# DM Ind 3: Exploring Diverse Modules Of Digital Marketing Mastering Search Engine Optimization

https://www.youtube.com/watch?v=xmA7H6xSgiU
Translation: en

[00:00] Pagi ini

[00:02] saya bersama dengan teman-teman semua

[00:04] dan juga ada Pak Martin dan rekan-rekan

[00:10] membahas salah satu hal em apa ya bisa

[00:14] dibilang

[00:16] bagian dari

[00:20] digital marketing itu ee lebih ke ini

[00:26] ya.

[00:28] Em sebelumnya mungkin em tadi yang sudah

[00:32] disampaikan oleh Pak Martin tentang

[00:38] ya. Tadi saya ee highlight sedikit

[00:41] tentang

[00:43] pengalaman ya. Jadi memang betul saya

[00:45] setuju sekali dengan Pak Martin.

[00:48] Digital marketing itu sendiri sebenarnya

[00:50] sangat luas dan satu yang paling penting

[00:54] adalah ee pengalaman. Jadi experience

[00:57] dari setiap eh expertise dari

[01:00] praktisinya itu memang pasti akan

[01:03] memiliki cerita yang berbeda-beda.

[01:06] Yang pertama memang karena industrinya

[01:09] berbeda. Kemudian di setiap industrinya

[01:12] pun meskipun sama itu pasti memiliki

[01:15] formula yang ee berbeda-beda juga.

[01:19] ee bisa dibilang

[01:22] ee apa ya ee mungkin tadi juga Pak

[01:26] Martin juga sempat mention juga meskipun

[01:29] mungkin ya secara teori itu sama

[01:30] semuanya itu secara ee apa ya apa yang

[01:34] diajarkan, apa yang ee akan dilakukan

[01:36] itu tuh pasti sama dan apa yang akan

[01:38] saya sampaikan setelah ini pun ee

[01:42] mungkin ada teman-teman yang sudah tahu

[01:44] atau mungkin ada yang belum.

[01:47] Dan kalaupun teman-teman ee cari gitu

[01:50] ya, ada tutorial di YouTube ataupun di

[01:53] ee apa namanya, ai manapun itu yang akan

[01:57] membantu itu ee mostly itu sama.

[02:02] Hanya saja akan kembali lagi bagaimana

[02:04] kita akan ee

[02:07] menggunakan ee formula yang seperti apa.

[02:12] Kalau

[02:13] bisa dibilang emm seperti orang memasak,

[02:17] kita pasti akan tahu ya resepnya itu tuh

[02:20] seperti apa. Misal cara membuat ee soto

[02:25] ayam itu resep-resepnya itu pasti akan

[02:28] sama diberinya. Hanya saja nanti

[02:30] output-nya suatu ayam yang dibuat oleh

[02:34] eh juru masak A itu bisa berbeda dengan

[02:37] juru masak B. Meskipun mungkin akan bisa

[02:41] aja mirip atau bisa aja ee sama persis

[02:44] ya, tapi itu pasti akan ada proses

[02:48] panjang sampai ee mencapai itu semua.

[02:53] Dan em

[02:55] sebenarnya saya mau mengawali tentang ee

[02:58] digital marketing ini dan khususnya

[03:00] tentang nanti yang akan dibahas adalah

[03:03] eh mastering eh search engine

[03:05] optimization.

[03:08] Eh di situ eh saya

[03:13] mengajak teman-teman ya. Jadi

[03:17] mungkin ini adalah ee teori yang ee bisa

[03:21] dipelajari saat di bangku perkuliahan

[03:24] atau ee short cost apapun itu ya.

[03:28] Dan bisa dibilang kalau saya ee saya

[03:32] sudah

[03:34] mulai di industri digital marketing dan

[03:37] marketing itu dari tahun 2013

[03:41] ada lebih dari 10 tahun yang lalu ya

[03:44] berarti ya. itu saya ee berkesimpulan

[03:49] eh SEO ini sendiri atau search engine

[03:51] optimization ini adalah eh bisa dibilang

[03:55] eh skill eh sori soft skill yang eh

[04:00] kalau bahasa bahasa yang ee enaknya

[04:02] adalah ujung-ujungnya SEO lagi SEO lagi

[04:05] kayak gitu. di dalam digital marketing

[04:07] itu sendiri. Misal ya teman-teman ee

[04:10] suatu saat nanti bekerja di corporate eh

[04:13] khususnya akan ada di digital marketing

[04:15] ataupun marketing atau

[04:18] eh brand spesialis itu pasti akan

[04:21] beririsan lagi dengan SEO. Karena SEO

[04:23] itu sendiri bisa dibilang hal yang

[04:26] fundamental fondasinya.

[04:29] ee hal yang memang

[04:33] baiknya itu tuh dikuasai

[04:36] ee terlebih dahulu ya. Bisa dibilang

[04:40] juga enggak terlalu expert langsung juga

[04:42] enggak apa-apa. Yang penting kita tahu

[04:44] eh secara eh seluk-beluknya 360-nya

[04:49] itu tuh tahu gitu.

[04:51] Eh, jadi dari A to Z-nya itu tuh tahu

[04:53] tentang SEO itu sendiri seperti apa.

[04:57] Jadi nanti saat teman-teman ber ee sudah

[04:59] terjun di dunia kerja sudah langsung

[05:02] tahu, oh SEO itu kerjanya seperti apa,

[05:06] caranya itu seperti apa, dan nanti

[05:07] hasilnya, output-nya itu tuh seperti

[05:10] apa. ee seperti salah satu yang saya ee

[05:14] lakukan juga ee udah dari beberapa tahun

[05:17] ke belakang ee ujung-ujungnya memang ke

[05:20] SEO lagi. Meskipun nanti akan ada

[05:24] pertanyaan juga mungkin ya dari

[05:25] teman-teman.

[05:27] Memangnya SEO akan ada terus nih emm

[05:30] sedangkan teknologi kan sekarang udah

[05:34] semakin ee apa ya terlampaui oleh adanya

[05:39] AI. ada ya dibantu ada namanya Chat GPT,

[05:42] ada Meta AI, ada Gemini, ada macam-macam

[05:45] kayak gitu ya. Ee nanti akan saya akan

[05:48] menjawab itu di akhir ya. Dan kalau ada

[05:51] teman-teman yang mau bertanya pun saya

[05:54] feel free untuk langsung bisa ee

[05:57] tanya atau boleh tulis di kolom chat ya.

[06:02] Oke, saya akan

[06:05] ee

[06:08] share screen ya.

[06:17] Oke,

[06:22] ya. [berdehem] Sebelumnya saya mau

[06:24] memperkenalkan diri dulu kepada

[06:26] teman-teman.

[06:27] Nama saya Samsul Arifin, biasa dipanggil

[06:31] ee Samsul atau kalau teman-teman saya

[06:34] panggilnya Cucul ya. CUCUL

[06:38] dan ee sekarang saya memang sedang

[06:41] bekerja di salah satu

[06:44] company corporate ee sebagai digital

[06:47] marketing di PT Cakrawala

[06:49] Hatulistiwaraya. Di situ banyak

[06:53] industrinya adalah hospitality. Jadi

[06:55] salah satunya ada

[06:58] saya kelola ada semacam hotel villa dan

[07:02] ada satu lagi eh wedding venue

[07:07] dan ee saya juga sebagai co-founder di

[07:12] channel YouTube namanya adalah Lintang

[07:15] Media.

[07:16] Mungkin teman-teman yang ada di sini ee

[07:21] bisa mungkin ya mungkin ya ee belum

[07:25] beririsan dengan industri saya ya.

[07:28] Mungkin tadi yang saya sebut ee ada

[07:31] wedding venue, kemudian ada villa hotel.

[07:34] Eh, seperti tadi Pak Martin juga sudah

[07:36] menyampaikan mungkin yang sebelumnya ada

[07:38] pemateri sebelumnya ada dari skincare,

[07:41] ada industri FMCG lainnya seperti itu.

[07:44] Nah, kalau saya di sini tadi ada

[07:48] hospitality dan di channel YouTube saya

[07:51] eh industrinya adalah lebih ke YouTube

[07:55] Kids. Jadi isinya adalah ee video-video

[07:58] di channel YouTube saya adalah animasi

[08:01] video untuk anak-anak berbahasa

[08:03] Indonesia. Jadi dari situ pun eh nanti

[08:06] akan ada irisannya juga tentang search

[08:08] engine optimization

[08:10] eh industry hospitality dan juga

[08:13] industri

[08:16] YouTube ya. Ee lebih ke mungkin

[08:19] teman-teman yang juga sedang menggeluti

[08:21] punya channel YouTube sendiri. Nanti

[08:23] kalau ada yang mau tanya boleh banget.

[08:27] Itu sekilas tentang saya ee industri

[08:29] saya yang sekarang saya ee jalankan

[08:32] juga. Mungkin kalau untuk background

[08:34] sebelumnya saya juga sempat ada di

[08:37] industri industri skincare juga pernah

[08:40] di ee apa namanya? FMCG juga pernah, di

[08:45] media juga pernah, ee pegang brand juga

[08:48] pernah, di agensi juga pernah. Jadi ee

[08:53] ada beberapa hal yang nanti bisa saya ee

[08:55] share juga ke teman-teman ya.

[08:59] Oke, selanjutnya

[09:04] ee kalau teman-teman bisa lihat di depan

[09:08] ini ada channel YouTube saya Lintang

[09:11] Media.

[09:12] Ada salah satu video populer yang ee

[09:17] bisa dibilang ini achievement ya dari

[09:19] channel saya di Lintang Media. Ada salah

[09:21] satu lagu yang berjudul Cicak di

[09:23] Dinding. Ini sudah ditonton lebih dari

[09:25] 600

[09:26] juta views ya dan sudah ditayangkan dari

[09:30] 8 tahun yang lalu. Nah, di sini nanti

[09:34] teman-teman juga bisa kepo juga ya. Jadi

[09:37] industri YouTube Kids ini memang ee bisa

[09:40] dibilang sangat apa ya ee

[09:45] underrated ya. Jadi banyak yang enggak

[09:49] ee melihat juga ternyata ada juga

[09:52] industri YouTube Kids seperti itu.

[09:56] Ini untuk di website-nya. Jadi nanti

[09:58] saya juga akan share tentang karena

[10:01] kaitannya adalah tentang search engine

[10:03] optimization, nanti saya akan juga ee

[10:06] membahas dari website yang saya kelola

[10:09] juga di Lintang Media. Sebenarnya ini

[10:11] enggak yang saya jadikan ee apa ya

[10:16] eh utama di daily activity saya di saya

[10:21] bekerja. Hanya saja saya ee membuat ini

[10:23] biar ee brand Lintang Media itu sendiri

[10:28] eh secara visibility itu

[10:32] punya skor juga ya. Nanti akan

[10:35] kita bahas bareng-bareng di sini juga.

[10:40] Oke, kita akan masuk ke

[10:44] materi utamanya.

[10:49] Jadi tentang mastering search engine

[10:52] optimization

[10:55] ee mungkin dari teman-teman ya ee

[11:00] kalau boleh

[11:02] ada yang

[11:05] ada yang perukah

[11:09] tentang search engine optimization atau

[11:13] ada yang sudah

[11:16] ngerjain kayak side project tentang

[11:21] boleh ya. Nanti ee juga kayak

[11:24] di kolom ee apa namanya chat nanti bisa

[11:28] kayak share juga ya.

[11:32] Oke.

[11:36] Kemudian ya mungkin ee langsung saja apa

[11:41] itu SEO

[11:45] ya? Kalau SE itu sendiri sebenarnya ee

[11:47] salah satu

[11:49] ee apa ya? Teknik eh sori ya teknik iya

[11:54] eh hanya saja SE itu adalah bagian dari

[11:56] digital marketing itu sendiri. Kalau

[11:58] pernah ada kelas digital marketing,

[12:00] kalau ada yang pernah bilang ada sosial

[12:03] media, ada SM, eh search engine eh

[12:07] marketing, ada juga search engine

[12:09] monetization,

[12:11] ada juga eh SEO, kemudian

[12:14] ada juga eh

[12:17] content development dan lain-lain

[12:19] sebagainya.

[12:20] itu adalah bagian dari digital marketing

[12:22] dan SEO itu sendiri adalah sebuah proses

[12:24] untuk mengoptimalkan eh apa ya

[12:29] performa dari website ee lebih ke

[12:31] website ya kalau untuk SEO ya. Karena

[12:34] SEO sendiri adalah search engine. Search

[12:37] engine itu adalah mengumpulkan ee

[12:39] berbagai macam ee daftar dari website

[12:44] ee bagaimana website itu bisa muncul di

[12:48] pencarian halaman pertama. Jadi itu yang

[12:51] ee

[12:53] ee apa namanya? Goal-nya dari SEO itu

[12:55] sendiri. Dan saya menekankan di sini

[12:58] kenapa di sini organiknya itu ee bold

[13:01] ya. Jadi sebenarnya SEO itu memang ee

[13:06] cara yang dilakukan untuk mendapatkan

[13:08] hasil pencarian secara organik. Karena

[13:11] nanti yang tidak organik ada sendiri

[13:12] namanya SM

[13:15] eh search engine eh bisa dibilang search

[13:18] search engine marketing atau search

[13:20] engine eh monetization seperti itu. Jadi

[13:25] SEO itu adalah organik. Jadi cara-cara

[13:28] yang nanti akan dilakukan di SEO itu

[13:30] adalah cara yang tidak berbayar ya. Yang

[13:34] kita lakukan itu dengan cara kita

[13:37] ee

[13:39] hanya saja nanti akan kebalikan dengan

[13:41] yang berbayar pastinya ya. Karena yang

[13:43] namanya organik itu yang kita lakukan

[13:47] adalah prosesnya. Jadi prosesnya itu

[13:50] bisa dibilang enggak sebentar, bisa

[13:53] berbulan-bulan dan bahkan ada beberapa

[13:55] website yang proses untuk mencapai skor

[13:59] SEO tinggi itu bisa sampai

[14:00] bertahun-tahun.

[14:02] Jadi ini saya bisa bilang di awal ya,

[14:06] SEO itu memang prosesnya sangat panjang

[14:09] dan sangat eh effort banget ya.

[14:13] Namun SEO itu bisa saja seketika runtuh

[14:17] dengan ee waktu yang sekejap. Nah, ini

[14:22] yang jadi e challenge-nya praktisi SEO

[14:26] di marketing karena

[14:29] banyak sekali teman-teman praktisi yang

[14:32] eh apa ya bisa dibilang kayak stres gitu

[14:36] karena SEO yang sudah dibangun sejak

[14:38] bertahun-tahun atau sampai lama banget

[14:42] itu tuh bisa saja ee hancur

[14:47] dalam hitungan detik karena terjadi

[14:50] sesuatu. Nah, terjadi sesuatunya ini

[14:53] bisa macam-macam ya. Bisa saja ada misal

[14:58] contohnya ya ada isu yang muncul apa di

[15:02] secara global atau nasional

[15:05] internasional kayak gitu. Misal salah

[15:07] satu contohnya ya, ini sering ee

[15:10] kasus-kasus yang sering terjadi di ee

[15:14] apa ya industri

[15:16] industri ee ee retail ataupun industri

[15:19] FMCG kayak gitu ya. Misal contohnya

[15:23] salah satu produk skincare kayak gitu

[15:26] ya. Mereka udah ee

[15:29] apa namanya? me

[15:32] menciptakan atau memupuk nilai skor ee

[15:35] SEO sampai bagus, orang sudah sampai

[15:38] tahu dan orang searching eh skincare

[15:41] terbaik itu munculnya skinc a gitu ya.

[15:45] Nah, ternyata skincare ini ee

[15:48] menggunakan brand ambassador salah satu

[15:51] selebriti yang ternyata

[15:54] ee punya track record ee jelek kayak

[15:58] gitu. Jadi bisa saja SEO yang ee tadinya

[16:02] sudah bagus itu bisa aja langsung hancur

[16:05] karena kesalahan memilih brand

[16:07] Ambassador. Itu salah satu contoh yang

[16:09] sering terjadi ya. dan ee banyak sekali

[16:14] sebab-sebabnya SEO itu bisa hancur. Nah,

[16:17] dan

[16:18] eh untuk menciptakan atau mengembalikan

[16:21] lagi performa SEO

[16:24] ee yang tadinya sudah bagus dan untuk

[16:28] balik lagi ee yang maksudnya hancur

[16:30] terus balik lagi jadi bagus lagi itu tuh

[16:33] pasti akan proses lagi seperti awal

[16:35] kayu. Jadi ee kalau bisa SEO itu memang

[16:40] ee kita harus preparation di awal karena

[16:44] suatu saat misal terjadi ada first

[16:46] player atau isu-isu yang tidak

[16:49] diharapkan terjadi itu kita bisa

[16:51] menangani itu dengan cepat ee atau lebih

[16:54] ke risk managementen di SEO itu sendiri.

[16:57] Oke, saya lanjutkan.

[17:00] Kemudian untuk ee tujuan SEO itu

[17:04] sendiri,

[17:06] jadi untuk pertama untuk ee mendatangkan

[17:10] pengunjung yang tepat ya,

[17:14] kemudian meningkatkan brain awareness,

[17:17] ada juga menghasilkan leads atau

[17:19] penjualan. Ini pasti beberapa corporate

[17:21] atau brand menginginkan ini ya. Kemudian

[17:24] juga ee ada ee

[17:28] kepenginan juga untuk meningkatkan

[17:30] otoritas website.

[17:32] Kemudian juga terakhir ini untuk

[17:34] mengurangi ketergantungan

[17:36] ee iklan berbayar atau kita pasang ads.

