# DM Ind 6: Revitalizing Email Marketing In The Modern Digital Era

https://www.youtube.com/watch?v=cady5_WxKIM
Translation: en

[02:53] Oke, halo semuanya. Selamat siang,

[02:56] Teman-teman.

[03:00] Oke, semoga semua dalam keadaan sehat ya

[03:03] walaupun ee cuaca panas hari ini gitu

[03:06] ya. Hari ini teman-teman tetap dalam

[03:07] keadaan sehat. Semoga teman-teman tetap

[03:10] semangat ya untuk mengikuti kelas hari

[03:12] ini. Nah, perkenalkan saya Ira. Jadi,

[03:15] hari ini saya yang akan menjadi

[03:16] moderator untuk sesi industri. Ee kali

[03:20] ini kita ketemuan industri yang

[03:22] pertemuan ke enam kalau enggak salah.

[03:26] Nah, judulnya adalah topiknya

[03:28] Revitalising Email Marketing in the

[03:31] Modern Digital Era. Nah, kali ini kita

[03:33] kedatangan tamu eh narasumber dari eh

[03:38] BCA

[03:40] digital yaitu Mas Rudini. Seperti

[03:43] sebelumnya kita sudah pernah ketemu ya

[03:44] sama Mas Rudini dengan topik yang

[03:45] berbeda. Kita bertemu lagi gitu ya. Nah,

[03:48] mungkin aku mau kita kan kadang suka

[03:50] dengar ya Sali ini tentang email

[03:52] marketing. Apa sih sebenarnya email

[03:54] marketing? Sebenarnya di era sekarang

[03:56] ini masih cocok enggak sih kita pakai

[03:58] email marketing? Nah, terus kemudian

[04:00] sekarang ini kan udah ada TikTok,

[04:02] Instagram, bahkan udah ada apa ya

[04:05] sekarang zamannya AI ya, AI chatbot

[04:08] gitu. Kalau kita komplain ke customer

[04:11] gitu, kadang yang balas adalah si AI

[04:12] chatbot-nya itu gitu. Nah, sebenarnya

[04:17] email marketing itu masih dibutuhin

[04:18] enggak sih? Dan ternyata faktanya yang

[04:21] aku baca gitu ya, nanti boleh diluruskan

[04:23] oleh si Mas Rudini ya. Jadi email ini

[04:26] masih menjadi sebuah ee salah satu salah

[04:28] satu channel digital marketing yang

[04:31] selama ini eh masih terus ROY-nya itu

[04:33] tir tertinggi dan memang masih terus

[04:35] berevolusi terhadap AI kemudian

[04:38] automatization-nya. Nah, jadi kenapa sih

[04:41] ee email marketing itu masih bertahan

[04:44] gitu. Nah, kira-kira bagaimana sih

[04:46] prosesnya bisa bertransformasi untuk

[04:48] menjadi alat yang memang strategis dalam

[04:50] untuk membangun hubungan dengan

[04:52] customer? Nah, nanti dari Mas Rudini

[04:56] akan info ke teman-teman, akan sharing

[04:59] juga ke teman-teman soal topik ini.

[05:02] Jadi, kalau misalnya kira-kira kalau di

[05:05] Bank BCA digital ya khususnya ya Mas

[05:07] Rudin di blue ya, kira-kira endingnya

[05:10] tuh masih kepakai enggak sih gitu atau

[05:12] bahkan mungkin kalau teman-teman nanti

[05:15] kepikiran gitu ya, teman-teman punya

[05:17] bisnis dan sebagainya, teman-teman

[05:18] ngelihat oh aku kayaknya masih tetap

[05:20] butuh nih yang namanya email marketing.

[05:22] Nya ini di sini akan dijelasin oleh si

[05:24] Mas Rudi nih. Oke, tanpa perlu

[05:27] berlama-lama ya. Jadi, pastikan buat

[05:29] teman-teman ya yang join di program SIS

[05:33] specific independent study jangan lupa

[05:35] absen.

[05:37] Absen saya bilang dari tadi ya, ngisi

[05:39] attendance yang pertama. Attendance di

[05:43] ee apa sih namanya?

[05:46] Sesi Certification Industri. Kemudian

[05:49] pastikan bahwa kamu juga ngisi logbook

[05:50] hari ini. Nah, kemudian nanti jangan

[05:53] lupa di akhir ada evaluasi. Jadi kalau

[05:56] misalnya ee teman-teman pastikan akan

[05:58] ngisi duanya tersebut. Termasuk juga

[06:00] kalau ada yang non SIS boleh teman-teman

[06:03] nanti isi aja di link evaluasinya. Oke,

[06:07] sekarang kita panggil Mas Rudini.

[06:09] Silakan Mas Rudini. Halo Mas Rudini.

[06:12] Halo. Selamat siang

[06:13] ya. Sehat, Mas.

[06:15] Sehat.

[06:16] Oke, sekarang aku berikan pada kamu

[06:19] untuk bisa kasih paparan materinya.

[06:21] Silakan.

[06:22] Baik, Pak. Terima kasih, Mbak. Oke, ee

[06:25] selamat siang, Teman-teman semuanya. Ee

[06:28] mungkin balik lagi, Guys. Aku pernah ee

[06:32] ngajar di kelas ini juga sebelumnya

[06:35] mungkin dengan topik yang berbeda

[06:36] seperti tadi dibilang dan topik hari ini

[06:38] adalah eh tentang revitalizing email

[06:40] marketing. Jadi, intinya kayak

[06:42] sebenarnya eh bagaimana sih penggunaan

[06:45] email marketing di era yang ada saat ini

[06:47] gitu. Masih relevan enggak sih? Masih

[06:49] dibutuhkan enggak sih? Atau ya mungkin

[06:52] bahasa sederhananya kayak kepakai enggak

[06:53] sih gitu ya. Mari kita coba ee bedah

[06:56] lebih lanjut.

[07:02] Nah, apakah sudah muncul?

[07:07] Sudah, ya. Oke. Baiklah.

[07:12] Nah, jadi hari ini ee belajar juga dari

[07:15] beberapa pertemuan sebelumnya.

[07:16] Sebenarnya mungkin kayak di beberapa

[07:18] sebelumnya itu cukup banyak yang ee

[07:21] bukan cukup banyak hampir semua

[07:23] sepanjang materi mungkin aku kayak

[07:25] banyaknya ngomong sendiri anggapannya

[07:26] gitu menceritakan ee sharing segala

[07:28] macam. Nah, tapi mungkin di hari ini

[07:31] mencoba untuk ada beberapa sesi

[07:33] interaktifnya juga nih. Mungkin nanti

[07:34] ada polling, mungkin nanti ada kayak eh

[07:38] mini discussion lah gitu via kolom chat

[07:40] aja gitu kan. atau mungkin dari

[07:41] teman-teman ada yang mau menyampaikan ee

[07:43] pendapatnya juga nanti mungkin e kalau

[07:45] masih waktu ee cukup e bisa juga gitu

[07:47] ya. Saya penginnya sih ee partisipasi

[07:50] dari teman-teman ee hari ini mungkin

[07:52] lebih aktif, lebih kalau ada yang pengin

[07:54] ditanyain apa segala macam langsung

[07:56] diaruh aja di kolom chat nanti ketika

[07:59] pas waktunya bisa aku coba jawab. Nah,

[08:02] hari ini cukup banyak gitu ya. E ada

[08:04] kurang lebih del session ini dalam

[08:07] mungkin sekitar 1 seteng sampai 2 jam ke

[08:10] depanah gitu ya. Nah, terus kayak ada

[08:13] soal ngomongin apakah email itu sudah

[08:14] mati, evolusinya ee penggunaan email tuh

[08:17] gimana? Ada istilahnya ada own sama rent

[08:20] aset, ada omnional rle sampai nanti juga

[08:23] ada bahas soal AI juga statis penggunaan

[08:26] ini sampai ke mistik atau trennya gitu.

[08:31] Nah, sebelum ee kita lebih lanjut, aku

[08:35] mau coba lakuin polling nih. Nah, ini

[08:37] ada ada pertanyaannya ini.

[08:40] Aku buka slide.

[08:45] Nah, sebentar ya.

[08:49] Nah, ini ee bakalan ada slido gitu ya.

[08:51] eh ada slido. Jadi boleh teman-teman e

[08:55] coba masuk ke slido.com terus masukin

[08:58] kodenya ini dan bisa langsung ee pilih

[09:02] aja pollingnya. Boleh silakan aku tunggu

[09:05] mungkin sekitar 2 menitan kali ya.

[09:10] Ini sekarang layarnya di slido kan ya?

[09:12] Benar ya?

[09:14] Iya di slid Mas.

[09:18] Oke,

[09:24] boleh ee ee bisa masuk teman-teman

[09:27] semuanya bisa. Oke, sudah ada yang mulai

[09:29] voting nih, gitu ya. Pertanyaan adalah

[09:32] seberapa sering Anda membuka email

[09:34] pribadi dalam sehari? Tuh,

[09:37] ini ada yang menjawab hanya kalau ada

[09:39] notifikasi penting.

[09:42] Ada juga yang jawab enggak pernah atau

[09:44] jarang.

[09:47] kita tunggu

[10:06] nah sambil menunggu teman-teman sendiri

[10:08] ya mungkin kalau ee kalau saya sendiri

[10:10] sih buka email itu ee maksudnya saya

[10:13] pakainya Gmail gitu ya yang cukup umum

[10:15] sekarang dipakai itu si Gmail. Kalau ada

[10:18] notifikasi penting baru tuh dibuka. Tapi

[10:20] kadang saya punya waktu khusus gitu ya

[10:22] untuk ee sekedar rapiin email dan juga

[10:26] cekin dia. Kalau di Gmail itu dia udah

[10:29] ada klasifikasinya, ada yang main

[10:32] inbox-nya, terus kemudian ada sosialnya,

[10:34] ada promotion-nya. Kadang-kadang saya

[10:37] coba sekali tuh ngecek promotion-nya

[10:39] juga gitu. Karena sekarang si Jimal

[10:41] sendiri udah semakin pintar mungkin ya.

[10:43] ee si Google-nya mengklasifikasikan

[10:46] ee dan juga memasilitasi

[10:49] kebutuhan

[10:51] brand anggap ada atau company sama

[10:53] customer gitu. Akhirnya salah sih

[10:56] promotion sosial dan media ini gitu. Dan

[10:58] kadang-kadang saya kasih suka lihat

[10:59] promotion sih karena cukup banyak

[11:01] informasi-informasi itu yang tidak saya

[11:04] dapatkan di sosial media ataupun di

[11:05] website atau dari mana, tapi itu

[11:07] didapetinnya dari si email. Nah, jadi

[11:09] terkadang ee terkadang saya masih ee

[11:11] ngeceklah walaupun enggak selalu tapi

[11:14] kalau misalnya lagi punya waktu ngecek

[11:16] si ee inbox-nya ini. Nah, ini ini baru

[11:20] dari 100 partisipan baru 23 nih. ya.

[11:22] Kesulitankah ee teman-teman semuanya

[11:26] untuk inioting

[11:32] mirip ya kurang lebih ee oke ee apa

[11:36] namanya mirip sama yang tadi saya bilang

[11:38] gitu ya. pengalaman saya personal kalau

[11:41] ee

[11:42] kita buka email itu mungkin utamanya

[11:45] kalau ada notifikasi penting aja gitu.

[11:48] Tapi sebenarnya ee dengan

[11:51] mm

[11:53] cuman bukanya pada saat ee ada

[11:56] notifikasi penting,

[11:58] apakah si fungsi email-nya ini kalau

[12:01] buat dunia marketing jadi berkurang atau

[12:03] enggak gitu.

[12:06] Kita lihat ya. Nah, masih mari kita

[12:08] masuk ke halaman yang ee bagian yang

[12:10] pertama. Kita

[12:13] ada satu pertanyaan nih. Apakah email

[12:15] marketing itu sudah mati gitu ya?

[12:17] Menurut teman-teman sendiri gimana nih?

[12:19] Mungkin boleh di kolom komen kalau

[12:21] misalnya mau menjawab sedikit. Mau

[12:25] teman-teman sendiri gimana?

[12:34] Masih hidup? Kalau dari Mbak Kira ya

[12:36] teman-teman yang lain dari

[12:42] Nah, kalau misalnya masih hidup atau

[12:44] sudah mati sebenarnya persepsinya gimana

[12:46] sih yang benar tuh kayak gimana sih?

[12:48] Apakah udah enggak relevan dan kalau

[12:50] memang udah enggak relevan siapa yang

[12:51] bilang gitu. Sebenarnya sih maksudnya

[12:53] kata siapanya itu tadi itu data tuh

[12:55] ngomong apa sih gitu ya. Nah, makanya

[12:57] gitu ya, email marketing itu eh salah

[13:00] satu yang masih hidup hingga saat ini.

[13:02] Walaupun si email marketing ini tuh eh

[13:05] sumbernya udah dari fase marketing

[13:07] sekian lah gitu ya. Kayaknya market

[13:09] marketing 2.0 deh kayaknya.

[13:11] Nah, karena di data sendiri gitu ya,

[13:14] ternyata pengguna email secara global

[13:16] tuh di tahun 202 aja udah ada 4,8 428

[13:20] miliar yang punya email. Kemudian

[13:22] rata-rata ROI-nya ee apa ya? ROI-nya

[13:27] kalau marketing itu ternyata 36 banding

[13:30] 1 dolar. Nah, maksudnya eh biaya yang

[13:33] dik itu satu tapi return investmentnya

[13:35] tuh rata-rata sampai 36 dolar. Berarti

[13:38] secara e kalau dari p perusahaan masih

[13:41] menguntungkan nih gitu. Masih cukup

[13:42] efektif tanggapannya. Kemudian ee email

[13:45] marketing sendiri ternyata per data 2024

[13:48] setiap harinya gitu ada 361 miliar email

[13:52] yang dikirimkan dari berbagai macam ee

[13:55] company nih gitu. Dan ternyata dari

[13:58] hasil survei juga konsumen itu lebih

[14:00] lebih memilih ee informasi itu

[14:04] disampaikan lewat emails dibandingkan di

[14:07] sosial media jika berhubungan sama

[14:09] berbagai informasi-informasi yang

[14:11] relevan buat mereka gitu.

[14:15] Nah, kalau misalnya ee ada pertanyaan

[14:16] nih, nanti akan ada sesi di ee S case

[14:21] kalau misalnya email sudah mati, kenapa

[14:23] di Amazon, Netflix, bahkan Spotify gitu

[14:27] ya, Tokopedia dan Rokeloka gitu ya,

[14:29] masih menginvestasikan juta dolar setiap

[14:30] tahunnya. Jadi untuk budget si marketing

[14:33] lewat email ini tuh tidak sedikit ya,

[14:35] Teman-teman. Jadi kayak karena dia

[14:36] jumlahnya bulving, dia pasti pakai tool

[14:38] segala macam, miliaran lah gampnya eh

[14:40] spending yang dikeluarkan.

[14:43] Karena hingga saat ini itu tadi data

[14:45] masih bilang masih sangat relevan dan

[14:47] berimpact terhadap penjualan ataupun

[14:49] berbagai macam ee panel marketing.

[14:57] Ee

[15:01] ee orang kan buka akun ee Facebook

[15:04] bisnis, bikin page segala macam. Nah, di

[15:08] sebelum 2018 gitu ya, itu tuh naik

[15:11] sebenarnya eh rich-nya gitu eh kayak

[15:13] paparannya, tapi kan ada perubahan

[15:16] behavior nih dari si followersnya apa

[15:19] segala macam mungkin udah udah udah

[15:21] berkurang gitu ya pakai Facebook gitu

[15:23] dan ternyata setelah tahun 2018 ada

[15:25] penurunan yang drastis mereka punya

[15:28] jutaan followers tapi

[15:31] 6% ni gitu setelah 2008

[15:35] dan 6%nya itu maksudnya nya kayak dari

[15:37] secara data global ya. Jadi kayak S ini

[15:39] dianggapnya cukup ee cukup signifikan e

[15:42] penurunannya. Maka dari itu setelah

[15:43] dicari tahu ternyata ya email ini jadi

[15:46] penyelamat nih Bapaknya karena bisa

[15:49] langsung secara eh direct eh secara

[15:52] personal nyampai ke si pengguna gitu

[15:55] kan. Masuknya ke inbox ya. Kalau

[15:57] inboxnya ya masing-masing orang eh punya

[16:01] behaviornya masing-masing nih. Kalau di

[16:02] sosial media ya kita cuma scrollsroll

[16:04] aja gitu.

[16:06] Nah, dari si dia ngomong gitu ya, email

[16:09] is not it is the of

[16:14] Jadi apun yang di lakukan eh di di

[16:19] internet sana ada perkembangan apa

[16:21] segala macam ya internet ini bilang dia

[16:23] bilang gya bilang kayak kecoa nih yang

[16:26] mau dibunuh misalnya anggapannya gitu

[16:28] mau dihunting mau gimana juga dia akan

[16:31] tetap survive karena dia punya

[16:33] kelebihannya sendiri gitu sehingga

[16:35] tanggapannya enggak bisa digantikan.

[16:38] Nah,

[16:39] kita lanjut masuk ke ee evolusi email

[16:41] marketing. Tadi aku sampat bilang ee

[16:43] marketing ini seingat aku tuh mulai fase

[16:45] marketing 3.0 deh. Nah, sebenarnya tuh

[16:47] gimana sih evolusi marketing eh email

[16:49] marketing ini gitu ya. E dulu tuh kan e

[16:52] mungkin dari blas gitu ya, dibelas semua

[16:54] sama. sampai sekarang itu kalau misalnya

[16:57] teman-teman suka ikutan eh seminar rawat

[16:59] segala macam berhubungan sama digital

[17:01] marketing sering banget dibahas soal

[17:03] hyper personalization berbasis apalagi

[17:05] sekarang berbasis itu sering banget

[17:07] dibahas. Nah, kita lihat

[17:08] perkembangannya.

[17:09] Nah, ada empat era gitu ya di eh M era.

[17:13] Nah, ini tuh eh udah kirimnya semua aja

[17:16] gitu mentality-nya itu spray and pray.

