang harus disampaikan secepat mungkin ya, karena

[01:02:22] disampaikan secepat mungkin ya, karena tujuannya kan ke sales. Jadi, e mereka

[01:02:25] tujuannya kan ke sales. Jadi, e mereka harus harus cepat dan harus ee kelihatan

[01:02:29] harus harus cepat dan harus ee kelihatan gitu ya. Nah, itu bisa jadi winning

[01:02:31] gitu ya. Nah, itu bisa jadi winning kontennya. Tapi kalau misalnya kita cuma

[01:02:33] kontennya. Tapi kalau misalnya kita cuma sekedar ngikutin tren tanpa relevansi,

[01:02:36] sekedar ngikutin tren tanpa relevansi, tanpa ngerti tujuan bikin kontennya ini

[01:02:38] tanpa ngerti tujuan bikin kontennya ini apa, pokoknya ngonten aja itu aku sangat

[01:02:40] apa, pokoknya ngonten aja itu aku sangat kurang menyarankan.

[01:02:42] kurang menyarankan. Itu especially untuk konten brand ya.

[01:02:44] Itu especially untuk konten brand ya. Ada lagi yang sampai ngikut-ngikut tren

[01:02:47] Ada lagi yang sampai ngikut-ngikut tren dan malah hasilnya tuh kontradik, malah

[01:02:50] dan malah hasilnya tuh kontradik, malah kayak backlashing ke branding contentnya

[01:02:53] kayak backlashing ke branding contentnya atau tone kontennya eh tone brandnya

[01:02:56] atau tone kontennya eh tone brandnya gitu ya. Malah jadinya brandnya ini

[01:02:58] gitu ya. Malah jadinya brandnya ini kayak krisis identitas gitu ya.

[01:03:00] kayak krisis identitas gitu ya. Sebenarnya ini brandnya ee mau mau

[01:03:03] Sebenarnya ini brandnya ee mau mau narget siapa sih gitu. Jadi bikin

[01:03:05] narget siapa sih gitu. Jadi bikin audiens-nya bingung juga atau sekedar

[01:03:08] audiens-nya bingung juga atau sekedar sekedar enggak nyambung aja sama akunnya

[01:03:11] sekedar enggak nyambung aja sama akunnya gitu. Yang ketiga, terlalu fokus

[01:03:13] gitu. Yang ketiga, terlalu fokus estetik. Nah, ini aku mau kasih konteks

[01:03:14] estetik. Nah, ini aku mau kasih konteks juga. Terlalu fokus estetik ini eh

[01:03:20] juga. Terlalu fokus estetik ini eh terlalu fokus estetik ini bukan berarti

[01:03:22] terlalu fokus estetik ini bukan berarti kita enggak boleh fokus estetik ya. Beda

[01:03:24] kita enggak boleh fokus estetik ya. Beda bedain terlalu fokus estetik sama emang

[01:03:27] bedain terlalu fokus estetik sama emang bikin konten dengan tujuan nampilin

[01:03:29] bikin konten dengan tujuan nampilin estetik. Nah, itu itu beda ya,

[01:03:32] estetik. Nah, itu itu beda ya, Teman-teman. Jadi ee apa namanya? Kalau

[01:03:36] Teman-teman. Jadi ee apa namanya? Kalau konten yang estetik misalnya kayak skinc

[01:03:38] konten yang estetik misalnya kayak skinc atau konten-konten yang ee baju gitu ya,

[01:03:41] atau konten-konten yang ee baju gitu ya, fashion itu memang kita butuh konten

[01:03:43] fashion itu memang kita butuh konten butuh estetiknya untuk mengence produk

[01:03:46] butuh estetiknya untuk mengence produk ini. Nah, tapi kalau misalnya kita

[01:03:49] ini. Nah, tapi kalau misalnya kita terlalu fokus estetik itu kayak

[01:03:50] terlalu fokus estetik itu kayak tipe-tipe konten yang memang harusnya

[01:03:52] tipe-tipe konten yang memang harusnya lucu gitu ya, harusnya konten-konten

[01:03:54] lucu gitu ya, harusnya konten-konten yang ee lebih ke raw-nya gitu ya, ke

[01:03:57] yang ee lebih ke raw-nya gitu ya, ke mentahan kayak pengin menunjukkan ke

[01:04:00] mentahan kayak pengin menunjukkan ke mentahannya, ke rawnya itu enggak

[01:04:03] mentahannya, ke rawnya itu enggak terlalu bagus. Contohnya kayak kontennya

[01:04:05] terlalu bagus. Contohnya kayak kontennya si hektik holic. Nah, hektik holik itu

[01:04:07] si hektik holic. Nah, hektik holik itu kan dia enggak terlalu fokus sama

[01:04:08] kan dia enggak terlalu fokus sama estetik, tapi dia fokusnya ke pesannya

[01:04:11] estetik, tapi dia fokusnya ke pesannya aja sama ke skids-nya sama ke

[01:04:13] aja sama ke skids-nya sama ke pembawaannya yang lucu dan agak messy.

[01:04:16] pembawaannya yang lucu dan agak messy. Jadi kita enggak harus selalu ee rapi,

[01:04:19] Jadi kita enggak harus selalu ee rapi, especially kalau ngomongin personal

[01:04:20] especially kalau ngomongin personal branding, enggak harus selalu yang wah

[01:04:22] branding, enggak harus selalu yang wah harus hijabnya yang miring 45 derajat

[01:04:25] harus hijabnya yang miring 45 derajat gitu. Enggak, enggak harus. Jadi santai

[01:04:27] gitu. Enggak, enggak harus. Jadi santai aja gitu.

[01:04:31] aja gitu. Eh, lastly adalah enggak punya nich ya.

[01:04:34] Eh, lastly adalah enggak punya nich ya. Enggak punya nich ini sama kayak

[01:04:35] Enggak punya nich ini sama kayak brand-brand yang bilangnya eh target

[01:04:39] brand-brand yang bilangnya eh target market target market saya semua orang

[01:04:41] market target market saya semua orang sih, Mbak gitu. Target target market

[01:04:43] sih, Mbak gitu. Target target market saya semua orang, semua kalangan. Wah,

[01:04:46] saya semua orang, semua kalangan. Wah, itu sih secara tidak langsung

[01:04:48] itu sih secara tidak langsung menjelaskan kalau mereka enggak punya

[01:04:49] menjelaskan kalau mereka enggak punya nich atau mereka enggak tahu ee audiens

[01:04:52] nich atau mereka enggak tahu ee audiens mereka yang winning yang bisa percaya

[01:04:54] mereka yang winning yang bisa percaya dan pakai produk mereka itu siapa. Nah,

[01:04:57] dan pakai produk mereka itu siapa. Nah, itu sih.

[01:04:59] itu sih. Oke, ini aku setelah kita ngebahas soal

[01:05:02] Oke, ini aku setelah kita ngebahas soal matriks ee soal data ya, kita bisa

[01:05:06] matriks ee soal data ya, kita bisa ngelihat perbandingannya. Kalau yang

[01:05:07] ngelihat perbandingannya. Kalau yang kemarin kita posting, kalau yang dulu

[01:05:09] kemarin kita posting, kalau yang dulu banget kita kebiasaannya posting, yang

[01:05:11] banget kita kebiasaannya posting, yang penting posting. Kalau sekarang mesti

[01:05:13] penting posting. Kalau sekarang mesti posting berdasarkan eh data ya,

[01:05:16] posting berdasarkan eh data ya, berdasarkan data berdasarkan eh insights

[01:05:19] berdasarkan data berdasarkan eh insights insightes yang kita dapatin dari akun.

[01:05:22] insightes yang kita dapatin dari akun. Terus selain yang kalau dulu kita cuma

[01:05:24] Terus selain yang kalau dulu kita cuma ngikutin tren especially terutama audio

[01:05:26] ngikutin tren especially terutama audio trend sekarang mesti ngikutin insights.

[01:05:29] trend sekarang mesti ngikutin insights. Terus kalau yang dulu kita eh feeling

[01:05:32] Terus kalau yang dulu kita eh feeling based sekarang kita mesti database.

[01:05:34] based sekarang kita mesti database. Feeling base ini bukan berarti sekarang

[01:05:36] Feeling base ini bukan berarti sekarang kita enggak boleh pakai feeling ya

[01:05:37] kita enggak boleh pakai feeling ya teman-teman. maksudnya dalam pengambilan

[01:05:38] teman-teman. maksudnya dalam pengambilan keputusan atau dalam pengambilan ya

[01:05:41] keputusan atau dalam pengambilan ya pengambilan keputusan sebelum ngontennya

[01:05:43] pengambilan keputusan sebelum ngontennya itu kita mesti tahu kenapa kita bikin

[01:05:45] itu kita mesti tahu kenapa kita bikin konten ini. Jadi bukan karena feeling

[01:05:48] konten ini. Jadi bukan karena feeling kita mesti benar-benar tahu oke kita mau

[01:05:50] kita mesti benar-benar tahu oke kita mau IB testing oke datanya e audiens kita

[01:05:52] IB testing oke datanya e audiens kita tuh memang mayoritas perempuan jadi

[01:05:54] tuh memang mayoritas perempuan jadi makanya kita mau coba konten ini gitu

[01:05:56] makanya kita mau coba konten ini gitu ya. Kalau sekarang ee bukan berarti kita

[01:05:59] ya. Kalau sekarang ee bukan berarti kita juga enggak boleh menginvolve feeling

[01:06:01] juga enggak boleh menginvolve feeling ya. Karena di era AI, konten AI sekarang

[01:06:04] ya. Karena di era AI, konten AI sekarang yang tidak ada emosinya, feeling manusia

[01:06:07] yang tidak ada emosinya, feeling manusia itu sangat sangat sangat eh bisa

[01:06:10] itu sangat sangat sangat eh bisa ngebantu konten kita lebih jauh lebih

[01:06:11] ngebantu konten kita lebih jauh lebih naik dibandingkan konten AI sebenarnya.

[01:06:16] naik dibandingkan konten AI sebenarnya. Sama yang kalau dulu itu kita ngerasa

[01:06:18] Sama yang kalau dulu itu kita ngerasa viral is a pure luck, sekarang itu viral

[01:06:22] viral is a pure luck, sekarang itu viral could be engineered atau bisa dirumusin

[01:06:25] could be engineered atau bisa dirumusin gitu. meskipun rumusnya bukan kayak a² +

[01:06:28] gitu. meskipun rumusnya bukan kayak a² + b² = c^, tapi rumus setiap akun, setiap

[01:06:32] b² = c^, tapi rumus setiap akun, setiap industri, setiap ee kategori itu

[01:06:35] industri, setiap ee kategori itu beda-beda. Dan rumus ya dan rumus di

[01:06:38] beda-beda. Dan rumus ya dan rumus di akun A meskipun jualan sama-sama jualan

[01:06:40] akun A meskipun jualan sama-sama jualan lipstik, tapi di akun A sama akun B

[01:06:43] lipstik, tapi di akun A sama akun B rumusnya eh result-nya beda. And there

[01:06:46] rumusnya eh result-nya beda. And there is no exact way. tidak ada rumus fix

[01:06:50] is no exact way. tidak ada rumus fix rumus pasti untuk viral karena semuanya

[01:06:53] rumus pasti untuk viral karena semuanya adalah IB testing gitu. Jadi pesan aku

[01:06:56] adalah IB testing gitu. Jadi pesan aku buat teman-teman kalau misalnya udah

[01:06:59] buat teman-teman kalau misalnya udah yang sekarang lagi di digital marketing

[01:07:00] yang sekarang lagi di digital marketing industry juga atau yang akan bergerak di

[01:07:02] industry juga atau yang akan bergerak di digital marketing industry kalau

[01:07:04] digital marketing industry kalau ngomongin konten always make sure to

[01:07:06] ngomongin konten always make sure to post always post eh after posting always

[01:07:10] post always post eh after posting always measure and analyze in order to improve

[01:07:14] measure and analyze in order to improve and do that repeatedly

[01:07:16] and do that repeatedly gitu deh. Thank you teman-teman

[01:07:19] gitu deh. Thank you teman-teman semuanya. Kalau ada pertanyaan atau mau

[01:07:21] semuanya. Kalau ada pertanyaan atau mau diskusi, feel free to chat or turn on

[01:07:24] diskusi, feel free to chat or turn on your mic. Aku kembali ke

[01:07:26] your mic. Aku kembali ke Oke. Iya, Mbak Evin. Wih, applause dulu

[01:07:31] Oke. Iya, Mbak Evin. Wih, applause dulu dong. Eh, guys, buat

[01:07:34] dong. Eh, guys, buat e Mbak Endif. Mbak Endif, ya.

[01:07:37] e Mbak Endif. Mbak Endif, ya. Iya. I.

[01:07:38] Iya. I. Kalau di sini Mbak Endif panggilan saya

[01:07:40] Kalau di sini Mbak Endif panggilan saya manggil ke anak-anak.

[01:07:42] manggil ke anak-anak. Kalau di kelas saya manggilnya

[01:07:43] Kalau di kelas saya manggilnya anak-anak, di sini manggilnya guys.

