Full Transcript
https://www.youtube.com/watch?v=UUnqyyEXeOw
[00:01] Medan. Betul. Tahu aja. Terus next-nya.
[00:05] Medan. Betul. Tahu aja. Terus next-nya tahun depan itu di BINUS mana lagi?
[00:07] tahun depan itu di BINUS mana lagi? Kota besar hurufnya M.
[00:11] besar hurufnya M. Kira-kira mana? Mana?
[00:13] Makassar. Betul ya. BINUS akan ada di seluruh Indonesia,
[00:15] Teman-teman, ya. Untuk memudahkan supaya enggak harus ke Jakarta.
[00:17] Dan asyiknya Teman-teman, kalau Anda kuliahnya dari luar kota di tahun ketiga bisa mobility.
[00:19] Teman-teman, kalau Anda kuliahnya dari luar kota di tahun ketiga bisa mobility.
[00:22] Mobility itu pindah ke kampus Jakarta atau yang Jakarta mau ke Makassar nantinya mau ke Medan itu boleh.
[00:24] Mobility itu pindah ke kampus Jakarta atau yang Jakarta mau ke Makassar nantinya mau ke Medan itu boleh.
[00:25] atau yang Jakarta mau ke Makassar nantinya mau ke Medan itu boleh.
[00:27] nantinya mau ke Medan itu boleh.
[00:29] Sekarang di Gor lagi ada pameran mobility.
[00:30] Ada yang dapat mandatory enggak sih cek mobility di Gor?
[00:32] enggak sih cek mobility di Gor? Enggak ada ya.
[00:35] Nah, itu kalau teman-teman mau pindah e kampus di mulai semester 3 atau 4 saya lupa startnya itu bisa eh cek di gor ada pamerannya ya.
[00:37] pindah e kampus di mulai semester 3 atau 4 saya lupa startnya itu bisa eh cek di gor ada pamerannya ya.
[00:39] 4 saya lupa startnya itu bisa eh cek di gor ada pamerannya ya. Jadi itu mobility nanti BINUS juga akan ada kedokteran teman-teman yaah ya.
[00:42] gor ada pamerannya ya. Jadi itu mobility nanti BINUS juga akan ada kedokteran teman-teman yaah ya.
[00:45] nanti BINUS juga akan ada kedokteran teman-teman yaah ya. sayang kalian sudah masuk duluan ya.
[00:46] teman-teman yaah ya. sayang kalian sudah masuk duluan ya. Akan ada keperawatan, kedokteran, farmasi di BSD itu kampusnya sudah beli tanah di BSD Digital Hub.
[00:49] masuk duluan ya. Akan ada keperawatan, kedokteran, farmasi di BSD itu kampusnya sudah beli tanah di BSD Digital Hub.
[00:52] kedokteran, farmasi di BSD itu kampusnya sudah beli tanah di BSD Digital Hub.
[00:54] sudah beli tanah di BSD Digital Hub. ASO juga BINUS ASO sebentar lagi akan pindah ke eh Digital Hub di bulan September
[00:57] juga BINUS ASO sebentar lagi akan pindah ke eh Digital Hub di bulan September
[00:59] ASO sebentar lagi akan pindah ke eh Digital Hub di bulan September
[01:02] ke eh Digital Hub di bulan September lah.
[01:04] Yang baru datang boleh diisi.
[01:04] Nih lah.
[01:04] Yang baru datang boleh diisi.
[01:04] Nih tengah masih ada juga loh teman-teman.
[01:08] tengah masih ada juga loh teman-teman ya.
[01:08] Oke, ya.
[01:10] Nanti yang semester 4, ya.
[01:10] Oke, ya.
[01:10] Nanti yang semester 4, Teman-teman ingat, September, Oktober akan ada internship expo di lobi-lobi semua kampus BINUS.
[01:16] akan ada internship expo di lobi-lobi semua kampus BINUS.
[01:19] Meskipun semester 4 magangnya di semester 6 di tahun depan Februari, tapi melamarnya mulai di September, Oktober tahun ini yang semester 4.
[01:22] magangnya di semester 6 di tahun depan Februari, tapi melamarnya mulai di September, Oktober tahun ini yang semester 4.
[01:25] Februari, tapi melamarnya mulai di September, Oktober tahun ini yang semester 4.
[01:27] September, Oktober tahun ini yang semester 4.
[01:27] Ingat ya.
[01:29] Jadi follow aja Instagram-nya eh internship BINUS atau geEC BINUS Alsut.
[01:32] Instagram-nya eh internship BINUS atau geEC BINUS Alsut.
[01:35] Nanti kalau ada info mengenai enrichment pasti akan nongol di Instagram-nya internship BINUS atau GEEC BINUS Asut.
[01:37] mengenai enrichment pasti akan nongol di Instagram-nya internship BINUS atau GEEC BINUS Asut.
[01:40] Instagram-nya internship BINUS atau GEEC BINUS Asut.
[01:43] Ya, teman-teman harus eh siap-siap karena nyari magang tidak mudah meskipun BINUS sudah ada website-nya teman-teman ya.
[01:45] siap-siap karena nyari magang tidak mudah meskipun BINUS sudah ada website-nya teman-teman ya.
[01:46] website-nya teman-teman ya.
[01:47] Tapi tidak perusahaan respon cepat enggak semuanya.
[01:49] perusahaan respon cepat enggak semuanya.
[01:51] Tapi kalau teman-teman mau mencari perusahaan sendiri itu boleh dari sekarang.
[01:53] perusahaan sendiri itu boleh dari sekarang.
[01:55] Kenalannya papanya, kenalannya mama mamanya mungkin ya.
[01:57] mama mamanya mungkin ya.
[01:57] Kalau mau diapproach untuk ee tempat magang nanti juga boleh.
[02:00] diapproach untuk ee tempat magang nanti juga boleh.
[02:04] Cek.
[02:07] Cek coba yang IT ada enggak ya?
[02:09] Yang jurusan IT semester 4 komputer sains adakah?
[02:12] komputer sains adakah?
[02:14] Computer sains semester 4 ada?
[02:17] Enggak ada sama sekali ya kebetulan ya.
[02:18] Berarti mandatorinya ee enggak sampai ke komputer sains.
[02:20] Enggak ada yang komputer sains.
[02:22] Enggak ada yang komputer saence.
[02:24] Nah, informasi kalau computer sains magangnya harus 12 bulan ya.
[02:26] Khusus komputer saence langsung di perusahaan yang sama.
[02:28] Maksudnya kalau yang non komputer sains kan kalian boleh magang semester 6 di perusahaan A, semester 7 di perusahaan B, itu boleh.
[02:30] Tapi kalau Anda pengin, "Bu, aku capek ngelamar."
[02:31] Pokoknya dari Februari sampai ee Januari saya mau di perusahaan yang sama.
[02:34] Berarti 2 semester di perusahaan yang sama juga boleh.
[02:37] Tapi khusus IT itu enggak ada pilihan.
[02:39] Enggak boleh cuma 6 bulan, harus 12 bulan kalau IT ya yang startnya Februari.
[02:41] kecuali IT global class itu boleh satu semester karena satu semesternya harus ke luar negeri.
[02:44] Kalau global kas itu wajib ke luar negeri tapi tetap dibantu BINUS penempatannya.
[02:46] Nah, itu teman-teman ya sepele.
[02:49] Tetapi ingat ya, enrichment itu
[03:07] sepele.
[03:07] Tetapi ingat ya, enrichment itu satu semester makan 20 SKS.
[03:09] Jadi kalau satu semester makan 20 SKS.
[03:12] Jadi kalau nanti kalian milih TRK apapun en terus nilainya jelek, magangnya bolos-bolos
[03:14] nilainya jelek, magangnya bolos-bolos dapat C, Anda nasibnya akan e kasihan
[03:16] dapat C, Anda nasibnya akan e kasihan karena C itu dikalikan 20 SKS ya.
[03:19] Jadi kalau pas nanti magang enachment ya
[03:21] kalau pas nanti magang enachment ya baik-baik sama atasannya.
[03:23] Karena kalau dapat nilai A, IP kalian lumayan ya.
[03:26] dapat nilai A, IP kalian lumayan ya. A * 20 SKS itu baru 1 semester.
[03:29] Sedangkan itu 2 semester.
[03:33] Berarti 20 + 20 40. Ya, kalau kalian memang sudah punya usaha,
[03:35] mendingan milih inkubator.
[03:37] Inkubator tuh kantornya di dormitory kita sebelah ya,
[03:40] kantornya di situ di inkubator.
[03:42] Dan itu boleh milih 6 bulan atau 12 bulan, tapi
[03:45] enggak ngantor di perusahaan, tapi di
[03:46] BINUS nanti dibimbing oleh para
[03:48] coach-nya. Ya, gimana? Sudah. Oke, Kak
[03:52] Caca mau buka dulu
[03:54] ya. Oke, ya teman-teman kita mulai ya
[03:56] sudah jam 09.20, kita akan selesai di
[03:58] jam 11.00. Nanti Teman-teman aktif aja.
[04:00] Banyak hadiah nih dari Mister DIY ya.
[04:03] Siapa tahu ada yang bisa nyanyi lengkap,
[04:05] hadiahnya lebih gede nanti ya. Silakan
[04:07] hadiahnya lebih gede nanti ya.
[04:08] Silakan Kak Caca Kak Caca ya.
[04:08] Selamat pagi teman-teman semua.
[04:11] ya.
[04:11] Selamat pagi teman-teman semua.
[04:11] Pagi.
[04:11] Semangat dong.
[04:11] Selamat pagi.
[04:15] Pagi.
[04:15] Semangat dong.
[04:15] Selamat pagi.
[04:17] Oke, ee senang sekali nih saya bisa ketemu sama teman-teman yang sudah hadir di auditorium BINDINUS Alam Sutra dan
[04:22] juga teman-teman yang sudah join melalui Zoom.
[04:26] Oke, perkenalkan sebelumnya saya Karisa yang akan menjadi MC sekaligus moderator untuk kegiatan kita hari ini.
[04:32] Dan sedikit reminder teman-teman apakah sudah clock inin?
[04:34] Karena untuk ee poin SAT teman-teman harus ee mengisi ee beberapa form.
[04:39] Salah satunya adalah form eh clock in di awal.
[04:42] Jadi pastiin sudah diisi dan N-nya jangan sampai salah.
[04:47] Seperti itu ya, Teman-teman ya.
[04:49] Oke, hari ini kita akan mengikuti eh BINUS Festival Karir Seminar Series 2026 yang hari ini berjudul Adaptive Leadership Ready to Face the Real World to Of yang eh narasumbernya dari Mr. DIY.
[05:04] Teman-teman pasti tahu ya, Mr. DIY ya.
[05:07] Ada yang sering belanja di sana?
[05:07] Ada.
[05:10] Ada yang sering belanja di sana?
[05:10] Ada.
[05:10] ini mumpung ada timnya boleh nih ini mumpung ada timnya boleh nih teman-teman kasih tahu siapa tahu dapat promo gitu ya.
[05:13] teman-teman kasih tahu siapa tahu dapat promo gitu ya.
[05:16] Oke, selanjutnya saya juga mengucapkan selamat datang kepada narasumber kita Ibu Clara Hemi selaku Talent Acquisition Junior Manager dan juga Bapak Ibu tim dari Mr. DIY dan tidak lupa ya teman-teman BINAN yang sudah hadir hari ini.
[05:21] narasumber kita Ibu Clara Hemi selaku Talent Acquisition Junior Manager dan juga Bapak Ibu tim dari Mr. DIY dan tidak lupa ya teman-teman BINAN yang sudah hadir hari ini.
[05:23] Talent Acquisition Junior Manager dan juga Bapak Ibu tim dari Mr. DIY dan tidak lupa ya teman-teman BINAN yang sudah hadir hari ini.
[05:26] juga Bapak Ibu tim dari Mr. DIY dan tidak lupa ya teman-teman BINAN yang sudah hadir hari ini.
[05:29] tidak lupa ya teman-teman BINAN yang sudah hadir hari ini.
[05:31] sudah hadir hari ini. Sedikit saya jelaskan ya singkat aja ee soal BINUS Festival Karir.
[05:34] jelaskan ya singkat aja ee soal BINUS Festival Karir. Ee seminar series ini.
[05:36] Festival Karir. Ee seminar series ini. Apa? Seminar series ini merupakan festival rutin yang diselenggarakan oleh Universitas Bina Nusantara.
[05:38] Apa? Seminar series ini merupakan festival rutin yang diselenggarakan oleh Universitas Bina Nusantara.
[05:40] festival rutin yang diselenggarakan oleh Universitas Bina Nusantara. Kegiatan ini dirancang untuk memberikan teman-teman semua banyak insight ee terkait persiapan karir dan kami mengundang para profesional untuk berbagi nih kepada teman-teman.
[05:42] Universitas Bina Nusantara. Kegiatan ini dirancang untuk memberikan teman-teman semua banyak insight ee terkait persiapan karir dan kami mengundang para profesional untuk berbagi nih kepada teman-teman.
[05:45] dirancang untuk memberikan teman-teman semua banyak insight ee terkait persiapan karir dan kami mengundang para profesional untuk berbagi nih kepada teman-teman.
[05:47] semua banyak insight ee terkait persiapan karir dan kami mengundang para profesional untuk berbagi nih kepada teman-teman.
[05:50] persiapan karir dan kami mengundang para profesional untuk berbagi nih kepada teman-teman.
[05:52] profesional untuk berbagi nih kepada teman-teman. Nabinus Festival Karir Seminar Series ini diadakan secara serial dari tanggal 5 sampai 7 Mei.
[05:54] teman-teman. Nabinus Festival Karir Seminar Series ini diadakan secara serial dari tanggal 5 sampai 7 Mei.
[05:56] Seminar Series ini diadakan secara serial dari tanggal 5 sampai 7 Mei. Jadi besok itu hari terakhir ya teman-teman.
[05:59] serial dari tanggal 5 sampai 7 Mei. Jadi besok itu hari terakhir ya teman-teman.
[06:01] besok itu hari terakhir ya teman-teman. Kegiatan karir kem seminar ini diselenggarakan oleh tim internship center dan employability and entrepreneurship minus.
[06:03] Kegiatan karir kem seminar ini diselenggarakan oleh tim internship center dan employability and entrepreneurship minus.
[06:05] diselenggarakan oleh tim internship center dan employability and entrepreneurship minus. Dan pada event ini kita mengundang para profesional
[06:06] center dan employability and entrepreneurship minus. Dan pada event ini kita mengundang para profesional
[06:08] entrepreneurship minus. Dan pada event ini kita mengundang para profesional
[06:11] ini kita mengundang para profesional dari berbagai latar belakang ee untuk
[06:13] dari berbagai latar belakang ee untuk berbagi pengetahuan, pengalaman, dan
[06:16] berbagi pengetahuan, pengalaman, dan topik-topik career preparation yang
[06:17] topik-topik career preparation yang sangat diperlukan untuk teman-teman
[06:19] sangat diperlukan untuk teman-teman nanti mau internship ataupun nanti pas
[06:22] nanti mau internship ataupun nanti pas mau ee melamar full time pas sudah lulus
[06:25] mau ee melamar full time pas sudah lulus gitu ya. Harapannya apa? Harapannya
[06:27] gitu ya. Harapannya apa? Harapannya adalah teman-teman setelah mengikuti
[06:29] adalah teman-teman setelah mengikuti kegiatan ini teman-teman jadi lebih
[06:31] kegiatan ini teman-teman jadi lebih aware apa aja yang perlu dipersiapkan
[06:33] aware apa aja yang perlu dipersiapkan untuk masuk ke dunia profesional. Jadi
[06:35] untuk masuk ke dunia profesional. Jadi pastikan dari teman-teman semua tidak
[06:37] pastikan dari teman-teman semua tidak ketinggalan ya seminar-seminar lainnya.
[06:39] ketinggalan ya seminar-seminar lainnya. Nah, sebelum kita mulai ada beberapa hal
[06:42] Nah, sebelum kita mulai ada beberapa hal yang perlu diperhatikan. Untuk
[06:43] yang perlu diperhatikan. Untuk teman-teman yang hadir secara online
[06:45] teman-teman yang hadir secara online mohon bisa me-rename akun Zoom
[06:47] mohon bisa me-rename akun Zoom teman-teman dengan format name nama.
[06:50] teman-teman dengan format name nama. Pastikan juga kondisi mikrofon sudah
[06:52] Pastikan juga kondisi mikrofon sudah dalam kondisi mute. Kalau misalnya
[06:53] dalam kondisi mute. Kalau misalnya teman-teman online ada pertanyaan, boleh
[06:55] teman-teman online ada pertanyaan, boleh banget diketikkan pertanyaannya di kolom
[06:58] banget diketikkan pertanyaannya di kolom chat Zoom atau nanti saat sesi Q&A mau
[07:01] chat Zoom atau nanti saat sesi Q&A mau rais hand dan nanti open mic juga boleh.
[07:03] rais hand dan nanti open mic juga boleh. Nah, untuk sesi Q&A juga terbuka untuk
[07:06] Nah, untuk sesi Q&A juga terbuka untuk teman-teman yang hadir secara onside dan
[07:08] teman-teman yang hadir secara onside dan sedikit spill ya tadi informasinya ada
[07:10] sedikit spill ya tadi informasinya ada hadiah goodbag gitu ya. Jadi kalau
[07:13] hadiah goodbag gitu ya.
[07:13] Jadi kalau teman-teman mau bertanya boleh banget
[07:14] teman-teman mau bertanya boleh banget langsung ee disimpan pertanyaannya.
[07:17] Jadi langsung ee disimpan pertanyaannya.
[07:17] Jadi kapan lagi teman-teman nanya dapat
[07:19] kapan lagi teman-teman nanya dapat insight tapi dapat hadiah juga nih.
[07:22] Dan insight tapi dapat hadiah juga nih.
[07:22] Dan untuk ee teman-teman yang hadir melalui
[07:24] untuk ee teman-teman yang hadir melalui onsite maupun online yang seperti saya
[07:26] onsite maupun online yang seperti saya sudah infokan tadi di awal untuk
[07:28] sudah infokan tadi di awal untuk mendapatkan klaim SH Poin teman-teman
[07:30] mendapatkan klaim SH Poin teman-teman perlu memenuhi tiga syarat.
[07:33] Yang pertama perlu memenuhi tiga syarat.
[07:33] Yang pertama adalah mengisi absen clock in di awal.
[07:35] adalah mengisi absen clock in di awal.
[07:35] Ini adalah eh barcode-nya.
[07:38] Setelah itu join selama acara berlangsung.
[07:41] Jadi kalau teman-teman lift di tengah-tengah
[07:42] kalau teman-teman lift di tengah-tengah itu tidak bisa ee mendapatkan SAT Poin,
[07:44] itu tidak bisa ee mendapatkan SAT Poin, harus hadir dari awal sampai akhir.
[07:47] harus hadir dari awal sampai akhir.
[07:47] Dan yang di terakhir akan ada form evaluasi
[07:49] yang di terakhir akan ada form evaluasi itu juga perlu diisi.
[07:52] itu juga perlu diisi.
[07:52] Jadi ada dua form
[07:54] ya teman-teman.
[07:54] Dan mohon diperhatikan kembali untuk pengisian Nes ee untuk
[07:56] kembali untuk pengisian Nes ee untuk kedua form ini jangan sampai salah
[07:58] kedua form ini jangan sampai salah karena kesalahan penulisan N membuat SAT
[08:01] karena kesalahan penulisan N membuat SAT teman-teman tidak dapat diproses.
[08:03] teman-teman tidak dapat diproses.
[08:03] Oke, sekarang kita langsung aja masuk ke inti
[08:05] sekarang kita langsung aja masuk ke inti acara kita hari ini yaitu sesi sharing
[08:08] acara kita hari ini yaitu sesi sharing dari Ibu Clara.
[08:10] Eh, sekali lagi Ibu Clara adalah TL Acquisition Junior
[08:12] Clara adalah TL Acquisition Junior Manager di Mr. DIY.
[08:12] Boleh teman-teman
[08:15] Manager di Mr. DIY. Boleh teman-teman kita berikan tepuk tangan yang meriah kita berikan tepuk tangan yang meriah untuk narasumber kita hari ini.
[08:29] Halo pagi teman-teman.
[08:33] Oh, naik aja.
[08:36] Oh, naik aja. Oh, ya. Kebetulan saya juga pendek, jadi emang kayaknya harus naik nih.
[08:41] kayaknya harus naik nih. Oke. Ee siapa yang di sini terpaksa berada di sini pagi ini?
[08:44] Ayo, ada yang terpaksa enggak dari 100 orang nih?
[08:48] Ada yang terpaksa enggak di sini?
[08:50] Terpaksa surabsen ya. Tapi it's ok, bear with me for about like 45 minutes.
[08:55] Nanti semoga topiknya menarik ya buat kalian juga.
[08:57] Nah, sebelumnya eh saya mau kenalan dulu.
[09:00] Nama saya Clara. Saya dari tim Mis DIY.
[09:04] Ee di sini siapa yang sering belanja ke DIY?
[09:08] Enggak ada, ya?
[09:12] Ya udah, next. Nanti kalau pulang bisa ke DIW dulu, mampir
[09:16] kalau pulang bisa ke DIW dulu, mampir dulu gitu kan.
[09:18] Kira-kira ada yang tahu dulu gitu kan.
[09:19] Kira-kira ada yang tahu enggak Mister DeW tuh perusahaan dari mana sih?
[09:22] Dari Jogja.
[09:25] Iya, di AOD daerah sih Jogja enggak?
[09:29] Oke. Kalau ada yang mau nebak enggak diw itu dari mana kira-kira?
[09:35] Tebak asal aja, Guys.
[09:36] Nih enggak motong poin.
[09:38] Enggak apa-apa asal-asal aja.
[09:41] Yang betul, Mister D itu sebenarnya dari perusahaan dari Malaysia seperti itu.
[09:48] Jadi ee bisa dibilang kita ini salah satu perusahaan rettail terbesar di Saudes Asia.
