# BFest 5 Soft-Skill: Buidling Culture, Living the Work Ethic

https://www.youtube.com/watch?v=XiyaNq0dkwA
Translation: en

[17:00] keluar Oke.
  Exit Okay.

[17:02] keluar Oke.
  Exit Okay.

[19:05] Halo teman-teman, mohon ditunggu
  Hello friends, please wait

[19:07] Halo teman-teman, mohon ditunggu sebentar ya.
  Hello friends, please wait a moment.

[19:07] Jangan lupa ya.
  Don't forget.

[23:03] Ah.

[24:49] Selamat siang para hadirin semuanya.
  Good afternoon, everyone.

[24:51] Selamat siang para hadirin semuanya.
  Good afternoon, everyone.

[24:51] Mohon maaf ada keterlambatan dari kami karena sedang ada kesalahan teknis.
  We apologize for the delay due to a technical error.

[24:53] karena sedang ada kesalahan teknis.
  due to a technical error.

[24:56] Oke, mungkin saya mulai aja untuk seminar pada hari ini.
  Okay, perhaps I will start the seminar for today.

[24:59] seminar pada hari ini.
  the seminar for today.

[25:01] Senang sekali rasa di hari ini saya bisa berjumpa dengan teman-teman semuanya dalam secara virtual ataupun di sini dalam keadaan sehat dan semangat.
  I am very happy today to be able to meet all of you virtually or here in good health and spirits.

[25:03] dengan teman-teman semuanya dalam secara virtual ataupun di sini dalam keadaan sehat dan semangat.
  with all of you virtually or here in good health and spirits.

[25:06] virtual ataupun di sini dalam keadaan sehat dan semangat.
  virtually or here in good health and spirits.

[25:07] sehat dan semangat.
  healthy and spirited.

[25:10] Semoga teman-teman juga dalam keadaan sehat dan selalu semangat untuk mengikuti kegiatan kita di hari ini.
  Hopefully, you are also healthy and always enthusiastic to participate in our activities today.

[25:11] juga dalam keadaan sehat dan selalu semangat untuk mengikuti kegiatan kita di hari ini.
  also healthy and always enthusiastic to participate in our activities today.

[25:13] semangat untuk mengikuti kegiatan kita di hari ini.
  enthusiastic to participate in our activities today.

[25:16] di hari ini.
  today.

[25:16] Sebelum dimulai, izinkan saya memperkenalkan diri terlebih dahulu.
  Before we begin, allow me to introduce myself first.

[25:17] saya memperkenalkan diri terlebih dahulu.
  introduce myself first.

[25:20] Saya Tabita selaku MC sekaligus moderator yang akan membandu acara BINUS Festival Carin Series 2026 yang berjudul Building Culture Living The Work Atic dengan narasumber dari The Grand Mansion Menteng.
  I am Tabita, the MC and moderator who will guide the BINUS Festival Carin Series 2026 event, titled Building Culture Living The Work Atic, with speakers from The Grand Mansion Menteng.

[25:22] moderator yang akan membandu acara BINUS Festival Carin Series 2026 yang berjudul Building Culture Living The Work Atic
  moderator who will guide the BINUS Festival Carin Series 2026 event, titled Building Culture Living The Work Atic

[25:26] Festival Carin Series 2026 yang berjudul Building Culture Living The Work Atic dengan narasumber dari The Grand Mansion Menteng.
  Festival Carin Series 2026, titled Building Culture Living The Work Atic, with speakers from The Grand Mansion Menteng.

[25:29] Building Culture Living The Work Atic dengan narasumber dari The Grand Mansion Menteng.
  Building Culture Living The Work Atic, with speakers from The Grand Mansion Menteng.

[25:31] dengan narasumber dari The Grand Mansion Menteng.
  with speakers from The Grand Mansion Menteng.

[25:32] Menteng.
  Menteng.

[25:32] Saya mengucapkan selamat datang kepada narasumber kita, Pak Febritan yang merupakan human research manager dari The Grand Mansion Menteng dan juga Bapak dan Ibu tim dari The Grand Mansion Menteng yang hadir serta teman-teman BINUS dan semua hadirin.
  I welcome our speaker, Mr. Febritan, who is the human research manager from The Grand Mansion Menteng, and also the team from The Grand Mansion Menteng who are present, as well as friends from BINUS and all attendees.

[25:35] narasumber kita, Pak Febritan yang merupakan human research manager dari The Grand Mansion Menteng dan juga Bapak dan Ibu tim dari The Grand Mansion Menteng yang hadir serta teman-teman BINUS dan semua hadirin.
  our speaker, Mr. Febritan, who is the human research manager from The Grand Mansion Menteng, and also the team from The Grand Mansion Menteng who are present, as well as friends from BINUS and all attendees.

[25:38] merupakan human research manager dari The Grand Mansion Menteng dan juga Bapak dan Ibu tim dari The Grand Mansion Menteng yang hadir serta teman-teman BINUS dan semua hadirin.
  is the human research manager from The Grand Mansion Menteng, and also the team from The Grand Mansion Menteng who are present, as well as friends from BINUS and all attendees.

[25:40] The Grand Mansion Menteng dan juga Bapak dan Ibu tim dari The Grand Mansion Menteng yang hadir serta teman-teman BINUS dan semua hadirin.
  The Grand Mansion Menteng, and also the team from The Grand Mansion Menteng who are present, as well as friends from BINUS and all attendees.

[25:43] dan juga Bapak dan Ibu tim dari The Grand Mansion Menteng yang hadir serta teman-teman BINUS dan semua hadirin.
  and also the team from The Grand Mansion Menteng who are present, as well as friends from BINUS and all attendees.

[25:45] The Grand Mansion Menteng yang hadir serta teman-teman BINUS dan semua hadirin.
  The Grand Mansion Menteng who are present, as well as friends from BINUS and all attendees.

[25:47] Menteng yang hadir serta teman-teman BINUS dan semua hadirin.
  Menteng who are present, as well as friends from BINUS and all attendees.

[25:50] BINUS dan semua hadirin.
  BINUS and all attendees.

[25:52] Sedikit saya ingin jelaskan secara singkat terlebih dahulu mengenai BINUS.
  Let me briefly explain first regarding BINUS.

[25:54] FIF cararis minal series yaitu merupakan festival rutin yang diselenggarakan oleh Universitas Bina Nusantara.
  FIF cararis minal series, which is a routine festival organized by Bina Nusantara University.

[26:08] Kegiatan ini kami rancang khusus untuk memberikan kamu banyak insight mengenai persiapan karir dari para profesional dan berbagai industri loh.
  We designed this activity specifically to give you a lot of insight regarding career preparation from professionals and various industries.

[26:16] Binus Festival Karya Seminar Series kali ini diadakan secara serial dari tanggal 5 sampai 7 Mei 2026.
  This Binus Festival Karya Seminar Series is held serially from May 5th to 7th, 2026.

[26:21] Kegiatan karir kemamp seminar ini diselenggakkan oleh tim intership center dan employability and entrepreneurship BINUS.
  This career skills seminar activity is organized by the internship center team and employability and entrepreneurship BINUS.

[26:30] Pada event ini kami mengundang para profesional dari berbagai latar belakang untuk berbagi pengetahuan dan pengalaman mengenai topik-topik care preparation yang sangat diperlukan.
  In this event, we invite professionals from various backgrounds to share knowledge and experience regarding career preparation topics that are very necessary.

[26:37] untuk menghadapi persaingan dan survive di dunia pekerjaan serta profesional.
  to face competition and survive in the professional and working world.

[26:42] Harapannya melalui event ini kalian dapat lebih sadar akan hal-hal yang harus dipersiapkan untuk bisa mulai meniti karir dengan sukses.
  Hopefully, through this event, you can be more aware of the things that must be prepared to start a successful career.

[26:50] Jadi, pastikan teman-teman sekalian tidak
  So, make sure all friends do not

[26:52] Pastikan teman-teman sekalian tidak terlewatkan seminar-seminarnya, ya.
  Make sure all friends do not miss the seminars, okay.

[26:56] Nah, sebelum kita mulai ada beberapa poin yang perlu kalian perhatikan.
  Now, before we start, there are a few points you need to pay attention to.

[27:01] Bagi teman-teman online semuanya, mohon me-rename nama akun Zoom kalian dengan format name nama.
  For all online friends, please rename your Zoom account name with the format name name.

[27:08] Yang kedua, perhatikan kondisi mikrofon kalian dalam posisi mute.
  Second, pay attention to your microphone condition in mute position.

[27:12] Yang ketiga, jika kalian ada pertanyaan, silakan menuliskan pada kolom chat.
  Third, if you have questions, please write them in the chat column.

[27:16] Nanti akan saya bantu untuk bacakan atau kalian bisa mengaktifkan fitur res hand untuk open mic jika ingin bertanya secara langsung.
  Later I will help to read them or you can activate the raise hand feature to open the mic if you want to ask directly.

[27:22] Perhatian bagi semua peserta yang hadir secara onsite, online Zoom, maupun YouTube live.
  Attention to all participants who are attending onsite, online via Zoom, or YouTube live.

[27:27] Untuk mendapat klaim SAT Poin, kalian perlu memenuhi tiga syarat, yaitu mengisi form absensi clock in di awal acara, join selama sesi berlangsung, dan mengisi form evaluasi di akhir.
  To get SAT Points claim, you need to fulfill three conditions, which are filling out the attendance form clock in at the beginning of the event, joining during the session, and filling out the evaluation form at the end.

[27:39] Mohon diperhatikan ya, saat pengisian form, pastikan kalian benar dalam menulis N karena kesalahan penulisan N dapat menyebabkan SAT poin kalian tidak dapat diproses.
  Please note, when filling out the form, make sure you write the N correctly because an incorrect N can cause your SAT points to not be processed.

[27:51] Sebelum kita mulai, akan ada video
  Before we start, there will be a video

[27:53] Sebelum kita mulai, akan ada video company profile dari The Grand Mansion.
  Before we start, there will be a company profile video from The Grand Mansion.

[27:55] company profile dari The Grand Mansion Menteng.
  Company profile from The Grand Mansion Menteng.

[27:57] Silakan disimak teman-teman semuanya.
  Please pay attention, everyone.

[28:36] [musik]
  [music]

[30:45] Oke, sekarang kita langsung aja masuk ke inti acara kita yaitu sharing session dari Pak Febritan.
  Okay, now let's get straight to the core of our event, which is a sharing session with Mr. Febritan.

[30:54] Beliau merupakan human resource manager dari The Grand Mansion Menteng.
  He is the human resource manager of The Grand Mansion Menteng.

[30:59] Mari kita sambut dan beri tepuk tangan yang meriah untuk Bapak Febri.
  Let's welcome and give a big round of applause for Mr. Febri.

[31:07] Oke. Ee terima kasih Ibu Luna atas kesempatannya sebelumnya.
  Okay. Thank you, Ms. Luna, for the opportunity beforehand.

[31:11] Ee terima kasih juga kepada ee Universitas B Nusantara yang sudah memberikan kepercayaan saya kembali untuk bisa ee mengisi acara dan kali ini di acara Binus Festival.
  Thank you also to Universitas B Nusantara for entrusting me again to fill the event, and this time at the Binus Festival.

[31:24] sebelumnya juga e salam kenal teman-teman semua di sini.
  Previously, greetings to all friends here.

[31:27] Mungkin eh lebih ke sharing session terkait dengan apa yang sudah pernah saya alami selama masa kerja yang kemudian saya rangkum ke dalam satu eh share tentang building culture eh living the work et.
  Perhaps it's more of a sharing session related to what I have experienced during my work period, which I have then summarized into a share about building culture, living the work ethic.

[31:45] Next boleh.
  Next, please.

[31:49] Oke, mungkin sedikit perkenalan ee teman-teman semuanya di sini.
  Okay, maybe a little introduction to all of you here.

[31:55] Ee saya akan menceritakan sedikit tentang perjalanan karir saya.
  I will tell you a little about my career journey.

[31:59] Saya pernah bekerja di berbagai industri berbeda mulai dari luxury hotel yang saat ini saya eh jalani di Grand Mansion Ma.
  I have worked in various different industries, starting from luxury hotels, which I am currently pursuing at Grand Mansion Ma.

[32:08] Kemudian saya juga pernah diperbankan, pernah juga di properti, logistik sampai dengan di hardware komputer gitu.
  Then I also worked in banking, also in property, logistics, up to computer hardware.

[32:15] Jadi dari semua pengalaman tersebut ee saya belajar satu hal bahwa setiap perusahaan punya culture yang berbeda-beda.
  So from all those experiences, I learned one thing: that every company has different cultures.

[32:23] Jadi ada tempat kerja yang sangat nyaman, yang sangat supportif, tapi ada juga yang ee secara bisnis bagus, tapi culture-nya yang kurang sehat gitu.
  So there are workplaces that are very comfortable, very supportive, but there are also those that are good in terms of business, but the culture is less healthy.

[32:30] Jadi culture itu benar-benar mempengaruhi pengalaman kerja seseorang khususnya dengan ee saya.
  So culture really affects a person's work experience, especially with me.

[32:37] Dan mungkin di sini juga teman-teman bisa menjadi gambaran atau menjadi ee modal ya yang bisa ee nanti teman-teman ee bayangkan pada saat nanti
  And perhaps here, friends can also get an idea or a basis that you can imagine later on.

[32:50] Teman-teman ee bayangkan pada saat nanti sudah menjadi seorang profesional.
  Friends, imagine when you later become a professional.

[32:57] Oke, di sini yang pertama ee apa itu.
  Okay, here the first is, uh, what is it.

[33:00] Oke, di sini yang pertama ee apa itu company.
  Okay, here the first is, uh, what is company.

[33:02] Company culture.
  Company culture.

[33:04] Jadi, Kya kalau misalkan kita bicara tentang company culture.
  So, if we talk about company culture.

[33:06] Sebenarnya itu sangat sederhana,
  Actually, it's very simple,

[33:07] Teman-teman.
  Friends.

[33:11] Jadi, culture itu adalah ee karakter karakter dan kebiasaan dalam sebuah perusahaan yang memang sebenarnya.
  So, culture is, uh, the characters and habits within a company that are indeed actually.

[33:16] Diadopsi juga dari ee adat atau kebiasaan yang ada di masyarakat yang.
  Also adopted from, uh, customs or habits that exist in society which.

[33:20] Tentu saja kita sekarang ada di Indonesia.
  Of course, we are now in Indonesia.

[33:23] Kita juga ee mengacu terhadap ee budaya Indonesia dan juga ee undang-undang yang berlaku di Indonesia juga.
  We also, uh, refer to, uh, Indonesian culture and also, uh, laws that apply in Indonesia as well.

[33:31] Jadi ee contohnya misalkan cara kita saling berbicara, terus cara ee atasan memperlakukan tim, terus ee sesama karyawan, kemudian juga bagaimana nanti cara kita juga menyelesaikan masalah atau bagaimana ee suasana kerja kita sehari-hari.
  So, uh, for example, the way we talk to each other, then how, uh, superiors treat the team, then, uh, fellow employees, then also how we will later solve problems or how, uh, our work atmosphere is daily.

[33:48] Jadi culture itu
  So culture is

[33:52] kita sehari-hari. Jadi culture itu seringki tidak tertulis tapi ee sangat terasa ee efeknya gitu.
  we deal with daily. So culture is often unwritten but its effects are very much felt.

[33:57] Jadi kalau budayanya sehat ee biasanya orang lebih nyaman bekerja, lebih semangat, dan lebih produktif gitu.
  So if the culture is healthy, usually people are more comfortable working, more enthusiastic, and more productive.

[34:06] Jadi basicnya kita harus punya ee culture yang baik dan tentu saja culture yang baik ini ee merupakan kombinasi antara perusahaan dan juga karyawannya.
  So basically we must have a good culture, and of course this good culture is a combination of the company and its employees.

[34:17] Jadi perusahaan membuat peraturan, membuat culture yang di ee di-support oleh karyawan.
  So the company makes rules, makes a culture that is supported by the employees.

[34:23] karena peraturan tanpa ada orangnya itu juga ee kurang bagus dan kalau misalkan karyawannya bisa men-support culture yang sudah di ee berikan pondasi oleh perusahaan itu akan ee memberikan dampak yang positif baik itu dari perusahaan maupun ke sesama karyawannya juga.
  because rules without people are also not very good, and if the employees can support the culture that has been founded by the company, it will have a positive impact, both from the company and to fellow employees as well.

[34:45] Next, balik lagi yang tadi ee kenapa clutcher itu penting?
  Next, let's go back to why culture is important?

[34:48] Yang pertama itu di dalam suatu perusahaan engagement
  The first is that within a company, engagement

[34:53] di dalam suatu perusahaan engagement terhadap ke terhadap tenaga kerja atau karyawan itu sangat diperlukan.
  In a company, engagement towards the workforce or employees is very necessary.

[34:58] Karyawan itu sangat diperlukan. Karena balik lagi di dunia kerja itu ee ya balik ada yang suka dengan ee rekan kerja, teman-teman, ada yang suka dengan gaji tapi teman-temannya kurang enak atau mungkin ada yang gajinya enak, rekan kerjanya enak, tapi juga atasannya kurang bagus atau semuanya bagus tapi cultur-nya enggak bagus gitu.
  Employees are very necessary. Because, going back to the working world, there are those who like their colleagues, friends, there are those who like the salary but their colleagues are not pleasant, or maybe their salary is good, their colleagues are pleasant, but their boss is not good, or everything is good but the culture is not good.

[35:21] Jadi culture ini sangat mempengaruhi yang pertama untuk meningkatkan engagement ee dari karyawan.
  So this culture greatly influences the first thing, to increase employee engagement.

[35:27] Kemudian tentu saja namanya kita bekerja, teman-teman juga sekarang ada yang di ee saat ini lagi ee kuliah gitu kan.
  Then, of course, when we work, friends, some are currently studying, right?

[35:36] Tentu saja pasti ada yang namanya kerja kelompok atau teamwork.
  Of course, there must be something called group work or teamwork.

[35:38] Nah, di sini juga di dunia industri di profesional tentu saja dengan pengalaman teamwork teman-teman yang mungkin nantinya akan dibekali atau di eewadahi dari culture perusahaan harus bisa membentuk ee
  Now, here too, in the industrial world, professionally, of course, with the teamwork experience of friends, which will perhaps later be equipped or accommodated by the company culture, it must be able to form.

[35:54] harus bisa membentuk ee teamw atau teman-teman yang ee teman
  must be able to form a team or friends who are colleagues, making them more solid to be able to support our work goals.

[35:58] teamw atau teman-teman yang ee teman kerja itu lebih solid lagi untuk bisa
  colleagues, making them more solid to be able to support our work goals.

[36:01] kerja itu lebih solid lagi untuk bisa men-support atau goal kerja kita
  making them more solid to be able to support our work goals.

[36:03] men-support atau goal kerja kita nantinya bisa ee lebih cepat dan lebih
  support our work goals, so that later it can be faster and more satisfying in terms of work results.

[36:06] nantinya bisa ee lebih cepat dan lebih memuaskan hasil kerjanya. Kemudian tentu
  later it can be faster and more satisfying in terms of work results. Then, of course,

[36:09] memuaskan hasil kerjanya. Kemudian tentu saja kalau misalkan culturnya bagus,
  satisfying in terms of work results. Then, of course, if the culture is good,

[36:11] saja kalau misalkan culturnya bagus, karyawannya puas terhadap pekerjaan,
  of course, if the culture is good, employees are satisfied with their work,

[36:14] karyawannya puas terhadap pekerjaan, tentu saja tujuan dari perusahaan
  employees are satisfied with their work, of course, the company's goals

[36:16] tentu saja tujuan dari perusahaan tersebut akan lebih cepat tercapai. Jadi
  of course, the company's goals will be achieved faster. So,

[36:18] tersebut akan lebih cepat tercapai. Jadi in the end of the day ya karyawan akan
  will be achieved faster. So, in the end of the day, employees will

[36:20] in the end of the day ya karyawan akan merasa nyaman dan tujuannya kalau
  in the end of the day, employees will feel comfortable, and the goal is if

[36:22] merasa nyaman dan tujuannya kalau karyawan sudah nyaman, ujung-ujungnya
  feel comfortable, and the goal is if employees are already comfortable, ultimately

[36:24] karyawan sudah nyaman, ujung-ujungnya karyawan pasti akan loyal dan bisa
  employees are already comfortable, ultimately employees will definitely be loyal and can

[36:26] karyawan pasti akan loyal dan bisa memberikan kontribusi yang baik juga
  employees will definitely be loyal and can also make good contributions

[36:28] memberikan kontribusi yang baik juga kepada ee perusahaan gitu. Jadi ee
  also make good contributions to the company. So,

[36:34] kepada ee perusahaan gitu. Jadi ee banyak orang juga namanya di pekerjaan
  to the company. So, many people, especially in human resources, find that

[36:37] banyak orang juga namanya di pekerjaan ya apalagi di human resource jadi people
  especially in human resources, find that people

[36:39] ya apalagi di human resource jadi people come and people go gitu. Jadi banyak
  come and people go. So, many

[36:41] come and people go gitu. Jadi banyak orang yang risan ternyata bukan hanya
  people come and people go. So, many people realize it's not just

[36:43] orang yang risan ternyata bukan hanya tentang gaji gitu. Jadi banyak juga yang
  realize it's not just about salary. So, many also

[36:46] tentang gaji gitu. Jadi banyak juga yang tentang ee lingkungan kerja yang mungkin
  about salary. So, many also care about the work environment that might

[36:48] tentang ee lingkungan kerja yang mungkin ee menurut mereka itu tidak sesuai
  care about the work environment that might not be suitable for them

[36:51] ee menurut mereka itu tidak sesuai dengan apa yang mereka harapkan.
  according to what they expect.

[36:57] Next. Kemudian tentu saja dari culture
  Next. Then of course from culture

[37:00] Next. Kemudian tentu saja dari culture kita di sini ada yang namanya work etik
  Next. Then of course from our culture here we have what is called work ethic

[37:02] kita di sini ada yang namanya work etik atau etika kerja. Nah, jadi kalau kita tadi bicara tentang ee budaya
  we here have what is called work ethic or work ethics. So, if we were talking about company culture,

[37:07] perusahaan, sekarang kita combine ee kita tambahkan bicara tentang diri kita sendiri yaitu tentang e work etic gitu.
  now we combine it, we add talking about ourselves, which is about work ethic.

