# DM Ind 4: Navigating Search Engine Marketing Strategies

https://www.youtube.com/watch?v=WpYRbXKvWg4
Translation: en

[00:00] Ku peneria

[00:05] seperti apa yang kunantikan.

[00:10] Aku inginkan

[00:13] dia

[00:16] melihatku apa adanya

[00:21] seakan ku sempurna. Hey yeah,

[00:26] give me a love. Come love me. Come love

[00:30] me. Give me a love. Give me a love. Come

[00:34] love me. Nothing in this world could

[00:37] compare your love to me.

[00:40] I'm tell the world when you give your

[00:44] love to me. Come and love me. Come on

[00:46] and love me. Give me your love. Give me

[00:49] your love now. So come on and love me.

[00:52] Come on and love me. Give me your love.

[00:55] Give me your love now. So come on and

[00:57] love me. Come on and love me. Give me

[00:59] your love. Give me your love now. So

[01:02] come on love me. Come on love me. Give

[01:05] me love. Give me a

[01:31] throwing petals like you love me and

[01:35] is spinning and it don't know when to

[01:37] stop.

[01:39] You forever bab you mean

[01:44] hold on hold on

[01:48] me on R baby but I still get the

[01:52] instead of three but I can connect if it

[01:57] ain't right bab you know I respect it

[02:01] but if you need time just take your time

[02:04] I get it I get it I get it

[02:07] where you got me all in my head.

[02:12] Think I better you in my bed.

[02:15] Whatever it is, you know, I can take it.

[02:18] I'm counting the days. How many days

[02:21] till I can see you again? No one kisses

[02:24] like where you catching my night.

[02:27] I'm with arrows, babe. I'm just shooting

[02:29] my shot.

[02:32] If I could get in, drop me a pin. H come

[02:35] over. want to be friends just in the

[02:38] skin. I want to get culture culture and

[02:40] culture.

[02:42] The way you got me all in my head.

[02:46] Think I b you in my b

[02:50] whatever it is you know I can take it.

[02:53] I'm cting the days. How many days till I

[02:56] can see you again?

[03:01] My

[03:03] holding

[03:06] me

[03:14] and you got me

[03:25] all my me

[03:34] The way you got me in my head, you have

[03:37] me on my

[03:40] you my

[03:42] whatever it is you know I can take it

[03:47] so many days till I can see you working.

[03:50] He.

[04:18] M

[04:20] come on

[04:23] to go another day.

[04:27] So I'm telling you exactly what is on my

[04:31] mind.

[04:33] Seems like everybody's breaking up and

[04:36] throwing their love away.

[04:39] But I know I got a good thing right

[04:42] here. That's why I say hey nobody going

[04:47] to love me better. I must stick with you

[04:50] forever.

[04:52] Nobody going to take me higher. I must

[04:55] stick with you.

[04:58] You know how to appreciate me. I must

[05:01] stick with you, my baby. Nobody ever

[05:05] made me feel this way. I must stick with

[05:08] you.

[05:11] I don't want to go another day.

[05:15] So, I'm telling you exactly what is on

[05:19] my mind.

[05:21] See the way we riding private lives and

[05:24] nobody getting in between. I want you to

[05:28] know that you're the only one for one.

[05:34] Nobody gna love me better. I must stick

[05:38] with you forever.

[05:40] Nobody going to take me higher. I must

[05:43] stick with you love.

[05:46] You know how appreciate me. I'm stick

[05:50] with you my baby. Nobody ever made me

[05:54] feel this way. I must stay with you.

[06:00] Ain nothing else I could need.

[06:06] I'm singing cuz you're so s to me. I got

[06:09] you.

[06:12] We be making love and leave.

[06:15] I'm with the baby. You're with me.

[06:22] So don't you worry about people hanging

[06:24] around. They ain't bringing us down. I

[06:28] know you and you know me and that's all

[06:31] that counts.

[06:39] I know you and you know me and that's

[06:43] that's why I say

[06:46] nobody going to love me better

[06:50] stick with you forever nobody going to

[06:53] take me higher I must stick with you.

[06:58] You know how I appreciate me. I must

[07:02] stick with you my baby. Nobody ever made

[07:06] me feel this way. stick with you.

[07:10] Nobody going to love me better. I must

[07:14] stick with you forever. Nobody gna take

[07:17] me higher. I must stick with you.

[07:22] You know appreciate

[07:31] bukan.

[07:34] Eh, sudah mulai kartunya.

[07:37] Oke, selamat siang semuanya. Terima

[07:40] kasih

[07:41] sudah ee hadir

[07:44] pada sesi kali ini kita kedatangan ee

[07:49] Paksul Arifin ya.

[07:51] Ya, luar biasa banget. Ee merupakan

[07:53] seorang ahli dan ee ini ya

[07:58] saya panggilnya YouTuber berarti ya,

[07:59] Pak. Kalau

[08:00] Iya, bisa dibilang

[08:03] luar biasa. E dan ee punya banyak karan.

[08:07] Moga-moga nanti berkenan unt diceritakan

[08:08] ya. Saya sempatnya baru tadi ngelihat

[08:10] lintang medias.

[08:11] Iya, terima kasih.

[08:13] Oke, ternyata masih ada yang lainnya

[08:16] ternyata. Ee tapi tanpa tanpa ee lebih

[08:21] lama lagi gitu, kita persilakan Samsul

[08:23] ee waktu dan tempat. Sekali lagi terima

[08:25] kasih Pak untuk berkenan untuk

[08:26] membawakan mengenai e SN

[08:28] I.

[08:29] Silakan Pak.

[08:30] Siap.

[08:31] Baik terima kasih Pak Tedi.

[08:35] Selamat siang, Teman-teman. Ketemu lagi

[08:37] dengan saya Samsul Arifin.

[08:40] Ee sepertinya kelas yang ini sama ya

[08:44] audiens-nya seperti kelas yang tadi

[08:47] pagi. Jadi mungkin enggak terlalu banyak

[08:50] saya

[08:52] cerita tentang saya.

[08:55] Ee kita langsung ke materi paling eh

[09:00] bridging sedikit ya tentang

[09:03] SM.

[09:05] Ee saya sekalian ee share screen ya.

[09:15] ya. Mm.

[09:18] Oke, jadi ee

[09:21] siang ini kita akan bareng-bareng

[09:25] ee

[09:26] apa ya bisa dibilang membicarakan

[09:29] tentang

[09:31] SM atau orang banyak yang memahaminya

[09:36] adalah search engine marketing, ada juga

[09:38] yang search engine monetization

[09:40] ee sebenarnya sama

[09:45] dan kalau disambung hubungkan dengan

[09:49] materi tadi pagi tentang SEO. SMEM ini

[09:53] memiliki ee hubungan juga erat kaitannya

[09:56] dengan SME.

[09:59] Ee kalau secara gampangnya kalau

[10:02] teman-teman mau memahaminya adalah kalau

[10:05] SEO itu tadi ee sempat saya bilang

[10:09] adalah SEO adalah organik, sedangkan SM

[10:12] itu adalah yang berbayar. Jadi yang ee

[10:17] kita menggunakan

[10:19] budget untuk mendongkrak nilai atau skor

[10:23] dari ee SEO itu sendiri. Jadi, SM itu

[10:28] adalah SEO yang kita bayar. Begitu ya.

[10:33] Nah, ee mungkin

[10:37] nanti teman-teman sambil em pelan-pelan

[10:41] ee apa namanya mengikuti ini ya. Em jadi

[10:46] harapannya teman-teman di sini bisa

[10:48] sambil membayangkan

[10:51] SM itu hasil kerjanya seperti apa. Ee

[10:55] bentuk nyatanya teman-teman itu juga

[10:58] bisa langsung tahu gitu ya. Dan saya

[11:01] yakin teman-teman ee pernah atau bahkan

[11:05] sering dalam kehidupan sehari-harinya

[11:08] itu menjumpai

[11:10] iklan, menjumpai ee

[11:14] pet content dan lain semacamnya.

[11:19] Dan itu bisa saja ada di beberapa

[11:21] platform seperti di search engine maupun

[11:24] di media sosial seperti TikTok, Meta ee

[11:29] maupun yang dari Google ya. Mungkin ada

[11:32] kalau Google kan ada di YouTube lalu

[11:34] kemudian di TikTok ada sendiri, di meta

[11:36] juga khususnya di Facebook dan Instagram

[11:39] ada sendiri ya.

[11:42] Nah, ee

[11:45] juga ini ada harapan juga

[11:49] untuk ke depan kalau ada teman-teman

[11:51] yang memang tertarik digital

[11:54] marketing-nya khusus untuk di SM

[11:57] sebenarnya ada beberapa ee profesi ya

[12:01] yang sangat mendalami dengan SM itu

[12:04] sendiri.

[12:06] Kalau untuk siang ini bersama saya SM

[12:10] secara ee general

[12:13] secara keseluruhan ee ada juga ini

[12:16] karena yang dibahas adalah strateginya

[12:18] saya akan lebih ee mengulas tentang

[12:22] strateginya. Namun kalau memang

[12:25] teman-teman ee berkecimbung di industri

[12:27] SM ini ada profesi yang sebutannya

[12:30] ee lebih dikenali adalah PPC spesialis

[12:35] atau paper click spesialis. Jadi kalau

[12:38] teman-teman ee misal nih lagi cari

[12:41] lowongan kerja atau ada tawaran

[12:43] pekerjaan ee dibutuhkan seorang PPC

[12:47] spesialis. Nah, PPC spesialis ini adalah

[12:51] seorang ee bisa dibilang advertiser.

[12:54] Jadi, job-nya, tugasnya adalah

[12:58] mengiklankan konten dari produk, brand

[13:01] atau ada di dalam agensi.

[13:05] Jadi, apa nih tugas pentingnya, tugas

[13:07] utamanya? gimana caranya iklannya

[13:10] memiliki formula yang tepat supaya ee

[13:15] tepatnya itu tepat sasaran ke audiens

[13:18] yang tepat.

[13:20] Kemudian

[13:21] ee tidak overbudget.

[13:24] tidak overbudget. Maksudnya biaya iklan

[13:27] yang dikeluarkan itu tuh ee

[13:32] ib ee gampangnya enggak rugilah ya dari

[13:35] ee nanti kita sales-nya dapat berapa.

[13:37] Meskipun sebenarnya emm digital

[13:40] marketing, marketing eh SM ini baiknya

[13:44] memang tidak dikaitkan dengan sales

[13:47] karena marketing itu konotasinya di

[13:49] industri itu adalah kita bakar uang,

[13:52] kita bakar duit. Jadi ee kita

[13:55] mengeluarkan budget untuk ee memasang

[13:58] ads itu tidak bisa

[14:00] diasosia diasosiasikan

[14:03] atau dikorelasikan dengan sales yang

[14:06] akan didapatnya nanti. Cuman hanya saja

[14:08] pasti yang namanya owner, brand, produk

[14:12] pasti pengin ee apa namanya?

[14:16] ee

[14:18] revenue-nya itu bisa lebih dari biaya

[14:21] marketing seperti itu ya, Teman-teman.

[14:23] Jadi, ada namanya PPC spesialis, pay per

[14:26] click eh spesialis itu kerjaannya adalah

[14:29] ngiklan terus, ngiklan terus ada di

[14:31] Google, ada di mungkin di platformnya

[14:33] Meta, di TikTok kayak gitu. Karena

[14:36] challenge-nya sekarang untuk e S

[14:39] khususnya dan juga eh teman-teman yang

[14:42] ee ada di PPC atau paper click spesialis

[14:45] itu zaman sekarang biaya iklan itu

[14:48] sangat besar banget.

[14:50] Em kalau kita enggak tahu formulanya ee

[14:55] strateginya

[14:56] bisa jadi kita rugi. Rugi dalam artian

[14:59] misal kita ee bisa kok ngiklanin misal

[15:03] ya budgetnya R1 juta, tapi karena kita

[15:05] enggak tahu cara strategi G2-nya, kita

[15:09] jadi overbudget jadi katakanlah R juta

[15:11] kayak gitu dan harusnya R1 juta itu bisa

[15:15] kayak gampangnya gitu ya, Teman-teman.

[15:18] ee pertama itu tadi ee biaya iklan

[15:21] semakin ee besar dan yang kedua pajaknya

[15:24] juga semakin besar. Jadi kalau

[15:27] teman-teman ada yang pernah beriklan di

[15:29] platform meta Instagram, TikTok apa

[15:31] macam-macam pasti waktu ee apa

[15:35] sebutannya top up atau

[15:38] ee isi

[15:41] ee apa kredit atau balance di ee

[15:44] dashboard misal top up R1 juta. Biasanya

[15:49] ee budget ads yang kita bisa pakai itu

[15:52] 90%-nya. Jadi bahkan ee saya ee lupa ya

[15:58] terakhir berapa pokoknya ada kok

[16:00] kepotong 10% untuk pajak. Jadi sekitar

[16:03] ee R900.000-an

[16:06] lah ee kita bisa ke ads kayak gitu. Jadi

[16:10] harapannya ini teman-teman bisa

[16:12] mengikuti materi tentang Smaya

[16:15] ke depannya nanti bisa ee e apa ya e

[16:18] tahu banget nih SM itu seperti apa. Oke,

[16:22] langsung saja.

[16:24] ini kita akan

[16:26] ee bicara tentang search engine

[16:28] marketing strategi. Oh ya, sebelumnya

[16:31] teman-teman boleh ya kalau nanti sambil

[16:34] ada ee sambil saya menyampaikan materi

[16:37] kalau ada sesuatu pertanyaan boleh

[16:39] langsung mm disampaikan di kolom chat

[16:43] ya. Jadi nanti pas sesi tanya jawab bisa

[16:46] dibaca dan ee bisa kita diskusikan

[16:51] bersama karena biasanya

[16:53] pertanyaan-pertanyaan yang muncul itu

[16:54] adalah hal-hal yang kita alami bareng

[16:58] gitu. Jadi bisa saja kondisinya

[17:01] berbeda-beda tiap-nya.

[17:04] Oke.

[17:05] Jadi apa itu SM?

[17:09] Jadi, S itu sendiri adalah eh strategi

[17:14] yang ya tentang digital marketing juga.

[17:17] Salah satu bagian dari digital

[17:18] marketing. Tujuannya adalah untuk

[17:21] meningkatkan visibilitas website di

[17:23] mesin pencari seperti Google yang

[17:26] berbayar. Jadi,

[17:29] beda kebalikannya dari SEO. SEO itu

[17:32] organik, sedangkan SEM itu berbayar.

[17:35] Nah, karena berbayar SM itu memiliki

[17:39] beberapa benefit yang bisa kita dapat

[17:41] sebenarnya.

[17:43] Ee pertama ee jelas

[17:47] ee kita itu bisa menargetkan ke siapa

[17:52] iklan kita atau konten kita bisa

[17:54] diterima. Jadi yang paling bawah ini ada

[17:57] targeted.