[17:18] Maksudnya spray and itu kayak ya sudah

[17:20] dikasih lempar semuanya nanti kita lihat

[17:23] hasilnya itu ya. kita berdoa hasilnya

[17:24] bakal bagaimana. Kalau dia bagus ee

[17:27] berarti ee menguntungkan. Kalau enggak

[17:28] ya mungkin akan cari ee cari biasanya

[17:31] bermainnya di messaging-nya aja. Tapi

[17:33] infonya itu semuanya sama persis setiap

[17:35] orang. Nah, kemudian ee di era kedua

[17:38] tahun 2000 sampai 2010 ini sudah mulai

[17:41] mengarah ke database marketing gitu ya.

[17:43] Ada yang namanya e CRM, customer

[17:45] relationship eh management tools gitu

[17:47] ya. Terus sudah mulai soal STP juga

[17:50] kalau pernah dengar. segmentasi

[17:51] targeting, positioning. Nah, ini udah

[17:53] udah ada segmentasi dasarnya nih. Sudah

[17:55] mulai oh eh Rudini ini masuknya ke mana

[17:58] gitu. Si B ini masuknya ke seven mana.

[18:00] Itu sudah mulai dibagi-bagi di di era

[18:03] ini. Kemudian sekarang itu udah ee kalau

[18:06] tapi eh kirimnya tetap baik trigger dari

[18:08] kita gitu ya. Jadi kayak oh tanggal

[18:10] sekian aku mau kirim gitu. Eh di era

[18:13] kedua itu masih kayak gitu. Nah, kalau

[18:15] di era ketiga dari 2019 sampai 2018 ini

[18:18] udah mulai automation, udah berkembang

[18:19] nih si automation-nya. Jadi, ada

[18:21] trigger-trigger khusus misalnya kayak

[18:24] kalau contohnya di e-commerce misalnya

[18:26] di Shopee, di Tokopedia kalian ada

[18:30] masukin item gitu, abandon card maksud

[18:33] eh istilahnya gitu ya. Ada abandon card.

[18:35] Nah, ini ini tuh sebagai e tools buat

[18:37] mereka, oh triggernya si tuh mau beli A

[18:39] nih. Aku coba push deh gitu. ee

[18:42] informasi ini misalnya entah ee apa

[18:46] namanya?

[18:48] Entah lagi enggak ee apa ya biar ini

[18:52] biar biar dapat tension gitu.

[18:56] Sebentar ya.

[19:04] Oke. Nah, dan sekarang ini sudah dengan

[19:07] berkembangnya AI. Nah, ini eh kalau tadi

[19:10] trigger, kalau trigger itu tuh kayak

[19:12] based on behavior. Rudin ini ngapain

[19:14] bakal dapat trigger apa nanti. Udah

[19:16] misalnya kalau pakai kalau diperbankan

[19:18] gitu ya, misalnya udah open account.

[19:20] Nah, nanti itu bakalan ada

[19:21] trigger-triggernya misalnya akhirnya dia

[19:23] udah buka udah buka halaman Kris

[19:25] mungkin. Nah, nanti itu triggernya buka

[19:27] halaman Kris. Nah, nanti bakalan dikasih

[19:29] tahu oh kalau kamu mau pakai Kris nanti

[19:31] ada promo A C D E gitu. Terus kalau

[19:34] misalnya dia sudah mulai ke halaman ee

[19:36] ee fitur tabungan, dia akan ada edukasi

[19:39] masuk ke email yang berhubungan sama ee

[19:42] bunganya misalnya atau keuntungannya

[19:44] gitu-gitu.

[19:48] Nah, terus kalau di era yang sekarang ee

[19:51] istilahnya tuh udah one onone marketing.

[19:54] Jadi, benar-benar datanya itu membaca ee

[19:57] kebiasaan personal setiap orangnya gitu.

[20:00] Jadi kayak misalnya Rudinia ini makanya

[20:02] kalau kalian suka dapat kadang suka

[20:04] tiba-tiba dapat email kok sangat sangat

[20:07] sesuai dengan apa yang kita search

[20:09] misalnya apa yang kita ee lihat di

[20:13] sosial media gitu. Itu tuh makanya

[20:15] dibilang sekarang tuh eranya udah one

[20:17] onone marketing nih gitu. Istilah

[20:18] kerennya kan hyper personalization gitu

[20:21] dan dia udah ada eh predic analyticnya

[20:24] yang dibantu sama AI. Jadi tadi saya si

[20:27] segmen yang ini tuh punya kebiasaan apa?

[20:29] Nanti AI yang akan membantu penganalisa

[20:31] buat si manusia ini ee ngambil keputusan

[20:33] biasanya kayak gitu.

[20:35] Nah, masuk lagi. Kalau pengin ee tahu

[20:38] lebih lanjut nih, kita ke

[20:43] ini

[20:58] ee

[21:00] nah silakan masuk lagi ke slido. Boleh

[21:04] di

[21:48] Nah, ini ee juga ada behavior-behavior

[21:50] yang perlu dilihat gitu ya. Eh, kalau

[21:53] ini eh apa namanya? Ngelihat e enggak

[21:56] usah ngelihat itu deh aku personal lah

[21:58] gitu ya. Kalau tuh biasanya ngelihat ada

[22:00] yang berhubungan sama newsletter gitu

[22:03] ya. Kayak

[22:06] ee ya pasti yang utama benar sih

[22:08] notifikasi transaksi atau up itu ah yang

[22:10] paling terakhir gitu, yang paling sering

[22:12] lah gitu. eh karena sering mungkin ee

[22:16] ganti device atau segala macam ada

[22:17] informasi apalah gitu. Tapi kalau aku

[22:20] personal ee keduanya itu aku lebih

[22:22] sering ngelihatnya itu yang berbasis

[22:23] newsletter gitu. Karena ada beberapa

[22:26] misalnya dari beberapa perusahaan, dari

[22:28] beberapa brand yang anggapannya kan

[22:30] dianggapnya subscribe ya, subscribe

[22:32] newsletter email mereka dan mereka

[22:34] memaparkan newsletter ini dengan baik.

[22:36] Jadi mereka ngasih informasi yang ee

[22:39] bermanfaat tanggapannya kayak gitu. Dan

[22:42] memang selanjutnya itu ee berhubungan

[22:44] sama diskon lah gitu. Oh, ada promo A,

[22:47] promo B itu dan itu cukup menarik untuk

[22:49] dibuka biasanya gitu ya. Mungkin kalau

[22:52] buat teman-teman yang enggak ingat atau

[22:55] enggak buka ee pas enggak buka selesai

[22:58] ya mungkin ee tipenya memang ee utamanya

[23:01] bukan yang mengutilize email dengan baik

[23:05] ya bukan dengan baik dengan sering gitu

[23:07] loh

[23:09] gitu.

[23:11] Aku tunggu dulu ee dari teman-teman

[23:14] semua sudah berapa

[23:17] sudah baru 13 gitu ya. Mari kita tunggu

[23:20] dulu.

[23:56] masih tertingginya adalah notifikasi

[23:59] transaksi atau akun. Jadi mungkin kalau

[24:01] itu berhubungan sama keamanan transaksi

[24:04] juga ya, oh ini sudah berhasil apa belum

[24:06] gitu kan. Tapi ee selanjutnya itu kalau

[24:10] enggak ingat enggak apa-apa. Yang cukup

[24:13] menarik di sini ada promo sama

[24:14] newsletter kannya 13% ya mungkin sekitar

[24:19] 3 sampai orangan, empat orangan itu

[24:22] cukup tertarik sama promo diskon

[24:23] e-commerce. Nah, walaupun sebenarnya

[24:25] promo e-commerce itu kan kita bisa lihat

[24:27] di aplikasinya gitu ada push segala

[24:29] macam, tapi eh di email ini sendiri

[24:32] anggapannya ya masih relevan nih gitu.

[24:34] Karena dari kita kayak tadi yang aku

[24:35] bilang ada mungkin ada orang-orang yang

[24:38] secara regularly akan ngecek si ee email

[24:41] di bagian promotion itu ada apa aja.

[24:46] Kita lanjut lagi.

[24:55] Oke,

[25:01] sebentar.

[25:12] sudah muncul kan ya.

[25:15] Kita lanjut lagi.

[25:18] Nah, berhubungan sama tadi polling yang

[25:20] tadi gitu ya. Nah, sebenarnya ini

[25:22] berhubungan sama eh bagian ketiga ini

[25:25] nih, own versus trend media gitu.

[25:28] Maksudnya apa sih gitu ya. Nah,

[25:32] eh sebenarnya banyak eh banyak teorinya

[25:34] gitu ya kalau berhubungan sama on media

[25:35] r media gitu

[25:38] tergantuk ngelihatnya. Nah, kalau di

[25:40] sini kita akan melihatnya dari poov e

[25:42] email marketing tentunya. Nah,

[25:43] sebenarnya email ini

[25:48] gitu jadi eh segala macam kontrol

[25:50] kontennya itu penuh di kita sebagai

[25:52] pemiliknya gitu ya. Dan ini enggak

[25:54] enggak ada ketergantungan algoritma.

[25:56] Kalau di sosial media itu pasti sosial

[25:58] media punya kebijakan masing-masing.

[26:00] Kayak mau ngasih materinya mungkin eh

[26:04] contoh ya gitu eh barang-barang dewasa

[26:08] misalnya eh contohnya brand Vivo mungkin

[26:11] ya Vivo yang tahulah gitu ya. Nah itu

[26:14] pasti akan ada email marketingnya juga

[26:16] gitu kan. Eh, itu pasti kalau di e yang

[26:20] pasti regulatif regulated banget tuh

[26:22] cuma sama rokok sama sama

[26:28] kebijak itu di Amerika itu bahkan enggak

[26:31] boleh ngiklan rokok di sosial media

[26:34] gitu. E totally enggak boleh. Nah, kalau

[26:37] sosial media ini kan berarti di

[26:38] dibatasin.

[26:39] Nah, sehingga ketergantungan

[26:41] algoritmannya tinggi banget nih. Nah,

[26:43] kalau diang kan ya kita bisa kirim

[26:45] tentang apapun tanggapannya gitu karena

[26:47] kita harus eh personalize email-nya.

[26:50] Terus kalau soal datanya sendiri

[26:52] behavior-nya diklik dilihat segala macam

[26:56] itu yang punya adalah kita sebagai

[26:58] pemilik database-nya gitu. Kalau sosial

[27:00] media sebenarnya PKPOM yang punya,

[27:02] mereka yang menganalisa segala macamnya.

[27:04] Nah, terus juga sebenarnya kalau di

[27:06] sosial media ini sama di email kan kalau

[27:07] di email kita sendiri yang ee lakuin

[27:09] semuanya tapi eh dan eh apa namanya ada

[27:13] kemungkinan tutupnya enggak karena

[27:14] selama kita ngelola email dengan baik ya

[27:16] itu akan dipakai gitu resikonya lebih

[27:19] minimal. Sedangkan kalau sosial media,

[27:20] we don't know yet apakah ke depannya

[27:22] sosial media tersebut bakalan booming

[27:24] atau enggak, menghasilkan atau enggak,

[27:27] ee terus juga retention ke depannya

[27:29] seperti apa. Nah, biayanya biayanya

[27:32] kalau email ini kenapa sampai tadi masih

[27:34] digunakan? Karena dia relatif ee stabil.

[27:37] Sebenarnya dibilang rendah banget enggak

[27:38] juga, tapi cukuplah cukup dibilang

[27:39] rendah. Misalnya orang itu akhirnya

[27:42] sampai acquisition itu ee cuman sekitar

[27:46] misalnya 5.000 sampai 10.000 R sudah

[27:48] sama acquisition ya. Tapi kalau kirim

[27:50] doang terklik misalnya itu cuman berapa

[27:52] rupiah lah. Jadi enggak nyampai Rp100.

[27:54] Bahkan ketika untuk kirimin sangat tu

[27:56] cuman Rp10 per ee satu kali kirim

[27:58] misalnya gitu atau lembakan di bawah itu

[28:00] dia biasanya pakai kuota B sih gitu. Nah

[28:03] kalau si biaya jangkau sosial media ini

[28:05] ee meningkat nih semakin ke sini gitu

[28:08] ya. Sedikit ada bocoran gitu ya. eh

[28:11] kayak di kamp terakhir aku nih yang berb

[28:14] sama sosial media semua angka cost per

[28:18] acquisition-nya naik secara gila-gilaan

[28:21] gitu. Nah, itu mungkin ada banyak faktor

[28:23] ya. Kita juga lagi bahas sama

[28:25] provider-provider sosial medianya tapi

[28:27] eh kalau melihat yang sekarang ini

[28:30] pertarungan berhubungan dengan eh World

[28:33] Cup. Jadi keyword-nya itu pasti

[28:36] bersaingan, orang mau ngambil momen

[28:38] segala macam. Jadi biayanya pun jadinya

[28:40] naik gitu. Kalau di email ya masih

[28:43] segitu-segitu aja karena ee pokoknya

[28:45] kita sudah own si kuotanya segala macam

[28:47] berapa kita semua yang ngatur gitu.

[28:51] Lanjut lagi ya.

[28:55] Nah, eh

[28:58] apalagi di zaman sekarang gitu ya, eh

[29:00] Future is here. E apa judulnya juga nih

[29:03] kayak kalau misalnya teman-teman tahu

[29:05] sendiri sekarang itu ada eh banyak

[29:07] banget ketentuan bukan banyak banget

[29:09] semakin kons konsern semakin tinggi

[29:11] terhadap eh first party data di era

[29:13] privasi sekarang gitu ya. Kalau yang

[29:15] mungkin yang pengguna iPhone. Nah,

[29:17] sekarang itu tuh bahkan ee iPhone

[29:19] sendiri

[29:21] ngasih ee kebebasan kepada penggunanya

[29:25] untuk ngasih ee apa namanya itu untuk

[29:29] dirack atau enggak si ee HP-nya gitu

[29:32] untuk melakukan berbagai macam

[29:33] transaksi. Dan pasti di antara kita tuh

[29:35] kalau yang rata-rata pengguna iPhone tuh

[29:37] suka ngambung ngasih biasanya gitu

[29:38] karena merasa suka kurang aman gitu

[29:42] dengan ee apa namanya tuh kayak kan suka

[29:46] dapat nih kayak tiba-tiba lagi ngomong a

[29:48] eh beneran muncul a lagi di di sosial

[29:51] media di mana segala macam. Nah, itu tuh

[29:53] berhubungan sama si ee tati cookie ini

[29:56] gitu ya, si dan kalau di Indonesia ada

[29:58] namanya undang-undang ee data privi

[30:01] privasi data lah gitu undang-undang PDP

[30:03] di Indonesia. Nah, dan itu sudah mulai

[30:05] efektif pertember 2024 gitu. Brand wajib

[30:08] konsenting. Jadi ketika kalau misalnya

[30:10] beras sama bank pada saat pembukan

[30:12] rekening itu bahkan harus ada pilihannya

[30:14] yang boleh e yang dia kasih izin untuk

[30:17] ngasih marketing itu lewat mana? Kalau

[30:19] ada aplikasi, lewat email, lewat ee apa?

[30:22] ngetrack sosial media apa segala macam.

[30:24] Jadi bukan sosial media secara langsung

[30:25] retrack, tapi kayak ada tadi kan ada

[30:27] algoritmanya gitu. Karena di balik layar

[30:29] ee

[30:31] social marketing itu yang dipakai adalah

[30:33] kayak marketing ID atau marketing alias

[30:35] dari si device-nya gitu. Jadi e kayak

[30:38] gituah. Jadi kayak ada sharing, ada

[30:41] irisan data-data segala macam sehingga

[30:42] kalau di sosial media tuh kalian coba

[30:43] terpapar eh iklan-iklan kayak gitu. Nah,

[30:47] anggapannya kalau email sendiri kalau

[30:49] misalnya dia udah kayak ngasih konsen,

[30:52] oke, boleh dikirimkan gitu ya. Nah, ini

[30:55] ee itu isinya secara eksplisit nih dari

[30:58] pengguna gitu. Dan ini kalau misalnya

[31:00] kita ngomongin ethical marketing eh

[31:03] adalah salah satu yang paling etis nih.

[31:06] Kita enggak akan karena kan kalau

[31:07] sekarang itu tadi bilang kalau email itu

[31:10] trigger ya, by trigger. Kalau

[31:12] teman-teman enggak ngelakuin triggernya,

[31:14] teman-teman enggak akan ee dapat si ee

[31:17] emailnya anggapannya. Tapi kalau di

[31:19] sosial media itu sendiri karena si

[31:22] sosial medianya yang nge-crolling eh

[31:24] ngcrolling informasi-informasi yang ada

[31:27] di sosial media kalian masing-masing,

[31:28] gitu.

[31:30] Jadi anggapannya eh email ini bisa

[31:33] dibilang data yang paling murni dan juga

[31:35] secara marketing masih eis gitu.

[31:39] Lanjut lagi. Nah, kok pengin tanya nih

[31:43] gitu ya ke teman-teman semua. Misalnya

[31:46] ee teman-teman punya Star Fashion punya

[31:49] 500.000 followers di Instagram tapi

[31:52] ternyata di emailnya cuma 15.000. Kalian

[31:55] kalau harus pilih salah satu untuk

[31:57] investasi misalnya punya budget, punya

[31:59] budget marketing, kalian pilih yang mana

[32:02] coba? Ee mungkin ada dari teman-teman

[32:04] yang mau

[32:07] nyampaiin

[32:08] ee pendapatnya boleh langsung ke chat.

[32:11] Semoga banyak yang jawab

[32:14] di sini. Enggak ada jawaban yang benar

[32:16] dan salah eh karena ini pasti based on

[32:18] reasoning ya. gitu. Jadi kayak ada ada

[32:21] reason yang

[32:40] mungkin atau ada yang mau hand untuk

[32:42] menyampaikan pendapatnya?

[32:45] Ayo, siapa yang mau hand teman-teman?

[32:47] Enggak ada salah atau benar?

[32:51] Kan enggak mungkin aku yang jawab duluan

[32:53] kan, Teman-teman.

[32:56] Iya,

[32:56] nanti kalau aku duluan enggak lucu dong.