[37:14] Jadi work ethic itu adalah sikap dan ee perilaku kita dalam bekerja. Jadi bukan soal pintar atau IPK tinggi, karena di dunia kerja nanti attitude itu lebih sering mahal daripada skill. Contohnya seperti disiplin, tanggung jawab, jujur, dan konsisten gitu.
  So work ethic is our attitude and behavior in working. So it's not about being smart or having a high GPA, because in the working world, attitude is often more valuable than skill. For example, discipline, responsibility, honesty, and consistency.

[37:35] Jadi perusahaan biasanya akan melihat performance dari ee teman-teman eh karyawan yang dimaksud itu dari attitude-nya juga ee di samping dari KPI yang nanti akan diberikan dari perusahaan kepada masing-masing karyawan.
  So companies usually look at the performance of the employees concerned from their attitude, as well as from the KPIs that will be given by the company to each employee.

[37:49] Oke. Lalu apa sih ciri-ciri ee work ethic yang baik?
  Okay. So what are the characteristics of a good work ethic?

[37:54] Sebenarnya ee mungkin teman-teman juga
  Actually, maybe you all also

[37:58] Sebenarnya ee mungkin teman-teman juga sudah lakukan saat ini dan itu sangat simpel, sangat basic.
  Actually, maybe friends have also done it by now, and it's very simple, very basic.

[38:03] Contohnya datang tepat waktu.
  For example, coming on time.

[38:06] Hal sederhana seperti ee tepat waktu sebenarnya menunjukkan respect dan tanggung jawab kita terhadap pekerjaan kita yang sudah ee mau menerima kita, menghire kita sebagai karyawan, menggaji kita, memberikan kita fasilitas benefit.
  Simple things like, uh, being on time actually show our respect and responsibility towards our job, that they have, uh, wanted to accept us, hire us as employees, pay us, give us facilities and benefits.

[38:20] Jadi hal yang paling simpel adalah kita di-hire, kita datang sesuai dengan peraturan, datang tepat waktu seperti itu.
  So the simplest thing is we are hired, we come according to the rules, come on time, like that.

[38:27] Kemudian bertanggung jawab terhadap pekerjaan.
  Then be responsible for the work.

[38:29] Tentu saja nanti pastinya akan diberikan tanggung jawab masing-masing sesuai dengan JDES.
  Of course, later, responsibility will definitely be given to each person according to JDES.

[38:33] Jadi kalau namanya kita baru masuk kerja pasti ada yang namanya pembelajaran.
  So when we first start working, there is definitely a learning process.

[38:39] Salah mungkin ada juga pasti ada.
  Mistakes might also happen, for sure.

[38:41] Saya pun juga beberapa kali ee mengalami kesalahan gitu.
  I myself have also made mistakes several times, uh.

[38:47] Yang penting adalah pada saat kita melakukan kesalahan, jangan malu untuk mengakuinya, jangan ee takut untuk ee memperbaiki gitu.
  The important thing is, when we make a mistake, don't be ashamed to admit it, don't be, uh, afraid to, uh, fix it.

[38:53] Karena kesalahan-kesalahan itu timbul bukan
  Because those mistakes arise not

[38:58] kesalahan-kesalahan itu timbul bukan karena keinginan juga dari kita, tapi karena keinginan juga dari kita, tapi karena mungkin kita belum terbiasa melakukan.
  Those mistakes arise not because of our own desires, but because we may not be used to doing them.

[39:04] Jadi kalau misalnya kita sudah terbiasa melakukan, itu akan membuat kita mudah dalam ee mengerjakan tanggung jawab kita di pekerjaan.
  So if we are already used to doing it, it will make it easy for us to do our responsibilities at work.

[39:11] Terus selain itu juga yang paling penting mau belajar dan berkembang.
  Furthermore, besides that, the most important thing is to want to learn and grow.

[39:16] Jadi dunia kerja itu terus berubah gitu.
  So the working world keeps changing.

[39:20] Jadi saya sudah e sekitar 14 tahun bekerja di dunia industri eh SR ya di human resource itu semuanya berkembang dan berubah tidak ada yang stay gitu.
  So I have been working for about 14 years in the industry, uh SR, in human resources, everything is developing and changing, nothing stays the same.

[39:32] Jadi kita harus punya mindset bahwa kita harus belajar gitu.
  So we must have the mindset that we have to learn.

[39:37] Jadi di sini pun ada tim saya gitu, bahkan ada ee teman-teman saya di sini juga yang sebelumnya pernah ee intern di The Grand Mansion Menteng gitu yang hadir juga di sini itu juga ee kita belajar gitu.
  So here there are my team members, even my friends here who previously interned at The Grand Mansion Menteng, who are also present here, we are also learning.

[39:55] Jadi bukan hanya baru atau anak intern yang belajar terhadap kepada perusahaan, tapi kita perusahaan juga ikut belajar kepada
  So it's not just new employees or interns who learn from the company, but we as a company also learn from

[40:01] kita perusahaan juga ikut belajar kepada teman-teman semua yang ada di sini.
  We as a company also learn from all our friends here.

[40:02] Jadi teman-teman semua yang ada di sini.
  So all of our friends here.

[40:06] Jadi baik itu perusahaan ee atasan, bawahan, kita semua saling belajar, saling bisa kasih feedback, bisa saling ee kasih ide.
  So whether it's the company, superiors, subordinates, we all learn from each other, can give feedback, can give ideas.

[40:14] Nah, itu untuk balik lagi ke budaya kerja yang bagus, gitu.
  Now, that's to go back to a good work culture, right.

[40:17] Tentu saja yang namanya ee berorganisasi di work etic, kita harus bisa menghargai rekan kerja.
  Of course, when it comes to organizing with work ethics, we must be able to respect colleagues.

[40:23] ee rekan kerja kita bagus, kita bisa apresiasi atau menurut kita rekan kerjanya ee performance-nya masih kurang.
  If our colleagues are good, we can appreciate them, or if we think our colleague's performance is still lacking.

[40:33] Itulah menjadi ee momen bagi kita untuk bisa men-support teman-teman ee rekan kerja kita untuk bisa ee run lebih cepat lagi gitu.
  That becomes a moment for us to support our friends, our colleagues, to run even faster.

[40:41] Kemudian yang membedakan teman-teman nanti mungkin boleh sebelumnya ya yang membedakan teman-teman di dunia kerja maupun di ee saat ini teman-teman lagi kuliah itu adalah profesionalitas teman-teman dalam berkomunikasi yang mungkin namanya kita di sekolah lebih apa ya ee lebih leluasa
  Then what differentiates friends, maybe later, previously, what differentiates friends in the working world and currently when friends are studying is your professionalism in communication, which perhaps we in school are more, what, more relaxed.

[41:03] di sekolah lebih apa ya ee lebih leluasa ngomong gitu, lebih santai gitu.
  At school, it's more, what is it, more free to speak, more relaxed.

[41:05] Tapi di dunia ee profesional komunikasi itu menjadi salah satu kunci yang akan masuk ke dalam si attitud itu.
  But in the professional world, communication is one of the keys that will enter into that attitude.

[41:14] Jadi yang tadinya teman-teman mungkin suka ee bercanda, ketawa atau seperti apa, teman-teman nanti akan perlahan bisa menghargai waktunya teman-teman untuk belajar komunikasi.
  So, those of you who might have liked to joke, laugh, or whatever, you will gradually be able to appreciate your time to learn communication.

[41:28] yang di mana dulu waktu saya awal ee memulai karir jangankan untuk ngomong di depan orang gitu, ketemu senioritas itu saya ee gagal, takut malu, takut salah, terus takut ee ya salah ngomong.
  Where in the past, when I first started my career, let alone speaking in front of people, meeting seniors, I failed, was afraid, shy, afraid of making mistakes, then afraid of, well, speaking incorrectly.

[41:44] menyampaikan informasi di karena di SR itu sangat luas jangkauannya semua karyawan gitu.
  conveying information because in SR it is very broad, reaching all employees.

[41:49] Tapi eh lambat laun saya belajar bagaimana how to respect, terus bagaimana untuk bisa masuk ke dalam satu departemen, ee bagaimana juga bisa men-deliver apa yang menjadi peraturan
  But slowly I learned how to respect, then how to enter a department, and how to deliver what the regulations are.

[42:03] men-deliver apa yang menjadi peraturan perusahaan untuk bisa diati oleh ee perusahaan untuk bisa diati oleh ee karyawan.
  to deliver what the company regulations are for employees to be able to follow.

[42:06] Itu butuh proses.
  That takes a process.

[42:10] Dan saya percaya nanti teman-teman ee ilmu yang teman-teman dapat di perkuliahan nanti juga bisa diimplementasikan di dunia kerja.
  And I believe that later friends, the knowledge that friends gain in lectures can also be implemented in the working world.

[42:14] Oke.
  Okay.

[42:23] Lalu apa hubungannya culture dan work ethic gitu?
  So what is the relationship between culture and work ethic?

[42:26] Jadi eh culture dan work ethic ini sebenarnya sangat berhubungan, saling berhubungan gitu.
  So, uh, culture and work ethic are actually very related, interconnected.

[42:29] Jadi budaya perusahaan bisa dipengaruhi oleh perilaku karyawan, tapi sebaliknya karyawan juga ikut membentuk budaya kerja.
  So company culture can be influenced by employee behavior, but conversely, employees also help shape the work culture.

[42:34] Jadi kalau banyak orang ee punya etut yang positif, karyawan kitaut-nya positif, maka culture perusahaan juga akan ikut positif.
  So if many people, uh, have a positive attitude, our employees' attitudes are positive, then the company culture will also become positive.

[42:37] Contohnya kalau misalkan ada peraturan perusahaan deh, tapi orang-orangnya tidak mau turut, tidak mau ikut supportif untuk bisa ee aturan itu tercapai, enggak akan bisa juga selesai, gitu.
  For example, if there are company regulations, but people don't want to follow them, don't want to be supportive for those rules to be achieved, it won't be able to be completed, you know.

[42:41] Jadi, kita juga
  So, we also

[43:05] Juga selesai, gitu.
  It's also finished, like that.

[43:09] Jadi, kita juga butuh orang yang men-support secara ee butuh orang yang men-support secara ee praktik, secara positif juga supaya cultur-nya ini di dalam perusahaan bagus dan positif.
  So, we also need people who support in terms of, uh, need people who support in terms of practice, positively, so that the culture within the company is good and positive.

[43:15] Cultur-nya ini di dalam perusahaan bagus dan positif.
  The culture within the company is good and positive.

[43:22] Oke. Lalu apa aja contoh budaya kerja yang positif?
  Okay. Then what are some examples of positive work culture?

[43:25] Yang pertama pasti budaya saling menghargai.
  The first is definitely a culture of mutual respect.

[43:28] Jangankan di dunia kerja, Teman-teman, ee di perkuliahan, di universitas juga kan datang dari ee latar belakang berbeda-beda dari berbagai kota.
  Let alone in the working world, friends, uh, in college, at university, people also come from, uh, different backgrounds from various cities.

[43:38] Pokoknya semuanya berbeda gitu kan.
  Basically, everything is different, right?

[43:40] Nah, di sini sama di perusahaan juga kita memilih orang yang menurut perusahaan mendekati kualifikasinya dengan apa yang butuhkan gitu.
  Well, here, and also in the company, we choose people who, according to the company, are close to the qualifications of what is needed.

[43:54] Jadi, ada banyak sekali talent-talent yang kita hir dari berbagai ee kota, dari berbagai latar belakang, dari berbagai kampus, gitu.
  So, there are very many talents that we hire from various, uh, cities, from various backgrounds, from various campuses, like that.

[44:05] Tentu saja dari perbedaan-perbedaan itu
  Of course, from those differences

[44:07] Tentu saja dari perbedaan-perbedaan itu kita harus bisa saling menghargai,

[44:09] kita harus bisa saling menghargai, tu. Kemudian juga ada yang namanya

[44:11] tu. Kemudian juga ada yang namanya komunikasi terbuka, komunikasi ee dua

[44:15] komunikasi terbuka, komunikasi ee dua arah.

[44:17] arah. Jadi, teman-teman atau karyawan

[44:20] Jadi, teman-teman atau karyawan itu tidak takut untuk bisa menyampaikan

[44:23] itu tidak takut untuk bisa menyampaikan ide atau pendapat. Jadi kalau misalkan

[44:25] ide atau pendapat. Jadi kalau misalkan teman-teman nanti mulai bekerja terus

[44:28] teman-teman nanti mulai bekerja terus teman-teman punya ide tapi teman-teman

[44:30] teman-teman punya ide tapi teman-teman merasa enak baru gitu, itu sebenarnya

[44:32] merasa enak baru gitu, itu sebenarnya menjadi salah satu penghalang atau ee ya

[44:35] menjadi salah satu penghalang atau ee ya karena di zaman sekarang ini di ee

[44:40] karena di zaman sekarang ini di ee anak-anak yang pada baru lulus gitu kita

[44:43] anak-anak yang pada baru lulus gitu kita di profesional ini sangat senang apabila

[44:46] di profesional ini sangat senang apabila karya-karya kita itu sangat aktif,

[44:49] karya-karya kita itu sangat aktif, sangat bisa memberikan ee

[44:52] sangat bisa memberikan ee masukan-masukan yang positif.

[44:54] masukan-masukan yang positif. karena dengan beda kepala, beda

[44:57] karena dengan beda kepala, beda pemikiran, dan juga beda ee pandangan

[45:00] pemikiran, dan juga beda ee pandangan gitu. Jadi, dari semua pandangan ide-ide

[45:02] gitu. Jadi, dari semua pandangan ide-ide itu kita bisa kumpulkan jadi satu untuk

[45:04] itu kita bisa kumpulkan jadi satu untuk bisa ee membuat satu sistem yang lebih

[45:07] bisa ee membuat satu sistem yang lebih bagus lagi gitu. Terus kemudian juga ada

[45:10] bagus lagi gitu. Terus kemudian juga ada yang namanya budaya apresiasi. Apa itu

[45:13] yang namanya budaya apresiasi. Apa itu apresiasi? Ya, penghargaan gitu. Jadi,

[45:14] apresiasi? Ya, penghargaan gitu. Jadi, hal kecil pun dihargai. Jadi, karena

[45:17] hal kecil pun dihargai. Jadi, karena apresiasi ini bisa meningkatkan seman

[45:19] apresiasi ini bisa meningkatkan seman kerja.

[45:20] kerja. Tentu saja apresiasi dengan ee hal-hal

[45:22] Tentu saja apresiasi dengan ee hal-hal kecil yang bisa dihargai itu ada banyak

[45:25] kecil yang bisa dihargai itu ada banyak ee kegiatan. Tapi yang paling dasar

[45:28] ee kegiatan. Tapi yang paling dasar adalah jangan lupa untuk mengucapkan

[45:30] adalah jangan lupa untuk mengucapkan terima kasih. Ee tidak malu untuk

[45:33] terima kasih. Ee tidak malu untuk mengucapkan maaf gitu. Di luar dari itu

[45:35] mengucapkan maaf gitu. Di luar dari itu biasanya peran SR juga sangat ee penting

[45:39] biasanya peran SR juga sangat ee penting untuk bisa memupuk atau memulai ee

[45:42] untuk bisa memupuk atau memulai ee orang-orang bisa mengapresiasi satu sama

[45:44] orang-orang bisa mengapresiasi satu sama lain gitu. Jadi kalau di GR mention

[45:48] lain gitu. Jadi kalau di GR mention sendiri ee kita sangat mengapresiasi

[45:50] sendiri ee kita sangat mengapresiasi semua orang. Bahkan kita ada ee bikin

[45:54] semua orang. Bahkan kita ada ee bikin suatu sistem di mana kalau misalkan satu

[45:57] suatu sistem di mana kalau misalkan satu orang ini bisa men-support ee departemen

[45:59] orang ini bisa men-support ee departemen lain atau mereka bisa memberikan ee

[46:02] lain atau mereka bisa memberikan ee suatu pandangan yang positif, ide, saran

[46:05] suatu pandangan yang positif, ide, saran gitu ya. Memang bisa nanti

[46:06] gitu ya. Memang bisa nanti diimplementasikan ke diimplementasikan

[46:08] diimplementasikan ke diimplementasikan ke perusahaan. Kita ada yang namanya

[46:11] ke perusahaan. Kita ada yang namanya STEM kayak semacam. nanti bisa

[46:14] STEM kayak semacam. nanti bisa dikumpulkan

[46:15] dikumpulkan ee untuk bisa ditukarkan sebagai ee

[46:18] ee untuk bisa ditukarkan sebagai ee voucher di FnB kita di restoran untuk

[46:21] voucher di FnB kita di restoran untuk bisa mereka tukarkan. Jadi itu salah

[46:23] bisa mereka tukarkan. Jadi itu salah satu ee bentuk apresiasi yang saat ini

[46:26] satu ee bentuk apresiasi yang saat ini saya lakukan kepada karyawan saya di The

[46:28] saya lakukan kepada karyawan saya di The Green Vchen Menteng.

[46:30] Green Vchen Menteng. Kemudian ada yang namanya budaya

[46:32] Kemudian ada yang namanya budaya teamwork dan kolaborasi. Jadi bekerja

[46:34] teamwork dan kolaborasi. Jadi bekerja itu bukan untuk saling bersaing terus

[46:37] itu bukan untuk saling bersaing terus gitu. boleh bersaing, boleh, tapi secara

[46:39] gitu. boleh bersaing, boleh, tapi secara positif karena kita pasti juga memulai

[46:42] positif karena kita pasti juga memulai karir ee secara umum sebagai level yang

[46:46] karir ee secara umum sebagai level yang paling dasar mungkin sebagai staf gitu.

[46:48] paling dasar mungkin sebagai staf gitu. Tapi kita juga pengin berharap suatu

[46:50] Tapi kita juga pengin berharap suatu saat nanti ee

[46:52] saat nanti ee tidak hanya sebagai staf terus, tapi

[46:54] tidak hanya sebagai staf terus, tapi bisa naik jabatan entah itu jadi

[46:56] bisa naik jabatan entah itu jadi supervisor

[46:57] supervisor atau ee jadi manajer atau bahkan jadi

[47:00] atau ee jadi manajer atau bahkan jadi general manager gitu. Itu ee satu hal

[47:04] general manager gitu. Itu ee satu hal yang bagus. Kalau misalkan teman-teman

[47:06] yang bagus. Kalau misalkan teman-teman punya ee passion, tentu saja untuk bisa

[47:10] punya ee passion, tentu saja untuk bisa mencapai itu harus ada skill, harus ada

[47:13] mencapai itu harus ada skill, harus ada attitude. Oleh karena itu bersainglah

[47:15] attitude. Oleh karena itu bersainglah secara positif gitu. Dan ee teamwork dan

[47:19] secara positif gitu. Dan ee teamwork dan kolaborasi tentunya ini untuk bisa

[47:21] kolaborasi tentunya ini untuk bisa mencapai tujuan bersama. Tidak hanya

[47:23] mencapai tujuan bersama. Tidak hanya tujuan kalian untuk bisa mencapai KPI ee

[47:27] tujuan kalian untuk bisa mencapai KPI ee misalnya atau ee tujuan dari tim, tapi

[47:29] misalnya atau ee tujuan dari tim, tapi juga tujuan dari perusahaan.

[47:33] juga tujuan dari perusahaan. Oke.

[47:36] Lalu ee saat ini mungkin yang bisa saya

[47:39] Lalu ee saat ini mungkin yang bisa saya ee sedikit sampaikan ee kepada

[47:41] ee sedikit sampaikan ee kepada teman-teman semua di sini calon

[47:42] teman-teman semua di sini calon profesional ee hal-hal yang mungkin

[47:45] profesional ee hal-hal yang mungkin menjadi ee gambaran umum ya tentang

[47:48] menjadi ee gambaran umum ya tentang apa-apa aja yang ada atau menjadi

[47:50] apa-apa aja yang ada atau menjadi challenge di dunia kerja itu yang

[47:53] challenge di dunia kerja itu yang pertama adalah perbedaan karakter dan

[47:55] pertama adalah perbedaan karakter dan generasi. Jadi gap generation gitu. Jadi

[47:58] generasi. Jadi gap generation gitu. Jadi ee kayak saya sama teman-teman itu juga

[48:00] ee kayak saya sama teman-teman itu juga sekarang mungkin bedanya lumayan jauh

[48:02] sekarang mungkin bedanya lumayan jauh gitu kan. Jadi, ada banyak pandangan

[48:05] gitu kan. Jadi, ada banyak pandangan pandangan, perbedaan pandangan gitu.

[48:07] pandangan, perbedaan pandangan gitu. Apalagi dengan ee

[48:11] Apalagi dengan ee orang yang liveinnya lebih tinggi lagi

[48:12] orang yang liveinnya lebih tinggi lagi seperti BOD gitu kan, Board of director

[48:15] seperti BOD gitu kan, Board of director dengan teman-temannya nanti akan fres

[48:17] dengan teman-temannya nanti akan fres graduate. Eh, jadi gap generation ini

[48:19] graduate. Eh, jadi gap generation ini akan eh menjadi salah satu tantangan

[48:23] akan eh menjadi salah satu tantangan karena kalian bekerja dengan banyak tipe

[48:26] karena kalian bekerja dengan banyak tipe orang dan lintas generasi, gitu.

[48:30] orang dan lintas generasi, gitu. Kemudian yang kedua ada ee perbedaan

[48:34] Kemudian yang kedua ada ee perbedaan karakter dan generasi. Kemudian ada ee

[48:36] karakter dan generasi. Kemudian ada ee kurangnya komunikasi. Ya, kurangnya

[48:37] kurangnya komunikasi. Ya, kurangnya komunikasi itu ee menjadi salah satu ee

[48:41] komunikasi itu ee menjadi salah satu ee yang paling umum juga ee di challenge di

[48:44] yang paling umum juga ee di challenge di dunia kerja. Karena banyak masalah kerja

[48:47] dunia kerja. Karena banyak masalah kerja itu sebenarnya bukan karena tidak bisa

[48:49] itu sebenarnya bukan karena tidak bisa kerja, tapi karena miskomunikasi gitu.