[17:59] Jadi kita benar-benar bisa menargetkan

[18:03] ke orang yang kita pengin

[18:05] sedetail-detailnya pun. Em mulai segala

[18:09] macam demografi bisa ya. Ee karena

[18:13] sekarang matriknya udah ee macam-macam

[18:17] juga. Kemudian instan. instan itu kita

[18:21] bisa mendapatkan hasil saat iklan bisa

[18:25] ditayangkan saat itu juga. Jadi, saat

[18:28] kita pasang iklan akan ada review dulu,

[18:31] difilter dulu oleh platform yang

[18:33] bersangkutan. Misal di Google ya, kita

[18:36] akan di-review dulu kontennya, iklannya.

[18:38] Saat itu udah di dapat approval dari

[18:41] Google

[18:43] eh iklan kita di layak untuk

[18:45] ditayangkan, kita langsung dapat eh

[18:49] traffic instan gitu langsung. Bahkan

[18:52] kalau budget kita besar, kita bisa

[18:55] langsung dapat traffic besar saat itu

[18:57] juga ya. Kemudian selanjutnya adalah

[18:59] measur measurable. Jadi ee kita bisa

[19:03] melihat dan ee mengukur gitu loh

[19:06] performa dari ee iklan kita itu

[19:11] ee seberapa banyak sih ee orang yang

[19:14] nonton, yang ngeklik, yang mau

[19:16] mengkonversi seperti itu segala macamnya

[19:19] itu tuh ee terukur ya.

[19:22] Nah, jadi itu ee SM karena dia itu

[19:26] berbayar jadi kita bisa dapat benefit di

[19:29] situ. Nah, tujuannya dari SCM pertama

[19:34] untuk meningkatkan brand awareness,

[19:37] kemudian ee untuk mendatangkan traffic,

[19:41] lalu tentunya kalau sebagai pemilik

[19:44] brand atau produk selalu pengin untuk

[19:46] meningkatkan penjualan. ini sering

[19:48] banget juga dipakai sama teman-teman

[19:52] afiliator atau emm

[19:56] sebutannya adalah

[19:58] ee orang-orang yang menjual produk

[20:01] digital itu banyak banget. Kemudian

[20:05] selanjutnya ada memperkenalkan produk

[20:07] baru. Jadi kalau pas lagi ada ee

[20:11] apa namanya? ada handphone varian

[20:15] ee generasi selanjutnya ada apa. Nah,

[20:17] itu untuk ngenalin produk baru. Kemudian

[20:19] mengedukasi pasar maksudnya itu lebih ke

[20:24] siapa tahu ada produk-produk yang belum

[20:26] banyak diketahui masyarakat. Nah, itu

[20:28] kita bisa pasang iklan melalui SM ini.

[20:31] Lalu ada juga untuk mengalahkan

[20:33] kompetitor.

[20:34] Mengalahkan di sini bukan berarti kita

[20:37] mengalahkan secara bisnis, tapi

[20:40] mengalahkan

[20:42] secara visibilitas. Jadi dengan kita

[20:44] Smayar,

[20:47] kita bisa emm apa ya? mengalahkan

[20:51] SEO-nya kompetitor nih. Cuman kalau

[20:55] kompetitor kita juga melakukan SM

[20:57] berbayar dan budgetnya lebih besar, bisa

[20:59] jadi kita juga akan kalah sama

[21:00] kompetitor. Jadi kita ee dulu-duluan aja

[21:03] sebenarnya. Dulu-duluan dan kayak ee ee

[21:06] apa ya formula kita juga dimatangin lagi

[21:10] biar kita bisa mengalahkan kompetitor

[21:13] secara visibilitas.

[21:15] Lalu selanjutnya ada ee mengingatkan

[21:17] pelanggan. Biasanya ini untuk retention

[21:19] user itu untuk mm

[21:23] kita

[21:25] ee apa ya? kayak ngajakin customer yang

[21:28] sudah pernah belanja di tempat kita

[21:30] untuk repeat order lagi. Biasanya

[21:32] seperti itu.

[21:35] Ini ada kaitannya kalau misal

[21:36] teman-teman kenapa sih sampai sekarang

[21:38] brand-brand besar seperti ada Aqua,

[21:41] Indomie, kemudian apalagi ya, entah

[21:45] Coca-Cola, apapun itu ya, itu mereka

[21:48] selalu ada tuh iklan.

[21:50] Salah satunya memang untuk mengingatkan

[21:53] pelanggan. Jadi biar customer itu tuh

[21:56] jangan sampai lupa dengan brand mereka.

[21:59] Mereka menggunakan SM.

[22:03] Oke.

[22:05] Nah, seperti ini bentuknya kalau ada

[22:08] brand atau produk yang melakukan

[22:13] mm pasang iklan melalui SCM, search

[22:15] engine eh marketing ya.

[22:19] Nah, mm di sini bisa teman-teman lihat

[22:22] ee memang ada tulisannya hasil bar

[22:25] sponsor.

[22:27] Ini adalah ee bisa kita lihat. Jadi, ada

[22:30] namanya hister.com. Dia pasang iklan ee

[22:35] menggunakan keyword mungkin sewa forlift

[22:37] atau eh apa nih eh sewa forlift, ada

[22:42] forklifft hister apa macam bla bla bla.

[22:44] Dari situ mungkin sesuai dengan apa yang

[22:47] saya cari yaitu sewa foglift. Dari situ

[22:51] iklan yang dipasang oleh HTAR muncul di

[22:53] tempat saya. Ini sebutannya adalah

[22:55] search campaign kalau di platform

[22:57] Google.

[22:59] Nah, eh ada banyak banget jenis campaign

[23:02] ya. Kalau di Google sebenarnya ada video

[23:04] campaign, ada teks ee ada display

[23:07] campaign, ada teks campaign, ada juga ah

[23:11] pokoknya macam-macam. Nah, ini salah

[23:12] satunya sebetulnya search campaign. Jadi

[23:14] saat ada orang search keyword tertentu

[23:17] akan muncul iklan yang dipasang oleh ee

[23:21] brand atau ee produk sesuai dengan

[23:24] keyword tersebut. Biasanya munculnya

[23:26] kayak gini ya, Teman-teman. Atau kalau

[23:28] yang ada yang lebih advance emm ada juga

[23:31] yang saat misal teman-teman lagi ee lagi

[23:34] buka website ee ada kadang ada video

[23:38] yang harus kita tonton, kita nunggu 30

[23:41] detik. Nah, itu yang video campaign.

[23:43] Jadi meskipun pasang iklannya itu di

[23:46] Google, tapi biasanya bisa muncul di

[23:48] berbagai macam platform. Sebutannya

[23:51] kalau enggak salah

[23:53] ee

[23:56] Max Performance. Jadi em iklannya itu

[24:00] bisa ditaruh sama Google di mana pun itu

[24:03] yang ee bisa ditayangkan iklan gitu ya.

[24:08] Lalu langsung aja kita em jadi apa aja

[24:13] sih yang dapat diiklankan?

[24:15] Nah, kalau teman-teman sambil kayak

[24:18] ngelihat ya kayak ee iya ya apa aja sih

[24:21] sebenarnya kalau ee kita mau pasang

[24:24] iklan ee paling gampang kan kalau kita

[24:30] punya produk kita mengiklank oke itu

[24:33] common banget tapi hal lain apa sih yang

[24:36] bisa diiklankan di seperti search engine

[24:39] dan beberapa platform media sosial ada

[24:42] banyak ada salah satunya adalah e tadi

[24:45] video campaign. Jadi, gimana caranya

[24:47] video kita bisa ditonton sama banyak

[24:49] orang. Lalu, display campaign. Display

[24:52] campaign itu biasanya hanya image aja.

[24:56] Jadi yang ditampilin itu image bukan

[24:58] teks. Jadi kalau teman-teman misal punya

[25:02] usaha bisnis ee

[25:05] servis cuci AC kayak gitu. Jadi, ya udah

[25:08] image aja. Ada gambar AC lagi dibersihin

[25:11] terus hubungi berapa bla bla bla. Nah,

[25:14] itu bisa jadi ee display campaign. Ada

[25:18] juga eh ee iklan yang ee tujuannya

[25:24] adalah download apps itu banyak banget

[25:27] atau download games itu juga bisa

[25:29] diiklankan. Kemudian

[25:33] kalau teman-teman ada emm mendalami

[25:36] affiliate atau sebagai affiliator bisa

[25:39] juga. Jadi konten-kontennya diiklankan.

[25:43] Harapannya semakin banyak orang nonton

[25:45] videonya yang di bawahnya itu ada link

[25:49] affiliate-nya. Jadi, nah ini yang banyak

[25:52] dilakukan orang-orang atau teman-teman

[25:54] afiliator

[25:56] dan yang menjual produk digital. Jadi,

[25:58] katakanlah ya mereka mengeluarkan budget

[26:01] Rp1 juta untuk pasang iklan. Mereka

[26:04] menargetkan

[26:06] ada banyak orang yang nonton videonya

[26:08] lalu purchase produknya, Teman-teman.

[26:13] itu dapat revenue-nya bisa tiga kali

[26:16] lipat dari biaya budget yang

[26:17] dikeluarkan. Katakanlah dapat

[26:20] revenue-nya adalah eh ya dapat ee

[26:23] omsetnya R juta. Jadi 4 juta dikurangin

[26:26] R juta. Jadi teman-teman dapat

[26:28] keuntungan ee marginnya adalah Rp3 juta.

[26:31] Dan banyak sekali ee cara-cara yang

[26:34] dilakukan teman-teman afiliator untuk

[26:37] mengiklankan ya.

[26:39] Ee hanya saja memang kita perlu ngulik

[26:44] ee kita mentoring ke orang yang emang ee

[26:48] praktisi di bidang itu.

[26:51] Kita belajar formula-formula yang pas,

[26:53] yang tepat, dan formula eh the best

[26:56] practice-nya itu seperti apa. Itu memang

[26:58] harus dipelajari. Bahkan sehari dua hari

[27:01] itu tuh enggak cukup untuk ee

[27:03] mempelajari secara teknisnya ya.

[27:06] ee ya tadi ada download aplikasi,

[27:09] download game ee dan banyak banget.

[27:13] Kalau teman-teman mau ngulik nanti bisa

[27:15] cari tutorial di YouTube ya.

[27:20] Nah, untuk ini saya juga akan membahas

[27:22] tentang komponen utamanya SM. Jadi, ada

[27:25] tiga hal menurut saya ya. Dan meskipun

[27:28] kalau teman-teman itu ee search juga di

[27:31] AI, chargpt atau apapun itu sebenarnya

[27:34] SM itu tuh aspeknya ada banyak sekali

[27:37] tapi saya mm

[27:40] meringkas. Jadi ada tiga. Yang pertama

[27:42] itu ada PPC atau paper clip. Kemudian

[27:45] ada SEO itu sendiri eh lalu keyword

[27:49] research. Saya juga pernah ya sempat

[27:52] menyampaikan keyword riset ini akan ada

[27:55] di mana-mana di setiap aspek digital

[27:58] marketing. mau itu di S, SEO, eh eh apa

[28:06] namanya content development dan lain

[28:08] sebagainya itu pasti ada yang namanya

[28:10] keyword research karena itu sangat

[28:13] penting banget, dinamis setiap detiknya

[28:17] bahkan mungkin setiap harinya itu memang

[28:19] berubah-ubah keyword research dan itu

[28:22] pengaruh dengan tren. Nah, kita akan

[28:24] membahas tentang PPC atau paper click.

[28:28] Jadi tadi saya sempat bahas ada profesi

[28:31] namanya PPC Spesialis.

[28:34] Jadi paper click itu adalah ee gini

[28:37] teman-teman, saat mengiklankan sebuah

[28:39] iklan

[28:41] ee kita ee kita sebagai PPC paper click

[28:45] itu adalah kita akan dikenakan biaya

[28:47] saat ada orang yang ngeklik iklan kita.

[28:50] Jadi pay per klik. Jadi kita akan ee

[28:53] bayar saat ada orang yang ngeklik iklan

[28:56] kita. Tapi kalau selama enggak ada yang

[28:59] ngeklik, kita enggak dapat ee tagihan

[29:01] gitu. Nah, ee

[29:05] ini fundamental juga di ee SM karena

[29:08] memang basicnya mengiklankan itu adalah

[29:11] payer click meskipun ada banyak banget

[29:15] cara ya, ada biding strategi kemudian ee

[29:18] dan lain sebagainya ya. Ee cuman PPC ini

[29:21] adalah yang paling basic.

[29:24] Emm contohnya

[29:26] ee begini bukan contoh ya, challenge-nya

[29:29] adalah PPC itu PPC spesialis itu dia

[29:33] harus selalu standby setiap beberapa jam

[29:36] sekali karena paper click itu bisa

[29:39] berubah-ubah ee harganya

[29:43] ee

[29:45] dan iklan bisa aja tiba-tiba jadi mahal

[29:48] banget atau murah banget. Jadi, PPC ini

[29:52] ee bertugas untuk gimana caranya

[29:55] menggunakan budget sefisien mungkin,

[29:58] sehemat mungkin, gitu. Jadi, PPC

[30:01] spesialis yang ee keren, yang hebat gitu

[30:04] tuh biasanya udah tahu banget formulanya

[30:07] kayak gimana. Nah, formulanya PPC

[30:09] spesialis biasanya dia udah hafal banget

[30:13] lokasi iklan. Maksudnya gini, lokasi

[30:16] iklan saat PPC spesialis mengiklankan

[30:19] sebuah iklan di kota Jakarta dengan Kota

[30:23] Semarang itu harganya beda banget.

[30:26] Bahkan mungkin ke luar negeri itu beda

[30:28] lagi harganya. Bisa aja di luar negeri

[30:31] lebih murah atau malah lebih mahal.

[30:35] Nah, tergantung apanya? Banyak banget

[30:37] faktornya. Bahkan saya juga enggak bisa

[30:40] menjelaskan secara detail karena yang eh

[30:44] ya yang punya kan masing-masing platform

[30:46] gitu. Jadi bisa aja mereka naikin ee

[30:50] naikin

[30:52] red iklannya gitu. Cuman kalau saya

[30:54] melihat biasanya ya kalau ada isu-isu

[30:56] global ee seperti perang antarnegara itu

[30:59] iklan jadi naik. Kemudian ada satu momen

[31:03] di mana mm orang semuanya ngiklan semua

[31:07] itu kita bisa jadi mahal banget

[31:09] iklannya. Contoh kayak waktu eh holiday

[31:13] e Christmas sama New Year if kayak gitu.

[31:18] Ee akhir tahun itu orang liburan semua

[31:21] dan kayak semua orang pengin promosi

[31:23] semua produknya. Nah, itu tuh iklan bisa

[31:25] jadi mahal banget. kita kayak kalau bisa

[31:28] jangan ngiklan dulu deh. Cuman kayak ya

[31:30] sayang banget kalau kita enggak ngiklan

[31:32] karena orang itu semuanya pengen spend

[31:35] money semua gitu kan. Gimana caranya

[31:37] produk kita bisa nyampai ke banyak orang

[31:39] biar mereka spend money-nya ke produk

[31:42] kita gitu. Itu PPC atau payer click ya.

[31:47] Kemudian ada SEO sudah pernah saya ee

[31:51] apa namanya?