[09:52] Karena kalau di South Asia kita tuh sudah ada dipir semua negara.
[09:56] Singapura.
[09:58] di Singapura.
[10:00] Terus habis itu eh Vietnam, eh Philippines, Cambodia, Thailand.
[10:05] So, pretty much kita hampir ada di seluruh Saudis Asia.
[10:08] Ini aku skip dulu
[10:16] Kita skip aja boleh.
[10:26] Ee next yang ke slide-nya aja, Mas.
[10:32] Oke.
[10:36] Oke.
[10:39] Nah, kalau bentar.
[10:43] Oke.
[10:43] Kalau di ee kalau seluruh dunia ya, karena sebenarnya kita juga udah ada toko di Polandia, di Spain eh di South Afrika kita juga ada.
[10:51] Jadi pretty much kalau bisa bilang ini misteri sudah perusahaan global gitu dan kalau secara toko kita ada sekitar 4.000 toko lebih gitu di seluruh dunia.
[11:01] And then kalau di Indonesia as per today di Indonesia kita ada sekitar 1283 toko.
[11:07] Jadi bisa dibilang M ini salah satu mungkin bisa dibilang kayak toko-toko kecil yang kita sudah sampai di Bandanera.
[11:12] Jadiak di Bandanera mungkin belum ada yang Alfamart Indomaret.
[11:14] Kita
[11:16] Belum ada yang Alfamart Indomaret.
[11:19] Kita sudah ada di Bandanera dan juga kita tuh ada sekitar 18.000 R000 ee produk yang dijual di hampir setiap toko kita.
[11:30] Oke.
[11:33] Nah, ini kita ada 10 kategori.
[11:35] Ee nanti bisa kalian lihat juga di toko-toko kita apa aja sih gitu dari pretty much dari aksesoris handphone, terus pelatan listrik, alat-alat mobil juga.
[11:48] Oke.
[11:50] Nah, ini bisa dilihat kita sudah ada di 14 negara.
[11:53] Dar Malaysia, Thailand, Brunei, Saudis, Pretty much, Saudis Asia, ada di Turki juga.
[11:57] di Spanyol, Vietnam, Polandia, sor South Afrika.
[12:10] Ini atau boleh dix aja dari Masnya?
[12:15] Oke, next lagi, Mas, biar cepat.
[12:19] Oke, next lagi, Mas, biar cepat.
[12:21] Oke, ini gedung ee kantor kita.
[12:23] Kalau di Indonesia pusat kantor kita di Menara I Sudirman.
[12:23] Seperti itu.
[12:29] Oke.
[12:31] Dan juga kalau di Mister sendiri kita ada training akademi juga.
[12:33] Jadi kalau mungkin yang kalian pernah dengar MT-MT kayak di Unilver atau di Coca-Cola gitu, kita juga punya MT dan tempat ee training kita ada di Ciputat, daerah Ciputat.
[12:45] Nah, mungkin sekalian pengenalan ee program ya.
[12:48] Jadi kalau di sini memang mungkin terdengar kayak ini ngapain sih, Kak?
[12:50] Belajarnya apa aja sih kalau MTD di Mister DIY pretty much?
[12:52] Kalau di Mister DIW satu, kita belajar kasir, kita belajar how to run the business, how to run the store, gitu kan.
[13:00] Karena kalau misalnya anak-anak bisnis sih, kalau kalian mau punya bisnis pretty much kan kalian harus tahu gimana sih caranya supaya sistem di kasir kita enggak dimain-mainin sama anak toko gitu kan.
[13:12] Dan bagaimana cara kita misalnya menaruh CCTV di setiap sudut supaya mungkin enggak ada yang mencuri seperti itu.
[13:17] Jadi di sini
[13:19] mencuri seperti itu.
[13:21] Jadi di sini benar-benar akan diajarin bagaimana cara benar-benar akan diajarin bagaimana cara kita merunning sebuah bisnis toko, gitu.
[13:25] Jadi kalau misalnya ee ikut program ini selama 6 bulan, setelah selesai 6 bulan tuh akan diserahkan tanggung jawab sebagai bisa dibilang kayak kepala toko atau kepala cabang.
[13:35] Jadi setelah ikut ini biasanya teman-teman yang sudah lulus akan diserah tugaskan untuk handle dua sampai toko kita bisa ditempatin di luar kota atau mungkin di Jakarta gitu.
[13:44] Jadi benar-benar ini aku bilang lebih ke entrepreneurship program gitu.
[13:47] Oke, next.
[13:50] Oh.
[13:54] Eh, tadi yang ini training academy kita.
[13:56] Kalau yang ini kita juga ada warehouse di Jakarta.
[13:59] kita punya dua warehouse.
[14:00] Salah satu bisa dibilang salah satu warehouse yang ee lumayan ee dapat penghargaan kalau di Indonesia gitu ya karena warehouse kita rapi dan ee udah sistemize.
[14:12] Ini kira-kira perkembangan toko kita dari 2017 yang cuma 10 toko, 2018 ee dan
[14:20] dari 2017 yang cuma 10 toko, 2018 ee dan habis itu sampai 2025 kemarin 1000 toko.
[14:23] habis itu sampai 2025 kemarin 1000 toko.
[14:26] Jadi dalam kurun waktu 8 tahun kita sudah ada 1000 toko di seluruh Indonesia.
[14:37] Oke, skipskip aja.
[14:41] Oke, skipskip aja. Oke.
[14:43] Oke. Dan ini kita juga bisa dibilang memenangkan ee brand of the year selama 7 tahun berturut-turut.
[14:52] Oke, kira-kira company profile kita seperti itu.
[14:54] Nah, untuk selanjutnya kita akan langsung masuk ke ini boleh dikip aja.
[15:01] Oke, pretty much kita juga udah IPO.
[15:04] IPO means public company.
[15:08] Jadi, keuangan kita, laporan keuangan bisa kalian lihat di website di company profile kita dan ee ini salah satu ini board-board kita.
[15:20] Ini skip aja kali ya. Aku enggak usah pakai ini kayaknya semakin ribet.
[15:25] Jadi kita juga sering melakukan dan karir talk di beberapa kampus eh seluruh Indonesia.
[15:32] Selain selain kita juga melakukan apa ya membangun bisnis kita juga do a lot of corporate responsibility.
[15:39] Kita ada eh kombinasi kolaborasi sama CAP.
[15:43] Ada juga sekolah ee rakyat anak bangsa dan kita juga banyak juga ikutan juga membangun pohon, menanam pohon.
[15:48] Sori.
[15:53] Oke.
[15:55] Oke.
[15:58] Kalau misalnya ee kalian lihat di di Misteria itu bisa ada dua, bisa ada dua program.
[16:02] Yang satu ikut MT yang tadi atau yang satu bisa masuk ke corporate kita.
[16:05] Tapi kalau corporate biasanya lowongannya hanya ada di website kita aja gitu.
[16:09] Atau corporate mungkin ya tim finance accounting atau mungkin marketing gitu ya.
[16:15] Jadi nanti bisa teman-teman lihat di Job Street atau di ee LinkedIn biasanya ada atau mungkin di ee website utama kita.
[16:23] ee website utama kita seperti itu.
[16:24] Jadi nanti kalau mau tahu berita-beritanya bisa cek di sosial media kita ada di Facebook, ada Instagram, ada YouTube dan juga LinkedIn seperti itu.
[16:36] Oke, next kita mungkin mau langsung ke pembahasan utama.
[16:39] I mean sorry ya company profile boring gitu kan kalian ber.
[16:45] Oke ada yang tahu enggak sih maksudnya adaptive leadership tuh seperti apa?
[16:50] Kalau leadership pasti udah tahulah ya maksudnya leadership training.
[16:54] It's a very common eh discussion.
[16:57] Tapi kalau adaptive leadership training, ada yang pernah dengar?
[17:03] Yang di depan ada yang pernah dengar?
[17:05] I think you guys need coffee enggak sih?
[17:09] If you guys gak apa-apa pergi dulu ambil lagi karena I know this will be bor for karena pasti ada festival kan.
[17:16] Tapi ok mungkin ada yang mau jawab gak apa-apa gak ada salah enggak ada benar tapi kira-kira apa sih adaptive leadership atau ada yang pernah dengar sebelumnya
[17:24] atau ada yang pernah dengar sebelumnya atau ini the very first time kalian
[17:25] atau ini the very first time kalian dengar adaptive leadership?
[17:28] dengar adaptive leadership? Nobody
[17:30] Nobody first time. Oke so the very first time
[17:33] first time. Oke so the very first time ya. Oke, jadi kenapa kita mau membahas
[17:36] ya. Oke, jadi kenapa kita mau membahas tentang adaptive leadership ini? Karena
[17:38] tentang adaptive leadership ini? Karena setelah kalau misalnya kalian lihat ya,
[17:40] setelah kalau misalnya kalian lihat ya, setelah COVID ya, pastikan banyak banget
[17:43] setelah COVID ya, pastikan banyak banget ya perubahan yang terjadi. Contohnya
[17:44] ya perubahan yang terjadi. Contohnya dari cara belajar dulu yang sebelum
[17:47] dari cara belajar dulu yang sebelum COVID tuh offline full and then setelah
[17:49] COVID kalian banyak juga mungkin ada
[17:50] yang online class gitu kan. Jadi bisa
[17:52] yang online class gitu kan. Jadi bisa bilang zaman tuh sudah mulai berubah. So
[17:54] bilang zaman tuh sudah mulai berubah. So pretty much kalau zaman berubah kita
[17:56] pretty much kalau zaman berubah kita juga harus menjadi adaptif. Kita harus
[17:58] juga harus menjadi adaptif. Kita harus bisa mengikuti zaman, right? Oke, next.
[18:02] bisa mengikuti zaman, right? Oke, next. Oke, ini ee topik-topiknya.
[18:05] Oke, ini ee topik-topiknya. Next lagi.
[18:08] Next lagi. Jadi, yang kita lihat pertama adalah
[18:10] Jadi, yang kita lihat pertama adalah tantangan preferensi antara generasi
[18:13] tantangan preferensi antara generasi gitu. Kalau menurut kalian sekarang ada
[18:15] gitu. Kalau menurut kalian sekarang ada berapa generasi sih di dunia? At least
[18:17] berapa generasi sih di dunia? At least di Indonesia lah
[18:19] di Indonesia lah ada berapa?
[18:23] Coba misalnya yang kalau kalian sekarang
[18:25] Coba misalnya yang kalau kalian sekarang generasi apa nih?
[18:25] generasi apa nih?
[18:25] Apa?
[18:25] Z.
[18:25] Oke.
[18:27] Sebelum Z ada apa lagi?
[18:32] Apa?
[18:32] Z.
[18:32] Oke.
[18:32] Sebelum Z ada apa lagi?
[18:35] milenial and then sebelumnya X.
[18:35] Oke, sebelumnya lagi Y atau Boomers gitu kan.
[18:39] Y atau Boomers gitu kan.
[18:39] Sebelumnya lagi ada apa?
[18:41] ada apa?
[18:43] So, pretty much ada berapa tuh?
[18:50] Ada enam.
[18:50] Satu lagi apa?
[18:50] Setelah kalian apa?
[18:52] Berarti alfa.
[18:52] Oke.
[18:52] Jadi kalau bisa dibilang sekarang di dunia ini sekarang kita ada enam generasi gitu kan yang bisa bilang mendominasi atau yang hidup di muka bumi ini gitu kan.
[18:55] kita ada enam generasi gitu kan yang bisa bilang mendominasi atau yang hidup di muka bumi ini gitu kan.
[18:57] And then this five generations at least this five generation still active you know active working.
[19:00] Jadi even boomers pun masih ada di kantor nih gitu ya kan.
[19:02] Oke next.
[19:05] Oke.
[19:07] Nah ini bisa kalian lihat gitu ya yang paling tua tuh silent.
[19:09] Ini mungkin oma-opa kalian semua nih.
[19:11] Betul kan umurnya udah 81 sampai 98.
[19:26] umurnya udah 81 sampai 98.
[19:26] Terus habis itu ada boomers.
[19:28] Terus habis itu ada boomers.
[19:28] Boomers biasanya tuh mungkin yang I don't know
[19:30] biasanya tuh mungkin yang I don't know mungkin some of your teachers have
[19:32] boomers juga gitu kan.
[19:34] Even some of our boss is also boomers.
[19:37] Jadi kayak boomers nih yang umurnya 62 sampai 80.
[19:40] nih yang umurnya 62 sampai 80.
[19:40] Then habis itu ada genen X baru eh
[19:44] sebenarnya milenial sama Y juga mirip-mirip Jeny dan Alfagen gitu.
[19:46] mirip-mirip Jeny dan Alfagen gitu.
[19:49] Oke next.
[19:51] next.
[19:51] Kalau misalnya dilihat sekarang populasi
[19:54] orang Indonesia juga semakin tinggi,
[19:56] semakin banyak gitu kan.
[19:59] Di tahun 2025 populasi Indonesia mencapai 284 juta
[20:03] gitu.
[20:03] Oke, next.
[20:06] gitu.
[20:06] Kalau di Indonesia sendiri menurut
[20:08] sensus ya, kalau di Indonesia sendiri
[20:11] dari total ee secara kesan penduduk di
[20:14] tahun 2024 31%-nya itu adalah Genzin
[20:19] gitu.
[20:19] Jadi sekarang populasi yang paling
[20:21] banyak event di Indonesia atau di
[20:23] seluruh dunia adalah geni gitu.
[20:26] Oke, next.
[20:28] next. Oke. Nah, kalau kalian sendiri ini
[20:31] Oke. Nah, kalau kalian sendiri ini semester berapa, Teman-teman? di sini
[20:34] semester berapa, Teman-teman? di sini semester 4 ada angkat tangan semester 4.
[20:39] semester 4 ada angkat tangan semester 4. Oke, banyak semester 6
[20:43] Oke, banyak semester 6 oke semester 8
[20:46] oke semester 8 enggak ada ya. Oke. Kalau misalnya
[20:49] enggak ada ya. Oke. Kalau misalnya kalian lulus kuliah, kalian kira-kira
[20:52] kalian lulus kuliah, kalian kira-kira mau kerja di mana?
[20:56] Ada yang sudah tahu belum? Ee saya mau
[20:58] Ada yang sudah tahu belum? Ee saya mau kuliah, saya mau kerja di sini
[21:01] kuliah, saya mau kerja di sini atau masih ada yang saya enggak tahu
[21:02] atau masih ada yang saya enggak tahu nih. Saya enggak tahu mau kerja di mana
[21:04] nih. Saya enggak tahu mau kerja di mana gitu. Mau kerja di mana? Heeh.
[21:08] gitu. Mau kerja di mana? Heeh. Oh, di oke. Kerja di rumah.
[21:11] Oh, di oke. Kerja di rumah. Kenapa mau kerja di rumah?
[21:16] Oke.
[21:19] Oke. Time flexibility work life balance ya
[21:22] Time flexibility work life balance ya kan. Oke. Ada yang lain enggak? Ada yang
[21:24] kan. Oke. Ada yang lain enggak? Ada yang mau corporate enggak?
[21:27] mau corporate enggak? atau ada yang mau jadi gamers di sini?
[21:32] Oke, jadi kalau bisa dilihat dari sensus
[21:35] Oke, jadi kalau bisa dilihat dari sensus ini bisa dibilang
[21:38] ini bisa dibilang eh dari dari ini working priority-nya
[21:41] eh dari dari ini working priority-nya ya, Geni sama milenial. Kebanyakan dari
[21:44] ya, Geni sama milenial. Kebanyakan dari kita, kita tuh maunya work life balance.
[21:46] kita, kita tuh maunya work life balance. Itu nomor satu. Terus nomor dua learning
[21:49] Itu nomor satu. Terus nomor dua learning and development gitu. Jadi nomor tiga
[21:52] and development gitu. Jadi nomor tiga baru high salary karena memang eh ini
[21:55] baru high salary karena memang eh ini nyata. Jadi salah satu tim member saya
[21:57] nyata. Jadi salah satu tim member saya dia Jens juga sama kalian. In a way dia
[22:00] dia Jens juga sama kalian. In a way dia tuh kayak bilang iya eh enggak perlu
[22:02] tuh kayak bilang iya eh enggak perlu gimana-giman lah gajinya tapi yang
[22:04] gimana-giman lah gajinya tapi yang penting bisa dapat work life balance
[22:06] penting bisa dapat work life balance kayak misalnya dari office pulang tenggo
[22:08] kayak misalnya dari office pulang tenggo gitu kan pulang tepat waktu. Jadi
[22:10] gitu kan pulang tepat waktu. Jadi benar-benar ini prioritas bisa dibilang
[22:13] benar-benar ini prioritas bisa dibilang teman-teman dan juga mungkin generasi
[22:14] teman-teman dan juga mungkin generasi saya seperti itu. Oke next.
[22:19] saya seperti itu. Oke next. ini juga yang ee di salah satu tadi
[22:21] ini juga yang ee di salah satu tadi dibilang bahwa ee kenapa bagaimana atau
[22:26] dibilang bahwa ee kenapa bagaimana atau kriteria apa sih yang dijadikan ee
[22:28] kriteria apa sih yang dijadikan ee teman-teman untuk memilih pekerjaan?
[22:29] teman-teman untuk memilih pekerjaan? Satu, pekerjaannya harus menarik ya kan.
[22:32] Satu, pekerjaannya harus menarik ya kan. Oke, sekarang dari kalian berapa banyak
[22:36] Oke, sekarang dari kalian berapa banyak orang yang pengin masuk ke bank? Coba
[22:37] orang yang pengin masuk ke bank? Coba angkat tangan.
[22:39] angkat tangan. Bankers enggak ada. Mau masuk consulting
[22:43] Bankers enggak ada. Mau masuk consulting angkat tangan. Enggak ada juga
[22:44] angkat tangan. Enggak ada juga consulting. BCG, Deloit, KPMG,
[22:47] consulting. BCG, Deloit, KPMG, whatsoever. Enggak ada. Oke, yang mau
[22:51] whatsoever. Enggak ada. Oke, yang mau jadi gamers, youtuber
[22:54] jadi gamers, youtuber kayaknya di belakang ada yang
[22:55] kayaknya di belakang ada yang mangguk-mangguk tuh.
[22:58] mangguk-mangguk tuh. Oke, ada yang mau masuk ke industry
[23:00] Oke, ada yang mau masuk ke industry consumer goods enggak?
[23:02] consumer goods enggak? You guys know consumer goods itu apa?
[23:05] You guys know consumer goods itu apa? Oke, ada ya? Ada atau enggak? Enggak
[23:06] Oke, ada ya? Ada atau enggak? Enggak ada. Ada yang mau masuk ke tag company
[23:09] ada. Ada yang mau masuk ke tag company enggak? Maybe let's say Blibli,
[23:12] enggak? Maybe let's say Blibli, Tokopedia, Shopee
[23:15] Tokopedia, Shopee ada enggak?
[23:17] ada enggak? Oke, karena kebanyakan pasti kalau
[23:19] Oke, karena kebanyakan pasti kalau kebanyakan juga anak-anak sekarang
[23:21] kebanyakan juga anak-anak sekarang maunya jadi mungkin software engineer,
[23:23] maunya jadi mungkin software engineer, artificial intelligence engineer, right?
[23:27] artificial intelligence engineer, right? Jadi bisa yang dicari adalah pekerjaan
[23:28] Jadi bisa yang dicari adalah pekerjaan yang menarik atau enggak pembelajaran
[23:31] yang menarik atau enggak pembelajaran yang berkelanjutan, sustainability
[23:32] yang berkelanjutan, sustainability learning atau enggak yang ada eh kantor
[23:36] learning atau enggak yang ada eh kantor yang memberikan development mungkin
[23:38] yang memberikan development mungkin kayak engagementnya banyak yang banyak
[23:41] kayak engagementnya banyak yang banyak acaranya kayak mungkin live at Shopee,
[23:43] acaranya kayak mungkin live at Shopee, live at TikTok ya kan. mungkin
[23:45] live at TikTok ya kan. mungkin teman-teman cari tempat kerja yang
[23:46] teman-teman cari tempat kerja yang menarik seperti itu. Nah, bisa dibilang
[23:49] menarik seperti itu. Nah, bisa dibilang di sini Jenzi lebih cenderung fokus pada
[23:51] di sini Jenzi lebih cenderung fokus pada membangkitkan semangat dan kebanggaan
[23:54] membangkitkan semangat dan kebanggaan terhadap pekerjaan. Jadi kadang-kadang
[23:56] terhadap pekerjaan. Jadi kadang-kadang di di beberapa survei pun dibilang bahwa
[23:59] di di beberapa survei pun dibilang bahwa nama besar perusahaan itu juga
[24:00] nama besar perusahaan itu juga berpengaruh terhadap eh choices kalian
[24:03] berpengaruh terhadap eh choices kalian seperti itu. Oke, next.
[24:07] seperti itu. Oke, next. Nah, ini juga yang ee prioritas bisa
[24:11] Nah, ini juga yang ee prioritas bisa dibilang ya lima prioritas antara Gency
[24:13] dibilang ya lima prioritas antara Gency dan Millenials. Kalau millenials tuh job
[24:16] dan Millenials. Kalau millenials tuh job security gitu, job security atau enggak
[24:20] security gitu, job security atau enggak ada family time seperti itu. Kalau Jen
[24:22] ada family time seperti itu. Kalau Jen si yang dicari pekerjaan yang menarik
[24:25] si yang dicari pekerjaan yang menarik gitu atau enggak organisasi yang membuat
[24:29] gitu atau enggak organisasi yang membuat bangga ya kan. Kadang-kadang kalau
[24:30] bangga ya kan. Kadang-kadang kalau misalnya mungkin ada acara keluarga
[24:32] misalnya mungkin ada acara keluarga entah lebaran entah Natal pasti ditanya
[24:35] entah lebaran entah Natal pasti ditanya eh kerja di mana sekarang? Oh iya nih
[24:37] eh kerja di mana sekarang? Oh iya nih aku sekarang kerja di sini loh gitu kan
[24:38] aku sekarang kerja di sini loh gitu kan kadang-kadang tahu enggak sih e tren
[24:40] kadang-kadang tahu enggak sih e tren yang juga kemarin populer yang kalau
[24:42] yang juga kemarin populer yang kalau misalnya buka puasa gitu kan buka
[24:45] misalnya buka puasa gitu kan buka bersama pasti yang dibawa ditunjukin apa
[24:47] bersama pasti yang dibawa ditunjukin apa lineersnya.