[17:39] Jadi kalau kita pasang ads terus kan ya

[17:44] apa ya kalau bahasa asiknya kan kayak

[17:47] boncos kayak rugi aja kalau kita

[17:50] lama-lama keterusan nih bayar terus

[17:52] untuk iklan gitu. Jadi saya ee kita

[17:55] bedah jadi pertama untuk mendatangkan

[17:58] pengunjung yang tepat lebih

[18:01] highlight-nya adalah yang tepat. Jadi

[18:03] kalau untuk SEO kita

[18:05] em

[18:07] supaya kita bisa mendatangkan calon

[18:09] customer atau

[18:11] ee apa ya pengunjung website yang memang

[18:15] interest-nya, sesuai dengan umurnya,

[18:20] sesuai dengan demografinya ya itu semua

[18:22] nanti bisa dibentuk oleh SEO sendiri.

[18:25] Jadi jangan sampai contoh ya,

[18:29] ada sebuah brand ee oli mobil gitu ya.

[18:35] Ee

[18:38] tapi yang SEO-nya dibentuknya ada keliru

[18:42] nih, ada salah nih. Jadi pengunjung yang

[18:44] datang adalah ibu-ibu yang suka masak.

[18:49] Sedangkan ibu-ibu yang suka masak

[18:50] mungkin itu jarang banget cari kayak ee

[18:54] oli mobil kayak gitu. Mungkin sebenarnya

[18:58] brand oli mobil itu lebih tepat

[19:00] sasarannya kalau

[19:03] ee

[19:05] pengunjungnya itu adalah ibu-ibu enggak

[19:07] apa-apa. Ibu-ibu enggak apa-apa karena

[19:08] ibu-ibu juga kan ee ada yang pakai mobil

[19:11] juga gitu. Tapi ibu-ibu yang memang suka

[19:15] merawat mobil, ibu-ibu yang memang

[19:17] peduli dengan kesehatan mobilnya,

[19:19] ibu-ibu yang suka bawa mobilnya ke

[19:21] bengkel seperti itu. Jadi bukan ibu-ibu

[19:23] yang suka masak karena itu interestnya

[19:26] sudah berbeda.

[19:28] Jangan sampai juga SEO yang dibentuk

[19:31] adalah ee muncul saat ada misal tadi

[19:35] adalah sebuah brand oli mobil, oli mesin

[19:38] muncul saat ada orang sedang cari ee

[19:42] facial wash kayak gitu. Nah, itu

[19:45] dibentuk oleh SEO juga meskipun nanti

[19:48] akan dibantu oleh ada yang namanya SM ya

[19:50] yang berbayar.

[19:53] Kemudian

[19:54] selanjutnya adalah untuk meningkatkan

[19:56] brain awareness. Brandess itu sendiri

[19:59] bisa dibilang adalah kalau brand itu

[20:01] masih baru, baru baru banget lahir, baru

[20:05] setahun atau 2 tahun, brand awareness

[20:07] ini tuh sangat penting. Jadi untuk ee

[20:10] meluaskan jangkauan bagaimana orang di

[20:15] provinsi lain atau di negara lain itu

[20:17] bisa tahu tentang produk yang kita

[20:19] miliki itu menggunakan SEO untuk brain

[20:22] awareness.

[20:24] Kemudian untuk mendapatkan leads atau

[20:26] penjualan itu di SEO juga ada caranya.

[20:29] Kemudian otoritas website. Jadi otoritas

[20:33] website sebenarnya ada banyak sekali

[20:35] aspeknya. salah satunya menggunakan SEO.

[20:38] Tapi sebenarnya yang pertama, bukan yang

[20:42] pertama, yang paling ee dominan untuk

[20:45] meningkatkan otoritas website sebenarnya

[20:47] lebih ke ee

[20:50] umurnya website itu sendiri ya. Jadi

[20:52] semakin tua website atau domainnya,

[20:55] lebih ke domain ya. Jadi kalau misal ee

[20:59] kita membahasnya adalah website-nya

[21:03] ee BINUS University itu adalah em

[21:06] seberapa lama domain BINUSA.id

[21:12] ini dibentuk. Bisa aja mungkin dari 2020

[21:15] atau 2010 atau bahkan dari tahun 2000

[21:18] itu sudah ada. Nah, kalau dari tahun

[21:20] 2000 itu sudah ada berarti

[21:23] ee otoritas website-nya itu bagus banget

[21:26] ee semakin trust gitu ya. Kemudian

[21:31] terakhir mengurangi ketergantungan sama

[21:33] iklan berbayar. Ini tentunya karena tadi

[21:36] SEO adalah organik. Saat SEO-nya itu

[21:38] sudah bagus banget, bahkan sebenarnya

[21:42] enggak perlu untuk melakukan iklan

[21:43] berbayar ya karena ya ngapain? mungkin

[21:47] ada iklan berbayar hanya untuk membantu

[21:50] saja atau kayak lagi ada promosi

[21:53] gitu-gitu bisa dipakai.

[21:56] Oke, lanjut.

[21:59] Kemudian ee

[22:04] ini yang ee bisa dibilang cara kerjanya

[22:06] Google ini. Saya di sini ee menulisnya

[22:09] ke Google dulu ya. Meskipun

[22:12] sebenarnya tadi pas di awal

[22:16] saya di sini menuliskan tentang search

[22:18] engine itu tuh ada apa aja. Jadi memang

[22:21] yang common di Indonesia itu adalah

[22:22] Google, kemudian ada Bing eh punya

[22:26] Microsoft ya kalau enggak salah.

[22:27] Kemudian ada Yaho Search. Mungkin dulu

[22:30] sebelum ada Google kita familiar di

[22:32] Indonesia. ya, Hosarch ini lebih common

[22:34] ya, karena tahun-tahun mungkin ee 2000

[22:40] era 2010 kalau mungkin

[22:44] teman-teman ee di sini sudah ada yang

[22:49] ee apa namanya

[22:51] ee sudah bisa buka komputer, handphone

[22:55] atau tapi kayaknya udah ee belum ada ya

[22:58] ee teman-teman di sini yang 2010 itu

[23:01] memang 2010 atau ini lebih ke Pak Martin

[23:04] dan rekan-rekan kali ya. Ini 2010 itu

[23:07] pasti familiar dengan Yahoo Search. Ee

[23:10] karena dulu ada namanya Yahoo Messenger

[23:12] sebelum kalau sekarang ada WhatsApp gitu

[23:14] ya. Orang-orang ee kirim emailnya juga

[23:16] pakai Yahoo seperti itu. Nah, ini

[23:19] beberapa search engine yang ada. Ada

[23:21] juga namanya Baidu, kemudian

[23:24] ee apaagi ya? Ada Dagdag G kalau enggak

[23:27] salah ya. Nah, itu ee hanya saja yang

[23:32] perlu kita pahami search engine mana

[23:35] yang akan kita gunakan. Karena di

[23:37] Indonesia ee kamennya itu Google,

[23:40] biasanya kita pakainya ee Google ya.

[23:44] Nah, di sini cara kerja Google

[23:47] sebenarnya ada tiga ee prosesnya itu

[23:50] dibagi menjadi tiga.

[23:53] Eh, yang pertama adalah ke crawling.

[23:56] Jadi,

[23:58] crawling ini sendiri bisa dibilang

[24:00] proses eh adanya bot. Jadi, Google itu

[24:03] tuh punya bot namanya Google Boot. Ee

[24:07] mereka ada di server mereka. Jadi Google

[24:10] Boot ini tuh

[24:12] setiap detik sepersekian detiknya itu

[24:14] tuh menjelajahi internet segala macam

[24:19] konten dijelajahi. Teman-teman baru

[24:21] upload bikin postingan di website itu

[24:24] pasti akan dijelajahi sama yang namanya

[24:27] Google Boot ini. Nah, Google Boot ini

[24:29] meskipun secara otomatis

[24:32] ee dipekerjakan oleh Google, tapi itu

[24:37] bisa kita ajarin, bisa kita yang kasih

[24:40] instruksi ke Google Boot itu sendiri.

[24:43] Ini namanya proses scrolling. Jadi

[24:46] si Google yang namanya Google Boot ini

[24:48] dia menjelajah kemudian menemukan ada

[24:51] apa aja sih di internet dan eh setelah

[24:55] itu baru kayak namanya indexing. Nah,

[24:59] Google Boot ini mengindeks nih. Jadi

[25:01] kayak oh nemu konten baru apa atau ada

[25:04] konten lama apa yang mungkin di baru

[25:06] di-update diindeks nih sama Google bot

[25:09] dan Google juga index. Jadi langsung ee

[25:15] dijadiin satu dengan database

[25:18] lainnya gitu loh. Jadi segala macam

[25:21] konten itu dijadiin satu. Nah, kenapa di

[25:23] sini saya juga nyebutnya adalah data

[25:26] habis raksasa ya? karena segala macam

[25:28] mungkin kita di sini lagi ada kelas pun

[25:33] orang banyak banget yang ee apa di

[25:37] Google itu tuh mereka upload ee upload

[25:40] upload upload ada konten video tulisan

[25:42] segala macam. Nah, itu indexing.

[25:45] Kemudian terakhir itu adalah baru Google

[25:47] melakukan ranking. Jadi, Google nentuin

[25:50] nih ee kontennya siapa yang layak

[25:54] ada di halaman pertama, halaman kedua,

[25:56] halaman ketiga. Itu ee dari berbagai

[25:59] macam faktor ya yang menentukan Google

[26:02] bisa menjadikan sebuah konten atau

[26:05] website itu

[26:07] punya ranking kayak gitu. Jadi, ini cara

[26:10] kerjanya. Jadi enggak yang langsung kita

[26:13] upload eh gimana ya ini ee artikelnya

[26:17] bisa langsung terindeks di halaman

[26:20] pertama itu ternyata ada prosesnya ada

[26:21] crawling kemudian indexing baru bisa

[26:25] muncul di ee indeks halaman pertama

[26:27] kayak gitu.

[26:29] Itu cara kerjanya Google. Mungkin

[26:32] sebenarnya di search engine yang lainnya

[26:35] hampir sama ya, karena mereka pasti

[26:37] punya

[26:39] ee bot masing-masing dan cara kerjanya

[26:43] ee sori promnya mungkin itu berbeda-beda

[26:47] juga setiap bot-nya juga dan

[26:52] bot-nya itu mungkin yang kayak Baidu itu

[26:56] beda lagi dengan Google Bot. eh botnya

[26:59] sama Bing itu beda lagi. Jadi Google Bot

[27:03] itu cuman bekerja di search engine

[27:05] Google aja. Dia enggak bisa dipakai di

[27:08] search engine lain gitu ya.

[27:10] Oke, selanjutnya. Nah, ini dia yang bisa

[27:13] dibilang ee

[27:16] SEO itu tuh gimana ee kita memakainya

[27:19] atau user menggunakannya, ya. Jadi kalau

[27:23] misal ini salah satu contoh ee saya

[27:26] pernah ada klien industrinya adalah

[27:29] persewaan forklift di Jakarta ya. Nah

[27:33] emm

[27:35] ini yang ee dijadikan

[27:38] klien saya adalah primary keyword. Jadi,

[27:43] gimana caranya saat ada orang searching

[27:46] ee dua kata yaitu sewa for lif yang

[27:51] muncul adalah klien saya. Itu caranya

[27:55] SEO itu seperti itu, Teman-teman. Jadi,

[27:57] tujuannya seperti itu. Jadi, saat orang

[27:59] nih udah klik ee ketik ketik ketik sewa

[28:01] forlift ee di enter yang muncul itu apa?

[28:05] Apakah bisa nih klien langsung muncul di

[28:08] halaman pertama atau direkomendasiin

[28:11] sama AI sekarang? Karena sekarang eh

[28:14] search engine juga ee sangat sangat apa

[28:17] ya? Berkolaborasi banget sama EA ya.

[28:21] Atau mungkin nih teman-teman kalau mau

[28:23] mencoba kayak misal lagi cari apa ya

[28:26] barang apa yang pengin dicari. Misal ee

[28:29] contoh

[28:31] tumbler

[28:33] tahan dingin kayak gitu. Nanti saat

[28:35] disearching apa yang paling muncul

[28:37] paling depan? Nah, SE itu cara kerjanya

[28:41] seperti itu. Gimana caranya orang yang

[28:43] jualan tumblr itu tuh bisa memunculkan

[28:46] produknya ke teman-teman saat cari

[28:48] tumblr ee tahan dingin itu. Atau misal

[28:52] ini adalah klien saya, gimana caranya ee

[28:55] mereknya klien saya ini bisa muncul ke

[28:58] orang-orang yang lagi cari persewaan

[29:01] forklift gitu. Nah, kayak sewa foglift

[29:04] itu pasti nanti akan muncul banyak

[29:06] banget kayak juga eh apa namanya tadi?

[29:10] Tumbler tahan dingin itu pasti banyak

[29:12] banget dan semua produk, semua brand

[29:15] berkompetisi di sini ya. Jadi itulah

[29:17] fungsinya SEO

[29:20] dan ini contohnya ya.

[29:24] Jadi saat searching eh sewa forlift di

[29:28] bagian sebelah kanan itu adalah eh ada

[29:31] namanya search panel. Jadi di situ

[29:34] adalah website yang mencantumkan

[29:37] informasi detail tentang persewaan

[29:40] foglift.

[29:41] eh ada berbagai macam eh website dari

[29:45] berbagai macam brand

[29:47] dan bisa saja

[29:50] ee dari search panel itu tuh ada website

[29:53] yang enggak ada kaitannya sama sekali

[29:56] dengan sewa forlift itu bisa banget.

[29:59] Kenapa? karena ada berbagai macam

[30:02] website yang bisa dibilang itu kayak

[30:04] media gitu ya, yang mereka akan membahas

[30:06] segala macam hal yang ada di kehidupan

[30:09] itu tuh ditulis. Nah, tapi di sini di

[30:12] source panel ini saya lihat di situ

[30:14] isinya adalah website yang terpercaya

[30:17] yang mengulas tentang persewaan forlift.

[30:19] Nah, di sebelah kiri itu ada eh summary

[30:24] dari AI overview gitu ya. Jadi kayak

[30:27] nyebutin nih sewa foglift di karena saya

[30:31] tinggal di Jakarta itu ada apa aja nih?

[30:34] Emm bisa nyari yang berapa ton, kemudian

[30:37] yang apakah bisa per jamnya berapa,

[30:39] harian berapa, mingguan berapa. Nah, ini

[30:42] yang ee hasil akhirnya dari SEO.

[30:45] Kebayang enggak sih, Teman-teman, saat

[30:47] Teman-teman punya brand kemudian SEO-nya

[30:50] itu dikerjain, dibagusin dan saat orang

[30:53] searching keyword yang ditentukan oleh

[30:55] teman-teman yang dicari oleh ee custom

[30:58] calon customer ya, itu bisa langsung

[31:00] muncul di paling kiri dan bisa langsung

[31:03] diklik sama ee calon customer itu

[31:06] sendiri gitu. Itu sangat membantu banget

[31:09] untuk meningkatkan tadi ya, brain

[31:11] awareness. Kemudian juga tentang

[31:15] leads atau penjualan itu pasti sangat

[31:17] bisa dibantu banget.

[31:19] Jadi ini tentang ee search engine.

[31:23] Ee tapi saya di sini juga ee sebenarnya

[31:26] bukan meragukan teman-teman, tapi dari

[31:30] behavior

[31:31] orang ee bisa dibilang tahun-tahun 2000

[31:35] enggak jauh-jauh deh

[31:37] 2015 sampai 2020

[31:40] itu orang masih eh mencari di search

[31:43] engine. mereka buka Google kemudian

[31:46] mencari nih misal contohnya itu ee face

[31:50] wash untuk kulit kering kayak gitu itu

[31:54] di Google atau di search engine lain

[31:57] tapi mungkin dari 2020 sampai sekarang

[32:00] atau mungkin bisa dibilang 3 tahun

[32:02] terakhir deh ya atau bahkan ini

[32:04] teman-teman yang sekarang ee lebih

[32:07] seringnya searching itu mungkin di

[32:10] TikTok iya enggak atau di YouTube. Nah,

[32:14] itu akan beda lagi, Teman-teman. Nanti

[32:15] kita ee di terakhir boleh kita akan

[32:18] discuss tentang itu, ya. Jadi,

[32:22] jadi ada pergeseran ee ee mencari

[32:25] sesuatu di search engine dan di platform

[32:29] media sosial. Meskipun sebenarnya secara

[32:31] teori nanti akan sama yang akan dibahas

[32:34] tapi itu akan berbeda banget eh

[32:36] behavior-nya. Jadi, nah kalau yang

[32:39] seperti ini ini diarch engine, jadi akan

[32:42] muncul seperti apa? sebenarnya akan

[32:44] memudahkan banget tuh di search engine

[32:46] karena di search engine itu bisa banyak

[32:48] banget yang bisa kita dapat. Tapi juga

[32:51] enggak salah kalau teman-teman juga

[32:53] carinya kayak di TikTok atau di YouTube.

[32:56] Karena saya juga mengalami sendiri ya,

[32:59] terkadang ada beberapa konten yang kita

[33:01] enggak nemu di search engine, tapi malah

[33:03] ada nih kontennya di TikTok atau di

[33:05] YouTube kayak gitu. karena em beberapa

[33:09] platform itu juga khususnya kayak TikTok

[33:11] ya itu kan em berbeda dunianya bukan

[33:16] dunianya ya berbeda berbeda negara lah

[33:19] ya dengan Google. Nah biasanya search

[33:22] engine tidak munculin ee konten-konten

[33:26] dari TikTok di hasil pencarian di

[33:28] Google. Tapi kalau YouTube itu kan masih

[33:30] satu negara nih sama Google. Karena

[33:33] YouTube produknya dari Google itu bisa

[33:35] Google munculin nih e konten-konten

[33:38] YouTube di hasil pencarian gitu.

[33:42] Nah, kalau yang sebelah kiri itu nanti

[33:44] setelah ada AI overview di bawahnya ini

[33:47] ada namanya indeks. Indeks itu nanti

[33:49] yang bisa kita bilang ada di halaman

[33:52] pertama, ada di halaman kedua, halaman

[33:54] ketiga, dan halaman selanjutnya. Gimana

[33:56] caranya konten kita, konten yang kita

[33:59] bangun SEO-nya itu bisa muncul di indeks

[34:02] paling atas dan di halaman pertama.