[31:52] Ceritakan juga SEO seperti apa. Kalau

[31:55] ada yang masih ingat komponennya ada on

[31:58] page SEO, technical SEO, off page SEO.

[32:02] Intinya adalah konten dan konsisten.

[32:05] Itu adalah SEO. Jadi menurut saya SM

[32:09] tidak akan optimal bekerja selama

[32:12] SEO-nya juga belum bagus. Jadi saat ada

[32:16] ee apa namanya? Misal nih teman-teman

[32:17] kayak eh lu bisa enggak ngerjain S-nya

[32:21] produk gue nih? gitu. Kita harus tanya

[32:24] balik nih sama yang nawarin kerjaan,

[32:27] SEO-nya udah bagus belum? Kalau SEO-nya

[32:29] belum bagus, mending SEO dulu deh

[32:31] sebelum S. Meskipun bisa dikerjakan

[32:34] berbarengan SEO dan SEM, tapi baiknya

[32:38] SEO-nya dikuatkan dulu, dibagusin dulu,

[32:40] dirapiin dulu at least baru SM bisa

[32:43] dikerjakan.

[32:45] Lalu selanjutnya ada keyword eh

[32:47] research. keyword reset ee

[32:50] mungkin ya secara general lagi e

[32:52] overview-nya adalah gimana caranya kita

[32:55] bisa tahu keyword kita tuh udah tepat ee

[32:58] belum sih dengan produk kita gitu.

[33:01] Emm,

[33:03] misal contoh begini, Teman-teman.

[33:05] Keyword research itu enggak melulu nama

[33:08] brand kita sendiri atau jenis produk

[33:10] kita. Karena ada kasus begini. Misal

[33:13] contoh saya nyebut produknya adalah

[33:16] pasta gigi ee

[33:19] Pepsoden ya.

[33:22] Emm kita bisa jadi pasang iklannya tidak

[33:26] menggunakan keyword pasta gigi

[33:29] karena kamen secara apa ya behafirnya

[33:32] orang Indonesia mereka menyebut pasta

[33:35] gigi dengan kata odol. Padahal odol

[33:39] sebenarnya kan merek juga tapi orang

[33:42] udah kayak ee odol murah atau

[33:46] odol diskon gitu-gitu.

[33:49] Jadi saat kita pasang iklannya pasta

[33:51] gigi ya enggak banyak. Kita bisa sampai

[33:54] ke orang yang memang butuh cari beneran

[33:57] pasta gigi gitu. Nah, kita bisa aja ee

[34:00] pasang iklannya dengan keyword odol atau

[34:02] kayak mau jualan motor ee banyak di

[34:06] beberapa ee kota-kota suburban

[34:11] itu mereka menyebut motor itu adalah

[34:15] Honda. Jadi kita bisa aja meskipun ee

[34:20] apa namanya motornya adalah katakan

[34:22] Yamaha atau Suzuki, kita bisa aja pasang

[34:25] iklan dengan keyword Honda seperti itu.

[34:28] Jadi keyword research itu memang perlu

[34:31] eh that's why namanya research itu kita

[34:33] perlu menganalisa dan menentukan keyword

[34:36] mana yang memang tepat dengan produk

[34:39] kita yang bisa relevan dengan orang yang

[34:42] mencari gitu.

[34:44] Seperti itu, Teman-teman. Jadi komponen

[34:46] utama SCM itu menurut saya ada tiga ini

[34:49] ya sebenarnya ya meskipun selanjutnya

[34:52] setelah ini adalah pendukung

[34:55] supaya SM ini secara strategi itu

[34:58] berjalan dengan baik gitu.

[35:02] Nah, secara strategi sebenarnya SM

[35:04] menurut saya juga ini bisa di em

[35:09] bisa dibedah secara urutannya

[35:14] sebelum melakukan S baiknya kita pertama

[35:17] mengklasifikasikan bisnis kita atau

[35:19] produk kita atau brand kita. Jadi kita

[35:23] udah nentuin dulu platformnya kita mau

[35:25] ngiklan di mana nih?

[35:28] Apakah di TikTok, apakah di YouTube, di

[35:30] Instagram, di Facebook, di Google atau

[35:33] di mana. Nah, itu kita melakukan yang

[35:38] namanya survei. Survei mungkin bisa

[35:41] memakai platform seperti ee apa ya?

[35:46] Mm kalau di Indonesia ada namanya

[35:48] platform survei itu ee semacam

[35:53] Populix. Ada juga namanya

[35:57] Jakpat atau jejak pendapat ee dan banyak

[36:01] banget ya ee platform survei atau kita

[36:04] juga bisa melihat dari dashboard

[36:07] analitik kita yang ada di medsos media

[36:09] sosial. Misal kita punya produk kita

[36:11] punya akun Instagram. Kita lihat nih emm

[36:16] yang paling ramai Instagram apa atau di

[36:18] TikTok atau di mana nih yang paling

[36:20] kencang. Nah, dari situ kita bisa

[36:22] menentukan, "Oh, oke, kita akan

[36:24] mengikalankan di TikTok aja deh." Atau

[36:26] produk kita memang segmennya untuk ee

[36:31] menengah ke atas nih. Nah, itu kita

[36:33] enggak akan mungkin pasang iklannya di

[36:36] TikTok karena TikTok itu segmennya lebih

[36:38] ke menengah ke bawah atau C ke D gitu.

[36:44] Nah, maksudnya saya bukannya

[36:46] menggeneralisir e platform ya, tapi

[36:49] jarang sekali ee orang kelas menengah

[36:53] kel segmen B dan A mereka menghabiskan

[36:56] waktu luang nonton TikTok, scroll TikTok

[36:59] tuh jarang banget.

[37:01] Emm, jadi kita harus bijak memilih

[37:05] platform juga gitu. Kemudian memilih

[37:08] target audience.

[37:10] Eh, target audience yang saya maksud

[37:12] lebih ke gini. Emm, misal tadi membahas

[37:15] tentang pasta gigi. Siapa sih orang yang

[37:19] akan kepikiran untuk belanja pasta gigi

[37:22] secara online?

[37:24] Mungkin kalau enggak ibu-ibu ya

[37:27] yang udah dewasa lah kayaknya mungkin

[37:30] orang-orang yang udah tua banget atau

[37:32] yang kayak masih muda kayaknya enggak

[37:33] kepikiran gitu ya untuk belanja pasta

[37:35] gigi atau belanja kebutuhan rumah. kita

[37:38] bisa menentukan umur berapa, lalu

[37:41] menyiapkan juga yang namanya landing

[37:43] page. Emm

[37:45] bisa dibilang gini, jangan sampai kita

[37:47] salah landing page karena bisa sia-sia

[37:51] budget yang kita keluarkan untuk iklan.

[37:53] Contohnya begini,

[37:55] kita sudah pasang iklan, banyak orang

[37:57] nonton,

[37:58] udah banyak orang yang tertarik nih mau

[38:00] ngeklik dan benar orang ngeklik iklan

[38:03] kita, ya. Pas diklik ternyata linknya

[38:06] error atau link ke website, website-nya

[38:08] lemot atau eh apa namanya? Diklik itu

[38:13] langsung ke nomor WhatsApp, tapi

[38:15] ternyata WhatsApp-nya orang lain bukan

[38:17] ke kita. Nah, itu kita miss tuh di

[38:20] landing page-nya. Jangan sampai landing

[38:22] page kita em keliru gitu atau enggak

[38:26] sesuai atau ee ada isu gitu. Ini penting

[38:30] banget juga karena jangan sampai kita

[38:32] udah ngeluarin budget ya orang udah

[38:35] tertarik sebenarnya. Tapi karena eh kok

[38:38] diklik malah lemot nih website-nya jadi

[38:40] first impression-nya jelek. Nah, jangan

[38:42] sampai kita udah ngeluarin uang eh kita

[38:46] malah dapat first bad eh first

[38:49] impression gitu ya. Nah, kadang memang

[38:52] meskipun kita berbayar bisa dapat

[38:56] impresi yang bagus, bisa aja dapat yang

[38:58] jelek. kalau kita enggak teliti dan

[39:00] hati-hati.

[39:02] Lalu selanjutnya ee setelah kita

[39:05] mengklasifikasikan bisnis kita, produk

[39:08] kita, ee brand kita, eh ada namanya

[39:11] keyword research, lagi-lagi keyword

[39:13] research. Jadi kayak eh kita udah tahu

[39:16] dulu nih eh interest apa yang dibentuk

[39:19] oleh follower kita atau eh customer

[39:22] kita. Dari situ kita bisa menentukan

[39:25] keyword riset-nya gitu. Dan ada banyak

[39:28] platform yang kita bisa gunakan untuk

[39:30] keyword research. Selanjutnya itu ads

[39:33] copy. Menurut saya ads copy ini juga

[39:35] sangat penting. Ads copy itu adalah

[39:38] bentuk iklannya itu sendiri secara

[39:41] tulisan teks maupun visualnya.

[39:44] Jadi kayak ee target kita udah bagus,

[39:48] formula kita udah bagus, keyword kita

[39:50] udah bagus, tapi ee iklan kita belum

[39:55] bagus nih. Ya, sama aja orang enggak

[39:57] akan ngeklik iklan kita karena enggak

[39:59] tertarik gitu. Jadi, visualnya juga

[40:02] harus ikci atau kalau teman-teman pernah

[40:06] dengar kalau video itu ada hook video

[40:08] biar orang nonton lalu oh penasaran klik

[40:11] gitu.

[40:12] Teman-teman yang mungkin di sini ada

[40:14] afiliator di TikTok pasti paham banget

[40:16] deh eh bikin hook video dan ee konten

[40:22] mempromosikan sebuah produk itu ada kok

[40:25] caranya dan bikin orang penasaran untuk

[40:27] beli ee copywriting-nya kayak gimana,

[40:31] scriptnya kayak gimana pasti paham,

[40:33] ngertilah. Dan ini kita bisa berkaca

[40:36] diri kita, behavior kita. Saat kita

[40:38] ngelihat iklan, iklannya jelek, kita kan

[40:41] juga langsung skip ya. Kayak iklan apa

[40:43] ini enggak jelas, kita langsung skip.

[40:45] Tapi kalau iklannya menarik, bahkan kita

[40:48] tonton sampai habis itu si iklan mau

[40:51] kita mau ngeklik atau enggak, tapi at

[40:53] least kita nonton tuh sampai selesai

[40:57] gitu. Adsopi ini penting menurut saya

[40:59] ya. Jadi ada tiga menurut saya

[41:01] perjalanan perjalanannya untuk ee

[41:04] strateginya SE. Jadi kita

[41:07] mengklasifikasikan bisnis kita, produk

[41:09] kita, lalu kita kumpulkan keyword yang

[41:12] sesuai, baru kita buat ee iklannya itu

[41:16] seperti apa.

[41:20] Nah, em tadi berhubungan dengan PPC

[41:25] paper click eh ada audience

[41:28] segmentation. Jadi, di sini kita perlu

[41:30] tahu nih demografinya target audiens

[41:33] kita.

[41:34] Jadi ada beberapa

[41:37] em parameternya. Ada lokasi, umur, jenis

[41:40] kelamin, interest, bahkan sampai ke

[41:43] device, bahkan bisa sampai ke orang

[41:46] pakai Wii atau mobile data, bahkan

[41:49] sampai ke mobile data tertentu itu kita

[41:52] bisa ee mengarah ke sana. mau pak mau

[41:57] ke apa namanya

[42:00] device maksudnya mau yang pakai iPhone

[42:03] atau yang pakai Oppo, Vivo gitu bisa. Ee

[42:08] jenis kelamin cewek-cowok umur ee

[42:12] rentangnya itu ada banyak banget mulai

[42:14] kalau enggak salah mulai dari 18 tahun

[42:16] tuh ee sampai ke di atas 65 tahun tu

[42:22] bisa.

[42:23] Nah, lalu lokasi ini juga ini sangat

[42:26] penting banget kita apa ya pahami

[42:29] bareng.

[42:30] Kita mengiklankan sebuah produk itu kita

[42:33] harus tahu nih lokasinya. Jangan sampai

[42:36] kita punya restoran

[42:38] di Jakarta tapi iklan kita tayangnya di

[42:41] Jepang. kan enggak enggak relate kecuali

[42:45] memang

[42:47] ee

[42:49] kita di mana em di Indonesia itu mungkin

[42:54] restaurannya adalah restoran yang Jepang

[42:57] banget atau apa. Jadi kita nyasar iklan

[43:01] orang-orang yang ada di Jepang saat

[43:03] mereka mau traveling ke Indonesia,

[43:05] mereka mau mengunjungi restoran kita di

[43:07] Jakarta gitu. Tapi itu kan korelasinya

[43:11] sebenarnya agak lumayan jauh. Jadi kalau

[43:14] memang kita punya restoran di Jakarta ya

[43:16] kita memperkenalkan em restoran kita ya

[43:20] ke orang sekitar Jakarta dulu aja. Kalau

[43:22] memang sudah dapat kita coba meluaskan

[43:26] ee Jabo Detabek kemudian baru deh ke

[43:30] kota-kota lain di sebelah gitu. Ini

[43:32] lokasi penting banget.

[43:35] Lalu selanjutnya, nah eh tentang tadi ya

[43:39] demografi. Jadi di sini kalau

[43:41] teman-teman bisa ngelihat ini salah satu

[43:43] dashboard eh Metaads. Eh

[43:47] jadi di dalam

[43:49] ee kita memasang iklan, kita perlu

[43:52] banget yang namanya ee menentukan

[43:55] audience kan. Nah, di dalam audiens ini

[43:58] kita tuh di sini bisa nih kalau

[43:59] teman-teman kelihatan di tengah ada

[44:00] location. Di sini kita bisa kayak ng-set

[44:05] apakah di Jakarta aja juga bisa juga di

[44:08] Bandung atau secara keseluruhan Jawa

[44:11] Barat bahkan sampai radius kayak apakah

[44:15] 22

[44:17] 25 km radius berapa gitu bisa. Lalu ada

[44:21] minimum umur.

[44:23] Lalu di sini juga ada bagusnya lagi

[44:26] kayak beberapa platform itu ada exclude

[44:29] audience. exclude audience itu juga ini

[44:32] strategi bagus juga ya teman-teman untuk

[44:35] ini contohnya gini kita udah punya

[44:38] existing customer em

[44:42] kita mau promosi tapi kita enggak mau

[44:46] mengulang lagi ke customer kita jadi

[44:48] kita bisa mengekclude kan customer kita

[44:51] jadi iklan kita hanya bisa dilihat sama

[44:53] orang-orang baru yang belum pernah tahu

[44:56] produk kita itu bisa banget dan banyak

[44:59] banget ee ee detail-detail yang bisa

[45:01] kita lakukan saat kita pasang iklan.

[45:04] Lalu di sini juga tadi saya sampaikan

[45:07] tentang mm audience ya, di sini juga ada

[45:11] sebutan look alik. Jadi kalau

[45:14] teman-teman nanti ee melihat atau

[45:18] dengar ada sebutan look alik.