[48:52] kerja, tapi karena miskomunikasi gitu. nih. Jadi kita maunya A lalu kita ee

[48:55] nih. Jadi kita maunya A lalu kita ee menyampaikan ke rekan kerja tapi

[48:57] menyampaikan ke rekan kerja tapi ternyata rekan kerja nangkapnya B atau

[48:59] ternyata rekan kerja nangkapnya B atau ke atasan maupun atasan ke bawahan gitu.

[49:02] ke atasan maupun atasan ke bawahan gitu. Jadi kurangnya komunikasi ini atau

[49:04] Jadi kurangnya komunikasi ini atau miskunikasi ini juga ee sering terjadi

[49:07] miskunikasi ini juga ee sering terjadi di perusahaan

[49:08] di perusahaan gitu. Kemudian ee tentu saja kita

[49:12] gitu. Kemudian ee tentu saja kita bekerja, kita punya job desk, kita punya

[49:14] bekerja, kita punya job desk, kita punya deadline, kita punya ee pressure. Ini

[49:16] deadline, kita punya ee pressure. Ini yang menjadi ee tekanan pekerjaan kita.

[49:20] yang menjadi ee tekanan pekerjaan kita. Tentu saja bagaimana cara kita

[49:22] Tentu saja bagaimana cara kita menghadapinya. Kalau kita mau positif

[49:24] menghadapinya. Kalau kita mau positif bahwa ya mau kita pindah pun, mau kita

[49:28] bahwa ya mau kita pindah pun, mau kita resign pun tekanan kerja itu tetap ada,

[49:30] resign pun tekanan kerja itu tetap ada, pressure itu ada, deadline itu ada,

[49:32] pressure itu ada, deadline itu ada, gitu. Jadi bagaimana cara kita itu

[49:34] gitu. Jadi bagaimana cara kita itu mensiasatinya agar tekanan kerja ini

[49:37] mensiasatinya agar tekanan kerja ini kita bisa minimalisir

[49:39] kita bisa minimalisir gitu. Karena ee ya deadline, target,

[49:42] gitu. Karena ee ya deadline, target, pressure di mana pun itu ada. Evet. Kamu

[49:43] pressure di mana pun itu ada. Evet. Kamu sekarang lagi ee kuliah, kalian juga

[49:47] sekarang lagi ee kuliah, kalian juga punya target misalkan untuk ikut ee

[49:49] punya target misalkan untuk ikut ee berapa kali seminar untuk ee kelulusan

[49:52] berapa kali seminar untuk ee kelulusan dan sebagainya itu sudah ada ee modal di

[49:56] dan sebagainya itu sudah ada ee modal di kampus.

[49:58] kampus. Kemudian yang terakhir adalah adaptasi

[50:00] Kemudian yang terakhir adalah adaptasi terhadap perubahan. Jadi perusahaan

[50:02] terhadap perubahan. Jadi perusahaan sekarang berubah sangat cepat. Jadi kita

[50:04] sekarang berubah sangat cepat. Jadi kita juga harus fleksibel. SR di sini

[50:06] juga harus fleksibel. SR di sini memfasilitasi ya salah satunya dengan

[50:08] memfasilitasi ya salah satunya dengan adanya eh GKIN RON itu eh sangat cepat

[50:12] adanya eh GKIN RON itu eh sangat cepat apalagi ke customer ya. Kalau di Grand

[50:15] apalagi ke customer ya. Kalau di Grand Mes sendiri ini ee kita bergerak di

[50:18] Mes sendiri ini ee kita bergerak di hospitality

[50:19] hospitality ya, macam-macam orang datang,

[50:22] ya, macam-macam orang datang, macam-macam tamu datang ke kita

[50:24] macam-macam tamu datang ke kita menginapas the experience ya. Kita juga

[50:26] menginapas the experience ya. Kita juga harus bisa beradaptasi terhadap

[50:27] harus bisa beradaptasi terhadap perubahan, terhadap culture yang mereka

[50:29] perubahan, terhadap culture yang mereka bawa dan ee ekspektasi yang mereka

[50:32] bawa dan ee ekspektasi yang mereka harapkan untuk bisa datang ke ee kita

[50:35] harapkan untuk bisa datang ke ee kita begitu.

[50:39] Oke,

[50:42] kemudian di sini teman-teman ee

[50:45] kemudian di sini teman-teman ee harapannya bekerja pasti ingin dapat

[50:48] harapannya bekerja pasti ingin dapat teman-teman yang atau rekan kerja yang

[50:50] teman-teman yang atau rekan kerja yang support, yang enak, yang nyaman, terus

[50:53] support, yang enak, yang nyaman, terus gajinya gede, terus fasilitasnya banyak,

[50:57] gajinya gede, terus fasilitasnya banyak, sarana gitu. Nah, mungkin itu adalah ee

[51:02] sarana gitu. Nah, mungkin itu adalah ee bayangan teman-teman nih kalau mau kerja

[51:04] bayangan teman-teman nih kalau mau kerja seperti apa, dapat gaji dan yang

[51:05] seperti apa, dapat gaji dan yang lainnya. Tapi nanti ee saya juga mungkin

[51:08] lainnya. Tapi nanti ee saya juga mungkin ee titip pesan ke teman-teman semua

[51:10] ee titip pesan ke teman-teman semua bahwa kalian ee

[51:14] bahwa kalian ee adalah orang-orang yang nanti akan

[51:17] adalah orang-orang yang nanti akan menjadi ee role model juga nantinya

[51:19] menjadi ee role model juga nantinya untuk bisa membangun kesehat

[51:21] untuk bisa membangun kesehat gitu. Tentu saja saya harapannya

[51:24] gitu. Tentu saja saya harapannya teman-teman bisa menjadi seorang

[51:25] teman-teman bisa menjadi seorang pemimpin. Jadi kalau teman-teman sudah

[51:28] pemimpin. Jadi kalau teman-teman sudah menjadi ee profesionalitas, teman-teman

[51:30] menjadi ee profesionalitas, teman-teman harus bisa memberikan contoh yang baik

[51:32] harus bisa memberikan contoh yang baik gitu. tidak perlu menjadi seorang

[51:34] gitu. tidak perlu menjadi seorang pemimpin untuk bisa memberikan contoh

[51:36] pemimpin untuk bisa memberikan contoh yang baik. Untuk menjadi diri sendiri

[51:38] yang baik. Untuk menjadi diri sendiri saat ini aja teman-teman juga sudah bisa

[51:40] saat ini aja teman-teman juga sudah bisa memberikan contoh ya. Kayak tadi

[51:41] memberikan contoh ya. Kayak tadi misalkan datang time terus ee bisa

[51:45] misalkan datang time terus ee bisa men-support satu sama lain gitu. Itu

[51:48] men-support satu sama lain gitu. Itu sudah bisa ee menjadi modal teman-teman

[51:52] sudah bisa ee menjadi modal teman-teman untuk bisa ke depannya menjadi great

[51:54] untuk bisa ke depannya menjadi great leader ya. Tentu saja untuk bisa menjadi

[51:57] leader ya. Tentu saja untuk bisa menjadi pemimpin juga culture yang sehat juga

[51:59] pemimpin juga culture yang sehat juga komunikasi juga harus jelas terarah dan

[52:01] komunikasi juga harus jelas terarah dan terbuka. gitu. Karena di dunia pekerjaan

[52:05] terbuka. gitu. Karena di dunia pekerjaan orang punya banyak pressure, orang punya

[52:07] orang punya banyak pressure, orang punya banyak kerjaan gitu. Jadi kita tidak

[52:10] banyak kerjaan gitu. Jadi kita tidak usah bertele-tele. Jadi bisa kasih tahu

[52:14] usah bertele-tele. Jadi bisa kasih tahu atau komunikasikan apa yang ingin kita

[52:16] atau komunikasikan apa yang ingin kita ee sampaikan itu dengan jelas, dengan

[52:18] ee sampaikan itu dengan jelas, dengan terbuka. Jadi ee tidak ada yang takut

[52:22] terbuka. Jadi ee tidak ada yang takut untuk bisa kasih masukan, saran atau ee

[52:26] untuk bisa kasih masukan, saran atau ee pencapaian-pencapaian yang ingin mereka

[52:28] pencapaian-pencapaian yang ingin mereka cieve gitu.

[52:30] cieve gitu. Lalu tentu saja ee teman-teman harus

[52:32] Lalu tentu saja ee teman-teman harus konsisten terhadap nilai perusahaan.

[52:34] konsisten terhadap nilai perusahaan. Nah, nilai perusahaan ini ee

[52:36] Nah, nilai perusahaan ini ee berbeda-beda setiap perusahaan

[52:37] berbeda-beda setiap perusahaan tergantung dari core value masing-masing

[52:40] tergantung dari core value masing-masing perusahaan yang memang harus kita ee

[52:42] perusahaan yang memang harus kita ee jalani sebagai ee karyawan gitu. Jadi,

[52:45] jalani sebagai ee karyawan gitu. Jadi, Teman-teman harus bisa paham, mengerti

[52:48] Teman-teman harus bisa paham, mengerti ee apa namanya peraturan perusahaan dan

[52:51] ee apa namanya peraturan perusahaan dan harus dijalankan.

[52:53] harus dijalankan. Dan tentu saja yang tadi ee apresiasi

[52:57] Dan tentu saja yang tadi ee apresiasi kepada tim itu harus bisa dilaksanakan

[53:00] kepada tim itu harus bisa dilaksanakan ya. Salah satu nanti ee kalau

[53:02] ya. Salah satu nanti ee kalau teman-teman

[53:04] teman-teman punya kesempatan nanti di lain

[53:06] punya kesempatan nanti di lain kesempatan atau di lain hari atau

[53:09] kesempatan atau di lain hari atau mungkin saat ini juga sedang membangun

[53:10] mungkin saat ini juga sedang membangun bisnis gitu. Kalau punya tim jangan lupa

[53:13] bisnis gitu. Kalau punya tim jangan lupa kasih apresiasi kepada tim. at least

[53:15] kasih apresiasi kepada tim. at least dengan karena kata terima kasih itu akan

[53:18] dengan karena kata terima kasih itu akan ee berdampak atau akan berkesan buat tim

[53:23] ee berdampak atau akan berkesan buat tim daripada teman-teman nantinya.

[53:31] Oke, boleh di-nece.

[53:37] Oke, jadi ee untuk dari saya khususnya

[53:41] Oke, jadi ee untuk dari saya khususnya dari beberapa yang tadi saya sampaikan

[53:43] dari beberapa yang tadi saya sampaikan untuk teman-teman sebagai calon

[53:45] untuk teman-teman sebagai calon profesional di sini ee

[53:49] profesional di sini ee yang pertama teman-teman harus memiliki

[53:50] yang pertama teman-teman harus memiliki tujuan dan nilai yang jelas. Teman-teman

[53:53] tujuan dan nilai yang jelas. Teman-teman kuliah di sini pasti punya ee tujuan

[53:56] kuliah di sini pasti punya ee tujuan buat apa kuliah dan setelah kuliah mau

[53:59] buat apa kuliah dan setelah kuliah mau jadi apa seperti itu. Dan teman-teman

[54:01] jadi apa seperti itu. Dan teman-teman harus pastikan bahwa nilai teman-teman

[54:04] harus pastikan bahwa nilai teman-teman atau value teman-teman setelah ini ee

[54:08] atau value teman-teman setelah ini ee sudah jelas gitu. Terus kemudian jangan

[54:12] sudah jelas gitu. Terus kemudian jangan lupa bangun disiplin dalam hal kecil

[54:14] lupa bangun disiplin dalam hal kecil seperti waktu, tugas, komitmen, ya.

[54:17] seperti waktu, tugas, komitmen, ya. Seperti tadi teman-teman mungkin

[54:19] Seperti tadi teman-teman mungkin datangnya ee masuk ke room ini on time

[54:21] datangnya ee masuk ke room ini on time gitu. Jadi teman-teman sudah membangun

[54:23] gitu. Jadi teman-teman sudah membangun disiplin sejak dini juga dan kemudian

[54:26] disiplin sejak dini juga dan kemudian jangan lupa untuk bisa berani

[54:28] jangan lupa untuk bisa berani berkontribusi dan berkolaborasi.

[54:30] berkontribusi dan berkolaborasi. Contohnya misalkan ada ee event-event

[54:31] Contohnya misalkan ada ee event-event kampus, teman-teman bisa ee ikut

[54:34] kampus, teman-teman bisa ee ikut berpartisipasi atau bisa menjadi ee

[54:38] berpartisipasi atau bisa menjadi ee panitia itu juga teman-teman ee bisa

[54:40] panitia itu juga teman-teman ee bisa mulai dari sana dan jangan lupa terus

[54:43] mulai dari sana dan jangan lupa terus belajar dan beradaptasi juga karena

[54:45] belajar dan beradaptasi juga karena dunia kerja itu balik lagi terus berubah

[54:47] dunia kerja itu balik lagi terus berubah mengikuti pertemuan zaman dan ee jaga

[54:50] mengikuti pertemuan zaman dan ee jaga integritas dalam setiap tindakan. di

[54:52] integritas dalam setiap tindakan. di mana ee satu hal yang saya ee

[54:57] mana ee satu hal yang saya ee apresiasi juga dari ee BINUS gitu kan

[55:00] apresiasi juga dari ee BINUS gitu kan yang mana dalam menjaga integritas

[55:02] yang mana dalam menjaga integritas seperti kalau mencontek itu ee langsung

[55:05] seperti kalau mencontek itu ee langsung didrop out didiskualifikasi itu juga

[55:09] didrop out didiskualifikasi itu juga salah satu bentuk integritas yang sangat

[55:11] salah satu bentuk integritas yang sangat tinggi yang mana itu sudah di ee asah

[55:14] tinggi yang mana itu sudah di ee asah sejak dini ya dari BINUS untuk

[55:16] sejak dini ya dari BINUS untuk teman-teman semua. Jadi pada saat nanti

[55:18] teman-teman semua. Jadi pada saat nanti teman-teman ee benar-benar ee lepas dan

[55:21] teman-teman ee benar-benar ee lepas dan mulai di dunia industri, teman-teman

[55:24] mulai di dunia industri, teman-teman sudah tahu apa yang namanya integritas

[55:26] sudah tahu apa yang namanya integritas dan teman-teman sudah terbiasa

[55:27] dan teman-teman sudah terbiasa integritas. Jadi ee jika ada ya mungkin

[55:32] integritas. Jadi ee jika ada ya mungkin bisikan-bisikan atau yang ajakan untuk

[55:36] bisikan-bisikan atau yang ajakan untuk ee mencoreng namanya integritas,

[55:38] ee mencoreng namanya integritas, teman-teman bisa keep stay untuk menolak

[55:42] teman-teman bisa keep stay untuk menolak dan tetap untuk menjaga integritas

[55:44] dan tetap untuk menjaga integritas mungkin. ee

[55:46] mungkin. ee ini aja yang bisa saya share ee tentang

[55:52] ini aja yang bisa saya share ee tentang culture, tentang budaya kerja, dan

[55:54] culture, tentang budaya kerja, dan tentang work etik yang mungkin memang

[55:55] tentang work etik yang mungkin memang dari beberapa hal experience yang

[55:59] dari beberapa hal experience yang setelah alami.

[56:01] setelah alami. Saya kembalikan ke Ibu Luna. Terima

[56:03] Saya kembalikan ke Ibu Luna. Terima kasih teman-teman.

[56:06] kasih teman-teman. Terima kasih Pak atas materi yang sangat

[56:09] Terima kasih Pak atas materi yang sangat insight ini. Kita sekarang akan masuk ke

[56:12] insight ini. Kita sekarang akan masuk ke sesi Q& ataupun tanya jawab. Jadi untuk

[56:15] sesi Q& ataupun tanya jawab. Jadi untuk teman-teman online semuanya jika kalian

[56:17] teman-teman online semuanya jika kalian ada pertanyaan silakan menuliskan pada

[56:19] ada pertanyaan silakan menuliskan pada kolom chat nanti akan saya bantu untuk

[56:21] kolom chat nanti akan saya bantu untuk bacakan atau kalian bisa mengaktifkan

[56:23] bacakan atau kalian bisa mengaktifkan fitur rest hand untuk open jika ingin

[56:25] fitur rest hand untuk open jika ingin bertanya secara langsung dan bagi

[56:29] bertanya secara langsung dan bagi teman-teman lainnya.

[56:34] Oke, sekarang kita sudah ada pertanyaan

[56:36] Oke, sekarang kita sudah ada pertanyaan nih Pak dari Agnes Olivia. Selamat

[56:38] nih Pak dari Agnes Olivia. Selamat siang, Pak. Sebelum perkenalkan nama

[56:41] siang, Pak. Sebelum perkenalkan nama saya Olif, saya ingin bertanya. Saya

[56:43] saya Olif, saya ingin bertanya. Saya tertarik bekerja di bidang human

[56:45] tertarik bekerja di bidang human research di mana saya di situlah work

[56:48] research di mana saya di situlah work culture dikaji. Saya ingin memperbaiki

[56:50] culture dikaji. Saya ingin memperbaiki work environment menjadi lebih baik.

[56:52] work environment menjadi lebih baik. Namun saya dengar dari teman saya yang

[56:54] Namun saya dengar dari teman saya yang bekerja di bidang HR sendiri yang di

[56:56] bekerja di bidang HR sendiri yang di mana seniornya toksik. Bagaimana cara

[56:59] mana seniornya toksik. Bagaimana cara membangun budaya kerja yang sehat jika

[57:01] membangun budaya kerja yang sehat jika perubahan justru terhambat oleh atasan

[57:04] perubahan justru terhambat oleh atasan yang memiliki gaya kepemimpinan yang

[57:06] yang memiliki gaya kepemimpinan yang toksik? Apakah perusahaan sebaiknya

[57:08] toksik? Apakah perusahaan sebaiknya memprioritaskan hasil kerja dibandingkan

[57:10] memprioritaskan hasil kerja dibandingkan kesehatan mental karyawannya? sampai

[57:13] kesehatan mental karyawannya? sampai batas mana tekanan kerja dianggap masih

[57:15] batas mana tekanan kerja dianggap masih profesional dan bukan toksik. Terima

[57:17] profesional dan bukan toksik. Terima kasih. Dipersilakan Pak Febri untuk

[57:19] kasih. Dipersilakan Pak Febri untuk menjawab.

[57:26] Oke, sebelumnya terima kasih Agnes

[57:28] Oke, sebelumnya terima kasih Agnes Olivia. Ini pertanyaannya lumayan

[57:30] Olivia. Ini pertanyaannya lumayan berbobot ya [tertawa]

[57:32] berbobot ya [tertawa] gitu. Jadi ee ya ee balik lagi ya di

[57:36] gitu. Jadi ee ya ee balik lagi ya di saya pun ee [berdehem] memulai hari

[57:39] saya pun ee [berdehem] memulai hari sebagai ES itu sebenarnya juga tidak

[57:40] sebagai ES itu sebenarnya juga tidak gampang gitu. Jadi banyak ee tekanan,

[57:42] gampang gitu. Jadi banyak ee tekanan, banyak pressure di mana seorang SR ini

[57:45] banyak pressure di mana seorang SR ini sebenarnya bisa dijadikan ee contoh

[57:47] sebenarnya bisa dijadikan ee contoh gitu. Jadi ee peraturan perusahaan itu

[57:51] gitu. Jadi ee peraturan perusahaan itu didelivery oleh SR, departemen SR yang

[57:54] didelivery oleh SR, departemen SR yang kemudian SR harus menerapkannya terlebih

[57:57] kemudian SR harus menerapkannya terlebih dahulu gitu. Contoh misalkan datang

[57:59] dahulu gitu. Contoh misalkan datang enggak boleh telat gitu kan. gimana

[58:01] enggak boleh telat gitu kan. gimana orang-orang bisa mau datang tepat waktu

[58:05] orang-orang bisa mau datang tepat waktu kalau misalkan SR-nya sendiri yang

[58:06] kalau misalkan SR-nya sendiri yang memberikan peraturan perusahaan tapi

[58:07] memberikan peraturan perusahaan tapi dianya yang telat seperti itu. Nah,

[58:10] dianya yang telat seperti itu. Nah, balik lagi tadi yang namanya ee apa?

[58:15] balik lagi tadi yang namanya ee apa? memperbaiki work eh environment ya

[58:18] memperbaiki work eh environment ya karena ada temannya yang eh seniornya

[58:20] karena ada temannya yang eh seniornya toxic seperti itu. Nah, jadi kalau

[58:23] toxic seperti itu. Nah, jadi kalau misalkan di beberapa perusahaan itu ada

[58:25] misalkan di beberapa perusahaan itu ada yang namanya

[58:27] yang namanya ee

[58:29] ee aduh itu kayak layanan aduan ee saya

[58:32] aduh itu kayak layanan aduan ee saya agak lupa jadi di mana

[58:34] agak lupa jadi di mana eh whistle blowing gitu. Whistle blowing

[58:37] eh whistle blowing gitu. Whistle blowing salah satunya. Tapi kalau misalkan di

[58:39] salah satunya. Tapi kalau misalkan di sini ee

[58:42] sini ee kalau blowingnya itu lebih ke frut terus

[58:45] kalau blowingnya itu lebih ke frut terus mungkin ee ada attitude yang kurang

[58:47] mungkin ee ada attitude yang kurang bagus itu juga bisa di-share sebenarnya

[58:49] bagus itu juga bisa di-share sebenarnya di blowing di mana itu akan masuk ke

[58:51] di blowing di mana itu akan masuk ke dalam manajemen gitu. Nah, kembali lagi

[58:55] dalam manajemen gitu. Nah, kembali lagi ee toksiknya ini juga ee secara general

[58:58] ee toksiknya ini juga ee secara general ya bisa dibilang toksik gitu. Cuma

[59:01] ya bisa dibilang toksik gitu. Cuma secara spesifik kita enggak tahu ee ini

[59:04] secara spesifik kita enggak tahu ee ini toksis seperti apa karena balik lagi

[59:07] toksis seperti apa karena balik lagi semua itu harus dari dua sisi yang

[59:09] semua itu harus dari dua sisi yang berbeda. Nah, kalau misalkan kayak Agnes

[59:11] berbeda. Nah, kalau misalkan kayak Agnes tadi ee passionnya mau di SR, kita itu

[59:14] tadi ee passionnya mau di SR, kita itu enggak bisa hanya mendengarkan dari satu

[59:17] enggak bisa hanya mendengarkan dari satu sisi gitu. Jadi kita harus dua-duanya.