[34:06] Jadi ee saat searching keyword tertentu

[34:09] dan munculnya apa, nah itu udah bagus

[34:11] banget. Bisa teman-teman lihat di

[34:13] sebelah kiri ee berarti website-website

[34:17] ini bagus SEO-nya karena

[34:20] saat searching e keyword ini langsung

[34:24] muncul gitu di indeks di halaman

[34:25] pertama.

[34:27] Jadi bisa dipelajari juga ya. Nah, nanti

[34:31] juga saya akan share juga tentang ee

[34:34] bagaimana mengidentifikasi

[34:36] website yang bagus ee SEO-nya secara

[34:39] sederhana gitu ya.

[34:43] Oke, lanjut di ee tiga pilar utama

[34:45] tentang SEO itu sendiri.

[34:48] Ee sebelumnya kalau teman-teman ada yang

[34:51] mau tanya boleh ya di kolom chat ya.

[34:54] Nanti saya bisa baca dan ee kita bisa

[34:58] sambil ee discuss bareng gitu.

[35:02] Nah,

[35:03] ini kita akan memasuki ke ee teori

[35:06] banget ya, Teman-teman. Semoga enggak

[35:08] bosan. Tapi kalau teman-teman yang suka

[35:10] banget digital marketing dan khususnya

[35:13] SEO ini tuh seru banget sebenarnya.

[35:15] Karena

[35:17] kenapa saya bilang seru? Karena

[35:20] sangat mengeksplore kreativitas kita ya.

[35:23] Jadi tiga pilar utama di SEO ini

[35:25] sebenarnya menurut saya ini tuh enggak

[35:27] teori banget. Enggak perlu dihafal,

[35:29] enggak perlu di apa ya namanya? Enggak

[35:32] perlu kita ingat-ingat ee maksudnya

[35:33] ujian apalah apalah keluar nanti. karena

[35:36] di ee

[35:39] real life-nya saat di industri ee

[35:42] industri beneran

[35:44] tiga pilar utama ini memang ya memang

[35:46] harus dikerjakan

[35:47] dan dikerjakannya itu menggunakan ee

[35:51] kreativitas,

[35:52] menggunakan ee apa namanya juga

[35:56] ya pokoknya

[35:58] ini ya ee kreativitas banget menurut

[36:01] saya malah ee sebenarnya dari tiga hal

[36:03] ini.

[36:05] nya juga harus ee oke kayak gitu.

[36:08] Jadi tiga pilar utama itu ada tiga. Ini

[36:11] menurut saya ya, Teman-teman. Meskipun

[36:14] nanti Teman-teman kalau misal ee mau

[36:16] cari-cari kayak di ee Chat GPT atau di

[36:19] AI Meta AI Gemini kayak gitu

[36:21] macam-macam.

[36:23] SEO SEO itu pasti fundamentalnya ada

[36:26] banyak. Ee tapi di sini saya

[36:29] mencantumkan tiga ya karena ini yang

[36:32] paling utama menurut saya. Yang pertama

[36:34] ada on page SEO, kemudian technical SEO,

[36:38] kemudian off page SEO. Jadi ada satu

[36:41] yang beda namanya technical SEO dan ada

[36:44] dua yang tapi itu

[36:46] berkebalikan on page dan off page. Kita

[36:50] bahas tentang on page terlebih dahulu

[36:52] ya. Nah, on on page SEO itu sendiri

[36:56] adalah optimasi yang dilakukan saat kita

[36:59] punya website itu. Tapi kita dari dalam.

[37:02] dari dalam itu dari mana? Ada yang

[37:05] namanya biasanya ya content management

[37:07] system. Jadi ada satu dashboard

[37:11] eh saat teman-teman punya website

[37:14] itu

[37:15] eh dashboard yang kita untuk posting

[37:17] artikel, kita untuk otak-atik nanti eh

[37:21] visualnya kayak gimana, itu namanya

[37:24] dashboard-nya lebih eh mungkin bisa

[37:25] dibilang content management system. Ada

[37:28] banyak banget content management system

[37:30] atau orang eh

[37:33] orang-orang apa ya? Digital marketing

[37:36] sering nyebutnya adalah ee CMS ya. Jadi

[37:39] kayak eh pakai CMS apa nih? Kayak gitu.

[37:42] Orang secara mungkin ya global

[37:44] internasional CMS yang paling populer

[37:47] ada namanya WordPress.

[37:49] Eh WordPress ini bisa dibilang adalah

[37:51] salah satu konten management system yang

[37:53] paling baik. bisa dibilang malah terbaik

[37:55] ya karena ee bisa dibilang

[38:00] levelnya masih kayak open source bukan

[38:02] tapi enggak open source banget kita juga

[38:04] beli ya maksudnya eh WordPress yang ee

[38:10] apa namanya free juga ada, tapi fiturnya

[38:12] enggak selengkap yang ee berbayar gitu.

[38:17] Nah,

[38:19] di dalam onpage SEO itu sendiri itu tuh

[38:21] kita apa aja yang perlu kita olah nih

[38:24] untuk SEO-nya bisa jadi bagus? Ada

[38:27] namanya keyword research pertama

[38:30] dan yang namanya keyword research ini

[38:32] hampir di semua eh apa namanya lini

[38:36] bagian digital marketing keyword

[38:38] research itu tuh ada terus dan sering

[38:40] dipakai. Kemudian ada title tag,

[38:43] kemudian ada meta description, heading

[38:45] structure, internal linking, lalu ada

[38:48] image SEO. Kalau teman-teman yang udah

[38:50] familiar mungkin ini kayak gampang ya,

[38:52] kayak oh itu tahu tahu tahu gitu. Tapi

[38:55] untuk teman-teman yang belum familiar

[38:57] atau bahkan sama sekali baru dengar e

[38:59] istilah-istilah ini, mungkin ini akan

[39:02] bisa lebih mempermudah teman-teman. Nah,

[39:04] ini ada WordPress dashboard. Eh, kalau

[39:06] teman-teman punya website menggunakan

[39:09] content management-nya adalah eh

[39:12] CMS-nya adalah WordPress, ini tampilan

[39:15] utamanya. Ee ini saya dashboard-nya

[39:18] website saya yang Lintang Media. Jadi,

[39:20] di situ kita bisa otak-atik tuh ee

[39:23] visualnya nanti seperti apa. Kalau kita

[39:25] punya template itu kita bisa otak-atik

[39:29] ee kemudian ee apa namanya?

[39:33] kita bisa posting artikel, kita bisa ee

[39:38] apa namanya? ngecek gitu ya ee ee apa ya

[39:42] sebutannya performa website kita itu

[39:44] kayak gimana. Ini dashboard dari

[39:46] WordPress sendiri.

[39:49] Lalu ini yang saya sebut tentang keyword

[39:53] research.

[39:54] Jadi, keyword research itu nanti

[39:56] fungsinya setelah kita dapat nih keyword

[39:58] apa yang akan kita pakai untuk SEO, baru

[40:01] kita pasang di

[40:04] eh ada plugin di WordPress. Nah, enaknya

[40:09] WordPress itu, ini saya bukan promosi

[40:11] WordPress ya, tapi memang WordPress itu

[40:15] paling enak, gampang karena eh friendly

[40:17] dengan beberapa SEO tools ya seperti dan

[40:22] salah satunya juga kayak saya ngelihat

[40:25] memalnya

[40:28] BINUS ee itu juga

[40:31] pakai WordPress ya, jadi SEO friendly

[40:34] banget. Jadi di sini ada namanya focus

[40:36] keypress. Jadi saat kita sudah punya

[40:39] keyword, kita masukkan aja di artikel

[40:43] itu. Jadi, mm kalau kelihatan di sini,

[40:46] Teman-teman, ee saya masukkan

[40:49] ada keyword-nya adalah lagu anak. Jadi,

[40:53] ee goal saya atau target saya, aim saya,

[40:57] kalau ada orang searching di em search

[41:01] engine lagu anak, itu bisa muncul

[41:04] artikel dari website saya kayak gitu.

[41:06] meskipun prosesnya nanti akan ada

[41:08] panjang banget ya teman-teman.

[41:11] Ini keyword research. Kemudian

[41:13] selanjutnya ada heading structure. Jadi

[41:15] di dalam artikel sendiri mungkin

[41:17] teman-teman udah sering nulis ya atau

[41:20] kalau ada yang pernah

[41:22] ee skripsi ada karya ilmiah apapun itu,

[41:25] heading itu tuh ee penting banget dan di

[41:29] SEO itu penting banget eh structur-nya

[41:32] ya. Jadi harus bisa dibedain mana ee

[41:36] bagian judul, mana bagian paragraf untuk

[41:40] ee awal. Heading 1, heading 2, heading

[41:43] 3, kayak gitu. Mm penting banget karena

[41:49] yang na tadi yang di ee sebelumnya saya

[41:52] cerita tentang Google Boot, Google Boot

[41:54] itu crawling. Jadi kayak structur-nya

[41:56] itu tuh dianalisa banget dalam satu

[41:59] artikel itu tuh udah komplit belum? ada

[42:02] heading 1, heading 2, heading 3, 4 dan

[42:05] ada judulnya

[42:06] sudah ada tag-nya belum seperti itu. Itu

[42:09] namanya heading structure.

[42:12] Nah, sebenarnya ini teknis ya, tapi

[42:14] nanti teman-teman bisa mempelajari itu

[42:16] di YouTube. Banyak banget tutorial

[42:18] tutorialnya bisa dipelajari kalau memang

[42:21] teman-teman pengin menggeluti di

[42:23] industri SEO dan digital marketing ini

[42:27] ya.

[42:28] Lalu ada namanya internal linking. Kalau

[42:31] teman-teman pernah baca artikel

[42:34] eh kemudian emm

[42:38] pas baca di tengah-tengah ada seperti

[42:40] ini kayak baca artikel lainnya

[42:43] itu sebutannya internal linking itu ada

[42:46] beberapa link yang diarahkan ke artikel

[42:50] kita lainnya juga gitu. itu namanya

[42:52] internal linking. Nah, semakin banyak

[42:54] internal linking,

[42:56] banyak tapi enggak yang berlebihan ya,

[42:59] itu akan meningkatkan skor SEO website

[43:01] kita sendiri gitu.

[43:04] Kemudian selanjutnya ada image SEO. Jadi

[43:08] kalau pernah lihat ada alt tex, alt

[43:12] image itu dimasukkan juga keyword di

[43:15] dalamnya. Itu untuk image SEO.

[43:17] Sebenarnya

[43:19] alt teks atau image itu hanya membantu

[43:24] eh Google Boot atau Crawler itu

[43:27] mendeteksi ini tuh foto apa. Ee dan kita

[43:32] kalau bisa jangan bohong ya, jangan

[43:36] memanipulasi data. Maksudnya kalau ada

[43:39] foto

[43:41] gambar anak-anak kita tulis ee

[43:45] apa namanya? ada unsur anak kayak gitu.

[43:48] Jangan terus fotonya anak, tapi kita

[43:51] alternatif teksnya adalah car atau

[43:54] mobil. Nah, itu kan berbeda. Nanti

[43:56] Google Boot-nya akan bingung dan akan

[43:58] merekomendasikan itu jadi suatu hal yang

[44:00] keliru. Nanti bisa kacau gitu ya. Itu

[44:04] tentang image SEO.

[44:07] Nah, balik lagi tadi tentang on page

[44:10] SEO. Tadi ada title tag kemudian ada

[44:13] meta description. ini yang bisa

[44:16] teman-teman ee saksikan bareng ya. Jadi

[44:19] yang paling atas itu title tag. Ini

[44:21] namanya title tag.

[44:24] Kemudian ee ini yang maksudnya yang

[44:26] paling atas itu e judul ya, judul kayak

[44:29] artikel ee itu yang sebutannya title

[44:31] tag. Jadi di dalam title tag itu

[44:33] biasanya harus ada keyword-nya, primary

[44:36] keyword-nya, terus

[44:39] longtail keyword-nya juga.

[44:41] Nah, itu sangat penting untuk SEO.

[44:43] Kemudian kalau untuk metadescription itu

[44:45] yang bagian bawahnya dari judul itu ee

[44:50] metadescription itu sendiri. Biasanya di

[44:52] meta description itu ee

[44:57] mereka kayak apa ya mencantumkan eh

[45:01] keyword juga tapi akan menjelaskan

[45:03] secara apa ya kayak deskriptif aja gitu

[45:08] lebih detail lebih komplit karena kan di

[45:10] title tag enggak bisa sebanyak itu

[45:12] karakternya ya.

[45:15] Nah, itu tentang on page eh SEO.

[45:18] Kemudian ee ada namanya technical SEO.

[45:22] Ee jadi optimasinya itu secara teknis.

[45:27] Jadi yang pertama ada website speed,

[45:30] kemudian ada mobile friendly-nya,

[45:32] kemudian ada secure-nya di eh domain ada

[45:37] kalau teman-teman pernah lihat kayak

[45:39] https dan http aja itu akan berbeda

[45:43] banget. Terus ada juga namanya Sidem S

[45:47] eh file-nya itu extension-nya biasanya

[45:50] XML.

[45:52] Kemudian ada robots TXT, kemudian ada

[45:54] website structure.

[45:56] Ini juga teknis banget, Teman-teman.

[45:58] Kalau mau mempelajari one by one-nya

[46:01] boleh ee YouTube ya, karena itu pasti ee

[46:07] teknis banget, detail banget. Ee saya di

[46:10] sini akan menjelaskan secara generalnya.

[46:13] Jadi kalau website speed itu ee bisa

[46:16] dibilang gini ya,

[46:18] saat teman-teman buka website atau buka

[46:21] aplikasi atau apapun itu

[46:24] lemot enggak tuh kebukanya? Nah, kalau

[46:27] lemot lama banget ee itu speed-nya

[46:32] jelek. Ee jadi semakin lama kebukanya ee

[46:38] di luar jaringan atau koneksi kita ya.

[46:43] Biasanya kita misal wifi kencang apa,

[46:45] tapi pas buka suatu website kok lama

[46:47] banget enggak kebuka-buka. Nah, itu

[46:49] website speed-nya jelek berarti dah. Dan

[46:51] itu SEO score-nya enggak bagus ya. Itu

[46:55] ada beberapa aspek ee yang mempengaruhi.

[46:59] Salah satu contohnya adalah em

[47:03] ee besarnya

[47:05] website. Jadi mungkin ya di dalam

[47:07] website itu kebanyakan foto, video. Nah,

[47:10] saat kita kita buka pertama kali itu

[47:13] loading-nya lama banget. Itu speed-nya

[47:15] sangat ee enggak bagus gitu. Ee dan

[47:19] macam-macam. Bisa jadi servernya juga

[47:21] lagi down atau apapun itu gitu ya. Jadi

[47:24] harus pilih server yang bagus juga.

[47:27] Kemudian mobile friendly. Sebutan mobile

[47:29] friendly lebih ke eh bagaimana

[47:33] tampilan website itu tuh bisa secara

[47:36] nyaman kita lihat versi mobile atau

[47:38] lewat handphone

[47:40] karena akan berbeda em

[47:43] tampilannya desktop dari laptop atau ee

[47:47] mobile

[47:48] dari handphone atau mungkin tablet iPad

[47:52] kayak gitu ya. Kemudian https itu tuh

[47:55] lebih ke masalah keamanan ee domain ya

[48:01] ee dan hosting website itu sendiri. Jadi

[48:04] lebih baik pakai HTTPS karena lebih

[48:06] secure. Emm itu ada perbedaannya HTTP

[48:11] dan HTTPS. Jadi kalau teman-teman lagi

[48:14] ee browsing nemu website yang masih http

[48:18] itu perlu ee waspada aja. Belum tentu

[48:22] itu scam atau apa, tapi waspada aja

[48:26] karena masih ada juga website ee apa

[48:30] namanya? Official masih pakai HTTP.

[48:32] Biasanya ini yang jadul ya, yang zaman

[48:35] dulu banget.

[48:37] Kemudian ada semap eh robot CXC website

[48:40] structure. Nah, Sap ini sebenarnya lebih

[48:42] ke directory

[48:45] website kita itu isinya ada apa aja.

[48:47] Nah, itu nanti yang akan membantu Google

[48:49] Boot atau Crawler yang akan membaca

[48:52] eh website kita ada apa aja. Nah, robot

[48:56] TXT ini lebih ke nah ini yang kita kasih

[49:00] instruksi ke Google Boot atau ke Crawler

[49:03] makanya em sebutannya robots txt. Jadi

[49:07] nanti saya akan tunjukkan juga. Jadi

[49:09] kayak boleh enggak nih eh Google Boot

[49:12] baca website kita atau meng-craw

[49:15] kita gitu. Kemudian ada website

[49:18] structure. Nah, website structure ini

[49:21] lebih ke kayak seberapa rapi website

[49:23] kita. Jadi, apakah ada eh halaman

[49:27] tentang about us, ada contact us,

[49:30] home-nya kayak gimana, kayak gitunya

[49:33] komplit ada eh FAQ eh kemudian eh

[49:37] macam-macam lain sebagainya. Itu website

[49:39] structure. Semakin rapi, semakin komplit

[49:42] berarti bagus SEO score-nya. Nah, ini

[49:45] saya men ee ini data paling update

[49:49] terakhir ee kemarin ya. Saya mencoba

[49:52] menganalisa eh page speed-nya untuk eh

[49:56] BINUS University ya. Eh, di sini bisa

[50:00] dilihat kayak eh performance-nya masih

[50:03] merah sebenarnya, tapi ini ee apa ya?

[50:08] Bukan menentukan bagus enggaknya sebuah

[50:11] website sebenarnya. ini hanya sebagai

[50:13] analisa. Jadi kalau memang ada yang

[50:15] perlu diperbaiki bisa banget diperbaiki.