[32:59] Ayo, Teman-teman.

[33:17] Belum ada nih ee yang menjawab. Mungkin

[33:20] di-chat aja kalau enggak perlu resign

[33:22] juga.

[33:29] kita bakalan masuk ke topik yang lain.

[33:31] Kalau misalnya tidak ada yang menjawab

[33:33] ya mungkin ee aku kurang bisa membawa

[33:38] materi lebih apa ya kayak ngih

[33:41] kesimpulan yang tadi tuh gitu. Kalau

[33:42] kalian sendiri, kalau enggak ini deh,

[33:44] kalian pilih yang mana gitu. Enggak usah

[33:46] reasoning-nya pilih aja di chat boleh eh

[33:50] antara kalian ngoptimiz

[33:53] 15.000 subscriber email atau 500.000

[33:57] followers Instagram kalian.

[34:17] Thank you, Mbak Ira sudah menjawab

[34:19] 15.000

[34:21] 18.000 email lebih ee ini sudah ada tiga

[34:25] yang menjawab lebih fokusnya ke email

[34:28] mungkin eh ngapa ini Instagram buat

[34:31] branding, email buat sales. Oke, ini

[34:34] dari eh dari udah

[34:39] mungkin e dia eh dua-duanya lah tapi

[34:42] tergantung tujuan gitu ya. Kalau mau

[34:44] branding dia bisa email, tapi kalau

[34:46] misalnya sudah ke conversion pasti ke

[34:47] sales gitu ya. Oke,

[34:51] ada Nadia bilang karena bisa

[34:52] dipersonalisasi

[34:54] teman-teman yang sudah jawab ya. Kalau

[34:57] misalnya di sini sebenarnya enggak ada

[34:58] yang benar dan salahnya gitu ya.

[35:00] Tergantung follow e tergantung kayak

[35:03] yang eh tadi dari Li William W jawab nih

[35:07] gitu. Kita akan harus lihat dulu ee ini

[35:10] tuh secara strategi kita nyasarnya yang

[35:13] mana gitu.

[35:16] ee kalau misalnya nyasarnya kayak

[35:19] branding atau komunikasi yang

[35:23] ee setiap orang dapat hal yang informasi

[35:27] yang sama itu mungkin lebih cocok

[35:29] investasinya di Instagram gitu. Misalnya

[35:31] kalau ada campaign eh satu message saja

[35:33] nih, one message for everyone. Nah, itu

[35:36] mungkin lebih cocok nge-utilize si

[35:38] Instagram-nya gitu. terus juga ee apa

[35:42] biar ataupun biar viral apa segala macam

[35:44] gitu. Tujuannya mungkin itu lebih cocok

[35:46] ngutilize followersfollowers di

[35:48] Instagram ini gitu biar dapatin

[35:49] engagement dan reach. Tapi kalau

[35:51] misalnya benar-benar pengin langsung

[35:53] fokusnya untuk jualan misalnya gitu.

[35:55] Jualan di sini macam-macam ya mungkin

[35:57] dia udah eh

[36:01] first purchase misalnya ataupun buat

[36:03] ningkatin penjualan. Nah, itu mungkin

[36:05] lebih cocoknya investasi ke eh

[36:08] subscriber email-nya karena anggapannya

[36:10] subscriber email ini bisa ditrack dia

[36:13] itu sudah pernah praksasi apa belum.

[36:15] Nah, kalau di sosial media itu secara

[36:17] data somehow kadang itu enggak bisa

[36:19] ketrack secara langsung kalau enggak

[36:22] subscribe tools secara khusus gitu untuk

[36:24] membaca itu semua dan untuk mengetuk

[36:28] biaya toolsnya itu tidak murah. Jadi

[36:30] kalau di di company itu harganya bisa

[36:33] sampai miliaran gitu.

[36:37] Nah, ini ada yang jawabnya lumayan

[36:43] minat. Betul. Jadi, e ada pendapat 5

[36:45] September biasanya lebih potensial untuk

[36:47] jadi pelanggan karena mereka sudah makan

[36:49] minat yang lebih serius. Ya, benar

[36:51] banget. Jadi anggapannya walaupun juga

[36:53] lebih sedikit tapi potensinya jauh lebih

[36:55] besar. Karena kalau di sosial media tadi

[36:57] anggapannya mat ya, Mu.

[37:02] Terus juga dari eh Henry Limarto bilang,

[37:05] "email sih untuk mendengar pendapat

[37:08] ya."

[37:09] Ee bisa jadi begitu. itu salah satu ee

[37:12] function-nya sih gitu kayak bisa dapat

[37:14] ee maksudnya lebih dengar kayak mungkin

[37:17] bukan lebih mendengar kayak lebih dapat

[37:20] respon yang bisa dirack secara

[37:24] eh lebih lahnya kalau berhubungan sama

[37:26] sales dan penjualan gitu.

[37:30] Nah, sekarang kita masuk ke eh email

[37:32] dalam Off Channel. Nah, sebenarnya kan

[37:34] sekarang itu digital marketing yang

[37:36] teman-teman sudah tahu juga ada banyak

[37:37] banget kan si channel-schannel-nya gitu.

[37:40] Nah, sebenarnya positioning email ini

[37:42] ada di mana sih kalau di era si Om

[37:44] channel ini gitu ya. Nah, kalau

[37:47] sebenarnya kalau bisa aku bilang email

[37:49] tuh bukan salah satu channel tapi

[37:51] sebenarnya bisa dibilang penghubung

[37:53] antar channel yang ada. Karena kan di

[37:55] setiap channel kita punya kita pasti ada

[37:56] informasi-informasi yang kita pengin

[37:58] push nih ke para kita customer kita.

[38:02] Tapi ee untuk menghubungkan semuanya itu

[38:05] ee pasti butuh jembatan nih ya dan

[38:06] email. Kalau dari kuning saat ini itu

[38:09] bisa dipakai banget e sebagai

[38:11] konektornya nih. Itu

[38:17] contoh nih bukan contoh nih ini mudah eh

[38:19] dari sebuah penelitian gitu ya

[38:22] sama eh case

[38:26] dan

[38:28] paling e umumnya dikenal panelnya gitu

[38:30] ya panel marketing ya.

[38:33] strategi. Nah, misalnya nih teman-teman

[38:36] mau ningkatin eh awareness eh lead

[38:38] market welcome series misalnya ketika

[38:40] baru join eh dikasih informasi yang

[38:44] menarik banget nih. Nah, Traveloka

[38:46] pernah melakukan yang namanya price drop

[38:48] alert. Nah, jadi misalnya kayak baru

[38:51] buka ee si akun TA lokal langsung kasih

[38:53] tahu ini eh misalnya penerbangan Kedek

[38:57] ya sebenarnya di dalam aplikasi e

[38:58] teman-teman itu nyari ee bakal refering

[39:01] ke mana misalnya atau penerbangan dari

[39:03] mana ke mana atau hotel apa. Nah, itu

[39:05] nanti dia akan ngasih ceritanya

[39:08] yang dia

[39:10] yang sebelumnya eation

[39:13] e di Bandung misalnya harganya itu 500

[39:16] tiba-tiba jadi ee pret e jadi cuma 2,5

[39:19] aja dengan melakukan prasi pertama

[39:21] segala macam. Nah, itu sebenarnya untuk

[39:23] ningkatin awareness. Jadi kalau ee ada

[39:26] promo ada ada keuntungan yang didapetin

[39:29] seperti itu. Nah, kalau eh di panel

[39:32] berikutnya di consideration gitu ya,

[39:33] cas-nya ini di Tokopedia misalnya

[39:35] product reminders teman-teman kan suka

[39:36] ada eh apa ya kayak history gitu. B itu

[39:42] yang ngasih tahu nih gitu. Ee dan kalau

[39:45] di email bisa jadi ditanya, "Oh, untuk

[39:48] barang A yang mau dicari ini ee

[39:51] review-nya dari review-nya dari pengguna

[39:54] yang lain gimana? E compare sama barang

[39:56] lain. Nah, ada studiesnya. Nah, biasanya

[39:59] kayak gitu di level consideration ini

[40:01] Tokopedia pakai untuk produk reminder.

[40:03] Nah, untuk eh conversion nih gitu ya.

[40:06] Nah, tadi aku sempat ngomong di awal ada

[40:07] namanya abandonment. Nah, sebenarnya ini

[40:11] return of investmentnya paling tinggi

[40:13] dapatnya karena eh Lazada sendiri

[40:16] ngelakuin sebuah strategi namanya email

[40:18] sequence. Nanti aku jelasin eh sequence

[40:20] email yang mereka lakukan tu kayak

[40:21] gimana sehingga menghasilkan eh sales

[40:25] penjualan yang

[40:28] investmentnya tinggi gitu.

[40:30] Nah, terus ada juga ketika dia di udah

[40:33] pernah pakai misalnya bisa jadi dia e

[40:37] cukup loyal di awalnya. Nah, ini bisa

[40:39] jadi ee apa namanya tuh si strateginya

[40:42] itu loyalty misalnya kayak oh kamu di

[40:44] kalau Starbucks contohnya gitu ya

[40:47] mindestone emailnya mereka rutin kirim

[40:49] oh kamu sekarang tuh udah di member mana

[40:51] benefitnya apa nah bisa jadi kayak kalau

[40:54] yang umum yang lainnya pas kita lagi

[40:56] anniversarynya siarbuck ataupun brand

[40:58] apapun nah terus tujuannya sendiri

[41:01] tujuannya untuk upsel utamanya jadi

[41:02] kayak sebelumnya ini tuh di ini berarti

[41:04] sudah pernah melakukan transaksi dan e

[41:07] biar

[41:08] transaksinya bertambah lagilah gitu.

[41:11] Nah, selanjutnya ini ada advocasiy nih

[41:13] di Life Cycle yang terakhir ada

[41:14] advocaasiy biasanya itu IM strateginya

[41:17] buat eh referal program sama review

[41:19] request. Jadi kayak eh di sini ada Grab

[41:22] referal campaign. Kalau eh referalnya

[41:24] dulu tuh eh heavy banget gitu ya. Kayak

[41:26] kalau kalian e ngasih kode kode e Grab

[41:30] eh berarti dapat e voucher sekian. Nah

[41:32] jadi kan ini sebenarnya ningkatin

[41:34] penggunaan baru juga gitu ya. Karena

[41:35] saya anggap aja sudah dapat word of

[41:37] mouth dari sekitarnya. Nah, kalau review

[41:39] request ini biasanya ee aku sih biasa

[41:42] dapat tuh dari tiket dari tiket.com

[41:44] sebenarnya kayak oh habis ee pakai

[41:46] pesawat A dapat ee habis ngap di mana di

[41:49] dieview dong nanti kamu dapat eh

[41:50] rewards-nya apa gitu. Di Shopee juga

[41:52] suka dapat koin misalnya kalau kamu

[41:54] nge-review gitu. Nah, itu tuh ee lewat

[41:56] email kan kadang suka dapat e siniknya.

[42:00] Nah, ternyata ee

[42:05] ada salah satu penelitian gitu ya, lebih

[42:08] dari 2/3 karena ee inzeknya kalau dari e

[42:12] penelitian tahun 2023 itu 70,19 itu

[42:15] akhirnya enggak jadi beli ketika

[42:16] walaupun mereka sudah masukin ke nah

[42:19] mereka sebenarnya sebenarnya ada potensi

[42:22] berarti dia tertarik tapi eh pada

[42:25] kenyataannya kalau enggak ditigger lagi

[42:27] enggak di up lebih lanjut Saya jadi

[42:29] enggak akan ada terjadi pembelian nih

[42:31] untuk meyakinkan akhirnya kamu perlu loh

[42:33] beli ini. Ayo selengkap lagi misalnya

[42:35] untuk pakai si e pakai untuk check out

[42:38] misal bayar kayak gitu.

[42:41] Nah ini tadi yang aku bilang kala

[42:45] itu punya sequence eh apa sequence nih

[42:49] gitu. Nah misalnya

[42:52] eh 1 jam dari

[42:55] badan tadi 1 jam. Nah, kayak kasih tahu

[42:58] nih, ketinggalan nih simpel reminder tak

[43:00] ada gambar produknya. Bisa jadi itu di

[43:02] email, bisa juga sebenarnya di push

[43:03] notif sekarang bahkan bisa jadi juga di

[43:07] mereka-mereka sampai ke e connectin ke

[43:09] sosial media sebenarnya sekarang ya.

[43:11] Tapi kalau kita ngomongin di email ini

[43:12] ujungnya ke email nih diemind nih kamu

[43:15] mau beli misalnya oh mau beli tabler

[43:17] misalnya gitu nanti jangan sampai ee

[43:20] kehabisan kayak gitu jadi 1 jam kemudian

[43:23] terus juga ee

[43:26] di 24 jam kemudian sama di 72 jam

[43:29] kemudian. Nah, kalau di 24 jam ini

[43:31] ternyata dia belum belum belum melakukan

[43:33] pemilihan juga dikirim lagi nih satu

[43:35] email kedua. Nah, ini isinya kalau di

[43:37] Lazada di Lazada eh social proof nih

[43:39] ratingnya berapa. ee jumlah yang sudah

[43:41] beli berapa banyak, ulasan positif

[43:43] terbarunya gimana. Nah, ini untuk ee

[43:46] tujuannya meyakinkan ee bahwa si produk

[43:48] itu worth untuk dibeli misalnya atau

[43:50] ningkatin ee kemungkinan si ee pelanggan

[43:54] ini untuk ee Cer ini belah gitu. Nah,

[43:56] ternyata kalau sampai ee hari ketiga

[43:58] gitu ya ee lebih dari

[44:02] 72 jam. Nah, ini baru ee kalau tentang

[44:05] misalnya barangnya dia itu ada promonya

[44:07] ee dikasih voucher diskon gitu atau

[44:09] kayak ngasih tahu gratis lo gitu kalau

[44:12] misalnya beli dari aplikasi sekarang.

[44:14] Nah, jadi kayak build urgency bisa juga

[44:17] kayak stoknya terbatas nih, ayo jangan

[44:19] sampai kehabisan lagi gitu-gitu. Nah,

[44:21] ini salah satu ee yang dilakukan sama

[44:23] Lazada dan ternyata hasilnya

[44:27] 15 sampai 20% dari potensial potential

[44:29] loss tadi tadi ya sini 70% tadi 20% bisa

[44:34] dipul lewat email ini gitu dan email ini

[44:37] biasanya dirigernya ya udah by hour aja

[44:39] itu kita sudah set di sistem

[44:43] kita lanjut lagi nih tadi udah ngomongin

[44:45] beberapa strateginya di setiap dan juga

[44:50] ee salah satu case di Lazada gitu yang

[44:53] berhasil ya. Nah,

[44:56] di dalam in marketing modern itu

[44:57] sebenarnya ada komponen apa aja sih?

[44:59] Mungkin kalau teman-teman ee saat ini

[45:01] pikirannya cuman sekedar ee ya udah

[45:04] email informasi aja. Nah, tapi

[45:06] sebenarnya di dalamnya itu ya mungkin

[45:08] kalau dari eh customer facing cumannya

[45:11] itu. Tapi kalau di balik layar ada

[45:13] banyak hal-hal yang harus diperhatikan

[45:15] ketika develop si email ini agar bisa

[45:18] menarik, bisa

[45:20] menghasilkan purchase lah angar

[45:26] kurang lebih ada lima pilar. Yang

[45:28] pertama ada building, kemudian

[45:30] segmentasi, personalisasi, otomasi, dan

[45:33] analitik. Ini di persiapannya itu

[45:35] sendiri ee main panjang. Biasanya kalau

[45:38] di tempat itu ee Bilding sama segmentasi

[45:42] itu ada satu orang sendiri yang ngurusin

[45:44] gitu. Dia akan ee bermain dengan

[45:47] data-data segmen. Dia akan dia akan

[45:49] menganalisa eh misalnya di blue kan gitu

[45:52] nasabah yang seperti apa sih yang cocok

[45:55] kita paparin sama informasi. Misalnya

[45:58] ada fitur terbaru atau ada promo dari

[46:00] fitur A. B kan kalau promo fitur A

[46:02] anggaplah fitur apa yang kartu misalnya

[46:05] ada e ada blue ada kartunya blue nih

[46:07] blue card gitu. Nah, ini ada ada promo

[46:09] nih dilihat nih beya gimana transasinya

[46:11] gimana dia sudah pernah transaksi apa

[46:12] belum nanti dipaparin apa bukan

[46:14] dipaparin ini datanya dia yang mengolah

[46:16] akhirnya nanti ee dibikin segmen US

[46:18] untuk NP ini nih semuanya gitu.

[46:22] Nah, terus juga e personalisasi sama

[46:25] otomasi misalnya ini ada satu kalau di

[46:27] dulu itu ada lagi ada orangnya yang

[46:28] ngurusin gitu ya. Jadi kayak eh

[46:31] personalas ini eh kan sudah dapat

[46:38] kemudian eh si dari personalisasinya ini

[46:43] bakalan bikin nih konten yang kayak

[46:44] gimana yang akan dipaparin produknya

[46:47] susah timingnya kapan. Nah ini tuh

[46:49] diatur

[46:51] terus yang berubah sama otomasi. Nah,

[46:53] jadi ee makanya sudah dibikin ee ininya

[46:57] perjalanannya, perjalanan

[46:59] personalisasinya. Nah, ini nanti ada dia

[47:02] lanjutin nih misalnya kayak disubmit ke

[47:03] sistemnya gitu ya untuk ngelakuin si

[47:05] otomasinya ini gitu. Jadi entah itu

[47:09] ngasih eh welcome email atau kata bad

[47:12] email engagement atau detention itu

[47:13] biasa sudah diivide. Biasanya tuh

[47:15] jalurnya banyak banget nih panjang

[47:17] banget. Kalau gue detailing-nya ee ribet

[47:22] sebenarnya, tapi menyenangkan

[47:25] kalau memang teman-teman supaya

[47:26] berhubungan sama data-datanya ini. Dan

[47:29] yang terakhir setelah S ini dilakukan,

[47:31] nah ini penting nih untuk menganalisa

[47:34] open-nya berapa, Ctrribution-nya

[47:40] akhirnya berapa. Misalnya kalau dari

[47:42] dari misalnya penjualan e paling gampang

[47:44] misalnya IKAM Mas lebih gampang atau

[47:46] penjualan barang lah ya. Nah, ini dari

[47:48] satu email ini menghasilkan revenue

[47:50] attribution berapa karena kan effort eh

[47:53] effort setiap effort marketing tuh eh

[47:56] peru dihitungnya si R-nya gitu.