[59:19] sisi gitu. Jadi kita harus dua-duanya. Tentu saja SR harus bisa membuka jalan

[59:24] Tentu saja SR harus bisa membuka jalan ee bagi karyawannya untuk bisa share hal

[59:27] ee bagi karyawannya untuk bisa share hal yang menurut ee karyawan itu perlu

[59:31] yang menurut ee karyawan itu perlu diselesaikan gitu. Jadi kita membuka

[59:33] diselesaikan gitu. Jadi kita membuka kita membuka pintu untuk siapa aja

[59:35] kita membuka pintu untuk siapa aja karyawan yang punya permasalahan atau

[59:38] karyawan yang punya permasalahan atau yang minta solusi kita bisa share. kita

[59:41] yang minta solusi kita bisa share. kita bisa ee kasih waktu kesempatan mereka

[59:44] bisa ee kasih waktu kesempatan mereka untuk share ke kita dan tentu saja akan

[59:47] untuk share ke kita dan tentu saja akan kita ee apa namanya kayak investigasi

[59:51] kita ee apa namanya kayak investigasi juga seperti itu. Kalau misalkan memang

[59:54] juga seperti itu. Kalau misalkan memang ada seseorang yang kiranya menjadi

[59:57] ada seseorang yang kiranya menjadi hambatan, tentu saja ee SR punya peran

[01:00:00] hambatan, tentu saja ee SR punya peran untuk bisa memanggil dan atasannya juga

[01:00:02] untuk bisa memanggil dan atasannya juga punya peran untuk melakukan yang namanya

[01:00:04] punya peran untuk melakukan yang namanya coaching gitu. Jadi coaching ini ee

[01:00:07] coaching gitu. Jadi coaching ini ee dilakukan secara berkala juga gitu.

[01:00:09] dilakukan secara berkala juga gitu. bagaimana tentu saja ee orang yang

[01:00:12] bagaimana tentu saja ee orang yang mungkin dianggap toksik ini dapat

[01:00:14] mungkin dianggap toksik ini dapat memperhambat

[01:00:15] memperhambat ee tujuan dari departemennya atau dari

[01:00:19] ee tujuan dari departemennya atau dari perusahaannya gitu. Jadi ini peran ee

[01:00:22] perusahaannya gitu. Jadi ini peran ee apa namanya? Peran dari atasan bisa

[01:00:25] apa namanya? Peran dari atasan bisa untuk melakukan coaching. Lalu, gimana

[01:00:27] untuk melakukan coaching. Lalu, gimana kalau misalkan atasannya yang mungkin

[01:00:29] kalau misalkan atasannya yang mungkin dianggap ee toksic gitu ya? ya balik

[01:00:32] dianggap ee toksic gitu ya? ya balik lagi ee bisa disampaikan melalui SR gitu

[01:00:35] lagi ee bisa disampaikan melalui SR gitu kan untuk disampaikan karena ee kita

[01:00:38] kan untuk disampaikan karena ee kita enggak tahu nih yang menurut kita orang

[01:00:40] enggak tahu nih yang menurut kita orang itu toksik ternyata sebenarnya enggak

[01:00:43] itu toksik ternyata sebenarnya enggak enggak kayak gitu gitu. Jadi kita

[01:00:44] enggak kayak gitu gitu. Jadi kita mungkin lebih ke arah ee salah tanggap

[01:00:47] mungkin lebih ke arah ee salah tanggap atau hal yang lainnya gitu. Cuma kalau

[01:00:50] atau hal yang lainnya gitu. Cuma kalau misalkan di sini konteksnya kita anggap

[01:00:52] misalkan di sini konteksnya kita anggap sebagai toxic ya balik lagi ee

[01:00:54] sebagai toxic ya balik lagi ee teman-teman enggak usah takut untuk bisa

[01:00:56] teman-teman enggak usah takut untuk bisa menyampaikan kendala gitu. Tapi tentu

[01:00:59] menyampaikan kendala gitu. Tapi tentu saja pada saat teman-teman atau kalian

[01:01:03] saja pada saat teman-teman atau kalian em melakukan pengaduan ya atau sharing

[01:01:06] em melakukan pengaduan ya atau sharing ke human resour atau ke perusahaan ee

[01:01:09] ke human resour atau ke perusahaan ee balik lagi disertai dengan yang namanya

[01:01:11] balik lagi disertai dengan yang namanya evidence. Jadi jangan katanya atau

[01:01:14] evidence. Jadi jangan katanya atau jangan dianggap malah teman-teman itu

[01:01:16] jangan dianggap malah teman-teman itu bergosip, oh saya tadi ee apa namanya si

[01:01:20] bergosip, oh saya tadi ee apa namanya si A begini begini begini gitu. ya. Kalau

[01:01:22] A begini begini begini gitu. ya. Kalau misalkan di sini kita ee

[01:01:25] misalkan di sini kita ee jadikan itu sebagai gosip kalau misalkan

[01:01:27] jadikan itu sebagai gosip kalau misalkan tidak ada yang namanya evidence gitu dan

[01:01:30] tidak ada yang namanya evidence gitu dan ee

[01:01:35] ya gitu. Jadi intinya tentu saja dengan

[01:01:37] ya gitu. Jadi intinya tentu saja dengan ee nada atau kata-kata yang baik juga

[01:01:39] ee nada atau kata-kata yang baik juga yang bisa disampaikan ke perusahaan.

[01:01:41] yang bisa disampaikan ke perusahaan. Intinya kalau misalkan teman-teman ee

[01:01:44] Intinya kalau misalkan teman-teman ee ada yang toxic, no need to e balas

[01:01:46] ada yang toxic, no need to e balas dengan toxic. bisa teman-teman ee share

[01:01:49] dengan toxic. bisa teman-teman ee share ke SR untuk bisa minta bantuan dan tentu

[01:01:52] ke SR untuk bisa minta bantuan dan tentu saja teman-teman juga jangan

[01:01:53] saja teman-teman juga jangan mempengaruhi diri sendiri untuk bisa

[01:01:55] mempengaruhi diri sendiri untuk bisa sama seperti orang gitu. Karena ya kalau

[01:01:57] sama seperti orang gitu. Karena ya kalau misalkan orang lain kurang bagus gitu

[01:02:00] misalkan orang lain kurang bagus gitu dan teman-teman mengikuti dengan K

[01:02:02] dan teman-teman mengikuti dengan K tersebut ya kita tidak ada bedanya

[01:02:04] tersebut ya kita tidak ada bedanya dengan orang yang sama. Oleh karena itu,

[01:02:06] dengan orang yang sama. Oleh karena itu, jadilah kelopor untuk bisa membangun ee

[01:02:10] jadilah kelopor untuk bisa membangun ee culture yang positif. Ya, balik lagi

[01:02:12] culture yang positif. Ya, balik lagi teman-teman nanti bekerja menjadi salah

[01:02:15] teman-teman nanti bekerja menjadi salah satu sponsor perusahaan untuk bisa

[01:02:17] satu sponsor perusahaan untuk bisa menjadi ee membangun culture yang

[01:02:19] menjadi ee membangun culture yang positif gitu. Ee ak dari saya ini.

[01:02:27] Oke, semoga menjawab pertanyaan untuk

[01:02:29] Oke, semoga menjawab pertanyaan untuk Pak Agnes. Selanjutnya kita ada

[01:02:31] Pak Agnes. Selanjutnya kita ada pertanyaan dari Clara Clarisa. Selamat

[01:02:33] pertanyaan dari Clara Clarisa. Selamat siang, Pak. Saya izin bertanya,

[01:02:35] siang, Pak. Saya izin bertanya, bagaimana strategi mengimplementasi work

[01:02:37] bagaimana strategi mengimplementasi work active tersebut ketika kita berada di

[01:02:40] active tersebut ketika kita berada di lingkungan yang culturnya sudah

[01:02:41] lingkungan yang culturnya sudah terlanjur toksik? Apakah sebaiknya kita

[01:02:43] terlanjur toksik? Apakah sebaiknya kita bertahan untuk jadi agent of change atau

[01:02:46] bertahan untuk jadi agent of change atau ada batasan karena kita harus memilih

[01:02:48] ada batasan karena kita harus memilih keluar? Terima kasih, Pak.

[01:02:50] keluar? Terima kasih, Pak. Ee maaf, Ibu suaranya agak kecil ya. Ini

[01:02:52] Ee maaf, Ibu suaranya agak kecil ya. Ini pertanyaannya ada di chat atau di mana

[01:02:54] pertanyaannya ada di chat atau di mana ya?

[01:02:55] ya? Ada di chatbx, Pak.

[01:02:56] Ada di chatbx, Pak. Di chatbox, ya.

[01:02:58] Di chatbox, ya. Atau mau saya bacakan ulang di

[01:03:00] Atau mau saya bacakan ulang di pertanyaan yang paling pertama dari

[01:03:02] pertanyaan yang paling pertama dari Clara Clarisa. Eh, di atasnya Olivia ya

[01:03:04] Clara Clarisa. Eh, di atasnya Olivia ya berarti ya.

[01:03:05] berarti ya. Iya, betul. Oh,

[01:03:06] Iya, betul. Oh, oke.

[01:03:17] Oh, bertahan. Ee mungkin boleh di

[01:03:21] Oh, bertahan. Ee mungkin boleh di boleh dibacakan, Ibu.

[01:03:23] boleh dibacakan, Ibu. Oke, saya izin ulang ya, Pak. Selamat

[01:03:25] Oke, saya izin ulang ya, Pak. Selamat siang. Saya izin bertanya, bagaimana

[01:03:28] siang. Saya izin bertanya, bagaimana strategi mengimplementasi work etik

[01:03:30] strategi mengimplementasi work etik tersebut ketika kita berada di

[01:03:32] tersebut ketika kita berada di lingkungan yang culturnya sudah

[01:03:33] lingkungan yang culturnya sudah terlanjur toksik? Apakah sebaiknya kita

[01:03:35] terlanjur toksik? Apakah sebaiknya kita bertahan untuk jadi agent of change atau

[01:03:38] bertahan untuk jadi agent of change atau ada batasan kapan kita harus memilih

[01:03:40] ada batasan kapan kita harus memilih keluar?

[01:03:42] keluar? Oke. Baik. Ee terima kasih ee Bu Luna

[01:03:45] Oke. Baik. Ee terima kasih ee Bu Luna dan terima kasih Kara atas

[01:03:46] dan terima kasih Kara atas pertanyaannya.

[01:03:48] pertanyaannya. Eh, balik lagi kita bekerja itu punya

[01:03:52] Eh, balik lagi kita bekerja itu punya passion, punya tujuan yang masing-masing

[01:03:54] passion, punya tujuan yang masing-masing dan kita juga ee bekerja tidak hanya

[01:03:57] dan kita juga ee bekerja tidak hanya pengharapan gaji, kita juga pengharapan

[01:03:59] pengharapan gaji, kita juga pengharapan yang namanya lingkungan kerja yang

[01:04:01] yang namanya lingkungan kerja yang nyaman, teman-teman yang enak, atasan

[01:04:03] nyaman, teman-teman yang enak, atasan yang enak gitu. Cuma ya tidak ada yang

[01:04:05] yang enak gitu. Cuma ya tidak ada yang perfect semuanya pasti ada aja yang ee

[01:04:09] perfect semuanya pasti ada aja yang ee minus gitu. Jadi kalau misalnya gajinya

[01:04:10] minus gitu. Jadi kalau misalnya gajinya gede ya bisa jadi temannya atau salah

[01:04:13] gede ya bisa jadi temannya atau salah satu dari hal tersebut yang tidak ada

[01:04:15] satu dari hal tersebut yang tidak ada gitu kan. itu wajar D. Tapi kalau

[01:04:16] gitu kan. itu wajar D. Tapi kalau misalkan teman-teman bisa dapat semuanya

[01:04:18] misalkan teman-teman bisa dapat semuanya ya itu berkat juga buat teman-teman

[01:04:20] ya itu berkat juga buat teman-teman gitu. Ee bagus juga karena saya juga

[01:04:22] gitu. Ee bagus juga karena saya juga pernah ada semuanya dapat jadi gajinya

[01:04:25] pernah ada semuanya dapat jadi gajinya lumayan, temannya lumayan,

[01:04:28] lumayan, temannya lumayan, terus ee perusahaannya support gitu.

[01:04:32] terus ee perusahaannya support gitu. Jadi itu ee feel bless ya kalau misalkan

[01:04:36] Jadi itu ee feel bless ya kalau misalkan kita bisa mendapatkan lingkungan kerja

[01:04:38] kita bisa mendapatkan lingkungan kerja yang seperti itu. Lalu gimana kalau

[01:04:40] yang seperti itu. Lalu gimana kalau misalkan sudah masuk ke perusahaan

[01:04:44] misalkan sudah masuk ke perusahaan perusahaan yang sudah terlanjur toksik

[01:04:46] perusahaan yang sudah terlanjur toksik gitu. Nah, kalau dari saya kembalikan

[01:04:49] gitu. Nah, kalau dari saya kembalikan lagi ke teman-teman karena saya juga

[01:04:50] lagi ke teman-teman karena saya juga pernah ada di posisi sama ee sebenarnya

[01:04:53] pernah ada di posisi sama ee sebenarnya apa yang saya butuhkan gitu dan seberapa

[01:04:55] apa yang saya butuhkan gitu dan seberapa tahan saya bisa ada di sana. Kalau

[01:04:57] tahan saya bisa ada di sana. Kalau menurut teman-teman kayaknya di sini

[01:04:59] menurut teman-teman kayaknya di sini saya enggak akan bisa berkembang gitu

[01:05:01] saya enggak akan bisa berkembang gitu kan. Di sini saya enggak akan ee bisa

[01:05:06] kan. Di sini saya enggak akan ee bisa men-deliver apa yang saya miliki atau

[01:05:08] men-deliver apa yang saya miliki atau saya intinya enggak bisa deh gitu kan.

[01:05:10] saya intinya enggak bisa deh gitu kan. Teman-teman tidak usah apa ya membawa

[01:05:14] Teman-teman tidak usah apa ya membawa diri Teman-teman itu berlalut-lalut

[01:05:16] diri Teman-teman itu berlalut-lalut dalam keadaan yang tidak menyenangkan

[01:05:18] dalam keadaan yang tidak menyenangkan gitu. Jadi kalau saya ada di posisi itu,

[01:05:22] gitu. Jadi kalau saya ada di posisi itu, selama saya ee

[01:05:25] selama saya ee tidak dihargai,

[01:05:27] tidak dihargai, kemudian benefit-benefit saya tidak ee

[01:05:31] kemudian benefit-benefit saya tidak ee diberikan misalkan atau ya

[01:05:34] diberikan misalkan atau ya teman-teman yang tidak men-support, saya

[01:05:35] teman-teman yang tidak men-support, saya pasti akan mencari lagi, gitu. Jadi ee

[01:05:39] pasti akan mencari lagi, gitu. Jadi ee berapa lamanya semua tergantung dari

[01:05:41] berapa lamanya semua tergantung dari batas kemampuan kita sendiri.

[01:05:42] batas kemampuan kita sendiri. Mentoleransi, ya mentoleransi seberapa

[01:05:45] Mentoleransi, ya mentoleransi seberapa sanggup kita menerima keadaan tersebut

[01:05:47] sanggup kita menerima keadaan tersebut gitu. Memang kalau misalkan secara basic

[01:05:49] gitu. Memang kalau misalkan secara basic SR pasti akan melihat nih ee dari

[01:05:54] SR pasti akan melihat nih ee dari masa kerja gitu ya. Misalkan kok ada

[01:05:56] masa kerja gitu ya. Misalkan kok ada orang yang kerjanya cuma beberapa bulan

[01:05:57] orang yang kerjanya cuma beberapa bulan terus pindah-pindah, ada orang yang

[01:05:59] terus pindah-pindah, ada orang yang kerjanya bisa bertahun-tahun gitu. Itu

[01:06:02] kerjanya bisa bertahun-tahun gitu. Itu itu juga menjadi salah satu penilaian

[01:06:04] itu juga menjadi salah satu penilaian juga gitu kan. Tapi bukan berarti orang

[01:06:06] juga gitu kan. Tapi bukan berarti orang yang pindah kurang dari 1 tahun itu oh

[01:06:09] yang pindah kurang dari 1 tahun itu oh kita enggak akan ee pertimbangkan gitu.

[01:06:12] kita enggak akan ee pertimbangkan gitu. Itu enggak juga gitu. Karena kembali

[01:06:14] Itu enggak juga gitu. Karena kembali lagi ya ee kita hire seseorang itu

[01:06:18] lagi ya ee kita hire seseorang itu berdasarkan kualifikasi mendekati itu.

[01:06:20] berdasarkan kualifikasi mendekati itu. Jadi ya untuk menjadi agent of change

[01:06:24] Jadi ya untuk menjadi agent of change itu bagus juga gitu. Tapi kalau misalkan

[01:06:26] itu bagus juga gitu. Tapi kalau misalkan kalian sudah berusaha menjadi agent of

[01:06:28] kalian sudah berusaha menjadi agent of change, sudah ee berusaha be nice untuk

[01:06:31] change, sudah ee berusaha be nice untuk orang-orang yang mungkin

[01:06:33] orang-orang yang mungkin ee tidak tidak menerima atau memberikan

[01:06:37] ee tidak tidak menerima atau memberikan ee feedback positif ke kalian semua, ya

[01:06:39] ee feedback positif ke kalian semua, ya coba kalian tanya juga ee sama diri

[01:06:42] coba kalian tanya juga ee sama diri kalian sendiri. seberapa jauh kalian

[01:06:43] kalian sendiri. seberapa jauh kalian bisa melangkah di situ. Kalau misalnya

[01:06:45] bisa melangkah di situ. Kalau misalnya tidak ada, tidak perlu lama-lama gitu.

[01:06:47] tidak ada, tidak perlu lama-lama gitu. Karena saya juga pernah ada di posisi

[01:06:49] Karena saya juga pernah ada di posisi tersebut yang saya rasa tidak tidak ee

[01:06:52] tersebut yang saya rasa tidak tidak ee bisa terlalu lama di situ dan saya tidak

[01:06:55] bisa terlalu lama di situ dan saya tidak bisa menjadi diri saya tidak bisa ee

[01:06:59] bisa menjadi diri saya tidak bisa ee positif dan ee saya pergi tidak harus

[01:07:03] positif dan ee saya pergi tidak harus menunggu lama gitu.

[01:07:07] menunggu lama gitu. Oke. Baik, semoga menjawab pertanyaan

[01:07:10] Oke. Baik, semoga menjawab pertanyaan untuk Kak Klara dan juga Natanael.

[01:07:13] untuk Kak Klara dan juga Natanael. Selanjutnya ada dari Irfan Muhammad

[01:07:16] Selanjutnya ada dari Irfan Muhammad Yani. Siang, Kak. Saya mau tanya, ada

[01:07:19] Yani. Siang, Kak. Saya mau tanya, ada cara enggak sih untuk kita tahu

[01:07:21] cara enggak sih untuk kita tahu environment kantor kayak gimana sebelum

[01:07:23] environment kantor kayak gimana sebelum kita masuk kerja?

[01:07:25] kita masuk kerja? Oke, terima kasih. Eh, terima kasih

[01:07:27] Oke, terima kasih. Eh, terima kasih Irfan. Sebenarnya ya the real

[01:07:30] Irfan. Sebenarnya ya the real environment itu kan kalau misalkan

[01:07:32] environment itu kan kalau misalkan teman-teman sudah masuk ke dalam

[01:07:34] teman-teman sudah masuk ke dalam perusahaannya ya. Jadi apa yang

[01:07:36] perusahaannya ya. Jadi apa yang teman-teman lihat di luar sebenarnya kan

[01:07:38] teman-teman lihat di luar sebenarnya kan lebih ke branding, lebih ke branding

[01:07:40] lebih ke branding, lebih ke branding perusahaan tersebut ee di media sosial

[01:07:44] perusahaan tersebut ee di media sosial khususnya. Nah, cuma balik lagi ee

[01:07:49] khususnya. Nah, cuma balik lagi ee saya dari beberapa pengalaman di

[01:07:51] saya dari beberapa pengalaman di beberapa industri ee perusahaan

[01:07:55] beberapa industri ee perusahaan berbeda-beda. Ada yang dari hospitality,

[01:07:57] berbeda-beda. Ada yang dari hospitality, perbankan, terus juga ee dari logistik

[01:08:01] perbankan, terus juga ee dari logistik juga gitu. Itu semuanya berbeda

[01:08:03] juga gitu. Itu semuanya berbeda environmentnya gitu. Kalau misalkan di

[01:08:06] environmentnya gitu. Kalau misalkan di hotel, hotel itu ya teman-teman datang

[01:08:08] hotel, hotel itu ya teman-teman datang ke hotel coba lihat kalau misalkan di

[01:08:10] ke hotel coba lihat kalau misalkan di hotel bintang lima pasti akan dilayangin

[01:08:12] hotel bintang lima pasti akan dilayangin dengan baik gitu kan. Jadi itulah ee

[01:08:16] dengan baik gitu kan. Jadi itulah ee salah satu contoh, salah satu contoh ee

[01:08:18] salah satu contoh, salah satu contoh ee karyawannya bisa bersikap satu sama lain

[01:08:21] karyawannya bisa bersikap satu sama lain juga gitu. Kayak kita di sini di HR ya,

[01:08:24] juga gitu. Kayak kita di sini di HR ya, tamu kita adalah ee karyawan gitu.

[01:08:29] tamu kita adalah ee karyawan gitu. Jadi untuk bisa memberikan ee

[01:08:33] Jadi untuk bisa memberikan ee pandangan perusahaan ini bagus atau

[01:08:35] pandangan perusahaan ini bagus atau tidak ya mungkin teman-teman bisa lihat

[01:08:38] tidak ya mungkin teman-teman bisa lihat satu pertama dari ee review

[01:08:39] satu pertama dari ee review perusahaannya.

[01:08:41] perusahaannya. Terus juga ee ya mungkin dari media

[01:08:44] Terus juga ee ya mungkin dari media sosial bisa dilihat tapi itu tidak

[01:08:46] sosial bisa dilihat tapi itu tidak menjadi papakan juga. Terus bisa dilihat

[01:08:50] menjadi papakan juga. Terus bisa dilihat dari ee tipenya tipe perusahaan itu

[01:08:53] dari ee tipenya tipe perusahaan itu seperti apa gitu. Contoh teman-teman ee

[01:08:57] seperti apa gitu. Contoh teman-teman ee tadi saya sudah kasih contoh di hotel.

