# Career Camp 3 (Soft Skill Tambahan): Financial Decluttering - Choosing Purpose Over Status

https://www.youtube.com/watch?v=6G7nBKTneSc
Translation: en

[00:24] [musik]

[04:37] [musik]

[16:47] Kak Felis, apakah videonya sudah bisa ditampilkan?
  Kak Felis, can the video be displayed now?

[17:22] Selamat pagi para hadirin semua.
  Good morning, ladies and gentlemen.

[17:24] Senang sekali rasanya di hari ini saya bisa berjumpa dengan teman-teman semuanya secara virtual di sini dalam keadaan sehat dan semangat.
  I am very happy today that I can meet all of you virtually here in good health and spirit.

[17:33] Semoga teman-teman juga dalam keadaan sehat dan selalu bersemangat untuk mengikuti kegiatan kita di hari ini.
  I hope you are all also in good health and always enthusiastic to follow our activities today.

[17:39] Sebelum dimulai, izinkan saya memperkenalkan diri terlebih dahulu.
  Before we begin, allow me to introduce myself first.

[17:42] Saya Farhan selaku MC sekaligus moderator yang akan memandu acara karir C seminar series 2026 yang berjudul
  I am Farhan, the MC and moderator who will guide the career C seminar series 2026 event titled

[17:51] Financial Decruting Ch Purpose Over
  Financial Decrypting Ch Purpose Over

[17:54] Status dengan narasumber dari PT
  Status with a resource person from PT

[17:56] Asuransi Astral.
  Astral Insurance.

[17:59] Saya mengucapkan selamat datang kepada
  I say welcome to

[18:01] narasumber kita Bapak Michael Reinaldo
  our resource person Mr. Michael Reinaldo

[18:04] Wicapsono purnama sebagai tim leader
  Wicapsono Purnama as team leader

[18:07] dari PT Asuransi Astra dan Bapak dan Ibu
  from PT Asuransi Astra and Mr. and Mrs.

[18:10] dari tim asuransi Astra serta
  from the Astra insurance team and

[18:13] teman-teman Busian dan semua hadirin.
  Busian friends and all attendees.

[18:20] Sedikit saya jelaskan secara singkat
  Let me briefly explain

[18:22] terlebih dahulu yang mengenai karir camp
  first regarding the career camp

[18:24] seminar series. Karer Camp seminar
  seminar series. The Career Camp seminar

[18:26] series ini merupakan festival rutin yang
  series is a routine festival that

[18:28] diselenggarakan oleh tim intership
  is organized by the internship team

[18:30] center BINUS dan employability dan
  BINUS center and employability and

[18:32] entrepreneurship BINUS Alam Sutra dan
  entrepreneurship BINUS Alam Sutra and

[18:35] Bekasi. BINUS Karir Camp seminar series
  Bekasi. The BINUS Career Camp seminar series

[18:38] kali ini diadakan secara serial dari
  this time is held serially from

[18:40] tanggal 8 sampai 19 Juli 2026.
  July 8 to 19, 2026.

[18:44] Kegiatan ini kami rancang khusus untuk
  This activity is specially designed by us to

[18:46] memberikan kamu banyak insight mengenai
  give you a lot of insight regarding

[18:48] persiapan karir dan dari para
  career preparation and from the

[18:51] profesional dan berbagai industri.
  professionals and various industries.

[18:54] Pada event ini kami mengundang para profesional dari berbagai latar belakang
  At this event, we invite professionals from various backgrounds

[18:58] untuk berbagi pengetahuan dan pengalaman mengenai topik yang sangat diperlukan
  to share knowledge and experience on topics that are very necessary

[19:04] kalian menghadapi persaingan di survive di dunia kerjaan.
  you face competition to survive in the working world.

[19:10] Harapannya melalui event ini kalian dapat lebih sadar akan hal-hal yang harus dipersiapkan untuk bisa mulai meneliti karir dengan sukses.
  Hopefully, through this event, you can be more aware of the things that must be prepared to start a successful career.

[19:18] Jadi pastikan teman-teman sekalian tidak kelewatan di seminar-seminarnya ya.
  So make sure all friends do not miss the seminars.

[19:23] Nah, sebelum kita mulai ada beberapa poin penting yang perlu diparikan oleh teman-teman.
  Now, before we start, there are several important points that need to be shared by friends.

[19:30] Bagi teman-teman online mohon me-rename nama akun Zoom kalian dengan name nama.
  For online friends, please rename your Zoom account name to your name.

[19:32] Perhatikan kondisi mikrofon kalian dengan posisi mute.
  Pay attention to your microphone condition and mute position.

[19:38] Jika kalian ada pertanyaan, silakan menuliskan pada kolom chat.
  If you have questions, please write them in the chat column.

[19:41] Nanti akan saya bantu untuk bacakan dan kalian bisa mengaktifkan fitur r hand untuk open mic jika ingin bertanya langsung.
  Later I will help read them, and you can activate the raise hand feature for open mic if you want to ask directly.

[19:49] perhatian bagi semua peserta yang hadir secara online
  attention to all participants attending online

[19:52] Zoom maupun YouTube live.
  Zoom or YouTube live.

[19:55] Untuk mendapat klaim S atau poin, kalian harus memenuhi tiga syarat, yaitu mengisi form absensi clockin di awal acara, join selama sesi berlangsung, dan mengisi form evaluasi di akhir.
  To get S claims or points, you must meet three conditions: fill out the clock-in attendance form at the beginning of the event, join during the session, and fill out the evaluation form at the end.

[20:08] Mohon diperhatikan saat pengisian from pastikan kalian benar-benar menulis N karena karena kesalahan penulisan N bisa menyebabkan ST poin kalian tidak berproses.
  Please note when filling out the form, make sure you really write N because an N writing error can cause your ST points not to be processed.

[20:32] Guys,
  Guys,

[20:37] saat kau lelah, bebaskanlah.
  When you are tired, be free.

[20:41] Saat kau senang, berbagilah.
  When you are happy, share.

[20:47] Tebarkanlah senyuman-Mu kepada dunia.
  Spread your smile to the world.

[20:51] Jalani hari dengan bahagia.
  Live the day with happiness.

[20:51] Hidup
  Life

[20:55] ini hanya sekali.
  This is only once.

[20:58] Kejar mimpi dengan semangat.
  Chase dreams with spirit.

[21:02] Siapkan diri untuk masa depan.
  Prepare yourself for the future.

[21:06] Melangkah bersama dengan asuransi Astra.
  Step together with Astra insurance.

[21:11] Beri rasa aman dan tentram untuk pelanggan.
  Provide a sense of security and peace for customers.

[21:17] Beri solusi terbaik karena kita asuransi Astra.
  Provide the best solution because we are Astra insurance.

[21:21] We bring peace of mind.
  We bring peace of mind.

[21:45] We will never stop.
  We will never stop.

[21:50] We will reach the
  We will reach the

[21:54] do together
  do together

[21:57] in peace and in pursuit of excellence.
  In peace and in pursuit of excellence.

[22:00] Yes.
  Yes.

[22:03] Berikan yang terbaik.
  Give the best.

[22:06] We have agility untuk adaptasi.
  We have agility to adapt.

[22:11] Aman dan tentram.
  Safe and peaceful.

[22:17] Beri rasa aman dan tentram untuk pelanggan.
  Provide a sense of security and peace for customers.

[22:24] Beri solusi terbaik karena kita asuransi astra.
  Provide the best solution because we are Asuransi Astra.

[22:27] We bring peace of mind.
  We bring peace of mind.

[22:59] Baik teman-teman.
  Hello friends.

[23:01] Lagi kita akan seminar hari ini bersama narasumber kita.
  Today we will have a seminar with our speaker.

[23:05] Bapak Michael Renaldo Wicakono purnama dari asuransi Astra.
  Mr. Michael Renaldo Wicakono Purnama from Astra Insurance.

[23:10] Bapak Michael Renaldo Wicdono pertama ini saat ini menjabat sebagai tim leader brokers sastra.
  Mr. Michael Renaldo Wicdono currently serves as the team leader for brokers at Astra.

[23:16] Beliau memiliki pengalaman hampir 10 tahun di industri asuransi dengan perjalanan karir mulai dari account manager, senior account manager, marketing, dan koordinator brokers hingga dipercaya menjadi tim leader seperti saat ini.
  He has nearly 10 years of experience in the insurance industry with a career path starting from account manager, senior account manager, marketing, and broker coordinator, to being trusted as a team leader as he is now.

[23:31] Berbagai penghargaan juga telah beliau raih di antara baik as new on, bas achievement, bas employee, dan best of the best employee.
  He has also received various awards, including 'Best Newcomer', 'Best Achievement', 'Best Employee', and 'Best of the Best Employee'.

[23:39] Dengan pengalaman dan prestasi yang beliau miliki, tentunya kita akan mendapatkan banyak insight dan pembelajaran yang bermanfaat pada sesi hari ini.
  With the experience and achievements he possesses, we will undoubtedly gain many insights and beneficial learnings in today's session.

[23:47] Untuk itu, mari kita sambut dan beri tepuk tangan yang meriah kepada Bapak Michael Renaldo Jaksono Purnama.
  Therefore, let us welcome and give a round of applause to Mr. Michael Renaldo Jaksono Purnama.

[23:53] Kepada Bapak Michael, waktu dan tempat kami persilakan.
  To Mr. Michael, we give you the time and place.

[24:09] Ya. Halo eh teman-teman, salam kenal ya.
  Yes. Hello uh friends, nice to meet you.

[24:12] E perkenalkan nama saya Michael.
  Let me introduce myself, my name is Michael.

[24:14] Thank you banget tadi Farhan ya udah perkenalannya.
  Thank you very much Farhan for the introduction.

[24:16] Thank you banget Farhan.
  Thank you very much Farhan.

[24:18] Nah eh mungkin pagi-pagi ini kita mungkin jatuhnya diskusi sedikit mungkin ya teman-teman ya.
  So, uh, maybe this morning we might end up having a little discussion, perhaps, friends.

[24:23] Ini terkait financial decluttering gitu.
  This is related to financial decluttering.

[24:26] Ini mungkin sesuatu yang di masa kuliah ini kita ini cukup menarik sebenarnya teman-teman kalau kita bahas lebih jauh ya.
  This might be something that during college, we find quite interesting, actually, friends, if we discuss it further.

[24:34] Nah, mungkin untuk mulai kita boleh next slide ke slide selanjutnya.
  So, to start, may we go to the next slide, the following slide.

[24:38] Boleh di next slideung lagi.
  Can we go to the next slide again.

[24:49] Ee boleh next slide lagi.
  Uh, may we go to the next slide again.

[24:52] Nah, Teman-teman ee mungkin kita bisa lihat ya dari gambar ini teman-teman bisa bayangin enggak sih di saat era sekarang ini banyak bangetlah kita lihat selepgram ataupun ada yang pengin mungkin ya menjadi seorang selepgram gitu.
  So, friends, uh, maybe we can see from this picture, can you imagine, in this current era, we see a lot of influencers or people who want to maybe become an influencer.

[25:05] Tapi boleh dilihat lagi teman-teman ini tuh ada dua gambar yang
  But you can look again, friends, there are two pictures here that

[25:10] Sebenarnya di balik the dream life, the experience, the trendy stuff itu tuh mungkin ada seperti eh tagihan tersembunyi ataupun bahaya-bahaya yang kita enggak tahu tuh di baliknya sebenarnya apakah itu benar atau tidak gitu.
  Actually, behind the dream life, the experience, the trendy stuff, there might be hidden bills or dangers that we don't know about behind it, whether that's true or not.

[25:24] Nah, makanya teman-teman ee ini menjadi sesuatu yang mungkin perlu kita bahas gitu.
  So, that's why, friends, this becomes something that maybe we need to discuss.

[25:29] Dan karena di saat seperti ini apakah yang penting itu terlihat sukses atau benar-benar sukses gitu.
  And because at times like this, is it more important to appear successful or to be truly successful?

[25:38] Oke, boleh next slide.
  Okay, may I have the next slide.

[25:41] Nah, ini teman-teman faktanya yang mungkin cukup mengejutkan ya.
  Now, friends, here are the facts that might be quite surprising.

[25:46] Jadi kayak lebih dari 31,5 triliun itu tuh adalah total hutang teman-teman dari jasa payat terkait dengan Genzi dan juga Milenial sebagai pengguna utama.
  So, it's like more than 31.5 trillion is the total debt, friends, from payment services related to Gen Z and Millennials as the main users.

[25:55] Dan juga ada lebih dari 28 triliun total hutang melalui aplikasi pinjaman online atau pinjol ya yang kita biasa dengar gitu.
  And there is also more than 28 trillion in total debt through online loan applications or 'pinjol', as we usually hear it.

[26:05] Dan yang lebih parahnya lagi, yang lebih seramnya lagi, Teman-teman, ini itu bukan dipakai
  And what's worse, what's scarier, friends, this is not used

[26:11] untuk mungkin happy-happy atau hura-hura, tapi ini dipakai untuk memenuhi kebutuhan hidup gitu.
  For maybe fun or frolic, but this is used to meet life's needs.

[26:17] Dan ini mungkin yang terakhir ini yang agak seram, Teman-teman.
  And this, perhaps the last one, is a bit scary, friends.

[26:19] Di tahun 2026 aja itu ada 32.56 556 akun judul nih yang udah diblokir gitu oleh pemerintah.
  In 2026 alone, there are 32,565,556 account titles that have been blocked by the government.

[26:27] Dan ini ya saya sih berharap teman-teman untuk yang ketiga ini enggak ada yang ikutan juga ya teman-teman karena mungkin repercussion-nya ini akan sangat panjang gitu.
  And yes, I hope friends, that for this third one, none of you will participate, friends, because the repercussions might be very long.

[26:35] Oke kita boleh next slide.
  Okay, we can go to the next slide.

[26:38] Nah teman-teman bayangkan sih eh menurut Teman-teman sebenarnya yang penting banget buat Teman-teman itu tuh apa sih sebenarnya?
  Now friends, imagine, uh, according to friends, what is actually very important for friends?

[26:45] What the matter the most gitu for you gitu?
  What matters the most to you?

[26:46] Oke, apakah main game atau traveling atau mungkin teman-teman ada yang suka nongki gitu, nongkrong, ngopi, makan sama teman-teman atau mungkin ada yang senang juga develop developing theirself gitu kayak mungkin ngambil course, belajar atau ikut training gitu.
  Okay, is it playing games or traveling or maybe some of you like to hang out, socialize, have coffee, eat with friends, or maybe some of you also enjoy developing themselves, like maybe taking courses, studying, or attending training?

[27:07] It's fine sebenarnya teman-teman.
  It's fine, actually, friends.

[27:09] apapun itu hobi teman-teman
  whatever your hobbies are

[27:11] itu penting dan menurutku juga enggak apa-apa ini enggak ada yang menyalahi teman-teman mengikuti itu.
  It's important and I don't think it's okay that there's nothing wrong with friends following it.

[27:18] Tapi ada satu hal yang perlu teman-teman ee hati-hati nih teman-teman yaitu adalah cut the noise gitu.
  But there is one thing that friends need to be careful about, friends, which is to cut the noise.

[27:23] Kayak contoh mungkin main game, it's fine main game selama maybe enggak pay for win atau kalau zaman sekarang mungkin banyak yang beli skin ya teman-teman ya sampai dapat mungkin ya yang berlebihan-berlebihan itu janganlah teman-teman.
  Like for example, maybe playing games, it's fine to play games as long as maybe it's not pay for win or if nowadays maybe many buy skins, friends, until they get maybe excessive things, don't do that, friends.

[27:38] Nah, oke kita next slide.
  Well, okay, let's go to the next slide.

[27:42] Nah, ini seperti dulu zaman saya kuliah ya, Teman-teman, itu kayaknya belum ada tuh FOMO.
  Now, this is like back when I was in college, friends, it seems like FOMO didn't exist then.

[27:46] Terus kayak aduh fear of missing out itu kayaknya belum, belum sesuatu gitu.
  Then it's like, oh, fear of missing out, it seems like it wasn't something yet.

[27:52] Tapi mungkin sekarang di masa teman-teman ini FOMO ini memang sesuatu fenomena gitu.
  But maybe now in your time, friends, this FOMO is indeed a phenomenon.

[28:00] Tapi baik lagi yang tadi teman-teman harus pikirkan yang penting itu terlihat sukses atau benar-benar sukses gitu.
  But again, what friends have to think about is that it's important to look successful or to be truly successful.

[28:07] Jadi teman-teman harus mungkin mulai
  So friends must maybe start

[28:12] sejak dini ya, mulai dari awal mungkin.
  Since childhood, starting from the beginning perhaps.

[28:14] nanti teman-teman lulus kuliah terus berkarir, bekerja gitu teman-teman harus pikirin apakah yang penting itu terlihat sukses atau benar-benar sukses gitu.
  Later, friends will graduate from college, then have a career, work, so friends have to think about whether what's important is appearing successful or truly being successful.

[28:23] Oke, kita boleh next slide.
  Okay, we can go to the next slide.

[28:27] Nah, sori teman-teman.
  Well, sorry friends.

[28:29] Nah, ini kita mulai masuk nih.
  Now, we're starting to get into it.

[28:31] Ada yang namanya financial decluttering gitu.
  There's something called financial decluttering.

[28:34] Mungkin secara ini general aja ya, Teman-teman.
  Perhaps, generally speaking, friends.

[28:36] Kita enggak usah terlalu teknis bahas materi-materi yang berat-berat ya.
  We don't need to get too technical discussing heavy material.