[24:49] lineersnya. Jadi itu adalah mungkin organisasinya
[24:51] Jadi itu adalah mungkin organisasinya yang membuat mereka bangga. Next.
[24:56] yang membuat mereka bangga. Next. Oke ini juga eh salah satu prioritas
[24:59] Oke ini juga eh salah satu prioritas Gensi di Indonesia. Salary off karir
[25:01] Gensi di Indonesia. Salary off karir path itu penting juga kan. Terus
[25:03] path itu penting juga kan. Terus sustainability interest working our
[25:06] sustainability interest working our location.
[25:08] location. Oke, aku tanya dulu. Kenapa kalian
[25:11] Oke, aku tanya dulu. Kenapa kalian sekolah di eh Binus Alsut?
[25:16] sekolah di eh Binus Alsut? Kenapa?
[25:20] Kenapa kalian pilih BINUS alsut? Enggak
[25:22] Kenapa kalian pilih BINUS alsut? Enggak BINUS kemanggisan deh gitu.
[25:26] Karena dekat rumah gitu kan ya kan?
[25:30] Karena dekat rumah gitu kan ya kan? Mungkin I believe some of you atau
[25:32] Mungkin I believe some of you atau mungkin most of you itu tinggalnya di
[25:34] mungkin most of you itu tinggalnya di daerah-daerah Alsut, iya kan? Jadi
[25:36] daerah-daerah Alsut, iya kan? Jadi kalian pilih kampus di sini gitu. Jadi
[25:38] kalian pilih kampus di sini gitu. Jadi bisa dibilang lokasi itu juga penting
[25:41] bisa dibilang lokasi itu juga penting gitu dan working hours juga penting.
[25:44] gitu dan working hours juga penting. Oke, next.
[25:46] Oke, next. Nah, sekarang kita mau belajar nih apa
[25:48] Nah, sekarang kita mau belajar nih apa sih adaptive leadership itu dan mindset
[25:50] sih adaptive leadership itu dan mindset kepemimpinan. Karena kalau bisa dibilang
[25:52] kepemimpinan. Karena kalau bisa dibilang I believe that you guys are futures
[25:54] I believe that you guys are futures leader gitu. Oke, next.
[25:58] leader gitu. Oke, next. Pada intinya, adaptive leadership adalah
[26:00] Pada intinya, adaptive leadership adalah kepemimpinan yang bisa menavigasi dalam
[26:03] kepemimpinan yang bisa menavigasi dalam kondisi yang tidak tidak pasti seperti
[26:06] kondisi yang tidak tidak pasti seperti itu. Jadi, even even kayak kondisinya
[26:08] itu. Jadi, even even kayak kondisinya enggak pasti atau berubah-berubah, you
[26:10] enggak pasti atau berubah-berubah, you guys can still working on it, gitu. Dan
[26:12] guys can still working on it, gitu. Dan bisa dibilang ini juga mendorong
[26:14] bisa dibilang ini juga mendorong pembelajaran dan merangkul perubahan
[26:17] pembelajaran dan merangkul perubahan gitu. Oke, next.
[26:20] gitu. Oke, next. Nih sekarang kita ada empat kriteria ya.
[26:23] Nih sekarang kita ada empat kriteria ya. Ciri khas pemimpin adaptif gitu.
[26:26] Ciri khas pemimpin adaptif gitu. satu pemimpin yang tanpa bergantung pada
[26:28] satu pemimpin yang tanpa bergantung pada jabatan formal. Oke, mungkin kalau zaman
[26:31] jabatan formal. Oke, mungkin kalau zaman dulu ini maksudnya pasti, Kak. Kalau
[26:33] dulu ini maksudnya pasti, Kak. Kalau zaman dulu di setiap company tuh pasti
[26:35] zaman dulu di setiap company tuh pasti ada hierarkinya kan. Kalau mungkin kalau
[26:37] ada hierarkinya kan. Kalau mungkin kalau sekarang tuh kalau kalian biasanya adik
[26:41] sekarang tuh kalau kalian biasanya adik tingkat pasti lebih nurut sama kakak
[26:42] tingkat pasti lebih nurut sama kakak tingkat gitu kan. Mungkin yang semester
[26:44] tingkat gitu kan. Mungkin yang semester 1 akan lebih nurut ke yang semester yang
[26:47] 1 akan lebih nurut ke yang semester yang tingkat du lah gitu. Kalau sekarang
[26:50] tingkat du lah gitu. Kalau sekarang kadang-kadang yang tingkat satu aja tuh
[26:52] kadang-kadang yang tingkat satu aja tuh sudah berani untuk memimpin ya kan.
[26:53] sudah berani untuk memimpin ya kan. Misalnya ada festival nih, gitu. Nanti
[26:55] Misalnya ada festival nih, gitu. Nanti bisa jadi yang diserah tugaskan adalah
[26:57] bisa jadi yang diserah tugaskan adalah anak-anak tingkat satu gitu kan. Oke,
[27:00] anak-anak tingkat satu gitu kan. Oke, kalau festival yang ini ini kan kalian
[27:02] kalau festival yang ini ini kan kalian lagi ada festival kan. Yang jadi
[27:04] lagi ada festival kan. Yang jadi pemimpin festivalnya tuh siapa sih atau
[27:06] pemimpin festivalnya tuh siapa sih atau mungkin ketua osisnya tuh siapa di sini
[27:07] mungkin ketua osisnya tuh siapa di sini tingkat berapa? Ada yang tahu enggak?
[27:12] Atau kalian tidak terlibat sama sekali?
[27:17] Oh, oke. Jadi mungkin kalau misalnya di
[27:20] Oh, oke. Jadi mungkin kalau misalnya di perusahaan biasanya kan kalau junior
[27:22] perusahaan biasanya kan kalau junior pasti kerjaannya iya ya aja kan kalau
[27:24] pasti kerjaannya iya ya aja kan kalau disuruh sama kakak-kakak yang senior,
[27:26] disuruh sama kakak-kakak yang senior, right? Mau enggak mau mereka harus iya,
[27:28] right? Mau enggak mau mereka harus iya, Kak. Ee ini aku beliin kopi. Iya, Kak
[27:31] Kak. Ee ini aku beliin kopi. Iya, Kak ini aku fotokopiin. Gitu kan. Tapi ini
[27:34] ini aku fotokopiin. Gitu kan. Tapi ini tidak berlaku untuk adaptive leadership.
[27:36] tidak berlaku untuk adaptive leadership. Jadi kalau mau apapun jabatannya kita
[27:38] Jadi kalau mau apapun jabatannya kita sendiri bisa mengelit diri kita sendiri
[27:41] sendiri bisa mengelit diri kita sendiri atau kita bisa melad teman-teman yang
[27:43] atau kita bisa melad teman-teman yang lain. Mungkin kalau kalian jatuhnya jadi
[27:45] lain. Mungkin kalau kalian jatuhnya jadi project manager gitu. Even mungkin
[27:48] project manager gitu. Even mungkin kalian baru tingkat satu atau tingkat
[27:49] kalian baru tingkat satu atau tingkat dua tapi sudah bisa jadi project manager
[27:51] dua tapi sudah bisa jadi project manager untuk suatu acara yang besar kayak gini
[27:54] untuk suatu acara yang besar kayak gini seperti itu. Dan juga bisa mampu
[27:56] seperti itu. Dan juga bisa mampu menganalisa perubahan lingkungan dengan
[27:58] menganalisa perubahan lingkungan dengan peka. Mungkin contohnya oh kita lagi
[28:01] peka. Mungkin contohnya oh kita lagi ngadain acara di musim hujan nih. Gitu.
[28:04] ngadain acara di musim hujan nih. Gitu. Jadi kita enggak bisa, oh ya kita
[28:06] Jadi kita enggak bisa, oh ya kita percaya aja pasti cuaca cerah. Enggak
[28:08] percaya aja pasti cuaca cerah. Enggak gitu kan. Pasti kan kita juga harus
[28:10] gitu kan. Pasti kan kita juga harus beradaptasi. Oh kalau acara di musim
[28:12] beradaptasi. Oh kalau acara di musim hujan di luar ruangan, berarti kita
[28:14] hujan di luar ruangan, berarti kita harus sedia apa? Tenda gitu. Jadi
[28:16] harus sedia apa? Tenda gitu. Jadi pemikirannya tuh cepat dan fleksibel.
[28:19] pemikirannya tuh cepat dan fleksibel. Terus yang ketiga mendorong partisipasi
[28:21] Terus yang ketiga mendorong partisipasi tim. Jadi enggak cuman ketuanya doang
[28:24] tim. Jadi enggak cuman ketuanya doang yang kerja. Jadi ya udah aku kerjain
[28:25] yang kerja. Jadi ya udah aku kerjain semua sendiri enggak gitu. Nah, di sini
[28:28] semua sendiri enggak gitu. Nah, di sini sebagai ee kalau adaptive leadership dia
[28:31] sebagai ee kalau adaptive leadership dia akan memotivasi tim yang lain juga untuk
[28:33] akan memotivasi tim yang lain juga untuk berkontribusi gitu. Dan juga yang
[28:36] berkontribusi gitu. Dan juga yang keempat fleksibel dalam pendekatan.
[28:38] keempat fleksibel dalam pendekatan. Fleksibel pendekatan tuh mungkin kalau
[28:40] Fleksibel pendekatan tuh mungkin kalau misalnya ada temannya nih yang ya
[28:43] misalnya ada temannya nih yang ya anaknya malas-malasan gitu kan enggak
[28:45] anaknya malas-malasan gitu kan enggak serta-merta kayak dimarahin gitu. Jadi
[28:47] serta-merta kayak dimarahin gitu. Jadi lebih ke oh ya udah kamu bisanya apa nih
[28:51] lebih ke oh ya udah kamu bisanya apa nih aku kasih tugas ini gitu. Jadi
[28:53] aku kasih tugas ini gitu. Jadi memberikan tugas kepada orang-orang atau
[28:55] memberikan tugas kepada orang-orang atau kepada teman-teman yang lain sesuai
[28:57] kepada teman-teman yang lain sesuai dengan capability mereka seperti itu. Di
[29:01] dengan capability mereka seperti itu. Di sini ada yang jadi ketua tim basket atau
[29:04] sini ada yang jadi ketua tim basket atau ketua anything lah gitu. Organisasi
[29:07] ketua anything lah gitu. Organisasi mahasiswa enggak ada.
[29:10] mahasiswa enggak ada. Ada yang ikut ee
[29:13] Ada yang ikut ee ada yang ikut ee apa namanya ya? Mungkin
[29:16] ada yang ikut ee apa namanya ya? Mungkin klub basket event enggak jadi ketua gitu
[29:18] klub basket event enggak jadi ketua gitu atau klub apapun. Nobody.
[29:22] atau klub apapun. Nobody. Oh my God, you guys are so boring.
[29:26] Mumpung masih muda, Guys, kalian harus
[29:28] Mumpung masih muda, Guys, kalian harus ikut kegiatan gitu loh. Dan itu juga itu
[29:31] ikut kegiatan gitu loh. Dan itu juga itu akan Oh, ada satu ya, maaf aku enggak
[29:33] akan Oh, ada satu ya, maaf aku enggak lihat tangannya kurang tinggi gitu.
[29:36] lihat tangannya kurang tinggi gitu. Jadi itu juga akan pengaruh di di dalam
[29:39] Jadi itu juga akan pengaruh di di dalam CV kalian kalau kalian mau lamar kerja
[29:41] CV kalian kalau kalian mau lamar kerja gitu. Misalnya ditanya, "Oh, saya aktif
[29:43] gitu. Misalnya ditanya, "Oh, saya aktif di kegiatan klub apa apa-apa itu masuk
[29:46] di kegiatan klub apa apa-apa itu masuk ke CV dan itu akan lebih apa ya? Kalau
[29:48] ke CV dan itu akan lebih apa ya? Kalau misalnya kalian mau internship, mungkin
[29:50] misalnya kalian mau internship, mungkin teman-teman yang aktif di kegiatan
[29:52] teman-teman yang aktif di kegiatan seperti itu yang akan lebih dipanggil,
[29:53] seperti itu yang akan lebih dipanggil, cepat dipanggil, I tell you. Jadi bisa
[29:56] cepat dipanggil, I tell you. Jadi bisa dilihat bahwa selain cuma belajar,
[29:58] dilihat bahwa selain cuma belajar, kalian tuh aktif gitu, Guys. Dan punya
[30:00] kalian tuh aktif gitu, Guys. Dan punya inisiatif. Oke, next.
[30:04] inisiatif. Oke, next. Nah, karena situasi dunia lagi tidak
[30:06] Nah, karena situasi dunia lagi tidak menentu, jadi kita menemukan yang
[30:09] menentu, jadi kita menemukan yang namanya fuka. Fuka ini satu volatil, dua
[30:12] namanya fuka. Fuka ini satu volatil, dua uncertain, tiga kompleks, dan empat
[30:15] uncertain, tiga kompleks, dan empat ambigius. Pada intinya situasi yang
[30:17] ambigius. Pada intinya situasi yang tidak stabil lah ya. Volatil kan
[30:19] tidak stabil lah ya. Volatil kan perubahannya cepat tuh gara-gara COVID
[30:21] perubahannya cepat tuh gara-gara COVID dulu. Oh kita enggak boleh enggak boleh
[30:23] dulu. Oh kita enggak boleh enggak boleh keluar rumah ya kan. Padahal itu mungkin
[30:25] keluar rumah ya kan. Padahal itu mungkin kebijakan yang dibikin dalam waktu 2
[30:28] kebijakan yang dibikin dalam waktu 2 minggu 3 minggu gitu kan. Then uncertain
[30:31] minggu 3 minggu gitu kan. Then uncertain ya balik lagi ke pandemi. Sampai kapan
[30:34] ya balik lagi ke pandemi. Sampai kapan nih pandemi berlangsung gitu kan. Sampai
[30:35] nih pandemi berlangsung gitu kan. Sampai kapan kita enggak bisa sekolah offline
[30:37] kapan kita enggak bisa sekolah offline harus online terus right? Kompleks.
[30:41] harus online terus right? Kompleks. Kompleksnya juga. Oh, kalau misalnya ee
[30:44] Kompleksnya juga. Oh, kalau misalnya ee kita mau ngambil kelas ini dan harus
[30:46] kita mau ngambil kelas ini dan harus melakukan penelitian, kita gimana
[30:48] melakukan penelitian, kita gimana melakukan penelitian sedangkan kita
[30:49] melakukan penelitian sedangkan kita enggak bisa keluar rumah gitu. Jadi
[30:51] enggak bisa keluar rumah gitu. Jadi banyak banget komponennya ya, mungkin
[30:53] banyak banget komponennya ya, mungkin harus bikin penelitian di rumah gitu
[30:55] harus bikin penelitian di rumah gitu kan. Dan terakhir
[30:59] kan. Dan terakhir yang terakhir ambigius. Jadi banyak
[31:02] yang terakhir ambigius. Jadi banyak banget keadaan kalau kayak sekarang nih
[31:04] banget keadaan kalau kayak sekarang nih contoh perang kita enggak tahu perang
[31:06] contoh perang kita enggak tahu perang tuh kapan selesainya atau mungkin bahkan
[31:08] tuh kapan selesainya atau mungkin bahkan ada penyakit lagi enggak kayak COVID
[31:10] ada penyakit lagi enggak kayak COVID lagi enggak. Jadi kalau yang sekarang
[31:12] lagi enggak. Jadi kalau yang sekarang nih benar-benar lagi bisa bilang fuka
[31:14] nih benar-benar lagi bisa bilang fuka gitu. Oke, next.
[31:17] gitu. Oke, next. Ini video tolong diplay, Mas.
[35:04] So pretty much kalau dari video ini kan
[35:06] So pretty much kalau dari video ini kan bisa dibilang dengan satu mungkin
[35:08] bisa dibilang dengan satu mungkin perubahan kebijakan pemerintah atau
[35:11] perubahan kebijakan pemerintah atau ekonomi global atau apapun itu bisa
[35:13] ekonomi global atau apapun itu bisa menghancurkan bisnis, right? Contoh
[35:15] menghancurkan bisnis, right? Contoh mungkin kalau yang kita bisa lihat yang
[35:17] mungkin kalau yang kita bisa lihat yang salah satu bisnis yang e fleksibel eh
[35:20] salah satu bisnis yang e fleksibel eh fast food gitu kan kayak McDonald's
[35:23] fast food gitu kan kayak McDonald's anggaplah McDonald's or KFC.
[35:25] anggaplah McDonald's or KFC. Kadang-kadang mereka tiba-tiba bisa aja
[35:27] Kadang-kadang mereka tiba-tiba bisa aja jualan Korean barbecue burger gitu kan.
[35:31] jualan Korean barbecue burger gitu kan. Karena mereka lihat, "Oh, Korea-Korea
[35:33] Karena mereka lihat, "Oh, Korea-Korea ini lagi in di Indonesia gitu. Jadi ya
[35:36] ini lagi in di Indonesia gitu. Jadi ya mereka mau enggak mau untuk meningkatkan
[35:38] mereka mau enggak mau untuk meningkatkan penjualan mereka harus menambahkan
[35:39] penjualan mereka harus menambahkan produk baru yang sebenarnya itu bukan
[35:42] produk baru yang sebenarnya itu bukan core bisnis mereka seperti itu. Dan juga
[35:44] core bisnis mereka seperti itu. Dan juga mungkin kadang-kadang kalau misalnya
[35:46] mungkin kadang-kadang kalau misalnya makan pagi di McD pasti ada yang kemarin
[35:48] makan pagi di McD pasti ada yang kemarin tuh apa sih McD nasi uduk apa nasi liwet
[35:52] tuh apa sih McD nasi uduk apa nasi liwet gitu kan. Nah, itu juga bagaimana cara
[35:54] gitu kan. Nah, itu juga bagaimana cara mereka beradaptasi. Biasanya beradaptasi
[35:55] mereka beradaptasi. Biasanya beradaptasi dengan apa yang terjadi di Indonesia.
[35:57] dengan apa yang terjadi di Indonesia. Mungkin kalau misalnya di Indonesia ada
[35:59] Mungkin kalau misalnya di Indonesia ada yang nasi liwet, nasi uduk, McD, nasi
[36:01] yang nasi liwet, nasi uduk, McD, nasi uduk. Mungkin di negara lain mereka beda
[36:03] uduk. Mungkin di negara lain mereka beda juga gitu. Jadi disesuaikan dengan lidah
[36:07] juga gitu. Jadi disesuaikan dengan lidah Indonesia, disesuaikan dengan kondisi
[36:09] Indonesia, disesuaikan dengan kondisi sekarang seperti itu. Jadi bagaimanapun
[36:12] sekarang seperti itu. Jadi bagaimanapun Puka ini adalah sesuatu yang bisa
[36:14] Puka ini adalah sesuatu yang bisa terjadi kapanpun atau mungkin sekarang
[36:15] terjadi kapanpun atau mungkin sekarang lagi terjadi dan kita harus bisa
[36:17] lagi terjadi dan kita harus bisa beradaptasi dengan keadaan yang terjadi
[36:19] beradaptasi dengan keadaan yang terjadi sekarang. seperti itu. Nah, ini bisa
[36:22] sekarang. seperti itu. Nah, ini bisa dilihat nih perbedaannya adaptive
[36:23] dilihat nih perbedaannya adaptive leadership sama traditional leadership.
[36:26] leadership sama traditional leadership. Betul. Kalau ada traditional leadership
[36:28] Betul. Kalau ada traditional leadership dia fokus ke apa?
[36:32] dia fokus ke apa? Ke mana?
[36:34] Ke mana? Ini ada, Guys. Kalau yang adaptif, sori.
[36:37] Ini ada, Guys. Kalau yang adaptif, sori. Kalau yang tradisional dia fokusnya ke
[36:39] Kalau yang tradisional dia fokusnya ke mana?
[36:41] mana? Memberikan solusi. Is it a good or is
[36:43] Memberikan solusi. Is it a good or is bad?
[36:45] bad? Kenapa? Kalau memberikan solusi bagus
[36:48] Kenapa? Kalau memberikan solusi bagus atau enggak?