[47:58] Nah, jadi lima hal ini harus jadi

[48:00] sesuatu yang penting untuk dilakukan dan

[48:03] diperhatikan.

[48:04] Nah, tadi aku sudah coba jelasin ee

[48:07] gedeannya. Nah, tapi di sini ee

[48:10] divalidasi nih sama beberapa

[48:12] data-data juga ya dan ee dari penelitian

[48:14] penelitian. Nah, ternyata ini tinggi

[48:18] banget nih gitu ya. Segmentasi itu dari

[48:21] satu daftar makudnya ada 1000 orang.

[48:22] Dibikirlah segmen-segmen karena itu

[48:25] biayanya gimana, demografinya gimana,

[48:27] transasinya gimana, customernya itu

[48:29] gimana. Nah, itu setelah dibreakdown

[48:31] dibikin jadi berbet segmen dan secara

[48:34] hasilnya itu bahkan kayak ngomong ya

[48:38] gitu ya 760% itu lebih tinggi

[48:41] revenue-nya dibanding kita kirim kayak

[48:44] di marketing apa email marketing tahap

[48:45] awal yang last to everyone gitu. ini

[48:48] sampai hampir ee lebih dari tujuh kali

[48:50] lipat ya keuntungan yang bisa didapetin

[48:52] hanya dengan melakukan segmentasi ini

[48:54] nih. Segmentasinya saya ee contohnya ya

[48:57] kalau segmentasi itu kayak kamu sudah

[48:59] bikin satu email kayaknya cocoknya

[49:01] dikirim ke siapa gitu. Nah itu kurang

[49:04] lebih istilahnya si segmentasi gitu.

[49:06] Tapi kalau misalnya tadi ada

[49:08] personalisasi ee sama otomasi itu beda

[49:10] lagilah itu ada pengembangannya lebih

[49:12] lanjut. Tapi sederhananya di segmen ini

[49:15] anggapnya satu email ini cocok dikirim

[49:17] ke siapa. Nah,

[49:20] nah kalau ini yang berhubungan sama

[49:22] email automation karena tadi kan ada di

[49:23] di pilar yang keempat gitu ya. Dikirim

[49:27] otomatis jadinya ee kerasanya itu lebih

[49:29] personal. Misalnya welcome series nih

[49:32] dia habis eh habis habis apa namanya?

[49:35] Habis buka rekening misalnya kalau di

[49:37] blue gitu ya. buka rekening nanti dapat

[49:39] ee selamat kamu sudah jadi bagian dari

[49:41] broni gitu ee kamu bisa coba untuk

[49:45] explore segala macam dan itu tingkat

[49:46] pingnya tinggi gitu sampai 82%.

[49:49] Nah, di tadi yang e abandonment itu

[49:52] recovernya itu kalau tadi lazada K 15

[49:54] sampai 20% tapi data secara global

[49:57] anggapannya eh itu bisa recover 5 sampai

[49:59] 15%.

[50:01] Terus reengagement. Nah, engagement ini

[50:03] sendiri buat yang ningkatin ee retention

[50:07] lah yang sebelumnya itu sudah enggak

[50:08] pernah transaksi mungkin. Nah, ini ee

[50:10] dikirim lagi nih emailnya. Karena kan

[50:12] kita penginnya ee satu customer ini

[50:15] ngasih value yang ee terus-terusan ya ke

[50:17] perusahaan gitu.

[50:20] Nah, terus kalau dan yang ke

[50:24] eh milnya

[50:26] atau bahkan ulang tahunnya atau ulang

[50:28] tahun customernya itu dikasih sesuatu

[50:31] dan ternyata yang ngasih engagement tiga

[50:32] kali lebih tinggi. At tuh kalau misalnya

[50:35] ucapan aja itu tuh m suka dibuka gitu

[50:38] karena biar lebih tinggi dibandingkan

[50:41] jenis-jenis email yang lain. Nah, terus

[50:44] post purchase nih, gitu. Biasanya post

[50:47] purchase itu kayak ngasih review segala

[50:49] macam produknya ee produknya sudah beli,

[50:51] dia sudah beli nih, gitu. Nah, mungkin

[50:52] nanti kayak suruh nge-review atau suruh

[50:55] ngasih eh feedback. Nah, itu ternyata ee

[50:58] kalau dianalisa gitu ya dari

[51:00] data-datanya ini ee kalau dia puas dia

[51:03] tuh bisa eh upsel sampai 23% dari

[51:06] revenue peningkatannya. Jadi se itu

[51:09] penggunaan si email-email eh si email si

[51:12] email marketing ini.

[51:16] Nah, ini eh info aja gitu ya. Eh ada

[51:19] matrik-matrik yang mungkin perlu

[51:21] teman-teman pahami juga di dalam eh

[51:24] marketing. Sebenarnya sih mirip-mirip

[51:26] sama yang lain juga ada open rate. Kalau

[51:28] open rate itu sebenarnya rich kali ya,

[51:30] rich sama inion biasanya kalau di sosial

[51:32] media. bahwa open ini itu ee dibuka dulu

[51:35] emailnya gitu. Dan ini sekarang eh

[51:37] rata-rata data-data global itu 21% untuk

[51:41] open untuk open email-nya aja. Kalau

[51:43] dibaca atau dikip ya kita belum lihat

[51:45] itunya itunya dibuka dulu. Itu rata-rata

[51:47] skipu. Mungkin kalau misalnya ee di atas

[51:51] ini berarti itu sangat bagus tapi kalau

[51:53] di bawah ini bisa jadi kurang. Tapi ee

[51:55] ya ini karena data global jadi

[51:58] tergantung setiap e industrinya itu

[52:01] beda-beda juga. Tapi ini kurang lebih

[52:02] yang secara umumnya click through rate

[52:05] nih CPR nih gitu ya. Eh click to rate

[52:08] itu ketika sudah dibuka dia akan ke

[52:10] bawah misalnya di scroll dia willing

[52:12] untuk keklik mungkin salah satu bagian

[52:14] yang memang sudah disetah itu ke buat

[52:16] beli apakah itu informasi ee yang

[52:19] menarik kira-kira

[52:21] itu Knya kurang lebih 2,6%. Jadi dropnya

[52:24] itu 21% ke 2,6. Dropnya tinggi

[52:28] sebenarnya tapi ee ya kalau 2,6% ini

[52:30] menghasilkan ee

[52:33] gitu. Nah

[52:36] ee apakah email ini mendorong kayak aksi

[52:38] nyata makudnya real

[52:41] action gitu ya. Profesionnya itu

[52:43] ternyata sekitar 1 sampai 5%. Berarti

[52:45] sebenarnya kalau udah 1% aja yang

[52:47] akhirnya beli gitu ya dari 2,6 ini ke

[52:50] satu itu berarti tinggi banget ee

[52:52] tingkatnya. Udah, udah baguslah. Bukan

[52:54] ini banget, udah bagus gitu sih

[52:55] responnya. Nah, terus ini juga ada nih

[52:58] kalau di email itu sendiri ada satu rate

[53:00] yang penting yaitu unsubscribe rate.

[53:03] Jadi tuh kadang kalau kita udah kayak

[53:05] merasa email ini tuh annoying misalnya

[53:07] gitu ya kan ada to feeling ada ada

[53:09] behavior yang kayak gitu kan apa namanya

[53:12] suka pendan subscribe dan itu memang di

[53:14] apa ya diharuskan untuk setiap company

[53:16] itu

[53:19] ee pilihan untuk nans subtek si

[53:21] email-nya gitu ya. adaalu ada di bagian

[53:24] bawah walaupun kecil gitu. Nah, dan itu

[53:26] rate-nya ee harus di bawah 0,5% agar

[53:29] dibilang baik gitu. Kalau lebih dari itu

[53:31] ya baru ada di analisa nih apakah si ee

[53:34] email yang dikirim itu ee

[53:37] tadi mengganggu atau enggak, informatif

[53:39] apa enggak gitu.

[53:42] Nah, terus katanya revenue per email

[53:45] gitu ya dari setiap email kan setiap

[53:47] ever email tuh satu orang tuh bisa

[53:48] dapatin berkali-kali banyak. Nah, tapi

[53:50] anggapannya dari 1 email itu bisa

[53:51] dapetin kalau di ee apa didolarin gitu

[53:54] ya 0,08 sampai 0,30 per emailnya. Nah,

[53:58] kalau misalnya 0,08 ini cuma berapa ribu

[54:01] lah ya gitu berapa ratus lah. Tetapi

[54:03] sebenarnya e tadi aku bilang kalau email

[54:05] Balving itu biasanya biaya itu cuman di

[54:07] bawah 10 anggap misalnya 1 sampai 5.

[54:10] Nah, Rp5 misalnya anggapannya bisa

[54:12] menghasilkan ee 800 deh ya atau 1000 deh

[54:18] eh 0,8 hanya nyampai R80 deh gitu ya. R

[54:21] sampai Rp100 kan lumayan ya. Jadi ee

[54:24] gap-nya itu separnya itu ya dapat

[54:25] rumahnya dapat Rnya 80 ee Rp80 eh 79

[54:29] berarti dikurangin misalnya 80 kurangin

[54:31] 1 ee 79 dikali berapa banyak yang papar

[54:35] yang dapat itu kan HP-nya jadi gede

[54:37] gitu. Jadi jangan sampai ngelihat tuh e

[54:40] di open rate-nya aja gitu.

[54:43] Kalau cuma ngelihat di sini itu kayak

[54:45] method itu kayak

[54:48] data yang tidak sesungguhnya lah k gitu

[54:51] karena harus dicek juga berapa

[54:54] konversinya berapa jadi setiapnya itu

[54:55] harus terbaca biar benar-benar e report

[54:58] itu juga nanti

[55:02] perusahaan gede ke manajemennya

[55:05] gitu.

[55:08] Nah, ini aku

[55:18] Mas Rudi sinyalnya putus, Mas Rudini.

[55:23] Kalau sekarang sudah

[55:26] udah mendingan tadi agak putus gitu.

[55:32] Nah,

[55:34] bisa dulu.

[55:39] Pertanyaan kalau Anda adalah apa yang

[55:42] paling kamu pengin coba setelah tadi ada

[55:44] penjelasan lanjut yang mana sih gitu.

[55:47] Apakah segmentasi ada email automation,

[55:50] ada card abandonment atau mungkin

[55:53] personal respon?

[56:03] Kalau misalnya ada kesempatan jadi

[56:05] paling pengin tuh nyobain K yang mana

[56:07] sih?

[56:31] Oh, ada ini ada yang ada dua nih. Ini

[56:33] jawabannya segmentasi on behavior. sudah

[56:37] nama juga nih. Ada yang email otomasi

[56:40] terus ada reengagement campaign

[56:48] tinggi juga ya. Ini berarti teman-teman

[56:50] yang pengin nyobain e berbasis behavior.

[56:53] Boleh tahu enggak ke kenapa dari yang

[56:56] sudah jawab ini 7 dari 10 ya gitu itu

[56:59] memilih segmentasi berbasis behavior ya?

[57:02] Mungkin ee boleh dicek aja.

[57:04] Iya, Pak.

[57:08] semuanya bisa baca juga.

[57:10] Terima kasih

[57:52] Oke, sudah ada sekitar 13 orang yang

[57:55] respon. Terima kasih buat teman-teman

[57:57] yang sudah merespon dan paling tinggi

[57:59] yang di sini eh pengin menyobanya segmen

[58:04] berbasis behavior

[58:07] mungkin karena yang paling

[58:09] paling paling basic sih. First of all

[58:13] memang harus disegmentasiin dulu nih

[58:15] biar bisa ngelakuin tim otomasi

[58:18] gitu-gitu kanan ngelakuin personalize

[58:20] content.

[58:22] setelah karena ini ilmunya ee banyak

[58:24] sekali yang berhubungan sama behavior

[58:26] ini harus tahu dulu misalnya si

[58:31] itu enaknya dipush dengan cara apa gitu

[58:37] ada yang menjawab AI cont

[58:40] sendiri tadi aku sempat baca gitu ya ada

[58:43] yang nanya mungkin apa ya enggak secara

[58:46] langsung relevan gitu ya tapi tadi ada

[58:50] Ya,

[58:52] otomatisasi

[58:54] otomasi integradi ke AI biar nanti bisa

[58:57] langsung masuk ke AI gimana ya? Di

[58:59] YouTube luar e pernah pakai Telegram.

[59:01] Nah, kalau ini itu sebenarnya dia pakai

[59:03] tools pakai

[59:05] 8N segala macam. Nah, itu ada toolsnya

[59:09] sendiri dan ini bukan email marketing

[59:11] ya. Itu anggap makanya itu adalah

[59:13] otomasi tool saja.

[59:18] Jadi dia mungkin berbasis AI dia

[59:19] conect-konek segala macam aplikasi itu

[59:21] sedikit berbeda.

[59:25] Kita lanjut kalau begitu.

[59:35] Nah, kita masuk ke bagian ee kader nih

[59:38] sudah cukup jauh perjalanannya dari

[59:40] bagian satu sampai ke lianya sudah. Nah,

[59:43] sekarang AI dan masa depan email. Nah,

[59:45] eh tadi itu kan ada tuh adaanya satu dua

[59:47] orang mungkin yang menjawab eh hyper apa

[59:50] ya pengin nyobain personalization. Nah,

[59:53] itu eranya tadi hyalization analytic dan

[59:56] ada satu apakah AI akan menggantikan

[01:00:02] kalau menurut teman-teman sendiri eh

[01:00:04] karena sekarang ini lagi belajar apa ya

[01:00:08] kan sebagai seorang

[01:00:10] di dunia digital bakalan digantikan sama

[01:00:13] enggak sih?

[01:00:15] Boleh kasih pendapat teman-teman semua

[01:00:17] akankah tergantikan menurut kalian

[01:00:19] gimana?

[01:00:21] Boleh di kolom chat

[01:00:48] dia harus

[01:01:29] Nah, ini kalau kita udah hyper

[01:01:32] personalization eh sebenarnya ada lima

[01:01:35] aplikasi E yang sudah digunakan di brand

[01:01:37] tata muka. Aku enggak nyebutin ee nama

[01:01:40] itunya, cuma mungkin lebih ke eh

[01:01:43] fungsi-fungsinya ya gitu. Jadi, satu

[01:01:46] adalah client optimization. Jadi ketika

[01:01:49] bikin personalisasi tadi kan makudnya

[01:01:51] kayak omo dikirim ke ee orang yang suka

[01:01:54] eh yang sudah pernah transaksi misalnya

[01:01:56] satu kali pembelian. Nah itu ee terus

[01:01:59] juga mungkin setelah dianalisa

[01:02:01] behavior-nya dia tertarik itu sama

[01:02:03] tentang ee misalnya beauty misalnya gitu

[01:02:06] ya. Nah ini ee salah satu pengaplikasian

[01:02:11] EA-nya itu di bagian sini nih. Jadi biar

[01:02:13] si kalau di sosial media itu kan ada

[01:02:15] namanya hook ya. Nah, kaja anggapnya di

[01:02:17] subjek itu tuh kayak menarik atau

[01:02:19] enggak, mau di menarik untuk dibuka atau

[01:02:21] enggak, dipencet atau enggak. Nah, di

[01:02:22] sini ada eh salah satu cambangnya

[01:02:26] AI Nasional.

[01:02:28] dia akan menganalisis ribuan ee variasi

[01:02:31] dan ngasih pilihan yang terbaik untuk

[01:02:33] setiap segmen. Nah, ini biasanya udah ee

[01:02:36] kalau di satu item bisa aja kayak kita

[01:02:38] misalnya lagi di chat CPTIK eh bikin

[01:02:42] subjek yang menarik untuk orang yang

[01:02:43] seperti ini, seperti ini, seperti ini.

[01:02:45] Nanti dia akan kasih akan ngasih 10.

[01:02:47] Nah, dari 10 ini kita yang akan nentuin

[01:02:48] mana kayaknya kalau kalian mau pilih

[01:02:50] gitu. Terus yang kedua ada namanya

[01:02:52] predictiveed segmentation. Meschinarnya

[01:02:54] juga tuh bakalan memprediksi siapa saja

[01:02:56] yang akan beli dalam 7 hari. gitu. Tapi

[01:03:00] dia akan lihat ee polanya nih gitu.

[01:03:02] Bukan dari transaksi masalah masalah itu

[01:03:04] kayak oh dia sudah pernah beli itu bisa

[01:03:06] dipinaku dibeli lagi atau enggak itu

[01:03:08] belum tentu kan. Nah, tapi dia akan

[01:03:09] lihat pola nih, pola-pola seperti apa ee

[01:03:12] yang ee akhirnya akan sama seperti yang

[01:03:15] yang tiol yang kayak gimana yang

[01:03:17] kemungkinan beli. Nah, jadi nanti itu ee

[01:03:19] udah sudah diajar kan ya sekarang sudah

[01:03:21] ada ya gitu kayak misalnya di lagi. Oh,

[01:03:24] tipenya yang begini nih yang ngebuka

[01:03:27] misalnya yang yang bolak-balik ngebuka

[01:03:29] aplikasi atau masih searching-searching

[01:03:32] yang lain. Nah, itu pola kayak gitu yang

[01:03:35] coba dilihat gitu. Akhirnya dia

[01:03:36] ngesugest oh ee dari tadi dari 1 juta

[01:03:40] orang akhirnya yang kjgestuj itu cuma

[01:03:43] dari ee saya di juta ada 5.000 nih 5.000

[01:03:47] nih kita kasih nih email-nya gitu biar

[01:03:49] akhirnya eh ngriger transaksi gitu.

[01:03:54] Ada lagi same time optimization. Nah,

[01:03:56] ini juga ada adalah sebuah senya buat eh

[01:04:00] marketing yang pegang email nih gitu.