[28:39] Ini kita bisa lihat juga ini ada tujuh tujuh step gitu ya.
  We can also see here there are seven, seven steps.

[28:45] Mungkin dari yang pertama ini adalah know your number gitu.
  Perhaps the first one is 'know your number'.

[28:48] Sebentar.
  Wait a moment.

[28:52] Aduh sor ya.
  Oh, sorry.

[28:55] Nah, yang pertama mungkin know your number ini mungkin ya gampangnya teman-teman harus tahu gitu pemasukan teman-teman itu berapa.
  Now, the first one, 'know your number', perhaps, simply put, friends need to know how much their income is.

[29:03] Yang kedua mungkin audit gitu, every expenses gitu teman-teman punya pengeluaran apa aja nih gitu.
  The second one is perhaps 'audit', every expense, what expenses do friends have?

[29:12] ya mulai agak penting teman-teman.
  It's starting to be a bit important, friends.

[29:15] Eliminate financial noises.
  Eliminate financial noises.

[29:18] Financial noises tuh seperti apa sih?
  What are financial noises like?

[29:20] Contoh teman-teman, sebenarnya mungkin
  For example, friends, actually maybe

[29:22] di zaman sekarang ya menurut menurut
  in this day and age, according to

[29:24] saya ya
  me

[29:26] udah banyak itu over subscription.
  there are already many oversubscriptions.

[29:28] Contoh paling gampang deh, siapa yang
  The easiest example, who

[29:31] langganan Netflix, Prime Video apalagi
  subscribes to Netflix, Prime Video, or even

[29:33] tuh Qui atau YouTube Premium gitu, itu
  Qui or YouTube Premium, that's

[29:37] kan mungkin terlalu banyak gitu,
  perhaps too much,

[29:39] Teman-teman. Nah, itu mungkin harus
  friends. Now, that might need to be

[29:41] diperhatikan lagi mana yang teman-teman
  re-examined, which ones you friends

[29:43] paling ee paling sering pakai atau apa
  use most often or what

[29:46] atau yang jarang dipakai itu mungkin
  or what is rarely used, it might

[29:49] lebih baik diop gitu subscription-nya
  be better to cancel the subscription

[29:51] atau mungkin ini teman-teman kan lagi
  or maybe this, friends, you are currently

[29:52] kuliah gitu kebetulan ee kebetulan saya
  studying, coincidentally, I am also

[29:54] juga lagi kuliah kita pakai AI gitu ada
  currently studying, we use AI, there are

[29:57] yang subscription chat GPT Cloue sama
  subscriptions for ChatGPT, Claude, and

[29:59] Gemini gitu kan mungkin agak kurang
  Gemini, right? It might be a bit less

[30:02] efektif ataupun efisien gitu mungkin
  effective or efficient, maybe

[30:03] boleh salah satu aja gitu. Nah, mungkin
  one is enough. Now, maybe

[30:06] kita ke step selanjutnya itu adalah
  we move to the next step, which is

[30:08] simplify dep gitu, Teman-teman, ya.
  simplify debt, friends.

[30:11] Selalu ee hukum finansial itu selalu
  Always, the financial law always

[30:13] ngomong, Teman-teman.
  Speaking, friends.

[30:16] Ee bayarlah hutang.
  Uh, pay off debt.

[30:17] Hutang itu tuh yang paling pertama gitu ya.
  That debt is the very first one, right?

[30:20] Enggak salah punya hutang selama hutang itu bisa menghasilkan duit, Teman-teman.
  It's not wrong to have debt as long as that debt can generate money, friends.

[30:23] Menghasilkan duit lagi gitu.
  Generate money again.

[30:25] Banyak hampir semua orang ya top 30 atau top 10 atau 9 naga gitu ya, mungkin pasti punya hutang gitu, tapi hutangnya mereka itu menghasilkan duit kembali kayak gitu.
  Many, almost everyone, you know, the top 30 or top 10 or 9 dragons, right, probably definitely have debt, right, but their debt generates money back like that.

[30:34] Jadi teman-teman harus lihat mana hutang yang dibutuhkan, mana hutang yang sepertinya tidak dibutuhkan, gitu.
  So, friends, you have to see which debt is needed, which debt seems not needed, right?

[30:42] Nah, mungkin yang kelima ini adalah emergency fund, Teman-teman.
  Now, perhaps the fifth one is an emergency fund, friends.

[30:48] Mungkin ee dulu zaman saya masih kuliah juga, kuliah S1 gitu ya.
  Maybe, uh, back when I was still in college, studying for my bachelor's degree, right?

[30:53] Kayak ah enggak usahlah kan masih ada tenguan orang tua.
  Like, ah, no need, there are still parents to rely on.

[30:57] Tapi ini ee pesan saya teman-teman, buat teman-teman pribadi tolong selalu siapkan emergency fund teman-teman.
  But this is, uh, my message, friends, for you personally, please always prepare an emergency fund, friends.

[31:04] Apalagi kita tahu mungkin Indonesia saat ini tidak sedang baik-baik saja ya, apalagi terkait ekonomi, sosial, dan politik gitu.
  Especially since we know that perhaps Indonesia is not doing well right now, especially regarding the economy, social, and political aspects, right?

[31:12] Nah, selanjutnya yang keenam itu mungkin
  Now, next, the sixth one is perhaps

[31:14] teman-teman harus tahu protect what matters gitu buat teman-teman.
  Friends need to know to protect what matters to friends.

[31:18] Salah satu mungkin ee di masa muda kita selalu lupa masalah kesehatan, tapi itu sebenarnya adalah sesuatu yang sangat penting, Teman-teman.
  One thing, maybe in our youth, we always forget about health issues, but that is actually something very important, friends.

[31:26] Jadi, ya mulai sekarang ee mulai gaya hidup yang agak lebih sehatlah, Teman-teman.
  So, yes, starting now, start a lifestyle that is a bit healthier, friends.

[31:31] Dan mungkin di decluttering terakhir itu adalah automate good behavior gitu.
  And maybe the last decluttering is to automate good behavior.

[31:35] Jadi kayak kebiasaan yang baik terkait finansial kayak contoh rajin menabung.
  So, like good habits related to finances, like for example, diligent saving.

[31:40] Nah, itu dibikin otomatis aja gitu.
  Well, just make it automatic.

[31:42] Kayak setiap dapat duit gitu langsung oh langsung disisikkan langsung disisihkan dan itu secara otomatis gitu bisa jadi transfer berjadwal atau mungkin hal yang lainnya gitu.
  Like every time you get money, immediately, oh, immediately set aside, immediately set aside, and it's automatic, it can be a scheduled transfer or maybe other things.

[31:52] Oke, kita boleh next.
  Okay, we can go next.

[31:55] Nah, kenapa sih financial decluttering itu penting penting teman-teman?
  Now, why is financial decluttering important, important friends?

[32:00] Nah, mungkin tanpa declatting ya ee tanpa teman-teman sadari itu bisa jadi ada tagihan kartu kredit yang tidak terduga.
  Well, maybe without decluttering, without you friends realizing it, there can be unexpected credit card bills.

[32:08] Terus tadi ada banyak subscription kayak gitu, chat GPT, Gemini, Cloue gitu.
  Then earlier there were many subscriptions like that, ChatGPT, Gemini, Cloude, like that.

[32:14] mungkin nanti ee saat teman-teman mungkin udah berpenghasilan, gaji tuh hanya lewat aja benar-benar gitu.
  Maybe later, when friends are already earning, salary just passes by, really.

[32:21] Kayak teman-teman hidup hanya dari payroll to payroll gitu.
  Like friends live only from payroll to payroll.

[32:23] P check to pay check gitu.
  From check to paycheck.

[32:25] Dapat duit hilang, dapat duit hilang.
  Get money, lose money, get money, lose money.

[32:28] Nah, itu mungkin yang tidak bisa dipungkiri itu mungkin saya pun melihat banyak sekali itu terjadi gitu sekarang ini.
  Now, that's perhaps what cannot be denied, I also see that happening a lot right now.

[32:37] Nah, yang next mungkin punya duit tapi enggak tahu untuk digunakan untuk apa aja gitu.
  Now, the next one is maybe having money but not knowing what to use it for.

[32:41] Jadi karena mungkin enggak pernah dicatat gitu ya pengeluaran pemasukan jadi enggak tahu nih oh terima duit banyak tapi eh kok hilang ke mana aja kayak gitu.
  So because maybe expenses and income are never recorded, you don't know, oh, received a lot of money but, hey, where did it go?

[32:50] Dan ini yang sebenarnya ini pernah e ada kejadian dan beritanya cukup cukup terkenal juga, Teman-teman.
  And this is what actually happened before, and the news was quite famous too, friends.

[32:58] Itu ee cemas dan juga ee mungkin ada kepanikan yang kalau teman-teman sempat baca berita itu ada sesuatu sebuah berita terkait mental health seorang pelajar gitu terkait finansial ini gitu.
  That was anxiety and also maybe panic that if friends had read the news, there was something, a news item related to the mental health of a student regarding these finances.

[33:09] Nah,
  Now,

[33:15] harapannya dengan financial decluttering itu teman-teman mungkin bisa lebih better visibility gitu.
  Hopefully, with financial decluttering, friends can have better visibility.

[33:18] Jadi teman-teman tahu tracking uang teman-teman itu ke mana aja.
  So friends know where their money tracking goes.

[33:22] Terus teman-teman jadi punya kontrol yang lebih baik gitu.
  Then friends will have better control.

[33:27] Oh ini kayaknya stop deh pengeluaran diaj atau di nongkrong gitu atau ah ini ya enggak apa-apa saya jajan lebih sedikit it's fine gitu.
  Oh, it seems like spending on going out or hanging out should stop, or ah, it's okay, I'll spend less on snacks, it's fine.

[33:35] Tapi yang penting itu adalah kata kuncinya kontrol teman-teman.
  But the important thing is the keyword, friends, control.

[33:40] Terus dengan punya kontrol lebih baik harapannya teman-teman juga tidak punya ya punya pasti tapi mungkin lebih rendah lah finansial stresnya gitu.
  Then, by having better control, hopefully friends will also not have, yes, they will definitely have it, but perhaps lower financial stress.

[33:49] Dan yang terakhir eh sebelum terakhir itu ada financial wellness.
  And the last, uh, before the last, there is financial wellness.

[33:51] Jadi keuangan teman-teman itu sehat dan yang terpenting ini aku yakin buat teman-teman juga itu adalah mental wellness gitu.
  So friends' finances are healthy, and most importantly, I am sure for friends too, it is mental wellness.

[33:57] Nah, eh kita boleh ke next slide.
  Now, uh, can we go to the next slide?

[34:03] Nah, sebenarnya how sih financial decluttering itu tuh sebenarnya gimana caranya?
  So, actually, how is financial decluttering, how is it done?

[34:08] Ya tadi kan udah ada stepnya ya.
  Yes, as mentioned earlier, there are steps.

[34:10] Tapi mungkin kalau misalnya disederhanakan teman-teman yang pertama paling penting nih ya itu adalah catat
  But maybe if simplified, friends, the first and most important thing is to record

[34:16] teman-teman. Catat aja dulu. Start from

[34:19] mencatat apapun itu pemasukan

[34:20] pengeluaran gitu. Simpel aja mungkin di

[34:22] HP, di notes gitu atau di WhatsApp ke

[34:25] diri sendiri uang masuk segini, uang

[34:27] keluar segini gitu. Atau enggak hari ini

[34:29] habis jajan chat time nih atau ban-ban

[34:31] gitu-gitu. Nah, itu dicatat aja

[34:33] simpel-simpel gitu. Nah, mungkin yang

[34:36] kedua kalau udah mencatat teman-teman

[34:38] someday dilihat coba sebulan wah

[34:40] ditinjau nih. Wah, pengeluarannya paling

[34:43] banyak apa nih? Wah, gua boros banget

[34:45] nih soal gaming misalkan. Wah, gua boros

[34:47] banget nih soal jalan-jalan atau self

[34:50] healing gitu. Kayak self healing it's

[34:52] fine ya, Teman-teman. Enggak apa-apa loh

[34:53] healing, jalan-jalan, traveling, it's

[34:56] fine. Tapi harus tahu batas mana yang

[34:58] aman buat teman-teman. Karena apa?

[35:00] Teman-teman itu enggak hidup di saat ini

[35:02] saja, tapi ada masa depan teman-teman

[35:04] yang

[35:06] pesan-pesan saya sih, Teman-teman,

[35:08] dimulai dipikirkan dari sejak dini gitu.

[35:11] Nah, eh mungkin next-nya. Oh, ya itu

[35:14] juga kan banyak tools ya sekarang.

[35:15] Apalagi sekarang era digital gitu kan.

[35:18] Eh, hal simpel Excel bisa pakai

[35:20] spreadsheet sendiri, bisa pakai money

[35:22] lover, ada spendy dan bahkan ada modify

[35:25] gitu teman-teman yang bisa dipakai gitu.

[35:28] Nah, ini tips dari saya juga terkait

[35:30] budgeting ya. Budgeting rules ini enggak

[35:33] angkanya enggak saklek, bisa disesuaikan

[35:35] dengan ee dengan teman-teman sendiri

[35:38] gitu. Mungkin 50, 30, 20 gitu. 50 uang

[35:41] teman-teman itu untuk kebutuhan

[35:43] kebutuhan yang benar-benar kebutuhan

[35:45] dasar ataupun kebutuhan bukan aduh gua

[35:47] lagi butuh jalan-jalan nih gua butuh

[35:49] reward gitu. Nah, itu bukan kebutuhan

[35:51] sebenarnya teman-teman ya. Jadi

[35:52] kebutuhan yang benar-benar kebutuhan

[35:54] gitu seperti kayak sandang, pangan,

[35:56] papan atau hal-hal mungkin ee cicilan

[36:00] yang sudah pasti itu pun jatuhnya

[36:01] kebutuhan sebenarnya teman-teman kayak

[36:03] gitu. Nah, 30 itu boleh teman-teman

[36:06] alokasikan untuk sesuatu yang

[36:08] teman-teman inginkan kayak gitu. Aduh,

[36:10] lagi pengin jajan apa gitu. Enggak

[36:12] apa-apa, it's fine. Kayak gitu. Nah, 20

[36:15] lagi ini, Teman-teman, sebenarnya yang

[36:17] eh jarang orang

[36:19] tahu tapi jarang orang lakukan itu

[36:21] adalah investasi. Nah, gitu. Nah,

[36:23] investasi ini apa sih sebenarnya?

[36:25] Investasi itu bentuknya banyak. Enggak

[36:27] cuman kita main di pasar modal, kita

[36:30] beli saham, kita reksa dana, kita

[36:32] deposito. Enggak, Teman-teman. Eh,

[36:35] terkadang banyak orang lupa investasi

[36:36] juga bisa untuk investasi ke diri

[36:39] sendiri, ke growth gitu. Mungkin kayak

[36:42] ikut training kayak gitu. Nah,

[36:43] Teman-teman ini tips aja juga mungkin

[36:45] kalau nanti Teman-teman melamar kerja

[36:47] ya, ini tips banget. Sekarang zaman

[36:49] sekarang ini IPK wah tinggi-tinggi,

[36:51] bagus-bagus, perusaha ee lulusannya

[36:53] bagus-bagus. Itu membuat teman-teman itu

[36:56] ada di kolam yang ikannya bagus semua

[36:58] gitu. Sedangkan perusahaan itu selalu

[37:00] melihat, "Oh, ini ada yang beda nih dari

[37:03] yang lain kayak gitu. Jadi mungkin kalau

[37:05] yang memang teman-teman ingin berkarir

[37:06] atau ingin di perusahaan-perusahaan yang

[37:08] baik itu ee mulailah bangun dari CV

[37:12] teman-teman itu ada sesuatu yang

[37:13] membedakan teman-teman dengan ikan-ikan

[37:15] lainnya kayak gitu.

[37:18] Nah, selanjutnya mungkin ada yang orang

[37:21] mungkin di Indonesia ya paradigma

[37:22] asuransi itu masih cukup negatif.

[37:25] Sedangkan sebenarnya asuransi itu tuh

[37:27] nanti mungkin kita akan ada bahas

[37:28] sedikit asuransi tapi itu adalah sesuatu

[37:30] yang membantu teman-teman menjaga gitu.

[37:33] Kenapa penjaga? Karena ee risiko ini tuh

[37:37] asuransi itu melindungi teman-teman dari

[37:38] risiko yang tidak terduga. Contoh paling

[37:40] gampang ya mungkin nanti teman-teman ee

[37:43] kalau punya duit tapi sakit terus buat

[37:45] apa kayak gitu kan duitnya buat bayar ke

[37:47] dokter gitu. Makanya mungkin ah asuransi

[37:50] oh iya teman-teman asuransi itu mungkin

[37:52] bisa dibedakan dengan investasi ya. Tapi

[37:54] asuransi itu adalah lebih ke proteksi.

[37:56] Kalau investasi itu something yang bisa

[37:58] growth kayak gitu. Jadi kalau misalnya

[38:00] teman-teman someeday dipress orang

[38:01] ditawarin asuransi adalah ngomongnya

[38:03] investasi udah jangan percaya

[38:04] teman-teman asuransi is not investasi

[38:07] gitu. Nah mungkin ada juga yang penting

[38:09] sekarang itu adalah mengikuti literasi

[38:11] keuangan gitu. Oke kita boleh next.