[36:50] atau enggak? bagus, tapi timnya tidak belajar gitu
[36:53] bagus, tapi timnya tidak belajar gitu kan. Mungkin misalnya ada ketuanya nih
[36:55] kan. Mungkin misalnya ada ketuanya nih di sini satu nih, anak buahnya ada empat
[36:57] di sini satu nih, anak buahnya ada empat gitu kan. Kalau misalnya ada masalah
[36:59] gitu kan. Kalau misalnya ada masalah nanti cuman ketuanya doang yang
[37:01] nanti cuman ketuanya doang yang memberikan ide gitu kan. Tapi anak
[37:02] memberikan ide gitu kan. Tapi anak buahnya enggak ngasih ide sama sekali,
[37:04] buahnya enggak ngasih ide sama sekali, enggak bisa memberikan ide karena semua
[37:06] enggak bisa memberikan ide karena semua direction dari atas gitu. Kalau yang
[37:09] direction dari atas gitu. Kalau yang adaptif justru ketuanya akan
[37:13] adaptif justru ketuanya akan apa ya
[37:16] apa ya mengencourage timnya untuk bisa
[37:18] mengencourage timnya untuk bisa memberikan solusi. Jadi timnya juga
[37:20] memberikan solusi. Jadi timnya juga mikir gitu karena ketua ini pasti
[37:22] mikir gitu karena ketua ini pasti percaya bahwa tim-tim ini adalah future
[37:25] percaya bahwa tim-tim ini adalah future leader juga gitu. Nah, kalau misalnya
[37:28] leader juga gitu. Nah, kalau misalnya tradisional leadership kayak tadi yang
[37:30] tradisional leadership kayak tadi yang saya bilang kalau ada masalah dia
[37:31] saya bilang kalau ada masalah dia langsung oke kamu kerja ini, kamu kerja
[37:33] langsung oke kamu kerja ini, kamu kerja ini, kamu kerja itu langsung kayak top
[37:35] ini, kamu kerja itu langsung kayak top down bahasanya. Kalau yang leadership,
[37:38] down bahasanya. Kalau yang leadership, kalau yang adaptif dia lebih
[37:39] kalau yang adaptif dia lebih kolaboratif, brainstorming dulu, enggak
[37:41] kolaboratif, brainstorming dulu, enggak main nyuruh gitu. Nah, kalau yang
[37:44] main nyuruh gitu. Nah, kalau yang traditional leadership responsnya memang
[37:46] traditional leadership responsnya memang cepat gitu kan, tapi tidak
[37:49] cepat gitu kan, tapi tidak apa tidak bertahan lama. Contoh nih
[37:53] apa tidak bertahan lama. Contoh nih misalnya di auditorium ini tuh bocor
[37:56] misalnya di auditorium ini tuh bocor gitu kan. Kalau mungkin kalau ketua yang
[37:59] gitu kan. Kalau mungkin kalau ketua yang maksud ketua yang tradisional leadership
[38:01] maksud ketua yang tradisional leadership dia cuman oke panggil tukang beresin di
[38:03] dia cuman oke panggil tukang beresin di apa namanya entah di chat atau di tumble
[38:06] apa namanya entah di chat atau di tumble gitu kan. Tapi kan kalau yang si
[38:07] gitu kan. Tapi kan kalau yang si adaptive leadership dia akan berpikir,
[38:09] adaptive leadership dia akan berpikir, "Oh, ini tuh bocor dari mana ya? Kok
[38:11] "Oh, ini tuh bocor dari mana ya? Kok bisa bocor? Udah berapa lama berarti ini
[38:14] bisa bocor? Udah berapa lama berarti ini ee roof-nya nih udah bocor kebocoran
[38:17] ee roof-nya nih udah bocor kebocoran gitu. Dicari akar permasalahannya supaya
[38:19] gitu. Dicari akar permasalahannya supaya bisa memberikan solusi jangka panjang
[38:21] bisa memberikan solusi jangka panjang seperti itu. Oke, next.
[38:25] seperti itu. Oke, next. Nih kalau untuk mindset sebagai adaptive
[38:27] Nih kalau untuk mindset sebagai adaptive leadership dia akan lebih jadi enabler
[38:29] leadership dia akan lebih jadi enabler bukan problem solver seorang diri gitu.
[38:32] bukan problem solver seorang diri gitu. Mungkin kalau yang pernah jadi ketua
[38:34] Mungkin kalau yang pernah jadi ketua kelompok tugas gitu kan. Pasti ada yang
[38:37] kelompok tugas gitu kan. Pasti ada yang ya udah deh aku kerjain sendiri semua.
[38:39] ya udah deh aku kerjain sendiri semua. Ada kan yang kayak gitu kan. Karena
[38:40] Ada kan yang kayak gitu kan. Karena mungkin si leadernya ini percaya bahwa
[38:42] mungkin si leadernya ini percaya bahwa dia yang paling pintar gitu kan. Jadi
[38:44] dia yang paling pintar gitu kan. Jadi semua dikerjain sendiri sampai
[38:45] semua dikerjain sendiri sampai presentasi dia yang maju. Nah kalau ada
[38:47] presentasi dia yang maju. Nah kalau ada team leadership enggak kayak gitu. Dia
[38:49] team leadership enggak kayak gitu. Dia akan bantu timnya juga nih misalnya oh
[38:51] akan bantu timnya juga nih misalnya oh si A pintar bikin e PowerPoint-nya, si B
[38:54] si A pintar bikin e PowerPoint-nya, si B suka cari bahan misalnya cari bahan
[38:56] suka cari bahan misalnya cari bahan Instagram. Si C dia pintar komunikasi
[38:59] Instagram. Si C dia pintar komunikasi untuk e public speaking-nya. Nah, kalau
[39:02] untuk e public speaking-nya. Nah, kalau adaptive leadership dia akan
[39:03] adaptive leadership dia akan menggerakkan semua timnya untuk
[39:05] menggerakkan semua timnya untuk berkontribusi seperti itu. Jadi semuanya
[39:08] berkontribusi seperti itu. Jadi semuanya tuh benar-benar equally kerja.
[39:11] tuh benar-benar equally kerja. Oke, next.
[39:13] Oke, next. Nah, ini komponen utama dalam eh
[39:15] Nah, ini komponen utama dalam eh adaptive leadership. Next.
[39:18] adaptive leadership. Next. Jadi, sebenarnya ada lima eh dari buku
[39:21] Jadi, sebenarnya ada lima eh dari buku si Ronald Abadian ada lima komponen
[39:22] si Ronald Abadian ada lima komponen utama gitu kan. Next dulu. Jadi, yang
[39:26] utama gitu kan. Next dulu. Jadi, yang pasti kalau misalnya ini ceritanya kita
[39:28] pasti kalau misalnya ini ceritanya kita membentuk suatu tim gitu ya. Jadi yang
[39:30] membentuk suatu tim gitu ya. Jadi yang pertama kalau misalnya ada isu si
[39:32] pertama kalau misalnya ada isu si adaptive leadership dia pasti akan
[39:34] adaptive leadership dia pasti akan diagnosa dulu nih isunya apa sih di tim
[39:37] diagnosa dulu nih isunya apa sih di tim ini gitu. Terus yang kedua, nah dia
[39:40] ini gitu. Terus yang kedua, nah dia mengurangi stres kayak oh teman-teman
[39:42] mengurangi stres kayak oh teman-teman lagi mungkin lagi stres ditekan waktu
[39:44] lagi mungkin lagi stres ditekan waktu gitu kan. Nah mungkin ya udah kita break
[39:46] gitu kan. Nah mungkin ya udah kita break dulu, kita ee stress rilis dulu, kita
[39:49] dulu, kita ee stress rilis dulu, kita nge-game dulu atau kita ya istirahat
[39:52] nge-game dulu atau kita ya istirahat lunch bareng dulu gitu kan. Jadi
[39:54] lunch bareng dulu gitu kan. Jadi mengelola stres teman-teman di tim itu.
[39:56] mengelola stres teman-teman di tim itu. Terus yang ketiga dia tetap menjaga
[39:59] Terus yang ketiga dia tetap menjaga disiplinnya. Jadi kalau misalnya udah ee
[40:02] disiplinnya. Jadi kalau misalnya udah ee haveen gitu kan, ayo balik lagi ke
[40:03] haveen gitu kan, ayo balik lagi ke kerjaan, balik lagi ngerjain tugas. Jadi
[40:05] kerjaan, balik lagi ngerjain tugas. Jadi enggak melulu main game, enggak melulu
[40:07] enggak melulu main game, enggak melulu ee apa break seperti itu. Terus yang
[40:12] ee apa break seperti itu. Terus yang keempat dia akan melibatkan timnya untuk
[40:14] keempat dia akan melibatkan timnya untuk melakukan pekerjaan itu atau membareskan
[40:16] melakukan pekerjaan itu atau membareskan projek-projek itu. Yang kelima, dia akan
[40:19] projek-projek itu. Yang kelima, dia akan mendengarkan eh suggestion atau opinion
[40:23] mendengarkan eh suggestion atau opinion dari siapapun even mungkin dari tim yang
[40:25] dari siapapun even mungkin dari tim yang menurut dia paling enggak berguna gitu.
[40:27] menurut dia paling enggak berguna gitu. Oke, next.
[40:30] Oke, next. Ada yang pernah nonton ini
[40:32] Ada yang pernah nonton ini enggak? Ada. Ini contohnya adaptive
[40:34] enggak? Ada. Ini contohnya adaptive leadership ya. Ee next.
[42:44] He.
[42:45] He. Did you ever imagine this? How could I?
[42:51] Do you hear? Listen to your country.
[42:53] Do you hear? Listen to your country. This is it. This is our destiny.
[43:02] I was thinking about how you spent 30
[43:04] I was thinking about how you spent 30 years in
[43:07] the people.
[43:20] Oke, ada yang sudah pernah nonton belum?
[43:23] Oke, ada yang sudah pernah nonton belum? Belum pernah. Oke, jadi ceritanya ini
[43:27] Belum pernah. Oke, jadi ceritanya ini tentang Nelson Mandela ee pada zaman
[43:30] tentang Nelson Mandela ee pada zaman waktu dia menjadi presiden di South
[43:32] waktu dia menjadi presiden di South Afrika. Ada yang tahu Nelson Mandela
[43:34] Afrika. Ada yang tahu Nelson Mandela enggak sih? Oke. Itu dia berkaitan
[43:38] enggak sih? Oke. Itu dia berkaitan dengan politik apa?
[43:44] Yang keras. Yang keras enggak apa-apa.
[43:47] Yang keras. Yang keras enggak apa-apa. Kulit hitam. Iya. Nah, jadi nama
[43:49] Kulit hitam. Iya. Nah, jadi nama politiknya adalah politik apertate. Jadi
[43:52] politiknya adalah politik apertate. Jadi memang waktu itu ada ketegangan antara
[43:54] memang waktu itu ada ketegangan antara orang-orang kulit putih dan orang-orang
[43:55] orang-orang kulit putih dan orang-orang kulit hitam di South Afrika. Dan Nelson
[43:58] kulit hitam di South Afrika. Dan Nelson Mandela itu bisa bilang dia jadi
[43:59] Mandela itu bisa bilang dia jadi presiden setelah dia keluar dari
[44:01] presiden setelah dia keluar dari penjara. Nah, dan pada saat dia keluar
[44:04] penjara. Nah, dan pada saat dia keluar bisa bilang pada saat dia menjadi
[44:05] bisa bilang pada saat dia menjadi presiden, gejolak politiknya tu lagi
[44:06] presiden, gejolak politiknya tu lagi benar-benar kencang. Jadi dia tuh
[44:08] benar-benar kencang. Jadi dia tuh berpikir kayak apa ya yang bisa apa ya
[44:10] berpikir kayak apa ya yang bisa apa ya menjadi penyatu nih antara orang-orang
[44:12] menjadi penyatu nih antara orang-orang kulit hitam dan kulit putih gitu.
[44:14] kulit hitam dan kulit putih gitu. Makanya dia ya kayak nomor satu dia
[44:16] Makanya dia ya kayak nomor satu dia diagnosa dulu isunya apa sih gitu kan.
[44:19] diagnosa dulu isunya apa sih gitu kan. Nah baru
[44:21] Nah baru akhirnya si Nelson Mandela punya ide ya
[44:24] akhirnya si Nelson Mandela punya ide ya udah kita bikin rakbi aja nih jadi alat
[44:26] udah kita bikin rakbi aja nih jadi alat pemersatu bangsa gitu. Karena kebetulan
[44:29] pemersatu bangsa gitu. Karena kebetulan tim ee tim rakbi itu dipimpin oleh orang
[44:31] tim ee tim rakbi itu dipimpin oleh orang kulit putih yang tadi si Matt Diamond
[44:33] kulit putih yang tadi si Matt Diamond itu kan dan si Nansen bilang, "Ya udah
[44:35] itu kan dan si Nansen bilang, "Ya udah ayo kita maju ke Piala Dunia dengan yang
[44:38] ayo kita maju ke Piala Dunia dengan yang mungkin tim ini tuh sebenarnya bukan tim
[44:39] mungkin tim ini tuh sebenarnya bukan tim apa-apa kayak enggak ada taringnya gitu
[44:41] apa-apa kayak enggak ada taringnya gitu ya kalau di dunia. Cuman dari situ
[44:45] ya kalau di dunia. Cuman dari situ orang-orang tuh bisa dibilang masyarakat
[44:47] orang-orang tuh bisa dibilang masyarakat tu dengar kayak, "Oh, kita mau maju ya
[44:49] tu dengar kayak, "Oh, kita mau maju ya ke Piala Dunia ya." Jadi kayak mereka
[44:51] ke Piala Dunia ya." Jadi kayak mereka merasa oh ayo nih kita harus bisa
[44:53] merasa oh ayo nih kita harus bisa ngelawan negara lain gitu. Jadi musuhnya
[44:55] ngelawan negara lain gitu. Jadi musuhnya instead sesama sesama rakyat jadi
[44:57] instead sesama sesama rakyat jadi musuhnya adalah negara lain melalui si
[44:59] musuhnya adalah negara lain melalui si pertandingan rakbi ini gitu. Jadi di
[45:03] pertandingan rakbi ini gitu. Jadi di sini makanya nomor dua tuh dibilang
[45:06] sini makanya nomor dua tuh dibilang daripada dia memaksain perubahan gitu
[45:08] daripada dia memaksain perubahan gitu kan dia membuat orang-orang tuh menjadi
[45:11] kan dia membuat orang-orang tuh menjadi satu dengan adanya tim rakbi ini ikut
[45:14] satu dengan adanya tim rakbi ini ikut pertandingan Piala Dunia seperti itu.
[45:16] pertandingan Piala Dunia seperti itu. Nah, terus yang di nomor tiga tetap nih
[45:19] Nah, terus yang di nomor tiga tetap nih si Mandela jaga disiplin gitu kan tetap
[45:21] si Mandela jaga disiplin gitu kan tetap memfokuskan fokuskan perhatian
[45:24] memfokuskan fokuskan perhatian masyarakatku ke rakim rakbi ini. Pasti
[45:26] masyarakatku ke rakim rakbi ini. Pasti ada juga orang-orang politik yang
[45:28] ada juga orang-orang politik yang mencoba mengacaukannya lagi. Pasti ada
[45:30] mencoba mengacaukannya lagi. Pasti ada gitu kan. Tapi dia tetap fokus. Ayo ee
[45:32] gitu kan. Tapi dia tetap fokus. Ayo ee tim Rakmi juga semangat kita fokus ke
[45:34] tim Rakmi juga semangat kita fokus ke Piala Dunia. Jadi perhatian masyarakat
[45:36] Piala Dunia. Jadi perhatian masyarakat semuanya teralih ke Piala Dunia dan tim
[45:38] semuanya teralih ke Piala Dunia dan tim rakbi itu. Dan yang keempat dia juga
[45:41] rakbi itu. Dan yang keempat dia juga tadi bisa dilihat kan dia ngajak
[45:43] tadi bisa dilihat kan dia ngajak kaptennya ngobrol dia datang ke santai
[45:45] kaptennya ngobrol dia datang ke santai pertandingan dan si Nelson Mandela as a
[45:47] pertandingan dan si Nelson Mandela as a presiden juga datang ke pelatihan. Jadi
[45:49] presiden juga datang ke pelatihan. Jadi dia juga kasih support ke tim Ragbi itu.
[45:52] dia juga kasih support ke tim Ragbi itu. Terus dan yang terakhir dia juga
[45:54] Terus dan yang terakhir dia juga dengerin ee opini-opini event dari
[45:57] dengerin ee opini-opini event dari mungkin tim-tim yang terkecil. Jadi
[45:59] mungkin tim-tim yang terkecil. Jadi bukan event bukan kaptennya, opininya
[46:01] bukan event bukan kaptennya, opininya pun didengerin sama Nelson Mandela gitu.
[46:03] pun didengerin sama Nelson Mandela gitu. Jadi mungkin suatu saat kalian akan
[46:05] Jadi mungkin suatu saat kalian akan menjadi leader dan ya ini yang paling
[46:07] menjadi leader dan ya ini yang paling harus yang paling kalian perhatikan.
[46:09] harus yang paling kalian perhatikan. Jangan lupa untuk mendengarkan suara
[46:12] Jangan lupa untuk mendengarkan suara atau pendapat dari tim kalian mungkin
[46:13] atau pendapat dari tim kalian mungkin yang paling junior. Karena bisa jadi
[46:16] yang paling junior. Karena bisa jadi opini atau suggestion dari tim yang
[46:17] opini atau suggestion dari tim yang paling junior itu salah satu opini yang
[46:19] paling junior itu salah satu opini yang paling berharga buat kita semua. Next.
[46:23] paling berharga buat kita semua. Next. Ini juga next aja.
[46:25] Ini juga next aja. Nah, terus yang terakhir ini part yang
[46:27] Nah, terus yang terakhir ini part yang terakhir. Sabar 10 menit lagi sudah
[46:29] terakhir. Sabar 10 menit lagi sudah selesai gitu ya, Teman-teman. Jadi yang
[46:32] selesai gitu ya, Teman-teman. Jadi yang terakhir bagaimana sih membangun tim
[46:34] terakhir bagaimana sih membangun tim yang adaptif dan kolaboratif? Next.
[46:37] yang adaptif dan kolaboratif? Next. Ini eh kita mengutip dari bukunya si
[46:40] Ini eh kita mengutip dari bukunya si Bruce Tokman The Power of Tim Journey.
[46:43] Bruce Tokman The Power of Tim Journey. Next. Jadi kita dilihat ada lima tahap
[46:46] Next. Jadi kita dilihat ada lima tahap perkembangan tim dari Misterman. Yang
[46:49] perkembangan tim dari Misterman. Yang pertama storming.
[46:51] pertama storming. Eh, sori forming, storming, norming. Ini
[46:53] Eh, sori forming, storming, norming. Ini tiga dulu nih. Kalau forming tuh bisa
[46:56] tiga dulu nih. Kalau forming tuh bisa dibilang, "Oke, mungkin aku
[46:57] dibilang, "Oke, mungkin aku menganalogikan kalau misalnya kita mau
[47:00] menganalogikan kalau misalnya kita mau bikin tim festival gitu kan. Dari 100
[47:02] bikin tim festival gitu kan. Dari 100 orang ke di sini anggaplah kalian yang
[47:04] orang ke di sini anggaplah kalian yang terpilih gitu kan. Nah, mungkin
[47:07] terpilih gitu kan. Nah, mungkin pertemuan pertama biasanya kita ngapain
[47:08] pertemuan pertama biasanya kita ngapain dulu?
[47:11] dulu? Kalau misalnya kalian baru ketemu nih,
[47:12] Kalau misalnya kalian baru ketemu nih, mungkin si dari tim bisnis, dari tim IT,
[47:15] mungkin si dari tim bisnis, dari tim IT, dari tim marketing gitu kan, pasti ke
[47:17] dari tim marketing gitu kan, pasti ke pertemuan pertama ngapain dulu?
[47:19] pertemuan pertama ngapain dulu? Kenalan dulu. Betul. Ya kan? Karena kan
[47:22] Kenalan dulu. Betul. Ya kan? Karena kan kita enggak tahu nih satu sama lain.
[47:24] kita enggak tahu nih satu sama lain. Terus biasanya setelah kenalan ngapain?
[47:29] Pasti kan ada mulai apa? Tukar ide kan.
[47:32] Pasti kan ada mulai apa? Tukar ide kan. Sharing ide. Oh, ideku lebih bagus,
[47:34] Sharing ide. Oh, ideku lebih bagus, ideku lebih bagus dari tim IT marketing.
[47:36] ideku lebih bagus dari tim IT marketing. Kita punya ide lebih bagus. Nah, di situ
[47:38] Kita punya ide lebih bagus. Nah, di situ muncul biasanya konflik gitu. Karena
[47:41] muncul biasanya konflik gitu. Karena pasti masing-masing kita merasa oh ide
[47:43] pasti masing-masing kita merasa oh ide bagus gitu. Terus nomor T apa nih? Nomor
[47:48] bagus gitu. Terus nomor T apa nih? Nomor tiga
[47:49] tiga biasanya mungkin oke anggap aja kalau
[47:51] biasanya mungkin oke anggap aja kalau kalian jadi leadernya nih setelah kalau
[47:52] kalian jadi leadernya nih setelah kalau ada konflik kalian ngapain?
[47:57] Kenapa?
[47:59] Kenapa? Kalau misalnya tim kalian ada konflik
[48:01] Kalau misalnya tim kalian ada konflik biasanya sebagai leader kalian akan
[48:02] biasanya sebagai leader kalian akan ngapain?
[48:06] Mungkin pasti biasanya didudukin bareng
[48:08] Mungkin pasti biasanya didudukin bareng kan. Didudukin bareng diajak ngobrol
[48:10] kan. Didudukin bareng diajak ngobrol gitu ya menyamakan visi misi lagi. Iya
[48:13] gitu ya menyamakan visi misi lagi. Iya kan? Ayo dong guys. Kayak kenapa harus
[48:16] kan? Ayo dong guys. Kayak kenapa harus berantem gitu kan. Iya. Misalnya idenya
[48:18] berantem gitu kan. Iya. Misalnya idenya marketing dipakai di hal ini, idenya IT
[48:20] marketing dipakai di hal ini, idenya IT dipakai di hal ini, gitu ya. Jadi ini
[48:22] dipakai di hal ini, gitu ya. Jadi ini kita menyamakan lagi visi dan misinya
[48:25] kita menyamakan lagi visi dan misinya atau bisa dibilang komunikasi.
[48:28] atau bisa dibilang komunikasi. Next.
[48:29] Next. Nah, yang keempat performing. Nah, ini
[48:31] Nah, yang keempat performing. Nah, ini performing bisa dibilang tim
[48:33] performing bisa dibilang tim masing-masing sudah bisa jalan sendiri
[48:35] masing-masing sudah bisa jalan sendiri gitu. Jadi mungkin yang bagian bikin
[48:37] gitu. Jadi mungkin yang bagian bikin slide atau bagian yang konteks sama
[48:39] slide atau bagian yang konteks sama vendor enggak perlu disuruh sudah bisa
[48:41] vendor enggak perlu disuruh sudah bisa jalan sendiri karena masing-masing sudah
[48:43] jalan sendiri karena masing-masing sudah tahu tugasnya apa gitu. Dan yang
[48:46] tahu tugasnya apa gitu. Dan yang terakhir journing. Biasanya setelah ada
[48:49] terakhir journing. Biasanya setelah ada event pasti ada apa selesainya?