[01:08:59] tadi saya sudah kasih contoh di hotel. Di hotel itu kita ee tidak bisa dari

[01:09:03] Di hotel itu kita ee tidak bisa dari penampilannya harus kelihatan bagus,

[01:09:05] penampilannya harus kelihatan bagus, harus kelihatan rapi. Cara bicaranya

[01:09:07] harus kelihatan rapi. Cara bicaranya juga ee jaga omongan, bertata krama

[01:09:12] juga ee jaga omongan, bertata krama gitu. Begitu pun juga kalau misalkan

[01:09:13] gitu. Begitu pun juga kalau misalkan teman-teman kerja di perbankan itu

[01:09:15] teman-teman kerja di perbankan itu hampir mirip dengan hospitality ya gitu.

[01:09:18] hampir mirip dengan hospitality ya gitu. Jadi kayak teman-teman kan datang di di

[01:09:20] Jadi kayak teman-teman kan datang di di Winus itu ada kayak Bank BCA ya gitu.

[01:09:25] Winus itu ada kayak Bank BCA ya gitu. Itu juga pelayanan yang sangat bagus.

[01:09:27] Itu juga pelayanan yang sangat bagus. Nah, itu ee environment-nya juga bisa

[01:09:30] Nah, itu ee environment-nya juga bisa kelihatan ya

[01:09:32] kelihatan ya ee apa ya bisa dibilang kelihatan salah

[01:09:36] ee apa ya bisa dibilang kelihatan salah satu environment yang dari si perusahaan

[01:09:39] satu environment yang dari si perusahaan tersebut. Nah, tidak semua perusahaan

[01:09:41] tersebut. Nah, tidak semua perusahaan juga ee contoh misalkan di logistik,

[01:09:44] juga ee contoh misalkan di logistik, saya pernah di logistik, ternyata ini

[01:09:46] saya pernah di logistik, ternyata ini berbanding terbalik dengan ee perbankan,

[01:09:50] berbanding terbalik dengan ee perbankan, berbanding terbalik dengan hotel di mana

[01:09:54] berbanding terbalik dengan hotel di mana logistik itu bisa dibilang adalah keras.

[01:09:56] logistik itu bisa dibilang adalah keras. Kayak pabrik juga keras gitu kan. Jadi

[01:09:59] Kayak pabrik juga keras gitu kan. Jadi kalau misalkan ee kitanya

[01:10:03] kalau misalkan ee kitanya apa ya bisa dibilang kayak ee leye-leyeh

[01:10:07] apa ya bisa dibilang kayak ee leye-leyeh terus enggak berani tegas ke karyawan

[01:10:10] terus enggak berani tegas ke karyawan itu orang akan semakin semena-mena gitu.

[01:10:12] itu orang akan semakin semena-mena gitu. Jadi industri eh industri perusahaannya

[01:10:15] Jadi industri eh industri perusahaannya juga mempengaruhi culture jadi kalau

[01:10:17] juga mempengaruhi culture jadi kalau misalkan teman-teman oh kayaknya saya

[01:10:19] misalkan teman-teman oh kayaknya saya orangnya soft spoken nih. Saya pengin

[01:10:21] orangnya soft spoken nih. Saya pengin punya teman-teman yang ee culture-nya

[01:10:25] punya teman-teman yang ee culture-nya pengin soft spoken juga gitu kan ya.

[01:10:27] pengin soft spoken juga gitu kan ya. datanglah misalkan ke perbankan, ee ke

[01:10:30] datanglah misalkan ke perbankan, ee ke properti, terus juga ke hotel. Terus

[01:10:33] properti, terus juga ke hotel. Terus kalau misalkan teman-teman ee penginnya

[01:10:36] kalau misalkan teman-teman ee penginnya saya pengin kerja selalu kelihatan

[01:10:38] saya pengin kerja selalu kelihatan tampil cantik, tampil ganteng yang saya

[01:10:40] tampil cantik, tampil ganteng yang saya sudah perawatan segala macam, datanglah

[01:10:42] sudah perawatan segala macam, datanglah ke tempat tersebut. Ada kan orang yang

[01:10:44] ke tempat tersebut. Ada kan orang yang pengin kerjanya tetap gantang cantik,

[01:10:45] pengin kerjanya tetap gantang cantik, tetap gantang-ganteng

[01:10:47] tetap gantang-ganteng kayak contoh di dunia penerbangan

[01:10:49] kayak contoh di dunia penerbangan sebagai ee flag attendant gitu di hotel

[01:10:52] sebagai ee flag attendant gitu di hotel gitu di mana penampilan juga dilihat.

[01:10:54] gitu di mana penampilan juga dilihat. Tapi teman-teman ee penginnya yang agak

[01:10:59] Tapi teman-teman ee penginnya yang agak santai ya bisa juga ke startup.

[01:11:01] santai ya bisa juga ke startup. Terus ee penginnya yang apa ya bisa

[01:11:05] Terus ee penginnya yang apa ya bisa dibilang oh boleh warnain rambut, boleh

[01:11:08] dibilang oh boleh warnain rambut, boleh misalkan ee gondrong atau apa ya carilah

[01:11:11] misalkan ee gondrong atau apa ya carilah perusahaan-perusahaan yang memang sesuai

[01:11:13] perusahaan-perusahaan yang memang sesuai dengan apa yang kalian mau. Tapi balik

[01:11:14] dengan apa yang kalian mau. Tapi balik lagi ya perusahaan juga punya

[01:11:16] lagi ya perusahaan juga punya kualifikasi.

[01:11:22] Oke. Baik. berarti tipsnya tuh lebih ke

[01:11:26] Oke. Baik. berarti tipsnya tuh lebih ke mencari tahu lebih dalam tentang

[01:11:27] mencari tahu lebih dalam tentang perusahaannya dan juga mencari

[01:11:29] perusahaannya dan juga mencari kekecocokan ya, Pak, dengan

[01:11:31] kekecocokan ya, Pak, dengan masing-masing

[01:11:33] masing-masing tipe kepribadiannya. Selanjutnya ada

[01:11:36] tipe kepribadiannya. Selanjutnya ada dari Rafael. Menurut Pak Febri, apakah

[01:11:38] dari Rafael. Menurut Pak Febri, apakah work acting itu sesuatu yang bisa

[01:11:40] work acting itu sesuatu yang bisa diajarkan atau lebih banyak dibentuk

[01:11:42] diajarkan atau lebih banyak dibentuk oleh karakter dan lingkungan seseorang?

[01:11:44] oleh karakter dan lingkungan seseorang? Dan apa satu hal yang seharusnya mulai

[01:11:46] Dan apa satu hal yang seharusnya mulai diajarkan kepada mahasiswa tentang dunia

[01:11:48] diajarkan kepada mahasiswa tentang dunia kerja, tetapi masih sering terlewat?

[01:11:59] Sori ini di

[01:12:04] ee dari Rafael ya work etik sesuatu yang

[01:12:08] ee dari Rafael ya work etik sesuatu yang bisa diajarkan atau lebih banyak

[01:12:09] bisa diajarkan atau lebih banyak dibentuk oleh ee karakter ya. Ee balik

[01:12:14] dibentuk oleh ee karakter ya. Ee balik lagi ya. ini kalau di perusahaan itu

[01:12:18] lagi ya. ini kalau di perusahaan itu diambil dari akar budaya juga karena

[01:12:20] diambil dari akar budaya juga karena kita tinggal di Indonesia ada ketimuran

[01:12:23] kita tinggal di Indonesia ada ketimuran gitu. Otomatis etika dalam pekerja itu

[01:12:26] gitu. Otomatis etika dalam pekerja itu juga sebenarnya adalah ee dasar-dasar

[01:12:30] juga sebenarnya adalah ee dasar-dasar yang ada di ee masyarakat sebenarnya

[01:12:33] yang ada di ee masyarakat sebenarnya dari lingkungan paling dasar paling awal

[01:12:36] dari lingkungan paling dasar paling awal itu di keluarga gitu. Jadi sebenarnya

[01:12:39] itu di keluarga gitu. Jadi sebenarnya kalau misalkan teman-teman ee mau tahu

[01:12:44] kalau misalkan teman-teman ee mau tahu ee work etic itu bisa di

[01:12:47] ee work etic itu bisa di belajar di mana itu sebenarnya dari

[01:12:48] belajar di mana itu sebenarnya dari keluarga juga sudah bisa gitu. Jadi dari

[01:12:50] keluarga juga sudah bisa gitu. Jadi dari teman-teman cara menghargai ee orang tua

[01:12:54] teman-teman cara menghargai ee orang tua gitu, cara teman-teman mungkin ee

[01:12:57] gitu, cara teman-teman mungkin ee menjalankan apa ya perintah dari orang

[01:13:00] menjalankan apa ya perintah dari orang tua gitu, itu sebenarnya mirip-mirip

[01:13:03] tua gitu, itu sebenarnya mirip-mirip dengan di pekerjaan juga gitu. Jadi

[01:13:06] dengan di pekerjaan juga gitu. Jadi kadang kita kerja

[01:13:09] kadang kita kerja ee apa ya? Lagi mumet tapi ada tambahan

[01:13:11] ee apa ya? Lagi mumet tapi ada tambahan kerjaan gitu dari atasan. Mau enggak mau

[01:13:13] kerjaan gitu dari atasan. Mau enggak mau karena ya balik lagi kita ee punya

[01:13:17] karena ya balik lagi kita ee punya tanggung jawab juga gitu. Terus di

[01:13:19] tanggung jawab juga gitu. Terus di kampus juga teman-teman cara respect ke

[01:13:22] kampus juga teman-teman cara respect ke ke dosen, ke teman-teman sesama gitu

[01:13:27] ke dosen, ke teman-teman sesama gitu kan. Karena kita juga datang dari

[01:13:28] kan. Karena kita juga datang dari berbagai latar belakang itu

[01:13:32] berbagai latar belakang itu ee etika kerja itu berasal dari sana

[01:13:34] ee etika kerja itu berasal dari sana juga dari dari lingkungan. masyarakat

[01:13:36] juga dari dari lingkungan. masyarakat juga yang tentu saja dari ee semua

[01:13:39] juga yang tentu saja dari ee semua pengalaman-pengalaman hidup kita di

[01:13:41] pengalaman-pengalaman hidup kita di rumah, di keluarga, terus di sekolah,

[01:13:45] rumah, di keluarga, terus di sekolah, terus kemudian kita bertemu di dunia

[01:13:47] terus kemudian kita bertemu di dunia kerja semuanya itu pasti akan saling

[01:13:48] kerja semuanya itu pasti akan saling melekat juga. Jadi ee semua akan

[01:13:52] melekat juga. Jadi ee semua akan terfilter dan membentuk jadi satu

[01:13:54] terfilter dan membentuk jadi satu kesatuan. Nah, itulah ee akan membuat si

[01:13:58] kesatuan. Nah, itulah ee akan membuat si etika dalam bekerja ini berkesinambungan

[01:14:01] etika dalam bekerja ini berkesinambungan sebenarnya dari masyarakat itu tadi.

[01:14:07] Oke. Baik, semoga menjawab pertanyaan

[01:14:09] Oke. Baik, semoga menjawab pertanyaan dari Rafael dan selanjutnya kita next ke

[01:14:13] dari Rafael dan selanjutnya kita next ke question. Selamat siang, Kak. Saya mau

[01:14:15] question. Selamat siang, Kak. Saya mau nanya, kalau lagi capek atau mulai

[01:14:17] nanya, kalau lagi capek atau mulai kehilangan semangat kerja, cara

[01:14:19] kehilangan semangat kerja, cara ngatasinnya gimana, Kak? biar tetap

[01:14:20] ngatasinnya gimana, Kak? biar tetap konsisten. Dan kalau ternyata kita masuk

[01:14:23] konsisten. Dan kalau ternyata kita masuk ke lingkungan kerja yang cultur-ennya

[01:14:24] ke lingkungan kerja yang cultur-ennya kurang sehat, gimana cara tetap

[01:14:26] kurang sehat, gimana cara tetap profesional tanpa ikut ke bawah negatif?

[01:14:30] profesional tanpa ikut ke bawah negatif? Oke, terima kasih. Kalau misalkan lagi

[01:14:32] Oke, terima kasih. Kalau misalkan lagi mumet, lagi kerja, tapi tiba-tiba kita

[01:14:36] mumet, lagi kerja, tapi tiba-tiba kita ada something yang bikin bad mood gitu

[01:14:38] ada something yang bikin bad mood gitu ya. Beberapa saran dari saya sih

[01:14:40] ya. Beberapa saran dari saya sih teman-teman boleh keluar dari ruangan,

[01:14:44] teman-teman boleh keluar dari ruangan, boleh ee tinggalin apa namanya ee meja

[01:14:47] boleh ee tinggalin apa namanya ee meja kerja terlebih dahulu gitu. setidaknya

[01:14:50] kerja terlebih dahulu gitu. setidaknya mungkin boleh apa ya. Kalau saya sih

[01:14:53] mungkin boleh apa ya. Kalau saya sih yang biasa saya lakukan adalah saya

[01:14:54] yang biasa saya lakukan adalah saya keliling dulu. Saya keliling, saya lihat

[01:14:56] keliling dulu. Saya keliling, saya lihat teman-teman saya e karyawan-karyawan

[01:14:58] teman-teman saya e karyawan-karyawan saya lagi pada ngapain? Saya coba ajak

[01:14:59] saya lagi pada ngapain? Saya coba ajak ngobrol gitu. Jadi bawa tahu nih semua

[01:15:02] ngobrol gitu. Jadi bawa tahu nih semua orang itu punya ee mungkin punya bad

[01:15:05] orang itu punya ee mungkin punya bad day, mereka punya ee pekerjaan deadline

[01:15:08] day, mereka punya ee pekerjaan deadline segala macam. Jadi biasanya saya akan

[01:15:10] segala macam. Jadi biasanya saya akan kayak bukan apa ya, bukan investigasi

[01:15:12] kayak bukan apa ya, bukan investigasi sih, lebih coba keliling lihat ee

[01:15:15] sih, lebih coba keliling lihat ee karyawan-karya pada ngapain ya coba

[01:15:18] karyawan-karya pada ngapain ya coba ngobrol sebentar gitu. Terus kemudian

[01:15:20] ngobrol sebentar gitu. Terus kemudian kalau misalkan teman-teman mumet

[01:15:22] kalau misalkan teman-teman mumet misalkan dengan teman-teman minum atau

[01:15:24] misalkan dengan teman-teman minum atau ngemil atau ya beli beli-beli minuman

[01:15:28] ngemil atau ya beli beli-beli minuman yang kira-kira bisa bikin mood-nya enak

[01:15:31] yang kira-kira bisa bikin mood-nya enak ya enggak ada masalah juga gitu. Gu.

[01:15:32] ya enggak ada masalah juga gitu. Gu. Nah, biasanya kalau misalkan di sini di

[01:15:34] Nah, biasanya kalau misalkan di sini di Grand Mansion ee saya selalu ajarkan ke

[01:15:37] Grand Mansion ee saya selalu ajarkan ke teman-teman saya, ke tim saya juga kalau

[01:15:39] teman-teman saya, ke tim saya juga kalau misalkan mereka lagi mumet di jam kerja

[01:15:41] misalkan mereka lagi mumet di jam kerja walaupun bukan di jam istirahat ya

[01:15:43] walaupun bukan di jam istirahat ya mereka boleh datang ke kita punya

[01:15:45] mereka boleh datang ke kita punya rooftop gitu kan. Kalau di roof kan ee

[01:15:48] rooftop gitu kan. Kalau di roof kan ee apa ya bisa dibilang bisa bikin rileks

[01:15:51] apa ya bisa dibilang bisa bikin rileks gitu kan. mereka boleh bawa laptop kerja

[01:15:54] gitu kan. mereka boleh bawa laptop kerja di roof seperti itu atau mereka ee mau

[01:15:58] di roof seperti itu atau mereka ee mau lebih konsen

[01:16:00] lebih konsen sambil ngemil silakan yang penting

[01:16:01] sambil ngemil silakan yang penting makanan tidak berantakan gitu. Jadi tapi

[01:16:03] makanan tidak berantakan gitu. Jadi tapi ini tergantung dari eh company dan

[01:16:06] ini tergantung dari eh company dan cultur-nya masing-masing ya. Tapi kalau

[01:16:08] cultur-nya masing-masing ya. Tapi kalau misalkan anggapan kalian tidak punya eh

[01:16:10] misalkan anggapan kalian tidak punya eh rooftop atau tidak ada bangkon di kantor

[01:16:12] rooftop atau tidak ada bangkon di kantor gitu ya kalian boleh keliling atau boleh

[01:16:15] gitu ya kalian boleh keliling atau boleh cuci muka begitu. cuci muka e ke kamar

[01:16:19] cuci muka begitu. cuci muka e ke kamar mandi untuk refresh sejen magnya itu

[01:16:21] mandi untuk refresh sejen magnya itu akan bisa mengembalikan

[01:16:24] akan bisa mengembalikan gitu. Terus ya tadi apa pertanyaan yang

[01:16:27] gitu. Terus ya tadi apa pertanyaan yang terakhir? Kalau misalkan sudah masuk

[01:16:38] kalau sudah masuk ke lingkungan kerja

[01:16:39] kalau sudah masuk ke lingkungan kerja yang kerjernya kurang sehat ya balik

[01:16:41] yang kerjernya kurang sehat ya balik lagi di mana pun kita berada kita harus

[01:16:43] lagi di mana pun kita berada kita harus tetap ee stay positif ya. Jadi ee kita

[01:16:47] tetap ee stay positif ya. Jadi ee kita enggak enggak boleh ikut juga nih untuk

[01:16:49] enggak enggak boleh ikut juga nih untuk yang culture-nya kurang sehat. Ee terus

[01:16:52] yang culture-nya kurang sehat. Ee terus tiba-tiba merekanya enggak menerima kita

[01:16:55] tiba-tiba merekanya enggak menerima kita dengan baik. Terus kita juga jadi

[01:16:56] dengan baik. Terus kita juga jadi ikut-ikutan enggak baik gitu juga. Jadi

[01:16:59] ikut-ikutan enggak baik gitu juga. Jadi teman-teman balik lagi ee namanya di

[01:17:03] teman-teman balik lagi ee namanya di perusahaan di dunia industri kita tuh

[01:17:04] perusahaan di dunia industri kita tuh dinilai dinilai itu tidak hanya dari ee

[01:17:08] dinilai dinilai itu tidak hanya dari ee pekerjaan hasil tapi juga attitude.

[01:17:10] pekerjaan hasil tapi juga attitude. Kayak saya di sini di ee SR kita juga

[01:17:14] Kayak saya di sini di ee SR kita juga menilai attitude orang gitu. Jadi selama

[01:17:17] menilai attitude orang gitu. Jadi selama kita bekerja dengan baik dan attitude

[01:17:20] kita bekerja dengan baik dan attitude kita juga baik juga ee jangan takut,

[01:17:22] kita juga baik juga ee jangan takut, jangan khawatir, perusahaan pasti akan

[01:17:25] jangan khawatir, perusahaan pasti akan ee mendampingi kalian dan perusahaan

[01:17:27] ee mendampingi kalian dan perusahaan pasti akan ee menjaga kalian gitu.

[01:17:34] Oke. Baik, semoga menjawab pertanyaan

[01:17:37] Oke. Baik, semoga menjawab pertanyaan dari teman kita. Ada yang ingin ada yang

[01:17:40] dari teman kita. Ada yang ingin ada yang rais hand nih, Kak. Sepertinya ingin on

[01:17:42] rais hand nih, Kak. Sepertinya ingin on cam ataupun on mic. Dipersilakan Aquila.

[01:17:48] Oke, selamat siang, Pak. Sebelumnya

[01:17:50] Oke, selamat siang, Pak. Sebelumnya perkenalkan nama saya Aquila.

[01:17:53] perkenalkan nama saya Aquila. Eh, karena kita sudah banyak ya

[01:17:55] Eh, karena kita sudah banyak ya pertanyaan tentang institut dan karakter

[01:17:57] pertanyaan tentang institut dan karakter dalam pekerjaan, saya ingin bertanya,

[01:18:00] dalam pekerjaan, saya ingin bertanya, Pak.

[01:18:01] Pak. Heeh. Kita seringkiali ya mendengar

[01:18:03] Heeh. Kita seringkiali ya mendengar bahwa perusahaan itu selalu mengutamakan

[01:18:05] bahwa perusahaan itu selalu mengutamakan yang namanya attitude, karakter, dan

[01:18:07] yang namanya attitude, karakter, dan kedisiplinan ya sebagai nilai

[01:18:09] kedisiplinan ya sebagai nilai terpenting. Cuman yang kita lihat Pak

[01:18:12] terpenting. Cuman yang kita lihat Pak kenyataan di lapangan khususnya yang ada

[01:18:15] kenyataan di lapangan khususnya yang ada di Indonesia saat ini bahwa

[01:18:19] di Indonesia saat ini bahwa kita melihat bahwa penampilan fisik itu

[01:18:22] kita melihat bahwa penampilan fisik itu atau visual justru menjadi perhatian

[01:18:24] atau visual justru menjadi perhatian pertama dan lebih diutamakan

[01:18:26] pertama dan lebih diutamakan dibandingkan karakter itu sendiri.

[01:18:29] dibandingkan karakter itu sendiri. Dan pertanyaan saya menurut Bapak,

[01:18:31] Dan pertanyaan saya menurut Bapak, bagaimana

[01:18:33] bagaimana pandangan Bapak mengenai fenomena ini?

[01:18:36] pandangan Bapak mengenai fenomena ini? Apakah memang ee hal tersebut ini

[01:18:39] Apakah memang ee hal tersebut ini menjadi standar nyata di dunia

[01:18:42] menjadi standar nyata di dunia atau hanya

[01:18:43] atau hanya standar apa sore

[01:18:44] standar apa sore menjadi standar nyata di dunia atau

[01:18:48] menjadi standar nyata di dunia atau memang hanya sekedar persepsi saja? Oke,

[01:18:51] memang hanya sekedar persepsi saja? Oke, itu aja, Pak. Terima kasih.