[01:04:02] Kita harus tahu kapan email itu

[01:04:04] dikirimkan. jamnya gitu. Enaknya tuh

[01:04:08] biar ng-trigger eusi

[01:04:12] dan benar-benar dibaca tuh di jam

[01:04:13] berapa. Apakah di pagi hari sebelum

[01:04:15] berangkat kerja misalnya kalau buat yang

[01:04:17] pada pekerja atau kayak di jam makan

[01:04:19] siang mungkin atau mungkin di leure

[01:04:22] time-nya itu mungkin di atas jam . malam

[01:04:24] atau malam sampai jam 10. Biasanya

[01:04:26] sama-sroll aja tuh kerjaannya gitu. Nah,

[01:04:28] itu tuh ee itu sudah bisa mulai ee apa

[01:04:33] ya melihat ee optimisasi si waktunya

[01:04:37] itu. Ternyata kalau misalnya juga paling

[01:04:39] gampang biar pernah coba juga mungkin ya

[01:04:43] di konten sosial media. Oh ternyata

[01:04:45] paling tinggi eh followerfollowersnya

[01:04:47] kita tuh eh paling tinggi managementnya

[01:04:49] di jam sekian. Paling banyak buka

[01:04:51] aplikasi jam sekian itu suka ada kan.

[01:04:52] Nah itu kurang lebih mirip e eh formula

[01:04:55] atau kurang lebih kayak gitu.

[01:04:58] Terus juga berhubungan sama yang subject

[01:05:01] lain. Nah, optimization. Nah, di sini

[01:05:03] juga ada damic generation kalau tadi

[01:05:06] pakai NLG ini LM didengar gitu

[01:05:10] yang sudahudah

[01:05:12] ini akan bikin variasi konten yang

[01:05:14] benar-benar

[01:05:16] itu bisa banget. Jadi, misal contohnya

[01:05:18] enggak ada template-nya tapi item-item

[01:05:20] di dalamnya itu misalnya ee kan kalau

[01:05:23] beauty kan banyak banget ya. Tapi enggak

[01:05:24] mungkin kalau kita sampai ee langsung

[01:05:27] nge-wippingin secara manual, oh produk A

[01:05:30] B C dikasih ke orang Z. Nah, ee dan

[01:05:34] berbagai macam variasi lainnya. Nah,

[01:05:35] tapi kalau di sini nanti dia akan ee

[01:05:38] membaca ee kayaknya lebih cocok si

[01:05:40] misalnya Nur Rudin ini dikasih kalau

[01:05:42] tadi berm sama Beauty, oh bisa dikasih

[01:05:44] apa ya something.

[01:05:48] Jadi kayaknya lebih cocok buat dia apa

[01:05:50] karena setiap orang kan tarikannya

[01:05:51] beda-beda gitu. kan kayak si apalah aku

[01:05:54] juga enggak ingat ada apa aja bisa kayak

[01:05:56] ingatnya oh yang ini serum vitamin C ini

[01:05:58] serum retinol apa namanya itu tuu dia ee

[01:06:01] sekarang itu sudah ngutilcii untuk

[01:06:03] ngasih kemungkinan-kemungkinan itu yang

[01:06:04] cocok buat setiap eh setiap customernya.

[01:06:08] Nah, terus juga eh AI itu dipakai juga

[01:06:11] untuk churn prediction. prediction ini

[01:06:13] adalah ee ini bakalan ngedetect customer

[01:06:15] atau pelanggan yang ee

[01:06:18] akan kemungkinan ch ni ch itu akan

[01:06:21] pergilah sebelum mereka beneran pergi.

[01:06:24] Jadi kayak kan ada pola-polanya tadi

[01:06:25] kan. Nah, ini tuh diprediksi nih sama C

[01:06:27] AI. Jadi biar kita bisa ngambil sebuah

[01:06:31] sebuah tindakan agar si orang ini enggak

[01:06:33] jadi enggak jadi pergi kan. E si kalau

[01:06:37] sudah ngomongin value setiap itu penting

[01:06:39] ya gitu. Jadi tanggapannya kalau sudah

[01:06:42] ada yang siap-siap mau pergi ee jangan

[01:06:44] sampailah gitu.

[01:06:48] Nah, jangan lupa juga dalam

[01:06:50] menggunakannya itu eh harus dijap di

[01:06:53] dunia di email marketing enggak semua di

[01:06:55] marketing di semua kan pasti emang harus

[01:06:57] adanya

[01:06:58] gitu kan.

[01:07:02] Ada personalisasi satu bandar satu pada

[01:07:04] skala jutaan orang ya karena jumlah

[01:07:07] customernya sudah banyak banget. Tapi

[01:07:08] jangan lupa di sini ada resiko

[01:07:10] berpersonalisasi yang terasa creepy.

[01:07:12] Mungkin kalian suka ada sama teman-teman

[01:07:15] gitu ya. Aku pun ada nih kayak tiba-tiba

[01:07:16] aku nanti ngobrolin a kok tiba-tiba

[01:07:19] muncul si emailnya gitu seperti itu. Dan

[01:07:23] bahkan yang lebih creepy itu bahkan di

[01:07:25] sosial media itu yang kadang-kadang tuh

[01:07:27] suka perasaan aku apa-apa deh tapi kok

[01:07:30] dia mendengar ya. Nah gitu. itu kayak

[01:07:32] kalau open personalisasi itu dia itu e

[01:07:34] respon jadi dan k bisa jadi itu

[01:07:36] menurutkan e prasnya kita ke si brand

[01:07:39] tersebut misalnya gitu karena takut

[01:07:41] gitu-gitu kan terus ee ada peluang

[01:07:44] efisiensi produksi konten yang masif

[01:07:46] karena dibantu sama AI gitu kan eh untuk

[01:07:49] bikinnya tadi untuk generate eh

[01:07:50] kontennya tapi bisa jadi konten yang AIK

[01:07:53] itu eh terlalu generik atau bahkan

[01:07:56] enggak utentik gitu karena kayak e kan

[01:07:59] based on pattern-pattern tadi kan apa

[01:08:01] pattern nya bentuknya begini. Kadang

[01:08:02] kita suka bisa bisa

[01:08:05] melihat oh ini kontennya di atau bukan

[01:08:07] gitu karena ee enggak utentik tadi gitu

[01:08:10] ya. Kayak kadang gambarnya ada air

[01:08:11] anehlah apa segala macam. Nah di situ

[01:08:13] sebenarnya tugasnya marketer kalau tadi

[01:08:16] ada pertanyaan ningetin AI enggak? Tentu

[01:08:18] saja tidak karena fungsinya berbeda. AI

[01:08:21] itu mungkin dia akan bikin bantu kita

[01:08:23] bantuin kita bikinin ee gambarnya apa

[01:08:26] segala macam. Tapi yang nentuin haruslah

[01:08:28] si marketernya itu sendiri, manusianya

[01:08:30] nih, gitu.

[01:08:33] Terus ada peluang pred sebelum terjadi.

[01:08:35] Nah, tapi bisa jadi ada bias dari data

[01:08:38] historis yang tidak representatif. Nah,

[01:08:40] ini eh kalau ini berm sama lebih

[01:08:42] kompleks lagi sama para data analis.

[01:08:44] Nah, data analis ini itu ini kan based

[01:08:45] on data ya. Jadi dia ada sekumpulan data

[01:08:48] yang dianalisis untuk eh memprediksi

[01:08:50] featurnya ini gitu.

[01:08:53] Terus satu lagi ada peluang untuk

[01:08:55] sendimal per individu. Jamnya kapan,

[01:08:59] waktunya tadi kapan, sore kah? Apakah

[01:09:01] misalnya B fig trigernya harus kayak

[01:09:02] gimana? Nah, itu tuh eh apa namanya?

[01:09:06] Jadi peluang nih. Tapi perlu dipahami

[01:09:08] juga ada resiko, ada pertanyaan privasi

[01:09:10] dan kepatuhan regulasi. Kepatuhan

[01:09:11] regulasi ini yang paling sering ee

[01:09:13] terjadi di di email marketing ini gitu.

[01:09:17] paling sering dilanggar lah sama

[01:09:19] pelaku-pelaku digital marketing karena

[01:09:22] anggapannya ya yang penting gua dapat

[01:09:24] apa namanya dapat saleslah gua kirimnya

[01:09:28] ee sesuka sesuka tim kelas mereka punya

[01:09:30] pemikiran sendiri ini dikirim kirim

[01:09:32] kirim tapi sini sebenarnya melanggar ee

[01:09:34] melanggar etika secara ee marketingnya

[01:09:38] dan juga mungkin bisa jadi melanggar

[01:09:40] regulasi yang sudah dikasih sama

[01:09:41] pemerintah itu untuk ee undang-undang si

[01:09:44] PDP tadi itu salah satunya.

[01:09:47] Nah,

[01:09:48] kalau tadi di depan ada pertanyaan

[01:09:49] apakah akan menggantikan marketer? Aku

[01:09:51] sudah jawab. Ai itu ngeganti ke

[01:09:54] tugas-tugasnya aja bukan perannya.

[01:09:57] Ada hal-hal yang enggak bisa diganti

[01:09:59] sama strateginyaentuin strateginya ada

[01:10:03] empatinya, kreativitas dan juga brand.

[01:10:06] Nah, hal-hal ini tuh ee mungkin bisa

[01:10:08] disuggest sama AI AI akan beuk. Makanya

[01:10:11] tadi ee di sini ngasih ee mungkin

[01:10:15] ngegantiin tugas tapi perannya enggak

[01:10:17] akan bisa tergantungkan. Kayak misalnya

[01:10:19] ee eh brand voice-nya ini kayak gini nih

[01:10:21] cara ngomongnya, emailnya. Tapi

[01:10:23] ujung-ujungnya yang menentukan eh

[01:10:25] mengapprove arsi manusia. Karena e itu

[01:10:28] sendiri tidak ee sudah ada banyak

[01:10:31] penelitiannya. Tidak sepintar itu juga.

[01:10:33] tetap harus ada peran manusia yang ee

[01:10:36] memberikan batasan-batasan terhadap eh

[01:10:39] blend voice dan juga kreativitasnya ini.

[01:10:41] Karena kalau dikasih kebebasan KI, oh

[01:10:44] itu bisa kacau sebenarnya gitu. Sudah

[01:10:46] banyak penerpan yang nunjukin dan juga

[01:10:49] ada beberapa film-film juga yang

[01:10:52] eh peny bukan penyamunan sih kayak abuse

[01:10:56] of AI lah gitu.

[01:11:00] Ingat lagi gitu ya. I want marketers

[01:11:03] marketers who I will marketers who

[01:11:05] don't. Jadi anggapannya kita harus pakai

[01:11:07] itu eh jadi tools-nya kita gitu. Karena

[01:11:12] eh kalau kita pakai AI dengan

[01:11:13] perkembangan zaman yang ada saat ini eh

[01:11:16] mungkin kita akan tergantikan sama

[01:11:18] marketers-mketers lainnya yang sudah

[01:11:19] lebih fasih menggunakan AI. Kenapa?

[01:11:22] Sebenarnya kalau eh itu dibantu sama itu

[01:11:26] akhirnya bisa jauh lebih cepat. biasanya

[01:11:28] kita harus mengcrafting subjek lainnya

[01:11:30] itu misalnya harus mikirin copy copy

[01:11:33] subjeknya e butuh 10 menit untuk 5

[01:11:36] misalnya. Nah, kalau AI sebenarnya 10

[01:11:39] tadi eh

[01:11:42] 10 menit dan 5 misalnya 10 menit bahkan

[01:11:44] ee hanya dalam hitungan detik AI bisa

[01:11:46] bantuin kita kasih bahkan bahkan bisa

[01:11:49] kasih jauh lebih banyak lagi ee

[01:11:51] kemungkinan-kemungkinan si subjek

[01:11:52] lainnya misalnya sampai 100 bahkan dalam

[01:11:54] hitungan detik. Nah, itu kan itu

[01:11:55] mempercepatnya mempercepat ee kita untuk

[01:11:58] ee nentuin akhirnya subjekannya mana

[01:12:00] atau konten yang kayak gimana yang cocok

[01:12:02] buat ee setiap semya gitu.

[01:12:12] Kita lanjut aja dulu ya. Nah, ke bagian

[01:12:14] tuuh nih. Ah, bagian si study case.

[01:12:18] Eh, sekarang aku mungkin akan bahas ada

[01:12:20] empat nantinya. Spotify, Netflix,

[01:12:22] Duolingo, dan Tokopedia. Nah, SP pertama

[01:12:25] di Spotify dulu. Ini yang paling ee

[01:12:28] masif gitu ya. Dan eh sebenarnya cukup

[01:12:30] banyak brand-band yang ingin mereplikasi

[01:12:33] eh yang dilakukan sama si eh Spotify

[01:12:35] ini. Bahkan kompetiternya kompet head to

[01:12:39] head misalnya kayak YouTube Music, Apple

[01:12:41] Music misalnya gitu. Tapi ini karena

[01:12:44] mereka story-tornya kuat banget sehingga

[01:12:46] ini jadi kelebihannya Spotify eh ketika

[01:12:50] mereka jalanin ini campaign ini gitu ya.

[01:12:53] Objektifnya mereka tuh sebenarnya

[01:12:54] ningkatin retention penggunaannya biar

[01:12:57] kayak eh oh dikasih recap berarti aku

[01:13:00] senang nih dapat recap ketahuan aku eh

[01:13:04] sens kayak gini nanti aku share gitu itu

[01:13:06] tuh koneksi emosional kan dan e berbasis

[01:13:09] data personalnya masing-masing dan ini

[01:13:11] bisa nikin seben loyalty seperti itu.

[01:13:14] Nah misalnya kayak strateginya ada

[01:13:16] masuknya email gitu Spotify web gitu

[01:13:19] jadi masuk nanti diownload. Nah, ini tuh

[01:13:21] sebenarnya tujuannya eh pada awalnya tuh

[01:13:24] ya untuk awareness aja tingkat tadi

[01:13:27] gitu. Tapi eh feel-nya bukan kayak

[01:13:30] promosi gitu. Secara secara tidak sadar

[01:13:33] kita ee ya udah e merasa sehappy itu

[01:13:36] bisa share. Tapi sebenarnya ya itu udah

[01:13:39] udah funel kalau dibilang di dunia

[01:13:42] market itu udah salah satu funel gimana

[01:13:44] caranya ngembuat Sabah itu jadi lebih

[01:13:46] loyal sama kita dan bahkan mengeluarkan

[01:13:48] word of mouth e secara positif ke publ

[01:13:50] gitu dan juga bermasalah personalization

[01:13:53] setiap orang punya hasil yang

[01:13:55] berbeda-beda tergantung top artisnya

[01:13:57] siapa, lagu yang didengar apa, berapa

[01:13:59] lama dia sehari e mendengar musikin foto

[01:14:02] jendnya tipenya apa. Enggak ada nih.

[01:14:04] Jadi bisa dibilang zero overlap antar

[01:14:06] penerima. tidak mungkin ada hasil yang

[01:14:08] sama setiap akunnya beda-beda gitu.

[01:14:11] Outcome-nya gitu ya. Ee ee yang salah

[01:14:13] satu yang sudah direpord di tahun 2023

[01:14:15] ternyata ada 226 juta dibagikan di

[01:14:18] sosial media nih si rap-nya itu gitu ya

[01:14:21] sedunia lah. Nah dan ini emailnya itu

[01:14:24] jadi triggerle ke Instagram stories dan

[01:14:26] TikTok. Nah jadi kan kayak ada nih e

[01:14:30] email e Spotify Rah itu bisa diownload

[01:14:33] segala macam ternyata mereka ngirnya itu

[01:14:35] tinggi banget. eh dikirim ke Instagram

[01:14:38] Stories dan ke TikTok juga gitu. Nah,

[01:14:42] lessonnya di sini adalah data tuh bukan

[01:14:44] cuman untuk seda targeting, tapi bisa

[01:14:46] jadi eh bahan baku storytelling yang

[01:14:48] bisa bangun potensi emosional. Kayak

[01:14:49] kenapa kondensi emosional ini kan

[01:14:51] benar-benar data personalnya

[01:14:53] masing-masing ya. Nah, di sini kalau

[01:14:55] misalnya di dunia marketing ini sudah

[01:14:56] ada sudah berubah sama kreatifnya ya,

[01:14:58] sudah ada kreatif strateginya. Tapi

[01:15:00] intinya ee di marketingnya sendiri bisa

[01:15:02] jadi salah satu ee alat untuk meningkat

[01:15:05] konektivitas terhadap si eh customernya

[01:15:08] eh atau si pelanggan-pelanggannya ini

[01:15:11] Netflix gitu ya. Sebenarnya mirip e

[01:15:13] selanjutnya Netflix mirip-mirip sama

[01:15:14] Spotify tapi dengan ee case yang sedikit

[01:15:17] berbeda. Jadi anggapannya kan dia setiap

[01:15:20] orang setiap orang itu nonton Netfli itu

[01:15:21] ee macam-macam ya yang ditonton ya. Eh,

[01:15:23] dan komponen kombinasinya itu bisa

[01:15:25] beda-beda gitu. Anggapannya zero overlap

[01:15:27] lagi tadi gitu. Jadinya di sini kalau

[01:15:30] email-nya itu kalau misalnya dia sudah

[01:15:31] lama enggak nonton bakalan dikasih eh

[01:15:34] rekomendasi konten yang relevan nih sama

[01:15:36] eh listnya dia. Oh mungkin habis nonton

[01:15:39] teach lesson mungkin eh yang tipe-tipe

[01:15:42] yang kayak gitu eh terus dikasih nih ada

[01:15:45] eh series baru teacher listen nonton nih

[01:15:47] ramai nih misalnya gitu banyak ee review

[01:15:50] apa segala macam. Nah, itu mungkin

[01:15:51] dikasih di rekomendasi kontennya. Terus

[01:15:53] ada juga new content alert. Nah, new

[01:15:55] content alert ini yang kalau aku person

[01:15:57] kalau di Netflix suka suka eh ada

[01:16:00] beberapa tipe film yang aku suka. Jadi,

[01:16:01] aku suka nunggu juga nih kalau aku malas

[01:16:03] ke biosop aku nunggulah gitu. Ternyata

[01:16:05] oh setelah beberapa bulan kemudian

[01:16:06] kadang ada yang udah masuk ke Netflix

[01:16:08] gitu ya. Nah, aku akhirnya dapat email.