[48:52] event pasti ada apa selesainya? Ada apa?
[48:54] Ada apa? Evaluasi. Betul. Atau makan-makan lah
[48:56] Evaluasi. Betul. Atau makan-makan lah bisa dibilang gitu kan sebelum timnya
[48:58] bisa dibilang gitu kan sebelum timnya diisband. Jadi ini biasanya tahap
[49:00] diisband. Jadi ini biasanya tahap terakhir journing seperti itu. Eh next
[49:06] terakhir journing seperti itu. Eh next ya. Ini sebenarnya sama juga sih
[49:08] ya. Ini sebenarnya sama juga sih performing. Kalau sebagai leader ya
[49:09] performing. Kalau sebagai leader ya pasti dikumpulin dulu terus kedua diajak
[49:12] pasti dikumpulin dulu terus kedua diajak ngobrol. kasih tahu, harus kasih tahu
[49:14] ngobrol. kasih tahu, harus kasih tahu juga visi dan misinya supaya orang tuh
[49:15] juga visi dan misinya supaya orang tuh ngerti maksud dan tujuan bikin tim ini
[49:18] ngerti maksud dan tujuan bikin tim ini tuh apa gitu kan. Dan yang norming itu
[49:20] tuh apa gitu kan. Dan yang norming itu juga kita sebagai ee leader mendukung
[49:24] juga kita sebagai ee leader mendukung atau mendorong timnya untuk
[49:26] atau mendorong timnya untuk berpartisipasi.
[49:27] berpartisipasi. Next.
[49:29] Next. Yang keempat juga yang tadi eh
[49:31] Yang keempat juga yang tadi eh performing memberikan kepercayaan sama
[49:33] performing memberikan kepercayaan sama timnya untuk melakukan tugasnya. Kadang
[49:35] timnya untuk melakukan tugasnya. Kadang ada kan leader yang kayak eh kamu udah
[49:36] ada kan leader yang kayak eh kamu udah sampai mana? Eh kamu sudah sampai mana?
[49:38] sampai mana? Eh kamu sudah sampai mana? Microanage banget kan. Jadinya timnya
[49:41] Microanage banget kan. Jadinya timnya ini enggak enggak mau kerja karena
[49:43] ini enggak enggak mau kerja karena terlalu diatur gitu. Nah, justru sebagai
[49:45] terlalu diatur gitu. Nah, justru sebagai leader kita harus memberikan kepercayaan
[49:47] leader kita harus memberikan kepercayaan supaya timnya bisa perform sendiri. Yang
[49:49] supaya timnya bisa perform sendiri. Yang terakhirning istilahnya kayak say thank
[49:52] terakhirning istilahnya kayak say thank you sebagai leader kita perlu say thank
[49:55] you sebagai leader kita perlu say thank you sama tim kita ya. Mungkin entah dia
[49:57] you sama tim kita ya. Mungkin entah dia makan-makan atau kirim eh message di
[50:00] makan-makan atau kirim eh message di WhatsApp grup bilang aja thank you ya
[50:02] WhatsApp grup bilang aja thank you ya udah kerja keras. Nah itu sangat berarti
[50:04] udah kerja keras. Nah itu sangat berarti buat timnya gitu. Oke next.
[50:07] buat timnya gitu. Oke next. Oke, sebenarnya sudah selesai. Yeay,
[50:10] Oke, sebenarnya sudah selesai. Yeay, sudah selesai.
[50:12] sudah selesai. Sudah selesai ini, Teman-teman. Jadi,
[50:13] Sudah selesai ini, Teman-teman. Jadi, kalian oke,
[50:18] mungkin ini sesi pertanyaan atau ada
[50:20] mungkin ini sesi pertanyaan atau ada yang ada yang enggak jelas mau bertanya
[50:21] yang ada yang enggak jelas mau bertanya boleh atau memberikan additional insight
[50:25] boleh atau memberikan additional insight juga boleh dari pengalaman kalian
[50:27] juga boleh dari pengalaman kalian sendiri. Mungkin tuh insight bisa buat
[50:29] sendiri. Mungkin tuh insight bisa buat buat aku, bisa buat teman-teman juga
[50:31] buat aku, bisa buat teman-teman juga gitu. Ada yang mau bertanya dulu enggak
[50:34] gitu. Ada yang mau bertanya dulu enggak nih? Oke, Teman-teman kita sudah masuk
[50:36] nih? Oke, Teman-teman kita sudah masuk ke sesi Q&A. Ada yang mau bertanya boleh
[50:39] ke sesi Q&A. Ada yang mau bertanya boleh raise hand sekarang atau teman-teman
[50:41] raise hand sekarang atau teman-teman yang hadir secara online juga boleh. Di
[50:45] yang hadir secara online juga boleh. Di sini sudah masuk nih pertanyaan dari
[50:47] sini sudah masuk nih pertanyaan dari William Natanael dari Zoom. Permisi,
[50:50] William Natanael dari Zoom. Permisi, Kak. Ingin bertanya kapan sebuah masalah
[50:52] Kak. Ingin bertanya kapan sebuah masalah terlihat adaptif tapi sebenarnya cuma
[50:54] terlihat adaptif tapi sebenarnya cuma teknikal yang purly executif.
[50:57] teknikal yang purly executif. Oke. Hai, Natanael. Ee ini jujur kalau
[51:02] Oke. Hai, Natanael. Ee ini jujur kalau misal sebenarnya adaptif itu dari
[51:04] misal sebenarnya adaptif itu dari bagaimana cara kita menyikapi sebuah
[51:06] bagaimana cara kita menyikapi sebuah masalah seperti itu. Ee kalau karena
[51:10] masalah seperti itu. Ee kalau karena kalau masalah bukannya kayak masalah tuh
[51:12] kalau masalah bukannya kayak masalah tuh bukan adaptif, tapi maksudnya di di satu
[51:15] bukan adaptif, tapi maksudnya di di satu masalah kita harus bersikap adaptif
[51:17] masalah kita harus bersikap adaptif untuk bisa menyelesaikan masalah itu
[51:19] untuk bisa menyelesaikan masalah itu supaya ee yang
[51:23] supaya ee yang technicalities yang purly executed itu
[51:25] technicalities yang purly executed itu bisa benar. mungkin ee contohnya entar
[51:28] bisa benar. mungkin ee contohnya entar aku berpikir dulu nih apa ya masalah
[51:30] aku berpikir dulu nih apa ya masalah yang fully executed ya. Ya anggaplah
[51:33] yang fully executed ya. Ya anggaplah tadi gitu kan kalau misalnya kalian mau
[51:35] tadi gitu kan kalau misalnya kalian mau bikin event gitu kan. Nah cuman mungkin
[51:39] bikin event gitu kan. Nah cuman mungkin ee pada saat event berlangsung tiba-tiba
[51:44] ee pada saat event berlangsung tiba-tiba mungkin ada masalah di sound system atau
[51:46] mungkin ada masalah di sound system atau masalah di cuaca gitu kan. Nah, gimana
[51:49] masalah di cuaca gitu kan. Nah, gimana caranya supaya kita bisa quote unquote
[51:52] caranya supaya kita bisa quote unquote adaptif gitu. Yang pasti satu, kalau
[51:54] adaptif gitu. Yang pasti satu, kalau misalnya udah masalah ee sistem,
[51:57] misalnya udah masalah ee sistem, percayakan sama timnya supaya mereka
[51:58] percayakan sama timnya supaya mereka ditanya aja timnya kira-kira your
[52:00] ditanya aja timnya kira-kira your suggestion apa gitu kan ya. Mungkin bisa
[52:03] suggestion apa gitu kan ya. Mungkin bisa pinjam sound system sementara gitu kan
[52:06] pinjam sound system sementara gitu kan dari gedung lain atau kita bisa levon
[52:08] dari gedung lain atau kita bisa levon vendor sound system atau mungkin kalau
[52:11] vendor sound system atau mungkin kalau misalnya di saat tiba-tiba cuaca hujan
[52:13] misalnya di saat tiba-tiba cuaca hujan padahal tadi pagi cerah. Nah, mungkin
[52:15] padahal tadi pagi cerah. Nah, mungkin bisa ee acaranya dipindahin ke dalam.
[52:18] bisa ee acaranya dipindahin ke dalam. Jadi lebih ke bagaimana cara kita
[52:19] Jadi lebih ke bagaimana cara kita bereaksi untuk dalam menghadapi suatu
[52:22] bereaksi untuk dalam menghadapi suatu masalah itu bisa dulu namanya adaptif
[52:24] masalah itu bisa dulu namanya adaptif seperti itu.
[52:28] William juga menambahkan nih ada
[52:30] William juga menambahkan nih ada pertanyaan tambahan apa aja common
[52:33] pertanyaan tambahan apa aja common mistake saat orang mencoba menerapkan
[52:35] mistake saat orang mencoba menerapkan adaptive leadership pertama kali, Kak?
[52:38] adaptive leadership pertama kali, Kak? Oke, biasanya kala mistake-nya seperti
[52:40] Oke, biasanya kala mistake-nya seperti yang tadi saya bilang, kita pasti merasa
[52:42] yang tadi saya bilang, kita pasti merasa kita yang paling tahu, ya kan? Kalau
[52:45] kita yang paling tahu, ya kan? Kalau misal masing-masing pasti merasa kita
[52:47] misal masing-masing pasti merasa kita paling tahu dalam bidang kita sendiri
[52:49] paling tahu dalam bidang kita sendiri atau mungkin saat bikin event, oh karena
[52:51] atau mungkin saat bikin event, oh karena aku ketua ketua event aku sudah tahu nih
[52:53] aku ketua ketua event aku sudah tahu nih caranya harus run the event atau run the
[52:55] caranya harus run the event atau run the show. Padahal
[52:57] show. Padahal makanya tadi paling penting adalah eh
[53:00] makanya tadi paling penting adalah eh step kedua gitu kan. Step kedua di saat
[53:03] step kedua gitu kan. Step kedua di saat kita norming. Eh step ketiga norming itu
[53:05] kita norming. Eh step ketiga norming itu di saat kita komunikasi satu sama lain.
[53:08] di saat kita komunikasi satu sama lain. Jadi kita harus tahu teman-teman kita
[53:09] Jadi kita harus tahu teman-teman kita maunya gimana, visi dan misinya gimana.
[53:12] maunya gimana, visi dan misinya gimana. Menyamakan visi dan misi dulu. seperti
[53:15] Menyamakan visi dan misi dulu. seperti itu atau menyamakan goals lah. Kalau
[53:17] itu atau menyamakan goals lah. Kalau misalnya kalian disuruh bikin tugas sama
[53:19] misalnya kalian disuruh bikin tugas sama guru kalian, pasti goals-nya satu kan
[53:21] guru kalian, pasti goals-nya satu kan supaya tugasnya selesai seperti itu.
[53:22] supaya tugasnya selesai seperti itu. Jadi menyamakan goals, visi dan misi
[53:25] Jadi menyamakan goals, visi dan misi seperti itu.
[53:26] seperti itu. Oke, seperti itu ya William ya. Semoga
[53:28] Oke, seperti itu ya William ya. Semoga menjawab. Untuk teman-teman onsite mau
[53:31] menjawab. Untuk teman-teman onsite mau bertanya. Iya,
[53:35] boleh disebutkan nama dan Nim ya dan
[53:38] boleh disebutkan nama dan Nim ya dan jurusan KBO
[53:41] jurusan KBO NIM enggak usah deh. Jurusan aja.
[53:43] NIM enggak usah deh. Jurusan aja. Terima kasih. Halo, saya namanya Joina
[53:45] Terima kasih. Halo, saya namanya Joina Avelina. Eh, saya dari eh School of
[53:49] Avelina. Eh, saya dari eh School of jurusan Komputer Sains Cloud. Eh, saya
[53:52] jurusan Komputer Sains Cloud. Eh, saya ingin bertanya kepada Kakak, ada tips ee
[53:58] ingin bertanya kepada Kakak, ada tips ee yang
[54:00] yang tips menerapkan eh adaptive leadership
[54:04] tips menerapkan eh adaptive leadership ee terutama eh kalau saya penyandang
[54:08] ee terutama eh kalau saya penyandang ee penyandang disabilitas ee mungkin
[54:10] ee penyandang disabilitas ee mungkin fisik mungkin mental ya
[54:12] fisik mungkin mental ya kayak gitu.
[54:20] Oke, Evelina, thank you buat
[54:23] Oke, Evelina, thank you buat pertanyaannya. Eh, sebenarnya kalau
[54:25] pertanyaannya. Eh, sebenarnya kalau adaptive leadership ini caranya supaya
[54:28] adaptive leadership ini caranya supaya bisa diterapkan gitu ya, mungkin even
[54:30] bisa diterapkan gitu ya, mungkin even mungkin kita dengan disabilitas.
[54:32] mungkin kita dengan disabilitas. Sebenarnya memang ini sesuatu yang susah
[54:35] Sebenarnya memang ini sesuatu yang susah gitu. Maksudnya even untuk leader-leader
[54:36] gitu. Maksudnya even untuk leader-leader yang contohnya boomers pun mungkin susah
[54:39] yang contohnya boomers pun mungkin susah diterapkan karena bisa dibilang
[54:42] diterapkan karena bisa dibilang masing-masing orang sudah punya ee
[54:44] masing-masing orang sudah punya ee persepsinya sendiri gitu kan. Karena
[54:47] persepsinya sendiri gitu kan. Karena kita grow up with a different parents.
[54:49] kita grow up with a different parents. Itu aja eh beda-beda orang tua,
[54:51] Itu aja eh beda-beda orang tua, beda-beda pola asuh itu akan membentuk
[54:53] beda-beda pola asuh itu akan membentuk pola pikir kita sendiri. Nah, tapi yang
[54:55] pola pikir kita sendiri. Nah, tapi yang bisa diterapkan adalah bagaimana kita
[54:57] bisa diterapkan adalah bagaimana kita harus selalu open minded. Kayak kita
[55:00] harus selalu open minded. Kayak kita harus berpikir bahwa semua orang ini
[55:01] harus berpikir bahwa semua orang ini beda. Mungkin mereka enggak akan ngerti
[55:03] beda. Mungkin mereka enggak akan ngerti apa yang aku omongin. Kita enggak bisa
[55:05] apa yang aku omongin. Kita enggak bisa langsung punya satu pola pikir yang
[55:07] langsung punya satu pola pikir yang sama. Jadi, yang pasti sori.
[55:14] Heeh.
[55:16] Heeh. Iya.
[55:25] Oh iya ya. Ini ini sebenarnya berlaku
[55:27] Oh iya ya. Ini ini sebenarnya berlaku untuk umum juga gitu. Yang pasti satu ee
[55:31] untuk umum juga gitu. Yang pasti satu ee kayak tadi aku bilang kan semua orang
[55:32] kayak tadi aku bilang kan semua orang mungkin bisa punya pola pikir yang
[55:34] mungkin bisa punya pola pikir yang berbeda gitu kan. Jadi kita pun harus
[55:37] berbeda gitu kan. Jadi kita pun harus satu open minded itu dulu open minded
[55:39] satu open minded itu dulu open minded dan mau belajar gitu mau belajar
[55:41] dan mau belajar gitu mau belajar bagaimana untuk menjadi leader yang
[55:42] bagaimana untuk menjadi leader yang baik. Karena leadership skills itu bukan
[55:45] baik. Karena leadership skills itu bukan sesuatu yang gampang dicapai. itu perlu
[55:48] sesuatu yang gampang dicapai. itu perlu waktu bertahun-tahun juga untuk belajar
[55:50] waktu bertahun-tahun juga untuk belajar menjadi seseorang ya leader yang baik,
[55:52] menjadi seseorang ya leader yang baik, leader yang berkarisma itu bukan sesuatu
[55:54] leader yang berkarisma itu bukan sesuatu yang gampang kayak oh ikutan leadership
[55:56] yang gampang kayak oh ikutan leadership training then besok kamu jadi a good
[55:57] training then besok kamu jadi a good leader. Enggak gitu. Jadi perlu praktis
[56:00] leader. Enggak gitu. Jadi perlu praktis praktis apa yang udah pernah kita
[56:02] praktis apa yang udah pernah kita pelajarin. Enggak ada cara lain. There
[56:04] pelajarin. Enggak ada cara lain. There is no shortcut I would say.
[56:06] is no shortcut I would say. I to
[56:14] h
[56:17] ok iya itu memang masih sering terjadi
[56:21] ok iya itu memang masih sering terjadi enggak apa-apa cuman I believe everybody
[56:24] enggak apa-apa cuman I believe everybody have their own place sihel maksudnya
[56:26] have their own place sihel maksudnya kalau misalnya satu perusahaan menolak
[56:28] kalau misalnya satu perusahaan menolak kamu cuman karena with own disability
[56:31] kamu cuman karena with own disability tapi mereka apa ya gak melihat skill
[56:33] tapi mereka apa ya gak melihat skill kamu itu mereka yang rugi
[56:35] kamu itu mereka yang rugi gitu. Bukan kamu yang rugi, mereka yang
[56:37] gitu. Bukan kamu yang rugi, mereka yang rugi karena mereka tidak menerima otak
[56:39] rugi karena mereka tidak menerima otak kamu dan capability kamu seperti itu.
[56:42] kamu dan capability kamu seperti itu. Jadi kalau perusahaan masih diskriminasi
[56:44] Jadi kalau perusahaan masih diskriminasi itu question mark. Dan kebetulan di
[56:46] itu question mark. Dan kebetulan di Indonesia ini ee sudah ada beberapa
[56:49] Indonesia ini ee sudah ada beberapa bukan beberapa sih sudah ada peraturan
[56:51] bukan beberapa sih sudah ada peraturan pemerintah yang setiap apa setiap ee
[56:55] pemerintah yang setiap apa setiap ee perusahaan diharuskan menyerap tenaga
[56:57] perusahaan diharuskan menyerap tenaga yang berkebutuhan khusus seperti itu.
[56:59] yang berkebutuhan khusus seperti itu. Makanya sekarang kita lagi gencar-gencar
[57:01] Makanya sekarang kita lagi gencar-gencar juga yang namanya eh
[57:05] juga yang namanya eh diversity and inclusivity seperti itu.
[57:07] diversity and inclusivity seperti itu. Jadi kebanyakan kalau multinational
[57:09] Jadi kebanyakan kalau multinational company mereka pasti open. Jadi kalau
[57:12] company mereka pasti open. Jadi kalau misalnya Felina jangan jangan apa ya,
[57:15] misalnya Felina jangan jangan apa ya, jangan malu pokoknya tetap lamar aja
[57:18] jangan malu pokoknya tetap lamar aja gitu kan ya. Pasti suatu saat mungkin
[57:21] gitu kan ya. Pasti suatu saat mungkin ada tempat yang memang mereka open gitu.
[57:22] ada tempat yang memang mereka open gitu. Maksudnya kebanyakan multinational
[57:24] Maksudnya kebanyakan multinational company gitu. Jadi ee
[57:27] company gitu. Jadi ee pokoknya kalau misalnya mereka menolak
[57:29] pokoknya kalau misalnya mereka menolak kita karena mungkin ya disability itu
[57:32] kita karena mungkin ya disability itu ruginya mereka kok, bukan rugi kita
[57:35] ruginya mereka kok, bukan rugi kita gitu.
[57:36] gitu. Oke, seperti itu ya. Semoga menjawab ya.
[57:39] Oke, seperti itu ya. Semoga menjawab ya. Oke, kita move ke Zoom lagi. Di sini ada
[57:42] Oke, kita move ke Zoom lagi. Di sini ada bisa dikasih goodbag-nya aja.
[57:44] bisa dikasih goodbag-nya aja. Oh, I.
[57:47] Oke, kita move ke yang di Zoom dari
[57:50] Oke, kita move ke yang di Zoom dari Gisela. Pagi, Kak. Kak, saya mau nanya
[57:53] Gisela. Pagi, Kak. Kak, saya mau nanya sebagai fres graduate yang mungkin belum
[57:55] sebagai fres graduate yang mungkin belum punya posisi atau pengaruh di tim,
[57:58] punya posisi atau pengaruh di tim, bagaimana kita bisa mulai menerapkan
[58:00] bagaimana kita bisa mulai menerapkan adaptive leadership tanpa terlihat
[58:02] adaptive leadership tanpa terlihat terlalu ambisius atau malah melangkahi
[58:04] terlalu ambisius atau malah melangkahi peran atasan? Samaakah? Saya mau nanya,
[58:06] peran atasan? Samaakah? Saya mau nanya, misalnya kita masuk ke lingkungan kerja
[58:09] misalnya kita masuk ke lingkungan kerja yang resistensi terhadap perubahan cukup
[58:12] yang resistensi terhadap perubahan cukup tinggi. Apa langkah kecil yang realistis
[58:14] tinggi. Apa langkah kecil yang realistis untuk tetap bersikap adaptif tanpa
[58:16] untuk tetap bersikap adaptif tanpa membuat konten?