[50:18] Secara SEO udah ee bagus ee sampai ke 85

[50:23] ya. Nah, page Speed Inside ini

[50:26] teman-teman bisa cari kok Google punya

[50:28] tools bawaan gratis. Jadi search aja

[50:31] Page Speed Inside. Nanti teman-teman em

[50:35] tinggal copy terus paste di sini

[50:39] website-nya nanti bisa dianalisa oleh

[50:41] Google. Nah, di sini

[50:45] ee sebenarnya nanti akan kelihatan

[50:48] mobile desktopnya kayak gimana.

[50:50] Nah, kalau teman-teman punya website

[50:53] atau media itu kalau bisa

[50:55] performance-nya bagus, kemudian SEO-nya

[50:57] juga bagus. Nah, ini saya meng-compare

[51:00] dengan salah satu media eh ID and Times.

[51:03] Nah, IDM ID and Times juga

[51:05] performance-nya

[51:06] masih merah nih. Jadi, ada banyak hal

[51:08] yang masih bisa di ee apa ya

[51:14] lakukan. Ada yang masih bisa diperbaiki

[51:16] lagi gitu. Secara SEO juga bagus karena

[51:19] ya media perlu banget ya SEO-nya.

[51:25] Kemudian berlanjut ini sebutannya adalah

[51:28] semap XML. Jadi kalau ini punyanya

[51:31] BINUS.

[51:33] Jadi kalau teman-teman mau ngelihat di

[51:35] BINUS eh University itu apa ini semap

[51:40] XML-nya biasanya. Nah, ini saya bisa

[51:44] tahu kenapa tadi BINUS pakai Yoas.

[51:46] Karena di sini generated by Yoas.

[51:49] Eh, meskipun kita juga bisa ya generate

[51:53] S map. Jadi, S map ini bentuknya tuh

[51:55] file ya, Teman-teman. Jadi, kita nanti

[51:57] upload file-nya ini tuh di eh apa

[52:02] namanya? Directory website kita gitu.

[52:05] Nah, bentuknya file. Kita juga bisa

[52:07] generate s file kita di sitemaps.org

[52:11] ini ya. ini free kalau di sitemaps.org

[52:15] ini. Cuman akan lebih bagusnya lagi

[52:17] kalau kita generate semap XML-nya itu

[52:21] pakai tools berbayar.

[52:24] Nah, ini saya nunjukin juga nanti

[52:27] komparasi dengan

[52:29] ee

[52:31] side map-nya punya media ini punya ID

[52:34] and Times. Nah, akan dia sangat kompleks

[52:39] banget lebih detail.

[52:42] mungkin dia karena media ya, jadi kayak

[52:46] semap ini tuh sangat-sangat penting bagi

[52:49] industri media dan itu harus detail

[52:51] banget.

[52:54] Eh, selanjutnya ada nah ini namanya

[52:56] robots txt. Ini robot txt-nya punya

[52:59] website-nya BINUS.

[53:02] Jadi di sini tuh kita kayak ngasih

[53:04] instruksi ke eh crawlernya kayak user

[53:08] agen-nya itu apa, dibolehinnya apa,

[53:11] diselo-nya apa, enggak dibolehinnya apa,

[53:14] kemudian side map-nya itu apa nih eh

[53:18] URL-nya kayak gitu. Nah, ini bisa

[53:20] teman-teman e compare sama robot TXT-nya

[53:26] media ya. Balik lagi ke ID and Times.

[53:29] Nah, di sini

[53:31] dia cukup detail memberikan instruksi ke

[53:35] crawlernya dan eh crawlernya enggak

[53:39] cuman Google Boot, ada juga namanya user

[53:42] agennya Twitterbot juga ada Facebook

[53:45] external Hit. Nah, itu macam-macam.

[53:47] Teman-teman bisa mempelajari itu di

[53:50] YouTube kayak LOL tutorialnya ya.

[53:53] Ini ee ada fungsinya juga. Nah, jadi

[53:56] robot TXT itu semakin detail semakin

[53:59] bagus juga

[54:01] eh untuk SEO Score, untuk Google Boot

[54:04] untuk nge-crawling

[54:06] index eh untuk mengindeks eh

[54:08] konten-konten website kita. Set map-nya

[54:12] rapi juga lebih bagus lagi. Kemudian

[54:15] tadi em itu yang akan menghasilkan

[54:20] eh analisanya untuk page speed eh

[54:23] website-nya jadi bagus juga gitu.

[54:26] kemudian ee beranjak ke off page SEO ya.

[54:31] Di sini teman-teman eh mungkin tadi

[54:34] sempat saya bilang tentang domain

[54:35] authority. Jadi off page SEO ini sangat

[54:38] berhubungan juga sama domain authority.

[54:41] Jadi kebalikan dari on page off page itu

[54:44] adalah optimasi tapi di luar website

[54:46] kita sendiri. Nah, salah satunya adalah

[54:48] ada namanya backlink building. Em

[54:54] di sini ee bisa dibilang

[54:57] apa ya? Mm

[55:00] contohnya gini.

[55:02] Saat ada teman-teman

[55:05] buka suatu website, media lagi baca

[55:08] artikel tentang politik atau apapun itu,

[55:10] kemudian ada link artikel eh yang kayak

[55:16] facial was apalah apalah kayak gitu.

[55:18] Nah, itu namanya backlink building. Jadi

[55:20] si produk face wash ini itu bisa

[55:23] tercantum di salah satu ee mm artikel

[55:28] sebuah media kayak gitu.

[55:30] itu namanya backlink building. Jadi

[55:33] naruh link konten kita, artikel kita di

[55:36] website-nya orang lain itu backlink

[55:39] building. Ada juga digital PR. Kalau

[55:41] digital PR itu mungkin lebih smooth

[55:43] lagi. Jadi kayak kita biasanya ini

[55:45] digital PR tuh berbayar ya.

[55:48] kita ee minta ke beberapa media untuk

[55:51] meliput produk kita ee menjadikannya

[55:54] sebuah artikel di website mereka untuk

[55:57] mempromosikan ee produk kita gitu. Misal

[56:01] tadi misal saya punya face was ee

[56:05] kemudian ada salah satu media yang

[56:07] mempromosikan produk saya itu namanya

[56:09] digital PR. Jadi semakin banyak kita ee

[56:13] digital PR-nya semakin bagus juga off

[56:15] page SEO-nya karena membawa traffic ke

[56:18] website kita dari website orang lain itu

[56:20] sangat bagus untuk membentuk domain

[56:22] authority.

[56:24] Kemudian brand mention. Eh brand mention

[56:26] maksudnya juga ada beberapa ee

[56:30] ee website atau blog atau apapun itu

[56:33] yang ng-mention produk kita mereknya apa

[56:35] itu semakin bagus juga. Gas posting

[56:38] juga. Jadi gas posting itu lebih ke

[56:40] kayak hampir sama kayak brand mention

[56:42] gitu ya.

[56:44] Sosial media dan influencer ini juga

[56:46] jadi kayak karena balik lagi ya website

[56:49] itu sebenarnya adalah landing page.

[56:51] Sedangkan mencari trafficnya kita bisa

[56:53] dari manaun salah satunya sosial media.

[56:56] Influencer juga pakai sosial media kan.

[56:58] Jadi saat ada sosial media mempromosikan

[57:01] produk kita itu nanti landing page-nya

[57:03] akan ke website. Nah, itu bagus banget

[57:05] untuk off page SEO-nya.

[57:08] Eh, lalu ada content distribution. Jadi,

[57:10] gimana caranya konten kita bisa disebar

[57:12] secara luas. Mau kita secara kita

[57:15] sendiri atau kita bikin konten yang

[57:20] shareable. Jadi, orang akan dengan

[57:23] sukarela mau nge-share konten kita gitu.

[57:26] itu nanti kan ada orang share di

[57:29] WhatsApp, di DM Instagram, di apa saat

[57:32] orang klik itu sebutannya content

[57:34] distribution ya seperti itu. Itu off

[57:38] page SEO.

[57:40] Nah, kita akan beranjak ke keyword riset

[57:42] yang tadi saya sampaikan keyword riset

[57:45] itu tuh pasti akan kita temukan di

[57:47] berbagai macam aspek digital marketing.

[57:50] Nah, mengapa keyword research itu

[57:53] penting? Karena

[57:57] kita harus tahu dulu nih ee

[58:00] kayak

[58:02] orang cari brand kita karena apa. Jadi

[58:05] kita harus tahu ee user itu tuh lagi

[58:09] cari keyword apa yang bisa berhubungan

[58:12] dengan produk kita. Misal kayak tadi

[58:15] contohnya apa ya?

[58:18] Ee jangan vision luas lagi deh. Misal

[58:20] tadi for lift ya. forklift. Eh,

[58:23] teman-teman tahu ya tadi eh forklifft

[58:25] itu apa? Jadi yang alat untuk mindahin

[58:28] barang-barang berat yang kayak garpu

[58:31] gitu bawahnya fork lif. Jadi emm

[58:36] untuk di beberapa industri forklift itu

[58:39] kan dicari tuh orang lagi syuting film

[58:43] pun mungkin butuh em forklift untuk

[58:45] mindahin

[58:47] kamera yang berat, mindahin sound atau

[58:50] apa yang berat gitu pakai flifft atau

[58:53] industri yang

[58:55] pergudangan dia harus mindah-mindahin

[58:57] barang berat di gudangnya itu cari

[59:00] fliff.

[59:02] Nah, keyword apa nih yang mendekati ke

[59:05] forklift kayak gitu. Jadi, kita cari inf

[59:08] eh cari orang yang lagi cari informasi

[59:11] tentang

[59:13] ee produk yang kita punya gitu atau

[59:17] orang yang lagi membandingkan pilihan,

[59:19] orang yang siap membeli

[59:22] atau khusus memang lagi cari website

[59:24] tertentu. Ini lebih ke keyword ee

[59:27] research.

[59:29] Nah, pakai tools apa dong kalau keyword

[59:32] research biasanya? Nah, saya sering juga

[59:35] pakai keyword gratisan

[59:38] dari Google namanya Google Trends.

[59:40] Google Trends itu kita bisa tahu gitu di

[59:43] beberapa bulan terakhir orang itu lagi

[59:47] ramai cari emm keyword apa gitu.

[59:52] Nah, ini orang media perlu banget kalau

[59:54] menguasai

[59:56] eh

[59:58] keyword research ya. Kalau teman-teman

[01:00:02] mau coba di Google Trends atau di

[01:00:04] berbagai macam platform tools eh

[01:00:07] pencarian keyword di awal 2026 secara

[01:00:12] global itu keyword paling tinggi

[01:00:16] Hanta virus

[01:00:19] eh itu paling tinggi banget eh search

[01:00:22] volume-nya itu tuh bisa jutaan. Banyak

[01:00:25] banget orang search eh keyword itu ya.

[01:00:30] Emm mungkin apalagi ya, ada namanya Fit

[01:00:33] IQ.

[01:00:35] Fit IQ itu biasanya saya pakai ee untuk

[01:00:39] di YouTube ya. Jadi ada tools-tools

[01:00:42] gratis juga untuk kita mendeteksi

[01:00:44] keyword kita perform enggak, kuat enggak

[01:00:46] gitu.

[01:00:48] Nah, ini penting banget keyword reset.

[01:00:53] Mm

[01:00:55] lalu tentang konten SEO ya.

[01:00:59] Nah, bisa dibilang em

[01:01:03] ada dua hal ee di konten SEO. Namun

[01:01:07] secara umumnya, kenapa saya di sini

[01:01:09] mencantumkan konten SEO? Mm SEO itu

[01:01:13] sendiri enggak jauh hubungannya dengan

[01:01:16] konten karena harus punya konten yang

[01:01:18] bagus untuk bisa mencapai SEO score yang

[01:01:21] bagus juga.

[01:01:23] konten seperti apa sih yang disukai eh

[01:01:27] untuk SEO itu jadi bagus skornya. Saya e

[01:01:31] menyebutkannya ada dua sih lebih ke

[01:01:33] pertama helpful content. Yang kedua juga

[01:01:37] ada structure page.

[01:01:39] Em

[01:01:41] jadi website yang punya konten-konten

[01:01:44] yang ee

[01:01:46] bisa jadi solusi untuk orang kemudian

[01:01:50] gampang dimengerti. komplit, akurat, dan

[01:01:54] terpercaya. Jadi, misal contoh ya,

[01:01:57] Teman-teman. Mm

[01:02:00] lagi searching

[01:02:03] kepala pusing sebelah kanan saja.

[01:02:05] Biasanya akan muncul tuh di search

[01:02:07] engine

[01:02:09] artikel dari Halod Doc atau eh yang

[01:02:14] lainnya atau ini Halodc ya. Nah, helpful

[01:02:18] content dari Halodg karena memang Halodg

[01:02:22] isinya adalah em tentang kesehatan ya.

[01:02:27] Tapi itu kan jadi solusi atau

[01:02:31] ee apa ya? Ya, apa yang dicari oleh kita

[01:02:35] kejawab di situ gitu loh. Kenapa pusing

[01:02:38] sebelah kanan aja atau kiri aja gitu.

[01:02:41] Dan kalau artikel yang mudah dipahami

[01:02:44] lebih bagus lagi, lebih lengkap, lebih

[01:02:47] bagus lagi. Ternyata enggak cuman bahas

[01:02:49] tentang pusing atau sakit kepala, tapi

[01:02:52] pengaruhnya nanti di ada di gert atau

[01:02:54] apa. Nah, itu lengkap macam-macamnya.

[01:02:57] Itu helpful content.

[01:03:00] Terus ada structured page. Jadi kayak eh

[01:03:04] website yang rapi secara strukturnya itu

[01:03:07] akan membantu SEO-nya jadi lebih bagus

[01:03:09] lagi. Jadi judul yang menarik itu kayak

[01:03:12] gimana, ada home kayak gimana, kemudian

[01:03:16] ada halaman yang membahas tentang FAQ

[01:03:18] dan kesimpulan macam-macam kayak gitu.

[01:03:21] Itu bagus banget ee

[01:03:23] mm apa ya untuk SEO ya untuk kontennya.

[01:03:26] Karena tadi saya mention ya, konten yang

[01:03:29] ee SEO yang bagus itu biasanya berasal

[01:03:33] dari konten yang baik juga gitu.

[01:03:38] Kemudian selain itu ada salah satu mm

[01:03:42] cara bukan emm

[01:03:45] cara atau formula gitu ya. Untuk SEO

[01:03:48] terbaru itu tuh ada eh formula ini lebih

[01:03:53] ke experience, expertise,

[01:03:56] autoritativeness,

[01:03:58] dan trustworthiness. Em,

[01:04:02] jadi experience ini sebenarnya bukan

[01:04:04] pengalaman

[01:04:05] kita sebagai orang yang punya produk

[01:04:08] atau brand lebih ke mm

[01:04:11] experience dari pengguna. Jadi saat

[01:04:13] orang searching apa

[01:04:16] website kita tuh udah bisa jadi solusi

[01:04:18] enggak sih buat ee penggunanya

[01:04:20] gitu-gitu. Itu lebih ke experience-nya

[01:04:23] ya. Terus tentang authority

[01:04:26] trustworthy-nya juga. Jadi kayak Google

[01:04:29] itu tuh cenderung bisa ngasih skor

[01:04:31] SEO-nya itu tuh bagus. Kalau pengalaman

[01:04:35] dari user itu tuh juga ee bagus dan

[01:04:39] website kita dianggap kredibel dan

[01:04:42] dipercaya. Itu bagus banget. Nah, untuk

[01:04:45] mencapai itu juga cara-caranya tadi yang

[01:04:48] kayak di awal harus beneran di kontennya

[01:04:52] bagus, on page off page tchnical-nya

[01:04:56] juga bagus. gitu ya.

[01:05:00] Lalu ini berbagai macam matrik di SEO.

[01:05:04] Untuk teman-teman yang mm mungkin nanti

[01:05:07] punya kepenginan bekerja di digital

[01:05:09] marketing, di agensi, di brand, em harus

[01:05:13] tahu juga matrik-matrik ini ya. ada

[01:05:15] sebutnya organic traffic, keyword

[01:05:17] ranking,

[01:05:19] eh CTR, bonds rate, kemudian apalagi ya?

[01:05:26] Ee

[01:05:27] ya ada conversion rate sama

[01:05:33] mm apalagi ya? Ada deh ee banyak

[01:05:37] sebenarnya cuman ini saya yang basic

[01:05:40] dulu. Jadi, organic traffic itu adalah

[01:05:42] traffic yang datang secara organik tanpa

[01:05:44] ads. Itu bagus banget kalau kita dapat

[01:05:47] organic traffic.

[01:05:49] Mm kalau di YouTube semakin tinggi

[01:05:53] organic traffic biasanya kita semakin

[01:05:55] tinggi juga dapat traffic dari suggested

[01:05:58] video. Nah, itu nanti kita akan bahas ya

[01:06:02] kalau itu tentang YouTube.

[01:06:05] Terus ada tentang keyword ranking. Jadi,

[01:06:08] keyword itu juga punya ranking.

[01:06:11] Emm

[01:06:14] bisa K misal tadi kita pakai tools ada

[01:06:16] Google Trends, keyword itu tuh ada

[01:06:18] ranking-rankingnya sendiri kayak tadi

[01:06:20] saya bilang hanta virus corona orang

[01:06:23] lagi cari hant virus, mereka lagi panik

[01:06:26] tentang hantta virus. Nah, si keyword

[01:06:29] ini ranking satu nih secara global gitu.

[01:06:34] Nah, lalu ada CTR atau e click through

[01:06:37] rate. Jadi kayak seberapa banyak orang

[01:06:41] ngeklik

[01:06:43] ee dari

[01:06:46] ee konten yang tampil di search engine.