[38:15] Nah tadi kita sudah bahas invest ya eh

[38:18] invest in yourself. Balik lagi tadi

[38:20] invest tidak hanya secara finansial. Ada

[38:22] ada banyak bentuk investasi terutama ke

[38:24] diri teman-teman. kayak tadi sudah

[38:26] disebut ya, kita ee ikut course atau

[38:30] networking, Teman-teman. Networking itu

[38:32] di saat di zaman ini sangat penting loh,

[38:34] Teman-teman. Jujur gitu ataupun

[38:36] Teman-teman belajar skill baru gitu

[38:39] mungkin ikut kelas memasak juga it's

[38:41] fine gak gitu. Yang penting kata

[38:43] kuncinya itu adalah growth gitu, self

[38:45] growth gitu. Biar teman-teman itu ee

[38:49] berbeda dari teman ee daripada ikan yang

[38:52] lainnya kalau tadi kita analogikan kayak

[38:54] gitu. Oke, kita boleh next.

[38:57] Nah, tadi asuransi ya. Ingat balik lagi

[38:58] teman-teman, kalau ada orang yang

[39:00] ngomong asuransi investasi

[39:03] ya saya sebagai praktisi asuransi bisa

[39:05] ngomong enggak usah terlalu didengar

[39:07] kayak gitu. Kenapa? Asuransi itu

[39:09] sebenarnya safety net, Teman-teman.

[39:10] Kalau something goes wrong gitu. Kalau

[39:14] enggak tahu nih tiba-tiba lagi apes lagi

[39:16] sial kayak gitu kan. Nah, itulah

[39:18] pentingnya asuransi si biar teman-teman

[39:20] bisa lebih bergaya dan juga berdaya

[39:22] dengan leluasa gitu. Enggak perlu mikir.

[39:24] Misalnya teman-teman baru punya beli

[39:25] mobil kayak gitu kan, wah mobil bagus,

[39:28] mobil baru nih. Terus tiba-tiba sial aja

[39:31] kan kita di jalan banyak orang enggak

[39:32] tahu gitu. Tiba-tiba ada orang

[39:33] sembarangan menabrak gitu. Kalau

[39:35] teman-teman enggak punya asuransi mobil

[39:37] misalkan itu kan jadi teman-teman harus

[39:39] penstra money gitu untuk memperbaiki

[39:41] mobilnya kayak gitu. Nah, ini sebenarnya

[39:44] juga teman-teman sebenarnya teman-teman

[39:45] tuh udah punya asuransi sebenarnya itu

[39:47] adalah BPJS kesehatan lah. Cuman ee

[39:50] sekarang sih BPJS sudah bagus gitu, tapi

[39:52] mungkin enggak ada salahnya mungkin

[39:54] kalau teman-teman someday eh ingin punya

[39:57] ekstra proteksi kayak gitu. Oke, kita

[40:00] boleh next.

[40:02] Nah, tadi kita udah bahas

[40:04] sedikit-sedikit ya tentang literasi

[40:06] keuangan gitu, financial decluttering

[40:08] gitu. Nah, mungkin ini literasi keuangan

[40:11] ini itu inti poinnya kalau boleh saya

[40:14] bantu rangkum ya. Yang literasi keuangan

[40:18] itu adalah gimana teman-teman tahu cara

[40:20] mengelolanya gitu. Nah, ini ada sedikit

[40:24] berbeda di zaman sekarang ini ada

[40:26] mungkin yang kalau teman-teman pernah

[40:27] dengar ada financial inclusion sama juga

[40:30] financial literation gitu. Nah, literasi

[40:32] keuangan ini enggak cuman tahu tapi

[40:34] mempraktikkan gitu,

[40:37] melaksanakan gitu. tidak hanya tahu

[40:39] gitu. Karena itu dua hal yang sangat

[40:40] berbeda, Teman-teman. Teman-teman tahu

[40:42] sama Teman-teman melakukan. It's a

[40:44] different thinking. Kita boleh next.

[40:48] Nah, tadi jadi apa bedanya sih inclusion

[40:50] sama literation? Mungkin bahasa

[40:52] sederhananya

[40:54] inclusi itu teman-teman punya aksesnya

[40:57] punya akses ke financial service, ke

[41:00] bank gitu ya. E sederhananya teman-teman

[41:03] punya aplikasi di handphone yang bisa

[41:05] download aplikasi banknya gitu atau

[41:07] teman-teman punya akses jalan ke kantor

[41:09] cabang bank itu inclusion kayak gitu.

[41:12] Nah, kalau literasi teman-teman punya

[41:13] aksesnya dan teman-teman tahu cara

[41:15] menggunakannya. Nah, tahu cara

[41:18] menggunakannya itu ee tentu juga

[41:20] teman-teman ada satu lagi sebenarnya

[41:21] yang jarang orang bahas itu adalah

[41:23] financial disiplin gitu. Jadi sudah

[41:25] punya akses, tahu cara pakainya tapi

[41:29] harus disiplin menggunakannya gitu. kita

[41:32] boleh next. Nah, Teman-teman mungkin ini

[41:35] ya ee dari tadi mungkin udah

[41:37] sedikit-sedikit membahas cerita-cerita

[41:39] gitu terkait financial decluttering,

[41:41] Teman-teman. Nah, mungkin dari

[41:43] Teman-teman ada yang mau sharing itu

[41:45] mungkin ada pernah enggak dengar cerita

[41:48] ataupun mengalami sendiri masalah

[41:50] keuangan di sekeliling teman-teman gitu.

[41:53] Mungkin ada satu atau dua yang mau

[41:55] sharing gitu.

[42:08] Kalau enggak ada juga enggak apa-apa.

[42:09] It's fine, Teman-teman. Atau ee mungkin

[42:12] ya udah saya ada cerita sedikit ee

[42:14] terkait masalah keuangan. Jadi, dulu

[42:16] saya punya tim, anggota tim ee lulusan

[42:19] juga fres grade baru gitu. Ee ini yang

[42:24] agak seram ini dia termasuk kategori

[42:26] yang mungkin itu adalah e judi online,

[42:29] Teman-teman. Nah, itu ee agak cukup

[42:32] seram, Teman-teman. Karena ee judi

[42:35] online itu ternyata enggak hanya masalah

[42:38] finansialnya loh. Itu efek dan dampaknya

[42:42] itu bisa ke mana-mana gitu, Teman-teman.

[42:44] Jadi dia iseng ik apa zaman beberapa

[42:47] tahun kemarin kan ramai banget tuh apa

[42:49] slot-slot ya ikutan dari dia cerita

[42:52] akhirnya waktu terakhir-terakhir dia

[42:53] cerita cuman ikutan 10.000 R000 sampai

[42:56] bisa itu jadi minus R300 juta. Itu kan

[42:59] agak agak lucu ya sebenarnya. Tapi it's

[43:01] happen teman-teman. Jadi ee Teman-teman

[43:04] harus hati-hati banget teman-teman

[43:07] terkait ee apalagi kalau udah judul

[43:10] ataupun pinjol gitu karena itu adalah

[43:12] sesuatu yang mungkin bisa menyeret

[43:14] teman-teman ke arah jurang kemiskinan

[43:16] teman-teman. Jadi pesan aku hati-hati

[43:18] ya. Jangan pernah ikutan judul kalau

[43:21] pinjol. Selama teman-teman pinjolnya itu

[43:24] adalah pinjol yang

[43:26] terkontrol,

[43:28] it's fine. Karena mungkin siapa tahu

[43:30] kita ada kejadian luar biasa, kita perlu

[43:33] pinjaman online, it's fine, enggak

[43:34] apa-apa. Tapi ya harus bijaksana

[43:36] menggunakannya kayak gitu. Tapi

[43:39] nah ee ada yang mau sharing? Kalau

[43:42] enggak ada ee siapa tahu ada yang mau

[43:45] sharing nih.

[43:52] Ada dari saya Fatan

[43:56] yang mau sharing boleh diresin

[43:58] teman-teman.

[44:09] Oke. Ee jadi saya ini bukan pengalaman

[44:11] sih, saya sih enggak pernah ya. Ee tapi

[44:13] saya ingin membagikan ee pelajaran untuk

[44:17] kita semua. Kalau bahwasannya tuh di

[44:19] zaman sekarang itu kan saya sering

[44:21] dengar ya, terutama untuk anak-anak muda

[44:22] seperti kita gitu ya, itu orang banyak

[44:25] yang terjebak dalam emis lifestyle terus

[44:30] apa tuh namanya? Fomo-fomoan gitu. Nah,

[44:33] apalagi tuh sekarang tuh orang melihat

[44:35] ilusi kekayaan itu kadang-kadang dari

[44:36] judi online terus pinjol. Jadi, makanya

[44:39] tuh kalau bagi saya sih kalau mending

[44:41] enggak ada yang sesuatu yang enggak

[44:43] penting, enggak urgen mending enggak

[44:44] usah gitu. Itu aja sih dari saya dari

[44:47] Patan.

[44:51] Thank you banget. Thank you banget Pat

[44:53] ya. Thank you banget ini sharing-nya.

[44:54] Ini benar banget loh, Teman-teman. tanpa

[44:56] dipungkiri ya, mungkin ini adalah the

[44:59] dark side of dunia sosial media ya,

[45:02] selepgram ataupun apapun itulah. Saya

[45:04] juga punya teman yang menjadi selepgram.

[45:07] Ee di balik itu semua teman-teman eh ada

[45:10] sesuatu yang ya mungkin saya juga enggak

[45:11] bisa ceritakan tapi selepgram itu tidak

[45:14] seindah itu kok teman-teman. Apalagi

[45:16] terkait finansialnya kayak gitu. Jadi

[45:20] form enggak apa-apa, tapi secukupnya aja

[45:22] teman-teman, enggak usah terlalu

[45:23] gimana-gimana lah. Life is lifestyle

[45:25] tadi sempat di mention juga, thank you.

[45:28] Itu baik lagi teman-teman pesan aku

[45:31] keyword-nya enggak perlu terlihat

[45:33] sukses, e tapi lebih penting sukses

[45:35] kayak gitu. Sukses itu enggak perlu

[45:37] diumbar-umbar, enggak perlu kelihatan

[45:39] atau cuman kayak teman-teman butuh

[45:40] pembenaran gitu dari rekan-rekan

[45:43] sejawat, dari follower gitu. It's not

[45:46] important, Teman-teman. Serius kayak

[45:47] gitu.

[45:48] lebih kayak nih ya contoh paling gampang

[45:51] lah. Sekaya-kayanya selepgram pasti akan

[45:53] lebih kaya se naga yang teman-teman aja

[45:55] enggak pernah lihat mukanya mungkin

[45:57] kayak gimana kayak gitu. Thank you

[45:58] banget ya ee Fadan ya ee sharingnya.

[46:01] Mungkin ada lagi

[46:02] sama

[46:04] ada lagi yang lain mungkin mau sharing.

[46:20] Oke, enggak apa-apa teman-teman. Kalau

[46:21] enggak ada ee it's fine juga mungkin

[46:22] karena kan ini balik lagi ya, masalah

[46:24] finansial itu adalah masalah dapur kita

[46:26] ya. Sebenarnya

[46:28] baik lagi semua ilmu ini, apapun ilmu

[46:31] yang teman-teman pelajari tentang

[46:32] finansial, baik lagi harus disesuaikan

[46:34] dengan keadaan teman-teman. Karena

[46:36] finansial kita itu bergantung terhadap

[46:38] situasi dan kondisi kita ya. Jadi, ya

[46:41] teman-teman yang penting

[46:43] satu kontrol, catat, kontrol dan kalau

[46:46] enggak perlu-perlu amat cut the noise,

[46:48] Teman-teman. Kayak gitu. Oke, eh kita

[46:51] boleh next slide.

[46:54] Nah, memang tadi kan dia dari beberapa

[46:56] cerita tadi Fatan kan udah cerita juga

[46:58] life lifestyle ataupun ya tadi ya FOMO

[47:02] kayak gitu. Nah, ini memang secara

[47:05] pemerintah, government, OJK itu bahkan

[47:07] menyebut memang ada gap antara inclusion

[47:10] dan juga literation gitu. Banyak yang

[47:12] punya aksesnya tapi enggak tahu cara

[47:15] pakainya ataupun tahu cara pakainya tapi

[47:17] enggak tahu cara pakainya yang baik dan

[47:19] benar kayak gitu. Nah, ini teman-teman

[47:22] mungkin teman-teman juga sebenarnya bisa

[47:23] bantu nih terkait adanya gap ini antara

[47:26] inklusi dan juga literasi. Dan mungkin

[47:28] nanti akan jauh lebih dijelaskan nih

[47:32] cara teman-teman membantu itu oleh

[47:34] rekan-rekan kami dari Marpl kayak gitu.

[47:37] Oke, boleh dari teman-teman Markl

[47:39] mungkin boleh lebih dijelaskan kayak

[47:41] gitu. Thank you teman-teman.

[47:47] Baik, terima kasih ee Bapak. Oke. Em

[47:52] mungkin boleh dibantu dari tim Marples.

[47:55] Oke. Baik. Siap. Oke, selamat siang

[47:58] semuanya teman-teman dari BINUS. Mungkin

[48:01] aku mau coba sapa-sapa dulu ya. Halo,

[48:04] ini tadi ada Fatan ya. Halo Fatan dan

[48:08] I pagi Pak Hajar.

[48:10] Eh, Fatan dari mana Fatan BINUSnya kalau

[48:13] boleh tahu?

[48:14] Ee saya Alam Sutra.

[48:15] Oh, Alam Sutra. Eh, fakultas

[48:18] Fakultas ee Desain Komunikasi Visual New

[48:20] Media.

[48:21] Oh, komunikasi New Media. Oke. Baik. ini

[48:23] kayaknya dari beragam fakultas juga ya

[48:26] kalau saya lihat sih ee ya lihat dari

[48:29] npm-nya aja beda-beda gitu ya. Jadi

[48:32] kayaknya lintas fakultas tapi dari

[48:34] Binos. Oke. Oke. Hari ini ee izin saya

[48:37] Fajar, saya dari panitia action ee 2026

[48:42] ee mungkin akan sedikit menjelaskan

[48:44] mengenai apa yang akan ee mungkin

[48:47] teman-teman bisa bantu contribute gitu

[48:49] ya ee dalam bentuk kompetisi dan ini

[48:53] diselenggarakan oleh Ars Astra yang jadi

[48:56] opportunity untuk teman-teman bisa

[48:57] lakukan ee atau tap in di sini untuk

[49:00] tadi berkaitan dengan masalah yang

[49:02] disebutkan oleh ee ee sebelumnya nya

[49:05] gitu ya. Oke, mungkin boleh next

[49:09] ya. Oke. Ee seperti apa sih ee kenapa

[49:13] kompetisi A-nya ada? Jadi ee dimulai

[49:15] dari asuransi Astra. Asurasi Astra ini

[49:18] ee didirikan tahun ee 1956 pada tanggal

[49:21] 12 September mau ulang tahun ke 70 tahun

[49:24] dan merupakan perusahaan dari PT Astra

[49:26] International Tbk. Mungkin kalau

[49:28] teman-teman tahu eh Astra Internasional

[49:29] itu salah satu perusahaan ee holding

[49:32] besar ya di Indonesia yang kalau

[49:34] asuransi secara fokusnya memang bergerak

[49:36] di bidang asuransi umum gitu yang

[49:38] merupakan salah satu market leader ee

[49:40] dan pemimpin pasar dalam industri

[49:42] asuransi umum di Indonesia gitu ya.

[49:44] Fokusnya memang asuransi asuransi Astra

[49:47] ini terus berinovasi untuk memenuhi

[49:48] setiap pelanggan. Nah, ee menjelang

[49:50] ulang tahun ke-70 tahun ini ee ini momen

[49:53] yang pas untuk asuransi Astra untuk bisa

[49:55] buat ee suatu hal yang ee bisa

[49:59] berkontribute juga kepada Indonesia dan

[50:01] juga ee kepada seluruh stakeholder

[50:03] masyarakat di Indonesia gitu ya. Plus ee

[50:06] menciptakan daya tarik talenta yang

[50:08] potensial gitu. Jadi ee ada salah satu

[50:10] misi juga untuk ee kita hiring atau

[50:13] tarik talenta-talenta potensial yang

[50:15] bisa ee join di asuransi Astra. Nah,

[50:18] makanya itu ada action e 2026 2026 ini.

[50:23] Action ini apa? Action ini adalah salah

[50:25] satu rangka perjalanan 7 dekada asuransi

[50:28] Astra gitu ya sebagai salah satu eh

[50:31] menghadirkan peace of mind bagi jutaan

[50:33] pangan Indonesia eh dalam bentuk

[50:35] kompetisi untuk GENZI eh mahasiswa aktif

[50:38] ya ee untuk menciptakan solusi kreatif

[50:40] meningkatkan interakasi keuangan

[50:41] masyarakat. Seperti yang disebutkan

[50:43] sebelumnya ee inklusi kita tuh bagus

[50:46] kalau secara ee data OJK terakhir di

[50:49] kurang lebih di 80 sampai 85%. Tapi

[50:52] kalau dilihat dari inklusi eh sori dari

[50:55] literasi, literasi ini mungkin masih

[50:57] menjadi PR untuk kita semua. Nah,

[50:59] tentunya kalau lihat dari data OJK itu

[51:01] masih di angka 60 sampai 65% yang

[51:03] menandakan masih ada gap nih dari

[51:05] literasi dani. Kalau secara data berarti

[51:07] ee masyarakat yang terliterasi ini

[51:09] walaupun gitu ya ee atau sudah

[51:11] menggunakan ee instrumen keuangan tapi

[51:14] tidak mengerti atau tidak belum paham

[51:16] secara detail seperti apa yang mereka

[51:18] gunakan gitu ya. Ee kurang lebih seperti

[51:22] itu ya. Terima kasih Fatan ee untuk

[51:25] message-nya. Ee tapi balik lagi ke

[51:28] action ini bahwa objektifnya memang

[51:30] program ini ditujukan untuk ee mendorong

[51:33] inovasi literasi keuangan, terus

[51:35] meningkatkan pemahaman soal keuangan,

[51:38] mendapatkan model literasi keuangan yang

[51:39] paling bagus gitu ya. Dan tentunya

[51:42] adalah ee

[51:45] membang

[51:48] untuk menciptakan kolaborasi juga dengan

[51:50] mahasiswa dan generasi Buddha supaya

[51:52] ikut bisa menyelesaikan permasalahan

[51:54] literasi keuangan yang ada gitu ya. Jadi

[51:56] objektifnya seperti itu. Kita juga

[51:57] mengajak teman-teman untuk bisa

[51:59] contribute.