[58:18] membuat konten? Oke, ini mungkin yang real life banget
[58:20] Oke, ini mungkin yang real life banget kali ya. Kalau untuk pertanyaan pertama
[58:23] kali ya. Kalau untuk pertanyaan pertama misalah ee paling gampang adalah be
[58:29] misalah ee paling gampang adalah be semua orang gitu. Karena kalau misalnya
[58:34] semua orang gitu. Karena kalau misalnya gimana ya, kalau misalnya kita berteman
[58:36] gimana ya, kalau misalnya kita berteman sama semua orang pasti kan in a way eh
[58:39] sama semua orang pasti kan in a way eh kita sendiri punya positive image gitu
[58:41] kita sendiri punya positive image gitu kan eh di hadapan semua orang at least
[58:43] kan eh di hadapan semua orang at least yang satu tim lah gitu. Dan kalaupun
[58:45] yang satu tim lah gitu. Dan kalaupun misalnya kalau mereka sudah punya
[58:47] misalnya kalau mereka sudah punya positive image sama kita, kalaupun kita
[58:49] positive image sama kita, kalaupun kita mau menyampaikan pendapat atau kita mau
[58:51] mau menyampaikan pendapat atau kita mau sharing pasti juga enggak akan dilihat
[58:55] sharing pasti juga enggak akan dilihat snobby gitu. Dan ee yang pasti memang
[59:00] snobby gitu. Dan ee yang pasti memang apalagi di Indonesia ya, culture
[59:01] apalagi di Indonesia ya, culture Indonesia kan sangat menomor satukan
[59:05] Indonesia kan sangat menomor satukan tata krama gitu. Jadi yang pasti memang
[59:08] tata krama gitu. Jadi yang pasti memang kita harus berusaha berteman dulu gitu.
[59:10] kita harus berusaha berteman dulu gitu. Karena kan kalaupun kita kalau misalnya
[59:11] Karena kan kalaupun kita kalau misalnya sudah berteman terus kayak teman
[59:12] sudah berteman terus kayak teman menyatakan pendapat, kita pasti enggak
[59:14] menyatakan pendapat, kita pasti enggak akan merasa teman kita tuh sombong kan.
[59:15] akan merasa teman kita tuh sombong kan. Pasti kita merasa oh ya benar juga nih
[59:17] Pasti kita merasa oh ya benar juga nih teman saya nih. Seperti itu. Jadi even
[59:20] teman saya nih. Seperti itu. Jadi even sama atasan pun juga brief friendly aja
[59:22] sama atasan pun juga brief friendly aja ya. Mungkin bisa dimulai dari say hi
[59:25] ya. Mungkin bisa dimulai dari say hi good morning Bapak Ibu gitu kan bukan
[59:27] good morning Bapak Ibu gitu kan bukan berarti kissing ya itu beda. Kalau
[59:29] berarti kissing ya itu beda. Kalau misalnya as kissing kan kayak terlalu
[59:31] misalnya as kissing kan kayak terlalu iya Bapak ini saya bawain tasnya jangan
[59:34] iya Bapak ini saya bawain tasnya jangan seperti itu. Jadi be friendly aja sama
[59:37] seperti itu. Jadi be friendly aja sama teman-teman dan sama atasan seperti itu.
[59:40] teman-teman dan sama atasan seperti itu. Terus kalau yang kedua misalnya masuk
[59:43] Terus kalau yang kedua misalnya masuk lingkungan kerja yang resistensi
[59:45] lingkungan kerja yang resistensi terhadap perubahan cukup tinggi. Apa
[59:47] terhadap perubahan cukup tinggi. Apa langkah kecil yang realistis untuk tetap
[59:49] langkah kecil yang realistis untuk tetap bersikap adaptif tanpa membuat konflik?
[59:52] bersikap adaptif tanpa membuat konflik? Kalau misalnya memang masih anak baru
[59:55] Kalau misalnya memang masih anak baru gitu kan ee enggak apa-apa kalau
[59:58] gitu kan ee enggak apa-apa kalau misalnya kamu ada share misalnya contoh
[59:59] misalnya kamu ada share misalnya contoh sharing knowledge tadi itu kan atau kamu
[01:00:01] sharing knowledge tadi itu kan atau kamu menyampaikan pendapat enggak apa-apa
[01:00:03] menyampaikan pendapat enggak apa-apa sampaikan pendapat dengan sopan tapi
[01:00:04] sampaikan pendapat dengan sopan tapi kalau ditolak ya udah bilang oh ya sudah
[01:00:07] kalau ditolak ya udah bilang oh ya sudah terima kasih pendapat saya sudah
[01:00:08] terima kasih pendapat saya sudah didengarkan
[01:00:10] didengarkan it's ok dan maksudnya memang karena
[01:00:12] it's ok dan maksudnya memang karena kalau perusahaan yang sangat besar itu
[01:00:15] kalau perusahaan yang sangat besar itu untuk berubah itu sangat susah cara
[01:00:18] untuk berubah itu sangat susah cara kerja berubah sangat susah contoh nih
[01:00:20] kerja berubah sangat susah contoh nih mungkin kalau Mister DIY AW di AW kan
[01:00:23] mungkin kalau Mister DIY AW di AW kan kita punya sekitar 12.000 pegawai
[01:00:25] kita punya sekitar 12.000 pegawai sekarang. Kalau misalnya kita mau
[01:00:27] sekarang. Kalau misalnya kita mau merubah suatu cara itu perlu mungkin
[01:00:30] merubah suatu cara itu perlu mungkin perlu ee adjust adjustment sampai ke
[01:00:33] perlu ee adjust adjustment sampai ke level terendah dan itu mungkin sesuatu
[01:00:35] level terendah dan itu mungkin sesuatu yang perlu waktu untuk berubah gitu.
[01:00:37] yang perlu waktu untuk berubah gitu. Jadi memang kalau mau masuk ke
[01:00:40] Jadi memang kalau mau masuk ke perusahaan yang besar ee salah satu
[01:00:43] perusahaan yang besar ee salah satu challenge-nya adalah menghadapi mungkin
[01:00:44] challenge-nya adalah menghadapi mungkin perusahaan bisa dibilang orang-orang
[01:00:46] perusahaan bisa dibilang orang-orang lama yang resisten untuk berubah gitu
[01:00:49] lama yang resisten untuk berubah gitu tapi caranya tetap be friendly gitu kan.
[01:00:51] tapi caranya tetap be friendly gitu kan. dan mungkin pelan-pelan bisa menunjukkan
[01:00:53] dan mungkin pelan-pelan bisa menunjukkan oh ini loh ada cara kerja yang lebih
[01:00:54] oh ini loh ada cara kerja yang lebih baik. Itu juga pernah terjadi sama saya.
[01:00:57] baik. Itu juga pernah terjadi sama saya. Jadi memang awal-awal mungkin orang
[01:00:59] Jadi memang awal-awal mungkin orang lihat ini siapa anak baru masuk ee jalan
[01:01:02] lihat ini siapa anak baru masuk ee jalan petatang-petenteng padahal enggak maksud
[01:01:04] petatang-petenteng padahal enggak maksud gitu kan. Tapi lebih friendly aja nanti
[01:01:06] gitu kan. Tapi lebih friendly aja nanti pelan-pelan mereka juga akan
[01:01:07] pelan-pelan mereka juga akan mendengarkan ide kita atau pendapat kita
[01:01:10] mendengarkan ide kita atau pendapat kita seperti itu.
[01:01:12] seperti itu. Oke.
[01:01:12] Oke. Oke ya kita back to yang onside. Ada
[01:01:15] Oke ya kita back to yang onside. Ada yang mau bertanya teman-teman? Oke,
[01:01:23] ini masih ada goodie bag loh,
[01:01:25] ini masih ada goodie bag loh, Teman-teman. Masa enggak ada yang mau
[01:01:26] Teman-teman. Masa enggak ada yang mau bertanya lagi, sayang? Kalau misalnya
[01:01:28] bertanya lagi, sayang? Kalau misalnya enggak diambil. Boleh. Kenis
[01:01:40] Angelina.
[01:01:42] Angelina. Saya jurusan DKP.
[01:01:45] Saya jurusan DKP. mau nanya kalau
[01:01:47] mau nanya kalau adaptive leadership ini kan kayak
[01:01:50] adaptive leadership ini kan kayak ibaratnya dipanggil leader yang santai
[01:01:53] ibaratnya dipanggil leader yang santai gitu kan. Kalau kadang itu perlu dibuat
[01:01:57] gitu kan. Kalau kadang itu perlu dibuat strik biar jalan itu gimana ya? Kayak
[01:01:59] strik biar jalan itu gimana ya? Kayak kadang biar tegas, buat tegas gitu
[01:02:02] kadang biar tegas, buat tegas gitu gimana?
[01:02:03] gimana? Oke, tunggu. Ini dosen benar kan tadi
[01:02:05] Oke, tunggu. Ini dosen benar kan tadi enggak saya dengar ya. Dosen ya
[01:02:07] enggak saya dengar ya. Dosen ya enggak jurusan DKV.
[01:02:08] enggak jurusan DKV. Jurusan DKV. Sori, aku tadi aku pikir
[01:02:10] Jurusan DKV. Sori, aku tadi aku pikir kayak ini dosen. Oke, sor. Angelina
[01:02:13] kayak ini dosen. Oke, sor. Angelina namanya ya. Chris. Chris. Oke, Kris.
[01:02:16] namanya ya. Chris. Chris. Oke, Kris. Oke. Eh, sebenarnya
[01:02:19] Oke. Eh, sebenarnya memang kadang-kadang kalau untuk jadi
[01:02:22] memang kadang-kadang kalau untuk jadi leader at some point kita bisa harus
[01:02:25] leader at some point kita bisa harus jadi firm, tapi at some point kita bisa
[01:02:27] jadi firm, tapi at some point kita bisa harus jadi eh friend. Ini yang susah
[01:02:31] harus jadi eh friend. Ini yang susah memang.
[01:02:32] memang. Ee tapi kalau mungkin kalau orang-orang
[01:02:35] Ee tapi kalau mungkin kalau orang-orang yang bisa dibilang kayak yang zaman
[01:02:37] yang bisa dibilang kayak yang zaman dulu, kenapa menerapkan kayak strik
[01:02:40] dulu, kenapa menerapkan kayak strik banget gitu? Karena tang enggak mungkin
[01:02:41] banget gitu? Karena tang enggak mungkin saat guru kita yang lama-lama sangat
[01:02:43] saat guru kita yang lama-lama sangat strik ke kita karena mungkin ee itu bisa
[01:02:46] strik ke kita karena mungkin ee itu bisa dibilang ya ada ada historinya dengan
[01:02:49] dibilang ya ada ada historinya dengan cara didik zaman dulu gitu kan. Di mana
[01:02:52] cara didik zaman dulu gitu kan. Di mana mungkin kayak dari histori Belanda gitu
[01:02:54] mungkin kayak dari histori Belanda gitu kan di saat pokoknya kalau enggak nurut
[01:02:55] kan di saat pokoknya kalau enggak nurut dipukul gitu kan anak-anak gitu ya. Tapi
[01:02:58] dipukul gitu kan anak-anak gitu ya. Tapi kan kalau sekarang zaman berubah dan
[01:03:00] kan kalau sekarang zaman berubah dan yang pasti em ya bagaimana cara kita
[01:03:04] yang pasti em ya bagaimana cara kita menerapkan batasan aja sih antara
[01:03:08] menerapkan batasan aja sih antara di saat kita jadi leader yang firm dan
[01:03:09] di saat kita jadi leader yang firm dan di saat kita jadi friend. Oke, mungkin
[01:03:12] di saat kita jadi friend. Oke, mungkin paling gampang ee mungkin saya ambil tim
[01:03:15] paling gampang ee mungkin saya ambil tim saya sendiri gitu ya. Tim saya salah
[01:03:16] saya sendiri gitu ya. Tim saya salah satunya itu Jensy.
[01:03:19] satunya itu Jensy. Jadi kadang kalau pas meeting biasanya
[01:03:21] Jadi kadang kalau pas meeting biasanya kalau saya meeting weekly 30 menit
[01:03:23] kalau saya meeting weekly 30 menit pertama tuh pasti kita akan ngebahas
[01:03:25] pertama tuh pasti kita akan ngebahas tentang kerjaan. Ya, di saat 30 menit
[01:03:27] tentang kerjaan. Ya, di saat 30 menit itu saya berusaha enggak ngasih excuse.
[01:03:30] itu saya berusaha enggak ngasih excuse. Kalau misalnya dia iya saya tuh gini
[01:03:31] Kalau misalnya dia iya saya tuh gini gini gini. Then what's your excuse?
[01:03:33] gini gini. Then what's your excuse? Kenapa enggak dikerjain gitu be firm
[01:03:36] Kenapa enggak dikerjain gitu be firm aja. Tapi setelah 30 menit nanti saya
[01:03:38] aja. Tapi setelah 30 menit nanti saya pasti ngajak ngobrol eh kenapa sih lu
[01:03:40] pasti ngajak ngobrol eh kenapa sih lu begini? Iya Ci. Soalnya kemarin gua baru
[01:03:42] begini? Iya Ci. Soalnya kemarin gua baru patah hati. Bisa begitu ngomong gitu.
[01:03:45] patah hati. Bisa begitu ngomong gitu. Jadi teman saya tahu nih, teman salah
[01:03:46] Jadi teman saya tahu nih, teman salah satu tim saya tuh ada yang begitu kalau
[01:03:47] satu tim saya tuh ada yang begitu kalau udah lagi patah hati mood-nya hancur
[01:03:50] udah lagi patah hati mood-nya hancur gitu. Jadi ee ya memang at some point
[01:03:53] gitu. Jadi ee ya memang at some point kita harus tetap ee kalau saat urusan
[01:03:55] kita harus tetap ee kalau saat urusan kerjaan fokus dulu ke urusan kerjaan. Be
[01:03:58] kerjaan fokus dulu ke urusan kerjaan. Be firm. Kalau saya pun misalnya mau tegur
[01:04:00] firm. Kalau saya pun misalnya mau tegur dia, saya tegur, "Eh, kenapa tugas lu
[01:04:02] dia, saya tegur, "Eh, kenapa tugas lu enggak kelar begini-begini? Masalah
[01:04:03] enggak kelar begini-begini? Masalah apa?" Kan udah diingetin berkali-kali
[01:04:05] apa?" Kan udah diingetin berkali-kali gitu. Kalau tegur tegur aja tapi nanti
[01:04:08] gitu. Kalau tegur tegur aja tapi nanti setelah itu, setelah misalnya udah kita
[01:04:10] setelah itu, setelah misalnya udah kita tegur gitu kan dan ya dengerin masalah
[01:04:13] tegur gitu kan dan ya dengerin masalah mereka tuh sebenarnya apa sih? Gu karena
[01:04:15] mereka tuh sebenarnya apa sih? Gu karena pasti orang juga akan lebih merespek
[01:04:18] pasti orang juga akan lebih merespek seseorang yang mau mendengarkan
[01:04:20] seseorang yang mau mendengarkan mendengarkan kita eh mendengarkan dia
[01:04:22] mendengarkan kita eh mendengarkan dia kalau misalnya punya masalah gitu. Dan
[01:04:24] kalau misalnya punya masalah gitu. Dan satu jangan judge gitu. Kalau misalnya
[01:04:28] satu jangan judge gitu. Kalau misalnya kita isi nge-judge orang biasanya orang
[01:04:30] kita isi nge-judge orang biasanya orang tuh sudah pastiang hilang respect sama
[01:04:32] tuh sudah pastiang hilang respect sama kita gitu. Terjawab atau kurang
[01:04:35] kita gitu. Terjawab atau kurang terjawab? Terjawab.
[01:04:37] terjawab? Terjawab. Thank you.
[01:04:38] Thank you. Kita back to Zoom ya. Di sini masih ada
[01:04:42] Kita back to Zoom ya. Di sini masih ada kayaknya. Iya.
[01:04:44] kayaknya. Iya. Iya. Nanti untuk goodbag-nya di akhir. I
[01:04:46] Iya. Nanti untuk goodbag-nya di akhir. I akir. Oke. Oke.
[01:04:52] Nah, di sini ada pertanyaan dari
[01:04:54] Nah, di sini ada pertanyaan dari Raymond.
[01:04:55] Raymond. Eh, halo Kak ingin bertanya sebagai
[01:04:57] Eh, halo Kak ingin bertanya sebagai leader. Kalau yang tadi kan sebagai
[01:04:59] leader. Kalau yang tadi kan sebagai bawahan ya. Kalau sekarang ini sebagai
[01:05:01] bawahan ya. Kalau sekarang ini sebagai leader. Sebagai leader, bagaimana cara
[01:05:03] leader. Sebagai leader, bagaimana cara kita kasih feedback atau kritik ke tim
[01:05:06] kita kasih feedback atau kritik ke tim tanpa mengurangi rasa motivasi kerja
[01:05:08] tanpa mengurangi rasa motivasi kerja mereka? Oke. Kalau sebagai leader untuk
[01:05:12] mereka? Oke. Kalau sebagai leader untuk kita kasih kritik atau feedback ke tim,
[01:05:14] kita kasih kritik atau feedback ke tim, kita fokus dulu di isunya gitu. Misalnya
[01:05:16] kita fokus dulu di isunya gitu. Misalnya contoh kayak balik lagi ke tim saya kali
[01:05:20] contoh kayak balik lagi ke tim saya kali ya supaya contoh nyata. Pernah ee tim
[01:05:23] ya supaya contoh nyata. Pernah ee tim saya tuh sudah 3 minggu kita bahas satu
[01:05:26] saya tuh sudah 3 minggu kita bahas satu posisi dan dia enggak fokus gitu kan.
[01:05:29] posisi dan dia enggak fokus gitu kan. Jadi saya ee jadi saya bilang lah lu 3
[01:05:32] Jadi saya ee jadi saya bilang lah lu 3 minggu ke mana? 3 minggu kita meeting
[01:05:34] minggu ke mana? 3 minggu kita meeting fokus ke mana nih? Gitu. Ini kenapa
[01:05:36] fokus ke mana nih? Gitu. Ini kenapa enggak kelar isunya apa? Jadi fokus di
[01:05:39] enggak kelar isunya apa? Jadi fokus di isunya eh Raymond. Jangan fokus ke
[01:05:42] isunya eh Raymond. Jangan fokus ke personality orangnya. Jangan menyerang
[01:05:44] personality orangnya. Jangan menyerang personality-nya. Jangan bilang, "Lu
[01:05:46] personality-nya. Jangan bilang, "Lu malas sih lu begini sih." Enggak.
[01:05:48] malas sih lu begini sih." Enggak. Pokoknya yang pasti kita harus ee fokus
[01:05:51] Pokoknya yang pasti kita harus ee fokus ke kritik pekerjaan dia. Jadi misalnya
[01:05:54] ke kritik pekerjaan dia. Jadi misalnya eh yang ini kerjaannya ee belum
[01:05:56] eh yang ini kerjaannya ee belum dimasukin ya, belum rapi ya reportnya.
[01:05:58] dimasukin ya, belum rapi ya reportnya. Terus yang ini mungkin belum ee
[01:06:00] Terus yang ini mungkin belum ee data-data data-data kandidat, data
[01:06:02] data-data data-data kandidat, data karyanya belum full nih, belum rapi
[01:06:04] karyanya belum full nih, belum rapi dibenerin ya. next week jangan kayak
[01:06:05] dibenerin ya. next week jangan kayak begitu lagi variant intinya kritik aja
[01:06:08] begitu lagi variant intinya kritik aja kesalahan di tapi jangan kritik
[01:06:10] kesalahan di tapi jangan kritik personality-nya seperti itu. Tapi
[01:06:13] personality-nya seperti itu. Tapi setelah dikritik tetap harus kasih kayak
[01:06:16] setelah dikritik tetap harus kasih kayak pujian atau mungkin bilang, "Oh, thank
[01:06:17] pujian atau mungkin bilang, "Oh, thank you ya yang role yang ini udah ke-close
[01:06:20] you ya yang role yang ini udah ke-close gitu." Jadi tetap harus kasih pujian,
[01:06:22] gitu." Jadi tetap harus kasih pujian, tetap harus say thank you seperti itu.
[01:06:26] tetap harus say thank you seperti itu. Oke, Teman-teman onside ada mau
[01:06:28] Oke, Teman-teman onside ada mau bertanya? Boleh di atas ya.
[01:06:39] Boleh disebutkan nama dan jurusan.
[01:06:47] Oke, perkenalkan nama saya Stepin
[01:06:49] Oke, perkenalkan nama saya Stepin Susanto dari jurusan DKV Animasi. Saya
[01:06:52] Susanto dari jurusan DKV Animasi. Saya ada pertanyaan sebagai leader, gimana
[01:06:54] ada pertanyaan sebagai leader, gimana sih caranya kita menjaga batasan agar
[01:06:56] sih caranya kita menjaga batasan agar tim tetap profesional namun tetap
[01:06:59] tim tetap profesional namun tetap terjaga keharmonisannya? Dan bagaimana
[01:07:01] terjaga keharmonisannya? Dan bagaimana sih seorang pemimpin itu membawa diri
[01:07:03] sih seorang pemimpin itu membawa diri agar dia tetap friendly tapi juga tetap
[01:07:06] agar dia tetap friendly tapi juga tetap disegani dan dihormati?
[01:07:11] Sori namanya siapa? Sutanto ya?
[01:07:14] Sori namanya siapa? Sutanto ya? Stepin.
[01:07:14] Stepin. Steevi sor aku berasa dengar MC jadi
[01:07:17] Steevi sor aku berasa dengar MC jadi kayak aku lupa namanya siapa. Maaf gitu.