[01:16:11] Habis itu aku book lah. Oh, ya. Aku mau

[01:16:13] dipaparin ketika ini sudah rilis eh di

[01:16:15] tanggalnya. Biasanya dia ngasih kayak

[01:16:17] sekitar seminggu sebelum gitu.

[01:16:20] Come back email gitu ya. Email ini untuk

[01:16:22] inactive users yang eh ngasih tahu ini

[01:16:26] pas kamu kemarin lama enggak nonton eh

[01:16:29] series atau film-film yang belum

[01:16:30] ditonton tuh yang ini aja nih mau lanjut

[01:16:33] ditonton atau enggak. Nah, ini salah

[01:16:35] satu strategi yang dilakukan sama si

[01:16:37] Netflix. per session karena benar-benar

[01:16:41] udah apa ya per orangnya itu tadi balik

[01:16:43] lagi beda-beda bisa jadi e kombinasinya

[01:16:46] 123 321 231 nah itu sudah beda-beda lah

[01:16:50] walaupun saya cuman isnya cuman

[01:16:51] rekomendasi tiga film misalnya gitu

[01:16:53] seperti itu.

[01:16:57] Nah personalisasi di sini gitu ya. Nah,

[01:16:59] ini lumayan ee jadi apa ya perhatian

[01:17:04] sebenarnya ee perlu dipahami bahwa

[01:17:06] personalisasi itu bukan ee menampilkan

[01:17:08] semua yang kamu tahu, kita sebagai

[01:17:10] marketer tahu bukan. Tapi ee ngepaparin

[01:17:14] sesuatu yang paling relevan sama si

[01:17:16] customer lewat predictive eh things e

[01:17:19] paket tool segala macam ya gitu.

[01:17:21] Sehingga ee membuat si customer itu

[01:17:24] merasa enggak diawasi gitu. Saya enggak

[01:17:26] itu kayak takutnya yang kayak tadi ya,

[01:17:28] eh over

[01:17:31] apa namanya? Over over personalization

[01:17:33] sehingga bikin kerasanya creepy banget

[01:17:35] gitu. Kan kalau misalnya eh di sin cuman

[01:17:37] based on eh film yang belum selesai

[01:17:40] segala macam, anggap oh ini ada ada di

[01:17:42] history gitu itu menjadi ngerasanya

[01:17:43] masih aman. Nah, selanjutnya ada

[01:17:47] duolingo nih. E dan Duolingo ini pakai

[01:17:50] sesuatu yang pendekatannya berbeda sama

[01:17:52] yang dua sebelumnya. Kalau tadi ada WP,

[01:17:55] ada juga minor content. Nah, kalau ini

[01:17:58] ada dia eh gamification strak eh strick

[01:18:02] itu salah satu gamification yang semakin

[01:18:05] e semakin ke sini semakin digandrungi

[01:18:08] gitu ya. Kenapa semakin digandrungi?

[01:18:10] Nah, ini gamification itu sense eh

[01:18:14] sistnya itu sense of investment. Eh,

[01:18:16] contoh lainnya dari yang pakai duinggo

[01:18:18] yang kayak ini tuh pasti strik apinya

[01:18:20] TikTok kalau kita chat-chatan gitu kan.

[01:18:23] itu eh kita sudah sudah berasa

[01:18:25] menginvestkan misalnya akhirnya sudah 30

[01:18:28] hari stik. Nah, jangan sampai eh apa ya

[01:18:31] kehilangan sistnya ini kayak sayang

[01:18:33] banget gitu kan. Nah, itu tuh saya

[01:18:35] ningkatin sense of investment dia

[01:18:36] terhadap si aplikasi tersebut tadi yang

[01:18:38] diok. Nah, akhirnya si melapin ini.

[01:18:41] Jadi, saya kayak, "Oh, hari ini sudah ee

[01:18:44] baca page eh e page yang dikasih itu eh

[01:18:47] nambahin dia api anggotanya api hari

[01:18:50] Sabtu nyala sampai ke api hari

[01:18:52] kesekian." Nah, kan kalau sekarang itu

[01:18:55] di TikTok misalnya contohnya ee apa ya

[01:18:58] si apinya itu kayak karakter gitu ya

[01:19:00] gitu kan. Nah, itu bisa dikasih baju lah

[01:19:02] apa segala macam. Nah, dua linggo ini

[01:19:03] juga kayak gitu. Jadi kayak ada

[01:19:05] batch-nya, ada intinya ada reward-reword

[01:19:07] yang dapat dilakukan di dalam

[01:19:09] aplikasinya lah, gitu. Nah,

[01:19:13] terus nah di sini juga ada selain

[01:19:15] gamification ada emotional trigger gitu

[01:19:17] ya. emosial figure tuh misal contohnya

[01:19:18] kan tuh ee si burung hantu itu kan kayak

[01:19:21] misalnya contohnya ee akhirnya

[01:19:24] ee subjek yang dikasih itu kayak kami

[01:19:26] merindukanmu duo si duonya ini sedang

[01:19:29] menangis kamar terus kayak agak-agak fin

[01:19:32] lupakan aja ada yang kayak gitu kan.

[01:19:33] Nah, jadi sebenarnya kalau di dua ini

[01:19:35] dia pai tone yang humor, lost aversion

[01:19:38] eh ditambah sama bran karakternya dia

[01:19:40] sehingga hasilnya tuh ya email yang

[01:19:42] sekit dan Instagram. Dan kadang tuh

[01:19:44] kayak karena dia

[01:19:46] keyword-nya itu benar-benar ee apa ya

[01:19:51] kombinasinya banyak banget gitu ya si

[01:19:52] dua linggo ini. Sehingga orang-orang

[01:19:54] ngerasa ee oh sangat personalize nih

[01:19:56] jadinya kayak e mereka share lah kayak

[01:19:59] gitu.

[01:20:01] Nah, terus kalau misalnya berhubungan

[01:20:03] sama si gamification tadi, dua ini nih

[01:20:05] sebenarnya yang menjadi trigger

[01:20:06] utamanya. Eh, secara behavior

[01:20:09] sudah terbukti bahwa kalau udah ngbuild

[01:20:13] kita itu akan ketakutan untuk kehilangan

[01:20:16] apa yang sudah dibangun tadi. Eh, enggak

[01:20:18] mau los. Contohnya aku ada strik lah,

[01:20:21] akhirnya ada strik sama temanku misalnya

[01:20:22] di TikTok itu udah sampai 360 sekian.

[01:20:26] Nah, jadi kayak for every kita contct

[01:20:30] untuk build eh kebiasaan itu

[01:20:33] anggapannya. Nah, tapi ketika bilang

[01:20:35] lewat sehari ada rasa yah udah

[01:20:38] capek-capek e triknya sekian jadi hilang

[01:20:41] gitu. Nah, itu tuh si lotion ini nih.

[01:20:43] Jadi behavior inilah yang akhirnya

[01:20:45] dimanfaatkan sama e sialing dan mungkin

[01:20:48] e kayak tadi TikTok juga

[01:20:51] sekarang ee Tokopedia gitu yang paling

[01:20:54] mungkin ee cukup banyak penggunaannya.

[01:20:56] itu di sini aku enggak tahu nih

[01:20:57] teman-teman. Tapi anggap aja eh Shopee

[01:20:59] juga pasti melakukan ini. Tapi ini kita

[01:21:01] face-nya kita ngambil angka-angka dari

[01:21:03] ee ataupun data dari si konteksnya

[01:21:06] Tokopedia.

[01:21:08] Nah, kayak contohnya Harbonas warning.

[01:21:10] Harbonas itu kan sebenarnya dulunya

[01:21:12] banget tuh 121 dulunya. Nah, terus ini

[01:21:15] kayak antisipasi ee seminggu sebelum ee

[01:21:19] itunya waktunya sudah mulai ngasih tahu

[01:21:22] nih, oh nanti kita di tanggal 111 atau

[01:21:24] 121 tuh sudah ngelakuan bukan sudah akan

[01:21:27] ada promo AB CD loh. Jangan sampai

[01:21:29] ketinggalan segala macam udah di udah

[01:21:31] diming up terus habis itu si

[01:21:33] segmentasinya sama mereka dibedain gitu.

[01:21:35] Kontekstual segmentas penting banget

[01:21:37] kayak tadi kan pertarikan untuk

[01:21:39] segmentasi by behavior. Nah, tapi

[01:21:41] sebenarnya kontekstual segment itu ada

[01:21:43] lagi nih gitu. kayak seller sama buyer

[01:21:45] itu beda gitu ya. Terus kategori

[01:21:48] produknya juga beda. Nah, itu juga ee

[01:21:50] habis itu lokasi bisa jadi merchant

[01:21:52] lokalnya itu misalnya kayak oh ini

[01:21:53] daerah A daerah B beda-beda ya. Nah, itu

[01:21:55] itu tuh ee dan bahkan di toko ada tit

[01:21:58] pada masanya ya. Nah, sekarang mah kalau

[01:22:00] enggak salah udah enggak terlalu di

[01:22:03] utilize titir ke anggotanya Shopee

[01:22:05] sekarang yang ada sampai ada yang

[01:22:06] ngeluarin VVP kan VIV VIP kalau enggak

[01:22:10] salah VIP member gitu. Nah, terus ini

[01:22:12] Omn channel reality. Jadi kayak

[01:22:14] email-nya ini tuh dia untuk komunikasi

[01:22:16] detail eh isinya tuh semuanya dikasih

[01:22:18] gitu ya. Tapi mungkin eh ada lagi

[01:22:21] channel yang lain. WhatsApp ini untuk

[01:22:23] kayak reminder nih. Oh, butuh

[01:22:25] transaction yang cepat misalnya reminder

[01:22:27] cepat kayak ayo jangan sampai

[01:22:28] ketinggalan ini udah waktunya udah

[01:22:30] misalnya jam setengah jam sebelum 00 ayo

[01:22:33] ee lakuin nih ee bentar lagi transaksi

[01:22:36] apa promoya dimulai gitu. Sedangkan

[01:22:38] email-nya sudah dikasih duluan tuh

[01:22:39] informasi lengkapnya di sebelumnya gitu.

[01:22:45] Nah, ee lewat email ini sendiri

[01:22:48] sebenarnya ada pengembangan nih gitu ya

[01:22:49] di salah satu Tokopedia yang ngelakuin

[01:22:51] ini. Jadi penetasi WhatsApp kan sampai

[01:22:54] 90% orang Indonesia gitu kan. Nah,

[01:22:56] sehingga ee dari Tokopedia sendiri itu

[01:23:00] ee mikirin strategi email yang cocok

[01:23:02] yang kayak gimana sih yang bisa ee

[01:23:04] dapatin return offmentnya jauh lebih

[01:23:07] tinggi dengan mengutilize di

[01:23:08] WhatsApp-nya juga gitu. Kayak tadi eh

[01:23:11] balik lagi reality-nya ini di email

[01:23:14] mungkin kayak bakalan ngasih komunikasi

[01:23:16] detailnya. Nah, tapi nanti remindernya

[01:23:18] itu di WhatsApp gitu. itu salah satu

[01:23:20] strategi yang dilakukan sama Tokopedia

[01:23:23] ee melalui email marketing.

[01:23:27] Nah, kalau menurut teman-teman sendiri

[01:23:29] gitu ya,

[01:23:31] ee kalau kita ngomongin ee empat contoh

[01:23:35] yang tadi gitu ya, yang paling aku bisa

[01:23:37] bilang yang akuambil yang paling parah

[01:23:39] buat Indonesia apa yang bisa langsung

[01:23:41] diaplikasikan oleh startup lokalnya

[01:23:44] e di dalam negerah untuk startup yang

[01:23:47] kecilnya bisa ngapain sih gitu ya.

[01:23:50] Kalian bisa nyebutin brand atau

[01:23:51] industrinya. Misalnya kayak kalaupun

[01:23:53] enggak tahu brandnya industrinya aja.

[01:23:56] Tapi ee habis itu dilanjutin sama

[01:23:58] strategi emailnya kira-kira mau ngapain

[01:24:00] nih gitu. Apa kayak kayak tadi kayak

[01:24:04] abandon atau mau ngasih segmentation

[01:24:07] atau apa boleh mungkin boleh coba di

[01:24:11] jawab oleh teman-teman lewat chat.

[01:25:00] Nah, kalau enggak pertanyaannya

[01:25:01] kuederhanakan.

[01:25:04] Menurut teman-teman dari empat yang

[01:25:05] tadi, empat contoh yang tadi, yang

[01:25:07] paling mudah diaplikasikan sama startup

[01:25:10] lokal kira-kira yang mana ya? Boleh

[01:25:13] mention aja Spotify kah atau

[01:25:17] hyper personalization Netflix kah atau

[01:25:21] kayak tadi gamification duinggo atau eh

[01:25:25] promo lebih awal dari Tokopedia

[01:25:28] teman-teman sendiri yang mana mungkin

[01:25:29] boleh mention di chat dari empat ini

[01:25:32] yang

[01:26:12] ini dari B Jawa

[01:26:16] yang paling bisa dilakukan

[01:26:19] lagi dari teman-teman semua

[01:26:44] ya walaupun ini responnya tidak tidak

[01:26:47] banyak ya, semoga ee yang aku share bisa

[01:26:50] ditangkap ya. Mungkin ee kalau dari aku

[01:26:52] sendiri ngelihat kalau buat lokal yang

[01:26:55] skalanya masih kecil kita bisa

[01:26:57] ngelakuinnya itu yang Tokopedia lakuin

[01:27:00] yang paling mudah sebenarnya ya. Kenapa

[01:27:02] paling mudah? Jadi anggapannya dia narik

[01:27:05] data dulu eh si segmentasinya dibikin,

[01:27:09] habis itu dilanjut ke eh apa ya field

[01:27:13] participation di awal nih gitu. Ngasih

[01:27:15] tahu dulu. Nah, mungkin nanti

[01:27:17] selanjutnya akan ada follow up pasca

[01:27:18] event-nya. Nah, ini paling gampanglah

[01:27:21] anggap aja ngelakuin dua ini gitu. Nah,

[01:27:23] kalau selanjutnya ke sini karena

[01:27:25] sekarang itu sendiri dari meta gitu ya,

[01:27:27] dari meta itu udah udah sangat ng-super

[01:27:30] UMK, local startup untuk eh editate

[01:27:35] WhatsApp eh dan email ini secara

[01:27:37] terhubung gitu.

[01:27:42] ini udah bagian terakhir gitu ya, ada

[01:27:44] mistake and trend gu yang sering salah

[01:27:46] dan ke mana email marketing mengarah

[01:27:48] gitu ya. Satu ee ini ada enam gitu ya

[01:27:52] kurang lebih satu list yang dibeli ya.

[01:27:55] List yang dibeli itu

[01:27:58] ee bisa aja menghasilkan komplain kalau

[01:28:01] sampai ini terlalu berlebihan gitu ya.

[01:28:05] Dan kalau sudah berlebihan kirim email

[01:28:06] segala macamnya itu pemulihannya bisa

[01:28:08] berbulan-bulan

[01:28:09] gitu. Jadi jangan sampai selalu spamin

[01:28:12] gitu. Yang kedua, enggak ada

[01:28:15] segmentation-nya. Misalnya contoh promo

[01:28:17] lebaran ke nonmuslim. Nah, itu ngumpul

[01:28:19] yang relevan ya gitu. Kalau yang ee

[01:28:21] promo ee spesial lebaran baju muslim apa

[01:28:23] segala macam tapi ke non muslim. Promo

[01:28:26] ee produk bagi tapi ke orang yang enggak

[01:28:28] punya anak atau masih single. Mungkin

[01:28:31] ada aja ee yang mau ngasih ke orang

[01:28:33] lain, tapi kan kurang cocok ya gitu.

[01:28:35] Jadi kalau enggak apa kalau enggak

[01:28:37] enggak bikin segmen ya no relevanc gitu.

[01:28:39] Akhirnya, akhirnya si ee reseller

[01:28:42] menjadi nol gitu. Terus habis itu ada

[01:28:44] yang ketiga adalah email satik gitu atau

[01:28:46] ngemail-nya terlalu ee terlalu sering

[01:28:49] setiap hari gitu. Nah, bisa jadi ini

[01:28:51] nanti ee uns secara massal. Jadi kalau

[01:28:54] tadi itu benchmarknya 0,5% ini bisa jadi

[01:28:57] lebih tinggi gitu kan. Matchmarknya itu

[01:29:01] eh okennya gitu ya 1 sampai 45 per bulan

[01:29:04] gitu. itu dari ee BM Global

[01:29:07] ee personalisasinya gagal nih. Nah, ini

[01:29:10] suka jadi kadang kan kayak kalau kita

[01:29:13] mau personalisasi itu kan kadang suka

[01:29:14] mau mention nama gitu ya. Eh malah

[01:29:16] munculnya benar-benar gini string string

[01:29:19] si first name-nya ini nih yang muncul

[01:29:21] bukan misalnya kayak Rudini gitu,

[01:29:23] Benediktus, Henry enggak. Tapi malah si

[01:29:25] first time ini. Nah, ini ini lebih buruk

[01:29:27] dibandingkan ee enggak ada personalisasi

[01:29:29] naming-nya ini. Jadi, jangan sampai

[01:29:31] gagal nih. Jadi, ini salah satu yang

[01:29:33] perlu diperhatiin. Harus diuji coba dulu

[01:29:35] nyampainya ke customer kayak gimana

[01:29:37] karena ini ngasih bad eh bad perception

[01:29:40] kan gitu.