[01:07:46] anak-anak, di sini manggilnya guys. Alright. Karena kita kan bicara sosm ya,

[01:07:48] Alright. Karena kita kan bicara sosm ya, Guys. Hai, Guys. Gitu kan. Komennya

[01:07:51] Guys. Hai, Guys. Gitu kan. Komennya dong, Guys.

[01:07:53] dong, Guys. Gitu ya. Nah, ada mau tanya tuh di

[01:07:56] Gitu ya. Nah, ada mau tanya tuh di selah-selah itu. Takutnya saya saya

[01:07:58] selah-selah itu. Takutnya saya saya taruh di chat e takutnya saya kelupaan.

[01:08:01] taruh di chat e takutnya saya kelupaan. Nah, itu bicara video ya, video respa

[01:08:09] aja ya, Mbak Mbak dia. Reels itu kan

[01:08:12] aja ya, Mbak Mbak dia. Reels itu kan video singkat ya.

[01:08:13] video singkat ya. Iya. Iya.

[01:08:14] Iya. Iya. Heeh. Reels

[01:08:15] Heeh. Reels TV ya. Tapi sekarang enggak tahu

[01:08:17] TV ya. Tapi sekarang enggak tahu kayaknya enggak ada deh IGTV.

[01:08:19] kayaknya enggak ada deh IGTV. Hmm. Iya. Nah, kalau kalau dulu kan

[01:08:21] Hmm. Iya. Nah, kalau kalau dulu kan kalau enggak salah rilis itu kan

[01:08:23] kalau enggak salah rilis itu kan rata-rata

[01:08:25] rata-rata maksimal semenit kan ya.

[01:08:27] maksimal semenit kan ya. Karena tujuannya kan ee ee apa ya

[01:08:30] Karena tujuannya kan ee ee apa ya istilnya? Tujukannya ma blast gitu kan

[01:08:32] istilnya? Tujukannya ma blast gitu kan mengeblast ee eh make eh apa namanya

[01:08:36] mengeblast ee eh make eh apa namanya satu satu beberapa detik tapi ee ee

[01:08:43] satu satu beberapa detik tapi ee ee kayak homograb attention kan.

[01:08:45] kayak homograb attention kan. Iya. Tapi kan lama lama kelamaan

[01:08:49] Iya. Tapi kan lama lama kelamaan ada yang 5 menit. Nah, gitu tuh. Bahkan

[01:08:53] ada yang 5 menit. Nah, gitu tuh. Bahkan ada yang 10 menit enggak sih? ReS enggak

[01:08:54] ada yang 10 menit enggak sih? ReS enggak ada ya?

[01:08:55] ada ya? Ee kalau

[01:08:57] Ee kalau tapi kalau sekarang rasanya enggak bisa.

[01:08:58] tapi kalau sekarang rasanya enggak bisa. Enggak bisa.

[01:08:58] Enggak bisa. Iya. Heeh. Kelamaan lah ya kalau 10

[01:09:00] Iya. Heeh. Kelamaan lah ya kalau 10 menit 10 menit mah langsung taruh aja di

[01:09:02] menit 10 menit mah langsung taruh aja di YouTube gitu kan. Nah iya kan mulai

[01:09:07] YouTube gitu kan. Nah iya kan mulai mulai mulai bergeser kan ke ee 30 detik,

[01:09:10] mulai mulai bergeser kan ke ee 30 detik, 1 menit, 2 menit, bahkan 5 menit gitu.

[01:09:14] 1 menit, 2 menit, bahkan 5 menit gitu. Jadi agak lebih penjelasannya lebih

[01:09:16] Jadi agak lebih penjelasannya lebih jelas gitu apa ada yang perlu

[01:09:18] jelas gitu apa ada yang perlu menjelaskan ya perlu menjelas oh guys

[01:09:21] menjelaskan ya perlu menjelas oh guys ini loh e gimana ee gimana ya caranya

[01:09:23] ini loh e gimana ee gimana ya caranya supaya ee makanan ini gini ah caranya

[01:09:26] supaya ee makanan ini gini ah caranya gini gini gini gini eh 5 menit eh 5

[01:09:28] gini gini gini gini eh 5 menit eh 5 menit nah yang saya saya tanyakan gitu

[01:09:31] menit nah yang saya saya tanyakan gitu pertama ee

[01:09:35] pertama ee Mbak tahu enggak sih itu kan ada

[01:09:37] Mbak tahu enggak sih itu kan ada algoritma kan yang akan menentukan

[01:09:39] algoritma kan yang akan menentukan berapa persen sih ini ditonton orang kan

[01:09:41] berapa persen sih ini ditonton orang kan gitu ya di setiap media sosial kan punya

[01:09:44] gitu ya di setiap media sosial kan punya punya ee kayak perhitungan seperti itu

[01:09:48] punya ee kayak perhitungan seperti itu gitu kan ya ee dia nge-skip

[01:09:52] gitu kan ya ee dia nge-skip itu setelah detik ke berapa kan gitu ya.

[01:09:56] itu setelah detik ke berapa kan gitu ya. Nah, ber itu itu gimana tuh antara yang

[01:09:59] Nah, ber itu itu gimana tuh antara yang 1 menit sama yang 5 menit itu sama

[01:10:02] 1 menit sama yang 5 menit itu sama enggak sih? Contohnya kalau 1 menit nih,

[01:10:05] enggak sih? Contohnya kalau 1 menit nih, kalau dia nonton

[01:10:07] kalau dia nonton 45 menit eh sori 1 menit 45 detik

[01:10:11] 45 menit eh sori 1 menit 45 detik berarti kan persentasenya kan 90% kan ya

[01:10:14] berarti kan persentasenya kan 90% kan ya 75% kan gitu ya. Nah tapi kalau yang 5

[01:10:17] 75% kan gitu ya. Nah tapi kalau yang 5 menit dia nonton 45 detik.

[01:10:23] Nah itu kan berarti cuman berapa persen

[01:10:25] Nah itu kan berarti cuman berapa persen kan gitu ya.

[01:10:27] kan gitu ya. Padahal sebenarnya mungkin perilakunya

[01:10:29] Padahal sebenarnya mungkin perilakunya orang 45 detik kan tuh.

[01:10:32] orang 45 detik kan tuh. Nah, itu itu pengaruh itu itu

[01:10:34] Nah, itu itu pengaruh itu itu mempengaruhi hitungan algoritma itu

[01:10:36] mempengaruhi hitungan algoritma itu enggak sih, Mbak?

[01:10:39] enggak sih, Mbak? Oke. Oke. Ini coba jawab ya, Pak Martin

[01:10:42] Oke. Oke. Ini coba jawab ya, Pak Martin ya. Jadi kalau untuk algoritma ya,

[01:10:46] ya. Jadi kalau untuk algoritma ya, algoritma itu kurang lebih cara kerjanya

[01:10:48] algoritma itu kurang lebih cara kerjanya mirip ya. Jadi ketika kita upload

[01:10:50] mirip ya. Jadi ketika kita upload konten, konten kita akan dilempar ke 100

[01:10:52] konten, konten kita akan dilempar ke 100 orang pertama. 100 orang pertama ini

[01:10:55] orang pertama. 100 orang pertama ini yang akan menentukan konten kita oke

[01:10:57] yang akan menentukan konten kita oke atau enggak. ee bagus nge-like nge-like

[01:10:59] atau enggak. ee bagus nge-like nge-like atau enggak atau cuma nonton doang.

[01:11:02] atau enggak atau cuma nonton doang. Kalau misalnya dari 100 audiens pertama

[01:11:04] Kalau misalnya dari 100 audiens pertama ini tidak berinteraksi gitu ya, tidak

[01:11:06] ini tidak berinteraksi gitu ya, tidak menunjukkan respon yang positif, maka

[01:11:08] menunjukkan respon yang positif, maka algoritman akan stop di situ di 100

[01:11:11] algoritman akan stop di situ di 100 orang. Makanya kenapa views kita ngstak

[01:11:13] orang. Makanya kenapa views kita ngstak di 10000 orang. Nah, kalau 100 audience

[01:11:16] di 10000 orang. Nah, kalau 100 audience ini menunjukkan respon yang positif,

[01:11:18] ini menunjukkan respon yang positif, konten kita akan diteruskan ke pool yang

[01:11:19] konten kita akan diteruskan ke pool yang lebih gede. Jadi, 1000 orang. 1000 orang

[01:11:22] lebih gede. Jadi, 1000 orang. 1000 orang ini akan nentuin konten kita bagus atau

[01:11:24] ini akan nentuin konten kita bagus atau enggak. Kalau kita konten kita enggak

[01:11:25] enggak. Kalau kita konten kita enggak bagus, dia akan stop di situ. Kalau

[01:11:27] bagus, dia akan stop di situ. Kalau konten kita bagus, diterusin lagi ke

[01:11:29] konten kita bagus, diterusin lagi ke 10.000 orang. Nah, kurang lebih cara

[01:11:31] 10.000 orang. Nah, kurang lebih cara kerjanya seperti itu. Di TikTok, di

[01:11:32] kerjanya seperti itu. Di TikTok, di Instagram mirip-mirip. Jadi, dari full

[01:11:35] Instagram mirip-mirip. Jadi, dari full audience kecil-kecil sampai jadi yang

[01:11:38] audience kecil-kecil sampai jadi yang audiens-nya sampai jadi 1 juta gitu ya,

[01:11:39] audiens-nya sampai jadi 1 juta gitu ya, 1 juta viewers. Nah, itu setiap audience

[01:11:43] 1 juta viewers. Nah, itu setiap audience eh yang harus kita perhatikan adalah

[01:11:44] eh yang harus kita perhatikan adalah watch time sebenarnya atau retention.

[01:11:47] watch time sebenarnya atau retention. Jadi, selama video kita bisa, video kita

[01:11:50] Jadi, selama video kita bisa, video kita idealnya berapa lama sih gitu. Apakah 30

[01:11:53] idealnya berapa lama sih gitu. Apakah 30 detik itu lebih baik dari 1 menit atau

[01:11:55] detik itu lebih baik dari 1 menit atau ee 1 menit itu lebih baik dari 5 menit

[01:11:56] ee 1 menit itu lebih baik dari 5 menit gitu ya. Sebenarnya kita mau bikin video

[01:11:59] gitu ya. Sebenarnya kita mau bikin video sepanjang apapun itu selama kita bisa

[01:12:02] sepanjang apapun itu selama kita bisa menjaga atensi audiens untuk bertahan

[01:12:05] menjaga atensi audiens untuk bertahan sampai di akhir video itu enggak apa-apa

[01:12:08] sampai di akhir video itu enggak apa-apa gitu ya. Itu masih sangat oke gitu. Tapi

[01:12:11] gitu ya. Itu masih sangat oke gitu. Tapi kalau misalnya video kita cuma cuma 10

[01:12:14] kalau misalnya video kita cuma cuma 10 detik gitu ya, tapi yang nonton di 1

[01:12:16] detik gitu ya, tapi yang nonton di 1 detik pertama udah orang langsung skip.

[01:12:18] detik pertama udah orang langsung skip. itu juga percuma. Kalau video kita 1

[01:12:20] itu juga percuma. Kalau video kita 1 menit yang nonton sampai 50 detik di

[01:12:23] menit yang nonton sampai 50 detik di maksudnya sampai di detik ke-50 itu

[01:12:25] maksudnya sampai di detik ke-50 itu berarti konten kita itu berarti konten

[01:12:27] berarti konten kita itu berarti konten kita membuktikan gitu ya kalau kita bisa

[01:12:30] kita membuktikan gitu ya kalau kita bisa menjaga atensi audiens tuh dari awal

[01:12:32] menjaga atensi audiens tuh dari awal sampai akhir kayak gitu. Sebenarnya itu

[01:12:34] sampai akhir kayak gitu. Sebenarnya itu yang paling penting watch time

[01:12:35] yang paling penting watch time retention. Kalau untuk durasi konten

[01:12:37] retention. Kalau untuk durasi konten yang paling ideal, apakah kontennya

[01:12:39] yang paling ideal, apakah kontennya durasi konten berpengaruh dalam e

[01:12:42] durasi konten berpengaruh dalam e algoritma? Sebenarnya tergantung cara

[01:12:45] algoritma? Sebenarnya tergantung cara kita menjaga atensi audiens di dalam

[01:12:47] kita menjaga atensi audiens di dalam konten tersebut. Mau kontennya sependek

[01:12:49] konten tersebut. Mau kontennya sependek apapun, sepanjang apapun, yang penting

[01:12:52] apapun, sepanjang apapun, yang penting kita mendapatkan watch time selama

[01:12:55] kita mendapatkan watch time selama mungkin. Kayak gitu sih, Pak. Oh, oke

[01:12:57] mungkin. Kayak gitu sih, Pak. Oh, oke oke. Karena ini saya saya juga sempat

[01:12:59] oke. Karena ini saya saya juga sempat melihat gini si e si Mbak Andi, ada

[01:13:02] melihat gini si e si Mbak Andi, ada beberapa contonent creator gitu. Ee

[01:13:06] beberapa contonent creator gitu. Ee kenapa ini saya tanya dia pun sepertinya

[01:13:09] kenapa ini saya tanya dia pun sepertinya materinya itu kayak 5 menit,

[01:13:12] materinya itu kayak 5 menit, tapi kemudian sepertinya sengaja

[01:13:14] tapi kemudian sepertinya sengaja dipotong-potong tuh menjadi lima lima

[01:13:18] dipotong-potong tuh menjadi lima lima video supaya tadi itu jadi satu video

[01:13:23] video supaya tadi itu jadi satu video waktu dilihat orang 30 detik. Nah,

[01:13:25] waktu dilihat orang 30 detik. Nah, berarti kan algoritim nganggap, "Oh,

[01:13:27] berarti kan algoritim nganggap, "Oh, udah 50% dia nonton tuh." Akan agak

[01:13:30] udah 50% dia nonton tuh." Akan agak berbeda kalau dia taruh langsung satu

[01:13:33] berbeda kalau dia taruh langsung satu video 5 menit ketika dia orang cuma

[01:13:36] video 5 menit ketika dia orang cuma nonton 5050 detik.