[45:21] Look alike itu adalah audience eh target

[45:24] audience yang

[45:27] mm baru. Maksudnya audiens baru yang

[45:32] memiliki kemiripan dengan audiens

[45:37] existing kita gitu. Jadi misal em misal

[45:42] saya punya wedding venue ya di Bandung

[45:45] gitu. Eh, saya sudah punya existing

[45:49] customernya adalah orang-orang yang

[45:51] tinggal di Bandung, Jawa Barat

[45:54] yang suka tentang dekorasi dan lain

[45:57] kayak gitu. Nah, saya mau cari yang look

[46:00] alik. Jadi, user-user lain yang belum

[46:03] pernah tahu produk saya, tapi juga

[46:06] memiliki behavior tinggal di Jawa Barat,

[46:10] ee tinggal di Bandung dan suka tentang

[46:14] dekorasi juga. Nah, itu bisa banget. Itu

[46:16] namanya look alik. Lalu, umur kita bisa

[46:19] set antara berapa sampai berapa itu bisa

[46:22] banget. Gender all gender bisa kita

[46:25] klasifikasikan juga. Lalu kayak seperti

[46:28] tadi device apa macam-macam itu bisa

[46:31] banget teman-teman ee pasang ya. Jadi

[46:35] strategi ini tuh sangat bisa kita pakai

[46:40] karena saking detailnya kita tuh

[46:43] sebenarnya bisa targeted banget gitu ya.

[46:45] Tadi saya bilang SCM itu berbayar tapi

[46:48] punya benefit kita bisa menargetkan

[46:51] secara detail gitu.

[46:54] Nah, ee mungkin

[46:57] challenge-nya adalah

[46:59] ee seberapa kuat

[47:02] promosi yang kita iklankan atau

[47:04] penawaran yang kita tawarkan di dalam

[47:06] iklan itu seperti apa. Kalau kita sudah

[47:09] tepat sasaran tapi ternyata penawaran

[47:11] yang kita kasih kurang memuaskan ya

[47:13] mungkin orang enggak akan mm

[47:17] mengkonversi itu, gitu ya.

[47:20] Oke, selanjutnya eh kembali lagi ke

[47:23] landing page. Jadi, menyiapkan landing

[47:24] page ini adalah tujuan akhir saat kita

[47:28] udah tahu nih ada target audience mau

[47:30] ngeklik iklan kita. Jadi apa aja sih

[47:33] landing page bisa aja kita bawa ke

[47:36] website untuk ngelihat website kita bisa

[47:39] booking langsung misal via WhatsApp atau

[47:42] ke Ota atau OT itu seperti Traveloka,

[47:45] tiket.com

[47:47] eh apalagi macam-macam Agoda gitu-gitu

[47:50] ya. Lalu download aplikasi pas diklik

[47:54] langsung bisa nelepon atau pas diklik

[47:57] registrasi form apa macam-macam. Bahkan

[48:01] iklan kita itu direction Google Maps,

[48:03] jadi mengarahkan ke lokasi kita atau

[48:06] purchase langsung ke online shop eh

[48:09] e-commerce atau video views aja. Jadi ya

[48:12] goal goalnya adalah sekadar orang nonton

[48:16] video yang kita buat, kita iklankan

[48:18] gitu. Karena di dalam video itu sudah

[48:20] ada materi promosinya gitu.

[48:24] Best deal sebenarnya kalau video views

[48:26] kita dapat views eh kita kita juga bisa

[48:30] menyampaikan promosi kita ke orang ee ke

[48:33] audiens tersebut gitu. Cuman memang

[48:35] biasanya video views tuh mahal banget

[48:37] iklannya ya.

[48:40] Oke, selanjutnya ini tentang targeted

[48:42] keyword. Jadi bagian juga dari keyword

[48:44] research ini yang saya mungkin tadi ee

[48:48] sampaikan tentang em

[48:51] apa ya?

[48:53] Kita harus sesuai nih keyword-nya sama

[48:56] produk kita. Ini di sini saya pakai

[48:58] tools-nya adalah fit

[49:01] eh fit IQ. Jadi V ID

[49:07] IQ fidik feed IQ. Nah, itu saya pakai ee

[49:13] gratisan juga bisa ee premium juga bisa.

[49:16] Nah, di sini sudah saya konekan

[49:19] dengan

[49:21] ee channel YouTube saya yang lagu

[49:23] anak-anak Lintang Media itu. Jadi, di

[49:26] sini ee ada top search term-nya adalah

[49:29] topi saya bundar. Jadi

[49:31] eh views-nya itu tinggi banget. Eh,

[49:33] watch time-nya juga ee tinggi gitu. Jadi

[49:36] banyak orang saat ini lagi cari video

[49:40] topi saya bundar. Nah, kalau seperti ini

[49:43] harusnya saya

[49:45] ee produksi lagi lagu yang berjudul Topi

[49:49] saya bundar. Lalu saya ikalankan nih

[49:53] biar bisa dapat views lebih besar. Terus

[49:56] bisa nge-suggested video lama-lama saya

[50:00] bisa ditonton sama orang kayak gitu. di

[50:02] bawahnya ada cicak-cicak di dinding.

[50:04] Nah, keyword-keyword seperti ini yang

[50:07] kita bisa iklankan ee masukkan keyword

[50:10] ini, gitu. Nah, ini kan keyword,

[50:13] sedangkan

[50:14] iklannya atau ads copy-nya berupa video

[50:17] bisa ee gambar bisa gitu ya,

[50:20] Teman-teman. Jadi

[50:23] ee ada banyak tools eh untuk kita bisa

[50:27] mencari keyword ya, targeted keyword.

[50:31] Ee seperti saya sempat juga ee sampaikan

[50:34] tentang 2026 awal itu banyak banget

[50:39] orang searching keyword Hanta virus. Ee

[50:44] dari situ sebenarnya kita bisa mengolah

[50:46] nih, kita mau apa nih ee kita kalau kita

[50:48] punya produk apa yang ada hubungannya,

[50:51] kita bisa jualan dengan keyword itu gitu

[50:54] ya. Nah, ini pintar-pintarnya PPC

[50:56] spesialis itu. Nah, mereka harus

[50:58] ngelihat tren juga yang lagi naik apa

[51:01] nih, keyword apa nih, apa nih kayak

[51:02] gitu. Jadi mereka masang iklan pun ee

[51:06] sesuai gitu.

[51:09] Oke, selanjutnya. Nah, ini agak teknis

[51:12] banget. Agak apa ya? Kalau yang belum

[51:16] pernah ee apa namanya? buka dashboard

[51:21] apa namanya sebutannya

[51:24] eh Meta Ads atau Google Ads atau kayak

[51:28] Google Analytic dan macam-macam itu

[51:30] pasti akan bingung karena di sini sangat

[51:33] teknis dan

[51:35] bisa dibilang ee susah-susah tapi kalau

[51:38] dipelajari bisa kok. Jadi ada namanya

[51:42] conversion tracking. Jadi yang paling

[51:45] populer itu kalau kita pakai meta

[51:48] platform ada namanya pixel.

[51:50] Pixel itu adalah salah satu tracker yang

[51:53] dipunyai oleh meta. Dulu sebenarnya kan

[51:55] sebelum

[51:57] Facebook ee apa namanya? punya nama

[52:01] besarnya meta.

[52:03] Pixel ini dikembangkan sendiri oleh

[52:05] Facebook. Jadi, Pixel ini sebutannya

[52:09] ee

[52:11] tracker yang

[52:13] bisa kita pasang di website kita.

[52:17] Jadi tracker ini fungsinya adalah bisa

[52:20] merekam segala macam activity orang

[52:24] berkunjung ke website kita, ngeklik

[52:26] iklan kita, ngelihat iklan kita itu

[52:30] secara ee apa namanya ya? Secara

[52:35] keajaibannya

[52:37] mereka ya. si Pixel ini tuh memang

[52:40] secara scriptnya, promnya dia itu tuh

[52:43] bisa membaca itu semua dan gunanya

[52:46] banyak banget. Jadi sebutan tracking di

[52:49] sini sebenarnya tujuannya adalah untuk

[52:52] ee itu tadi mengukur. Jadi agar sem itu

[52:56] measurable bisa diukur

[52:59] seberapa banyak orang melihat iklan kita

[53:02] mengklik ee purchase dan segala macamnya

[53:07] itu eh terjadi berkat adanya conversion

[53:11] tracking ini. Jadi kalau kita pasang

[53:14] iklan tapi enggak pasang conversion

[53:16] tracking

[53:17] mungkin datanya enggak akan sedetail

[53:20] kalau kita pakai conversion tracking

[53:22] enggak enggak komplit banget gitu ya

[53:24] teman-teman. Nah, tadi ada namanya

[53:27] Metaixel. Kalau dari Google biasanya ini

[53:31] free, gratis ee kalau kita mau

[53:33] mempelajari dari Google Search Console,

[53:36] Google Tag Manager, lalu juga Google

[53:38] Analytics 4. Nah, ini semua

[53:41] berkesinambungan

[53:43] ee jadi satu sama lain. Kalau kita mau

[53:46] beriklan, kita harus bisa tahu

[53:48] masing-masing dashboard-nya, gitu,

[53:50] Teman-teman.

[53:52] Mm. Lalu kalau untuk tentang

[53:56] conversion tracking sebenarnya

[53:59] ee

[54:02] agak teknisnya banget itu adalah ee

[54:05] kalau teman-teman di sini

[54:07] udah terbiasa ee coding atau apa namanya

[54:12] bikin script from apa macam-macam

[54:14] sebenarnya itu mudah banget karena

[54:16] trackernya ini sebenarnya bentuknya itu

[54:18] kode bukan bukan file besar atau apa.

[54:23] cuman kode doang.

[54:25] Kodenya itu digenerate oleh

[54:27] masing-masing platform. Misal Pixel

[54:29] digenerate dari Facebook. Nah, nanti

[54:32] kode ini kita pasang di header website

[54:35] kita, gitu. Nah, itu yang akan

[54:39] memudahkan conversion tracking itu

[54:41] sendiri. Sebenarnya kalau kita punya

[54:45] akun-akun di meta sebenarnya setiap

[54:48] akunnya itu punya pikel kok. Jadi kalau

[54:50] kita

[54:51] menyambungkan meta ads ke akun

[54:54] Instagram, ke Facebook itu udah ada

[54:57] pikel-nya. Jadi kita bisa tahu nih kita

[55:00] akan mengiklankan akun yang mana gitu.

[55:03] Itu bisa banget. Itu namanya metapixel.

[55:08] Nah, emm

[55:11] ini bisa dibilang juga

[55:14] untuk teman-teman apa ya? Mm

[55:19] mengolah ee mengolah knowledge

[55:22] teman-teman tentang iklan. Nah,

[55:27] ini salah satu ini saya random aja ya ee

[55:31] cari di internet contoh iklan yang ada

[55:34] di Facebook.

[55:37] Ee biasanya kalau di Facebook itu kan

[55:39] ada tulisannya kayak sponsor eh dan lain

[55:43] sebagainya. Pas kita klik eh ada tulisan

[55:46] shop now itu adalah button call to

[55:49] action.

[55:51] Jadi ada juga claim 15% off kayak gitu.

[55:56] Itu juga call to action. Nah, call to

[56:00] action ini juga penting juga saat kita

[56:02] membuat ads ya. Karena itu yang akan

[56:05] menarik ee perhatian orang untuk ngeklik

[56:08] atau enggak gitu.

[56:10] Nah, di sini saya mau share-nya lebih ke

[56:14] ads yang di-approve oleh meta. Biasanya

[56:19] iklan-iklan yang seperti ini,

[56:21] Teman-teman.

[56:22] Mereka foto yang general em

[56:28] enggak macam-macam.

[56:29] Ini biasanya cepat bisa di-approve sama

[56:33] meta.

[56:35] Ada juga ee iklan yang meta tuh enggak

[56:38] suka banget. enggak suka tuh maksudnya

[56:40] ee enggak akan bisa approve gitu kalau

[56:44] di dalam iklannya itu ada banyak

[56:47] tulisan. Jadi memang ada rule-nya

[56:51] sekian persen itu tuh enggak boleh eh

[56:53] maksudnya enggak boleh ada tulisan lebih

[56:56] dari sekian persen dari gambarnya. Misal

[56:59] di sini ada gambar sweater atau apa

[57:01] baju, tapi ternyata di tengah-tengahnya

[57:03] ada tulisan diskon eh 80% of bla bla bla

[57:09] dan kebanyakan tulisan itu meta enggak

[57:11] akan approve karena ya orang terganggu

[57:14] sebenarnya dengan promosi yang full of

[57:17] tulisan kayak gitu. Ee baiknya kayak

[57:20] gini gambar polosan tapi tulisannya itu

[57:23] ada di judul, ada di description kayak

[57:26] gitu ada call to action-nya. gitu. Nah,

[57:29] ini ee

[57:32] saya sambungkan juga dengan pertanyaan

[57:35] sebelumnya di kelas sebelumnya tentang

[57:38] kok ada sampai orang mengiklankan

[57:42] ee

[57:44] link fishing atau scam. Biasanya ee meta

[57:50] Google itu mereka kayak enggak sengaja

[57:53] kelolosan iklan itu gitu ya. karena

[57:56] iklan itu dianggap

[57:58] eh safe gitu. Padahal sebenarnya iklan

[58:03] itu mengiklankan

[58:07] ee link atau URL scam gitu. Nah, kalau

[58:12] teman-teman mau tahu lebih jauh lagi

[58:15] sebenarnya ya saat kita pasang iklan

[58:19] sebenarnya itu adminnya itu bukan hanya

[58:22] dari pihak si platform itu tersebut.

[58:25] biasanya

[58:26] ee contohnya meta itu mereka bekerja

[58:30] sama dengan pihak ketiga

[58:32] dengan jasa penyedia untuk nge-filter

[58:36] iklan. Karena saya juga pernah ee

[58:40] bekerja side project eh

[58:44] em apa ya enggak full time lah di ee

[58:48] salah satu

[58:50] platform yang menyediakan jasa

[58:54] apa namanya sebutannya

[58:56] ee ng-review dan nge-filter iklan yang

[59:00] akan ditayangkan oleh eh Meta dan

[59:03] Google. Jadi di situ saya tugasnya

[59:06] adalah saat ada orang submit iklan itu

[59:09] saya harus ngecek dulu nih linknya

[59:12] URL-nya itu tuh benar apa enggak. Ee

[59:16] maksudnya benar apa enggak tuh

[59:18] membahayakan orang atau enggak. ee

[59:21] apakah dia akan

[59:24] meminta credensial kayak password,

[59:26] username dan lain-lain. Dan ee secara

[59:29] visual dan copy tulisan itu ee

[59:34] mengandung sara atau tidak dan

[59:36] macam-macam rule-nya banyak banget ya,

[59:38] Teman-teman. Nah, ee saat di situ itu

[59:42] memang tugas ee adalah nge-filter itu

[59:45] dan menentukan ini layak tayang atau

[59:48] enggak. kita boleh aja. Oh, ini enggak

[59:50] layak tayang karena eh linknya broken

[59:54] kayak rusak linknya. Diklik itu enggak

[59:57] ke mana-mana maksudnya ke link yang

[59:59] emang enggak jelas nih linknya kita.