[01:18:53] itu aja, Pak. Terima kasih. Oke, terima kasih Akila. Ee

[01:18:58] Oke, terima kasih Akila. Ee sebenarnya kalau misalkan dilihat dari

[01:19:00] sebenarnya kalau misalkan dilihat dari penampilan saja saya juga sebenarnya

[01:19:01] penampilan saja saya juga sebenarnya enggak setuju ya gitu. Tapi boleh enggak

[01:19:04] enggak setuju ya gitu. Tapi boleh enggak kita beri penampilan menarik? Ya boleh

[01:19:06] kita beri penampilan menarik? Ya boleh gitu. Nah, kembali lagi ke dunia

[01:19:08] gitu. Nah, kembali lagi ke dunia industri ya. Nah, kalau misalkan ee tadi

[01:19:12] industri ya. Nah, kalau misalkan ee tadi ada yang dibilang bahwa

[01:19:15] ada yang dibilang bahwa attitude nomor satu ee terus ee ya

[01:19:19] attitude nomor satu ee terus ee ya semuanya itu ee di luar dari skill gitu

[01:19:22] semuanya itu ee di luar dari skill gitu kan yang dinilai hanya penampilan. Balik

[01:19:25] kan yang dinilai hanya penampilan. Balik lagi ke mana orang itu melamar pekerjaan

[01:19:27] lagi ke mana orang itu melamar pekerjaan ya karena beda beda tempat itu punya ya

[01:19:30] ya karena beda beda tempat itu punya ya ibaratnya semua perusahaan punya namanya

[01:19:32] ibaratnya semua perusahaan punya namanya spesifikasi atau kualifikasi gitu.

[01:19:35] spesifikasi atau kualifikasi gitu. Contoh misalkan ee saya melamar di hotel

[01:19:40] Contoh misalkan ee saya melamar di hotel gitu kan sudah tahu kalau misalkan di

[01:19:42] gitu kan sudah tahu kalau misalkan di hotel ini mungkin ee rambut enggak boleh

[01:19:44] hotel ini mungkin ee rambut enggak boleh gondrong terus rambut enggak boleh

[01:19:45] gondrong terus rambut enggak boleh diwarnain misalnya atau enggak boleh

[01:19:47] diwarnain misalnya atau enggak boleh brewokan gitu. Jadi saya disandingkan

[01:19:50] brewokan gitu. Jadi saya disandingkan dengan orang

[01:19:52] dengan orang ee yang brewokan gitu. Jadi pasti orang

[01:19:54] ee yang brewokan gitu. Jadi pasti orang hotel pasti akan memilih orang yang

[01:19:55] hotel pasti akan memilih orang yang tidak brewokan, yang tidak gondrong

[01:19:57] tidak brewokan, yang tidak gondrong gitu. Karena ya balik lagi sesuai dengan

[01:19:59] gitu. Karena ya balik lagi sesuai dengan dia punya service, dia punya produk

[01:20:01] dia punya service, dia punya produk adalah layanan hospitality gitu.

[01:20:04] adalah layanan hospitality gitu. Nah, ee saya juga beberapa kali pernah

[01:20:08] Nah, ee saya juga beberapa kali pernah dapat tawaran ee di tempat lain juga ini

[01:20:11] dapat tawaran ee di tempat lain juga ini dari personal experience ya ee jadi

[01:20:15] dari personal experience ya ee jadi enggak semua bahkan kalau misalkan tadi

[01:20:17] enggak semua bahkan kalau misalkan tadi bilang ada di dunia saya beberapa kali

[01:20:19] bilang ada di dunia saya beberapa kali dapat tawaran di luar juga itu mereka

[01:20:22] dapat tawaran di luar juga itu mereka bahkan tidak melihat saya ee ada foto

[01:20:26] bahkan tidak melihat saya ee ada foto apa kayak gitu kan. Saya cuma di

[01:20:27] apa kayak gitu kan. Saya cuma di interview online aja yang ditanya cuma

[01:20:30] interview online aja yang ditanya cuma skill, cuma kamu bisa apa? Terus ya akan

[01:20:34] skill, cuma kamu bisa apa? Terus ya akan membawa perubahan apa nantinya. Itu

[01:20:37] membawa perubahan apa nantinya. Itu seperti itu aja. Jadi ee mungkin ada

[01:20:40] seperti itu aja. Jadi ee mungkin ada beberapa perusahaan yang ee

[01:20:44] beberapa perusahaan yang ee apa ya mementingkan penampilan. Tapi

[01:20:46] apa ya mementingkan penampilan. Tapi kalau dari saya saya kembalikan dulu

[01:20:48] kalau dari saya saya kembalikan dulu perusahaan itu bergerak di bidang apa

[01:20:51] perusahaan itu bergerak di bidang apa karena masing-masing perusahaan itu

[01:20:52] karena masing-masing perusahaan itu punya spesifikasi. Tapi kalau misalkan

[01:20:54] punya spesifikasi. Tapi kalau misalkan secara generalis perusahaan memilih

[01:20:57] secara generalis perusahaan memilih orang yang good looking dulu ee saya sih

[01:20:59] orang yang good looking dulu ee saya sih kurang sependapat karena kita di sini

[01:21:02] kurang sependapat karena kita di sini datang ya dari berbagai ee latar

[01:21:04] datang ya dari berbagai ee latar belakang juga dan fisik itu sebenarnya

[01:21:08] belakang juga dan fisik itu sebenarnya masih bisa diperbaikin kalau misalkan

[01:21:10] masih bisa diperbaikin kalau misalkan mereka masih bisa menyesuaikan dengan

[01:21:12] mereka masih bisa menyesuaikan dengan perusahaan.

[01:21:19] Baik, semoga menjawab untuk

[01:21:21] Baik, semoga menjawab untuk pertanyaannya.

[01:21:23] pertanyaannya. Selanjutnya kita ada pertanyaan dari

[01:21:25] Selanjutnya kita ada pertanyaan dari Sandy Poin. Selamat siang, Pak. Saya

[01:21:27] Sandy Poin. Selamat siang, Pak. Saya penasaran dengan pandangan Bapak

[01:21:28] penasaran dengan pandangan Bapak mengenai fenomena sosial yang terjadi

[01:21:30] mengenai fenomena sosial yang terjadi belakangan ini di industri dan work life

[01:21:33] belakangan ini di industri dan work life saat ini kan sedang dalam masa transisi

[01:21:35] saat ini kan sedang dalam masa transisi antara generasi boomers dengan generasi

[01:21:37] antara generasi boomers dengan generasi milenial atau bahkan Genzi. Menurut

[01:21:39] milenial atau bahkan Genzi. Menurut Bapak, langkah terbaik apa yang harus

[01:21:41] Bapak, langkah terbaik apa yang harus sebuah perusahaan ambil untuk

[01:21:43] sebuah perusahaan ambil untuk menjembatani

[01:21:44] menjembatani etika kerja ataupun budaya kerja yang

[01:21:46] etika kerja ataupun budaya kerja yang berbeda antara generasi-generasi ini

[01:21:49] berbeda antara generasi-generasi ini supaya produktivitas perusahaan tersebut

[01:21:51] supaya produktivitas perusahaan tersebut bisa berjalan secara stabil atau bahkan

[01:21:53] bisa berjalan secara stabil atau bahkan meningkat?

[01:21:55] meningkat? Oke, terima kasih eh Sandi. Yes, betul

[01:21:58] Oke, terima kasih eh Sandi. Yes, betul banget. Ada yang namanya eh gap eh gap

[01:22:02] banget. Ada yang namanya eh gap eh gap generation ya gitu. Ee sebenarnya kalau

[01:22:06] generation ya gitu. Ee sebenarnya kalau misalkan dengan adanya fenomena ini tuh

[01:22:09] misalkan dengan adanya fenomena ini tuh ya pasti akan terjadi terus-terusan di

[01:22:11] ya pasti akan terjadi terus-terusan di bawah kita nantinya. Yang terpenting

[01:22:14] bawah kita nantinya. Yang terpenting dari company adalah bisa ee punya

[01:22:16] dari company adalah bisa ee punya program untuk bisa memfasilitasi

[01:22:18] program untuk bisa memfasilitasi perbedaan-perbedaan itu juga. Nah, kalau

[01:22:20] perbedaan-perbedaan itu juga. Nah, kalau misalkan di saya di sini yang yang saya

[01:22:23] misalkan di saya di sini yang yang saya lakukan yang saya praktikkan adalah kita

[01:22:25] lakukan yang saya praktikkan adalah kita punya program kayak seperti e GM table

[01:22:29] punya program kayak seperti e GM table di mana dari karyawan level paling bawah

[01:22:32] di mana dari karyawan level paling bawah itu kita pertemukan langsung dengan ee

[01:22:34] itu kita pertemukan langsung dengan ee level yang paling tinggi dengan GM gitu

[01:22:36] level yang paling tinggi dengan GM gitu kan untuk makan bareng terus ngobrol dan

[01:22:39] kan untuk makan bareng terus ngobrol dan kenal satu sama lain juga itu juga ada.

[01:22:42] kenal satu sama lain juga itu juga ada. Terus kita juga beberapa kali adakan ee

[01:22:46] Terus kita juga beberapa kali adakan ee kegiatan yang memang melibatkan antara

[01:22:48] kegiatan yang memang melibatkan antara ee entry atau karyawan yang paling bawah

[01:22:51] ee entry atau karyawan yang paling bawah dengan karyawan yang paling atas juga

[01:22:53] dengan karyawan yang paling atas juga gitu. Jadi

[01:22:56] gitu. Jadi ee cara membuatnya ya dengan membuat

[01:22:58] ee cara membuatnya ya dengan membuat program yang bisa menyatukan antara dua

[01:23:00] program yang bisa menyatukan antara dua generasi atau tiga generasi ini gitu.

[01:23:02] generasi atau tiga generasi ini gitu. Jadi, ada banyak cara dan saya yakin di

[01:23:06] Jadi, ada banyak cara dan saya yakin di teman-teman saya di perusahaan lain juga

[01:23:08] teman-teman saya di perusahaan lain juga punya banyak ee hal yang sama juga gitu,

[01:23:11] punya banyak ee hal yang sama juga gitu, program-program yang sama juga yang di

[01:23:14] program-program yang sama juga yang di mana tidak ada ini ya, tidak ada ee

[01:23:18] mana tidak ada ini ya, tidak ada ee keraguan dari anak ini untuk bisa

[01:23:20] keraguan dari anak ini untuk bisa berbaur nantinya dengan ee kalangan yang

[01:23:24] berbaur nantinya dengan ee kalangan yang dianggap senior gitu pada satu event.

[01:23:27] dianggap senior gitu pada satu event. Dan biasanya kalau misalkan kita ada

[01:23:29] Dan biasanya kalau misalkan kita ada yang namanya training, ada sosialisasi,

[01:23:31] yang namanya training, ada sosialisasi, itu kita juga bisa mix dan kemudian

[01:23:35] itu kita juga bisa mix dan kemudian ee kita juga biasanya libatkan mereka

[01:23:37] ee kita juga biasanya libatkan mereka semua ee dari all level untuk ikut dan

[01:23:42] semua ee dari all level untuk ikut dan kita akan campur tempat duduknya dan

[01:23:45] kita akan campur tempat duduknya dan akan saling kenal satu sama lain juga

[01:23:47] akan saling kenal satu sama lain juga gitu. Jadi em

[01:23:50] gitu. Jadi em perbedaan usia atau perbedaan generasi

[01:23:52] perbedaan usia atau perbedaan generasi ini ya pasti akan kita alami

[01:23:55] ini ya pasti akan kita alami terus-terusan. Tapi yang menjadi

[01:23:57] terus-terusan. Tapi yang menjadi perbedaan adalah bagaimana cara

[01:23:58] perbedaan adalah bagaimana cara perusahaan membuat program di mana si

[01:24:01] perusahaan membuat program di mana si beda generasi ini dipertemukan

[01:24:04] beda generasi ini dipertemukan dan ee bisa punya kesempatan yang sama

[01:24:09] dan ee bisa punya kesempatan yang sama nih untuk generasi-generasi tersebut

[01:24:11] nih untuk generasi-generasi tersebut untuk bisa melakukan pemahaman di dalam

[01:24:14] untuk bisa melakukan pemahaman di dalam ee pekerjaan gitu. Jadi mungkin kalau

[01:24:18] ee pekerjaan gitu. Jadi mungkin kalau dari baby boomer gitu kan mereka kadang

[01:24:21] dari baby boomer gitu kan mereka kadang agak sedikit

[01:24:23] agak sedikit ee ngomongnya mungkin ada sedikit lama

[01:24:25] ee ngomongnya mungkin ada sedikit lama atau bagaimana itu biasanya kita ee

[01:24:28] atau bagaimana itu biasanya kita ee selipkan di sisi e training, sosialisasi

[01:24:32] selipkan di sisi e training, sosialisasi maupun ya di coaching gitu. Dan dengan

[01:24:34] maupun ya di coaching gitu. Dan dengan adanya GM table tadi kita undang mereka

[01:24:38] adanya GM table tadi kita undang mereka makan, duduk,

[01:24:40] makan, duduk, saling ngobrol dan itu bisa menjadi

[01:24:42] saling ngobrol dan itu bisa menjadi salah satu alternatif supaya ee generasi

[01:24:45] salah satu alternatif supaya ee generasi ini bisa memahami sedikit memahami satu

[01:24:48] ini bisa memahami sedikit memahami satu dengan yang lainnya.

[01:24:56] Oke, baik terima kasih. Ada pertanyaan

[01:24:59] Oke, baik terima kasih. Ada pertanyaan lagi dari Nathanael. Apa ada contoh BW

[01:25:01] lagi dari Nathanael. Apa ada contoh BW ethic yang kadang kita tidak sadar kalau

[01:25:03] ethic yang kadang kita tidak sadar kalau itu sebenarnya tidak baik untuk

[01:25:05] itu sebenarnya tidak baik untuk lingkungan kerja kita?

[01:25:08] lingkungan kerja kita? Eh,

[01:25:10] Eh, Nathanael contoh BW ethic ya. Balik lagi

[01:25:13] Nathanael contoh BW ethic ya. Balik lagi eh korupsi waktu misalnya contoh kalian

[01:25:16] eh korupsi waktu misalnya contoh kalian pulang jam 5.00 sore tiba-tiba jam 0.30

[01:25:18] pulang jam 5.00 sore tiba-tiba jam 0.30 atau ya jam

[01:25:21] atau ya jam 5

[01:25:23] 5 sudah siap-siap udah matiin komputer

[01:25:24] sudah siap-siap udah matiin komputer segala macam itu salah satu bedw et.

[01:25:27] segala macam itu salah satu bedw et. Terus kemudian misalkan ee teman-teman

[01:25:29] Terus kemudian misalkan ee teman-teman masuk jam 08.00, jam 08.00 itu ee sesuai

[01:25:32] masuk jam 08.00, jam 08.00 itu ee sesuai dengan peraturan perusahaan itu adalah

[01:25:35] dengan peraturan perusahaan itu adalah teman-teman sudah standby dan siap untuk

[01:25:37] teman-teman sudah standby dan siap untuk bekerja. Eh, tapi jam 08.00 ini baru

[01:25:39] bekerja. Eh, tapi jam 08.00 ini baru absen. Jadi secara telat enggak telat,

[01:25:41] absen. Jadi secara telat enggak telat, tapi secara kerja belum siap untuk

[01:25:44] tapi secara kerja belum siap untuk kerja, belum ready untuk kerja gitu.

[01:25:46] kerja, belum ready untuk kerja gitu. Jadi baru mau mulai mungkin yang cewek

[01:25:47] Jadi baru mau mulai mungkin yang cewek baru mulai make up, terus yang cowok

[01:25:49] baru mulai make up, terus yang cowok mungkin habis jam 08. Datang absen ke

[01:25:52] mungkin habis jam 08. Datang absen ke toilet, terus baru balik lagi ke ruangan

[01:25:54] toilet, terus baru balik lagi ke ruangan 0.30 tanggal 9 itu salah satu hal sori

[01:25:57] 0.30 tanggal 9 itu salah satu hal sori salah satu hal-hal basic yang secara

[01:26:00] salah satu hal-hal basic yang secara tanpa sadar itu sebenarnya enggak baik

[01:26:03] tanpa sadar itu sebenarnya enggak baik gitu. Jadi kayak satu hal ya korupsi

[01:26:05] gitu. Jadi kayak satu hal ya korupsi waktu itu bisa ee apa ya menjadi salah

[01:26:10] waktu itu bisa ee apa ya menjadi salah satu contoh yang tepat ya untuk kita

[01:26:13] satu contoh yang tepat ya untuk kita bisa

[01:26:14] bisa sadar bahwa jam kerja dimulai itu ya jam

[01:26:18] sadar bahwa jam kerja dimulai itu ya jam 08.00 misalnya jam 08.00 sudah harus

[01:26:20] 08.00 misalnya jam 08.00 sudah harus bisa ready to work. Jam .00

[01:26:22] bisa ready to work. Jam .00 selesai kerja bukan berarti kita 10

[01:26:25] selesai kerja bukan berarti kita 10 menit 15 menit sebelumnya kita sudah

[01:26:27] menit 15 menit sebelumnya kita sudah ready untuk pulang gitu.

[01:26:32] Baik, semoga menjawab pertanyaan dari

[01:26:34] Baik, semoga menjawab pertanyaan dari Nathanael. Selanjutnya kita ada

[01:26:36] Nathanael. Selanjutnya kita ada pertanyaan dari Tomy. Permisi, Kak

[01:26:38] pertanyaan dari Tomy. Permisi, Kak Febri, sekarang udah banyak tempat kerja

[01:26:41] Febri, sekarang udah banyak tempat kerja yang sistemnya hybrid atau mungkin

[01:26:42] yang sistemnya hybrid atau mungkin remote. Di slide-nya aku baca-baca sih

[01:26:45] remote. Di slide-nya aku baca-baca sih asumsinya workplace tatap muka, tapi

[01:26:47] asumsinya workplace tatap muka, tapi sekarang tuh udah banyak tempat kerja

[01:26:49] sekarang tuh udah banyak tempat kerja yang hybrid atau malah remote. Apa

[01:26:51] yang hybrid atau malah remote. Apa kurang lebih itu sama? Soalnya kan

[01:26:54] kurang lebih itu sama? Soalnya kan banyak orang

[01:26:56] banyak orang sama emang ada research yang bilang

[01:26:58] sama emang ada research yang bilang kalau ada beda antara komunikasi one to

[01:27:01] kalau ada beda antara komunikasi one to one sama online. Jadi gimana ya cara

[01:27:04] one sama online. Jadi gimana ya cara bangun budaya kerja di environment yang

[01:27:06] bangun budaya kerja di environment yang hybrid ataupun remote?

[01:27:08] hybrid ataupun remote? Iya. Eh kalau di hotel sendiri gitu yang

[01:27:12] Iya. Eh kalau di hotel sendiri gitu yang di mana 24 jam kita harus bisa melayani

[01:27:15] di mana 24 jam kita harus bisa melayani ee kebutuhan tamu gitu. Jadi ee akan

[01:27:18] ee kebutuhan tamu gitu. Jadi ee akan sangat susah kalau di dunia yang

[01:27:20] sangat susah kalau di dunia yang sekarang saya ee tempat saya bekerja itu

[01:27:23] sekarang saya ee tempat saya bekerja itu hybrid atau ee WF gitu ya atau online

[01:27:26] hybrid atau ee WF gitu ya atau online itu sangat susah karena ya apalagi HR

[01:27:30] itu sangat susah karena ya apalagi HR gitu. HR ketemunya berhadapannya atau

[01:27:32] gitu. HR ketemunya berhadapannya atau ngurusinnya adalah karyawan gitu. Jadi

[01:27:35] ngurusinnya adalah karyawan gitu. Jadi sangat susah. Nah, kita kembalikan lagi

[01:27:37] sangat susah. Nah, kita kembalikan lagi dengan dari industri

[01:27:40] dengan dari industri ee dari perusahaan tersebut. Industrinya

[01:27:42] ee dari perusahaan tersebut. Industrinya bergerak di bidang apa? Kalau misalkan

[01:27:44] bergerak di bidang apa? Kalau misalkan industrinya memang bisa dilakukan secara

[01:27:46] industrinya memang bisa dilakukan secara remote ya mungkin itu bisa saja di

[01:27:50] remote ya mungkin itu bisa saja di diberlakukan di perusahaan tersebut

[01:27:52] diberlakukan di perusahaan tersebut gitu. Kalau misalkan ee tidak bisa ya

[01:27:55] gitu. Kalau misalkan ee tidak bisa ya tetap harus masuk juga karena mungkin

[01:27:58] tetap harus masuk juga karena mungkin kita WEFA itu kan ee tercetus pada saat

[01:28:02] kita WEFA itu kan ee tercetus pada saat ee dulu kita ee zamannya pandemi Covid

[01:28:05] ee dulu kita ee zamannya pandemi Covid ya gitu. Di mana ee kita harus tetap

[01:28:07] ya gitu. Di mana ee kita harus tetap bekerja namun ee tidak dibatasi oleh

[01:28:11] bekerja namun ee tidak dibatasi oleh tempat gitu. Lalu bagaimana caranya

[01:28:13] tempat gitu. Lalu bagaimana caranya untuk bangun budaya kerja di ee

[01:28:16] untuk bangun budaya kerja di ee lingkungan yang hybrid? Ya, salah

[01:28:18] lingkungan yang hybrid? Ya, salah satunya adalah dengan komunikasi gitu.

[01:28:20] satunya adalah dengan komunikasi gitu. Jadi jangan sampai sudah tidak bertemu,

[01:28:23] Jadi jangan sampai sudah tidak bertemu, komunikasi tidak jelas gitu. Jadi yang

[01:28:26] komunikasi tidak jelas gitu. Jadi yang bisa dilakukan adalah ee komunikasi,

[01:28:28] bisa dilakukan adalah ee komunikasi, memperlancar komunikasi dan memperjelas

[01:28:30] memperlancar komunikasi dan memperjelas komunikasi terkait adanya tugas dan

[01:28:33] komunikasi terkait adanya tugas dan tanggung jawab. jangan sampai ee

[01:28:36] tanggung jawab. jangan sampai ee komunikasi ini terputus atau jangan

[01:28:38] komunikasi ini terputus atau jangan sampai miskunikasi ee terjadi di ee

[01:28:42] sampai miskunikasi ee terjadi di ee perusahaan yang melakukan sistem UEFA

[01:28:44] perusahaan yang melakukan sistem UEFA atau hybrid gitu. karena ya cara ee

[01:28:50] atau hybrid gitu. karena ya cara ee bekerjanya ya semua melalui komunikasi

[01:28:55] gitu, Tomy. Ibrahim.