[01:13:40] nonton 5050 detik. Nah, dianggap cuman 50 detik dari 5

[01:13:44] Nah, dianggap cuman 50 detik dari 5 menit itu kan 5 menit 60 3000

[01:13:48] menit itu kan 5 menit 60 3000 detik toh. Nah, jadi dianggap cuma 1%

[01:13:52] detik toh. Nah, jadi dianggap cuma 1% tuh gitu. Nah, makanya saya pikir apakah

[01:13:56] tuh gitu. Nah, makanya saya pikir apakah mungkin itu mempengaruhi sehingga dia

[01:13:59] mungkin itu mempengaruhi sehingga dia bikin strategi ya udah dipotong-potong

[01:14:02] bikin strategi ya udah dipotong-potong tuh. Jadi sebenarnya contoh si

[01:14:07] tuh. Jadi sebenarnya contoh si Kiki Kobe Junior tuh seingat saya sering

[01:14:09] Kiki Kobe Junior tuh seingat saya sering kayak gitu tuh dia dia ada satu ini tapi

[01:14:13] kayak gitu tuh dia dia ada satu ini tapi di kayak dipotong-potong tuh sama dia

[01:14:14] di kayak dipotong-potong tuh sama dia cleng tleng cleng cleng gitu. Jadi orang

[01:14:18] cleng tleng cleng cleng gitu. Jadi orang kayak nonton persentase 50 detik dari 1

[01:14:22] kayak nonton persentase 50 detik dari 1 menit kan. Oh, 90% tuh gitu. 90% tuh.

[01:14:25] menit kan. Oh, 90% tuh gitu. 90% tuh. Nah, jadi algoritma anggap oh ini orang

[01:14:28] Nah, jadi algoritma anggap oh ini orang nontonnya 90% nih. Nah, makanya jadi

[01:14:31] nontonnya 90% nih. Nah, makanya jadi kayak ee di algoritma menganggap oh ini

[01:14:35] kayak ee di algoritma menganggap oh ini orang nontonnya viral apa orang

[01:14:37] orang nontonnya viral apa orang nontonnya ee full nih ya kayak gitu. itu

[01:14:41] nontonnya ee full nih ya kayak gitu. itu sih ke situ sih. Nah, pertanyaan

[01:14:44] sih ke situ sih. Nah, pertanyaan berikutnya adalah diak langsung

[01:14:47] berikutnya adalah diak langsung strategi untuk strategi untuk

[01:14:50] strategi untuk strategi untuk membuat ee video jadi terpotong-potong

[01:14:53] membuat ee video jadi terpotong-potong gitu. Apakah itu bisa mempengaruhi

[01:14:56] gitu. Apakah itu bisa mempengaruhi ee apa namanya?

[01:14:59] ee apa namanya? Apa ya? Mempengaruhi kerja algoritma

[01:15:02] Apa ya? Mempengaruhi kerja algoritma supaya video konten kita itu

[01:15:04] supaya video konten kita itu ee lebih gampang blasting.

[01:15:08] ee lebih gampang blasting. Apakah

[01:15:09] Apakah atau tidak? Tapi ayam ada stoknya.

[01:15:13] atau tidak? Tapi ayam ada stoknya. Oke. Oke.

[01:15:14] Oke. Oke. Tiba-tiba ada ayam stoknya

[01:15:17] Tiba-tiba ada ayam stoknya apa

[01:15:19] apa coba

[01:15:19] coba kalau kemarin

[01:15:21] kalau kemarin video ya dari part 1, part 2, part 3

[01:15:24] video ya dari part 1, part 2, part 3 gitu itu videonya suka yang suka begitu

[01:15:26] gitu itu videonya suka yang suka begitu juga salah satunya Fadil Jaidi kalau

[01:15:28] juga salah satunya Fadil Jaidi kalau enggak salah ya. Iya. Iya. part 1, part

[01:15:31] enggak salah ya. Iya. Iya. part 1, part 2, part 3, gitu beda-beda. Nah,

[01:15:34] 2, part 3, gitu beda-beda. Nah, sebenarnya untuk series konten itu

[01:15:38] sebenarnya untuk series konten itu adalah tipe-tipe konten yang membuat

[01:15:40] adalah tipe-tipe konten yang membuat audiens itu lebih dekat sama kita secara

[01:15:43] audiens itu lebih dekat sama kita secara personal gitu ya. Karena dan setiap di

[01:15:46] personal gitu ya. Karena dan setiap di setiap kontennya itu kita harus punya

[01:15:49] setiap kontennya itu kita harus punya satu hal yang menarik. Misalnya di part

[01:15:51] satu hal yang menarik. Misalnya di part 1 itu degdegan karena mau berangkat ke

[01:15:54] 1 itu degdegan karena mau berangkat ke Disneyland misalnya. Degdegan karena mau

[01:15:56] Disneyland misalnya. Degdegan karena mau berangkat ke Disneyland itu harus ada

[01:15:57] berangkat ke Disneyland itu harus ada dramanya sendiri. Ini kalau ngomongin

[01:15:59] dramanya sendiri. Ini kalau ngomongin soal konten influencer atau personal

[01:16:00] soal konten influencer atau personal branding ya. Misalnya nih ada konfliknya

[01:16:03] branding ya. Misalnya nih ada konfliknya misalnya berangkat di Disneyland

[01:16:05] misalnya berangkat di Disneyland ternyata paspornya ketinggalan lah,

[01:16:06] ternyata paspornya ketinggalan lah, paspornya hilang visa apa segala macam.

[01:16:08] paspornya hilang visa apa segala macam. Nah, itu ee konflik yang cukup unik,

[01:16:12] Nah, itu ee konflik yang cukup unik, cukup menarik ya untuk orang bisa

[01:16:14] cukup menarik ya untuk orang bisa ngelihat lanjutan part 2. Kepo nih

[01:16:16] ngelihat lanjutan part 2. Kepo nih akhirnya gimana nih? Jadi berangkat apa

[01:16:18] akhirnya gimana nih? Jadi berangkat apa kagak gitu kan visanya hilang gitu kan.

[01:16:20] kagak gitu kan visanya hilang gitu kan. Jadi di part 2 akhirnya oh ternyata udah

[01:16:23] Jadi di part 2 akhirnya oh ternyata udah ketemu visanya tapi

[01:16:25] ketemu visanya tapi ternyata pesawatnya delay misalnya atau

[01:16:27] ternyata pesawatnya delay misalnya atau apa gitu ya di part du. Jadi, setiap eh

[01:16:31] apa gitu ya di part du. Jadi, setiap eh part itu harus punya unsur-unsur yang

[01:16:33] part itu harus punya unsur-unsur yang menarik. Kecuali kalau memang sama

[01:16:35] menarik. Kecuali kalau memang sama influencer yang udah artis banget,

[01:16:37] influencer yang udah artis banget, selebriti gitu ya, yang dia cuma room

[01:16:40] selebriti gitu ya, yang dia cuma room tour, house tour aja gitu ya, atau

[01:16:43] tour, house tour aja gitu ya, atau mendokumentasikan kehidupan

[01:16:44] mendokumentasikan kehidupan sehari-harinya, orang-orang memang sudah

[01:16:46] sehari-harinya, orang-orang memang sudah kepo itu karena attach dengan

[01:16:48] kepo itu karena attach dengan personanya. Tapi kalau misalnya kita

[01:16:50] personanya. Tapi kalau misalnya kita pengin membuat konten yang serupa,

[01:16:52] pengin membuat konten yang serupa, konten yang sifatnya series gitu ya,

[01:16:55] konten yang sifatnya series gitu ya, part 1, part 2, part 3, ee itu kita

[01:16:57] part 1, part 2, part 3, ee itu kita mesti harus menaruh value yang beda-beda

[01:17:00] mesti harus menaruh value yang beda-beda di setiap kontennya karena kehitungnya

[01:17:02] di setiap kontennya karena kehitungnya dia satu konten gitu yang di yang

[01:17:05] dia satu konten gitu yang di yang dihitung sama algoritma itu setiap

[01:17:06] dihitung sama algoritma itu setiap kontennya, bukan cerita keseluruhannya

[01:17:10] kontennya, bukan cerita keseluruhannya gitu sih kalau menurut if. Oke. Oke.

[01:17:13] gitu sih kalau menurut if. Oke. Oke. Thank you, Kak untuk jawabannya. Nah,

[01:17:16] Thank you, Kak untuk jawabannya. Nah, ini ada pertanyaan dari ada dua nih dari

[01:17:20] ini ada pertanyaan dari ada dua nih dari Fairul. Ee Fairul ee bertanya, "Apakah

[01:17:23] Fairul. Ee Fairul ee bertanya, "Apakah jam upload benar-benar mempengaruhi

[01:17:26] jam upload benar-benar mempengaruhi algoritma atau sebenarnya tergantung

[01:17:28] algoritma atau sebenarnya tergantung kualitas konten?"

[01:17:30] kualitas konten?" Nah, mungkin saya sedikit saya juga ada

[01:17:32] Nah, mungkin saya sedikit saya juga ada pertanyaan kurang lebih mirip-mirip ini.

[01:17:33] pertanyaan kurang lebih mirip-mirip ini. Maksudnya gini, apakah jam upload itu ee

[01:17:41] Maksudnya gini, apakah jam upload itu ee mempengaruhi

[01:17:43] mempengaruhi persentase kita untuk di apa ee tanda

[01:17:48] persentase kita untuk di apa ee tanda petik diviralkan oleh algoritma

[01:17:51] petik diviralkan oleh algoritma atau memang ee

[01:17:54] atau memang ee ee apa namanya? jam itu enggak

[01:17:57] ee apa namanya? jam itu enggak mempengaruhi. Karena gini kan salah

[01:18:00] mempengaruhi. Karena gini kan salah satunya kan ada ada orang yang kasih

[01:18:02] satunya kan ada ada orang yang kasih saran gitu ya, kalau kamu mau kamu food

[01:18:05] saran gitu ya, kalau kamu mau kamu food and beverage ya masukin lebih baik

[01:18:08] and beverage ya masukin lebih baik upload-nya di siang hari tuh pas lagi

[01:18:11] upload-nya di siang hari tuh pas lagi orang-orang mau cari makanan tuh. Tapi

[01:18:13] orang-orang mau cari makanan tuh. Tapi di siang hari itu

[01:18:16] di siang hari itu banyak juga yang lagi yang ngupload dan

[01:18:19] banyak juga yang lagi yang ngupload dan karena banyak orang yang lagi istirahat

[01:18:21] karena banyak orang yang lagi istirahat gitu kan, lagi lihat gitu kan. Nah, itu

[01:18:24] gitu kan, lagi lihat gitu kan. Nah, itu itu pengaruh enggak sih di jam tertentu

[01:18:26] itu pengaruh enggak sih di jam tertentu itu kita masuk kayak ini kayak

[01:18:29] itu kita masuk kayak ini kayak berlomba-lomba dengan konten lain gitu

[01:18:32] berlomba-lomba dengan konten lain gitu gimana?