[01:06:51] Jadi, semakin banyak orang ngeklik

[01:06:53] berarti CTR-nya tuh tinggi banget. CTR

[01:06:56] ini pengaruh dipengaruhi oleh berbagai

[01:06:59] macam faktor juga. ada yang judulnya

[01:07:02] bagus atau thumbnail image-nya yang

[01:07:05] bagus. Jadi kan ada orang mau ngeklik

[01:07:08] itu bukan karena judulnya, tapi karena

[01:07:11] ada image yang kayak oh ini apa nih kita

[01:07:14] penasaran kita klik

[01:07:16] itu klik through rate. Lalu ada bons

[01:07:19] rate. Bonsrate itu adalah seberapa

[01:07:21] banyak orang exit dari halaman artikel

[01:07:25] kita atau page website kita saat misal

[01:07:28] nih contoh

[01:07:30] ada orang ee masuk ke portalnya BINUS

[01:07:35] cuman 5 detik dia langsung exit berarti

[01:07:38] bonsrate-nya tinggi banget dan itu

[01:07:40] enggak bagus. Tapi saat ada orang masuk

[01:07:43] ke sebuah page gitu dia baca dulu. Oh,

[01:07:48] ini nih saya maksud. Nah, berarti

[01:07:50] bonsrat-nya bagus karena orang masih mau

[01:07:52] stay di dalam page itu. Bonsrate ini

[01:07:55] juga ada berbagai macam faktor yang

[01:07:57] mempengaruhi ya.

[01:07:59] User experience eh juga eh intinya UIU

[01:08:05] nya itu tuh sangat berpengaruh. Jadi

[01:08:07] kayak misal website-nya jelek,

[01:08:09] tombol-tombolnya enggak jelas, itu

[01:08:11] bonsrate-nya otomatis tinggi karena

[01:08:13] orang pas buka langsung bingung kan ini

[01:08:16] mana nih yang harus dipencet jadinya ah

[01:08:19] exit aja deh, close aja deh gitu. Lalu

[01:08:22] ada conversion rate. Conversion

[01:08:24] conversion rate itu adalah

[01:08:28] ee intinya seberapa banyak ini hampir

[01:08:31] sama dengan ee CTR ya, tapi lebih ke

[01:08:33] konversi. Jadi kalau konversinya itu

[01:08:35] klik ke WhatsApp, klik booking, klik

[01:08:38] purchase, itu adalah conversion

[01:08:41] rate-nya. Semakin bagus, semakin oke ee

[01:08:44] goal kita, ya. Gitu.

[01:08:48] Selanjutnya ada apa ya? Eh, SEO Tools.

[01:08:50] Oke,

[01:08:52] ini tools-tools yang sebelah kiri ini

[01:08:54] yang gratisan disediakan oleh Google.

[01:08:57] Ada Google Search Console, Google

[01:08:58] Analytic 4. Kalau dulu cuman Google

[01:09:01] Analytic aja ya. Lalu ada Google Trends.

[01:09:04] Google Search Console ini penting banget

[01:09:06] juga kita punya saat kita punya website.

[01:09:09] Kita bisa menganalisa mm website kita

[01:09:13] dari situ.

[01:09:16] Ee kita punya sebutannya lebih ke

[01:09:19] conversion

[01:09:21] tracker ya kalau di search console ini.

[01:09:23] Jadi kita

[01:09:25] punya alat juga untuk ngetrack eh hasil

[01:09:29] dari SE hasil dari SEO di website kita.

[01:09:32] Google Analytic itu untuk mendeteksi

[01:09:34] kayak bonsret kita kayak gimana,

[01:09:37] trafficnya dari mana aja.

[01:09:39] Eh, itu komplit. Misal contoh, oh

[01:09:42] ternyata traffic website kita asalnya

[01:09:44] kebanyakan dari WhatsApp atau dari X

[01:09:48] atau dari Instagram atau dari mana-mana

[01:09:49] itu kelihatan.

[01:09:51] Kemudian Google Trends itu untuk cari em

[01:09:54] keyword apa yang pengin kita sasar ya,

[01:09:58] yang

[01:10:00] mendekati brand kita tuh apa, kita bisa

[01:10:03] tahu di Google Trends. Nah, itu yang

[01:10:05] gratis. Sedangkan yang premium ada

[01:10:07] namanya Ahref, ada Semrus, ada Moose.

[01:10:10] Tapi ini complete detail banget dan

[01:10:12] biasanya ngasih suggestion yang bagus

[01:10:15] banget.

[01:10:17] ee dan kita bisa menganalisa website

[01:10:19] kompetitor. Biasanya di ee yang premium

[01:10:24] ini tuh mereka ada fitur untuk kita

[01:10:27] monitoring kompetitor. Nah, itu sangat

[01:10:30] penting juga untuk SEO karena jangan

[01:10:33] sampai kita terlena dengan brand kita

[01:10:35] sendiri, produk kita sendiri tanpa kita

[01:10:38] mempelajari behavior-nya kompetitor udah

[01:10:41] ngapain nih lagi ngapain nih gitu.

[01:10:45] ini balik lagi ke branding dan marketing

[01:10:47] ya. Jangan sampai kita juga ee

[01:10:50] ketinggalan dengan kompetitor.

[01:10:54] Bisa dibilang ini case ee yang pernah

[01:10:56] terjadi juga di mm

[01:11:00] persaingan industri kamera zaman dulu.

[01:11:03] Jadi dulu itu yang namanya

[01:11:06] Kodak

[01:11:09] dan ada Canon, ada Nikon

[01:11:13] itu tuh mereka kan ee berkompetisi ya.

[01:11:16] Nah, Kodak itu tuh ee top banget zaman

[01:11:20] itu ya zaman dulu namanya kamera Kodak

[01:11:23] itu tuh bagus banget.

[01:11:26] Cuman ee ini beberapa referensi yang

[01:11:29] saya baca ya. Kodak itu tuh

[01:11:32] kurang mau monitoring

[01:11:35] kompetitor.

[01:11:36] Saat Canon, Nikon, dan kamera lainnya

[01:11:40] mereka beralih dari e analog ke digital,

[01:11:44] Kodak tuh telat banget. Jadi pada

[01:11:47] akhirnya yang gede jadi Canon, Nikon,

[01:11:51] Puji Film, dan lain sebagainya. karena

[01:11:53] Kodak telat untuk ee beradaptasi dengan

[01:11:58] perkembangan zaman dan sisi lain enggak

[01:12:01] mau monitoring ee kompetitornya udah

[01:12:05] ngapain gitu.

[01:12:07] Atau kalau di dunia handphone

[01:12:10] itu Nokia.

[01:12:12] Nokia itu dulu primadona banget. Di

[01:12:15] Indonesia kayaknya kebanyakan orang

[01:12:17] punya handphone merek Nokia.

[01:12:20] Tapi sekarang iPhone eh iOS, Android

[01:12:24] semuanya handphone-nya itu kebanyakan

[01:12:27] orang ya.

[01:12:29] Kenapa Nokia bisa mm ketinggalan? karena

[01:12:33] kurang mau berkompetisi dan monitoring

[01:12:36] kompetitor. Saat kompetitor udah beralih

[01:12:38] ke operating systemnya Android, Nokia

[01:12:42] masih eh kayak mempertahankan operating

[01:12:47] systemnya pakai Simbian, pakai Java

[01:12:50] kayak gitu. Nah, dari situ akhirnya

[01:12:53] surutlah em apa namanya?

[01:12:57] Pamor atau brand image Nokia. Nah,

[01:13:00] pentingnya tentang ee monitoring

[01:13:02] kompetitor itu ya, Teman-teman.

[01:13:05] Oke, lanjut. Ee

[01:13:09] nah ini saya mau mengajak teman-teman

[01:13:11] untuk ee bicara tentang SEO untuk

[01:13:14] YouTube ya.

[01:13:16] Jadi em

[01:13:18] ini saya berdasarkan pengalaman saya

[01:13:21] mengelola YouTube bisa dibilang dari

[01:13:23] tahun 2000

[01:13:25] 17

[01:13:27] itu saya udah mulai upload bikin channel

[01:13:30] di YouTube.

[01:13:32] Ada ee beberapa kesimpulan salah satunya

[01:13:36] ada di sini. Jadi untuk ee SEO yang

[01:13:39] bagus untuk YouTube itu ada tiga hal.

[01:13:41] pertama adalah judul thumbnail, kualitas

[01:13:44] thumbnail, dan juga description video.

[01:13:48] Jadi untuk judul atau titelya itu harus

[01:13:51] punya keyword. Jadi

[01:13:55] em gini ya, kalau channel-nya itu ee

[01:14:00] bukan seseorang, maksudnya

[01:14:02] kalau channel-nya adalah channelnya

[01:14:04] selebriti itu pasti banyak fans-nya yang

[01:14:08] nonton juga banyak. Contohnya

[01:14:12] em

[01:14:14] contohnya Niki ee

[01:14:19] dia punya vlog misal atau siapapun itu

[01:14:22] ya. Ya, contoh Niki gitu dia punya vlog

[01:14:25] di YouTube. Dia mau judulnya cuman ee

[01:14:30] jalan-jalan di Jakarta udah segitu aja.

[01:14:34] itu pasti banyak orang yang nonton gitu

[01:14:36] ya karena Niki udah punya fans

[01:14:40] beda kalau bukan siapa-siapa atau

[01:14:42] channel em baru judul itu harus punya

[01:14:46] keyword kalau isinya adalah vlog lagi

[01:14:50] kuliner jalan-jalan di Jakarta lebih

[01:14:52] komplit gitu ya jadi kayak jadi kayak ee

[01:14:58] misal contohnya 24 jam ee

[01:15:02] muterin Jakarta atau Jakarta Culinary

[01:15:06] ee atau apapun itu ya yang emang ada

[01:15:08] sangkut pautnya dengan keyword kuat

[01:15:10] tentang video itu dan relevan intinya

[01:15:13] relevan dan ada keyword keyword yang

[01:15:16] kuatnya juga.

[01:15:19] Kemudian untuk thumbnail YouTube tuh

[01:15:23] penting banget thumbnail ya. Ini untuk

[01:15:25] eh long form video ya bukan yang shorts

[01:15:29] ya. Jadi thumbnail ini penting banget.

[01:15:32] Jadi ini untuk meningkatkan click

[01:15:34] through rate. Jadi saat ada orang mau

[01:15:37] ngeklik karena thumbnail-nya menarik itu

[01:15:40] bagus banget CTR-nya dan akan

[01:15:43] meningkatkan eh traffic dari suggested

[01:15:46] video. Kemudian description video itu

[01:15:49] juga ngebantu YouTube untuk ini video

[01:15:51] nyeritain apa sih? Nah, ini penting

[01:15:55] banget SEO untuk ee YouTube ya.

[01:15:59] Emm

[01:16:02] mungkin ini deh ini buat ee sambil kita

[01:16:05] apa namanya

[01:16:07] ee seru-seruan aja ya. Ada enggak

[01:16:10] teman-teman di sini ada yang bisa kasih

[01:16:12] insight atau eh apa ya point of view

[01:16:16] dari teman-teman deh. Kalau untuk TikTok

[01:16:19] sendiri ini pertanyaan aja deh ee

[01:16:22] menurut teman-teman SEO untuk TikTok itu

[01:16:26] apa aja sih yang penting gitu?

[01:16:30] Kalau ada yang coba mau jawab bisa ya di

[01:16:33] kolom chat atau

[01:16:36] di atau mau open cam juga boleh ya.

[01:16:51] Adakah teman-teman?

[01:17:04] Ya, mungkin

[01:17:06] pertanyaan kali ya. Saya ganti ke

[01:17:08] pertanyaan aja. Ee menurut teman-teman

[01:17:10] kalau tadi kan saya cerita tentang

[01:17:12] YouTube

[01:17:14] em

[01:17:19] menurut teman-teman kalau di TikTok

[01:17:22] thumbnail penting enggak sih?

[01:17:33] Mungkin teman-teman juga bisa apa ya

[01:17:37] karena mungkin udah sering

[01:17:40] sering main ya di TikTok, kemudian

[01:17:42] YouTube apa macam-macam gitu.

[01:17:50] Iya.

[01:17:54] Nah, kalau Iya, betul ada yang

[01:17:58] tentang caption ya, caption terus

[01:18:03] emm

[01:18:08] i Teman-teman kalau untuk TikTok

[01:18:13] penting

[01:18:15] cuman tidak seperform YouTube gitu

[01:18:21] karena gini. ini mungkin teman-teman

[01:18:23] nanti bisa ee membedahnya secara logik.

[01:18:28] Ini saya cuman analisa sai saya secara

[01:18:32] pribadi ya, Teman-teman.

[01:18:35] pernah enggak

[01:18:37] em

[01:18:39] misal nih nemu video

[01:18:42] FYP di TikTok kemudian suka sama

[01:18:45] kontennya terus kan kita buka nih

[01:18:47] profile-nya terus kita ngelihat nih ada

[01:18:50] video apa aja nih yang dipost sama akun

[01:18:52] ini gitu.

[01:18:54] Nah,

[01:18:56] ee itu kita baru akan ngelihat thumbnail

[01:18:59] video,

[01:19:01] tapi kan kita udah melalui journinnya,

[01:19:05] kita harus ngeklik akunnya, kita

[01:19:08] ngelihat profile-nya, baru kita ngelihat

[01:19:09] thumbnail-nya. Ya, tapi kalau secara

[01:19:12] kita ngelihat di home atau di timeline

[01:19:16] itu kan kita sama sekali enggak ngelihat

[01:19:18] ee

[01:19:20] enggak ngelihat apa namanya thumbnail

[01:19:22] ya.

[01:19:23] Jadi, thumbnail-nya itu akan perform

[01:19:26] kalau memang user itu buka profile akun

[01:19:31] TikTok-nya

[01:19:32] ee orang tersebut, gitu.

[01:19:35] Jadi, kalau bisa kita bandingkan kalau

[01:19:38] kita bukanya di YouTube, kalau yang di

[01:19:40] long form ya, bukan shorts ya, itu kan

[01:19:43] kita pasti akan cari video apa, terus

[01:19:45] kita akan ngelihat kan judulnya yang

[01:19:47] relevan mana sesuai yang kita cari. Lalu

[01:19:50] thumbnail-nya kayak gimana nih? Kalau

[01:19:53] kita eh kayaknya ini serius nih

[01:19:55] videonya. Maksudnya serius tuh beneran

[01:19:57] nih. Bukan kan kadang ada video ee

[01:20:00] bohongan. Bohongan tuh maksudnya

[01:20:03] tutorial bikin iPhone

[01:20:07] enggak cepat panas tapi ternyata di

[01:20:09] dalamnya ngebahas lain-lain enggak

[01:20:12] jelas. Itu kan bohong ya scam gitu.

[01:20:16] Nah, thumbnail itu kan mempengaruhi

[01:20:19] banget tuh saat kita mau ngeklik

[01:20:20] sesuatu. Nah, kalau di YouTube thumbnail

[01:20:23] itu sangat pengaruh. Kalau di TikTok

[01:20:25] penting tapi tidak seper ee tidak

[01:20:30] seberpengaruh ee YouTube. Jadi nanti

[01:20:34] teman-teman bisa membedakan setiap

[01:20:35] platformnya ternyata punya behavior yang

[01:20:39] berbeda-beda juga. Nah, itu untuk eh

[01:20:44] kita bahas tentang TikTok ya.

[01:20:48] Saya masih ada waktu berapa menit ya,

[01:20:51] Pak Martin atau siapa boleh mention

[01:20:55] ya. Ee oke. Ee masih boleh sebenarnya

[01:20:59] ini sudah sesi tanya jawab sih.

[01:21:01] Oke boleh boleh

[01:21:03] saya ee ini ya sampai terakhir dulu ya

[01:21:05] Pak Martin.

[01:21:06] Oke.

[01:21:07] Oke. Oke.

[01:21:09] Selanjutnya. Oke, ini ada sebenarnya ini

[01:21:11] juga terakhir kok emips. Jadi ee menurut

[01:21:15] saya untuk SEO di Jalan Mareting sendiri

[01:21:19] ee sebenarnya SEO yang efektif itu bukan

[01:21:22] ee formula yang pasti, bukan teori yang

[01:21:25] pasti, tapi lebih ke kombinasi

[01:21:28] antara konten yang berkualitas dan

[01:21:31] konsisten. Jadi ini ee

[01:21:36] konten dan juga konsisten.

[01:21:38] Jadi ini dua hal yang menurut saya untuk

[01:21:41] membangun SEO yang bagus. Jadi SEO itu

[01:21:44] memang em

[01:21:47] salah satu aspek digital marketing yang

[01:21:51] pengerjaannya tuh jangka panjang,

[01:21:52] hasilnya juga jangka panjang, tapi

[01:21:55] bisa dinikmatinya juga jangka panjang,

[01:21:57] tapi memang kelemahannya

[01:22:00] bisa hancur, bisa runtuh dalam waktu

[01:22:02] yang seketika juga. Nah, kenapa tadi

[01:22:05] saya sebut konten dan konsisten? Selama

[01:22:09] teman-teman kontennya bagus,

[01:22:10] berkualitas, dan konsisten.

[01:22:13] Once saat teman-teman itu ee

[01:22:18] dapat apa namanya? Kena

[01:22:21] isu atau kena ee apa ya? Em

[01:22:27] apa ya intinya? Hancurlah website-nya

[01:22:30] atau brand kita kena kena serangan

[01:22:33] hujatan netizen gitu. itu ee kita punya

[01:22:37] konten berkualitas dan konsisten itu SEO

[01:22:41] kita masih terjaga lah. Mungkin kayak

[01:22:44] sempat ee turun tapi kita naiknya bisa

[01:22:48] cepat lagi gitu. Enggak separah kalau

[01:22:51] kita enggak punya konten dan konsisten

[01:22:54] kayak gitu.

[01:22:56] Jadi memang SEO itu kalau saya biasanya

[01:23:01] ngerjain project klien paling sebentar

[01:23:04] pengerjaannya adalah 3 bulan. Tapi itu

[01:23:06] pun saya tidak merekomendasikan karena

[01:23:09] SEO itu biasanya minimal kayak 6 bulan

[01:23:14] bahkan sampai ke 1 tahun pengerjaannya.