[01:00:02] Wah, ini enggak enggak enggak layak

[01:00:03] tayang dicoret gitu. Oh, ini layak

[01:00:06] tayang semuanya safe. Dia jual ee apa

[01:00:10] namanya? Dia jual

[01:00:13] ee piringan hitam. Oh iya emang tokonya

[01:00:18] official resmi. Oke ini layak tayang

[01:00:20] gitu. Jadi ee iklan pun sebenarnya

[01:00:24] difilter oleh manusia ya. Nah mungkin

[01:00:28] saat ada penipu ya penipunya itu

[01:00:31] mengiklankan,

[01:00:32] nah ada orang-orang yang sebagai ee

[01:00:35] reviewer atau yang nge-filter itu mereka

[01:00:38] kecolongan kelolosan. Mereka membolehkan

[01:00:41] itu tayang gitu.

[01:00:44] Saya enggak bermaksud menuduh atau apa,

[01:00:46] tapi mungkin bisa jadi ya

[01:00:48] pintar-pintarnya penipu aja mereka bisa

[01:00:52] bekerja sama dengan ee platform penyedia

[01:00:55] apa review-nya atau apapun itu. Saya

[01:00:58] juga enggak terlalu paham. Tapi intinya

[01:01:00] bisa aja itu kecolongan dan iklan scam

[01:01:04] itu bisa tayang di Google, di Facebook,

[01:01:07] di mana pun itu ya. Jadi balik lagi

[01:01:10] hati-hati juga em

[01:01:13] kalau kalau apa namanya

[01:01:16] ada

[01:01:18] kemungkinan fishing scam kita harus

[01:01:20] hati-hati dulu waspada perlu curiga juga

[01:01:23] kayak kok belum-belum udah minta

[01:01:27] username sama password nih buat apa atau

[01:01:30] langsung diminta pin atau diminta kode

[01:01:33] OTP. Oh jangan jangan gampang aja gitu

[01:01:35] ya teman-teman. Kecuali kalau memang

[01:01:37] kita emang, "Oh, benar nih ini aku

[01:01:39] memang perlu OTP, ada OTP kita masukkan

[01:01:43] OTP, gitu.

[01:01:45] Nah, ini tentang Ads visual kembali lagi

[01:01:48] ya, Teman-teman. Jadi, em

[01:01:52] untuk membuat iklan memang juga

[01:01:55] enggak cuman sekali dua kali kita

[01:01:58] langsung bisa, tapi kita coba lagi, coba

[01:02:00] lagi. Kita bisa kok namanya AB testing,

[01:02:03] kita bikin dumy, bikin iklan. budgetnya

[01:02:06] yang kecil-kecil dulu aja ee R30.000,

[01:02:10] Rp50.000, Rp100.000 ee untuk kita

[01:02:14] mencoba iklan kita works enggak sih?

[01:02:18] Berhasil enggak ke orang-orang kayak

[01:02:21] gitu.

[01:02:23] Dan

[01:02:24] IB testing itu maksudnya juga itu bisa

[01:02:28] kita record nih ee setiap kita tes hasil

[01:02:33] dari iklan satu gimana. iklan dua

[01:02:35] gimana? Nanti kita bisa summarize, kita

[01:02:39] dapatkan formula yang untuk ee best

[01:02:41] practice-nya kayak gimana.

[01:02:44] Nah, kalau untuk keyword research

[01:02:46] sendiri nanti ini saya mau menambahkan

[01:02:48] lagi.

[01:02:50] Sebenarnya saya biasanya saat eh handle

[01:02:53] project client saya membaginya ada dua.

[01:02:56] Jadi ada primary keyword dan juga

[01:02:58] secondary keyword. Jadi biasanya premier

[01:03:01] keyword itu tuh kalau enggak dua empat

[01:03:03] maksudnya

[01:03:05] ada

[01:03:07] dua dan sampai empat primary keyword.

[01:03:12] Primary keyword itu biasanya dua kata.

[01:03:15] Jadi kayak di sini contohnya adalah sewa

[01:03:17] forlift rental forklift. Terus misal ini

[01:03:22] dua, tapi kalau misal primary

[01:03:24] keyword-nya itu ada empat, bisa aja

[01:03:26] kayak eh forklift bulanan atau eh

[01:03:32] forlift murah gitu. Misal contohnya itu.

[01:03:34] Jadi ada empat primary keyword. Kalau

[01:03:37] misal villa Bandung, primary keyword-nya

[01:03:40] ada lagi

[01:03:42] ee Hotel Bandung atau ee sewa villa

[01:03:48] gitu-gitu ya. Jadi ini sebutannya

[01:03:50] primary keyword. Sedangkan ada juga

[01:03:52] namanya secondary keyword atau mungkin

[01:03:54] ada juga yang nyebutnya adalah longtail

[01:03:56] keyword. Jadi dari primary keyword itu

[01:04:00] dikembangkan

[01:04:02] ditambahkan beberapa kata lagi biar

[01:04:06] lebih panjang. Lebih panjang itu jadi

[01:04:09] lebih detail, lebih targeted lagi gitu.

[01:04:12] Jadi, sewa forlift Jakarta Selatan,

[01:04:16] ee Villa Bandung murah, hotel Bandung

[01:04:19] keluarga. Nah, kayak gitu ya ee

[01:04:21] teman-teman. Jadi bisa ee nanti mencari

[01:04:25] nih ee keyword itu tuh ada yang primary,

[01:04:28] ada juga yang secondary.

[01:04:31] Itu fungsinya beda-beda lagi.

[01:04:35] Lalu selanjutnya

[01:04:38] ya ini tentang remarketing.

[01:04:41] Jadi tadi sempat saya cerita tentang eh

[01:04:45] look alike audience. Ini balik lagi ke

[01:04:47] audience ya, audience iklan.

[01:04:50] Nah, remarketing itu adalah kayak kita

[01:04:55] recall lagi ke customer kita yang pernah

[01:04:58] purchase produk kita.

[01:05:01] Jadi, menggunakan target audience yang

[01:05:03] pernah berinteraksi dengan brand,

[01:05:05] menargetkan kembali pengunjung yang

[01:05:08] belum transaksi, terus ngedorong mereka

[01:05:11] untuk melakukan konversi. Jadi mungkin

[01:05:14] pernah ada orang yang melihat iklan

[01:05:16] kita, tapi belum waktunya untuk tertarik

[01:05:19] purchase. Nah, mungkin sebulan lagi, 2

[01:05:22] bulan lagi kita bikin iklan lagi. Kita

[01:05:25] menargetkan ke orang-orang tersebut nih,

[01:05:27] orang yang dulunya sempat ngelihat iklan

[01:05:30] kita, terus kita coba promosiin lagi mau

[01:05:33] enggak nih kali ini gitu. itu sebetulnya

[01:05:35] remarketing.

[01:05:37] Kita bisa banget tuh kayak bikin promo

[01:05:40] ee penawaran baru kayak

[01:05:43] diskon 50%

[01:05:45] untuk customer yang pernah purchase

[01:05:48] sebelumnya atau untuk tamu yang pernah

[01:05:51] menginap di hotel kami sebelumnya gitu.

[01:05:54] itu bisa banget itu remarketing. Jadi

[01:05:56] iklan yang kita pasang itu bisa banget

[01:05:58] dipakaiin

[01:06:00] eh formula remarketing ini. Karena

[01:06:02] dengan pixel tadi yang conversion

[01:06:05] tracker itu, itu kita bisa dapat audiens

[01:06:08] lama dan kita mau nembak iklan ke

[01:06:13] audiens tersebut. itu bisa banget

[01:06:15] remarketing.

[01:06:17] Lalu look al audience yang sempat saya

[01:06:19] bahas sebelumnya ini adalah kita bisa

[01:06:21] banget ee ee apa namanya

[01:06:26] ee mencari user baru lainnya yang

[01:06:29] memiliki kesamaan demografi dengan

[01:06:31] existing target audience. Bedanya sama

[01:06:34] dengan remarketing

[01:06:36] em

[01:06:38] kalau remarketing itu user lama. Jadi

[01:06:41] pernah pernah berhubungan berinteraksi

[01:06:44] dengan brand kita. Sedangkan kalau look

[01:06:46] alight itu tuh sama sekali belum pernah.

[01:06:49] Tapi

[01:06:50] eh behavior-nya punya kesamaan dengan

[01:06:53] orang-orang yang ee dulu pernah

[01:06:56] berinteraksi dengan brand kita atau

[01:06:58] produk kita. Nah,

[01:07:01] ini yang remarketing ini kita juga bisa

[01:07:04] mengekclude kan ya. Seperti tadi sudah

[01:07:07] sempat saya ceritakan juga, kita enggak

[01:07:10] mau kalau iklan kita ditonton lagi sama

[01:07:14] pelanggan kita. Itu juga bisa. kita bisa

[01:07:16] mengexclude

[01:07:18] eh audience itu. Jadi semuanya akan

[01:07:22] disebar ke user-user yang baru banget

[01:07:25] kenal, baru banget tahu atau eh belum

[01:07:29] tahu, belum tahu ya belum tahu dengan

[01:07:31] produk atau brand kita itu bisa dengan

[01:07:33] mengekclude kan audience tersebut.

[01:07:37] Nah,

[01:07:39] ini cara eh bikin local audience. Jadi

[01:07:42] kalau di Meta Ads di dashboard-nya kita

[01:07:46] kalau di bagian kiri ini tentang

[01:07:48] audience kita tuh bisa kok create

[01:07:50] audience kita bikin custom audience bisa

[01:07:54] kita bikin look alike audience juga bisa

[01:07:56] look alike eh audience ini kita bisa

[01:08:00] hubungkan apakah orang-orang yang pernah

[01:08:02] berinteraksi dengan akun Instagram kita

[01:08:05] atau ee Facebook kita itu bisa kita cari

[01:08:09] apakah 90 hari ke belakang atau 1 tahun

[01:08:13] ke belakang itu bisa banget. Nah, di

[01:08:16] sini teman-teman bisa membayangkan ya.

[01:08:18] Jadi mengiklankan

[01:08:20] ee di SME ini ee ini lebih ke

[01:08:24] platformnya media sosial ya, bukan

[01:08:26] selesai engine tapi hampir sama.

[01:08:29] Kita bisa segala macam cara ee kita

[01:08:33] logikanya mau kayak gimana ada solusinya

[01:08:36] ada di dashboard. Kita mau jualan ke

[01:08:39] orang yang ada di Papua bisa jualan e

[01:08:42] yang ada di Kalimantan ada, di Sulawesi

[01:08:45] ada, ke luar negeri juga ada. Umur

[01:08:48] sekian ada, ke orang yang handphone-nya

[01:08:53] iPhone ada. Itu bisa banget ee kita olah

[01:08:57] gitu ya. Or bahkan gini, Teman-teman

[01:09:00] pernah enggak ee

[01:09:03] ee apa ya?

[01:09:05] Ee gini gini gini. Ini untuk orang

[01:09:09] yang relate orang ee yang apa? Muslim

[01:09:12] ya. Ini yang relate muslim. Jadi kalau

[01:09:16] pernah jam

[01:09:18] pagi-pagi subuh sudah bangun atau belum

[01:09:21] tidur saat scroll medsos ada iklan ee

[01:09:27] sedekah subuh itu sangat

[01:09:30] ee memberi manfaat banyak untuk hidup

[01:09:33] kita. keyword-nya adalah sedekah subuh.

[01:09:36] Nah,

[01:09:38] sebenarnya

[01:09:40] itu bukan ee maksudnya kita kan

[01:09:43] kepikirannya gini ya, kok bisa ada iklan

[01:09:47] sedekah subuh dan beneran memang pas

[01:09:49] lagi subuh lagi. Itu udah dibentuk sama

[01:09:53] pengiklannya atau advertisernya. Jadi

[01:09:56] iklan hanya tayang dari jam .00 pagi

[01:10:00] sampai jam .00 pagi itu udah ada ee apa

[01:10:04] namanya?

[01:10:06] Settingannya sendiri. Jadi

[01:10:09] ee itu yang memudahkan kita untuk bisa

[01:10:13] targeted audience-nya itu benar-benar

[01:10:15] kita bisa sedetail mungkin gitu. Ee

[01:10:20] kebayang ya teman-teman ya. Jadi misal

[01:10:21] contohnya lagi ada

[01:10:24] misal teman-teman gini habis ngelewatin

[01:10:28] ee fast food entah ada KFC atau McD gitu

[01:10:32] ya baru ngelewat doang gitu berapa menit

[01:10:37] dapat ee iklan produk tersebut gitu.

[01:10:41] Sebenarnya itu based on location. Jadi

[01:10:45] kalau ada orang di sekitaran situ bisa

[01:10:48] dapat iklan itu gitu dan semuanya itu

[01:10:51] tuh ee ada gitu logikanya tuh ada di apa

[01:10:56] namanya iklan. Cuman saya yang belum

[01:10:59] nangkap logikanya. Sebenarnya logikanya

[01:11:02] ada tapi saya kayak masih denial aja.

[01:11:04] Jadi pernah enggak teman-teman baru

[01:11:07] ngebatin misal contohnya gini ya. Hm.

[01:11:10] Ngebatin nih. Ngebatin ya. Enak banget

[01:11:11] ya siang-siang ee makan seblak gitu.

[01:11:17] Berapa detik kemudian di misal kita lagi

[01:11:20] scroll TikTok atau Instagram muncul

[01:11:22] iklan online jualan sebak-seblak gitu

[01:11:25] ya. Nah,

[01:11:27] itu tuh kayak masih enggak masuk akal.

[01:11:30] Masih kayak denial aja gitu. Kayak kok

[01:11:32] bisa dia tahu pikiranku gitu. Padahal

[01:11:35] baru ngebatin doang kayak pengin ee

[01:11:38] seblak atau apa kayak gitu. Nah,

[01:11:41] sebenarnya itu ada hal-hal yang

[01:11:43] mengaitkan itu sebenarnya. Entah

[01:11:46] trackernya terlalu canggih atau apa

[01:11:50] namanya sudah nyambung ke mana-mana

[01:11:53] segala macamnya. Atau bisa jadi memang

[01:11:55] sebelum kita scroll medsos kita itu

[01:11:58] pernah ee apa namanya?

[01:12:03] ngelihat orang mukbang seblak atau apa.

[01:12:05] Jadi kita kepengin kayak gitu-kayak

[01:12:06] gitu. Jadi sebenarnya ada kok caranya.

[01:12:10] Atau kalau yang paling ekstrem memang

[01:12:12] ada beberapa tracker yang bisa ee

[01:12:15] ngetrack audio kita karena misal kita

[01:12:18] ngomong ee

[01:12:21] pengin apa ya? Pengin baju baru gitu.

[01:12:24] Nanti ee di Instagram muncul iklan-iklan

[01:12:27] cloting aparel kayak gitu dan lain

[01:12:31] sebagainya ya, Teman-teman.