[01:18:35] gimana? Oke. Oke. Kalau dari pengalaman if juga

[01:18:38] Oke. Oke. Kalau dari pengalaman if juga lagi gitu ya, sebenarnya jam konten itu

[01:18:41] lagi gitu ya, sebenarnya jam konten itu jam jam posting itu tidak berpengaruh

[01:18:44] jam jam posting itu tidak berpengaruh tidak berpengaruh sama sekali menurut

[01:18:47] tidak berpengaruh sama sekali menurut yang berpengaruh itu adalah konten isi

[01:18:48] yang berpengaruh itu adalah konten isi kontennya tergantung kualitas kontennya

[01:18:50] kontennya tergantung kualitas kontennya gitu ya. Isi isi kontennya. Apakah

[01:18:52] gitu ya. Isi isi kontennya. Apakah memang kontennya menurut audiens tuh

[01:18:56] memang kontennya menurut audiens tuh kontennya menarik atau enggak? Karena

[01:18:57] kontennya menarik atau enggak? Karena mau di-upload jam 12.00 malam. Ternyata

[01:19:00] mau di-upload jam 12.00 malam. Ternyata ada juga loh audiens yang juga melag jam

[01:19:02] ada juga loh audiens yang juga melag jam segitu gitu. Atau misalnya ee tidak

[01:19:06] segitu gitu. Atau misalnya ee tidak terhitung kan kalau misalnya sosm itu

[01:19:08] terhitung kan kalau misalnya sosm itu kan terlepas dari ruang dan waktu ya

[01:19:10] kan terlepas dari ruang dan waktu ya teman-teman ya. Jadi menurut aku kurang

[01:19:13] teman-teman ya. Jadi menurut aku kurang relevan kalau misalnya kita bilang jam

[01:19:16] relevan kalau misalnya kita bilang jam upload atau jam posting itu mempengaruhi

[01:19:18] upload atau jam posting itu mempengaruhi menjadi faktor utama gitu. Kalau dulu

[01:19:21] menjadi faktor utama gitu. Kalau dulu waktu di TikTok ee waktu TikTok

[01:19:24] waktu di TikTok ee waktu TikTok baru-baru launching, mereka ada rilis

[01:19:26] baru-baru launching, mereka ada rilis satu data yang

[01:19:28] satu data yang menunjukkan kalau berapa di jam berapa

[01:19:32] menunjukkan kalau berapa di jam berapa pengguna TikTok, pengguna TikTok itu

[01:19:34] pengguna TikTok, pengguna TikTok itu paling banyak aktif gitu ya. Cuma, tapi

[01:19:37] paling banyak aktif gitu ya. Cuma, tapi itu cuma menunjukkan itu aja. It doesn't

[01:19:40] itu cuma menunjukkan itu aja. It doesn't mean kita harus ngupload jam segitu

[01:19:41] mean kita harus ngupload jam segitu karena eh semua orang juga akan ngupload

[01:19:44] karena eh semua orang juga akan ngupload jam segitu gitu ya. Cuma memang mostly

[01:19:47] jam segitu gitu ya. Cuma memang mostly atau kebanyakan dari setiap insight akun

[01:19:52] atau kebanyakan dari setiap insight akun itu orang-orang akan lebih sering

[01:19:55] itu orang-orang akan lebih sering berinteraksi atau lebih intens

[01:19:56] berinteraksi atau lebih intens berinteraksi dengan sosial media itu di

[01:19:59] berinteraksi dengan sosial media itu di atas jam 5.00 sore biasanya gitu ya.

[01:20:02] atas jam 5.00 sore biasanya gitu ya. Cuma kalau misalnya kita mau melihat jam

[01:20:05] Cuma kalau misalnya kita mau melihat jam upload yang paling ideal itu paling kita

[01:20:08] upload yang paling ideal itu paling kita bisa lihat di Inites-nya di Insites

[01:20:10] bisa lihat di Inites-nya di Insites Instagram ya. Di Insight akun

[01:20:11] Instagram ya. Di Insight akun masing-masing. Sor di Insites akun

[01:20:14] masing-masing. Sor di Insites akun masing-masing tuh ada activity. Jadi di

[01:20:16] masing-masing tuh ada activity. Jadi di hari apa yang paling ramai, di jam

[01:20:18] hari apa yang paling ramai, di jam berapa yang paling ramai. Nah, mungkin

[01:20:19] berapa yang paling ramai. Nah, mungkin patokannya kita pakai di situ aja. Tapi

[01:20:22] patokannya kita pakai di situ aja. Tapi it doesn't mean waktu atau jam posting

[01:20:25] it doesn't mean waktu atau jam posting itu sangat berpengaruh. Itu enggak gitu.

[01:20:27] itu sangat berpengaruh. Itu enggak gitu. Karena aku pernah upload konten jam

[01:20:29] Karena aku pernah upload konten jam 12.00 malam jam .00 pagi juga

[01:20:31] 12.00 malam jam .00 pagi juga ramai-ramai aja gitu selama konten isi

[01:20:33] ramai-ramai aja gitu selama konten isi kontennya bagus. Mau upload konten jam

[01:20:36] kontennya bagus. Mau upload konten jam .00, jam 11.00 gitu kan ada ya yang jam

[01:20:38] .00, jam 11.00 gitu kan ada ya yang jam 11, jam 13. Jam 17.00 gitu ya. Itu

[01:20:41] 11, jam 13. Jam 17.00 gitu ya. Itu jam-jam upload konten. Mau kita upload

[01:20:43] jam-jam upload konten. Mau kita upload jam segitu kalau memang kontennya kurang

[01:20:44] jam segitu kalau memang kontennya kurang menarik pun ya hasilnya biasa aja gitu

[01:20:48] menarik pun ya hasilnya biasa aja gitu sih jawaban aku.

[01:20:49] sih jawaban aku. Iya. Oke. Oke. Nah, ini ada pertanyaan

[01:20:53] Iya. Oke. Oke. Nah, ini ada pertanyaan lagi dari Kila.

[01:20:56] lagi dari Kila. Heeh. Izin bertanya. Jika penonton masih

[01:20:59] Heeh. Izin bertanya. Jika penonton masih sedikit, Kakak mengatakan kita perlu

[01:21:02] sedikit, Kakak mengatakan kita perlu perbanyak AB testing untuk mencari

[01:21:04] perbanyak AB testing untuk mencari konten yang cocok. Namun di sisi lain,

[01:21:07] konten yang cocok. Namun di sisi lain, brand juga biasanya ingin punya ciri

[01:21:09] brand juga biasanya ingin punya ciri khas dan image tertentu.

[01:21:12] khas dan image tertentu. Apalagi saat masih membangun brand

[01:21:15] Apalagi saat masih membangun brand awareness.

[01:21:16] awareness. Dalam kondisi seperti ini, bagaimana

[01:21:18] Dalam kondisi seperti ini, bagaimana cara menentukan konten yang tetap bisa

[01:21:21] cara menentukan konten yang tetap bisa diuji performanya

[01:21:23] diuji performanya tapi tetap konsisten menyampaikan

[01:21:25] tapi tetap konsisten menyampaikan identitas brand ke audiens?

[01:21:29] identitas brand ke audiens? Ya, gimana nih?

[01:21:31] Ya, gimana nih? Oke. Oke.

[01:21:33] Oke. Oke. Heeh. EB testing itu eh testing format

[01:21:37] Heeh. EB testing itu eh testing format konten itu tidak berarti kita harus

[01:21:39] konten itu tidak berarti kita harus menghilangkan

[01:21:42] menghilangkan Sori

[01:21:44] Sori sori teman-teman.

[01:21:46] sori teman-teman. Oke,

[01:21:49] identitas eh sori ya.

[01:21:52] identitas eh sori ya. E testing content itu bukan berarti kita

[01:21:54] E testing content itu bukan berarti kita harus menghilangkan identitas brandnya

[01:21:57] harus menghilangkan identitas brandnya ya. Jadi ngomongin kalau ngomongin soal

[01:21:59] ya. Jadi ngomongin kalau ngomongin soal identitas brand itu tergantung ke

[01:22:02] identitas brand itu tergantung ke pembawaan. Sementara yang aku maksud

[01:22:04] pembawaan. Sementara yang aku maksud adalah testing format konten itu adalah

[01:22:06] adalah testing format konten itu adalah format kontennya. Jadi misal nih kayak

[01:22:08] format kontennya. Jadi misal nih kayak kita mau format kontennya lebih ke drama

[01:22:12] kita mau format kontennya lebih ke drama gitu ya. Nah, kita tetap masih bisa

[01:22:14] gitu ya. Nah, kita tetap masih bisa masih bisa membawa persona konten.

[01:22:16] masih bisa membawa persona konten. Misalnya persona brand kita adalah eh

[01:22:18] Misalnya persona brand kita adalah eh Mas-Mas Softboy. Kita tetap bisa pakai

[01:22:20] Mas-Mas Softboy. Kita tetap bisa pakai masmboy di drama. Atau misalnya kita mau

[01:22:24] masmboy di drama. Atau misalnya kita mau pakai konten skids gitu ya, kita juga

[01:22:27] pakai konten skids gitu ya, kita juga masih bisa menggunakan format eh persona

[01:22:29] masih bisa menggunakan format eh persona mas-mas softby di adegan-adegan sketsa

[01:22:32] mas-mas softby di adegan-adegan sketsa gitu atau tips atau edukasi atau ada in

[01:22:35] gitu atau tips atau edukasi atau ada in my life gitu ya. Jadi format konten itu

[01:22:38] my life gitu ya. Jadi format konten itu ee bentuk formatnya aja yang diubah,

[01:22:40] ee bentuk formatnya aja yang diubah, tapi nadanya, tone-nya, penyampaiannya

[01:22:42] tapi nadanya, tone-nya, penyampaiannya itu bisa disesuaikanin sama akun ee sama

[01:22:45] itu bisa disesuaikanin sama akun ee sama brandnya gitu. Dan kalau masih membangun

[01:22:48] brandnya gitu. Dan kalau masih membangun awareness, jangan jangan hesitate atau

[01:22:52] awareness, jangan jangan hesitate atau jangan ragu-ragu untuk cobain semuanya.

[01:22:54] jangan ragu-ragu untuk cobain semuanya. Jadi misalnya, "Oh, a day in my life,

[01:22:56] Jadi misalnya, "Oh, a day in my life, tapi habis gitu pengin lebih ke

[01:22:58] tapi habis gitu pengin lebih ke mengerucut lagi." Misalnya a day eh

[01:23:01] mengerucut lagi." Misalnya a day eh what's in my what's in my back misalnya

[01:23:04] what's in my what's in my back misalnya for lunch atau kayak lebih mengerut lagi

[01:23:06] for lunch atau kayak lebih mengerut lagi misalnya what's my skin care routin?

[01:23:08] misalnya what's my skin care routin? Terus kayak lebih mengerut lagi what eh

[01:23:11] Terus kayak lebih mengerut lagi what eh apa namanya? Girls in Sunday gitu

[01:23:13] apa namanya? Girls in Sunday gitu misalnya. Jadi format a day in my life

[01:23:16] misalnya. Jadi format a day in my life ini rupanya bisa dipecah jadi beberapa

[01:23:18] ini rupanya bisa dipecah jadi beberapa format kecil lainnya gitu. Jadi yang aku

[01:23:22] format kecil lainnya gitu. Jadi yang aku maksud IB testing bukan harus enggak

[01:23:24] maksud IB testing bukan harus enggak harus menghilangkan brand voice-nya atau

[01:23:25] harus menghilangkan brand voice-nya atau brand identity, tapi juga ee

[01:23:30] brand identity, tapi juga ee lebih ke tapi lebih ke eh testing format

[01:23:33] lebih ke tapi lebih ke eh testing format kontennya aja gitu sih. Menjawab enggak

[01:23:36] kontennya aja gitu sih. Menjawab enggak ya Ka?

[01:23:40] Iya,

[01:23:46] mantap. Mantap. Kalau begitu Kil

[01:23:48] mantap. Mantap. Kalau begitu Kil langsung ya AB testing ya.

[01:23:52] langsung ya AB testing ya. Jangan, jangan, jangan lupa itu. Karena

[01:23:55] Jangan, jangan, jangan lupa itu. Karena kadang-kadang ee banyak orang apalagi

[01:23:59] kadang-kadang ee banyak orang apalagi mula awal-awal mula-mula tuh penginnya

[01:24:01] mula awal-awal mula-mula tuh penginnya kan pengin bagus ya. Kemudian merasanya

[01:24:05] kan pengin bagus ya. Kemudian merasanya rasa feeling pribadi kok bagus tapi kok

[01:24:08] rasa feeling pribadi kok bagus tapi kok kok tapi kok sedikit ya. Nah, itu bikin

[01:24:11] kok tapi kok sedikit ya. Nah, itu bikin down biasanya kan. Nah, AB testing itu

[01:24:14] down biasanya kan. Nah, AB testing itu justru

[01:24:16] justru minta kita

[01:24:19] minta kita bukan justru dari dari perasaan pribadi

[01:24:22] bukan justru dari dari perasaan pribadi kita aja. Tadi kan Kak kan sudah bilang

[01:24:24] kita aja. Tadi kan Kak kan sudah bilang ya, jangan pakai perasaan aja ya

[01:24:27] ya, jangan pakai perasaan aja ya gitu ya. Pakai data ya perasaan kita

[01:24:30] gitu ya. Pakai data ya perasaan kita bagus, data bilang enggak bagus ya tes

[01:24:33] bagus, data bilang enggak bagus ya tes lagi gitu. Oke. Sela. Nah, ini Gisela

[01:24:38] lagi gitu. Oke. Sela. Nah, ini Gisela nih. Kalau dalam konteks engagement,

[01:24:41] nih. Kalau dalam konteks engagement, apakah algoritma sebaiknya

[01:24:43] apakah algoritma sebaiknya mengoptimalkan

[01:24:45] mengoptimalkan klik

[01:24:47] klik atau jumlah interaksi atau watch

[01:24:49] atau jumlah interaksi atau watch time-nya? E konsekuensinya apa tuh? Nah,

[01:24:52] time-nya? E konsekuensinya apa tuh? Nah, itu

[01:24:56] silakan Kak ini.