[01:07:20] kayak aku lupa namanya siapa. Maaf gitu. Thank you buat pertanyaan Stefi. Eh
[01:07:21] Thank you buat pertanyaan Stefi. Eh sebenarnya mirip-mirip yang kayak tadi
[01:07:23] sebenarnya mirip-mirip yang kayak tadi ya. Jadi kalau jadi mungkin kalau
[01:07:26] ya. Jadi kalau jadi mungkin kalau misalnya mungkin meeting dulu lah atau
[01:07:28] misalnya mungkin meeting dulu lah atau meeting mingguan dari meeting mingguan
[01:07:30] meeting mingguan dari meeting mingguan kita fokus kayak
[01:07:32] kita fokus kayak oke kita fokus aja kayak misalnya kita
[01:07:35] oke kita fokus aja kayak misalnya kita ngomongin pekerjaan dulu nih sama jam
[01:07:37] ngomongin pekerjaan dulu nih sama jam kerja gitu tapi nanti kalau misalnya pas
[01:07:39] kerja gitu tapi nanti kalau misalnya pas jam makan siang gitu kan then you can
[01:07:41] jam makan siang gitu kan then you can hang out gitu jadi memang at some point
[01:07:44] hang out gitu jadi memang at some point mungkin jadi leader tuh kadang-kadang
[01:07:46] mungkin jadi leader tuh kadang-kadang bisa dibilang agak kesepian gitu jadi
[01:07:50] bisa dibilang agak kesepian gitu jadi kalau misalnya timnya lunch mungkin
[01:07:52] kalau misalnya timnya lunch mungkin sesekali ikut lunch sama mereka. Tapi
[01:07:54] sesekali ikut lunch sama mereka. Tapi jangan setiap hari gitu kan kita, "Eh,
[01:07:57] jangan setiap hari gitu kan kita, "Eh, kalian mau ke mana? Ikut dong." Nah,
[01:07:59] kalian mau ke mana? Ikut dong." Nah, kadang-kadang kan tim juga merasa bisa
[01:08:00] kadang-kadang kan tim juga merasa bisa jadi segan gitu ya kalau misalnya kita
[01:08:02] jadi segan gitu ya kalau misalnya kita ikutin, kita ikutin terus. Jadi biarin
[01:08:05] ikutin, kita ikutin terus. Jadi biarin tim kita berbaur sama yang lain. Contoh
[01:08:06] tim kita berbaur sama yang lain. Contoh kalau lunch, biarin aja mereka lunch
[01:08:08] kalau lunch, biarin aja mereka lunch sendiri. Kita mungkin lunch sendiri atau
[01:08:12] sendiri. Kita mungkin lunch sendiri atau lunch sama siapa gitu kan. Itu in way
[01:08:14] lunch sama siapa gitu kan. Itu in way juga memberikan batasan. Jadi kayak
[01:08:16] juga memberikan batasan. Jadi kayak jangan terlalu ikut campur sama
[01:08:18] jangan terlalu ikut campur sama kehidupan pribadi tim itu dulu. Atau
[01:08:21] kehidupan pribadi tim itu dulu. Atau jangan juga kita terlalu oversharing
[01:08:22] jangan juga kita terlalu oversharing juga nih sama tim misalnya eh iya gua
[01:08:24] juga nih sama tim misalnya eh iya gua begini-begini kayak bagaimana tim mau
[01:08:26] begini-begini kayak bagaimana tim mau melihat kita sebagai leader kalau kita
[01:08:28] melihat kita sebagai leader kalau kita kadang-adang suka oversharing untuk
[01:08:29] kadang-adang suka oversharing untuk hal-hal yang remeh-temeh gitu.
[01:08:32] hal-hal yang remeh-temeh gitu. Sebenarnya enggak apa-apa. Mungkin kalau
[01:08:33] Sebenarnya enggak apa-apa. Mungkin kalau kayak yang tadi saya misalnya setiap
[01:08:35] kayak yang tadi saya misalnya setiap weekend e bukan weekend setiap ee setiap
[01:08:38] weekend e bukan weekend setiap ee setiap minggu kita pasti ada weekly meeting.
[01:08:41] minggu kita pasti ada weekly meeting. Nah, di situ pun saya pasti setengah jam
[01:08:43] Nah, di situ pun saya pasti setengah jam pertama akan fokus ke kerjaan. Eh,
[01:08:45] pertama akan fokus ke kerjaan. Eh, kerjaan si A gimana, kerjaan si B
[01:08:47] kerjaan si A gimana, kerjaan si B gimana, kerjaan si C gimana. Benar-benar
[01:08:49] gimana, kerjaan si C gimana. Benar-benar fokus ngebahas kerjaan. Jangan bercanda.
[01:08:52] fokus ngebahas kerjaan. Jangan bercanda. Even kita tahu kita mau bercanda nih
[01:08:54] Even kita tahu kita mau bercanda nih pengin ngegangguin tim kita kan. Jangan
[01:08:55] pengin ngegangguin tim kita kan. Jangan bercanda dulu. Pokoknya fokus kerjaan.
[01:08:58] bercanda dulu. Pokoknya fokus kerjaan. Dan baru setelah itu tanyain, "Eh,
[01:08:59] Dan baru setelah itu tanyain, "Eh, howek, how weekend? atau kayak gimana di
[01:09:02] howek, how weekend? atau kayak gimana di rumah ada isu atau gimana seperti itu.
[01:09:05] rumah ada isu atau gimana seperti itu. Jadi bisa di mereka juga kalau ada isu
[01:09:07] Jadi bisa di mereka juga kalau ada isu tuh lebih apa ya mencarinya tuh kita
[01:09:09] tuh lebih apa ya mencarinya tuh kita bukan cari orang lain gitu. Sebenarnya
[01:09:11] bukan cari orang lain gitu. Sebenarnya sih software itu yang biasanya aku
[01:09:13] sih software itu yang biasanya aku terapi saya terapkan di tim. Jadi
[01:09:15] terapi saya terapkan di tim. Jadi kadang-kadang kalau misalnya ada isu
[01:09:16] kadang-kadang kalau misalnya ada isu kerjaan mereka pasti kayak eh cci ini
[01:09:18] kerjaan mereka pasti kayak eh cci ini kenapa si Bapak ini gini gini gini. Oh,
[01:09:20] kenapa si Bapak ini gini gini gini. Oh, ya udah ee fokus ke masalah ya udah ajak
[01:09:24] ya udah ee fokus ke masalah ya udah ajak ngobrol dulu bapaknya deh. Nanti e saya
[01:09:26] ngobrol dulu bapaknya deh. Nanti e saya yang datang ke Bapak supaya kita bisa
[01:09:28] yang datang ke Bapak supaya kita bisa nyelesai bareng-bareng seperti itu. Jadi
[01:09:30] nyelesai bareng-bareng seperti itu. Jadi back up juga buat tim. Jadi kalau
[01:09:32] back up juga buat tim. Jadi kalau misalnya timnya punya isu kita yang bisa
[01:09:34] misalnya timnya punya isu kita yang bisa bantu menyelesaikan masalah kalau mereka
[01:09:35] bantu menyelesaikan masalah kalau mereka tanya gitu. Kadang-kadang kan ada juga
[01:09:39] tanya gitu. Kadang-kadang kan ada juga leader yang kayak itu kan masalah lu
[01:09:40] leader yang kayak itu kan masalah lu sendiri, lu selesain sendirilah. Kenapa?
[01:09:42] sendiri, lu selesain sendirilah. Kenapa? Iya kan? Banyak yang kayak itu. Jadi
[01:09:44] Iya kan? Banyak yang kayak itu. Jadi kalau memang misalnya ya satu bagaimana
[01:09:46] kalau memang misalnya ya satu bagaimana cara kita bisa membantu mereka solve the
[01:09:48] cara kita bisa membantu mereka solve the problem itu juga yang paling penting.
[01:09:50] problem itu juga yang paling penting. Apakah kita membuat hidup mereka menjadi
[01:09:52] Apakah kita membuat hidup mereka menjadi lebih ringan atau justru kita malah
[01:09:54] lebih ringan atau justru kita malah bikin hidup mereka jadi lebih berat
[01:09:56] bikin hidup mereka jadi lebih berat gitu. Itu juga tugas leader
[01:09:59] gitu. Itu juga tugas leader terjawab sih.
[01:10:01] terjawab sih. Thank you.
[01:10:02] Thank you. Oke kita back to Zoom ya. Di sini ada
[01:10:05] Oke kita back to Zoom ya. Di sini ada pertanyaan dari Davin. Selamat pagi Kak.
[01:10:07] pertanyaan dari Davin. Selamat pagi Kak. mau bertanya, bila seorang anggota dalam
[01:10:10] mau bertanya, bila seorang anggota dalam tim dihadapkan pada situasi yang
[01:10:12] tim dihadapkan pada situasi yang berkorelasi dari ee final goal, kerja
[01:10:16] berkorelasi dari ee final goal, kerja sama itu dan komunikasi yang kurang
[01:10:18] sama itu dan komunikasi yang kurang transparan. Bagaimana pandangan dari
[01:10:20] transparan. Bagaimana pandangan dari kakak terkait solusinya?
[01:10:23] kakak terkait solusinya? Oke, ini jujur aku bingung
[01:10:24] Oke, ini jujur aku bingung pertanyaannya, tapi aku coba cerna dulu
[01:10:26] pertanyaannya, tapi aku coba cerna dulu ya. Jadi maksudnya kalau di timnya
[01:10:29] ya. Jadi maksudnya kalau di timnya misalnya timnya Dain ada yang cuma fokus
[01:10:31] misalnya timnya Dain ada yang cuma fokus di goals-nya tapi tidak mau tidak mau
[01:10:34] di goals-nya tapi tidak mau tidak mau berkomunikasi kira-kira kayak gitu kali
[01:10:36] berkomunikasi kira-kira kayak gitu kali ya. Jadi mungkin sebagai leader ya
[01:10:38] ya. Jadi mungkin sebagai leader ya memang kita harus follow up, follow
[01:10:40] memang kita harus follow up, follow through atau enggak kita tanya, "Eh,
[01:10:42] through atau enggak kita tanya, "Eh, gimana, udah sampai mana?" Tapi jangan
[01:10:44] gimana, udah sampai mana?" Tapi jangan jadi kayak micro manage. Jangan setiap
[01:10:46] jadi kayak micro manage. Jangan setiap jam kita tanyain gitu kan, "Eh, udah
[01:10:48] jam kita tanyain gitu kan, "Eh, udah sampai mana gitu. Mending ditanya
[01:10:50] sampai mana gitu. Mending ditanya mungkin per hari gitu. Kita ada update
[01:10:52] mungkin per hari gitu. Kita ada update daily daily meeting aja mungkin. Ini
[01:10:55] daily daily meeting aja mungkin. Ini contohnya kayak eh waktu saya kerja
[01:10:58] contohnya kayak eh waktu saya kerja pertama di consulting firm eh rekrutment
[01:11:02] pertama di consulting firm eh rekrutment consulting karena COVID. Jadi kita
[01:11:04] consulting karena COVID. Jadi kita biasanya ada 15 menit pagi tuh kayak ee
[01:11:07] biasanya ada 15 menit pagi tuh kayak ee stand up bilangnya ya stand up lah ya
[01:11:08] stand up bilangnya ya stand up lah ya pagi. Jadi kayak cuman update aja ee eh
[01:11:12] pagi. Jadi kayak cuman update aja ee eh hari ini kerjain apa, besok ngapain.
[01:11:14] hari ini kerjain apa, besok ngapain. Jadi masing-masing sudah tahu apa yang
[01:11:16] Jadi masing-masing sudah tahu apa yang akan kita kerjakan dan kita bisa lebih
[01:11:18] akan kita kerjakan dan kita bisa lebih fokus ke pekerjaan kita daripada meeting
[01:11:20] fokus ke pekerjaan kita daripada meeting yang berjam-jam seperti itu. Jadi kalau
[01:11:22] yang berjam-jam seperti itu. Jadi kalau mau memang harus ada kayak setiap pagi
[01:11:24] mau memang harus ada kayak setiap pagi meeting aja mungkin 15 menit atau ee dua
[01:11:27] meeting aja mungkin 15 menit atau ee dua kali seminggu 15 menit meeting update
[01:11:29] kali seminggu 15 menit meeting update aja dari masing-masing section seperti
[01:11:31] aja dari masing-masing section seperti itu. Jadi bisa dibilang itu saling in
[01:11:34] itu. Jadi bisa dibilang itu saling in ada transparansi di antara tim.
[01:11:38] ada transparansi di antara tim. Oke, kita next. Ini pertanyaan terakhir
[01:11:40] Oke, kita next. Ini pertanyaan terakhir dari William. Kak, mau tanya lagi. Oh,
[01:11:43] dari William. Kak, mau tanya lagi. Oh, berarti William tadi sudah tanya ya.
[01:11:45] berarti William tadi sudah tanya ya. Gimana cara bedain antara resistance
[01:11:48] Gimana cara bedain antara resistance yang harus dilawan vs resistance yang
[01:11:51] yang harus dilawan vs resistance yang sebenarnya sinyal kalau solusi atau
[01:11:53] sebenarnya sinyal kalau solusi atau strategi kita salah?
[01:11:56] strategi kita salah? Nah, ini juga sebenarnya
[01:11:59] Nah, ini juga sebenarnya jujur aku juga agak susah menjawab gitu
[01:12:02] jujur aku juga agak susah menjawab gitu ya. Tergantung ini resistance-nya datang
[01:12:04] ya. Tergantung ini resistance-nya datang dari kita atau dari diri kita. Kalau
[01:12:06] dari kita atau dari diri kita. Kalau kita mau masuk ke satu company baru gitu
[01:12:09] kita mau masuk ke satu company baru gitu kan yang pasti kan kita harus berusaha
[01:12:11] kan yang pasti kan kita harus berusaha untuk adjust dan juga pasti ada sisi
[01:12:14] untuk adjust dan juga pasti ada sisi resistance dari mungkin orang-orang lama
[01:12:16] resistance dari mungkin orang-orang lama di company itu pasti kayak orang lama
[01:12:18] di company itu pasti kayak orang lama juga relogan lah ya ee menerima kita.
[01:12:21] juga relogan lah ya ee menerima kita. Nah, strateginya adalah ngobrol lagi.
[01:12:25] Nah, strateginya adalah ngobrol lagi. Enggak ada lagi kuncinya ngobrol kayak
[01:12:27] Enggak ada lagi kuncinya ngobrol kayak ayo cari tahu kenapa sih ini apa yang
[01:12:30] ayo cari tahu kenapa sih ini apa yang salah dari saya, apa yang kita bisa
[01:12:32] salah dari saya, apa yang kita bisa perbaikin gitu. Paling enggak mungkin
[01:12:34] perbaikin gitu. Paling enggak mungkin kalau misalnya kalian satu kerja
[01:12:36] kalau misalnya kalian satu kerja kelompok gitu kan, kerja kelompok ada
[01:12:38] kelompok gitu kan, kerja kelompok ada empat l orang yang masing-masing mungkin
[01:12:42] empat l orang yang masing-masing mungkin timnya tuh enggak pernah kenalan g terus
[01:12:45] timnya tuh enggak pernah kenalan g terus kira-kira
[01:12:47] kira-kira solusinya apa kalau misalnya
[01:12:48] solusinya apa kalau misalnya masing-masing pada enggak mau ngerjain
[01:12:50] masing-masing pada enggak mau ngerjain tugas atau mungkin aku cuman mau ini, ah
[01:12:52] tugas atau mungkin aku cuman mau ini, ah aku enggak mau yang itu. Kira-kira
[01:12:53] aku enggak mau yang itu. Kira-kira gimana solusinya?
[01:12:56] gimana solusinya? Ngobrol,
[01:12:58] Ngobrol, ajak ngomong, komunikasi enggak ada lagi
[01:13:01] ajak ngomong, komunikasi enggak ada lagi gitu. Jadi kadang kita juga enggak bisa
[01:13:03] gitu. Jadi kadang kita juga enggak bisa selalu merasa kalau kita tuh yang benar
[01:13:05] selalu merasa kalau kita tuh yang benar seperti itu. Tapi on the other hand juga
[01:13:07] seperti itu. Tapi on the other hand juga ya kita berinisiatif untuk ngajak
[01:13:09] ya kita berinisiatif untuk ngajak ngobrol juga kalau kita mau tahu apakah
[01:13:11] ngobrol juga kalau kita mau tahu apakah ini saya yang salah atau memang ee ini
[01:13:15] ini saya yang salah atau memang ee ini sudah cara lama yang mungkin orangnya
[01:13:16] sudah cara lama yang mungkin orangnya perlu dipersuasi
[01:13:18] perlu dipersuasi untuk berubah seperti itu. Semoga
[01:13:21] untuk berubah seperti itu. Semoga menjawab William.
[01:13:24] menjawab William. Oke, sudah tidak ada pertanyaan lagi
[01:13:26] Oke, sudah tidak ada pertanyaan lagi teman-teman. Oke, ada last question.
[01:13:34] Halo, saya Kelvin Surjanto dari ee ee
[01:13:38] Halo, saya Kelvin Surjanto dari ee ee animasi kelas animasi Bavin.
[01:13:41] animasi kelas animasi Bavin. Saya mau bertanya ya, kalau rekan tim
[01:13:43] Saya mau bertanya ya, kalau rekan tim itu enggak datang pas kegiatan gimana ya
[01:13:46] itu enggak datang pas kegiatan gimana ya maksudnya?
[01:13:46] maksudnya? Jadi ee contohnya nih ada tugas kelompok
[01:13:50] Jadi ee contohnya nih ada tugas kelompok harus datang ke lokasi langsung orangnya
[01:13:53] harus datang ke lokasi langsung orangnya kagak datang. Pas presentasi, pas
[01:13:55] kagak datang. Pas presentasi, pas ngerjain presentasi orang kagak
[01:13:57] ngerjain presentasi orang kagak ngerjain. Pas orang ditanyain kagak
[01:13:59] ngerjain. Pas orang ditanyain kagak ngejawab. Pas dia diajak ngomong sama
[01:14:01] ngejawab. Pas dia diajak ngomong sama dosen tetap kejadian lagi. Nah, gimana
[01:14:05] dosen tetap kejadian lagi. Nah, gimana itu kalau begitu tuh?
[01:14:06] itu kalau begitu tuh? Apatis berarti orangnya ya. Enggak mau
[01:14:08] Apatis berarti orangnya ya. Enggak mau padanya dia enggak mau terlibat.
[01:14:10] padanya dia enggak mau terlibat. Right
[01:14:11] Right ya. Ee kalau pasti kalau misalnya itu
[01:14:14] ya. Ee kalau pasti kalau misalnya itu nanti bilangnya oh udah mau sampai.
[01:14:15] nanti bilangnya oh udah mau sampai. Sudah mau sampai cuman sampai 2 jam
[01:14:16] Sudah mau sampai cuman sampai 2 jam tungguin enggak sampai juga.
[01:14:18] tungguin enggak sampai juga. Hm. Itu susah sih emang gitu. Tapi ya
[01:14:22] Hm. Itu susah sih emang gitu. Tapi ya mungkin memang ee harus diajak ngobrol
[01:14:25] mungkin memang ee harus diajak ngobrol sih maksudnya. Karena gini, kita enggak
[01:14:27] sih maksudnya. Karena gini, kita enggak tahu ya ini orang punya masalah apa.
[01:14:29] tahu ya ini orang punya masalah apa. Karena saya ada juga teman kayak gitu,
[01:14:31] Karena saya ada juga teman kayak gitu, apakah mungkin memang di rumahnya lagi
[01:14:34] apakah mungkin memang di rumahnya lagi ada isu sama keluarga atau memang enggak
[01:14:37] ada isu sama keluarga atau memang enggak tahu mungkin papa mamanya berantem atau
[01:14:39] tahu mungkin papa mamanya berantem atau mungkin dia lagi kekurangan uang. Kita
[01:14:41] mungkin dia lagi kekurangan uang. Kita enggak tahu. Yang pasti dia punya isu
[01:14:44] enggak tahu. Yang pasti dia punya isu itu dulu.
[01:14:45] itu dulu. Dan memang kalau misalnya isunya udah
[01:14:47] Dan memang kalau misalnya isunya udah berat ya memang mau enggak mau kita cuma
[01:14:50] berat ya memang mau enggak mau kita cuma bisa jadi apa ya kayak ear to listen aja
[01:14:53] bisa jadi apa ya kayak ear to listen aja itu satu. Tapi di satu sisi selain
[01:14:57] itu satu. Tapi di satu sisi selain tempat curhat kita juga bisa harus bantu
[01:14:59] tempat curhat kita juga bisa harus bantu ngarahin. Makanya leader leadership itu
[01:15:01] ngarahin. Makanya leader leadership itu enggak gampang ya kan. Harus mau
[01:15:04] enggak gampang ya kan. Harus mau mendengar harus bisa bantu mengarahkan
[01:15:07] mendengar harus bisa bantu mengarahkan atau mungkin dia juga udah didengerin
[01:15:09] atau mungkin dia juga udah didengerin nih enggak mau udah diiniin enggak mau.
[01:15:11] nih enggak mau udah diiniin enggak mau. Ee hanya Tuhan yang tahu buat saya. Tapi
[01:15:14] Ee hanya Tuhan yang tahu buat saya. Tapi maksudnya at least if youve done your
[01:15:16] maksudnya at least if youve done your job ya udah enggak apa-apa. Karena gini,
[01:15:19] job ya udah enggak apa-apa. Karena gini, di company pun akan ada orang yang
[01:15:20] di company pun akan ada orang yang seperti itu. Udah dikasih tahu enggak
[01:15:22] seperti itu. Udah dikasih tahu enggak mau berubah. Udah di udah di diaching
[01:15:25] mau berubah. Udah di udah di diaching juga enggak bisa berubah. Makanya
[01:15:27] juga enggak bisa berubah. Makanya mungkin akan ada orang-orang yang enggak
[01:15:29] mungkin akan ada orang-orang yang enggak bisa maju gitu aja. Tapi yang penting
[01:15:32] bisa maju gitu aja. Tapi yang penting jangan lupain teman yang lain.
[01:15:35] jangan lupain teman yang lain. Mau tanya lagi silakan.
[01:15:36] Mau tanya lagi silakan. Kalau misalnya tuh tadi kalau misal
[01:15:38] Kalau misalnya tuh tadi kalau misal masalah gimana enggak datang kan ya? He.
[01:15:40] masalah gimana enggak datang kan ya? He. Kalau misalnya dia enggak datang itu
[01:15:41] Kalau misalnya dia enggak datang itu karena lagi main baring di story gimana
[01:15:46] karena lagi main baring di story gimana nih? Kayaknya kamu sakit hati banget ya
[01:15:47] nih? Kayaknya kamu sakit hati banget ya sama orang ini ya
[01:15:52] ini.
[01:15:56] Nah,
[01:15:58] Nah, tapi dia dia ee kamu tahu enggak dia
[01:16:00] tapi dia dia ee kamu tahu enggak dia kelebihannya apa?
[01:16:01] kelebihannya apa? Enggak ada.