[01:28:58] gitu, Tomy. Ibrahim. Oke. Baik, semoga menjawab pertanyaan

[01:29:00] Oke. Baik, semoga menjawab pertanyaan dari Tomi. Dan selanjutnya kita ada

[01:29:03] dari Tomi. Dan selanjutnya kita ada pertanyaan dari Olivia. Siang, Kak.

[01:29:05] pertanyaan dari Olivia. Siang, Kak. Ingin bertanya. Kakak pernah enggak ada

[01:29:08] Ingin bertanya. Kakak pernah enggak ada pengalaman menghadapi rekan kerja yang

[01:29:10] pengalaman menghadapi rekan kerja yang workticnya berbeda jauh? Kalau pernah

[01:29:12] workticnya berbeda jauh? Kalau pernah cara menghadapi gimana sih, Kak? H ya,

[01:29:17] cara menghadapi gimana sih, Kak? H ya, saya pernah juga ee punya teman yang ee

[01:29:22] saya pernah juga ee punya teman yang ee berbeda pandangan ya mungkin saya bisa

[01:29:24] berbeda pandangan ya mungkin saya bisa sebutnya karena dengan perbedaan kepala,

[01:29:29] sebutnya karena dengan perbedaan kepala, perbedaan latar belakang itu ternyata

[01:29:31] perbedaan latar belakang itu ternyata apa yang menurut kita baik belum tentu

[01:29:33] apa yang menurut kita baik belum tentu buat mereka baik. Apa yang menurut

[01:29:35] buat mereka baik. Apa yang menurut mereka ee baik belum tentu sama dan

[01:29:37] mereka ee baik belum tentu sama dan sebaliknya kayak gitu kan. Jadi yang

[01:29:39] sebaliknya kayak gitu kan. Jadi yang saya lakukan kalau misalkan ini sesama

[01:29:41] saya lakukan kalau misalkan ini sesama lakan kerja di mana lebih gampang untuk

[01:29:45] lakan kerja di mana lebih gampang untuk kita bisa speak up, saya akan ajak

[01:29:47] kita bisa speak up, saya akan ajak undang ee ngomong biasanya atau biasanya

[01:29:51] undang ee ngomong biasanya atau biasanya ee di luar jam kerja coba ee makan

[01:29:55] ee di luar jam kerja coba ee makan bareng, ngumpul kayak gitu sesekali itu

[01:29:57] bareng, ngumpul kayak gitu sesekali itu bisa sampaikan bahwa ee ya kita

[01:30:02] bisa sampaikan bahwa ee ya kita penginnya seperti apa dan dia apa yang

[01:30:04] penginnya seperti apa dan dia apa yang diharapkan untuk bisa menjadi ee tim

[01:30:07] diharapkan untuk bisa menjadi ee tim work yang bagus. ya gitu. Tapi kalau

[01:30:10] work yang bagus. ya gitu. Tapi kalau misalkan kita sudah ee coba mengerti,

[01:30:14] misalkan kita sudah ee coba mengerti, memahami, tapi ternyata memang kita

[01:30:16] memahami, tapi ternyata memang kita enggak cocok, selama itu tidak

[01:30:18] enggak cocok, selama itu tidak mempengaruhi kinerja kita, selama kita

[01:30:20] mempengaruhi kinerja kita, selama kita tidak ee terpengaruh sama mereka dan

[01:30:23] tidak ee terpengaruh sama mereka dan menurut kita, kita tetap benar, saya

[01:30:25] menurut kita, kita tetap benar, saya rasa ee tidak perlu diharapkan juga

[01:30:27] rasa ee tidak perlu diharapkan juga kayak gitu. karena ee ya akan ada aja

[01:30:30] kayak gitu. karena ee ya akan ada aja sih menurut saya ee orang yang mungkin

[01:30:34] sih menurut saya ee orang yang mungkin tidak ee klok, tidak cocok dengan kita

[01:30:36] tidak ee klok, tidak cocok dengan kita baik itu nanti di satu departemen yang

[01:30:39] baik itu nanti di satu departemen yang sama maupun di tempat yang lain atau di

[01:30:41] sama maupun di tempat yang lain atau di departemen yang lain. Dan gimana cara

[01:30:43] departemen yang lain. Dan gimana cara kita antisipasinya? Ya, ya. Itu jangan

[01:30:47] kita antisipasinya? Ya, ya. Itu jangan kita coba ee sampaikan kalau misalkan

[01:30:50] kita coba ee sampaikan kalau misalkan mereka tidak bisa ee berubah atau tidak

[01:30:54] mereka tidak bisa ee berubah atau tidak sesuai dengan yang kita mau ya kita

[01:30:56] sesuai dengan yang kita mau ya kita tetap jalani hari-hari kita dengan biasa

[01:30:57] tetap jalani hari-hari kita dengan biasa aja.

[01:31:02] Oke. Baik. Semoga menjawab pertanyaan

[01:31:04] Oke. Baik. Semoga menjawab pertanyaan dari Olivia. Selanjutnya dari Tomik ada

[01:31:07] dari Olivia. Selanjutnya dari Tomik ada bertanya lagi nih, Kak.

[01:31:09] bertanya lagi nih, Kak. Dari slide-nya yang dibaca, kita sebagai

[01:31:12] Dari slide-nya yang dibaca, kita sebagai calon profesional harus fokus lebih ke

[01:31:14] calon profesional harus fokus lebih ke disiplin, tanggung jawab sama konsisten.

[01:31:16] disiplin, tanggung jawab sama konsisten. Tapi sekarang Gen kan banyak yang peduli

[01:31:18] Tapi sekarang Gen kan banyak yang peduli dengan work life balance dan

[01:31:20] dengan work life balance dan akhir-akhirnya malah burn out. Menurut

[01:31:22] akhir-akhirnya malah burn out. Menurut Sir Febri dari sisi perusahaan juga

[01:31:25] Sir Febri dari sisi perusahaan juga harus set bondisk kah?

[01:31:28] harus set bondisk kah? Nah, ya memang dengan eh Gineral ini

[01:31:30] Nah, ya memang dengan eh Gineral ini banyak sekali perbedaan pandangan ya.

[01:31:32] banyak sekali perbedaan pandangan ya. Kalau dulu zamannya saya ee sekarang itu

[01:31:35] Kalau dulu zamannya saya ee sekarang itu zaman sudah maju di mana teman-teman

[01:31:37] zaman sudah maju di mana teman-teman kalau misalkan mau apply teman-teman

[01:31:38] kalau misalkan mau apply teman-teman bisa tinggal kirim email gitu kan bisa

[01:31:41] bisa tinggal kirim email gitu kan bisa apply lewat Linkin terus sekarang juga

[01:31:43] apply lewat Linkin terus sekarang juga ada yang namanya Jobstreet gitu. Kalau

[01:31:45] ada yang namanya Jobstreet gitu. Kalau dulu zamannya saya itu ee harus ketik

[01:31:50] dulu zamannya saya itu ee harus ketik print terus kirim ke kantor pos gitu kan

[01:31:54] print terus kirim ke kantor pos gitu kan kirim paket gitu untuk kirim ee CV gitu

[01:31:57] kirim paket gitu untuk kirim ee CV gitu kan. Jadi untuk biaya kirim apply aja

[01:32:01] kan. Jadi untuk biaya kirim apply aja tuh sebenarnya udah mahal gitu kan. Nah,

[01:32:06] tuh sebenarnya udah mahal gitu kan. Nah, jadi dulu pada saat saya

[01:32:10] jadi dulu pada saat saya lulus yang penting saya dapat kerjaan

[01:32:12] lulus yang penting saya dapat kerjaan dulu gitu kan. Kalau yang sekarang

[01:32:14] dulu gitu kan. Kalau yang sekarang teman-teman kebanyakan sudah banyak

[01:32:17] teman-teman kebanyakan sudah banyak ekspektasi-ekspektasi yang sebenarnya

[01:32:19] ekspektasi-ekspektasi yang sebenarnya teman-teman ee apa ya belum jalani itu

[01:32:23] teman-teman ee apa ya belum jalani itu belum tahu gitu kan. Ini salah satu

[01:32:25] belum tahu gitu kan. Ini salah satu perbedaan dari gap generation ya. Jadi

[01:32:27] perbedaan dari gap generation ya. Jadi penginnya work life balance, penginnya

[01:32:29] penginnya work life balance, penginnya ini, penginnya itu, gitu kan. Tapi

[01:32:31] ini, penginnya itu, gitu kan. Tapi sebenarnya ada hal positif yang bisa

[01:32:33] sebenarnya ada hal positif yang bisa kita ambil juga kalau misalkan

[01:32:35] kita ambil juga kalau misalkan teman-teman bisa ngikutin ee dari sisi

[01:32:37] teman-teman bisa ngikutin ee dari sisi perusahaan gitu. Karena saya yakin

[01:32:39] perusahaan gitu. Karena saya yakin perusahaan juga akan ee memberikan

[01:32:41] perusahaan juga akan ee memberikan feedback yang positif ke karyawannya

[01:32:43] feedback yang positif ke karyawannya yang bisa kasih kontribusi baik juga.

[01:32:46] yang bisa kasih kontribusi baik juga. Kalau teman-teman sudah bonder, oh saya

[01:32:47] Kalau teman-teman sudah bonder, oh saya pokoknya jam 5. On time gitu kan.

[01:32:50] pokoknya jam 5. On time gitu kan. Bagaimana perusahaan bisa kasih lebih?

[01:32:52] Bagaimana perusahaan bisa kasih lebih? Karena kenapa? ee

[01:32:55] Karena kenapa? ee perusahaan akan menilai orang ini baik,

[01:32:59] perusahaan akan menilai orang ini baik, ee orang ini calon ee leader di tim.

[01:33:03] ee orang ini calon ee leader di tim. Kalau misalkan orang itu sudah

[01:33:05] Kalau misalkan orang itu sudah memberikan apa yang bisa kita berikan

[01:33:06] memberikan apa yang bisa kita berikan dulu kepada perusahaan, bukan perusahaan

[01:33:09] dulu kepada perusahaan, bukan perusahaan kasih apa dulu ke kita, enggak karena

[01:33:11] kasih apa dulu ke kita, enggak karena balik lagi yang butuh uang kita, gitu

[01:33:12] balik lagi yang butuh uang kita, gitu kan. Dari setiap tahun lulusan itu

[01:33:15] kan. Dari setiap tahun lulusan itu semakin banyak, persaingan semakin

[01:33:16] semakin banyak, persaingan semakin banyak gitu. Jadi kalau misalkan

[01:33:18] banyak gitu. Jadi kalau misalkan teman-teman sudah berekspektasi mau A B

[01:33:21] teman-teman sudah berekspektasi mau A B C D tanpa mengikuti aturan perusahaan

[01:33:23] C D tanpa mengikuti aturan perusahaan terlebih dahulu, saya rasa teman-teman

[01:33:25] terlebih dahulu, saya rasa teman-teman mungkin akan ee

[01:33:28] mungkin akan ee apa ya bisa dibilang akan tereliminasi

[01:33:31] apa ya bisa dibilang akan tereliminasi dengan orang-orang yang kasarnya mau

[01:33:33] dengan orang-orang yang kasarnya mau kerja, mau coba eh challenge gitu kan.

[01:33:36] kerja, mau coba eh challenge gitu kan. Jadi ee kalau dari set boundaries dari

[01:33:40] Jadi ee kalau dari set boundaries dari perusahaan sih sebenarnya perusahaan

[01:33:41] perusahaan sih sebenarnya perusahaan balik lagi ya ee karyawan mau masuk ke

[01:33:45] balik lagi ya ee karyawan mau masuk ke sini mau kita terima mengikuti aturan

[01:33:48] sini mau kita terima mengikuti aturan kita, kita bisa hire. Kalau mereka

[01:33:50] kita, kita bisa hire. Kalau mereka enggak mau, kita juga enggak hire karena

[01:33:52] enggak mau, kita juga enggak hire karena masih banyak gitu kan. Dan fun fact

[01:33:55] masih banyak gitu kan. Dan fun fact setiap kali saya posting satu loker gitu

[01:33:59] setiap kali saya posting satu loker gitu kan

[01:34:00] kan itu yang apply bisa ratusan gitu. Jadi

[01:34:02] itu yang apply bisa ratusan gitu. Jadi kalau misalkan teman-teman berharap

[01:34:04] kalau misalkan teman-teman berharap teman-teman dihire sama perusahaan,

[01:34:06] teman-teman dihire sama perusahaan, teman-teman minta A B C D ini yakinlah

[01:34:09] teman-teman minta A B C D ini yakinlah maksudnya ya apalagi fres graduate gitu

[01:34:11] maksudnya ya apalagi fres graduate gitu kan punya banyak tuntutan ya perusahaan

[01:34:14] kan punya banyak tuntutan ya perusahaan punya banyak sekali pilihan untuk

[01:34:16] punya banyak sekali pilihan untuk memilih orang yang kira-kira bisa masuk

[01:34:20] memilih orang yang kira-kira bisa masuk eh lebih qualified ke yang perusahaan

[01:34:23] eh lebih qualified ke yang perusahaan butuhkan gitu ya day of the day semua

[01:34:25] butuhkan gitu ya day of the day semua terserah perusahaan gitu tapi boleh

[01:34:27] terserah perusahaan gitu tapi boleh enggak sih kita punya konsern misalkan

[01:34:30] enggak sih kita punya konsern misalkan oh saya di jam-jam

[01:34:32] oh saya di jam-jam di hari ini misalkan harus pulang on

[01:34:34] di hari ini misalkan harus pulang on time. Nah, selama kalian nantinya

[01:34:37] time. Nah, selama kalian nantinya sampaikan, diskusikan, saya rasa

[01:34:39] sampaikan, diskusikan, saya rasa perusahaan bisa mentoleransi dan

[01:34:40] perusahaan bisa mentoleransi dan memberikan ee apa ya ee kebijakanlah

[01:34:44] memberikan ee apa ya ee kebijakanlah buat teman-teman kalau misalkan

[01:34:45] buat teman-teman kalau misalkan teman-teman ee punya konsern seperti itu

[01:34:49] teman-teman ee punya konsern seperti itu nantinya. Nah, itu sih ee Tomi yang bisa

[01:34:52] nantinya. Nah, itu sih ee Tomi yang bisa saya share.

[01:34:55] Baik, kita akan move ke pertanyaan

[01:34:58] Baik, kita akan move ke pertanyaan selanjutnya dari Tafar Guna.

[01:35:02] selanjutnya dari Tafar Guna. Selamat siang, Kak. Izin bertanya

[01:35:03] Selamat siang, Kak. Izin bertanya mengenai work culture. Bagaimana bisa

[01:35:05] mengenai work culture. Bagaimana bisa kita menilai bahwa work culture yang ada

[01:35:07] kita menilai bahwa work culture yang ada di dalam perusat itu bisa dibilang

[01:35:09] di dalam perusat itu bisa dibilang terlalu toksik dan apabila memang toxic,

[01:35:11] terlalu toksik dan apabila memang toxic, bagaimana caranya untuk mengubah worker

[01:35:13] bagaimana caranya untuk mengubah worker seperti itu ya, Kak? Terima kasih.

[01:35:16] seperti itu ya, Kak? Terima kasih. Oke. Ee ya balik lagi ya, kita bisa tahu

[01:35:19] Oke. Ee ya balik lagi ya, kita bisa tahu ee culture ini bagus atau tidak

[01:35:21] ee culture ini bagus atau tidak sebenarnya kalau kita sudah menjalaninya

[01:35:23] sebenarnya kalau kita sudah menjalaninya gitu. Perintah kita sudah menjalani

[01:35:25] gitu. Perintah kita sudah menjalani kayak contoh ee saya pengin kerja di

[01:35:28] kayak contoh ee saya pengin kerja di perusahaan A. Oh, tapi perusahaan A ini

[01:35:30] perusahaan A. Oh, tapi perusahaan A ini kayaknya toxic. Oh, perusahaan A ini

[01:35:31] kayaknya toxic. Oh, perusahaan A ini kayaknya enggak toxic. Ini perusahaannya

[01:35:33] kayaknya enggak toxic. Ini perusahaannya bagus apa segala macam. Ya, sebenarnya

[01:35:35] bagus apa segala macam. Ya, sebenarnya itu hanya pandangan kita aja sih. Kita

[01:35:37] itu hanya pandangan kita aja sih. Kita enggak benar-benar tahu kalau misalnya

[01:35:39] enggak benar-benar tahu kalau misalnya kita memang tidak menjalani. Karena di

[01:35:41] kita memang tidak menjalani. Karena di perusahaan yang sama ee bisa jadi ada

[01:35:45] perusahaan yang sama ee bisa jadi ada beberapa pandangan yang berbeda dari

[01:35:46] beberapa pandangan yang berbeda dari karyawannya. Bisa jadi karyawan A

[01:35:48] karyawannya. Bisa jadi karyawan A menilai bahwa ini culture-nya bagus.

[01:35:50] menilai bahwa ini culture-nya bagus. Bisa jadi karyawan B di perusahaan yang

[01:35:53] Bisa jadi karyawan B di perusahaan yang sama memandang bahwa ini masih perlu

[01:35:55] sama memandang bahwa ini masih perlu di-improve gitu kan.

[01:35:57] di-improve gitu kan. Dan ee

[01:35:59] Dan ee saya juga agak bingung nih dari tadi

[01:36:02] saya juga agak bingung nih dari tadi toxic toxic gitu kan ya. Kalau dari kita

[01:36:05] toxic toxic gitu kan ya. Kalau dari kita sih sebenarnya toxic itu sebenarnya

[01:36:07] sih sebenarnya toxic itu sebenarnya berawal dari mana gitu kan. Mungkin dari

[01:36:09] berawal dari mana gitu kan. Mungkin dari karakter seseorang gitu kan. Jadi kalau

[01:36:12] karakter seseorang gitu kan. Jadi kalau misalkan ee teman-teman bertemu dengan

[01:36:14] misalkan ee teman-teman bertemu dengan karakter yang tidak ee cocok atau tidak

[01:36:17] karakter yang tidak ee cocok atau tidak bagus gitu kan ee ya yang bisa kita

[01:36:21] bagus gitu kan ee ya yang bisa kita lakukan adalah sebenarnya kita tidak

[01:36:23] lakukan adalah sebenarnya kita tidak ikut ke dalam karakter tersebut. Jadi

[01:36:25] ikut ke dalam karakter tersebut. Jadi kita bisa set diri kita sebagai karakter

[01:36:28] kita bisa set diri kita sebagai karakter yang positif gitu. Karena balik lagi ya

[01:36:31] yang positif gitu. Karena balik lagi ya kalau misalkan kita ingin diterima di

[01:36:33] kalau misalkan kita ingin diterima di masyarakat atau diterima di rekan kerja

[01:36:35] masyarakat atau diterima di rekan kerja pastinya kan rekan kerja barab kita

[01:36:37] pastinya kan rekan kerja barab kita menjadi orang yang baik juga yang punya

[01:36:39] menjadi orang yang baik juga yang punya nilai positif juga gitu kan. Dan jadi

[01:36:43] nilai positif juga gitu kan. Dan jadi jangan sampai ee apa ya kita malah

[01:36:47] jangan sampai ee apa ya kita malah menjadi salah satu orang yang bisa

[01:36:50] menjadi salah satu orang yang bisa dibilang toksik ini berkembang gitu.

[01:36:52] dibilang toksik ini berkembang gitu. Jadi tidak ada yang bisa mengubah tanpa

[01:36:56] Jadi tidak ada yang bisa mengubah tanpa kita sendiri yang berubah menjadi orang

[01:36:58] kita sendiri yang berubah menjadi orang yang baik gitu di perusahaan. dan kita

[01:37:01] yang baik gitu di perusahaan. dan kita tidak bisa merubah orang lain untuk

[01:37:02] tidak bisa merubah orang lain untuk mengikuti kita kalau misalkan kita

[01:37:04] mengikuti kita kalau misalkan kita sendiri enggak bisa memberikan contoh.

[01:37:06] sendiri enggak bisa memberikan contoh. Nah, tentu saja balik lagi ya di mana

[01:37:09] Nah, tentu saja balik lagi ya di mana kalau misalkan nanti kita berorganisasi,

[01:37:11] kalau misalkan nanti kita berorganisasi, bekerja di profesional itu ee semuanya

[01:37:15] bekerja di profesional itu ee semuanya bisa ee dilakukan atau

[01:37:19] bisa ee dilakukan atau dijalani dengan wadah yang tepat ya, ke

[01:37:21] dijalani dengan wadah yang tepat ya, ke mana ya balik lagi dengan komunikasi

[01:37:23] mana ya balik lagi dengan komunikasi efektif misalkan ke sesama kerja. Kalau

[01:37:26] efektif misalkan ke sesama kerja. Kalau misalkan kalian merasa kurang nyaman

[01:37:27] misalkan kalian merasa kurang nyaman dengan orang tersebut bisa kalian

[01:37:28] dengan orang tersebut bisa kalian sampaikan terlebih dahulu.

[01:37:30] sampaikan terlebih dahulu. atau misalkan ee kurang enak misalkan

[01:37:33] atau misalkan ee kurang enak misalkan bisa dengan atasang atau dengan SR di ee

[01:37:37] bisa dengan atasang atau dengan SR di ee saringan yang paling terakhir gitu.

[01:37:42] saringan yang paling terakhir gitu. Oke. Baik, semoga menjawab

[01:37:44] Oke. Baik, semoga menjawab pertanyaannya. Selanjutnya ada dari

[01:37:47] pertanyaannya. Selanjutnya ada dari Matthew yang darat meseek ke saya. Halo,

[01:37:50] Matthew yang darat meseek ke saya. Halo, selamat siang, Pak. Perkenalkan nama

[01:37:52] selamat siang, Pak. Perkenalkan nama saya Matthw dari Komputer Sinence. Izin

[01:37:55] saya Matthw dari Komputer Sinence. Izin bertanya karena saya agak penasaran

[01:37:57] bertanya karena saya agak penasaran dikit. Apabila ingin melamar pekerjaan,

[01:37:59] dikit. Apabila ingin melamar pekerjaan, apakah dibutuhkan pengalaman sebelumnya

[01:38:01] apakah dibutuhkan pengalaman sebelumnya yang cukup untuk mendapat pekerjaan? Dan

[01:38:04] yang cukup untuk mendapat pekerjaan? Dan apakah perusahaan pada umumnya lebih

[01:38:05] apakah perusahaan pada umumnya lebih menerima orang yang sudah memiliki

[01:38:07] menerima orang yang sudah memiliki pengalaman kerja yang lama?