[01:24:57] silakan Kak ini. Oke, oke oke. Aku akan coba jawab ya.

[01:25:00] Oke, oke oke. Aku akan coba jawab ya. Jadi di kalau dalam konteks engagement,

[01:25:03] Jadi di kalau dalam konteks engagement, apakah algoritma sebaiknya

[01:25:03] apakah algoritma sebaiknya mengoptimalkan klik atau jumlah

[01:25:05] mengoptimalkan klik atau jumlah interaksi atau watch time?

[01:25:06] interaksi atau watch time? konsekuensinya apa. Jadi yang pertama

[01:25:09] konsekuensinya apa. Jadi yang pertama yang harus kita perhatikan memang watch

[01:25:11] yang harus kita perhatikan memang watch time. Karena watch time itu yang bisa

[01:25:14] time. Karena watch time itu yang bisa menentukan kita ee mencapai atau ng

[01:25:18] menentukan kita ee mencapai atau ng ng-reach

[01:25:20] ng-reach ng-reach audience itu sejauh apa itu

[01:25:22] ng-reach audience itu sejauh apa itu watch time. Dan konten kita tuh sebaik

[01:25:24] watch time. Dan konten kita tuh sebaik apa ditontonnya. Terutama retention ya.

[01:25:27] apa ditontonnya. Terutama retention ya. Kayak tadi ada bentar ini ada matrix

[01:25:31] Kayak tadi ada bentar ini ada matrix keep coba aku ini lagi ya.

[01:25:38] M.

[01:25:41] M. Nah, ini nih skip rate. Nah, kalau

[01:25:44] Nah, ini nih skip rate. Nah, kalau misalnya ngomongin layer pertama dari

[01:25:47] misalnya ngomongin layer pertama dari dari content creation adalah watch time.

[01:25:50] dari content creation adalah watch time. Sebenarnya watch time ini yang

[01:25:51] Sebenarnya watch time ini yang menentukan apakah konten kita itu eh

[01:25:55] menentukan apakah konten kita itu eh udah banyak yang udah mau udah ada yang

[01:25:56] udah banyak yang udah mau udah ada yang mau nonton apa belum. Jadi, belum belum

[01:25:58] mau nonton apa belum. Jadi, belum belum ngomongin engagement ya. Tapi banyak

[01:26:01] ngomongin engagement ya. Tapi banyak yang nonton enggak? Banyak yang suka

[01:26:02] yang nonton enggak? Banyak yang suka enggak gitu. banyak yang betah enggak

[01:26:04] enggak gitu. banyak yang betah enggak nonton sampai akhir gitu. Kalau misalnya

[01:26:07] nonton sampai akhir gitu. Kalau misalnya retention-nya enggak ee skipnya skip

[01:26:10] retention-nya enggak ee skipnya skip rate-nya tinggi gitu ya, retension-nya

[01:26:12] rate-nya tinggi gitu ya, retension-nya enggak lama. Misalnya video durasi 18

[01:26:14] enggak lama. Misalnya video durasi 18 detik tapi yang nonton cuma 1 sampai 3

[01:26:16] detik tapi yang nonton cuma 1 sampai 3 detik. Itu berarti jangankan mau

[01:26:18] detik. Itu berarti jangankan mau interaksi, orang mau nonton aja enggak

[01:26:20] interaksi, orang mau nonton aja enggak gitu. Nah, jadi yang pertama harus kita

[01:26:23] gitu. Nah, jadi yang pertama harus kita perhatikan tuh memang watch time. Baru

[01:26:24] perhatikan tuh memang watch time. Baru setelah itu dari interaksi, bentuk

[01:26:27] setelah itu dari interaksi, bentuk interaksinya kita bisa analisa lagi.

[01:26:30] interaksinya kita bisa analisa lagi. Nah, itu di sini nih.

[01:26:35] Emm.

[01:26:37] Emm. Nah, ini nih. Eh, sori sori sori.

[01:26:41] Nah, ini nih. Eh, sori sori sori. Oke. Nah, kita harus ngebaca cara

[01:26:43] Oke. Nah, kita harus ngebaca cara ngebaca matriksnya. Cara ngebaca

[01:26:45] ngebaca matriksnya. Cara ngebaca matriks-nya itu yang ini nih. Kalau

[01:26:48] matriks-nya itu yang ini nih. Kalau banyak save, kalau kita mau bikin konten

[01:26:50] banyak save, kalau kita mau bikin konten edukasi berarti kita ekspektasinya mesti

[01:26:54] edukasi berarti kita ekspektasinya mesti lebih ke save gitu. Banyak save. Kalau

[01:26:57] lebih ke save gitu. Banyak save. Kalau misalnya kita pengin bikin konten

[01:26:58] misalnya kita pengin bikin konten relatable berarti kita ekspektasi

[01:27:00] relatable berarti kita ekspektasi matriks-nya harus lebih ke share gitu.

[01:27:02] matriks-nya harus lebih ke share gitu. Jadi kita harus punya ekspektasi matriks

[01:27:04] Jadi kita harus punya ekspektasi matriks dulu. Kita harus punya ekspektasi

[01:27:06] dulu. Kita harus punya ekspektasi matriks dulu. Kira-kira kita bikin

[01:27:08] matriks dulu. Kira-kira kita bikin konten ini tujuannya targetnya adalah

[01:27:11] konten ini tujuannya targetnya adalah untuk orang baru dan supaya orang ini

[01:27:13] untuk orang baru dan supaya orang ini nge-follow kita. dan supaya orang ini

[01:27:15] nge-follow kita. dan supaya orang ini tuh minimal nge-like atau komen atau ee

[01:27:20] tuh minimal nge-like atau komen atau ee pengin ya komen gitu misalnya kita

[01:27:22] pengin ya komen gitu misalnya kita berhenti di komen. Nah, maka kita baru

[01:27:25] berhenti di komen. Nah, maka kita baru bisa bikin struktur video atau struktur

[01:27:27] bisa bikin struktur video atau struktur kontennya. Itu yang gimana caranya kita

[01:27:29] kontennya. Itu yang gimana caranya kita bisa bikin orang sampai komen. Nah,

[01:27:31] bisa bikin orang sampai komen. Nah, kalau misalnya kita eh mau bikin orang

[01:27:34] kalau misalnya kita eh mau bikin orang tuh sampai save berarti kan kita harus

[01:27:36] tuh sampai save berarti kan kita harus punya longterm relevance gitu ya.

[01:27:38] punya longterm relevance gitu ya. Kontennya memang harus di memang harus

[01:27:40] Kontennya memang harus di memang harus worth itve. Nah, kita ekspektasinya

[01:27:42] worth itve. Nah, kita ekspektasinya adalah kita pengin punya banyak save.

[01:27:44] adalah kita pengin punya banyak save. Nah, jadi kita bikin kontennya yang

[01:27:46] Nah, jadi kita bikin kontennya yang lebih ke arah eh save gitu ya, arah-arah

[01:27:50] lebih ke arah eh save gitu ya, arah-arah yang ketips atau ee edukasi long term

[01:27:53] yang ketips atau ee edukasi long term gitu ya. Nah, ini aku ada pernah satu

[01:27:55] gitu ya. Nah, ini aku ada pernah satu pengalaman lagi klien kelas cinta ya.

[01:27:59] pengalaman lagi klien kelas cinta ya. Jadi, klien kelas cinta ini banyak

[01:28:00] Jadi, klien kelas cinta ini banyak ceritanya. Ee waktu itu aku sebagai aku

[01:28:03] ceritanya. Ee waktu itu aku sebagai aku nulis kontennya juga gitu ya, ada konten

[01:28:07] nulis kontennya juga gitu ya, ada konten yang memang fungsinya itu untuk jualan.

[01:28:11] yang memang fungsinya itu untuk jualan. ada sehingga kalau konten jualan tuh

[01:28:12] ada sehingga kalau konten jualan tuh kita enggak peduli berapa pun

[01:28:14] kita enggak peduli berapa pun interaksinya. Yang penting di hasil

[01:28:16] interaksinya. Yang penting di hasil iklannya dia bagus. Terus ada konten

[01:28:18] iklannya dia bagus. Terus ada konten yang untuk engagement. Nah, konten untuk

[01:28:21] yang untuk engagement. Nah, konten untuk engagement yang pengin yang kita pengin

[01:28:23] engagement yang pengin yang kita pengin orang itu berdebat di kolom komentar ya

[01:28:27] orang itu berdebat di kolom komentar ya itu biasanya kita kasih konten

[01:28:28] itu biasanya kita kasih konten konten-konten yang kontroversial. Jadi

[01:28:30] konten-konten yang kontroversial. Jadi misalnya kita ada screenshot chat waktu

[01:28:33] misalnya kita ada screenshot chat waktu itu ya. Screenshot chat nyeritain soal

[01:28:35] itu ya. Screenshot chat nyeritain soal ee mbak-mbak yang ibaratnya curhat gitu

[01:28:38] ee mbak-mbak yang ibaratnya curhat gitu ya. curhat nih aku diselingkuhin sama

[01:28:40] ya. curhat nih aku diselingkuhin sama pacar aku bla bla bla bla. Nah, itu kan

[01:28:42] pacar aku bla bla bla bla. Nah, itu kan heboh tuh kolom komentar bisa heboh ya

[01:28:44] heboh tuh kolom komentar bisa heboh ya kan karena itu memang tujuannya

[01:28:46] kan karena itu memang tujuannya kontennya adalah untuk engage untuk

[01:28:49] kontennya adalah untuk engage untuk memancing engagement atau memancing

[01:28:52] memancing engagement atau memancing perdebatan gitu ya. Ada lagi konten yang

[01:28:54] perdebatan gitu ya. Ada lagi konten yang sifatnya edukasi, sifatnya pengin

[01:28:57] sifatnya edukasi, sifatnya pengin sifatnya lebih ke pengin ngarahin orang

[01:28:59] sifatnya lebih ke pengin ngarahin orang untuk beli kelas misalnya atau ngeklik

[01:29:01] untuk beli kelas misalnya atau ngeklik link di bio. Nah, jadi biasanya

[01:29:03] link di bio. Nah, jadi biasanya konten-kontennya tuh harus mengalir ya

[01:29:05] konten-kontennya tuh harus mengalir ya dari awal hook-nya kita bawa sampai

[01:29:08] dari awal hook-nya kita bawa sampai terakhir klik link di bio gitu ya

[01:29:10] terakhir klik link di bio gitu ya ujung-ujungnya jualan. Jadi kita harus

[01:29:12] ujung-ujungnya jualan. Jadi kita harus punya ekspektasi dulu gitu ya. Kita

[01:29:14] punya ekspektasi dulu gitu ya. Kita harus tentuin dulu ekspektasinya apa

[01:29:16] harus tentuin dulu ekspektasinya apa baru setelah itu kita jalan kontennya

[01:29:19] baru setelah itu kita jalan kontennya gitu. Cuma memang mata uang pertama yang

[01:29:21] gitu. Cuma memang mata uang pertama yang harus kita ee harus kita percayai eh

[01:29:25] harus kita ee harus kita percayai eh harus kita percayai, harus kita kejar

[01:29:27] harus kita percayai, harus kita kejar yaitu retention sih. Nah, jadi T nanti

[01:29:29] yaitu retention sih. Nah, jadi T nanti dari retention itu baru apakah lebih

[01:29:32] dari retention itu baru apakah lebih banyak likes-nya kah atau lebih banyak

[01:29:34] banyak likes-nya kah atau lebih banyak komennya kah itu nanti baru ee bisa

[01:29:38] komennya kah itu nanti baru ee bisa tergantung sama tujuan kita bikin konten

[01:29:40] tergantung sama tujuan kita bikin konten itu apa gitu sih. Ee menjawab enggak ya?

[01:29:44] itu apa gitu sih. Ee menjawab enggak ya? Mohon maaf ya ini kalau ada suara-suara.

[01:29:46] Mohon maaf ya ini kalau ada suara-suara. I iya ya. Nah, ini ini eh G lagi nih. Ee

[01:29:52] I iya ya. Nah, ini ini eh G lagi nih. Ee sebenarnya ada pertanyaan, tetapi tadi

[01:29:54] sebenarnya ada pertanyaan, tetapi tadi terkait dengan ee penjelasan matrik tadi

[01:29:57] terkait dengan ee penjelasan matrik tadi dia komen ee berhubungan dengan matrik

[01:30:00] dia komen ee berhubungan dengan matrik yang dijelaskan tadi kalau misal

[01:30:04] yang dijelaskan tadi kalau misal ada di Instagram ee di Instagram orang

[01:30:08] ada di Instagram ee di Instagram orang yang berbagi resep masakan di IG-nya

[01:30:10] yang berbagi resep masakan di IG-nya melalui

[01:30:12] melalui resels, tapi dia tulis di bionya kalau

[01:30:14] resels, tapi dia tulis di bionya kalau komen, kalau komen misalnya resep di

[01:30:17] komen, kalau komen misalnya resep di kolom komen itu berarti dia lebih ke

[01:30:19] kolom komen itu berarti dia lebih ke mana ya, Kak?