[01:16:02] Enggak ada. Enggak ada.
[01:16:04] Enggak ada. Harusnya ada L ya. Dia bisa belajar kok
[01:16:06] Harusnya ada L ya. Dia bisa belajar kok pasti. Maksudnya ada kelebihannya.
[01:16:08] pasti. Maksudnya ada kelebihannya. Makanya yang enggak
[01:16:10] Makanya yang enggak benar.
[01:16:11] benar. Oke. Gini mungkin karena ini pas jujur
[01:16:13] Oke. Gini mungkin karena ini pas jujur ini emang susah banget pertanyaannya
[01:16:16] ini emang susah banget pertanyaannya ngurusin orang lain gitu kan. Nah,
[01:16:18] ngurusin orang lain gitu kan. Nah, mungkin yang pertama ee kalau misalnya
[01:16:19] mungkin yang pertama ee kalau misalnya nih kamu sebagai leader cari tahu nih
[01:16:22] nih kamu sebagai leader cari tahu nih orang masing-masing kelebihannya di mana
[01:16:24] orang masing-masing kelebihannya di mana atau enggak dia suka apa deh gitu. Pasti
[01:16:27] atau enggak dia suka apa deh gitu. Pasti misalnya kan dia masuk ke jurusan kamu
[01:16:28] misalnya kan dia masuk ke jurusan kamu pasti dia punya sesuatu entah dia suka
[01:16:30] pasti dia punya sesuatu entah dia suka manga atau dia suka dia mungkin dia suka
[01:16:33] manga atau dia suka dia mungkin dia suka menggambar apa namanya eh coloring-nya
[01:16:35] menggambar apa namanya eh coloring-nya gitu kan atau mungkin dia suka bikin
[01:16:37] gitu kan atau mungkin dia suka bikin board moodbard nah dia di situ
[01:16:40] board moodbard nah dia di situ ya suka main game sama pakai AI
[01:16:44] ya suka main game sama pakai AI pakai AI dia suka pakai AI
[01:16:46] pakai AI dia suka pakai AI cuman walaupun gitu juga enggak juga
[01:16:48] cuman walaupun gitu juga enggak juga enggak ngerjain PPT gimana Kak kalau
[01:16:50] enggak ngerjain PPT gimana Kak kalau gitu
[01:16:51] gitu oke kalau dia enggak mau ngerjain PP
[01:16:53] oke kalau dia enggak mau ngerjain PP kasih kasih PPT yang lain tapi kok bisa
[01:16:55] kasih kasih PPT yang lain tapi kok bisa ah tapi kok bisa suruh Suruh dia, "Eh,
[01:16:57] ah tapi kok bisa suruh Suruh dia, "Eh, lu kan suka ee pakai AI nih. Bikin dong
[01:17:00] lu kan suka ee pakai AI nih. Bikin dong gambar pakai AI." Nah, nanti habis itu
[01:17:02] gambar pakai AI." Nah, nanti habis itu gambarnya masukin ke PPT. Suruh orang
[01:17:04] gambarnya masukin ke PPT. Suruh orang bikin PPT-nya. Suruh dia ngerjain
[01:17:06] bikin PPT-nya. Suruh dia ngerjain gambarnya.
[01:17:06] gambarnya. Habis itu dia enggak jawab gimana?
[01:17:08] Habis itu dia enggak jawab gimana? Maksudnya enggak jawab
[01:17:09] Maksudnya enggak jawab kalau di chat enggak jawab gimana?
[01:17:11] kalau di chat enggak jawab gimana? Wah, panggil gurunya.
[01:17:14] Wah, panggil gurunya. Habis itu kalau di kelas kagak datang
[01:17:16] Habis itu kalau di kelas kagak datang gimana Cara Konaknya gimana buat
[01:17:18] gimana Cara Konaknya gimana buat ngerjain PPT?
[01:17:20] ngerjain PPT? Nah, kalau gitu sih memang susah sih.
[01:17:22] Nah, kalau gitu sih memang susah sih. Jujur susah sih.
[01:17:25] Jujur susah sih. Iya.
[01:17:26] Iya. Kenapa? Kenapa
[01:17:29] Kenapa? Kenapa kasih ke dosennya?
[01:17:30] kasih ke dosennya? Dicari dosen enggak datang juga.
[01:17:31] Dicari dosen enggak datang juga. Nah, itu urusan dia sama orang tuanya.
[01:17:34] Nah, itu urusan dia sama orang tuanya. Yang penting yang penting satu kamu udah
[01:17:36] Yang penting yang penting satu kamu udah follow up aja. Maksudnya kan kalau
[01:17:37] follow up aja. Maksudnya kan kalau ditanya kamu sudah follow up belum? Oh,
[01:17:39] ditanya kamu sudah follow up belum? Oh, udah nih. Udah misalnya dosen saya sudah
[01:17:41] udah nih. Udah misalnya dosen saya sudah follow up ya gitu kan. Saya sudah follow
[01:17:43] follow up ya gitu kan. Saya sudah follow up anak ini enggak datang. Ya berarti
[01:17:46] up anak ini enggak datang. Ya berarti memang isunya bukan di tim kita gitu ya.
[01:17:50] memang isunya bukan di tim kita gitu ya. Kasih tahu dosen aja tapi dengan cara
[01:17:51] Kasih tahu dosen aja tapi dengan cara yang baik. Bukan kayak eh Pak dia tuh
[01:17:53] yang baik. Bukan kayak eh Pak dia tuh gini-gini kayak ngejelek-jelekin.
[01:17:54] gini-gini kayak ngejelek-jelekin. Enggak. bilangnya, "Pak, ini anaknya
[01:17:55] Enggak. bilangnya, "Pak, ini anaknya enggak datang, saya sudah follow up bla
[01:17:57] enggak datang, saya sudah follow up bla bla bla bla bla. Dia enggak bisa nih."
[01:17:59] bla bla bla bla. Dia enggak bisa nih." gitu. Jadi kayaknya tim juga akan
[01:18:01] gitu. Jadi kayaknya tim juga akan kesusahan.
[01:18:02] kesusahan. Kasih tahu sejujurnya aja ke dosen,
[01:18:05] Kasih tahu sejujurnya aja ke dosen, gitu.
[01:18:06] gitu. Oke, siap-siap.
[01:18:09] Oke, siap-siap. Ini lagi terjadi ya.
[01:18:10] Ini lagi terjadi ya. Hah? Oh, udah pernah kok.
[01:18:13] Hah? Oh, udah pernah kok. Pernah enggak apa-apa maksudnya kalau
[01:18:15] Pernah enggak apa-apa maksudnya kalau makanya itu tugasnya dosen kan biar
[01:18:16] makanya itu tugasnya dosen kan biar nanti dosen yang menilai seperti yang
[01:18:18] nanti dosen yang menilai seperti yang penting you've done your part aja as a
[01:18:19] penting you've done your part aja as a leader gitu. kamu udah lakukan yang
[01:18:21] leader gitu. kamu udah lakukan yang terbaik, udah dicoaching, udah di-follow
[01:18:23] terbaik, udah dicoaching, udah di-follow up, udah diajak, udah dirangkul. Kalau
[01:18:26] up, udah diajak, udah dirangkul. Kalau dia masih enggak mau, ya udah enggak
[01:18:28] dia masih enggak mau, ya udah enggak apa-apa. Karena itu pun juga akan
[01:18:30] apa-apa. Karena itu pun juga akan terjadi di dunia kerja,
[01:18:32] terjadi di dunia kerja, gitu. Di dunia kerja banyak juga yang
[01:18:34] gitu. Di dunia kerja banyak juga yang kayak, "Ah, saya udah pakai cara lama,
[01:18:36] kayak, "Ah, saya udah pakai cara lama, saya sudah di sini 10 tahun, saya enggak
[01:18:37] saya sudah di sini 10 tahun, saya enggak mau berubah. Suka-suka saya." Banyak
[01:18:40] mau berubah. Suka-suka saya." Banyak yang kayak gitu dunia kerja. Dan juga
[01:18:42] yang kayak gitu dunia kerja. Dan juga kayak kalau kita sudah rangkul enggak
[01:18:43] kayak kalau kita sudah rangkul enggak mau, ya udah ya. Maksudnya nanti
[01:18:46] mau, ya udah ya. Maksudnya nanti orang-orang seperti itu kelihatannya
[01:18:48] orang-orang seperti itu kelihatannya mereka yang enggak akan apa ya karirnya
[01:18:50] mereka yang enggak akan apa ya karirnya tuh akan stuck biasanya kayak gitu. Di
[01:18:52] tuh akan stuck biasanya kayak gitu. Di karir juga kelihatan. Kalau mereka
[01:18:54] karir juga kelihatan. Kalau mereka enggak mau berubah mereka yang akan
[01:18:56] enggak mau berubah mereka yang akan tergerus zaman gitu aja. Jadi memang
[01:18:59] tergerus zaman gitu aja. Jadi memang kalau sudah selesai kertugasnya good job
[01:19:02] kalau sudah selesai kertugasnya good job kat kan nanti biarin dosen aja yang
[01:19:04] kat kan nanti biarin dosen aja yang ngurus itu.
[01:19:05] ngurus itu. Oke. Baik baik. Thank you.
[01:19:10] Oke, di sini masih masuk nih, Kak. Untuk
[01:19:13] Oke, di sini masih masuk nih, Kak. Untuk last question ini kita last question ya
[01:19:16] last question ini kita last question ya dari Kak Rayman ingin tanya lagi sebagai
[01:19:19] dari Kak Rayman ingin tanya lagi sebagai leader kapan atau tanda apa kita sudah
[01:19:22] leader kapan atau tanda apa kita sudah bisa kasih trust penuh ke tim agar tidak
[01:19:24] bisa kasih trust penuh ke tim agar tidak micromanage. Terima kasih, Kak. Oke.
[01:19:28] micromanage. Terima kasih, Kak. Oke. Nah, untuk yang ini memang awal-awal
[01:19:30] Nah, untuk yang ini memang awal-awal misalnya nih kita baru dapatin baru gitu
[01:19:32] misalnya nih kita baru dapatin baru gitu ya. Yang pasti untuk seminggu, 2 minggu
[01:19:36] ya. Yang pasti untuk seminggu, 2 minggu ya atau enggak sebulan pertama. Kalau di
[01:19:38] ya atau enggak sebulan pertama. Kalau di kantor ya, kalau di kalau di apa
[01:19:40] kantor ya, kalau di kalau di apa namanya? Di universitas kan beda. Kalau
[01:19:42] namanya? Di universitas kan beda. Kalau misalnya di kantor nih mungkin 1 bulan
[01:19:44] misalnya di kantor nih mungkin 1 bulan pertama kita harus micromanage tim kita
[01:19:47] pertama kita harus micromanage tim kita dengan eh keep in mungkin ada dua dua
[01:19:51] dengan eh keep in mungkin ada dua dua kali meeting per minggu just to measure
[01:19:54] kali meeting per minggu just to measure kayak oh ada progres nih gitu. Dan
[01:19:56] kayak oh ada progres nih gitu. Dan memang kita harus ngelihatin. Tapi bukan
[01:19:58] memang kita harus ngelihatin. Tapi bukan berarti kayak setiap 1 jam eh sampai
[01:20:01] berarti kayak setiap 1 jam eh sampai mana? Enggak kayak begitu. at least
[01:20:03] mana? Enggak kayak begitu. at least bikin meeting e buat catch up, buat
[01:20:05] bikin meeting e buat catch up, buat follow up meeting seminggu dua kali itu
[01:20:07] follow up meeting seminggu dua kali itu dulu atau enggak ya tiga kaliah Senin,
[01:20:10] dulu atau enggak ya tiga kaliah Senin, Rabu, Jumat gitu kan. Eh Senin progres
[01:20:11] Rabu, Jumat gitu kan. Eh Senin progres di mana, Rabu gimana, Jumat gimana dan
[01:20:14] di mana, Rabu gimana, Jumat gimana dan nanti kalau sudah kelihatan, oh anak ini
[01:20:16] nanti kalau sudah kelihatan, oh anak ini udah bisa dilepas nih kayak oh dia udah
[01:20:18] udah bisa dilepas nih kayak oh dia udah bisa ngerjain tanpa harus dikasih
[01:20:19] bisa ngerjain tanpa harus dikasih peringatan ya udah pelan-pelan
[01:20:21] peringatan ya udah pelan-pelan dikurangin meetingnya. Jadi mungkin dari
[01:20:23] dikurangin meetingnya. Jadi mungkin dari yang tiga kali seminggu jadi dua kali
[01:20:25] yang tiga kali seminggu jadi dua kali seminggu. Nanti kalau anaknya sudah bisa
[01:20:27] seminggu. Nanti kalau anaknya sudah bisa dilepas lagi atau tugasnya dia sudah
[01:20:29] dilepas lagi atau tugasnya dia sudah bisa lancar nih ngobrol sama ee
[01:20:32] bisa lancar nih ngobrol sama ee director-direktor yang lain, ya udah
[01:20:33] director-direktor yang lain, ya udah metingnya seminggu sekali cukup seperti
[01:20:35] metingnya seminggu sekali cukup seperti itu. Yang pasti kita kan bisa ngelihat
[01:20:38] itu. Yang pasti kita kan bisa ngelihat ya apakah anak ini konsisten ngirimin
[01:20:40] ya apakah anak ini konsisten ngirimin contoh mungkin ngirimin email atau
[01:20:42] contoh mungkin ngirimin email atau ngirimin progresnya. Dilihat
[01:20:43] ngirimin progresnya. Dilihat konsistensinya misalnya kita kasih
[01:20:45] konsistensinya misalnya kita kasih target pokoknya tanggal misalnya tanggal
[01:20:48] target pokoknya tanggal misalnya tanggal 6 sudah harus selesai tugasnya. Nah,
[01:20:50] 6 sudah harus selesai tugasnya. Nah, apakah anak ini benar-benar
[01:20:52] apakah anak ini benar-benar menyelesaikan tugasnya di tanggal 6?
[01:20:54] menyelesaikan tugasnya di tanggal 6? Apakah dia sudah bisa submit tugasnya
[01:20:55] Apakah dia sudah bisa submit tugasnya sebelum tanggal 6? Dari situ kan bisa
[01:20:57] sebelum tanggal 6? Dari situ kan bisa kelihatan kalau dia sudah bisa submit
[01:20:59] kelihatan kalau dia sudah bisa submit tugas sebelum tanggal 6 berarti kan anak
[01:21:00] tugas sebelum tanggal 6 berarti kan anak ini konsisten kerja. Kalau misalnya
[01:21:02] ini konsisten kerja. Kalau misalnya tanggal 6 masih di harus diingatin, nah
[01:21:04] tanggal 6 masih di harus diingatin, nah berarti kan dia belum konsisten dalam
[01:21:06] berarti kan dia belum konsisten dalam bekerja seperti itu. Jadi kasih target
[01:21:11] bekerja seperti itu. Jadi kasih target seperti itu. Ada lagi? Sudah ya, Kak ya.
[01:21:15] seperti itu. Ada lagi? Sudah ya, Kak ya. Oke, kita close ya untuk sesi Q&A-nya.
[01:21:17] Oke, kita close ya untuk sesi Q&A-nya. Boleh kita berikan tepuk tangan meriah
[01:21:19] Boleh kita berikan tepuk tangan meriah untuk narasumber kita, Ibu Kara. Terima
[01:21:21] untuk narasumber kita, Ibu Kara. Terima kasih, Ibu Kara.
[01:21:24] kasih, Ibu Kara. sudah memberikan insight ee pengetahuan
[01:21:27] sudah memberikan insight ee pengetahuan yang sangat penting ya untuk teman-teman
[01:21:29] yang sangat penting ya untuk teman-teman Binusian. Oke, Teman-teman, kita sudah
[01:21:30] Binusian. Oke, Teman-teman, kita sudah masuk ke ee sesi terakhir nih. Aku mau
[01:21:34] masuk ke ee sesi terakhir nih. Aku mau mengingatkan kembali untuk teman-teman
[01:21:36] mengingatkan kembali untuk teman-teman mohon bisa mengisi form evaluasi yang
[01:21:38] mohon bisa mengisi form evaluasi yang sebentar lagi akan di-share di layar.
[01:21:41] sebentar lagi akan di-share di layar. Diingatkan lagi teman-teman saat
[01:21:42] Diingatkan lagi teman-teman saat pengisian NIM hati-hati dicek baik-baik
[01:21:45] pengisian NIM hati-hati dicek baik-baik jangan sampai penulisan angkanya salah
[01:21:47] jangan sampai penulisan angkanya salah karena sering banget kayak gitu.
[01:21:49] karena sering banget kayak gitu. akhirnya N eh SAT Poinnya enggak bisa
[01:21:51] akhirnya N eh SAT Poinnya enggak bisa diproses seperti itu. Dan teman-teman
[01:21:54] diproses seperti itu. Dan teman-teman juga bisa follow IG kami di
[01:21:56] juga bisa follow IG kami di @innternshipbinus @gecbinusals
[01:21:59] @innternshipbinus @gecbinusals @ge Bekasi untuk mendapatkan informasi
[01:22:01] @ge Bekasi untuk mendapatkan informasi update kegiatan-kegiatan kami lainnya.
[01:22:03] update kegiatan-kegiatan kami lainnya. Dan juga teman-teman ee nanti di siang
[01:22:06] Dan juga teman-teman ee nanti di siang hari dan besok masih ada sesi bestinar.
[01:22:10] hari dan besok masih ada sesi bestinar. Jadi pastiin teman-teman juga join untuk
[01:22:12] Jadi pastiin teman-teman juga join untuk mengikuti seminar-seminar lainnya yang
[01:22:14] mengikuti seminar-seminar lainnya yang juga insightful untuk teman-teman.
[01:22:16] juga insightful untuk teman-teman. Terima kasih juga sekali lagi kepada Ibu
[01:22:18] Terima kasih juga sekali lagi kepada Ibu Clara atas kesediaan waktu dan
[01:22:20] Clara atas kesediaan waktu dan sharing-nya dalam sesi kesempatan kita
[01:22:22] sharing-nya dalam sesi kesempatan kita pada hari ini. Terima kasih juga kepada
[01:22:24] pada hari ini. Terima kasih juga kepada teman-teman yang sudah hadir ee dari
[01:22:27] teman-teman yang sudah hadir ee dari awal sampai akhir. Saya izin untuk tutup
[01:22:29] awal sampai akhir. Saya izin untuk tutup sesi seminar kita pada hari ini. Bisa
[01:22:31] sesi seminar kita pada hari ini. Bisa ditunggu untuk barcode-nya ya,
[01:22:32] ditunggu untuk barcode-nya ya, Teman-teman ya. Jadi jangan keluar
[01:22:34] Teman-teman ya. Jadi jangan keluar sebelum diisi-nya. Terima kasih, selamat
[01:22:37] sebelum diisi-nya. Terima kasih, selamat pagi dan sampai jumpa ee di lain
[01:22:39] pagi dan sampai jumpa ee di lain kesempatan. Terima kasih.
[01:22:59] Dan di layar sudah ada terpilih empat
[01:23:01] Dan di layar sudah ada terpilih empat penanya ee terbaik ya ee atas nama Jol,
[01:23:05] penanya ee terbaik ya ee atas nama Jol, Grace, Gisela, dan juga William itu bisa
[01:23:08] Grace, Gisela, dan juga William itu bisa mengisi form tambahan itu Bleenang
[01:23:11] mengisi form tambahan itu Bleenang imani. ee boleh diisi ya, Teman-teman.
[01:23:13] imani. ee boleh diisi ya, Teman-teman. Dan juga untuk Grace dan juga Stepin
[01:23:17] Dan juga untuk Grace dan juga Stepin nanti bisa ke samping panggung untuk
[01:23:18] nanti bisa ke samping panggung untuk mengambil goodie bag-nya, ya.
[01:23:34] Untuk teman-teman yang sudah mengisi
[01:23:36] Untuk teman-teman yang sudah mengisi evaluasi sudah diperkenankan untuk
[01:23:38] evaluasi sudah diperkenankan untuk meninggalkan ruangan ini. Terima kasih.
[01:27:40] Tes,
[01:27:51] Mbak Ay, ini kan pakai mic ya. Mik-nya
[01:27:56] Mbak Ay, ini kan pakai mic ya. Mik-nya tadi ke masuk semua enggak kamu zoom
[01:27:58] tadi ke masuk semua enggak kamu zoom dicoba enggak ya?
[01:28:09] Tes. Oh, udah. Oke.
[01:28:12] Tes. Oh, udah. Oke. Aku mau cari yang Ih, lucu banget
[01:28:14] Aku mau cari yang Ih, lucu banget tasnya. Kok lucu tas?
[01:28:19] tasnya. Kok lucu tas? Oh, iya benar.
[01:28:24] Kita enggak dapat apa hari?
[01:30:12] Tes. Oke, Teman-teman yang ini boleh
[01:30:15] Tes. Oke, Teman-teman yang ini boleh agak maju ke depan.
[01:30:52] lagi ya.
[01:31:00] Tapi
[01:31:04] silakan Mas
[01:31:09] ya. Taruh aja dulu
[01:31:13] yuk teman-teman boleh ee agak maju ke
[01:31:15] yuk teman-teman boleh ee agak maju ke depan ya.
[01:31:18] depan ya. Kenapa?
[01:31:21] Kenapa? Tapi cuma 20 menit ya. 1120 kita akan
[01:31:22] Tapi cuma 20 menit ya. 1120 kita akan mulai. Oke, ini kan ee masuk ke Bimai
[01:31:26] mulai. Oke, ini kan ee masuk ke Bimai kalian dan menjadi mandatory teman-teman
[01:31:28] kalian dan menjadi mandatory teman-teman ya. Oke, ditunggu ya.
[01:31:36] Enggak ada.
[01:31:38] Enggak ada. kamu taruh aja dulu
[01:34:34] Nah, Teman-teman, dalam perjalanan
[01:34:35] Nah, Teman-teman, dalam perjalanan perkuliahan seringkiali