[52:01] Nah, eh mungkin next-nya silakan. Nah,

[52:04] em dari action ini eh pertanyaan

[52:06] selanjutnya biasanya ada di benak

[52:08] mahasiswa eh what's in for me gitu. Jadi

[52:11] apa yang bisa saya dapat dari kompetisi

[52:13] ini kalau saya ikut dan semacamnya.

[52:15] Benefitnya lumayan oke kalau melihat ee

[52:18] dari yang sudah ee coba kita

[52:20] presentasikan hari ini. Ee saya dulu

[52:22] mahasiswa gitu. Jadi saya tahu bahwa eh

[52:25] salah satu yang dicari adalah monetary

[52:27] dan nonmonetary benefit ini tuh ada

[52:30] semua. Jadi monetarynya kurang lebih

[52:32] total price kita di ada R0 juta dengan

[52:34] uang tunai ya. Ee untuk pemenang pertama

[52:37] R juta, pemenang kedua R juta, dan

[52:39] pemenang ketiga tadi R juta. Ini eh

[52:42] cukup tinggi di kalau lihat price dari

[52:45] beberapa kompetisi termasuk bisnis case

[52:47] misalkan ya. Dan juga ada nonmitary lain

[52:50] misalkan eh sifatnya ada eh freed

[52:54] participans. Ada juga ini yang paling

[52:56] oke menurut eh saya dan juga mungkin

[52:57] teman-teman juga setuju eh internship

[52:59] opportunity di asuransi Astra. ee ini

[53:02] opportunity yang sangat besar juga. Ee

[53:05] lalu ada kalau beberapa materi benefit

[53:08] lainnya seperti akses ke Marcus

[53:10] e-learning untuk 1 bulan. Dan tentunya

[53:13] ini yang menarik juga adalah eh nanti

[53:15] untuk teman-teman yang masuk top three

[53:17] gitu ya, nanti saya jelaskan tahapannya

[53:20] itu ada fully cover eh accommodation

[53:24] transportation. Jadi

[53:29] final ee report-nya untuk ee di hadapan

[53:33] para juri seperti itu. Kurang lebih

[53:36] seperti itu eh untuk monetary dan

[53:38] monetary benefitnya. Eh pertanyaan

[53:41] selanjutnya lagi adalah setelah saya

[53:43] tahu benefitnya saya saya bisa ikut

[53:45] enggak sih gitu apa yang jadi

[53:46] persyaratan, apa yang jadi kriteria

[53:48] pendaftarannya? Kurang lebih ini ada tu

[53:51] poin ya syarat atau kriteria pendaftar.

[53:55] Ee tapi kalau saya rangkum ya,

[53:56] sebenarnya ee teman-teman sangat mudah

[53:59] untuk daftar karena persyaratannya

[54:00] adalah mahasiswa aktif semester 3 sampai

[54:02] 8 ee baik diploma 4 atau D4 ataupun

[54:06] sarjana atau S1 gitu ya. Dibuktikan

[54:08] dengan surat aktif mahasiswa dari

[54:09] universitas terkait. Ee tentunya peserta

[54:13] itu wajib dari satu universitas. Jadi

[54:15] misalkan tadi Fatan, terus misalkan

[54:16] contoh saya lihat nih ada Kalista gitu

[54:18] ya, terus ada Farid. ini ini kalau

[54:20] misalkan mau jadi satu tim bisa nih ikut

[54:22] gitu karena satu universitasnya sama

[54:24] gitu karena diperbolehkan dari jurusan

[54:27] atau fakultas yang berbeda. Jadi jurusan

[54:29] fakultas beda universitas sama itu boleh

[54:32] ikut juga gitu. Timnya ee tadi seperti

[54:35] yang saya sebutkan ee maksimal tiga gitu

[54:38] ya dengan ee dengan satu ketua tim dan

[54:41] dua anggota lainnya gitu ya. Terus ee

[54:43] bisa submit beberapa proposal juga nanti

[54:46] juga bisa melibatkan perwakilan akademik

[54:48] atau dosen dari universitas asal ee

[54:51] sebagai narasumber pada program

[54:52] sosialisasi atau bahkan dalam ee

[54:55] penyusunan proposal kita bisa bantu juga

[54:57] di sana seperti itu. Jadi kalau ada yang

[54:59] mau coba untuk dekatin dosennya gitu

[55:01] untuk ee apa namanya laporan akhir atau

[55:04] misalkan untuk ee penelitian akhir bisa

[55:07] nih untuk ikutin dosennya untuk ee

[55:10] sekaligus pendekatanlah kepada dosennya

[55:13] gitu. Jadi bisa bisa saling ee mutual

[55:16] benefit juga antara dosen dan juga ee

[55:18] mahasiswa gitu. Tapi persyaratannya

[55:20] cukup mudah. Jadi teman-teman bisa ikut

[55:22] dan ee sangat mudah untuk ee registrasi

[55:25] di petisi ini gitu dengan benefit yang

[55:28] tadi sudah saya sebutkan sangat menarik

[55:30] dari monetary maupun non monetarynya.

[55:33] Mulai next

[55:35] ya. Ini competitive stage yang tadi saya

[55:38] ee sampaikan gitu ya. Kurang lebih ada

[55:40] empat tahap. tahap 1 IG screening,

[55:42] proposal beaching, impact

[55:44] implementation, dan grand final

[55:45] showcase. Ini boleh teman-teman sambil

[55:47] baca juga. Eh, tahap satu ini eh dimulai

[55:51] sebenarnya sebelum eh tahap SAT yaitu

[55:53] ada event. Nah, nanti teman-teman

[55:55] diminta untuk ee selain regis ya ee

[56:00] memasukkan eh ide-ide teman-teman ke

[56:04] dalam bentuk proposal ee terus regis ee

[56:07] nanti akan terpilih ee top 20. Eh,

[56:11] selain teman-teman regis dan submit

[56:12] proposal, teman-teman juga akan submit

[56:14] video challenge yang ini kurang lebih

[56:16] adalah maksimal 1 menit yang

[56:18] menggambarkan solusi atau strategi

[56:20] teman-teman perihal eh proposal yang

[56:22] akan dicatumkan seperti itu. Jadi,

[56:23] misalkan teman-teman ada ide untuk yang

[56:25] akan ditukan di proposal, highlight-nya

[56:28] tuh bisa dimasukkan di video challenge

[56:29] tersebut gitu. nantinya ada pemenang

[56:31] setiap minggu yang akan disampaikan oleh

[56:34] kita dan ee nanti ada hadiahnya untuk ee

[56:39] setiap minggu seperti itu. Nah, ee masuk

[56:42] ke tahap satu ini ID screening di mana

[56:44] nanti teman-teman akan register dulu

[56:46] gitu ya. Jadi regis dan proposal

[56:48] submission akan berbeda. Eh, teman-teman

[56:50] bisa langsung regis dulu ee mungkin

[56:52] ngumpulin teman-teman satu sampai 3

[56:55] orang gitu ya. ayo regis yuk, regisi,

[56:57] daftar diri dan semacamnya. Nanti baru

[56:59] ee submission proposalnya bisa dilakukan

[57:01] kemudian ee sebelum deadline gitu.

[57:04] Kenapa dipisah? Karena kami tahu bahwa

[57:06] memang proposal penyusunannya itu perlu

[57:08] waktu yang ee cukup untuk bisa

[57:11] memikirkan dan brainstormaming seperti

[57:13] itu. Registrasi sudah dibuka dari 8

[57:16] Juni. Jadi, Teman-teman bisa join ee

[57:19] sekarang ee kalau misalkan nanti ee

[57:21] nanti ada QR code-nya untuk teman-teman

[57:22] bisa langsung regis. Eh, tapi remember

[57:26] submission ini tanggal 26 Juli gitu.

[57:28] Jadi ada waktu eh submission

[57:30] proposalnya. Nanti akan terpilih top 20

[57:33] di mana top 20 ini akan proposal

[57:35] teaching secara eh online di hadapan

[57:38] para juri gitu ya untuk mempresentasikan

[57:40] apa yang ide yang ditawarkan seperti

[57:43] itu. Itu dilakukan 4 Agustus, nanti

[57:45] presentasinya dilakukan di 8 Agustus.

[57:47] Lalu akan terpilih 10 peserta top 10 top

[57:50] 10 gitu ya untuk ee melakukan

[57:53] implementasi dari program yang dilakukan

[57:56] atau yang diusulkan. Ini yang menarik

[57:58] dari kompetisi ini ee teman-teman karena

[58:00] teman-teman tidak hanya seperti Bisnis

[58:02] Cash yang hanya memaparkan eh solusinya

[58:05] dan semacamnya, tapi teman-teman

[58:06] benar-benar implementasikan program yang

[58:09] ee teman-teman ee cantumkan gitu. ini

[58:13] yang berbeda dengan ee jenis kompetisi

[58:16] lain. Tol bisa implementasi, teman-teman

[58:18] nanti akan dapatkan pendanaan dan juga

[58:20] ada coaching yang eh dilakukan selama

[58:22] inventasi gitu. Itu nanti teman-teman

[58:24] bisa lakukan eh pada saat impact

[58:26] implementation eh mulai dari Agustus

[58:30] gitu.

[58:31] Lalu setelah impact implementation itu

[58:34] nanti top 10 ini akan eh diseleksi lagi

[58:38] gitu ya dan eh baru nanti top 3-nya akan

[58:41] dipilih untuk berangkat ke Jakarta eh

[58:43] untuk presentasi akhir berkaitan dengan

[58:46] impact implementation-nya seperti dan

[58:47] pemenang penentuan pemenang 1 2 dan 3 e

[58:50] di Jakarta lebih seperti itu. Jadi

[58:53] tahapannya ee cukup panjang gitu ya. Ee

[58:56] teman-teman bisa mungkin ee persiapkan

[58:59] dari sekarang. untuk timnya dan juga

[59:02] sudah bisa regis dari sekarang juga

[59:04] gitu. Mungkin next silakan.

[59:08] Oke. Lalu ini adalah tiga hal yang harus

[59:11] teman-teman bisa lakukan sekarang gitu

[59:13] berkaitan dengan eh registrasi dan

[59:15] submission. Jadi pertama teman-teman

[59:17] bisa bentuk timnya dan regis gitu. Jadi

[59:22] kalau teman-teman udah ada nih tiga

[59:24] orang yang mau diajak terus ee yuk bikin

[59:26] tim. Nah, itu sudah bisa langsung regist

[59:29] di ini ada link yang sudah bisa langsung

[59:31] teman-teman mungkin kalau mau screenshot

[59:33] ee halaman ini boleh gitu ya nanti untuk

[59:37] bisa di apa namanya dilihat lagi. Lalu

[59:41] teman-teman bisa daftar juga di situ ada

[59:43] informasinya flow berkaitan apa yang

[59:44] diperlukan dan juga ee formul formulir

[59:48] registrasinya. Lalu nanti setelah

[59:50] teman-teman register nih, misalkan

[59:51] teman-teman sudah register, oke nanti

[59:52] akan terima berisi ee

[59:55] ketentuan-ketentuan yang harus disubmit

[59:57] berkaitan dengan proposal, dengan video

[59:59] challenge dan semacamnya. Setelah itu,

[01:00:01] setelah teman-teman dapat nanti

[01:00:03] teman-teman bisa langsung submit

[01:00:04] proposal dan kreatif videonya sebelum

[01:00:05] batas waktu yang ditentukan. Kalau ada

[01:00:07] hal-hal yang perlu ditanyakan bisa ke

[01:00:09] email dan juga ke kotak persen sudah

[01:00:11] kami taruh di sini. Jadi ada tiga hal

[01:00:13] ini yang teman-teman bisa lakukan ee

[01:00:16] dalam fase saat ini gitu ya. mungkin

[01:00:19] boleh di next ya. Oke, ini terakhir dari

[01:00:22] saya. Ee mungkin setelah tadi saya

[01:00:25] infokan terkait dengan benefit dan juga

[01:00:26] kriteria yang telah di disampaikan untuk

[01:00:30] ikut kompetisi ini. Kompetisi ini ee

[01:00:32] masih terbuka, Teman-teman. Masih bisa

[01:00:33] submit, masih bisa regis. Ee dan ini

[01:00:37] adalah link registrasi dan teman-teman

[01:00:39] bisa cek juga ketentuannya ee berkaitan

[01:00:42] dengan apa saja yang dibutuhkan untuk ee

[01:00:45] bisa join dan bisa submit di ee

[01:00:48] kompetisi ini. Seperti itu. Ee masih

[01:00:51] dibuka sudah buka dari tanggal 8 Juni

[01:00:54] dan nanti akan ee deadline-nya adalah di

[01:00:56] tanggal 26 Juli gitu. itu kurang lebih

[01:00:59] tanggal yang teman-teman perlu catat ee

[01:01:01] jika ingin join dengan kita dan ini bisa

[01:01:02] langsung regis di sini. Kurang lebih

[01:01:04] seperti itu ee

[01:01:06] teman-teman semua ee kurang lebihnya

[01:01:09] mungkin nanti kalau ada hal yang perlu

[01:01:10] ditanyakan bisa ditanyakan langsung pada

[01:01:11] saat sesi QN gitu ya. Ee kurang lebih

[01:01:14] seperti itu. Terima kasih. Ee saya

[01:01:16] kembalikan lagi kepada MC. Terima kasih.

[01:01:28] Oke, terima kasih teman-teman online.

[01:01:31] Jika kalian ada pertanyaan, silakan

[01:01:33] menuliskan pada kolom chat nanti akan

[01:01:35] saya bantu untuk bacakan atau kalian

[01:01:37] bisa mengaktifkan fitur hand untuk openm

[01:01:39] jika ingin bertanya langsung.

[01:02:00] Oke, ee kita coba

[01:02:04] mungkin yang nomor satu nih ya. Gimana

[01:02:05] cara kita bisa mengelola uang hasil

[01:02:07] internship agar tidak habis untuk

[01:02:10] lifestyle. Nah, Teman-teman,

[01:02:13] ini mungkin ini konteksnya ee balik lagi

[01:02:17] ya. Ini sebenarnya enggak berlaku hanya

[01:02:19] untuk internship, enggak ataupun magang

[01:02:22] ataupun karyawan sementara ataupun

[01:02:24] karyawan tetap gitu. Ini sebenarnya sama

[01:02:27] aja, Teman-teman. Satu, Teman-teman tuh

[01:02:29] sebenarnya ee balik lagi harus cari tahu

[01:02:32] dulu sebenarnya Teman-teman itu maunya

[01:02:33] apa, inginnya apa, arah tujuannya ke

[01:02:36] mana, kayak gitu. Oke, ya. Kalau

[01:02:38] teman-teman misalnya udah tahu eh ingin

[01:02:41] misalnya umur 35 udah financial freedom

[01:02:44] gitu, nah mulailah mengarah ke tuju ke

[01:02:47] sana gitu. Tapi mungkin tips and trik

[01:02:49] sederhana ya teman-teman untuk tidak

[01:02:53] habis untuk lifestyle satu teman-teman

[01:02:56] stop scrolling sosial media.

[01:02:58] At least kalau malam jangan doom

[01:03:00] scrolling lah. Jangan terus-terusan

[01:03:02] kayak gitu. Jadi kurang-kurangin aja.

[01:03:04] ataupun kalau sosial media coba

[01:03:06] timeline-nya dibuat jangan yang melihat

[01:03:09] bagaimana orang itu kehidupan mewah

[01:03:11] gitu. Karena

[01:03:13] teman-teman ee itu tidak seindah itu

[01:03:16] kok. Itu confirm tidak seindah itu. Nah,

[01:03:19] mungkin untuk yang kedua, pertanyaan

[01:03:22] keduanya, gimana cara kita bisa

[01:03:23] membedakan investasi untuk pengembangan

[01:03:26] diri dengan pengeluaran yang hanya

[01:03:28] bertujuan meningkatkan status sosial?

[01:03:30] Woh, ini pertanyaan bagus, Teman-teman.