[01:30:20] mana ya, Kak? Oke,

[01:30:22] Oke, oke, oke, oke. Ini menarik karena ini

[01:30:25] oke, oke, oke. Ini menarik karena ini adalah unsur beda lagi. Jadi, misalnya

[01:30:28] adalah unsur beda lagi. Jadi, misalnya Hmm. Oke.

[01:30:30] Hmm. Oke. Eh, karena misalnya kita bikin konten

[01:30:31] Eh, karena misalnya kita bikin konten terus komen resep biar aku share

[01:30:33] terus komen resep biar aku share resepnya gitu kan ya. Maksudnya gitu

[01:30:35] resepnya gitu kan ya. Maksudnya gitu enggak ya? Ee, Gisala ya. Benar enggak?

[01:30:38] enggak ya? Ee, Gisala ya. Benar enggak? Iya. Iya. Biasanya ada kayak gitu kan.

[01:30:40] Iya. Iya. Biasanya ada kayak gitu kan. Heeh. Oh, iya.

[01:30:41] Heeh. Oh, iya. Iya. Nih mau nih komen resep di kolom e

[01:30:46] Iya. Nih mau nih komen resep di kolom e di kolom komen ya. Nah, biar tulis dia

[01:30:49] di kolom komen ya. Nah, biar tulis dia biar mereka nulis kan. Nah, itu

[01:30:51] biar mereka nulis kan. Nah, itu sebenarnya kan apakah itu gimana tuh?

[01:30:53] sebenarnya kan apakah itu gimana tuh? Ah, gimana?

[01:30:55] Ah, gimana? Itu adalah ee teknik atau trik yang beda

[01:30:59] Itu adalah ee teknik atau trik yang beda lagi. Jadi itu lebih ke DM sebenarnya

[01:31:02] lagi. Jadi itu lebih ke DM sebenarnya penginnya karena once eh itu dia pakai

[01:31:06] penginnya karena once eh itu dia pakai bot ya, ada bot-nya namanya many chats.

[01:31:08] bot ya, ada bot-nya namanya many chats. Jadi kalau misalnya itu untuk ng-trigger

[01:31:11] Jadi kalau misalnya itu untuk ng-trigger interaksi juga. Jadi untuk kita

[01:31:14] interaksi juga. Jadi untuk kita ekspektasinya adalah orang bisa komen

[01:31:16] ekspektasinya adalah orang bisa komen sebanyak mungkin. Karena kalau kalau

[01:31:18] sebanyak mungkin. Karena kalau kalau kalau sampai orang itu secara emosional

[01:31:20] kalau sampai orang itu secara emosional aja kerigger pasti yang nge-like lebih

[01:31:22] aja kerigger pasti yang nge-like lebih banyak. Biasanya kan gitu ya, kalau

[01:31:24] banyak. Biasanya kan gitu ya, kalau komennya 100 minimal viewersnya 1000

[01:31:28] komennya 100 minimal viewersnya 1000 misalnya. Jadi pasti komen eh pasti

[01:31:30] misalnya. Jadi pasti komen eh pasti likes tuh lebih banyak dari komen

[01:31:32] likes tuh lebih banyak dari komen umumnya gitu ya untuk jadi kita kadang

[01:31:36] umumnya gitu ya untuk jadi kita kadang ee ada hook-nya hook di belakang atau

[01:31:39] ee ada hook-nya hook di belakang atau CTA-nya gitu ya. komen masak untuk aku

[01:31:43] CTA-nya gitu ya. komen masak untuk aku kasih resepnya gitu. Meskipun di bayo di

[01:31:45] kasih resepnya gitu. Meskipun di bayo di linknya kita tetap ada ada link untuk

[01:31:48] linknya kita tetap ada ada link untuk resep masakannya gitu ya. Fungsinya

[01:31:50] resep masakannya gitu ya. Fungsinya kalau di konten itu sebenarnya adalah

[01:31:51] kalau di konten itu sebenarnya adalah untuk nge-capture orang-orang yang

[01:31:54] untuk nge-capture orang-orang yang kebetulan berinteraksi dengan konten

[01:31:55] kebetulan berinteraksi dengan konten tersebut yang enggak berinterak yang

[01:31:57] tersebut yang enggak berinterak yang enggak harus masuk ke akunnya. Dia

[01:32:00] enggak harus masuk ke akunnya. Dia enggak harus effort untuk masuk ke akun

[01:32:02] enggak harus effort untuk masuk ke akun creatornya terus ngelihatin resep

[01:32:04] creatornya terus ngelihatin resep masakannya terus kayak check out di

[01:32:05] masakannya terus kayak check out di situ. Tapi itu adalah cara salah satu

[01:32:08] situ. Tapi itu adalah cara salah satu shortcut ya. Jadi supaya orang yang

[01:32:10] shortcut ya. Jadi supaya orang yang kebetulan lihat konten itu gitu ya,

[01:32:13] kebetulan lihat konten itu gitu ya, masuk ke FYP langsung tertarik langsung

[01:32:16] masuk ke FYP langsung tertarik langsung ee komen masak gitu ya, komen resep.

[01:32:19] ee komen masak gitu ya, komen resep. Nah, nanti dari bot itu dia akan

[01:32:20] Nah, nanti dari bot itu dia akan mengarahkan ke DM. Di DM itu kalau

[01:32:24] mengarahkan ke DM. Di DM itu kalau misalnya teman-teman pernah coba ee kita

[01:32:26] misalnya teman-teman pernah coba ee kita akan ditawarin beberapa opsi gitu.

[01:32:29] akan ditawarin beberapa opsi gitu. Misalnya kayak, "Oh, hai, thank you

[01:32:30] Misalnya kayak, "Oh, hai, thank you sudah ngghubungin aku ini ya, resepnya

[01:32:33] sudah ngghubungin aku ini ya, resepnya aku kasih gratis gitu." Biasanya itu

[01:32:35] aku kasih gratis gitu." Biasanya itu untuk mancing ya. Kalau misalnya eh udah

[01:32:38] untuk mancing ya. Kalau misalnya eh udah udah aku mau kasih ini linknya ee tapi

[01:32:41] udah aku mau kasih ini linknya ee tapi kok kamu aku lihat kamu belum nge-follow

[01:32:43] kok kamu aku lihat kamu belum nge-follow aku, ya. Nah, jadi kamu kalau misalnya

[01:32:46] aku, ya. Nah, jadi kamu kalau misalnya udah follow, let me know, nanti aku

[01:32:47] udah follow, let me know, nanti aku kirimin linknya kayak gitu. Nah, jadi eh

[01:32:51] kirimin linknya kayak gitu. Nah, jadi eh itu adalah teknik untuk memancing

[01:32:53] itu adalah teknik untuk memancing interaksi tapi langsung masuk ke DM.

[01:32:55] interaksi tapi langsung masuk ke DM. Jadi kesannya lebih personal. Nah, itu

[01:32:57] Jadi kesannya lebih personal. Nah, itu lebih advance lagi sih kalau misalnya

[01:32:58] lebih advance lagi sih kalau misalnya ngomongin soal many chats, bots, dan

[01:33:01] ngomongin soal many chats, bots, dan komen komen resep gitu ya. itu nanti eh

[01:33:06] komen komen resep gitu ya. itu nanti eh dia lebih ke engagement sih jatuhnya

[01:33:10] dia lebih ke engagement sih jatuhnya engagement trigger dan itu lebih

[01:33:11] engagement trigger dan itu lebih memudahkan audience-nya karena audiens

[01:33:13] memudahkan audience-nya karena audiens enggak perlu effort masuk ke akunnya

[01:33:16] enggak perlu effort masuk ke akunnya nyari linknya di mana gitu ya tapi dia

[01:33:19] nyari linknya di mana gitu ya tapi dia bisa tinggal komen aja tapi si

[01:33:22] bisa tinggal komen aja tapi si creatornya udah bisa langsung ngasih

[01:33:24] creatornya udah bisa langsung ngasih banyak materi sekaligus

[01:33:27] banyak materi sekaligus gitu sih ee

[01:33:31] gitu sih ee ya. Nah, ini ada pertanyaan lagi nih

[01:33:33] ya. Nah, ini ada pertanyaan lagi nih dari Gisela nih. Kayaknya Gisela mau

[01:33:34] dari Gisela nih. Kayaknya Gisela mau jadi mau memperkuat konten konten

[01:33:37] jadi mau memperkuat konten konten marketingnya nih kayaknya Kak. Nah,

[01:33:40] marketingnya nih kayaknya Kak. Nah, misal ada dua akun memposting konten

[01:33:42] misal ada dua akun memposting konten yang mirip. Nah, terus akun baru bisa

[01:33:45] yang mirip. Nah, terus akun baru bisa dapat reach lebih tinggi dibanding akun

[01:33:48] dapat reach lebih tinggi dibanding akun lama yang sudah punya banyak followers.

[01:33:51] lama yang sudah punya banyak followers. Kenapa performa akun lama bisa menurun

[01:33:53] Kenapa performa akun lama bisa menurun padahal basis audience-nya lebih besar?

[01:33:57] padahal basis audience-nya lebih besar? Oke.

[01:33:58] Oke. Oke. This very interesting. Menarik.

[01:34:00] Oke. This very interesting. Menarik. menarik. Jadi ini

[01:34:02] menarik. Jadi ini mungkin mungkin ini yang dialami oleh si

[01:34:04] mungkin mungkin ini yang dialami oleh si Gisela nih.

[01:34:07] Gisela nih. Ada faktor ini juga sih sebenarnya ee

[01:34:11] Ada faktor ini juga sih sebenarnya ee aku sempat konfirmasi juga ke TikTok ini

[01:34:14] aku sempat konfirmasi juga ke TikTok ini juga mungkin nyambung sama pertanyaan

[01:34:17] juga mungkin nyambung sama pertanyaan kalau video tuh dikasih keranjang

[01:34:19] kalau video tuh dikasih keranjang kuning, kenapa views-nya lebih sedikit

[01:34:20] kuning, kenapa views-nya lebih sedikit ya daripada video yang tidak pakai

[01:34:22] ya daripada video yang tidak pakai keranjang kuning gitu. Kurang lebih

[01:34:24] keranjang kuning gitu. Kurang lebih nyambung lah ya pertanyaannya.

[01:34:26] nyambung lah ya pertanyaannya. Jawabannya adalah kalau misalnya akun

[01:34:28] Jawabannya adalah kalau misalnya akun baru itu memang somehow dia dapat boost

[01:34:32] baru itu memang somehow dia dapat boost dari eh platform. Jadi kayak lebih eh

[01:34:36] dari eh platform. Jadi kayak lebih eh lebih diekspos ke audiens, lebih

[01:34:38] lebih diekspos ke audiens, lebih dilempar ke pool audience yang lebih

[01:34:39] dilempar ke pool audience yang lebih gede. Harapannya sih supaya ee banyak

[01:34:44] gede. Harapannya sih supaya ee banyak data yang masuk ya, banyak data audience

[01:34:46] data yang masuk ya, banyak data audience yang sudah masuk ke capture gitu untuk

[01:34:48] yang sudah masuk ke capture gitu untuk di akun baru. Sementara kalau untuk akun

[01:34:50] di akun baru. Sementara kalau untuk akun lama base audience, base audience yang

[01:34:53] lama base audience, base audience yang udah gede itu kan mereka sudah punya

[01:34:55] udah gede itu kan mereka sudah punya database yang cukup gede juga ya. Jadi

[01:34:58] database yang cukup gede juga ya. Jadi algoritma akan ngpush-nya itu

[01:35:00] algoritma akan ngpush-nya itu berdasarkan ya sesuai how it works gitu.

[01:35:03] berdasarkan ya sesuai how it works gitu. Jadi ke 100 orang pertama lah. Terus

[01:35:05] Jadi ke 100 orang pertama lah. Terus habis itu lempar lagi ke 1000 orang,

[01:35:08] habis itu lempar lagi ke 1000 orang, kelempar lagi ke 10.000 orang gitu.