[01:23:17] Karena biasanya di 6 bulan itu 3 bulan

[01:23:20] pengerjaan SEO 3 bulan kemudian itu tuh

[01:23:24] lebih ke monitoring dan hasilnya seperti

[01:23:26] apa. Nah, biasanya dari 6 bulan itu kita

[01:23:31] bisa menentukan oh SEO-nya udah kuat,

[01:23:35] udah ee bisa cuman maintain aja kayak

[01:23:38] gitu.

[01:23:40] Nah, tapi itu dia tergantung dari ee

[01:23:46] brand atau produk kita. Jadi, mau

[01:23:48] di-maintain enggak gitu. Karena ada juga

[01:23:51] yang oke di awal aja maintenance-nya

[01:23:53] biasa aja. Nah, ini nanti berkaitan juga

[01:23:56] sama profesi content writer. Mm

[01:24:00] orang-orang yang suka nulis, bikin

[01:24:03] artikel di website, bikin artikel di

[01:24:05] media sosial. Nah, itu penting banget.

[01:24:08] Meskipun sekarang challenge-nya adalah

[01:24:09] em

[01:24:11] adanya perkembangan teknologi, ada CCPT,

[01:24:14] AI, apa macam-macam, bisa bikin tulisan

[01:24:16] bahkan mungkin ee kayak

[01:24:21] apa namanya?

[01:24:23] skripsi, tugas akhir atau apa bisa pakai

[01:24:26] AI, tapi itu hanya alat untuk membantu.

[01:24:29] Balik lagi profesi kayak script writer

[01:24:32] itu sangat diperlukan banget ee otak

[01:24:36] langsung dan tenaga langsung dari

[01:24:38] manusia ya. Karena beberapa tesnya

[01:24:42] AI memang enggak bisa nih ngegantiin

[01:24:44] tesnya manusia gitu.

[01:24:47] Dan mungkin akan menjawab pertanyaan

[01:24:49] tadi yang di awal. Em emang masih

[01:24:52] relevan SEO sekarang meskipun sudah ada

[01:24:56] ee AI, ada macam-macam kayak gitu ya.

[01:25:00] Menurut saya masih hanya saja sebutan

[01:25:04] SEO ini akan ditambah lagi em jobd-nya

[01:25:08] ada namanya GIEO. Jadi generative

[01:25:11] eh engine optimization.

[01:25:15] Jadi selain kita tadi ngajarin

[01:25:18] Crawler atau Google bot, kita juga harus

[01:25:21] ngajarin ee bot yang ada di mm AI yang

[01:25:27] ada di chat GPT, ada yang di Meta, ada

[01:25:30] yang Gemini kayak gitu. Lebih ke

[01:25:33] ngajarin biar mereka mau ee membaca

[01:25:36] website kita atau produk kita. Karena

[01:25:39] sekarang

[01:25:41] tadi juga saya cerita tentang banyak

[01:25:43] kita behavior-nya mencari sesuatu di

[01:25:45] TikTok, sekarang mereka mencari sesuatu

[01:25:48] di chat GPT, di meta kayak gitu ya. Jadi

[01:25:51] kayak misal contoh, aku buka chat GPT.

[01:25:54] Ah, terus kasih rekomendasi dong buat

[01:25:57] saya facial wash yang

[01:26:00] ee cocok untuk kulit kering gitu. Nanti

[01:26:03] Chat GPT akan ngasih rekomendasi. Nah,

[01:26:06] rekomendasi yang dia kasih itu

[01:26:08] sebenarnya kan

[01:26:10] dari berbagai macam crawling-nya botnya

[01:26:14] chat GPT itu sendiri di internet gitu

[01:26:17] ya. Nah, gimana caranya konten kita bisa

[01:26:19] masuk nih ke chat GPT, ke meta dan lain

[01:26:23] sebagainya.

[01:26:24] Jadi tetap basicnya SEO itu penting,

[01:26:27] perlu untuk digital marketing dan

[01:26:28] ditambah nanti ada namanya

[01:26:31] Geo Generative engine optimization.

[01:26:36] Seperti itu dari saya. Terima kasih

[01:26:39] sudah em menyimak ya, Teman-teman. Kalau

[01:26:43] ada pertanyaan boleh banget ee lewat

[01:26:48] kolom chat ya. Saya kembalikan lagi ke

[01:26:50] Pak Martin. Terima kasih.

[01:26:52] Oke. Ya. Ya. Terima kasih, Mas Samsul.

[01:26:57] Kak Samsul.

[01:26:59] Oke. Applaus dulu dong buat Kak Samsul.

[01:27:04] Oke. Waduh, tadi tadi ada beberapa

[01:27:06] catatan nih. Tambahan lagi, tambah lagi,

[01:27:09] tambahan lagi. Gitu sih, Mas. Jadi

[01:27:11] walaupun

[01:27:12] walaupun saya dosen ya, saya juga ngajar

[01:27:14] digital marketing.

[01:27:16] Ada aja yang baru.

[01:27:17] Betul. Betul.

[01:27:18] Ada aja yang baru. Update terus. Kalau

[01:27:20] bicara digital tuh update terus. Banyak

[01:27:22] banyak banget update-nya. Banyak banget

[01:27:24] update-nya

[01:27:25] gitu. Oke, anak-anak kalau ada yang mau

[01:27:29] tanya silakan. tadi saya saya sambil

[01:27:31] kepo-kepoin ee ee lintas media lintas

[01:27:35] media ya

[01:27:36] lintang media

[01:27:36] lintang media

[01:27:38] 5 juta subscriber [tertawa]

[01:27:40] terima kasih

[01:27:42] ada ada yang yang lihat ada sampai 149

[01:27:45] juta.

[01:27:47] Iya

[01:27:48] iya 140 juta nih. Luar biasa ya. Tapi

[01:27:51] memang ini ya memang apa namanya

[01:27:54] ee ee apa sih ya konten buat anak-anak

[01:27:58] itu tidak lakang waktu memang sih ya.

[01:28:02] Enggak lakang waktu sih.

[01:28:03] Betul. Setuju Pak.

[01:28:04] Heeh. Itu itu salah satu keunikannya

[01:28:07] anak-anak lah ya. Jadi maksudnya

[01:28:10] agak berbeda dengan kalau kita sudah

[01:28:12] mengajak ke remaja ya. remajanya saya

[01:28:15] dengan remajanya

[01:28:17] Mas Samsul

[01:28:19] ya

[01:28:19] dan juga remajanya anak-anak nih itu

[01:28:22] sudah beda.

[01:28:23] Iya betul

[01:28:24] mainnya sudah beda gitu.

[01:28:26] Betul setuju.

[01:28:27] Anggaplah contohnya saya juga dulu main

[01:28:29] main apa namanya main PlayStation gitu

[01:28:32] ya

[01:28:33] awal-awal masih PS1 gitu ya. Saya main

[01:28:35] dulu waktu kuliah gitu ya.

[01:28:37] Tapi main saya waktu dulu dengan mainnya

[01:28:40] sekarang anak-anak sudah beda banget

[01:28:41] game-nya. berbeda

[01:28:43] ya. Adalah satu dua yang masih sama gitu

[01:28:44] ya, tapi ee ada sitting dan ada juga ya

[01:28:48] bisa dibilang lebih variasilah, lebih

[01:28:51] berkembang gitu ya.

[01:28:53] Betul.

[01:28:53] Tapi kalau anak-anak oke lebih

[01:28:55] berkembang tapi

[01:28:57] kayak cicak-cicak di dinding itu masih

[01:28:59] disukai gitu loh sama anak-anak gitu

[01:29:01] loh. Mau mau mau generasi apapun di

[01:29:04] waktu dia masih baby

[01:29:05] seperti itu gitu. Nah, itu juga yang

[01:29:07] saya lihat. Kebetulan kan anak saya juga

[01:29:09] kan

[01:29:11] ee beda jauh ya umur umur 15 sama umur 4

[01:29:15] tahun tuh.

[01:29:16] Itu ee yang dia tonton itu di YouTube

[01:29:20] sama waktu si kakaknya masih kecil gitu.

[01:29:23] Iya betul.

[01:29:24] Jangankan jangankan mereka saya aja dulu

[01:29:27] cicak-cicak di dinding d masul.

[01:29:29] He betul. Sama sama

[01:29:30] betul sama juga kita tuh ya. Nah itu itu

[01:29:33] itu luar biasa itu ya. Luar biasa banget

[01:29:36] itu. Nah, anak-anak kalau ada yang mau

[01:29:39] tanya silakan ya. Boleh, boleh banget

[01:29:43] ya. Mungkin sambil nunggu ee teman-teman

[01:29:46] bertanya ini ya, Pak. Mungkin tadi saya

[01:29:48] menyampaikan sedikit juga tentang

[01:29:50] ee kenapa lagu anak sebenarnya 2017 itu,

[01:29:54] Pak, kan bisa dibilang

[01:29:57] YouTube itu belum semasif sekarang ya,

[01:29:59] Pak? He.

[01:30:00] Jadi kayak mungkin orang belum tuh,

[01:30:02] mungkin jarang banget kita nonton

[01:30:05] YouTube gitu ya,

[01:30:06] tapi ternyata ee dan waktu itu orang

[01:30:10] yang punya channel YouTube tuh masih

[01:30:11] sedikit banget.

[01:30:13] He.

[01:30:13] Jadi bisa dibilang contoh kalau Pak

[01:30:15] Martin pernah tahu ada namanya Ria

[01:30:17] Ricis, kemudian Baim Wong itu

[01:30:20] tahun-tahun itu mereka

[01:30:22] lagi baru-barunya punya channel YouTube

[01:30:24] juga itu.

[01:30:25] H. Nah, ternyata waktu itu saya ini jadi

[01:30:28] jawaban saat kalau ada orang tanya,

[01:30:31] "Kenapa kok bikin ee lagu anak-anak?"

[01:30:33] Dan mungkin tadi Pak Martin juga ee

[01:30:35] seakan kayak iya ya ee kok lagu anak

[01:30:39] gitu ya. Maksudnya memang lagu anak kan

[01:30:41] bisa dibilang ee akan regenerasi ya,

[01:30:45] Pak?

[01:30:46] He.

[01:30:46] Anak kecil tuh akan ada terus gitu. He.

[01:30:49] Seperti mungkin orang menikah itu akan

[01:30:52] ada aja orang menikah gitu,

[01:30:54] orang lahir, orang meninggal akan ada

[01:30:56] terus. Nah, anak kecil juga akan ada

[01:30:59] terus gitu.

[01:31:00] Nah, tapi di tahun 2017 itu

[01:31:04] waktu saya

[01:31:06] mau kasih tontonan maksudnya kayak ini

[01:31:09] loh ee ada lagu anak-anak Indonesia.

[01:31:14] Nah, pas saya cari di YouTube itu tuh

[01:31:16] enggak ada, Pak.

[01:31:17] Hmm. He.

[01:31:18] Jadi yang muncul pertama awal-awal 2017

[01:31:21] itu kebanyakan animasi Upin-Ipin,

[01:31:25] kemudian

[01:31:27] apa namanya ee pokoknya kartun-kartun

[01:31:31] yang mungkin sebenarnya itu untuk agak

[01:31:33] dewasa dikit lah.

[01:31:34] I iya iya iya.

[01:31:36] Yang mungkin kan mungkin kalau Pak

[01:31:38] Martin ee anaknya misal masih umur 2

[01:31:43] tahun kan mereka belum terlalu ngerti

[01:31:45] kan Upin-Ipin ngobrol

[01:31:47] gitu kan. belum terlalu ngerti ya. Jadi

[01:31:49] enggak sesuai usianya gitu. Nah, saya

[01:31:52] itu kayak keetrigger untuk apa bikin ya

[01:31:55] gitu. Akhirnya

[01:31:57] mencoba bikin ee remake lagu anak, bikin

[01:32:00] animasinya dan ternyata pas saat itu

[01:32:04] sebenarnya juga struggle dalam artian

[01:32:07] awal-awal saya juga kayak hampir

[01:32:09] hopeless gitu, Pak Martin. Kayak kok

[01:32:11] kayaknya enggak ada yang nonton ya? apa

[01:32:14] animasinya [berdehem] jelek atau lagunya

[01:32:16] kurang enak gitu ya. Tapi ternyata

[01:32:19] setelah 1 tahun saya punya channel

[01:32:23] YouTube, saya upload pertama kali itu

[01:32:25] dan udah upload beberapa video itu mulai

[01:32:29] itu ada traffic besar setelah 1 tahun

[01:32:33] dan ee gongnya itu pas tahun 2019

[01:32:37] sekitar sudah 2 tahun jalan

[01:32:39] itu mulai tuh, Pak, saya dapat traffic

[01:32:42] suggested video dari lagu Baby Shark.

[01:32:45] Hm. He.

[01:32:46] Nah, Baby Shark kan sangat mendunia ya.

[01:32:48] Jadi waktu itu saat ada anak kecil habis

[01:32:51] nonton Baby Shark, next videonya itu tuh

[01:32:53] video dari channel saya yang cicak di

[01:32:55] dinding itu. Dan

[01:32:57] itu itu berdasarkan algoritma sebenarnya

[01:32:59] ya.

[01:33:00] Betul, Pak. Jadi ee

[01:33:03] itu mungkin yang tadi saya bahas SEO itu

[01:33:06] ee jadi kan memang harus kita sambungin

[01:33:09] nih ee relevansinya apa, lagu anak,

[01:33:12] children song, kemudian Nursery res, e

[01:33:16] kayak gitu-kayak gitu

[01:33:17] kita sambung-sambungin lama-lama

[01:33:19] kita bisa nyambung ke konten yang lebih

[01:33:22] besar yang bisa membawakan traffic untuk

[01:33:24] kita gitu. Hm.

[01:33:26] Dan itu memang salah satu cara kerja di

[01:33:29] internet. Em saat kita pengin besar ya

[01:33:32] ibaratnya tanda kutipnya kita nimbrungin

[01:33:36] yang udah besar dulu aja gitu. Karena

[01:33:39] kalau kita memang start dari nol banget

[01:33:41] memang

[01:33:42] susah banget. Dan boomingnya waktu ee

[01:33:46] Covid, Pak. Karena kan banyak sekali

[01:33:48] orang di rumah, anak-anak kecil di

[01:33:50] rumah,

[01:33:50] orang tua bingung anak ee maksudnya

[01:33:53] harus ngajarin apa nih di rumah karena

[01:33:56] biasanya sekolah

[01:33:58] kok saya harus aduh harus ngasih apa

[01:34:01] nih? Akhirnya banyak yang ngasih

[01:34:02] tontonan meskipun sebenarnya saya juga

[01:34:05] menyadari enggak apa kurang terlalu

[01:34:08] bijak untuk screen time terlalu banyak

[01:34:11] untuk anak kecil. Hm. Iya. I.

[01:34:12] Tapi dengan ee lebih bijak ee ada

[01:34:16] pengawasan, ada waktu ee yang apa

[01:34:19] namanya dijadwalkan. Anak-anak

[01:34:21] sebenarnya juga butuh kok untuk

[01:34:23] konten-konten untuk

[01:34:24] ee apa namanya? Dapat

[01:34:26] lagu, melihat video animasi seperti itu.

[01:34:29] Nah, waktu COVID itu meledak gitu.

[01:34:32] Iya. Iya sih memang pas COVID itu hampir

[01:34:35] semua channel YouTube itu banyak ee

[01:34:39] di-subscribe ya.

[01:34:40] Betul.

[01:34:41] Betul. Jadi waktu COVID juga saya semua

[01:34:44] saya itu zaman dulunya saya saya enggak

[01:34:46] suka orang-orang yang suka nge-prank

[01:34:48] ng-prank itu saya subscribe aja gimana

[01:34:51] lagi habis ngajar online

[01:34:54] ya udah enggak ke mana-mana ya udah iya

[01:34:56] betul orang-orang semuanya online semua

[01:34:58] ya bahkan tadi kalau Pak Martin

[01:35:00] bicara tentang game ee zaman Pak Martin

[01:35:03] zaman saya waktu ee kecil sekarang udah

[01:35:07] beda lagi karena gameennya udah game

[01:35:08] online ya Pak dulu kan gameennya main

[01:35:11] sendir sendiri aja gitu kalau sekarang.

[01:35:12] Iya, betul.

[01:35:14] Sudah beda.

[01:35:14] Betul. Iya, betul sekali ya. Ya, COVID

[01:35:17] itu apa ya? Anugerah dalam bencana lah

[01:35:19] ya.

[01:35:20] Iya, bisa dibilang begitu.

[01:35:22] Oke, ini ada pertanyaan ini.

[01:35:24] Iya, Gisela. Oke, saya bacakan ya. Ee

[01:35:28] selamat pagi, Kak. Saya mau nanya. Saat

[01:35:30] ini banyak website berlomba-lomba.

[01:35:33] Website ya berlomba-lomba untuk

[01:35:34] mendapatkan ranking yang tinggi di mesin

[01:35:36] pencari. Namun menurut Kakak, bagaimana

[01:35:39] cara sebuah brand membangun kepercayaan

[01:35:41] pengguna agar mereka tetap memilih

[01:35:44] mengunjungi website tersebut bukan hanya

[01:35:47] membaca informasi singkat yang muncul di

[01:35:49] hasil pencarian atau media sosial. Dan

[01:35:52] dalam praktik SEO seringki fokus pada

[01:35:56] keyword dan ranking. Namun menurut

[01:35:59] kakak, matriks atau inset apa yang

[01:36:02] sebenarnya paling penting untuk

[01:36:04] dianalisis agar strategi SEO bisa

[01:36:07] benar-benar berdampak pada tujuan

[01:36:09] visual?

[01:36:11] Ini pertanyaan yang kayaknya memang ee

[01:36:15] du SKS lagi nih kayaknya nih, Mas.

[01:36:18] Iya iya iya. Tapi bagus banget. Tapi

[01:36:20] bagus banget. Betul. Silakan.