[01:03:31] Ini pertanyaan bagus banget. Nah, ee

[01:03:34] sebenarnya ada ada framework ya,

[01:03:38] Teman-teman. Cuman ee balik lagi satu

[01:03:41] untuk pengembangan diri itu biar bisa

[01:03:44] gampang dibedakannya ee disesuaikan

[01:03:46] dengan teman-teman mau jadi apa. Contoh

[01:03:49] paling gampang ini ee kalau misalnya

[01:03:52] teman-teman itu e jurusannya misalkan ya

[01:03:55] omong kosong jurusannya itu adalah

[01:03:57] manajemen gitu. Nah, Teman-teman itu

[01:04:00] menginvest misalkan itu ikut course

[01:04:02] ataupun ikut training yang memang real

[01:04:05] ataupun maksudnya sesuai dengan jurusan

[01:04:08] teman-teman gitu. Jadi jangan ngambilnya

[01:04:11] hanya agar oh gua udah training. Contoh

[01:04:14] paling gampanglah ini. Ini analogi aja

[01:04:17] ya teman-teman ya. Seven habits. Wah,

[01:04:19] itu trainingnya sangat bagus. Semua

[01:04:20] orang ikut ke sana ataupun semua orang

[01:04:22] ikut ke sana.

[01:04:23] Oh, itu trainingnya mahal kayak gitu.

[01:04:25] Nah, belum tentu itu bermanfaat buat

[01:04:28] teman-teman, gitu. Jadi, balik lagi ee

[01:04:31] satu, Teman-teman mau jadi apa ataupun

[01:04:33] teman-teman punya cita-cita menuju ke

[01:04:35] mana? Nah, itu fokusnya ke situ,

[01:04:37] Teman-teman, gitu. Nah, mungkin untuk

[01:04:39] yang ketiga menurut Pak Fajar ya. Ini

[01:04:41] mungkin ke Pak Fajar ya, Pak ya.

[01:04:45] Iya. Halo. Halo, Bapak. Oke. Ini wah

[01:04:48] untuk saya ya ternyata ya. Oke, ee

[01:04:50] pertanyaan adalah apa contoh finansial

[01:04:52] patri yang paling sering

[01:04:55] dilakukan mahasiswa?

[01:04:57] Em, ini menurut saya ya, kalau menurut

[01:04:59] saya biasanya financial cluting yang

[01:05:01] paling umum dilakukan oleh mahasiswa tuh

[01:05:06] adalah ee tidak mencatat apa saja yang

[01:05:10] ee menjadi pengeluaran mereka gitu. Jadi

[01:05:13] benar-benar hanya ee ya kalau ada uang

[01:05:17] ya saya belanjakan sampai habis gitu.

[01:05:18] Padahal ee kalau mereka ee well iterate

[01:05:22] gitu ya, ataupun ee sudah paham uang itu

[01:05:25] harus digunakan seperti apa, ada pos-pos

[01:05:28] yang sudah dialokasikan ee supaya nanti

[01:05:32] bisa tetap sustain secara finansial

[01:05:35] gitu. Jadi ee misalkan nanti suatu saat

[01:05:39] tidak ada uang ee sebenarnya ada

[01:05:41] tabungan gitu. Jadi kurang lebih seperti

[01:05:44] itu yang biasa dilakukan oleh ee

[01:05:45] mahasiswa biasanya ya gitu. Mungkin

[01:05:48] kalau boleh Bapak kalau misalkan ada

[01:05:49] tambahan gitu ya, kalau menurut Bapak

[01:05:51] seperti apa

[01:05:55] banget, Pak. Udah mantap banget, Pak.

[01:05:57] Itu memang paling benar sih. Biasanya

[01:06:00] anak-anak muda ini paling satu paling

[01:06:02] core core masalahnya itu enggak pernah

[01:06:04] nyatat aja, Pak. Benar. Mulai dari

[01:06:06] situlah kita mulai catat gitu.

[01:06:11] nya

[01:06:12] apa mungkin ada yang resen

[01:06:17] ingin bertanya langsunggal.

[01:06:20] Halo, selamat pagi

[01:06:23] Kak Farhan dan Bapak Fajar juga yang

[01:06:27] dari Astra. Perkenalkan nama saya

[01:06:29] Muhammad Yusuf, sekarang semester 6 mau

[01:06:31] lanjut ke semester 7 yang kebetulan saya

[01:06:35] juga lagi nyari intern gitu kan. ee saya

[01:06:37] juga udah udah di di Astra juga gitu.

[01:06:41] Cuman cuman ee pada lurullah belum ini

[01:06:44] belum keterima begitu, Pak. Ee jadi gini

[01:06:46] kan saya ini punya sertifikasi

[01:06:51] ee money manajemen ya dari IRF gitu.

[01:06:54] Terus ee kebetulan juga temanya ini juga

[01:06:56] menarik begitu, Pak buat saya sendiri

[01:06:58] gitu. Nah, ee yang saya lihat gitu kan

[01:07:02] biasanya ada namanya RUL rule 50 buat

[01:07:05] kebutan pokok gitu kan. Terus habis itu

[01:07:07] 30-nya buat buat apa namanya e

[01:07:10] pengembangan diri. 20%-nya buat ini eh

[01:07:12] apa namanya 20%-nya buat ee safe having

[01:07:15] gitu kan. Nah, itu kalau misalnya ee

[01:07:19] dari Astral sendiri kira-kira kira-kira

[01:07:23] ada enggak sih ee rule-rule semacam itu

[01:07:25] gitu, Pak? buat apa namanya ee

[01:07:28] istilahnya apa ya buat buat kita

[01:07:31] terapkan gitu buat mahasiswa kan kalau

[01:07:33] misalnya kalau misal kalau misalnya kita

[01:07:34] tahu sendiri rol-rule tersebut itu kan

[01:07:37] ee dari buku-buku yang udah yang sudah

[01:07:39] istilahnya sudah lama banget gitu Pak.

[01:07:41] Lalu ee pertanyaan kedua, kira-kira

[01:07:45] ee kira-kira di Astra sendiri apa sih

[01:07:48] gimana sih cara financial dis cluttering

[01:07:50] gitu kan. E kan kalau misal kalau

[01:07:52] misalnya buat ee bukan hanya buat

[01:07:54] mengurangin pengeluaran gitu kan, terus

[01:07:55] habis itu e menekan menekan gaya hidup

[01:07:58] gitu kan kira-kira ee apa sih ininya apa

[01:08:01] namanya peace of minding-nya dari Astra

[01:08:03] sendiri. Mungkin itu aja sih Pak. Terima

[01:08:05] kasih.

[01:08:08] Thank you. Eh Yusuf ya. dipanggil Yusuf.

[01:08:11] Betul, Pak Yusuf.

[01:08:13] Oke. Oke. Thank you banget, Yusuf.

[01:08:15] Pertanyaan bagus juga nih, Teman-teman.

[01:08:17] Ee oh ya sama tadi kan ee masih proses

[01:08:20] ya ee Yusuf ya kayak tadi kan sudah

[01:08:22] sempat apply di Astra kayak gitu-gitu ya

[01:08:24] Yusuf ya. Nah ini balik lagi

[01:08:25] teman-teman. E [tertawa] Yusuf juga tadi

[01:08:26] kan udah mention juga punya sertifikasi.

[01:08:29] Nah

[01:08:30] ada tadi mungkin sempat aku bahas gitu

[01:08:32] ya. Ee mungkin

[01:08:36] balik lagi teman-teman, buatlah sesuatu

[01:08:38] yang teman-teman itu berbeda banget

[01:08:40] dengan yang lainnya. Karena kalau tadi

[01:08:41] Yusuf mungkin udah ada gelar atau

[01:08:43] sertifikasi ya sori ya sertifikasi

[01:08:45] karena itu banyak banget jujur Li yang

[01:08:47] banyak sertifikasi gitu. Jadi mungkin

[01:08:49] sesuatu yang menarik kayak gitu. Nah,

[01:08:51] itu tips aja ya Yusuf ya. Nah, balik

[01:08:53] lagi ke pertanyaannya ya. Nah, ini

[01:08:56] mungkin kalau dari Astra kalau secara

[01:08:58] company ya, secara perusahaan enggak

[01:09:00] pernah nih ada ini kalian kayak gini ya,

[01:09:02] kayak gini gini enggak enggak pernah

[01:09:03] ada. Tapi benar banget yang Yusuf bilang

[01:09:05] itu 50, 30, 20

[01:09:08] memang gitu. Makanya memang harus di

[01:09:10] kita sesuaikan dengan kondisi saat ini

[01:09:12] gitu. Nah, yang mungkin yang bisa saya

[01:09:14] sharing ya gitu di dunia pekerjaan most

[01:09:19] likely 9095%

[01:09:21] orang itu pasti punya cicilan. Apalagi

[01:09:24] yang memang sudah berkeluarga kayak

[01:09:26] gitu. Makanya 50, 30, 20-nya kebanyakan

[01:09:29] orang-orang itu sudah mulai bergeser

[01:09:31] menjadi satu yang dilunasin itu adalah

[01:09:33] hutang gitu, Teman-teman. Karena apa,

[01:09:35] Teman-teman? Mungkin kita dalam 2 minggu

[01:09:37] ini aja kalau Teman-teman sadar

[01:09:40] ee nilai apa red bunga BI itu tuh

[01:09:43] dinaikkan sudah dua kali gitu, sudah

[01:09:45] hampir 1% gitu. Itu akan sangat

[01:09:47] berdampak terhadap hutang yang

[01:09:48] teman-teman punya gitu. Karena itu

[01:09:50] contoh yang punya KPR kalau di

[01:09:51] kantor-kantor gitu ya, itu tuh bunga

[01:09:53] floating-nya bisa seram banget gitu,

[01:09:55] Teman-teman. Makanya mungkin kalau

[01:09:57] kebanyakan orang yang sudah bekerja ya,

[01:09:59] terutama mungkin di teman-teman saya di

[01:10:01] Astra gitu ya, itu satu yang dia hajar

[01:10:05] dulu itu atau bayar dulu itu adalah

[01:10:06] hutang, Teman-teman, gitu. Baru yang

[01:10:09] kedua itu justru investasi.

[01:10:11] Habis hutang investasi gitu. baru ee

[01:10:15] kebutuhan pokok dan ee sebenarnya ini

[01:10:18] disesuaikan lagi ya, habis kebutuhan

[01:10:20] pokok baru keinginan kayak gitu. Itu nah

[01:10:23] itu mungkin yang teman-teman saya yang

[01:10:25] mungkin udah udah lama bekerja tapi saya

[01:10:28] lihat juga banyak masih yang Genzi dan

[01:10:30] Genzi-Genzy ini yang di bawah-bawah saya

[01:10:33] gitu ya. Ya tetap satunya itu adalah

[01:10:36] keinginan gitu. gaya gaya hidup saya

[01:10:38] juga agak bingung cuman ya udah enggak

[01:10:39] apa-apalah kayak gitu kayak gitu sih

[01:10:42] Yusuf gitu mungkin bisa mungkin ada yang

[01:10:44] mau bantu tambahin Pak Fajar gitu atau

[01:10:47] ee tapi mungkin dari saya yang bisa saya

[01:10:49] sharing segitu Yus.

[01:10:52] Oke, Pak. Terima kasih.

[01:10:57] Eh, selanjutnya ada pertanyaan dari

[01:11:00] Akbar Nover.

[01:11:05] Ingin bertanya, banyak orang melakukan

[01:11:08] decling pada barang fisik. Menurut

[01:11:10] Bapak, apakah lingkungan pertemanan atau

[01:11:12] media sosial yang kita konsumsi

[01:11:15] juga perlu dirluter karena dapat

[01:11:17] mempengaruhi keputusan finansial? Iya.

[01:11:23] Oke. Ee ini dari siapa? Akbar ya? Akbar.

[01:11:29] I. Nah, Akbar. Thank you banget

[01:11:31] pertanyaannya. Ee

[01:11:34] sebenarnya ini jawabannya agak tricky,

[01:11:37] Teman-teman. Cuman kalau saya boleh

[01:11:38] jujur itu iya.

[01:11:41] Dulu ada peribahasa ee teman itu

[01:11:43] berteman ee teman pergaulan pertemanan

[01:11:47] itu akan membentuk teman-teman. tidak

[01:11:49] bisa dipungkirin mungkin itu akan ada

[01:11:51] efeknya ke teman-teman. Jadi kalau

[01:11:52] misalkan bahasa gampangnya ya

[01:11:55] teman-teman kalau mau sukses berteman

[01:11:56] dengan orang sukses kayak gitu. Kalau

[01:11:58] teman-teman berteman teman dengan

[01:12:00] lingkungan yang misalkan FOMO eh

[01:12:02] jalan-jalan yuk liburan setiap ee

[01:12:04] liburan semester kayak gitu itu sangat

[01:12:07] berpengaruh teman-teman. Karena mungkin

[01:12:10] deep down inside juga kita kan jadi aduh

[01:12:11] teman-teman pada berangkat nih, masa gua

[01:12:13] enggak jalan, masa gua enggak ikut gitu.

[01:12:15] Masa gua ketinggalan nih teman-teman gua

[01:12:17] happy ngepos jalan-jalan di pantai atau

[01:12:19] di luar negeri kayak gitu. Itu benar ee

[01:12:22] Farhan eh sori Akbar ya kayak gitu. Itu

[01:12:25] benar. Jadi memang

[01:12:27] kalau secara sosial declaterik itu tuh

[01:12:29] ada juga sebenarnya. Jadi e ya balik

[01:12:31] lagi tapi ini enggak enggak disarankan

[01:12:34] tapi balik lagi ya teman-teman. balik

[01:12:36] lagi ee teman-teman maunya seperti apa

[01:12:38] kayak gitu. Kalau memang teman-teman

[01:12:40] enggak bisa, gua harus punya teman yang

[01:12:41] kayak gitu, ya it's fine juga. Cuman ya

[01:12:43] konsekuensinya, repercussion-nya harus

[01:12:46] teman-teman mau tanggung juga kayak

[01:12:47] gitu. Tapi kalau saya boleh jujur itu

[01:12:50] iya betul. Jadi pertemanan atau media

[01:12:53] sosial itu sangat mempengaruhi.

[01:12:58] Thank you ya Akbar.

[01:13:01] Pak. Selanjutnya ada pertanyaan lagi

[01:13:03] dari Cina.

[01:13:05] Selamat pagi, Pak. Saya izin bertanya,

[01:13:07] bagaimana cara kita mempertahankan gaya

[01:13:09] hidup sederhana ketika lingkungan

[01:13:11] pertemanan atau pekerjaan justru

[01:13:13] mendorong kita untuk menunjukkan status

[01:13:15] dan gaya hidup

[01:13:17] konsumsi

[01:13:18] dan bagaimana cara membedakan

[01:13:20] pengeluaran yang merupakan investasi

[01:13:22] untuk pengembangan diri. Pengembangan

[01:13:25] diri dan pengeluaran yang didorong oleh

[01:13:27] gengsi dan status sosial. Terima kasih.

[01:13:32] Oke, Vina ya. Oke, thank you Vina

[01:13:35] pertanyaannya. Nah, mempertahankan gaya

[01:13:38] hidup sederhana. Jujur ini sangat sulit

[01:13:41] pasti teman-teman. Sulit gitu. kayak

[01:13:44] saya pun sampai sekarang ini sampai saat

[01:13:45] ini ya itu sangat sulit ee menjaga

[01:13:48] pengeluaran terutama lingkungan

[01:13:51] teman-teman saya juga cukup-cukup lev

[01:13:52] gitu kayak wah ini cuman satu ee tadi

[01:13:56] kan saya sempat bahas ya ada financial

[01:13:58] gap antara inklusi, ada literasi tapi

[01:14:01] ada satu yang orang banyak yang jarang

[01:14:03] mention itu adalah disiplin gitu. Baik

[01:14:05] lagi teman-teman, satu disiplin atau

[01:14:07] paling cara gampangnya ya teman-teman,

[01:14:09] teman-teman punya duit sumputin yang

[01:14:12] mungkin teman-teman juga sampai lupa

[01:14:14] gitu tapi someeday kita oh saya ada duit

[01:14:16] nih di sini kayak gitu. Itu mungkin tips

[01:14:18] dari saya. Eh kalau saya suka top up

[01:14:21] kita ada flash ya ada imani gitu kan.

[01:14:24] Saya suka top up sampai mentok. Habis

[01:14:26] itu saya sebutin kartunya di rumah kayak

[01:14:28] gitu. Di bawah bantal, di bawah ranjang

[01:14:30] gitu kayak, "Oh, ada uang di situ."

[01:14:31] Kayak gitu. Cuman ya jangan sampai

[01:14:33] hilang beneran ya. Dicatat aja, ditaruh

[01:14:35] di notes sembunyiin juga gitu notes-nya.