[01:35:09] kelempar lagi ke 10.000 orang gitu. Sementara kalau akun baru itu algoritma

[01:35:12] Sementara kalau akun baru itu algoritma some somehow itu kayak masih bisa ngetes

[01:35:16] some somehow itu kayak masih bisa ngetes gitu ya. in a way ngetes ini cocoknya ke

[01:35:19] gitu ya. in a way ngetes ini cocoknya ke mana. Makanya mereka cenderung ngelempar

[01:35:20] mana. Makanya mereka cenderung ngelempar videonya ke full audience yang lebih

[01:35:22] videonya ke full audience yang lebih gede dan e akun baru memang cenderung

[01:35:25] gede dan e akun baru memang cenderung lebih punya banyak followers eh sorry

[01:35:27] lebih punya banyak followers eh sorry viewers daripada akun yang lama gitu

[01:35:30] viewers daripada akun yang lama gitu sih. Dan kalau ngomongin soal keranjang

[01:35:33] sih. Dan kalau ngomongin soal keranjang kuning ya nanti kalau misalnya

[01:35:33] kuning ya nanti kalau misalnya teman-teman sudah berdagang atau

[01:35:36] teman-teman sudah berdagang atau sekarang sudah berdagang di TikTok

[01:35:38] sekarang sudah berdagang di TikTok menjadi TikTok seller ya, Kanten

[01:35:40] menjadi TikTok seller ya, Kanten Keranjang kuning ini sempat diconfirm

[01:35:42] Keranjang kuning ini sempat diconfirm juga sama tim dari TikTok karena banyak

[01:35:45] juga sama tim dari TikTok karena banyak audiens TikTok yang sekarang itu protes

[01:35:47] audiens TikTok yang sekarang itu protes ibaratnya ya atau kayak komplain gitu

[01:35:49] ibaratnya ya atau kayak komplain gitu lah ya ke TikTok. Sekarang kenapa TikTok

[01:35:51] lah ya ke TikTok. Sekarang kenapa TikTok banyak orang jualan ya padahal gua cuma

[01:35:52] banyak orang jualan ya padahal gua cuma mau pakai TikTok untuk mencari hiburan

[01:35:55] mau pakai TikTok untuk mencari hiburan gitu. Nah, makanya sejak saat itu ada

[01:35:57] gitu. Nah, makanya sejak saat itu ada pengurangan traffic sebanyak 35% kalau

[01:36:00] pengurangan traffic sebanyak 35% kalau enggak salah. terakhir update di 2025

[01:36:03] enggak salah. terakhir update di 2025 untuk konten-konten yang mengandung

[01:36:05] untuk konten-konten yang mengandung keranjang kuning gitu. Itu sedih sih,

[01:36:08] keranjang kuning gitu. Itu sedih sih, sedih sekali kita ee padahal pengin

[01:36:10] sedih sekali kita ee padahal pengin jualan ya tapi dikurangin trafficnya

[01:36:12] jualan ya tapi dikurangin trafficnya sebanyak 35%. Tapi apakah konten yang

[01:36:14] sebanyak 35%. Tapi apakah konten yang keranjang kuning berarti tidak bisa

[01:36:16] keranjang kuning berarti tidak bisa tidak bisa viral secara organik? Bisa

[01:36:18] tidak bisa viral secara organik? Bisa juga selalu ada potensi. Tapi

[01:36:20] juga selalu ada potensi. Tapi seringkiali konten yang kerenjang kuning

[01:36:22] seringkiali konten yang kerenjang kuning itu kalau misalnya dia naik sampai 1

[01:36:24] itu kalau misalnya dia naik sampai 1 juta views sampai sekian m views gitu

[01:36:26] juta views sampai sekian m views gitu ya. Seringkiali mereka ee kena iklan.

[01:36:30] ya. Seringkiali mereka ee kena iklan. kontennya

[01:36:32] kontennya gitu sih. Jadi, jadi bahasnya agak agak

[01:36:35] gitu sih. Jadi, jadi bahasnya agak agak ng-stretch panjang ya.

[01:36:37] ng-stretch panjang ya. Oke. Oke, Kak Endif sepertinya

[01:36:42] Oke. Oke, Kak Endif sepertinya eh tadi itu adalah pertanyaan yang

[01:36:44] eh tadi itu adalah pertanyaan yang terakhir dari Gisela dan termasuk

[01:36:46] terakhir dari Gisela dan termasuk pertanyaan yang cukup ini ya, cukup

[01:36:48] pertanyaan yang cukup ini ya, cukup praktikal ya ee cukup praktikal ya.

[01:36:51] praktikal ya ee cukup praktikal ya. Mudah-mudahan ee dari ee apa yang telah

[01:36:55] Mudah-mudahan ee dari ee apa yang telah dipaparkan Kak Endif tadi ee dapat di ee

[01:36:59] dipaparkan Kak Endif tadi ee dapat di ee tentunya jadi ee pengetahuan yang baru

[01:37:03] tentunya jadi ee pengetahuan yang baru buat teman-teman yang di sini. Karena

[01:37:06] buat teman-teman yang di sini. Karena salah satu materi yang selalu berubah

[01:37:09] salah satu materi yang selalu berubah itu adalah eh ya bukan berubah ya,

[01:37:11] itu adalah eh ya bukan berubah ya, selalu berkembang ya itu adalah sosial

[01:37:13] selalu berkembang ya itu adalah sosial media marketing ya kan. Akan berubah

[01:37:16] media marketing ya kan. Akan berubah terus eh berkembang terus, berkembang

[01:37:17] terus eh berkembang terus, berkembang terus, berkembang terus gitu karena

[01:37:19] terus, berkembang terus gitu karena teknologinya berkembang juga gitu.

[01:37:21] teknologinya berkembang juga gitu. Pak Endif ee

[01:37:24] Pak Endif ee terima kasih banyak untuk siang hari

[01:37:26] terima kasih banyak untuk siang hari ini, untuk ee ee ilmunya ya dan tentunya

[01:37:32] ini, untuk ee ee ilmunya ya dan tentunya untuk pengalaman-pengalamannya juga yang

[01:37:33] untuk pengalaman-pengalamannya juga yang sudah di-share kepada kami pada siang

[01:37:35] sudah di-share kepada kami pada siang hari ini. Dan mudah-mudahan ini ee saya

[01:37:38] hari ini. Dan mudah-mudahan ini ee saya percaya ee ee teman-teman di sini ee

[01:37:41] percaya ee ee teman-teman di sini ee mendapatkan ilmu yang baru dan juga

[01:37:44] mendapatkan ilmu yang baru dan juga tentunya bisa mencoba untuk diterapkan

[01:37:47] tentunya bisa mencoba untuk diterapkan ee langsung di dunia ee mereka saat ini

[01:37:51] ee langsung di dunia ee mereka saat ini ya, apalagi yang sedang ee mencoba-coba

[01:37:54] ya, apalagi yang sedang ee mencoba-coba gitu ya.

[01:37:56] gitu ya. Oke eh K on behalf of Binus eh we would

[01:38:02] Oke eh K on behalf of Binus eh we would like to thank you for for this eh

[01:38:06] like to thank you for for this eh evening for your knowledge eh sharing

[01:38:10] evening for your knowledge eh sharing knowledge to us dan

[01:38:14] knowledge to us dan eh mudah-mudahan ketemu bisa ketemu lagi

[01:38:16] eh mudah-mudahan ketemu bisa ketemu lagi di lain kesempatan. Oke, big applause to

[01:38:20] di lain kesempatan. Oke, big applause to Kaky.

[01:38:24] Thank you everyone for having me.

[01:38:31] Oke, thank you ya. Thank you. Thank you,

[01:38:33] Oke, thank you ya. Thank you. Thank you, Kak ya. ee

[01:38:35] Kak ya. ee Kak Farhan eh untuk berikutnya ada ada

[01:38:40] Kak Farhan eh untuk berikutnya ada ada yang perlu diisi oleh ee oleh apa

[01:38:44] yang perlu diisi oleh ee oleh apa mahasiswa ee boleh ya di-share di chat

[01:38:47] mahasiswa ee boleh ya di-share di chat ya.

[01:38:49] ya. Oke, sekali lagi Kak N untuk siang hari

[01:38:51] Oke, sekali lagi Kak N untuk siang hari ini dan terima kasih buat anak-anak yang

[01:38:53] ini dan terima kasih buat anak-anak yang sudah hadir pada siang hari ini. Sampai

[01:38:55] sudah hadir pada siang hari ini. Sampai ketemu lagi di lain kesempatan. Bye bye.

[01:38:57] ketemu lagi di lain kesempatan. Bye bye. Bye

[01:38:58] Bye bye guys. Sampai jumpa lagi.

[01:39:01] bye guys. Sampai jumpa lagi. Kak

[01:39:16] oke Mas. Mas Farhan e untuk evaluasinya

[01:39:22] oke Mas. Mas Farhan e untuk evaluasinya apakah ada untuk di-share ke

[01:39:25] apakah ada untuk di-share ke ee ada, Pak. Sebentar ya, Pak,

[01:39:27] ee ada, Pak. Sebentar ya, Pak, ya. Oke.

[01:39:29] ya. Oke. Oke. Silakan ee anak-anak untuk diisi ya

[01:39:34] Oke. Silakan ee anak-anak untuk diisi ya untuk form evaluasinya jangan lupa diisi

[01:39:36] untuk form evaluasinya jangan lupa diisi ya.

[01:39:38] ya. Dan yang sudah mengisi ee boleh ee untuk

[01:39:41] Dan yang sudah mengisi ee boleh ee untuk lanjut

[01:39:44] lanjut kegiatan kalian masing-masing.

[01:39:46] kegiatan kalian masing-masing. Oke, thank you anak-anak untuk siang

[01:39:48] Oke, thank you anak-anak untuk siang hari ini. Sampai ketemu next session ya.

[01:39:51] hari ini. Sampai ketemu next session ya. Bye bye.

[01:40:57] Temukan apa arti di balik cerita.

[01:41:02] Temukan apa arti di balik cerita. Hati ini terasa berbunga-bunga

[01:41:08] membuat seakan

[01:41:11] membuat seakan aku melayang

[01:41:14] aku melayang terbuai asmara.

[01:41:20] Adakah satu arti di balik tatapan?

[01:41:25] Adakah satu arti di balik tatapan? Tersipu meluk akan sebuah senyuman

[01:41:31] Tersipu meluk akan sebuah senyuman membuat suasana

[01:41:34] membuat suasana menjadi nyata.

[01:41:37] menjadi nyata. Begitu indahnya

[01:41:40] Begitu indahnya dia.

[01:41:43] Seperti apa yang selalu kuantikan

[01:41:49] Seperti apa yang selalu kuantikan aku inginkan

[01:41:51] aku inginkan dia.

[01:41:53] dia. Oh

[01:41:55] Oh melihatku apa adanya.

[01:42:00] melihatku apa adanya. Seakan kau sempurna

[01:42:05] tanpa buah kata tercuri hatiku.

[01:42:11] tanpa buah kata tercuri hatiku. Dia tunjukkan dengan tulus cintanya.

[01:42:17] Dia tunjukkan dengan tulus cintanya. Terasa berbeda

[01:42:19] Terasa berbeda saat bersamanya

[01:42:22] saat bersamanya aku jatuh cinta.

[01:42:28] Oh. Seperti apa yang selalu kunantikan

[01:42:34] Oh. Seperti apa yang selalu kunantikan kuinginkan.

[01:42:37] kuinginkan. Oh dia

[01:42:39] Oh dia dia

[01:42:41] dia melihatku apa adanya.

[01:42:46] melihatku apa adanya. Seakan ku sempurna

[01:42:49] Seakan ku sempurna dia

[01:42:50] dia ye

[01:42:52] ye seperti apa yang selalu kunantikan.

[01:42:56] seperti apa yang selalu kunantikan. Kunantikan

[01:42:57] Kunantikan kuinginkan

[01:42:59] kuinginkan kuinginkan

[01:43:04] melihatku apa adanya

[01:43:09] melihatku apa adanya seakan kau sempurna. Oh

[01:43:12] seakan kau sempurna. Oh dia bukakan

[01:43:15] dia bukakan pintu hatiku yang lama tak bisa

[01:43:21] pintu hatiku yang lama tak bisa percayakan cinta hingga dia di sini

[01:43:27] percayakan cinta hingga dia di sini memberi cintaku harapan

[01:43:37] dia.

[01:43:39] dia. Dia dia ho

[01:43:41] Dia dia ho seperti apa yang selalu kunantikan.

[01:43:46] seperti apa yang selalu kunantikan. Aku inginkan kuinkan

[01:43:49] Aku inginkan kuinkan dia

[01:43:50] dia dia

[01:43:52] dia melihatku apa adanya.

[01:43:57] melihatku apa adanya. Seakan kau sempena

[01:44:00] Seakan kau sempena dia.

[01:44:04] Seperti apa yang kunantikan.

[01:44:09] Aku inginku

[01:44:12] Aku inginku dia

[01:44:15] melihatku apa adanya

[01:44:20] melihatku apa adanya seakan ku sempurna. Hey

[01:44:25] seakan ku sempurna. Hey give me a love come love me come love me

[01:44:29] give me a love come love me come love me give me a love me come love me nothing

[01:44:36] give me a love me come love me nothing could compare your love to me

[01:44:40] could compare your love to me tell the world when you give your love

[01:44:43] tell the world when you give your love to me love me come love me give me love

[01:44:48] to me love me come love me give me love give me love now so come on and love me

[01:44:51] give me love now so come on and love me come on and love

[01:44:52] come on and love Give me love. Give me love now. Come on

[01:44:55] Give me love. Give me love now. Come on and love me. Come on and love me. Give

[01:44:58] and love me. Come on and love me. Give me your love. Give me love now. Come on.

[01:45:01] me your love. Give me love now. Come on. Love me. Come on. Give me love.

[01:45:15] Jangan kau bohongi hatimu.

[01:45:21] Jelas kau ingin aku

[01:45:27] percuma punya wajah yang merdu bila dia

[01:45:31] percuma punya wajah yang merdu bila dia tak mampu melukiskan senyummu.

[01:45:39] Izinkan ku harimu.