[01:36:22] Oke, saya coba jawab ya. Ini ee sesuai

[01:36:26] dengan experience saya ya, Kak Gisela

[01:36:29] ya. Ini ee

[01:36:32] bisa dibilang juga saya sering ngobrol,

[01:36:34] saya sering diskusi dengan banyak

[01:36:36] teman-teman dan pegiat bisnis ee juga

[01:36:40] ini akan di luar dari SEO tapi lebih ke

[01:36:44] marketing secara keseluruhan. Marketing

[01:36:46] akan ada juga digital marketing di

[01:36:48] dalamnya, ada SEO di dalamnya. Tapi di

[01:36:51] sini saya akan menjawab dari

[01:36:53] keseluruhan. Jadikan ee pertanyaannya

[01:36:57] bagaimana caranya?

[01:37:00] Ibarat katanya ya ee contohnya

[01:37:03] pelanggan kita, customer kita mau tetap

[01:37:05] lagi melihat website kita ee percaya

[01:37:08] sama kita. sana.

[01:37:10] Kalau menurut saya ini memang betul

[01:37:12] banget ee ini di luar keyword, di luar

[01:37:16] em matrik, di luar apapun itu. Tapi bisa

[01:37:19] saya simpulkan adalah tentang loyalty.

[01:37:23] Nah, loyalty ini munculnya dari berbagai

[01:37:26] macam faktor. Jadi begini, Teman-teman.

[01:37:30] Saat kita sudah loyal dengan ee satu

[01:37:34] produk itu kita enggak akan melirik

[01:37:36] produk yang lainnya gitu. Misal contoh

[01:37:38] teman-teman balik lagi ya, saya bahasnya

[01:37:40] facial was karena kayaknya ini paling

[01:37:44] gampang dan umum untuk teman-teman ee

[01:37:47] relate lah, relevan lah ya. Ee saat

[01:37:50] teman-teman sudah cocok dengan satu

[01:37:52] facial wash merek tertentu biasanya akan

[01:37:54] pakai itu terus gitu. Kecuali ee ah coba

[01:37:58] ah sekali. Tapi kalau memang cocoknya

[01:38:01] sama yang lama itu akan balik lagi ke

[01:38:03] produk yang lama. Nah, itu bisa dibilang

[01:38:07] kenapa bisa seloyal itu? Mungkin secara

[01:38:09] produk bagus, cocok, tapi ternyata ada

[01:38:13] faktor-faktor lain yang membuat kita

[01:38:14] loyal dengan brand.

[01:38:18] Contohnya emm

[01:38:21] ini yang saya simpulkan juga ini juga

[01:38:24] kesotoian saya ya di industri digital

[01:38:26] marketing.

[01:38:28] Jadi bagaimana kita bisa membentuk brand

[01:38:32] itu lebih

[01:38:34] memanusiakan manusia. Jadi, sebuah brand

[01:38:37] itu tuh jangan dianggap misal kita punya

[01:38:40] brand ya, jangan kita bentuk brand itu

[01:38:43] tuh sebagai hanya brand atau produk

[01:38:45] saja, tapi anggap brand itu juga sebagai

[01:38:49] manusia yang hidup atau makhluk yang

[01:38:51] hidup.

[01:38:53] Caranya bagaimana? Misal di media sosial

[01:38:56] lebih aktif, lebih ee

[01:39:01] apa namanya? melakukan conversation

[01:39:03] dengan netizen em

[01:39:07] dan misal membuat postingan yang lebih

[01:39:10] apa ya friendly seperti itu ya.

[01:39:13] Lama-lama sebenarnya orang akan menilai

[01:39:16] brand tersebut

[01:39:18] akan bukan hanya sebuah brand, bukan

[01:39:21] hanya sebuah produk, tapi sebuah entitas

[01:39:23] yang dekat dengan kita. Karena kan jika

[01:39:27] sampai kita melihat brand itu adalah

[01:39:30] kita bisa menganggapnya itu teman,

[01:39:33] berarti kan itu dekat banget ya. Seperti

[01:39:36] misal teman-teman punya sahabat itu akan

[01:39:39] sangat

[01:39:41] kita enggak dicari, kita akan nyari dia

[01:39:43] gitu loh, teman kita. Nah, brand yang

[01:39:46] bagus itu jika sampai tahapnya bisa

[01:39:50] seloyal itu, brand udah dianggap sebagai

[01:39:53] kayak teman hidup ya, bukan teman hidup

[01:39:56] ya, tapi kayak kita kenal banget nih

[01:39:59] sama si brand ini. Bahkan paling

[01:40:02] ekstremnya kalau ada brand yang bisa

[01:40:06] dicurhatin, wah itu keren banget. Tapi

[01:40:08] so far saya belum pernah nemu gitu.

[01:40:10] Dalam artian gini, misal ada contoh, ada

[01:40:13] misal contoh ini ada ee akunnya Binus

[01:40:16] gitu ya.

[01:40:17] Ee aduh M, aku tuh lagi capek banget deh

[01:40:21] em apa namanya?

[01:40:24] Besok ujian. Tapi

[01:40:26] ee aku stres banget nih karena tadi aku

[01:40:31] di jalan mm apa ya? Contoh em

[01:40:36] desek-desekan, di bis atau apa gitu ya.

[01:40:39] Terus akun adminnya Binus bisa jawab,

[01:40:41] "Iya. Eh, aduh sayang banget ya kamu

[01:40:44] ngalamin itu. Tapi coba deh kamu habis

[01:40:47] ini ee rileks ee minum atau cari makanan

[01:40:52] yang kamu suka apa, habis itu lanjutin

[01:40:54] belajar lagi gitu-gitu." Nah, ee

[01:40:57] hubungan seperti itu bisa dibilang em

[01:41:00] mendekatkan

[01:41:02] ee apa ya? mendekatkan brand dengan

[01:41:05] customer. Menurut saya itu ending-nya

[01:41:08] bisa ke SEO, bisa ke penjualan, ke mana

[01:41:11] pun itu salah satu caranya. Jadi jawaban

[01:41:15] dari saya adalah lebih ke

[01:41:18] membangun loyalitas kepada customer.

[01:41:21] Karena sekali lagi sekarang membangun

[01:41:23] loyalitas itu susah banget. Bahkan kita

[01:41:27] ke kegocek diskon aja kita udah beralih

[01:41:32] ke brand lain gitu. Contohnya kita

[01:41:33] biasanya pakai ee shampo apa ternyata di

[01:41:39] online shop ada yang ngasih diskon lebih

[01:41:42] besar dengan merek lain. Kita akan

[01:41:44] beralih gitu. Tapi gimana caranya kita

[01:41:47] bisa loyal tetap sama produk itu. Eh

[01:41:50] maksudnya dibalik ya gimana caranya

[01:41:52] produk bisa membuat customer itu tetap

[01:41:55] loyal ke kita gitu. Nah itu tuh aduh itu

[01:41:58] udah kompleks banget. Jadi, Kak Gisela

[01:42:01] nanti kalau ini nanti ya, suatu saat

[01:42:05] sudah berkecimpung di industri ee ada

[01:42:09] brand di corporate. Jadi intinya kalau

[01:42:13] saran saya, inset

[01:42:18] enggak cuman brand itu kita melihatnya

[01:42:20] sebagai as a product, as a brand aja,

[01:42:22] tapi as a human being. Gitu aja sih

[01:42:26] sebagai makhluk hidup tetap jadi brand

[01:42:29] itu akan kelihatan hidup gitu.

[01:42:33] Begitu ya Kak Gisela.

[01:42:35] Oke. Wah menarik sekali ya. Thank you eh

[01:42:39] Mas eh Samsul untuk ee masukannya ya.

[01:42:43] Karena memang ee intinya tentunya

[01:42:47] setelah yang kita yang kita harapkan ya

[01:42:50] yang kita harapkan oke setelah kita buat

[01:42:53] SEO ya seperti ya yang ditanya sama

[01:42:56] Gisela ya

[01:42:58] ee

[01:43:00] dia enggak hanya klik aja tapi mau

[01:43:02] besok-besoknya gitu enggak usah cari di

[01:43:06] Google search tapi dia sudah oh saya mau

[01:43:08] ke website ini. Nah, itu kan

[01:43:10] betul

[01:43:11] itu kan memang yang harapan kita ya. Ya,

[01:43:13] seperti itu ya. Nah, betul sekali ee ee

[01:43:18] bagaimana membangun kepercayaan tadi ee

[01:43:21] yang saya tangkap dari jawabannya Mas

[01:43:23] Samsul

[01:43:25] ee kayaknya jangan lupa loh kita ini

[01:43:27] manusia. Betul ya, Masul? Ya,

[01:43:30] kita manusia, website itu media. Tapi di

[01:43:33] balik itu

[01:43:34] betul

[01:43:35] ada manusia juga.

[01:43:36] Iya, ada manusia juga ya. di di balik

[01:43:38] itu kamu Gisela. Nah, gitu ya. Kamu tuh

[01:43:41] yang dicari itu kamu sebenarnya

[01:43:43] not only your product tapi kamunya. Nah,

[01:43:46] berinteraksilah dengan itu. Jadi ee dan

[01:43:49] saya tangkap tadi harus jangan lupa ada

[01:43:52] humanisnya gitu. Harus ada human

[01:43:56] humanist touch-nya.

[01:43:57] Betul seu.

[01:43:58] Gitu ya. Nah, itu jangan lupa seperti

[01:44:00] itu ya. Jadi jangan oke saya punya

[01:44:02] website bagus

[01:44:04] tapi kayak apa ya? Kayak robot. Iya,

[01:44:07] betul. Itu ya. Oke. Oke. Nah, ada

[01:44:11] pertanyaan berikutnya. Ini kayak

[01:44:12] pertanyaan terakhir aja ya.

[01:44:14] I

[01:44:14] dari Valentino. Ee bagaimana ee selamat

[01:44:17] pagi, Kak. Izin bertanya bagaimana untuk

[01:44:19] mengetahui bahwa website

[01:44:22] tersebut valid atau bukan pising seperti

[01:44:25] yang terjadi pada BCA. Oh, oke. Ini

[01:44:28] ya sering terjadi ini.

[01:44:29] Wah, sering terjadi. Saya pernah kena

[01:44:31] juga.

[01:44:32] Waduh. [tertawa]

[01:44:33] Pernah kena. saya

[01:44:35] untungnya yang yang bikin fishing itu

[01:44:37] BCA juga Mas waktu itu. Masih ingat

[01:44:39] enggak kejadian itu? Dia iseng-iseng

[01:44:42] bikin bikin ee

[01:44:44] kredit card kalau enggak salah.

[01:44:46] Ee bukan saya kenanya klik BCA.

[01:44:48] Oh oke.

[01:44:49] Nah klik BCA yang asli itu kan ee

[01:44:53] kliknya itu bahasa Indonesia pakai K.

[01:44:55] Betul.

[01:44:56] Nah yang kita tahu kan kalau kita kan

[01:44:58] klik itu kan pakai C.

[01:45:00] Iya. Iya. Nah, C L I C K.

[01:45:04] Nah, saya pakai itu klik B di Google

[01:45:08] Search. Ah, ya. Oh, ini saya klik itu

[01:45:12] saya masukin ID dan password. Setelah

[01:45:15] masuk cuk keluarnya langsung ee under

[01:45:18] maintain.

[01:45:19] Oh, oke.

[01:45:20] Nah, gitu. Under maintain. Nah, ternyata

[01:45:22] enggak lama keluarlah di berita.

[01:45:26] Heeh. Heeh.

[01:45:27] Gitu. dia iseng aja waktu itu dia keluar

[01:45:29] dar berita nih saya kasih ini

[01:45:31] list-listnya K ID dan password-nya

[01:45:34] nasabah BCA yang salah masuk.

[01:45:39] Iya iya iya ya ampun. Iya, tapi

[01:45:42] untungnya kan kalau klik BJ kan harus

[01:45:43] pakai ini ya, pakai apa? Token ya,

[01:45:45] apa namanya? Kan pakai token

[01:45:47] adaoritasi.

[01:45:49] Ada otoritasinya gitu. Dia cuman cuman

[01:45:51] iseng aja, cuman ngasih tahu ke apa

[01:45:54] namanya IBCA dan orang-orang hati-hati.

[01:45:58] Nah, gitu lebih ke situnya sih.

[01:46:00] Iya, iya, iya. Betul.

[01:46:03] Coba saya jawab ya.

[01:46:04] Iya, silakan Mas

[01:46:05] Martin. Em, Kak Valentino ya, saya coba

[01:46:09] jawab. Betul. ee sering terjadi juga apa

[01:46:12] yang diceritakan dari Pak Martin juga.

[01:46:14] Bahkan terakhir

[01:46:16] ee saya ngelihat di trad atau apa emm

[01:46:21] ini ya ee enggak cuman kayak banking

[01:46:24] atau apapun bahkan sesederhana servis

[01:46:27] kompor

[01:46:28] itu juga ada scam kayak gitu. Dan

[01:46:31] terakhir kemarin ya yang di trad itu ada

[01:46:34] orang mau cari eh share apa namanya jasa

[01:46:39] memperbaiki ban ban mobil gitu ya. Jadi

[01:46:43] ee skemanya begini. Jadi orang ee

[01:46:46] searching di Google ee misal contohnya

[01:46:49] adalah ee service kompor

[01:46:53] muncullah suat sebuah website. Nah,

[01:46:55] website itu ternyata website scam isinya

[01:46:58] bukan dari official merek kompor

[01:47:00] tersebut. Ee datang betulan orangnya

[01:47:04] untuk servis ee kompor, tapi kan harus

[01:47:08] dibawa nih kompornya ke sama orang

[01:47:11] servisnya. Ternyata setelah dibawa pergi

[01:47:15] barangnya enggak akan kembali lagi. Saat

[01:47:18] dihubungi lagi ee enggak bisa dihubungin

[01:47:22] ee orang tersebut menghubungi official

[01:47:24] store-nya bilang, "Oh, website tersebut

[01:47:27] bukan official." Jadi emang itu scam.

[01:47:30] Nah, jadi ee banyak dan itu banyakbanyak

[01:47:35] modusnya ya. Nah, pertanyaannya kan

[01:47:37] bagaimana cara kita mengetahui nih ini

[01:47:39] fishing atau bukan?

[01:47:41] Ee sebenarnya pertama itu yang paling

[01:47:43] mudah adalah kita ngelihat domainnya

[01:47:45] dulu aja. Ee jangan pertama gini deh,

[01:47:49] jangan segampang itu kita ngeklik ee

[01:47:52] website yang muncul di paling depan

[01:47:56] karena itu belum tentu itu official.

[01:47:58] Jadi kita lihat dulu pas kita klik ee

[01:48:00] domainnya itu apa. Saya yakin

[01:48:02] teman-teman di sini sudah melag

[01:48:03] teknologi ya. Jadi melihat domain itu

[01:48:06] tuh pasti jelas. Seperti tadi Pak Martin

[01:48:08] sampaikan domainnya apa? klik yang KLIK

[01:48:12] atau klik CLI CK kayak gitu ya. Nah, itu

[01:48:15] kita harus beneran tahu itu dulu. Kalau

[01:48:17] kita ragu, kita bisa kok tanya kayak

[01:48:19] chat GPT tanya ee tolong analisa domain

[01:48:23] ini ee save atau enggak. Biasanya chat

[01:48:28] GPT bisa kok kasih info kayak oh domain

[01:48:32] itu ee terindikasi adanya scam. Itu kita

[01:48:36] bisa tahu juga gitu. Jadi menurut saya

[01:48:39] ee sekarang sangat mudah untuk bisa

[01:48:41] melihat ee fishing atau bukan. Yang

[01:48:44] pasti

[01:48:46] ee kalau teman-teman kalau saya ya

[01:48:49] ngasih insight saran saya ini urusan

[01:48:53] perbankan ee banking atau transfer

[01:48:56] mentransfer. Intinya saat teman-teman

[01:48:58] baru bangun tidur, jangan buka aplikasi

[01:49:01] banking apapun itu atau online shop atau

[01:49:05] apapun itu. Bangun tidur kita duduk dulu

[01:49:08] 1 menit terus kita jalan cuci muka udah

[01:49:11] segar baru deh kita buka handphone.

[01:49:13] Karena kadang banyak juga ee orang salah

[01:49:16] transfer ee terus ditipu orang itu

[01:49:20] kondisi kita baru bangun tidur, kita

[01:49:22] belum ready nih kepalanya, otaknya kita

[01:49:26] udah klik klik klik klik kirim transfer

[01:49:29] kayak gitu. Dan jadi ee saya yakin

[01:49:32] teman-teman di sini udah ee mel

[01:49:34] teknologi udah pintar-pintar semua. Saya

[01:49:35] yakin

[01:49:37] ee dan ya saya yakin dan berdoa jangan

[01:49:40] sampai ya kena fishing karena itu udah

[01:49:43] ee apa ya namanya bisa dibilang ya masa

[01:49:46] kita sekolahnya digital ee teknologi

[01:49:49] udah ini kita masih ee gampang kena

[01:49:52] fishing atau kena tipu gitu intinya.

[01:49:54] Tapi siapa tahu memang kita enggak tahu

[01:49:57] ya namanya penipu kadang memang lebih

[01:50:00] pintar dari kita gitu. Tapi intinya tadi

[01:50:02] saya balik lagi, kalau kita memang lagi

[01:50:06] enggak konsen, jangan kita bertransaksi,

[01:50:09] jangan kita beli sesuatu, kita fokus

[01:50:12] baru kita melakukan transaksi. Karena

[01:50:15] saya juga sering dapat cerita kayak saat

[01:50:18] ada ada teman saya dan kerabat saya,

[01:50:20] teman-teman gitu cerita, "Aduh, salah

[01:50:23] transfer kebanyakan nol kayak gitu."

[01:50:26] Yang harusnya mungkin transfer Rp300.000

[01:50:29] jadi R3 juta kayak gitu ya. Itu kan

[01:50:33] karena enggak konsen gitu. Jadi intinya

[01:50:35] menurut saya mau itu kita melihat

[01:50:38] visingnya seperti apa kita udah tahu,

[01:50:40] udah pasti. Tapi balik lagi ke kita ee

[01:50:43] kita harus ee aware ee konsentrasi

[01:50:47] jangan sampai kesalahannya ada di kita

[01:50:50] gitu ya.