[01:14:38] Tapi mungkin banyaklah itu cara-cara

[01:14:39] simple tips and trik lah kayak gitu

[01:14:41] teman-teman. Tapi balik lagi itu adalah

[01:14:43] disiplin Teman-teman terhadap diri

[01:14:46] teman-teman sendiri gitu. Enggak perlu

[01:14:48] terlalu disiplin banget kayak enggak

[01:14:49] bisa liburan, enggak harus, gua harus

[01:14:51] nabung, enggak usah, tapi yang penting

[01:14:53] adalah kontrol gitu. Liburan. Oke, gaya

[01:14:56] hidup oke secukupnya gitu. Kalau memang

[01:14:59] cuman pengin kelihatan, ya udahlah

[01:15:01] sekali-sekali dua kali juga enggak

[01:15:02] apa-apa. Cuman baik lagi harus disiplin

[01:15:04] ke teman-teman kayak gitu. Nah,

[01:15:06] menunjukkan status juga ini sangat

[01:15:08] berbahaya teman-teman. Ada saya punya

[01:15:10] teman juga dia pengin meningkatkan

[01:15:13] status mungkinnya dia beli mobil Eropa

[01:15:15] gitu yang which is akhirnya malah rusak

[01:15:17] enggak bisa dibenerin karena dia enggak

[01:15:19] punya uang untuk ngebenerinnya kayak

[01:15:20] gitu. Karena kalau kayak gitu kan buat

[01:15:22] apa ya teman-teman gitu. Jadi kayak

[01:15:24] teman-teman mau naikin status malah

[01:15:26] jadinya justru orang yang tahu jadi ih

[01:15:28] kok gitu banget nih orang kayak gitu

[01:15:31] kayak gitu teman-teman. Nah untuk yang

[01:15:32] investasi nih teman-teman baik lagi

[01:15:34] cuman satu tips ya. Kalau Teman-teman

[01:15:36] ikut ee course atau training, tapi

[01:15:39] teman-teman setelah training enggak

[01:15:41] paham ataupun enggak bisa

[01:15:43] mengaplikasikannya

[01:15:45] kalau menurut saya itu ee jadinya bukan

[01:15:47] investasi teman-teman kayak gitu. Yang

[01:15:50] penting itu adalah ilmunya dan

[01:15:51] teman-teman paham dan bisa

[01:15:52] mengaplikasikannya.

[01:15:54] Kayak gitu mungkin Farhan dan juga thank

[01:15:57] you ya Vina gitu.

[01:15:59] Oke, terima kasih Pak.

[01:16:01] Berikutnya ada yang resen Kak Gabriel

[01:16:05] mungkin mau bertanya langsung.

[01:16:08] Eh, oke. Em, halo Kak, namaku Keizia.

[01:16:11] Aku dari jurusan International

[01:16:12] Relations. Nah, aku kan nanti bakal ada

[01:16:16] program study abroad. kira-kira ee kayak

[01:16:19] karena di Mesos ini tuh banyak yang

[01:16:22] konsumtif gitu, gimana supaya kita bisa

[01:16:25] ngebedain ee kebutuhan yang benar-benar

[01:16:28] penting sama keinginan yang kayak muncul

[01:16:31] karena FOMO gitu, Kak. Thank you.

[01:16:36] Oke, thank you Kia. Oh, nanti akan ini

[01:16:39] ya ee study abroad ya gitu. Nah, ini

[01:16:41] menarik ee teman-teman saya ee angkatan

[01:16:45] saya ya waktu dulu kuliah S1 itu adalah

[01:16:47] angkatan di mana ramai banget

[01:16:48] orang-orang itu banyak banget ke

[01:16:50] Australia gitu kan. Itu ada programnya

[01:16:52] memang gitu.

[01:16:53] Nah, itu ee mungkin tips ya buat KZ ya

[01:16:57] nanti ya. satu ee jangan pernah jangan

[01:17:00] pernah nih ya satu ee

[01:17:03] ikut kata orang ikut kata orang apalagi

[01:17:07] yang nanti mungkin kan nanti Keizia

[01:17:09] study abroad pasti ada teman-teman

[01:17:11] rekannya juga yang study abroad juga

[01:17:13] kayak gitu. Pesan aku satu Kezia jangan

[01:17:15] pernah dengar kata orang balik lagi yang

[01:17:17] tahu diri Keizia itu adalah Keizia.

[01:17:20] Jangan pernah dengarin kata orang dan

[01:17:22] jangan pernah satu lagi ee

[01:17:28] balik lagi core-nya adalah kita kita itu

[01:17:31] di sana tujuannya mau apa gitu. Keiz ke

[01:17:34] sana mau study abroad pengin belajar kan

[01:17:36] jadi ya fokuslah di belajarnya kayak

[01:17:38] gitu. Senang sekali dua kali jalan-jalan

[01:17:40] it's fine. Tapi satu kata kuncinya

[01:17:43] jangan berlebihan. Tetap punya kontrol

[01:17:45] kayak gitu. Dan mungkin kalau zaman

[01:17:48] kuliah ya eh Kia cari support sistem

[01:17:52] mungkin bisa dari orang tua kalau

[01:17:53] misalnya kayak gitu sering-seringlah

[01:17:55] kontakan sama orang tua atau teman dekat

[01:17:57] gitu. Tapi yang bisa men-support Keizia

[01:18:00] terkait hal ini kayak itu kalau orang

[01:18:02] tua kan sudah jelas pasti ya jangan

[01:18:03] boros gitu. Tapi kalau orang tua

[01:18:05] Keizanya iya enggak apa-apa party aja ya

[01:18:07] udahlah have gomet Kia

[01:18:10] gitu. Tapi itu ya Kezia ya yang penting

[01:18:12] adalah control dan punya support system

[01:18:14] kayak gitu. Thank you Kezia.

[01:18:18] E ada pertanyaan Pak dari eh Suci

[01:18:22] Ratana.

[01:18:24] Izin bertanya, apa tantangan yang

[01:18:26] dihadapi dan bagaimana caranya tim

[01:18:28] asuransi Astra dalam menghadapi

[01:18:30] ketidakstabilan ekonomi?

[01:18:34] Eh, Suji Ratana ya, thank you pertanyaan

[01:18:37] ini. Ini sebenarnya kalau teman-teman

[01:18:40] pengamat ekonomi gitu ya, ee ini memang

[01:18:43] tantangannya sangat besar banget ee

[01:18:45] teman-teman ee tahun ini ya baik secara

[01:18:48] ekonomi, sosial, politik ini tantangan

[01:18:49] yang sangat berat sebenarnya

[01:18:52] teman-teman.

[01:18:53] Karena kan ya ya

[01:18:57] teman-teman bisa baca dan lihat tahu

[01:18:59] cari tahu sendiri di media-media aja

[01:19:01] gitu-gitu ya. Nah, bagaimana asuransi

[01:19:03] Astra ini menghadapi ketidakstabilan

[01:19:05] ekonomi? Nah, di kita itu kita mungkin

[01:19:09] enggak cuman kita, enggak cuman asuransi

[01:19:10] Astra, tapi kebanyakan

[01:19:12] perusahaan-perusahaan di financial

[01:19:13] service dan juga di manufacture itu

[01:19:16] melakukan ada program namanya CRP

[01:19:18] teman-teman yaitu adalah cost reduction

[01:19:21] program. Jadi dalam level perusahaan pun

[01:19:23] kita sedang financial decluttering,

[01:19:25] Teman-teman. Lagi cut off the noise

[01:19:27] gitu. Pengeluaran apa aja yang enggak

[01:19:29] perlu tuh kita potong-potongin kayak

[01:19:30] gitu. Kayak contoh ee kita perusahaan

[01:19:33] asuransi Astra ya. Asuransi Astra.

[01:19:36] Asuransi itu kan harus dokumen basah

[01:19:39] gitu ya. Perinaan-perinaan kita sudah

[01:19:40] mulai ee berubah ke digital semuanya

[01:19:43] polis e-polce kayak gitu. Jadi kita

[01:19:45] memang benar ada namanya cost reduction

[01:19:48] program dan itu benar-benar secara level

[01:19:50] perusahaan lagi mengurangi

[01:19:51] pengeluaran-pengeluaran yang memang udah

[01:19:54] enggak perlu kayak gitu di masa ini

[01:19:56] kayak gitu. Ee mungkin itu yang bisa

[01:19:59] saya bantu jawab kayak gitu ya, Suji ya.

[01:20:03] Terima kasih, Pak. Ee ada pertanyaan

[01:20:05] lagi Pak dari Olivia.

[01:20:09] Selamat pagi Pak. Saya ingin bertanya.

[01:20:11] Kalau biasanya kita diajak untuk

[01:20:13] mengurangi pengeluaran yang sifatnya

[01:20:14] mengejar status, apakah ada kondisi

[01:20:17] tertentu di mana pengeluaran seperti ini

[01:20:19] justru bisa memberikan manfaat jangka

[01:20:21] panjang. Misalnya untuk personal

[01:20:24] branding atau networking. Terima kasih.

[01:20:27] Oke, thank you Olivia. Ini bagus banget

[01:20:30] ini. Ini bisa saya katakan statement

[01:20:32] yang benar teman-teman. asal itu balik

[01:20:35] lagi ya tujuannya adalah networking.

[01:20:37] Kalau yang personal branding agak ya

[01:20:41] agak tricky lah. Sebenarnya bisa juga

[01:20:43] tapi kebanyakan sih enggak gitu. Tapi

[01:20:46] kalau untuk networking itu perlu gitu.

[01:20:48] kayaknya dulu pernah ada satu orang satu

[01:20:51] selepgram lah ya, dia ngetes gitu e dia

[01:20:54] ngopi di mana sama ngopi di mana. Dan as

[01:20:57] simple kayak networking itu adalah

[01:20:59] sesuatu kalau mungkin waktu itu pernah

[01:21:01] ada jurnalnya kalau enggak salah itu

[01:21:03] ngebahas eh networking itu adalah

[01:21:05] sesuatu ee bisa dibilang adalah nilai

[01:21:08] aset yang kalian teman-teman punya kayak

[01:21:10] gitu. Contoh paling gampanglah kita kan

[01:21:12] udah tahulah ya eh kalau teman-teman

[01:21:15] punya privilege akses ke ke networking

[01:21:19] yang besar itu teman-teman mungkin bisa

[01:21:22] contoh paling gampanglah kita enggak

[01:21:24] bisa dipungkirin itu pasti ada yang

[01:21:25] namanya misalkan kerja di paman, kerja

[01:21:29] di tante, kerja di orang tua, it's fine,

[01:21:32] ataupun kerja di kenalannya orang tua,

[01:21:34] it's fine. Ataupun kerja di teman yang

[01:21:36] temannya sudah sukses, it's fine, kayak

[01:21:38] gitu. Ini eh bagus banget, Oliv ya. Ini

[01:21:41] benar banget gitu. Kalau untuk

[01:21:42] networking bisa banget spend spend. Tapi

[01:21:46] balik lagi ya sp-nya kontrol. Kalau

[01:21:48] cuman memang hanya ingin ikut-ikutan

[01:21:50] gaul ke networkingnya tapi enggak ada

[01:21:52] benefitnya, jangan ikut networking itu.

[01:21:55] Gitu ya, Olivia ya. Jadi pesannya satu,

[01:21:59] enggak apa-apa kalau untuk networking,

[01:22:00] tapi

[01:22:02] jangan ikut networking yang tidak ada

[01:22:05] benefitnya kayak gitu. Jadi kayak kalau

[01:22:07] bahasa kasarnya apa faedahnya gitu gitu

[01:22:10] ya Olivia. Thank you.

[01:22:13] Terima kasih Pak.

[01:22:15] Selanjutnya mungkin ada yang ingin

[01:22:17] bertanya langsung Kak AKR bisa.

[01:22:24] Halo Kak selamat siang. Saya Akram

[01:22:25] Batiuman dari jurusan international

[01:22:27] Business Management. Hari ini saya ingin

[01:22:30] tanya ee kan banyak anak muda yang

[01:22:32] merasa perlu ngikuti tren agar tetap

[01:22:35] relevan dalam lingkungan sosialnya.

[01:22:37] Terus gimana cara menyeimbangkan

[01:22:39] kebutuhan bersalisasi dengan prinsip

[01:22:41] financial declaring?

[01:22:45] Thank you Akram. Wah, ini pertanyaannya

[01:22:47] susah-susah ya. bangga loh saya sama

[01:22:49] mahasiswa BINUS ini loh. Keren-keren

[01:22:51] pertanyaannya loh. Nah, Akra mungkin ya

[01:22:54] ee

[01:22:56] untuk menjadi relevan itu penting

[01:22:57] apalagi kita di masa masa produktif ya

[01:23:00] saya bahasanya itu untuk menjaga relevan

[01:23:03] itu sangat penting loh teman-teman. Tapi

[01:23:05] eh baik lagi eh teman-teman, mm spending

[01:23:10] money, spending money on something yang

[01:23:14] teman-teman tidak mendapatkan ataupun

[01:23:16] tidak menambah nilai value teman-teman,

[01:23:19] it's a waste of money, teman-teman. Tapi

[01:23:21] untuk keep relevan itu penting. Benar

[01:23:24] banget, Akram. itu bagus kalimat itu.

[01:23:27] Tapi pesannya adalah balik lagi tujuan

[01:23:30] akhir kita ini hidup enggak cuman untuk

[01:23:32] short term kan kayak cuman oh kita hidup

[01:23:34] di saat ini umur 20 oh cuman hidup untuk

[01:23:37] umur 20 tapi teman-teman itu umur 20 ini

[01:23:40] akan membangun hidup teman-teman sampai

[01:23:42] umur 55 gitu hidup teman umur sampai 35

[01:23:45] itu akan membangun hidup teman-teman

[01:23:47] sampai nanti di masa pensiun 60 ataupun

[01:23:49] 70 tahun kayak gitu. Jadi balik lagi

[01:23:52] yang perlu teman-teman cari itu dan

[01:23:54] tentukan tanya ke diri teman-teman long

[01:23:57] goal-nya apa gitu. Enggak cuman short

[01:23:59] term goal gitu tapi relevan itu penting.

[01:24:02] Tapi balik lagi eh pesan saya dengan

[01:24:05] kontrol dengan secukupnya itu enggak

[01:24:08] apa-apa gitu tapi baik lagi ada

[01:24:10] kontrolnya teman-teman. Thank you Akram.

[01:24:13] Siap. Terima kasih Kak

[01:24:16] terima kasih.

[01:24:18] Eh, selanjutnya ada pertanyaan, Kak dari

[01:24:21] Kak Gisel.

[01:24:23] Selamat pagi, Kak. Saya ingin bertanya.

[01:24:26] Teranjur memiliki banyak pengeluaran

[01:24:28] yang didorong oleh lifestyle inflation.

[01:24:31] Langkah pertama, langkah pertama apa

[01:24:33] yang paling efektif untuk memulai

[01:24:35] finansial dekrut dan di era media sosial

[01:24:38] saat ini? Bagaimana cara kita memastikan

[01:24:40] bahwa definisi kesuksesan yang kita

[01:24:42] kejar benar-benar berasal dari diri

[01:24:44] sendiri, bukan hasil dari perbandingan

[01:24:46] sosial yang terus-menerus kita konsumsi.

[01:24:49] Sama mau bertanya, apa satu keputusan

[01:24:52] finansial yang sering dianggap sebagai

[01:24:54] simbol kesuksesan oleh masyarakat,

[01:24:56] tetapi sebenarnya justru menjadi

[01:24:57] penghambat kebebasan finansial?

[01:25:03] Thank you. Ini Gisela Valencia ya. Oke,

[01:25:05] ini pertanyaannya

[01:25:07] unik kalau aku boleh jujur bilang ya

[01:25:10] gini. Nah, yang pertama ini adalah

[01:25:13] terkait eh lifestyle inflation ya. Ee

[01:25:16] kalau kalau pertanyaannya langkah

[01:25:17] pertama apa yang paling efektif? Satu,

[01:25:20] balik lagi catat gitu ya. Tapi

[01:25:22] sebenarnya kalau yang sudah terlanjur

[01:25:24] memiliki banyak pengeluaran yang

[01:25:25] didorong oleh lifestyle apalagi sekarang

[01:25:27] juga kan harga-harga sekarang lagi naik

[01:25:29] ya. satu teman-teman ee yang bisa

[01:25:33] teman-teman lakukan adalah secara

[01:25:35] ekstrem sebenarnya. Contoh ee

[01:25:38] teman-teman mungkin ada punya kartu

[01:25:39] kredit ataupun punya digital bank

[01:25:42] ataupun eh e-wallet gitu. Nah, kalau

[01:25:46] yang di HP punya e-wallet kalau misalnya

[01:25:48] udah terlanjur banget nih ya delete

[01:25:51] e-wallet-nya teman-teman. Delete aja

[01:25:52] dari handphone. Jadi teman-teman enggak

[01:25:53] punya inclusion atau enggak punya akses

[01:25:55] ke alat itu tersebut. Jadi kalau

[01:25:57] misalnya ini ya udah enggak bisa dibayar

[01:25:58] kayak gitu.

[01:26:00] Itu kalau misalnya teman-teman pengguna

[01:26:01] kartu kredit lebih dari satu mulai

[01:26:04] ditutup-tutupin aja teman-teman kartu

[01:26:06] kredit. Karena kartu kredit itu sangat

[01:26:08] membantu. Tapi kalau misalkan

[01:26:10] teman-teman tidak bijak, enggak enggak

[01:26:12] memanfaatkan apa sebenarnya benefit

[01:26:14] kartu kredit itu sebenarnya adalah

[01:26:17] bahaya yang enggak pernah teman-teman

[01:26:19] tahu kayak gitu. Tapi jadi e pesannya

[01:26:22] kalau misalkan udah terlanjur banget nih

[01:26:24] ya ee Gisela satu kita pakai cara

[01:26:27] ekstremnya aja potong aksesnya di mana

[01:26:30] ee kita bisa melakukan heavy lifestyle

[01:26:33] itu kita potong aja aksesnya teman-teman

[01:26:36] punya apa Ovo, Imani ataupun aplikasi

[01:26:40] banknya udah delete aja aplikasi banknya

[01:26:42] kayak gitu. Jadi enggak punya akses

[01:26:43] untuk membayar kayak gitu. Nah, ini yang

[01:26:48] mungkin pertanyaan yang keduanya ya. Ee

[01:26:49] dan di era media sosial saat ini

[01:26:51] bagaimana cara kita memastikan definisi

[01:26:53] kesuksesan? Nah, ini teman-teman mungkin

[01:26:56] yang teman-teman enggak pernah sadari

[01:26:57] ya, mungkin di saat k teman-teman masih

[01:26:59] kuliah ataupun baru mulai kerja,

[01:27:02] kesuksesan itu enggak pernah enggak

[01:27:04] pernah ada yang ngomong didefine oleh

[01:27:05] orang lain loh, Teman-teman. Kesuksesan

[01:27:08] itu adalah dinilai oleh Teman-teman

[01:27:10] sendiri. Itulah kenapa makanya ada orang

[01:27:13] yang mengejar menjadi direktur, ada yang

[01:27:16] oh mungkin menjadi OB aja fine. Ah

[01:27:18] mungkin ada juga yang oh saya enggak

[01:27:21] saya karyawan aja enggak perlu ke

[01:27:22] manajemen. It's fine enggak apa-apa.