[01:29:43] Terus selanjutnya ini juga e juga jadi

[01:29:46] kesalahan gitu ya. enggak mobile

[01:29:48] friendly harus bisa di ee tidak bisa

[01:29:50] dipungkiri orang-orang sekarang tuh

[01:29:51] kalau ngecek itu ee lebih banyak bahkan

[01:29:54] ini kalau data 2024 gitu ya 41,6% dibuka

[01:29:58] lewat e HP gitu. Fontnya kecil, CTI-nya

[01:30:00] bisa diklik. Eh, nah ini kesalahannya

[01:30:03] itu karena mobil F tadi ketika ng-resize

[01:30:06] itu port jadi kecil, CTA-nya jadi susah

[01:30:07] diklik ya udah orang enggak akan mencet

[01:30:09] malas, sudah keburu malas gitu. Dan ini

[01:30:12] juga yang paling penting untuk

[01:30:15] mereka enggak ngelihat risal sudah

[01:30:17] dilakuin si kc-nya tapi enggak enggak e

[01:30:20] kayak asal ngelakuin. Jadi mereka enggak

[01:30:22] ada ID testing dulu sebelum lebih masif

[01:30:25] gitu ya. Terus mereka enggak monitoring

[01:30:28] eh bounch itu kayak sebenarnya email tuh

[01:30:30] ada tantangannya tersendiri ya. Jadi

[01:30:31] kayak eh bouch eh BCH email tuh kayak

[01:30:34] enggak e enggak masuk atau bahkan masuk

[01:30:36] ke spam. Nah, itu ee karena enggak di

[01:30:40] enggak dilakukan pemanasan lah

[01:30:41] istilahnya kalau pakai di internal tuh

[01:30:43] enggak ada pemanasannya dulu. Misalnya

[01:30:45] kalau mau ngirim yang benar-benar super

[01:30:46] masif misalnya kayak ke ee 1 juta orang

[01:30:50] gitu ya. Nah, itu tuh sebenarnya kalau

[01:30:51] di email tuh enggak bisa dalam satu

[01:30:53] waktu R juta kekirim. Enggak, tapi

[01:30:54] bertahap. Karena kalau misalnya si

[01:30:56] emailnya itu sendiri istri saya con dia

[01:30:58] punya sistem yang mendetect apakah ini

[01:31:00] kalau ngirimnya dalam terlalu masif itu

[01:31:02] dianggapnya nanti sama Gmail sebagai

[01:31:04] spam dan diitung masuknya enggak ke

[01:31:06] inbox gitu sehingga orang enggak bisa

[01:31:08] nemuin di eh emailnya itu tadi gitu.

[01:31:13] Terus juga pesan eh briefingnya tuh

[01:31:15] enggak enggak ada revenue attribution.

[01:31:17] Jadi kayak enggak dianalisa nih setiap

[01:31:19] email itu menghasilkan attribution apa

[01:31:21] ke QPI gitu. Nah, ini pasti nanti kayak

[01:31:24] udah ngabisin budget banyak misalnya

[01:31:27] buat eh subscribe, email, paket segala

[01:31:29] macam, tapi enggak dianalisa

[01:31:31] revenue-nya, ya udah nanti eh apa ya

[01:31:34] sebagai bisa bilang

[01:31:37] gagal lah gitu karena enggak bisa

[01:31:38] ngejelasin impact dari yang ee femin

[01:31:40] sudah dilakuin

[01:31:45] nah kalau tadi tuh udah ada dongsal

[01:31:47] fatal. Nah, mungkin ini ada beberapa

[01:31:50] suggestion

[01:31:52] suggestion yang bisa eh digunakan based

[01:31:56] on the trend situ AI true eh one onone

[01:32:00] marketing gitu ya. Nah, ini setiap email

[01:32:02] 1 unit per individu ini eh dipakai AI

[01:32:06] nih gitu ya. Kayak tadi misalnya si

[01:32:07] Netflix contohnya, jadi subditnya

[01:32:10] berbeda tiap orang, konten visinya

[01:32:11] berbeda juga, bahkan gambarnya warnanya

[01:32:14] itu bisa di-adjust misalnya pada sk

[01:32:16] jutaan penerima karena sudah dibantu

[01:32:17] sama AI untuk menganti e konten yang

[01:32:20] super personal atau hyper tadi. Nah,

[01:32:23] perkembangan berikutnya tren ini sudah

[01:32:25] mulai ada namanya interactive email gitu

[01:32:27] ya. Ininya bisa ada survei form gitu ya

[01:32:30] atau bayar langsung lewat email tanpa

[01:32:31] keluar sama sekali gitu. email tuh kayak

[01:32:34] jadi mini app-nya lah. Nah, itu tuh

[01:32:35] sekarang sudah banyak tools yang bisa

[01:32:37] ngebantuin hal-hal itu terjadi. Nah, dan

[01:32:39] ini bisa diutilize banget nih, gitu.

[01:32:42] Terus eh trennya juga kan privy first

[01:32:45] marketing. Nah, privy first marketing

[01:32:46] itu kayak tadi sosial media lah eh

[01:32:51] di dari mana-mana. Nah, itu kan eh

[01:32:54] dengan era sekarang killess era ini gitu

[01:32:56] ya, ada isu terkait privasi. Nah, email

[01:32:59] ini jadi tempat ya bisa dibilang

[01:33:02] kategori yang aman nih priv secara

[01:33:05] privacy gitu. Ini bisa banget digunakan.

[01:33:09] Terus ada eh zero party datao.

[01:33:13] Nah, terus ada eh zero party data nih

[01:33:16] gitu ya. ee Zopati data ini sendiri

[01:33:20] benar-benar ee ya kita gitu jadi kayak

[01:33:24] kita sendiri yang ngeluarin istilahnya

[01:33:25] jadi zero party data karena kalau first

[01:33:27] party ya data kita tapi kalau itu bas

[01:33:30] apa yang dilakukan sama customer di

[01:33:31] dalam email akhirnya ngasih ngasih

[01:33:33] ngasih berbagai macam insight lah

[01:33:35] seperti itu dan itu bisa dibilang jadi

[01:33:36] data yang paling akurat buat kita

[01:33:38] sebagai marketer.

[01:33:40] Terus ada customer data ekosistem. Nah,

[01:33:42] jadi dari data segala macam yang sudah

[01:33:45] dilakuin ini, ini kan pasti menghasilkan

[01:33:47] data ya. Dan ini data-data ini sendiri

[01:33:49] bisa diutilize lebih lanjut untuk

[01:33:51] mengembangkan semua apa yang sudah

[01:33:52] dilakukan gitu. Jadi kayak sekarang itu

[01:33:56] enggak semua brand punya CDP. CDP itu

[01:33:58] kayak kumpulan semua alat marketing di

[01:34:01] satu tempat ya. Dan itu tuh ee intinya

[01:34:06] dari mungkin dari cookies eh cookies

[01:34:10] bisa jadi dari tracking penggunaan

[01:34:13] aplikasi, penggunaan sosial media. Nah,

[01:34:15] itu digabung di satu tempat untuk

[01:34:17] dapatin insight eh yang lebih cocok gitu

[01:34:20] untuk e mengoptimalin semua yang

[01:34:22] dilakuin ini gitu. Kayak dari mulai

[01:34:24] kayak true one marketing sampai ke apa

[01:34:27] bikin interaktif email plan gitu.

[01:34:31] Oke.

[01:34:33] Nah, ini mungkin udah ringkasan ee dari

[01:34:37] semua materi yang sudah aku sampaikan

[01:34:39] gitu ya. Bisa dibilang email itu enggak

[01:34:41] mati. Yang mati adalah email lama yang

[01:34:43] irelevan gitu. Jadi ee bas ini bisa

[01:34:46] banget dipakai. Nah, tapi jangan lupa eh

[01:34:49] apa namanya? Karena si email ini adalah

[01:34:51] database our own aset. Jadi ee harus

[01:34:55] dioptimalisasi

[01:34:57] sebaik mungkin karena harus e harus

[01:34:59] diingat bahwa ee karena dia out aset

[01:35:01] jadi algoritmanya enggak bisa dicabut,

[01:35:03] enggak ada algoritmannya, kita sendiri

[01:35:05] membuat algoritmanya gitu. Jadi enggak

[01:35:07] bergantung sama algoritma yang sudah

[01:35:08] dibikin sama sosial media di luaran

[01:35:10] sana. Terus yang ketiga ada relevansi

[01:35:14] itu adalah strategi gitu ya. Nah, build

[01:35:16] eh relevansi ini melakukin segmentasi

[01:35:19] tadi itu ee kan udah secara enggak lebih

[01:35:22] jauh banget efektif untuk dapetin

[01:35:24] revenue. Terus ee apa tadi juga di depan

[01:35:28] ee sempat sudah bilang email adalah

[01:35:30] konektivitas dalam omni channel bukan

[01:35:32] channel tunggal yang berdiri sendiri.

[01:35:34] Bahkan dia itu menghubungkan sosial

[01:35:35] media website dan kawan-kawannya ee agar

[01:35:39] ee result-nya jadi lebih baik gitu.

[01:35:43] Nah, terus juga tadi ada fakta dari data

[01:35:46] juga bilang abandon email itu ngasih ROI

[01:35:49] tertinggi yang sering dirawatkan.

[01:35:51] Sebenarnya ROI-nya tinggi tapi mungkin

[01:35:52] karena effortnya lumayan kompleks jadi

[01:35:54] kadang suka ditinggalin. Jadi jangan

[01:35:56] jangan apa ya? Jangan ninggalin sesuatu

[01:35:58] yang sebenarnya berat bermanfaat buat eh

[01:36:01] branding gitu.

[01:36:03] ini AI itu bisa ngubah email jadi one

[01:36:05] onone marketing pada skala jutaan orang

[01:36:07] karena benar-benar e sepersonalised itu

[01:36:10] copy copy bas segala macam bisa banget

[01:36:12] sepersonaliz itu. Bro, C mengubah tugas

[01:36:15] marketer bukan menghilangkan

[01:36:16] marketernya. Tugasnya berubah tapi

[01:36:19] perannya kan tata peran sebagai marketer

[01:36:20] kan. Dia mungkin nanti akan e salah

[01:36:22] satunya pengin nentuin nentuin ee tipe

[01:36:25] email yang akan dikirim. Em habis itu

[01:36:28] bikin bahkan ee basic bikin kerangka isi

[01:36:33] email itu kan harus tugas marketing yang

[01:36:34] nentuin finalnya kayak gimana.

[01:36:37] Terus first party data itu jadi area

[01:36:40] yang penting banget di era saat ini,

[01:36:42] Pupilas dan Undang-Undang PDP. Jadi

[01:36:45] email ini harus tetap di apa ya di di

[01:36:50] dikembangkan karena sebenarnya yang

[01:36:52] paling aman untuk digunakan ya our own

[01:36:55] data kan gitu. Ketika kita punya datanya

[01:36:57] kita bisa ngelakuin yang lebih optimal

[01:37:00] gitu.

[01:37:02] Terus juga tadi ada insight eh Spotify

[01:37:04] sama Dualinggo ngebuktiin bahwa data

[01:37:06] sama storyting itu bisa ningatin

[01:37:08] loyalitas gitu ya. Kayak tadi lewat

[01:37:10] stake, lewat e Spotify Wap. Nah, dan

[01:37:13] yang terakhir

[01:37:15] di masa depan itu eh apa ya strategis

[01:37:19] gitu bukan eh sebagai operator gitu.

[01:37:22] Jadi ee kalian jangan sampai

[01:37:26] ee cuman sekedar approve-approve aja,

[01:37:27] tapi harus di level mikirin strateginya

[01:37:30] ngelakuin IB testing, ngelakuin mapping.

[01:37:33] Nah, itu tuh tugas atau peran sih

[01:37:35] digital market digital marketer saat ini

[01:37:38] mungkin kalau sekarang itu masih

[01:37:39] kegabung sama operation-operation-nya.

[01:37:41] Nah, sedangkan kegiatan operationnya itu

[01:37:43] saat ini bisa dibilang perannya eh

[01:37:46] tugasnya digantikan oleh AI. itu sih.

[01:37:51] Nah, ini ada beberapa referensi. Itu aja

[01:37:53] sih ee materi hari ini yang bisa ku

[01:37:57] sampaikan gitu ya. E marketing itu bukan

[01:37:59] soal ngirim emailnya aja tapi build eh

[01:38:03] relationship yang lebih bermakna di

[01:38:05] skala yang eh yang lebih masif yang

[01:38:08] enggak mungkin dilakukan secara manual

[01:38:10] bahkan oleh eh human toh human misalnya

[01:38:13] gitu. Silakan kalau ada pertanyaan

[01:38:16] atau yang mau didiskusikan.

[01:38:21] Silakan Mbak atau teman-teman dari

[01:38:23] Binosion.

[01:38:25] Oke, terima kasih Mas Rudini. Thank you

[01:38:28] banget buat sharing-nya. Eh, termasuk

[01:38:31] bagus ya teman-teman dapat insight baru

[01:38:33] baru nih teman-teman bahwa ternyata

[01:38:37] ternyata di apa namanya terkait dengan

[01:38:39] email marketing itu penting banget ya.

[01:38:42] Dan itu memang sampai sekarang masih

[01:38:44] dipakai ya Mas Rudini ya. Oke, boleh

[01:38:46] teman-teman kalau ada yang mau

[01:38:47] ditanyakan boleh langsung tulis dulu di

[01:38:49] chat gitu ya. Kalau misalnya ee sambil

[01:38:53] aku tunggu ya. Jadi mungkin kadang kan

[01:38:56] kita suka dapat

[01:38:59] promo ya Mas ya Mas Rudi di email gitu

[01:39:01] ya terus atau voucher. Nah itu tuh

[01:39:04] biasanya tuh kadang

[01:39:07] ee kalau menurut Mas Rudini dari

[01:39:09] pengamatan Mas Rudini di bagian

[01:39:10] marketing ya. Kalau menurut Mas Rudi

[01:39:13] biasanya tuh eh kenapa sih kita masih

[01:39:17] suka dapat email promo tersebut gitu dan

[01:39:20] kadang kalanya email-email apa sih

[01:39:22] promo-promonya itu menjadi hal yang

[01:39:24] kayak rutin yang sering kita dapat gitu

[01:39:30] ya. Kalau ditanya ee B itu sih ini ee

[01:39:34] persepsi dari yang aku lihat juga ya.

[01:39:37] Berarti mungkin ada

[01:39:39] karena ngelaku bahwa untuk bikin

[01:39:40] mappingin email marketing itu prosesnya

[01:39:43] lumayan heavy juga bisa dibilang. Nah,

[01:39:45] mungkin ee dari brandnya itu belum

[01:39:47] meng-update si strateginya itu sih gitu.

[01:39:50] Jadi kayak kita masih sering banget

[01:39:52] dapat ee dapat email, reminder, info,

[01:39:56] promo segala macam. Tapi walaupun kita

[01:39:58] ee anggapannya enggak relevan atau

[01:40:01] enggak cocok sama kita gitu, tapi

[01:40:03] sebenarnya bisa jadi juga ee sampai saat

[01:40:06] ini misalnya kita dianggap sebagai

[01:40:09] customer yang paling relevan terhadap

[01:40:12] campaign marketing tersebut gitu.

[01:40:14] Walaupun eh alhamd potensial customer

[01:40:17] lah gitu pasti ini masih potensial

[01:40:19] sebenarnya kan ng-define potensialnya

[01:40:20] itu pun sebenarnya ada tirnya lagi nih

[01:40:22] kalau di internal gitu ya. Oh. Eh, tir

[01:40:25] satu ini yang paling potensial, tier du

[01:40:27] ini yang lumayan. Tir 3 kayaknya ini

[01:40:30] udah enggak akan buka. Nah, itu kan

[01:40:31] dianalisa lagi tuh dari data-data kurang

[01:40:34] lebih gitu sih.

[01:40:37] Oke. Jadi, bisa jadi memang kita

[01:40:38] targetnya ya, Mas.

[01:40:42] Ini ada pertanyaan dari Andini. Andini

[01:40:44] nanya nih, "Kak, maaf mau tanya, ada

[01:40:46] enggak strategi khusus dalam pembuatan

[01:40:48] campaign reagement untuk mengaktifkan

[01:40:51] lagiustomer yang mulai aktif eh pasif.

[01:40:53] Oke.

[01:40:56] Nah, eh sebenarnya kalau diengagement

[01:40:58] sendiri sebenarnya tadi ada ada sedikit

[01:41:00] ya mirik-mirik ya,

[01:41:01] tapi kalau misalnya pakai aku langsung

[01:41:03] pakai contoh yang dilakuin gitu ya, kita

[01:41:06] biasanya enggak harus tahu dulu nih dia

[01:41:08] ee mulai pasifnya tuh ee kira-kira kita

[01:41:12] kan cuma perkirakan kira-kira

[01:41:13] penyebabnya apa. Jadi kayak sebelumnya

[01:41:16] tuh dia sudah pernah ngelakuin transaksi

[01:41:18] apa gitu. anggaplah kalau di bank itu

[01:41:20] dia cuma ngelakuinnya transaksinya Kris

[01:41:22] e atau kartu berarti dia cuman promo

[01:41:25] gitu kan. Oh berarti ini orang promo

[01:41:27] oriented gitu. Kalau misalnya orang ini

[01:41:29] promo oriented kalau mau ngerakuin

[01:41:31] engagement berarti kita harus push pakai

[01:41:33] info promo lagi gitu. Nah tapi beda beda

[01:41:37] cara kalau customernya ini sebelumnya

[01:41:38] itu dia nabung misalnya di deposito gitu

[01:41:41] ya. Ya, bel dia sudah pernah nambung di

[01:41:43] deposito, tapi e kita enggak tahu

[01:41:45] sebenarnya apakah dia uangnya masih ada

[01:41:47] apa enggak atau misalnya uangnya

[01:41:48] dipindahin ke bank yang lain. Anggaplah

[01:41:50] dengan asumsi dia uangnya dipindahin ke

[01:41:51] bank lain misalnya gitu ya. Nah, ini

[01:41:53] kita bisa ngasih tahu lagi manfaat e

[01:41:56] menggunakan our our deposito gitu.