[01:50:52] Oh ada lanjutan ya, Pak ya. Kenapa besok

[01:50:53] mereka itu bisa naik? Nah, betul. Pak.

[01:50:55] Nah, ini saya juga heran sebenarnya. Ini

[01:50:58] heran banget saya karena sebenarnya

[01:51:00] iklan e mereka kebanyakan

[01:51:02] itu mereka mengiklankan website scam

[01:51:06] mereka, tapi mereka gimana caranya

[01:51:09] mengemasnya jadi seperti tidak scam.

[01:51:11] Padahal sebenarnya iklan yang akan

[01:51:13] ditayangkan itu sebenarnya sudah

[01:51:15] difilter oleh Google. Bahkan di meta itu

[01:51:18] tuh syaratnya ketat banget. Ini nanti

[01:51:21] kalau pembahasannya search engine

[01:51:22] marketing dan monetization saya akan

[01:51:24] bicara tentang ya itu eh kita tuh

[01:51:27] ngiklan enggak seederhana

[01:51:29] bisa ngiklan gampang gitu enggak tapi

[01:51:32] juga akan di filter curated by eh orang

[01:51:36] juga ada admin moderator. Biasanya eh

[01:51:39] scam fishing itu bisa naik itu karena ee

[01:51:43] pintar-pintarnya penipu itu bisa

[01:51:45] ngiklanin ee itu dan dia ngakalin sistem

[01:51:48] dan algoritma. Jadi intinya memang

[01:51:51] namanya penipu bisa aja akalnya di mana

[01:51:53] aja, tapi intinya kita balik lagi ee

[01:51:57] harus tetap waspada. Begitu ya, Kak

[01:51:59] Valentino.

[01:52:01] Iya. Oke. Ya, tadi memang benar sekali

[01:52:03] ya. Jadi anak-anak ee mostly biasanya

[01:52:07] orang karena khilaf aja ya Mas Samsul

[01:52:09] ya.

[01:52:09] Betul. tadi itu ya sama kayak saya ee

[01:52:12] anak-anak

[01:52:13] saya sudah tahu klik BCA gitu tetapi ya

[01:52:16] karena enggak enggak enggak nghajar ya

[01:52:19] udahlah oh ini benar klik BCA ada ada

[01:52:21] BCA-nya padahal CL I K it ah saya klik

[01:52:24] aja tuh untungnya orangnya masih baik

[01:52:27] iseng-iseng itu.

[01:52:28] Iya kan kalau enggak bisa dijual kan

[01:52:31] bisa dijual sama dia. Bahaya. Ya,

[01:52:32] saya ya sebelum sebelum kita tutup saya

[01:52:35] ada ee sedikit e bercandaan tuh tapi

[01:52:40] buat buat orang luar negeri biasanya

[01:52:42] buat orang Amerika nih Mas Samsul.

[01:52:43] Iya. I

[01:52:44] ya. Jadi kalau kalian lagi tadi kan Mas

[01:52:46] contohin ada website-website jasa

[01:52:49] service gitu ya. Nah kalau kalian mau

[01:52:51] jasa servis umpamanya kalian mau call

[01:52:54] pastikan umpamanya nih kalau yang kalian

[01:52:57] call bahasanya logatnya logat India.

[01:52:59] Karena itu pasti pising. [tertawa]

[01:53:03] Iya.

[01:53:04] Udah sudah terkenal pising kan?

[01:53:05] Sudah terkenal. Betul.

[01:53:08] Oke. Ee sekali lagi kita big applause

[01:53:10] buat Mas Ramsul pada siang hari ini

[01:53:13] untuk pengalamannya dan e ya sharing

[01:53:15] session-nya

[01:53:16] dan ee 1 menit kita untuk ini ya

[01:53:20] anak-anak ya untuk apa ee dokumentasi.

[01:53:23] Silakan yang bisa open cam kita. open

[01:53:26] camp. Kita mau dokumentasi dulu untuk ee

[01:53:29] laporannya dari Interzip Center. Silakan

[01:53:32] anak-anak open cam kita dan kemudian

[01:53:35] jangan lupa ya ee exit tiket. Oh ya oke.

[01:53:40] Ada exit tiketkah ee Mas Farhan atau

[01:53:44] Mbak siapa tadi?

[01:53:48] Ada Pak Martin.

[01:53:49] Ada ya? He

[01:53:49] nanti bakal di-share setelah kita

[01:53:51] melakukan sesi dokumentasi ya.

[01:53:53] Oke. Oke. Sip. Oke, kita dokumentasi

[01:53:55] dulu ya.

[01:53:59] Anak-anak, apakah masih tetap setelah

[01:54:00] exit juga ada harus absensi di Taman

[01:54:04] Belajar?

[01:54:17] Iya,

[01:54:20] Mbak Tabita. Apakah anak-anak juga tetap

[01:54:23] harus ini absensi di Taman Belajar?

[01:54:29] Iya, harus, Pak.

[01:54:30] Oh, ya. Oke. Harus ya. Oke, anak-anak

[01:54:33] nanti jangan lupa absensi Taman Belajar

[01:54:35] dan juga nanti ada tiket dari Mbak

[01:54:38] Tabita ya. Kita

[01:54:41] saya ambil screenshot dulu ya. Oke.

[01:54:44] Satu. Halaman pertama ini 1 2 3.

[01:54:49] Oke,

[01:54:51] sebentar. Satu lagi

[01:54:56] yang kedua. 1 2 t.

[01:55:00] Oke.

[01:55:04] Oke, anak-anak sampai jumpa untuk sesi

[01:55:07] berikutnya. Sekali lagi thank you Mas

[01:55:09] Samsul.

[01:55:10] Terima kasih kembali

[01:55:12] sampai jumpa.

[01:55:14] Sampai jumpa, Mas.

[01:55:34] [musik]

[01:55:48] Kaki kecil berlari ke sana kemari

[01:55:55] sambil tertawa [musik] riang.

[01:56:00] Kedua tangannya diayun

[01:56:04] kiri [musik]

[01:56:05] kanan.

[01:56:07] Hari ini bahagia

[01:56:10] terbias di wajah-Nya. [musik]

[01:56:14] Kita buat hari ini penuh harian.

[01:56:20] Berkumpul [musik] bersama

[01:56:22] teman

[01:56:26] dan bersenang

[01:56:28] senang.

[01:56:30] [musik]

[01:56:32] [bernyanyi]

[01:56:32] La la

[01:56:34] la

[01:56:37] uh pandanglah awan

[01:56:41] di atas bintang-bintang [musik]

[01:56:45] di sanaalah

[01:56:49] semua bidadari [musik]

[01:56:53] turut bernyanyi

[01:56:57] inginkah kau [musik] pergi ke sana

[01:57:01] terbang bersama

[01:57:02] Kuk kuu bermain pelangi

[01:57:06] [musik]

[01:57:08] bersama dewa-dewi.

[01:57:12] Tuplah [musik]

[01:57:16] sebuah bintang

[01:57:19] dan bawalah [musik]

[01:57:21] pula.

[01:57:25] [musik]

[01:57:33] Cilnya [musik]

[01:57:34] tidak dapat duduk tenang.

[01:57:39] Tinggulnya selalu [bernyanyi] goyang

[01:57:42] goyang. Dia berjanji

[01:57:46] nanti malam [musik]

[01:57:48] akan datang

[01:57:50] bersama teman-teman.

[01:57:54] [musik]

[01:57:55] Ji pong

[01:57:58] timp plak tim plung timp plak tim plak

[01:58:01] tim plungak

[01:58:04] kempel kemplok gempyak [musik]

[01:58:10] [bernyanyi]

[01:58:12] la [musik]

[01:58:14] oh

[01:58:16] awan

[01:58:18] [musik]

[01:58:19] di atas bintang-bintang

[01:58:23] Di sanalah

[01:58:27] semua [musik] bidadari

[01:58:31] turut bernyanyi

[01:58:34] oh [musik] inginkah kau pergi ke sana

[01:58:39] terbang bersama kupkuhu

[01:58:42] bermain pelangit

[01:58:45] oh [musik] bersama dewa-dewaya

[01:58:50] Petiklah

[01:58:54] sebuah [musik] bintang

[01:58:57] dan bawalah pulang.

[01:59:01] Petiklah bintang [musik]

[01:59:05] dan bawalah pulang.

[01:59:09] Berikan kepadaku [musik]

[01:59:13] guru [bernyanyi] tersayang.

[01:59:17] Oh.

[01:59:22] berikan pada [musik] guru tersayang

[01:59:25] berikan kepada guru [musik]

[01:59:28] tersayang

[01:59:45] sumpah kita gantung banget enggak sih

[01:59:47] pakai ditanya rugi lagi enggak sih yang

[01:59:48] nyanyiin kita? Iyalah.

[01:59:52] Kamu [musik] siapa namanya?

[01:59:57] Rumahnya juga [musik] di mana?

[02:00:01] Mau dijemput atau enggak?

[02:00:05] Jemputnya [musik] mau naik apa?

[02:00:07] [bernyanyi]

[02:00:09] Kamu siapa [musik] namanya?

[02:00:13] Kanya

[02:00:22] Mbak Tabita dan Mas Forhan. Oke, thank

[02:00:25] you ya. Saya duluan ya.

[02:00:27] Iya. Baik, Pak.

[02:00:33] Ada

[02:00:36] apa [musik] i tak ada kuota.

[02:00:41] [musik]

[02:00:41] Sempurnanya

[02:00:43] aku untuk dirimu.

[02:00:47] Aku banyak yang mau

[02:00:51] walau aku tanpa engkau [musik] biasa

[02:00:55] saja. But it's okah

[02:00:58] sempurnanya [musik]

[02:01:00] aku untuk dirimu.

[02:01:04] Aku [musik] banyak yang mau. Banyak yang

[02:01:08] mau.

[02:01:08] Walau aku tampan [musik] kau biasa saja

[02:01:12] tak mau juga tak apa. Bila [musik] Putri

[02:01:17] Rania sore

[02:01:20] Wahyu Ibnu Adit sore.

[02:01:25] Pvita bunga [musik] kalau kamu

[02:01:34] sempurnanya [musik]

[02:01:36] aku untuk dirimu.

[02:01:40] Aku banyak [musik]

[02:01:41] yang mau. Kebanyakan

[02:01:44] walau aku tanpa engkau biasa [musik]

[02:01:47] saja but it's

[02:01:51] sempurnanya

[02:01:53] aku untuk dirimu.

[02:01:57] Kau banyak [musik] yang mau

[02:02:01] walau aku tanpa engkau biasa saja tak

[02:02:06] mau [musik] juga tak apa.

[02:02:10] He

[02:02:14] 7.000 [musik]

[02:02:15] pesan ku balas. Aku harap kau bersabar.

[02:02:22] Ambil [musik] antrianmu sekarang.

[02:02:25] Walau ku tak tahu balas kapan

[02:02:30] [musik]

[02:02:31] sempurnanya

[02:02:33] aku untuk dirimu.

[02:02:37] [musik] Aku banyak yang malu.

[02:02:40] Aku banyak yang

[02:02:41] walau aku tampan kau biasa [bernyanyi]

[02:02:44] saja.

[02:02:48] sempurnanya [musik]

[02:02:50] aku untuk dirimuatku.

[02:02:54] Aku banyak yang mau. Aku banyak yang

[02:02:58] mau.

[02:02:58] Walau [musik]

[02:02:59] aku tampan engkau biasa saja. But it's

[02:03:03] [musik]

[02:03:05] sempurnanya

[02:03:08] untuk dirimu.

[02:03:10] Kamu aku banyak [musik]

[02:03:12] yang mau.

[02:03:15] Walau aku tampan kau biasa saja. Tak mau

[02:03:20] juga [musik][bernyanyi]

[02:03:21] tak apa aku

[02:03:26] satu aku tak

[02:03:29] berikan aku yang tak

[02:03:33] aku yang satu aku [musik] tak

[02:03:37] yang seperti Go

[02:04:03] [musik]

[02:04:08] Kamu bilang [musik] aku tak sama.

[02:04:12] Tak seperti saat pertama [bernyanyi]

[02:04:16] aku [musik] bilang mungkin pikiranmu

[02:04:19] saja.

[02:04:21] [musik][bernyanyi]

[02:04:24] Kamu bilang ku tak peduli.

[02:04:28] Tak seperti pertama kali

[02:04:31] [musik] aku bilang jangan lagu

[02:04:33] [bernyanyi]

[02:04:34] sendiri.

[02:04:38] Mengapa?

[02:04:40] Mengapa? [musik] Mengapa? Oh, mengapa

[02:04:43] banyak keraguan?

[02:04:44] Banyak keraguan

[02:04:47] [musik] dalam hatimu. Oh [bernyanyi]

[02:04:50] kasih

[02:04:53] dengarkanlah. [musik]

[02:04:56] Hanya kamulah satu-satunya

[02:05:00] di [musik] antara

[02:05:04] yang pernah singgah di relung jiwa dan

[02:05:07] takkan [musik]

[02:05:09] lagi ada [bernyanyi] manusia lainnya

[02:05:14] sudah cukup [musik]

[02:05:16] satu. Hanya kamu

[02:05:19] lah satu-satunya. [musik][bernyanyi]

[02:05:23] Kamu bilang kamu berubah.

[02:05:27] Dulu kudus [musik]

[02:05:28] sekarang gajah.

[02:05:31] Aku bilang semua manusia berubah.

[02:05:36] Oh

[02:05:37] mengapa?

[02:05:39] Mengapa?

[02:05:41] Mengapaap [bernyanyi][musik]

[02:05:42] mengapa banyak keraguan?

[02:05:44] Banyak keraguan.

[02:05:47] dalam [musik] hatimu. Oh kasih

[02:05:52] dengarkanlah.

[02:05:56] Hanya kamulah [musik]

[02:05:57] satu-satunya

[02:06:00] di antara

[02:06:03] yang pernah singgah [musik] di relung

[02:06:06] jiwa dan takkan pernah lagi [musik] ada

[02:06:11] manusia lainnya. [bernyanyi]

[02:06:14] Sudah cukup satu.

[02:06:16] [musik]

[02:06:16] Hanya kamuah

[02:06:19] satu-satunya.

[02:06:21] [musik]

[02:06:31] Manusia

[02:06:34] diciptakan berpasang-pasangan [musik]

[02:06:39] untuk saling mencinta,

[02:06:43] untuk saling percaya.

[02:06:49] [musik]

[02:06:50] Dengarkanlah.

[02:06:53] Hanya kamulah [musik]

[02:06:55] satu-satunya

[02:06:58] di antara

[02:07:01] yang pernah singgah diung

[02:07:03] [musik][bernyanyi] jiwa dan takkan

[02:07:05] pernah lagi ada manusia

[02:07:09] [musik][bernyanyi] lainnya.

[02:07:11] Sudah cukup satu. Hanya [musik] kamuah

[02:07:17] satu-satunya.

[02:07:19] Tak akan pernah lagi ada manusia [musik]

[02:07:25] lainnya.

[02:07:27] Sudah cukup satu. Hanya kamu.

[02:07:32] Satu.

[02:07:33] Hanya [musik]

[02:07:34] kamu.

[02:07:36] Kau satu.

[02:07:37] Hanya kamu. [musik]

[02:07:40] Kau satu-satat.

[02:07:41] Kau satu-satunya.

[02:07:43] Yeah.

[02:07:50] [musik]

[02:08:42] keanan Nanti

[02:08:45] badaikan datang,

[02:08:50] angin akan buat kau goyah.

[02:08:55] Maafkan

[02:08:58] hidup memang

[02:09:02] ingin [musik] kau [bernyanyi]

[02:09:04] lebih kuat.

[02:09:17] Andaikan [musik]

[02:09:19] saat itu datang kami tak ada menemani,

[02:09:26] mataku terus tertuju [musik] padamu.

[02:09:31] Saat kulihat dirimu tersenyum,

[02:09:36] ingin aku menyapa. Namun ku terdiam, tak

[02:09:42] kulakukan. [musik][bernyanyi]

[02:09:47] Mungkinkah [musik] kau pun juga begitu?

[02:09:51] Ku tahu [bernyanyi] kau masih malu.

[02:09:56] Sungguh [musik][bernyanyi] ingin kuapa.

[02:10:00] Namun ku terdiam tak kulakukan.

[02:10:04] [musik][bernyanyi]

[02:10:07] Oh

[02:10:08] apakah kau [musik] rasakan

[02:10:11] kejaranku

[02:10:13] pada [bernyanyi] dirimu?

[02:10:17] [musik]

[02:10:17] Ku hanya duduk ke dia

[02:10:21] menunggu [bernyanyi]

[02:10:22] untuk tahu namamu. [musik]

[02:10:25] W ow.

[02:10:28] Ye ye ye ye ye ye ye. [musik]

[02:10:30] Oh oh oh oh oh.

[02:10:32] Ku menunggu [bernyanyi]

[02:10:34] untuk tahu namamu. [musik]

[02:10:42] Namun [bernyanyi] ku terdiam. tak

[02:10:45] kulakukan.

[02:10:49] Oh,

[02:10:51] apakah [musik] kau rasakan [bernyanyi]

[02:10:54] getaranku

[02:10:56] pada dirimu?

[02:10:58] [musik]

[02:10:59] [bernyanyi]

[02:11:00] Hanya duduk tertiang

[02:11:03] menunggu untuk [bernyanyi]

[02:11:05] tahu namamu.

[02:11:08] W [musik]

[02:11:09] apakah kau [bernyanyi] rasakan?

[02:11:12] Apakah kau rasakan?

[02:11:15] Yu

[02:11:17] [musik]

[02:11:18] ku hanya duduk tertiang [bernyanyi]

[02:11:22] menunggu [musik] untuk tahu nama-Mu.

[02:11:31] Mataku terus [musik] tertuju [bernyanyi]

[02:11:34] padamu

[02:11:36] ya justru biar biar masuk

[02:11:38] kita ya