[01:12:34] Nah, ini saya ee saya akan bicara

[01:12:36] tentang matriks tentang SM itu ada apa

[01:12:39] aja, ada CTR, CPC, conversation rate, eh

[01:12:44] CPA,

[01:12:46] lalu ada laginya itu adalah

[01:12:50] wait eh

[01:12:54] apa ee macamlah ee banyak macamnya ya,

[01:12:57] Teman-teman, kalau untuk matriks-nya.

[01:12:59] Jadi, ini sempat sudah saya share juga.

[01:13:03] ee sebelumnya CTR itu apa? CPC

[01:13:08] eh CPC-nya itu cost per klik, CP itu eh

[01:13:12] cost per acquisition, kemudian

[01:13:15] eh ROS itu tuh revenue

[01:13:18] eh

[01:13:20] onge spend-nya. Jadi em

[01:13:24] ROAS itu biasanya

[01:13:27] ee revenue penjualan dibagi dari budget

[01:13:32] iklan. Jadi

[01:13:36] bagus ya. Aku ee enggak tahu setiap

[01:13:39] brand pasti punya standar roas yang

[01:13:41] berbeda-beda.

[01:13:44] Banyak yang bilang kalau bisa roasnya

[01:13:47] itu

[01:13:48] lebih dari tiga gitu. Jadi lebih dari

[01:13:51] tiga tuh maksudnya gini,

[01:13:54] budget iklan kita R1 juta, ee

[01:13:59] sales kita itu

[01:14:02] harus di minimal R juta karena

[01:14:06] ee kita dapat revenue-nya kan Rp3 juta.

[01:14:09] Jadi R juta dikur Rp1 juta kan Rp3 juta.

[01:14:11] Nah, Rp3 juta ini adalah tiga kalinya

[01:14:14] dari budget ads, kan. Nah, itu

[01:14:17] bagus ee artinya ada juga yang

[01:14:20] standarnya lima roasnya. Jadi, dia

[01:14:23] revenue-nya harus lebih ditingkatin lagi

[01:14:26] dengan budget yang sama kayak gitu. Nah,

[01:14:29] itu matrik-matrik dari SM itu sendiri.

[01:14:34] Kalau

[01:14:35] eh CTR itu eh click through rate-nya,

[01:14:39] CPC cost per click. Nah, conversion rate

[01:14:41] ini

[01:14:43] ee seberapa

[01:14:45] berapa persen nih banyak orang ee

[01:14:49] melakukan conversion. Jadi, kayak

[01:14:51] ngeklik dan entah purchase, booking apa

[01:14:54] macam-macam gitu.

[01:14:56] Nah, kalau untuk CPA cost per

[01:14:58] acquisition itu adalah jadi beda dengan

[01:15:02] cost per click. Tapi kalau cost per

[01:15:05] acquisition itu biasanya lebih mahal

[01:15:07] lagi dari cost per klik. Karena cost per

[01:15:09] acquisition itu tuh udah langsung eh

[01:15:14] konversi. Jadi entah itu booking

[01:15:16] purchase gitu. Makanya eh cost per

[01:15:20] action itu tuh bisa sampai

[01:15:22] kalau download apps ya itu tuh orang

[01:15:25] sampai download aplikasi itu cost per

[01:15:28] action-nya bisa sampai puluhan ribu tuh

[01:15:31] dulu ya. Bisa sampai Rp10.000, Rp2.000

[01:15:35] bahkan ada yang Rp50.000. Jadi biayanya

[01:15:38] besar banget sebenarnya untuk download

[01:15:40] ee bikin iklan download apps ya. Nah,

[01:15:43] ini matrix. Jadi, suatu saat nanti

[01:15:46] teman-teman ee lagi handle project SEM,

[01:15:49] matrix-matrix ini teman-teman sudah bisa

[01:15:53] familiar dulu lah gitu.

[01:15:56] Nah, ini platformnya SCM. Yang paling

[01:15:59] common itu adalah ini yang search engine

[01:16:01] ya, ada Google Ads, kemudian ada Bing di

[01:16:05] Microsoft, lalu Google Business Profile.

[01:16:09] Nah, saya membedakan antara Google Ads

[01:16:11] dengan Google Business Profile. Jadi,

[01:16:13] Google Business Profile itu memang punya

[01:16:16] cara beriklan sendiri, yaitu

[01:16:19] mengiklankan

[01:16:21] location. Biasanya Google Business

[01:16:23] profile itu cocok untuk localize eh Ads.

[01:16:28] Jadi eh orang-orang yang punya bisnis

[01:16:32] hospitality dan FnB ini biasanya cocok

[01:16:35] ngiklanin Google bisnis Profile.

[01:16:37] Contohnya misal punya em

[01:16:43] apa restauran ya atau warung deh. Warung

[01:16:47] lagi jual seblak gitu ya. Nah, ini yang

[01:16:50] tadi masuknya kayak kita lagi muterin

[01:16:53] tempat jualan seblak, tiba-tiba kita

[01:16:55] dapat suggestion Google Business Profile

[01:16:58] ee munculnya adalah warung seblak. Saat

[01:17:02] kita bingung mau makan apa, kita lagi

[01:17:06] buka Google Maps, terus ada satu nongol

[01:17:09] tuh titik warung seblak. Nah, seblak itu

[01:17:12] ngiklanin location-nya dia itu adalah

[01:17:16] Google Business Profile. Kalau Google

[01:17:18] Ads itu kan memang secara keseluruhan

[01:17:20] ya, bisa video, bisa teks, bisa display

[01:17:24] atau visual gitu. Microsoft juga hampir

[01:17:27] sama sih kayak Google Ads. Nah, ini

[01:17:29] kalau secara spesifiknya

[01:17:32] eh YouTube Ads itu

[01:17:36] juga beda dengan search engine, TikTok

[01:17:40] Adsalagi, Meta Ads apaagi, dan lebih

[01:17:43] spesifik lagi TikTok Ads. TikTok Ads itu

[01:17:47] ada namanya Spark Ads. ee yang mungkin

[01:17:51] beberapa tahun ke belakang itu dipakai

[01:17:54] oleh advertiser.

[01:17:56] Jadi kalau teman-teman

[01:17:59] yang

[01:18:00] apa namanya punya

[01:18:04] ee sori ee afiliator ya, afiliator punya

[01:18:10] konten-konten jualan.

[01:18:12] Nah, biasanya brand yang bersangkutan

[01:18:15] itu menggunakan Spark Ads. Jadi, mereka

[01:18:19] itu mengiklankan kontennya teman-teman

[01:18:21] yang sudah dibikin di konten pribadinya

[01:18:25] teman-teman itu sendiri. Jadi, banyak

[01:18:26] affiliator videonya itu diiklankan oleh

[01:18:29] si brand yang terkait itu namanya Spark

[01:18:32] Ads kalau di TikTok Ads.

[01:18:35] Dan ee itu sangat ee membantu juga tuh.

[01:18:38] Cuman memang

[01:18:40] eh tadi juga sempat saya sebut biaya ads

[01:18:43] sekarang makin mahal. Jadi bijak-bijak

[01:18:46] kalau ee mau pasang ads kita harus

[01:18:49] matang dulu baru kita pasang ads biar

[01:18:52] enggak rugi-rugi banget ya. Lalu kalau

[01:18:56] YouTube Ads biasanya ee untuk misal

[01:19:00] contohnya kayak ee iklanik iklan

[01:19:06] itu deh. Kalau teman-teman dulu nonton

[01:19:08] TV analog kan ee kita pas ee nonton film

[01:19:13] atau ada berita tayangan acara apa ada

[01:19:16] iklan nih mungkin di RCTI Indosiar atau

[01:19:20] apa. Nah, kalau di YouTube kan yang

[01:19:22] sering kita tonton dan kita skip setelah

[01:19:24] berapa detik itu YouTube Ads. Nah, tapi

[01:19:28] itu kan brand. Ada juga YouTube Ads itu

[01:19:31] bentuknya adalah misal contohnya saya

[01:19:34] punya channel Lintang Media, saya

[01:19:36] mengiklankan video saya supaya videonya

[01:19:40] itu tuh lebih banyak ditonton banyak

[01:19:42] orang gitu. itu juga bisa di YouTube

[01:19:45] Ads. Kalau Metaads kebanyakan orang

[01:19:48] jualan ya kalau di meta Ads seperti

[01:19:51] misal contoh jualan sepeda, jualan ee

[01:19:54] rumah, jualan mobil itu di Metaads

[01:19:57] banyak banget kita temukan dan banyak

[01:19:59] banget bahkan ada yang jualan panci di

[01:20:02] Meta Ads dan revenue-nya itu

[01:20:04] beratus-ratus kali lipat dari budgetnya

[01:20:07] karena emang udah bagus banget tuh

[01:20:10] mengelola ads-nya gitu.

[01:20:13] Nah, ini untuk ee mungkin sebenarnya

[01:20:17] kita udah sambil masuk

[01:20:21] apa tanya jawab kali ya. Tapi sebelum

[01:20:23] masuk ke tanya jawab banget, saya mau

[01:20:26] ngajak teman-teman

[01:20:28] apa ya, brainstorm lah. Di sini

[01:20:30] kelihatan ee

[01:20:34] ada salah satu hotel di namanya

[01:20:38] Amanjiwo.

[01:20:41] Ini terletak di Kota Magelang. Nah, saya

[01:20:44] punya challenge nih buat teman-teman. Ee

[01:20:47] nanti kalau ada yang bisa boleh di kolom

[01:20:48] chat ee diketik aja. Menurut teman-teman

[01:20:53] kalau ee kita mau mengiklankan aman jiwa

[01:20:58] ee hotel ini ya,

[01:21:01] itu kita pertama location-nya mana,

[01:21:05] kemudian umurnya berapa

[01:21:09] ee lalu apa ya?

[01:21:13] Itu deh dua dulu deh location sama

[01:21:15] usianya. Menurut teman-teman

[01:21:18] eh aman jiwa ini cocoknya iklannya bisa

[01:21:23] ee tayang ke demography audience yang

[01:21:27] seperti apa.

[01:21:30] Nanti kita bisa discus bareng di situ

[01:21:32] ya.

[01:22:15] Ada enggak ya teman-teman

[01:22:18] yang mau coba ngasih insight

[01:22:29] ini? Nanti saya

[01:22:31] ajak juga maksudnya enggak ngajak ke

[01:22:34] sini ya, enggak kejiwonya ya, tapi saya

[01:22:38] ajak ke beberapa tempat untuk kita

[01:22:40] diskusikan bareng.

[01:22:43] Emm

[01:22:44] karena ini bisa jadi pelatihan

[01:22:47] teman-teman bisa menganalisa iklan ee

[01:22:51] cocoknya bagaimana.

[01:22:54] Udah ada satu dari Kak Darily William

[01:22:57] Wong

[01:22:58] eh ya location di Big Metropolitan City

[01:23:02] umur dari 22 sampai 65.

[01:23:06] Yes, kita langsung bahas aja.

[01:23:10] Saya sangat setuju dengan insetil.

[01:23:16] Betul. Yang namanya Aman Jiwo itu kan

[01:23:18] sebuah hotel laks ya, mewah. Kita bisa

[01:23:21] lihat di sini.

[01:23:23] harga per malamnya aja Rp31 juta sekian.

[01:23:28] Ee namun lokasinya dia ada di Magelang,

[01:23:32] which is kota ee yang ada di tengah Jawa

[01:23:36] Tengah.

[01:23:38] Mm.

[01:23:42] Jadi bayangannya adalah enggak mungkin

[01:23:45] sama Jiwo itu ee diiklankan

[01:23:49] di Kota Magelangnya sendiri atau di

[01:23:52] kota-kota suburban sekitar Magelang.

[01:23:55] Kayaknya enggak mungkin. Lebih cocoknya

[01:23:58] betul Big Metropolitan City.

[01:24:01] Eh, bahkan bisa kita ee lebih

[01:24:05] spesifiknya lagi kita mengiklankan sama

[01:24:09] jiwa itu ke abroad ya,

[01:24:12] ke misal ibu kota di negara lain seperti

[01:24:16] Kuala Lumpur, di Singapura

[01:24:19] atau kita bisa ngelihat aman jiwa itu

[01:24:21] tuh cocok banget sama ee war ee dengan

[01:24:27] orang mana nih misal orang orang Jerman,

[01:24:31] orang Rusia, apakah orang Jepang, kita

[01:24:34] bisa langsung pasang iklan ke mereka

[01:24:36] gitu.

[01:24:38] Dengan umur dari 22 sampai 65 saya

[01:24:40] setuju karena dari umur 22 biasanya

[01:24:45] udah banyak juga yang traveling ee

[01:24:49] cobain ke hotel-hotel luxury kayak gitu

[01:24:52] ya. Nah, ini tentang aman jiwa. Terus

[01:24:57] ada lagi ini ada namanya Idle Bakery.

[01:25:01] Ini salah satu ada ee bakery micro

[01:25:06] bakery ya ee di Jakarta Selatan.

[01:25:10] Sebenarnya kita bisa ngelihat di sini

[01:25:14] beberapa highlight keyword ada dia itu

[01:25:16] jualannya sordo, vocacia, canele dan

[01:25:20] butter talk.

[01:25:21] dan ee kita bisa nangkap kalau ini

[01:25:25] adalah artisan bakery ya. Nah, menurut

[01:25:28] teman-teman

[01:25:30] ee apa namanya?

[01:25:32] Eh, cocoknya ke mana nih? Kita pasang

[01:25:35] iklan location dan umur dulu deh.

[01:25:40] Oh, ada tambahan dari Kadarili tadi

[01:25:42] target kotanya harus dekat pantai. Yes.

[01:25:45] Eh, ini lebih spesifik lagi. Jadi, kalau

[01:25:48] kita mau kita bisa pasang iklannya di ee

[01:25:52] kota-kota besar yang memang yang dekat

[01:25:55] pantai gitu. Misal contohnya ee di

[01:26:02] San Fransisco ya itu kalau enggak salah

[01:26:04] dekat pantai atau di kota-kota mm

[01:26:10] contohnya misal di

[01:26:13] ee Bangkok kali kan dekat dengan laut

[01:26:17] pantai.

[01:26:19] Kenapa pantai kita bisa

[01:26:22] mengekspresikannya adalah orang-orang

[01:26:24] yang sudah penat di hidup di perkotaan

[01:26:28] atau yang sering lihatnya adalah pantai.

[01:26:30] Mereka itu akan sangat suka dengan

[01:26:33] experience tinggal di kota-kota kecil,

[01:26:37] bukit, gunung kayak gitu ya. Nah, itu

[01:26:41] sangat masuk akal banget kita untuk coba

[01:26:45] pasang iklan ke mereka gitu. Nice insert

[01:26:49] dari Kak Daril. Thank you.

[01:26:53] Oke, balik lagi ke bakery Micro Bakery.

[01:26:56] Ini ada yang mau

[01:26:59] eh kasih insight seperti Kak Darily

[01:27:05] boleh ya. Ini cuman location sama umur

[01:27:08] aja. Menurut teman-teman apa nih?