[01:27:24] Karena apa? Baik lagi teman-teman yang

[01:27:26] menefine kesuksesan itu adalah diri

[01:27:28] teman-teman masing-masing gitu. Jangan

[01:27:30] pernah mendengar ataupun terpengaruh

[01:27:32] oleh kalimat ataupun kata orang lain

[01:27:34] gitu. kita enggak akan pernah bisa

[01:27:36] mengontrol orang berkata apa, tapi yang

[01:27:38] bisa kita kontrol adalah reaksi kita

[01:27:40] terhadap hal itu.

[01:27:41] Jadi sebenarnya kalau kata kesuksesan

[01:27:43] itu sebenarnya yang mdefine itu adalah

[01:27:45] teman-teman sendiri. Kalau menurut saya,

[01:27:48] saya sukses dengan hanya punya mobil

[01:27:50] Agia, ya kenapa saya harus sedih ataupun

[01:27:53] saya harus punya mobil Ferrari kayak

[01:27:54] gitu. Jadi yang mdefine kesuksesan itu

[01:27:58] adalah teman-teman dan jangan pernah

[01:27:59] mendengar kata-kata orang lain gitu.

[01:28:02] Nah, yang keputusan finansial nih ya

[01:28:04] yang sering dianggap sebagai simbol

[01:28:06] kesuksesaan oleh masyarakat. Tapi

[01:28:08] sejujurnya menghambat contoh paling

[01:28:09] gampang kayak sandang pangan papan

[01:28:12] rumah. Ee orang kan kalau zaman dulu

[01:28:16] zaman saya kan ngebanding-bangin oh

[01:28:18] rumah gua lebih gede, rumah gua lebih

[01:28:20] mewah kayak gitu. Itu kan menjadi taraf

[01:28:23] pengukuran kesuksesan tapi yang

[01:28:25] sebenarnya penghambat gitu kebebasan

[01:28:27] finansial. buat apa beli rumah gede-gede

[01:28:29] tapi sebenarnya keluarganya kecil cuman

[01:28:31] berdua atau bertiga ataupun buat apa

[01:28:34] beli mobil mewah-mewah kalau kayak ya

[01:28:38] dengan mobil agi aja saya bisa bekerja

[01:28:40] beraktivitas dan menghasilkan uang kayak

[01:28:42] gitu. Jadi ee mungkin itu salah satu

[01:28:44] contoh-contohnya ya yang sering terjadi

[01:28:46] kayak mobil harus mewah, mobil harus wah

[01:28:49] gitu sama hanya boleh buat pamer lah

[01:28:53] ujung-ujungnya kayak gitu. itu mungkin

[01:28:56] ee Gisel ya ee kalau dari saya gitu

[01:28:58] mungkin

[01:29:01] eh Farhan.

[01:29:05] Oke, Pak. Terima kasih. Ada pertanyaan

[01:29:07] lagi dari Kak Efrahim. Selamat pagi,

[01:29:10] Pak. Izin bertanya, apakah generasi saat

[01:29:12] ini lebih membutuhkan literasi finansial

[01:29:14] atau literasi konsumsi?

[01:29:20] Oke. Eh, ini EF ya.

[01:29:23] Oke, ini

[01:29:25] sebenarnya kalau di pertanyaan seperti

[01:29:27] ini jawabannya dua-duanya butuh. Tapi

[01:29:29] saat ini sebenarnya yang lagi agak

[01:29:32] dibutuhkan dengan tingkat importan dan

[01:29:34] urgenitas yang tinggi itu adalah

[01:29:36] sebenarnya literasi finansial,

[01:29:37] Teman-teman.

[01:29:39] Konsumsi. Karena gini, contoh paling

[01:29:42] gampanglah ee teman-teman kayaknya udah

[01:29:45] mulai enggak bisa diatur juga sama orang

[01:29:46] tua kayak jangan jajan terlalu banyak.

[01:29:48] Udah enggak mungkin tuh teman-teman saya

[01:29:49] yakin banget teman-teman udah enggak mau

[01:29:51] ngedengerin yang kayak gitu-gitu.

[01:29:52] Makanya masalah konsumsinya enggak bisa

[01:29:54] diatur. Yang perlu teman-teman atur itu

[01:29:56] adalah bagaimana ee menggunakan

[01:30:00] tools-nya ataupun finansialnya kayak

[01:30:02] gitu. Karena mungkin teman-teman ya

[01:30:05] gampangnya gini, Teman-teman sering

[01:30:07] jajan konsumsinya besar paling gampang

[01:30:10] kan membesarkan inputnya ya,

[01:30:13] pemasukannya kayak gitu. Makanya

[01:30:16] lebih penting kalau menurut saya

[01:30:17] sekarang ini untuk generasi ya, generasi

[01:30:19] teman-teman itu membutuhkan literasi

[01:30:21] finansial teman-teman. Jadi mulai bisa

[01:30:23] memetakkan mana sebenarnya kebutuhan,

[01:30:26] mana sebenarnya adalah keinginan yang

[01:30:28] dikemas dalam kebutuhan. Kayak contoh,

[01:30:31] saya pengin mobil, oh mungkin zaman

[01:30:33] sekarang menjadi sebuah kebutuhan tapi

[01:30:34] mobilnya mau mewah. Nah, itu kan sudah

[01:30:36] menjadi keinginan sebenarnya teman-teman

[01:30:39] kayak gitu. Jadi kalau menurut saya

[01:30:41] pribadi itu untuk saat ini, generasi

[01:30:43] saat ini itu literasi finansial,

[01:30:45] literasi konsumsi it's one thing itu

[01:30:47] perlu juga. Tapi saya believe ya

[01:30:50] kepercayaan saya adalah generasi

[01:30:52] sekarang kayaknya kalau literasi

[01:30:53] konsumsi kayaknya kayak udah enggak

[01:30:56] masuk gitu kayak gitu. Thank you.

[01:31:04] Selanjutnya ada pertanyaan lagi dari Kak

[01:31:05] And.

[01:31:08] Izin bertanya. Bagaimana strategi

[01:31:10] menyederhanakan decretering produk

[01:31:13] ruangan? Banyak orang terjebak dalam

[01:31:15] menimbun produk keuangan memiliki banyak

[01:31:18] rekening, banyak kartu kredit, dan

[01:31:20] ikut-ikutan tren investasi.

[01:31:22] Lalu bagaimana agar kita bisa fokus

[01:31:24] membangun dana darurat dan investasi

[01:31:26] yang aman di inflasi

[01:31:28] tanpa terjebak tren atau bikin cemas.

[01:31:35] Oh iya. Anyway teman-teman saya juga

[01:31:37] mahasiswa jadi enggak usah panggil Pak

[01:31:38] ya. Kak, Kak juga enggak usahlah panggil

[01:31:40] lama aja, santai aja kayak gitu. Nah,

[01:31:43] tapi ini menarik teman-teman bagaimana

[01:31:45] strategi penyederhanakan produk keuangan

[01:31:48] ini. Ini baru banget sebenarnya saya

[01:31:50] lakukan itu di awal tahun ini. Jadi dulu

[01:31:52] saya punya kartu kredit, saya punya en

[01:31:55] bank, akhirnya saya tutupin tuh semua

[01:31:57] karena ujung-ujungnya itu tuh menjadi

[01:32:00] noise, Teman-teman, sebenarnya. Nah,

[01:32:02] Andini mungkin ee paling

[01:32:07] start from-nya ya mulai dilakukannya itu

[01:32:09] satu kayak kartu kredit itu mulailah di

[01:32:14] satu sebenarnya cukup loh teman-teman

[01:32:15] ternyata setelah saya lakukan itu ya di

[01:32:18] awal tahun ini satu kartu kredit itu

[01:32:20] cukup kok kayak gitu terus banyak

[01:32:22] rekening kalau banyak rekening ini mm

[01:32:26] mungkin gak masih enggak masalah kalau

[01:32:28] rekening kan masalah postingnya ya

[01:32:30] membantu teman-teman juga. Oh, ini

[01:32:32] rekening ini untuk pengeluaran, rekening

[01:32:34] ini untuk ketabungan, itu enggak apa-apa

[01:32:35] juga. Tapi alangkah baiknya kalau secara

[01:32:38] dulu ada bahasanya itu ee jangan menaruh

[01:32:42] apa semua harta itu dalam satu basket

[01:32:45] kayak gitu kan, Teman-teman. Itu enggak

[01:32:46] apa-apa tapi jangan terlalu kebanyakan

[01:32:48] karena kalau terlalu kebanyakan

[01:32:50] Teman-teman lupa jadinya punya rekening

[01:32:53] di mana aja kayak gitu. Nah, tren

[01:32:56] investasi nih yang lagi marak banget 2 3

[01:32:59] 4 tahun ini kayak contoh dulu ada

[01:33:02] bahasanya pom-pom ya hajar kanan HK

[01:33:04] semua. Oh ini beli sekarang jual nanti

[01:33:06] jual nanti beli sekarang kayak gitu. Nah

[01:33:09] kalau masalah investasi terutama kalau

[01:33:11] misalnya di pasar modal satu lagi

[01:33:12] teman-teman pesan saya ya jangan pernah

[01:33:15] dengar kata orang jangan pernah mau

[01:33:17] dipom-pom lah. Karena balik lagi itu

[01:33:19] duit teman-teman. Teman-teman yang harus

[01:33:20] belajar memutuskan duit teman-teman itu

[01:33:23] mau kayak gimana gitu. Jadi jangan

[01:33:25] pernah investasi karena disuruh ataupun

[01:33:28] dapat inputan dari teman kayak gitu.

[01:33:30] Jangan pernah tentukan uang kalian itu

[01:33:33] kontrol kalian arahnya kalian yang

[01:33:36] tentukan kayak gitu. Jadi trend

[01:33:38] investasi percayalah teman-teman itu

[01:33:40] udah banyak korbannya, udah banyak masuk

[01:33:42] berita jangan didengar teman-teman kayak

[01:33:45] gitu.

[01:33:46] Nah kalau untuk membangun dana darurat

[01:33:48] dan investasi aman dan inflasi ini tips

[01:33:51] dari aku aja teman-teman.

[01:33:53] investasilah di sesuatu yang ee

[01:33:56] tidak termakan oleh depresiasi ataupun

[01:33:59] inflasi kayak gitu. Contoh ee mungkin

[01:34:02] sekarang sudah terlalu kemahalan itu di

[01:34:03] emas mungkin ya, sekarang udah terlalu

[01:34:05] tinggi harganya kalau menurut saya. Tapi

[01:34:08] saya tahu ada satu instrumen lain

[01:34:09] sebenarnya itu yang cukup menarik juga

[01:34:11] dan itu mungkin baru marak di Indonesia

[01:34:15] dan hanya ada baru ada satu platform

[01:34:18] yang membuat kita bisa akses ya ke situ.

[01:34:21] Itu ada namanya

[01:34:23] ee karbon kalau enggak salah,

[01:34:25] Teman-teman. itu nanti teman-teman

[01:34:26] search aja itu di Australia, di US itu

[01:34:29] udah cukup cukup sesuatu yang baru dan

[01:34:32] menarik sebenarnya teman-teman terkait

[01:34:34] karbon itu. Nah, kalau dana darurat ee

[01:34:38] Teman-teman rule of time-nya itu

[01:34:40] Teman-teman punya duit untuk menghidupi

[01:34:43] Teman-teman at least minimum 6 bulan ke

[01:34:45] depan kayak gitu. Nah, untuk fokus

[01:34:47] membangun dana darurat ee

[01:34:51] dana darurat ini sebenarnya no ee enggak

[01:34:54] ada SQ sebenarnya, Teman-teman. Jadi,

[01:34:56] kalau misalnya Teman-teman punya

[01:34:57] pemasukan langsung pindahin ke dana

[01:34:59] darurat di luar yang tadi 50, 30, 20 lah

[01:35:02] ya bahasanya itu masukin dulu aja ke

[01:35:04] dana darurat se sebisanya kayak gitu.

[01:35:07] Karena balik lagi teman-teman pesan saya

[01:35:09] kita

[01:35:10] kondisi ekonomi kita sedang tidak

[01:35:12] baik-baik saja kayak gitu. Thank you ya

[01:35:15] Andini ya. Kayak gitu

[01:35:19] Kak. Ee selanjutnya pertanyaan dari

[01:35:21] Kakista.

[01:35:23] Izin bertanya bagaimana cara mengelola

[01:35:25] mata uang agar menjadi kuat untuk

[01:35:27] melakukan transaksi, investasi dan lain

[01:35:32] lain apapun ke luar negeri meski

[01:35:34] sebenarnya dolar kini menjadi kuat dan

[01:35:36] mengatasi agar tidak terjadi inflasi

[01:35:37] atau dampak negatif lainnya.

[01:35:41] Ini Abista ya.

[01:35:44] Oke. Wah, ini udah bahas valas ya mata

[01:35:47] uang ya. Nah, ini sebenarnya cukup

[01:35:48] menarik, Teman-teman. Memang e ini kan

[01:35:51] sudah dimention juga ya, nilai tukar

[01:35:52] rupiah itu sedang cukup melemah, sedang

[01:35:55] tidak baik-baik saja gitu kan. Dah, ee

[01:35:59] memang ini sebenarnya

[01:36:02] tadi balik lagi ya, investasi itu kan

[01:36:03] banyak banget bentuknya ya. Dan

[01:36:06] investasi itu enggak hanya harus di

[01:36:08] Indonesia, Teman-teman. Betul banget

[01:36:09] gitu, Teman-teman. bisa investasi di

[01:36:11] luar negeri. Tapi ya ee at the bear

[01:36:14] minimumnya teman-teman pelajari dulu ya

[01:36:16] rules-nya dan segala macam kayak gitu.

[01:36:19] Nah, ee

[01:36:21] untuk investasi di luar negeri

[01:36:23] sebenarnya

[01:36:25] sebenarnya agak bahaya juga, agak seram

[01:36:29] tapi itu menjadi sesuatu yang menarik

[01:36:31] karena baik lagi kita ini masih negara

[01:36:33] yang bergantungan lah kasarnya ya

[01:36:36] terhadap nilai tukar gitu. Nah, untuk

[01:36:39] tipsnya mungkin untuk mata uang nih ya

[01:36:42] ee teman-teman ada satu aplikasi nih ya

[01:36:46] kalau teman-teman sadari itu fokus

[01:36:49] berfokus hanya untuk ee masalah valas

[01:36:52] gitu dan bahkan ee dia bisa memberikan

[01:36:56] suggest-suggest gitu. Itu aplikasinya

[01:36:57] bagus memang agak berbayar sih gitu tapi

[01:37:00] itu sangat bagus tapi dia memberikan ee

[01:37:03] tips yang objektif gitu terutama terkait

[01:37:06] valas gitu. Jadi dia enggak enggak

[01:37:08] nyuruh kayak pom-pom beli ini sekarang

[01:37:10] buy now kayak gitu. Itu enggak. Tapi dia

[01:37:12] memberikan insight terkait valas gitu.

[01:37:15] Perkembangan valas kayak gitu. Dan

[01:37:16] bahkan dia memperhitungkan itu adalah ee

[01:37:20] gejala politik di negara-negara

[01:37:22] tersebut. Itu ada, Teman-teman. Tapi

[01:37:24] seingat saya enggak ada di Play Store

[01:37:26] seingat saya ya. Tapi nanti coba Google

[01:37:29] aja di Cloue atau di Gemini itu ada kok.

[01:37:31] Ada ada aplikasinya kayak gitu. Thank

[01:37:34] you Abista.

[01:37:41] Pak. Selanjutnya ada pertanyaan lagi

[01:37:42] dari Kak Adi Suryo.

[01:37:45] Saat ini saya sering mendengar tentang

[01:37:47] konten investasi. Untuk investasi masa

[01:37:49] muda itu bagusnya investasi leher ke

[01:37:51] atas atau ilmu. Tapi kapan ya, Kak?

[01:37:54] Untuk kita bisa memulai investasi

[01:37:56] keuangan kira-kira kita harus punya apa

[01:37:58] dulu ya, Kak, sebelum belajar investasi

[01:38:00] dan memulai investasi?

[01:38:03] mengingat banyak sekali orang-orang

[01:38:04] justru malah lengkungkat ketika

[01:38:06] berinvestasi dan malah trauma. Pro

[01:38:08] kontra investasi itu apa ya, Kak? Terima

[01:38:10] kasih banyak.

[01:38:13] Thank you, Adi Suryo. Ini mengingatkan

[01:38:16] saya sekitar 15 tahun lalu waktu saya

[01:38:19] Oh, 17 tahun lalu bahkan saya masih

[01:38:22] kuliah dulu. Ini juga sesuatu perdebatan

[01:38:26] batin waktu itu saya alami gitu kan.