[01:41:58] Misalnya apakah oh lagi ada promo bunga,

[01:42:01] apakah ada promo cashback gitu. Jadi

[01:42:03] kayak itu bisa dirigger lewat situ. Nah,

[01:42:06] kalau misalnya itu kan based on incentif

[01:42:09] banget ya. Tapi kalau misalnya selain ee

[01:42:12] insentif bisa juga narasi kayak ee

[01:42:15] pengelolaan keuangan itu kalau misal

[01:42:17] contoh di bank gitu ya, pengan keuangan

[01:42:18] itu lebih lebih memudahkan ketika semua

[01:42:20] dilakukan di satu tempat gitu. Itu bisa

[01:42:23] jadi buat customer yang sebelumnya

[01:42:24] ternyata punya sudah melakukan berbagai

[01:42:26] macam fitur nih di dalam aplikasinya

[01:42:29] gitu. Jadi eh eh first of all harus

[01:42:31] dilihat eh record sebelumnya si

[01:42:34] customernya itu pernah ngelakuin apa

[01:42:37] sebelum akhirnya dia jadi pasif. biar

[01:42:39] kita bisa nentuin ee milih strategi atau

[01:42:42] ngpush eh ngpush ee fitur ataupun

[01:42:47] insentif apa ke mereka. Kurang lebih dua

[01:42:49] hal itu sih yang secara sederhana bisa

[01:42:51] dilakukan.

[01:42:55] Semoga menjawab yaini ya.

[01:42:58] Kalau menurut Mas nih ee

[01:43:02] sebenarnya tuh yang lebih penting dalam

[01:43:05] satu ketika kita ee punya brand gitu

[01:43:08] jumlah subscribe yang besar atau

[01:43:11] kualitas subscriber yang dimiliki itu

[01:43:15] lebih penting yang mana, Mas?

[01:43:17] Lebih penting apa?

[01:43:18] Lebih lebih penting jumlah subscribe-nya

[01:43:20] yang besar atau kualitas dari

[01:43:23] subscribe-nya?

[01:43:26] Kalau ngomongin yang lebih penting ee

[01:43:30] itu

[01:43:31] itu punya function yang berbeda

[01:43:32] sebenarnya. Kalau sampai aku yang

[01:43:33] ditanyain itu aku bisa punya function

[01:43:36] yang berbeda. Jumlah based customer

[01:43:38] ataupun subscriber yang gede itu bisa

[01:43:40] jadi eh keuntungan buat kita untuk

[01:43:43] dapatin menganalisa datanya kita gitu.

[01:43:46] untuk ngelakuin testing lebih lebih

[01:43:49] beragam akhirnya dapat hasil. Nah,

[01:43:52] jadinya itu ee anggap-anggapannya

[01:43:53] dapatnya insight. Insight e apa yang

[01:43:55] akan bisa dilakukan di kemudian hari.

[01:43:57] Tapi kalau misalnya nasabah yang

[01:43:59] berkualitas ini ya itu sudah jadi aset

[01:44:01] kita untuk menghasilkan revenue gitu.

[01:44:04] Kalau fokusnya ke revenue eh aku akan

[01:44:06] jawab ke

[01:44:09] kualitas eh apa? yang berkualitas tadi.

[01:44:12] Tapi kalau misalnya kita saat ini masih

[01:44:14] mengembangkan strategi segala macam,

[01:44:16] data yang besar itu sesuatu yang penting

[01:44:19] gitu.

[01:44:20] He.

[01:44:23] Ee kalau misalnya menurut Mas sendiri

[01:44:26] nih ee email marketing tuh sebenarnya

[01:44:29] lebih cocok buat B2B atau B2C sih

[01:44:31] sebenarnya

[01:44:34] lebih cocok keduanya tuh cocok asal

[01:44:37] datanya relevan. maksudnya relevan di

[01:44:40] sini kalau misalnya kayak B2B aku juga

[01:44:43] kayak email kantorku itu dia udah kayak

[01:44:45] suka masuk e email marketing dari

[01:44:48] berbagai macam

[01:44:49] eh provider lah misalnya contohnya aja

[01:44:54] ee TikTok misalnya ya TikTok itu kan

[01:44:55] mereka e jualan ads ke

[01:44:59] company-comany nah mereka nanti jualan

[01:45:02] kelas kasih tahu kalau ada seminar apa

[01:45:06] nanti ada promo apa. Nah, itu mereka ee

[01:45:10] lewat si email-email ini dan itu

[01:45:11] sebenarnya masih relevan karena aku

[01:45:13] kalau enggak lewat email ini, aku pun

[01:45:15] enggak tahu dapat info itu dari mana.

[01:45:18] Aku tidak dengan secara sukarela mencari

[01:45:21] kalau ketika aku lagi enggak emang

[01:45:22] enggak lagi butuh-butuh banget bikin

[01:45:24] strategi khusus TikTok misalnya gitu.

[01:45:27] Nah, itu buat B2B juga masih tetap

[01:45:30] relevan gitu. Cuman kayak tepat enggak

[01:45:32] ee si email TikTok ini masuknya ke

[01:45:36] ee orangnya. Kalau Kak aku mungkin tepat

[01:45:38] nih, tapi misalnya kayak kolegaku karena

[01:45:40] dia misalnya di tim Corcom misalnya

[01:45:42] corporate communication tapi kapan e

[01:45:44] tapi dikirimin eh informasi soal si

[01:45:47] TikTok Ads ini karena itu enggak relevan

[01:45:49] jadi kayak datanya tuh yang harus yang

[01:45:51] eh yang yang cocoklah gitu. itu kalau

[01:45:53] buat B2B eh buat B2C tentu menurut aku

[01:46:00] relevan banget bisa banget-banget

[01:46:01] dipakai seperti tadi yang dijelasin

[01:46:03] sebenarnya terutama kalau W B2C ini

[01:46:05] sendiri itu berhubungan sama privasi

[01:46:06] tadi sih kalau aku ngelihatnya ketika di

[01:46:08] era sekarang itu eh privasinya tuh

[01:46:10] sangat sangat ee tinggi ya gitu kayak e

[01:46:14] dulu mah kayak tools segala macam itu

[01:46:16] bisa connect semua ke marketing alias

[01:46:19] marketing ID font gitu-gitu. Narti kalau

[01:46:22] sekarang itu sudah mulai dibatasin kan

[01:46:24] lewat e setiap negara punya ee punya

[01:46:26] ketentuan masing-masing sehingga ketika

[01:46:29] bikin apps misalnya kayak tadi ee meta

[01:46:31] bikin app itu mungkin ketentuannya

[01:46:34] antara satu dengan lain itu beda-beda

[01:46:35] nih tergantung si berapa ketat e

[01:46:38] undang-undang privacy datanya mereka

[01:46:41] masing-masing. Nah, kalau kita pakai

[01:46:42] email ini sendiri ya itu kan our own our

[01:46:46] own data tadi kan, our own aset tadi.

[01:46:48] Sehingga kita mau kirim apapun selama

[01:46:50] dia enggak unsubek tetap bisa berjalan

[01:46:53] jadi enggak bergantung sama

[01:46:54] regulasi-regulasi gitu.

[01:46:58] Gitu sih.

[01:46:59] Oke, Mas.

[01:47:01] Terima kasih. Nah, cuma ee tadi menarik

[01:47:04] banget ya. Jadi memang itu hal itu tuh

[01:47:06] tergantung dari ee fungsinya juga ya

[01:47:09] sebenarnya. Kalau dengan kata lain

[01:47:12] aku malah jadi mikir ya ee rata-rata nih

[01:47:14] kan Gen akuut teman-teman Genzi ya

[01:47:17] karena memang Genzi ya. Nah eh

[01:47:19] sebenarnya kan bisa dibilang pengguna

[01:47:21] digitalnya aktif ya pengguna digital

[01:47:23] yang termasuknya kategori aktif ee

[01:47:25] termasuk digital natif banget gitu. Nah,

[01:47:28] menurut Mas Rudini sebenarnya apa sih

[01:47:30] yang bikin si Gen ini itu tertarik untuk

[01:47:34] membuka sebuah email marketing gitu?

[01:47:37] Biasanya apa sih, Mas?

[01:47:40] Genzy.

[01:47:42] Eh, kalau ngomongin Gen aku ee akan coba

[01:47:47] lihat dari study case tadi yang sudah

[01:47:48] aku sampaiin dulu ya. Nah, kalau bisa ku

[01:47:51] bilang Gen itu salah satu yang bisa

[01:47:55] dipakai

[01:47:57] e behaviornya sebagai senjata parketer

[01:47:59] adalah FOMO.

[01:48:01] FOMO.

[01:48:02] Eh, FOMO ya. FOMO itu jadi salah satu ee

[01:48:06] senjata lah buat ee marketer bikin

[01:48:09] sesuatu kayak yang Spotify

[01:48:12] ee pada contohnya kayak aku PU itu

[01:48:15] YouTube Music aku enggak pakai Spotify

[01:48:17] tapi ada feel eh Pomo ketika orang-orang

[01:48:22] shar-nya itu Spotify rap sehingga

[01:48:25] membuat aku pengin sama kayak orang yang

[01:48:27] lain itu yang nge-share segala macam ee

[01:48:30] sama-sama share si rapot Spotify-nya ini

[01:48:32] kayak gimana mana pengin ikutan tren kan

[01:48:36] sekarang itu sangat sangat apa ya ee

[01:48:38] intinya ketrigger banget sama di

[01:48:41] tren-tren yang bikin Pomo inilah ee

[01:48:43] walaupun kecepatan kecepatan perubahan

[01:48:46] trennya tinggi banget tapi itu bisa jadi

[01:48:48] salah satu tadi ee senjata tadi buat ee

[01:48:51] mikirin sebuah strategi yang cocok buat

[01:48:54] para geni. Aku yang paling gampang

[01:48:56] kepikiran sih si FOMO ini sih. Kira-kira

[01:48:59] Flomonya bisa dipulik lebih lanjut jadi

[01:49:02] apa? Itu lebih

[01:49:04] lanjut ya. Ee mungkin setiap industri

[01:49:07] punya punya relevansi FOMOya

[01:49:10] masing-masing gitu.

[01:49:13] Oke, FOMO ya. Tapi kayaknya banyak juga

[01:49:16] sih memang video-video yang memang

[01:49:18] dimulai dari Pomo dulu ya akhirnya

[01:49:20] menjadi tren gitu.

[01:49:23] Betul ya. Contohnya kalau kayak sekarang

[01:49:26] eh ya vol sama karena trading sosial

[01:49:29] media juga sih misnya lagu nona gitu ya

[01:49:32] sudah siap belum itu awalnya awalnya

[01:49:34] mungkin

[01:49:35] ee dibikin sama merekanya tapi karena

[01:49:38] banyak yang oh seru nih gua mau ikutan

[01:49:40] deh that kind of thing sih yang yang

[01:49:44] akhirnya bisa

[01:49:45] bisa jadi contoh lah gitu bisa jadi

[01:49:48] refer

[01:49:53] Mas Roni ini mati suaranya.

[01:49:57] Oh ya, aku pencet ee untuk si apa ya ee

[01:50:02] bentuk tadi salah satu contohnya aja

[01:50:04] gitu.

[01:50:06] Jadi kalau sebenarnya kalau behavior e

[01:50:07] itu perlu di cari tahu lebih lanjut sih

[01:50:10] karena setiap konteks industri kan

[01:50:11] beda-beda. Tapi yang paling gampang

[01:50:13] terlihat saat ini kalau pertanyaan kayak

[01:50:15] tadi si FOMOya itu sebenarnya ada lagi

[01:50:17] misalnya kalau kayak di industri

[01:50:19] perbankan saat ini sebenarnya Gen itu

[01:50:21] udah kalau ee udah mulai melek soal

[01:50:23] pengelolaan finansial

[01:50:25] gitu

[01:50:26] ee pengelolan finansial. Nah, tapi

[01:50:29] pengelan finansa beda-beda. Ada juga

[01:50:31] yang ee tiba-tiba pengin investasi, ada

[01:50:33] juga yang sudah mulai concern soal oh

[01:50:35] ternyata harus punya dana darurat ya

[01:50:37] gitu. Nah, terus ada juga yang eh FOMOya

[01:50:41] itu bukan kayak kayak tertariknya itu

[01:50:43] dapetin miles, dapetin ngumpulin e poin

[01:50:46] misalnya gitu-gitu. Nah, itu ee mereka

[01:50:49] akhirnya kita kasih nih tipsnya ee untuk

[01:50:52] ngatur keuangan sesuai sama fokusnya

[01:50:55] masing-masing tadi. Dan itu kalau

[01:50:56] ngomongin di strategi internal cukup

[01:50:58] berhasil gitu. Jadi kayak ketika tadi

[01:51:01] ngomongin investasi, kita punya beberapa

[01:51:02] fitur investasi ada namanya tuh beli

[01:51:04] invest lah, Bu RDN lah, kalau buat

[01:51:05] saham, bahkan rilis lagi eh yang berumah

[01:51:08] sama emas. Nah, itu si crafting

[01:51:11] story-nya itu yang akhirnya jadi senjata

[01:51:14] buat ee ningkatin ee partisipasi ee atau

[01:51:19] keberhasilan campaign ke Genzi ini gitu.

[01:51:24] Oke. Ih, menarik banget loh Mas Rudini.

[01:51:28] Jadi ee langsung benar-benar aplikatif

[01:51:30] ya teman-teman gitu ya untuk ngelihat ee

[01:51:33] dari sisi terkait dengan email

[01:51:34] marketing. Nah, aku malah jadi mikir ya

[01:51:36] Masud. E pertanyaan aku terakhir ya. Mas

[01:51:39] Rudini, kalau menurut pendapat dari Mas

[01:51:42] Rudini sendiri nih, apakah email

[01:51:44] marketing ini ke depannya akan tetap ada

[01:51:48] atau bisa jadi mungkin akan digantikan?

[01:51:53] Eh, tetap ada karena function-nya itu

[01:51:56] tadi saat ini belum ada yang bisa

[01:51:58] menggantikan secara penuh gitu kan.

[01:52:00] Kalau mengganti itu berarti benar-benar

[01:52:03] ee fungsi penuhnya hilang kan. Nah,

[01:52:05] sedangkan di sini tuh jadinya ee mungkin

[01:52:07] ada keterbatasan-keterbatasan yang

[01:52:09] dipunyai sama email marketing, tapi

[01:52:11] base-nya tetap harus pakai email

[01:52:13] marketing dulu. Maksudnya tadi kayak aku

[01:52:15] sudah jelasin dikonekin sama WhatsApp

[01:52:17] gitu. ee mungkin bisa jadi dikonekin

[01:52:20] sama berbagai macam tools lainnya yang

[01:52:22] di dalam aplikasi kayak ada landing

[01:52:24] pagelanding page yang akhirnya eh itu

[01:52:27] bisa terjadinya itu di dalam aplikasinya

[01:52:30] ini. Tapi

[01:52:33] cikal bakal awalnya ee pembukanya adalah

[01:52:35] si email gitu. Jadi kalau dibilang

[01:52:37] menggantikan menurut aku saja belum ada.

[01:52:40] yang ada tuh adalah ee kayak kerja

[01:52:42] bareng gitu sih, gitu antara si email

[01:52:45] sama ee item-item atau channel-channel

[01:52:47] lainnya seperti itu.

[01:52:51] Oke, terima kasih Mas Rudini. Ee oke.

[01:52:55] Jadi hari ini kita belajar banyak ya ee

[01:52:58] teman-teman gitu terkait dengan email

[01:53:00] marketing bahwa sebenarnya email

[01:53:01] marketing itu bukan sekedar untuk

[01:53:03] ee ngirim pesan promosi ya gitu ya atau

[01:53:08] sampahlah istilahnya jang gitu ya.

[01:53:09] Karena kita suka skip skip skip gitu.

[01:53:12] Tapi ternyata dari email itu bisa

[01:53:15] menjadi sebuah sarana komunikasi yang

[01:53:18] bisa lebih personal jatuhnya dan memang

[01:53:20] biasanya ee terukur dan strategis nih

[01:53:22] buat teman-teman ee dari sisi brand gitu

[01:53:25] atau company terhangan ee pelanggan.

[01:53:28] Nah, harapannya dengan adanya email

[01:53:30] marketing ini itu jadi bisa untuk lebih

[01:53:32] menciptakan ee injudement yang bagus

[01:53:35] gitu ya dan sehingga nanti ada dampak

[01:53:37] nyatanya pada bisnis.

[01:53:40] Terima kasih Mas Rudini buat sharing-nya

[01:53:42] gitu ya.

[01:53:44] Jangan kapok-kapok ya.

[01:53:47] Jangan kapok-kapok. Nah, thank you

[01:53:49] banget buat teman-teman juga. Jadi nanti

[01:53:51] teman-teman habis ini akan ada sesi

[01:53:53] terkait dengan certification

[01:53:56] eh course BNSP ya. Jadi teman-teman ada

[01:53:59] certification digital marketing BNSP.

[01:54:02] Jadi tunggu sebentar ya. ee nanti akan

[01:54:05] di-share dulu untuk link evaluasi sesi

[01:54:07] ini. Nanti setelah itu akan lanjut

[01:54:09] dengan ee sesi berikutnya yaitu eh

[01:54:12] certification eh penjelasan

[01:54:15] certification ujian ujian certification

[01:54:17] BNSP ya teman-teman terkait dengan

[01:54:19] forsnya eh digital marketing.

[01:54:22] Jadi eh thank you banget buat Mas

[01:54:25] Rudini. Big applause ya buat

[01:54:27] teman-teman, buat Mas Rudini.

[01:54:31] Semoga ke depannya kita ee bertemu lagi

[01:54:33] ya. dengan sesi-sesi yang berbeda,

[01:54:35] dengan topik-topik yang berbeda. Terima

[01:54:38] kasih teman-teman. Silakan untuk Farhan

[01:54:40] boleh.

[01:54:42] Thank you, Mas Rudini.

[01:54:43] Silakan Farhan boleh share linknya.

[01:54:47] Ini sudah ada keluar suaranya.

[01:54:49] Kita tunggu bentar ya, Teman-teman. Aku

[01:54:51] sambil nunggu untuk speaker selanjutnya

[01:54:53] untuk terkait dengan BNSP. Eh, nanti

[01:54:56] setelah itu 5 menit kita balik ya.

[01:54:58] Terima kasih.

[01:56:35] Is this the one from this board?

[01:56:42] Is this the guy from this board?

[02:00:19] Tapi buka

[02:00:21] dua

[02:02:53] 웃고쉬고