[01:27:18] Kalau enggak salah di Jakarta itu memang

[01:27:22] banyak banget ee micro bakery kayak gini

[01:27:26] ya. Bahkan micro coffee shop juga

[01:27:30] banyak.

[01:27:33] Kalau di kota-kota lain mungkin

[01:27:35] sebenarnya enggak sebanyak di Jakarta

[01:27:37] ya.

[01:27:39] Nah, bisa jadi nih teman-teman

[01:27:42] ee setelah kelas ini bisa aja

[01:27:46] teman-teman dapat iklan ee ini ya idol

[01:27:49] Bakery ini ya. Entah kenapa saya juga

[01:27:51] enggak tahu bisa jadi.

[01:27:55] Oke, mungkin ee biar

[01:27:59] sambil lanjut. Jadi ada mungkin kalau

[01:28:03] menurut saya Idol Bakery ini cocoknya

[01:28:07] eh tetap di Jakarta karena ini

[01:28:11] microbikery jadi kayak orang sekitar

[01:28:14] paling dekat dari tempatnya itu yaitu di

[01:28:17] Kebayoran Baru Jakarta Selatan. Mungkin

[01:28:20] bisa dibilang kayak radius 10 km juga

[01:28:22] itu sudah cukup.

[01:28:24] Kemudian kalau untuk secara umur ee di

[01:28:28] atas 25

[01:28:30] sampai ke 45 atau 50

[01:28:35] em ya. Karena kalau location-nya

[01:28:39] kejauhan eh mungkin bisa eh kita pasang

[01:28:42] iklannya juga di Bandung karena

[01:28:45] behavior-nya orang Bandung itu suka

[01:28:47] banget weekend mereka main ke Jakarta.

[01:28:50] Sama juga orang Jakarta kalau weekend

[01:28:53] kan main ke Bandung tuh. Itu bisa juga

[01:28:55] kita pasang iklannya kalau enggak di

[01:28:57] Jakarta atau di Bandung. Nah, kalau

[01:29:00] untuk usianya tadi karena

[01:29:03] ee harga dari ee artisan bakri begini

[01:29:07] biasanya kan enggak enggak murah juga

[01:29:09] ya. Jadi biasanya untuk orang-orang yang

[01:29:12] udah ee cari uang sendiri, punya uang

[01:29:15] sendiri, udah kerja gitu, jadi mungkin

[01:29:17] di atas 25 gitu.

[01:29:21] Kalau yang masih kuliah kan ya apa

[01:29:24] namanya? Kalau yang duitnya lagi menipis

[01:29:28] kayak ya mending buat beli nasi Padang

[01:29:30] aja ya daripada beli ee

[01:29:33] kanele klasik Rp30.000 misal kayak gitu.

[01:29:39] Terus ada lagi kita coba ya. Nah, ini

[01:29:43] ada wedding venue di Bandung.

[01:29:48] Em

[01:29:51] lebih tepatnya di

[01:29:54] mana nih? Sukasari, Kota Bandung.

[01:29:58] Nah, menurut teman-teman kalau wedding

[01:30:01] wedding

[01:30:02] venue itu

[01:30:04] ee apa nih yang ini location di mana dan

[01:30:08] umur berapa kira-kira cocoknya?

[01:30:15] ini sebenarnya kayak juga sambil ini ya

[01:30:17] ee mengasah mengasah kayak

[01:30:22] banyak banget iklan yang

[01:30:25] kadang enggak sesuai sasaran juga.

[01:30:30] Misal contohnya itu pernah saya ee

[01:30:33] ceritakan misal ibu-ibu suka masak dapat

[01:30:37] iklannya oli mobil atau oli mesin gitu

[01:30:40] kan kayak ya buat apa gitu. Nah itu kan

[01:30:43] cost juga sebenarnya udah dikeluarkan

[01:30:46] oleh advertisernya gitu ya.

[01:30:52] Oke mungkin aku langsung aja juga ya.

[01:30:56] Mungkin kalau wedding venue kayak gini,

[01:30:57] kalau karena ini di Bandung, kita bisa

[01:31:01] membuat iklannya adalah di sekitar

[01:31:02] Bandung atau kota-kota suburban sekitar

[01:31:06] Bandung. Misal

[01:31:08] ada Cimahi,

[01:31:10] ee mungkin Garut juga bisa

[01:31:14] ee pokoknya kayak Lembang

[01:31:17] kayak gitu. Karena ee

[01:31:21] ini kan intimate wedding ya, tempatnya

[01:31:23] kecil. Jadi kayak sekitaran Kota

[01:31:25] Bandung. Bisa aja kita nembaknya juga di

[01:31:28] Jakarta tapi porsinya enggak sebanyak

[01:31:31] yang di Bandung. Dan kalau secara umur

[01:31:34] mungkin dari yang lebih muda deh. Karena

[01:31:37] banyak juga yang menikah muda dari umur

[01:31:39] 20-an

[01:31:41] sampai di umur 30 atau 35. Jadi kita

[01:31:45] menyasar orang yang memang sedang

[01:31:48] preparation mau menikah gitu.

[01:31:52] Oke, dari saya sebenarnya ee cukup.

[01:31:57] Paling setelah ini akan ada sesi tanya

[01:31:59] jawab.

[01:32:00] Ee sebelum ke sesi tanya jawab saya mau

[01:32:04] kasih pro tips lagi seperti yang di

[01:32:06] kelas sebelumnya.

[01:32:08] Jadi ee protips untuk SM ee ini versi

[01:32:12] saya ya. pertama adalah bentuk audiens

[01:32:18] lalu temukan keyword selanjutnya baru

[01:32:20] pasang iklan. Jadi kenapa saya sebut

[01:32:25] bentuk audience dulu? Jadi gini

[01:32:27] teman-teman, kalau teman-teman punya

[01:32:29] akun TikTok, Instagram, apapun itu

[01:32:31] tentang personal atau jualan produk

[01:32:36] kita bikin konten serandom mungkin,

[01:32:39] sebanyak apapun itu

[01:32:42] sampai kita nemu video yang perform itu

[01:32:46] tuh konten yang perform itu tuh apa nih

[01:32:49] yang disukain sama audience. Dari situ

[01:32:52] kita temukan keyword-nya. Ternyata

[01:32:54] mungkin video kita e jualan apa tadi ya?

[01:32:57] Parfum. Contoh jual parfum. Tapi

[01:32:59] ternyata keyword-nya adalah eh komedi.

[01:33:03] Jadi oke kita akan bikin konten-konten

[01:33:07] di media sosial adalah jualan parfum

[01:33:10] tapi dengan tema komedi gitu.

[01:33:13] Nah, dari situ kita bikin konten-konten

[01:33:16] selanjutnya yang jualan parfum tapi juga

[01:33:19] komedi atau bahkan ya udah kita bikin

[01:33:22] komedi parodi aja, kita soft selling aja

[01:33:25] jualan parfumnya baru konten-konten yang

[01:33:29] kita buat selanjutnya kita iklankan.

[01:33:32] Nah, beda cerita kalau kita belum

[01:33:36] membentuk audiens tapi kita langsung

[01:33:38] asal main masang iklan itu akan berat

[01:33:41] banget. Nah, itu pro tipsnya untuk ee

[01:33:44] teman-teman ya di SEM. Semoga em

[01:33:50] bisa ada manfaatnya juga dan bisa jadi

[01:33:53] proyeksi ke depan teman-teman saat mau

[01:33:55] berkecimpung di industri digital

[01:33:57] marketing khususnya

[01:34:00] di search engine marketing atau

[01:34:03] monetization.

[01:34:05] Oke, paling ini lanjut ke sesi tanya

[01:34:07] jawab. Saya kembalikan lagi ke Pak Tedi

[01:34:10] ya atau ada rekan lainnya mungkin boleh

[01:34:15] mengarahkan untuk sesi tanya jawab.

[01:34:17] Terima kasih.

[01:34:51] Untuk teman-teman semua apabila ada yang

[01:34:53] ingin bertanya silakan bertanya di kolom

[01:34:55] chat atau bisa raise untuk open mic.

[01:34:58] Terima kasih

[01:36:28] Oke, ada yang bertanya ya dari K.

[01:36:31] Benedictus.

[01:36:35] Jika sebuah campaign memiliki CTR yang

[01:36:37] tinggi tapi conversion rate-nya itu

[01:36:40] rendah, menurut pengalaman Bapak

[01:36:42] biasanya masalah utamanya itu lebih

[01:36:44] sering berasal dari ads copy, audience

[01:36:46] targeting atau justru landing page-nya

[01:36:50] atau faktor lain. Oke, bentar saya

[01:36:53] cermati lagi ya.

[01:36:55] CTR-nya tinggi tapi conversion rate-nya

[01:36:59] rendah.

[01:37:04] Oke.

[01:37:10] Ya, kalau menjawab ya, Kak Benedictus

[01:37:13] Daren Wibisono.

[01:37:16] Kalau case-nya adalah CTR-nya itu

[01:37:18] tinggi. Jadi, ee

[01:37:21] sebenarnya iklan itu sudah banyak yang

[01:37:24] klik, tapi ternyata conversion rate-nya

[01:37:28] itu tuh kecil. Kalau menurut saya

[01:37:30] biasanya lebih ke pertama landing page.

[01:37:35] Jadi landing page-nya itu biasanya

[01:37:37] enggak sesuai dengan

[01:37:40] apa yang udah jadi ee apa ya pikirannya

[01:37:43] si user. Misal contohnya

[01:37:47] ee ada iklan hotel atau villa. Terus di

[01:37:51] situ call to action-nya adalah book now.

[01:37:55] Nah, saat orang sudah ngeklik book now

[01:37:59] harusnya itu tuh sudah didirect atau

[01:38:02] diarahkan ke eh page untuk booking

[01:38:06] hotel,

[01:38:08] tapi mungkin landing page-nya broken

[01:38:10] atau e error. Jadi ee

[01:38:16] user berhenti di klik aja enggak nyampai

[01:38:20] ke conversion sampai ke booking hotel

[01:38:23] gitu. Nah, ini sering terjadi juga sih

[01:38:26] sebenarnya. Entah sebenarnya

[01:38:29] URL yang dipasang saat iklan itu tuh

[01:38:32] rusak atau memang servernya down atau

[01:38:35] apapun itu bisa. Tapi intinya ee menurut

[01:38:38] saya landing page-nya itu

[01:38:41] bermasalah ya, tapi juga tidak menutup

[01:38:44] kemungkinan

[01:38:46] ee

[01:38:48] apa namanya?

[01:38:51] audience salah audience juga bisa tapi

[01:38:54] ini kemungkinannya kecil ya karena kan

[01:38:57] kalau CTR tinggi artinya secara ad copy

[01:39:00] sebenarnya itu tuh udah menarik udah

[01:39:02] bagus orang mau ngeklik dan udah sesuai

[01:39:06] dengan apa yang ada di ee interest-nya

[01:39:10] eh target audience misal iklannya adalah

[01:39:14] booking hotel eh berarti ini user juga

[01:39:18] lagi cari hotel sebenarnya kan. Nah,

[01:39:21] tapi kalau audiens targetnya bisa

[01:39:23] keliru, misal contohnya adalah ee

[01:39:28] apa namanya? Udah ngeklik tapi ternyata

[01:39:32] ee

[01:39:34] pas diklik landing page-nya adalah isi

[01:39:36] form, isi formulir banyak banget kayak

[01:39:39] nama, nama lengkap, nomor telepon,

[01:39:41] email,

[01:39:43] sosmet, apalah apalah. Nah, bisa aja ini

[01:39:47] target audiens-nya itu tuh ee salah

[01:39:50] salah dalam artian bisa aja mungkin ke

[01:39:53] anak muda atau ke orang tua.

[01:39:57] Orang tua tuh maksudnya lansia ya.

[01:39:59] Lansia biasanya malas banget untuk ee

[01:40:03] ngetik-ngetik yang kayak namanya siapa,

[01:40:05] emailnya. Aduh, emailnya apa lagi, nomor

[01:40:08] handphone apaagi?

[01:40:10] Bahkan mungkin kalau yang kelebih muda

[01:40:13] malas lebih malas lagi gitu. Malas dalam

[01:40:15] artian malas. Aduh, ribet banget sih mau

[01:40:19] booking aja harus nyantumin nomor

[01:40:21] telepon apalah. Nah, bisa aja e memang

[01:40:25] salah eh audiensnya meskipun landing

[01:40:27] page-nya baik-baik aja dalam artian isi

[01:40:31] form karena memang ya emang harus isi

[01:40:33] form nih landing page-nya. Tapi mungkin

[01:40:37] ee enggak sesuai aja audiens-nya. Nah,

[01:40:39] mungkin cocoknya kalau isi form itu

[01:40:43] audiens yang memang emang betul-betul ee

[01:40:46] mau banget nginp di hotel tersebut.

[01:40:49] Cuman memang landing page-nya itu isi

[01:40:52] formnya itu enggak terlalu banyak juga

[01:40:53] detailnya. Mungkin hanya nama dan nomor

[01:40:56] handphone aja udah cukup. Itu untuk bisa

[01:40:59] dihubungin by WhatsApp oleh admin atau

[01:41:02] siapa gitu ya. Nah, jadi kalau menurut

[01:41:06] pengalaman saya kebanyakan

[01:41:08] karena landing page-nya yang eh

[01:41:10] bermasalah, punya isu atau audiens-nya

[01:41:15] yang salah target tapi minor banget.

[01:41:18] Tapi lebih banyaknya biasanya landing

[01:41:20] page yang ee bermasalah

[01:41:24] gitu. ee banyak kok kayak mm

[01:41:29] itu tadi ee

[01:41:32] ee misal

[01:41:34] jualan cloting baju waktu kita udah

[01:41:37] pencet

[01:41:39] ternyata itu iklan yang ditayangkan

[01:41:42] harusnya bulan lalu. Jadi iklannya masih

[01:41:45] jalan terus tuh ternyata promo diskonnya

[01:41:49] udah lewat. Nah, itu kan ee landing

[01:41:51] page-nya udah keliru lagi kayak gitu ya.

[01:41:54] ya. Nah, itu bisa aja ads copy-nya

[01:41:56] keliru,

[01:41:58] ee landing page-nya keliru,

[01:42:00] advertisernya juga keliru. Keliru tuh

[01:42:02] kenapa iklan bulan lalu masih running di

[01:42:05] bulan sekarang gitu. Banyak banget em

[01:42:10] hal-hal yang bisa dianalisa ya dari ee

[01:42:13] kita menayangkan sebuah iklan gitu. Ini

[01:42:16] salah satu case yang umum juga kok. Saat

[01:42:20] misal ada CTR-nya tinggi, impresinya

[01:42:23] tinggi, orang udah ee lihat iklan kita

[01:42:27] tapi e dan udah ngeklik tapi kok enggak

[01:42:31] ada conversion.

[01:42:33] Nah, biasanya juga ini menurut

[01:42:35] pengalaman saya yang lain juga ya, em

[01:42:38] bisa jadi orang enggak terlalu suka

[01:42:42] dengan produk yang kita tawarkan gitu.