[01:38:29] Nah, kalau investasi leher ke atas ilmu

[01:38:32] itu udah udah saklet, Teman-teman.

[01:38:34] Sebenarnya itu tuh sangat penting

[01:38:36] terutama buat Teman-teman yang mau

[01:38:38] berkarir profesional ya, itu tuh

[01:38:40] sangat-sangat penting, Teman-teman. Nah,

[01:38:43] kapan untuk bisa memulai investasi

[01:38:44] keuangan? Sejak dini kalau saya boleh

[01:38:47] bilang teman-teman e ke Adi nih ya Adi

[01:38:50] Suryo. Investasi keuangan kalau kalau

[01:38:53] teman-teman at least kalau dulu zaman

[01:38:54] saya dulu ada OTnya Indo Premier kalau

[01:38:57] enggak salah namanya itu kayak start

[01:38:58] form 10.000 gitu. Itu sejak dini kalau

[01:39:01] bisa dimulai dimulai cuman satu nih ini

[01:39:05] kan udah dibahas juga nih justru malah

[01:39:06] rungkat ketika berinvestasi. Nah ini

[01:39:09] teman-teman banyak orang itu kayak tadi

[01:39:12] ada gapnya antara inklusi dan juga

[01:39:13] literasi gitu. pengin tapi ada aksesnya

[01:39:17] tapi enggak tahu caranya gitu. Makanya

[01:39:19] teman-teman untuk investasi ya ini saya

[01:39:22] asumsikan maksudnya Adi ini di pasar

[01:39:24] modal di saham ya itu tuh ee baik lagi

[01:39:28] ini kan duitnya duit teman-teman

[01:39:31] kontrolnya di teman-teman jadi jangan

[01:39:33] pernah dengar kata orang lain mau ada

[01:39:36] yang apa VVP ngomong oh ini saham ini

[01:39:40] besok naik karena ini ini ni in dengar

[01:39:43] semua itu yang lakukan adalah

[01:39:45] teman-teman mungkin untuk memberi

[01:39:47] membuat mendapatkan keputusan

[01:39:49] Teman-teman harus apa? Teman-teman harus

[01:39:51] punya perkaya dulu. Jadi teman-teman

[01:39:53] belajarlah kualitatif analisis,

[01:39:56] belajarlah kuantitatif analisis gitu.

[01:39:58] Belajar baca grafik, belajar baca dari

[01:40:02] simpel laporan keuangan mana yang sehat

[01:40:04] gitu. Dan ini tips pribadi, jangan

[01:40:07] pernah membeli sesuatu saham yang

[01:40:10] teman-teman bahkan enggak tahu itu

[01:40:11] perusahaan apa. Kayak gitu. Jangan beli,

[01:40:14] wah ada nih. Tapi enggak pernah dengar

[01:40:16] sih perusahaannya apa kayak gitu. itu

[01:40:18] jangan gitu karena balik lagi itu duit

[01:40:20] teman-teman kayak gitu. Nah, pro kontra

[01:40:24] investasi. Nah, balik lagi teman-teman.

[01:40:26] Investasi itu adalah

[01:40:29] dilakukan dengan uang yang bukan uang

[01:40:32] panas lah bahasanya, uang dingin gitu.

[01:40:34] Jadi jangan pernah nih pakai uang

[01:40:36] sehari-hari buat investasi. Karena

[01:40:38] sekalinya rungkat tadi bahasanya, oh itu

[01:40:40] pusingnya tuju keliling kayak gitu.

[01:40:42] Makanya selalulah berinvestasi dengan

[01:40:45] uang yang memang posnya untuk investasi.

[01:40:48] Jadi dan disiplin itu kayak gini,

[01:40:50] Teman-teman. Misalnya saya punya dana

[01:40:51] investasi omong kosong R1 juta gitu.

[01:40:54] Dana keseharian saya operasional R5

[01:40:55] juta. Terus ada saham yang lagi menarik,

[01:40:58] "Wah, udahlah ambil dulu nih R juta ini

[01:41:00] ke 6 juta buat investasi." Enggak kayak

[01:41:02] gitu. Kalau teman-teman sudah menentukan

[01:41:04] R juta untuk investasi, fokuslah ke R

[01:41:07] juta itu kayak gitu. Jadi jangan jangan

[01:41:09] terlalu fleksibel kalau masalah

[01:41:11] investasi kayak gitu, Teman-teman. Thank

[01:41:13] you Adi Suryo.

[01:41:16] Makasih, Kak. Nanji ada pertanyaan lagi

[01:41:18] Kak dari Felix.

[01:41:21] Ini sih, Pak. Berarti di sukses

[01:41:24] sendiri-sendiri ya. Jadi enggak perlu

[01:41:25] dengar orang tua walaupun orang tua

[01:41:27] sudah disuruh dengar dan sudah ada

[01:41:29] bukti.

[01:41:32] Oke. Eh, thank you Felix. Waduh, ini

[01:41:34] saya jadi ingat masa saya awal-awal

[01:41:36] kerja nih, Felix. Ini percayalah Felix.

[01:41:40] Percayalah Felix. Mau itu orang tua, mau

[01:41:42] teman, mau pacar, mau saudara, mau

[01:41:45] sepupuh, don't listen to them. Kayak

[01:41:47] gitu. Percayalah teman-teman. Karena

[01:41:49] baik lagi eh Felix, apa sih yang mau

[01:41:52] dikejar? Kayak gitu. Yang bisa

[01:41:54] menentukan target Felix itu adalah

[01:41:56] Felix. Yang bisa mencapai target Felix

[01:41:58] itu adalah Felix, gitu. Jadi, enggak

[01:42:00] perlu orang tua. Kalau di sini saya

[01:42:02] membela Felix ya, walaupun dengar kata

[01:42:04] orang tua. Baik lagi, kehidupan

[01:42:06] teman-teman itu bukan kehidupan orang

[01:42:08] tua teman-teman. Mungkin orang tua

[01:42:09] teman-teman bisa sampai level di sini.

[01:42:12] Tapi ee mungkin kalau teman-teman

[01:42:13] dipaksa sampai ke level sini,

[01:42:15] Teman-teman itu enggak bahagia. Balik

[01:42:17] lagi teman-teman, kita ini hidup cuman

[01:42:18] sekali. Berbahagialah kayak gitu. Jadi

[01:42:21] jangan terlalu mendengar kata orang tua.

[01:42:24] Eh, salah kata orang lain. Nah, kalau

[01:42:27] dalam konteks ini kesuksesan kalau yang

[01:42:29] saya percayai itu yang Felix lakukan

[01:42:32] sudah benar kok. Gitu. Jadi,

[01:42:35] target hidup Felix itu bukan target

[01:42:37] hidup orang tua Felix. kayak gitu. Sama

[01:42:39] nanti mungkin Felix menghadapi jenjang

[01:42:42] selanjutnya ke pernikahan juga sama itu

[01:42:43] Felix yang nanti menikah itu nanti Felix

[01:42:46] bukan orang tua Felix gitu.

[01:42:48] He.

[01:42:48] Tapi jangan eh bentar nanti nanti

[01:42:50] kalimat saya dipakai buat teman-teman

[01:42:52] untuk ini ya membangkang ya enggak ya

[01:42:55] gitu. Tapi saya berharap teman-teman

[01:42:56] dapat intinya ya teman-teman. Baik lagi

[01:42:59] hidup teman-teman itu yang bisa mdefine

[01:43:01] itu adalah teman-teman sebenarnya gitu.

[01:43:04] Thank you pertanyaan bagus banget nih.

[01:43:06] Betul si Pak. Betul sih Pak. Tapi kalau

[01:43:08] untuk orang tua ada berapa yang benar

[01:43:10] sih dan itu krusial kadang-kadangnya.

[01:43:12] Jadi lebih tepatnya kita harus

[01:43:14] memfilterkan mana yang ngomongin benar

[01:43:17] sama yang nominya enggak.

[01:43:19] Karena karena setiap manusia enggak 100%

[01:43:21] benar dan itu kadang to juga bisa

[01:43:24] membantu dan meng-support journey-nya

[01:43:26] saya jadi bisa sukses.

[01:43:31] Betul Felix. Nah, ya itu intinya adalah

[01:43:34] yang baiknya teman-teman ambil, yang

[01:43:36] menurut teman-teman ini enggak ya

[01:43:39] dikontrol gitu. Jadi, benar yang Felix

[01:43:42] bilang orang tua sebenarnya orang kedua

[01:43:44] yang tahu tentang teman-teman sendiri

[01:43:46] itu adalah orang tua teman-teman karena

[01:43:48] adalah by desainnya adalah mereka adalah

[01:43:50] yang hidup lama dengan teman-teman kayak

[01:43:51] gitu. Jadi tahu teman-teman tuh dari

[01:43:53] kecil seperti apa kayak gitu. Nah, ee

[01:43:57] tapi kalau memang kalau memang yang

[01:44:00] diinginkan orang tua udah mulai enggak

[01:44:02] make sense dan wah ini kayaknya enggak

[01:44:04] bisa, jangan takut juga, Teman-teman.

[01:44:07] Tapi kalau memang yang dibilangin orang

[01:44:09] tua itu adalah hal yang benar, ya

[01:44:11] teman-teman jangan membesarkan ego

[01:44:13] teman-teman juga kayak gitu. Itu ada

[01:44:16] benarnya itu. Thank you, Felix eh

[01:44:18] tambahannya ya. Thank you.

[01:44:21] Terima kasih, Kak. Selanjutnya

[01:44:23] pertanyaan terakhir dari Kak Rafael.

[01:44:27] Siang, Pak. Saya izin bertanya. Banyak

[01:44:29] Genj percaya bahwa uang bisa dicari

[01:44:32] lagi. Kesehatan mental yang utama.

[01:44:34] Namun, seringkiali narasi ini digunakan

[01:44:35] untuk membenarkan gaya hidup. Konsumtif

[01:44:38] konsumtif atas nama healing dan safe

[01:44:41] reward. Menurut menurut Bapak, bagaimana

[01:44:43] cara Genji membangun keseimbangan antara

[01:44:45] menikmati hasil kerja saat ini dan tetap

[01:44:48] menjaga kesehatan finansial untuk masa

[01:44:49] depan? Kapan sebuah self reward bisa

[01:44:52] dianggap sebagai bentuk apresiasi diri

[01:44:54] yang sehat dan kapan justru menjadi

[01:44:56] bentuk finansial yang perlu diwaspadai.

[01:45:02] Oke, thank you Rafael. Nah, self reward

[01:45:05] ya. Nah, ini self reward ini sebenarnya

[01:45:10] menjadi bahasan yang menarik

[01:45:11] teman-teman. Kayak mungkin dulu saya

[01:45:14] kuliah saya enggak pernah dengar tuh ada

[01:45:16] namanya self reward gitu. Healing juga

[01:45:18] kayaknya baru-baru ya lulus-lulus kuliah

[01:45:21] lah baru dengar ada kata kita healing

[01:45:23] yuk, kita healing yuk kayak gitu. Tapi

[01:45:26] ini enggak salah teman-teman saya reward

[01:45:28] karena memang mental healthness, mental

[01:45:31] wellness di saat di saat kita kondisi

[01:45:34] seperti ini, ini menjadi sesuatu yang

[01:45:36] penting juga teman-teman buat

[01:45:38] teman-teman. Nah, bagaimana cara untuk

[01:45:40] membenarkan membenarkan hal tersebut

[01:45:43] gitu? Baik lagi. Kalau misalnya ini

[01:45:46] contoh paling gampang kalau teman-teman

[01:45:47] memutuskan, "Waduh, saya mental wellness

[01:45:50] saya sedang tidak baik-baik saja, saya

[01:45:52] mau self rewarding, saya mau self

[01:45:55] healing." Terus teman-teman lakukanlah

[01:45:57] healing tersebut. Tapi catat

[01:45:59] teman-teman, kalau udah teman-teman

[01:46:01] lakukan tapi itu tidak tidak berdampak

[01:46:05] terhadap mental wellness teman-teman,

[01:46:07] mungkin yang mungkin teman-teman

[01:46:09] butuhkan itu bukan self reward ataupun

[01:46:11] bukan healing gitu, tapi adalah support

[01:46:14] system. support system itu sekarang

[01:46:16] banyak bentuknya. Ada yang mungkin dari

[01:46:18] keluarga ataupun ada mungkin ada

[01:46:20] lembaga-lembaga misalkan psikolog kayak

[01:46:23] gitu yang mungkin probono dan juga

[01:46:25] memang enggak apa-apa juga teman-teman

[01:46:27] karena memang mental wellness ini

[01:46:29] menurut saya pribadi pun ini sangat

[01:46:31] penting di saat sekarang gitu kayak

[01:46:33] gitu. Tapi memang tidak bisa membenarkan

[01:46:36] gaya hidup konsumtif gitu. Jadi dicobain

[01:46:40] aja teman-teman. Kalau misalnya

[01:46:41] teman-teman stres pengin healing,

[01:46:42] teman-teman healing terus beres healing

[01:46:44] stres lagi. Itu enggak menjawab

[01:46:46] teman-teman. Jadi healing itu adalah

[01:46:48] hanya pembenaran gaya hidup aja. Kayak

[01:46:51] gitu teman-teman. Thank you, Rafael.

[01:46:55] Oke, terima kasih, Pak. Ee sesi tanya

[01:46:58] jawab saya tutup, ya.

[01:47:00] Sebagai penutup, mari kita jadikan

[01:47:03] materi hari ini sebagai pengingat bahwa

[01:47:04] setiap keputusan finansial yang kita

[01:47:06] ambil akan membentuk kualitas hidup kita

[01:47:08] di masa depan. Oleh karena itu, penting

[01:47:11] bagi kita untuk mengelola keuangan

[01:47:12] dengan penuh kesadaran, tujuan, dan

[01:47:14] tanggung jawab. Sekali lagi saya ingin

[01:47:16] mengucapkan terima kasih kepada Pak

[01:47:18] Michael atas sesi seminar hari ini yang

[01:47:19] sangat insightful. Semoga ilmu dan

[01:47:21] pengalaman yang telah diberikan dapat

[01:47:23] menjadi bekal bagi kita untuk lebih

[01:47:25] bijak dalam mengelola keuangan dan

[01:47:26] mengambil keputusan finansial di masa

[01:47:28] pendatang.

[01:47:36] Untuk mengabadikan kegiatan ini, mari

[01:47:39] kita foto bersama dulu. Untuk

[01:47:41] teman-teman silakan mengaktifkan kamera

[01:47:43] kalian semua untuk

[01:47:46] kita foto bersama.

[01:47:57] untuk S pertama

[01:48:00] 1 2 3.

[01:48:04] Sat kedua 1 2 3.

[01:48:10] Ketiga. 1 2 3.

[01:48:16] Oke, terima kasih. Kita lagi sampai ke

[01:48:21] saya mengingatkan kembali kepada

[01:48:23] teman-teman Indonesia mohon untuk

[01:48:24] mengisi from evaluasi yang tertera di

[01:48:26] layar atau pintu

[01:48:29] untuk mendapatkan SHT poin pertemuan

[01:48:31] sesi ini. Selain itu kalian bisa follow

[01:48:34] IG kami @intersatbinus@gi

[01:48:37] Binusalsut@gi

[01:48:38] Bekasi untuk mendapatkan informasi

[01:48:40] update kegiatan-kegiatan kami lainnya.

[01:48:45] Terima kasih kepada Pak Michael Renal

[01:48:48] maupun atas kesediaan waktu dan

[01:48:50] sharingnya pada kesempatan ini. Terima

[01:48:52] kasih juga atas partisipasi teman-teman

[01:48:54] semuanya. Saya tutup sesi seminar ini.

[01:48:56] Selamat siang. Sampai jumpa di acara

[01:48:57] seminar berikutnya. Sampai ketemu lagi.

[01:49:01] Terima kasih, Pak.

[01:49:03] Thank you. Makasih, Kak.

[01:49:05] Thank you. Bye. Bye. Sukses-sukses

[01:49:07] semuanya. Semangat.

[01:49:10] Iya,

[01:49:12] makasih kakati

[01:50:32] Untuk teman-teman yang sudah mengisi

[01:50:35] form evaluasi tolong jangan keluar dulu

[01:50:38] karena akan ada

[01:50:48] pemberitahuan pemenang untuk

[01:50:50] akan ada pemberitahuan pemenang untuk

[01:50:50] yang bertanya tadi sangat bagus.

[01:51:23] Astral

[01:51:26] dan

[01:51:28] juga untuk pemenuhan

[01:51:56] tungg Ah.

[01:53:51] Berikut para pemenang.

[01:53:54] Silakan mengisi.

[01:53:57] Silakan mengisi

[01:54:00] link P yang stabil

[01:56:26] Bagi teman-teman yang namanya ada di

[01:56:28] layar boleh untuk mengisi link pemenang

[01:56:32] imani ya teman-teman. Jadi Akbar,

[01:56:35] Olivia, Gisela, Efrahim, Adini, Bista,

[01:56:38] Rafael, Adiv, Vina, Jonathan, Akram, dan

[01:56:41] Nadia boleh diisi link untuk pemenang

[01:56:44] Imaninya untuk klaim Imaninya dan

[01:56:48] linknya sudah ada di chat juga. Thank

[01:56:50] you, Teman-teman. [berdehem]

[01:57:32] Untuk teman-teman yang ee memenangkan

[01:57:36] dari Astra ini akan dihubungi oleh pihak

[01:57:39] Astra, Teman-teman. Terima kasih.