[01:45:45] Sir mendung kelabu

[01:45:50] percuma punya tampang yang syadu bila

[01:45:54] percuma punya tampang yang syadu bila dia tak mampu melukiskan senyummu.

[01:46:01] O tu apalagi sayang hingakanlah dirinya

[01:46:07] O tu apalagi sayang hingakanlah dirinya ku buat harimuga

[01:46:11] lalu

[01:46:13] lalu apalagi sayangku lebih baik terinya

[01:46:19] apalagi sayangku lebih baik terinya tak akan ada lagi tangis air mata

[01:46:25] tak akan ada lagi tangis air mata buat apa kau mau

[01:46:31] dalam kisah yang semu.

[01:46:37] Izinkanlah kuimu

[01:46:40] Izinkanlah kuimu dan merangk.

[01:46:45] Oh apagi sayang tinggalkanlah dirinya

[01:46:52] Oh apagi sayang tinggalkanlah dirinya kubuat hari-harimu

[01:46:56] lalu

[01:46:58] lalu apalagi sayangku lebih baik terinya

[01:47:03] apalagi sayangku lebih baik terinya tak akan ada lagi tangis air mata

[01:47:10] tak akan ada lagi tangis air mata buka

[01:47:12] buka bukanlah

[01:47:13] bukanlah pintu hati Tim darah izinkanlah

[01:47:18] pintu hati Tim darah izinkanlah kumuk asmara

[01:47:21] kumuk asmara kan kukuba

[01:47:24] kan kukuba sedihmu jadi

[01:47:33] tunggu apaagi sayang tinggalkanlah

[01:47:37] tunggu apaagi sayang tinggalkanlah dirinya

[01:47:38] dirinya kan ku buat hari-harimu

[01:47:42] kan ku buat hari-harimu penuh bahagia

[01:47:45] lagi sayang lebih baik dari

[01:47:50] lagi sayang lebih baik dari tak akan ada lagi nangis air maaf

[01:47:57] tak akan ada lagi nangis air maaf dari sayang

[01:48:00] dari sayang darinya

[01:48:02] darinya takkan ada lagi angis air mata

[01:48:10] Allahu

[01:48:15] hari bahagia

[01:48:17] hari bahagia hari-harimu

[01:48:19] hari-harimu bahagiau

[01:48:20] bahagiau lagi sayang

[01:48:22] lagi sayang sayang

[01:48:26] k buat harimu bahagia Yeah.

[01:49:04] Kamu bilang aku tak sama,

[01:49:07] Kamu bilang aku tak sama, tak seperti saat pertama.

[01:49:11] tak seperti saat pertama. Aku bilang mungkin pikiranmu saja.

[01:49:19] Kamu bilang ku tak peduli.

[01:49:23] Kamu bilang ku tak peduli. Tak seperti pertama kali. Aku bilang

[01:49:28] Tak seperti pertama kali. Aku bilang jangan lagu sendiri.

[01:49:33] Mengapa?

[01:49:35] Mengapa? Mengapa? Mengapa? Mengapa

[01:49:38] Mengapa? Mengapa? Mengapa banyak keraguan?

[01:49:40] banyak keraguan? Banyak keraguan

[01:49:42] Banyak keraguan dalam hatimu. Oh kasih

[01:49:48] dalam hatimu. Oh kasih dengarkanlah.

[01:49:51] Hanya kamulah satu-satunya.

[01:49:56] Hanya kamulah satu-satunya. Di antara

[01:49:59] Di antara yang pernah singgah di relung jiwa

[01:50:02] yang pernah singgah di relung jiwa tentakan bentar lagi ada manusia lainnya

[01:50:10] tentakan bentar lagi ada manusia lainnya sudah cukup satu. Hanya kamu

[01:50:15] sudah cukup satu. Hanya kamu lah satu-satunya.

[01:50:18] Kamu bilang kamu berubah.

[01:50:22] Kamu bilang kamu berubah. Dulu kurudus sekarang gajah.

[01:50:26] Dulu kurudus sekarang gajah. Aku bilang semua manusia berubah.

[01:50:32] Aku bilang semua manusia berubah. Oh

[01:50:33] Oh mengapa?

[01:50:35] mengapa? Mengapa?

[01:50:36] Mengapa? Mengapa mengapa banyak keraguan?

[01:50:39] Mengapa mengapa banyak keraguan? Banyak keraguan.

[01:50:42] Banyak keraguan. dalam hatimu. Oh kasih,

[01:50:48] dalam hatimu. Oh kasih, dengarkanlah.

[01:50:51] Hanya kamulah satu-satunya

[01:50:55] Hanya kamulah satu-satunya di antara

[01:50:58] di antara yang pernah singgah di relung jiwa.

[01:51:02] yang pernah singgah di relung jiwa. Tentang takkan pernah lagi ada manusia

[01:51:07] Tentang takkan pernah lagi ada manusia lainnya.

[01:51:09] lainnya. Sudah cukup satu.

[01:51:12] Sudah cukup satu. Hanya kamuah

[01:51:14] Hanya kamuah satu-satunya.

[01:51:27] Manusia

[01:51:29] Manusia diciptakan berpasang-pasangan

[01:51:35] untuk saling mencinta,

[01:51:38] untuk saling mencinta, untuk saling percaya.

[01:51:45] Dengarkanlah.

[01:51:49] Hanya kamulah satu-satunya

[01:51:53] Hanya kamulah satu-satunya di antara

[01:51:56] di antara yang pernah singgah di relung jiwa dan

[01:52:00] yang pernah singgah di relung jiwa dan takkan pernah lagi ada manusia lainnya.

[01:52:07] takkan pernah lagi ada manusia lainnya. Sudah cukup satu hanya kamu

[01:52:12] Sudah cukup satu hanya kamu satu-satunya.

[01:52:14] satu-satunya. Tak akan pernah lagi ada manusia

[01:52:20] Tak akan pernah lagi ada manusia lainnya.

[01:52:22] lainnya. Sudah cukup satu. Hanya kamu

[01:52:27] Sudah cukup satu. Hanya kamu satu

[01:52:28] satu hanya kamu.

[01:52:31] hanya kamu. Satu hanya kamu

[01:52:35] Satu hanya kamu kau satu-satunya. satu-satunya Yeah.

[01:53:38] Berjuta rasa-rasa yang tak mampu

[01:53:41] Berjuta rasa-rasa yang tak mampu diungkapkan kata-kata.

[01:53:46] Dengan beribu cara-cara kau selalu

[01:53:49] Dengan beribu cara-cara kau selalu membuatku

[01:53:51] membuatku bahagia.

[01:53:55] Kau adalah alasan dan jawaban atas semua

[01:53:58] Kau adalah alasan dan jawaban atas semua pertanyaan.

[01:54:02] Yang benar-benar kuinginkan hanyalah kau

[01:54:06] Yang benar-benar kuinginkan hanyalah kau untuk selalu di sini. Ada untuk kuat kau

[01:54:12] untuk selalu di sini. Ada untuk kuat kau tu menjadi pilihanku.

[01:54:17] Menjadi yang terakhir

[01:54:20] Menjadi yang terakhir dalam hidupku. Malukah kau tu menjadi

[01:54:26] dalam hidupku. Malukah kau tu menjadi yang pertama

[01:54:29] yang pertama yang selalu ada.

[01:54:31] yang selalu ada. Di saat pagi

[01:54:34] Di saat pagi membuka mata.

[01:54:37] membuka mata. Oh, izinkan aku memilikimu,

[01:54:42] Oh, izinkan aku memilikimu, mengasihimu,

[01:54:44] mengasihimu, menjagamu,

[01:54:46] menjagamu, menyayangimu,

[01:54:48] menyayangimu, memberi cinta, memberi semua yang engkau

[01:54:53] memberi cinta, memberi semua yang engkau inginkan. Selama aku mampu, aku akan

[01:54:58] inginkan. Selama aku mampu, aku akan berusaha

[01:55:00] berusaha mewujudkan semua impian dan harapan

[01:55:03] mewujudkan semua impian dan harapan untuk menjadi

[01:55:06] untuk menjadi kenyataan.

[01:55:07] kenyataan. K

[01:55:10] K menjadi pilihanku

[01:55:14] menjadi yang terakhir

[01:55:17] menjadi yang terakhir dalam hidupku. Maukah kau berjanjian?

[01:55:23] dalam hidupku. Maukah kau berjanjian? Pertama

[01:55:26] Pertama dia yang selalu ada di saat pagi

[01:55:31] dia yang selalu ada di saat pagi membuka mata.

[01:55:35] Jadilah yang terakhir

[01:55:39] Jadilah yang terakhir untuk jadi yang pertama

[01:55:43] untuk jadi yang pertama tuk jadi selamanya.

[01:55:52] Maukah kau maukah diri lehat

[01:55:58] Maukah kau maukah diri lehat jadi pilihan

[01:56:01] dalam hidupku. Maukah kau? Maukah kau

[01:56:08] dalam hidupku. Maukah kau? Maukah kau yang ter?

[01:56:10] yang ter? Jadi yang berada di saat pagi.

[01:56:16] Jadi yang berada di saat pagi. Maukah kau?

[01:56:18] Maukah kau? Maukah jadi pilihan?

[01:56:22] Maukah jadi pilihan? Jadi pilih

[01:56:24] Jadi pilih karena kita

[01:56:28] karena kita maukah kau?

[01:56:30] maukah kau? Maukah

[01:56:32] Maukah tetama

[01:56:34] tetama jadian selalu aman di saat

[01:56:40] jadian selalu aman di saat buka mata.

[01:56:44] Jadilah yang terakhir

[01:56:48] Jadilah yang terakhir untuk jadi yang pertama

[01:56:52] untuk jadi yang pertama tuk jadi selamanya.

[01:56:57] Ye ye

[01:57:10] sampai juga di titik nadir cinta ini

[01:57:17] sampai juga di titik nadir cinta ini semakin tak mungkin

[01:57:21] semakin tak mungkin kurai

[01:57:24] kurai tak kusangka

[01:57:26] tak kusangka Sungguh teganya

[01:57:28] Sungguh teganya kau mengikat

[01:57:31] kau mengikat akad yang seharusnya milikku.

[01:57:35] akad yang seharusnya milikku. kini

[01:57:37] kini miliknya.

[01:57:40] Meski hatiku

[01:57:43] Meski hatiku untuk kamu

[01:57:45] untuk kamu dan hatimu

[01:57:48] dan hatimu tetap aku.

[01:57:50] tetap aku. Jangan

[01:57:52] Jangan coba kita untuk bertemu.

[01:57:57] coba kita untuk bertemu. Takkan sanggup aku bertahan di ingin

[01:58:02] Takkan sanggup aku bertahan di ingin berlari

[01:58:04] berlari membuah

[01:58:09] kumiliki.

[01:58:14] Di benahku selalu terlintas

[01:58:19] Di benahku selalu terlintas jalinan

[01:58:21] jalinan kisah kita indah

[01:58:25] kisah kita indah selamanya.

[01:58:27] selamanya. Dan di pelaminan

[01:58:30] Dan di pelaminan itu masih sempat kau melihat tepat ke

[01:58:36] itu masih sempat kau melihat tepat ke arahku.

[01:58:37] arahku. Aku

[01:58:39] Aku bertemu

[01:58:40] bertemu meski hatiku

[01:58:44] meski hatiku untuk kamu dan hatimu

[01:58:48] untuk kamu dan hatimu tetap aku. Jangan

[01:58:52] tetap aku. Jangan coba kita tuh bertemu.

[01:58:57] coba kita tuh bertemu. Takkan sanggup aku bertahan dia. Ingin

[01:59:03] Takkan sanggup aku bertahan dia. Ingin berlari

[01:59:04] berlari memeluku.

[01:59:08] yang pernah kumiliki.

[01:59:15] Harus

[01:59:16] Harus kuhapus bayangan-Mu.

[01:59:22] Mengapa

[01:59:24] Mengapa hati selalu memanggil nama-Mu?

[01:59:29] hati selalu memanggil nama-Mu? Semakin aku menjauh,

[01:59:33] Semakin aku menjauh, semakin jiwa tak bisa terpisahkan.

[01:59:42] Mes

[01:59:44] Mes hatiku

[01:59:46] hatiku untuk

[01:59:49] untuk hatimu

[01:59:50] hatimu tetapu

[01:59:52] tetapu jangan

[01:59:54] jangan coba kita untuk bertemu.

[01:59:59] coba kita untuk bertemu. Takkan sanggup aku bertahan dia ingin

[02:00:04] Takkan sanggup aku bertahan dia ingin berlari

[02:00:06] berlari memutmu

[02:00:09] yang pernah kumiliki.

[02:00:19] Jangan jangan coba kita bertemu.

[02:00:26] Jangan jangan coba kita bertemu. Takkan sanggup aku bertahan

[02:00:30] Takkan sanggup aku bertahan ingin bers

Cite this page

If you're using ChatGPT, Claude, Gemini, or another AI assistant, paste this URL into the chat:

https://youtube-transcript.ai/docs/dm-tech-skill-6-data-driven-social-media-engagement-advanced-vvs92m97p9

The full transcript and summary on this page will be retrieved as context, so the assistant can answer questions about the video accurately.