[01:38:09] pengalaman kerja yang lama? Atau apakah seseorang masih bisa

[01:38:11] Atau apakah seseorang masih bisa mendapat pekerjaan meskipun belum

[01:38:13] mendapat pekerjaan meskipun belum memiliki banyak pengalaman kerja tetapi

[01:38:15] memiliki banyak pengalaman kerja tetapi memiliki hasil interview yang baik?

[01:38:17] memiliki hasil interview yang baik? Terima kasih, Pak.

[01:38:19] Terima kasih, Pak. Ya, terima kasih. ee metew ee balik lagi

[01:38:22] Ya, terima kasih. ee metew ee balik lagi mungkin pada saat kamu membaca satu ee

[01:38:26] mungkin pada saat kamu membaca satu ee apa pekerjaan gitu misalkan di sosm

[01:38:30] apa pekerjaan gitu misalkan di sosm di situ kan ada yang namanya ee apa ya

[01:38:34] di situ kan ada yang namanya ee apa ya kayak semacam kualifikasi gitu kan. Nah,

[01:38:36] kayak semacam kualifikasi gitu kan. Nah, kalau misalkan teman-teman ee

[01:38:39] kalau misalkan teman-teman ee melamar pekerjaan yang memang dibutuhkan

[01:38:42] melamar pekerjaan yang memang dibutuhkan bukan keahlian ya, dibutuhkan pengalaman

[01:38:44] bukan keahlian ya, dibutuhkan pengalaman kerja ya mungkin akan sedikit atau kecil

[01:38:48] kerja ya mungkin akan sedikit atau kecil kemungkinannya teman-teman bisa saja

[01:38:50] kemungkinannya teman-teman bisa saja proses. Tapi banyak juga kayak contoh di

[01:38:53] proses. Tapi banyak juga kayak contoh di kita sendiri juga kita kalau teman-teman

[01:38:55] kita sendiri juga kita kalau teman-teman lihat di Linkin atau di sosial media

[01:38:57] lihat di Linkin atau di sosial media kita seringki juga buka yang namanya ee

[01:39:00] kita seringki juga buka yang namanya ee loker untuk press graduate juga gitu.

[01:39:03] loker untuk press graduate juga gitu. Jadi saya pun di sini memulai karir juga

[01:39:06] Jadi saya pun di sini memulai karir juga tidak ada pengalaman sebelumnya. Jadi

[01:39:08] tidak ada pengalaman sebelumnya. Jadi level bawah. Jadi ee jangan khawatir

[01:39:12] level bawah. Jadi ee jangan khawatir kalau misalkan nanti teman-teman lulus

[01:39:14] kalau misalkan nanti teman-teman lulus terus belum ada pengalaman mau coba

[01:39:16] terus belum ada pengalaman mau coba apply ya enggak ada masalah sebenarnya.

[01:39:18] apply ya enggak ada masalah sebenarnya. Yang penting teman-teman lihat di

[01:39:19] Yang penting teman-teman lihat di kualifikasi tersebut dibutuhkan

[01:39:21] kualifikasi tersebut dibutuhkan pengalaman atau tidak. Kalau misalkan

[01:39:23] pengalaman atau tidak. Kalau misalkan tidak dibutuhkan pengalaman, teman-teman

[01:39:25] tidak dibutuhkan pengalaman, teman-teman enggak apa-apa apply gitu. Kalau

[01:39:28] enggak apa-apa apply gitu. Kalau misalkan teman-teman pengin coba juga

[01:39:30] misalkan teman-teman pengin coba juga sebenarnya enggak ada masalah juga gitu.

[01:39:32] sebenarnya enggak ada masalah juga gitu. Karena banyak perusahaan yang sebenarnya

[01:39:35] Karena banyak perusahaan yang sebenarnya mendahulukan yang memang pengalaman dulu

[01:39:38] mendahulukan yang memang pengalaman dulu memang ada beberapa konsern gitu. Tapi

[01:39:40] memang ada beberapa konsern gitu. Tapi kalau misalkan teman-teman coba dan

[01:39:41] kalau misalkan teman-teman coba dan teman-teman dari CV-nya dilirik ya

[01:39:44] teman-teman dari CV-nya dilirik ya mungkin itu juga bisa menjadi ee

[01:39:46] mungkin itu juga bisa menjadi ee rezekinya teman-teman juga pada saat

[01:39:48] rezekinya teman-teman juga pada saat perusahaan membutuhkan yang experience

[01:39:50] perusahaan membutuhkan yang experience erien tapi teman-teman yang sebagai

[01:39:52] erien tapi teman-teman yang sebagai overras grade paling dihil gitu. Jadi

[01:39:54] overras grade paling dihil gitu. Jadi jangan pernah ee apa ya putus asa bahwa

[01:39:58] jangan pernah ee apa ya putus asa bahwa teman-teman ini baru lulus ee

[01:40:01] teman-teman ini baru lulus ee orang-orang nyarinya yang pengalaman.

[01:40:02] orang-orang nyarinya yang pengalaman. Enggak juga gitu. Jadi banyak sekali kok

[01:40:04] Enggak juga gitu. Jadi banyak sekali kok lawan-lawan pekerjaan. Bahkan ee saya

[01:40:07] lawan-lawan pekerjaan. Bahkan ee saya juga bersama teman-teman saya di

[01:40:09] juga bersama teman-teman saya di perusahaan yang lain kalau pada saat

[01:40:11] perusahaan yang lain kalau pada saat kita lagi share loker ee bahkan kita ee

[01:40:17] kita lagi share loker ee bahkan kita ee share kandidat juga gitu. Jadi

[01:40:20] share kandidat juga gitu. Jadi sebenarnya tidak usah dikhawatirkan sih

[01:40:23] sebenarnya tidak usah dikhawatirkan sih Meto.

[01:40:28] Oke, untuk ini mungkin akan menjadi

[01:40:31] Oke, untuk ini mungkin akan menjadi pertanyaan terakhir dan juga penutup

[01:40:34] pertanyaan terakhir dan juga penutup dari sesi Q&A seminar kita pada hari

[01:40:37] dari sesi Q&A seminar kita pada hari ini. Ada dari Tomy.

[01:40:42] Permisi, Sir, saya izin tanya sekali

[01:40:44] Permisi, Sir, saya izin tanya sekali lagi. Ini ada tambahan ke pertanyaan

[01:40:46] lagi. Ini ada tambahan ke pertanyaan bonderis tadi. Misalnya ada intern dan

[01:40:48] bonderis tadi. Misalnya ada intern dan senior. Biasanya di banyak tempat kerja,

[01:40:50] senior. Biasanya di banyak tempat kerja, banyak budaya senioritas yang terjadi

[01:40:52] banyak budaya senioritas yang terjadi karena takut bukan karena respectek.

[01:40:54] karena takut bukan karena respectek. Yang berakhir ke praktik kerja tidak

[01:40:56] Yang berakhir ke praktik kerja tidak etis. Misalnya senior yang melakukan

[01:40:57] etis. Misalnya senior yang melakukan prosedur yang salah, memasulkan laporan

[01:41:01] prosedur yang salah, memasulkan laporan atau yang lainnya. Biasanya kalau

[01:41:03] atau yang lainnya. Biasanya kalau dilaporin pun dianggap sok tahu atau

[01:41:05] dilaporin pun dianggap sok tahu atau enggak sopan atau malah kita kadang

[01:41:07] enggak sopan atau malah kita kadang dibikin ikut-ikutan. Apalagi kita

[01:41:09] dibikin ikut-ikutan. Apalagi kita dikejar pressure untuk mencapai target

[01:41:13] dikejar pressure untuk mencapai target mungkin dalam komission atau hal kayak

[01:41:15] mungkin dalam komission atau hal kayak gitu. Jadi, gimana sebagai calon

[01:41:17] gitu. Jadi, gimana sebagai calon profesional bisa menjaga integritas pas

[01:41:20] profesional bisa menjaga integritas pas lingkungannya punya budaya senioritas

[01:41:22] lingkungannya punya budaya senioritas yang kuat?

[01:41:24] yang kuat? Hm.

[01:41:29] Senioritas sebenarnya balik lagi ya,

[01:41:31] Senioritas sebenarnya balik lagi ya, Teman-teman, di dalam perusahaan itu

[01:41:33] Teman-teman, di dalam perusahaan itu teman-teman itu punya yang namanya hak

[01:41:35] teman-teman itu punya yang namanya hak untuk bisa ee bersuara dan menyampaikan

[01:41:38] untuk bisa ee bersuara dan menyampaikan pendampang gitu. Kalau misalkan

[01:41:40] pendampang gitu. Kalau misalkan teman-teman dianggap ee tidak etis atau

[01:41:44] teman-teman dianggap ee tidak etis atau ee apa ya? bisa dibilang tadi kayak sok

[01:41:47] ee apa ya? bisa dibilang tadi kayak sok tahu atau enggak sopan gitu kan atau ya

[01:41:51] tahu atau enggak sopan gitu kan atau ya mungkin dengan pandangan-pandangan kita

[01:41:54] mungkin dengan pandangan-pandangan kita yang sebenarnya

[01:41:55] yang sebenarnya cuma ada di kepala kita aja yang

[01:41:58] cuma ada di kepala kita aja yang khawatir gitu. Sebenarnya bagi saya ee

[01:42:01] khawatir gitu. Sebenarnya bagi saya ee teman-teman enggak perlu khawatir dan

[01:42:03] teman-teman enggak perlu khawatir dan enggak perlu takut sebenarnya untuk

[01:42:04] enggak perlu takut sebenarnya untuk speak up gitu. Di mana pada saat

[01:42:06] speak up gitu. Di mana pada saat Teman-teman untuk ee mendeside eh speak

[01:42:10] Teman-teman untuk ee mendeside eh speak up-nya ini harus di wadah yang tepat

[01:42:13] up-nya ini harus di wadah yang tepat gitu. Jadi ee balik lagi perusahaan itu

[01:42:16] gitu. Jadi ee balik lagi perusahaan itu punya namanya ee sistem. Kalau misalkan

[01:42:18] punya namanya ee sistem. Kalau misalkan teman-teman ada kendala itu harus lapor

[01:42:21] teman-teman ada kendala itu harus lapor ke siapa. Nah, itu yang menjadi pukan

[01:42:23] ke siapa. Nah, itu yang menjadi pukan teman-teman adalah bisa lapar ke sana

[01:42:25] teman-teman adalah bisa lapar ke sana juga. Jadi ee yang namanya senioritas

[01:42:28] juga. Jadi ee yang namanya senioritas itu pasti ada aja gitu kan. Tapi belum

[01:42:30] itu pasti ada aja gitu kan. Tapi belum tentu semua senior itu kan bisa

[01:42:31] tentu semua senior itu kan bisa memberikan contoh yang baik juga atau

[01:42:33] memberikan contoh yang baik juga atau menurut kita kurang bisa terima gitu.

[01:42:36] menurut kita kurang bisa terima gitu. Nah, jadi cara kita untuk bisa

[01:42:38] Nah, jadi cara kita untuk bisa mensiasatinya adalah yang pertama balik

[01:42:40] mensiasatinya adalah yang pertama balik lagi dengan adanya komunikasi gitu.

[01:42:42] lagi dengan adanya komunikasi gitu. Karena balik lagi kalau misalkan

[01:42:43] Karena balik lagi kalau misalkan teman-teman tidak bisa melakukan ee apa

[01:42:47] teman-teman tidak bisa melakukan ee apa ya speak up atau tidak bisa

[01:42:49] ya speak up atau tidak bisa mengkomunikasikan nih atau apa yang

[01:42:51] mengkomunikasikan nih atau apa yang menjadi kendala bagi teman-teman ya

[01:42:53] menjadi kendala bagi teman-teman ya orang akan tetap melakukan hal yang sama

[01:42:56] orang akan tetap melakukan hal yang sama juga. Tapi kalau misalkan teman-teman

[01:42:58] juga. Tapi kalau misalkan teman-teman sudah melakukan komunikasi dan hal itu

[01:43:00] sudah melakukan komunikasi dan hal itu mesti terjadi ya bisa dilakukan tingkat

[01:43:03] mesti terjadi ya bisa dilakukan tingkat yang lebih tinggi ke atasannya ee ke

[01:43:06] yang lebih tinggi ke atasannya ee ke atasan teman-teman sori baru ee ke SR

[01:43:09] atasan teman-teman sori baru ee ke SR gitu. Itu sih yang biasa saya lakukan

[01:43:11] gitu. Itu sih yang biasa saya lakukan kepada karyawan saya di sini ya,

[01:43:13] kepada karyawan saya di sini ya, Teman-teman. Jadi walaupun di sini juga

[01:43:15] Teman-teman. Jadi walaupun di sini juga kita ada anak intern, di sini kita juga

[01:43:17] kita ada anak intern, di sini kita juga ada anak fres graduate gitu kan, tapi

[01:43:19] ada anak fres graduate gitu kan, tapi kita selalu memberikan sosialisasi bahwa

[01:43:21] kita selalu memberikan sosialisasi bahwa semua orang punya hak yang sama, semua

[01:43:24] semua orang punya hak yang sama, semua orang punya ee level yang sama untuk

[01:43:27] orang punya ee level yang sama untuk bisa speak up, memberikan saran, kritik

[01:43:30] bisa speak up, memberikan saran, kritik gitu kan. Jadi jangan takut dan kalau

[01:43:32] gitu kan. Jadi jangan takut dan kalau misalkan teman-teman juga di sini ya ee

[01:43:35] misalkan teman-teman juga di sini ya ee apa namanya takut untuk menyampaikan

[01:43:37] apa namanya takut untuk menyampaikan secara tatap muka kepada atasan atau

[01:43:40] secara tatap muka kepada atasan atau kepada ee mana eh SR gitu kan ee

[01:43:45] kepada ee mana eh SR gitu kan ee perusahaan juga memberikan ee sistem

[01:43:47] perusahaan juga memberikan ee sistem namanya whistle blowing tadi gitu. Jadi

[01:43:49] namanya whistle blowing tadi gitu. Jadi teman-teman bisa menyampaikan ee apa

[01:43:52] teman-teman bisa menyampaikan ee apa namanya? Kendalanya melalui whistle

[01:43:54] namanya? Kendalanya melalui whistle blowing juga atau saran atau ya kalau

[01:43:57] blowing juga atau saran atau ya kalau whel blowing kita melalui email juga dan

[01:43:59] whel blowing kita melalui email juga dan kita ada kantin itu ada yang namanya

[01:44:03] kita ada kantin itu ada yang namanya kotak saran juga gitu. Kalau misalkan di

[01:44:05] kotak saran juga gitu. Kalau misalkan di beberapa perusahaan biasanya ada kotak

[01:44:07] beberapa perusahaan biasanya ada kotak saran di kantin yang ee bisa dimasukkan

[01:44:10] saran di kantin yang ee bisa dimasukkan ke situ biasanya ada di pransi

[01:44:12] ke situ biasanya ada di pransi sebelumnya. setiap 1 minggu sekali hasil

[01:44:16] sebelumnya. setiap 1 minggu sekali hasil dari ee kotak saran tersebut kita buka

[01:44:19] dari ee kotak saran tersebut kita buka dan kita rapatkan di manajemen gitu.

[01:44:22] dan kita rapatkan di manajemen gitu. Jadi biar ee

[01:44:25] Jadi biar ee mungkin yang juniornya tidak merasa

[01:44:27] mungkin yang juniornya tidak merasa takut karena tidak ada nama kan kalau

[01:44:29] takut karena tidak ada nama kan kalau misalkan di kotak bok tadi gitu. Jadi

[01:44:32] misalkan di kotak bok tadi gitu. Jadi dari kita pun kita juga bisa dapat ee

[01:44:34] dari kita pun kita juga bisa dapat ee feedback nih apa yang terjadi di

[01:44:35] feedback nih apa yang terjadi di lapangan gitu si Tomi.

[01:44:40] lapangan gitu si Tomi. Baik, semoga menjawab pertanyaan dari

[01:44:43] Baik, semoga menjawab pertanyaan dari Tommy.

[01:44:45] Tommy. Sekarang akan saya tutup sesi tanya

[01:44:47] Sekarang akan saya tutup sesi tanya jawaban ya. Sedikit saya simpulkan dari

[01:44:49] jawaban ya. Sedikit saya simpulkan dari apa yang Pak Fibri sampaikan dan juga

[01:44:51] apa yang Pak Fibri sampaikan dan juga dari pertanyaan teman-teman seputar

[01:44:53] dari pertanyaan teman-teman seputar topik pembahasan kita di sore ini. Bahwa

[01:44:56] topik pembahasan kita di sore ini. Bahwa dari materi ini kita bisa memahami bahwa

[01:44:58] dari materi ini kita bisa memahami bahwa company culture dan juga work acting itu

[01:45:01] company culture dan juga work acting itu merupakan dua hal yang saling berkaitan

[01:45:03] merupakan dua hal yang saling berkaitan dan punya peran besar dalam membentuk

[01:45:05] dan punya peran besar dalam membentuk lingkungan kerja yang positif. Di tengah

[01:45:07] lingkungan kerja yang positif. Di tengah berbagai tantangan dunia kerja, budaya

[01:45:10] berbagai tantangan dunia kerja, budaya kerja yang baik dapat menciptakan kerja

[01:45:11] kerja yang baik dapat menciptakan kerja sama yang lebih baik. Semoga materi hari

[01:45:14] sama yang lebih baik. Semoga materi hari ini dapat menjadi bekal untuk kita semua

[01:45:16] ini dapat menjadi bekal untuk kita semua untuk dapat terus berkembang. dan

[01:45:18] untuk dapat terus berkembang. dan membangun lingkungan kerja yang positif

[01:45:19] membangun lingkungan kerja yang positif di mana pun kita berada.

[01:45:24] Baik, untuk teman-teman semuanya karena

[01:45:26] Baik, untuk teman-teman semuanya karena sekarang kita akan memasuki sesi

[01:45:28] sekarang kita akan memasuki sesi dokumentasi dimohon untuk membuka

[01:45:32] dokumentasi dimohon untuk membuka kameranya bisa oncam.

[01:45:49] Untuk dokumentasi akan dibantu oleh

[01:45:51] Untuk dokumentasi akan dibantu oleh teman saya.

[01:46:07] Oke, untuk slide satu.

[01:46:12] 1 2 3

[01:46:19] slide du 1 2 3

[01:46:25] slide 3 1 2 3

[01:46:31] 4 1 2 3

[01:46:38] 5 1 2 Tiga.

[01:46:50] Baik, sebelumnya saya izin mengucapkan

[01:46:52] Baik, sebelumnya saya izin mengucapkan terima kasih kembali untuk Pak Febri

[01:46:54] terima kasih kembali untuk Pak Febri atas sesi seminar yang sangat insightful

[01:46:56] atas sesi seminar yang sangat insightful dan penuh wawasan baru ini.

[01:47:00] dan penuh wawasan baru ini. Saya izin mengingatkan kembali untuk

[01:47:01] Saya izin mengingatkan kembali untuk teman-teman Buusien semua untuk mengisi

[01:47:03] teman-teman Buusien semua untuk mengisi form evaluasi yang tertera pada layar

[01:47:07] form evaluasi yang tertera pada layar atau pintu keluar sebagai cara

[01:47:08] atau pintu keluar sebagai cara mendapatkan SAT points pada pertemuan

[01:47:11] mendapatkan SAT points pada pertemuan pada sesi ini.

[01:47:13] pada sesi ini. Selain itu kalian bisa follow Instagram

[01:47:15] Selain itu kalian bisa follow Instagram kami di @intercheckbinus@gecbinusalsu@ge

[01:47:19] Bekasi untuk mendapatkan informasi

[01:47:22] Bekasi untuk mendapatkan informasi update untuk kegiatan-kegiatan kami yang

[01:47:24] update untuk kegiatan-kegiatan kami yang lainnya.

[01:47:25] lainnya. Terima kasih banyak, Pak Febri atas

[01:47:28] Terima kasih banyak, Pak Febri atas kesediaan waktu dan sharing session ya

[01:47:30] kesediaan waktu dan sharing session ya pada kesempatan ini. Terima kasih juga

[01:47:32] pada kesempatan ini. Terima kasih juga atas partisipasi teman-teman semuanya.

[01:47:34] atas partisipasi teman-teman semuanya. Saya tutup seminar ini. Selamat siang,

[01:47:37] Saya tutup seminar ini. Selamat siang, sampai berjumpa di seminar berikutnya.

[01:47:40] sampai berjumpa di seminar berikutnya. Terima kasih, Ibu. Terima kasih,

[01:47:42] Terima kasih, Ibu. Terima kasih, teman-teman semuanya.

[01:47:45] teman-teman semuanya. Terima kasih, Pak.

[01:47:47] Terima kasih, Pak. Thank you.

[01:47:48] Thank you. Terima kasih, Pak.

[01:47:49] Terima kasih, Pak. Terima kasih.

[01:47:59] Oke, di layar terdapat

[01:48:02] Oke, di layar terdapat nama-nama pemenang yang berhasil

[01:48:05] nama-nama pemenang yang berhasil mendapatkan GOP ataupun e-wallet.

[01:48:08] mendapatkan GOP ataupun e-wallet. Yang pertama ada dari Agnes Olivia, yang

[01:48:10] Yang pertama ada dari Agnes Olivia, yang kedua Rafael, yang ketiga ada Jasmine

[01:48:13] kedua Rafael, yang ketiga ada Jasmine Olivia, dan yang keempat ada Aquila

[01:48:15] Olivia, dan yang keempat ada Aquila Trivena.

[01:48:17] Trivena. Untuk para pemenang dipersilakan untuk

[01:48:20] Untuk para pemenang dipersilakan untuk mengisi form data pemenang di link yang

[01:48:22] mengisi form data pemenang di link yang sudah tertera pada layar. Terima kasih.