[01:42:45] udah ngeklik tapi ee ternyata

[01:42:50] apa ya kurang suka dengan ee produk kita

[01:42:55] sendiri gitu eh produk kita yang kita

[01:42:58] tawarkan gitu ya.

[01:43:00] Ada juga yang seperti itu. Jadi

[01:43:02] terkadang ada juga orang ee sebagai

[01:43:05] owner produk atau brand

[01:43:08] udah mengiklan banyak banget, udah habis

[01:43:11] budget sekian, ternyata kok enggak ada

[01:43:14] sales konversi.

[01:43:16] Harus ada review atau evaluasi produk

[01:43:19] kayak gitu. Apakah produknya misal kalau

[01:43:22] makanan enggak enakkah atau em

[01:43:26] pelayanannya ribet kah atau apapun itu.

[01:43:29] Jadi ada produk development lagi. Habis

[01:43:32] itu kalau produk udah ready lagi, udah

[01:43:34] siap dijual lagi baru pasang iklan lagi

[01:43:38] gitu. Semoga cukup menjawab ya

[01:43:40] pertanyaannya Kak Benedictus.

[01:43:43] Kalau ada yang lain boleh

[01:43:47] di kolom chat ya.

[01:43:52] Sama-sama, Kak Benedictus.

[01:43:59] Kalau ada lagi boleh ya, masih ada

[01:44:02] beberapa menit.

[01:44:09] Ee dan kalau saya boleh cerita

[01:44:11] sebenarnya kayak industri SM khususnya

[01:44:14] juga PPC spesialis

[01:44:16] ini masih sangat nich banget. Enggak

[01:44:19] banyak orang bahkan di Jakarta ya yang

[01:44:22] menguasai PPC spesialis.

[01:44:25] Em

[01:44:27] apa ya? Karena PVC spesialis ini memang

[01:44:31] kayak certified banget, harus punya

[01:44:35] sertifikasinya.

[01:44:37] challenge-nya juga eh setiap waktu

[01:44:41] berlalu itu tren berganti.

[01:44:44] Contohnya gini juga, dashboard eh ads,

[01:44:48] meta ads, Google Ads itu tuh hampir

[01:44:50] kayak dalam 1 tahun itu bisa berganti.

[01:44:54] Berganti tuh

[01:44:56] ee visualnya, layout-nya itu tuh

[01:44:59] ganti-ganti. untuk orang yang ee mudah

[01:45:03] bingung pasti akan kesulitan untuk

[01:45:06] adaptasi layout dashboard yang

[01:45:08] ganti-ganti terus gitu. Kita kan juga

[01:45:11] kadang ee bet ya kalau

[01:45:16] misal kita online banking pakai aplikasi

[01:45:20] layout-nya berubah. Kita kadang bingung

[01:45:22] loh ini scan QR-nya sebelah mana nih?

[01:45:25] Atau aku mau transfer pencet yang mana?

[01:45:27] Kadang kita BT juga kan. Nah, di Sm pun

[01:45:33] ada juga yang seperti itu dan

[01:45:36] macam-macam ya ee tren-tren terjadinya

[01:45:38] mempengaruhi hal lain dan sebagainya.

[01:45:44] Jadi menurut saya PPC spesialis itu bisa

[01:45:47] dibilang

[01:45:49] em

[01:45:51] penyelamat untuk brand atau produk

[01:45:54] karena PPC spesialis yang bagus itu bisa

[01:45:59] menggunakan budget seefisien mungkin

[01:46:01] tapi mendapatkan hasil yang optimal.

[01:46:05] Nah, itu keren banget sih

[01:46:08] mungkin ya dibayar mahalnya jadinya

[01:46:11] untuk nge-hire PPC spesialis tersebut

[01:46:14] dan

[01:46:17] ee enggak cuman untuk di industri ee

[01:46:20] profesional, bahkan untuk personal juga

[01:46:23] bisa. Kalau teman-teman punya produk

[01:46:25] sendiri atau

[01:46:28] oke aku mau jadi content creator itu

[01:46:31] berguna banget. ee

[01:46:34] PPC spesialis atau di SME ini berguna

[01:46:38] banget atau afiliator. Wah, itu

[01:46:42] banyak banget yang

[01:46:44] apa namanya dapat

[01:46:47] revenue

[01:46:49] apa namanya tinggi itu karena jago

[01:46:52] banget ee PPC-nya juga, paper click-nya

[01:46:55] juga gitu.

[01:46:58] Mungkin ada teman-teman di sini yang

[01:47:00] mendalami affiliate industry atau jadi

[01:47:04] affiliator

[01:47:06] entah di TikTok, di Shopee, di

[01:47:09] Tokopedia, macam-macam ya.

[01:47:14] Atau affiliate di X mungkin ya juga ada

[01:47:18] itu ya.

[01:47:21] atau mungkin seperti saya juga

[01:47:23] bermainnya di Google Adsense.

[01:47:30] Tapi memang harus kita ini ya ee

[01:47:33] mencukupkan soft skill kita untuk

[01:47:36] melakukan berbagai macam hal kreatif.

[01:47:38] Karena kalau sama seperti saya juga

[01:47:40] meskipun saya berkeciwa di Google

[01:47:43] Adsense ee juga harus ee ngikutin tren

[01:47:47] em

[01:47:48] misal saya punya channel YouTube bisa

[01:47:51] aja

[01:47:53] setahun 2 tahun lagi YouTube enggak

[01:47:55] beroperasi lagi kan ee bingung juga ya

[01:47:58] gitu. Jadi kita harus tetap

[01:48:01] selalu mengembangkan diri dengan soft

[01:48:02] skill lainnya.

[01:48:04] Eh, public speaking juga bagus. Karena

[01:48:09] kalau kita punya skill tapi kita enggak

[01:48:11] bisa jualan apa skill kita juga sama aja

[01:48:15] di industri di masa yang akan datang

[01:48:17] gitu ya.

[01:48:19] Mau sejago apapun kita kalau kita enggak

[01:48:21] bisa tanda kutip jual diri ya orang kan

[01:48:24] jadi enggak tahu nih kalau kita punya

[01:48:26] skill atau soft skill apa.

[01:48:30] Jadi better kita mengembangkan diri

[01:48:33] belajar banyak hal

[01:48:35] gitu. Oke, belum ada lagi ya yang tanya

[01:48:39] atau mungkin dari saya kembalikan lagi

[01:48:41] ke

[01:48:43] Pak Tedi atau tim lainnya ya. Boleh

[01:48:47] saya stop share dulu?

[01:50:59] di Pak Samangsu sudah selesai

[01:51:03] ya. Sudah

[01:51:19] cuma

[01:51:22] ada yang ada yang ditarik tadi ya.

[01:51:27] Saya malah mau lanjutin. Maaf, Pak. Bisa

[01:51:29] bantu harusnya bisa teman-teman bisa

[01:51:32] bertanya lebih lanjut gitu gimana

[01:51:34] caranya kalau menjadi afiliasi gitu

[01:51:40] ya. Maaf Pak ee kayaknya ini ee

[01:51:45] koneksinya ya suaranya tadi kurang

[01:51:49] kurang dengar.

[01:51:52] Siap.

[01:51:55] Oh. Sori

[01:51:59] ja enggak tadi saya yang saya saya tadi

[01:52:00] ngelempar

[01:52:09] bisa konsultasi lebih lanjut ke Pak

[01:52:11] Samsul gitu ya kalau mengenai hari.

[01:52:13] Iya betul betul bisa nanti langsung ke

[01:52:17] emm

[01:52:21] boleh.

[01:52:25] untuk kalau ada tanya-tanya boleh

[01:52:28] banget.

[01:52:29] Baik.

[01:52:35] ee

[01:52:39] menjadi ee narasumber kita gitu.

[01:52:46] sil.

[01:53:01] Terima kasih.

[01:53:31] Yeah.

[01:54:03] Baik, terima kasih Pak Samsul atas sesi

[01:54:08] hari ini yang sangat insightful. Izin

[01:54:11] untuk saya akhiri

[01:54:13] ya. Terima kasih kembali.

[01:54:16] Terima kasih, Teman-teman.

[01:54:22] Bapak mohon maaf sebelum kita akhiri

[01:54:24] kita ada sesi dokumentasi terlebih

[01:54:26] dahulu ya, Pak.

[01:54:26] Oh, iya boleh. Untuk teman-teman

[01:54:28] semuanya dipersilakan untuk oncam karena

[01:54:31] kita akan melakukan sesi dokumentasi.

[01:55:07] Ee baik dari slide satu dulu ya.

[01:55:13] Siap. 1 2 3

[01:55:22] 1 2 3. Oke, kalau tutup.

[01:55:31] Baik, sebelumnya saya ucapkan terima

[01:55:33] kasih kembali untuk Pak Samsul dan untuk

[01:55:36] teman-teman semuanya. Jangan lift

[01:55:38] terlebih dahulu karena akan ada exit

[01:55:40] tiket yang harus kalian isi.

[01:55:46] Oke, saya

[01:55:48] bisa live ya saya.

[01:55:51] Iya bisa Pak. Terima kasih banyak.

[01:55:53] Oke, terima kasih kembali. Sampai jumpa.

[01:56:20] berjuta rasa-rasa yang tak mampu

[01:56:23] diungkapkan kata-kata.

[01:56:28] Dengan beribu cara-cara kau selalu

[01:56:31] membuatku

[01:56:32] bahagia.

[01:56:36] Kau adalah alasan dan jawaban atas semua

[01:56:40] pertanyaan

[01:56:44] yang benar-benar kuinginkan hanyalah kau

[01:56:47] untuk selalu di sini. Ada untukku

[01:56:55] menjadi pilihanku

[01:56:59] menjadi yang terakhir

[01:57:02] dalam hidupku. Maukah kau tu menjadi

[01:57:08] yang pertama

[01:57:11] yang selalu ada di saat pagi ku membuka

[01:57:16] mata.

[01:57:19] Oh, izinkan aku memilikimu,

[01:57:24] mengasihimu,

[01:57:26] menjagamu,

[01:57:28] menyayangimu,

[01:57:30] memberi cinta, memberi semua yang engkau

[01:57:34] inginkan. Selama aku mampu, aku akan

[01:57:39] berusaha

[01:57:41] mewujudkan semua impian dan harapan

[01:57:45] untuk menjadi

[01:57:47] kenyataan.

[01:57:49] Kau kau

[01:57:52] menjadi pilihanku

[01:57:56] menjadi yang terakhir

[01:57:58] dalam hidupku. Maukah kau teruk

[01:58:04] kejadian?

[01:58:07] Kejadian yang selalu ada di saat pagi

[01:58:13] membuka mata.

[01:58:16] Jadilah yang terakhir

[01:58:20] untuk jadi yang pertama

[01:58:24] tuk jadi selamanya.

[01:58:33] Maukah kau maukah diri lehat?

[01:58:39] Jadi pilihanku

[01:58:43] dalam hidupku. Maukah kau? Maukah janji

[01:58:49] yang ter?

[01:58:51] Jadi yang berada di saat

[01:58:58] maukah,

[01:59:00] maukah?

[01:59:04] Jadi pintan

[01:59:07] kita

[01:59:10] maukah kau?

[01:59:12] Maukah kau tetap?

[01:59:16] Jadi yang selalu abadi saat bagi

[01:59:25] jadilah yang terakhir

[01:59:29] untuk jadi yang pertama

[01:59:33] tuk jadi selamanya.

[01:59:38] Ye. Yeah.

[02:00:00] Tetak jantungku berdegup tenang. Aliran

[02:00:03] darah mengalir kencang. Isi pikiran halu

[02:00:07] melayang. Harumu bikin mabuk kepayang.

[02:00:12] Dari sini akal sehat hilang. Ingin

[02:00:15] terbang takut ketinggian.

[02:00:18] Ingin dekat aduh menyenangkan. Perasaan

[02:00:22] hati ingin bilang,

[02:00:24] surga itu kamu. Surga itu kamu. Surga

[02:00:27] itu kamu.

[02:00:29] Surga itu kamu. Duniawi juga kamu.

[02:00:35] Sumpah mati yang ku mau. Cuma sama kamu.

[02:00:41] Surga itu kamu. Duniaku penuh kamu.

[02:00:47] Kita bikin mesra sampai tubuh panas hati

[02:00:53] dingin.

[02:00:56] Aduh,

[02:01:00] bilang-bilang kalau nanti kangen,

[02:01:03] diam-diam aku pasti kangen.

[02:01:06] Mau bilang takut tambah kangen. Makin

[02:01:09] hari makin ingin bilang,

[02:01:12] "Syurga itu kamu,

[02:01:13] surga itu kamu. Surga itu kamu.

[02:01:16] Surga itu kamu.

[02:01:18] Surga itu kamu. Oh,

[02:01:21] kamu

[02:01:23] surga itu kamu.

[02:01:47] adalah

[02:01:49] yang terjadi dalam hiak

[02:02:06] 10 tahun nanti

[02:02:09] hidupmu coba bayangkan

[02:02:13] sejenak

[02:02:15] misalkan Ada aku yang menemani

[02:02:20] hari demi hari yang tak terhitung.

[02:02:26] Bisakah itu?

[02:03:02] Kita duduk di taman unanya bermekaran

[02:03:07] saling sapa

[02:03:08] beri pujian

[02:03:12] kita menatap awan mendekat meneduhkan

[02:03:18] memayungi hati yang senang

[02:03:23] kita menunjuk bintang mereka pun

[02:03:27] berjatuhan

[02:03:29] menyambut merayakan

[02:03:34] dunia

[02:03:36] di kala

[02:03:37] Alasan jaka perita

[02:03:41] bertemu

[02:03:43] dalam ruangnya

[02:03:47] langit biru jadi jingga bawa pesan untuk

[02:03:52] kita

[02:03:54] silakan bersatu

[02:03:59] dunia merestu.

[02:04:07] Kita di bawah hujan, langit tetap

[02:04:11] berderang. Pelangi pun datang menjelang.

[02:04:18] Kita merayu malam, jangan sedih

[02:04:22] tenggelam. Bulan sabi beri senyuman.

[02:04:29] Kita meminta waktu satu hari berhenti,

[02:04:34] satu masa dia

[02:04:37] memberi

[02:04:39] dunia

[02:04:43] senjata di perita

[02:04:47] bertemu

[02:04:49] dalam ruangnya

[02:04:52] langit biru jadi jingga bawa pesan untuk

[02:04:57] Kita

[02:04:59] silakan bersatu

[02:05:02] dunia membawa restunya

[02:05:05] restunya.

[02:05:08] Inilah waktu untuk bilang cinta

[02:05:13] boleh aku bilang cinta. Bolehkan aku

[02:05:17] bilang cinta boleh aku bilang

[02:05:24] kuin bersatu.

[02:05:29] satu

[02:05:36] kaulah selindah

[02:05:39] selindung

[02:05:47] oh senja

[02:05:49] ohjait

[02:06:01] Oh ye dalam

[02:06:07] dunia

[02:06:08] kaulah dunia

[02:06:11] kalaindu

[02:06:14] kita

[02:06:16] terima kasih

[02:06:18] Mm.
